⚙️Sistem Pemindah Tenaga Mobil
Sistem pemindah tenaga adalah serangkaian komponen yang berfungsi untuk menyalurkan
dan mengatur tenaga putar (torsi) dari mesin menuju roda penggerak. Tujuannya adalah
memastikan kendaraan dapat bergerak pada berbagai kondisi kecepatan dan beban yang
dibutuhkan pengemudi.
1. Komponen Utama dan Fungsi Detail
Sistem pemindah tenaga bekerja secara berurutan melalui komponen-komponen berikut:
A. Kopling (Clutch)
Kopling terletak di antara flywheel mesin dan poros input transmisi.
● Menghubungkan dan Memutuskan Tenaga: Fungsi esensialnya adalah memutuskan
sementara aliran torsi dari mesin ke transmisi. Hal ini wajib dilakukan saat menghidupkan
mesin (agar mesin tidak mati mendadak) dan saat memindahkan gigi.
● Meredam Getaran: Kopling (clutch disc) dilengkapi pegas peredam (torsion damper)
untuk mengurangi getaran atau kejutan saat terjadi perpindahan tenaga atau gigi.
● Komponen Dasar:
○ Piringan Kopling (Clutch Disc): Komponen yang bergesekan langsung dengan
flywheel dan pelat penekan.
○ Pelat Penekan (Pressure Plate): Berfungsi menekan piringan kopling ke flywheel.
○ Bantalan Pembebas (Release Bearing): Mendorong pegas diafragma pada pelat
penekan saat pedal kopling diinjak.
B. Transmisi (Transmission)
Transmisi berfungsi mengubah perbandingan kecepatan putaran dan torsi sesuai dengan
kondisi mengemudi.
● Perbandingan Gigi (Gear Ratio): Roda gigi di dalamnya disusun untuk menghasilkan
perbandingan yang berbeda:
○ Gigi Rendah (1, 2): Menghasilkan perbandingan besar (misalnya 4:1), artinya torsi
besar untuk akselerasi awal atau menanjak.
○ Gigi Tinggi (Overdrive): Menghasilkan perbandingan kecil (misalnya 0.8:1),
artinya putaran output lebih cepat dari input, digunakan untuk efisiensi bahan bakar
saat kecepatan tinggi.
● Tipe Transmisi:
○ Manual (M/T): Menggunakan pasangan roda gigi lurus (spur atau helical gear)
yang dipindahkan secara manual dengan garpu pemindah (shift fork) dan
synchronizer (untuk menyamakan putaran gigi).
○ Otomatis (A/T): Menggunakan torque converter (pengganti kopling) dan rangkaian
roda gigi planetari (planetary gear set) yang perpindahannya diatur oleh tekanan
fluida hidrolik.
C. Poros Propeller (Propeller Shaft / Drive Shaft)
Komponen ini hanya ada pada mobil FR (RWD) dan 4WD, menghubungkan transmisi ke
gardan belakang.
● Meneruskan Tenaga dengan Sudut: Karena transmisi dan gardan berada pada posisi
yang berbeda dan terjadi pergerakan suspensi, poros propeller harus fleksibel.
● Universal Joint (U-Joint): Sambungan yang memungkinkan poros propeller mentransfer
putaran pada sudut yang bervariasi.
● Slip Yoke: Mekanisme yang memungkinkan poros memanjang dan memendek
(bergeser) untuk menyesuaikan perubahan jarak akibat pergerakan suspensi.
D. Gardan (Differential / Final Drive)
Gardan, atau diferensial, terletak pada poros roda penggerak.
● Pengurangan Akhir (Final Reduction): Pasangan roda gigi cincin (ring gear) dan roda
gigi pinion melakukan reduksi kecepatan terakhir, meningkatkan torsi sebelum ke roda.
● Perubahan Arah: Mengubah putaran melintang (dari poros propeller) menjadi putaran
memanjang (ke poros roda).
● Membedakan Putaran Roda: Inti fungsi diferensial adalah memungkinkan roda kiri dan
kanan berputar dengan kecepatan berbeda saat mobil berbelok. Roda luar harus
menempuh jarak lebih jauh dan berputar lebih cepat.
● Jenis Diferensial: Selain standar, ada LSD (Limited Slip Differential) yang membatasi
perbedaan putaran roda agar traksi tetap terjaga, terutama saat salah satu roda selip.
E. Poros Roda (Axle Shaft)
Poros roda adalah batang yang menyalurkan putaran dari gardan ke roda.
● Pada FWD: Menggunakan CV Joint (Constant Velocity Joint) di kedua ujungnya.
Sambungan ini memungkinkan roda depan berputar saat mobil berbelok dan bergerak
naik-turun tanpa variasi kecepatan putaran yang mengganggu.
2. Klasifikasi Sistem Penggerak Roda
Sistem pemindah tenaga dikelompokkan berdasarkan lokasi mesin dan roda yang digerakkan:
Tipe Penggerak Deskripsi Komponen Khas Kelebihan &
Kekurangan
FR (RWD) Mesin Depan, Roda Memiliki Poros Kelebihan: Distribusi
Belakang Penggerak. Propeller yang panjang. bobot yang baik,
handling lebih stabil,
cocok untuk torsi besar.
Kekurangan:
Konstruksi lebih rumit
dan berat.
FF (FWD) Mesin Depan, Roda Transmisi dan Kelebihan: Efisiensi
Depan Penggerak. Diferensial tergabung bahan bakar, ruang
(Transaxle). kabin lebih luas,
konstruksi kompak.
Kekurangan: Torque
steer (tarikan setir saat
akselerasi kuat), traksi
kurang saat menanjak
curam.
Tipe Penggerak Deskripsi Komponen Khas Kelebihan &
Kekurangan
RR (RWD) Mesin Belakang, Roda Mirip FWD, transaxle di Kelebihan: Traksi
Belakang Penggerak. belakang. belakang sangat baik
(beban mesin di atas
roda). Kekurangan:
Handling pada
kecepatan tinggi sulit
diatur.
4WD/AWD Mesin Depan, Empat Transfer Case untuk Kelebihan: Traksi
Roda Penggerak. membagi tenaga. Dua maksimum di segala
Poros Propeller (depan medan. Kekurangan:
& belakang), dua Konsumsi bahan bakar
Gardan. tinggi, bobot berat,
konstruksi sangat
kompleks.
3. Komponen Tambahan pada 4WD/AWD
Pada kendaraan penggerak empat roda, terdapat komponen khusus yang bertugas mengatur
distribusi tenaga:
● Transfer Case: Terletak setelah transmisi, berfungsi untuk:
1. Membagi torsi ke poros depan dan poros belakang.
2. Menyediakan rasio reduksi tambahan (low range atau gigi kura-kura) untuk off-road
ekstrem.
● Diferensial Tengah (Center Differential): Pada sistem Full-Time 4WD (AWD),
komponen ini memungkinkan perbedaan putaran antara poros depan dan poros belakang
(mirip fungsi diferensial pada roda kiri-kanan).