0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Pembelajaran IPA di SD: Teori dan Metode

Dokumen ini adalah buku jawaban tugas mahasiswa mengenai pembelajaran IPA di SD, yang mencakup teori Ausubel, perbandingan antara Piaget dan Bruner, pendekatan inkuiri, serta metode simulasi dalam pembelajaran. Mahasiswa menjelaskan pentingnya konteks sosial dalam pembelajaran dan memberikan contoh konkret untuk setiap teori dan metode. Selain itu, mahasiswa menyatakan bahwa metode inkuiri adalah yang paling efektif untuk pembelajaran IPA di SD karena dapat menumbuhkan sikap ilmiah dan keterampilan berpikir kritis.

Diunggah oleh

mkdestia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Pembelajaran IPA di SD: Teori dan Metode

Dokumen ini adalah buku jawaban tugas mahasiswa mengenai pembelajaran IPA di SD, yang mencakup teori Ausubel, perbandingan antara Piaget dan Bruner, pendekatan inkuiri, serta metode simulasi dalam pembelajaran. Mahasiswa menjelaskan pentingnya konteks sosial dalam pembelajaran dan memberikan contoh konkret untuk setiap teori dan metode. Selain itu, mahasiswa menyatakan bahwa metode inkuiri adalah yang paling efektif untuk pembelajaran IPA di SD karena dapat menumbuhkan sikap ilmiah dan keterampilan berpikir kritis.

Diunggah oleh

mkdestia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU JAWABAN TUGAS

PDGK4104/Pembelaharan IPA di SD

TUGAS 1

Nama Mahasiswa : Destia Mufkholifah

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 877784546

Kode/Nama Mata Kuliah : PDGK4104/PERSPEKTIF PENDIDIKAN SD

Kode/Nama UT Daerah : AMBARAWA

Masa Ujian : 2024/2025 Genap (2025.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
SOAL TUTORIAL 1

MATA KULIAH PEMBELAJARAN IPA DI SD

1. Bagaimana proses pembelajaran IPA di SD menurut Ausubel? Jelaskan dan


berilah contohnya.
Jawab :
• Ausubel dalam bukunya Educational Psychology: A Cognitive View,
menyatakan bahwa faktor yang paling penting yang mempengaruhi belajar
ialah apa yang telah diketahui siswa. Pernyataan Ausubel inilah yang
menjadi inti teori belajarnya, yaitu belajar bermakna. Belajar secara verbal
diajarkan melalui pengajaran langsung seperti ceramah dan sudah
berlangsung selama bertahun-tahun. Penelitian tentang cara mengajar yang
efektif yang baru saja dilakukan mengindikasikan bahwa jika informasi
yang diinginkan dapat masuk ke dalam memori atau ingatan, maka model
pengajaran secara langsung adalah cara yang terbaik. Belajar secara verbal
atau langsung adalah lebih efektif untuk diberikan di kelaskelas bawah yaitu
kelas I sampai dengan kelas III, sedangkan untuk kelas atas yaitu mulai kelas
IV sampai dengan kelas VI, maka pengajaran secara verbal keefektifannya
akan semakin berkurang. David P. Ausubel menyebutkan bahwa pengajaran
secara verbal adalah lebih efisien dari segi waktu yang diperlukan untuk
menyajikan pelajaran dan menjanjikan bahwa pebelajar dapat mempelajari
materi pelajaran dalam jumlah yang lebih banyak.
• Sebagai contoh dalam suatu kelas misalnya kelas III, siswa dikelompokkan
menjadi 2 kelompok. Kelompok I diberi daftar nama-nama benda, binatang,
tumbuhan dan sebagainya, demikian juga dengan kelompok II. Kemudian
beri waktu tiap-tiap kelompok selama 1 menit untuk mengingat kata-kata
yang terdapat dalam daftar kelompoknya. Misalnya: Daftar I Daftar II Kuda
Durian Durian Mangga Merah Rambutan Coklat Kambing Kambing Kuda
Mangga Sapi Kuning Merah Sapi Coklat Rambutan Kuning Sesudah 1
menit, setiap anak kemudian disuruh menuliskan sebanyak mungkin kata-
kata yang dapat mereka ingat. Kemudian bandingkan jumlah kata-kata yang
dapat diingat dan benar untuk kedua kelompok. Bagaimana hasilnya?
Kelompok manakah yang dapat mengingat kata-kata dengan jumlah yang
lebih banyak? Dari daftar kata-kata di atas, perbedaan apakah yang dapat
Anda lihat pada ke- dua daftar tersebut? Dalam daftar II terdiri dari kata-
kata yang tersusun ke dalam suatu pola. nama buah/pohon - nama hewan -
warna. Sedangkan dalam daftar I, kata-kata tersebut belum ada pola yang
jelas. Jadi dapat dikatakan bahwa kata-kata dalam daftar II lebih bermakna
bagi siswa.

2. Apa perbedaan teori Piaget dan model Bruner dalam pembelajaran IPA di SD?
Jawab :
Meskipun Bruner dan Piaget sama-sama menekankan konteks sosial sebagai hal
yang penting bagi perkembangan kognitif, Bruner lebih tegas dalam menempatkan
konteks sosial dalam kerangka kerja yang sering disebut sebagai konstruktivisme
sosial atau teori sosiokultural , sedangkan orientasi Piaget adalah pada pemikiran
individual.

3. Dalam pembelajaran IPA di SD ada pendekatan inkuiri, jelaskan dan berikan


contoh pembelajaran pada materi IPA kls II SD.
Jawab :
• Pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPA di SD adalah pendekatan yang
menekankan pada proses mencari dan menemukan sendiri suatu
pengetahuan oleh peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator yang
membantu siswa untuk menyelidiki, mengamati, menanya, mencoba,
menalar, dan menyimpulkan suatu fenomena alam.
Tujuan pendekatan ini adalah agar siswa berpikir ilmiah, memiliki rasa ingin
tahu, serta mampu memecahkan masalah berdasarkan bukti nyata.

Contoh Pembelajaran IPA Kelas II SD


Tema: Perubahan Wujud Benda
Submateri : Mencair ( Es Menjadi Air)
Langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Inkuiri
1. Dengan membaca instruksi langkah percobaan, siswa dapat mengidentifikasi
informasi dari teks tentang langkah percoban perubahan wujud benda secara
lisan atau tulis dengan tepat
2. Dengan melakukan percobaan berdasarkan instruksi dalam teks, siswa dapat
menuliskan hasil pengamatan perubahan wujud dari benda.
3. Dengan melengkapi diagram perubahan wujud, siswa dapat menyimpulkan
hasil percobaan berupa teks laporan informatif tentang perubahan wujud benda
secara tertulis.
4. Dengan kegiatan diskusi kelompok menyelesaikan kasus persamaan dua
ekspresi, siswa dapat mengidentifikasi kesamaan dua ekspresi menggunakan
operasi penjumlahan.
5. Dengan melengkapi persamaan dua ekspresi, siswa dapat menuliskan kalimat
matematika untuk kesamaan dua ekspresi yang berkaitan dengan penjumlahan.
6. Dengan mendengarkan ketukan pada alat musik ritmis, siswa dapat
mengidentifikasi pola irama rata lagu bertanda birama enam.
7. Dengan mengikuti arahan guru dalam menyanyikan lagu wajib berjudul “Tanah
Airku”, siswa dapat menyanyikan lagu wajib birama enam dengan ketukan yang
benar

4. Bagaimana Langkah- Langkah pembelajaran IPA di SD dengan menggunakan


metode simulasi.
Jawab :
Metode simulasi dalam pembelajaran IPA di SD adalah metode yang melibatkan
peniruan atau peragaan suatu situasi, proses, atau peristiwa ilmiah agar siswa dapat
memahami konsep secara konkret dan bermakna.
Melalui simulasi, siswa bermain peran atau mempraktikkan suatu fenomena yang
terjadi di alam, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, aktif, dan mudah
dipahami.
Langkah-Langkah Pembelajaran IPA dengan Metode Simulasi :

1. Tahap Persiapan / Orientasi

• Guru menentukan topik IPA yang akan disimulasikan (misalnya: daur air,
pernapasan, gaya, rantai makanan, dll).
• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan alur simulasi yang akan dilakukan.
• Guru menyiapkan alat dan bahan sederhana yang dibutuhkan dalam simulasi.

2. Tahap Pembentukan Kelompok dan Pembagian Peran

• Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.


• Setiap kelompok atau individu mendapat peran sesuai bagian dari proses
yang disimulasikan.

3. Tahap Pelaksanaan Simulasi

• Siswa melakukan peragaan sesuai peran masing-masing dengan bimbingan


guru.
• Guru mengamati jalannya simulasi dan membantu jika ada kesalahan.

4. Tahap Diskusi dan Analisis

• Setelah simulasi selesai, guru mengajak siswa mendiskusikan hasil simulasi.


• Siswa menjawab pertanyaan seperti:
“Apa yang terjadi saat air terkena panas matahari?”
“Mengapa air kembali ke laut setelah hujan?”
• Guru menegaskan konsep IPA yang dipelajari melalui pengalaman simulasi.

5. Tahap Penyimpulan
• Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran, misalnya:
“Daur air terjadi secara terus-menerus melalui proses penguapan,
pengembunan, dan turunnya hujan.”
6. Tahap Tindak Lanjut / Refleksi

• Guru memberi tugas lanjutan atau pertanyaan reflektif.


• Misalnya: “Bagaimana jika tidak ada matahari, apakah air tetap dapat
menguap?”

5. Dalam pembelajaran IPA di SD berbagai metode pembelajaran digunakan.


Menurut anda metode pembelajaran apa yang lebih baik dalam pembelajaran IPA
di SD ? berikan alas an
Jawab :
Menurut saya Metode inkuiri yang paling tepat untuk pembelajaran IPA di SD
karena :
• menumbuhkan sikap ilmiah,
• mengembangkan keterampilan berpikir kritis,
• membuat pembelajaran bermakna, dan
• sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa SD yang aktif dan ingin tahu.

Anda mungkin juga menyukai