Asuhan Kebidanan Ibu Nifas 2021
Asuhan Kebidanan Ibu Nifas 2021
Disusun Oleh :
SINTA CLAUDIA
NIM: 052401S19007
1
LEMBAR PENGESAHAN
Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas Ny.S Di PMB Eka Santi Prabekti,[Link]
Pujo Asri Tahun 2021, telah diperiksa dan disahkan pada :
Hari : Kamis
Tanggal : 1 Juli 2021
PembimbingAkademik PembimbingLapangan
2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat
Rahmat dan HidayahNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini
berisi tentang :“Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Terhadap Ny.S Di PMB Eka Santi
Prabekti,[Link] Di Pujo Asri Tahun 2021 ”
Laporan ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti syarat ujian
semester IV tahun ajaran [Link] studi kasus ini dibuat berdasarkan
pengetahuan yang penulis peroleh dibangku perkuliahan dan bahan praktek
maupun referensi dari perpustakaan.
Dalam proses penyusunan studi kasus ini penulis mendapat bantuan dari
berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Ibu Sielvia [Link].,[Link] (Midwifery) selaku Direktur Akademi
Kebidanan Patriot Bangsa Husada.
2. Ibu Efrilayani Lubis [Link],[Link] selaku pembimbing akademik yang
telah banyak membantu dan meluangkan waktunya untuk memberikan
masukan.
3. Ibu Eka Santi Prabekti Di Pujo Asri selaku pembimbing lapangan di
Klinik.
4. Seluruh Staf Akademi Kebidanan Patriot Bangsa Husada.
5. Teman-teman mahasiswa Akademi Kebidanan Patriot Bangsa Husada.
Penulis menyadari bahwa penulisan studi kasus ini masih jauh dari
sempurna,oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun akan penulis
terima dengan senang hati untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Akhirnya
penulis berharap semoga studi kasus ini dapat bermanfaat bagi kita [Link].
Pujo Asri 1, juni 2021
Penulis
3
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Tujuan....................................................................................... 2
C. Manfaat .................................................................................... 2
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
4
A. Latar Belakang
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika
alat- alat kandungan kembali seperti keadaan ssebelum hamil. Masa nifas
berlangsung selama kira- kira 6 minggu atau 42 hari, namun secara keseluruhan
akan pulih dalam waktu 3 bulan. Masa nifas atau post partum disebut juga
puerperium yang berasal dari bahasa latin yaitu dari kata ‘’puer’’ yang artinya
bayi dan ‘’parous’’ berarti melahirkan. Nifas yaitu darah yang keluar dari rahim
karena sebab melahirkan atau setelah [Link] nifas yaitu darah yang
tertahan tidak bisa keluar dari rahim dikarenakan [Link] ketika
[Link] tersebut keluar sedikit demi sedikit. Darah yang keluar sebelum
melahirkan disertai tanda- tanda kelahiran, maka itu termasuk darah nifas juga
(Yetti, 2010)
Varney (2008), mengatakan bahwa periode pasca persalinan (post partum)
ialah masa waktu antara kelahiran plasenta dan membran yang menandai
berakhirnya periode intrapartum sampai waktu menuju kembalinya sistem
reproduksi wanita tersebut ke kondisi tidak hamil.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mampu memberikan asuhan kebidanan dengan menggunakan
management kebidanan yang tepat pada ibu bersalin.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu menguraikan konsep dasar dan asuhan kebidanan pada ibu
bersalin.
b. Mampu mengidentifikasi dan melakukan analisa data yang
terkumpul.
c. Mampu menginterprestasikan data yang terkumpul, baik dalam
bentuk diagnosa, masalah maupun kebutuhan.
d. Mampu mengidentifikasi dan mengantisipasi diagnosa dan masalah
potensial.
e. Mampu mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan intervensi
dan kolaborasi segera.
5
f. Mampu membuat rencana tindakan.
g. Mampu mengimplementasikan rencana tindakan yang dibuat.
C. Manfaat Penelitian
Dapat dijadikan sebagai masukan untuk pengembangan materi yang telah
diberikan baik dalam proses perkuliahan maupun praktik lapangan agar mampu
menerapkan secara langsung dan berkesinambungan pada ibu hamil, ibu bersalin,
bayi baru lahir, ibu nifas dan kb dengan pendeketan manajemen kebidanan yang
sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. NIFAS
6
1. Definisi
Masa nifas (puerperium) adalah dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir
ketika alat-lat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas
berlangsung selama kira-kira 6 minggu. (Saifuddin,2010 : 23). Masa nifas
(puerperium) adalah masa pemulihan kembali, mulai dari persalinan selesai
sampai alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. (Mochtar,2012:87) Kala
puerperium (nifas) yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari merupakan
waktu yang diperlukan untuk pulihnya organ kandungan pada keadaan yang
normal. Dijumpai dua kejadian penting pada puerperium, yitu involusi uterus dan
proses laktasa.(Manuaba,2010: 200).
7
Dibagi dalam 3 periode:
1) Puerperium dini yaitu kepulihan saat ibu telah diperbolehkan berdiri dan
berjalan-jalan. Dalam agama islam, dianggap telah bersih dan boleh bekerja
setelah 40hari.
2) Puerperium intermediet, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang
lamanya 6-8 minggu.
3) Puerperium lanjut yaitu, waktu yang diperlukan untuk pulih dan kembali
sehat sempurna, terutama jika masa hamil atau sewaktu persalinan timbul
komplikasi. Waktu untuk mencapai kondisi sehat sempurna dapat berminggu-
minggu, bulanan, atau tahunan. (Mochtar,2012:87)
Tabel 2.8
Frekuensi kunjungan masa nifas
Kunujngan Waktu Tujuan
8
2 6 hari a. Memastikan involusi uterus berjalan
setelah normal; uterus berkontraksi, fundus di
persalinan bawah umbilikus, tidak ada perdarahan
abnormal, tidak bau.
b. Menilai adanya tanda-tanda demam,
infeksi, atau perdarahan abnormal.
c. Memastikan ibu mendapatkan cukup
makanan,cairan,[Link]
ibu menyusui dengan baik dan tak
memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
d. Memberikan konseling pada ibu
mengenai asuhan pada bayi, tali pusat,
menjaga bayi tetap hangat dan merawat
e. bayi sehari-hari.
( Saifuddin, 2010:23-24)
9
a. Genetalia interna dan eksterna
Dalam masa nifas, alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-
angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Semua perubahan ini
disebut involusi.
1) Uterus
Segera setelah lahirnya plasenta, pada uterus yang berkontraksi posisi fundus
uteri berada kurang lebih pertengahan antara umbilicus dan simfisis,atau sedikit
lebih tinggi. Dua hari kemudian, kurang lebih sama dan kemudian mengerut,
sehingga dalam dua minggu telah turun masuk ke dalam rongga pelvis dan tidak
dapat diraba lagi dari luar. Dan proses ini akan dipercepat bila ibu menyusui
bayinya. (Saleha, 2009 : 54) Tabel 2.9
bawah pusat
1 minggu Pertengahan pusat dengan simfisis 750 gr
6 minggu Normal 50 gr
2) Lokhea
10
Lokhea adalah cairan secret berasal dari kavum uteri dan vagina selama masa
nifas. Berikut ini adalah beberapa jenis lokia yang terdapat pada wanita pada
masa nifas :
a. Lokhea Rubra (cruenta) berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-
sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, mekonium selama 2 hari
pascapersalinan. Inilah lokia yang akan keluar dua sampai tiga hari
postpartum.
b. Lokhea Sanguilenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir yang
keluar pada hari ke-3 sampai ke-7 pascapersalinan.
c. Lokhea Serosa berwarna kuning berisi cairan serum, jaringan desidua,
leukosit dan eritrosit, cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7 - 14 pasca
persalinan.
d. Lokhea Alba adalah lokia yang terakhir. Dimulai dari hari ke14 kemudian
makin lama makin sedikit hingga sama sekali berhenti sampai satu atau dua
minggu berikutnya. Bentuknya seperti cairan putih berbentuk krim serta
terdiri atas leukosit dan sel-sel desidua. (Saleha, 2009: 56)
3) Serviks
Segera setelah berakhirnya kala TU, serviks menjadi sangat lembek, kendur,
dan terkulai. Serviks tersebut bisa melepuh dan lecet, terutama di bagian
anterior. Serviks akan terlihat padat yang mencerminkan vaskularitasnya yang
tinggi, lubang serviks lambat laun mengecil, beberapa hari setelah persalinan
diri retak dalam persalinan. Rongga leher serviks bagian luar akan membentuk
seperti keadaan sebelum hamil pada saat empat minggu postpartum. ( Saleha,
2009 : 57)
4) Vagina
Vagina dan lubang vagina pada permulaan peurperium merupakan suatu
saluran yang luas berdinding tipis. Secara berangsur-angsur luas nya
berkurang, tetapi jarang sekali kembali seperti ukuran seorang nulipara. Rugae
timbul kembali pada minggu ketiga. (Saleha, 2009 : 57)
5) Perenium
11
Segera setelah melahirkan, perenium menjadi kendur karena sebelumnya
teregang oleh tekanan bayi yang bergerak maju. Pada post natal hari ke-5,
perinium sudah mendapatkan kembali sebagian tonusnya, sekali pun lebih
kendur daripada keadaan sebelum hamil. (Sulistyawati, 2009 : 78)
6) Payudara (mammae)
Pada semua wanita yang telah melahirkan proses laktasi terjadi secara alami.
Proses menyusui mempunyai dua mekanisme fisiologis, yaitu produksi susu
dan sekresi susu atau let down. Selama sembila bulan kehamilan, jaringan
payudara tumbuh dan plasenta menyiapkan fungsinya untuk menyediakan
makanan bagi bayi baru lahir. Setelah melahirkan, ketika hormon yang
dihasilkan plasenta tidak ada lagi untuk menghambatnya kelenjar pituitari akan
mengeluarkan prolaktin (hormon laktogenik). Sampai hari ketiga setelah
melahirkan, efek prolaktin pada payudara mulai bisa dirasakan. Pembuluh
darah payudara menjadi bengkak terisi darah, sehingga timbul rasa hangat,
bengkak, dan rasa sakit. Ketika bayi menghisap puting, refleks saraf
merangsang lobus posterior pituituri untuk menyekresi hormon oksitosin.
Oksitosin merangsang refleks let down, sehingga menyebabkan ASI melalui
sinus laktiferus payudara ke duktus yang terdapat pada puting. Ketika ASI
dialirkan karena isapan bayi atau dengan dipompa sel-sel acini terangsang
untuk menghasilkan ASI lebih banyak. Refleks ini dapat berlanjut sampai
waktu yang cukup lama.(Saleha, 2009 : 58)
7) Sistem pencernaan
Seorang wanita dapat merasa lapar dan siap makan setelah dua jam
persalinannya. Kalsium amatlah penting untuk gigi pada kehamilan dan masa
nifas, dimana pada masa ini terjadi penurunan konsentrasi ion kalsium karena
meningkatnya kebutuhan kalsium pada ibu terutama pada bayi yang
dikandungnya untuk proses pertumbuhan janin yang dikandungnya juga pada
ibu dalam masa laktasi. Pengaruh psikis karena takut BAB karena ada luka
jahitan perenium dapat menghambat gerak peristaltik usus (Saleha, 2009: 58-
59).
8) Sistem perkemihan
12
Pelvis ginjal dan ureter yang tertegang dan berdilatasi selama kehamilan
kembali normal pada akhir minggu keempat setelah melahirkan. Kurang lebih
40% wanita nifas mengalami proteinuria yang nonpatologis sejak pasca
melahirkan sampai dua hari postpartum agar dapat dikendalikan. Deurisis
yang normal dimulai segera setelah bersalin sampai hari kelima setelah
persalinan. Jumlah urine keluar dapat melebihi 3.000 ml per harinya. Hal ini
diperkirakan merupakan salah satu cara untuk menghilangkan peningkatan
cairan ekstraseluler yang merupakan bagian normal dari kehamilan. Selain itu
juga di dapati keringat yang banyak pada beberapa hari pertama setelah
persalinan. ( Saleha, 2009 :59)
9) Sistem muskuloskeletal
Ligamen-ligamen, fasia, dan diagfragma pelvis yang meregang sewaktu
kehamilan dan persalinan berangsur-angsur kembali seperti sediakala. Tidak
jarang ligamen rotundum mengendur, sehingga uterus jatuh ke belakang. Fasia
jaringan penunjang alat genitalia yang mengendur dapat dilatasi dengan
latihan-latihan tertentu. Mobilitas sendi berkurang dan posisi lordosis kembali
secara perlahan-lahan. (Saleha, 2009 : 59)
13
persalinan, sehingga merangsang kelenjar bawah depan otak yang mengontrol
ovarium ke arah permulaan pola produksi estrogen dan progesteron yang
normal, pertumbuhan folikel, ovulasi, dan menstruasi.
c) Estrogen dan Progresteron
Selama hamil volume darah normal meningkat walaupun mekanismenya secara
penuh belum dimengerti. Diperkirakan bahwa tingkat estrogen yang tinggi
memperbesar hormon antideuritik yang meningkatkan volume darah. Di
samping itu, progesteron mempengaruhi otot halus yang mengurangi
perangsangan dan peningkatan pembuluh darah. Hal ini sangat mempengaruhi
saluran kemih, ginjal, usus, dinding vena, dasar panggul, perineum, dan vulva
serta vagiana.
Sistem hematologi
Selama minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma, serta
faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama post partum, kadar
fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun, tetapi darah lebih mengental dan
terjadi peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah.
Leukositosis yang meningkat dimana jumlah sel darah putih dapat mencapai
15.000 selama persalinan akan tetap tinggi dalam beberapa hari pertama dari masa
postpartum. (Wulanda, 2011 : 70)
[Link] adaptasi psikologis masa nifas
Reva rubin membagi periode ini menjadi 3 bagian, antara lain :
a. Periode “Taking In”
Periode ini terjadi 1-2 hari sesudah melahirkan. Ibu baru pada umumnya pasif
dan tergantung, perhatiannya tertuju pada kekhawatiran aka tubuhnya.
b. Periode “Taking Hold”
Periode ini berlangsung pada hari ke 2-4 post partum. Ibu menjadi perhatian
pada kemampuannya menjadi orang tua yang sukses dan meningkatkan
tanggung jawab terhadap bayi.
c. Periode “Letting Go”
Periode ini biasanya terjadi setelah ibu pulang ke rumah. Periode ini pun sangat
berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang di berikan oleh keluarga.
(Sulistyawati, 2009:87-89).
14
[Link] kesehatan yang diberikan pada ibu nifas
a. Kebersihan diri
1) Anjurkan kebersihan seluruh tubuh.
2) Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun
dan air.
3) Sarankan ibu untuk mengganti pembalut setidaknya dua kali sehari.
(Saleha,2009:73-74)
b. Istirahat
Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan yang
berlebihan, dan anjurkan ibu untuk kembali ke kegiatan – kegiatan yang tidak
berat.(Dewi,2011 : 76).
c. Gizi
15
4) Early ambulation juga tidak menyebabkan perdarahan yang abnormal, tidak
mempengaruhi penyembuhan luka episiotomi. Tetapi early ambulation tidak
dibenarkan pada ibu post partum dengan penyulit, misalnya anemia,
penyakit jantung, penyakit paru-paru, demam, dsb. (Saleha, 2009: 172)
e. Menyusui
Posisi ibu untuk menyusui bayinya adalah kunci utama, dan posisi yang benar
adalah bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi menyanggah seluruh
tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja. Kepala dan tubuh bayi lurus,
hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan putting
susu. Dekatkan tubuh bayi dengan tubuh ibu, menyentuh bibir bayi ke putting
susunya dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar. Segera dekatkan bayi
ke payudara sedemikian rupa, sehingga bibir bawah bayi tertetak di bawah
putting susu. Cara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel
pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar, dan bibir bawah bayi membuka
lebar. Saat posisi bayi anda sudah tepat putting susu dan sebagian besar dari
areola akan masuk di dalam mulut bayi anda.
Perawatan payudara juga sangat menujang proses menyusui bayi,
misalnya menggunakan BH yang menyokong payudara, memelihara
kebersihan payudara sehari-hari, melakukan perawatan payudara secara teratur,
payudara diberi dan dipijat dengan baby oil atau minyak kelapa dan bersihkan
payudara menggunakan air [Link] gizi ibu harus lebih baik dan
lebih banyak untuk mencukupi produksi ASI, anjurkan ibu untuk minum setiap
kali menyusui. Hindari rasa cemas dan stress dan ibu harus merasa nyaman dan
aman. (Saleha, 2009)
f. Senggama
Secara fisik aman utuk memulai hubungan seksual begitu darah merah berhenti
dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jari ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.
Banyak budaya dan agama yang melarang untuk melakukan hubungan seksual
sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah
kelahirn. Keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan.
(Sulistyawati,2009: 103)
g. Metode Kontrasepsi
16
Idealnya pasangan harus menunggu minimal 2 tahun sebelum ibu hamil
kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana
mereka ingin merencanakan keluarganya. (Wulanda, 2011: 70).
17
Kunjungan masa nifas dilakukan paling sedikit empat kali. Kunjungan ini
bertujuan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir juga untuk mencegah,
mendeteksi, serta menangani masala-masalah yang terjadi.
a. Kunjungan pertama (6 - 8 Jam setelah persalinan)
Tujuan:
1) Mencegah terjadinya perdarahan pada masa nifas.
2) Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan memberi rujukan
bila perdarahan berlanjut.
3) Memberikan konseling kepada ibu atau salah satu keluarga mengenai
bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
4) Pemberian Asi pada masa awal menjadi ibu.
5) Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.
6) Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia. jika bidan
menolong persalinan, maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam
pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi dalam
keadaan stabil.
b. Kunjungan Kedua (6 Hari Persalinan)
Tujuan:
1) Memastikan involusi uterus berjalan normal : Uterus berkontraksi, fundus
dibawah umbilikus tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau.
2) Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau kelainan pasca
melahirkan.
3) Memastikan ibu mendapat cukup makanan, cairan dan istirahat.
4) Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak ada tanda-tanda penyulit.
5) Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, cara merawat
tali pusat, dan bagaimana menjaga bayi tetap hangat.
18
Tujuan:
1) Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang di alami atau bayinya.
2) Memberikan konseling untuk KB secara dini. (Saleha, 2009: 6-7).
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS
TERHADAP Ny.S DI PMB EKA SANTI PRABEKTI
PUJO ASRI TAHUN 2021
I. PENGKAJIAN DATA
Identitas
Istri Suami
Pendidikan : SD Pendidikan : SD
A. Data Subyektif
Status perkawinan : sah
Umur perkawinan pertama : 19 Tahun
Berapa kali kawin : 1 kali
Lama perkawinan ini : 1 Tahun
Riwayat kesehatan
19
1. Keluhan utama : Tidak ada
2. Keluhan tambahan : Tidak ada
3. Penyakit yang pernah diderita : Tidak ada
4. Penyakit yang sedang diderita : Tidak ada
5. Penyakit keturunan : Tidak ada
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
1. P : A: 0 Hidup : 3
Masa gestasi : 39 minggu 5 hari
Kelainan selama hamil : Tidak ada
2. Tanggal persalinan : 17 juni 2021 Jam : 20.55 WIB
Jenis persalinan : spontan
Lama persalinan : 60 menit
3. Jumlah perdarahan
a. Kala I : ± 20 cc
b. Kala II : ±100 cc
c. Kala III : ±100 cc
d. Kala IV : ±50 cc
Penyakit dalam persalinan : tidak ada
Anak : Hidup, BB: 3100 kg, PB : 50 cm
4. Inisiasi menyusu dini : Ya
Data nutrisi
a. Makan dalam sehari : 3x/hari
b. Jumlah sekali makan : 1 porsi/piring
c. Jenis makanan : 1 piring nasi, sayu, ikan/daging, tahu/tempe,
d. Makanan pantangan : Tidak ada
e. Nafsu makan : Meningkat
f. Makanan/ minuman tambahan lain : Susu, buah.
Data Eliminasi
a. BAK : Sudah
b. Keluhan : Tidak ada
c. BAB : Belum
d. Keluhan : Tidak ada
20
Data Aktivitas
a. Mobilisasi : miring ke kiri/kanan, duduk, jalan.
b. Tidur dalam sehari : 4-5 jam
c. Keluhan : Tidak ada
Data Psikososial
1) Tanggapan ibu atas kelahiran bayinya : Senang
2) Rencana ibu menyusukan bayinya : ya Kapan : usia 0 bulan sampai 6
bulan
3) Pengetahuan ibu tentang menyusui/ makanan bayi
a. Manfaat ASI : ya
b. Perawatan Payudara : ya
c. Makanan bayi : ya
1) Pengetahuan ibu tentang perawatan bayi : Merawat tali pusat
2) Pengetahuan ibu tentang nifas : Mengkonsumsi makanan
bergizi
3) Rencana mengasuh/merawat bayi oleh : Ibu dan suami
4) Rencana ibu menggunakan alat KB : Ya
B. Data Objektif
Keadaan umum baik
1. Kesadaran : compos mentis Emosional : stabil
2. T/D : 110/70 mmHg
N : 80 x/menit
S : 36,6 ºC
RR : 20 x/menit
3. Conjungtiva : Tidak anemis
sclera : Tidak ikterik
4. Lain-lain : Tidak ada
Keadaan payudara
21
1. Bentuk : Simetris
2. Papilla mamma : Menonjol
3. Pengeluaran : ada
4. Pembengkakan : Tidak
Proses persalinan
1. ketuban pecah sampai bayi lahir : Spontan
2. Kala I : 4 jam. Tindakan : Tidak ada
3. Kala II : 10 menit. Tindakan : Tidak ada
4. Kala III : 7 menit. Tindakan : Tidak ada
5. Kala IV Keadaan perineum : baik Jahitan : tidak ada
Involusi uteri
1. Posisi uterus : Antefleksi
2. Vesika urinaria : Kosong
3. TFU : 2 jari bawah pusat
4. Kontraksi uterus : Baik
5. Intensitas : Sedang
Pengeluaran pervaginam
1. Lochea : Rubra , baunya : khas
Jumlah : ± 50 cc
Perineum dan anus
1. Luka episiotomi/jahitan : Tidak ada
2. Keadaan luka :-
3. Tanda Radang :-
4. Keadaan vulva : Bersih
5. Anus : Tidak ada hemoroid
6. Obat-obatan yang diperoleh : Paracetamol 3x 500 mg sebanyak 10 tablet
Fe 1x60 mg sebanyak 10 tablet, Vit A 200.000IU 1 x dijam pertama, 1 x
24 jam.
22
IV. KEBUTUHAN SEGERA
Tidak ada
V. PERENCANAAN
a. Beritahu ibu hasil pemeriksaan.
b. Ajarkan ibu untuk masase fundus uterinya.
c. Beritahu ibu untuk melihat perdarahan yang.
d. Anjurkan ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik dan tidak ada
pantangan
e. Anjurkan ibu istirahat yang cukup.
f. Beritahu ibu manfaat ASI dan Anjurkan ibu memberikan ASI esklusif.
g. Beritahu ibu untuk merawat tali pusat.
h. Beritahu ibu tanda-tanda bahaya pada masa.
i. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan.
j. Berikan ibu terapi obat.
k. Beritahu ibu untuk kunjungan ulang.
l. Dokumentasi.
VI. PELAKSANAAN
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik, TD :
110/70 mmHg, nadi 80x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,6 ºC, TFU 2 jari
bawah pusat.
2. Mengajarkan ibu untuk masase fundus uterinya sendiri yaitu dengan cara
memijat dengan lembut fundusnya searah jarum jam.
3. Memberitahu ibu untuk melihat perdarahan yang keluar yaitu jumlah darah
yang keluar, bau, warna dan konsistensi.
4. Menganjurkan ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yaitu tidak ada pantangan
makan nasi, sayur, ikan, daging, telur, tahu, tempe, buah, banyak minum air
putih ± 8 gelas air putih dan.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup tidur malam 8 jam dan siang 1 jam
dan istirahat setiap bayinya tertidur.
6. Memberitahu ibu manfaat ASI dan menganjurkan ibu memberikan ASI
esklusif, manfaat ASI yaitu menambah sistem kekebalan tubuh yang tinggi
sehingga bayi tidak mudah sakit, melindungi bayi dari penyakit infeksi,
23
diare, kembung, batuk pilek, dan alergi dan memberikan ASI esklusif yaitu
hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping tambahan apapun
sampai usia bayi 6 bulan.
7. Memberitahu ibu untuk merawat tali pusat yaitu menjaga tali pusat agar
tetap bersih dan kering.
8. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada masa nifas yaitu perdarahan yang
banyak dan berbau, kontraksi uterus jelek, peningkatan suhu tubuh, sakit
kepala hebat, demam, dan nyeri pada payudara ibu.
9. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat genetalia dan mengganti
pakaian dalam dan pembalut setelah BAK dan BAB serta mandi minimal 2
kali sehari.
10. Memberikan ibu Vitamin A 200.000 IU, paracetamol 3x 500 mg sebanyak
10 tablet, dan Fe 1x60 mg sebanyak 10 tablet, minum obat sesuai dengan
dosis yang ditentukan menggunakan air putih atau air jeruk.
11. Memberitahu ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi yaitu pada tanggal
25 juni 2021.
12. Melakukan dokumentasi
VII. EVALUASI
1. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan dan ibu terlihat tenang.
2. Ibu sudah mengerti cara massase uterinya dan dapat mempraktekan.
3. Ibu bersedia melihat jumlah darah yang keluar, bau, warna dan
konsistensi.
4. Ibu sudah mengerti kebutuhan nutrisi yang baik dan akan memenuhi
kebutuhan nutrisi.
5. Ibu sudah mengerti pola istirahat yang cukup dan akan melaksanakannya
dirumah.
6. Ibu sudah mengerti manfaat ASI dan akan memberikan ASI esklusif
sampai usia bayi 6 bulan.
7. Memberitahu sudah mengetahui cara menjaga tali pusat dan akan menjaga
tetap bersih dan kering.
24
8. Ibu sudah mengerti dan dapat menyebutkan kembali tanda-tanda bahaya
pada masa nifas.
9. Ibu bersedia untuk menjaga kebersihan alat genetalia dan mengganti
pakaian dalam dan pembalut setelah BAK dan BAB serta mandi minimal 2
kali sehari.
10. Ibu bersedia meminum terapi obat yang diberikan.
11. Ibu bersedia untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi yaitu pada tanggal 25
juni 2021.
12. Dokumentasi telah dilakukan.
25
c. Assesment
P3 A0, Post Partum 6 hari.
d. Planning
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik,
26
BAB IV
PEMBAHASAN KASUS
27
normal. Dijumpai dua kejadian penting pada puerperium, yitu involusi uterus dan
proses laktasa.(Manuaba,2010: 200).
Tahapan masa Nifas
Dibagi dalam 3 periode:
4) Puerperium dini yaitu kepulihan saat ibu telah diperbolehkan berdiri dan
berjalan-jalan. Dalam agama islam, dianggap telah bersih dan boleh bekerja
setelah 40hari.
5) Puerperium intermediet, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang
lamanya 6-8 minggu.
6) Puerperium lanjut yaitu, waktu yang diperlukan untuk pulih dan kembali
sehat sempurna, terutama jika masa hamil atau sewaktu persalinan timbul
komplikasi. Waktu untuk mencapai kondisi sehat sempurna dapat berminggu-
minggu, bulanan, atau tahunan. (Mochtar,2012:87)
BAB V
PENUTUP
[Link]
28
[Link]
Dalam hal ini penulis menyadari mungkin Studi kasus Asuhan Kebidanan
ini jauh dari kesempurnaan baik isi maupun cara penulisannya. Untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dan
penambahan pengetahuan di masa [Link] studi kasus ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Bari Saifuddin. 2010. Ilmu Kebidanan, edisi4. Jakarta: Bina Pustaka.
Sarwono
Dewi, Vivian Nanny Lia; Sunarsih, Tri. 2011. Asuhan Kebidanan Ibu Nifas.
Jakarta : Salemba Medika. Eny, Dyah. 2010. Asuhan Kebidanan
29
Prawirohardjo, Sarwono. 2013. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal,
Yayasan Bina Pusraka.
30