Lampiran
Peraturan Desa Ringin
Nomor 3 Tahun 2024
Tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2025
NASKAH
RENCANA KERJA PEMERINTAH
DESA
TAHUN 2025
DESA RINGIN
KECAMATAN BATANG GANSAL
KABUPATEN INDRAGIRI HULU
SEKAPUR SIRIH
KEPALA DESA RINGIN
Assalamu’alaikum Warahmatullah,
Hadirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa disambut dengan
sangat antusias oleh seluruh Desa termasuk Desa Ringin Pengaturan mengenai Desa
yang selama ini belum dapat mewadahi segala kepentingan dan kebutuhan
masyarakat Desa.. Selain itu, pelaksanaan pengaturan Desa yang selama ini berlaku
sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, terutama antara lain
menyangkut kedudukan masyarakat hukum adat, demokratisasi, keberagaman,
partisipasi masyarakat, serta kemajuan dan pemerataan pembangunan sehingga
menimbulkan kesenjangan antar wilayah, kemiskinan, dan masalah sosial budaya
yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa merupakan, adalah penjabaran dari RPJM
Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Dari RKP ini merupakan dasar bagi
penyusunan APBDES pada tahun yang sama.
Wassalamu’alaikum Warahmatullah.
Pj. KEPALA DESA RINGIN
ABDUL MANAN, S. Hut
Nip. 19680825 200906 1 003
KATA PENGANTAR
TIM PENYUSUN RKP DESA
Puji dan syukur disampaikan kepada Allah SWT, Tuhan semestas alam, atas nikmat
dan karunia Dia, sehingga Tim Penyusun RKP Desa Ringin Kecamatan Batang Gansal
Kabupaten Indragiri Hulu telah mampu menyelesaikan kegiatan penyusunannya sesuai
dengan amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 berikut bersama semua regulasi turunanmnya.
Dokumen RKP Desa ini merupakan dokumen perencanaan pembangunan Desa Ringin
untuk masa satu tahun anggaran. Dalam membangun desa, semua pemangku kepentingan
baik program Pemerintah Pusat, Pemeritah Daerah serta pihak manapun wajib menggunakan
dokumen ini sebagai pedoman pembangunan desa.
Terima kasih yang tiada terhingga kepada semua pihak yang telah membantu
kegiatan penyusunan dokumen RKP desa ini, baik yang terlibat dari sisi Input, proses,
maupun ouputnya. Masukan dan perbaikan konstruktif kami terima dengan lapang dana,
tentu semua berdasarkan kepada amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa khususnya
Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. TERIMA KASIH.
Tim Penyusun RKP Desa Ringin
Ketua,
ALSIDIK KURNIAWAN, S. Pd
DAFTAR ISI
SAMPUL
SEKAPUR SIRIH KEPALA DESA
KATA PENGANTAR TIM PENYUSUN RKP DESA
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Landasan Hukum
1.3. Maksud dan Tujuan
BAB II. KEBIJAKAN KEUANGAN DESA
2.1. Pendapatan Desa
2.2. Belanja Desa
2.3. Pembiayaan Desa
BAB III. EVALUASI PELAKSANAAN RKP DESA TAHUN
SEBELUMNYA
3.1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
3.2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
3.3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
3.4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat
BAB IV. PRIORITAS MASALAH DAN PROGRAM
PEMBANGUNAN DESA
4.1. Prioritas Masalah
4.2. Prioritas Program Pembangunan Skala Desa
4.3. Prioritas Program Pembangunan melalui Kerjasama
Antar Desa dan Pihak ke Tiga
4.4. Prioritas Program Pembangunan Skala
Kecamatan/Kabupaten/Provinsi
BAB V. PENUTUP
LAMPIRAN :
1. SK Tim Penyusun RKP Desa
2. Format Pagu Indikatif Desa
3. Format Daftar Rencana Program dan Kegiatan
Pembangunan yang Masuk ke Desa
4. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa
5. Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DU-RKP) Desa
6. Berita Acara Musdes dan Daftar Hadir Penyusunan RKP Desa
7. Berita Acara Hasil Penyusunan Rancangan RKP Desa
8. Berita Acara Musdes Penetapan RKP Desa
9. Proposal Teknis Kegiatan
10. Gambar Rencana Prasarana
11. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
12. Pemeriksaan Dokumen Proposal Teknis dan RAB
13. Foto Dokumentasi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Hadirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa ini telah
memberikan daulat kepada desa untuk mengatur rumah tangga desa,
mengelola anggaran dan melaksanaan proses proses-proses
pembangunan desa sejak dari proses perencanaan hingga proses
pelestarian. Tidak hanya itu, regulasi desa yang telah ditunggu sekian
lama oleh masyarakat desa ini telah menghilangkan dikhotomi otonomi
desa dan otonomi daerah yang sebelumnya memang tidak jelas.
Pelaksanaan pembangunan dalam skala desa tersebut, pelaksanaannya
sesuai dengan daftar skala prioritas
pembangunan desa baik di bidang penyelenggaraan pemerintahan,
bidang pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan dan
bidang pemberdayaan masyarakat, maka perlu dibuat Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Desa.
RPJM Desa Ringin ini merupakan rencana strategis Desa untuk
mencapai tujuan dan cita-cita desa. RPJM Desa tersebut nantinya akan
menjadi dokumen perencanaan yang akan menyesuaikan perencanaan
tingkat Kabupaten. Spirit ini apabila dapat dilaksanakan dengan baik
maka kita akan memiliki sebuah perencanaan yang memberi
kesempatan kepada desa untuk melaksanakan kegiatan perencanaan
pembangunan yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip Pemerintahan
yang baik (Good Governance) seperti partisipasif, transparan dan
bertanggung jawab
RKP Desa adalah Rencana Kerja Pembangunan Desa yang dibuat untuk
jangka waktu 1 (satu) tahun yang berdasarkan penjabaran dari RPJM
Desa, hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya,
prioritas kebijakan supra desa dan atau hal- hal yang karena keadaan
darurat/bencana alam. Sebagai Rencana strategis pembangunan
tahunan desa, RKP Desa merupakan dokumen perencanaan
pembangunan yang bersifat reguler yang pelaksanaannya dilakukan
oleh LPM sebagai lembaga yang bertanggung jawab di Desa. RKP Desa
merupakan satu - satunya pedoman atau acuan pelaksanaan
pembangunan bagi pemerintah Desa dalam jangka waktu satu tahun
yang selanjutnya dimasukkan dalam APB Desa tahun anggaran
bersangkutan.
1.2. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun1956 tentang Pembentukan
Daerah Otonom Kabupaten dalam lingkungan Daerah Propinsi
Sumatera Tengah sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah
Tingkat II Indragiri Hilir dengan mengubah Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembantukan Daerah Otonom
Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah.
2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
3. Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang
Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
Tentang Pemerintahan Daerah.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
tentang Desa.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana
Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang
perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun
2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara.
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014
tentang Pedoman Pembangunan Desa.
7. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Tertib dan
Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa.
8. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Badan Usaha Milik
Desa.
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa.
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2016
tentang Kewenangan Desa.
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018
tentang Pengelolaan Keuangan Desa; (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2018 Nomor 661).
12. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penetapan
Prioritas Pengunaan Dana Desa Tahun 2020 (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2019, Nomor 1012).
13. Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 52 Tahun 2015
tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa.
14. Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 53 Tahun 2015
tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan
Desa.
15. Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 82 Tahun 2016
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa.
16. Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 147 Tahun 2017
tentang Daftar Kewenangan Desa Berdasarkan Hak Asal Usul
dan Kewenangan Lokal Berskala Desa di Kabupaten Indragiri
Hulu (Berita Daerah Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2017
Nomor 147).
17. Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 10 Tahun 2019
tentang Pedoman Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa
18. Peraturan Bupati Indragiri Hulu Nomor 11 Tahun 2019
tentang Pedoman Penyusunan Angaran Pendapatan dan
Belanja Desa tahun 2019.
19. Peraturan Desa Ringin Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Tahun
2021 – 2027.
1.3. Maksud dan Tujuan
1.3.1. Tujuan
Tujuan penyusunan Dokumen RKP Desa secara partisipatif adalah
sebagai berikut:
a. Agar desa memiliki dokumen perencanaan pembangunan
tahunan yang berkekuatan hukum tetap.
b. Sebagai pedoman kegiatan atau pelaksanaan pembangunan di desa.
c. Sebagai dasar penyusunan Peraturan Desa tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa)
1.3.2. Manfaat
a. Lebih menjamin kesinambungan pembangunan di tingkat desa.
b. Sebagai pedoman dan acuan pembangunan desa.
c. Pemberi arah kegiatan pembangunan tahunan di desa.
d. Menampung aspirasi yang sesuai kebutuhan masyarakat dan
dipadukan dengan program pembangunan supra desa.
e. Dapat mendorong partisipasi dan swadaya dari masyarakat
BAB II
KEBIJAKAN KEUANGAN DESA
2.1. Pendapatan Desa
Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban dalam rangka
penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang
termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan
dengan hak dan kewajiban desa tersebut. Pengelolaan Keuangan Desa
merupakan keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan,
penganggaran, penatausahaan, pelaporan, pertanggung-jawaban dan
pengawasan keuangan desa. Agar pengelolaan keuangan desa lebih
mencerminkan keberpihakan kepada kebutuhan masyarakat dan sesuai
peraturan perundangan, maka harus dikelola secara transparan,
akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin
anggaran.
Agar kebijakan pengelolaan keuangan desa sesuai amanah peraturan
perundangan yang berlaku, salah satu diantaranya Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan
Desa, dan mencerminkan keberpihakan terhadap kebutuhan riil
masyarakat, setiap tahunnya pemerintah desa bersama Badan
Permusyawaratan Desa menetapkan Peraturan Desa tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) secara partisipatif dan
transparan yang proses penyusunannya dimulai dengan lokakarya desa,
konsultasi publik dan rapat umum BPD untuk penetapannya. RAPB Desa
didalamnya memuat Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan yang
pengelolaannya dimulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.
Rencana pendapatan Desa untuk Tahun 2025 adalah sebagai berikut :
URAIAN JUMLAH (Rp)
a. Pendapatan Asli Desa (PADesa);
Hasil Usaha Desa 0
Hasil Kekayaan Desa/Tanah Kas Desa 0
Hasil Swadaya dan Partisipasi masyarakat 0
Lain-lain pendapatan desa yang sah 7.012.000
b. Bagi Hasil Pajak Kabupaten/Kota; 44. 525.109
c. Bagian dari Retribusi Kabupaten/Kota; 2.090. 591
d. Alokasi Dana Desa (ADD); 514.055.825
e. Dana Desa APBN 793.733.000
f. Bantuan Keuangan Provinsi 189.819.000
g. Pengembalian Belanja tahun sebelumnya; 3.943. 500
h. Sumbangan Pihak Ketiga. 0
Jumlah Perkiraan Pendapatan
2.2. Belanja Desa
Belanja desa sebagaimana dimaksud meliputi semua pengeluaran dari
rekening desa yang merupakan kewajiban desa dalam 1 (satu) tahun
anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh desa.
Belanja Desa masih diperuntukkan untuk kegiatan yang memang
menjadi Kewenangan Desa sebagaimana amanat UU Nomor 6 Tahun
2014 berikut turunannya Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas
Penggunaan Dana Desa Tahun 2025. Kewenangan tersebut antara lain
untuk kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pembangunan
Desa, Pembinaan Kemasyarakatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Kebijakan keuangan Desa mengacu kepada peraturan perundang-
undangan yang ada. Berdasarkan hasil musyawarah desa, maka arah
dan kebijakan keuangan diperuntukkan sebagai berikut :
1. Bidang Penyelenggaraan pemerintahan Desa
a. Siltap, Tunjangan dan Operasional Pemerintahan Desa
b. Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa
c. Administrasi Kependudukan, Pencatatan Sipil, Statistik dan
Kearsipan
d. Tata Praja Pemerintahan, Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan
e. Pertanahan
2. Bidang Pembangunan Desa
a. Pendidikan
b. Kesehatan
c. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
d. Kawasan Pemukiman
e. Kehutanan dan Lingkungan Hidup
f. Perhubungan, Informasi dan Informatika
g. Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral
h. Bidang Pariwisata
3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
a. Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat
b. Bidang Kebudayaan dan Keagamaan
c. Kepemdaan dan Olah Raga
d. Kelembagaan Masyarakat
4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat
a. Perikanan
b. Pertanian dan Peternakan
c. Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa
d. Pemberdayan Perempuan, Perlindungan anak dan Keluarga
e. Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah
f. Dukungan Penanaman M0dal
g. Perdagangan dan Perindustrian
5. Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak
Desa
2.3. Pembiayaan Desa
Pembiayaan Desa meliputi semua penerimaan yang perlu dibayar
kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali pada pada
tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran
berikutnya.
Pembiayaan Desa pada RKP Tahun 2024 dijelaskan sebagai berikut :
No Pembiayaan Desa Jumlah (Rp) Keterangan
1 Penerimaan Pembiayaan
a. SiLPA Tahun sebelumnya 9.194.340 Alokasi Dana
Desa, Dana Desa
dan Pajak
Daerah.
b. Pencairan Dana Cadangan 0
c. Hasil Penjualan Kekayaan 0
Desa Yang dipisahkan
2 Pengeluaran Pembiayaan
a. Pembentukan Dana 0
Cadangan
b. Penyertaan Modal Desa 0
BAB III
EVALUASI PELAKSANAAN RKP DESA TAHUN SEBELUMNYA
3.1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa
Kegiatan bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang
dilaksanakan dalam RKP TA. 2024 adalah sebagai berikut :
a. Siltap Aparatur Pemerintah Desa
b. Insentif RT RW
c. Bantuan Insentif Guru
d. Operasional Kantor
e. Pengadaan Aset Desa
f. Pembelian Printer
g. Operasional BPD
h. PHBN
i. PHBI
Hasil evaluasi berdasarkan pelaksanaan kegiatan di bidang
penyelenggaran Pemerintahan Desa pada RKP tahun sebelumnya adalah
sebagai berikut :
1. Pagu Indikatif Desa yang Lambat diketahui oleh Pemerintah Desa
2. Terdapat 6 Kegiatan di dalam RKP Desa yang tidak dapat
dilaksanakan karena ketidakcukupan anggaran yakni kegiatan yang
tertera di apbdes sebelumnya.
3. Proses Penyusunan RKP belum memenuhi aturan dan regulasi yang
ditetapkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah
4. Pendampingan terhadap penyusunan RKP Desa belum maksimal
3.2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Pelaksanaan Pembangunan Desa yang terlaksana TA. 2024 Total
Anggaran adalah Rp 581.253.086 dijelaskan pada Tabel berikut:
kegiatan volum satua pagu realisasi Dana Desa
e n
Rehab Gedung TK 1 Unit 15.015.000 15.015.000 Dana Desa
Semenisasi Jalan 450 meter 139.929.50 139.929.500 Dana Desa
0
Semenisasi Jalan 200 meter 63.771.000 63.771.000 Dana Desa
Penimbunan jalan 1 Unit 100.862.00 100.862.000 Dana Desa
0
3.3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Kegiatan bidang Pembinaan Kemasyarakatan dalam bentuk Bantuan
Sosial Desa yang dilaksanakan dalam RKP TA. 2024 dengan jumlah Rp
200.271.609 adalah sebagai berikut :
1. LPMD Rp 9.978.000
2. RT/RW Rp 48.600.000
3. PKK Rp 7.712.109
4. Karang Taruna Rp 7.170.000
5. Kegiatan Hari Besar Nasional/Keagamaan Rp
26.923.000
6. Kegiatan Poskesdes Rp 99.888.500
Rp 200.271.609
3.4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan di bidang pemberdayaan masyarakat belum menjadi perhatian
dan kosentrasi Pemerintah desa sehingga tidak ada kegiatan yang
dilaksanakan pada bidang Pemberdayaan masyarakat (khusus pelatihan
dan peningkatan kapasitas).
Tidak ada kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada RKP tahun
sebelumnya. Pembangunan Desa sejatinya juga menyeimbangkan
pembangunan fisik dan Non fisik aparatur dan masyarakat desa. Dana
Desa yang tertuang dalam APBDES dapat digunakan untuk.
BAB IV
PRIORITAS MASALAH DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DESA
4.1. Prioritas Masalah
Berdasarkan Peraturan Desa Ringin Nomor 2 Tahun 2021 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2021-2027
bahwa pada tahun 2024 prioritas masalah yang harus diselesaikan
meliputi 4 bidang utama yakni bidang penyelenggaraan pemerintahan,
bidang pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan dan
bidang pemberdayaan masyarakat yang diuraikan pada masing-masing
bidang. Usulan yang masuk ke dalam masing-masing didasarkan
kepada Masalah dan Potensi yang ada di masyarakat.
Lebih jelas tentang prioritas masalah menurut RPJM Desa adalah
sebagai berikut :
Permasalahan secara umum Desa Ringin dijabarkan sebagai berikut :
1. BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA
1. Terbatasnya Sumberdaya Manusia dalam pelaksanaan Pemerintahan
2. Pelaku-pelaku pembangunan belum paham akan tugas dan fungsi
3. Pelayanan masyarakat masih belum optimal
4. Regulasi desa belum dibuat dan terdokumentasi dengan baik
5. Administrasi Desa yang belum dimanfaatkan secara optimal
6. Insentif yang diterima oleh Aparatur desa dan kelembagaan desa lainnya
belum memadai
7. Kurangnya perhatian Pemerintah dalam hal pembinaan kepada
Pemerintah Desa
8. Masih rendahnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi
kelembagaan desa
9. Tingkat pertemuan/rapat-rapat masih rendah
[Link] tersusunnya rencana dan program kerja
[Link] dan Pendampingan Desa masih belum memadai
[Link] adanya Tempat Belajar Masyarakat (TBM)
13. Belum Optimal kegiatan Siskamling
[Link] kesadaran masyarat untuk taat aturan
[Link] kebersamaan dan kegotongroyongan mulai luntur
2. BIDANG PEMBANGUNAN DESA
a. Bidang Infrastruktur Desa/Sarana Prasarana
1. Masih banyak jalan desa yang belum memadai masih berupa jalan
tanah dan jalan sirtu sehingga menghambat arus barang dan jasa.
2. Pembangunan yang belum merata sehingga timbul kecemburuan
sosial
3. Jembatan yang belum dibangun
4. Drainase yang belum memadai sehingga mudah terjadinya banjir
5. Masih rendah tingkat kesadaran masyarakat dalam berswadaya dan
memilihara bangunan
6. Kemampuan kader desa mendesain dan membuat rencana
anggaran biaya belum memadai.
7. Belum adanya Pasar Desa
b. Bidang Pendidikan
1. Bangunan pelengkap (Infrastruktur) bidang pendidikan masih kurang
(pagar sekolah, Sound system, MCK, Kompter dll).
2. Pustaka Desa belum ada
3. Minat Baca Masyarakat kurang
4. Honor Guru masih kurang
5. Keterampilan dan teknis mengajar dengan metode baru masih
kurang
6. Beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi belum ada
7. Belum terbentuknya PKBM (Kejar Paket)
8. Banyak anaknya putus sekolah
c. Bidang Ekonomi
1. Belum ada pengembangan potensi ekonomi desa
2. Lembaga Ekonomi (UED SP) belum memberikan kontribusi yang
nyata kepada pembangunan desa
3. Belum terlaksananya pelatihan-pelatihan di bidang peningkatan
manajemen usaha dan pasca panen
4. Penggalian PAD Desa belum dioptimal
5. Rendahnya harga komoditas karet yang sejak 3 tahun terakhir
mengalamai penurunan nyata mengakibatkan pendapatan petani
menurun drastis.
6. Lembaga ekonomi desa (BUMDES) belum terbentuk.
d. Bidang Sosial Budaya
1. Pendidikan akhlak dan moral masih terabaikan
2. Arus informasi dan globalisasi tidak terbendung yang menyebabkan
tergerusnya kearifan lokal
3. Peran lembaga adat dan pimpinan adat kurang optimal
4. Belum optimal pengembangan budaya lokal desa
5. Kurangnya tenaga Pengajar agama Islam
e. Bidang Kesehatan
1. Masih kurangnya pelayanan kesehatan
2. Pemanfatan Posyandu belum optimal
3. Kesadaran akan kesehatan keluarga yakni sanitasi lingkungan masih
lemah
4. Kesadaran akan pentingnya makanan bergizi belum memadai
5. Penggunaan Poskesdes belum optimal karena belum ada listrik
6. Air Bersih belum tersedia
f. Bidang Lingkungan Hidup
1. Belum adanya Tempat Pembuangan Sampah/Akhir
2. Penangkapan ikan menggunakan racun dan putas
3. Abrasi dan pengikisan tebing sungai akibat penyedotan pasir dan
kerikil sungai
4. Lahan tidur (semak belukar) yang belum tergarap
5. Pencemaran sungai
6. Penghijauan dan penanaman pohon penyangga dan pelindung
pinggir belum ada
g. Bidang Partisipasi Masyarakat
1. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menghadiri rapat-rapat
yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa
2. Kegiatan Gotong Royong mulai pudar.
3. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.
4. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa.
h. Bidang Pertanian
1. Belum optimalnya kegiatan kelompok tani.
2. Masih rendahnya SDM petani.
3. Kurangnya penyuluhan dan pelatihan
4. Sarana produksi (Saprodi) pertanian tidak memadai.
5. Harga Saprodi yang mahal.
6. Harga komoditas perkebunan terutama karet rendah.
7. Susahnya pemasaran hasil produksi pertanian.
8. Belum optimalnya penggarapan bidang perternakan.
9. Alat Mesin Pertanian (Alsintan) belum ada, pengolahan tanah masih
manual.
i. Bidang Hukum dan HAM
1. Kurangnya sosialisasi dan penyuluhan Hukum.
2. Lemahnya pemahaman tentang peraturan perundang-undangan.
3. Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak
hukum.
j. Bidang Perindustrian dan Perdagangan
1. Home industri belum dikembangkan.
2. Kesulitan dalam penambahan modal dan pengembangan usaha
3. Semangat berwirausaha belum optimal.
k. Bidang Pertanahan
1. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuat surat tanah.
2. Batas Tanah masih belum jelas.
3. Rendahnya partisipasi masyarakat dan menghibahkan tanah kepada
Desa untuk pembangunan
0. Bidang Informasi dan komunikasi
1. Desa belum memiliki Sistem Informasi Desa
2. Pemerintah Desa masih sangat sulit mendapatkan informasi hasil
Musrenbang Kabupaten/Provinsi dan atau Dokumen APBD yang
pembiayaan berkaitan dengan desa, sehingga apa-apa program yang
masuk ke desa tidak diketahui. Padahal hal ini sangat penting untuk
kebutuhan penyusunan rencana keuangan dan rencana
pembangunan.
3. Lambannya informasi sumber-sumber pembiayaan yang diterima
desa juga menjadi kendala. Padahal bulan Juli n-1 desa sudah wajib
menyusun Rancangan Kerja Pembangunan (RKP) Desa, baik dari
smber Dana Desa APBN, Alokasi Dana Desa (ADD), Bantuan
Keuangan Kabupaten/Provinsi, bagi hasil pajak dan retribusi dan
lainnya.
Analisa keadaan darurat dilakukan untuk mengantisipasi berbagai
permasalahan yang muncul secara tiba-tiba, baik disebabkan oleh
bencana alam dan ataupun sebab lain yang apabila tidak segera diatasi
akan semakin menimbulkan masalah bagi masyarakat. Berdasarkan
analisa pemerintah desa dan laporan yang disampaikan oleh
masyarakat, ada beberapa masalah mendesak yang harus secepatnya
diatasi oleh pemerintah desa.
Masalah tersebut meliputi :
1. Semenisasi dan Aspal Lingkungan
2. Pembangunan Draenase dan Box
3. Tenaga Operator Desa
4. Pendampingan Desa
5. Pelatihan Bidang Agribisnis dan Manajemen Usaha
6. Pembangunan Gedung Pendidikan SD 008
7. Informasi Pagu Indikatif Pembangunan Desa
8. Sistem Informasi Desa
9. Penyuluhan Kesehatan Lingkungan
10. Penyusun Dokumen Perencanaan dan Pembangunan Desa
4.2. Prioritas Program Pembangunan Skala Desa
Prioritas program pembangunan skala desa merupakan program
pembangunan yang sepenuhnya mampu dilaksanakan oleh desa.
Kemampuan tersebut dapat diukur dari ketersediaan anggaran desa,
kewenangan desa dan secara teknis di lapangan desa mempunyai
sumber daya.
Adapun program dan kegiatan pembangunan tersebut meliputi:
1. Meningkatkan pendapatan masyarakat
2. Meningkatkan pengelolaan keuangan desa yang transparan,
akomodatif dan akuntabel.
3. Belanja Kepala Desa dan Perangkat Desa
4. Operasional Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM)
5. Insentif Dusun, RW dan RT serte kelembagaan desa lainnya
6. Tunjangan Operasinonal BPD
7. Program Operasional Pemerintahan Desa
8. Program pelayanan dasar infrastruktur
9. Program pelayanan pertanian dan perkebunan
10. Program pelayanan dasar kesehatan
11. Program pelayanan dasar pendidikan
12. Program penanggulangan kemiskinan
13. Program penyelenggaraan Pemerintahan desa
14. Program peningkatan kapasitas masyarakat, kelembagaan
desa, aparatur desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
melalui pelatihan-pelatihan
15. Program ekonomi kerakyatan yang produktif
16. Program peningkatan pelayanan masyarakat
17. Program dana bergulir dan manajemen usaha
18. Program pengelolaan tata ruang desa
19. Program penyusunan peraturan desa dan perencanaan
pembangunan desa
20. Program penyelenggaraan keagamaan dan akhlakul karimah.
21. Program pemberdayaan lembaga adat
22. Program kerjasama desa dan antar desa
23. Program peningkatan kualitas lingkungan dan perumahan
4.3. Prioritas Program Pembangunan dikelola Desa melalui
Kerjasama Antar Desa/Pihak ke Tiga
Prioritas Program Pembangunan dikelola Desa melalui Kerjasama Antar
Desa dan Pihak ke Tiga adalah sebagai berikut :
1. Program Peningkatan dan Perbaikan Jalan Poros Desa menuju
Desa lain
2. Kerjasama Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
3. Meningkatkan pendapatan masyarakat
4. Meningkatkan pengelolaan keuangan desa yang transparan,
akomodatif, dan akuntabel.
5. Siltap kepala desa dan perangkat desa
6. Operasional kelembagaan
7. Insentif rt/rw
8. Tunjangan
9. Program infrastruktur
4.4. Prioritas Program Pembangunan Skala
Kecamatan/Kabupaten/Provinsi
Prioritas program pembangunan skala kecamatan/kabupaten
merupakan program dan kegiatan pembangunan yang merupakan
kebutuhan riil masyarakat Desa Ringin tetapi pemerintah desa tidak
mampu melaksanakan. Hal ini disebabkan pertama kegiatan tersebut
secara peraturan perundangan bukan kewenangan desa. Kedua, secara
pembiayaan desa tidak mampu membiayai karena jumlahnya terlalu
besar dan yang ketiga, secara sumber daya di desa tidak tersedia
secara mencukupi, baik SDM maupun prasarana pendukung lainnya.
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka prioritas pembangunan
tersebut akan dibawa melalui forum musyawarah perencanaan
pembangunan di tingkat kecamatan (Musrenbangcam) oleh delegasi
Desa Ringin yang dipilih secara partisipatif pada forum Musrenbangdes
dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa.
Adapun program dan kegiatan tersebut adalah:
No Kegiatan Lokasi SKPD Pelaksana
1 Pembangunan Draenase Jl. Poros ringin Dinas PU Kab
dan Box
2 Perawatan dan Jl. Poros dusun Dinas PU Kab
Pembanguna Jalan Usaha family
Perkebunan
3 Semenisasi dan Aspal Jl. Poros jalan Dinas PU Kab
Lingkungan pematang karas
4 Pengaspalan Jalan poros Dusun I dan II Dinas PU Kab
ringin
5 prona Desa BPN
6 Batas Desa Desa BPN
7 Pembangunan Gedung Desa Dinas
Pendidikan SD 008 Pendidikan Kab
8 Bantuan Ternak Desa Dinas
peternakan
9 Penyuluhan Kesehatan Desa Dinas
Lingkungan Kesehatan
10 Pelatihan Penyusun Desa BPMPD Kab
Dokumen Perencanaan dan
Pembangunan Desa
11 Pelatihan kepala desa dan desa Dinas PMD
perangkat desa
12 Pelatihan kewirausahaan Desa Dinas PMD
13 Pelatihan kelembagaan desa Dinas PMD
desa
14 Jembatan gantung Rt001/rw 001 Dinas PU Kab
BAB V
PENUTUP
Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa pada dasarnya
ditentukan oleh sejauh mana komitmen dan konsistensi pemerintahan
dan masyarakat desa saling bekerjasama membangun desa.
Keberhasilan pembangunan yang dilakukan secara partisipatif mulai
dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada monitoring evaluasi akan
lebih menjamin keberlangsungan pembangunan di desa. Sebaliknya
permasalahan dan ketidakpercayaan satu sama lain akan mudah
muncul manakala seluruh komunikasi dan ruang informasi bagi
masyarakat tidak memadai.
Diharapkan proses penyusunan RKP Desa yang benar-benar partisipatif
dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat akan mendorong
percepatan pembangunan skala desa menuju kemandirian desa. Selain
itu dengan akurasi kegiatan yang dapat dengan mudah diakses
masyarakat desa, maka diharapkan dalam proses penyusunan APB
Desa seluruhnya bisa teranggarkan secara proporsional.