MAKALAH BAHASA INDONESIA
PARTIKEL, SINGKATAN, AKRONIM, KATA SANDANG, DAN KATA GANTI
D0SEN PENGAMPU:
SIPALIANA, M.A
DISUSUN OLEH:
1. Athifah Fitriani (2523320003)
2 .Intania Mayasari (2523320007)
3. Leksi Nisli Yulita (2523320017)
4. Widea Adhel Syafitri (2523320022)
5. Salwa Zaqiyah Ramadhani (2523320013)
PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTASUSHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SUKARNO BENGKULU
2025/2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul “Partikel, Singkatan, Akronim, Kata Sandang,
Dan Kata Ganti” ini dapat terselesaikan dengan baik. Penyusunan makalah ini bertujuan
untuk memenuhi tugas pembelajaran sekaligus memperdalam pengetahuan penulis mengenai
topik tersebut. Selain itu, makalah ini disusun sebagai upaya untuk mengembangkan
kemampuan berpikir kritis dan menyajikan informasi secara sistematis.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, baik dari segi isi maupun
penyajiannya. Hal tersebut tidak lepas dari keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan waktu
yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis dengan rendah hati mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun agar karya semacam ini dapat menjadi lebih baik di masa
mendatang.
Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Semoga isi yang disajikan dapat menjadi bahan referensi, menambah wawasan, serta
memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai topik yang dibahas.
Bengkulu, 20 Oktober 2025
Penyusun
BAB I
PEMBAHASAN
A. Partikel
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang
mendahuluinya.
Misalnya:
Bacalah buku itu baik-baik!
Bertepuk tanganlah mengikuti irama!
Apakah yang tersirat dalam surat itu?
Siapakah gerangan dia?
Apatah gunanya bersedih hati?
2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan
bijaksana.
Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.
Jangankan dua kali, sekali pun engkau belum pernah berkunjung ke
rumahku.
3. Bentuk pun yang merupakan bagian kata penghubung seperti berikut
ditulis serangkai.
Adapun kendatipun
andaipun maupun
ataupun meskipun
bagaimanapun sekalipun
biarpun sementangpun
jikapun sungguhpun
kalaupun walaupun
Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
Dia tetap bersemangat walaupun lelah.
Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.
Sekalipun teman dekat, dia belum pernah sekali pun datang ke rumahku.
Sementangpun aku ini bukan sanak-saudaramu, tidak sampai hati juga
aku melihat penderitaanmu itu.
4. Partikel per yang berarti 'demi', 'tiap', 'mulai', atau 'melalui' ditulis
terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
Mereka ke dalam ruang rapat satu per satu.
Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.
Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. Dia menghubungiku per telepon.
B. Singkatan
1. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, atau pangkat diikuti dengan
tanda titik di setiap unsur singkatan itu
Misalnya:
A.H. Nasution Abdul Haris Nasution
H. Hamid Haji Hamid
Suman Hs. Suman Hasibuan
dr. dokter
Dr. doktor
Dr. (H.C.) doktor honoris causa
M.B.A. master of business administration
[Link]. magister humaniora
[Link]. magister sains
Ph.D. philosophiae doctor (doctor of philosophy)
Prof. profesor
S.E. sarjana ekonomi
S.I.P sarjana ilmu politik
S.K.M. sarjana kesehatan masyarakat
[Link]. sarjana komputer
[Link]. sarjana sosial
Sp.A. spesialis anak
R.M. Syahid Raden Mas Syahid
Sdr. Lukman Saudara Lukman
Kol. Inf. Hendri Kolonel Infanteri Hendri
A.K.B.P. Purnomo Ajun Komisaris Besar Polisi Purnomo
2. Singkatan nama orang dalam bentuk inisial ditulis tanpa tanda titik. Misalnya:
LS Lilis Suryaningsih
SDD Sapardi Djoko Damono
STA Sutan Takdir Alisjahbana
3. Singkatan, termasuk akronim, yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf
kapital tanpa tanda titik. Misalnya:
dr. dokter
Dr. doktor
Dr. (H.C.) doktor honoris causa
M.B.A. master of business administration
[Link]. magister humaniora
[Link]. magister sains
Ph.D. philosophiae doctor (doctor of philosophy)
Prof. profesor
S.E. sarjana ekonomi
S.I.P sarjana ilmu politik
S.K.M. sarjana kesehatan masyarakat
[Link]. sarjana komputer
[Link]. sarjana sosial
Sp.A. spesialis anak
R.M. Syahid Raden Mas Syahid
4. a. Singkatan yang terdiri atas lebih dari dua huruf yang lazim digunakan
dalam dokumen atau surat-menyurat diikuti dengan tanda titik.
Misalnya:
dkk. dan kawan-kawan
dll. dan lain-lain
dsb. dan sebagainya
dst. dan seterusnya
hlm. halaman
sda. sama dengan di atas
ttd. tertanda
ybs. yang bersangkutan
yth. yang terhormat
b. Singkatan yang terdiri atas dua huruf yang lazim digunakan dalam
dokumen atau surat-menyurat diikuti tanda titik pada setiap huruf. misalnya
a.n. atas nama
d.a. dengan alamat
s.d. sampai dengan
u.b. untuk beliau
u.p. untuk perhatian
c. Singkatan yang lazim digunakan dalam penulisan alamat dapat ditulis
dengan dua huruf atau lebih dan diakhiri tanda titik.
Misalnya:
Gd. Tabrani Gedung Tabrani
Jl. Rawamangun Jalan Rawamangun
Gg. Kelinci Gang Kelinci
Kav. 5 Kaveling 5
Km. 57 Kilometer 57
Lt. 2 Lantai 2
No. 9 Nomor 9
5. Singkatan satuan ukuran, takaran, dan timbangan; lambang kimia;
dan mata uang tidak diikuti tanda titik.
Misalnya:
kVA kilovolt-ampere
km kilometer
kg kilogram
l liter
Cu kuprum
Rp rupiah
C. Akronim
1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata atau
gabungan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.
Misalnya:
Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Bulog Badan Urusan Logistik
Kalteng Kalimantan Tengah
Kowani Kongres Wanita Indonesia
Mabbim Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia- Malaysia
Suramadu Surabaya-Madura
Wita Waktu Indonesia Tengah
2. Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata
atau gabungan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf
nonkapital.
Misalnya:
iptek ilmu pengetahuan dan teknologi
pemilu pemilihan umum
puskesmas pusat kesehatan masyarakat
rapim rapat pimpinan
rudal peluru kendali
tilang bukti pelanggaran
D. Kata Ganti
Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya
1. Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang
mengikutinya, sedangkan -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan
kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
Rumah itu telah kujual.
Majalah ini boleh kaubaca.
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.
Rumahnya sedang diperbaiki.
2. Kata ganti kau yang bukan bentuk terikat ditulis terpisah dengan kata
yang lain.
Misalnya:
Aku ingin kau bersungguh-sungguh dengan apa yang kaukatakan.
Kau masih muda, Bung.
Sebaiknya kau mengurus adikmu saja.
E. Kata Sandang Si Dan Sang
1. Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
Surat itu dikembalikan kepada si pengirim.
Dalam cerita itu si Pitung berhasil menolong penduduk.
Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli.
Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik.
Sang adik mematuhi nasihat sang kakak.
Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.
2. Kata sang ditulis dengan huruf awal kapital jika merupakan unsur
nama Tuhan.
Misalnya:
Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta.
Pura dibangun oleh umat Hindu untuk memuja Sang Hyang Widhi
Wasa.