0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Energi Panas: Satuan, Pengukuran, dan Pemuaian

Dokumen ini membahas tentang panas sebagai bentuk energi, satuan pengukuran panas seperti kalori dan BTU, serta alat pengukur suhu seperti termometer. Selain itu, dijelaskan juga tentang pemuaian zat akibat panas, perpindahan panas melalui konduksi, konveksi, dan radiasi, serta hukum Stefan mengenai radiasi. Contoh soal dan penerapan konsep-konsep ini dalam kehidupan sehari-hari juga disertakan.

Diunggah oleh

farelfahlevy0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Energi Panas: Satuan, Pengukuran, dan Pemuaian

Dokumen ini membahas tentang panas sebagai bentuk energi, satuan pengukuran panas seperti kalori dan BTU, serta alat pengukur suhu seperti termometer. Selain itu, dijelaskan juga tentang pemuaian zat akibat panas, perpindahan panas melalui konduksi, konveksi, dan radiasi, serta hukum Stefan mengenai radiasi. Contoh soal dan penerapan konsep-konsep ini dalam kehidupan sehari-hari juga disertakan.

Diunggah oleh

farelfahlevy0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

VI.

PANAS ( KALOR )
Panas adalah salah satu bentuk energi, jadi satuan panas
adalah satuan energi yaitu joule. Namun dalam kehidupan sehari-
hari sering juga panas dinyatakan dengan satuan lain yang disebut
kalori (disingkat kal).
Yang dimaksud dengan 1 kalori adalah banyaknya panas yang
diperlukan guna menaikkan temperatur 1 g air dari temperatur
14,5 oC ke 15,5 oC.
1 kalori = 4,18625 joule
Selain itu dalam satuan Inggris, satuan panas adalah BTU
(Brittish Thermal Unit). Satu British Thermal Unit (1 BTU) :
Jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 lb
air sebesar 10 C pada temperatur 59 0F. (58 0
– 59 0 F atau 590 – 60
F). jadi 1BTU = 251,996 cal
0
252 cal.
Alat untuk mengukur suhu (temperatur) : TERMOMETER.
Beberapa macam skala yang digunakan pada termometer adalah :
Skala Reamur, skala Celcius (umum, termasuk di Indonesia) dan
skala Fahrenheit ( di Amerika). Reamur menggunakan skala dari es
yang sedang mencair sampai titik didih air menjadi 80 skala yaitu
0 0
sampai 80 0
R. Celcius membaginya menjadi 100 skala yaitu 0 0
sampai 1000 C. Sedangkan Fahrenhiet membaginya menjadi 180
skala yaitu 32 0
sampai 212 0
F, dengan titik nol nya lebih dingin
yaitu titik beku air garam, sehingga 0 0
R=0 0
C = 32 0
F dan 80 0

R = 100 0
C = 212 0
F
Batas terendah suhu yang dapat dicapai yaitu : -272,2 0C -
2730 C, Ini disebut titik nol mutlak ( pertama kali memakainya
LORD KELVIN). Sehingga t0 C+273 disebut sebagai suhu mutlak.

Beberapa akibat panas pada benda :


- Suhu benda naik
- Ukuran benda bertambah (mamuai).

1
- Wujud (fase) benda berubah.
- Dan lain-lain (mis : daya hantar listrik bertambah, kekentalan berkurang)
Panas dan Suhu Benda :
Hasil percobaan menyatakan bahwa apabila sebuah benda diberi
kalor (dipanaskan) maka : ∆Q ~ m dan ∆Q ~ ∆t
(∆Q = jumlah panas, m = massa benda dan ∆t = perubahan
suhu), dan setiap jenis zat mempunyai konstanta : c = panas jenis
maka : ∆Q = c . m . ∆t
Panas jenis ini tergantung kepada bagaimana proses pemanasan
yang dilakukan,
cp = panas jenis pada tekanan tetap
cv = panas jenis pada volume tetap.
Perbedaan harga c untuk berbagai temperatur berpengaruh pada
gas, tetapi pada zat cair dan padat pengaruhnya sangat kecil
sehingga perhitungan gas digunakan persamaan GAS IDEAL.
Alat untuk mengukur panas jenis disebut Kalorimeter, dengan
memakai prinsip azas Black.
Q diepas = Q diserap

M1C1 (T1-Ta) = (MkCk + MaCa) (Ta-T2)


T1 = Temperatur sistem
T2 = Temperatur kalori meter
Ta = Temperatur kesetimbangan
M1C1 (T1-Ta) = Q yang dilepaskan
(MkCk + MaCa) (Ta-T2) = Q yang diterima

Pada waktu perubahan fase (wujud) tidak terjadi perubahan suhu.


Panas yang diperlukan untuk merubah fase pada zat disebut kalor
latin.
Contoh : kalor lebur es = lf = 79,7 kkal/kg
Kalor uap air = lv = 539 kkal/kg.
Kalor jenis air = c = 1 kal/g = 1 kkal/kg

2
Contoh soal :
1. Di dalam bejana yang berisi air 50 g dimasukkan sepotong besi
20 g yang suhunya 80 OC. Jika suhu akhir 50 0C, berapa suhu air
mula-mula? (c air = 1 kal/g, c besi = 0,113 kal/g).

2. Sebuah kalori meter dari tembaga merah massanya 100 g berisi


150 g air dan es 8 g dalam keseimbangan termal pada 1 atm.
Kemudian ke dalam kalori meter dimasukkan 100 g timah hitam
bersuhu 200 0C. Tentukan suhu akhir! (l es = 79,7 kal/g, c tembaga

= 0,093 kal/g, c timah = 0,031 kal/g).

3. Sebuah mobil yang massanya 2000 kg bergerak dengan


kecepatan 100 m/s, lalu direm sampai berhenti. Berapa kalori
panas yang timbul pada rem?

Panas dan pemuaian

Zat yang dipanaskan memuai. Hasil percobaan pada benda


padat menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier antara suhu
dengan pertambahan panjang.
l ~ l0 dan l ~ t
l = perubahan panjang = l t – l0
t = selisih temperatur
setiap jenis zat mempunyai konstanta muai sendiri yaitu 
( Koofisien muai linier ), maka : l =  . l 0 . t
l0 + l = l0 +  . l 0 . t
lt = l0 ( 1 +  t )
Untuk muai bidang perhitungannya dilakukan dengan
pendekatan persamaan muai panjang. Karena bidang mempunyai
panjang dalam 2 dimensi (panjang dan lebar) maka untuk koefisien
muainya diapakai  yaitu koofisien muai luas yang nialinya  = 2

3
Jadi : A =  . A0 . t
Begitu juga untuk mual ruang, digunakan  sebagai koefisien
muai ruang yang nilai  = 3, maka persamaanya adalah : V =
 . V0 . t
Nilai-nilai pendekatan ini dalam praktisnya cukup akurat.
Untuk gas lebih baik digunakan persamaan gas ideal : PV = n RT

Pemuaian pada batang gabung :


a
b
Batang a dan b digabung, mempunyai  berbeda, l0 sama. 1  2.,
maka kalau dipanaskan batang a akan lebih panjang dari pada
batang b. Karena digabung maka pemuaian ditahan oleh b
akibatnya batang melengkung.
Jika R = Jari– jari kelengkungannya, d = tebal masing – masing.

Maka : R 
Sifat ini dimanfaatkan pada alat–alat otomatis, seperti setrika
otomatis, dan lain sebagainya.
Perpindahan Panas

Ada beberapa cara, yaitu : 1. konduksi


2. Konveksi
3. Radiasi
Konduksi

Perpindahan panas yang terjadi akibat transfer energi dari


satu atom ke atom lainnya (yang berdekatan) dalam medium
(tidak ada yang bergerak).

Contoh : Batang logam yang dipanaskan di ujungnya, maka panas


sampai ke tangkainya.
ooooo Batang sebagai medium

Panas (kalor)

4
Vibrasi (getaran) atom pada T2 makin bertambah sehingga
akan terdapat ketidak seimbangan, atom yang dipanaskan akan
memindahkan energinya pada atom yang di dekatnya (terjadi
perpindahan energi). Ini terjadi pada bahan-bahan yang bersifat
konduktor (penghantar).
Logam pengantar panas yang baik karena ada elektron-
elektron bebas. Elektron-elektron bebas ini dan molekul-molekul
logam berperan dalam proses penerusan energi termik dari bagian
yang panas ke bagian yang dingin. Oleh sebab itu penghantar
panas yang baik juga penghantar listrik yang baik.
Konduksi hanya terjadi bila bagian-bagian dari suatu benda
berlainan suhunya. Aliran panas secara konduksi tergantung
kepada bahan, luas penampang dan selisih temperatur per satuan
panjang.

= aliran panas per satuan waktu, k = koofiaien konduktifitas


bahan, A = Luas penampang
dan = Limit selisih temperatur
Tanda negatif (-) menunjukkan aliran panas dari temperatur tinggi ke
temperatur rendah.
Tabel : Daya hantar panas beberapa Zat.
K Zat Padat K K
Logam ([Link]/s. (rata-rata) ([Link]/s. Gas-gas (kal cm/s.
[Link]) [Link]) [Link])
Aluminium 0,49 Bata tahan api 0,0025 Udara 0,000057
Kuningan 0,26 Bata isolasi 0,00035 Argon 0,000039
Tembaga merah 0,92 Bata merah 0,0015 Helium 0,00034
Timah hitam 0,083 Beton 0,002 Hydrogen 0,00033
Air raksa 0,020 Gabus 0,0001 Oksigen 0,000056
Perak 0,97 Filt 0,0001
Baja 0,12 Kaca 0,002
Es 0,004
Rock wool 0,0001
Kayu 0,0003-
0,0001

5
Konveksi
Konveksi = Pemaparan panas dari suatu tempat yang dibawa
sendiri oleh bahan panas (perpindahan materi). Contoh :
pada air dan udara

Air dalam periuk yang dipanaskan, molekul-molekul yang


panas di bawah naik ke bagian permukaan karena  turun akibat
suhunya naik (memuai). Sebaliknya air membeku terlebih dahulu
pada bagian permukaan (es kecil dari  ).
air

Volume air terkecil 4OC (ingat anomali air). Jika di


permukaan air suhu rendah (misal : -10OC) maka molekul air
dipermukaan suhu turun dan kerapatan naik, lalu tenggelam
karena molekul air dibagian bawah kerapatannya lebih kecil.
Proses ini berlangsung sampai suhu menjadi 4 OC, prosesnya lain
karena dari 4O - 0OC kerapatan air naik. Jadi molekul air yang lebih
dingin tetap di permukaan. Makanya air membeku di permukaan
terlebih dahulu, dan proses pendinginan selanjutnya berlangsung
lambat, bila suhu telah mencapai 4OC.
Rumus Konveksi sangat tergantung kepada bagaimana bentuk
aliran massa (laminer atau terbulen) biasanya didapatkan dari
eksperimen.

Konveksi bebas : Aliran panas, dituliskan = k . A . t

Radiasi

Radiasi adalah pemancaran energi dalam bentuk gelombang


lektromagnetik. Perpindahan panas secara radiasi tidak
memerlukan medium dan kecepatannya sama dengan kecepatan
cahaya (c = 3 X 108 m/det). Bila menumbuk benda gelap (tak
tembus cahaya), maka gelombang-gelombang tersebut akan
diserap dan energinya berubah menjadi panas. Setiap permukaan

6
benda memancarkan energi radiasi. Daya emisi panas (w) adalah
energi per satuan luas (penampang tegak lurus).

Daya Emisi (w) tergantung kepada :

- sifat permukaan (warna)


- temperatur benda
Pada suhu rendah radiasi sedikit dan panjang gelombang
energinya relatif panjang. Jika suhu naik banyaknya radiasi
bertambah dengan cepat sebanding dengan suhu mutlak
berpangkat 4. Pada suhu 300OC, praktis semua energi radiasi yang
dipancarkan oleh sebuah benda di bawah gelombang yang
panjang gelombangnya lebih besar dari panjang gelombang
cahaya merah (infra red). Jadi benda tampak berpijar (± suhu
filamen lampu pijar).

HUKUM STEFAN
Pengukuran-pengukuran secara eksperimen tentang
banyaknya energi pancar dari permukaan benda pertama kali
dilakukan oleh John Tyndall (1820-1893) dan kemudia John Stefan
(1815-1893) pada tahun 1879. Dari hasil percobaan didapat
hubungan sebagai berikut :
R = eT4
R = Energi per satuan waktu per satuan luas (erg/s/cm 2) atau
watt/m2.
 = Konstanta 5,6699 X 10-5 (cgs) atau 5,6699 X 10-8 (mks).
T = Suhu mutlak permukaan benda
e = Emisivitas (daya pancar). Harga e antara o dan 1, tergantung
warna permukaan.

Jumlah netto energi yang dipancarkan setiap benda (yang


diserapnya) per satuan waktu per satuan luas ( karena radiasi),
bila suhu benda T1, suhu lingkungannya T2 adalah :

7
R netto = e  T4 – e T24
R netto = e  ( T14 – T24)

Soal :

1. Sebutkan dan jelaskan tiga cara perpindahan panas, dan beri contoh masing-
masing !

2. Kedalam bejana berisi 50 g air dimasukkan sepotong besi 25 g yang suhunya


100o C. Jika suhu akhir (suhu kesetimbangan) 40o C. Berapa suhu air mula-
mula ? (cair = 1 kal/gCo dan c besi = 0,113 kal/gCo)
3. Sebuah batang logam pada suhu 10 oC panjangnya 100 cm. Kemudian batang itu
dipanaskan sampai 110 oC. Jika koefisien muai panjang logam itu 12.10 -6 / oC.
Hitunglah pertambahan panjang batang logam tersebut !.
4. Sepotong kawat tembaga yang panjangnya 92 cm, salah satu ujungnya
dimasukkan kedalam es yang sedang mencair ( 0 0C ) dan ujung yang lain
dimasukkan kedalam air yang sedang mendidih ( 100 0C ). Jika luas penampang
tembaga itu 1 cm2 dan konduktivitas bahan tembaga 0,92 kal cm -10C-1s, berapa
besar aliran panas pada batang tembaga itu ?

5. Tabung yang volumenya 500 cc pada suhu 77 0F berisi penuh dengan zat cair,
dipanaskan sampai suhu 80 0R. Berapa volume zat cair yang tumpah jika
koefisien muai panjang bahan tabung 2 x 10 –5 / 0C dan koefisien muai volume
zat cair 3 x 10 –4 /0C.

6. Sebuah batang yang panjangnya 2 m terdiri dari inti yang terbuat dari baja
berdiameter 1 cm dan diselubungi oleh pipa tembaga merah yang radius luarnya
1 cm. Permukaan luar batang itu diberi penyekat panas. Salah satu ujung batang
itu diberi suhu 100 0C dan ujung yang satu lagi 0 0C. Tentukan total arus panas di
dalam batang itu ! ( k baja = 0,12 kal/cm C0 s dan k tembaga = 0,92 kal/cm C0 s ).

7. Sebatang tembaga merah yang luas penampangnya 2 cm 2 panjangnya 46 cm


salah satu ujungnya dimasukkan kedalam uap air (suhu 100 0C) dan ujungnya
yang lain dimasukkan kedalam es yang sedang mencair (suhu 0 0C). Jika
kehilangan kalor pada permukaan batang tembaga dapat diabaikan dan koefisien
konduktifitas tembaga adalah 0,92 kal/cm C0 s, tentukan :
a. besar aliran panas pada batang
b. suhu dibagian tengah batang (23 cm dari pangkal/ujung)

8
9

Anda mungkin juga menyukai