0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan12 halaman

Panduan Penggunaan DIPS untuk Analisis Sesar

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah penggunaan aplikasi DIPS untuk menganalisis data shear dan gash. Proses mencakup pembuatan plot kontur, penambahan bidang, dan pengukuran nilai trend serta rake. Hasil akhir dari analisis ini adalah klasifikasi sesar yang diidentifikasi sebagai Right Reverse Slip Fault.

Diunggah oleh

Paklek
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan12 halaman

Panduan Penggunaan DIPS untuk Analisis Sesar

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah penggunaan aplikasi DIPS untuk menganalisis data shear dan gash. Proses mencakup pembuatan plot kontur, penambahan bidang, dan pengukuran nilai trend serta rake. Hasil akhir dari analisis ini adalah klasifikasi sesar yang diidentifikasi sebagai Right Reverse Slip Fault.

Diunggah oleh

Paklek
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RESUME PERTEMUAN DIPS

1. Buka aplikasi DIPS, kemudian masukkan data shear dan gash ke lembar kerja DIPS.
Sebelumnya jangan lupa untuk klik setup -- job control -- Srtike/Dip R -- OK

2. Klik Menu Contour plot, maka akan muncul tampilan seperti berikut:
3. Kemudian klik menu Add Plane—paskan ke titik tertinggi—klik dan beri label SF (Shear
Fracture). Jangan lupa pada pojok kanan bawah diubah menjadi Strike/Dip R.

4. Untuk Membuat Gash Fracture klik menu Add Plane—paskan ke titik tertinggi—Klik dan
beri label GF (Gash Fracture). Maka akan dihasilkan gambar sebagai berikut
5. Selanjutnya untuk membuat bidang bantu pilih lagi menu Add plane—klik pada perpotongan
SF dan GF—Beri label BB.

6. Buat lembar kerja baru, lalu copykan data breksiasi ke lembar kerja, lalu klik menu Setuip—
Job Control—Strike/Dip R—OK.
7. Klik menu rosete plot, maka muncul gambar seperti berikut

8. Kembali ke lembar kerja pertama, klik add plan—paskan sesuai arah umum breksiasi pada
rosete plot—klik—beri label BS (Bidang Sesar)

9. Hilangkan warna background Sereonet dengan klik Menu Grayscale


10. Untuk menghilangkan kontur, klik menu major planes plot

11. Melihat nilai Trend pada perpotongan GF,SF dan BS pada pojok kanan bawah, setelah itu
kilk stereonet overlay—custom—isi nilai trend & Plunge nya tadi.
12. Mencari T1’ yang terdapat pada perpotongan antara GF & BB. Pertama klik menu draw
moving line—paskan pada perpotongan GF & BB—klik—OK. Lalu Add text pada
perpotongan tadi untuk memberi keterangan T1’.

13. Cari T1 dimana T1 30o dari T1’(30 kotak dari T1’). Caranya klik Draw moving line—
paskan dan beri label T1 dengan mengeklik menu add text dan isi T1. Maka akan
didapatkan hasil seperti berikut
14. Untuk mencari T2 & T2’ tinggal klik pada perpotongan SF,GF dan BS, kemudian klik add
text—ketik T2,T2’—OK.

15. Mencari T3’ ( T3’ 90o dari T1’). Caranya klik menu Draw moving line—paskan letak T3’
sesuai ketentuan. Untuk menambahkan label klik menu add text—ketik T3’—OK.
Sehingga didapatkan hasil seperti berikut

16. Untuk mencari T3, caranay sama seperti T3’, hanya letak T3 berada 30o dari T3’. Maka
didapatkan hasil sebagai berikut
17. Hilangkan Polar dengan cara klik kembal menu stereonet overlay.

18. Mencari net slip yang merupakan perpotongan BS pada BB. Caranya klik Draw Moving
Line—paskan pada perpotongan tersebut—OK. Untuk menambahkan label klik menu add
text—ketik “NET SLIP”.
20. Mencari nilai rake dengan cara klik Tools—Measure Angle—Klik pada perpotongan BS
& BB, lalu klik lagi pada ujung net slip. Maka akan muncul nilai rake nya.
21. Menentukan arah pergerakan sesar. Bila sudut yang dibentuk antara BS & GF lancip,
maka arahnya ke arah sudut lancip tersebut. Memberi simbol arah dengan klik add
arrow.

22. Memberi Label Hanging Wall Dan Footwall dengan cara Add text—ketik HW dan FW

23. Untuk melihat kedudukan SF, GF dan BS klik Edit planes (dalam format Strike/Dip R).
24. Untuk melihat nilai T1,T1’,T2,T2’,T3,T3’ dan net slip, paskan kursor pada letak
T1,T1’,T2,T2’,T3,T3’ dan net slip tersebut. Kemudian lihat nilai yang ditunjukkan di
pojok kanan bawah. Jangan lupa format dalam trend/plunge.

25. Isi semua nilai dan arah pergerakan yang diperoleh kedalam excel
26. Beri nama sesuai data yang diperoleh dengan klasifikasi sesar menurut “Rickard 1972”.
Dari data yang didapat, nama sesarnya adalah Right Reverse Slip Fault.

Berikut hasil dari pengolahan Data Dips

Anda mungkin juga menyukai