0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Pengertian dan Operasi Matriks

Dokumen ini menjelaskan tentang matriks, termasuk pengertian, representasi, dan berbagai jenis matriks seperti matriks bujur sangkar, segitiga, diagonal, dan identitas. Selain itu, dokumen ini juga membahas operasi aljabar pada matriks seperti penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Terdapat juga penjelasan mengenai sifat-sifat operasi matriks dan konsep sub-matriks.

Diunggah oleh

ferry.eshop
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Pengertian dan Operasi Matriks

Dokumen ini menjelaskan tentang matriks, termasuk pengertian, representasi, dan berbagai jenis matriks seperti matriks bujur sangkar, segitiga, diagonal, dan identitas. Selain itu, dokumen ini juga membahas operasi aljabar pada matriks seperti penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Terdapat juga penjelasan mengenai sifat-sifat operasi matriks dan konsep sub-matriks.

Diunggah oleh

ferry.eshop
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

■ Matriks 1

MATRIKS

■ PENGERTIAN MATRIKS
Matriks adalah beberapa elemen yang disajikan dalam bentuk jajaran segiempat yang
terdiri dari m baris dan n kolom.

2 0 5 1 0
 3 1 
Misalkan matriks A =  1 3 1
 3 2 4 6 0 

■ REPRESENTASI MATRIKS
Secara umum, suatu matriks dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut :
 a11 a12 .......... a1n 
 
 a21 a22 .......... a2n 
A = Amxn =  
 . . .......... . . 
 am1 am2 .......... amn 

● aij = elemen baris ke-i dan kolom ke-j dari matriks A ; i = 1, 2, 3, …………, m
j = 1, 2, 3, …………, n
● Jajaran mendatar disebut baris. Jajaran vertikal disebut kolom
Matriks A yang terdiri dari m baris dan n kolom disebut matriks mxn, ditulis Amxn
● Notasi Matriks :
Suatu matriks bisa ditulis dengan notasi :
- Huruf besar : A, B, C, ……….
- Huruf besar dengan indeks ukuran matriks, misalnya : Amxn ; Bnxp ; ……..
- Huruf besar dengan notasi elemen : A = [aij] , dengan i = 1, 2, ……, m
j = 1, 2, ……, n
● Matriks baris (vektor baris) → matriks yang hanya terdiri dari satu baris
Matriks kolom (vektor kolom) → matriks yang terdiri dari satu kolom.
Notasi untuk matriks baris atau kolom biasanya ditulis dengan huruf kecil yang
dicetak tebal.
Misalnya :
a = [ a1 a2 … an ] matriks baris yang terdiri dari n kolom
 b1 
 
 b2 
b= matriks kolom yang terdiri dari m baris
: 
 
 bm 

● Matriks Bujur Sangkar → matriks dengan banyak baris = banyak kolom


Matriks bujur sangkar nxn dikatakan mempunyai orde atau ordo n.

@by:MurtiAstuti
■ Matriks 2

1 3 
Contoh : A2x2 = 
2 
matriks bujur sangkar berordo 2
0

● Jika diberikan matriks Amxn , maka sub-matriks dari Amxn adalah sembarang matriks
yang diperoleh dengan menghilangkan beberapa baris atau kolom dari matriks Amxn
Misal :

 a11 a12 a13 


Matriks A2x3 =  a 21 a 22 a 23 
 
mempunyai 3 buah sub-matriks 2x2 sebagai berikut :
 a11 a12   a11 a13   a12 a13 
 a 21 a 22  ;  a 21 a 23 
;
 a 22 a 23 
  

● Matriks padat (fully populated) → matriks yang semua elemennya tidak nol
Matriks jarang (sparse matrix) → matriks yang sebagian kecil elemennya tidak nol
dan elemen lainnya nol.
Matriks nol (null matrix) adalah matriks dengan semua elemen nol, dinotasikan
dengan 0mxn

■ OPERASI ALJABAR DALAM MATRIKS


1. Kesamaan Dua Matriks
Matriks A = [aij] dan B = [bij] dikatakan sama jika ordonya sama dan aij = bij , untuk
i = 1, 2, 3, ……, m dan j = 1, 2, 3, ……, n
dan ditulis dengan A = B atau [aij] = [bij]

 a11 a12   4 0 
Contoh : A =  a 21 a 22  dikatakan sama dengan B=
   3  1 

Jika dan hanya jika : a11 = 4 ; a12 = 0 ; a21 = 3 . a22 = -1

2. Penjumlahan Matriks
Penjumlahan 2 matriks hanya bisa dilakukan jika keduanya mempunyai ordo sama.
Jika A = Amxn = [aij] dan B = Bmxn = [bij] ; maka
A + B = [aij] + [bij] = [aij + bij]
i = 1, 2, ………, m
j = 1, 2, ………, n

Contoh : A =  4 6
;B=  5  1  ; maka : A + B =  9 5
 3 1   3 1   6 2 

@by:MurtiAstuti
■ Matriks 3

3. Invers Terhadap Operasi Penjumlahan (additive inverse)


Jika A = [aij] , maka – A adalah matriks yang diperoleh dengan mengalikan setiap
elemen dari matriks A dengan –1.

– A = – [aij] = [–aij]

Contoh : Jika A =  4 6
; maka – A = 
4 6 
 3 1    3  1 

4. Pengurangan Matriks
Pengurangan dua matriks hanya bisa dilakukan jika kedua matriks mempunyai ordo
yang sama. Jika A = Amxn = [aij] dan B = Bmxn = [bij] ; maka
A - B = A + (-B) = [aij] + [-bij] = [aij - bij]
i = 1, 2, ………, m ; j = 1, 2, ………, n
Contoh : A =   ; B= 
4 6 5  1  1 7
; maka : A – B =
 3 1   3 1   0 0 

Sifat-sifat penjumlahan matriks :


a. A + B = B + A ( sifat komutatif)
b. (A + B) + C = A + (B + C) = A + B + C (sifat asosiatif)
c. A + 0 = A (mempunyai elemen netral terhadap jumlahan, yaitu matriks nol 0)
d. A + (– A) = 0 (mempunyai elemen invers terhadap operasi penjumlahan)

5. Perkalian Matriks Dengan Skalar


Hasil kali matriks Amxn = [aij] dengan skalar c , ditulis cA atau Ac adalah matriks mxn
yang diperoleh dengan mengalikan setiap elemen dari matriks Amxn dengan skalar c.
 a11 a12 .......... a1n 
 
 a21 a22 .......... a2n 
Jadi jika : A = Amxn =  : = [aij]
 : .......... . : 
 am1 am2 .......... amn 

 ca11 ca12 .......... ca1n 


 
 ca21 ca22 .......... ca2n 
maka : cA = Ac =   = c [aij] = [c aij]
 : : .......... . : 
 cam1 cam2 .......... camn 
 
Sifat-sifat perkalian matriks dengan skalar :
a. c(A + B) = cA + cB ; c = sembarang skalar
b. (c + k) A = cA + k A ; c dan k = sembarang skalar
c. c(kA) = (ck) A
d. 1(A) = A

@by:MurtiAstuti
■ Matriks 4

4. Perkalian Matriks Dengan Matriks


Misalkan A = Amxn = [aij] ; B = Brxp = [bij]
Perkalian antara matriks A dengan matriks B hanya bisa dilakukan jika r = n
(banyaknya baris matriks B = banyaknya kolom matriks A), dan :
A x B = Amxn x Brxp = Cmxp = [cij]

n
dengan cij = a
k 1
ik b kj = ai1b1j + ai2b2j + ai3b3j + …….+ ainbnj ; i = 1, 2, ………, m

j = 1, 2, ………, n

Contoh :  4 2  2
x 3 1 
=  4(2)  2(0) 4(3)  2( 4) 4(1)  2(5) 
 1 8   0 4 5   1(2)  8(0) 1(3)  8( 4) 1(1)  8(5) 

=  8 20 14 
 2 35 41 

Sifat-sifat perkalian matriks dengan matriks :


a. (kA)(B) = k(AB) = A (kB) = kAB ; k = sembarang skalar
b. A(BC) = (AB)C = ABC
c. A(B+C) = AB + AC
d. C(A+B) = CA + CB
e. AB ≠ BA
f. Jika AB = 0  tidak selalu A = 0 atau B = 0

■ MATRIKS-MATRIKS KHUSUS
 a11 a12 .......... a1n 
 
 a21 a 22 .......... a2n 
 Jika : A = Anxn = [aij] =  → adalah matriks bujur
 . . .......... . . 
 an1 an2 .......... ann 

sangkar, maka elemen : a11 ; a22 ; a33 ; …. ; ann dari matriks A disebut elemen
diagonal utama matriks A

 Matriks Segi Tiga


Matriks Segitiga Bawah adalah matriks bujur sangkar dengan elemen di atas
diagonal utama semuanya nol.

1 0 0
Contoh : T1 =  0 2 0
 3 1 4

@by:MurtiAstuti
■ Matriks 5

Matriks Segitiga Atas adalah matriks bujur sangkar dengan elemen di bawah
diagonal utama semuanya nol.

 1 5 0
Contoh : T2 =  0 2 4
 0 0 4

 Matriks Diagonal
Matriks Diagonal adalah matriks bujur sangkar dengan elemen di bawah dan di atas
diagonal utama semuanya nol. Atau aij = 0 untuk i ≠ j

1 0 0 1 0 0 0 
Contoh : A= 0 2 0 ; B=
 0 2 0 0 
 0 0 4 
0 0 0 0 
 0 0 0 7 
 Matriks Skalar
Matriks Skalar adalah matriks diagonal dengan elemen dalam diagonal utama
semuanya sama.
c 0 0 0 
Contoh : S=
0 c 0 0  ; c = skalar
0 0 c 0 
 0 0 0 c 

 Matriks Satuan (Matriks Identitas) = In


Matriks identitas adalah matriks skalar dengan c = 1

1 0 ..... 0 0
0 1 ..... 0 0
Contoh : In = Inxn =  0 0 ..... 1 0  = matriks identitas berordo-n
: : : : 
 0 0 ..... 0 1 

 Transpos Matriks (Matriks Transposisi)


Transpos dari matriks A = Amxn = [aij] ; ditulis AT = ATnxm adalah matriks berordo nxm
yang diperoleh dengan mengganti kolom dari matriks A menjadi baris matriks AT dan
baris dari matriks A menjadi kolom matriks AT. Jadi jika,
 a11 a12 a13 .......... a1n 
 
 a21 a22 a23 .......... a2n 
A = Amxn = [aij] =  . , maka
 . . .......... . . 
 am1 am2 am3 .......... amn 

 a11 a 21 a 31 .......... a m1 
 
 a12 a 22 a 32 .......... a m2 
AT = ATnxm = [aji] =  . 
 . . .......... . . 
 a1n a 2n a 3n .......... a mn 
 

@by:MurtiAstuti
■ Matriks 6

Sifat Matriks Transpos :


a. (A + B)T = AT + BT
b. (AB)T = BT AT
c. (AT)T = A

 Matriks Ortogonal
Matriks bujur sangkar A disebut matriks orthogonal jika memenuhi: A AT = AT A = I
 
1 0 0 
 1 3  adalah matriks orthogonal, karena
A = 0
4 
Contoh :
 2
0  3 1 
 4 2 

   
1 0 0  1 0 0  1 0 0
 3    
T
A A = 0 1 1  3=
4  0 0 1 0
 2  2 4
0 0 1
0  3 1  0 3 1 
 4 2   4 2 

 Matriks Bujur Sangkar Anxn = [aij] dikatakan Simetris jika :


AT = A atau [aij] = [aji]
untuk semua i = 1, 2, 3, ….., n dan j = 1, 2, 3, ….., n

 3 1 5
Contoh : A=  1 0  2
 5  2 4 

 Matriks Bujur Sangkar Anxn = [aij] dikatakan Skew Simetris jika :


AT = – A atau [aij] = [– aji]
untuk semua i = 1, 2, 3, ….., n dan j = 1, 2, 3, ….., n
Sehingga elemen diagonal utamanya pasti nol, karena : aii = – aii ; i = 1, 2, 3, …., n
ajj = – ajj ; j = 1, 2, 3, …., n
 0 1  5
Contoh : A =   1 0  2
 5 2 0 

 Jika A adalah matriks dengan elemen bilangan kompleks dan jika semua elemen aij
diganti dengan kompleks sekawannya aij , maka matriks yang diperoleh disebut
matriks Kompleks Sekawan (Complex Conjugate) dari matriks A, ditulis A
 5i 2i 5 
Contoh : Jika A = [aij] =  6i 4 9  i ; maka
1  5i 2 i 

@by:MurtiAstuti
■ Matriks 7

 5i 2i 5 
A = [ aij ]=   6i 4 9  i
 1  5i 2  i 

 Jika A = [aij] adalah matriks dengan elemen bilangan kompleks, maka


AH = A T = [ a ji ] disebut matriks Transpos Hermite (Hermitian Transpose) dari
matriks A , yaitu transpos dari kompleks sekawan matriks A.
Contoh : Jika A = [aij] =  5  i 2i 1  maka :
 6i 4 9  i
 5i  6i 
AH = A T = [ a ji ] =  2  i 4 
 1 9  i 

 Matriks Bujur Sangkar A disebut Matriks Hermit (Hermitian Matrix) jika :


AH = A atau [ a ji ] = [aij]

 3 1  2i 5i 
Contoh : A =  1  2i 0  2  3i
 5  i  2  3i 4 
 3 1  2i 5i 
A =  1  2i 0  2  3i
 5  i  2  3i 4 
 3 1  2i 5i 
AH = A T =  1  2i 0  2  3i = A
 5  i  2  3i 4 

Jika A = C + iD dengan C matriks simetris dan D matriks skew simetris maka A


merupakan matriks Hermite.

 3 1 5  0 2 1   3 1  2i 5i
  2  3i
Dari contoh di atas:  1 0  2 + i   2 0  3  = 1  2i 0
 5  2 4    1 3 0 
4 
5  i  2  3i
C +i D = A

 Jika diberikan matriks kolom (vektor kolom) :


 x1   y1   y1 
      n
x2  y 2  maka : y2 
x =   dan y =
:  : 
T
x y = [ x1 x2 .. xn ] 
 : 
= x
i1
i y i = yTx
     
 x n   y n   y n 

 x1 
  n
x2 
xT x = [ x1 x2 .. xn ] 
: 
= x i1
i
2

 
 x n 

@by:MurtiAstuti

Anda mungkin juga menyukai