0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan29 halaman

Jenis dan Fungsi Bank di Indonesia

Dokumen ini membahas tentang bank, termasuk pengertian, jenis-jenis, dan kegiatan usaha bank di Indonesia. Bank berfungsi sebagai penghimpun dan penyalur dana, serta memiliki peran penting dalam perekonomian. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang suku bunga, faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga, dan hubungan antara suku bunga simpanan dan pinjaman.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan29 halaman

Jenis dan Fungsi Bank di Indonesia

Dokumen ini membahas tentang bank, termasuk pengertian, jenis-jenis, dan kegiatan usaha bank di Indonesia. Bank berfungsi sebagai penghimpun dan penyalur dana, serta memiliki peran penting dalam perekonomian. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang suku bunga, faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga, dan hubungan antara suku bunga simpanan dan pinjaman.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian teori

1. Bank

a. Pengertian bank

Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November

1998 tentang perbankan (dalam Kasmir (2004,24), yang dimaksud ‘’Bank adalah

badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan

menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk

lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak’’.

Dalam kehidupan sehari-hari bank dikenal sebagai lembaga keuangan

yang kegiatan utamanya adalah menerima simpanan dalam bentuk giro, tabungan

dan bentuk deposito. Bank dikenal juga sebagai tempat untuk meminjam uang

(kredit) bagi masyarakat yang membutuhkan dan sebagai tempat menukar uang,

memindahkan uang, serta setoran seperti pembayaran listrik, telepon, air,

pendidikan, pajak, dan pembayaran lainya. Bank juga merupakan salah satu

lembaga yang mempunyai peran sangat penting dalam mendorong pertumbuhan

perekonomian suatu Negara, bahkan pertumbuhan bank di suatu Negara dipakai

sebagai ukuran pertumbuhan perekonomian Negara tersebut.

Aktivitas utama dari bank adalah menghimpun dana dari masyarakat luas

yang lebih dikenal didunia perbankan dengan istilah funding. Dengan balas jasa

yang diberikan seperti bagi hasil, bunga, hadiah, pelayanan yang baik, dan balas

jasa lainya. Aktivitas kedua adalah pemberian pinjaman atau kredit yang biasa

disebut dengan istilah lending. Bank mendapatkan dana dari masyarakat dalam

10
11

bentuk tabungan simpanan, deposito, maka oleh bank dana tersebut diputar

dengan cara menjual lewat dana kredit kepada masyarakat yang membutuhkan

dana. Dari dana pinjaman tersebut dikenakan jasa pinjaman kepada penerima

kredit (debitur) dalam bentuk bunga dan biaya administrasi.

PENGHIMPUN DANA PENYALUR DANA


Masyarakat yang BANK Masyarakat yang
kelebihan dana (surplus kekurangan
unit) dana(defisit unit)

Gambar 1.1 bank sebagai lembaga perantara keuangan

b. Jenis –jenis bank

Bank di Indonesia dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis bank dapat

dibedakan sesuai dengan fungsi, kepemilikan, status, penetapan harga dan

tingkatanya (Ismail, 2010:13).

1. Jenis – jenis bank ditinjau dari segi fungsingya

Bank sesuai dengan fungsinya dibedakan menjadi bank sentral, umum, dan

perkreditan rakyat.

a. Bank Sentral

Bank sentral merupakan bank yang berfungsi sebagai pengatur bank-bank

yang ada dalam suatu Negara. Bank sentral hanya satu disetiap Negara dan

mempunyai kantor yang hampir disetiap provinsi. Bank sentral yang ada di

Indonesia adalah Bank Indonesia.

Dalam menjaga stabilitas rupiah, maka tugas bank Indonesia adalah

sebagai berikut :

1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.

a. Menetapkan sasaran moneter untuk menahan laju inflasi.


12

b. Menetapkan besarnya giro wajib minimum.

c. Mengatur kredit dan pembiayaan.

d. Mengelola cadangan devisa.

e. Menetapkan tingkat diskonto.

f. Menetapkan bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia)

g. Melakukan operasional terbuka pasar uang, Rupiah, maupun mata uang

asing.

2. Mengatur dan memelihara system pembayaran.

a. Mengatur system kliring antar bank secara nasional.

b. Mewajibkan semua penyelengara jasa system pembayaran untuk

menyampaikan laporan atas semua kegiatanya.

c. Memberikan izin penyelenggaraan system pembayaran.

d. Mengatur lalu lintas giral serta mengelola peredaran uang.

3. Mengatur, mengoordinasi dan melakukan pengawasan kepada semua bank.

a. Menentukan prinsip kehati-hatian yang harus dijalankan oleh setiap bank.

b. Memberikan izin yang diperlukan oleh bank dan lembaga keuangan

lainnya serta mencabut izin usaha bank.

c. Memerintahkan agar bank menghentikan sementara kegiatanya.

d. Melakukan pengawasan kepada bank secara periodik atas sewaktu-waktu

tergantung kebutuhan.

e. Mewajibkan bank dalam menyampaikan laporan sesuai ketentuan BI.


13

b. Bank Umum

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatanya

memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kegiatan bank umum secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga fungsi

utama yaitu:

1. Penghimpunan dana dari masyarakat.

Bank umum menghimpun dana dari masyarakat dengan cara menawarkan

berbagai jenis produk pendanaan antara lain giro, tabungan, deposito dan produk

pendanaan yang lainnya. Dengan menghimpun dana dari masyarakat, maka bank

akan membayar bunga atau imbalan tertentu sesuai dengan ketentuan masing-

masing bank.

2. Penyaluran dana kepada masyarakat.

Bank umum perlu menyalurkan dananya kepada pihak yang membutuhkan

dana, agar tidak terjadi idle fund. Bank dapat menyalurkan dananya dalam bentuk

kredit kepada masyarakat yang membutuhkan dana atau modal. Dengan begitu

bank akan mendapatkan pendapatan bunga atau pendapatan lainya sesuai dengan

jenis banknya.

3. Pelayanan jasa dan lalu lintas pembayaran.

Bank umum juga menawarkan produk layanan jasa untuk membantu

transaksi yang dibutuhkan oleh pengguna jasa bank. Hasil yang diperoleh bank

atas pelayanan jasa bank ialah berupa pendapatan fee dan komisi.
14

c. Bank perkreditan rakyat

Bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha

secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatanya tidak

memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kegiatan BPR :

1. Penghimpunan dana masyarakat.

BPR menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan produk tabungan dan

deposito dan produk penghimpunan dana lainnya yang diperbolehkan sesuai

dengan peraturan Bank Indonesia. BPR akan membayar bunga atau imbalan

lainnya atas dana yang telah dihimpun.

2. Penyaluran dana kepada masyarakat.

BPR menyalurkan dananya dalam bentuk kredit dan penempatan pada bank

lain. Dari aktivitas penyaluran dana ini BPR memperoleh pendapatan bunga

kredit

3. Tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran.

BPR dilarang menawarkan giro karena BPR tidak boleh melakukan transaksi

lalu lintas pembayaran. Hal inilah yang membedakan antara Bank Umum dan

BPR.

2. Jenis bank ditinjau dari segi kepemilikan

Bank dilihat dari segi kepemilikannya:

1. Bank Milik Pemerintah

Bank milik pemerintah adalah bank yang akte pendirianya maupun modal

bank ini sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga keuntunganya dimiliki

oleh pemerintah pula. Contoh bank milik pemerintah adalah bank Mandiri, Bank
15

BTN, Bank BNI, Bank BRI. Contoh bank milik pemerintah daerah lainya adalah

Bank DKI, Bank Jabar, Bank Jateng, Bank DIY, Bank Jatim, Bank Riau, Bank

Sulawesi Selatan, dan Bank Nusa Tenggara Barat.

2. Bank Swasta Milik Nasional

Bank swasta milik nasional adalah bank yang seluruh atau sebagaian besar

sahamnya dimiliki oleh pihak swasta nasional, sehingga keuntungan menjadi

milik pihak swasta pula. Contoh bank milik swasta nasional antara lain Bank

Central Asia, Bank Permata, Bank Muamalat Indonesia, Bank Danamon, Bank

Maspion.

3. Bank Milik Koperasi

Bank milik koperasi yang kepemilikan saham-sahamnya dimiliki oleh

perusahaan yang berbadan hokum koperasi. Contoh bank milik koperasi

adalah :Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin).

4. Bank Milik Asing

Bank milik asing adalah cabang dari bank yang ada luar negeri, atau

seluruh sahamnya dimiliki oleh pihak asing (luar negeri). contoh bank milik asing

adalah ABN Amro Bank, American Expres Bank, HSBS, Standart Chartered

Bank, Chase Manhattan Bank, Citibank, dan masih ada beberapa yang lainya.

5. Bank Campuran

Bank Campuran adalah bank yang kepemilikan saham-sahamnya dimiliki

oleh pihak asing dan pihak swasta nasional dan mayoritas sahamnya dipegang

oleh warga Negara Indonesia. Contoh Bank Campuran adalah Ing Bank, Inter

Pasifik Bank, Mitsubisi Buana Bank, Bank Sakura Swadarma, dan masih ada

beberapa lagi yang lain.


16

c. Kegiatan Usaha Bank

Kegiatan-kegitan yang dilakukan oleh bank umum dalam melaksanakan

usahanya di antaranya (Sulhan, 2008:13):

1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro,

deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan lain-lain yang sejenis

dengan itu.

2) Memberikan kredit maupun menerbitkan surat pengakuan hutang.

3) Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk

kepentingan dan perintah nasabah atas surat-surat wesel, surat pengakuan

hutang, kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah,

Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, dan instrumen surat berharga lain

yang berjangka waktu sampai dengan satu tahun.

4) Melakukan transfer dana, baik untuk kepentingan sendiri maupun atas

perintah nasabah.

5) Menempatkan dana, meminjam dana atau meminjamkan dana pada pihak

lain baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan

wesel unjuk, cek, atau sarana lainnya.

6) Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan

perhitungan dengan atau antar pihak ketiga.

7) Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.

8) Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan

suatu kontrak (custodian).

9) Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam

bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.


17

10) Membeli melalui pelelangan agunan baik semua maupun sebagian dalam hal

debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan agunan

yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya.

11) Melakukan kegiatan anjak piutang, kartu kredit dan wali amanat (trustee)

12) Menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil.

13) Melakukan kegiatan lain seperti valas, penyertaan modal pada bank atau

perusahaan lain bidang keuangan seperti sewa guna usaha, modal ventura,

perusahaan efek dan asuransi, dan melakukan penyertaan modal sementara

untuk menggaransi akibat kegagalan kredit.

14) Kegiatan lain yang lazim dilakukan bank sepanjang tidak bertentangan

dengan Undang-Undang.

2. Tingkat suku bunga

A. pengertian suku bunga

Menurut Kasmir (2000: 37) mengatakan bahwa :

Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank

berdasarkan prinsip konvensional pada nasabah yang membeli atau menjual

produknya. Bunga dapat juga diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada

nasabah (yang memiliki simpanan) dengan harga yang harus dibayar oleh nasabah

kepada bank (nasabah yang mendapat pinjaman).

Suku bunga merupakan salah satu faktor yang cukup menarik bagi pemilik

dana untuk menyimpan dananya disuatu bank. Tingkat suku bunga yang diberikan

hendaknya dapat bersaing dengan tingkat suku bunga yang diberikan oleh bank

lain. Tingkat suku bunga biasanya dinyatakan dalam bentuk presentase dari

jumlah yang dipinjamkan dan dengan dasar tahunan.


18

Menurut Ismail (2010;132) penerapan bunga yang terdapat pada bank

konvensional dapat dipisahkan menjadi dua jenis yaitu:

1. Bunga simpanan

Bunga simpanan merupakan tingkat harga tertentu yang dibayarkan oleh

bank kepada nasabahnya atas simpanan yang dilakukannya. Bunga

simpanan ini, diberikan oleh bank untuk memberikan rangsangan kepada

nasabah penyimpanan dana agar menempatkan dananya di bank. Beberapa

bank memberikan tambahan bunga kepada nasabah yang menempatkan

dananya dalam bentuk deposito sejumlah tertentu. Hal ini dilakukan bank

agar nasabah akan selalu meningkatkan simpanan dananya.

2. Bunga pinjaman

Bunga pinjaman atau bunga kredit merupakan harga tertentu yang harus

dibayar oleh nasabah kepada bank atas pinjaman yang diperolehnya. Bagi

bank, bunga pinjaman merupakan harga jual yang dibebankan kepada

nasabah yang membutuhkan dana. Untuk memperoleh keuntungan, maka

bank akan menjual dengan harga yang lebih tinggi dibanding dengan harga

beli. Artinya, bunga kredit lebih tinggi dibanding bunga simpanan.

Bunga pinjaman dan simpanan akan mempunyai keterkaitan yang sangat

erat, pada kondisi terdapat kenaikan suku bunga simpanan, maka kenaikan suku

bunga simpanan akan berpengaruh pada kenaikan suku bunga kredit. Bunga

simpanan dan kredit akan saling mempengaruhi dalam industri perbankan.


19

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga

Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam aktivitas utama

bank, baik suku bunga kredit, maupun simpanan. Kedua suku bunga tersebut

mempengaruhi satu dan lainnya.

Menurut Kasmir (2000: 36-37 ) faktor-faktor utama yang mempengaruhi

besar kecilnya suku bunga adalah :

1. Kebutuhan dana

Faktor kebutuhan dana dikususkan untuk dana simpanan, yaitu

seberapa besar kebutuhan dana yang diinginkan. Apabila bank kekurangan

dana, sementara permohonan dana meningkat, yang dilakukan oleh bank

supaya dana tersebut cepat terpenuhi adalah dengan meningkatkan suku

bunga simpanan. Namun peningkatan suku bunga simpanan yang dilakukan

akan pula meningkatkan suku bunga pinjaman. Sebaliknya seandainya

jumlah dana yang tersimpan di bank cukup banyak, sementara permohonan

pinjaman sedikit, maka suku bunga simpanan akan mengalami penurunan,

karena semua itu merupakan beban.

2. Target laba yang diinginkan

Faktor ini dikususkan untuk bunga pinjaman. Hal ini disebabkan target laba

merupakan salah satu komponen dalam menentukan besar kecilnya suku

bunga pinjaman.

3. Kualitas jaminan

Kualitas jaminan juga diperuntukan bunga pinjaman. Semakin liquid

jaminan(mudah dicairkan), semakin rendah bunga kredit yang dibebankan

dan sebaliknya.
20

4. Kebijakan pemerintah

Dalam menentukan baik untuk bunga pinjaman maupun bunga simpanan

tidak boleh melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan.

5. Jangka waktu

Faktor jangka waktu sangat penting dalam menentukan suku bunga.

Semakin lama jangka waktu yang diperjanjikan akan semakin besar

kemungkinan daya fluktuasi bunga dalam market rate, sehingga semakin

lama waktunya akan semakin besar tingkat suku bunganya.

6. Kualiatas jaminan

Dalam menentukan besarnya bunga kredit yang akan diberikan kepada

debitur , bank juga melihat jaminannya. Apabila agunan tersebut

marketable, mudah diperjual belikan, serta nilai agunan tersebut stabil atau

meningkat, maka bank dapat memberikan bunga kredit yang lebih rendah,

karena risiko tidak terlalu tinggi.

7. Reputasi nasabah

Bank akan lebih aman dalam memberikan kredit kepada nasabah yang

mempunyai reputasi usaha, karena jaminan pembayaran atas kredit yang

diberikan akan lebih besar. Biasanya bank akan memperebutkan debitur

yang mempunyai reputasi usaha yang bagus.

8. Produk

Produk yang ditawarkan oleh bank sangat berfariasi, sehingga bunga yang

diberikan kepada nasabah penyimpan dana maupun peminjam dana

tergantung produknya.
21

9. Hubungan bank

Hubungan antara bank dan nasabah juga akan berpengaruh pada besarnya

bunga. Apabila nasabah tersebut merupakan nasabah prima, nasabah yang

telah memiliki hubungan baik dengan bank dan selama menjadi nasabah

bank tidak pernah wan prestasi, maka bank akan memberikan bunga lebih

rendah.

10. Risiko

Risiko merupakan faktor penting yang digunankan oleh bank untuk

menentukan besarnya suku bunga. Risiko kredit terkait dengan beberapa

aspek antara lain, tujuan penggunaan kredit, sektor usaha, dan jangka waktu.

C. Unsur-Unsur yang Menentukan Suku Bunga Kredit

Dalam menentukan besarnya suku bunga kredit, bank akan

memperhatikan beberapa unsur bunga kredit antara lain (Ismail, 2010:136):

1) Cost of Loanable Fund (COLF)

Cost of Loanable Fund atau biaya dana merupakan biaya yang dikeluarkan

oleh bank dalam rangka menghimpun dana pihak ketiga. Artinya, bank akan

menghitung biaya yang dikeluarkan atas setiap dana yang berhasil dihimpunnya

dari berbagai sumber dana setelah diperhitungkan adanya cadangan dana yang

wajib dipelihara oleh setiap bank. Setiap jenis sumber dana memiliki suku bunga

yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tinggi rendahnya biaya dana rata-rata

tergantung pada komposisi sumber dana yang berhasil dihimpun.


22

2) Biaya Overhead

Biaya overhead merupakan komponen biaya yang berasal dari seluruh

biaya yang dikeluarkan oleh bank selain biaya dana. Biaya ini terdiri dari biaya

pegawai, administrasi & umum, penyusutan, pemasaran, dan lain-lain yang

digunakan untuk mendukung kelancaran aktivitas operasional bank.

3) Biaya Risiko

Biaya risiko merupakan biaya yang dikeluarkan dalam rangka antisipasi

adanya kemungkinan biaya yang ditimbulkan karena terjadinya kredit bermasalah.

Setiap bank diwajibakan untuk membentuk cadangan terhadap kredit yang telah

disalurkan sesuai dengan kualitas masing-masing. Biaya cadangan ini akan

dibebankan terhadap besarnya bunga kredit.

4) Laba yang Diinginkan

Laba yang diinginkan atau disebut juga dengan spread merupakan

keuntungan yang diharapkan oleh bank dalam setiap kredit yang disalurkan.

Dalam menetapkan besarnya suku bunga kredit, bank akan menghitung berapa

keuntungan yang diharapkan, disamping bank juga perlu melihat suku bunga yang

ditawarkan oleh bank lain.

5) Pajak

Pajak juga merupakan unsur yang perlu dipertimbangkan dalam

menetapkan bunga kredit. Pajak dapan dibebankan secara keseluruan maupun

sebagian, karena pada umumnya bank mengharapkan keuntungan bersih setelah

dikurangi perkiraan pajak.


23

D. Teori bunga

Hasibuan (2005:19) mengemukakan ada 3 teori tentang bunga yaitu :

a. Teori Nilai : Teori ini didasarkan pada dasar anggapan bahwa nilai

sekarang lebih besar dari pada nilai yang akan datang. Perbedaan nilai ini

harus mendapat penggantian dari peminjam atau debitur.

b. Teori Pengorbanan : Teori ini didasarkan pada pemikiran bahwa

pengorbanan yang diberikan seharusnya mendapatkan balas jasa berupa

pembayaran. Teori ini mengemukakan bahwa jika pemilik uang

meminjamkan uangnya kepada debitur, kreditur tidak dapat menggunakan

uang tersebut. Pengorbanan kreditur inilah yang harus dibayar kreditur.

Pembayaran inilah yang disebut bunga.

c. Teori Laba : Teori ini mengemukakan bahwa bunga ada karena adanya

motif laba (spread profit) yang ingin dicapai. Bank dan pelaku ekonomi

mau dan bersedia bunga didasarkan atas laba yang akan diperolehnya.

3. Penyaluran Kredit

a. Pengertian Kredit

Menurut ismail (2010;93) kredit merupakan penyaluran dana dari pihak

pemilik dana kepada pihak yang memerlukan dana. Penyaluran dana tersebut di

dasarkan pada kepercayaan yang diberikan oleh pemilik dana kepada pengguna

dana.

Suyanto (2007:104) yaitu kredit berasal dari bahasa yunani credere yang

berarti kepercayaan. Oleh karena itu dasar dari kredit adalah kepercayaan.

Seseorang atau badan yang memberikan kredit (kreditur) percaya bahwa orang
24

atau badan yang diberikan kredit sanggup memenuhi segala sesuatu yang telah

dijanjikan.

Menurut kasmir (2004) menjelaskan bahwa baik kredit atau pembiayaan

bias berupa tagihan yang nilainya diukur dengan uang. Misalnya bank membiayai

kredit pembelian rumah atau mobil. Kemudian adanya kesepakatan antara bank

(kreditur) dengan nasabah penerima kredit (debitur) dengan perjanjian yang telah

dibuatnya. Dalam perjanjian kredit tercakup hak dan kewajiban masing-masing

pihak, termasuk jangka waktu serta bunga yang ditetapkan bersama. Demikian

pula dengan masalah sangsi apabila si debitur ingkar janji terhadap perjanjian

yang telah dibuat bersama.

b. Jenis – Jenis Kredit

Menurut Ismail (2010:99) kredit dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :

1. Kredit di lihat dari tujuan penggunaan.

Dilihat dari tujuan penggunaan kredit,di bagi menjadi 3 yaitu :

a) Kredit investasi

Kredit investasi merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada debitur

untuk pengadaan barang-barang modal (aktiva tetap) yang mempunyai nilai

ekonomis lebih dari satu tahun. Secara umum, kredit investasi ini ditujukan

untuk pendirian perusahaan baru atau proyek baru, maupun proyek

pengembangan, modernisasi mesin, dan peralatan, pembelian kendaraan

yang digunakan untuk kelancaran usaha dan perluasan perusahaan.

b) Kredit modal kerja

Kredit modal kerja merupakan kredit yang digunakan untuk memenuhi

kebutuhan modal kerja yang biasanya habis dalam satu siklus usaha. Kredit
25

modal kerja ini biasanya, diberikan dalam waktu jangka pendek, yaitu

sekitar satu tahun. Kredit modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku,

biaya upah, untuk menutup piutang dagang, pembelian barang dagang, dan

kebutuhan dana lain yang sifatnya hanya digunakan selama 1 tahun.

c) Kredit konsumtif

Kredit konsumtif merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah untuk

membeli barang dan jasa untuk keperluan pribadi dan tidak untuk digunakan

keperluan pribadi dan tidak untuk di gunakan untuk keperluan usaha.

2. Kredit dilihat dari jangka waktunya.

Sesuai dengan jangka waktunya kredit dibagi menjadi tiga yaitu:

a) Kredit jangka pendek

Kredit jangka pendek merupakan kredit yang diberikan dengan jangka

waktu maksimal satu tahun. Kredit tersebut biasanya diberikan oleh bank

untuk membiayai modal kerja perusahaan yang mempunyai siklus usaha

dalam satu tahun.

b) Kredit jangka menengah

Kredit jangka menengah merupakan kredit yang diberikan dengan jangka

waktu antara satu tahun sampai tiga tahun. Kredit ini dapat diberikan

untuk ketiga jenis kredit yaitu modal kerja, kredit investasi, kredit

konsumtif.

c) Kredit jangka panjang

Kredit yang jangka waktunya lebih dari tiga tahun. Kredit ini diberikan

untuk kredit investasi, misalnya untuk pembelian gedung, pembangunan


26

proyek, pengadaan mesin dan peralatan, dan lain-lain yang nominalnya

besar serta kredit konsumtif yang nilainya besar misal KPR.

3. Kredit dilihat dari cara penarikanya.

Kredit dapat dibagi sesuai dengan cara penarikan, maupun pembayaran

kembali menjadi tiga jenis yaitu :

a) Kredit sekaligus

Kredit sekaligus biasa disebut dengan oflopend credit yaitu kredit yang

dicairkan sekaligus sesuai dengan plafon kredit yang disetujui. Kredit

tersebut bisa dicairkan secara tunai, maupun non tunai yaitu melalui

pemindahbukuan.

b) Kredit bertahap

Kredit yang pencairanya tidak sekaligus, akan tetapi dilakukan secara

bertahap 2,3,4 kali pencairan dalam masa kredit. Pencairanya

disesuaikan dengan dana yang dibutuhkan oleh debitur. Kredit ini cocok

untuk investasi pembangunan, sehingga bank akan mencairkannya

sesuai dengan termin pembayaran proyek.

c) Kredit rekening Koran

Kredit rekening Koran merupakan kredit yang penyediaan dananya

dilakukan melalui pemindahbukuan. Bank akan memindahkan kredit

tersebut kedalam rekening giro nasabah, sedangkan penarikankanya

dilakukan dengan menggunakan saran berupa cek, bilyet giro atau surat

pemindahbukuan yang lainya. Penarikan dapat dilakukan sewaktu-waktu

sesuai dengan kebutuhan. Jumlah yang ditarik bisa keseluruhan atau

sebagian.
27

4. Keredit dilihat dari sektor usahanya.

Dilihat dari sektor usahanya, kredit dapat di bagi antara lain sebagai berikut :

a) Sektor industri

Kredit ini, diberikan kepada pengusaha yang begerak dalam bidang

perdagangan, baik perdagangan kecil, menengah, dan perdagangan besar.

b) Sektor perdangan

Kredit ini, diberikan kepada pengusaha yang bergerak dalam bidang

perdangan, baik perdagangan kecil, menengah, dan perdagangan

besar.

c) sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan

kredit ini, diberikan dalam rangka meningkatkan hasil disektor

pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Kredit tersebut

biasanya diberikan dalam bentuk kredit modal kerja maupun investasi

kepada pengusaha tambak, petani, dan nelayan.

d) Sektor jasa

sektor jasa sebagaimana tersebut dibawah ini yang dapat diberikan

kredit oleh bank antara lain :

a) Jasa pendidikan

b) Jasa rumah sakit

c) Jasa angkutan

d) Jasa lainya
28

e) Sektor perumahan

Bank memberikan kredit kepada debitur yang bergerak dibidang

pembangunan perumahan. Pada umumnya, diberikan dalam bentuk

kredit konstruksi, yaitu kredit untuk pembangunan perumahan.

5. Kredit dilihat dari segi jaminan.

a) Kredit dengan jaminan

Kredit dengan jaminan merupakan jenis kredit yang didukung dengan

jaminan perorangan, benda berwujud, dan benda tidak berwujud

b) Kredit tanpa jaminan

Kredit yang diberikan kepada debitur tanpa didukung adanya jaminan.

Kredit tersebut diberikan atas dasar kepercayaan yang diberikan oleh

bank kepada debitur.

6. Kredit dilihat dari jumlahnya.

Jenis kredit ini terdiri dari kredit UMKM, kredit UKM, kredit korporasi.

a) Kredit UMKM

Kredit UMKM merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha

dengan skala usaha sangat kecil. Misalnya kredit yang diberikan bank

kepada pengusaha tempe, dan perancangan.

b) Kredit UKM

Kredit UKM diberikan kepada pengusaha dengan batasan antara

Rp.50.000.000,- dan tidak melebihi Rp.350.000.000,- UKM sudah

memiliki modal yang cukup, serta administrasi yang lebih baik di

banding dengan UMKM, sehingga bank juga dapat memenuhi

permohonan kreditnya.
29

c) Kredit korporasi

Jenis kredit ini merupakan kredit yang diberikan kepada debitur

dengan jumlah besar dan diperuntukan kepada debitur besar

(korporasi). Pada umumnya, bank lebih mudah melakukan analisis

terhadap debitur kerena data keuangan lebih lengkap, administrasinya

baik, dan struktur permodalanya kuat.

c. Tujuan penyaluran kredit

Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan yang tidak terlepas dari

misi bank tersebut didirikan. Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit adalah

sebagai berikut.

1) Mencari Keuntungan

Yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut.

Hasil tersebut terutama dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai

balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.

Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank. Jika bank yang terus-

menerus menderita kerugian, maka besar kemungkinan bank tersebut akan

dilikuidasi.

2) Membantu Usaha Nasabah

Tujuan lainnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana,

baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut, maka

pihak debitur akan dapat mengembangkan dan memperluaskan usahanya.


30

3) Membantu Pemerintah

Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan,

maka semakin baik mengingat semakin banyak kredit berarti adanya peningkatan

pembangunan di berbagai sektor.

d. Unsur-Unsur penyaluran Kredit

Menurut kasmir (2002:94-95) unsur-unsur yang terkandung dalam

pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut :

a. Kepercayaan, yaitu suatu keyakinan pemberi kredit (bank) bahwa kredit

yang diberikan baik berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar

diterima kembali dimasa tertentu dimasa datang.

b. Kesepakatan, dituangkan dalam suatu akad kredit yang ditanda tangani

oleh kedua belah pihak yaitu pihak bank dan nasabah.

c. Jangka waktu, mencangkup masa pengembalian kredit yang telah

disepakati. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada kredit yang tidak

memiliki jangka waktu.

d. Resiko, dapat diakibatkan dua hal yaitu risiko kerugian yang diakibatkan

nasabah sengaja tidak mau membayar kreditnya padahal mampu dan

resiko kerugian yang diakibatkan karena nasabah tidak sengaja yaitu

akibat terjadinya musibah seperti bencana alam. Resiko ini menjadi

tanggungan bank.
31

e. Manfaat penyaluran kredit

Manfaat kredit dapat digolongan sebagai berikut:

1. Manfaat kredit bagi bank

a) Kredit yang diberikan bank kepada nasabah akan mendapat balas jasa

berupa bunga.

b) Pendapatan bunga bank berpengaruh pada peningkatan profitabilitas

bank. Hal ini dapat tercemin pada perolehan laba.

c) Pemberian kredit pada nasabah secara sinergi akan memasarkan produk

lain seperti produk dana dan jasa.

d) Kegiatan kredit dapat mendorong peningkatan kemampuan pegawai

untuk lebih memahami secara perinci aktivitas usaha para debitur

diberbagai sektor usaha. Dengan demikian, para pegawai menjadi

terlatih, dan mempunyai keahlian dalam beberapa usaha nasabah.

2. Manfaat kredit bagi debitur

a) Meningkatkan usaha nasabah

Kredit yang diberikan oleh bank untuk memperluas volume usaha,

misalnya kredit untuk membeli bahan baku, pengadaan mesin dan

peralatan, dapat membantu nasabah untuk meningkatkan volume

produksi dan penjualan.

b) Biaya kredit bank umumnya murah.

c) Bank menawarkan berbagai macam jenis kredit sehingga debitur dapat

memilih jenis kredit sesuai dengan tujuan penggunaanya.

d) Bank juga memberikan fasilitas lainya kepada debitur, sehingga debitur

dapat menikmati fasilitas lainnya yang ditawarkan oleh bank.


32

e) Jangka waktu kredit disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan

debitur dalam membayar kembali kredit tersebut, sehingga debitur dapat

mengestimasikan keuangan dengan tepat.

3. Manfaat kredit bagi pemerintah

a) Kredit dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong perekonomian.

Apabila kredit diberikan kepada perusahaan untuk investasi atau modal

kerja, maka perusahaan akan meningkatkan volume produksinya,

sehingga peningkatan volume produksi akan berpengaruh pada

peningkatan volume usaha dan pada akhirnya akan meningkatkan

pendapatan secara nasional.

b) Kredit bank dapat digunakan sebagai alat pengendali moneter. Pada saat

peredaran uang dimasyarakat terlalu banyak, maka kredit perlu

dikurangi.

c) Kredit bank dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan

pendapatan masyarakat. Peningkatan lapangan kerja akan meningkatkan

pendapatan masyarakat yang pada akhirnya secara total akan

meningkatkan pendapatan nasional.

d) Secara tidak langsung kredit bank dapat meningkatkan pendapatan

Negara, yaitu pendapatan pajak.

4. Manfaat kredit bagi masyarakat luas.

a) Mengurangi tingkat pengangguran. Kredit yang diberikan untuk

perusahaan dapat menyebabkan adanya tambahan tenaga kerja karena

adanya peningkatan volume produksi, tentu akan menambah jumlah

tenaga kerja.
33

b) Melibatkan masyarakat yang memiliki profesi tertentu, misalnya akuntan,

notaries, appraisal independen, dan asuransi. Pihak-pihak tersebut

diperlukan oleh bank untuk mendukung kelancaran kredit.

c) Penyimpanan dana akan mendapat bunga lebih tinggi dari bank apabila

bank dapat meningkatkan keuntungan.

d) Memberikan jasa aman bagi masyarakat yang menggunakan pelayanan

jasa perbankan misalnya letter of credit, bank garansi, kliring, inkaso,

dan layanan jasa lainnya.

4. Dana Pihak Ketiga (DPK)

a. pengertian dana ketiga (DPK)

Dana pihak ketiga biasanya lebih dikenal dengan dana masyarakat,

merupakan dana yang dihimpun oleh bank yang berasal dari masyarakat dalam

arti luas, meliputi masyarakat individu, maupun badan usaha. Bank menawarkan

produk simpanan kepada masyarakat dalam menghimpun dananya antara lain :

a) simpanan giro

simpanan giro merupakan simpanan yang diperoleh dari masyarakat atau

pihak ketiga yang sifat penarikanya adalah dapat ditarik setiap saat dengan

menggunakan cek dan bilyet giro, atau sarana lainya yang dipersamakan dengan

itu.

Giro disebut dana labil karena sifat giro adalah dapat ditarik kapanpun

(Ismail, 2011 :47). Masyarakat memerlukan giro karena berbagai alasan seperti :

a. faktor keamanan dalam penyimpanan dana. Simpanan giro merupakan

jenis produk yang banyak dipakai oleh nasabah baik pengusaha

perorangan maupun badan usaha. Dalam transaksi perdagangan,


34

sebagian pembayaran dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet

giro (BG). Hal ini dirasa aman mengigat kedua belah pihak tidak

harus membawa uang tunai dalam melakukan pembayaran.

b. Kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran. Menyimpan

uang dalam bentuk simpanan giro sebenarnya memiliki tujuan agar

mendapatkan kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran

setiap saat dengan aman.

c. Berjaga-jaga apabila ada kebutuhan dana yang bersifat mendadak.

b) Tabungan

Tabungan merupakan jenis simpanan yang dilakukan oleh pihak ketiga

yang penarikanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu sesuai perjanjian antar

bank dengan nasabah. Dalam perkembanganya, penarikan tabungan dapat di

lakukan setiap saat dengan menggunakan sarana berupa slip penarikan, ATM,

surat kuasa, dan sarana lainnya yang dipersamakan dengan itu.

c) Deposito

Deposito merupakan jenis simpanan yang penarikanya hanya dapat di

lakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah di tetapkan sesuai perjanjian

antara bank dengan nasabah.

Mudrajat kuncoro dan suharjono (2001:193), deposito adalah simpanan

berjangka yang dikeluarkan oleh bank yang penarikanya hanya dapat dilakukan

dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan jangka waktu yang telah diperjanjikan

sebelumnya.
35

Deposito dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :

a) Deposito berjangka (time deposit).

Deposito berjangka merupakan simpanan berjangka yang dapat dicairkan

sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

b) Sertifikat deposito.

Sertifikat deposito merupakan simpanan berjangka yang diterbitkan

dengan menggunakan sertifikat sebagai bukti kepemilikan oleh pemegang

haknya.

c) Deposito on call.

Deposit on call adalah simpanan berjangka yang penarikanya perlu

memberitahukanya terelebih dahulu kepada bank penerbit deposit on call.

E. Hubungan Antar Variabel

a. Pengaruh suku bunga pinjaman terhadap penyaluran kredit

Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank

berdasarkan prinsip konvensional pada nasabah yang membeli atau menjual

produknya. Bunga dapat juga diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada

nasabah (yang memiliki simpanan) dengan harga yang harus dibayar oleh nasabah

kepada bank (nasabah yang mendapat pinjaman). (Kasmir, 2002).

Apabila bank kekurangan dana, sementara permohonan dana meningkat,

yang dilakukan oleh bank supaya dana tersebut cepat terpenuhi adalah dengan

meningkatkan suku bunga simpanan. Namun, peningkatan suku bunga simpanan

yang dilakukan akan pula meningkatkan suku bunga pinjaman. Sebaliknya

seandainya jumlah dana yang tersimpan di bank cukup banyak, sementara


36

permohonan pinjaman sedikit, maka suku bunga simpanan akan mengalami

penurunan, karena semua itu merupakan beban.

Menurut miller (2006) yaitu tentang hukum permintaan dan penawaran

kredit yang menerangkan bahwa jika tingkat suku bunga semakin tinggi maka

jumlah penawaran kreditnya akan meningkat.

Mishkin (2008) menyatakan bahwa kebijakan moneter ekspansioner yang

menurunkan suku bunga nominal juga menyebabkan perbaikan neraca perusahaan

karena menaikan arus kas. Semua itu menyebabkan kenaikan liquiditas

perusahaan dan membuat pemberian pinjaman lebih mudah mengetahui

perusahaan untuk pembayaranya.

b. Pengaruh Dana pihak ketiga terhadap penyaluran dan kredit

Bank bertindak sebagai perantara bagi keuangan masyarakat, oleh karena

itu bank harus selalu berada ditengah masyarakat agar arus uang dari masyarakat

yang kelebihan dana dapat ditampung dalam wujud Dana pihak ketiga kemudian

disalurkan dalam wujud kredit kepada masyarakat (Abdullah, 2003:34)

Bank perlu memperoleh sumber dana yang cukup untuk mendukung

aktivitas oprasional bank dalam penyaluran dana. Sumber dana bank merupakan

dana yang dimiliki oleh bank, baik yang berasal dari dana sendiri, pinjaman dan

dana pihak ketiga (Ismail : 2010:39)

Salah satu alasan terkonsentrasinya usaha bank dalam penyaluran kredit

adalah sifat usaha bank sebagai lembaga intermediasi antara unit surplus dengan

unit defisit dan sumber utama dana bank berasal dari masyarakat sehingga secara

moral mereka harus menyalurkan kembali kepada masyarat dalam bentuk kredit

(Dahlan Siamat, 2005).


37

DPK merupakan variabel yang memiliki pengaruh besar terhadap penyaluran

kredit perbankan. Hal ini dikarenakan dalam menjalankan fungsi perantara

keuangan (financial intermediary), DPK merupakan sumber pendanaan yang

utama. Dana – dana yang dihimpun dari masyarakat dapat mencapai 80%-90%

dari seluruh dana yang dikelola oleh bank (Dendawijaya, 2005).

Penelitian Terdahulu

Aryaningsih (2008) dalam penelitianya menggunakan variabel bebas suku

bunga, inflasi dan jumlah penghasilan sedangkan variabel terikatnya permintaan

kredit di [Link] cabang pembantu Kediri. Hasil penelitianya adalah suku bunga

dan inflasi tidak berpengaruh secara persial terhadap permintaan kredit sedangkan

jumlah penghasilan berpengaruh secara signifikan dan suku bunga, inflasi dan

pendapatan secara simultan tidak berpengaruh secara signifikan.

Lekhenila (2011) dalam penelitianya menggunakan variabel bebas

simpanan masyarakat, tingkat suku bunga pinjaman dan tingkat inflasi.

Sedangkan variabel terikatnya adalah penyaluran kredit di bank umum dan BPR.

Hasil penelitianya adalah perkembangan jumlah kredit bank umum meningkat.

Tingkat suku bunga dan inflasi secara simultan berpengaruh terhadap penyaluran

dana kredit dan tingkat suku bunga kredit berpengaruh secara parsial terhadap

penyaluran dana kredit sedangkan inflasi tidak.

Dyah Damayani (2011) mengungkapkan dalam penelitiannya yang

meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit pada PT

BPR Anugerah Paktomas di Ngunut Kab. Tulungagung. Dalam penelitian ini

yang menjadi fokus penelitiannya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kredit

yaitu antara lain tingkat suku bunga, dana pihak ketiga, dan non performing loans
38

(NPL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskripitif

kuantitatif dengan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitiannya adalah 1)

Suku bunga kredit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penyaluran kredit,

2) Dana pihak ketiga berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit, 3) NPL

berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit, 4) Secara simultan tingkat suku

bunga, dana pihak ketiga, dan NPL berpengaruh signifikan terhadap penyaluran

kredit pada PT BPR PAKTOMAS di Ngunut Kab Tulungagung.

Anda mungkin juga menyukai