Apa itu Drop Base Rally?
Apa itu Drop Base Rally dalam
Perdagangan?
Drop Base Rally (DBR) adalah pola harga yang menunjukkan
terbentuknya zona permintaan pada grafik harga dalam analisis
teknikal . Para pelaku pasar membuka order beli dari zona permintaan
untuk mengambil posisi beli dalam perdagangan.
Ini adalah jenis penawaran dan permintaan dalam analisis teknis dan
dikenal sebagai DBR. Pola-pola ini merupakan dasar dari penawaran
dan permintaan. Anda tidak dapat menguasai perdagangan SnD tanpa
menguasai pola-pola dasar ini dengan benar.
Bagaimana cara mengidentifikasi reli Drop
base?
Sesuai namanya, drop pertama, base kedua, lalu rally ketiga. Artinya,
DBR terdiri dari tiga gelombang.
Gelombang impulsif bearish (Turun)
Gelombang retracement samping (Dasar)
Gelombang impulsif bullish (Rally)
Bila ketiga gelombang ini terbentuk dalam urutan di atas pada grafik,
maka itu berarti pola reli dasar penurunan telah terbentuk.
Jika Anda menganalisis candlestick dengan kerangka waktu yang lebih
tinggi yang memiliki badan lebih besar dan sumbu kecil pada kerangka
waktu yang lebih rendah, Anda akan melihat gelombang impulsif yang
lengkap pada kerangka waktu yang lebih rendah. Dengan menganalisis
candlestick dasar pada kerangka waktu yang lebih tinggi, Anda akan
melihat gelombang pasar yang menyamping pada kerangka waktu yang
lebih rendah.
Berdasarkan hasil di atas, alih-alih menganalisis gelombang yang
merupakan bagian yang sulit, Anda sebaiknya menganalisis candlestick.
Ikuti rumus berikut untuk mengidentifikasi zona permintaan pada grafik.
DBR = Candlestick bearish besar + Candlestick dasar + Candlestick
bullish besar
Kriteria untuk candlestick
Tidak semua candlestick besar mewakili gelombang impulsif. Itulah
sebabnya Anda harus mengikuti panduan yang ketat.
Rasio badan terhadap sumbu candlestick besar harus lebih besar
dari 70%
Candlestick dasar harus memiliki rasio badan terhadap sumbu
kurang dari 25%
Ketika Anda mengikuti dua aturan di atas, maka Anda akan
mengidentifikasi pola reli basis penurunan yang benar
Bagaimana cara menggambar zona
permintaan di DBR?
Zona dasar berbanding lurus dengan zona permintaan dalam pola reli
dasar turun. Gambarlah persegi panjang menggunakan candlestick
dasar tinggi dan rendah, lalu perluas ke kanan.
Lilin dasar bisa lebih dari 1. Namun, Anda harus selalu mengambil titik
tertinggi dan terendah dari lilin dasar untuk menggambar zona
permintaan.
Ingatlah, kandil besar akan selalu berjumlah dua, tetapi kandil dasar bisa
lebih dari 1.
Apa yang pola DBR sampaikan kepada
para pedagang?
Dalam trading, Anda selalu mencari area pada grafik harga yang sedang
dipertimbangkan oleh para trader/market maker besar. Karena Anda
ingin trading dengan institusi dan tren yang diciptakan oleh market
maker.
Pola penawaran dan permintaan membantu kita menemukan zona-zona
probabilitas tinggi tersebut. Pola DBR menciptakan zona yang
menunjukkan permintaan kepada pedagang eceran pada grafik. Zona
permintaan berarti lebih banyak pembeli ingin membeli dari zona
tersebut. Karena pasar selalu berpindah dari satu zona ke zona lain
dalam analisis teknikal.
Bagaimana cara memperdagangkan pola
reli Drop base?
Demikian pula pada tiga pola penawaran & permintaan lainnya, ada juga
dua metode untuk memperdagangkan pola DBR.
Pada Metode 1, harga akan mengambil alih order beli tertunda dari
trader dengan menyentuh zona permintaan tepat setelah pola DBR
terbentuk pada grafik. Metode ini merupakan yang terbaik karena harga
membutuhkan waktu minimum untuk kembali ke zona tersebut.
Pada Metode 2, harga akan membutuhkan waktu untuk kembali ke zona
permintaan. Artinya, harga akan kembali ke zona permintaan setelah
satu gelombang ayunan penuh atau lebih dari satu gelombang.
Zona permintaan akan lemah jika harga membutuhkan waktu
lebih lama untuk kembali ke zona tersebut
Zona permintaan akan kuat jika harga membutuhkan waktu
minimum untuk kembali ke zona tersebut
Untuk berdagang dengan metode kedua, Anda harus
menambahkan konfluensi pola candlestick bullish di zona tersebut.
Artinya, ketika harga akan kembali ke zona tersebut, Anda harus
menunggu hingga harga membentuk pola candlestick bullish ( pin
bar bullish ) di zona tersebut.
Langkah ini akan menyaring perdagangan yang buruk dari yang lain.
Intinya
Anda harus selalu berdagang dengan logika dan mencoba
meningkatkan logika tersebut dengan menganalisis riwayat dan
membaca harga pada grafik candlestick. Metode penawaran-permintaan
adalah metode terbaik dan pertama dalam berdagang dengan analisis
teknikal. Anda harus menguasainya sebelum mempelajari hal lainnya.
Supply and Demand Trading:
Cara Identifikasi dan
Indikatornya
populer di kalangan trader profesional. Strategi ini tidak sekadar
mengandalkan indikator teknikal, tetapi berfokus pada keseimbangan alami
antara kekuatan beli dan jual di pasar.
Ketika permintaan (demand) lebih tinggi dari penawaran (supply), harga akan
naik. Sebaliknya, jika supply mendominasi, harga akan turun. Dengan
memahami area di mana ketidakseimbangan ini terjadi, trader dapat
mengidentifikasi potensi titik balik harga dan menentukan entry dengan rasio
risiko yang lebih efisien.
Gotrade akan membahas apa itu supply and demand trading, cara
menggambar zona dengan benar, strategi entry yang efektif, serta tips
membaca indikator untuk memperkuat akurasi analisis.
Apa Itu Supply and Demand Trading?
Supply and demand trading adalah strategi yang menganalisis area harga di
mana terdapat ketidakseimbangan signifikan antara tekanan beli (demand)
dan jual (supply).
Prinsipnya, melansir Flux Charts, adalah:
Zona demand adalah area di mana pembeli kuat masuk dan mendorong
harga naik.
Zona supply adalah area di mana penjual aktif mendorong harga turun.
Ketika harga kembali ke area tersebut di masa depan, reaksi serupa sering
kali terjadi lagi karena pelaku pasar besar (institusi) cenderung menempatkan
order mereka dalam jumlah besar di level-level itu.
Pendekatan ini sering digunakan oleh institutional trader dan smart
money karena mencerminkan area akumulasi dan distribusi sebenarnya di
pasar, bukan sekadar pantulan teknikal biasa.
Cara Mengidentifikasi Zona Supply dan Demand
Membuat zona supply dan demand membutuhkan observasi visual yang
cermat. Berikut langkah-langkah dasarnya:
1. Cari Pergerakan Harga Kuat (Imbalance)
Perhatikan area di mana harga bergerak cepat dalam satu arah dengan candle
besar tanpa banyak retracement. Ini menandakan adanya ketidakseimbangan
kuat antara pembeli dan penjual.
2. Tandai Area Sebelum Pergerakan Cepat Terjadi
Area sebelum harga melonjak tajam disebut zona demand.
Area sebelum harga jatuh tajam disebut zona supply.
3. Gunakan Body Candle Sebagai Area Utama
Fokuslah pada area body candle terakhir sebelum impuls harga besar, bukan
hanya shadow-nya, karena di sanalah banyak order institusional ditempatkan.
4. Gunakan Timeframe Lebih Besar untuk Validasi
Zona dari timeframe daily atau H4 biasanya lebih kuat dibanding timeframe
kecil seperti M15 karena merepresentasikan keputusan dari pelaku pasar
besar.
5. Perhatikan Keseimbangan Volume
Gunakan indikator volume untuk melihat apakah terjadi lonjakan transaksi
ketika harga meninggalkan zona tersebut. Semakin besar volume, semakin
valid zona itu.
Contoh Pola Supply dan Demand
Rally–Base–Drop (RBD): Pola khas zona supply di mana harga naik,
membentuk area datar (base), lalu turun tajam.
Drop–Base–Rally (DBR): Pola khas zona demand di mana harga turun,
membentuk base, lalu naik cepat.
Continuation Pattern: Ketika harga hanya melakukan retrace kecil sebelum
melanjutkan arah tren sebelumnya, menandakan zona re-entry potensial.
Strategi Entry di Zona Supply dan Demand
Ada beberapa pendekatan entry yang bisa digunakan saat harga mendekati
zona penting:
1. Conservative Entry (Konfirmasi Dulu)
Tunggu harga menyentuh zona dan membentuk sinyal konfirmasi seperti pin
bar, engulfing, atau rejection candle.
Strategi ini mengurangi risiko false breakout.
2. Aggressive Entry (Tanpa Konfirmasi)
Trader langsung entry begitu harga memasuki zona, dengan stop loss di luar
area supply/demand.
Potensi reward lebih besar, tetapi risiko juga lebih tinggi.
3. Entry dengan Indikator Tambahan
Gunakan indikator seperti RSI, MACD, atau volume oscillator untuk
memastikan kondisi jenuh beli (overbought) di zona supply atau jenuh jual
(oversold) di zona demand.
4. Gunakan Pending Order
Banyak trader menempatkan limit order di zona supply/demand yang sudah
teridentifikasi agar bisa menangkap reaksi pertama saat harga datang
kembali.
Indikator Supply dan Demand yang Populer
Beberapa platform trading menyediakan indikator otomatis yang dapat
membantu memetakan zona supply dan demand secara visual.
Auto Supply Demand Indicator: Menggambar zona berdasarkan volatilitas
dan volume.
Order Block Indicator: Mendeteksi area institusional berdasarkan struktur
harga.
Volume Profile: Menunjukkan area harga dengan volume transaksi tertinggi,
yang sering berperan sebagai zona reaksi kuat.
Meski indikator ini berguna, tetap penting untuk melakukan konfirmasi
manual agar tidak bergantung sepenuhnya pada sinyal otomatis.
Kesalahan Umum dalam Supply and Demand Trading
1. Menggambar Zona Terlalu Lebar
Zona yang terlalu besar membuat entry dan stop loss tidak efisien. Fokus
pada area paling padat transaksi.
2. Tidak Menunggu Konfirmasi Tren
Trader sering membeli di zona demand saat tren utama masih bearish.
Padahal, peluang terbaik biasanya searah dengan tren besar.
3. Mengabaikan Timeframe Lebih Tinggi
Zona yang terlihat kuat di H1 bisa jadi tidak relevan jika bertentangan dengan
tren di daily chart.
4. Overtrading di Banyak Zona Sekaligus
Pilih zona terbaik berdasarkan kombinasi volume dan bentuk candle, bukan
semua area kecil yang muncul.
Tips Profesional untuk Supply and Demand Trader
Gunakan multi-timeframe analysis: lihat zona besar di daily, dan entry di H1
untuk efisiensi risiko.
Catat reaksi harga setiap kali harga kembali ke zona untuk menilai kekuatan
area tersebut.
Hindari entry kedua kali di zona yang sudah teruji dua kali karena
kekuatannya cenderung melemah.
Gunakan risk-to-reward ratio minimal 1:2 agar profit tetap seimbang
terhadap risiko.
Kesimpulan
Supply and demand trading adalah strategi berbasis keseimbangan alami
pasar antara pembeli dan penjual.
Dengan memahami dan memetakan zona supply serta demand secara akurat,
trader bisa menemukan titik entry dengan peluang terbaik dan risiko
terkendali.
Setelah menguasai konsep ini, praktikkan langsung dengan aman
melalui Gotrade, aplikasi investasi global tempat kamu bisa membeli saham
AS, ETF, hingga 600+ pilihan options secara mudah dan aman.
FAQ
Apa bedanya supply and demand dengan support dan resistance?
Support dan resistance hanya menunjukkan level harga horizontal, sedangkan
supply dan demand menggambarkan area di mana terdapat aktivitas besar
pelaku pasar institusional.
Apakah supply dan demand bisa digunakan di semua instrumen?
Ya, konsep ini berlaku untuk saham, forex, komoditas, hingga crypto karena
semua pasar digerakkan oleh prinsip yang sama: interaksi antara pembeli dan
penjual.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan
diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari
berupa Efek.