LAPORAN
SUPERVISI AKADEMIK
MTs. MIFTAHUL ULUM
SUMBERGADING
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala kenikmatan
dan kesempatan yang sangat luar biasa kepada kita sehingga rencana program supervisi
akademik ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Supervisi merupakan
pembinaan yang diberikan kepada seluruh guru agar mereka dapat meningkatkan
kemampuan untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih baik. Diharapkan ini
dapat memberikan penjelasan kepada kita semua tentang supervisi
Sebagai lembaga pendidikan, sekolah dalam hal ini MTs. Miftahul ulum sumber gading
memiliki visi dan misi yang jelas sehingga keduanya diharapkan dapat dicapai secara optimal.
Pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah tidak begitu saja dapat diwujudkan tanpa adanya
program sistematis dan lengkap yang meliputi perencanaan, proses serta evaluasi sehingga
kegagalan pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah dapat diminimalisasikan.
Salah satu faktor penting dalam rangkaian upaya pencapaian visi, misi, dan tujuan
sekolah tersebut adalah perlu disusunnya sebuah Program Supervisi untuk mencermati,
memantau, serta evaluasi melekat terhadap beberapa titik vital kehidupan sekolah antara lain:
supervisi KBM dan supervisi administrasi sekolah.
Mengingat akan pentingya kegiatan supervisi terhadap proses kehidupan sistem
sekolah, dengan ini penulis mencoba untuk menyusun Program Supervisi MTs Miftahululum
sumber gading Tahun Pelajaran 2025/2026.
Dalam penulisan laporan ini, kami menyadari bahwa program ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
kami harapkan demi kesempurnaan. Tak lupa kami menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penulisan program supervisi ini. Semoga Allah
SWT memberikan balasan.
Akhirnya, kami berharap semoga penyusunan rencana program ini dapat bermanfaat
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
Bondowoso , 27 agustus 2025
Kepala Madrasah
GHONIYULLAH,[Link]
DAFTAR ISI
Halaman Judul . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Daftar Isi ............................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………………..
B. Dasar/Landasan…………………………………………..
C. Tujuan ………. …………………………………………..
D. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik……………………..
E. Ruang Lingkup/Tahapan Supervisi Akademik…………..
BAB II RENCANA PELAKSANAAN SUPERVISI
A. Rencana Kegiatan Supervisi Akademik…………………..
B. Jadwal Kegatan Supervisi Akademik……………………..
BAB III HASIL SUPERVISI
A. Hasil Supervisi…………………………………………….
B. Pembahasan ……………………………………………….
C. Tindak Lanjut ……………………………………………….
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………
B. Saran …………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
Sekolah mendeskripsikan bahwa seseorang yang diangkat menjadi kepala sekolah harus
memenuhi kualifikasi dan kompetensi. Kompetensi yang dimaksud terdiri dari 5 (lima)
kompetensi, yaitu: 1) kepribadian; 2) manajerial; 3) kewirausahaan; 4) supervisi; dan 5) sosial.
Kompetensi Supervisi sendiri meliputi 3 (tiga) hal, yaitu: 1) merencanakan supervisi akademik;
2) melaksanakan supervisi akademik; dan 3) menindaklanjuti hasil supervisi akademik.
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan
kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Supervisi
akademik menempati posisi strategis di suatu lembaga pendidikan. Mengingat, lembagapendidikan
adalah lembaga yang menfokuskan kegiatannya memberikan layanan pembelajaran. Kualitas
layanan pendidikan di suatu sekolah tergantung pada kualitas proses pembelajaran di kelas.
Kualitas proses pembelajaran di kelas tergantung pada kemampuan guru mengelola proses
pembelajaran. Kepala sekolah, sebagai penanggung jawab lembaga, berkewajiban menjamin dan
menfasilitasi agar semua guru mampu mengelola proses pembelajaran seoptimal mungkin.
Untuk itu, kepala sekolah harus melaksanakan supervisi akademik semaksimal mungkin. Dengan
supervisi akademik yang maksimal akan mendorong peningkatan kemampuan guru mengeola
proses pembelajaran yang optimal.
Dalam melaksanakan supervisi akademik, kepala sekolah memulainya dengan
menyusun program. Kepala Sekolah menyusun program supervisi untuk menjamin agar
pelaksanaan supervisi berjalan sesuai harapan. Karena, perencanaan supervisi yang baik akan
memperlancar jalannya kegiatan supervisi.
B. Dasar/Landasan.
1. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang lima kompetensi kepala sekolah.
Kompetensi kepala sekolah yang keempat ialah kompetensi Supervisi Akademik.
2. Permendiknas No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
3. Permendikbud No. 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala sekolah
4. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 tentang Pememnuhan Beban Kerja Guru, Kepala
sekolah dan Pengawas sekolah
5. Peraturan Menteri Agama No. 24 Tahun 2018 tentang Kepala Madrasah
C. Tujuan
Supervisi akademik dilakukan untuk membantu guru mengembangkan kemampuan
profesionalnya dalam memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan
mengajarnya dan menggunakan kemampuannya serta menggunakan teknik-teknik dalam
mencapai tujuan pendidikan.
D. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik
Supervisi akademik di MTs. Miftahul ulum sumber gading pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
2. Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan program supervisi yangmatang dan
tujuan pembelajaran.
3. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalammengembangkan
proses pembelajaran.
7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam
mengembangkan pembelajaran.
8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam
mengembangkan pembelajaran.
9. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi
akademik.
10. Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis,
terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor
12. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan
berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
13. Terpadu, artinya menyatu dengan program pendidikan.
14. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas.
E. Ruang Lingkup/Tahapan Supervisi Akademik
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, maka ruang lingkup pengawasan proses pembelajaran (supervisi
akademik) meliputi:
1. Pemantauan.
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan melalui antara lain, diskusi
kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.
2. Supervisi.
Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian contoh
pembelajaran di kelas, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.
3. Evaluasi.
Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran
secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran
diselenggarakan dengan cara: (a) membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan
guru dengan standar proses, dan (b) mengidentifikasi kinerja guru dalam proses
pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan
pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran.
4. Pelaporan.
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun
dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan
pendidik secara berkelanjutan.
5. Tindak lanjut.
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk: (a) Penguatan dan
penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi atau melampaui standar;
(b) teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar; dan
(c) pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program pengembangan
keprofesionalan berkelanjutan.
BAB II
RENCANA PELAKSANAAN SUPERVISI
A. Rencana Kegiatan Supervisi Akademik
Perencanaan supervisi akademik meliputi 4 (empat) kegiatan, yaitu: (1) menentukan
tujuan supervisi akademik; (2) menentukan teknik supervisi akademik; (3)menentukan
instrumen supervisi akademik; dan (4) Menentukan jadwal supervisi akademik.
1. Tujuan Supervisi Akademik
Tujuan supervisi akedmik adalah:
a. Pengembangan profesionalisme
Supervisi akademik dilakukan untuk membantu guru mengembangkan kemampuan
profesionalnya dalam memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan
keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya menggunakan teknik-
teknik tertentu.
b. Pengawasan
Kualitas Supervisi akademik dilakukan untuk memonitor proses belajar mengajar
di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa dilakukan melalui kunjungan kepala sekolah ke
kelas-kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman
sejawat, maupun dengan sebagian peserta didik
c. Penumbuhan motivasi
Supervisi akademik dilakukan untuk mendorong guru menerapkan kemampuannya
dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan
kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-
sungguh terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
2. Teknik Supervisi Akademik
Teknik supervisi akademik terdiri atas dua macam, yaitu teknik supervisi individual dan
teknik supervisi kelompok.
a. Teknik Supervisi Individual
Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap
[Link] supervisi individual terdiri atas lima macam yaitu kunjungan kelas, observasi
kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, dan menilai diri sendiri.
1) Kunjungan Kelas.
Kunjungan kelas dilakukan dengan tujuan untuk menolong guru dalam mengatasi
masalah di dalam kelas. Observasi Kelas
2) Observasi kelas.
Observasi kelas dilakukan dengan cara mengamati proses pembelajaran secara
teliti di kelas. Tujuannya adalah untuk memperoleh data obyektifitas aspek-aspek situasi
pembelajaran, kesulitan-kesulitan guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran.
Secara umum, aspek-aspek yang diobservasi adalah usaha-usaha dan aktivitas guru-
peserta didik dalam proses pembelajaran, cara menggunakan media pengajaran, variasi
metode, ketepatan penggunaan media dengan materi, ketepatan penggunaan metode
dengan materi, dan reaksi mental para peserta didik dalam proses belajar mengajar.
3) Pertemuan Individual.
Pertemuan individual adalah satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran
antara supervisor dan guru. Tujuannya adalah: (1) memberikan kemungkinan
pengembangan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi; (2)
mengembangkan pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik; (3) memperbaiki segala
kelemahan dan kekurangan pada diri guru; dan (4) menghilangkan atau menghindari
segala prasangka.
4) Kunjungan Antar Kelas.
Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di
sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran.
b. Teknik Supervisi Kelompok
Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang
ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang diduga, sesuai dengan analisis
kebutuhan, memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama
dikelompokkan atau dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama. Kemudian kepada mereka
diberikan layanan supervisi sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang mereka hadapi.
Pemilihan teknik supervisi akademik di MTs. Miftahul ulum sumbergading sebagai berikut:
a. Tahap Pemantauan
Sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses,
pemantauan dilakukan melalui teknik antara lain: diskusi kelompok terfokus,
pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi. Di MTs. Miftahul
ulum sumber gading, teknik yang digunakan pada tahap pemantauan adalah sebagai
berikut:
1) Pemantauan Perencanaan Pembelajaran.
Pemantauan perencanaan pembelajaran menggunakan teknik dokumentasi, yaitu
dengan melihat dan meneliti dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun oleh
masing-masing guru.
2) Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran;
Pemantauan pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknik pengamatan atau
observasi kelas, yaitu dengan melihat pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh
masing-masing guru.
3) Pemantauan Penilaian Hasil Belajar
Pemantauan penilaian hasil pembelajaran menggunakan teknik dokumentasi, yaitu
dengan melihat dan meneliti dokumen penilaian hasil pembelajaran yang disusun oleh
masing-masing guru.
b. Tahap Supervisi
Sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses,
supervisi dilakukan melalui teknik antara lain: pemberian contoh pembelajaran di kelas,
diskusi, konsultasi, atau pelatihan. Di MTs. Miftahul ulum sumber gading, teknik yang
digunakan pada tahap supervisi adalah sebagai berikut:
1) Supervisi Perencanaan Pembelajaran.
Supervisi perencanaan pembelajaran menggunakan teknik supervisi kelompok
berupa pelatihan. Dalam hal ini sekolah bisa memanfaatkan nara sumber dari guru
senior, kepala sekolah, atau pengawas sekolah.
2) Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran;
Supervisi pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknik diskusi atau
konsultasi, yang kemudian dilanjutkan dengan observasi kelas. Dalam hal ini kepala
sekolah menggunakan pendekatan supervisi klinis,
3) Supervisi Penilaian Hasil Belajar
Supervisi penilaian hasil pembelajaran menggunakan teknik teknik supervisi
kelompok berupa pelatihan. Dalam hal ini sekolah bisa memanfaatkan nara sumber
dari guru senior, kepala sekolah, atau pengawas sekolah.
3. Instrumen Supervisi Akademik
Instrumen supervisi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan supervisi. Dengan
bantuan instrumen, supervisor dapat melaksanakan supervisi dengan baik. Instrumen yang
baik dapat menghasilkan data yang valid. Agar isntrumen dapat mengukur pencapaian
standar nasional, Instrumen supervisi akademik harus dikembangkan berdasarkan standar
nasional, terutama Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian.
B. Jadwal Kegiatan Supervisi Akademik
Terlampir
BAB III
HASIL SUPERVISI
A. Hasil Supervisi
Kegiatan supervisi sebagaimana yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dimana telah
dilakukan proses pemeriksaan administrasi kelas dan administrasi pembelajaran pada masing-
masing guru kelas dan guru mata pelajaran serta mengadakan supervisi proses pembelajaran di
kelas bagi guru kelas dan diluar kelas bagi guru PJOK. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh
hasil sebagai berikut (di Lampiran)
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil supervisi akademik seperti tercantum pada tabel di atas dapat
disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Kemampuan dan antusias guru dalam membuat Perencanaan Pembelajaran sudah cukup
baik, 2 guru mendapat mendapat predikat A, 12 guru mendapat predikat B dan 1 guru
mendapat predikat C.
2. Kemampuan guru dalam menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sudah cukup
baik 13 guru mendapat nilai diatas 81 dengan predikat B, dan 2 orang guru mendapat
predikat A
3. Kemampuan guru dalam proses pembelajaran dan penilaian, 13 guru mendapat predikat
Baik dan 2 orang guru mendapat predikat A dengan nilai diatas 90
C. Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil supervisi di atas dapat dilakukan tindak lanjut sebagai berikut :
1. Bagi Guru yang mendapat predikat Nilai C untuk tahap Perencanaan akan diikut sertakan
dalam Bimtek atau Pelatihan terkait dengan penyusunan Perencanaan Pembelajaran, supaya
ke depannya bisa lebih baik lagi.
2. Meskipun mayoritas guru telah memperoleh nilai baik dari masing-masing item namun
sekolah akan terus berupaya untuk mengembangkan setiap komponen melalui kerjasama
antara semua unsur yang terlibat di Mts miftahul ulum sumber gading . Baik perbaikan
perencanaan, sarana dan prasarana serta proses pembelajaran di kelas.
3. Mengoptimalkan serta memberdayakan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) di
sekolah dengan berbagai kegiatan seperti workshop pendidikan, IHT, dan seminar
pendidikan.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa
supervisi sangat penting dilaksanakan pada setiap semester agar permasalahan-
permasalahan yang terjadi di sekolah maupun di kelas dapat diketahui sehingga
kepala sekolah dan dewan guru bisa bersama-sama mencari solusi demi perbaikan
mutu pendidikan khususnya di MTs Miftahul ulum sumber gading.
B. SARAN
1. Untuk meningkatkan kinerja guru, pemangku kepentingan tingkat kabupaten perlu
membuat kebijakan tentang pemenuhan standar sarana dan prasarana seperti RKB,
Ruang Laboratorium, Laptop, LCD.
2. Adanya pelatihan pemanfaatan komputer sebagai alat bantu / media pembelajaran
bagi guru-guru sehingga setiap guru mampu menggunakan komputer/laptop
sebagai media pembelajaran.
3. Kegiatan keprofesian berkelanjutan guru (PKB) di forum musyawarah guru mata
pelajaran (MGMP) di sekolah perlu ditingkatkan, bahkan guru difasilitasi untuk
ikut aktif di MGMP Kabupaten ataupun di MGMP Provinsi.
4. Guru dimotivasi untuk mengikuti perkembangan keilmuan melalui workshop
online yang bisa diikuti guru secara perorangan.
5. Kegiatan seperti workshop pendidikan, IHT, dan seminar pendidikan perlu
ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya dan frekuensi pelaksanaannya.