0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan8 halaman

Hubungan Personal Hygiene dan Dermatitis

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara personal hygiene dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua faktor tersebut dengan kejadian dermatitis kontak, masing-masing dengan nilai p 0.022 untuk personal hygiene dan 0.014 untuk penggunaan APD. Penelitian ini merekomendasikan agar pekerja meningkatkan kesadaran akan pentingnya personal hygiene dan kepatuhan dalam menggunakan APD untuk mencegah penyakit akibat kerja.

Diunggah oleh

Rifqii 8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan8 halaman

Hubungan Personal Hygiene dan Dermatitis

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara personal hygiene dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua faktor tersebut dengan kejadian dermatitis kontak, masing-masing dengan nilai p 0.022 untuk personal hygiene dan 0.014 untuk penggunaan APD. Penelitian ini merekomendasikan agar pekerja meningkatkan kesadaran akan pentingnya personal hygiene dan kepatuhan dalam menggunakan APD untuk mencegah penyakit akibat kerja.

Diunggah oleh

Rifqii 8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pratiwi, P., A.T Diah (2023). Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada. 12(1), halaman 90-97.

[Link]

ORIGINAL ARTICLE

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG


DIRI DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK

Adhinda Putri Pratiwi1, Tenri Diah T.A2


1,2,
Universitas Pejuang Republik Indonesia Abstract
Dermatitis is a skin disorder that usually causes itching and is characterized objectively by
patches, rashes or inflammation. Symptoms that are often felt include redness of the skin
that occurs due to loading on the blood vessels, can cause swelling/bruising due to fluid
buildup in the tissue, thickening of the skin and scratching. The factors that cause contact
Corresponding author:
dermatitis are generally divided into two groups, namely direct and indirect factors. Direct
Adhinda Putri Pratiwi
factors include solubility properties, substances, formulas (solid, gas, and liquid),
Universitas Pejuang Republik Indonesia
Email: adhinda.p@[Link]
concentration factors and contact time, while indirect factors include age, gender, personal
hygiene, race, temperature, humidity and use of Personal Protective Equipment (PPE). The
study aims to determine the relationship between personal hygiene and the use of Personal
Protective Equipment (PPE) with the incidence of contact dermatitis. The study is a cross
sectional design using a descriptive approach. The results of chi-square test that showed
that there is a siginificant relationship between personal hygiene (0.022) and the use of
PPE (0.014) with the incidence of contact dermatitis. It is recommended that workers are
expected to increase awareness in preventing occupational diseases, one of which is by
Article Info: paying more attention to personal hygiene and compliance in using preventing
Dikirim: 01 Januari 2023 occupational diseases.
Ditinjau: 28 Maret 2023
Diterima: 10 April 2023 Keywords: Dermatitis, Personal Hygiene, APD

Abstrak

Dermatitis merupakan kelainan yang terjadi pada kulit yang biasanya menimbulkan rasa
gatal dan ditandai secara objektif oleh bercak, ruam atau peradangan. Gejala yang sering
dirasakan diantaranya, terjadi kemerahan pada kulit yang terjadi akibat adanya pembebanan
pada pembuluh darah, bisa menimbulkan bengkak/ memar yang disebabkan penumpukan
cairan di jaringan, terjadinya penebalan kulit dan goresan tanda. Faktor-faktor penyebab
dermatitis kontak pada umumnya terbagi atas dua kelompok, yaitu ada kelompok faktor
langsung dan tidak langsung. Faktor langsung meliputi sifat kelarutan, zat, formula (padat,
gas, dan cair), konsentrasi dan lama kontak, sedangkan faktor tidak langsung meliputi usia,
jenis kelamin, personal hygiene, ras, suhu, kelembaban dan penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD). Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan personal hygiene dan
penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak. Design penelitian ini adalah cross
sectional dengan pendekatan deskriptif. Hasil uji chi- square mengindikasikan ada
hubungan personal hygiene (0.022) dan penggunaan APD (0.014) dengan kejadian
dermatitis kontak. Adapun saran bagi pekerja, diharapkan untuk meningkatkan kesadaran
diri dalam mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, salah satunya dengan lebih
memperhatikan personal hygiene dan kepatuhan dalam menggunakan APD.

Kata Kunci: Dermatitis, Personal Hygiene, Penggunaan APD.

© 2021 The Author(s). This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License. ISSN: 2655-4917 (online)
which permits unrestricted non-commercial use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.
ISSN: 2252-9101 (cetak)

Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12 Nomor 1, April 2023

90
Adhinda Putri Pratiwi, Tenri Diah T.A (2023).

PENDAHULUAN Sektor lapangan kerja yang banyak merekrut tenaga


Era globalisasi seperti sekarang ini menuntut kerja di Indonesia adalah salah satunya sektor
semua pekerja agar mengutamakan keselamatan dan informal (Wahyuni, 2022). Jumlah penduduk banyak
kesehatan di setiap tempat kerja, baik itu pekerja bekerja pada sektor ini sebaiknya sejalan dengan
formal maupun informal. Semua pekerjaan yang adanya peningkatan perhatian dan penerapan terkait
dilakukan sehari-hari pasti memiliki risiko akan K3, namun hal ini tidak terjadi pada kondisi
terpapar penyakit akibat kerja, khususnya pada dilapangan. Masih banyak ditemukan kurangnya
pekerja informal (Parinduri, 2022). Ada perbedaan penerapan aspek K3 pada lokasi kerja sektor non
yang cukup terlihat dengan jelas antara pekerja formal formal.
dengan informal. Masalah keselamatan dan kesehatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah
kerja menjadi bagian yang paling terlihat dengan jelas keadaan sehat dan aman saat melakukan pekerjaan,
terkait perbedaan yang terjadi antara kedua sektor baik untuk pekerja itu sendiri, orang lain, maupun
tersebut. Pekerja dalam sektor non formal cenderung lingkungan disekelilingnya. Penerapan K3 ditempat
berisiko cukup tinggi, namun hal ini biasanya kurang kerja ialah bagian upaya menurunkan risiko terjadinya
diperhatikan oleh para pekerja bahkan tidak keadaan tidak aman yang berpotensi menyebabkan
menganggap penting penerapan terkait keselamatan kecelakaan kerja ataupun penyakit akibat kerja. Faktor
dan kesehatan kerja (Chafidz, 2017). Terdapat sekitar inilah yang mejadi alasan utama untuk memperhatikan
380.000 pekerja dari 2,78 juta orang meninggal dan menerapkan K3 di tempat kerja sehingga
setiap tahunnya, penyebabnya bisamencegah terjadinya masalah yang tidak
adalah kecelakaan ataupun penyakit dampak dari diinginkan (Candrianto, 2020).
pekerjaan. Masih banyak pekerja yang menganggap Kunci utama dalam melaksanakan suatu
remeh terkait pentingnya pengaplikasian keselamatan pekerjaan dengan baik adalah menjaga kesehatan
dan kesehatan kerja (K3) di lokasi kerja, tingginya pekerja. Fisik yang kuat dan sehat yang dimiliki
angka kecelakaan kerja maupun PAK disebabkan dari pekerja, akan mengurangi risiko terpaparnya penyakit
salah satu faktor tersebut. Periode satu tahun banyak yang ada di lingkungan kerja, sehingga pekerja bisa
pekerja ditemukan mengalami cedera dan mengidap dengan maksimal dalam menyelesaikan pekerjaannya.
penyakit ringan, yaitu kurang lebih 374 juta pekerja. Sebaliknya, jika fisik pekerja tidak dalam keadaan
Hal ini menyebabkan banyak pekerja yang tidak sehat, maka akan lebih mudah terpapar penyakit dan
masuk kerja (ILO, 2019). bisa menghambat pekerja dalam menyelesaikan
Pengaplikasian Keselamatan dan Kesehatan pekerjaannya (Apriliani, 2022). Ada banyak faktor
Kerja (K3) adalah unsur penting dan sangat yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada
dibutuhkan diberbagai sektor, khususnya ditempat pekerja saat melakukan pekerjaannya, diantaranya
kerja. Penerapan K3 di tempat kerja begitu penting kondisi lingkungan yang tidak aman dan perilaku dari
untuk diperhatikan. Hal ini tertuang sangat jelas dalam pekerja itu sendiri. Pekerja tidak hanya memiliki
kebijakan tentang Keselamatan kerja yaitu Undang- risiko untuk terkena penyakit menular dan penyakit
Undang No. 13 Tahun 2003 pasal 86 ayat 1a, tidak menular, namun memiliki risiko juga untuk
mengemukakan bahwa setiap pekerja atau buruh terkena penyakit yang disebabkan akibat kerja
mempunyai hak atau memperoleh perlindungan K3. (Rianingrum, 2022).

Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 1, Ap r il 2023


91
Adhinda Putri Pratiwi, Tenri Diah T.A (2023).

Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan membebani pembuluh darah,
muncul karena adanya paparan penyebab risiko di bengkak/memar akibat terjadinya penumpukan cairan
tempat kerja serta membutuhkan perhatian yang dijaringan, penebalan kulit dan adanya goresan tanda.
cukup serius. Daya saing serta produktivitas pekerja Sementara itu, ada beberapa faktor yangb
akan turun, dan menimbulakan beban ekonomi yang mempengaruhi kondisi klisis dermatitis yaitu gatal,
besar, ketika pekerja mengidap penyakit akibat kerja garukan dan reaksi obat. Penyakit ini merupakan
(Hasanah, 2021). Keselamatan dan kesehatan pekerja faktor yang membuat adanya penurunan produktifitas
industri sektor informal merupakan tanggung jawab kerja dan membuat peningkatan angka yang tidak
sendiri. Dengan keadaan tersebut pekerja informal bekerja akibat sakit (Darwadi, 2017).
memiliki risiko yang cukup besar untuk mengalami Suatu peradangan yang diakibatkan adanya
kecelakaan ataupun PAK. Salah satu pekerjaan di kontak dengan sumber iritan atau alergen
sektor informal yang memiliki risiko terkena penyakit dilingkungan kerja disebut dengan dermatitis kontak
akibat kerja adalah petani. akibat kerja. Ada beberapa hal yang mempengaruhi
Budidaya rumput laut akhir-akhir ini menjadi kejadian dermatitis kontak pada petani, diantaranya
mata pencaharian utama petani di daerah pesisir riwayat penyakit, personal hygiene serta
khususnya di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menggunakan alat pelindung diri dengan tepat.
(Thamrin, 2020). Bekerja sebagai petani memiliki Adanya faktor risiko tersebut, maka dibutuhkan
risiko untuk mengindap penyakit dermatitis tindakan bagi pekerja untuk melakukan suatu usaha
(Dwiyanti, 2017). Jumlah keseluruhan kasus atau upaya perlindungan diri (Nysak, 2022). Hastuty
dermatitis kontak di Indonesia sangat bervariasi. (2018) menunjukkan nilai p value sebesar 0.036 yang
Terdapat 90% dermatitis kontak iritan dan menintrepretasikan terdapat hubungan yang signifikan
dermatitis alergik kedua nya adalah penyakit kulit antara personal hygiene dengan dermatitis kontak.
yang disebabkan ditempat kerja. Pada penyakit kulit Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya
akibat kerja dapat dikelompokkan yaitu sekitar 92,5 penyakit pada kulit atau dermatitis kontak ada banyak.
% adalah dermatitis kontak, sebanyak 5,4% adalah Penyebab dermatitis kontak, cecara umum
peradangan kulit dan sekitar 2,1% adalah penyakit dikelompokan menjadi faktor langsung dan tidak
kulit lainnya. Menurut penelitian epidemiologi di langsung. Kelarutan, formula (padat, gas, dan cair),
Indonesia terdapat 97% dari 389 kasus adalah sifat zat, konsentrasi serta lama kontak merupakan
dermatitis kontak, diantaranya dermatitis kontak iritan faktor langsung, sedangkan jenis kelamin, usia, ras
sekitar 66,3% dan dermatitis alergik sekitar penggunaan alat pelindung diri, personal hygiene,
33,7% (Rianingrum, et al., 2021). Jumiati, Eti suhu serta kelembaban merupakan faktor tidak
Kurniawati dan Ahsan Munawar (2020) langsung (Lestari, 2017).
mengemukakan bahwa terdapat 53,6% kejadian Saat pekerja mengalami gangguan kesehatan,
dermatitis kontak pada petani Dermatitis merupakan itu bisa sangat merugikan pekerja itu sendiri.
kelainan pada kulit yang menimbulkan rasa gatal dan Khususnya pada pekerja yang mengalami kondisi
terlihat munculnya bercak, bintik merah atau dermatitis kontak akibat kerja. Hal ini dapat
peradangan (Bieber, 2017). Gejala yang paling sering mempengaruhi fisik dan ekonomi pekerja. Pengaruh
dijumpai seperti warna kulit menjadi kemerahan, yang pada fisik pekerja bisa berupa ruam yang

Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 1, Ap r il 2023


92
Adhinda Putri Pratiwi, Tenri Diah T.A (2023).

perkembangannya butuh waktu lama. Sedangkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
pengaruh pada ekonomi ialah pengeluaran langsung
biaya pengobatan penyakit, hari dan produktivitas HASIL DAN PEMBAHASAN
kerja akan hilang. Hal inilah yang memicu peneliti Hasil penelitan ini memberikan informasi
ingin melaksanakan penelitian yang berkaitan, faktor terkait hubungan personal hygiene dan penggunaan
yang berhubungan, diantaranya faktor kepatuhan APD dengan Kejadian Dermatitis Kontak pada petani
penggunaan APD dan personal hygiene dengan rumput laut dengan jumlah sampel 122 di kecamatan
kejadian dermatitis kontak pada pekerja petani rumput Mangarabombang. Tabel berikut menunjukkan hasil
laut. analisis melalui uji univariat dan uji bivariat variabel
yang diteliti sebagai berikut:
Metode
Lokasi dan Rancangan Penelitian Hasil Uji Univariat
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden
Berdasarkan Umur, Pendidikan Terakhir,
Mangarabombang Kabupaten Takalar. Design Personal Hygiene, Penggunanaa APD dan
penelitian ini adalah cross sectional dengan Dermatitis Kontak pada Petani Rumput Laut di
Kecamatan Mangarabombang Kabupaten
pendekatan deskriptif dengan tujuan menggambarkan Takalar
peristiwa yang terjadi saat ini.
Populasi dan Sampel Total
Variabel Persentasi
(n=122)
Petani rumput laut di Kabupaten Takalar (%)
Umur
Kecamatan Mangarabombang sebanyak 179 orang 18-25 Tahun 12 9.8
26-30 Tahun 36 29.5
adalah populasi penelitian ini. Besar sampel adalah 31-35 Tahun 45 36.9
36-40 Tahun 16
13.1
122 petani. Rumus Lemeshow digunakan untuk > 41 Tahun 13
10.7
penentuan sampel dan diambil dari populasi yang Pendidikan Terakhir
Tidak Tamat SD
memenuhi kriteria yaitu, memiliki masa kerja minimal Tamat SD 7 5.7
Tamat SMP 35 28.7
satu tahun dan bersedia menjadi responden. Tamat SMA 55 45.1
Sarjana/Diploma 21 17.2
Teknik Pengumpulan Data dan Pengembangan 33
4
Instrumen Persona Hygiene
Buruk
Data terdiri dari data primer dan data Baik 82 67.2
sekunder. Data primer didapatkan dari data kuesioner 40 32.8
Penggunaan APD
yang diisi oleh responden. Data sekunder didapatkan Buruk 73 59.8
Baik 49 40.2
dari puskesmas setempat yang terkait dengan
Dermatitis Kontak
kejadian dermatitis kontak yang dialami pekerja Ya 77 63.1
Tidak 45 36.9
petani rumput laut serta data-data pendukung lainnya. Sumber: Data Primer 2022
Analisis Data Pada Tabel 1. diperoleh hasil bahwa dari
Software SPSS 25.0 digunakan untuk 122 petani rumput laut di Kecamatan
menganalisis data kuantitatif. Statistik inferensial Mangarabombang yang memiliki umur 31-35
yang digunakan yaitu uji Chi-Square dengan tingkat paling banyak dibandingkan yang lain, yaitu
signifikansi 0,05 digunakan untuk menganalisis sebanyak 45 responden (36.9%), petani rumput laut

Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 1, Ap r il 2023


93
Adhinda Putri Pratiwi, Tenri Diah T.A (2023).

yang memiliki pendidikan terakhir paling banyak dengan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput
tamat SMP yaitu sebanyak 55 responden (45.1%), laut di Kecamatan Mangarabombang Kabupaten
petani rumput laut yang memiliki personal hygiene Takalar.
buruk lebih banyak dibandingkan dengan yang Kulit merupakan organ tubuh terbesar dan
baik, yaitu sebesar 82 responden (67.2%), petani terluar dari tubuh yang menutupi seluruh permukaan
rumput laut yang menggunakan APD buruk lebih tubuh (Apriliani, 2022). Kulit merupakan anggota
banyak dibandingkan dengan yang baik, yaitu ada tubuh yang paling sering terpajan factor lingkungan,
73 responden (59.8%) dan petani rumput laut yang baik itu secara fisik, kimiawi ataupun biologic. Oleh
tidak mengalami kejadian dermatitis kontak sebab itu ketika kulit mengalami gangguan dan telah
lebih sedikit dibandingkan dengan yang melebihi kemampuan untuk toleransi daya
mengalami dermatitis kontak, yaitu terdapat 77 penyembuhan, maka hal ini bisa menimbulkan
responden (63.1%) yang mengalami dermatitis. penyakit. Salah satu penyakit kulit yang sangat kerap
ditemukan ialah dermatitis (Zania, 2018).
Hasil Uji Bivariat Dermatitis kontak adalah keadaan dimana kulit
Tabel 2. Distribusi Data Berdasarkan mengalami peradangan yang disebabkan oleh adanya
Hubungan Personal Hygiene dan Postur Kerja kontak langsung dengan substansi yang bisa
dengan Kejadian Dermatitis Kontak pada menyebabkan timbulnya reaksi inflamasi atau alergi.
Petani Rumput Laut di Kecamatan Pada umumnya, penyebab terjadinya dermatitis
Mangarabombang Kabupaten Takalar kontak pada seseorang dipengaruhi oleh zat-zat luar
yang menimbulkan inflamasi. Peralatan yang
Variable Dermatitis Kontak Jumlah 𝑛- digunakan setiap hari, seperti alat kecantikan,
Value
Ya Tidak pakaian, aksesoris, deterjen maupun bahan-bahan
𝑛 % 𝑛 % 𝑛 %
Yang memiliki hubungan dengan pekerjaan,
Personal
Hygiene 58 70.7 24 29.3 82 100 contonya seperti cat, pestisida, semen memiliki
0.022
Buruk 19 47.5 23.9 52.5 40 100 kandungan bahan kimia yang memiliki risiko untuk
Baik
Penggunaan muncuknya penyakit (kang 2019).
APD 53 72.6 20 27.4 73 100
Buruk 24 49.0 25 51.0 49 100 0.014 Berdasarkan hasil uji analisa yang dilakukan
Baik menunjukkan nilai p value= 0,022. Hasil tersebut
menginterpretasikan terdapat hubungan yang
Sumber: Data Primer 2022
signifikan antara personal hygiene dengan kejadian
Berdasarkan uji Chi Square, variabel personal dermatitis kontak pada petani rumput laut. Penelitian
hygiene mendapatkan nilai p-value=0,022 (p<0,05), ini didukung oleh Hadi et al., (2021) yang juga
hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan melakukan penelitian terkait hubungan antara kedua
personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak variable tesebut, dimana hasil penelitiannya
pada petani rumput laut. Berdasarkan uji statistik mendapatkan nilai p value sebesar 0,002.
dengan menggunakan Chi Square, variabel Personal Hygiene memiliki peranan yang
penggunaan APD mendapatkan nilai p-value= 0,014, cukup penting terkait peningkatan risiko terkena
hal ini berarti terdapat hubungan penggunaan APD dermatitis kontak. Ini disebabkan adanya kaitan yang

Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 1, Ap r il 2023


94
Adhinda Putri Pratiwi, Tenri Diah T.A (2023).

erat antara kebersihan diri dengan bagaimana penyakit tidak menggunakan APD saat bekerja karena pekerja
bisa timbul dan ditularkan jika personal hygiene atau merasa kurang nyaman ketika bekerja dengan
kebersihan diri tidak diterapkan dengan baik di menggunakan APD.
kehidupan sehari-hari. Kebiasaan yang bisa di lakukan Pemakaian alat pelindung diri memiliki fungsi
untuk kegiatan sehari-hari guna mengurangi risiko yang sangat penting dalam mencegah terjadinya
penyakit adalah dengan rajin mencuci tangan, kaki, dermatitis kontak karena bisa meminimalisir potensi
membersihkan tubuh (mandi) dan secara rutin bahaya yang ada di lingkungan kerja, misalnya supaya
mengganti baju (Satyarini, 2020). mencegah berkontak dengan bahan-bahan kimia yang
Kebiasaan saat cuci tangan tidak hanya sekedar bisa menyebabkan penyakit. Hal tersebut sejalan
terlihat bersih, namun harus menggunakan sabun saat dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmatika et
ingin mencuci tangan dan tidak lupa untuk sela pada al., (2020) yang mendapatkan hasil uji statisti sebesar
jari ikut dibersihkan, baik itu di tangan maupun kaki 0,000. Artinya ada hubungan penggunaan APD
dengan menggunakan air mengalir. Semua kegiatan memiliki dengan kejadian dermatitis kontak.
ini dapat mengurangi potensi terkena dermatitis Menggunakan alat pelindung diri secara
kontak (Akbar, 2020). Penelitian ini sejalan dengan lengkap saat melakukan pekerjaan berhubungan erat
yang dilakukan oleh Kessi et al., (2021) yang hasil dengan terjadinya dermatitis kontak pada pekerja.
penelitiannya menunjukkan bahwa personal hygiene Potensi mengalami dermatitis kontak akibat kerja bisa
memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis. meningkat, jika pekerja tidak membiasakan diri untuk
Penyebab dari adanya hubungan tersebut adalah patuh dalam penggunan APD saat bekerja. Alat
pekerja pencucian mobil tidak membersihkan dirinya pelindung diri yang sesuai dengan Permenakertrans
(mandi) setelah selesai melakukan pekerjannya. No. 8 tahun 2010 terdiri atas pelindung seluruh tubuh,
Pekerja hanya melakukan cuci tangan ketika selesai pelindung tangan (sarung tangan karet) dan pelindung
mencuci mobil. Kebiasaan pekerja yang seperti ini kan kaki (sepatu boot). Ditemukan bahwa tingkat risiko
memiliki dampak buruk bagi kesehatan kulitnya, 2.71 kali lebih tinggi mengalami kejadian dermatitis
karna telah berhubungan langsung dengan bahan kontak ketika pekerja tidak patuh dalam
kimia yang menempel di tubuhnya dalam waktu yang menggunakan APD (Fielrantika 2017)
cukup lama.
Dari hasil analisis hubungan variabel KESIMPULAN
penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak, Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan
didapatkan nilai p-value sebesar 0,017 (< 0,05). bahwa terdapat hubungan antara personal hygiene
Dengan hasil tersebut, Maka Ha diterima yang berarti dan penggunaan APD dengan kejadian dermatitis
terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontak pada petani rumput laut di Kecamatan
APD dengan kejadian dermatitis kontak. Hasil ini Mangarabombang Kabupaten Takalar.
tidak sejalan dengan hasil yang diperoleh Hadi et al.,
(2021) yang mendapatkan hasil uji statistik 0.584, UCAPAN TERIMA KASIH
artinya tidak terdapat hubungan antara penggunaan Peneliti mengucapkan terima kasih kepada
APD dengan dermatitis. Berdasarkan hasil observasi Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengembangan,
peneliti, banyak dari pekerja petani rumput laut yang Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengabdian

Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 1, Ap r il 2023


95
Adhinda Putri Pratiwi, Tenri Diah T.A (2023).

Kepada Masyarakat, Kementerian Riset, Teknologi, Hygiene Dan Penggunaan Apd Dengan Keluhan
Dermatitis Kontak Pada Pembatik Warna
dan Pendidikan Tinggi atas hibah penelitian bagi
Sintetis Di Giriloyo Kabupaten Bantul. Jurnal
dosen muda dengan nomor kontrak penelitian, Kesehatan Masyarakat. Vol. 9 No.1. ISSN.
2338-7475. E-ISSN. 2620-7869.
Nomor: 1704/MPK.A/RHS/KP.07.00/2022 tanggal 6
Hastuty, M. 2018. Hubungan Personal Hygiene
januari 2022. Selanjutnya peneliti ingin mengucapkan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritanpada
Pekerjadi PT Perindustrian dan Perdagangan
terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Takalar
Bangkinang tahun 2016. Jurnal Ners. Volume 2
dan semua pihak yang terkait dengan penelitian ini Nomor 1.
International Labour Office. 2019. Health and Safety
atas izin dan kerjasamanya selama penelitian in Work Place for Productivity. Geneva: ILO
berlangsung Jumiati, A., Kurniawati, E., & Munawar, A. (2020).
aktor yang Berhubungan dengan Gejala Klinis
Dermatitis Kontak Pada Kelompok Petani
kelapa di Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung
DAFTAR RUJUKAN Jabung Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat
Akbar, H., 2020. Hubungan Personal Hygiene dengan Mulawarman, 2(2), 70–76.
Kejadian Dermatitis di Wilayah Kerja Kang S, Amagai M, Bruckner AL, Enk AH, Margolis
Puskesmas Nyuntinyuat. PROMOTIF: Jurnal DJ, McMichael AJ, et al. 2019. PM. Fitzpatrick’s
Kesehatan Masyarakat. Vol 10. No. 1 Dermatology. 9 ed. McGraw-Hill Education.
Apriliani, R., Suherman, Ernyasih, Romdhona, N., United States of America.
Fauziah, M. 2022. Hubungan Personal Hygiene Kessi, ATF., Salcha, MA., Umar, M. 2021. Faktor
Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Yang Berhubungan Dengan Gejala Dermatitis
Pemulung di Tpa Bantargebang. Environmental Kontak Iritan Pada Karyawan Pencucian Mobil
Occupational Health and Safety Journal. Vol.2 Di Kota Makassar. Jurnal Mitrasehat, Volume
No.2 XI Nomor 1.
Bieber, T. 2017. How to Define Atopic Dermatitis? Lestari, F., Utomo, H. 2017. Faktor- Faktor yang
Dermatologic Clinics, 35(3), 275–281. Berhubungan dengan Dermatitis Kontak pada
Candrianto. 2020. Pengenalan Keselamatan dan Pekerja di PT Inti Pantja Press Industri. Makara
Kesehatan Kerja (I). Literasi Nusantara. Kesehatan, 11(2): 61–70.
Chafidz, M., Dwiyanti, E. 2017. Hubungan Lama Nysak, A., Mitra, Susanti, N., Vita, C. 2022.
Kontak, Jenis Pekerjaan Dan Penggunaan Apd FaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan
Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Kejadian Dermatitis Pada Petani Sawit Di
Pekerja Tahu, Kediri. The Indonesian Journal of Puskesmas Rumbai Bukit. Media Kesmas
Occupational Safety and Health, Vol. 6, No. 2 (Public Health Media). Volume 02, Nomor 01.
Darwadi, Susmiati, Lutfhi, EI. 2017. Hubungan antara e-ISSN 2776-
Kontak Pupuk Urea dengan Dermatitis pada 1339
Petani di Desa Sekaran Kabupaten Tuban. NSJ. Parinduri, A., I., Siregar, A., F. 2020. Intervensi
1(1):58-65. Pendidikan Kesehatan tentang Dermatitis
Dwiyanti, E. 2017. Hubungan Lama Kontak, Jenis Kontak terhadap Peningkatan Pengetahuan pada
Pekerjaan Dan Penggunaan Apd Dengan Pekerja Pencuci Mobil. Jurnal Riset Hesti
Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Tahu, Medan Akper Kesdam I/BB Medan. Vol. 5, No.
Kediri. The Indonesian Journal of Occupational 2, Desember 2020, pp. 116-122
Safety and Health, 6(2): 156–165 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor
Fielrantika, S., & Dhera, A. 2017. Hubungan 08/MEN/2010 Tentang Alat Pelindung Diri.
Karakteristik Pekerja, Kelengkapan Dan Jakarta: Kementerian Tenaga Kerja Republik
Higienitas APD Dengan Kejadian Dermatitis Indonesia
Kontak (Studi Kasus Di Rumah Kompos Rahmatika, A., Saftarina, F., Anggraini, D. I., &
Jambangan Surabaya). The Indonesian Journal Mayasari, D. (2020). Hubungan Faktor Risiko
of Occupational Safety and Health, 6(1), 16 Dermatitis Kontak pada Petani. Jurnal
Hadi, Al., Pamudji, R., Rachmadianty, M. 2021. Kesehatan, 1(1), 101–107.
Rianingrum, N., Novianus, C. Fadli, RK. 2022.
Hubungan Faktor Risiko Kejadian Dermatitis
Kontak pada Tangan Pekerja Bengkel Motor di Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Kecamatan Plaju. Scientifict Journal of Keluhan Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja
Occupational Safety and Health. Vol. 1, No. 1, Laundry Di Kecamatan Cipondoh Kota
13-27. Tangerang Tahun 2021. Jurnal Keselamatan,
Hasanah, M., & Rifai M. 2021. Hubungan Personal

Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 1, Ap r il 2023


96
Adhinda Putri Pratiwi, Tenri Diah T.A (2023).

Kesehatan Kerja dan Lingkungan (JK3L). Vol. 3 Wahyuni, IE., Setyaningsih, Y., Kurniawan, B.,
No.2 Jayanti, S. 2022. Pemberian Komunikasi,
Satyarini, R., Pratikna, R. N., Mulia, F., & Dewi, V. I. Informasi dan Edukasi sebagai Upaya
2020. Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan Kantin Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Sebuah Perguruan Tinggi Swasta X Di Bandung pada Pekerja Tahu. Journal of Public Health and
Untuk Meningkatkan Kesehatan Lingkungan. Community Services – JPHCS. Vol. 1, No. 1
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Zania E, Junaid, dan Ainurafiq. 2018. Faktor-faktor
Masyarakat, 3(3), 375–386 yang berhubungan dengan kejadian Dermatitis
Thamrin, Y., Muis, Yusri, I., K., Darwis, A., M. 2020. Kontak pada nelayan di Kelurahan Induha
Complaints of Low Back Pain amongSeaweed Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka tahun
Female Workers in Takalar District: A Mixed- 2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan
Masyarakat. 3(3):1-8.
Method Study

Cite this article as: Adhinda Putri Pratiwi, Tenri Diah T.A
(2023).Hubungan Personal Hygiene dan Penggunaan Alat
Pelindung Diri dengan Kejadian Dermatitis Kontak. Jurnal Ilmiah
Kesehatan Media Husada. 12(1), 90-97.

Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 1, Ap r il 2023


97

Anda mungkin juga menyukai