0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan36 halaman

Rencana Kerja Sekolah SMPN 2 Ponorogo 2024

Rencana Kerja Sekolah (RKS) SMP Negeri 2 Ponorogo disusun untuk menentukan tindakan masa depan selama 4 tahun, dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan sekolah serta kondisi sosial budaya masyarakat. RKS ini bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan, menjamin penggunaan sumber daya yang efektif, dan sebagai pedoman operasional dalam pengelolaan sekolah. Proses penyusunan RKS meliputi persiapan, penyusunan, dan pengesahan, serta evaluasi kondisi sekolah saat ini untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang ada.

Diunggah oleh

luckythasa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan36 halaman

Rencana Kerja Sekolah SMPN 2 Ponorogo 2024

Rencana Kerja Sekolah (RKS) SMP Negeri 2 Ponorogo disusun untuk menentukan tindakan masa depan selama 4 tahun, dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan sekolah serta kondisi sosial budaya masyarakat. RKS ini bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan, menjamin penggunaan sumber daya yang efektif, dan sebagai pedoman operasional dalam pengelolaan sekolah. Proses penyusunan RKS meliputi persiapan, penyusunan, dan pengesahan, serta evaluasi kondisi sekolah saat ini untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang ada.

Diunggah oleh

luckythasa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : MELI ROYANI

NIM : 206210090

KELAS : MPI 6C

MATKUL : RKS/M

RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS)


TAHUN PELAJARAN 2024/225

SMP NEGERI 2 PONOROGO


JL. Basuki Rahmad No.44, Pesantren, Purbosuman
Kec. Ponorogo [Link], Jawa Timur 63419
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rencana Kerja Sekolah (RKS) merupakan sebuah proses
menentukan tindakan masa depan (4 tahun) sekolah yang tepat
melalui urutan pilihan untuk mencapai tujuan pendidikan. RKS yang
dibuat tentunya disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi
daerah, sosial budaya masyarakat, potensi sekolah dan kebutuhan
peserta didik. RKS (Rencana Kerja Sekolah) disusun sebagai
pedoman kerja dalam pengembangan sekolah, dasar untuk
melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan
sekolah, dan sebagai bahan acuan untuk mengidentifikasi serta
mengajukan sumber daya yang diperlukan.
Sekolah yang tidak mampu bersaing secara fair dan terbuka
akan tumbang terseleksi oleh keadaan. Oleh karena itu, SMP Negeri
2 Ponorogo tentunya perlu mengembangkan dan meningkatkan
segala potensi yang dimiliki dengan memperhatikan sumber daya
yang dimiliki, baik sumber daya manusia maupun sumber daya
lainnya.
Kondisi SMP Negeri 2 Ponorogo memiliki siswa sebanyak 876
orang, dukungan dan kepercayaan kepentingan (stakeholder) yang
masih kurang mendukung, sarana dan prasarana yang belum
lengkap, masyarakat religius dan memiliki tingkat kesadaran
pendidikan yang mulai meningkat. Menghadapi kondisi tersebut
SMP Negeri 2 Ponorogo perlu mempersiapkan diri secara mantap
dengan menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) untuk menghadapi
masa yang akan datang.

B. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) sekolah ini
sebagai berikut :
1. Undang-undang No.20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan
nasional pasal 4 (pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada
prinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik).
2. PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal
55 ayat 1 ”bahawa setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar
rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi
masa 4 tahun.
3. PP No.17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan
pendidikan. Pasal 51 “Kebijakan pendidikan sebagaimana
dimaksud pada ayat 1 oleh pendidikan anak usia dini, satuan
pendidikan dasar dan satuan pendidikan menengah dituangkan
dalam :
a. Rencana kerja tahunan satuan pendidikan
b. Anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan pendidikan
c. Peraturan satuan atau program pendidikan
4. PP No.48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan
5. Permendiknas No.19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
menyatakan bahwa sekolah wajib membuat :
a. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
b. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
C. Tujuan
Tujuan Rencana Kerja Sekolah (RKS) ini adalah :
1. Mengetahui semua potensi sekolah yang ada untuk dapat diolah
dan dikembangkan.
2. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah dapat tercapai
3. Sebagai pedoman operasional dalam mengelola sekolah selama
satu tahun pelajaran dan tahun-tahun berikutnya.
4. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
antar pelaku sekolah, antar sekolah dan dinas pendidikan.
5. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah
6. Menjamin penggunaan sumber daya yang ekonomis, efisien,
efektif, berkeadilan, berkelanjutan serta memperhatikan
kesetaran gender.
D. Sasaran
Sasaran penyusunan Rencana Kerja Sekolah ini adalah :
1. Untuk menentukan tindakan masa depan (4 tahun) sekolah yang
tepat melalui urutan pilihan dengan mempertimbangkan sumber
daya yang tersedia disekolah.
2. Tersedianya dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah
dimasa depan untuk mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang
telah ditetapkan.

E. Manfaat
Penyusunan RKS/M merupakan suatu hal ayng sangat penting,
karena RKS/M dapat digunakan sebagai :
a. Pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan
sekolah
b. Dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
pengembangan sekolah
c. Bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumber
daya pendidikan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah
F. Proses/Tahapan
Proses penyusunan RKS dilakukan melalui tiga jenjang :
persiapan, perumusan RKS dan pengesahan RKS. Alur penyusunan
RKS dapat digambarkan sebagai berikut :

mm
PERSIAPAN PENYUSUNAN
PENGESAHAN
RKS
[Link] RKS
an Tim [Link]
Pengembang kondisi [Link]
an Sekolah sekolah saat oleh rapat dewan
(TPS) ini pendidik setelah
memperhatikan
[Link] [Link] pertimbangan
n/Orientasi kondisi komite sekolah
sekolah yang
diharapkan [Link]
oleh pihak yang
[Link] berwenang
program,
kegiatan dan
Berikut uraian singkat tentang Alur Penyusunan RKS :
1. Persiapan
Sebelum penyusunan RKS dilakukan Dewan pendidikan
(Kepala sekolah dan guru) bersama komite sekolah membentuk
Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang tugas utamanya adalah
menyusun RKS. Pembentukan TPS hendaknya dilakukan melalui
proses demokratis dengan mengedepankan musyawarah. Untuk
lebih jelasnya bisa dilihat pada suplemen tentang pedoman
pembentukan TPS.
Kemudian melakukan pembekalan/orientasi mengenai
kebijakan-kebijakan pengembangan dan penyusunan RKS. Materi
yang perlu dipahami antara lain :
Peraturan dan perundang-undangan mengenai pendidikan
(Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan dan Standar
Nasional Pendidikan), perlindungan anak, kebijakan pendanaan
pendidikan, kebijakan peningkatan mutu dan perluasan
kesempatan memperoleh pendidikan, prioritas pendidikan
tingkat kota/kabupaten, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS),
pendekatan, strategi dan metode pembelajaran inovatif seperti
pembelajaran aktif, pembelajaran aktif-kreatif-efektif dan
menyenangkan (PAKEM), peran serta masyarakat dalam
pendidikan dan perencanaan pendidikan disekolah.
2. Penyusunan RKS
Penyusunan RKS terdiri dari lima tahap yaitu :
Tahap I : Menetapkan kondisi sekolah saat ini
1) Melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
2) Membandingkan hasil Evaluasi Diri Sekolah dan Acuan
Standar Sekolah
3) Merumuskan tantangan sekolah
Tahap II : Menetapkan kondisi sekolah yang diharapkan
1) Merumuskan visi sekolah
2) Merumuskan misi sekolah
3) Merumuskan tujuan sekolah
4) Merumuskan sasaran dan indikator kerja
Tahap III : Menyusun program dan kegiatan
1) Menyusun program dan menetapkan penanggung jawab
program
2) Merumuskan kegiatan, indikator kegiatan, dan jadwal
kegiatan
Tahap IV: Merumuskan anggaran sekolah
1) Membuat rencana biaya program
2) Membuat rencana pendanaan program
3) Menyesuaikan rencana biaya dengan sumber pendanaan
Tahap V : Merumuskan Rencana Kerja Tahunan Sekolah (RKTS)
dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
1) Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT)
a. Menetapkan program/kegiatan stategis
b. Menetapkan kegiatan rutin
c. Menetapkan jadwal kegiatan RKTS
2) Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
3. Pengesahan dari tiga langkah yakni :
a. Penyetujuan RKS oleh rapat dewan pendidik setelah
memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah
b. Pengesahan berlakunya RKS oleh Dinas Pendidikan/Kantor
Kemenag
c. Sosialisasi kepada pemangku kepentingan sekolah
BAB II
IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH SAAT INI

A. Evaluasi Diri Sekolah

1. Standar Sarana Prasarana


1.1. Apakah sarana sekolah sudah memadai ?
Spesifikasi
 Sekolah mematuhi standar terkait dengan saran dan prasarana (ukuran
ruangan, jumlah ruangan, dan persyaratan untuk sistem ventilasi, dll)
 Sekolah mematuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam
kelompok belajar
 Sekolah mematuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar
termasuk buku pelajaran
Indikator Pencapaian
Bukti-bukti prstasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah Tingkat yang dicapai
(mohon beri tanda centang menurut indikator dan
pada jenis bukti berikut) berdasarkan bukti
Catatan mengenai ukuran Lahan Sekolah
ruangan, jumlah dan sarana - Luas lahan 15.850 m2
prasarana - Rasio luas lahan terhadap
Ukuran kelompok belajar peserta didik 1: 44 m2
Catatan peralatan dan - Bukti kepemilikan tanah
sumber belajar berupa sertifikat
Catatan pengeluaran
Lainnya (mohon jelaskan) Bangunan Gedung
- Luas lantai 4.826 m2
- Rasio luas lantai terhadap
peserta didik 1:13 m2
- Dilengkapi instalasi listrik
dengan daya 7.700 watt

Prasarana dan Sarana untuk SMP


1. Ruang kelas :
 Banyaknya ruang
kelas 15 ruang
 Banyaknya ruang
kelas yang memenuhi
rasio minimum (2
m2/peserta didik) 13
ruang
 Banyaknya ruang
kelas yang tidak
memenuhi rasio
minimum (2
m2/peserta didik) 0
ruang
 Sarana ruang kelas
yang tersedia 13
(memadai)
2. Ruang Perpustakaan
 Luas Ruang
Perpustakaan 120
m2
 Ruang
perpustakaan
mudah diakses
 Sarana ruang
perpustakaan
yang tersedia
memadai

3. Laboratorium IPA
 Luas laboratorium
240 m2
 Sarana
laboratorium
yang tersedia
memadai

4. Ruang Pimpinan
 Luas ruang
pimpinan 24 m2
 Sarana ruang
pimpinan yang
tersedia memadai

5. Ruang Guru
 Luas lantai 72 m2
 Rasio luas lantai
1:2 m2/pendidik
 Ruang guru
dilengkapi
dengan memadai

6. Tempat beribadah
 Luas lantai 196
m2
 Sarana yang
tersedia
memadai

7. Ruang UKS
 Luas lantai 56
m2
 Sarana yang
tersedia cukup
memadai

8. Ruang Organisasi
Kesiswaan
 Luas ruangan 16
m2
 Sarana yang
tersedia dalam
ruang belum
memadai

9. Jamban
 Jumlah jamban
7 buah
 Luas lantai tiap
jamban 90 m2
 Setiap jamban
tersedia air
yang cukup
 Sarana yang
tersedia cukup
memadaI

10. Gudang
 Luas lantai 28
m2
 Sarana yang
tersedia belum
memadai

11. Tempat Bermain /


Berolahraga
 Tempat bermain
berfungsi
sebagai (area
bermain,
berolah raga,
pendidikan
jasmani,
upacara, dan
kegiatan ekstra
kurikuler)
 Luas tempat
bermain/berolah
raga 2.714 m2.
 Rasio tempat
bermain/berolah
raga
7.5m2/peserta
didik
 Sarana
bermain/berola
hraga belum
memadai

12. Ruang kantin


 Luas ruangan
136 m2
 Sarana yang
tersedia dalam
ruang kantin
belum memadai

13. Ruang kepala


sekolah
 Luas ruangan 32
m2
 Sarana yang
tersedia dalam
ruang kepala
sekolah
memadai

14. Ruang wakil


kepala sekolah
 Luas ruangan 32
m2
 Sarana yang
tersedia dalam
ruang wakil
kepala sekolah
memadai

1.2 apakah sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik ?


spesifikasi dalam standar pemeliharaan sarana dan prasarana
 Bangunan
 Pemeliharaan bangunan dilaksanakan paling tidak setiap 5 tahun sekali
 Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi
kemudahan bagi yang berkebutuhan khusus
Indikator pencapaian
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada jenis berdasarkan bukti yang
bukti berikut) dicapai
Catatan pengeluaran 1. Pemeliharan bangunan
 Terdapat program pemeliharaan
bangunan jangka pendek dan
jangka panjang
 Terdapat dokumentasi dan catatan
pelaksanaan pemeliharaan
bangunan
 Program 7x tersedia
 Terdapat anggaran pemeliharaan
bangunan, lingkungan dan
kebersihan dalam RKAS
2. Kondisi bangunan
 Akses jalan menuju sekolah
memadai
 Sekolah mudah dijangkau dan
terletak dalam keadaan strategis
 Kondisi bangunan baik dan
terpelihara
3. Keamanan
 Terdapat gerbang dan pagar
sekolah yang terkondisi baik
 Terdapat alat pemadam kebakaran
(APAR/APAB) dan penangkal petir
4. Kebersihan
 memiliki tempat sampah yang
cukup
 memiliki sarana atau alat
kebersihan yang cukup
 sekolah dalam keadaan bersih
 sekolah memiliki tempat
pembuangan akhir
5. keindahan
 terdapat taman yang terpelihara
dengan baik
 halaman sekolah yang bersih dan
terawat menjadi tampak indah
6. kesehatan
 terdapat pembuangan air yang
cukup
7. kenyamanan
 suasana disekolah nyaman

2. STANDAR ISI
2.1. Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan ?
spesifikasi dalam standar isi
 Kerangka kerja dasar dan struktur kurikulum
 Kurikulum mata pelajaran memenuhi standar untuk jenis satuan pendidikan
 Kurikulum untuk tingkat satuan pendidikan
 Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan mempergunakan
panduan yang disusun BNSP
 Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan karakter daerah,
kebutuhan sosial masyarakat dan kondisi budaya, usia, peserta didik, dan
kebutuhan pembelajaran
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Kurikulum tersedia Kerangka Dasar Kurikulum
untuk semua mata  Kurikulum sekolah kami memuat 4
pelajaran dan semua kelompok mata pelajaran.(ada 4 kelompok
kelompok usia di : Mata pelajaran umum, agama, peminatan
sekolah dan muatan lokal)
Kurikulum tersedia  Kurikulum dikembangkan berdasar 7
untuk mata pelajaran prinsip. (ada 7 prinsip : relevansi,
tambahan untuk efektifitas, efisiensi, kontinuitas,
memenuhi kebutuhan fleksibilitas, keterbukaan, keterpaduan)
daerah Struktur Kurikulum
Wawancara dengan  Kurikulum sekolah kami memuat 8/10
orang tua peserta mata pelajaran, muatan local,
didik pengembangan diri
Wawancara dengan  Jumlah jam pembelajaran perminggu
peserta didik adalah 42- 44 jam pembelajaran.
Wawancara dengan  Alokasi waktu tiap jam pembelajaran
waka kurikulum adalah 45 menit.
 Jumlah minggu efektif dalam setahun 38-
41 minggu.
 Silabus tersedia untuk semua mata
pelajaran, termasuk mata pelajaran muatan
local.
 RPP tersedia untuk semua mata pelajaran,
termasuk
 mata pelajaran muatan local.
Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran
 Sekolah Kami memiliki Tim Pengembang
Kurikulum.
 Dalam penyusunan kurikulum melibatkan
Kepala Sekolah, Pendidik, Komite
Sekolah, Tokoh Masyarakat
 Kami menyusun kurikulum menggunakan
Panduan Penyusunan Kurikulum dari
BNSP.
 Kurikulum sekolah kami disusun setiap
tahun 1 tahun sekali
 Kurikulum kami memuat muatan lokal
yang disesuaikan dengan kebutuhan
daerah yaitu Budaya Jawa Timur
 Kurikulum kami memuat pengembangan
diri yang disesuaikan dengan
kebutuhan peserta didik

2.2. Bagaimana sekolah menyediakan apa yang dibutuhkan dalam pengembangan


pribadi peserta didik
spesifikasi dalam standar isi
 Kerangka kerja dasar dan struktur kurikulum
 Sekolah mematuhi standar untuk menyediakan apa yang dibutuhkan bagi
pengembangan pribadi peserta didik termasuk konseling dan kegiatan
ekstrakurikuler
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Wawancara peserta Ekstra Kurikuler :
didik  Kami menyelenggarakan kegiatan ekstra
Wawancara orang tua kurikuler Oliampiade Sains, Seni,
peserta didik Olahraga, Agama, dan Bahasa
Observasi  Kami memnyelenggarakan berdasarkan
Laporan tentang kebutuhan peserta didik baik dari Jenis
kegiatan sekolah kelamin, minat, bakat, dan usia peserta
didik
 Kami mengorganisasikan kegiatan ekstra
kurikuler.(Program/Perencanaan, catatan
kegiatan, evaluasi, rencana tidak lanjut)
Bimbingan dan Konseling
 Kami menyelenggarakan kegiatan
Bimbingan dan Konseling.
 Kami mengorganisasikan kegiatan
Bimbingan dan Konseling.
(Program/Perencanaan, catatan kegiatan,
evaluasi, rencana tidak lanjut)

3. STANDAR PROSES BELAJAR


3.1. Apakah silabus sudah sesuai dan relevan ?
spesifikasi dalam proses belajar

standar proses belajar


A: Silabus
 Silabus dikembangkan berdasarkan standar isi, standar kompetensi kelulusan dan
panduan kurikulum (KTSP)
 Silabus diarahkan pada pencapaian standar dtandar kompetensi lulusan

Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Silabus tersedia  Semua pendidik memiliki silabus sesuai Tingkat
untuk semua mata mata pelajaran yang diampunya. ke 2
pelajaran dan semua  Silabus dikembangkan didasarkan pada
kelompok usia di standar isi, standar kompetensi lulusan dan
sekolah KTSP.
Wawancara dengan  Silabus mengarah pada pada pencapaian
orang tua peserta SKL
didik  Silabus belum dikaji setiap tahun untuk
Wawancara dengan disesuaikan dengan perubahan
peserta didik kebutuhan pembelajaran.
3.2. Apakah RPP direncanakan untuk mencapai pembelajaran efektif ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
B: Rencana Pelaksanaan Pembelajar
 Prinsip- prinsip perencanaan pembelajaran - Setiap guru harus mempersiapkan
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mencakup identitas mata pelajaran, standar
kompetensi, tujuan belajar, bahan mengajar, alokasi waktu, metode belajar, dan
evaluasi. Kegiatan belajar mencakup pendahuluan, kegiatan inti , dan penutup
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Review RPP  100% ( 39 orang ) pendidik di sekolah Tingkat
Observasi kelas kami menyusun Program Semester dan ke 2
Interview guru Program Tahunan.
Interview peserta  100 % ( 39 orang ) pendidik memiliki
didik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
 RPP dikaji/direvieu setiap tahun.
 RPP mencakup/memuat (Identitas mata
pelajaran, SK, KD, Indikator pencapaian,
Tujuan pembelajaran, Materi ajar, alokasi
waktu, Metode pembelajaran, Kegiatan
pembelajaran, Penilaian hasil Belajar, dan
sumber belajar).

3.3. Apakah sumber belajar untuk pembelajara dapat diakses dan dipergunakan
secara tepat ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
implementasi proses belajar
 Selain buku text pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan,
buku refrensi dan sumber buku lainnya
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Jumlah dan jenis  Sumber belajar yang tersedia buku teks, Tingkat
buku pelajaran yang buku pengayaan, buku referensi, ke 2
dipergunakan perpustakaan, laboratorium, Lingkungan,
Ketersediaan dan lainnya
penggunaan bahan  Buku teks cukup untuk satu siswa satu
bacaan tambahan buku.
Observasi kelas  Selain teks, guru menggunakan sumber
menunjukkan belajar lainnya yaitu Panduan guru, buku
penggunaan alat pengayaan, buku referensi, buku sumber
peraga dan hasil belajar lainnya
karya peserta didik  Beberapa guru kami memanfaatkan
dipajang lingkungan sebagai sumber belajar.
Wawancara dengan  Sebagian dari siswa memanfaatkan
peserta didik perpustakaan sebagai sumber belajar.
3.4. Apakah pembelajaran menerapkan prinsip prinsip PAKEM/CTL ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
 implementasi proses belajar
 Para guru mengimplementasikan rencana belajar dengan mempergunakan
metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi
peserta didik
 Para peserta didik berpeluang untuk melakukan ekplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi
 Para Guru memiliki kemampuan mengimplementasikan pengelolaan
kelas yang efektif
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Tingkat jumlah DO  100% ( 39 orang) pendidik melaksanakan Tingkat
Kehadiran peserta pembelajaran sesuai dengan RPP yang ke 2
didik diapkannya.
Wawancara dengan  Dalam proses pembelajaran 12,82 % (5
guru dan peserta orang) pendidik menggunakan metode
didik yang interaktif,inspiratif,
Observasi sesama menyenangkan,menantang, dan
guru memotivasi peserta didik.
Observasi pengajaran  Dalam proses pembelajaran 12,82 % (5
Rencana pengajaran orang) pendidik menerapkan siklus
dan review guru pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif,
setelah dan menyenangkan, (eksploratif,
menyampaikan kolaboratif, konfirmatif)
pengajaran  15,38 % (6 orang) pendidik mengelola
kelas secara efektif. (mengatur tempat
duduk sesuai karakter pembelajaran,
memajang hasil karya siswa)

3.5. Apakah sekolah memenuhi kebutuhan semua peserta didik ?


spesifikasi dalam standar proses belajar
 Rencana proses belajar
 Rencana pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan
awal, tingkat intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial,
emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya,
norma, nilai-nilai, dan atau lingkungan peserta didik.
 Implementasi proses belajar
 Guru menggabungkan pendekatan tematis dan mendorong dipertimbangkanya isu
keanekaragaman dan lintas budaya
 Guru menghargai pendapat peserta didik
 Guru menghargai peserta didik tanpa memandang agama, ras, jenis kelamin dan
keadaan sosial ekonomi mereka
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Prestasi peserta didik  Perencanaan proses belajar Tingkat
dalam Ujian Nasional  1,56 % ( 4 orang) pendidik dalam ke 2
Kemajuan peserta menyusun Rencana Pembelajaran
didik berdasarkan memperhatikan segala perbedaan
target yang kebutuhan pada peserta didik.
ditetapkan
Kehadiran peserta  Implementasi proses belajar
didik  7,69 % pendidik menggabungkan
Observasi sesama pendekatan tematis dan
guru mempertimbangkan isu
Rencana pengajaran keanekaragaman dan lintas budaya.
guru  15,38% pendidik menawarkan
bantuan atau penjelasan tambahan
bagi sebagian peserta didik setelah
jam sekolah
 86,48 % pendidik memberi respon
positif terhadap pendapat yang
dikemukakan peserta didik.

3.6. Bagaimana cara sekolah mempromosikan dan mempertahankan etos


pencapaian prestasi ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
 implementasi proses belajar
 Semua anak didik mendapat perlakuan adil dan pendapat mereka dihargai.
 Guru-guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar
peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Observasi terhadap  82,05 % (32 orang) pendidik dalam proses Tingkat
sikap guru terhadap pembelajaran selalu menciptakan
anak didik, hubungan baik antara pendidik dan peserta ke 2
khususnya dalam hal didik.
memberikan pujian.  Semua peserta didik kami diperlakukan
Menjadikan dengan hormat/baik dan diharapkan
pekerjaan anak didik menunjukkan tanggung jawab dan
sebagai pajangan di dukungan bagi sesama peserta didik
kelas atau bahan  56,41% (22 orang) pendidik selalu
pelajaran yang dibuat memberi penghargaan kepada siswa yang
oleh anak didik.
menunjukkan keberhasilan
Perilaku lain yang
 Peserta didik dan para pendidik memiliki
relevan
keinginan berprestasi dan mengharapkan
pihak lainpun demikian.
 84,61 % (33 orang) pendidik selalu
member penguatan terhadap hasil belajar
peserta didik dalam proses pembelajaran
berlangsung.

4. STANDAR PENILAIAN
4.1. Sistem apakah yang sudah tersedia untuk memberikan penilaian bagi peserta
didik baik dalam bidak akademik maupun non akademik ?
spesifikasi dalam standar evaluasi
 Guru membuat perencanaan penilaian terhadap pencapaian peserta didik
 Guru memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kriteria penilaian
termasuk kriteria penguasaan minimum
 Guru melaksanakan penilaian pada interval yang reguler berdasarkan rencana yang
telah dibuat
 Guru menerapkan berbagai teknik penilaian dan jenis penilaian untuk memonitor
perkembangan dan kesulitan peserta didik
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Pencapaian peserta  97,30 % (36 orang) membuat perencanaan Tingkat
didik dalam ujian penilaian terhadap pencapaian peserta ke 1
nasioanl didik (kisi-kisi soal, naskah soal, kunci
Kemajuan peserta jawaban, rubrik penilaian)
didik berdasarkan  97,30% (36 orang) pendidik menyusun
target yang KKM untuk mata pelajaran yang akan
ditetapkan diujikan
Wawancara dengan  5,41 % (2 orang) pendidik
orang tua dan peserta menginformasikan rubrik penilaian dan
didik KKM kepada peserta didik
Rencana pengajaran  13,51 % (5 orang) pendidik melaksanakan
guru ulangan secara berkala sesuai dengan
rencana untuk setiap mata pelajaran
 811 % (3 orang ) pendidik menerapkan
berbagai teknik dan jenis penilaian untuk
memonitor perkembangan dan berbagai
kesulitan peserta didik. (tes, observasi,
penugasan, unjuk kerja, diskusi, kerja
kelompok)

4.2. Bagaimana penilaian berdampak pada proses belajar ?


spesifikasi dalam standar proses belajar
 Evaluasi oleh guru
 Guru memberikan masukan dan komentar mengenai penilaian yang mereka lakukan
pada peserta didik
 Guru mempergunakan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Pencapaian peserta  21,62 % (8 orang) pendidik mereviu Tingkat
didik dalam ujian tingkat kemajuan semua peserta didik pada ke 2
nasional akhir setiap semester dan mempergunakan
Kemajuan peserta informasi untuk merencanakan program
didik berdasarkan pembelajaran selanjutnya.
target yang  81,08 % (30 orang) pendidik menyusun
ditetapkan dan melaksanakan analisa hasil belajar dan
Wawancara dengan menyusun/melaksanakan rencana tindak
orang tua dan peserta lanjutnya.
didik  27,03 % (10 orang) pendidik
Rencana pengajaran melaksanakan perbaikan dan pengayaan
guru terhadap peserta didik dan melaporkan
hasilnya kepada orangtua peserta didik.
 13,51 % (5 orang) pendidik secara rutin
menyimpan catatan dan memastikan
kemajuan peserta didik dalam tingkat yang
sesuai dengan cara mempergunakan
penilaian untuk memberikan masukan
dalam perencanaan mereka
 5,41 % (2 orang) pendidik melaporkan
hasil penilaian yang disertai komentar
perbaikan kepada orangtua peserta didik.

4.3. Apakah orang tua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
 Penilaian berdasarkan unit pendidikan
 Sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata
pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk
buku laporan pendidikan
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Wawancara peserta  Sekolah melaporkan hasil penilaian mata Tingkat
didik pelajaran untuk semua kelompok mata ke 2
Wawancara orang tua pelajaran pada setiap akhir semester
Wawancara guru kepada orang tua/wali peserta didik dalam
Laporan kegiatan bentuk buku laporan pendidikan
sekolah  Sekolah melaporkan hasil Bimbingan dan
Konseling terhadap orangtua peserta didik.

5. KOMPETENSI LULUSAN
5.1. Apakah peserta didik dapat mencapai pencapaian akademis yang diharapkan?
spesifikasi dalam standar proses belajar
 Hasil belajar peserta didik sesuai dengan standar menurut usia dan mata pelajaran
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Kemajuan yang  Peserta ujian ( siswa kelas sembilan) Tingkat
dicapai peserta didik memiliki rata-rata nilai ujian 75 (melebihi ke 2
dalam ketrampilan standar ketuntasan belajar nasional pada
menulis, membaca seluruh mata pelajaran, sesuai standar
dan berhitung nasional pada mata pelajaran tertentu,
Hasil ujian masih di bawah standar nasional pada
Hasil-hasil tes mata pelajaran tertentu, masih di bawah
Mutu pekerjaan standar nasional untuk semua mata
sekolah yang pelajaran)
dihasilkan  Siswa memiliki rata-rata nilai
Hasil-hasil yang (raport) 75 (melebihi standar
dicapai secara ketuntasan belajar nasional pada seluruh
perorangan atau mata pelajaran, sesuai standar nasional
bersama pada mata pelajaran tertentu, masih di
bawah standar nasional pada mata
pelajaran tertentu, masih di bawah standar
nasional untuk semua mata pelajaran)
 Pencapaian prestasi akademik peserta
didik mengalami kemajuan dari
tahun ke tahun.

5.2. Apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai
anggota masyarakat ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
 Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik
 Sekolah mengembangkan ketrampilan hidup
 Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya dan pemahaman atas sikap yang
dapat diterima
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Catatan pencapaian  80 % peserta didik berperilaku sesuai Tingkat
pribadi dan sosial dengan nilai dan norma yang berlaku. ke 2
peserta didik  60% peserta didik menerapkan ajaran
Kehadiran peserta agama dalam kehidupan mereka secara
didik pada kegiatan konsisten.
ekstra kurikuler  Potensi dan minat dari 50% peserta didik
Pencapaian dalam telah berkembang melalui partisipasi
olahraga mereka dalam berbagai jenis kegiatan.
Catatan mengenai  Sekolah menyediakan beberapa kegiatan
program budaya pengembangan diri.
6. STANDAR PENGELOLAAN
6.1. Apakah kinerja pengelolaan berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat
dengan visi misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak ?
spesifikasi dalam standar pengelolaan
 Perencanaan program
 Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan
pihak berkepentingan.
 Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah/madrasah yang
ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan
dan akuntabilitas.
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Pernyataan visi dan  Sekolah memiliki Komite Sekolah. Tingkat
misi sekolah  Komite Sekolah memiliki Struktur ke 2
Dokumen Organisasi yang lengkap dengan tupoksi,
penyebarluasan AD ART, Rencana Kerja, Catatan
rumusan visi dan Kegiatan
misi kepada  Sekolah memiliki Visi dan Visi.
pemangku  Dalam perumusan dan penyusunan Visi
kepentingan dan Misi sekolah melibatkan Kepala
Agenda/catatan hasil Sekolah, Pendidik, Tenaga Kependidikan,
pertemuan komite Komite Sekolah, Orangtua peserta didik,
sekolah Tokoh masyarakat
Dokumen/bukti lain  Visi dan Misi Sekolah disosialisasikan
kepada Semua warga sekolah, Orangtua
Siswa, Masyarakat Sekitar
 Visi dan Misi belum difahami sepenuhnya
oleh semua warga sekolah, Orangtua
Siswa, Masyarakat Sekitar
 Sekolah mereview Visi dan Misi secara
berkala.
 Kepala Sekolah memiliki Rencana Kerja.
 Pimpinan sekolah kami mendorong
evaluasi diri dan memperkuat budaya
dimana seluruh staf merasa mampu dan
percaya diri membangun mutu baik di
kelas maupun di luar kelas sesuai
Rencana Kerja Sekolah.

6.2. Apakah ada tujuan dan rencana untuk perbaikan yang memadai ?
spesifikasi dalam standar pengelolaan
 Perencanaan program
 Sekolah merumuskan tujuan yang jelas dan rencana kerja untuk pengembangan dan
perbaikan dan disosialisasikan kepada warga sekolah dan pihak yang berkepentingan.

Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Tujuan dan rencana  Sekolah memiliki rencana kerja yang jelas Tingkat
Pendokumentasian dan relevan untuk jalannya sekolah dengan ke 2
dan sosialisasi lancar
rencana  Dalam menyusun program kerja, kepala
sekolah melibatkan Pendidik, Tata Usaha,
Penjaga,Komite, Peserta Didik.
 Rencana kerja sekolah disosialisasikan
kepada peseta didik, orang tua, pendidik,
tenaga kependidikan, pemangku
kepentingan agar dipahami dengan baik
 Sekolah mengevaluasi program kerja
secara berkala dan membuat program
tindak lanjut hasil evaluasi.
 Sekolah menyusun tujuan sekolah yang
dibuat berdasarkan hasil yang akan dicapai
bagi para peserta didik dan sejalan dengan
prioritas daerah dan pusat.
 Tujuan sekolah disosialisasikan kepada
peserta didik, orang tua, pendidik, tenaga
kependidikan, pemangku kepentingan)
agar dipahami dengan baik
 Sekolah menyusun Rencana
Pengembangan Sekolah.
 Rencana Pengembangan Sekolah
didasarkan pada hasil Evaluasi Diri
Sekolah.
 Rencana Pengembangan Sekolah
disosialisasika kepada warga sekolah,
masyarakat sekitar

6.3. Dampak rencana pengembangan sekolah terhadap peningkatan hasil belajar?


spesifikasi dalam standar pengelolaan
Perencanaan program
 Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran
sekolah/madrasah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah
Supervisi dan Penilaian
 Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah.
 Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan
melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan SNP
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Laporan evaluasi diri  Sekolah menyusun RKAS sebagai Tingkat
sekolah implementasi Rencana Kerja Tahunan ke 1
Kemajuan dalam yang didasarkan pada rencana jangka
implementasi menengah.
rencana  Sekolah melaksanakan evaluasi diri
pengembangan sekolah secara berkala.
sekolah  Sekolah menyusun Laporan Evaluasi Diri
Interview dengan sekolah
peserta didik  Sekolah membuat Rencana Tindak Lanjut
Interview dengan dari hasil evaluasi diri sekolah.
orang tua  Sekolah menyusun indicator keberhasilan
Laporan guru kepada sekolah.
kepala sekolah  Sekolah menetapkan prioritas kegiatan
mengenai pencapaian perbaikan kinerja sekolah.
mereka  Sekolah mensosialisasikan indikator
keberhasilan dan prioritas
perbaikan kinerja.

6.4. Bagaimanakah cara pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan
valid ?
spesifikasi dalam standar pengelolaan
 Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang memadai, efektif,
efisian dan dapat dipertanggung jawabkan
 Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif dan dapat diakses
 Sekolah menyediakan laporan dan data yang dibutuhkan oleh kabupaten dan tingkatan
lain dalam sistem
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Informasi dan data  Sekolah memiliki program pengelolaan Tingkat
mutakhir dan dapat informasi berupa perencanaan, ke 2
diandalkan pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut
Rencana  Sarana informasi yang tersedia Website,
pengembangan telepon, papan pengumuman, kotak saran
sekolah berdasarkan  Stake holder mudah mengakses informasi
bukti-bukti yang tentang pengelolaan sekolah.
ditujukan dari data  Sekolah memiliki petugas pelayanan
Diknas kabupaten informasi.
memiliki catatan  Sekolah memiliki data pengelolaan
mengenai kegiatan sekolah yang lengkap
dan pencapaian  Sekolah melaporkan data pengelolaan
sekolah sekolah kepada dinas terkait secara rutin.

6.5. Bagaimanakah cara mendukung dan memberikan kesempatan pengembangan


profesi bagi para guru dan tenaga kependidikan ?
spesifikasi dalam standar pengelolaan
 Pendidik dan tenaga kependidikan
 Sekolah mengatur keefektifan program pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk
pengembangan profesi
 Supervisi dan evaluasi
 Supervisi dan evaluasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan dilaksanakan
sesuai dengan standar guru dan tenaga kependidikan
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Penilaian tahunan  Sekolah memiliki program pemberdayaan Tingkat
guru dan pegawai pendidik dan tenaga kependidikan. ke 2
lain oleh kepala  Program pemberdayaan pendidik dan
sekolah tenaga kependidikan yang dilaksanakan
Interview guru sekolah adalah pembagian tugas,
Observasi pemberian penghargaan, pengembangan
Laporan guru kepada profesi
kepala sekolah  Sekolah mempromosikan pendidik dan
mengenai prestasi tenaga kependidikan.
yang dicapai  Sekolah memiliki program peningkatan
Perbaikan dan kompetensi pendidik dan tenaga
pengembangan guru kependidikan.
dari waktu ke waktu  Sekolah memfasilitasi pendidik dan tenaga
kependidikan dalam meningkatkan
kompetensinya.
 Kepala Sekolah membuat program
supervisi pengelolaan secara rutin dan
berkala.
 Kepala Sekolah melaksanakan supervisi
pengelolaan dan menindaklanjutinya
sesuai program yang telah dibuat.
 Kepala Sekolah membuat program
supervisi pembelajaran secara rutin dan
berkala.
 Kepala Sekolah melaksanakan supervisi
pembelajaran dan menindaklanjutinya
sesuai program yang telah dibuat.

6.6. Bagaimanakah cara masyarakat daerah mengambil bagian dalam kehidupan


sekolah ?
spesifikasi dalam standar pengelolaan
 Sekolah melibatkan anggota masyarakat dan publik dalam mengelola aspek non
akademis sekolah
 Warga sekolah harus dilibatkan dalam pengelolaan akademis dan non akademis
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Catatan mengenai  Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan Tingkat
dukungan komite dalam pengelolaan non akademik. ke 2
sekolah  Sekolah menjalin kemitraan dengan
Tingkat pendaftaran Komite Sekolah, Msyarakat sekitar,
peserta didik Lembaga kemasyarakatan, Dunia Usaha,
Interview dengan Pemerintah setempat, Sekolah mitra,
perwakilan Asisiasi alumni dalam kegiatan non
masyarakat setempat akademik.
 Semua warga sekolah terlibat dalam
semua
kegiatan sekolah.

7. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA PENDIDIKAN


7.1. Apakah pemenuhan jumlah guru dan pegawai lain sudah memadai ?
spesifikasi dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan
 Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standar
 Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standar
 Pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standar kompetensi
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Jumlah dan  Kepala Sekolah Tingkat
kualifikasi guru - Tingkat pendidikan Kepala Sekolah adalah ke 2
Jumlah dan S-2
kualifikasi tenaga - Jenis non Pendidikan
pendidik - Kepala Sekolah sudah bersertifikat Guru.
Beban mengajr guru  Guru
Laporan kepala - Jumlah guru mata pelajaran 29 orang,
sekolah mengenai 78,38% (29 orang) guru berijasah S-1 dan
supervisi guru 3 orang S-2
Penilaian terhadap - 5,41% (2 orang) guru) memiliki latar
guru dan tenaga pendidikan sesuai dengan mata pelajaran
pendidik yang diampu.
- 100 % (19 orang) guru telah
bersertifikat Guru Kepala Sekolah
membuat program supervisi pengelolaan
secara rutin dan berkala.

 Tenaga kependidikan yang kami miliki :


1. Tenaga administrasi
- Jumlah 37 orang cukup
- Pendidikan sarajana 7 orang, 2
orang SLTA

2. Pustakawan
- Jumlah 4 orang, cukup
- Pendidikan S1
3. Laboran
- Jumlah 3 orang, cukup
- Pendidikan S1

4. Konselor
- Jumlah 6 orang, cukup
- Pendidikan S1

5. Penjaga
- Jumlah 2 orang, cukup
- Pendidikan SLTA

6. Tukang kebun
- Jumlah 4 orang cukup
- Pendidikan SLTA

8. STANDAR PEMBIAYAAN
8.1. Bagaimana sekolah mengelola keuangan ?
spesifikasi dalam standar pembiayaan
 Pengelolaan keuangan sekolah
 Anggaran sekolah dirumuskan merujuk peraturan pemerintah pusat dan daerah
 Pengelolaan keuangan sekolah transparan, efisien, dan akuntabel.
 Sekolah membuat pelaporan keuangan kepada pemerintah dan Pemangku
kepentingan.
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
RAPBS jangka  RAPBS dirumuskan merujuk pada Tingkat
panjang, menengah peraturan pemerintah. ke 2
dan tahunan  Penyusunan RAPBS melibatkan Kepala
Laporan pendapatan sekolah, Pendidik, Tenaga Kependidikan,
dan penggunaan Komite Sekolah, Orangtua Peserta Didik,
keuangan sekolah Tokoh Masyarakat
kepada pemerintah  Sekolah melakukan pembukuan keuangan
dan pemangku yang dilengkapi dengan bukti pengeluaran
kepentingan yang sah.
Pembukuan  Sekolah memajang laporan kinerja
keuangan sekolah efektifitas anggaran di Ruang Kepala
Wawancara dengan Sekolah, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha,
komite sekolah dan Ruang Pengumuman Sekolah
pemangku  Pendapatan dan pengeluaran keuangan
kepentingan yang sekolah dilaporkan secara periodik kepada
relevan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Catatan hasil  Sekolah melakukan pertanggung jawaban
pertemuan dengan penggunaan keuangan secara menyeluruh
komite sekolah dan kepada pemerintah dan pemangku
pemangku kepentingan
kepentingan yang
relevan

8.2. Upaya apakah yang telah dilaksanakan oleh sekolah untuk mendapatkan tambahan
dukungan pembiayaan lainnya ?
spesifikasi dalam standar pembiayaan
 Sekolah memiliki kapasitas untuk mencari dana dengan inisiatifnya sendiri
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
RAPBS jangka  Sekolah menjalin kemitraan dengan DUDI Tingkat
panjang, menengah (Dunia Usaha dan Dunia Industri) ke 1
dan tahunan  Sekolah mengembangkan hubungan kerja
Catatan alumni sama dengan pemangku kepentingan
Catatan hasil khususnya orang tua yang mampu
pertemuan dengan membantu sekolah
pemangku  Melanjutkan hubungan sekolah dengan
kepentingan yang alumni
relevan
Catatan pendapatan
dari semua sumber
Interview dengan
komite sekolah dan
pemangku
kepentingan yang
relevan

8.3. Bagaimana cara sekolah menjamin kesetaraan akses ?


spesifikasi dalam standar pembiayaan
 SPP siswa sekolah ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua
 Sekolah melakukan subsidi silang kepada siswa kurang mampu di bidang ekonomi
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Angka peserta didik  Sekolah kami membebaskan semua Tingkat
yang masuk dan peserta didik dari segala bentuk ke 4
keluar pembiayaan penyelenggaraan pendidikan.
Wawancara dengan  Sekolah kami menerima semua anak usia
anak didik sekolah dari berbagai
Wawancara dengan tingkatan sosial ekonomi.
orang tua
Wawancara dengan
yang mewakili
masyarakat
Wawancara
perwakilan
masyarakat daerah
Catatan SPP yang
dibayarkan
Tingkat putus
sekolah

B. Peta Mutu Madrasah dan Deskripsi Peta Mutu Madrasah


Peta mutu madrasah adalah adalah representasi visual yang menyoroti profil
mutu satuan pendidikan dalam wilayah tertentu yang menggambarkan karakteristik
mutu satuan pendidikan berdasarkan delapan standar nasional pendidikan. Dengan
kata lain peta mutu diperoleh dari suatu proses pemetaan berjenjang mulai dari tingkat
satuan pendidikan dengan output berupa profil mutu yang di tingkat
berikutnya diagregasi dalam batasan wilayah tertentu.
Peta mutu pendidikan disusun untuk dapat digunakan sebagai
data awal (baseline data) kondisi nyata tentang pemenuhan dan
pencapaian ke-8 SNP dan indikatornya yang akanmemudahkan
pemangku kepentingan dalam menyusun perencanaan program dan
penganggaran peningkatan mutu agar memiliki tujuan, ruang
lingkup, sasaran, target, dan tahapan yang jelas. Sumber data dari
penyusunan peta mutu di tiap tingkatan wilayah adalah data profil
di tingkat satuan pendidikan yang memuat informasi kuantitatif dan
kualitatif kondisi satuan pendidikan dalam lingkup standar nasional
pendidikan. Agregasi profil satuan pendidikan di tingkat selanjutnya
diharapkan dapat disusun untuk menjawab kebutuhan para
pemangku kepentingan untuk mendorong satuan pendidikan dalam
melakukan upaya penjaminan mutu.
BAB III
KONDISI MADRASAH MASA DEPAN YANG DIHARAPKAN

A. Harapan Pemangku Kepentingan di Masa Mendatang


Berikut beberapa harapan – harapan perkomponen/kategori
yang ada di SMP Negeri 2 Ponorogo :
1. Kurikulum dan pembelajaran. ( Dokumentasi RPP ada dan dibuat
sendiri, Guru memahami prinsip-prinsip penilai berbasis kelas )
2. Administrasi dan Manajemen Sekolah. (Program sekolah ada dan
baik, Administratsi sekolah ada dan lengkap)
3. Organisasi dan Kelembagaan. (Dokumentasi dan bagan sekolah
selalu ada, Peraturan khusus selalu ada)
4. Sarana dan prasarana. (Sarana penunjang administrasi
ditambah, Tempat sampah ada)
5. Ketenagaan. (95 % guru S1, Seluruh tenaga pendukung ada)
6. Pembiayaan dan pendanaan. (Pembiayaan sekolah ditingkatkan,
adanya peningkatan RKAS)
7. Peserta didik. (Proses PSB tetap baik, prosentase kelulusan
100%)
8. Peran serta masyarakat.(Dukungan komite optimal, Penghasilan
orang tua lebih baik).
9. Lingkungan dan budayasekolah. (lingkungan sekolah semakin
aman dan tindakan pencurian dapat dihindari, warga sekolah
berperan optimal menjaga lingkungan sekolah)

B. Visi Sekolah

Visi SMP Negeri 2 Ponorogo adalah “BERBUDI PEKERTI LUHUR,


BERPRESTASI, BERBUDAYA LINGKUNGAN YANG BERLANDASKAN
IMAN DAN TAQWA”

C. Misi Sekolah
1) Mengembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut
2) Membiasakan sopan santun dari seluruh warga sekolah
3) Menumbuhkan rasa Cinta dan bangga berbangsa dan bertanah air indonesia
4) Menciptakan iklim belajar yang kondusif
5) Meningkatkan sistem pelayanan pendidikan
6) Menumbuh kembangkan potensi siswa, dalam bidang akademik, olahraga dan
seni
7) Mengembangkan kurikulum berbasis lingkungan
8) Menciptakan lingkungan yang bersih sehat hijau rindang Indah nyaman dan aman
9) Menciptakan kedisiplinan ketertiban kebersihan berbudi pekerti luhur dan akhlak
mulia
10) Menjalin hubungan kerjasama yang baik dan sinergis antar warga sekolah
masyarakat serta instansi terkait yang berorientasi pada pelestarian lingkungan

D. Tujuan Madrasah 4 Tahun ke Depan


Berdasarkan pada Visi dan Misi yang telah ditetapkan tersebut, maka tujuan
SMP Negeri 2 Ponorogo yang diharapkan pada empat ahun kedepan adalah :
1) Standar Kompetensi kelulusan
a. Sekolah mampu memenuhi peningkatan prestasi dibidang akademik
b. Sekolah mampu memenuhi peningkatan prestasi dibidang non akademik
2) Standar Isi
a. Sekolah mampu memenuhi dokumen 1 atau buku 1 KTSP dengan lengkap
b. Sekolah mampu memenuhi semua mata pelajaran dan untuk semua jenjang
dan untuk semua tingkatan
3) Standar Proses
a. Sekolah mampu memenuhi persiapan pembelajaran dengan lengkap
b. Sekolah mampu memenuhi persyaratan pembelajaran
4) Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan
a. Sekolah mampu memenuhi kepala sekolah yang handal
b. Sekolah mampu memenuhi peningkatan kompetensi dan peningkatan guru
5) Standar Sarana dan Prasarana
a. Sekolah mampu memenuhi sarana dan prasarana minimal
b. Sekolah mampu memenuhi sarana dan prasarana lainnya
6) Standar Pengelolaan
a. Sekolah mampu memenuhi perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana
kerja
b. Sekolah mampu memenuhi struktur organisasi dan mekanisme kerja
7) Standar Keuangan dan Pembiayaan
a. Sekolah mampu memenuhi peningkatan sumber dana
b. Sekolah mampu memenuhi pelaporan penggunaan dana
8) Standar Penilaian Pendidikan
a. Sekolah mampu memenuhi frekwensi ulangan harian oleh guru
b. Sekolah mampu memenuhi cakupan materi ulangan kenaikan kelas oleh
sekolah
9) Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sekolah
a. Sekolah mampu memenuhi budaya bersih
b. Sekolah mampu memenuhi sistem sanitasi
10) Mewujudkan Lulusan yang Cerdas, Beriman dan Bertaqwa
a. Sekolah mampu memenuhi peringatan hari besar keagamaan
b. Sekolah mampu memenuhi peringatan hari besar nasional

E. Tantangan yang dihadapi sekolah


Tantangan yang dihadapi sekolah Perkembangan Teknologi yang Pesat,
Perubahan Kebutuhan Kompetensi Lulusan, Diversitas Latar Belakang Peserta Didik,
Tuntutan Akuntabilitas dan Transparansi, Keterbatasan Sumber Daya. Dengan adanya
tantangan-tantangan tersebut, madrasah masa depan perlu memiliki strategi dan
inovasi yang komprehensif untuk dapat menjawab dan mengatasi berbagai
permasalahan yang muncul, sehingga dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan
yang diberikan.
F. Sasaran sekolah selama 4 Tahun
Sasaran sekolah selama 4 tahun diantaranya yaitu Kurikulum yang
Terintegrasi dan Inovatif, Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik, Fasilitas dan
Infrastruktur yang Memadai, Peningkatan Prestasi Akademik dan Non-Akademik,
Keterlibatan Masyarakat dan Orang Tua. Dengan adanya sasaran-sasaran tersebut,
diharapkan madrasah masa depan dapat menjadi lembaga pendidikan yang
berkualitas, inovatif, dan mampu mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi
tantangan di masa depan.

BAB IV
PROGRAM, INDIKATOR KINERJA, PENANGGUNG JAWAB
PROGRAM , dan JADWAL KEGIATAN

A. Sasaran
Sasaran adalah tantanagn utama yang akan dicapai
sekolah/madrasah dalam wakatu 4 tahun kedepan dan telah
disesuaikan dengan faktor kesiapan sekolah/madrasah. Penetapan
sasaran sekolah ini bertujuan untuk dijadikan panduan dalam
menyusun program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu
tertentu guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang
telah dirumuskan.
Beberapa sasaran program kerja sekolah diantaranya : kurikulum
dan pembelajaran, organisasi dan kelembagaan, administrasi dan
manajemen sekolah, sarana dan prasarana, pembiayaan dan
pendanaan, ketenagaan, peserta didik, lingkungan dan budaya
sekolah, peran serta masyarakat.

B. Program
Dalam penyusunan RKS ini terdapat 10 program sekolah
diantaranya yaitu :
1. Pengembangan kompetensi lulusan
2. Pengembangan kurikulum KTSP
3. Pengembangan pembelajaran
4. Pengembangan sistem penilaian
5. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
6. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah
7. Pengembangan Manajemen Sekolah
8. Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler
9. Budaya dan lingkungan sekolah
10. Penanaman karakter dan budi pekerti

C. Indikator Kinerja dan Penanggung Jawab (Tahun ke-1) dan


Rencana Kerja Tahunan Madrasah

No Program Penanggung Jawab Program


1 Pembuatan KTSP Kaur kurikulum
2 Peningkatan kompetensi guru Kaur kurikulum
3 Pengadaan buku literatur Kepala sekolah
4 Perluasaan perpustakaan Kepala sekolah
5 Pengadaan Administrasi Kaur TU dan Kurikulum
6 Pembinaan Kepsek
7 Pengajuan perbaikan Wakasek

BAB V

RENCANA ANGGARAN MADRASAH

Bos Catur Wulan


No Uraian kegiatan I II III
1 Pengembangan
perpustakaan
-Membeli buku K.13 9.000.000 9.000.000 9.000.000
-Membeli buku 1.000.000
koleksi perpustakaan
-Memelihara perabot
perpustakaan 1.000.000 500.000
9.000.000 10.000.000 15.000.000
II Kegiatan
penerimaan peserta
didik baru
-Belanja ATK MOS - 2.500.000 -
-Konsumsi panitia - 1.000.000 -
MOS
-Penyusunan RKAS 1.000.000 1.000.000 1.000.000
1.000.000 4.500.000 1.000.000
III Program
pengembangan
standar
- Pengelolaan - 1.000.000 1.000.000
kegiatan belajar
mengajar
-Pengadaan sarana 1.000.000 - 2.000.000
KBM
-Pengadaan alat-alat 2.000.000 - 2.000.000
pembelajaran
3.000.000 1.000.000 5.000.000
IV Kegiatan ulangan
dan ujian
-Ulangan harian - 1.000.000 1.000.000
-Ulangan tengah 1.000.000 1.000.000 -
semester
-Ujian sekolah - 4.000.000 -
1.000.000 6.000.000 1.000.000
V Pembelian bahan
habis pakai
-ATK sekolah/kantor 2.500.000 1.000.000 -
-Konsumsi tamu 200.000 200.000 200.000
-Konsumsi sekolah 1.000.000 3.000.000 1.000.000
3.700.000 4.200.000 1.200.000
VI Pengembangan
sarana dan
prasarana
-Alat-alat UKS 1.200.000 - -
-Flasdisk 100.000
-Printer - - 2.000.000
1.200.000 - 2.100.000
VII Pemeliharaan dan
perawatan gedung
-Ruang guru - 500.000 -
-Ruang kelas - 1.000.000 -
-Ruang kepala - 500.000 -
sekolah
- 2.000.000 -
VIII Pengembangan
pendidik dan tenaga
kependidikan
-Pembinaan tenaga 1.000.000 - -
kependidikan
-Pelatihan guru - 1.000.000 -
-Penyusunan silabus 100.000 400.000 300.000
1.100.000 1.400.000 300.000
IX Langganan daya
dan jasa
-Pemberdayaan listrik 300.000 - 100.000
sekolah
-Pembuatan papan dat - 1.500.000 -
300.000 1.500.000 100.000
Total keseluruhan 20.000.000 60.000.000 10.300.000
Rencana Kerja
Anggaran Sekolah
(RKAS) 1 Tahun
pada tahun 2024

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Rencana Kerja Sekolah (RKS) ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Rencana Kerja Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Tahun 2024/2025.
RKS ini memuat visi, misi, tujuan dan sasaran yang akan dicapai dalam kurun waktu 4
(empat) tahun ke depan dan merupakan kesinambungan dari program kerja sekolah
tahun-tahun sebelumnya. Dalam penyusunan RKS ini juga diimplementasikan
penguatan peran para stake holders di sekolah baik dalam penyusunan maupun dalam
pelaksanaan program/kegiatan sebagai wujud penerapan manajemen berbasis sekolah
(MBS), dimana pengelolaan dana di sekolah dikelola secara mandiri oleh sekolah
dengan melibatkan dewan guru dan komite sekolah. Hal ini secara umum bertujuan
untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonom), pemberian
fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya sekolah, dan mendorong
partisipasi warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di
sekolah. Warga sekolah diharapkan dapat lebih mengembangkan sekolah dengan
profesional, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, serta dapat meningkatkan
pemberdayaan sekolah dalam rangka peningkatan akses, mutu dan manajemen sekolah.
B. Saran
1. Bagi sekolah, hasil yang diperoleh dalam implementasi penyusunan Rencana Kerja
Sekolah tersebut sudah sangat baik, sehingga dapat dijadikan acuan dalam
penyusunan Rencana Kerja Sekolah pada periode selanjutnya.
2. Bagi pemerintah, hasil penelitian implementasi penyusunan Rencana Kerja Sekolah
di SMP Negeri Ponorogo ini dapat dijadikan sebagai contoh atau rujukan ke SMP-
SMP yang lain dalam penyusunan Rencana Kerja Sekolah dikarenakan
implementasi penyusunan Rencana Kerja Sekolah telah dilaksanakan dengan
sangat baik.

Anda mungkin juga menyukai