Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Musyawarah
5. Keadilan sosial
Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan rakyat
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.
Tokoh Piagam Jakarta
Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :
1. Ir. Soekarno (ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
3. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
4. Mr. Muhammad Yamin (anggota)
5. KH. Wachid Hasyim (anggota)
6. Abdul Kahar Muzakir (anggota)
7. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
8. H. Agus Salim (anggota)
9. Mr. A.A. Maramis (anggota)
Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Djakarta, 22-6-1945
Panitia Sembilan
1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin
Rumusan Piagam Jakarta
Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Musyawarah
5. Keadilan sosial
Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan rakyat
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.
Tokoh Piagam Jakarta
Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :
1. Ir. Soekarno (ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
3. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
4. Mr. Muhammad Yamin (anggota)
5. KH. Wachid Hasyim (anggota)
6. Abdul Kahar Muzakir (anggota)
7. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
8. H. Agus Salim (anggota)
9. Mr. A.A. Maramis (anggota)
Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Djakarta, 22-6-1945
Panitia Sembilan
1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin
Rumusan Piagam Jakarta
Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Musyawarah
5. Keadilan sosial
Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan rakyat
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.
Tokoh Piagam Jakarta
Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :
1. Ir. Soekarno (ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
3. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
4. Mr. Muhammad Yamin (anggota)
5. KH. Wachid Hasyim (anggota)
6. Abdul Kahar Muzakir (anggota)
7. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
8. H. Agus Salim (anggota)
9. Mr. A.A. Maramis (anggota)
Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Djakarta, 22-6-1945
Panitia Sembilan
1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin
Rumusan Piagam Jakarta
Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)
6. Persatuan
7. Kekeluargaan
8. Mufakat atau demokrasi
9. Musyawarah
10. Keadilan sosial
Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)
6. Kebangsaan Indonesia
7. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
8. Mufakat atau demokrasi
9. Kesejahteraan rakyat
10. Ketuhanan Yang Maha Esa
Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.
Tokoh Piagam Jakarta
Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :
10. Ir. Soekarno (ketua)
11. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
12. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
13. Mr. Muhammad Yamin (anggota)
14. KH. Wachid Hasyim (anggota)
15. Abdul Kahar Muzakir (anggota)
16. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
17. H. Agus Salim (anggota)
18. Mr. A.A. Maramis (anggota)
Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Djakarta, 22-6-1945
Panitia Sembilan
1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin
Rumusan Piagam Jakarta
Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:
6. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
7. Kemanusiaan yang adil dan beradab
8. Persatuan Indonesia
9. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
10. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)
6. Persatuan
7. Kekeluargaan
8. Mufakat atau demokrasi
9. Musyawarah
10. Keadilan sosial
Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)
6. Kebangsaan Indonesia
7. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
8. Mufakat atau demokrasi
9. Kesejahteraan rakyat
10. Ketuhanan Yang Maha Esa
Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.
Tokoh Piagam Jakarta
Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :
10. Ir. Soekarno (ketua)
11. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
12. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
13. Mr. Muhammad Yamin (anggota)
14. KH. Wachid Hasyim (anggota)
15. Abdul Kahar Muzakir (anggota)
16. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
17. H. Agus Salim (anggota)
18. Mr. A.A. Maramis (anggota)
Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Djakarta, 22-6-1945
Panitia Sembilan
1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin
Rumusan Piagam Jakarta
Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:
6. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
7. Kemanusiaan yang adil dan beradab
8. Persatuan Indonesia
9. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
10. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila versi Soepomo (30 Mei 1945)
6. Persatuan
7. Kekeluargaan
8. Mufakat atau demokrasi
9. Musyawarah
10. Keadilan sosial
Pancasila versi Soekarno (1 Juni 1945)
6. Kebangsaan Indonesia
7. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
8. Mufakat atau demokrasi
9. Kesejahteraan rakyat
10. Ketuhanan Yang Maha Esa
Karena adanya perbedaan, maka dibentuklah sebuah panitia kecil yang bertugas untuk menyusun
rumusan Pancasila selaku dasar negara yang tercantum dalam UUD 1945. Panitia ini disebut sebagai
Panitia Sembilan yang beranggotakan 9 tokoh nasional saat itu.
Tokoh Piagam Jakarta
Tokoh yang terlibat dalam rumusan Piagam Jakarta tergabung dalam kelompok Panitia Sembilan,
terdiri dari 9 orang tokoh yang terlibat saat itu. Adapun 9 anggota Panitia Sembilan antara lain
adalah :
10. Ir. Soekarno (ketua)
11. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
12. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
13. Mr. Muhammad Yamin (anggota)
14. KH. Wachid Hasyim (anggota)
15. Abdul Kahar Muzakir (anggota)
16. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
17. H. Agus Salim (anggota)
18. Mr. A.A. Maramis (anggota)
Naskah dan Bunyi Piagam Jakarta
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia,
dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia,
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang berbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan
kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Djakarta, 22-6-1945
Panitia Sembilan
1. [Link]
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Mr .A.A. Maramis
4. Abikoesno Tjokrosujoso
5. Abdulkahar Muzakir
6. H.A. Salim
7. Mr Achmad Subardjo
8. KH. Wachid Hasjim
9. Mr Muhammad Yamin
Rumusan Piagam Jakarta
Dari bunyi Piagam Jakarta, bisa disimpulkan rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta
yang terdiri dari 5 poin utama, yakni:
6. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
7. Kemanusiaan yang adil dan beradab
8. Persatuan Indonesia
9. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
10. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia