0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan48 halaman

RKT 2025 SMKS PGRI 3 Blitar Terverifikasi

Dokumen ini adalah Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMKS PGRI 3 BLITAR untuk tahun 2025, yang telah diverifikasi dan disusun berdasarkan Rapor Pendidikan tahun 2024. RKT ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perencanaan berbasis data dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, dokumen ini mencakup berbagai aspek penting seperti profil pendidikan, perencanaan kegiatan, dan pengelolaan sumber daya di sekolah.

Diunggah oleh

mochamadbhaskara46
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan48 halaman

RKT 2025 SMKS PGRI 3 Blitar Terverifikasi

Dokumen ini adalah Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMKS PGRI 3 BLITAR untuk tahun 2025, yang telah diverifikasi dan disusun berdasarkan Rapor Pendidikan tahun 2024. RKT ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perencanaan berbasis data dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, dokumen ini mencakup berbagai aspek penting seperti profil pendidikan, perencanaan kegiatan, dan pengelolaan sumber daya di sekolah.

Diunggah oleh

mochamadbhaskara46
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR VERIFIKASI

Dokumen Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) SMKS PGRI 3 BLITAR Provinsi Kalimantan
Barat untuk Tahun 2025, telah diverifikasi oleh Pengawas Pembina Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat sebagaimana penyusunan berdasarkan keadaan Rapor
Pendidikan Tahun 2024 SMKS PGRI 3 BLITAR (terlampir).

Singkawang, Oktober 2024


Pengawas Pembina,

Dra. Betty Putranti, [Link]. NIP.


19641003198903 2 009

i
LEMBAR PENGESAHAN

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2025

SMKS PGRI 3 BLITAR


Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMKS PGRI 3 BLITAR telah disusun sesuai mekanisme
Perencanaan Berbasis data (PBD) dan merupakan penjabaran dari Rapor Pendidikan SMKS
PGRI 3 BLITAR tahun 2023/2024. Untuk selanjutnya RKT ini diimplementasikan pada
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2025, maka sebagai wujud legalitas
RKT ini perlu pengesahan dari pemangku kepentingan.

Singkawang, Juli 2024 Ketua

Komite SMKS PGRI 3 BLITAR, Kepala SMKS PGRI 3 BLITAR,

Evi Diana Yudi Firman Santosa, S.T., M.T.I.


NIP. 197712302010011012

Mengesahkan,
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat,

Rita Hastarita, [Link], [Link]. NIP.


197912082000032002

ii
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan karunia Allah SWT telah selesai disusun Rencana Kerja Tahunan
(RKT) tahun 2025 yang akan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan program
pendidikan. Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang tertib dan teratur sangat diperlukan
untuk peningkatan kemampuan dalam pengelolaan pendidikan di sekolah. Peningkatan
tersebut akan berdampak positif, yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu, dan perluasan
pendidikan dasar dan menengah.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari Perencanaan
Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan Sekolah, serta digunakan
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasional di sekolah, sehingga akan
memperlancar kerja Kepala Sekolah. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini
melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur Kepala Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus
Komite Sekolah dan atas pendampingan pengawas sekolah.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup
Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan maupun kesalahan, namun
demikian tentunya masih terdapat kekurangan maupun kesalahan, untuk itu saran maupun
kritik demi perbaikan di masa mendatang dengan senang hati diterima. Perencanaan berbasis
data merupakan upaya yang dilakukan satuan pendidikan dalam membuat program yang
berdampak pada peserta didik, sesuai dengan asesmen nasional berbasis komputer
(ANBK) yang telah dilakukan sebelumnya. Visi SMKS PGRI 3 BLITAR “Mewujudkan
Lembaga Pendidikan Vokasi yang Unggul serta Menghasilkan Tamatan Berkarakter Profil
Pelajar Pancasila, Menyongsong Puncak Bonus Demografi Indonesia” hendaknya dapat
dicapai sesuai harapan ketika perencanaan berbasis data ini dapat dilaksanakan dengan
tahapan mengidentifikasi
dari rapor pendidikan, melakukan refleksi dari rapor pendidikan, membenahi iii
perencanaan dari akar masalah yang ada, membenahi implementasi ketika diperlukan
perbaikan dan penyesuaian, dikenal Identidikasi, Refleksi, Benahi Rencana Benahi
Implementasi (IRBB).
Akhirnya ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, utamanya
kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Bidang
Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Pengawas
Pembina Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat yang ditugaskan
untuk membina SMKS PGRI 3 BLITAR, Ketua Komite, Dewan Guru dan Tendik yang yang
telah banyak memberikan dukungan dalam saran dan diskusi untuk kelancaran penyusunan
program kerja ini.

Singkawang, Oktober 2024 Kepala


SMKS PGRI 3 BLITAR,

Yudi Firman Santosa, S.T., M.T.I.


NIP. 197712302010011012

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR VERIFIKASI...........................................................................................................i

LEMBAR PENGESAHAN......................................................................................................ii

KATA PENGANTAR..............................................................................................................iii

DAFTAR ISI..............................................................................................................................v

DAFTAR TABEL....................................................................................................................vii

BAB I. PENDAHULUAN.........................................................................................................1

1.1. Latar Belakang Masalah............................................................................................1

1.2. Dasar Hukum......................................................................................................6

BAB II. PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN....................................................................8

2.1. Profil Pendidikan..........................................................................................................8

2.2. Rapor Pendidikan.......................................................................................................9

2.2.1. Tahap Identifikasi...............................................................................................9

2.2.2. Tahap Refleksi...................................................................................................10

2.2.3. Tahap Benahi Perencanaan..........................................................................10

2.2.4. Tahap Benahi Implementasi.............................................................................10

2.3. Rapor Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR..........................................................11

2.3.1. Hasil Peserta Didik........................................................................................12

2.3.3. Iklim Kebinekaan..........................................................................................14

2.3.4. Kualitas Pembelajaran........................................................................................15

2.3.5. Penyerapan Lulusan SMK............................................................................15

2.3.6. Link and Match..............................................................................................15

BAB III PERENCANAAN BERBASIS DATA....................................................................17

3.1. Identifikasi Masalah.............................................................................................17

3.2. Refleksi...................................................................................................................18

3.2.1. Kemampuan Numerasi (A.2).........................................................................18

v
3.2.2. Penyerapan Lulusan (A.4)...............................................................................18

3.2.3. Pendapatan Lulusan SMK (A.5)......................................................................18

3.2.4. Kompetensi Lulusan SMK (A.6).....................................................................18

3.2.5. Kualitas Pembelajaran (D.1)............................................................................18

3.2.6. Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru (D.2)....................................18

3.2.7. Kepemimpinan instruksional (D.3).................................................................19

3.2.8. Link and Match dengan Dunia Kerja (D.17)...................................................19

3.2.9. Partisipasi Warga Satuan Pendidikan (E.1).....................................................19

3.3. Benahi.........................................................................................................................19

BAB IV RENCANA KEGIATAN TAHUNAN....................................................................23

4.1. Rencana Kerja Tahunan (RKT).................................................................................23

4.2. Jadwal Kegiatan Tahunan..............................................................................................27

4.2.1. Kegiatan Rekomendasi Rapor Pendidikan............................................................27

4.2.2. Kegiatan Pengembangan Kurikulum, Ekstra Kurikuler.....................................30

BAB V PENUTUP...................................................................................................................34

5.1. Simpulan....................................................................................................................34

5.2. Saran......................................................................................................................34

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Proses Identifikasi Rekomendasi Prioritas Perbaikan......................................17


Tabel 3. 2 Proses Benahi Rapor Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR.............................20
Tabel 3. 3 Inspirasi Kegiatan yang direkomendasikan.......................................................21
Tabel 4. 1 Rencana Kerja Tahunan SMKS PGRI 3 BLITAR Tahun 2025......................24
Tabel 4. 2 Jadwal Program Kegiatan Rekomendasi Tahunan SMK Negeri 1 Singkawang
Tahun 2025..............................................................................................................................28
Tabel 4. 3 Juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Peserta Didik SMKS
PGRI 3 BLITAR Tahun 2023 Tingkat SMK Provinsi Kalimantan Barat
.................................................................................................................................................32
Tabel 4. 4 Juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Peserta Didik SMKS
PGRI 3 BLITAR Tahun 2024 Tingkat SMK Provinsi Kalimantan Barat
.................................................................................................................................................32

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Standar Nasional Pendidikan............................................................................8


Gambar 2. 2 Dimensi Input Proses dan Output....................................................................8
Gambar 2. 3 Nilai Komponen Literasi, Numerasi dan Karakter......................................11
Gambar 2. 4 Nilai Komponen Iklim Keamanan, Iklim Kebinekaan dan Kualitas
Pembelajaran Rapor Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR...............................................12
Gambar 2. 5 Nilai Komponen Penyerapan Lulusan dan Link & Match..........................12

viii
BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan sumber daya
manusia, oleh sebab itu sebagai upaya untuk meningkatkan mutu dan pemerataan
pendidikan, maka dipandang perlu adanya upaya yang dilaksanakan secara terencana, terarah,
dan terpadu untuk menyempurnakan kegiatan-kegiatan sekolah, sehingga penyelenggaraan
pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan memenuhi harapan semua pihak yang
berkepentingan (stakeholders).
Upaya-upaya yang terus bergulir dalam rangka peningkatan kualitas (quality) dan
pemerataan kesempatan (equity) pendidikan diantaranya melalui penerapan program wajib
belajar 9 dan 12 tahun, standarisasi kurikulum, proses, ketenagaan, pembiayaan,
sarana/prasarana, kompetensi lulusan, penilaian, dan manajemen serta pencitraan publik.
Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan sebagai
acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang. Rencana kerja
tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar untuk mengetahui hal apa
saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga
mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
SMKS PGRI 3 BLITAR merupakan satuan pendidikan menengah yang berlokasi di
Jalan Karya Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang Provinsi
Kalimantan Barat yang memiliki pendidik dan tenaga kependidikan yang terdiri dari 1 kepala
sekolah, 83 Guru Mata Pelajaran, dan 17 orang unsur tenaga kependidikan. SMKS PGRI 3
BLITAR mempunyai jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2024/2025 adalah 1103
orang, dan mengalami kenaikan jumlah peserta didik dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2023 telah dilaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)
untuk peserta didik kelas XI (sebelas) sejumlah 45 orang. Hasil dari asesmen tersebut maka
keluarlah profil pendidikan yang menjadi laporan rapor pendidikan yang diperoleh melalui
platform rapor pendidikan. Rapor pendidikan inilah
yang memberikan gambaran nilai capaian satuan pendidikan dari dimensi A, B, 1
2

C, D dan E yang selanjutnya oleh satuan pendidikan dasar dijadikan acuan untuk
membuat perencanaan baik rencana kerja tahunan (RKT) maupun rencana kegiatan dan
anggaran sekolah (RKAS).
Rapor Pendidikan untuk jenjang SMK di Indonesia mencakup empat dimensi utama.
Berikut adalah keempat dimensi tersebut:
1. Mutu Pembelajaran
Dimensi ini mengukur kualitas proses pembelajaran di dalam kelas, termasuk penerapan
pembelajaran yang aktif dan berpusat pada siswa, penggunaan teknologi, dan
keterlibatan siswa dalam proses belajar.
2. Mutu Lulusan
Fokus pada hasil akhir pendidikan, yaitu bagaimana lulusan SMK mampu memiliki
keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri, kemampuan wirausaha, serta daya serap
di dunia kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3. Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan
Dimensi ini menilai kompetensi dan kinerja guru serta tenaga kependidikan dalam
mendukung proses pendidikan. Ini mencakup kualitas pelatihan, pembinaan profesional,
dan kesejahteraan guru.
4. Tata Kelola Sekolah
Melihat bagaimana manajemen sekolah menjalankan fungsi administrasi, perencanaan,
dan pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mendukung tercapainya
tujuan pendidikan.
Keempat dimensi ini dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif tentang
mutu pendidikan di SMK serta untuk membantu sekolah dalam melakukan perbaikan dan
pengembangan yang berkelanjutan.
PDB (Profil Data Pendidikan) dalam Rapor Pendidikan mencakup indikator utama yang
diukur untuk menilai kualitas dan performa satuan pendidikan. Berikut adalah indikator utama
PDB yang biasanya diukur Capaian Hasil Belajar Peserta Didik (Nilai Asesmen Nasional).
1. Mengukur capaian literasi membaca dan numerasi siswa yang diambil dari Asesmen
Nasional (AN). Menilai kemampuan siswa dalam literasi dan numerasi yang menjadi
dasar penting dalam pembelajaran.
2. Mutu Pembelajaran dan Lingkungan Belajar (Indeks Karakter). Mengukur aspek
pembelajaran, termasuk penerapan metode pembelajaran yang efektif.
3

Menilai lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan karakter siswa, seperti sikap
disiplin, tanggung jawab, dan kolaborasi.
3. Kepuasan Peserta Didik (Indikator Sosial-Emosional)
Mengukur tingkat kepuasan siswa terhadap lingkungan belajar dan interaksi dengan guru.
Aspek sosial-emosional ini termasuk rasa aman, keterlibatan, dan kesejahteraan mental
siswa di sekolah.
4. Mutu Lulusan (Daya Serap Lulusan)
Menilai keberhasilan lulusan di dunia kerja atau pendidikan lanjut, khususnya untuk jenjang
SMK. Fokus pada seberapa baik lulusan diterima di dunia industri atau mampu
berwirausaha.
5. Tingkat Ketuntasan Belajar
Mengukur jumlah siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu tanpa
mengulang atau keluar dari sekolah.
6. Rasio Guru dan Tenaga Kependidikan
Melihat keseimbangan antara jumlah guru dan siswa, serta kualifikasi dan profesionalisme
tenaga pengajar dalam mendukung kualitas pendidikan.
7. Tata Kelola dan Manajemen Sekolah
Mengukur efisiensi dan efektivitas manajemen sekolah dalam mengelola sumber daya,
perencanaan pendidikan, serta transparansi dan akuntabilitas sekolah.
Indikator-indikator utama ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh
tentang kualitas pendidikan di satuan pendidikan tertentu, sehingga sekolah dapat merancang
strategi peningkatan yang lebih tepat sasaran.
Rencana Kerja Tahunan SMKS PGRI 3 BLITAR Tahun 2025 ini merupakan hasil dari
proses identifikasi, refleksi, benahi perencanaan dan benahi implementasi (IRBB) dari laporan
rapor pendidikan tahun 2024 yang merupakan hasil dari proses asesmen nasional tahun 2023
yang terkenal dengan istilah Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Dalam laporan rapor pendidikan yang merupakan indikator prioritas pendidikan dasar
dan menengah meliputi: kemampuan literasi, kemampuan numerasi, karakter, iklim keamanan
sekolah dan iklim kebhinekaan. Dari indikator prioritas tersebut dianalisis berdasarkan nilai
capaian yang diperoleh berdasarkan proporsi kemampuan peserta didik. Selanjutnya dari nilai
capaian tersebut dianalisis melalui proses identifikasi, refleksi, benahi perencanaan dan
benahi implementasi (IRBB) yang akan menjadi dasar untuk perencanaan berbasis data
(PBD).
Tujuan Utama IRBB adalah sebagai berikut :
4

1. Evaluasi Berbasis Data: Memberikan sekolah pemahaman yang jelas tentang kekuatan
dan kelemahan mereka berdasarkan data yang valid dan dapat diandalkan.
2. Perbaikan Mutu Pendidikan: Mendorong sekolah untuk terus memperbaiki kualitas
pendidikan melalui rencana perbaikan yang didasarkan pada hasil evaluasi yang nyata.
3. Transparansi dan Akuntabilitas: Memastikan bahwa pengambilan keputusan di tingkat
sekolah dan pemerintah dilakukan secara transparan dan akuntabel berdasarkan bukti
yang jelas.
4. Pengembangan Berkelanjutan: IRBB membantu sekolah mengidentifikasi area yang
memerlukan perbaikan dan mengarahkan mereka ke upaya peningkatan yang lebih tepat
sasaran.
IRBB pada dasarnya memberikan dasar yang kuat untuk melakukan peningkatan mutu
pendidikan yang berkelanjutan dengan menggunakan pendekatan berbasis data, yang
membantu sekolah mengarahkan sumber daya dan energi mereka pada area yang paling
memerlukan perhatian.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada platform
Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan maupun dinas pendidikan maupun
pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai
peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang efektif,
akuntabel dan konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD) juga disesuaikan dengan
kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi masalah yang berasal dari
data pada platform Rapor Pendidikan, yang kemudian mendorong satuan pendidikan dan
dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan melalui penyusunan kegiatan peningkatan
capaian berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan
dan kondisi lapangan. Terdapat 3 langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis
Data (PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi perencanaan dan Benahi implementasi
(IRBB) yang selanjutnya disebut RKT.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah proses yang menggunakan data untuk
membuat keputusan strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam konteks
sekolah, PBD membantu sekolah merancang program yang lebih efektif
5

berdasarkan bukti nyata. Berikut adalah tiga langkah utama dalam proses Perencanaan
Berbasis Data:
1. Refleksi dan Analisis Data
Mengumpulkan Data: Sekolah perlu mengumpulkan data dari berbagai sumber,
seperti Asesmen Nasional, rapor pendidikan, survei lingkungan belajar, data kehadiran,
prestasi siswa, dan data terkait lainnya.
Menganalisis Data: Setelah data terkumpul, dilakukan analisis untuk
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi sekolah.
Misalnya, sekolah bisa melihat data capaian literasi dan numerasi untuk mengetahui
apakah siswa sudah memenuhi standar kompetensi yang diharapkan.
Refleksi Bersama: Semua pemangku kepentingan (guru, kepala sekolah, komite
sekolah, dan dinas pendidikan) melakukan refleksi berdasarkan hasil analisis. Hal ini
membantu mengidentifikasi akar masalah yang perlu diatasi, seperti rendahnya capaian
dalam numerasi atau masalah lingkungan belajar yang kurang kondusif.
2. Perencanaan Tindakan
Menetapkan Prioritas: Berdasarkan hasil analisis data, sekolah menetapkan
prioritas area yang membutuhkan perbaikan. Misalnya, jika hasil Asesmen Nasional
menunjukkan rendahnya kemampuan literasi, maka peningkatan literasi menjadi salah
satu prioritas utama.
Merumuskan Rencana Tindakan: Sekolah merancang strategi atau program yang
spesifik untuk mengatasi masalah yang ditemukan. Rencana tindakan harus jelas,
dengan tujuan yang terukur (SMART: Spesifik, Measurable/terukur, Achievable/dapat
dicapai, Relevant/relevan, Time- bound/terikat waktu).
Mengalokasikan Sumber Daya: Sekolah perlu merencanakan alokasi sumber
daya, baik dari segi anggaran, tenaga kerja, maupun fasilitas untuk mendukung
pelaksanaan program yang sudah direncanakan.
3. Implementasi dan Monitoring
Pelaksanaan Program: Setelah rencana tindakan disusun, sekolah melaksanakan
program atau strategi yang sudah direncanakan. Ini bisa melibatkan peningkatan
kualitas pengajaran, pelatihan guru, pengembangan kurikulum, atau intervensi khusus
bagi siswa yang memerlukan bantuan.
6

Monitoring dan Evaluasi: Sekolah melakukan pemantauan secara berkala untuk


memastikan program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak yang
diharapkan. Data yang diperoleh selama implementasi diukur dan dievaluasi untuk
mengetahui apakah program tersebut efektif atau perlu disesuaikan.
Perbaikan Berkelanjutan: Berdasarkan hasil monitoring, sekolah dapat melakukan
penyesuaian jika diperlukan. Proses ini bersifat siklus dan berkesinambungan, di mana
sekolah terus mengumpulkan data dan melakukan perbaikan secara berkala.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, sekolah dapat membuat perencanaan yang
lebih tepat sasaran, efektif, dan berdasarkan bukti nyata dari hasil evaluasi data.

1.2. Dasar Hukum


Dasar hukum perencanaan berbasis data menggunakan Rapor Pendidikan di Indonesia
terkait dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pemanfaatan
data yang terukur dan komprehensif. Beberapa regulasi yang mendukung implementasi Rapor
Pendidikan sebagai alat perencanaan berbasis data adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP); 4. Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan
Menengah;
5. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3/M-Ind/PER/1/2017 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan
Pengembangan SMK Berbasis Kompetensi yang Link and Match;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
7. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 50 Tahun 2020 tentang Praktek Kerja
Lapangan Bagi Murid;
8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor. 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
10. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian
Pendidikan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
11. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 18 Tahun 2023 tentang Standar
Pembiayaan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor. 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana
dan Prasarana Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 47 Tahun 2023 tentang Standar
Pengelolaan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
14. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2023 tentang Kewajiban
Sekolah Formal Mengakomodasi dan Memfasilitasi Kebutuhan Murid Penyandang Disabilitas.
15. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 8 Tahun 2024 tentang Standar Isi Pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
16. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum
Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah;
17. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan , Riset dan Teknologi Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standart
Kompetensi Kelulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah;
18. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru
19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak
Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
20. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
7
21. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 244/M/2024 tentang Spektrum
Keahlian dan Konversi Spektrum Keahlian SMK/MAK pada Kurikulum Merdeka;
22. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Nomor 024/H/KR/2022 tentang Konsentrasi Keahlian
SMK/MAK pada Kurikulum Merdeka
23. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Nomor 031/H/KR/2024 tentang Kompetensi dan
Tema Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka
24. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Nomor 032/H/KR/2024 tentang Capaian
Pembelajaran pada PAUDNI, Jenjang Pendidikan Dasar dan jenjang Pendidikan Menengah pada kurikulum Merdeka
25. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian
Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah;
26. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 30 Tahun 2018 tentang Penyelanggaraan Pendidikan Inklusif Provinsi
Jawa Timur;
27. Peraturan Gubernur Jawa Timur No 36 Tahun 2024 tentang Mata Pelajaran Bahasa Daerah Sebagai Muatan Lokal
Wajib Kurikulum Merdeka pada Satuan Pendidikan;
28. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor 400.3/2971/101.3/2025 tentang Kalender
Pendidikan bagi Satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Timur Tahun Ajaran 2025/2026.
BAB II. PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN

2.1. Profil Pendidikan


Profil pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan pendidikan sebagai
hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk peningkatan
mutu layanan pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan.
Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan Standar Nasional
Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses, dan output pembelajaran

Gambar 2. 1 Standar Nasional Pendidikan

Gambar 2. 2 Dimensi Input Proses dan Output

8
9

2.2. Rapor Pendidikan


Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih dari Profil Pendidikan yang merefleksikan
prioritas Kemendikbud Ristek yang digunakan untuk menilai kinerja daerah dan satuan
pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai indikator antar tahun.
Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka Kepala sekolah, guru atau
pun admin sekolah dapat melihat dan mengunduh rapor pendidikan melalui tautan
[Link] atau Platform rapor pendidikan. Platform Rapor
pendidikan adalah aplikasi berbasis web yang menampilkan informasi Profil Pendidikan dan
Rapor Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh pengguna yang memiliki
akun belajar sesuai dengan kewenangannya.
Pada rapor pendidikan terdapat indikator yang menjadi prioritas pendidikan
menengah :
1. Kemampuan Literasi
2. Kemampuan Numerasi
3. Karakter
4. Iklim Keamanan Satuan Pendidikan
5. Iklim Kebinekaan
6. Kualitas Pembelajaran
7. Penyerapan Lulusan SMK
8. Link and Match dengan Dunia Kerja
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan dapat melakukan
refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya Selain itu hasil Rapor Pendidikan juga
dapat dijadikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang tepat dan akurat,
sehingga pada akhirnya akan dapat membantu proses dan meningkatkan kualitas belajar
mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan dalam melakukan perencanaan berbasis data
(PBD) adalah dengan melakukan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi Perencanaan serta Benahi
Implementasi (IRBB).

2.2.1. Tahap Identifikasi


Proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah) yang dilakukan oleh kepala
sekolah melalui tahapan sebagai berikut:
1. Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
2. Merujuk kepada daftar indikator prioritas
3. Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.
10

2.2.2. Tahap Refleksi


Proses refleksi dalam merumuskan akar masalah yang dilakukan oleh kepala sekolah
melalui tahapan analisis mencari akar masalah.

2.2.3. Tahap Benahi Perencanaan


Proses perencanaan dalam menentukan program dan kegiatan prioritas yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
1. Membuat program, dan
2. menyusun kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang ditetapkan

2.2.4. Tahap Benahi Implementasi


Proses benahi implementasi adalah melakukan penyesuan kegiatan dengan skala
prioritas berdasarkan alur BAGJA.
BAGJA adalah sebuah konsep atau kerangka kerja yang digunakan dalam design
thinking untuk pendekatan penyelesaian masalah di Indonesia, terutama dalam konteks
penyusunan program atau intervensi pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. BAGJA
adalah akronim dari lima tahap yang membentuk proses ini, yaitu Berempati, Alami, Gali,
Jabarkan, dan Ambil Tindakan.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing tahap dalam konsep BAGJA:
Berempati (B): Tahap pertama dalam konsep BAGJA adalah berempati dengan para
pemangku kepentingan, terutama masyarakat yang akan menerima dampak dari suatu
program atau kebijakan. Pada tahap ini, fasilitator atau perencana harus memahami secara
mendalam kebutuhan, harapan, dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Proses berempati
melibatkan mendengarkan secara aktif, observasi langsung, dan interaksi untuk benar-benar
merasakan tantangan yang ada dari sudut pandang mereka.
Alami (A): Setelah memahami dari sudut pandang masyarakat, tahap selanjutnya adalah
"mengalami" atau "mengalami kembali" situasi nyata yang dihadapi masyarakat. Dalam
konteks ini, fasilitator atau perencana bisa mencoba ikut merasakan pengalaman masyarakat
dalam konteks masalah yang dihadapi, untuk lebih memahami bagaimana kondisi dan
lingkungan sosial, ekonomi, atau budaya mereka mempengaruhi solusi yang akan diambil.
Tujuan dari tahap ini adalah untuk mendapatkan wawasan praktis dari pengalaman langsung.
Gali (G): Pada tahap ini, tim perencana mulai menggali lebih dalam tentang masalah
yang ditemukan dari hasil berempati dan mengalami situasi. Proses ini melibatkan analisis
data dan informasi yang dikumpulkan, mencari akar penyebab
11

masalah, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang ada. Tahap ini menekankan pada
eksplorasi dan pengumpulan informasi yang lebih mendalam untuk menemukan solusi yang
tepat dan kontekstual.
Jabarkan (J): Setelah mengumpulkan data dan memahami akar masalah, tahap ini
berfokus pada penyusunan ide-ide atau solusi. Tim perencana mulai menyusun dan
menjabarkan solusi yang inovatif berdasarkan hasil eksplorasi dari tahap sebelumnya. Pada
tahap ini, berbagai ide dikembangkan dan diuji dengan mempertimbangkan kelayakan,
dampak, dan relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat.
Ambil Tindakan (A): Tahap terakhir adalah implementasi atau pengambilan tindakan.
Ide-ide yang telah dirumuskan di tahap sebelumnya diwujudkan dalam bentuk rencana
konkret yang bisa segera dilaksanakan. Ini bisa berupa penyusunan program, kebijakan, atau
intervensi yang spesifik sesuai dengan hasil proses BAGJA. Selain itu, tindakan ini juga
memerlukan pengujian di lapangan, evaluasi berkala, dan penyesuaian yang diperlukan agar
program atau solusi tersebut dapat mencapai hasil yang diinginkan.
Keunggulan Konsep BAGJA:
Partisipatif: Mengutamakan partisipasi masyarakat dalam setiap langkah proses
perencanaan, sehingga solusi yang dihasilkan lebih relevan dan kontekstual.
Inklusif: Mendorong keterlibatan berbagai pihak dan mendukung keberagaman
perspektif dalam proses pemecahan masalah.
Empatis: Memastikan bahwa pemangku kepentingan benar-benar memahami masalah
dari sudut pandang masyarakat yang terdampak.

2.3. Rapor Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR

Gambar 2. 3 Nilai Komponen Literasi, Numerasi dan Karakter Rapor


Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR
12

Gambar 2. 4 Nilai Komponen Iklim Keamanan, Iklim Kebinekaan dan Kualitas Pembelajaran
Rapor Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR

Gambar 2. 5 Nilai Komponen Penyerapan Lulusan dan Link & Match


Rapor Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR
Berdasarkan hasil analisis dari platform rapor pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR
maka didapat data berikut ini:

2.3.1. Hasil Peserta Didik


Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkognitif. Aspek
kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, sementara aspek non
kognitif diukur dari karakter dan perilaku yang sejalan dengan nilai Pancasila.

[Link]. Kemampuan Literasi


Kemampuan Literasi adalah Kemampuan peserta didik dalam memahami,
menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah
dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat
berkontribusi secara produktif di masyarakat.
13

Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan,


merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). SMKS
PGRI 3 BLITAR bernilai Baik (75,56% peserta didik sudah mencapai kompetensi minimum)
artinya sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi
membaca.
Persentase jumlah peserta didik yang telah mencapai kompetensi minimum untuk
Kemampuan Literasi tahun ini 75,56%. Namun, perbandingan nilai capaian dengan tahun lalu
tidak bisa dihitung karena partisipasi Satdik SMKS PGRI 3 BLITAR mengikuti AN tahun
2022 tidak mencapai 85%.

[Link]. Kemampuan Numerasi


Kemampuan narasi adalah kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada
berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan
dunia.
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep,
prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari- hari pada berbagai
jenis konteks yang relevan.
SMKS PGRI 3 BLITAR bernilai sedang (57,78% peserta didik sudah mencapai
kompetensi minimum) artinya 40% - 70% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum
untuk numerasi namun perlu upaya mendorong lebih banyak peserta didik dalam mencapai
kompetensi minimum.
Persentase jumlah peserta didik yang telah mencapai kompetensi minimum untuk
Kemampuan Numerasi tahun ini 57,78%. Namun, perbandingan nilai capaian dengan tahun
lalu tidak bisa dihitung karena partisipasi Satdik SMKS PGRI 3 BLITAR mengikuti AN
tahun 2022 tidak mencapai 85%.

[Link]. Karakter
Tingkat karakter pelajar pancasila yang bersifat holistik mencakup komponen
pengetahuan, afektif, keterampilan, dan perwujudan dalam perilaku. Pengukuran capaian
indikator ini didapatkan dari Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai akhlak pada
manusia, akhlak pada alam, akhlak bernegara, gotong royong, kreativitias, nalar kritis,
kebinekaan global dan kemandirian pada survei karakter. SMKS PGRI 3 BLITAR bernilai
Baik artinya Peserta didik terbiasa menerapkan nilai- nilai karakter pelajar pancasila yang
berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan
global dalam kehidupan sehari hari
14

Nilai capaian Karakter SMKS PGRI 3 BLITAR tahun ini 53,78. Namun, perbandingan
nilai capaian dengan tahun lalu tidak bisa dihitung karena partisipasi Satdik SMKS PGRI 3
BLITAR mengikuti AN tahun 2022 tidak mencapai 85%.
2.3.2. Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan
Iklim Keamanan Satuan Pendidikan adalah tingkat rasa aman dan kenyamanan peserta didik
dari hal rasa aman disatuan pendidikan, perundungan, hukuman fisik, pelecehan seksual, dan
aktivitas narkoba di lingkungan satuan pendidikan. Pengukuran capaian indikator ini didapat
dari nilai komposit nilai indeks rasa aman, perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual,
rokok, minuman keras, dan narkoba berdasarkan survei lingkungan belajar. SMKS PGRI 3
BLITAR bernilai baik artinya satuan pendidikan memiliki lingkungan satuan pendidikan yang
aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan,
hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat
mempertahankan kualitas warga satuan pendidikan dalam mencegah dan menangani kasus
untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan satuan pendidikan.
Nilai capaian Iklim Keamanan Satuan Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR tahun ini 73,41.
Namun, perbandingan nilai capaian dengan tahun lalu tidak bisa dihitung karena partisipasi
Satdik SMKS PGRI 3 BLITAR mengikuti AN tahun 2022 tidak mencapai 85%.

2.3.3. Iklim Kebinekaan


Iklim Kebinekaan adalah kondisi satuan pendidikan yang menunjukkan adanya sikap
dan perilaku kepala satuan pendidikan dan guru dalam menerapkan toleransi agama dan
budaya serta komitmen kebangsaan. Pengukuran capaian indikator ini didapat dari nilai rerata
iklim kebhinekaan di satuan pendidikan berdasarkan survei lingkungan belajar. SMKS PGRI
3 BLITAR bernilai baik artinya Satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan suasana
proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya;
mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan
agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat nasionalisme.
Nilai capaian Iklim Kebinekaan SMKS PGRI 3 BLITAR tahun ini 71,91. Namun,
perbandingan nilai capaian dengan tahun lalu tidak bisa dihitung karena partisipasi Satdik
SMKS PGRI 3 BLITAR mengikuti AN tahun 2022 tidak mencapai 85%.
15

2.3.4. Kualitas Pembelajaran


Kualitas Pembelajaran adalah tingkat kualitas interaksi antara guru, peserta didik, dan
materi pembelajaran dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Pengukuran capaian
indikator ini didapat dari nilai rerata untuk kualitas pembelajaran meliputi manajemen kelas,
dukungan psikologi, dan metode pembelajaran di survei lingkungan belajar. SMKS PGRI 3
BLITAR memiliki nilai indikator sedang artinya pembelajaran mengarah pada peningkatan
kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan
afektif serta aktivasi kognitif dari guru. Nilai capaian Kualitas Pembelajaran SMKS PGRI 3
BLITAR tahun ini 58,09. Namun, perbandingan nilai capaian dengan tahun lalu tidak bisa
dihitung karena partisipasi Satdik SMKS PGRI 3 BLITAR mengikuti AN tahun 2022 tidak
mencapai 85%.

2.3.5. Penyerapan Lulusan SMK


Penyerapan Lulusan SMK adalah lulusan SMK yang bekerja, wirausaha, dan/atau
melanjutkan studi satu tahun pasca lulus. Pengukuran capaian indikator didapat dari
persentase lulusan yang bekerja, lulusan yang melanjutkan studi (termasuk yang sambil
bekerja/berwirausaha), dan lulusan yang berwirausaha. SMKS PGRI 3 BLITAR nilai
indikatornya kurang artinya penyerapan lulusan SMK (Bekerja, Melanjutkan Studi, dan/atau
Berwirausaha) masih rendah. Nilai capaian Penyerapan Lulusan SMKS PGRI 3 BLITAR
tahun ini 57,35, turun 0,84 dari tahun 2023 (58,19).

2.3.6. Link and Match


Link and Match dengan dunia kerja adalah keselarasan SMK dengan kebutuhan dan
standar dunia kerja; meliputi aspek pembelajaran, Teaching Factory (TeFa), sarana prasarana
pembelajaran, kompetensi guru dan tenaga kependidikan, kepemimpinan kepala sekolah,
pengelolaan Bursa Kerja Khusus (BKK), keterlibatan komite sekolah, praktisi pengajar dari
dunia kerja, dan magang guru. Pengukuran capaian indikator ini didapatkan dari nilai rerata
keselarasan SMK dengan kebutuhan dan standar dunia kerja, meliputi aspek pembelajaran,
Teaching Factory (TeFa), sarana prasarana pembelajaran, kompetensi guru dan tenaga
kependidikan, kepemimpinan kepala sekolah, pengelolaan Bursa Kerja Khusus (BKK),
keterlibatan komite sekolah, praktisi pengajar dari dunia kerja, dan magang guru. SMKS
PGRI 3 BLITAR bernilai sedang artinya SMK sudah mengupayakan keselarasan SMK
dengan dunia kerja, namun perlu melakukan peningkatan kualitas pembelajaran,
16

kelembagaan dan kompetensi SDM. Nilai capaian Link and Match dengan Dunia Kerja
SMKS PGRI 3 BLITAR tahun ini 60,85. Namun, perbandingan nilai capaian dengan tahun
lalu tidak bisa dihitung karena instrumen penilaian yang digunakan tahun ini dan tahun lalu
berbeda.
BAB III PERENCANAAN BERBASIS DATA

Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada platform Rapor
Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas pendidikan maupun
pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai
peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan. Tahapan yang
dilakukan oleh SMKS PGRI 3 BLITAR dalam Perencanaan Berbasis Data(PBD) dari rapor
pendidikan adalah sebagai berikut.

3.1. Identifikasi Masalah


Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat dari rapor
pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR dengan tahapan sebagai berikut :
1. Mengunduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
2. Mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang masih
bermasalah.
3. Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas bagi satuan pendidikan
sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai indikator yang perlu
diprioritaskan.
4. Memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan indikator
prioritas dan indikator yang bermasalah.
5. Dari Rapor pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR diperoleh data/indikator yang
bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap indikator yang
diidentifikasi seperti yang terdapat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3. 1 Proses Identifikasi Rekomendasi Prioritas Perbaikan Rapor


Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR tahun 2024
No Indikator Kategori Keterangan
1 Penyerapan Lulusan Kurang Capaian Turun
0,84 dari 2023

2 Link and Match dengan Sedang Perbandingan


Dunia Kerja capaian tahun lalu
tidak tersedia

3 Kualitas Pembelajaran Sedang Perbandingan


capaian tahun lalu
tidak tersedia

17
18

No Indikator Kategori Keterangan


4 Kemampuan Numerasi Sedang Perbandingan
capaian tahun lalu
tidak tersedia

3.2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SMKS PGRI 3
BLITAR dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang masih bermasalah dan
mengakibatkan capaian untuk indikator sebagai berikut :
3.2.1. Kemampuan Numerasi (A.2)
Meningkatkan kemampuan dasar matematika peserta didik : komputasi dasar dalam bentuk
persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan
masalah matematika sederhana yang rutin.
3.2.2. Penyerapan Lulusan (A.4)
Meningkatkan Penyerapan lulusan SMK (Bekerja, Melanjutkan Studi, dan/atau
Berwirausaha) yang masih rendah.
Pada sub indikator keselarasan bidang kerja yang masih kurang perlu adanya peningkatan
persentase lulusan SMK yang memperoleh pekerjaan pada bidang yang selaras dengan latar
belakang bidang keahlianya.
3.2.3. Pendapatan Lulusan SMK (A.5)
Meningkatkan pendapatan lulusan SMK yang bekerja ataupun berwirausaha.
3.2.4. Kompetensi Lulusan SMK (A.6)
Meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang memiliki sertifikat kompetensi keahlian dan
kepuasan dunia kerja terhadap budaya kerja agar lebih memadai.
3.2.5. Kualitas Pembelajaran (D.1)
Mengembangkan pembelajaran yang mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan
dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif
dari guru.
3.2.6. Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru (D.2)
Upaya meningkatkan kualitas pembelajarannya sporadis tidak hanya untuk sekedar
menyelesaikan tugas. Guru menggunakan cara berulang untuk melakukan pembelajaran dan
tidak nampak adanya proses reflektif, sehingga perlu adanya budaya refleksi di setiap
pembelajaran (awal, tengah atau akhir).
19

3.2.7. Kepemimpinan instruksional (D.3)


Kepemimpinan instruksional mengarah pada visi-misi satuan pendidikan sehingga mendorong
sebagian perencanaan, praktik dan asesmen pembelajaran mulai mengarah pada orientasi
peningkatan hasil belajar Peserta didik dengan adanya program, sistem insentif atau sumber
daya yang mulai mendukung guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.
3.2.8. Link and Match dengan Dunia Kerja (D.17)
SMK sudah mengupayakan keselarasan SMK dengan dunia kerja, namun perlu melakukan
peningkatan kualitas pembelajaran, kelembagaan dan kompetensi SDM.
3.2.9. Partisipasi Warga Satuan Pendidikan (E.1)
Satuan pendidikan sangat terbatas melibatkan orang tua dan peserta didik dalam berbagai
kegiatan di satuan pendidikan.
3.3. Benahi
Dari hasil rapor pendidikan di atas, maka dilakukan proses pembenahan dengan
menentukan program dan kegiatan dengan tahapan sebagai berikut :
1. Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, SMKS PGRI 3 BLITAR menentukan
program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah yang teridentifikasi.
2. Dalam Penentuan program dan kegiatan SMKS PGRI 3 BLITAR merujuk pada contoh
program dan kegiatan yang dirumuskan oleh Kemendikbud Ristek (ada pada lampiran)
3. Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi terhadap rapor
pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR, maka proses benahi atau menentukan program dan
kegiatan bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
20

Tabel 3. 2 Proses Benahi Rapor Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR


No Indikator Faktor 1 Faktor 2 Faktor 3
1 Penyerapan Lulusan Refleksi dan Perbaikan
Partisipasi Warga Kualitas Pembelajaran
Pembelajaran Satuan
oleh Guru Pendidikan

2 Link and Match Partisipasi Warga Kualitas PembelajaranKepemimpinan


dengan Dunia Kerja Satuan Instruksional
Pendidikan
3Kualitas Pembelajaran Refleksi dan
Kepemimpinan
Perbaikan Instruksional
Pembelajaran
oleh Guru
4Kemampuan Numerasi Refleksi dan
Kualitas Pembelajaran
Kepemimpinan
Perbaikan Instruksional
Pembelajaran
oleh Guru
21

Tabel 3. 3 Inspirasi Kegiatan yang direkomendasikan


No Indikator Inspirasi 1 Inspirasi 2 Inspirasi 3
1 Penyerapan Kepala satuan Pendidik Kepala Satuan
Lulusan pendidikan dan mengimplementasikan Pendidikan
pendidik kompetensi berwirausaha mengembangkan
mendorong pada kerjasama usaha
pelibatan praktisi siswa sehingga dengan UMKM
mengajar (pelaku mampu membuka dan mengelola
usaha) untuk usaha sendiri Teaching Factory
memberikan dalam
praktik baik memproduksi,
dalam mempromosikan,
berwirausaha dan menjual
produk

2 Link and Kepala satuan Pendidik menyusun Kepala satuan


Match dengan pendidikan dan perangkat pembelajaran pendidikan
Dunia Kerja pendidik TEFA, mendorong
melakukan serta melakukan perbaikan untuk
peningkatan sinkronisasi kurikulum pelaksanaan
kompetensi dan jadwal pembelajaran
kepala sekolah pembelajaran untuk TEFA melalui
dan guru untuk seluruh mata kebijakan dan
pengembangan pelajaran dengan penganggKepala
pembelajaran kegiatan produksi pada satuan pendidikan
TEFA. pembelajaran TEFA. mendorong
perbaikan untuk
pelaksanaan
pembelajaran
TEFA melalui
kebijakan dan
penganggaran.

3 Kualitas Kepala satuan Pendidik Kepala satuan


Pembelajaran pendidikan dan mengimplementasikan pendidikan
pendidik pengetahuan tentang mendorong
mempelajari metode pembelajaran perbaikan metode
metode interaktif untuk pembelajaran
pembelajaran memperbaiki proses melalui program,
interaktif sebagai pembelajaran kebijakan dan
bagian penganggaran
dari kualitas
pembelajaran
22

4 Kemampuan Kepala satuan Pendidik Kepala satuan


Numerasi pendidikan dan mengimplementasikan pendidikan
pendidik pengetahuan tentang mendorong
mempelajari peningkatan kompetensi perbaikan terhadap
domain aljabar pada kompetensi pada
sebagai bagian domain aljabar untuk domain aljabar di
dari kemampuan memperbaiki proses satuan pendidikan
numerasi pembelajaran numerasi melalui program,
peserta didik kebijakan, dan
penganggaran
BAB IV RENCANA KEGIATAN TAHUNAN

4.1. Rencana Kerja Tahunan (RKT)


Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan sebagai
acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang. Rencana kerja
tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar untuk mengetahui hal apa
saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga
mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2025 SMKS PGRI 3 BLITAR disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diambil dari Rapor Pendidikan Tahun
2024. Proses penyusunan RKT SMKS PGRI 3 BLITAR dirumuskan mengacu pada hasil
Identifikasi, Refleksi dan Benahi dari rapor pendidikan tahun 2023/2024.
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti :
1. Dari tahapan identifikasi, refleksi dan benahi sebelumnya, selanjutnya
dimasukkan dalam format RKT
2. Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi kegiatan yang akan
masuk ke dalam RKAS
3. Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada di dalam
RKAS
4. Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang ada
sebelumnya
5. RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.

23
24

Tabel 4. 1 Rencana Kerja Tahunan SMKS PGRI 3 BLITAR Tahun 2025

No Indikator Kegiatan 1 Kegiatan 2 Kegiatan 3 Kegiatan 4 Kegiatan 5 Kegiatan ARKAS


1 Penyerapan Pengembang an Kegiatan Penelusuran Penyelengg Penyelengg Kegiatan BOS Reguler
Lulusan kerja sama pemagangan lulusan (Tracer araan bursa araan kegiatan - Pengembangan kerja sama industri
industri dalam guru dan/atau Study) SMK kerja khusus dalam rangka peningkatan kompetensi
rangka peserta didik di SMK uji keahlian di SMK atau SMALB
peningkatan industri kompetensi - Kegiatan pemagangan guru dan/atau
kompetensi keahlian, peserta didik di industri
keahlian di sertifikasi - Penelusuran lulusan (Tracer Study)
SMK kejuruan SMK atau SMALB
peserta didik - Penyelenggaraan bursa kerja khusus
SMK SMK atau SMALB
- Penyelenggaraan kegiatan uji
kompetensi keahlian, sertifikasi kejuruan
peserta didik SMK atau SMALB
- Peningkatan Kompetensi Guru untuk
memahami konten pembelajaran dan cara
mengajarkannya
- Peningkatan Kompetensi Guru untuk
asesmen, umpan balik dan pelaporan yang
berpusat pada peserta didik
- Peningkatan Kompetensi Guru untuk
pembelajaran berorientasi pada peserta
didik
- Pengayaan TIK untuk memfasilitasi
kegiatan pembelajaran
- Pelaksanaan kegiatan komunitas belajar
di satuan pendidikan

2 Link and Penyelenggar Penelusuran Pengembanga n Penyusuna n Pengayaan Kegiatan BOS Reguler
Match aan bursa lulusan kerja sama TIK untuk
25

dengan Dunia kerja khusus (Tracer Study) industri dalam perencanaa n memfasilitas i - Penyelenggaraan bursa kerja khusus
Kerja SMK SMK rangka program kegiatan SMK atau SMALB
peningkatan satuan pembelajara n - Penelusuran lulusan (Tracer Study)
kompetensi pendidikan SMK atau SMALB
keahlian di (visi misi - Pengembangan kerja sama industri
SMK sekolah, dalam rangka peningkatan kompetensi
RKJM, RKT, keahlian di SMK atau SMALB
RKAS) - Penyusunan perencanaan program
satuan pendidikan (visi misi sekolah,
RKJM, RKT, RKAS)
- Pengayaan TIK untuk memfasilitasi
kegiatan pembelajaran
- Pengembangan kegiatan pelibatan orang
tua/wali/keluarga di
pembelajaran
- Peningkatan kompetensi guru untuk
keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat
dalam pembelajaran
- Penyusunan perencanaan program
satuan pendidikan (visi misi sekolah,
RKJM, RKT, RKAS)
- Penyelenggaraan sosialisasi dan
pelaporan program, kegiatan hasil- hasil,
dan pengelolaan keuangan sekolah
- Penggalangan, pengelolaan dan
pelaporan pendanaan dari pihak ketiga
(masyarakat umum, dunia industri, dan
CSR)

3 Kualitas Pelaksanaan Peningkatan Peningkatan Kegiatan BOS Reguler


Pembelajaran kegiatan kompetensi kompetensi guru
komunitas guru untuk untuk - Pelaksanaan kegiatan komunitas
belajar di memahami memahami belajar di satuan pendidikan
karakteristik konten
26

satuan dan cara pembelajaran - Peningkatan kompetensi guru untuk


pendidikan belajar peserta dan cara memahami karakteristik dan cara
didik mengajarkann ya belajar peserta didik
- Peningkatan kompetensi guru untuk
memahami konten pembelajaran dan
cara mengajarkannya
Kegiatan BOS Reguler

- Penyusunan silabus / tujuan


pembelajaran
- Peningkatan kompetensi guru untuk
keterlibatan orangtua/wali dan
masyarakat dalam pembelajaran
- Peningkatan kompetensi guru untuk
memahami karakteristik dan cara
belajar peserta didik
4 Kegiatan Peningkatan Pengembang Peningkatan Pelaksanaa n Peningkatan Kegiatan BOS Reguler
Nurmerasi kompetensi an kegiatan kompetensi guru kegiatan kompetensi
guru untuk literasi dan untuk komunitas guru untuk - Peningkatan kompetensi guru untuk
memperkuat numerasi pembelajaran belajar di memahami memperkuat numerasi
numerasi berorientasi pada satuan karakteristik - Pengembangan kegiatan literasi dan
peserta pendidikan dan cara numerasi
didik belajar - Peningkatan kompetensi guru untuk
peserta didik pembelajaran berorientasi pada peserta
didik
- Pelaksanaan kegiatan komunitas belajar
di satuan pendidikan
- Peningkatan kompetensi guru untuk
memahami karakteristik dan cara belajar
peserta didik
- Peningkatan kompetensi guru untuk
memahami konten pembelajaran dan cara
mengajarkannya
27

4.2. Jadwal Kegiatan Tahunan


Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT yang telah disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang mengacu pada hasil analisis dari rapor
pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR. Penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini tidak lepas dari
analisis kegiatan yang berdasarkan kalender pendidikan pada tahun berjalan. Selain pada
kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini mengacu pada permendikbud
Ristek Nomor 63 Tahun 2023 Tentang Juknis BOSP (Biaya Operasional Satuan
Pendidikan).

4.2.1. Kegiatan Rekomendasi Rapor Pendidikan


Berikut jadwal kegiatan tahunan SMKS PGRI 3 BLITAR
28

Tabel 4. 2 Jadwal Program Kegiatan Rekomendasi Tahunan SMKS PGRI 3 BLITAR Tahun 2025

Perencana
No Program Kegiatan Sasaran Waktu Sumber
program
1 Pengembangan kerjasama industri dalam rangka MoU/MoA 10 perusahaan BOSP Waka Humas/Waka
peningkatan kompetensi keahlian di SMK dengan baru/perpanjangan Kurikulum
DUDIKA kerjasamanyang
termasuk potensial (tentative)
penyelarasan
kurikulum dan
Teaching Factory
(Tefa)
2 Kegiatan Pemagangan guru Guru Kejuruan 2 Menyesuaikan dengan BOSP Waka Humas/Waka
orang dalam kegiatan Kurikulum
satu tahun perusahaan (tentative)
(belum pernah
magang)
3 Kegiatan Pemagangan Peserta Didik Kelas XII Peserta Didik Awal Semester BOSP Waka Humas/Waka
Genap 2024/2025 kelas Kurikulum
XII (3 bulan) dan
3 bulan terakhir
semester ganjil
2025/2026 kelas XII (3
bulan)
4 Penelusuran Alumni Tracer Study Alumni lulusan Mulai September s.d. BOSP Ketua BKK
tahun 2024 Oktober 2025
5 Penyelenggaraan Uji Kompetensi Keahlian dan Kelas XII Semeser Genap BOSP Waka
Sertifikasi Kejuruan Peserta Didik Kelas XII UKK Mandiri, 2024/2025 (LSP dan Humas/Kepala
Ukom LSP (TKP LSK menyesuaikan Program Keahlian
dan DPIB) dan dengan jadwal
Ukom LSK penyelenggara
(TITL)
29

Perencana
No Program Kegiatan Sasaran Waktu Sumber
program
eksternal/kementerian
terkait)
6 Peningkatan Kompetensi Guru untuk memahami Kepala Sekolah Workshop (IHT) BOSP/PBP Waka
konten pembelajaran dan cara mengajarkannya dan Guru Pertengahan Semester Kurikulum/CGP-
Genap GP
2024/2025
7 Peningkatan Kompetensi Guru untuk asesmen, umpan Kepala Sekolah Workshop (IHT) awal BOSP/PBP Waka
balik dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik dan Guru Semester Ganjil Kurikulum/CGP-
2025/2026 GP
8 Peningkatan Kompetensi Guru untuk Kepala Sekolah Workshop (IHT) akhir BOSP/PBP Waka
Pembelajaran Berorientasi pada peserta didik dan Guru semester Ganjil Kurikulum/CGP-
2025/2026 GP
9 Pengayaan TIK untuk memfasilitasi kegiatan Guru dan Workshop awal tahun BOSP/PBP Waka
pembelajaran Tendik ajaran 2025/2026 Kurikulum/Ketua IT
10 Pelaksanaan kegiatan komunitas belajar (Kombel) di Kepala Sekolah 1 bulan sekali BOSP/PBP Waka
satuan Pendidikan dan Guru Kurikulum/Ketua
Komunitas Belajar
11 Penyelenggaran Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Alumni SMK Job Fair (September BOSP/PBP Waka Humas/Ketua
2025) BKK
12 Penyusunan perencanaan program satuan Kepala Sekolah Review dan BOSP/PBP Kepala Sekolah/Tim
pendidikan (visi, misi sekolah RKJM, RKT, RKAS) dan seluruh penguatan, refleksi pada manajemen/Tim
warga sekolah kegiatan Pengelola Sekolah
workshop atau rapat
koordinasi
13 Penyelenggaraan sosialisasi dan pelaporan program, Kepala Sekolah Awal tahun ajaran & BOSP/PBP Kepala Sekolah/Tim
kegiatan hasil-hasil dan pengelolaan keuangan sekolah dan warga akhir tahun ajaran Manajemen/Tim
sekolah Pengelola Sekolah

14 Penyusunan silabus/Tujuan Pembelajaran Guru dan Workshop awal tahun BOSP/PBP Waka
Tendik ajaran 2025/2026 Kurikulum/Ketua IT
30

Perencana
No Program Kegiatan Sasaran Waktu Sumber
program
15 Peningkatan kompetensi guru untuk keterlibatan Kepala Sekolah, Awal tahun ajaran BOSP/PBP Kepala Sekolah/Tim
orangtua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran warga sekolah 2025/2026, evaluasi manajemen sekolah
termasuk Komite setiap 3 bulan sekali.
Sekolah dan
orangtua/wali

16 Peningkatan kompetensi guru untuk memperkuat Kepala Sekolah Awal semester genap BOSP Waka Kurikulum
numerasi dan Guru 2024/2025 dengan
pemenuhan buku literasi
dan numerasi serta
buku-buku yang relevan

17 Pengembangan kegiatan literasi dan numerasi Seluruh peserta Setiap bulan BOSP Waka
didik Kurikulum/CGP/GP

4.2.2. Kegiatan Pengembangan Kurikulum, Ekstra Kurikuler


Selain dari analisis rapor pendidikan, kegiatan rutin berkaitan dengan pengembangan kurikulum, intrakurikuler, ko kurikuler dan ekstra
kurikuler serta penunjang di SMKS PGRI 3 BLITAR adalah :
1. Penyusunan Kurikulum yang selalu diperbaharui setiap tahun satu kali dalam Kurikulum Satuan Pendidikan dan penyelarasan kurikulum
bersama DUDIKA
2. Kepala SMKS PGRI 3 BLITAR berkonsultasi dengan instansi vertikal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat
dalam menentukan kebijakan atau kegiatan yang memerlukan rekomendasi dan arahan yang jelas terkait aturan yang berlaku.
31

3. Selain berkonsultasi dan melaporkan kegiatan kepada instansi vertikal, Kepala SMKS PGRI 3
BLITAR bekerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta yang ada di Kota Singkawang,
dalam kaitan pemagangan, dan kerjasama yang berdampak positif kepada peserta didik,
seperti :
1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang
2. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang
3. Dinas Penananam Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang
4. Pengadilan Negeri Singkawang
5. Badan Narkotika Nasional Singkawang
6. Polres Singkawang
7. Komando Distrik Militer (Kodim) 1202 Singkawang
8. Puskesmas Singkawang Barat
9. Seluruh perusahaan swasta yang memiliki MoU/MoA dengan SMKS PGRI 3 BLITAR
10. Tokoh masyarakat, agama dan organisasi yang ada di Kota Singkawang
11. Pelatih bersertifikat untuk kegiatan ekstra yang ada di SMKS PGRI 3 BLITAR
4. Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMKS PGRI 3 BLITAR adalah sebagai berikut :
Daftar Ekstrakurikuler :
1. Pramuka, Soettafatma Scout, Gugus Depan 04-043-04-004
2. Paskibra, Passmksa
3. Tim Badminton, PB Esteem
4. Palang Merah Remaja
5. Tim Catur, Chess Excul
6. Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), Anggrek
7. Marching Banda, Cakrawala
8. Tim Sepakbola, Semka''Sa
9. Tim Panahan, Finaltime Archery
[Link]
[Link] Futsal, Semka''Sa
[Link] Kesehatan Sekolah (UKS)
[Link] Volley Ball Garuda, SMKARSA
[Link]
[Link]
32

[Link] Media Sosial, Jurnalist


Berikut beberapa prestasi ekstrakurikuler peserta didik SMKS PGRI 3 BLITAR dalam Olimpiade
Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang SMK Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2023
adalah sebagai berikut :
Tabel 4. 3 Juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Peserta Didik SMKS PGRI 3
BLITAR Tahun 2023 Tingkat SMK Provinsi Kalimantan Barat

No Nama NISN Cabang Juara Keterangan


Lomba
1 Diva Pramudita 0081730394 Karate Kumite Mewakili jenjang
Perorangan Putri SMK Provinsi Kalimantan
Barat
O2SN Tingkat
Nasional
2 Adryan Sulaiman 0063139256 Karate Kumite
Perorangan Putra

3 Taufiq Abdul 0079236885 Bulu Tangkis Tunggal


Rasyid Putra
4 Weni 0052511068 Bulu Tangkis Tunggal
Putri

5 Imam Wahyudi 0062326509 Pencak Silat


Putra

Tabel 4. 4 Juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Peserta Didik SMKS PGRI 3
BLITAR Tahun 2024 Tingkat SMK Provinsi Kalimantan Barat

No Nama NISN Cabang Juara Keterangan


Lomba
1 Diva Pramudita 0081730394 Karate Kumite
Perorangan Putri

2 Diva Pramudita 0081730394 Karate Kata


Perorangan Putri

3 Julvania 0085092870 Karate Kumite


Perorangan Putri

4 Taufiq Abdul 0079236885 Bulu Tangkis Tunggal


Rasyid Putra

Selain prestasi dari Cabang O2SN, peserta didik SMKS PGRI 3 BLITAR aktif dalam
kontribusi kegiatan untuk menyemarkan dalam hari-hari besar kegiatan nasional dan lomba-
lomba yang diselenggarakan seperti : Pramuka, paskibra, Palang
33

Merah Remaja,Tim Catur, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), Marching Band, Tim
Sepakbola, Tim Panahan, OSIS,Tim Futsal, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),Tim Volley
Ball,Tim Media Sosial.
Aktivitas dan peserta didik dapat diakses pada beberapa media sosial sebagai berikut :

1. [Link]
2. [Link]
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]

Pendanaan untuk kegiatan ekstrakuriler peserta didik untuk pembelanjaan asset atau
modal dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang berasal dari APBN. Sesuai
petunjuk teknis pembiayaan operasional rutin yang diizinkan diambil dari Pembiayaan
Bantuan Pendidikan (PBP) yang berasal dari APBD.
5. Biaya rutin honor guru dan tendik mengacu kepada juknis BOSP dan PBP
6. Biaya pemeliharaan ringan mengacu kepada Juknis BOSP
7. Biaya operasional pengeluaran listrik, air dan lain-lain mengacu kepada juknis BOSP
8. Transaksi dilakukan dengan non tunai menggunakan Aplikasi Cash Management System
(CMS) Bank Kalbar
9. Pembelanjaan modal/asset/buku menggunakan Aplikasi SIPlah
BAB V PENUTUP

5.1. Simpulan
Dari hasil pengumpulan data dan analisis data, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh sekolah setiap
tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang didasarkan pada rapor
pendidikan sekolah.
2. Penyusunan RKT ini tersusun melalui proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan
mekanisme Identifikasi, Refleksi, dan Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi (IRBB).
3. Hasil dari proses IRBB ini maka dijadikan Rencana kerja tahunan yang selanjutnya jadi
rujukan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
4. Proses IRBB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas pendidikan dasar
yakni indikator:
A.4 Penyerapan lulusan SMK
D.1 Kualitas pembelajaran
A.2 Kemampuan numerasi
D.17 Link and match dengan dunia kerja
5. Dari keempat indikator tersebut di atas (pada point 4) maka diperoleh indikator yang masih
rendah (bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi khusus dalam
pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari level 2
(sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang dianggap berpengaruh terhadap nilai
capaian satuan pendidikan.
6. RKT SMKS PGRI 3 BLITAR untuk tahun 2025 tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data
(PBD) yang berdasarkan Laporan Rapor Pendidikan Tahun 2023/2024.

5.2. Saran
Dari simpulan di atas dapat disarankan sebagai berikut :
1. Perencanaan berbasis data (PBD) hendaknya dapat disosialisasikan setiap tahun kepada
warga sekolah sebelum menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) sehingga RKT yang
disusun berdasarkan rapor pendidikan yang merupakan cerminan dari nilai satuan
pendidikan untuk mendapatkan intervensi perbaikan serta bersama- sama memberikan ide
dan saran yang mengacu kepada solusi terbaik.
34
35

2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disusun dan mendapatkan dukungan warga
sekolah wajib dilaksanakan sesuai program yang telah dianalisis skala prioritasnya sehingga
berdampak positif yang lebih besar kepada perbaikan sekolah
3. Penyusunan RKT memperhatikan juknis yang ada dalam Bantuan Operasional Satuan
Pendidikan (BOSP) sehingga memerlukan pertimbangan yang matang dari sisi aturan dan
kemampuan sumber daya yang ada.
4. Indikator prioritas yang diutamakan merupakan hasil dari rekomendasi rapor pendidikan
dengan tingkat pembenahan dengan skala prioritas mulai dari kurang, sedang dan Baik.
5. Intervensi fokus kepada indikator dimulai dari nilai paling kurang yang akan saling terkait
dengan sub indikator yang akan mendukung dimensi lain yang mempengaruhi indikator
kurang tersebut.
6. Rencana Kerja Tahunan berdasarkan hasil rapor pendidikan dan kepala satuan pendidikan
haru mampu menjadi manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai
dengan tugas dan fungsinya serta mengacu kepada peraturan yang berlaku dengan
mempertimbangan anggaran yang tersedia serta menggunakan prinsip pengelolaan
pembiayan yang sesuai juknis.
7. Guru dan Tenaga Kependidikan agar bisa melaksanakan seluruh program yang sudah
direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala sekolah dalam pengelolaan dan
pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.
8. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat diharapkan agar selalu
memberikan bimbingan teknis kepada satuan pendidikan dalam melakukan perencanaan
berbasis data
9. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat agar selalu melakukan
sosialisasi Juknis BOSP setiap tahunnya agar para kepala satuan pendidikan memahami
dengan tuntas terkait penggunaan dana BOSP.
Lampiran
Lampiran
Lampiran
Lampiran

Anda mungkin juga menyukai