TUGAS 1
PENGANTAR EKONOMI MAKRO ECON4101
ARMANDITO DICKI PRATAMA
054525622
S1 MANAJEMEN
SURABAYA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TERBUKA SURABAYA
Tugas Tutorial 1
Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Makro/ECON4101
Petunjuk Pengerjaan Tugas Tutorial:
▪ Silakan Anda jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat dan lengkap.
▪ Jika Anda menggunakan referensi bacaan terkait dengan jawaban, silakan uraikan
dengan kalimat sendiri/parafrase (tidak copy paste) dan tuliskan referensinya
▪ Waktu pengerjaan adalah 2 (dua) minggu sejak Tugas Tutorial ini dapat diakses
SOAL:
1. Jelaskan secara lengkap tentang konsep-konsep dasar ilmu ekonomi!
2. Investasi merujuk pada peningkatan stok aset modal, yang mencakup peralatan,
bangunan, dan persediaan. Dalam proses pengambilan keputusan investasi,
terdapat tiga elemen utama yang memengaruhi keputusan tersebut. Uraikan
faktor-faktor yang mendorong suatu pihak dalam pengambilan keputusan
berinvestasi!
3. Ilmu ekonomi termasuk dalam kelompok ilmu sosial karena mempelajari perilaku
manusia sebagai makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain. Namun,
keilmiahan ilmu ekonomi bergantung pada kemampuannya membedakan antara
pernyataan ekonomi positif dan normatif. Jelaskan perbedaan antara pernyataan
ekonomi positif dan ekonomi normatif!
4. Hitunglah nilai dari MPC, tabungan (S), dan MPS dari tabel di bawah ini!
Pendapatan Marginal
Marginal
Disposabel Konsumsi (C) Propensity to Tabungan
Propensity to
(Yd) (Rupiah) Consume (S)
Saving (MPS)
(Rupiah) (MPC)
1 2 3 4 5
3.000.000 1.950.000 - ... -
4.000.000 2.600.000 ... ... ...
5.000.000 3.250.000 ... ... ...
6.000.000 3.900.000 ... ... ...
7.000.000 4.550.000 ... ... ...
5. Pada dasarnya, PDB mengukur total pendapatan dan pengeluaran yang terjadi
dalam suatu perekonomian, dan dalam bentuk PDB per kapita. Namun, dalam
kenyataannya ditemukan fakta bahwa tingginya PDB per kapita suatu negara tidak
menjamin tingginya kualitas pendidikan dan kesehatan yang dinikmati oleh
penduduknya. Terdapat enam hal yang tidak dimasukkan dalam konsep
perhitungan PDB, jelaskan keenam kegiatan yang tidak dimasukkan dalam
perhitungan PDB tersebut!
~~Selamat Mengerjakan~~
JAWABAN
1. Konsep – Konsep Dasar Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi pada dasarnya mempelajari bagaimana manusia berupaya
memenuhi kebutuhan hidup yang tidak terbatas dengan sumber daya yang
jumlahnya terbatas. Dari situ lahirlah berbagai konsep dasar yang menjadi fondasi
dalam memahami perilaku ekonomi, baik ditingkat individu, perusahaan, maupun
negara. Berikut konsep-konsep dasarnya :
a. Kebutuhan dan Keinginan
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi manusia agar dapat
bertahan hidup dan mencapai kesejahteraan seperti makanan, pakaian, dan
tempat tinggal. Sementara itu, keinginan bersifat tambahan dan tidak selalu
penting, misalnya liburan ke luar negeri atau membeli mobil mewah. Perbedaan
keduanya menjadi penting karena sumber daya yang tersedia terbatas,
sehingga manusia perlu menentukan prioritas mana yang harus dipenuhi
terlebih dahulu.
b. Kelangkaan
Kelangkaan merupakan kondisi Ketika sumber daya atau alat pemuas
kebutuhan jumlahnya terbatas, sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas.
Inilah masalah utama dalam ekonomi. Karena problem tersebut, manusia tidak
dapat memiliki semua keinginannya sehingga perlu membuat pilihan. Contoh,
seseorang yang hanya memiliki sejumlah uang harus memilih antara membeli
bahan makanan atau membayar biaya transportasi.
c. Pilihan dan Biaya Peluang
Ketika seseorang memilih satu alternatif, makai a harus mengorbankan
alternatif lain. Biaya peluang adalah nilai dari pilhan terbaik yang dikorbankan
akibat keputusan tersebut. Misalnya, jika seseorang memilih bekerja daripada
melanjutkan kuliah, maka biaya peluangnya adalah kesempatan memperoleh
ilmu dan gelar yang hilang akibat keputusan tersebut.
d. Motif Ekonomi
Motif ekonomi merupakan dorongan yang membuat sesorang melakukan
tindakan ekonomi. Motif ini bisa berupa keinginan untuk mendapatkan
keuntungan, memenuhi kebutuhan, menolong orang lain, atau meningkatkan
kesejahteraan hidup. Dalam praktisnya, motif ekonomi tidak hanya berorientasi
pada uang, tetapi juga bisa berupa kepuasan moral dan social.
e. Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah pedoman dalam mengambil keputusan agar
mendapatkan hasil maksimal dengan pengorbanan minima. Intinya, manusia
diharapkan bertindak efisien dalam menggunakan sumber daya yang terbatas.
Contoh penerapan prinsip ekonomi adalah ketika seseorang memilih membeli
barang berkualitas baik dengan harga yang terjangkau.
f. Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi merupakan segala aktivitas yang dilakukan manusai
berdasarkan motif dan prinsip ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contoh, produsen memproduksi barang untuk mendapatkan laba, konsumen
membeli barang untuk memenuhi kebutuhan, dan pemerintah mengatur
kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
g. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah cara suatu negara mengatur dan mengelola selurh
kegiatan ekonominya. Meliputi produksi, distribusi dan konsumsi barang/jasa.
Secara umum, terdapat beberapa system ekonomi yaitu :
- Sistem ekonomi tradisional, yang masih mengandalkan kebiasaan dan
adat
- Sistem ekonomi pasar, yang memberi kebebasan penuh pada individu dan
mekanisme pasar.
- Sistem ekonomi komando, di mana pemerintah mengendalikan seluruh
kegiatan ekonomi.
- Sistem ekonomi campuran, yang menggabungkan unsur pasar dan peran
pemerintah secara seimbang
h. Pelaku Ekonomi
Pelaku ekonomi terdiri dari berbagai pihak yang saling berinteraksi dalam
kegiatan ekonomi, antara lain:
- Rumah tangga konsumen, sebagai pihak yang mengkonsumsi barang dan
jasa
- Rumah tangga produsen atau perusahaan, sebagai pihak yang
memproduksi barang dan jasa
- Pemerintah, yang mengatur dan menstabilkan kegiatan ekonomi
- Masyarakat luar negeri, yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor.
i. Kegiatan Ekonomi (Produksi, Distribusi dan Konsumsi)
Produksi yaitu proses menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang
atau jasa.
Distribusi yaitu kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke
konsumen
Konsumsi yaitu kegiatan yang menggunakan barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
j. Permintaan dan Penawaran
Permintaan menunjukkan jumlah barang atau jasa yang ingin dibeli oleh
konsumen pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran menunjukkan
jumlah barang atau jasa yang ingin dijual oleh produsen pada berbagai tingkat
harga. Interaksi antara keduanya menentukan harga keseimbangan di pasar.
2. Dalam konteks ekonomi, investasi merupakan kegiatan penanaman modal untuk
memperoleh manfaat atau keuntungan di masa mendatang. Keputusan untuk
berinvestasi tidak diambil secara sembarangan, melainkan dipengaruhi oleh
sejumlah factor utama yang saling berkaitan. Secara umum, terdapat tiga elemen
penting yang mendorong suatu oihak dalam mengambil keputusan investasi, yaitu
tingkat keuntungan yang diharapkan, tingkat suku bunga dan tingkat ketidakpastian
atau risiko. Berikut penjelasannya,
a. Tingkat keuntungan yang Diharapkan
Investor akan mempertimbangkan seberapa besar keuntungan yang dapat
diperoleh dari suatu investasi. Semakin tinggi potensi keuntungan yang
diharapkan, semakin besar pula dorongan seseorang atau perusahaan untuk
berinvestasi. Keuntungan ini dapat berupa laba usaha, bunga, dividen, atau
apresiasi nilai aset. Oleh karena itu, keputusan investasi umumnya akan lebih
kuat apabila prospek pengembalian modal terlihat menjanjikan dan stabil dalam
jangka panjang.
b. Tingkat Suku Bunga
Suku bunga berperan penting dalam menentukan biaya modal. Ketika tingkat
suku bunga tinggi, biaya pinjaman untuk mendanai investasi juga meningkat,
sehingga minat berinvestasi cenderung menurun. Sebaliknya, ketika suku
bunga rendah, biaya pembiayaan menjadi lebih ringan dan investasi menjadi
lebih menarik. Dengan kata lain, terdapat hubungan terbalik antara suku bunga
dan jumlah investasi yang dilakukan dalam perekonomian.
c. Tingkat Ketidakpastian dan Risiko
Setiap keputusan investasi selalu mengandung risiko, baik dari sisi ekonomi,
politik, maupun kondisi pasar. Investor yang rasional akan memperhitungkan
tingkat risiko terhadap potensi keuntungan yang akan diperoleh. Apabila risiko
dianggap terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan keuntungan yang
diharapkan, maka kecenderungan untuk berinvestasi akan menurun. Namun,
bila risiko tersebut masih dalam batas wajar dan bisa dikelola, maka keputusan
investasi dapat tetap dilakukan.
3. Dalam kajian ilmu ekonomi, dikenal dua jenis pernyataan yang memiliki fungsi dan
pendekatan berbeda, yaitu pernyataan ekonomi positif dan pernyataan ekonomi
normatif. Keduanya sama-sama penting dalam memahami fenomena ekonomi,
namun memiliki perbedaan mendasar dalam cara memandang suatu masalah dan
memberikan penilaian terhadapnya. Berikut penjelasan lengkapnya:
a. Pernyataan Ekonomi Positif
Pernyataan ekonomi positif adalah pernyataan yang bersifat objektif, dapat
dibuktikan kebenarannya melalui data, fakta, atau observasi empiris.
Pernyataan ini menjelaskan apa adanya tentang suatu kondisi ekonomi tanpa
melibatkan pendapat atau nilai moral seseorang. Artinya, pernyataan ekonomi
positif berfokus pada deskripsi dan analisis fakta yang terjadi.
Contoh :
- Kenaikan harga BBM menyebabkan biaya transportasi meningkat
- Jika pajak dinaikkan, daya beli masyarakat cenderung menurun
b. Pernyataan Ekonomi Normatif
Sebaliknya, pernyataan ekonomi normatif bersifat subjektif, karena didasarkan
pada pendapat, nilai, atau pandangan pribadi tentang apa yang seharusnya
terjadi dalam perekonomian. Pernyataan ini tidak dapat dibuktikan benar atau
salah secara ilmiah, karena bergantung pada sudut pandang dan nilai moral
seseorang. Fokus utama pernyataan normatif adalah memberikan rekomendasi
kebijakan atau penilaian etis terhadap suatu kondisi ekonomi.
Contoh :
- Pemerintah seharusnya menurunkan pajak agar masyarakat lebih sejahtera
- Harga kebutuhan pokok sebaiknya diturunkan untuk membantu rakyat kecil
Kedua pernyataan tersebut tidak bisa diuji secara empiris karena
mengandung unsur nilai dan pendapat pribadi.
4.
Pendapatan Marginal
Marginal
Disposabel Konsumsi (C) Propensity to Tabungan
Propensity to
(Yd) (Rupiah) Consume (S)
Saving (MPS)
(Rupiah) (MPC)
1 2 3 4 5
3.000.000 1.950.000 - 1.050.000 -
4.000.000 2.600.000 0,65 1.400.000 0,35
5.000.000 3.250.000 0,65 1.750.000 0,35
6.000.000 3.900.000 0,65 2.100.000 0,35
7.000.000 4.550.000 0,65 2.450.000 0,35
Keterangan :
MPC =
2.600.000−1.950.000 650.000
= 1.000.000 = 0,65
4.000.000−3.000.000
Tabungan (s)
(1) – (2)
= 3.000.000 – 1.950.000
= 1.050.000
MPS =
1 – MPC
= 1 – 0,65
= 0,35
5. Kegiatan Non Pasar atau Produksi Rumah Tangga
Kegiatan yang dilakukan dalam rumah tanpa tujuan dijual, seperti memasak,
mencuci, mengasuh anak, atau memperbaiki barang sendiri, tidak dihitung dalam
PDB. Meskipun kegiatan tersebut bernilai ekonomi dan berkontribusi pada
kesejahteraan, karena tidak melibatkan transaksi pasar dan tidak memiliki nilai
moneter yang jelas. Maka, tidak dapat dimasukkan dalam perhitungan resmi PDB.
Kegiatan Sukarela atau Relawan
Segala bentuk kerja sukarela seperti membantu di panti asuhan, kegiatan sosial,
atau pelayanan masyarakat tanpa menerima upah juga tidak dihitung dalam PDB.
Hal ini karena kegiatan tersebut tidak menghasilkan pendapatan atau pembayaran
secara langsung, sehingga tidak ada nilai pasar yang bisa dicatat secara kuantitatif.
Transaksi di Sektor Informal dan Kegiatan Ilegal
Kegiatan ekonomi yang tidak tercatat secara resmi, seperti pedagang kaki lima
tanpa izin, pekerjaan tanpa kontrak, atau transaksi barang/jasa ilegal (misalnya
penyelundupan dan perdagangan narkoba), juga tidak termasuk dalam PDB.
Meskipun menghasilkan uang, kegiatan ini tidak dilaporkan secara resmi, sehingga
sulit diukur dan berpotensi menyesatkan data ekonomi nasional.
Transaksi Barang Bekas
Penjualan barang bekas seperti mobil, pakaian, atau furnitur lama tidak
dimasukkan dalam PDB karena barang tersebut sudah dihitung pada saat pertama
kali diproduksi dan dijual. Jika dimasukkan kembali, maka akan terjadi
penghitungan ganda yang membuat nilai PDB menjadi tidak akurat.
Transaksi Pembayaran
Pembayaran seperti pensiun, beasiswa, santunan sosial, atau bantuan pemerintah
kepada masyarakat tidak dihitung dalam PDB. Hal ini karena transfer tersebut
bukan hasil dari produksi barang atau jasa baru, melainkan hanya perpindahan
pendapatan dari satu pihak ke pihak lain tanpa ada proses produksi yang terjadi.
Kegiatan di Luar Negeri oleh Warga Negara
Pendapatan yang diperoleh oleh warga negara dari pekerjaan atau investasi di luar
negeri tidak termasuk dalam PDB (namun masuk dalam Pendapatan Nasional
Bruto atau GNP). PDB hanya menghitung nilai barang dan jasa yang diproduksi di
dalam wilayah suatu negara, tanpa memandang siapa yang memproduksinya.
Sumber Referensi :
Modul Pengantar Ekonomi Makro ECON4101