[Link]
php/pedagogia | e-ISSN 2715-6125 | p-ISSN 2715-6133
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SQ3R (SURVEY, QUESTION,
RECITE, REVIEW) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 GISTING, TANGGAMUS
Yulita Dwi Lestari1, Deviyanti Pangestu2
1STKIP PGRI Bandar Lampung, 2Universitas Lampung
1dwilestariyulita@[Link], 2deviyantipangestu@[Link]
Abstract: This study aims to determine the effect of using the SQ3R learning model
(Survey, Question, Read, Recite, Review) on student learning outcomes. The problem in
this study is the low student learning outcomes. This research uses purposive sampling.
The instrument used in this study used non-tests and tests. The results of data analysis
showed that there was an influence on the use of the SQ3R learning model (Survey,
Question, Read, Recite, Review) on the learning outcomes of Grade IV students of SDN 1
Gisting. This is indicated by the average value of student learning outcomes who follow
learning using the SQ3R learning model (Survey, Question, Read, Recite, Review) in the
experimental class is higher than the average value of student learning outcomes who
do not use the SQ3R learning model (Survey, Question, Read, Recite, Review) in the
control class.
Keywords: learning model, learning outcomes, SQ3R (Survey, Question, Read, Recite,
Review)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model
pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) terhadap hasil belajar
siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan non-tes dan tes. Hasil analisis data diperoleh bahwa ada
pengaruh penggunaan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite,
Review) terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Gisting. Hal ini ditunjukan dengan
nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) pada kelas
eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata hasil belajar siswa yang tidak
menggunakan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)
pada kelas kontrol.
Kata kunci : model pembelajaran, hasil belajar, SQ3R (Survey, Question, Read, Recite,
Review)
PENDAHULUAN proses pembelajaran dari awal
Model pembelajaran merupakan pembelajaran sampai akhir
istilah yang digunakan untuk pembelajaran.
menggambarkan penyelenggaraan
11
Pengaruh Model Pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Gisting, Tanggamus
Model pembelajaran sudah Gagne dalam Abied (2011:46-47),
mencerminkan penerapan suatu belajar dapat dilihat dari segi proses
pendekatan, metode, teknik atau taktik dan dari segi hasil, belajar yang
pembelajaran, dan merupakan suatu berkenaan dengan hasil adalah belajar
kerangka konseptual yang melukiskan yang berkenaan dengan tujuan
prosedur yang sistematis dalam pengajaran. Misalnya, dengan
mengorganisasikan pengelaman belajar memahami bacaan terlebih dahulu,
untuk mencapai tujuan tertentu. Model kemudian mengajukan pertanyaan-
pembelajaran berfungsi sebagai pertanyaan yang ada pada bacaan yang
pedoman guru dalam merencanakan telah di baca, membaca ulang dan
dan melaksanakan kegiatan mencoba menjawab senndiri
pembelajaran. pertanyaan-pertanyaan yang telah
Menurut Peraturan Menteri dibuatnya. Sehinngga, memungkinkan
Pendidikan dan Kebudayaan No. 67 peserta didik untuk belajar secara
Tahun 2013 menegaskan bahwa sistematis, efektif, dan efisien dalam
Kurikulum 2013 untuk sekolah dasar menghadapi berbagai materi ajar.
didesain dengan menggunakan Strategi ini lebih efisien digunakan
pembelajaran tematik terpadu. untuk belajar karena siswa dapat
Pembelajaran terpadu merupakan berulang-ulang mempelajari materi
suatu strategi pembelajaran yang ajar dari tahap meneliti bacaan atau
melibatkan beberapa mata pelajaran materi ajar, bertanya, membaca atau
untuk memberikan pengalaman yang mempelajari, menceritakan atau
bermakna kepada peserta didik. menuliskan kembali, dan meninjau
Keterpaduan pembelajaran ini dapat ulang.
dilihat dari aspek proses, aspek Menurut Muhibin Syah
kurikulum, dan aspek pembelajaran. (2011:129), faktor-faktor yang
Salah satu upaya kreatif dalam mempengaruhi hasil belajar adalah
melaksakan pembelajaran yang faktor intern, ekstern dan pendekatan
menggunakan kurikulum berbasis di belajar. Maksdunya bahwa lingkungan
sekolah dasar adalah melakukan keluarga, sekolah dan masyarakat
pembelajaran terpadu. berpengaruh terhadap hasul belajar
Sean B. Eom, et al. (2006) siswa.
mengemukakan belajar adaah proses Pengetahuan bagi peserta didik
yang kompleks memperoleh adalah sesuatu yang dibangun atau
pengetahuan atau keterampilan yang ditemukan oleh peserta didik itu
melibatkan pelajar mempunyai sendiri. peserta didik dituntut untuk
karakteristik dan indra, karakteristik aktif dan menjadi pusat dalam
kepribadian seperti perhatian, emosi, pembelajaran. Guru harus pandai
motivasi dan rasa ingin tahu. menciptakan kondisi belajar yang
Pembelajaran dengan melalui memudahkan peserta didik dalam
tahapan-tahapan memungkinkan memahami dan menghubungkan
peserta didik mampu memahami materi pelajaran yang mereka pelajari.
pembelajaran dengan baik. Menurut Guna mencapai kondisi yang seperti itu,
12
Yulita Dwi Lestari, Deviyanti Pangestu
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia, Vol. 2, No. 1 (2020), hal. 11-20
seorang pendidik harus mampu akan memperoleh sesuatu yang
merancang sebuah pembelajaran yang merupakan dampak dari proses
dapat membekali peserta didik baik belajarnya yang disebut hasil belajar.
pengetahuan secara teoritis maupun Hasil belajar merupakan bukti dari
praktik. usaha yang dilakukan oleh siswa dalam
Salah satu sekolah di Kecamatan kegiatan belajar dan merupakan nilai
Gisting yang memiliki permasalahan yang diperoleh siswa dari proses
pada pembelajaran Kurikulum 2013 belajarnya.
adalah SDN 1 Gisting. Data nilai hasil Hamalik (2011:30) menyatakan
Ujian Tengan Semester pada bahwa hasil belajar tampak sebagai
pembelajaran terpadu peserta didik terjadinya perubahan tingkah laku
Kelas IV SDN 1 Gisting. Pada Kelas IV pada diri siswa yang dapat diukur
SDN 1 Gisting persentase siswa yang dalam bentuk perubahan pengetahuan
belum tuntas (belum mencapai KKM) sikap dan keterampilan. Perubahan
masih cukup tinggi. Masih rendahnya tersebut dapat diartikan terjadinya
nilai hasil belajar siswa dalam peningkatan dan pengembangan yang
pembelajaran terpadu dipengaruhi lebih baik dibandingkan dengan
beberapa faktor salah satunya yaitu sebelumnya. Hasil pembelajaran juga
interaksi yang terjadi dalam dapat digunakan sebagai bahan
pembelajaran yang telah dilaksanakan pertimbangan dalam melihat
didominasi oleh guru. efektivitas seberapa pengaruh dari
Guru dituntut untuk lebih kreatif perlakuan itu.
dengan memilih strategi dan metode Salah satu yang dapat diterapkan
pembelajaran yang sesuai dengan untuk mengatasi masalah tersebut
karakteristik siswa. Guru diharapkan adalah dengan membuat pembelajaran
mampu menciptakan situasi kelas yang yang menarik, efektif dan interaktif,
santai, contoh-contoh yang mudah denganmen ggunakan model
dimengerti dan kontekstual oleh pembelajaran SQ3R (Survey, Question,
siswa sehingga siswa dapat lebih Read, Recite, Review).
memahami, mencerna dan mengapli- Model pembelajaran adalah unsur
kasikan pembelajaran yang mereka penting dalam kegiatan belajar
dapatkan di kelas dengan dengan mengajar untuk mencapai tujuan
karakteristik siswa. pembelajaran. Joyce & Weil (dalam
Guru diharapkan mampu Rusman, 2012: 133) berpendapat
menciptakan situasi kelas yang santai, bahwa model pembelajaran adalah
contoh-contoh yang mudah dimengerti suatu rencana atau pola yang dapat
dan kontekstual oleh siswa sehingga digunakan untuk membentuk
siswa dapat lebih memahami, kurikulum (rencana pembelajaran
mencerna, dan mengaplikasikan jangka panjang), merancang bahan-
pembelajaran yang mereka dapatkan di bahan pembelajaran, dan membimbing
kelas dengan kenyataan. pembelajaran di kelas atau yang lain.
Setiap kali seseorang melakukan Model pembelajaran digunakan
perubahan dalam proses belajar maka guru sebagai pedoman dalam
13
Pengaruh Model Pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Gisting, Tanggamus
merencanakan pembelajaran di kelas. mempengaruhi atau yang menjadi
Sedangkan menurut Adi (dalam variabel pada penelitian.
Suprihatiningrum, 2016: 142) Variabel Independent (bebas)
memberikan definisi model yaitu Model Pembelajaran SQ3R
pembelajaran merupakan kerangka (Survey, Question, Read, Recite, Review)
konseptual yang menggambarkan yang dilambangkan dengan (X).
prosedur dalam mengorganisasikan Variabel Dependent (terikat) yaitu Hasil
pengalaman pembelajaran untuk Belajar yang dilambangkan dengan (Y).
mencapai tujuan pembelajaran. Metode penelitian yang
Model pembelajaran SQ3R digunakan dalam penelitian ini adalah
(Survey, Question, Read, Recite, Review) metode eksperimen semu (Quasi
merupakan suatu pembelajaran yang Eksperiment). Menurut Sugiyono
sifatnya membantu guru dalam (2014: 114) penelitian quasi
memberikan tahapan-tahapan dalam eksperiment merupakan penelitian
proses pembelajaran dengan keadaan yang mempunyai kelompok kontrol,
yang nyata dan strategis pada tetapi tidak dapat berfungsi
pembelajaran terpadu. sepenuhnya untuk mengontrol
Penerapan model pembelajaran variabel-variabel luar yang
SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, memengaruhi pelaksanaan eksperi-
Review) peserta didik harus berperan men. Bentuk desain quasi eksperimen
aktif dalam mengikuti proses yang digunakan adalah menggunakan
pembelajaran di kelas. Guru tidak lagi desain nonequivalent control group
mendominasi dalam proses design, yaitu desain kuasi eksperimen
pembelajaran dan hanya bertindak dengan melihat perbedaan pretest
sebagai fasilitator. Oleh karena itu, maupun posttest antara kelas
diperlukan adanya eksperimen eksperimen dan kelas kontrol yang
penerapan. tidak dipilih secara random (acak).
Berdasarkan uraian di atas maka Bentuk pendekatan yang
dapat dirumuskan tujuan penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah
adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan kuantitatif. Menurut
model pembelajaran SQ3R (Survey, Arikunto (2012: 27) “Penelitiian
Question, Read, Recite, Review) dalam kuntitatif banyak dituntut
pembelajaran terpadu di Kelas IV SDN menggunakan angka, mulai dari
1 Gisting. pengumpulan data, penafsiran
terhadap data tersebut, serta
METODE penampilan dari hasilnya. Selain data
Penelitian ini terdapat dua yang berupa angka, dalam penelitian
variabel, yaitu variabel independen kuntitatif juga ada data berupa
(bebas) dan variabel dependen informasi kualitatif”.
(terikat). Menurut Sugiyono (2014: 61) Penelitian ini bertujuan untuk
“variabel bebas (independen) mengetahui mengetahui perbedaan
merupakan variabel yang hasil belajar siswa pada pembelajaran
sebelum dan sesudah diterapkan
14
Yulita Dwi Lestari, Deviyanti Pangestu
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia, Vol. 2, No. 1 (2020), hal. 11-20
penerapan model pembelajaran SQ3R pembelajaran. Sedangkan tes objektif,
(Survey, Question, Read, Recite, Review) dengan pemilihan butir-butir soal
di kelas IV SDN 1 Gisting 2017/2018. pilihan jamak yang berjumlah 30 item
Populasi dalam penelitian ini soal yang relevan dengan kompetensi
adalah peserta didik Kelas IV A, B, dan dasar dan indikator yang telah dibuat.
C SDN 1 Gisting 2017/2018. Populasi Tes terdiri dari tes awal (pre-test) dan
berjumlah 101 siswa yang tersebar tes akhir (post-test).
kedalam 3 kelas, Kelas IV A terdiri dari Menurut Arikunto (2012: 67) tes
34 siswa, Kelas IV B terdiri dari 35 merupakan alat atau prosedur yang
siswa, dan kelas IV C terdiri dari 32 digunakan untuk mengetahui atau
siswa. mengukur sesuatu dalam suasana,
1) Teknik Observasi dengan cara dan aturan-aturan yang
Teknik pengumpulan data yang sudah ditentukan. Tes yang digunakan
digunakan adalah observasi. Menurut berupa tes objektif berbentuk pilihan
Sugiyono (2014: 203) teknik ganda yang berjumlah 30 item. Soal
pengumpulan data dengan observasi pilihan ganda adalah suatu bentuk soal
digunakan bila, penelitian berkenaan yang mempunyai satu alternatif
dengan perilaku manusia, proses kerja, jawaban yang benar atau paling tepat.
gejala-gejala alam dan bila responden Teknik analisis data
yang diamati tidak terlalu besar. Teknik menggunakan uji normalitas dan uji
observasi dalam penelitian ini homogenitas. Uji normalitas dilakukan
digunakan untuk melihat keaktifan untuk mengetahui apakah data yang
belajar siswa selama proses berasal dari kedua kelas berupa nilai
pembelajaran dengan menggunakan hasil belajar berasal dari populasi yang
model pembelajaran SQ3R. Penelitian berdistribusi normal atau tidak. Uji
ini menggunakan observasi terstruktur. normalitas data menggunakan rumus
2) Teknis tes Chi-kuadrat (X2) (Arikunto, 2012: 276).
Teknik tes digunakan untuk
mengumpulkan data mengenai hasil X2 =
–
belajar siswa. Teknik ini bertujuan
untuk mengetahui tingkat pemahaman
siswa mengenai pembelajaran yang Keterangan:
diajarkan. X= Chi-kuadrat / normalitas sampel
Menurut Arikunto (2012: 67), tes Fo = Frekuansi yang diobservasi
merupakan alat atau prosedur yang Fh = Frekuansi yang diharapkan
digunakan untuk mengetahui atau Kriteria pengujian apabila X2hitung
mengukur sesuatu dalam suasana, ≤ X2tabel dengan = 0,05 maka
dengan cara dan aturan-aturan yang berdistribusi normal, sebaliknya
sudah ditentukan. Pada penelitian ini apabila X hitung > X tabel maka tidak
2 2
tes yang digunakan berupa tugas dan berdistribusi normal.
tes objektif. Tugas yang diberikan Uji homogenitas dilakukan untuk
adalah dengan memberikan bacaan memperoleh asumsi bahwa sampel
kepada peserta didik pada proses penelitian berawal dari kondisi yang
15
Pengaruh Model Pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Gisting, Tanggamus
sama atau homogen. Uji homogenitas yang tidak menerapkan model SQ3R
dilakukan dengan menggunakan One (Survey, Question, Read, Recite, Review).
Way Anova (Sugiyono, 2014: 265) Materi yang diajarkan berupa materi
Tabel 1. Ringkasan Uji Homogenitas kelas IV semester 2 dengan tema 6
Sumber Dk Jumlah MK Fh Ftab Kepu- Indahnya Negeriku, subtema 1
Variasi Kuadrat tusan
Total N- Jktot Fh > Ftab
Keanekaragaman Hewan dan
1 Homogeny Tumbuhan.
Antar m- Jkant Mkant Penelitian dilakukan selamA
kelom- 1
pok
enam kali pertemuan. Untuk kelas
Dalam N– Jkdal Mkdal eksperimen kegiatan belajar atau
Kelom- m aktivitas siswa dengan model (Survey,
pok
Question, Read, Recite, Review)
Sumber : Sugiyono, 2014:265
diperoleh melalui lembar observasi
N = Jumlah seluruh anggota sampel
yang dinilai oleh peneliti selama
m = Jumlah kelompok sampel ≥
pembelajaran berlangsung dan hasil
belajar siswa diperoleh dari pemberian
Kriteria pengujian apabila Fhitung ≥
posttest diakhir pertemuan pada
Ftabel dengan = 0,05 maka homogen,
masing-masing kelas. Namun, pada
sebaliknya apabila Fhitung < Ftabel maka
awal pembelajaran siswa terlebih
tidak homogen.
dahulu diberikan pretest untuk
mengetahui kemampuan awal siswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Butir soal yang digunakan untuk pretest
Hasil Penelitian
dan posttest yaitu 60 soal pilihan ganda.
Penelitian ini bertujuan untuk
Berikut data aktivitas siswa.
mengetahui pengaruh penggunaan
Tabel 2. Data aktivitas siswa dengan
model pembelajaran SQ3R (Survey,
Question, Read, Recite, Review) terhadap N Tingkat Ketera Freku %
hasil belajar siswa pada pembelajaran o. Keberha ngan ensi
terpadu. Metode yang digunakan dalam silan
penelitian ini adalah metode quasi (%)
experiment dengan desain penelitian 1 >80 Sangat 1 2,8
nonequivalent control group design. Aktif 5
Penelitian ini menggunakan purposive 2 79 – 60 Aktif 28 80
sampling. Instrument yang digunakan 3 59 – 50 Cukup 6 17,
dalam penelitoan ini non-tes dan tes. 14
Data analisis menggunakan 4 <50 Kurang -
independent sample t test. Jumlah 35 10
Penelitian ini menggunakan dua 0
kelas sebagai sampel, yaitu kelas IV B model SQ3R
(eksperimen) yang menerapkan
pembelajaran dengan menggunakan Berdasarkan tabel di atas, dapat
model SQ3R (Survey, Question, Read, diketahui bahwa aktivitas siswa dengan
Recite, Review), dan kelas IV A (kontrol) model pembeajaran SQ3R (Survey,
16
Yulita Dwi Lestari, Deviyanti Pangestu
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia, Vol. 2, No. 1 (2020), hal. 11-20
Question, Read, Recite, Review) selama Sehingga perhitungan distribusi
enam petemuan diperoleh siswa yang frekuensi nilai posttest kelas
sangat aktif sebanyak 1 siswa, aktif eksperimen.
sebanyak 28 siswa, dan cukup aktif Pada kelas yang diberikan
sebanyak 6 siswa, sehingga rata-rata perlakuan menggunakan model
aktivitas siswa diperoleh nilai 64,10% pembeajaran SQ3R (Survey, Question,
yang berarti aktif. Read, Recite, Review diperoleh nilai
Penerapan model model posttest dengan nilai tertinggi adalah
pembeajaran SQ3R (Survey, Question, 90 dan nilai terendah adalah 50.
Read, Recite, Review) pada kelas Sehingga perhitungan distribusi
eksperimen diberikan sebanyak enam frekuensi nilai posttest kelas
kali pertemuan dengan jumlah siswa 35 eksperimen.
orang. Data yang dianalisis adalah hasil Tabel 4. Distribusi Nilai Posttest Kelas
belajar siswa Data yang diperoleh Eksperimen
berupa nilai pretest dan nilai posttest. No. Interval Posttest
Tabel 3. Distribusi Nilai Pretest Kelas Nilai Frekuensi Persen
Eksperimen
(%)
No. Interval Pretest
1. 50-56 1 2,85
Nilai Frekuensi Persen
2. 57-63 2 5,71
(%)
1. 40-46 3 8,57 3. 64-70 5 14,28
2. 47-53 7 2 4. 71-77 8 22,85
3. 54-60 8 22,85 5. 78-84 10 28,57
4. 61-67 6 17,14 6. 85-90 9 25,71
5. 68-74 9 25,71 Total 35 100,00
6. 75-80 2 5,71
Total 35 100,00 Berdasarkan tabel di atas dapat
terlihat bahwa hasil posttest yang
Dapat dilihat pada tabel diatas diberikan pada kelas eksperimen
bahwa hasil pretest yang diberikan memiliki frekuensi nilai tertinggi
pada kelas eksperimen memiliki sebesar 10 (28,57%) yang terletak
frekuensi nilai tertinggi sebesar 9 pada interval nilai 78-84 dan frekuensi
(25,71%) yang terletak pada interval nilai terendah sebesar 1 (2,85%) yang
nilai 68-74 dan frekuensi nilai terendah terletak pada interval nilai 50-56.
sebesar 2 (5,71%) yang terletak pada Proses pembelajaran pada kelas
interval nilai 75-81 dan 75-81. kontrol dengan tidak menggunakan
Pada kelas yang diberikan model pembelajaran SQ3R (Survey,
perlakuan menggunakan model Question, Read, Racite, review, jumlah
pembeajaran SQ3R (Survey, Question, siswa 35 orang. Data yang dianalisis
Read, Recite, Review diperoleh nilai adalah hasil belajar siswa yang dapat
posttest dengan nilai tertinggi adalah dilihat pada lampiran 10, hal 116. Data
90 dan nilai terendah adalah 50.
17
Pengaruh Model Pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Gisting, Tanggamus
yang diperoleh berupa nilai pretest dan Dapat terlihat bahwa hasil
nilai posttest. posttest yang diberikan pada kelas
Tabel 5. Distribusi Nilai Pretest kelas kontrol memiliki frekuensi nilai
Kontrol tertinggi sebesar 10 (29,41%) yang
No. Interval Pretest terletak pada interval nilai 57-63 dan
Nilai Frekuensi Persen frekuensi nilai terendah sebesar 1
(%) (2,94%) yang terletak pada interval
1. 40-46 9 26,47 nilai 78-84.
2. 47-53 11 31,42
3. 54-60 7 20,58 Pembahasan
4. 61-67 2 5,88 Berdasarkan data hasil penelitian
5. 68-74 3 8,82 yang dilakukan, diketahui bahwa hasil
6. 75-80 2 5,88 belajar siswa pada pembelajaran
Total 34 100,00 terpadu kelas eksperimen yang
menerapkan model pembelajaran SQ3R
Berdasarkan tabel di atas terlihat (Survey, Question, Read, Recite, Review)
bahwa hasil pretest yang diberikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
pada kelas kontrol memiliki frekuensi Model pembelajaran SQ3R
nilai tertinggi sebesar 11 (31,42%) (Survey, Question, Read, Recite, Review)
yang terletak pada interval nilai 47-53 adalah pembelajaran berbasis masalah
dan frekuensi nilai terendah sebesar 2 atau menyodorkan masalah kepada
(5,88%) yang terletak pada interval peserta didik untuk memecahkan
nilai 61-67 dan 75-81. secara individual atau kelompok. Hal
Pada kelas kontrol yang tidak tersebut sejalan dengan Robinson dan
menggunakan model pembelajaran dalam Hanafiah (2010: 59) menyatakan
SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, bahwa model pembelajaran
Review) diperoleh nilai posttest dengan pembelajaran SQ3R (Survey, Question,
nilai tertinggi adalah 90 dan nilai Read, Recite, Review) adalah salah satu
terendah adalah 50, Sehingga model pembelajaran yang digunakan
perhitungan distribusi frekuensi nilai untuk merangsang berpikir tingkat
posttest kelas kontrol sebagai berikut. tinggi siswa dalam situasi yang
Tabel 6. Distribusi Nilai Posttest kelas berorientasi pada masalah dunia nyata,
Kontrol termasuk di dalamnya belajar.
Proses pembelajaran model
N Interval Posttest
o. Nilai Frekue Persen (%) pembelajaran SQ3R (Survey, Question,
nsi Read, Recite, Review), yaitu pertama,
1. 50-56 4 11,76 siswa menyelidiki mengenai
2. 57-63 10 29,41 bacaan/gambaran mengenai isi/pokok
3. 64-70 9 26,47 yang akan dipelajari, kemudian
4. 71-77 8 23,52 mengajukan perytanyaan berdasarkan
5. 78-84 1 2,94
bacaan, selanjutnya membaca secara
6. 85-90 2 5,88
Total 34 100,00 aktif untuk memberikan jawaban,
mengucap kembali atas jawaban yang
18
Yulita Dwi Lestari, Deviyanti Pangestu
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia, Vol. 2, No. 1 (2020), hal. 11-20
diberikan, dan yang terakhir adalah menaggapi pertanyaan yang diberikan
mengulang kembali apa yang dibacanya oleh guru dan siswa dari kelompok
sehingga peserta didik menemukan lainnya.
sendiri jawaban yang telah Hal ini dikarenakan siswa benar-
dipertanyakan di awal pembelajaran. benar paham atas hasil yang ia miliki.
Penggunaan model pembelajaran SQ3R Kemudian dalam hal pencapaian
(Survey, Question, Read, Recite, Review) indikator dan tujuan pembelajaran
pada pembelajaran terpadu dapat yang telah dibuat, siswa dapat
memberi ruang kepada siswa untuk mencapainya dengan baik.
mengoptimalkan kemampuan yang Berdasarkan pemaparan di atas,
dimiliki. dapat dikemukakan bahwa model
Hal tersebut dikarenakan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question,
pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review dapat
Read, Recite, Review) adalah model meningkatkan hasil belajar siswa pada
pembelajaran yang membantu siswa pembelajaran terpadu kelas IV SDN 1
mengaitkan pengetahuan dan Gisting.
keterampilan yang dimiliki untuk
memecahkan masalah. Mintowati SIMPULAN
(2003:23) menegaskan bahwa Berdasarkan hasil penelitian dan
pembelajaran SQ3R (Survey, Question, pembahasan, dapat disimpulkan bahwa
Read, Recite, Review) merupakan ada pengaruh model pembelajaran
strategi pembelajaran yang melibatkan SQ3R (Survey, Question, Read, Recite,
siswa dalam memecahkan masalah Review) terhadap hasil belajar siswa
dengan mengintegrasikan berbagai pada pembelajaran di kelas IV SDN 1
konsep dan keterampilan dari berbagai Gisting Tahun ajaran 2017/2018. Serta
disiplin ilmu. ada perbedaan hasil belajar siswa pada
Efek lain dari model pembelajaran terpadu sebelum dan
pembelajaran SQ3R (Survey, Question, sesudah diterapkan model
Read, Recite, Review) dapat dilihat dari pembelajaran SQ3R (Survey, Question,
meningkatnya aktivitas siswa di dalam Read, Recite, Review) di kelas IV SDN 1
kelas. Hal ini dikarenakan dalam proses Gisting.
pembelajaran menggunakan model Model pembelajaran SQ3R
pembelajaran SQ3R (Survey, Question, (Survey, Question, Read, Recite, Review)
Read, Recite, Review), siswa dilatih dapat dijadikan alternatif yang dapat
untuk bekerjasama di dalam kelompok. memberikan kontribusi pemikiran dan
Interaksi di dalam kelompok tersebut informasi khususnya bagi guru dalam
membuat siswa menjadi lebih aktif dan meningkatkan hasil belajar siswa,
termotivasi untuk menyelesaikan tugas karena dengan diterapkannya model
yang diberikan karena dikerjakan pembelajaran tersebut.
secara bersamaan.. Terlebih lagi, pada Model pembelajaran SQ3R
kegiatan mempresentasikan hasil (Survey, Question, Read, Recite, Review)
diskusi di depan kelas, siswa menjadi secara berkesinambungan dalam
lebih percaya diri dan mampu pembelajaran dapat dijadikan sebagai
19
Pengaruh Model Pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Recite, Review) terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Gisting, Tanggamus
sarana bagi guru untuk melatih dan of Online Program, Editor by Paul
mengembangkan keingintahuan siswa Darbyshire. Harshey, USA: IRM
serta berfikir kritis dan analisis. Press.
Hamalik, Oemar. (2011). Proses Belajar
DAFTAR PUSTAKA Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta.
Abied. (2011). Teori Belajar Gagne. (on Rusman. (2012). Model-model
line),([Link] Pembelajaran. PT. Rajagrafindo
diakses 24 Desember 2017). Persada. Depok
Arikunto, Suharsimi. (2012). Prosedur Sugiyono. (2014). Metode Penelitian.
Penelitian Suatu Pendekatan Alfabeta. Bandung.
Praktik. Rineka Cipta. Jakarta. Suprihatiningrum, Jamil. (2016).
Eom, Sean. B, [Link]. (2006). The Strategi Pembelajaran. Ar-Ruzz
Determinants of Web-Based Media. Jogjakarta.
Instructional SystemsOutcome and Syah, Muhibbin. (2011). Psikologi
Satisfaction: An Empirical Pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Investigation, on CognitiveAspext Bandung.
20