Perencanaan Pembelajaran Mendalam
SDN 001 Bontang Selatan
Tahun Ajaran 2025/2026
v
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Bab/Topik : I / Tak muat lagi
Fase/Kelas : B/IV C Alokasi Waktu:Pertemuan 1 (3 x 35 menit)
Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Murid telah mampu membaca dan menulis kalimat sederhana. Mereka
Awal memiliki pemahaman dasar tentang struktur kalimat (subjek-predikat).
Namun, pemahaman mereka mengenai kaidah kebahasaan yang lebih
kompleks seperti kalimat transitif-intransitif dan makna denotatif masih
perlu dikembangkan secara eksplisit.
Minat Murid pada fase ini mulai menyadari perubahan pada diri dan teman-
temannya. Mereka tertarik pada cerita yang berkaitan dengan
pengalaman personal, hubungan dengan keluarga (kakak-adik),
pertemanan, serta hal-hal yang mereka sukai dan tidak sukai.
Kebutuhan Murid membutuhkan pembelajaran yang mengaitkan konsep
Belajar kebahasaan dengan konteks cerita yang relevan dan menarik. Mereka
perlu aktivitas yang bervariasi antara menyimak, berbicara, membaca,
dan menulis secara terstruktur. Penggunaan permainan dan proyek
kreatif (seperti membuat Kamus Kartu) dapat meningkatkan
keterlibatan dan pemahaman mereka.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Kolaborasi Kolaborasi & Kepedulian: Bekerja sama dalam diskusi kelompok untuk
memahami dinamika hubungan kakak-adik dan saling menghargai pendapat
teman.
Bernalar Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: Mengidentifikasi dan
Kritis membedakan kalimat transitif dan intransitif dari sebuah teks, serta
menganalisis makna kosakata baru berdasarkan konteks cerita.
Mandiri Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi: Merefleksikan perubahan yang
terjadi pada diri sendiri dan menuliskan pengalaman pribadi terkait barang-
barang yang sudah tidak terpakai.
DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran (Fase B): Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra
berbentuk teks aural ( teks yang dibacakan dan/ atau didengarkan) dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural
Tujuan Pembelajaran (di turunkan dari CP) :
1. Murid memahami teks narasi yang dibacakan guru dengan menjawab pertanyaan terkait isi cerita.
2. Murid mengidentifikasi dan menggunakan kalimat transitif dan intransitif dengan benar.
3. Murid menulis cerita singkat menggunakan tulisan tegak bersambung dengan rapi dan menerapkan
kaidah penulisan yang tepat. (Mengaplikasi)
Praktik Pedagogik
Model Pembelajaran: Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Project-Based Learning (PjBL).
Metode: Pembelajaran Berbasis masalah dan Proyek membuat kamus kartu mini
Strategi Pembelajaran :
Murid membaca teks narasi pendek tentang pengalaman sehari-hari ( "Tak Muat Lagi").
Murid mengumpulkan teks narasi dari berbagai sumber (buku, pengalaman pribadi, atau wawancara
keluarga)
Murid berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menghubungkan cerita dengan pengalaman mereka.
Kemitraan
Lintas Disiplin PPKn (Hak dan kewajiban dalam keluarga, menghargai perbedaan), SBdP
Ilmu (menulis indah/tegak bersambung).
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran dirancang agar nyaman, menyenangkan, aman, dan mendukung
eksplorasi murid dalam proses belajar
Budaya Belajar :Memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan pendapatnya dalam
ruang kelas, mendorong kolaborasi dan saling menghargai
Pemanfaatan Digital
TV Smart untuk menampilkan contoh kalimat atau gambar. Akses ke KBBI Daring untuk memeriksa
makna kata bersama-sama.
Pengalaman Belajar
Pertertemuan 1
Kegiatan Awal : Memahami
[Link] berkesadaran: di awali dengan pertanyaan Pemantik Apa saja perubahan
yang kalian rasakan pada tubuh kalian sekarang dibanding kelas 1? Apakah ada baju yang
sudah tidak muat lagi?"
[Link] "Siap-Siap Belajar". Guru memberi instruksi untuk berbaris berdasarkan urutan
yang relevan (misal: bulan lahir, tinggi badan).
Kegiatan Inti : Mengaplikasi
Pembelajaran Bermakna:
murid duduk tenang dan fokus, lalu membaca cerita "Tak Muat Lagi" dengan intonasi
yang ekspresif.
Mengaitkan cerita "Tak Muat Lagi" dengan pengalaman nyata peserta didik tentang
pertumbuhan fisik dan kepemilikan barang.
Diskusi kelompok tentang hubungan kakak-adik. Murid berbagi pengalaman dan
pendapat tentang bagaimana seharusnya bersikap kepada saudara.
Proyek membuat Kamus Kartu yang dihias secara kreatif.
Kegiatan Penutup : Merefleksi
[Link] singkat: "Apa yang kamu pelajari dari kisah Lala dan Kiki? Bagaimana
perasaanmu jika menjadi Lala?"
[Link] memperkenalkan bahwa pada pertemuan berikutnya akan membahas "kalimat" yang
ada di dalam cerita
Assesment Pembelajaran
Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)
1. Tanya Jawab Lisan: ? Apakah ada baju yang sudah tidak muat lagi?"
Asesmen Formatif (Selama Proses pembelajaran)
1. Observasi: Guru mengamati keaktifan murid saat diskusi, kerja kelompok,
2. Penilaian Kinerja: Penilaian partisipasi dalam membuat proyek kamus mini dan kemampuan
menjelaskan hasil diskusi.
3. Penilaian Tertulis (Latihan): Hasil pengerjaan soal-soal "tak muat lagi"
Asesmen of (Akhir Pembelajaran)
Tes Tertulis: Pengerjaan soal-soal pada bagian "Evaluasi" di akhir Bab 1
Refleksi
Refleksi Murid Refleksi Guru
Aku merasa saat belajar hari ini: Bahan penilaian afektif dan keterlibatan murid.
☐ Senang 😊 Alat untuk mengetahui bagian mana yang paling
disukai atau belum dipahami.
☐ Biasa saja 😐
Cara untuk melibatkan murid secara emosional
☐ Sedikit bingung 😕
dalam proses belajar.
Kepala Sekolah
Guru Kelas
SDN 001 Bontang Selatan
Romida Poncowati [Link]
Novita Susyati, S.S MPd
NIP.197309281998072001
NIP.197811282006042005