0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan41 halaman

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas V

Modul ajar ini disusun oleh Ahmad Sallul Azromi untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas V, dengan fokus pada keberagaman budaya daerah di Indonesia. Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dan melibatkan diskusi serta presentasi untuk menganalisis keragaman budaya. Modul ini juga mencakup strategi penilaian formatif dan sumatif untuk mengukur pemahaman siswa.

Diunggah oleh

putrimustika238
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan41 halaman

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas V

Modul ajar ini disusun oleh Ahmad Sallul Azromi untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas V, dengan fokus pada keberagaman budaya daerah di Indonesia. Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dan melibatkan diskusi serta presentasi untuk menganalisis keragaman budaya. Modul ini juga mencakup strategi penilaian formatif dan sumatif untuk mengukur pemahaman siswa.

Diunggah oleh

putrimustika238
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR MICROTEACHING

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

DISUSUN OLEH:

Nama : Ahmad sallul Azromi

Nim : 2022143644

Kelas : 6R

DOSEN PENGUJI :

1. A. Heryanto, [Link], [Link]

2. Nugroho Notosusanto A.D, [Link], [Link]

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

TAHUN AJARAN 2024


MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun :Ahmad Sallul Azromi

Instansi :SD Negeri 2 Palembang

Tahun Penyusunan :Tahun 2025

Jenjang Sekolah :SD

Mata Pelajaran :Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Fase / Kelas :B / 5

Bab / Tema :3 / Keberagaman Daerah Indonesiaku

Materi Pembelajaran : Keberagaman Kebudayaan Daerah Indonesia

Alokasi Waktu :1 kali pertemuan/ 1 x 10 menit

B. KOMPETENSI AWAL

❖ Peserta didik dapat mengenali budaya – budaya daerah diindonesia dan cara
melestarikannya

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia

2. Gotong royong

3. Mandiri

4. Bernalar kritis

5. Berrgotong royong,dan
6. Berkebinekaan global

D. SARANA DAN PRASARANA

Alat dan Bahan :Papan tulis, Spidol, Proyektor, Laptop

Media Pembelajaran :PPT, Papan daerah

Sumber Belajar :Buku siswa ,Kemendikbud Indonesia, 2023 Pendidikan pancasila kelas
V

E. TARGET PESERTA DIDIK

❖ Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.

❖ Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F. JUMLAH PESERTA DIDIK

❖ 10 Peserta didik

G. STRATEGI PEMBELAJARAN

❖ Model Pembelajaran :PBL (Problem Based Learning)

❖ Pendekatan :TaRL (Teaching at the Right Level) dan CRT (Culturally)


Responsive Teaching)

❖ Metode :Diskusi, Presentasi, Tanya Jawab, Penugasan, Ceramah.

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

 Capaian Pembelajaran : Elemen (Bhineka Tunggal Ika) Peserta didik Peserta didik mampu
menunjukkan keragaman budaya daerah.

 Tujuan Pembelajaran:

 Melalui media Pembelajaran, Peserta didik dapat menganalisis Budaya apa saja yang ada
di daerah Indonesia . C4
 Melalui diskusi, peserta didik dapat menentukan keberagaman budaya di Indonesia
dengan benar. P5
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik untuk mendalami materi tentang keberagaman budaya di daerah indonesia

C. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Apa saja keragaman budaya yang ada di Indonesia?

2. Mengapa Indonesia memiliki budaya yang beragam?

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran

Persiapan Mengajar

Pada unit kegiatan pembelajaran, beberapa hal yang harus dipersiapkan guru antara lain :

1. Guru dapat menyiapkan power point (ppt)

2. Mempersiapkan LKPD.

3. Mempersiapkan Bahan Ajar/ Sumber Ajar.

4. Membagikan kelompok

a) Kegiatan Pendahuluan (2 Menit) Persiapan

1. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar peserta
didik.

2. Membaca doa meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing. (PPP: Beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan Berahklak
mulia) Religius)

3. Guru mengecek kehadiran siswa dengan bertanya kepada peserta didik siapa yang tidak hadir.

4. Guru melakukan kesepakatan kelas bersama peserta didik

Apersepsi

5. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik berkaitan dengan materi pembelajaran
keberagaman budaya. Dimana pertanyaannya sebagai berikut : (PPP : Mandiri dan Bernalar
Kritis)

a. Dimana tempat tinggalmu?

b. bahasa apa yang kamu gunakan?

Dari pertanyaan yang diberikan, guru mengaitkan bahwa ada nya perbedaan bahasa
menandakan bahwa di setiap daerah mempunyai kebudayaan masing-masing.

“ Keberagaman Kebudaya Daerah Indonesia ”.


6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

b.) Kegiatan Inti (6 Menit)

Tahap 1 : Orientasi peserta didik pada masalah


1. Peserta didik mengamati Power point yang ditampilkan. TPACK
dan (Culturally Responsive Teaching)

2. Peserta didik diberi pertanyaan pemantik, pertanyaan dapat dikembangkan sesuai kondisi:
Apa yang kalian Lihat Dari Gambar Yang di tampilkan ?
Berasal Dari manakah Berbagai macam kebudayaan Yang ada digambar tersebut?
Menurut kalian Apakah Indonesia memiliki Keberagaman Kebudayaan Di setiap
Daerahnya?
3. Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru sesuai dengan pengetahuannya.
(PPP : Bernalar Kritis).
Tahap 2 : Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
4. Peserta didik sudah duduk bersama kelompok nya berdasarkan tingkat kemampuan
dan membentuk huruf U. Setiap kelompok menetukan ketua kelompok bertugas
untuk mengkoordinir tugas kelompok . peserta didik dibagikan LKPD untuk dikerjakan
secara berkelompok, Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai cara pengerjaan
LKPD yang diberikan.
Tahap 3 : Membimbing penyelidikan secara berkelompok
5. Peserta didik mengerjakan LKPD bersama kelompok . (PPP : Gotong Royong

dan Bernalar kritis)

6. Peserta didik dibimbing guru dan guru memberikan penilaian saat berjalannya

diskusi terkait penugasan dalam bentuk tulisan yang akan di jelaskan perwakilan kelompok

7. Peserta didik dapat mencari informasi di bahan bacaan, buku, atau sumber lainnya dalam
mengerjakan LKPD
8. Peserta didik menuliskan hasil informasi diskusi bersama kelompok mengenai keragaman
kebudayaan daerah indonesia dalam LKPD dengan benar.
9. Peserta didik dapat mencari informasi di bahan bacaan, buku, atau sumber lainnya dalam
mengerjakan LKPD
10. Peserta didik menuliskan hasil informasi diskusi bersama kelompok mengenai cara menghargai
keragaman budaya dalam LKPD dengan benar.

Tahap 4: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

11. Peserta didik lainnya mendengarkan dan menaggapi hasil presentasi( menambahkan,
mengomentari) kelompok yang maju.

12. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya jika masih ada yang belum dimengerti.

c) Kegiatan Penutup (2 Menit)

1. Siswa dipandu guru menyimpulkan pembelajaran. (PPP : Mandiri)

2. Guru menginformasikan tindak lanjut, dengan menginformasikan peserta didik untuk


mengulangi bacaan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

3. Siswa berdoa bersama akhir pembelajaran, salah satu peserta didik memimpin (PPP: Beriman
bertakwa kepada Tuhan YME dan Berahklak mulia) Religius

4. Selanjutnya sebagai penutup guru mengucapkan terima kasih serta memberi salam kepada
peserta didik.

E. ASSESMENT

F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
Guru dapat menyampaikan materi pengayaan untuk dipelajari oleh peserta didik secara mandiri
atau berkelompok. Guru dapat mengangkat topik atau materi tentang tentang kerja sama dalam
suatu kegiatan di lingkungan masyarakat sebagai materi pengayaan.
Remedial
Remidial diberikan kepada pserta didik jika belum menguasai materi dan memberikan
pendampingan dan tugas [Link] DAN REMEDIAL

G. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


Refleksi yang dapat dilakukan dengan melihat aktivitas pembelajaran, mulai dari perencanaan
guru, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Kegiatan refleksi kegiatan
pembelajaran pertama, dapat dilakukan dengan panduan tabel dibawah ini:
Tabel 1. Kegiatan Refleksi Untuk Siswa

No Pertanyaan Jawaban
1. Sejauh ini apakah ada yang sulit dipahami?

Tabel 2. Kegiatan Refleksi untuk Guru

Aktivitas Skor
No. Pembelajara Indikator Refleksi Ket
n 1 2 3 4

1. Ketepatan dalam mengembangkan sikap berdasarkan capaian


pembelajaran

2. Keterampilan mendesain media


1. Perencanaan
(terbaca/menarik/efektif/efisien)

3. Kesesuaian media yang direncanakan dengan capaian


pembelajaran

1. Keterampilan menarik perhatian peserta didik menggunakan


media

2. Keterampilan membuat pertanyaan awal dalam membuka


pembelajaran

3. Keterampilan memanfaatkan media dan mengaitkan dengan


2. Pelaksanaan
capaian pembelajaran

4. Keterampilan mentransfer materi dan nilai


(menjelaskan/bercerita/ mendongeng/ bernyanyi dll)

5. Keterampilan merespon, memberikan umpan balik, dan


mengkonfirmasi nilai

1. Ketepatan dalam menentukan instrumen penilaian

2. Kesesuaian dalam menyusun indikator penilaian dengan


3. Penilaian capaian pembelajaran

3. Kesesuaian indikator dan instrumen penilaian berdasarkan


perkembangan kognitif, psikologis, dan sikap.
Skor

Jumlah Skor

Ket = Skor 1 : Kurang , Skor 2 : Cukup, Skor 3 : Baik, Skor 4 : Sangat Baik
skor yang diperoleh
Skor : x 100
skor maksimal
Catatan hasil analisis guru dalam kegiatan refleksi akan menjadi bahan pertimbangan dalam
melaksanakan aktivitas pembelajaran selanjutnya. Oleh sebab itu guru harus mampu secara
jujur mengungkapkan kendala-kendala apa saja yang dialami pada saat pembelajaran.
LAMPIRAN

1. LKPD

2. BAHAN AJAR
P
emetaan Kebutuhan Belajar

Pengelompokan Asesmen Diagnostik kognitif

Kemampuan Belum Berkembang Berkembang Mahir


berdasarkan elemen
(0-3) (4-7) (8-10)

Menganalisis Peserta didik memiliki Peserta didik memiliki Peserta didik


bagian-bagian dari pemahaman yang pemahaman yang memiliki
ruangan rumahnya rendah tentang cukup tentang bagian- pemahaman yang
serta cara bagian-bagian bagian ruangan baik tentang
membersihkan ruangan rumahnya rumahnya serta cara bagian-bagian
rumahnya. serta cara membersihkan ruangan rumahnya
membersihkan rumahnya. serta cara
rumahnya. membersihkan
rumahnya.

Keterangan:

Berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif tersebut, maka peserta didik dikelompokkan
dalam 3 jenis kelompok belajar yakni

1. Kelompok mahir
2. kelompok berkembang
3. kelompok belum berkembang
Bentuk Asesmen Diagnostik Kognitif
Kunci Jawaban Asesmen Diagnostik Kognitif
Asesmen Diagnostik Non Kognitif
Asesmen

1) Asesmen formatif (kelompok)


Asesmen formatif digunakan ketika pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Asesmen
formatif dirancang untuk dilaksanakan secara berkelompok (LKPD).
❖ Penilaian keterampilan
❖ Teknik : Tes
❖ Bentuk : Pengerjaan LKPD dan presentasi

Aspek Sangat baik (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1)

Diskusi Semua anggota Semua anggota Hanya sebagian Semua


kelompok berdiskusi dan berdiskusi dan anggota yang ikut kelompok
mempresentasikan Mempresentasikan diksusi dan tidak mau
hasil diskusi hasil diskusi malumalu saat berdiskusi dan
dengan baik serta dengan baik mempresentasikan tidak mau
penuh percaya diri hasil di depan presentasi di
kelas. depan kelas.

Ketepatan Dapat Dapat Dapat Tidak dapat


jawaban menganalisis menganalisis menganalisis menganalisis
bagian-bagian dari bagian-bagian dari bagian-bagian bagian-bagian
ruangan rumahnya ruangan rumahnya dari ruangan dari ruangan
serta cara serta cara rumahnya serta rumahnya
membersihkan membersihkan cara serta cara
[Link] [Link] membersihkan membersihkan
baik dan semua baik rumahnya. tetapi [Link]
jawaban benar. ada beberapa semua
jawaban kurang jawaban salah.
tepat
Lembar Penilaian

No Nama Aspek 1 Aspek 2 Nilai Predikat

1 2 3 4 1 2 3 4

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Ds
t
skor yang diperoleh
Nilai akhir : x 100
skor maksimal

No Kriteria Predikat

1 87 – 100 A

2 73 – 86 B

3 60 – 72 C

4 < 60 D
2) Asesmen sumatif (individu).
Asesmen sumatif dilakukan pada akhir pembelajaran. Asesmen sumatif digunakan untuk
mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Asesmen sumatif
dirancang untuk melaksanakan secara individu melalui kegiatan evaluasi soal pembelajaran
yang diberikan.
❖ Penilaian pengetahuan
❖ Teknik : Tes
❖ Bentuk : Lembar soal Evaluasi

Kisi-kisi Soal

Tujuan Materi Bentuk Indikator Tingkatan Nomor


soal soal soal soal

Peserta didik Mengenal Pilihan Disajikan C1 & C2 2


dapat bagian-bagian ganda sebuah
mengenal rumah. gambar,
bagian-bagian peserta didik
rumah dengan dapat
benar. mengenal
bagian-bagian
rumah.

Peserta didik Mengetahui Pilihan Disajikan 1, 3, 4, 5


dapat cara ganda. sebuah
mengetahui membersihkan pernyataan,
cara bagian-bagian peserta didik
membersihkan rumah. dapat
bagian-bagian mengetahui
rumah dengan cara
benar. membersihkan
bagian-bagian
rumah.
Kunci jawaban

1 C

2 B

3 C

4 B

5 A
Lampiran soal Evaluasi
1. Rumah berguna untuk melindungi kita dari....
a. Musuh
b. Penyakit
c. Panas dan hujan
2. Perhatikan gambar berikut!

Manakah yang menunjukkan bagian pintu?


a. 3
b. 1
c. 4
3. Manakah tempat untuk kita tidur?
a.

b.

c.
4. Kebersihan lingkungan di rumah adalah tanggungjawab.....
a. Ibu
b. Semua anggota keluarga
c. Ayah
5. Lingkungan rumah yang sehat membuat kita merasa....
a. Betah
b. Tidak nyaman
c. Takut
Lembar Penilaian

no Nama Nomor soal yang benar Poin nilai predikat


pesert
1 2 3 4
a didik

10

Dst

Poin Besar = 20
skor yang diperoleh
Nilai akhir : x 100
skor maksimal

No Kriteria Predikat

1 87 – 100 A

2 73 – 86 B

3 60 - 72 C

4 < 60 D
3) Penilaian Sikap (Terlampir)
❖ Teknik :Non tes
❖ Bentuk :Pengamatan

Rubrik penilaian sikap spiritual

Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1


penilaian
spiritual (sangat baik) (baik) (cukup) (kurang)

Berdoa Siswa Hanya 2 Hanya 1 Siswa tidak


sebelum menunjukkan 3 deskriptor deskriptor memenuhi
dan deskriptor : semua
sesudah [Link] deskriptor
belajar sebelum belajar
[Link]
sesudah belajar
[Link]

Perilaku Siswa Hanya 2 Hanya 1 Siswa tidak


syukur menunjukkan 3 deskriptor deskriptor memenuhi
deskriptor : semua
[Link] deskriptor
syukur ketika
berhasil
mengerjakan
sesuatu.
[Link] nilai
yang di dapat
[Link]
syukur jika
diberi susatu
oleh guru
Format Penilaian Sikap Spiritual

No Nama Berdoa sebelum dan Perilaku syukur Keterangan


peserta sesudah belajar
didik
1 2 3 4 1 2 3 4

10

11

12

13

14

15

Dst

skor yang diperoleh


Nilai akhir : x 100
skor maksimal

No Kriteria Predikat

1 87 – 100 A
2 73 – 86 B

3 60 - 72 C

4 < 60 D
Penilaian sikap spiritual
Rubrik penilaian sikap sosial

Kriteria Sangat baik (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1)
sikap

Tanggung Peserta didik Selalu Peserta didik Peserta didik Peserta didik
jawab menyelesaikan Tugas tepat sering kadang sering tidak
waktu menyelesaikan terlambat menyelesaikan
tugas tepat menyelesaikan tugas.
waktu. tugas.

Sopan Peserta didik selalu Peserta didik Peserta didik Peserta didik
santun menggunakan kata – kata sering kdang lupa tidak
sopan menggunakan menggunakan menggunakan
(Terimakasih,Maaf,Tolong) kata-kata sopan kata-kata kata-kata
dalam sopan. sopan.
berinteraksi.
Lembar penilaian observasi sikap sosial

No Nama Tanggung jawab Sopan santun Keterangan


peserta
didik 1 2 3 4 1 2 3 4

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Dst
skor yang diperoleh
Nilai akhir : x 100
skor maksimal

No Kriteria Predikat

1 87 – 100 A

2 73 – 86 B

3 60 - 72 C

4 < 60 D
GLOSARIUM

Observasi : Observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud
merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena
berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya,
untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan
suatu penelitian

Gotong Royong : Gotong royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama untuk
mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari kata bahasa
Jawa gotong yang berarti “mengangkat” dan royong yang berarti “bersama”.
Bersama dengan musyawarah, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, serta
kekeluargaan, gotong royong menjadi dasar filsafat Indonesia seperti yang
dikemukakan oleh M. Nasroen

Kebinekaan : Keberagaman

Bhinneka Tunggal Ika : Semboyan negara Republik Indonesia (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua)

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku
Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I

Penulis: Elisa Seftriyana & Ratna Sari Dewi

Youtube video pembelajaran : [Link]

Anda mungkin juga menyukai