Rencana Kerja Sekolah SMPN 2 Ponorogo 2024
Rencana Kerja Sekolah SMPN 2 Ponorogo 2024
NIM : 206210090
KELAS : MPI 6C
MATKUL : RKS/M
B. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) sekolah ini
sebagai berikut :
1. Undang-undang No.20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan
nasional pasal 4 (pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada
prinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik).
2. PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal
55 ayat 1 ”bahawa setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar
rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi
masa 4 tahun.
3. PP No.17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan
pendidikan. Pasal 51 “Kebijakan pendidikan sebagaimana
dimaksud pada ayat 1 oleh pendidikan anak usia dini, satuan
pendidikan dasar dan satuan pendidikan menengah dituangkan
dalam :
a. Rencana kerja tahunan satuan pendidikan
b. Anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan pendidikan
c. Peraturan satuan atau program pendidikan
4. PP No.48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan
5. Permendiknas No.19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
menyatakan bahwa sekolah wajib membuat :
a. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
b. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
C. Tujuan
Tujuan Rencana Kerja Sekolah (RKS) ini adalah :
1. Mengetahui semua potensi sekolah yang ada untuk dapat diolah
dan dikembangkan.
2. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah dapat tercapai
3. Sebagai pedoman operasional dalam mengelola sekolah selama
satu tahun pelajaran dan tahun-tahun berikutnya.
4. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
antar pelaku sekolah, antar sekolah dan dinas pendidikan.
5. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah
6. Menjamin penggunaan sumber daya yang ekonomis, efisien,
efektif, berkeadilan, berkelanjutan serta memperhatikan
kesetaran gender.
D. Sasaran
Sasaran penyusunan Rencana Kerja Sekolah ini adalah :
1. Untuk menentukan tindakan masa depan (4 tahun) sekolah yang
tepat melalui urutan pilihan dengan mempertimbangkan sumber
daya yang tersedia disekolah.
2. Tersedianya dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah
dimasa depan untuk mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang
telah ditetapkan.
E. Manfaat
Penyusunan RKS/M merupakan suatu hal ayng sangat penting,
karena RKS/M dapat digunakan sebagai :
a. Pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan
sekolah
b. Dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
pengembangan sekolah
c. Bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumber
daya pendidikan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah
F. Proses/Tahapan
Proses penyusunan RKS dilakukan melalui tiga jenjang :
persiapan, perumusan RKS dan pengesahan RKS. Alur penyusunan
RKS dapat digambarkan sebagai berikut :
mm
PERSIAPAN PENYUSUNAN
PENGESAHAN
RKS
[Link] RKS
an Tim [Link]
Pengembang kondisi [Link]
an Sekolah sekolah saat oleh rapat dewan
(TPS) ini pendidik setelah
memperhatikan
[Link] [Link] pertimbangan
n/Orientasi kondisi komite sekolah
sekolah yang
diharapkan [Link]
oleh pihak yang
[Link] berwenang
program,
kegiatan dan
Berikut uraian singkat tentang Alur Penyusunan RKS :
1. Persiapan
Sebelum penyusunan RKS dilakukan Dewan pendidikan
(Kepala sekolah dan guru) bersama komite sekolah membentuk
Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang tugas utamanya adalah
menyusun RKS. Pembentukan TPS hendaknya dilakukan melalui
proses demokratis dengan mengedepankan musyawarah. Untuk
lebih jelasnya bisa dilihat pada suplemen tentang pedoman
pembentukan TPS.
Kemudian melakukan pembekalan/orientasi mengenai
kebijakan-kebijakan pengembangan dan penyusunan RKS. Materi
yang perlu dipahami antara lain :
Peraturan dan perundang-undangan mengenai pendidikan
(Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan dan Standar
Nasional Pendidikan), perlindungan anak, kebijakan pendanaan
pendidikan, kebijakan peningkatan mutu dan perluasan
kesempatan memperoleh pendidikan, prioritas pendidikan
tingkat kota/kabupaten, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS),
pendekatan, strategi dan metode pembelajaran inovatif seperti
pembelajaran aktif, pembelajaran aktif-kreatif-efektif dan
menyenangkan (PAKEM), peran serta masyarakat dalam
pendidikan dan perencanaan pendidikan disekolah.
2. Penyusunan RKS
Penyusunan RKS terdiri dari lima tahap yaitu :
Tahap I : Menetapkan kondisi sekolah saat ini
1) Melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
2) Membandingkan hasil Evaluasi Diri Sekolah dan Acuan
Standar Sekolah
3) Merumuskan tantangan sekolah
Tahap II : Menetapkan kondisi sekolah yang diharapkan
1) Merumuskan visi sekolah
2) Merumuskan misi sekolah
3) Merumuskan tujuan sekolah
4) Merumuskan sasaran dan indikator kerja
Tahap III : Menyusun program dan kegiatan
1) Menyusun program dan menetapkan penanggung jawab
program
2) Merumuskan kegiatan, indikator kegiatan, dan jadwal
kegiatan
Tahap IV: Merumuskan anggaran sekolah
1) Membuat rencana biaya program
2) Membuat rencana pendanaan program
3) Menyesuaikan rencana biaya dengan sumber pendanaan
Tahap V : Merumuskan Rencana Kerja Tahunan Sekolah (RKTS)
dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
1) Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT)
a. Menetapkan program/kegiatan stategis
b. Menetapkan kegiatan rutin
c. Menetapkan jadwal kegiatan RKTS
2) Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
3. Pengesahan dari tiga langkah yakni :
a. Penyetujuan RKS oleh rapat dewan pendidik setelah
memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah
b. Pengesahan berlakunya RKS oleh Dinas Pendidikan/Kantor
Kemenag
c. Sosialisasi kepada pemangku kepentingan sekolah
BAB II
IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH SAAT INI
3. Laboratorium IPA
Luas laboratorium
240 m2
Sarana
laboratorium
yang tersedia
memadai
4. Ruang Pimpinan
Luas ruang
pimpinan 24 m2
Sarana ruang
pimpinan yang
tersedia memadai
5. Ruang Guru
Luas lantai 72 m2
Rasio luas lantai
1:2 m2/pendidik
Ruang guru
dilengkapi
dengan memadai
6. Tempat beribadah
Luas lantai 196
m2
Sarana yang
tersedia
memadai
7. Ruang UKS
Luas lantai 56
m2
Sarana yang
tersedia cukup
memadai
8. Ruang Organisasi
Kesiswaan
Luas ruangan 16
m2
Sarana yang
tersedia dalam
ruang belum
memadai
9. Jamban
Jumlah jamban
7 buah
Luas lantai tiap
jamban 90 m2
Setiap jamban
tersedia air
yang cukup
Sarana yang
tersedia cukup
memadaI
10. Gudang
Luas lantai 28
m2
Sarana yang
tersedia belum
memadai
2. STANDAR ISI
2.1. Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan ?
spesifikasi dalam standar isi
Kerangka kerja dasar dan struktur kurikulum
Kurikulum mata pelajaran memenuhi standar untuk jenis satuan pendidikan
Kurikulum untuk tingkat satuan pendidikan
Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan mempergunakan
panduan yang disusun BNSP
Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan karakter daerah,
kebutuhan sosial masyarakat dan kondisi budaya, usia, peserta didik, dan
kebutuhan pembelajaran
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Kurikulum tersedia Kerangka Dasar Kurikulum
untuk semua mata Kurikulum sekolah kami memuat 4
pelajaran dan semua kelompok mata pelajaran.(ada 4 kelompok
kelompok usia di : Mata pelajaran umum, agama, peminatan
sekolah dan muatan lokal)
Kurikulum tersedia Kurikulum dikembangkan berdasar 7
untuk mata pelajaran prinsip. (ada 7 prinsip : relevansi,
tambahan untuk efektifitas, efisiensi, kontinuitas,
memenuhi kebutuhan fleksibilitas, keterbukaan, keterpaduan)
daerah Struktur Kurikulum
Wawancara dengan Kurikulum sekolah kami memuat 8/10
orang tua peserta mata pelajaran, muatan local,
didik pengembangan diri
Wawancara dengan Jumlah jam pembelajaran perminggu
peserta didik adalah 42- 44 jam pembelajaran.
Wawancara dengan Alokasi waktu tiap jam pembelajaran
waka kurikulum adalah 45 menit.
Jumlah minggu efektif dalam setahun 38-
41 minggu.
Silabus tersedia untuk semua mata
pelajaran, termasuk mata pelajaran muatan
local.
RPP tersedia untuk semua mata pelajaran,
termasuk
mata pelajaran muatan local.
Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran
Sekolah Kami memiliki Tim Pengembang
Kurikulum.
Dalam penyusunan kurikulum melibatkan
Kepala Sekolah, Pendidik, Komite
Sekolah, Tokoh Masyarakat
Kami menyusun kurikulum menggunakan
Panduan Penyusunan Kurikulum dari
BNSP.
Kurikulum sekolah kami disusun setiap
tahun 1 tahun sekali
Kurikulum kami memuat muatan lokal
yang disesuaikan dengan kebutuhan
daerah yaitu Budaya Jawa Timur
Kurikulum kami memuat pengembangan
diri yang disesuaikan dengan
kebutuhan peserta didik
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Silabus tersedia Semua pendidik memiliki silabus sesuai Tingkat
untuk semua mata mata pelajaran yang diampunya. ke 2
pelajaran dan semua Silabus dikembangkan didasarkan pada
kelompok usia di standar isi, standar kompetensi lulusan dan
sekolah KTSP.
Wawancara dengan Silabus mengarah pada pada pencapaian
orang tua peserta SKL
didik Silabus belum dikaji setiap tahun untuk
Wawancara dengan disesuaikan dengan perubahan
peserta didik kebutuhan pembelajaran.
3.2. Apakah RPP direncanakan untuk mencapai pembelajaran efektif ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
B: Rencana Pelaksanaan Pembelajar
Prinsip- prinsip perencanaan pembelajaran - Setiap guru harus mempersiapkan
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mencakup identitas mata pelajaran, standar
kompetensi, tujuan belajar, bahan mengajar, alokasi waktu, metode belajar, dan
evaluasi. Kegiatan belajar mencakup pendahuluan, kegiatan inti , dan penutup
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Review RPP 100% ( 39 orang ) pendidik di sekolah Tingkat
Observasi kelas kami menyusun Program Semester dan ke 2
Interview guru Program Tahunan.
Interview peserta 100 % ( 39 orang ) pendidik memiliki
didik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
RPP dikaji/direvieu setiap tahun.
RPP mencakup/memuat (Identitas mata
pelajaran, SK, KD, Indikator pencapaian,
Tujuan pembelajaran, Materi ajar, alokasi
waktu, Metode pembelajaran, Kegiatan
pembelajaran, Penilaian hasil Belajar, dan
sumber belajar).
3.3. Apakah sumber belajar untuk pembelajara dapat diakses dan dipergunakan
secara tepat ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
implementasi proses belajar
Selain buku text pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan,
buku refrensi dan sumber buku lainnya
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Jumlah dan jenis Sumber belajar yang tersedia buku teks, Tingkat
buku pelajaran yang buku pengayaan, buku referensi, ke 2
dipergunakan perpustakaan, laboratorium, Lingkungan,
Ketersediaan dan lainnya
penggunaan bahan Buku teks cukup untuk satu siswa satu
bacaan tambahan buku.
Observasi kelas Selain teks, guru menggunakan sumber
menunjukkan belajar lainnya yaitu Panduan guru, buku
penggunaan alat pengayaan, buku referensi, buku sumber
peraga dan hasil belajar lainnya
karya peserta didik Beberapa guru kami memanfaatkan
dipajang lingkungan sebagai sumber belajar.
Wawancara dengan Sebagian dari siswa memanfaatkan
peserta didik perpustakaan sebagai sumber belajar.
3.4. Apakah pembelajaran menerapkan prinsip prinsip PAKEM/CTL ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
implementasi proses belajar
Para guru mengimplementasikan rencana belajar dengan mempergunakan
metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi
peserta didik
Para peserta didik berpeluang untuk melakukan ekplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi
Para Guru memiliki kemampuan mengimplementasikan pengelolaan
kelas yang efektif
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Tingkat jumlah DO 100% ( 39 orang) pendidik melaksanakan Tingkat
Kehadiran peserta pembelajaran sesuai dengan RPP yang ke 2
didik diapkannya.
Wawancara dengan Dalam proses pembelajaran 12,82 % (5
guru dan peserta orang) pendidik menggunakan metode
didik yang interaktif,inspiratif,
Observasi sesama menyenangkan,menantang, dan
guru memotivasi peserta didik.
Observasi pengajaran Dalam proses pembelajaran 12,82 % (5
Rencana pengajaran orang) pendidik menerapkan siklus
dan review guru pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif,
setelah dan menyenangkan, (eksploratif,
menyampaikan kolaboratif, konfirmatif)
pengajaran 15,38 % (6 orang) pendidik mengelola
kelas secara efektif. (mengatur tempat
duduk sesuai karakter pembelajaran,
memajang hasil karya siswa)
4. STANDAR PENILAIAN
4.1. Sistem apakah yang sudah tersedia untuk memberikan penilaian bagi peserta
didik baik dalam bidak akademik maupun non akademik ?
spesifikasi dalam standar evaluasi
Guru membuat perencanaan penilaian terhadap pencapaian peserta didik
Guru memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kriteria penilaian
termasuk kriteria penguasaan minimum
Guru melaksanakan penilaian pada interval yang reguler berdasarkan rencana yang
telah dibuat
Guru menerapkan berbagai teknik penilaian dan jenis penilaian untuk memonitor
perkembangan dan kesulitan peserta didik
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Pencapaian peserta 97,30 % (36 orang) membuat perencanaan Tingkat
didik dalam ujian penilaian terhadap pencapaian peserta ke 1
nasioanl didik (kisi-kisi soal, naskah soal, kunci
Kemajuan peserta jawaban, rubrik penilaian)
didik berdasarkan 97,30% (36 orang) pendidik menyusun
target yang KKM untuk mata pelajaran yang akan
ditetapkan diujikan
Wawancara dengan 5,41 % (2 orang) pendidik
orang tua dan peserta menginformasikan rubrik penilaian dan
didik KKM kepada peserta didik
Rencana pengajaran 13,51 % (5 orang) pendidik melaksanakan
guru ulangan secara berkala sesuai dengan
rencana untuk setiap mata pelajaran
811 % (3 orang ) pendidik menerapkan
berbagai teknik dan jenis penilaian untuk
memonitor perkembangan dan berbagai
kesulitan peserta didik. (tes, observasi,
penugasan, unjuk kerja, diskusi, kerja
kelompok)
4.3. Apakah orang tua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
Penilaian berdasarkan unit pendidikan
Sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata
pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk
buku laporan pendidikan
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Wawancara peserta Sekolah melaporkan hasil penilaian mata Tingkat
didik pelajaran untuk semua kelompok mata ke 2
Wawancara orang tua pelajaran pada setiap akhir semester
Wawancara guru kepada orang tua/wali peserta didik dalam
Laporan kegiatan bentuk buku laporan pendidikan
sekolah Sekolah melaporkan hasil Bimbingan dan
Konseling terhadap orangtua peserta didik.
5. KOMPETENSI LULUSAN
5.1. Apakah peserta didik dapat mencapai pencapaian akademis yang diharapkan?
spesifikasi dalam standar proses belajar
Hasil belajar peserta didik sesuai dengan standar menurut usia dan mata pelajaran
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Kemajuan yang Peserta ujian ( siswa kelas sembilan) Tingkat
dicapai peserta didik memiliki rata-rata nilai ujian 75 (melebihi ke 2
dalam ketrampilan standar ketuntasan belajar nasional pada
menulis, membaca seluruh mata pelajaran, sesuai standar
dan berhitung nasional pada mata pelajaran tertentu,
Hasil ujian masih di bawah standar nasional pada
Hasil-hasil tes mata pelajaran tertentu, masih di bawah
Mutu pekerjaan standar nasional untuk semua mata
sekolah yang pelajaran)
dihasilkan Siswa memiliki rata-rata nilai
Hasil-hasil yang (raport) 75 (melebihi standar
dicapai secara ketuntasan belajar nasional pada seluruh
perorangan atau mata pelajaran, sesuai standar nasional
bersama pada mata pelajaran tertentu, masih di
bawah standar nasional pada mata
pelajaran tertentu, masih di bawah standar
nasional untuk semua mata pelajaran)
Pencapaian prestasi akademik peserta
didik mengalami kemajuan dari
tahun ke tahun.
5.2. Apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai
anggota masyarakat ?
spesifikasi dalam standar proses belajar
Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik
Sekolah mengembangkan ketrampilan hidup
Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya dan pemahaman atas sikap yang
dapat diterima
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Catatan pencapaian 80 % peserta didik berperilaku sesuai Tingkat
pribadi dan sosial dengan nilai dan norma yang berlaku. ke 2
peserta didik 60% peserta didik menerapkan ajaran
Kehadiran peserta agama dalam kehidupan mereka secara
didik pada kegiatan konsisten.
ekstra kurikuler Potensi dan minat dari 50% peserta didik
Pencapaian dalam telah berkembang melalui partisipasi
olahraga mereka dalam berbagai jenis kegiatan.
Catatan mengenai Sekolah menyediakan beberapa kegiatan
program budaya pengembangan diri.
6. STANDAR PENGELOLAAN
6.1. Apakah kinerja pengelolaan berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat
dengan visi misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak ?
spesifikasi dalam standar pengelolaan
Perencanaan program
Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan
pihak berkepentingan.
Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah/madrasah yang
ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan
dan akuntabilitas.
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Pernyataan visi dan Sekolah memiliki Komite Sekolah. Tingkat
misi sekolah Komite Sekolah memiliki Struktur ke 2
Dokumen Organisasi yang lengkap dengan tupoksi,
penyebarluasan AD ART, Rencana Kerja, Catatan
rumusan visi dan Kegiatan
misi kepada Sekolah memiliki Visi dan Visi.
pemangku Dalam perumusan dan penyusunan Visi
kepentingan dan Misi sekolah melibatkan Kepala
Agenda/catatan hasil Sekolah, Pendidik, Tenaga Kependidikan,
pertemuan komite Komite Sekolah, Orangtua peserta didik,
sekolah Tokoh masyarakat
Dokumen/bukti lain Visi dan Misi Sekolah disosialisasikan
kepada Semua warga sekolah, Orangtua
Siswa, Masyarakat Sekitar
Visi dan Misi belum difahami sepenuhnya
oleh semua warga sekolah, Orangtua
Siswa, Masyarakat Sekitar
Sekolah mereview Visi dan Misi secara
berkala.
Kepala Sekolah memiliki Rencana Kerja.
Pimpinan sekolah kami mendorong
evaluasi diri dan memperkuat budaya
dimana seluruh staf merasa mampu dan
percaya diri membangun mutu baik di
kelas maupun di luar kelas sesuai
Rencana Kerja Sekolah.
6.2. Apakah ada tujuan dan rencana untuk perbaikan yang memadai ?
spesifikasi dalam standar pengelolaan
Perencanaan program
Sekolah merumuskan tujuan yang jelas dan rencana kerja untuk pengembangan dan
perbaikan dan disosialisasikan kepada warga sekolah dan pihak yang berkepentingan.
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Tujuan dan rencana Sekolah memiliki rencana kerja yang jelas Tingkat
Pendokumentasian dan relevan untuk jalannya sekolah dengan ke 2
dan sosialisasi lancar
rencana Dalam menyusun program kerja, kepala
sekolah melibatkan Pendidik, Tata Usaha,
Penjaga,Komite, Peserta Didik.
Rencana kerja sekolah disosialisasikan
kepada peseta didik, orang tua, pendidik,
tenaga kependidikan, pemangku
kepentingan agar dipahami dengan baik
Sekolah mengevaluasi program kerja
secara berkala dan membuat program
tindak lanjut hasil evaluasi.
Sekolah menyusun tujuan sekolah yang
dibuat berdasarkan hasil yang akan dicapai
bagi para peserta didik dan sejalan dengan
prioritas daerah dan pusat.
Tujuan sekolah disosialisasikan kepada
peserta didik, orang tua, pendidik, tenaga
kependidikan, pemangku kepentingan)
agar dipahami dengan baik
Sekolah menyusun Rencana
Pengembangan Sekolah.
Rencana Pengembangan Sekolah
didasarkan pada hasil Evaluasi Diri
Sekolah.
Rencana Pengembangan Sekolah
disosialisasika kepada warga sekolah,
masyarakat sekitar
6.4. Bagaimanakah cara pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan
valid ?
spesifikasi dalam standar pengelolaan
Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang memadai, efektif,
efisian dan dapat dipertanggung jawabkan
Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif dan dapat diakses
Sekolah menyediakan laporan dan data yang dibutuhkan oleh kabupaten dan tingkatan
lain dalam sistem
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
Informasi dan data Sekolah memiliki program pengelolaan Tingkat
mutakhir dan dapat informasi berupa perencanaan, ke 2
diandalkan pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut
Rencana Sarana informasi yang tersedia Website,
pengembangan telepon, papan pengumuman, kotak saran
sekolah berdasarkan Stake holder mudah mengakses informasi
bukti-bukti yang tentang pengelolaan sekolah.
ditujukan dari data Sekolah memiliki petugas pelayanan
Diknas kabupaten informasi.
memiliki catatan Sekolah memiliki data pengelolaan
mengenai kegiatan sekolah yang lengkap
dan pencapaian Sekolah melaporkan data pengelolaan
sekolah sekolah kepada dinas terkait secara rutin.
2. Pustakawan
- Jumlah 4 orang, cukup
- Pendidikan S1
3. Laboran
- Jumlah 3 orang, cukup
- Pendidikan S1
4. Konselor
- Jumlah 6 orang, cukup
- Pendidikan S1
5. Penjaga
- Jumlah 2 orang, cukup
- Pendidikan SLTA
6. Tukang kebun
- Jumlah 4 orang cukup
- Pendidikan SLTA
8. STANDAR PEMBIAYAAN
8.1. Bagaimana sekolah mengelola keuangan ?
spesifikasi dalam standar pembiayaan
Pengelolaan keuangan sekolah
Anggaran sekolah dirumuskan merujuk peraturan pemerintah pusat dan daerah
Pengelolaan keuangan sekolah transparan, efisien, dan akuntabel.
Sekolah membuat pelaporan keuangan kepada pemerintah dan Pemangku
kepentingan.
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
RAPBS jangka RAPBS dirumuskan merujuk pada Tingkat
panjang, menengah peraturan pemerintah. ke 2
dan tahunan Penyusunan RAPBS melibatkan Kepala
Laporan pendapatan sekolah, Pendidik, Tenaga Kependidikan,
dan penggunaan Komite Sekolah, Orangtua Peserta Didik,
keuangan sekolah Tokoh Masyarakat
kepada pemerintah Sekolah melakukan pembukuan keuangan
dan pemangku yang dilengkapi dengan bukti pengeluaran
kepentingan yang sah.
Pembukuan Sekolah memajang laporan kinerja
keuangan sekolah efektifitas anggaran di Ruang Kepala
Wawancara dengan Sekolah, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha,
komite sekolah dan Ruang Pengumuman Sekolah
pemangku Pendapatan dan pengeluaran keuangan
kepentingan yang sekolah dilaporkan secara periodik kepada
relevan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Catatan hasil Sekolah melakukan pertanggung jawaban
pertemuan dengan penggunaan keuangan secara menyeluruh
komite sekolah dan kepada pemerintah dan pemangku
pemangku kepentingan
kepentingan yang
relevan
8.2. Upaya apakah yang telah dilaksanakan oleh sekolah untuk mendapatkan tambahan
dukungan pembiayaan lainnya ?
spesifikasi dalam standar pembiayaan
Sekolah memiliki kapasitas untuk mencari dana dengan inisiatifnya sendiri
Bukti bukti prestasi sekolah Ringkasan prestasi sekolah menurut indikator dan Tingkat
(beri tanda centang pada berdasarkan bukti yang
jenis bukti berikut) dicapai
RAPBS jangka Sekolah menjalin kemitraan dengan DUDI Tingkat
panjang, menengah (Dunia Usaha dan Dunia Industri) ke 1
dan tahunan Sekolah mengembangkan hubungan kerja
Catatan alumni sama dengan pemangku kepentingan
Catatan hasil khususnya orang tua yang mampu
pertemuan dengan membantu sekolah
pemangku Melanjutkan hubungan sekolah dengan
kepentingan yang alumni
relevan
Catatan pendapatan
dari semua sumber
Interview dengan
komite sekolah dan
pemangku
kepentingan yang
relevan
B. Visi Sekolah
C. Misi Sekolah
1) Mengembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut
2) Membiasakan sopan santun dari seluruh warga sekolah
3) Menumbuhkan rasa Cinta dan bangga berbangsa dan bertanah air indonesia
4) Menciptakan iklim belajar yang kondusif
5) Meningkatkan sistem pelayanan pendidikan
6) Menumbuh kembangkan potensi siswa, dalam bidang akademik, olahraga dan
seni
7) Mengembangkan kurikulum berbasis lingkungan
8) Menciptakan lingkungan yang bersih sehat hijau rindang Indah nyaman dan aman
9) Menciptakan kedisiplinan ketertiban kebersihan berbudi pekerti luhur dan akhlak
mulia
10) Menjalin hubungan kerjasama yang baik dan sinergis antar warga sekolah
masyarakat serta instansi terkait yang berorientasi pada pelestarian lingkungan
BAB IV
PROGRAM, INDIKATOR KINERJA, PENANGGUNG JAWAB
PROGRAM , dan JADWAL KEGIATAN
A. Sasaran
Sasaran adalah tantanagn utama yang akan dicapai
sekolah/madrasah dalam wakatu 4 tahun kedepan dan telah
disesuaikan dengan faktor kesiapan sekolah/madrasah. Penetapan
sasaran sekolah ini bertujuan untuk dijadikan panduan dalam
menyusun program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu
tertentu guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang
telah dirumuskan.
Beberapa sasaran program kerja sekolah diantaranya : kurikulum
dan pembelajaran, organisasi dan kelembagaan, administrasi dan
manajemen sekolah, sarana dan prasarana, pembiayaan dan
pendanaan, ketenagaan, peserta didik, lingkungan dan budaya
sekolah, peran serta masyarakat.
B. Program
Dalam penyusunan RKS ini terdapat 10 program sekolah
diantaranya yaitu :
1. Pengembangan kompetensi lulusan
2. Pengembangan kurikulum KTSP
3. Pengembangan pembelajaran
4. Pengembangan sistem penilaian
5. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
6. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah
7. Pengembangan Manajemen Sekolah
8. Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler
9. Budaya dan lingkungan sekolah
10. Penanaman karakter dan budi pekerti
BAB V
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Rencana Kerja Sekolah (RKS) ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Rencana Kerja Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Tahun 2024/2025.
RKS ini memuat visi, misi, tujuan dan sasaran yang akan dicapai dalam kurun waktu 4
(empat) tahun ke depan dan merupakan kesinambungan dari program kerja sekolah
tahun-tahun sebelumnya. Dalam penyusunan RKS ini juga diimplementasikan
penguatan peran para stake holders di sekolah baik dalam penyusunan maupun dalam
pelaksanaan program/kegiatan sebagai wujud penerapan manajemen berbasis sekolah
(MBS), dimana pengelolaan dana di sekolah dikelola secara mandiri oleh sekolah
dengan melibatkan dewan guru dan komite sekolah. Hal ini secara umum bertujuan
untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonom), pemberian
fleksibilitas yang lebih besar untuk mengelola sumber daya sekolah, dan mendorong
partisipasi warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di
sekolah. Warga sekolah diharapkan dapat lebih mengembangkan sekolah dengan
profesional, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, serta dapat meningkatkan
pemberdayaan sekolah dalam rangka peningkatan akses, mutu dan manajemen sekolah.
B. Saran
1. Bagi sekolah, hasil yang diperoleh dalam implementasi penyusunan Rencana Kerja
Sekolah tersebut sudah sangat baik, sehingga dapat dijadikan acuan dalam
penyusunan Rencana Kerja Sekolah pada periode selanjutnya.
2. Bagi pemerintah, hasil penelitian implementasi penyusunan Rencana Kerja Sekolah
di SMP Negeri Ponorogo ini dapat dijadikan sebagai contoh atau rujukan ke SMP-
SMP yang lain dalam penyusunan Rencana Kerja Sekolah dikarenakan
implementasi penyusunan Rencana Kerja Sekolah telah dilaksanakan dengan
sangat baik.