RKT 2025 SMKS PGRI 3 Blitar Terverifikasi
RKT 2025 SMKS PGRI 3 Blitar Terverifikasi
Dokumen Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) SMKS PGRI 3 BLITAR Provinsi Kalimantan
Barat untuk Tahun 2025, telah diverifikasi oleh Pengawas Pembina Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat sebagaimana penyusunan berdasarkan keadaan Rapor
Pendidikan Tahun 2024 SMKS PGRI 3 BLITAR (terlampir).
i
LEMBAR PENGESAHAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMKS PGRI 3 BLITAR telah disusun sesuai mekanisme
Perencanaan Berbasis data (PBD) dan merupakan penjabaran dari Rapor Pendidikan SMKS
PGRI 3 BLITAR tahun 2023/2024. Untuk selanjutnya RKT ini diimplementasikan pada
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2025, maka sebagai wujud legalitas
RKT ini perlu pengesahan dari pemangku kepentingan.
Mengesahkan,
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat,
ii
KATA PENGANTAR
Berkat rahmat dan karunia Allah SWT telah selesai disusun Rencana Kerja Tahunan
(RKT) tahun 2025 yang akan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan program
pendidikan. Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang tertib dan teratur sangat diperlukan
untuk peningkatan kemampuan dalam pengelolaan pendidikan di sekolah. Peningkatan
tersebut akan berdampak positif, yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu, dan perluasan
pendidikan dasar dan menengah.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari Perencanaan
Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan Sekolah, serta digunakan
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasional di sekolah, sehingga akan
memperlancar kerja Kepala Sekolah. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini
melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur Kepala Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus
Komite Sekolah dan atas pendampingan pengawas sekolah.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup
Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan maupun kesalahan, namun
demikian tentunya masih terdapat kekurangan maupun kesalahan, untuk itu saran maupun
kritik demi perbaikan di masa mendatang dengan senang hati diterima. Perencanaan berbasis
data merupakan upaya yang dilakukan satuan pendidikan dalam membuat program yang
berdampak pada peserta didik, sesuai dengan asesmen nasional berbasis komputer
(ANBK) yang telah dilakukan sebelumnya. Visi SMKS PGRI 3 BLITAR “Mewujudkan
Lembaga Pendidikan Vokasi yang Unggul serta Menghasilkan Tamatan Berkarakter Profil
Pelajar Pancasila, Menyongsong Puncak Bonus Demografi Indonesia” hendaknya dapat
dicapai sesuai harapan ketika perencanaan berbasis data ini dapat dilaksanakan dengan
tahapan mengidentifikasi
dari rapor pendidikan, melakukan refleksi dari rapor pendidikan, membenahi iii
perencanaan dari akar masalah yang ada, membenahi implementasi ketika diperlukan
perbaikan dan penyesuaian, dikenal Identidikasi, Refleksi, Benahi Rencana Benahi
Implementasi (IRBB).
Akhirnya ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, utamanya
kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Bidang
Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Pengawas
Pembina Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat yang ditugaskan
untuk membina SMKS PGRI 3 BLITAR, Ketua Komite, Dewan Guru dan Tendik yang yang
telah banyak memberikan dukungan dalam saran dan diskusi untuk kelancaran penyusunan
program kerja ini.
iv
DAFTAR ISI
LEMBAR VERIFIKASI...........................................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN......................................................................................................ii
KATA PENGANTAR..............................................................................................................iii
DAFTAR ISI..............................................................................................................................v
DAFTAR TABEL....................................................................................................................vii
BAB I. PENDAHULUAN.........................................................................................................1
3.2. Refleksi...................................................................................................................18
v
3.2.2. Penyerapan Lulusan (A.4)...............................................................................18
3.3. Benahi.........................................................................................................................19
BAB V PENUTUP...................................................................................................................34
5.1. Simpulan....................................................................................................................34
5.2. Saran......................................................................................................................34
vi
DAFTAR TABEL
vii
DAFTAR GAMBAR
viii
BAB I. PENDAHULUAN
C, D dan E yang selanjutnya oleh satuan pendidikan dasar dijadikan acuan untuk
membuat perencanaan baik rencana kerja tahunan (RKT) maupun rencana kegiatan dan
anggaran sekolah (RKAS).
Rapor Pendidikan untuk jenjang SMK di Indonesia mencakup empat dimensi utama.
Berikut adalah keempat dimensi tersebut:
1. Mutu Pembelajaran
Dimensi ini mengukur kualitas proses pembelajaran di dalam kelas, termasuk penerapan
pembelajaran yang aktif dan berpusat pada siswa, penggunaan teknologi, dan
keterlibatan siswa dalam proses belajar.
2. Mutu Lulusan
Fokus pada hasil akhir pendidikan, yaitu bagaimana lulusan SMK mampu memiliki
keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri, kemampuan wirausaha, serta daya serap
di dunia kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3. Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan
Dimensi ini menilai kompetensi dan kinerja guru serta tenaga kependidikan dalam
mendukung proses pendidikan. Ini mencakup kualitas pelatihan, pembinaan profesional,
dan kesejahteraan guru.
4. Tata Kelola Sekolah
Melihat bagaimana manajemen sekolah menjalankan fungsi administrasi, perencanaan,
dan pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mendukung tercapainya
tujuan pendidikan.
Keempat dimensi ini dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif tentang
mutu pendidikan di SMK serta untuk membantu sekolah dalam melakukan perbaikan dan
pengembangan yang berkelanjutan.
PDB (Profil Data Pendidikan) dalam Rapor Pendidikan mencakup indikator utama yang
diukur untuk menilai kualitas dan performa satuan pendidikan. Berikut adalah indikator utama
PDB yang biasanya diukur Capaian Hasil Belajar Peserta Didik (Nilai Asesmen Nasional).
1. Mengukur capaian literasi membaca dan numerasi siswa yang diambil dari Asesmen
Nasional (AN). Menilai kemampuan siswa dalam literasi dan numerasi yang menjadi
dasar penting dalam pembelajaran.
2. Mutu Pembelajaran dan Lingkungan Belajar (Indeks Karakter). Mengukur aspek
pembelajaran, termasuk penerapan metode pembelajaran yang efektif.
3
Menilai lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan karakter siswa, seperti sikap
disiplin, tanggung jawab, dan kolaborasi.
3. Kepuasan Peserta Didik (Indikator Sosial-Emosional)
Mengukur tingkat kepuasan siswa terhadap lingkungan belajar dan interaksi dengan guru.
Aspek sosial-emosional ini termasuk rasa aman, keterlibatan, dan kesejahteraan mental
siswa di sekolah.
4. Mutu Lulusan (Daya Serap Lulusan)
Menilai keberhasilan lulusan di dunia kerja atau pendidikan lanjut, khususnya untuk jenjang
SMK. Fokus pada seberapa baik lulusan diterima di dunia industri atau mampu
berwirausaha.
5. Tingkat Ketuntasan Belajar
Mengukur jumlah siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu tanpa
mengulang atau keluar dari sekolah.
6. Rasio Guru dan Tenaga Kependidikan
Melihat keseimbangan antara jumlah guru dan siswa, serta kualifikasi dan profesionalisme
tenaga pengajar dalam mendukung kualitas pendidikan.
7. Tata Kelola dan Manajemen Sekolah
Mengukur efisiensi dan efektivitas manajemen sekolah dalam mengelola sumber daya,
perencanaan pendidikan, serta transparansi dan akuntabilitas sekolah.
Indikator-indikator utama ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh
tentang kualitas pendidikan di satuan pendidikan tertentu, sehingga sekolah dapat merancang
strategi peningkatan yang lebih tepat sasaran.
Rencana Kerja Tahunan SMKS PGRI 3 BLITAR Tahun 2025 ini merupakan hasil dari
proses identifikasi, refleksi, benahi perencanaan dan benahi implementasi (IRBB) dari laporan
rapor pendidikan tahun 2024 yang merupakan hasil dari proses asesmen nasional tahun 2023
yang terkenal dengan istilah Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Dalam laporan rapor pendidikan yang merupakan indikator prioritas pendidikan dasar
dan menengah meliputi: kemampuan literasi, kemampuan numerasi, karakter, iklim keamanan
sekolah dan iklim kebhinekaan. Dari indikator prioritas tersebut dianalisis berdasarkan nilai
capaian yang diperoleh berdasarkan proporsi kemampuan peserta didik. Selanjutnya dari nilai
capaian tersebut dianalisis melalui proses identifikasi, refleksi, benahi perencanaan dan
benahi implementasi (IRBB) yang akan menjadi dasar untuk perencanaan berbasis data
(PBD).
Tujuan Utama IRBB adalah sebagai berikut :
4
1. Evaluasi Berbasis Data: Memberikan sekolah pemahaman yang jelas tentang kekuatan
dan kelemahan mereka berdasarkan data yang valid dan dapat diandalkan.
2. Perbaikan Mutu Pendidikan: Mendorong sekolah untuk terus memperbaiki kualitas
pendidikan melalui rencana perbaikan yang didasarkan pada hasil evaluasi yang nyata.
3. Transparansi dan Akuntabilitas: Memastikan bahwa pengambilan keputusan di tingkat
sekolah dan pemerintah dilakukan secara transparan dan akuntabel berdasarkan bukti
yang jelas.
4. Pengembangan Berkelanjutan: IRBB membantu sekolah mengidentifikasi area yang
memerlukan perbaikan dan mengarahkan mereka ke upaya peningkatan yang lebih tepat
sasaran.
IRBB pada dasarnya memberikan dasar yang kuat untuk melakukan peningkatan mutu
pendidikan yang berkelanjutan dengan menggunakan pendekatan berbasis data, yang
membantu sekolah mengarahkan sumber daya dan energi mereka pada area yang paling
memerlukan perhatian.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada platform
Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan maupun dinas pendidikan maupun
pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai
peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang efektif,
akuntabel dan konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD) juga disesuaikan dengan
kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi masalah yang berasal dari
data pada platform Rapor Pendidikan, yang kemudian mendorong satuan pendidikan dan
dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan melalui penyusunan kegiatan peningkatan
capaian berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan
dan kondisi lapangan. Terdapat 3 langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis
Data (PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi perencanaan dan Benahi implementasi
(IRBB) yang selanjutnya disebut RKT.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah proses yang menggunakan data untuk
membuat keputusan strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam konteks
sekolah, PBD membantu sekolah merancang program yang lebih efektif
5
berdasarkan bukti nyata. Berikut adalah tiga langkah utama dalam proses Perencanaan
Berbasis Data:
1. Refleksi dan Analisis Data
Mengumpulkan Data: Sekolah perlu mengumpulkan data dari berbagai sumber,
seperti Asesmen Nasional, rapor pendidikan, survei lingkungan belajar, data kehadiran,
prestasi siswa, dan data terkait lainnya.
Menganalisis Data: Setelah data terkumpul, dilakukan analisis untuk
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi sekolah.
Misalnya, sekolah bisa melihat data capaian literasi dan numerasi untuk mengetahui
apakah siswa sudah memenuhi standar kompetensi yang diharapkan.
Refleksi Bersama: Semua pemangku kepentingan (guru, kepala sekolah, komite
sekolah, dan dinas pendidikan) melakukan refleksi berdasarkan hasil analisis. Hal ini
membantu mengidentifikasi akar masalah yang perlu diatasi, seperti rendahnya capaian
dalam numerasi atau masalah lingkungan belajar yang kurang kondusif.
2. Perencanaan Tindakan
Menetapkan Prioritas: Berdasarkan hasil analisis data, sekolah menetapkan
prioritas area yang membutuhkan perbaikan. Misalnya, jika hasil Asesmen Nasional
menunjukkan rendahnya kemampuan literasi, maka peningkatan literasi menjadi salah
satu prioritas utama.
Merumuskan Rencana Tindakan: Sekolah merancang strategi atau program yang
spesifik untuk mengatasi masalah yang ditemukan. Rencana tindakan harus jelas,
dengan tujuan yang terukur (SMART: Spesifik, Measurable/terukur, Achievable/dapat
dicapai, Relevant/relevan, Time- bound/terikat waktu).
Mengalokasikan Sumber Daya: Sekolah perlu merencanakan alokasi sumber
daya, baik dari segi anggaran, tenaga kerja, maupun fasilitas untuk mendukung
pelaksanaan program yang sudah direncanakan.
3. Implementasi dan Monitoring
Pelaksanaan Program: Setelah rencana tindakan disusun, sekolah melaksanakan
program atau strategi yang sudah direncanakan. Ini bisa melibatkan peningkatan
kualitas pengajaran, pelatihan guru, pengembangan kurikulum, atau intervensi khusus
bagi siswa yang memerlukan bantuan.
6
8
9
masalah, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang ada. Tahap ini menekankan pada
eksplorasi dan pengumpulan informasi yang lebih mendalam untuk menemukan solusi yang
tepat dan kontekstual.
Jabarkan (J): Setelah mengumpulkan data dan memahami akar masalah, tahap ini
berfokus pada penyusunan ide-ide atau solusi. Tim perencana mulai menyusun dan
menjabarkan solusi yang inovatif berdasarkan hasil eksplorasi dari tahap sebelumnya. Pada
tahap ini, berbagai ide dikembangkan dan diuji dengan mempertimbangkan kelayakan,
dampak, dan relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat.
Ambil Tindakan (A): Tahap terakhir adalah implementasi atau pengambilan tindakan.
Ide-ide yang telah dirumuskan di tahap sebelumnya diwujudkan dalam bentuk rencana
konkret yang bisa segera dilaksanakan. Ini bisa berupa penyusunan program, kebijakan, atau
intervensi yang spesifik sesuai dengan hasil proses BAGJA. Selain itu, tindakan ini juga
memerlukan pengujian di lapangan, evaluasi berkala, dan penyesuaian yang diperlukan agar
program atau solusi tersebut dapat mencapai hasil yang diinginkan.
Keunggulan Konsep BAGJA:
Partisipatif: Mengutamakan partisipasi masyarakat dalam setiap langkah proses
perencanaan, sehingga solusi yang dihasilkan lebih relevan dan kontekstual.
Inklusif: Mendorong keterlibatan berbagai pihak dan mendukung keberagaman
perspektif dalam proses pemecahan masalah.
Empatis: Memastikan bahwa pemangku kepentingan benar-benar memahami masalah
dari sudut pandang masyarakat yang terdampak.
Gambar 2. 4 Nilai Komponen Iklim Keamanan, Iklim Kebinekaan dan Kualitas Pembelajaran
Rapor Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR
[Link]. Karakter
Tingkat karakter pelajar pancasila yang bersifat holistik mencakup komponen
pengetahuan, afektif, keterampilan, dan perwujudan dalam perilaku. Pengukuran capaian
indikator ini didapatkan dari Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai akhlak pada
manusia, akhlak pada alam, akhlak bernegara, gotong royong, kreativitias, nalar kritis,
kebinekaan global dan kemandirian pada survei karakter. SMKS PGRI 3 BLITAR bernilai
Baik artinya Peserta didik terbiasa menerapkan nilai- nilai karakter pelajar pancasila yang
berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan
global dalam kehidupan sehari hari
14
Nilai capaian Karakter SMKS PGRI 3 BLITAR tahun ini 53,78. Namun, perbandingan
nilai capaian dengan tahun lalu tidak bisa dihitung karena partisipasi Satdik SMKS PGRI 3
BLITAR mengikuti AN tahun 2022 tidak mencapai 85%.
2.3.2. Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan
Iklim Keamanan Satuan Pendidikan adalah tingkat rasa aman dan kenyamanan peserta didik
dari hal rasa aman disatuan pendidikan, perundungan, hukuman fisik, pelecehan seksual, dan
aktivitas narkoba di lingkungan satuan pendidikan. Pengukuran capaian indikator ini didapat
dari nilai komposit nilai indeks rasa aman, perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual,
rokok, minuman keras, dan narkoba berdasarkan survei lingkungan belajar. SMKS PGRI 3
BLITAR bernilai baik artinya satuan pendidikan memiliki lingkungan satuan pendidikan yang
aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan,
hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat
mempertahankan kualitas warga satuan pendidikan dalam mencegah dan menangani kasus
untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan satuan pendidikan.
Nilai capaian Iklim Keamanan Satuan Pendidikan SMKS PGRI 3 BLITAR tahun ini 73,41.
Namun, perbandingan nilai capaian dengan tahun lalu tidak bisa dihitung karena partisipasi
Satdik SMKS PGRI 3 BLITAR mengikuti AN tahun 2022 tidak mencapai 85%.
kelembagaan dan kompetensi SDM. Nilai capaian Link and Match dengan Dunia Kerja
SMKS PGRI 3 BLITAR tahun ini 60,85. Namun, perbandingan nilai capaian dengan tahun
lalu tidak bisa dihitung karena instrumen penilaian yang digunakan tahun ini dan tahun lalu
berbeda.
BAB III PERENCANAAN BERBASIS DATA
Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada platform Rapor
Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas pendidikan maupun
pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai
peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan. Tahapan yang
dilakukan oleh SMKS PGRI 3 BLITAR dalam Perencanaan Berbasis Data(PBD) dari rapor
pendidikan adalah sebagai berikut.
17
18
3.2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SMKS PGRI 3
BLITAR dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang masih bermasalah dan
mengakibatkan capaian untuk indikator sebagai berikut :
3.2.1. Kemampuan Numerasi (A.2)
Meningkatkan kemampuan dasar matematika peserta didik : komputasi dasar dalam bentuk
persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan
masalah matematika sederhana yang rutin.
3.2.2. Penyerapan Lulusan (A.4)
Meningkatkan Penyerapan lulusan SMK (Bekerja, Melanjutkan Studi, dan/atau
Berwirausaha) yang masih rendah.
Pada sub indikator keselarasan bidang kerja yang masih kurang perlu adanya peningkatan
persentase lulusan SMK yang memperoleh pekerjaan pada bidang yang selaras dengan latar
belakang bidang keahlianya.
3.2.3. Pendapatan Lulusan SMK (A.5)
Meningkatkan pendapatan lulusan SMK yang bekerja ataupun berwirausaha.
3.2.4. Kompetensi Lulusan SMK (A.6)
Meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang memiliki sertifikat kompetensi keahlian dan
kepuasan dunia kerja terhadap budaya kerja agar lebih memadai.
3.2.5. Kualitas Pembelajaran (D.1)
Mengembangkan pembelajaran yang mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan
dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif
dari guru.
3.2.6. Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru (D.2)
Upaya meningkatkan kualitas pembelajarannya sporadis tidak hanya untuk sekedar
menyelesaikan tugas. Guru menggunakan cara berulang untuk melakukan pembelajaran dan
tidak nampak adanya proses reflektif, sehingga perlu adanya budaya refleksi di setiap
pembelajaran (awal, tengah atau akhir).
19
23
24
2 Link and Penyelenggar Penelusuran Pengembanga n Penyusuna n Pengayaan Kegiatan BOS Reguler
Match aan bursa lulusan kerja sama TIK untuk
25
dengan Dunia kerja khusus (Tracer Study) industri dalam perencanaa n memfasilitas i - Penyelenggaraan bursa kerja khusus
Kerja SMK SMK rangka program kegiatan SMK atau SMALB
peningkatan satuan pembelajara n - Penelusuran lulusan (Tracer Study)
kompetensi pendidikan SMK atau SMALB
keahlian di (visi misi - Pengembangan kerja sama industri
SMK sekolah, dalam rangka peningkatan kompetensi
RKJM, RKT, keahlian di SMK atau SMALB
RKAS) - Penyusunan perencanaan program
satuan pendidikan (visi misi sekolah,
RKJM, RKT, RKAS)
- Pengayaan TIK untuk memfasilitasi
kegiatan pembelajaran
- Pengembangan kegiatan pelibatan orang
tua/wali/keluarga di
pembelajaran
- Peningkatan kompetensi guru untuk
keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat
dalam pembelajaran
- Penyusunan perencanaan program
satuan pendidikan (visi misi sekolah,
RKJM, RKT, RKAS)
- Penyelenggaraan sosialisasi dan
pelaporan program, kegiatan hasil- hasil,
dan pengelolaan keuangan sekolah
- Penggalangan, pengelolaan dan
pelaporan pendanaan dari pihak ketiga
(masyarakat umum, dunia industri, dan
CSR)
Tabel 4. 2 Jadwal Program Kegiatan Rekomendasi Tahunan SMKS PGRI 3 BLITAR Tahun 2025
Perencana
No Program Kegiatan Sasaran Waktu Sumber
program
1 Pengembangan kerjasama industri dalam rangka MoU/MoA 10 perusahaan BOSP Waka Humas/Waka
peningkatan kompetensi keahlian di SMK dengan baru/perpanjangan Kurikulum
DUDIKA kerjasamanyang
termasuk potensial (tentative)
penyelarasan
kurikulum dan
Teaching Factory
(Tefa)
2 Kegiatan Pemagangan guru Guru Kejuruan 2 Menyesuaikan dengan BOSP Waka Humas/Waka
orang dalam kegiatan Kurikulum
satu tahun perusahaan (tentative)
(belum pernah
magang)
3 Kegiatan Pemagangan Peserta Didik Kelas XII Peserta Didik Awal Semester BOSP Waka Humas/Waka
Genap 2024/2025 kelas Kurikulum
XII (3 bulan) dan
3 bulan terakhir
semester ganjil
2025/2026 kelas XII (3
bulan)
4 Penelusuran Alumni Tracer Study Alumni lulusan Mulai September s.d. BOSP Ketua BKK
tahun 2024 Oktober 2025
5 Penyelenggaraan Uji Kompetensi Keahlian dan Kelas XII Semeser Genap BOSP Waka
Sertifikasi Kejuruan Peserta Didik Kelas XII UKK Mandiri, 2024/2025 (LSP dan Humas/Kepala
Ukom LSP (TKP LSK menyesuaikan Program Keahlian
dan DPIB) dan dengan jadwal
Ukom LSK penyelenggara
(TITL)
29
Perencana
No Program Kegiatan Sasaran Waktu Sumber
program
eksternal/kementerian
terkait)
6 Peningkatan Kompetensi Guru untuk memahami Kepala Sekolah Workshop (IHT) BOSP/PBP Waka
konten pembelajaran dan cara mengajarkannya dan Guru Pertengahan Semester Kurikulum/CGP-
Genap GP
2024/2025
7 Peningkatan Kompetensi Guru untuk asesmen, umpan Kepala Sekolah Workshop (IHT) awal BOSP/PBP Waka
balik dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik dan Guru Semester Ganjil Kurikulum/CGP-
2025/2026 GP
8 Peningkatan Kompetensi Guru untuk Kepala Sekolah Workshop (IHT) akhir BOSP/PBP Waka
Pembelajaran Berorientasi pada peserta didik dan Guru semester Ganjil Kurikulum/CGP-
2025/2026 GP
9 Pengayaan TIK untuk memfasilitasi kegiatan Guru dan Workshop awal tahun BOSP/PBP Waka
pembelajaran Tendik ajaran 2025/2026 Kurikulum/Ketua IT
10 Pelaksanaan kegiatan komunitas belajar (Kombel) di Kepala Sekolah 1 bulan sekali BOSP/PBP Waka
satuan Pendidikan dan Guru Kurikulum/Ketua
Komunitas Belajar
11 Penyelenggaran Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Alumni SMK Job Fair (September BOSP/PBP Waka Humas/Ketua
2025) BKK
12 Penyusunan perencanaan program satuan Kepala Sekolah Review dan BOSP/PBP Kepala Sekolah/Tim
pendidikan (visi, misi sekolah RKJM, RKT, RKAS) dan seluruh penguatan, refleksi pada manajemen/Tim
warga sekolah kegiatan Pengelola Sekolah
workshop atau rapat
koordinasi
13 Penyelenggaraan sosialisasi dan pelaporan program, Kepala Sekolah Awal tahun ajaran & BOSP/PBP Kepala Sekolah/Tim
kegiatan hasil-hasil dan pengelolaan keuangan sekolah dan warga akhir tahun ajaran Manajemen/Tim
sekolah Pengelola Sekolah
14 Penyusunan silabus/Tujuan Pembelajaran Guru dan Workshop awal tahun BOSP/PBP Waka
Tendik ajaran 2025/2026 Kurikulum/Ketua IT
30
Perencana
No Program Kegiatan Sasaran Waktu Sumber
program
15 Peningkatan kompetensi guru untuk keterlibatan Kepala Sekolah, Awal tahun ajaran BOSP/PBP Kepala Sekolah/Tim
orangtua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran warga sekolah 2025/2026, evaluasi manajemen sekolah
termasuk Komite setiap 3 bulan sekali.
Sekolah dan
orangtua/wali
16 Peningkatan kompetensi guru untuk memperkuat Kepala Sekolah Awal semester genap BOSP Waka Kurikulum
numerasi dan Guru 2024/2025 dengan
pemenuhan buku literasi
dan numerasi serta
buku-buku yang relevan
17 Pengembangan kegiatan literasi dan numerasi Seluruh peserta Setiap bulan BOSP Waka
didik Kurikulum/CGP/GP
3. Selain berkonsultasi dan melaporkan kegiatan kepada instansi vertikal, Kepala SMKS PGRI 3
BLITAR bekerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta yang ada di Kota Singkawang,
dalam kaitan pemagangan, dan kerjasama yang berdampak positif kepada peserta didik,
seperti :
1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang
2. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang
3. Dinas Penananam Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang
4. Pengadilan Negeri Singkawang
5. Badan Narkotika Nasional Singkawang
6. Polres Singkawang
7. Komando Distrik Militer (Kodim) 1202 Singkawang
8. Puskesmas Singkawang Barat
9. Seluruh perusahaan swasta yang memiliki MoU/MoA dengan SMKS PGRI 3 BLITAR
10. Tokoh masyarakat, agama dan organisasi yang ada di Kota Singkawang
11. Pelatih bersertifikat untuk kegiatan ekstra yang ada di SMKS PGRI 3 BLITAR
4. Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMKS PGRI 3 BLITAR adalah sebagai berikut :
Daftar Ekstrakurikuler :
1. Pramuka, Soettafatma Scout, Gugus Depan 04-043-04-004
2. Paskibra, Passmksa
3. Tim Badminton, PB Esteem
4. Palang Merah Remaja
5. Tim Catur, Chess Excul
6. Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), Anggrek
7. Marching Banda, Cakrawala
8. Tim Sepakbola, Semka''Sa
9. Tim Panahan, Finaltime Archery
[Link]
[Link] Futsal, Semka''Sa
[Link] Kesehatan Sekolah (UKS)
[Link] Volley Ball Garuda, SMKARSA
[Link]
[Link]
32
Tabel 4. 4 Juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Peserta Didik SMKS PGRI 3
BLITAR Tahun 2024 Tingkat SMK Provinsi Kalimantan Barat
Selain prestasi dari Cabang O2SN, peserta didik SMKS PGRI 3 BLITAR aktif dalam
kontribusi kegiatan untuk menyemarkan dalam hari-hari besar kegiatan nasional dan lomba-
lomba yang diselenggarakan seperti : Pramuka, paskibra, Palang
33
Merah Remaja,Tim Catur, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), Marching Band, Tim
Sepakbola, Tim Panahan, OSIS,Tim Futsal, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),Tim Volley
Ball,Tim Media Sosial.
Aktivitas dan peserta didik dapat diakses pada beberapa media sosial sebagai berikut :
1. [Link]
2. [Link]
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
Pendanaan untuk kegiatan ekstrakuriler peserta didik untuk pembelanjaan asset atau
modal dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang berasal dari APBN. Sesuai
petunjuk teknis pembiayaan operasional rutin yang diizinkan diambil dari Pembiayaan
Bantuan Pendidikan (PBP) yang berasal dari APBD.
5. Biaya rutin honor guru dan tendik mengacu kepada juknis BOSP dan PBP
6. Biaya pemeliharaan ringan mengacu kepada Juknis BOSP
7. Biaya operasional pengeluaran listrik, air dan lain-lain mengacu kepada juknis BOSP
8. Transaksi dilakukan dengan non tunai menggunakan Aplikasi Cash Management System
(CMS) Bank Kalbar
9. Pembelanjaan modal/asset/buku menggunakan Aplikasi SIPlah
BAB V PENUTUP
5.1. Simpulan
Dari hasil pengumpulan data dan analisis data, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh sekolah setiap
tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang didasarkan pada rapor
pendidikan sekolah.
2. Penyusunan RKT ini tersusun melalui proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan
mekanisme Identifikasi, Refleksi, dan Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi (IRBB).
3. Hasil dari proses IRBB ini maka dijadikan Rencana kerja tahunan yang selanjutnya jadi
rujukan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
4. Proses IRBB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas pendidikan dasar
yakni indikator:
A.4 Penyerapan lulusan SMK
D.1 Kualitas pembelajaran
A.2 Kemampuan numerasi
D.17 Link and match dengan dunia kerja
5. Dari keempat indikator tersebut di atas (pada point 4) maka diperoleh indikator yang masih
rendah (bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi khusus dalam
pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari level 2
(sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang dianggap berpengaruh terhadap nilai
capaian satuan pendidikan.
6. RKT SMKS PGRI 3 BLITAR untuk tahun 2025 tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data
(PBD) yang berdasarkan Laporan Rapor Pendidikan Tahun 2023/2024.
5.2. Saran
Dari simpulan di atas dapat disarankan sebagai berikut :
1. Perencanaan berbasis data (PBD) hendaknya dapat disosialisasikan setiap tahun kepada
warga sekolah sebelum menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) sehingga RKT yang
disusun berdasarkan rapor pendidikan yang merupakan cerminan dari nilai satuan
pendidikan untuk mendapatkan intervensi perbaikan serta bersama- sama memberikan ide
dan saran yang mengacu kepada solusi terbaik.
34
35
2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disusun dan mendapatkan dukungan warga
sekolah wajib dilaksanakan sesuai program yang telah dianalisis skala prioritasnya sehingga
berdampak positif yang lebih besar kepada perbaikan sekolah
3. Penyusunan RKT memperhatikan juknis yang ada dalam Bantuan Operasional Satuan
Pendidikan (BOSP) sehingga memerlukan pertimbangan yang matang dari sisi aturan dan
kemampuan sumber daya yang ada.
4. Indikator prioritas yang diutamakan merupakan hasil dari rekomendasi rapor pendidikan
dengan tingkat pembenahan dengan skala prioritas mulai dari kurang, sedang dan Baik.
5. Intervensi fokus kepada indikator dimulai dari nilai paling kurang yang akan saling terkait
dengan sub indikator yang akan mendukung dimensi lain yang mempengaruhi indikator
kurang tersebut.
6. Rencana Kerja Tahunan berdasarkan hasil rapor pendidikan dan kepala satuan pendidikan
haru mampu menjadi manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai
dengan tugas dan fungsinya serta mengacu kepada peraturan yang berlaku dengan
mempertimbangan anggaran yang tersedia serta menggunakan prinsip pengelolaan
pembiayan yang sesuai juknis.
7. Guru dan Tenaga Kependidikan agar bisa melaksanakan seluruh program yang sudah
direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala sekolah dalam pengelolaan dan
pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.
8. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat diharapkan agar selalu
memberikan bimbingan teknis kepada satuan pendidikan dalam melakukan perencanaan
berbasis data
9. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat agar selalu melakukan
sosialisasi Juknis BOSP setiap tahunnya agar para kepala satuan pendidikan memahami
dengan tuntas terkait penggunaan dana BOSP.
Lampiran
Lampiran
Lampiran
Lampiran