0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan14 halaman

Rumusan Pancasila dan Panitia Sembilan

Dokumen ini membahas dua versi Pancasila yang diajukan oleh Soepomo dan Soekarno serta pembentukan Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan dasar negara Indonesia. Rumusan Pancasila yang dihasilkan terdiri dari lima poin utama yang mencakup aspek ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Piagam Jakarta yang dihasilkan menekankan hak kemerdekaan dan perlunya menghapus penjajahan demi keadilan dan kemanusiaan.

Diunggah oleh

Iam Husni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan14 halaman

Rumusan Pancasila dan Panitia Sembilan

Dokumen ini membahas dua versi Pancasila yang diajukan oleh Soepomo dan Soekarno serta pembentukan Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan dasar negara Indonesia. Rumusan Pancasila yang dihasilkan terdiri dari lima poin utama yang mencakup aspek ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Piagam Jakarta yang dihasilkan menekankan hak kemerdekaan dan perlunya menghapus penjajahan demi keadilan dan kemanusiaan.

Diunggah oleh

Iam Husni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)

1. Persatuan

2. Kekeluargaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Musyawarah

5. Keadilan sosial

Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Kesejahteraan rakyat

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.

Tokoh Piagam Jakarta

Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :

1. Ir. Soekarno (ketua)

2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)

3. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)


4. Mr. Muhammad Yamin (anggota)

5. KH. Wachid Hasyim (anggota)

6. Abdul Kahar Muzakir (anggota)

7. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)

8. H. Agus Salim (anggota)

9. Mr. A.A. Maramis (anggota)

Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin

Rumusan Piagam Jakarta

Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)

1. Persatuan

2. Kekeluargaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Musyawarah

5. Keadilan sosial

Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Kesejahteraan rakyat

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.

Tokoh Piagam Jakarta


Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :

1. Ir. Soekarno (ketua)

2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)

3. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)

4. Mr. Muhammad Yamin (anggota)

5. KH. Wachid Hasyim (anggota)

6. Abdul Kahar Muzakir (anggota)

7. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)

8. H. Agus Salim (anggota)

9. Mr. A.A. Maramis (anggota)

Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin

Rumusan Piagam Jakarta

Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)

1. Persatuan

2. Kekeluargaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Musyawarah

5. Keadilan sosial

Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Kesejahteraan rakyat

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.
Tokoh Piagam Jakarta

Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :

1. Ir. Soekarno (ketua)

2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)

3. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)

4. Mr. Muhammad Yamin (anggota)

5. KH. Wachid Hasyim (anggota)

6. Abdul Kahar Muzakir (anggota)

7. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)

8. H. Agus Salim (anggota)

9. Mr. A.A. Maramis (anggota)

Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin

Rumusan Piagam Jakarta

Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)

6. Persatuan

7. Kekeluargaan

8. Mufakat atau demokrasi

9. Musyawarah

10. Keadilan sosial

Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)

6. Kebangsaan Indonesia

7. Internasionalisme atau peri kemanusiaan

8. Mufakat atau demokrasi


9. Kesejahteraan rakyat

10. Ketuhanan Yang Maha Esa

Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.

Tokoh Piagam Jakarta

Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :

10. Ir. Soekarno (ketua)

11. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)

12. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)

13. Mr. Muhammad Yamin (anggota)

14. KH. Wachid Hasyim (anggota)

15. Abdul Kahar Muzakir (anggota)

16. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)

17. H. Agus Salim (anggota)

18. Mr. A.A. Maramis (anggota)

Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin

Rumusan Piagam Jakarta

Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:

6. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

7. Kemanusiaan yang adil dan beradab

8. Persatuan Indonesia

9. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

10. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)

6. Persatuan

7. Kekeluargaan

8. Mufakat atau demokrasi


9. Musyawarah

10. Keadilan sosial

Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)

6. Kebangsaan Indonesia

7. Internasionalisme atau peri kemanusiaan

8. Mufakat atau demokrasi

9. Kesejahteraan rakyat

10. Ketuhanan Yang Maha Esa

Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.

Tokoh Piagam Jakarta

Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :

10. Ir. Soekarno (ketua)

11. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)

12. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)

13. Mr. Muhammad Yamin (anggota)

14. KH. Wachid Hasyim (anggota)

15. Abdul Kahar Muzakir (anggota)

16. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)


17. H. Agus Salim (anggota)

18. Mr. A.A. Maramis (anggota)

Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin

Rumusan Piagam Jakarta

Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:

6. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

7. Kemanusiaan yang adil dan beradab

8. Persatuan Indonesia

9. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan


10. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)

6. Persatuan

7. Kekeluargaan

8. Mufakat atau demokrasi

9. Musyawarah

10. Keadilan sosial

Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)

6. Kebangsaan Indonesia

7. Internasionalisme atau peri kemanusiaan

8. Mufakat atau demokrasi

9. Kesejahteraan rakyat

10. Ketuhanan Yang Maha Esa

Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.

Tokoh Piagam Jakarta

Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :

10. Ir. Soekarno (ketua)

11. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)


12. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)

13. Mr. Muhammad Yamin (anggota)

14. KH. Wachid Hasyim (anggota)

15. Abdul Kahar Muzakir (anggota)

16. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)

17. H. Agus Salim (anggota)

18. Mr. A.A. Maramis (anggota)

Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin

Rumusan Piagam Jakarta


Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:

6. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

7. Kemanusiaan yang adil dan beradab

8. Persatuan Indonesia

9. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

10. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Anda mungkin juga menyukai