Program Supervisi SMP Al Islam 2025/2026
Program Supervisi SMP Al Islam 2025/2026
Puji dan syukur dipersembahkan ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa atas rahmat dan
karunia-Nya jualah kami dapat menyelesaikan penyusunan Program Supervisi Tahun
2025/2026 pada SMP Al Islam Sumedang.
Program Supervisi Tahun Pelajaran 2025/2026 pada SMP Al Islam Sumedang ini
disusun dengan latar belakang tuntutan untuk memenuhi implementasi salah satu
kompetensi yang harus dikuasai dan dilaksanakan seorang Kepala Sekolah yaitu
Kompetensi Supervisi. Pogram Supervisi tahun 2025/2026 ini meliputi Supervisi Akademis
dan Supervisi Manajerial. Supervisi Akademis dilakukan sebagai salah satu upaya untuk
meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas pokoknya sedangkan
Supervisi Manajerial dilakukan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan dan administrasi
sekolah.
Harapan kami semoga Program Supervisi Tahun Pelajaran 2025/2026 dapat
terlaksana dengan efektif dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan
kualitas pengelolaan setiap unit kegiatan dan administrasi sekolah.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan Program
Supervisi Tahun 2025/2026 ini terutama Pengawas Pembina yang memberi masukan bagi
terwujudnya Program Supervisi ini.
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam kehidupan manusia yang
merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter [Link] formal adalah
salah satu focus,manusia diberikan dasar-dasar pengetahuan sebagai dasar-dasar
pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani hidup,dimana dalam hal ini menjadi suatu
jenjang yang memang sudah selayaknya dilalui dalam proses kehidupan manusia.
Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau
supervise dan supervisor bertanggung jawab dalam munculnya suatu yang efektif dan efisien
dalam program tersebut. Supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk
membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif
(Purwanto, 2012). Teknik supervisi Pendidikan adalah alat yang digunakan oleh supervisor
untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan
pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan
memahami serta melaksanakan teknik-teknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat
digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar,
baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap
muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi.
Dalam usaha meningkatkan program sekolah, kepala sekolah sebagai supervisor
dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat
dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat
tercapai. Teknik supervisi pendidikanberarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor
pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru.
2
B. Landasan Hukum.
Landasan Yuridis dalam penyusunan program supervise akademik di SMP Al Islam
Sumedang dikembangkan, berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang-undangan
sebagai berikut:
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah
Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020
tentang Rencana Setrategis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024
5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 16 Tahun
2022 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun
2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah;
9. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 56/M/2022
tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran;
10. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022 tentang
Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia
3
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka;
11. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 009/H/KR/2022 tentang
Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka
C. Tujuan
Secara rinci, tujuan supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan oleh
seorang kepala sekolah adalah :
1. Membina guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan
peranan sekolah mencapai tujuan itu.
2. Memperbesar kesanggupan guru untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi
anggota masyarakat yang efektif.
3. Membantu guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas- aktivitasnya
dan kesulitan mengajar belajar.
4. Meningkatkan kesadaran guru serta warga sekolah lainnya terhadap tata kerja yang
demokratis dan kooperatif.
5. Membantu guru untuk dapat mengevaluasi aktivitasnya dalam konteks tujuan aktivitas
perkembangan peserta didik.
6. Mengembangkan „esprit de corps‟ guru, yaitu adanya rasa kesatuan dan persatuan antar
guru-guru
7. Meningkatkan komunikasi satu sama lainnya saling mengawasi di dalam suatu
manajemen
D. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup Program Supervisi adalah :
1. Supervisi Akademik :
a. Pengembangan Silabus/Perumusan Indikator
b. Pengembangan RPP/Materi Pembelajaran
c. Peningkatan Penguasaan Metode Pembelajaran
d. Peningkatan Penguasaan Model Model Pembelajaran
4
e. Peningkatan Penguasaan Sistem Penilaian Hasil Belajar
f. Pelaksanaan Pembelajaran
g. BK/Pengembangan Diri
2. Supervisi Internal Manajerial :
a. Administrasi Tata Usaha
b. Kurikulum
c. Kesiswaan/Ekstra Kurikuler
d. Sarana/Prasarana
e. Humas
f. Perpustakaan
g. Lingkungan/Budaya Sekolah
E. Prinsip
Kepala Sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervisi perlu memperhatikan
prinsip-prinsip supervisi agar tercipta hubungan yang baik antara kepala sekolah, guru dan
semua pihak yang terlibat. Adapun prinsip-prinsip supervisi akademik dijelaskan dalam
sebagai berikut.
1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
2. Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan program supervisi yang matang
dan tujuan pembelajaran.
3. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang
memungkinkan terjadi.
6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam
mengembangkan proses pembelajaran.
7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara kepala sekolah dan guru dalam
mengembangkan pembelajaran.
8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam
mengembangkan pembelajaran.
9. Demokratis, artinya kepala sekolah tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi
akademik.
5
10. Aktif artinya guru dan kepala sekolah harus aktif berpartisipasi.
11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang
harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor.
12. Berkesinambungan, artinya supervisi akademik dilakukan secara teratur dan
berkelanjutan (Kemdiknas, 2010a. pp. 6-7).
F. Manfaat
Manfaat supervisi bisa dilihat dari 2 (dua) sisi yaitu sisi kepala sekolah dan
guru.
1. Manfaat Supervisi bagi Kepala Sekolah
a. Mengetahui kualitas guru
b. Meningkatkan kualitas pengajaran guru
c. Memperbaiki pengajaran guru
d. Membantu kepala sekolah menyusun rencana kebijakan sekolah
2. Manfaat Supervisi bagi Guru
a. Membantu guru mengetahui kelemahan dan kekurangan guru dalam mengajar
b. Membuat guru bertanggungjawab dengan tugas administrasinya
c. Membuat guru sangat bersiap dalam mengajar
d. Membantu guru meningkatkan kualitasnya
e. Membantu guru menjadi guru profesional
6
BAB II
LANGKAH PROSES SUPERVISI
7
dijadikan pedoman untuk menyusun program perencanan berikutnya. Soetopo dan Soemanto
(1984: 84-85) mengemukakan evaluasi berpedoman pada tujuan yang telah ditetapkan dan
tujuan supervisi dirumuskan sesuai dengan corak dan tujuan sekolah. Prosedur pelaksanaan
supervisi menempuh tiga tahapan, yaitu pertemuan pendahuluan, observasi pendidik yang
sedang mengajar, dan pertemuan balikan (Burhanuddin dkk, 2007:36).
4. Tindak Lanjut
Adapun bentuk tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan melalui kegiatan
sebagai berikut:
a. Pembinaan
Kegiatan pembinaan dapat berupa pembinaan langsung dan tidak langsung.
1) Pembinaan Langsung
Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya khusus, yangperlu perbaikan
dengan segera dari hasil analisis supervisi. Menurut Sahertian (2000) pembinaan dengan
pendekatan langsung berarti supervisor memberikan arahan langsung. Dengan demikian
pengaruh supervisor lebih dominan.
Kegiatan pembinaan langsung yang dilakukan setelah kepala sekolah selesai melakukan
observasi pembelajaran adalah pertemuan pasca observasi. Pada pertemuan ini kepala
sekolah memberi balikanuntuk membantu mengembangkan perilaku guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran.
Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan
ketegangan, tidak menonjolkan otoritas, memberi kesempatan untuk mendorong guru
memperbaiki penampilan dan kinerjanya.
Pada kegiatan ini kepala sekolah dapat melakukan lima langkah pembinaan kemampuan
guru yaitu:
a) Menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis,
b) Analisis kebutuhan,
c) Mengembangkan strategi dan media,
d) Menilai, dan
e) Revisi
8
2) Pembinaan Tidak Langsung
Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya umum yangperlu perbaikan dan
perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi. Sahertian (2000) menyatakan
bahwa: perilaku supervisor dalam pendekatan tidak langsung adalah mendengarkan,
memberi penguatan, menjelaskan, menyajikan, dan memecahkan masalah.
Beberapa jenis komponen yang dapat dipilihkepala sekolah dalam membinaguru untuk
meningkatkan proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
a) Menggunakan buku pedoman/petunjuk bagi guru dan bahanpembantu guru lainnya
secara efektif.
b) Menggunakan buku teks secara efektif.
c) Menggunakan praktek pembelajaran yang efektif yang dapatmereka pelajari selama
bimbingan teknis profesional/inservicetraining.
d) Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki
e) Menggunakan metodologi yang luwes (fleksibel).
f) Merespon kebutuhan dan kemampuan individual peserta didik.
g) Menggunakan lingkungan sekitar sebagai alat bantu pembelajaran.
h) Mengelompokkan peserta didik secara lebih efektif.
i) Mengevaluasi peserta didik dengan lebih akurat/teliti/seksama.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 mengatur tentang
pengawasan proses pembelajaran yang meliputi pemantauan dan supervisi. Berdasarkan
peraturan tersebut kegiatan tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan kepala sekolah
dengan pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. Kepala sekolah dapat memilih
alternatif kegiatan tindak lanjut tersebut di atas sesuai dengan analisis hasilsupervisi
akademik terhadap komponen-komponen tersebut di atas.
Kepala sekolah menentukan kelompok guru dengan permasalahan yang seperti apa,
pada komponen yang mana, dapat diberikan tindak lanjut dengan pemberian contoh, diskusi,
pelatihan, dan konsultasi. Pada setiap kegiatan tindak lanjut yang dipilih kepala sekolah
harus merumuskan latar belakangdan tujuan
9
pemilihan kegiatan, serta target yang harus dicapai. Hal-hal tersebut di atas harus
dicantumkan pada program tindak lanjut.
Agar pelaksanaan tindak lanjut supervisi akademik dapat berlangsung [Link]
perlu membuat program rencana tindak lanjut. Modul ini diharapkan membekali peserta
menyusun program tindak lanjut hasil supervisi akademik.
Penyusunan program tindak lanjut diawali dengan melakukan analisis kebutuhan
peserta berdasarkan analisis hasil supervisi [Link] kebutuhan merupakan upaya
menentukan perbedaan antara pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dipersyaratkan dan
yang secara nyata dimiliki.
10
percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya,sebagai alas an utama bahwa
pewawancara tidak terlalu ingat siapa yang berpendapat seperti yang dia katakan.
e. Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
Teknik Intervisitasi adalah saling mengunjungi antara guru yang satu dengan guru
yang lain yang sedang mengajar.
f. Penyeleksi Berbagai Sumber Materi untuk Belajar
Tenik pelaksanaan supervisi ini berkaitan dengan aspek-aspek belajar mengajar.
Dalam usaha memberikan pelayanan profesional kepada guru, supervisor pendidikan akan
menaruh perhatian terhadap aspek-aspek proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil
yang efektif.
g. Menilai Diri Sendiri
Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat
memberikan nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya akan
memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik.
h. Supervisi yang Memakai Para Siswa
Teknik ini adalah dengan menanyakan kepada siswa tentang belajar mengajar dan
materi yang telah diajarkan
2. Teknik Kelompok Supervisi
a. Penemuan orientasi Bagi Guru Baru
Pertemuan orientasi adalah pertemuan antara supervisor dengan supervisi (Terutama
guru baru) yang bertujuan menghantar supervisi memasuki suasana kerja yang baru.
b. Rapat Guru
Rapat Guru adalah teknik supervisi kelompok melalui rapat guru yang dilakukan
untuk membicarakan proses pembelajaran, dan upaya atau cara meningkatkan profesi guru.
c. Studi Kelompok Antar Guru
Studi kelompok antara guru adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah
guru yang memiliki keahlian dibidang studi tertentu.
d. Diskusi
Diskusi adalah perutkan pikiran atau pendapat, melalui suatu percakapan tentang
suatu masalah untuk mencari alternatif pemecahan nya.
11
e. Workshop
Workshop adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah
pendidik yang sedang memecahkan masalah melalui percakapan dan bekerja secara
kelompok
f. Tukar Menukar Pengalaman
Tukar menukar pengalaman “Sharing of Experince” suatu teknik perjumpaan dimana
guru menyampaikan pengalaman masing-masing dalam mengajar terhadap topik-topik yang
sudah diajarkan, saling memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu dengan
yang lain.
g. Teknik Diskusi Panel
Merupakan suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka,bertukar informasi
atau untuk memutuskan sesuatu keputusan tentang masalah tertentu.
h. Teknik Seminar
Seminar adalah suatu rangkaian kajian yang diikuti oleh suatu kelompok untuk
mendiskusikan, membahas dan memperdebatkan suatu masalah yang berhubungan dengan
topik.
i. Teknik Simposium
Kegiatan mendatangkan seorang ahli pendidikan untuk membahas masalah
pendidikan. Simposium menyuguhkan pidato-pidato pendek yang meninjau suatu topik dari
aspekaspek yang berbeda.
j. Teknik Demonstrasi Mengajar
Usaha peningkatan belajar mengajar dengan cara mendemonstrasikan cara mengajar
dihadapan guru dalam mengenalkan berbagai aspek dalam mengajar di kelas oleh
supervisor.
k. Teknik Buletin Supervisi
Suatu media yang bersifat cetak dimana disana didapati peristiwa- peristiwa
pendidikan yang berkaitan dengan caracara mengjar tingkah laku siswa,dan sebagainnya.
Diharapkan ini dapat membantu guru untuk menjadi lebih baik.
12
BAB III
ANALISA HASIL SUPERVISI TAHUN SEBELUMNYA
13
Hasil ketuntasan target yang diharapkan pada program supervisi tahun 2024
menunjukkan bahwa perlu dilakukan upaya untuk mencapai peningkatan pada aspek
supervisi sebagai berikut :
1. Analisa konteks sebagai dasar pengembangan KTSP yang berorientasi kepada
kesesuaian kurikulum dengan potensi peserta didik, karakteristik Sekolah dan kondisi
lingkungan
2. Pemetaan Standar Isi : Perlu dilanjutkan pemetaan standar isi pada setiap SK- KD setiap
mata pelajaran untuk menghasilkan silabus yang sesuai dengan karakter Sekolah dan
potensi daerah.
3. Perumusan indikator pada SK-KD menunjukkan bahwa sebahagian besar sudah sesuai
untuk memenuhi tuntutan pencapaian kompetensi namun sebahagian kecil masih perlu
diperbaiki melalui kegiatan reviu di bawah koordinasi Tim Pengembang Sekolah.
4. Penggunaan media pembelajaran perlu diperluas dengan media yang lebih akurat dan
didukung oleh teknologi informasi dengan memanfaatkan komputer dan internet.
14
9. Buku leger atau rekap nilai semua guru
10. Semua mapel memiliki dokumen hasil analisis pemetaan SK/KI dan atau Analisis
Capaian Pembelajaran
11. Semua silabus dikembangkan secara mandiri pada sebagian atau semua mapel dan
tingkatan kelas
12. Semua silabus yang disusun telah mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis
TIK
13. Semua guru mengembangkan perangkat instrumen untuk pemahaman guru terhadap
karakteristik siswa
14. Semua guru menyusun RPP sesuai ketentuan dan berdasarkan hasil evaluasi tahun
sebelumnya
15. Semua RPP sekurang-kurangnya berisi tujuan, materi, metode, dan evaluasi
16. Semua RPP mengembangkan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa sebagai
subjek yang aktif belajar (student center)
17. Semua RPP menggunakan metode, media, sumber/bahan, dan penilaian yang bervariasi
18. Semua RPP mengoptimalkan lingkungan untuk pembelajaran
19. Semua RPP memanfaatkan TIK dalam pembelajaran
20. Semua guru melaksanakan penilaian proses pembelajaran
21. Semua guru melaksanakan penilaian hasil pembelajaran
15
BAB IV
RENCANA PELAKSANAAN SUPERVISI TAHUN AJARAN 2025/2026
16
11. Semua silabus dan atau Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dikembangkan secara mandiri
pada sebagian atau semua mapel dan tingkatan kelas
12. Semua silabus dan atau Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disusun telah
mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis TIK dan Berdiferensiasi
13. Semua guru mengembangkan perangkat instrumen untuk pemahaman guru terhadap
karakteristik siswa
14. Semua guru menyusun RPP/Modul Ajar (MA) sesuai ketentuan dan berdasarkan hasil
evaluasi tahun sebelumnya
15. Semua RPP/Modul Ajar (MA) sekurang-kurangnya berisi tujuan, materi, metode, dan
evaluasi
16. Semua RPP/Modul Ajar (MA) mengembangkan pembelajaran aktif yang berpusat pada
siswa sebagai subjek yang aktif belajar (student center)
17. Semua RPP/Modul Ajar (MA) menggunakan metode, media, sumber/bahan, dan
penilaian yang bervariasi
18. Semua RPP/Modul Ajar (MA) mengoptimalkan lingkungan untuk
pembelajaran
19. Semua RPP/Modul Ajar (MA) memanfaatkan TIK dalam pembelajaran
20. Semua guru melaksanakan penilaian proses pembelajaran
21. Semua guru melaksanakan penilaian hasil pembelajaran
17
C. Rencana Supervisi Manajerial Internal
Pelaksanaan Supervisi Internal dalam bidang manajerial Sekolah dilakukan pada
setiap unit kegiatan yang ada dalam jajaran manajerial SMP Al Islam Sumedang
Pelaksanaannya dilakukan bersama oleh Kepala Sekolah bersama dengan Pengawas pada
setiap unit dengan target utama adalah pembenahan pada :
1. Kinerja Tim Pengembang Kurikulum dalam mereviu dan merevisi KTSP serta
menyusun KOS
2. Perlunya dibentuk Tim Pengembang Kurikulum SMP Al Islam Sumedang yang solid
3. Peningkatan pengelolaan sarana dan prasarana
18
BAB V
PELAKSANAAN DAN EVALUASI SUPERVISI
TAHUN AJARAN 2025/2026
A. Perangkat Supervisi
Salah satu perangkat yang digunakan dalam melaksanakan supervisi ialah instrumen
observasi pembelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas, supervisi klinis, dengan
demikian diharapkan indikator yang diamati untuk setiap unsur yang diamati.
B. Sasaran Kegiatan
Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan pro¬ses pembelajaran,
yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus/alur tujuan
pembelajaran (ATP) dan RPP/Modul Ajar, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran,
penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil
pembelajaran serta penelitian tindakan kelas.
Sasaran Supervisi Ditinjau dari objek yang disupervisi, ada 3 macam bentuk
supervisi :
1. Supervisi Akademik
Supervisi akademik menitik beratkan pengamatan supervisor pada masalah- masalah
akademik, yaitu hal-hal yang berlangsung berada dalam lingkungan kegiatan
pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu
2. Supervisi Administrasi
Supervisi administrasi menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek- aspek
administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar terlaksananya
pembelajaran.
3. Supervisi Lembaga
Supervisi Lembaga dilakukan dengan menyebarkan objek pengamatan supervisor pada
aspek-aspek yang berada di sekolah. Supervisi ini
19
dimaksudskan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara
keseluruhan. Misalnya: Ruang UKS, Perpustakaan dan lain-lain.
20
3. Analisis hasil belajar
4. Programm tindak lanjut (remedial/pengayaan)
21
BAB VI
PENUTUP
Dengan adanya program supervisi diharapkan memberikan efek yang lebih baik lagi dalam
pelayanan pendidikan di SMP Al Islam Sumedang. Semoga peserta didik merasa puas dengan proses
pendidikan yang ada di sekolah. Guru diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam proses
pembelajarannya.
22
LAMPIRAN-LAMPIRAN
23
24
25