0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan83 halaman

Panduan Lengkap Cloud Computing

Dokumen ini membahas tentang Cloud Computing, termasuk definisi, sejarah, karakteristik, dan model layanan seperti IaaS, PaaS, dan SaaS. Cloud Computing memungkinkan akses mudah dan fleksibel terhadap sumber daya komputasi melalui internet, serta menawarkan berbagai keuntungan dan tantangan. Selain itu, dokumen juga menjelaskan perbandingan antara Cloud Computing dengan model komputasi lainnya seperti Grid Computing dan Utility Computing.

Diunggah oleh

yastarama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan83 halaman

Panduan Lengkap Cloud Computing

Dokumen ini membahas tentang Cloud Computing, termasuk definisi, sejarah, karakteristik, dan model layanan seperti IaaS, PaaS, dan SaaS. Cloud Computing memungkinkan akses mudah dan fleksibel terhadap sumber daya komputasi melalui internet, serta menawarkan berbagai keuntungan dan tantangan. Selain itu, dokumen juga menjelaskan perbandingan antara Cloud Computing dengan model komputasi lainnya seperti Grid Computing dan Utility Computing.

Diunggah oleh

yastarama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cloud Computing

Digital Society

Universitas Udayana
Outline - 1
▸ Apa itu Cloud Computing?
▸ Sejarah Cloud Computing
▸ Evolusi Model Computing
▸ Cloud Computing Services
▸ Deployment Model
▸ Arsitektur Cloud Computing
▸ Teknologi Virtualisasi

2
Outline - 2
▸ Keuntungan Cloud Computing
▸ Dampak Cloud Computing
▸ Isu/Kendala Cloud Computing
▸ Contoh Penyedia Layanan Cloud Computing
▸ Case Study

3
Apa itu Cloud Computing?

4
Apa itu Cloud Computing?
▸ Cloud computing menurut National Institute of Standards and
Technology (NIST) :
▹ Cloud computing is a model for enabling ubiquitous, convenient, on-demand
network access to a shared pool of configurable computing resources (e.g.,
networks, servers, storage, applications, and services) that can be rapidly
provisioned and released with minimal management effort or service provider
interaction.
▹ Suatu model komputasi yang memberikan kemudahan, kenyamanan, dan sesuai
dengan permintaan (on-demand access) untuk mengakses dan mengonfigurasi
sumber daya komputasi (network, servers, storage, applications, and service) yang
bisa dengan cepat dirilis tanpa adanya banyak interaksi dengan penyedia layanan.

5
Apa itu Cloud Computing?
▸ Cloud computing adalah model, bukan sebuah teknologi spesifik,
menggambarkan operasional dan ekonomi model untuk penyediaan dan
penggunaan infrastruktur IT dan layanan terkait.

▸ Istilah "Cloud" berasal dari desain jaringan yang digunakan oleh network
engineers untuk mewakili lokasi berbagai perangkat jaringan dan adanya
inter-koneksi. Simbol yang mewakili jaringan ini seperti awan.

6
Karakteristik Cloud Computing

7
Karakteristik Cloud Computing
▸ On-demand Self Service: pengguna cloud dapat mengatur sendiri layanan
yang dipakai sesuai dengan kebutuhannya tanpa interaksi dari pihak
penyedia layanan.
▸ Broad Network Access: Akses jaringan yang luas dan bisa diakses oleh
berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, dsb.
▸ Resource Pooling: sumber daya komputasi dari penyedia cloud harus
memenuhi banyak pelanggan dan bersifat dinamis tergantung kebutuhan
pelanggannya.

8
Karakteristik Cloud Computing
▸ Rapid Elasticity: Kapasitas layanan bersifat fleksibel tergantung kebutuhan
pengguna. Sehingga pengguna cloud dapat dengan mudah meminta menaikkan
atau menurunkan kapasitas layanan sesuai kebutuhannya. Jadi, kapasitas layanan
ini seolah tak terbatas dan pengguna cloud dapat memilih sesuai dengan
kebutuhannya setiap saat.
▸ Measured Service: Sistem cloud menyediakan layanan yang dapat memonitor dan
mengoptimalkan penggunaan sumber daya terhadap layanan yang dipakai
(misalnya tempat penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan akun pengguna yang
aktif). Sehingga pelanggan dapat memonitor sumber daya komputasi yang dipakai
secara transparan antara penyedia layanan dan pelanggan.

9
Sejarah Cloud Computing
▸ Awal Konsep (1950-1960an)
▹ Mainframe dan Terminal Tipis: Pada era ini, komputer masih sangat mahal.
Banyak pengguna berbagi satu komputer pusat (mainframe) menggunakan
terminal sederhana tanpa kemampuan pemrosesan sendiri. Inilah cikal bakal
konsep komputasi berbagi sumber daya (resource sharing).
▹ Konsep penyatuan sumber daya komputasi melalui jaringan global
diperkenalkan oleh J.C.R. Licklider. Licklider mencetuskan ide “Intergalactic
Computer Network”
▹ Ia juga memimpin pembangunan ARPANET (1969), yang menjadi dasar
terbentuknya Internet. Visi Licklider: semua orang di dunia dapat saling
terhubung dan mengakses data serta program dari mana saja.
10
Sejarah Cloud Computing
▸ Awal Konsep (1950-1960an)
▹ Berdasarkan gagasan Licklider, para pakar lain John McCarthy, pakar
komputer MIT, memprediksi bahwa computing suatu hari akan menjadi
layanan publik (“Computing as a Utility”) seperti listrik atau air.
→ Gagasan inilah yang menjadi dasar cloud computing modern.

11
Sejarah Cloud Computing
▸ Era Virtualisasi (1970–1990-an)
▹ Teknologi virtualisasi mulai dikembangkan — memungkinkan satu komputer
fisik menjalankan banyak sistem operasi secara bersamaan.
▹ Perusahaan seperti IBM memperkenalkan Virtual Machine (VM). Konsep ini
membuat sumber daya bisa dibagi secara efisien dan fleksibel.

12
Sejarah Cloud Computing
▸ Perkembangan Internet (1990-an)
▹ Internet mulai meluas dan mendukung komunikasi global.
▹ Muncul layanan awal seperti Application Service Provider (ASP) —
penyedia perangkat lunak melalui jaringan (walau masih terbatas).
→ Ini adalah bentuk awal dari Software as a Service (SaaS).

13
Sejarah Cloud Computing
▸ Tonggak Penting dalam Sejarah Cloud Computing:
▹ 1999: [Link] menjadi pelopor aplikasi bisnis berbasis
internet (SaaS pertama).
▹ 2006: Amazon meluncurkan Elastic Compute Cloud (EC2) → awal
Infrastructure as a Service (IaaS).
▹ 2009: Google dan perusahaan besar lainnya memperkenalkan aplikasi
berbasis browser seperti Google Apps, memperluas penerapan cloud
computing untuk publik.

14
Sejarah Cloud Computing
▸ Kini, cloud computing digunakan di berbagai sektor seperti: bisnis, pendidikan,
pemerintahan, hiburan, dan sektor lainnya.
▸ Model layanan utama meliputi:
▹ IaaS (Infrastructure as a Service)
▹ PaaS (Platform as a Service)
▹ SaaS (Software as a Service)
▸ Tren terbaru dalam cloud computing:
▹ Hybrid Cloud → kombinasi cloud publik dan privat.
▹ Multi-Cloud → penggunaan beberapa penyedia cloud secara bersamaan.
▹ Edge Computing → pemrosesan data dilakukan lebih dekat ke sumber data untuk
efisiensi. 15
Evolusi Model Computing
▸ Cloud computing adalah next generation internet computing dan next
generation data centers hasil inovasi pengembangan dari teknologi
komputing sebelumnya seperti grid computing, utility computing dan
software as a services dan lain-lain.

▸ Cloud Computing menggunakan kombinasi teknologi processor baru


berkecepatan tinggi, teknologi virtualiasi, distributed storage, broadband
internet access, automated management serta server yang tidak terlalu
mahal.

16
Evolusi Model Computing

17
Hubungan Cloud Computing dengan
Model Computing Lainnya
▸ Infrastruktur cloud computing menggunakan teknologi virtualisasi yang
dibangun berbasis server cluster dan memiliki relasi dengan grid
computing dan utility computing yang digunakan untuk berkompetisi
dengan dedicated server dan collocation.

18
Grid Computing
▸ Grid Computing adalah penggunaan sumber daya komputasi yang
melibatkan banyak komputer yang letaknya terpisah secara geografis dan
saling terhubung melalui jalur komunikasi untuk memecahkan persoalan
komputasi skala besar.

▸ Dengan kata lain konsep Grid Computing adalah komputasi parallel


dengan infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat
menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten, tahan lama dan tidak
mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.

19
Grid Computing

20
Grid Computing

21
Cloud Computing vs Grid Computing
▸ Komputasi Grid lebih menekankan pada “resources sharing” , setiap node
grid dapat mengajukan permintaan sumber daya dari node lain, dan setiap
node harus memberikan kontribusi sumber daya ke grid.
▸ Fokus komputasi grid adalah kepada kemampuan memindahkan beban
kerja ke lokasi sumber daya yang memerlukan.
▸ Komputasi Grid menekankan pada tugas-tugas komputasi yang sensitif
dan sulit untuk yang berskala otomatis. Cloud computing menekankan
pada aplikasi transaksi, suatu permintaan dengan jumlah besar dan
terpisah-pisah, dan dapat untuk skala otomatis atau semi otomatis.

22
Cloud Computing vs Grid Computing
▸ Cloud computing lebih menekankan pada kepemilikan (proprietary),
setiap pengguna cloud bisa mendapatkan sumber daya pribadi dari cloud,
yang disediakan oleh service provider tertentu dan pengguna tidak perlu
berkontribusi dalam penyediaan sumber daya.
▸ Sumber daya computing di dalam lingkungan cloud seperti server, dapat
dibentuk secara dinamis dari hardware infrastruktur utamanya dan dibuat
tersedia untuk suatu beban kerja. Selain “cloud computing‘ dapat
mendukung grid, juga dapat mendukung lingkungan non grid, seperti
arsitektur Web three-tier mejalankan aplikasi tradisional atau aplikasi
Web 2.0.
23
Utility Computing
▸ “The packaging of computing resources (computation, storage etc.) as a
metered service similar to a traditional public utility”.

▸ "If computers of the kind I have advocated become the computers of the
future, then computing may someday be organized as a public utility just
as the telephone system is a public utility. The computer utility could
become the basis of a new and important industry." - John McCarthy, MIT
Centennial in 1961

24
Utility Computing

25
Cloud Computing vs Utility Computing
▸ Utility computing adalah suatu model bisnis penyediaan aplikasi sumber
daya infrastruktur IT khususnya berkaitan dengan “price model”.
▸ Cloud computing adalah “computing model” berkaitan dengan cara kita
mendisain, mengembangkan, menyebarkan/mendistribusikan dan
menjalankan aplikasi yang dioperasikan dengan suatu “sharing
resources”.
▸ Utility computing sering menggunakan infrastuktur cloud computing
tetapi tidak harus.
▸ Kesamaan tersebut di atas, kita dapat mengadopsi utility computing dan
dapat mengadopsi price model dari yang lain.
26
Cloud Computing Services

27
Cloud Computing Services
▸ Terdapat tiga model layanan utama untuk komputasi cloud:
▹ Software as a Service (SaaS)
▹ Platform as a Service (PaaS)
▹ Infrastructure as a Service (IaaS)

28
Software as a Service (SaaS)
▸ Salah satu layanan dari Cloud Computing dimana user tinggal
menggunakan software (perangkat lunak) yang telah disediakan. User
hanya tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan
baik.
▸ Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail), social network
(Facebook, Twitter, LinkedIn), instant messaging (Skype, Line, WhatsApp), Office
365 dan masih banyak lagi yang lain.
▸ Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya bisa nikmati
dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer (on-premise) mulai sekarang
bisa dinikmati lewat Cloud Computing.

29
Platform as a Service (PaaS)
▸ Layanan dari Cloud Computing yang dapat dianalogikan dimana user menyewa
“rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, database engine,
framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang user buat.
▸ User tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah”
tersebut. Yang penting aplikasi yang dibuat bisa berjalan dengan baik di “rumah”
tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia
layanan.

30
Platform as a Service (PaaS)
▸ Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure,
bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS.

▸ Keuntungan dari PaaS adalah user sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi
yang dibuat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang
dibuat.

31
Infrastructure as a Service (IaaS)
▸ Layanan dari Cloud Computing dimana user bisa “menyewa” infrastruktur IT
(komputasi, storage, memory, network). User bisa mendefinisikan berapa
besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM),
bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan disewa.

▸ Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana
setelah komputer ini disewa user bisa menggunakan-nya terserah dari
kebutuhannya. User bisa melakukan instalasi sistem operasi dan aplikasi apapun
di atas-nya.

32
Infrastructure as a Service (IaaS)
▸ Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, TelkomCloud,
BizNetCloud

▸ Keuntungan dari IaaS ini adalah user tidak perlu membeli komputer fisik, dan
konfigurasi komputer virtual tersebut bisa dirubah (scale up/scale down) dengan
mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban,
user bisa menambahkan CPU, RAM, Storage dan lainnya dengan segera.

33
Perbandingan IaaS, PaaS, SaaS

34
Service & Control

35
Deployment Model
Cloud Provider

Public
External

The hosting infrastructure is


Service & infrastructure
Hybrid provided exclusively for one Customized combination of
provided publlicly for multiple
customer (either locally or at private and public cloud
client. Most economical
en external provider). Most services. Most flexible system,
solution, but security and
expensive solution for security but difficult to implement.
compliance concerns.
requirements.

Share infrastructure Does not share Data residence based


accross different users infrastructure on classificaiton

Mission critical
Inexpensive and easy to Dynamic and highly
workload, security,
setup changeable workload
uptime, etc

Private Private On-premise


(Service Provider)
(Customer) 36
Deployment Model
Deployment Model : Public Cloud
▸ Layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. User
tinggal mendaftar ataupun bisa langsung memakai layanan yang ada. Banyak
layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa
menikmati layanan-nya.
▸ Contoh Public Cloud yang gratis: Windows Live Mail, Google Mail,
Facebook, Twitter dan sebagainya.
▸ Contoh Public Cloud yang berbayar: SalesForce, Office 365, Adobe Creative
Cloud, Windows Azure, Amazon EC2, dan sebagainya.

38
Deployment Model : Public Cloud
▸ Keuntungan: Pengguna tidak perlu melakukan investasi dan merawat infrastruktur,
platform ataupun aplikasi. Tinggal pakai secara gratis (untuk layanan yang gratis)
atau bayar sejauh pemakaian (pay as you go).
▸ Kerugian:
▹ Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet yang digunakan, jika
koneksi internet mati, pengguna tidak bisa memakai layanan-nya. Untuk itu
perlu dipikirkan secara matang infrastruktur internet-nya.
▹ Tidak semua penyedia layanan, menjamin keamanan data user. Untuk itu
pengguna perlu berhati-hati untuk memilih provider Public Cloud ini. Pelajari
dengan seksama profil dan Service Level Agreement (SLA) dari penyedia
layanan.
39
Deployment Model : Private Cloud
▸ Layanan Cloud Computing yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal
dari organisasi/perusahaan. Biasa-nya departemen IT akan berperan
sebagai Service Provider (penyedia layanan) dan departemen lain
menjadi user (pemakai).

▸ Sebagai Service Provider tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar
layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang
telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform maupun aplikasi
yang ada.

40
Deployment Model : Private Cloud
▸ Contoh layanannya:
▹ SaaS: Web Application internal, Sharepoint, Mail Server internal, Database
Server untuk keperluan internal.
▹ PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang disediakan
untuk internal
▹ IaaS: Virtual Machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal

41
Deployment Model : Private Cloud
▸ Keuntungan:
▹ Keamanan data terjamin, karena dikelola sendiri.
▹ Menghemat bandwith internet ketika layanan itu hanya diakses dari jaringan internal.
▹ Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, tapi tetap saja tergantung
dengan koneksi internet lokal (intranet).
▸ Kerugian:
▹ Investasi besar, karena organisasi/perusahaan sendiri yang harus menyiapkan
infrastruktur-nya.
▹ Butuh tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.

42
Deployment Model : Hybrid Cloud
▸ Merupakan gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang di-
implementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini,
organisasi/perusahaan bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan
ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.

43
Deployment Model : Hybrid Cloud
▸ Contohnya:
▹ Perusahaan A, menyewa layanan dari Windows Azure (Public Cloud) sebagai
“rumah” yang dipakai untuk aplikasi yang mereka buat, tapi karena aturan
undang-udang yang berlaku, data nasabah dari perusahaan A tidak boleh
ditaruh di pihak ketiga, karena perusahaan A taat pada aturan yang ada, maka
data dari nasabah tetap disimpan di database mereka sendiri (Private Cloud),
dan aplikasi akan melakukan koneksi ke database internal tersebut.
▹ Perusahaan B, menyewa layanan dari Office 365 (Public Cloud), karena
perusahaan B tersebut sudah punya Active Directory yang berjalan di atas
Windows Server mereka (Private Cloud) maka kita bisa konfigurasikan Active
Directory tersebut sebagai identity untuk login di Office 365.
44
Deployment Model : Hybrid Cloud
▸ Keuntungan:
▹ Keamanan data terjamin, karena data bisa dikelola sendiri (hal
ini TIDAK berarti bahwa menyimpan data di public cloud tidak aman).
▹ Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan
di private cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public
cloud dengan tetap menjamin integrasi dari kedua-nya.
▸ Kerugian:
▹ Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private
cloud, maka infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.

45
Arsitektur Cloud Computing

46
Arsitektur Cloud Computing
▸ Layer physical hardware divirtualisasi untuk memberikan platform yang fleksibel
dan meningkatakn utilisasi resources. Kunci dari new enterprise data center adalah
bagaimana mengkombinasikan layer virtualiasi dan layer management agar dapat
mengelola data center secara efisien, men-deploy dan meng-configure layanan
dengan cepat.

47
Teknologi Virtualisasi
▸ Virtualisasi merupakan upaya untuk menghasilkan suatu bentuk virtual dari
sesuatu yang bersifat fisik. Hal ini bisa berupa perangkat penyimpanan data
maupun sistem operasi, termasuk juga pembuatan sumber daya tunggal seperti
server.

▸ Virtualisasi adalah proses membuat suatu hal menggunakan software untuk


merepresentasikan sesuatu, seperti aplikasi, server, storage, dan jaringan
virtual. Virtualisasi merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk
mengurangi biaya IT namun meningkatkan efisiensi dan kelincahan untuk semua
ukuran bisnis.

48
Tipe Virtualisasi
▸ Virtualisasi Server
▹ Virtualisasi server memungkinkan beberapa sistem operasi berjalan pada sebuah
server fisik. Manfaat dari virtualisasi server antara lain efisiensi IT, mengurangi
biaya operasional, meningkatkan pembagian workload, meningkatkan performa
aplikasi, meningkatkan ketersediaan server, dan menghilangkan kompleksitas
server.
▸ Virtualisasi Jaringan
▹ Virtualisasi jaringan memproduksi ulang jaringan fisik dan memungkinkan aplikasi
berjalan pada jaringan virtual seperti berjalan di jaringan fisik. Virtualisasi jaringan
merepresentasikan layanan dan device jaringan seperti logical port, switch, router,
firewall, load balancer, VPN, dan sebagainya dalam workload yang terkoneksi.
49
Tipe Virtualisasi
▸ Virtualisasi Desktop
▹ Virtualisasi desktop adalah teknologi yang memisahkan lingkungan desktop
pengguna (sistem operasi, aplikasi, dan data) dari perangkat fisik yang
digunakan untuk mengaksesnya. Artinya, desktop pengguna/client (misalnya
Windows atau Linux beserta aplikasinya) tidak berjalan langsung di komputer lokal,
tetapi di server pusat (data center atau cloud) — dan pengguna/client hanya
mengaksesnya lewat jaringan internet (PC, laptop, tablet, bahkan browser).

50
Teknologi Virtualisasi

51
Teknologi Virtualisasi
▸ Secara ringkas virtualisasi di komputer adalah cara bagaimana dengan sebuah
komputer fisik dapat menjalankan beberapa komputer atau sistem operasi
(secara virtual) di atasnya.
▸ Komputer fisik ini disebut dengan host, dan mesin virtual (virtual machine)
yang berjalan di atasnya disebut dengan guest. Sebuah Komputer host
mempunyai sumber daya yang nanti akan dapat digunakan oleh guest, misalnya:
CPU (processor), RAM, hardisk, DVD driver, network, dsb.

52
Teknologi Virtualisasi : Hypervisor
▸ Hypervisor adalah program yang ada di dalam komputer yang mana dengan
program ini memungkinkan untuk menjalankan beberapa mesin virtual dengan
sistem operasinya (Bisa Linux, Windows, FreeBSD, MacOS atau lainnya
tergantung dari kemampuan hypervisor) dalam sebuah server fisik (host).

▸ Mesin virtual (guest) tersebut akan menggunakan sumber daya yang ada
di host secara bersama-sama. Untuk itu di hypervisor harus terlebih dahulu
membuat mesin virtual dan kemudian menjalankannya sebagaimana layaknya
sistem operasi berjalan pada komputer sesungguhnya.

53
Hypervisor Tipe 1

54
Hypervisor Tipe 1
▸ Hypervisor type 1 berjalan secara langsung di atas hardware host untuk
mengontrol sumber daya hardware dan melakukan fungsi manajemen mesin
virtual.

▸ Hypervisor Type 1 adalah sistem operasi yang sudah dimodifikasi sedemikian


rupa untuk hanya menjalankan fungsi virtualisasi. Sehingga setelah komputer
di boot, komputer murni akan berfungsi hanya untuk menjalankan virtualisasi
saja dan tidak dapat digunakan untuk pekerjaan atau tugas lain.

55
Hypervisor Tipe 1
▸ Keuntungan dari Hypevisor Type 1 ini adalah virtualisasi berjalan dengan cepat
dan resource host dapat dialokasikan secara maksimal karena tidak perlu
meload sistem operasi dan aplikasi lain yang tidak diperlukan selain untuk
keperluan virtualisasi.

▸ Hypervisor Type 1 kadang-kadang disebut juga dengan “native” atau “bare-


metal”. Contoh dari Hypervisor Type 1 ini adalah Microsoft Hyper-V, VMWare
vSphere ESXi, Citrix XenServer, dan KVM (Kernel-based Virtual Machine) yang
bersifar open source.

56
Hypervisor Tipe 2

57
Hypervisor Tipe 2
▸ Hypervisor Type 2 berjalan di atas sistem operasi umumnya yang digunakan,
seperti Linux, FreeBSD, Windows atau MacOS.

▸ Setelah sistem operasi terinstall di komputer, langkah selanjutnya adalah


menginstall software virtualisasi dan dilanjutkan dengan membuat mesin virtual
di atasnya. Dengan demikian Hypervisor Type 2 mutlak memerlukan sistem
operasi yang harus sudah running terlebih dahulu agar dapat berjalan. Contoh
dari Hypervisor Type 2 ini adalah VMWare Workstation dan Oracle VirtualBox.

58
Keuntungan Virtualisasi
▸ Pengurangan Biaya Investasi Hardware
▹ Investasi hardware dapat ditekan lebih rendah karena virtualisasi hanya
mendayagunakan kapasitas yang sudah ada. Tak perlu ada penambahan perangkat
komputer, server dan pheriperal secara fisik. Kalaupun ada penambahan kapasitas
harddisk dan memori, itu lebih ditujukan untuk mendukung stabilitas kerja komputer
induk, yang jika dihitung secara finansial, masih jauh lebih hemat dibandingkan
investasi hardware baru.

59
Keuntungan Virtualisasi
▸ Kemudahan Backup & Recovery
▹ Server-server yang dijalankan didalam sebuah mesin virtual dapat disimpan dalam 1
buah image yang berisi seluruh konfigurasi sistem. Jika satu saat server tersebut
crash, kita tidak perlu melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup mengambil
salinan image yang sudah disimpan, merestore data hasil backup terakhir dan server
berjalan seperti sedia kala. Hemat waktu, tenaga dan sumber daya.
▸ Kemudahan Deployment
▹ Server virtual dapat dikloning sebanyak mungkin dan dapat dijalankan pada mesin lain
dengan mengubah sedikit konfigurasi. Mengurangi beban kerja para staff IT dan
mempercepat proses implementasi suatu sistem.

60
Keuntungan Virtualisasi
▸ Mengurangi Panas
▹ Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi panasnya ruang server/data
center. Ini akan berimbas pada pengurangan biaya pendinginan/AC dan pada akhirnya
mengurangi biaya penggunaan listrik
▸ Mengurangi Biaya Space
▹ Semakin sedikit jumlah server berarti semakin sedikit pula ruang untuk menyimpan
perangkat. Jika server ditempatkan pada suatu co-location server/data center, ini
akan berimbas pada pengurangan biaya sewa
▸ Kemudahan Maintenance & Pengelolaan
▹ Jumlah server yang lebih sedikit otomatis akan mengurangi waktu dan biaya untuk
mengelola. Jumlah server yang lebih sedikit juga berarti lebih sedikit jumlah server
yang harus ditangani. 61
Keuntungan Virtualisasi
▸ Standarisasi Hardware
▹ Virtualisasi melakukan emulasi dan enkapsulasi hardware sehingga proses
pengenalan dan pemindahan suatu spesifikasi hardware tertentu tidak menjadi
masalah. Sistem tidak perlu melakukan deteksi ulang hardware sebagaimana
instalasi pada sistem/komputer fisik
▸ Kemudahan Replacement
▹ Proses penggantian dan upgrade spesifikasi server lebih mudah dilakukan. Jika
server induk sudah overload dan spesifikasinya tidak mencukupi lagi, kita bisa dengan
mudah melakukan upgrade spesifikasi atau memindahkan virtual machine ke server
lain yang lebih powerful

62
Kelemahan Virtualisasi
▸ Satu Pusat Masalah
▹ Virtualisasi bisa dianalogikan dengan menempatkan semua telur di dalam 1
keranjang. Ini artinya jika server induk bermasalah, semua sistem virtual machine
didalamnya tidak bisa digunakan. Hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan
fasilitas backup secara otomatis dan periodik atau dengan menerapkan prinsip fail
over/clustering.
▸ Spesifikasi Hardware
▹ Virtualisasi membutuhkan spesifikasi server yang lebih tinggi untuk menjalankan
server induk dan mesin virtual didalamnya

63
Kelemahan Virtualisasi
▸ Satu Pusat Serangan
▹ Penempatan semua server dalam satu komputer akan menjadikannya sebagai target
serangan. Jika hacker mampu menerobos masuk ke dalam sistem induk, ada
kemungkinan ia mampu menyusup ke dalam server- server virtual dengan cara
menggunakan informasi yang ada pada server induk

64
Keuntungan Cloud Computing
▸ Cloud computing menghapus silo-silo dalam “data center “ tradisional.

▸ Arsitektur cloud computing memiliki skalabilitas, fleksibilitas, dan transparansi


yang memungkinkan layanan TI baru dapat disediakan dengan cepat dan biaya
efektif dengan menggunakan service level agreements (SLA) yang mencakup IT
requirement dan policy, memenuhi permintaan high utilization, dinamis,
merespon perubahan, dan memenuhi tingkat keamanan dan kinerja yang tinggi.

65
Keuntungan Cloud Computing
▸ Cloud Computing memberikan keuntungan bagi organisasi/perusahaan,
yakni:
▹ Reduced cost
▹ Flexibility
▹ Improved Automation
▹ Sustainability
▹ Focus on Core Competency

66
Dampak Cloud Computing
▸ Cloud computing memiliki potensi membalikkan paradigma industri software,
yang tadinya suatu aplikasi harus dibeli dan dijalankan di desktop, sementara
pada cloud aplikasi dan lisensi berjalan melalui jaringan.
▸ Dengan adanyan perubahan ini akan memungkinkan data center dan
administrator-administrator yang berada di pusat jaringan distribusi, processing
power, elektrikal, bandwidth dan storage dapat dikelola secara remote.
▸ Hal ini tidak hanya berdampak kepada model bisnis, tetapi juga berkaitan dengan
arsitektur utama bagaimana suatu aplikasi dikembangkan, dibangun dan
dijalankan.

67
Isu/Kendala Cloud Computing
▸ Isu Keamanan (Security Issue)
▹ User Access
▹ Informasi yang dikirimkan dari klien melalui Internet menimbulkan
tingkat risiko tertentu, karena masalah kepemilikan data. Perusahaan
harus bersedia merelakan waktu yang banyak hanya untuk mempelajari
aturan-aturan dari penyedia jasa komputasi awan/cloud computing.
▹ Comply With Regulations
▹ Data klien bisa saja di audit oleh pihak ke 3 dan klien bertanggung jawab
terhadap keamanan datanya sendiri.

68
Isu/Kendala Cloud Computing
▸ Isu Keamanan (Security Issue)
▹ Location of data
▹ Klien mungkin tidak akan pernah tahu di lokasi mana data mereka
berada baik dari negara wilayah semua itu bergantung pada kontrak di
awal.
▹ Data Segregation
▹ Data dienkripsi dan diletakan pada media penyimpanan yang sama,
sehingga mekanisme memsiahkan data (deskripsi) hanya bisa
disediakan oleh pihak penyedia layanan komputasi awan

69
Isu/Kendala Cloud Computing
▸ Isu Keamanan (Security Issue)
▹ Recovery
▹ Setiap penyedia layanan harus memiliki mekanisme back up data
pengguna ketika terjadi hal-hal seperti bencana, dan gangguan yang
lainnya
▹ Investigation Support
▹ Jika klien mencurigai adanya penggunaan data yang merugikan dari
pihak penyedia layanan, maka tidak terdapat banyak cara melalui jalur
hukum untuk melakukan investigasi

70
Isu/Kendala Cloud Computing
▸ Isu Keamanan (Security Issue)
▹ Long-term sustainability
▹ Ini lebih mengacu pada, jika semua sumber daya yang dimiliki oleh
penyedia layanan dibeli oleh perusahaan lain, maka perlu ada prosedur
yang jelas untuk penarikan kembali kontrak.

71
Isu/Kendala Cloud Computing
▸ Isu Privasi
▹ Data pengguna dapat diakses oleh penyedia layanan dengan atau tanpa izin.
Penyedia layanan dapat mengakses data yang ada di cloud kapan saja.
Mereka dapat secara tidak sengaja atau sengaja mengubah atau bahkan
menghapus informasi.

72
Isu/Kendala Cloud Computing
▸ Isu Hukum
▹ Seperti perubahan lain dalam dunia komputasi, penggunaan komputasi awan
memunculkan masalah hukum tertentu, termasuk pelanggaran merek dagang,
masalah keamanan, dan pembagian sumber daya data eksklusif.
▹ Satu masalah penting akan tetapi tidak sering disebutkan mengenai komputasi awan
adalah masalah siapa yang "memiliki" data. Jika perusahaan penyedia layanan adalah
pemilik data, pemilik memiliki hak hukum tertentu. Jika perusahaan penyedia layanan
adalah "kustodian" dari data, maka seperangkat hak yang berbeda akan berlaku.
Masalah berikutnya dalam legalitas komputasi awan adalah masalah kepemilikan
legal data. Banyak perjanjian Ketentuan Layanan tidak menyebutkan masalah
kepemilikan.

73
Isu/Kendala Cloud Computing
▸ Isu Vendor lock-in
▹ Layanan cloud cenderung dibangun di salah satu dari beberapa platform virtualisasi
yang mendukung layanan cloud, misalnya VMWare atau Xen. Migrasi dari antar
penyedia cloud yang menggunakan platform berbeda bisa menjadi sangat rumit.
▹ Data lock-in: Standar kepemilikan, yaitu siapa yang sebenarnya memiliki data
setelah berada di platform cloud, ini dapat mempersulit jika pengguna komputasi
awan memutuskan untuk memindahkan data dari vendor satu ke vendor yang lain.
▹ Tools lock-in: Jika tools yang digunakan untuk mengelola lingkungan cloud tidak
kompatibel dengan berbagai jenis infrastruktur virtual dan fisik, tools tersebut hanya
dapat mengelola data atau aplikasi yang dapat berjalan di lingkungan pribadi suatu
vendor cloud.

74
Penyedia Layanan Cloud Computing
▸ Penyedia Layanan SaaS

75
Penyedia Layanan Cloud Computing
▸ Penyedia Layanan PaaS

76
Penyedia Layanan Cloud Computing
▸ Penyedia Layanan PaaS

77
Penyedia Layanan Cloud Computing
▸ Penyedia Layanan IaaS

78
Case Study
▸ Gojek
▹ [Link]

79
Case Study
▸ RuangGuru
▹ [Link]

80
Case Study
▸ AirBnB
▹ [Link]

81
Any Questions?
82

Terima Kasih

83

Anda mungkin juga menyukai