DERET
ANISA FATMAWATI, S.E.,M.E.
DERET
❖ Deret adalah rangkaian bilangan yang tersusun
secara teratur dan memenuhi kaidah-kaidah
tertentu.
❖ Bilangan-bilangan yang merupakan unsur dan
pembentuk sebuah deret dinamakan suku.
JENIS DERET
DERET HITUNG
❖ Deret hitung adalah deret yang perubahan suku-sukunya
berdasarkan penjumlahan terhadap sebuah bilangan
tertentu
❖ Bilangan yang membedakan suku-suku dari deret hitung ini
dinamakan pembeda, yaitu selisih antara nilai-nilai dua suku
yang berurutan.
Contoh Deret Hitung
❑ 7, 12, 17, 22, 27, 32 (pembeda = 5)
❑ 93, 83, 73, 63, 53, 43 (pembeda = -10)
❑3, 5, 7, 9, 11, 13, 15 (pembeda = 2)
Suku Ke-n Dari Deret Hitung
❖ Besarnya nilai suatu suku tertentu (ke-n) dari sebuah deret
hitung dapat dihitung melalui rumus:
CONTOH
1. Berapa nilai suku ke-10 (S10) dari deret hitung 7, 12,
17, 22, 27, 32 ?
▪S10 = a + (n - 1)b
▪S10 = 7 + (10 – 1)5
▪S10 = 7 + 45
▪S10 = 52
Jadi suku ke 10 dar deret hitung tsb adalah 52.
Jumlah n Suku Deret Hitung
❑ Jumlah sebuah deret hitung sampai dengan suku tertentu
adalah jumlah nilai suku-sukunya, sejak pertama (S1 atau a)
sampai dengan suku ke-n (Sn) yang bersangkutan.
❑Menghitung jumlah sebuah deret hitung sampai dengan
suku tertentu n, terdapat empat bentuk rumus yang bisa
digunakan.
Rumus Jumlah n Suku Deret Hitung
CONTOH
Jumlah deret hitung 7, 12, 17, 22, 27, 32 sampai suku ke-10 adalah
J10 = 10/2 (7 + S10)
J10 = 5 (7 + 52)
J10 = 295
Berapa J18 dan J25 ?
DERET UKUR
❖Deret ukur ialah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan
perkalian terhadap sebuah bilangan tertentu.
❖Bilangan yang membedakan suku-suku sebuah deret ukur dinamakan
pengganda, yakni merupakan hasil bagi nilai suatu suku terhadap nilai
suku di depannya.
Contoh:
5, 10, 20, 40, 80,160 (pengganda = 2)
512, 256, 128, 64, 32, 16 (pengganda = 0,5)
2, 8, 32, 128, 512 (pengganda = 4)
Suku ke-n dari deret ukur
Jumlah suku ke n Deret Ukur
❖ Jumlah sebuah deret ukur sampai suku tertentu adalah jumlah nilai
sukunya sejak suku pertama sampai dengan suku ke-n yang
bersangkutan.
DERET DALAM PENERAPAN EKONOMI
Model Perkembangan Usaha
Jika perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha (produksi, biaya, pendapatan,
penggunaan tenaga kerja, atau penanaman modal) bertambah secara konstan dari satu periode ke periode
berikutnya.
Model Bunga Majemuk
Model bunga majemuk merupakan penerapan deret ukur dalam kasus simpan-pinjam dan kasus
[Link] model ini dapat dihitung; misalnya, besarnya pengembalian kredit di masa datang
berdasarkan tingkat bunganya. Atau sebaliknya, untuk mengukur nilai sekarang dari suatu jumlah hasil
investasi yang akan diterima di masa datang.
Model Pertumbuhan Penduduk
Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal penaksiran jumlah
penduduk. Sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus, penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret
ukur.
MODEL BUNGA MAJEMUK
MODEL PERTUMBUHAN PENDUDUK
LATIHAN
1. Dari sebuah deret hitung yang suku pertamanya 200 dan
pembeda antar suku-sukunya 25, hitunglah:
a. S5
b. S10
c. J5
d. J10
2. Hitunglah S5, S15, dan J10 dari sebuah deret hitung yang suku pertamanya
1000 dan pembeda antar sukunya -50.
LATIHAN
3. Dari sebuah deret ukur yang suku-sukunya 10, 30, 90, 270…. , hitunglah:
a. S6
b. S10
c. S15
d. J6
e. J10
f. J15
4. Hitunglah S5, J5, S6, J6 dari sebuah deret ukur yang suku awalnya 3 dan p = -2
Latihan
5. Tabungan seorang mahasiswa akan menjadi
Rp532.400, 00 tiga tahun yang akan datang. Jika
bunga bank yang berlaku saat ini adalah 10% per
tahun. Berapa tabungan mahasiswa tersebut pada
saat sekarang ini?