0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan30 halaman

Asuhan Kebidanan Ibu Nifas 2021

Dokumen ini membahas asuhan kebidanan komprehensif pada ibu nifas, khususnya Ny. S di PMB Eka Santi Prabekti, A.Md.keb Pujo Asri pada tahun 2021. Laporan ini mencakup latar belakang, tujuan, manfaat, serta landasan teori terkait masa nifas dan proses adaptasi yang terjadi. Penulis berharap laporan ini dapat memberikan manfaat dalam pengembangan materi kebidanan dan praktik lapangan.

Diunggah oleh

Sinta Claudia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan30 halaman

Asuhan Kebidanan Ibu Nifas 2021

Dokumen ini membahas asuhan kebidanan komprehensif pada ibu nifas, khususnya Ny. S di PMB Eka Santi Prabekti, A.Md.keb Pujo Asri pada tahun 2021. Laporan ini mencakup latar belakang, tujuan, manfaat, serta landasan teori terkait masa nifas dan proses adaptasi yang terjadi. Penulis berharap laporan ini dapat memberikan manfaat dalam pengembangan materi kebidanan dan praktik lapangan.

Diunggah oleh

Sinta Claudia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU NIFAS

TERHADAP Ny. S DI PMB EKA SANTI PRABEKTI,[Link] PUJO


ASRI TAHUN 2021

Disusun Oleh :

SINTA CLAUDIA

NIM: 052401S19007

AKADEMI KEBIDANAN PATRIOT BANGSA HUSADA


LAMPUNG TENGAH
TAHUN 2021

1
LEMBAR PENGESAHAN

Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas Ny.S Di PMB Eka Santi Prabekti,[Link]
Pujo Asri Tahun 2021, telah diperiksa dan disahkan pada :
Hari : Kamis
Tanggal : 1 Juli 2021

PembimbingAkademik PembimbingLapangan

Efrilayani Lubis [Link],[Link] Eka Santi Prabekti,[Link]


NIK. 024040501019 NIP. 197510212007012004

2
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat
Rahmat dan HidayahNya penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini
berisi tentang :“Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Terhadap Ny.S Di PMB Eka Santi
Prabekti,[Link] Di Pujo Asri Tahun 2021 ”
Laporan ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti syarat ujian
semester IV tahun ajaran [Link] studi kasus ini dibuat berdasarkan
pengetahuan yang penulis peroleh dibangku perkuliahan dan bahan praktek
maupun referensi dari perpustakaan.
Dalam proses penyusunan studi kasus ini penulis mendapat bantuan dari
berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Ibu Sielvia [Link].,[Link] (Midwifery) selaku Direktur Akademi
Kebidanan Patriot Bangsa Husada.
2. Ibu Efrilayani Lubis [Link],[Link] selaku pembimbing akademik yang
telah banyak membantu dan meluangkan waktunya untuk memberikan
masukan.
3. Ibu Eka Santi Prabekti Di Pujo Asri selaku pembimbing lapangan di
Klinik.
4. Seluruh Staf Akademi Kebidanan Patriot Bangsa Husada.
5. Teman-teman mahasiswa Akademi Kebidanan Patriot Bangsa Husada.
Penulis menyadari bahwa penulisan studi kasus ini masih jauh dari
sempurna,oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun akan penulis
terima dengan senang hati untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Akhirnya
penulis berharap semoga studi kasus ini dapat bermanfaat bagi kita [Link].
Pujo Asri 1, juni 2021

Penulis

3
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Tujuan....................................................................................... 2
C. Manfaat .................................................................................... 2

BAB II LANDASAN TEORI


A. Definisi Nifas ............................................................................ 6
B. Tujuan Asuhan Nifas.................................................................. 5
C. Tahapan Nifas............................................................................ 7
D. Proses Adaptasi Masa Nifas....................................................... 10
E. Proses Adaptasi Psikologis Masa Nifas..................................... 15
F. Pendidikan Kesehatan Masa Nifas............................................. 15
G. Tanda Tanda Bahaya Masa Nifas.............................................. 17

BAB III ASUHAN KEBIDANAN.............................................................. 20


BAB IV PEMBAHASAN KASUS.............................................................. 29
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................... 30
B. saran.......................................................................................... 30

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

4
A. Latar Belakang
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika
alat- alat kandungan kembali seperti keadaan ssebelum hamil. Masa nifas
berlangsung selama kira- kira 6 minggu atau 42 hari, namun secara keseluruhan
akan pulih dalam waktu 3 bulan. Masa nifas atau post partum disebut juga
puerperium yang berasal dari bahasa latin yaitu dari kata ‘’puer’’ yang artinya
bayi dan ‘’parous’’ berarti melahirkan. Nifas yaitu darah yang keluar dari rahim
karena sebab melahirkan atau setelah [Link] nifas yaitu darah yang
tertahan tidak bisa keluar dari rahim dikarenakan [Link] ketika
[Link] tersebut keluar sedikit demi sedikit. Darah yang keluar sebelum
melahirkan disertai tanda- tanda kelahiran, maka itu termasuk darah nifas juga
(Yetti, 2010)
Varney (2008), mengatakan bahwa periode pasca persalinan (post partum)
ialah masa waktu antara kelahiran plasenta dan membran yang menandai
berakhirnya periode intrapartum sampai waktu menuju kembalinya sistem
reproduksi wanita tersebut ke kondisi tidak hamil.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mampu memberikan asuhan kebidanan dengan menggunakan
management kebidanan yang tepat pada ibu bersalin.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu menguraikan konsep dasar dan asuhan kebidanan pada ibu
bersalin.
b. Mampu mengidentifikasi dan melakukan analisa data yang
terkumpul.
c. Mampu menginterprestasikan data yang terkumpul, baik dalam
bentuk diagnosa, masalah maupun kebutuhan.
d. Mampu mengidentifikasi dan mengantisipasi diagnosa dan masalah
potensial.
e. Mampu mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan intervensi
dan kolaborasi segera.

5
f. Mampu membuat rencana tindakan.
g. Mampu mengimplementasikan rencana tindakan yang dibuat.

C. Manfaat Penelitian
Dapat dijadikan sebagai masukan untuk pengembangan materi yang telah
diberikan baik dalam proses perkuliahan maupun praktik lapangan agar mampu
menerapkan secara langsung dan berkesinambungan pada ibu hamil, ibu bersalin,
bayi baru lahir, ibu nifas dan kb dengan pendeketan manajemen kebidanan yang
sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. NIFAS

6
1. Definisi
Masa nifas (puerperium) adalah dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir
ketika alat-lat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas
berlangsung selama kira-kira 6 minggu. (Saifuddin,2010 : 23). Masa nifas
(puerperium) adalah masa pemulihan kembali, mulai dari persalinan selesai
sampai alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. (Mochtar,2012:87) Kala
puerperium (nifas) yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari merupakan
waktu yang diperlukan untuk pulihnya organ kandungan pada keadaan yang
normal. Dijumpai dua kejadian penting pada puerperium, yitu involusi uterus dan
proses laktasa.(Manuaba,2010: 200).

B. Tujuan Asuhan Pada Nifas


a. Tujuan Intruksional Umum
Mengetahui kebutuhan ibu dan bayi pada periode pasca persalinan, mengenali
komplikasi pasca persalinan padaibu dan bayi, melakukan upaya pencegahan
infeksi yang diperlukan serta menjelaskan dan melaksanakan ASI esklusif,
konseling HIV/AIDS dan kontrasepsi, prosedur imunisasi.

b. Tujuan Intruksional Khusus


1) Mengenal dan memenuhi kebutuhan ibu pada masa pasca persalinan
2) Mengenal komplikasi perdarahan pasca persalinan
3) Mengenal penyebab utama kematian dan kecacatan pada masa bayi selama
masa pascapersalinan
4) Mengenal dan memenuhi bayi baru lahir
5) Melakukan upaya pencegahan infeksi dasar pada bayi baru lahir
6) Melakukan upaya untuk menyusui dan bagaimana mempertahankannya
selama minimal 6 bulan (exclusive brestfeeding)
7) Menjelaskan manfaat konseling IMS/HIV-AIDS dan penggunaan
kontrasepsi
8) Menjelaskan dan melaksanakan prosedur imunisasi pada ibu dan bayi.
(Prawirohardjo,2010:356).

C. Tahapan masa Nifas

7
Dibagi dalam 3 periode:
1) Puerperium dini yaitu kepulihan saat ibu telah diperbolehkan berdiri dan
berjalan-jalan. Dalam agama islam, dianggap telah bersih dan boleh bekerja
setelah 40hari.
2) Puerperium intermediet, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang
lamanya 6-8 minggu.
3) Puerperium lanjut yaitu, waktu yang diperlukan untuk pulih dan kembali
sehat sempurna, terutama jika masa hamil atau sewaktu persalinan timbul
komplikasi. Waktu untuk mencapai kondisi sehat sempurna dapat berminggu-
minggu, bulanan, atau tahunan. (Mochtar,2012:87)

Tabel 2.8
Frekuensi kunjungan masa nifas
Kunujngan Waktu Tujuan

1 6 -8 jam a. Mencegah perdarahan masa nifas karena


setelah atonia uteri.
persalianan b. Mendeteksi dan merawat penyebab lain
perdarahan; rujuk jika perdarahan berlanjut.
c. Memberikan konseling pada ibu atau salah
satu anggota keluarga bagaimana mencegah
perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
d. Pemberian ASI awal.
e. Melakukan hubungan antara ibu dan bayi
baru lahir.
f. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara
mencegah hipotermia.
g. Jika petugas kesehatan menolong
persalinan, ia harus tinggal dengan ibu dan
bayi baru lahir selama 2 jam pertama setelah
kelahiran, atau sampai
ibu dan bayi dalam keadaan stabil.

8
2 6 hari a. Memastikan involusi uterus berjalan
setelah normal; uterus berkontraksi, fundus di
persalinan bawah umbilikus, tidak ada perdarahan
abnormal, tidak bau.
b. Menilai adanya tanda-tanda demam,
infeksi, atau perdarahan abnormal.
c. Memastikan ibu mendapatkan cukup
makanan,cairan,[Link]
ibu menyusui dengan baik dan tak
memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
d. Memberikan konseling pada ibu
mengenai asuhan pada bayi, tali pusat,
menjaga bayi tetap hangat dan merawat
e. bayi sehari-hari.

3 2 minggu a. Sama seperti diatas (6 hari setelah


setelah persalinan).
persalinan
4 6 minggu a. Menanyakan pada ibu tentang penyulit-
setelah penyulit yang ia atau bayi alami.
persalinan b. Memberikankonseling untuk KB
secara dini.

( Saifuddin, 2010:23-24)

[Link] adaptasi psikologis masa nifas

9
a. Genetalia interna dan eksterna
Dalam masa nifas, alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-
angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Semua perubahan ini
disebut involusi.
1) Uterus

Segera setelah lahirnya plasenta, pada uterus yang berkontraksi posisi fundus
uteri berada kurang lebih pertengahan antara umbilicus dan simfisis,atau sedikit
lebih tinggi. Dua hari kemudian, kurang lebih sama dan kemudian mengerut,
sehingga dalam dua minggu telah turun masuk ke dalam rongga pelvis dan tidak
dapat diraba lagi dari luar. Dan proses ini akan dipercepat bila ibu menyusui
bayinya. (Saleha, 2009 : 54) Tabel 2.9

Tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut masa involusi

Involusi TFU Berat uterus

Bayi lahir Setinggi pusat / atau 2 jari di 1000 gr

bawah pusat
1 minggu Pertengahan pusat dengan simfisis 750 gr

2 minggu Tidak teraba di atas simfisis 500 gr

6 minggu Normal 50 gr

8 minggu Normal tapi seperti sebelum hamil 30 gr

(Saleha, 2009: 55)

2) Lokhea

10
Lokhea adalah cairan secret berasal dari kavum uteri dan vagina selama masa
nifas. Berikut ini adalah beberapa jenis lokia yang terdapat pada wanita pada
masa nifas :
a. Lokhea Rubra (cruenta) berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-
sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, mekonium selama 2 hari
pascapersalinan. Inilah lokia yang akan keluar dua sampai tiga hari
postpartum.
b. Lokhea Sanguilenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir yang
keluar pada hari ke-3 sampai ke-7 pascapersalinan.
c. Lokhea Serosa berwarna kuning berisi cairan serum, jaringan desidua,
leukosit dan eritrosit, cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7 - 14 pasca
persalinan.
d. Lokhea Alba adalah lokia yang terakhir. Dimulai dari hari ke14 kemudian
makin lama makin sedikit hingga sama sekali berhenti sampai satu atau dua
minggu berikutnya. Bentuknya seperti cairan putih berbentuk krim serta
terdiri atas leukosit dan sel-sel desidua. (Saleha, 2009: 56)

3) Serviks
Segera setelah berakhirnya kala TU, serviks menjadi sangat lembek, kendur,
dan terkulai. Serviks tersebut bisa melepuh dan lecet, terutama di bagian
anterior. Serviks akan terlihat padat yang mencerminkan vaskularitasnya yang
tinggi, lubang serviks lambat laun mengecil, beberapa hari setelah persalinan
diri retak dalam persalinan. Rongga leher serviks bagian luar akan membentuk
seperti keadaan sebelum hamil pada saat empat minggu postpartum. ( Saleha,
2009 : 57)
4) Vagina
Vagina dan lubang vagina pada permulaan peurperium merupakan suatu
saluran yang luas berdinding tipis. Secara berangsur-angsur luas nya
berkurang, tetapi jarang sekali kembali seperti ukuran seorang nulipara. Rugae
timbul kembali pada minggu ketiga. (Saleha, 2009 : 57)
5) Perenium

11
Segera setelah melahirkan, perenium menjadi kendur karena sebelumnya
teregang oleh tekanan bayi yang bergerak maju. Pada post natal hari ke-5,
perinium sudah mendapatkan kembali sebagian tonusnya, sekali pun lebih
kendur daripada keadaan sebelum hamil. (Sulistyawati, 2009 : 78)
6) Payudara (mammae)
Pada semua wanita yang telah melahirkan proses laktasi terjadi secara alami.
Proses menyusui mempunyai dua mekanisme fisiologis, yaitu produksi susu
dan sekresi susu atau let down. Selama sembila bulan kehamilan, jaringan
payudara tumbuh dan plasenta menyiapkan fungsinya untuk menyediakan
makanan bagi bayi baru lahir. Setelah melahirkan, ketika hormon yang
dihasilkan plasenta tidak ada lagi untuk menghambatnya kelenjar pituitari akan
mengeluarkan prolaktin (hormon laktogenik). Sampai hari ketiga setelah
melahirkan, efek prolaktin pada payudara mulai bisa dirasakan. Pembuluh
darah payudara menjadi bengkak terisi darah, sehingga timbul rasa hangat,
bengkak, dan rasa sakit. Ketika bayi menghisap puting, refleks saraf
merangsang lobus posterior pituituri untuk menyekresi hormon oksitosin.
Oksitosin merangsang refleks let down, sehingga menyebabkan ASI melalui
sinus laktiferus payudara ke duktus yang terdapat pada puting. Ketika ASI
dialirkan karena isapan bayi atau dengan dipompa sel-sel acini terangsang
untuk menghasilkan ASI lebih banyak. Refleks ini dapat berlanjut sampai
waktu yang cukup lama.(Saleha, 2009 : 58)
7) Sistem pencernaan
Seorang wanita dapat merasa lapar dan siap makan setelah dua jam
persalinannya. Kalsium amatlah penting untuk gigi pada kehamilan dan masa
nifas, dimana pada masa ini terjadi penurunan konsentrasi ion kalsium karena
meningkatnya kebutuhan kalsium pada ibu terutama pada bayi yang
dikandungnya untuk proses pertumbuhan janin yang dikandungnya juga pada
ibu dalam masa laktasi. Pengaruh psikis karena takut BAB karena ada luka
jahitan perenium dapat menghambat gerak peristaltik usus (Saleha, 2009: 58-
59).
8) Sistem perkemihan

12
Pelvis ginjal dan ureter yang tertegang dan berdilatasi selama kehamilan
kembali normal pada akhir minggu keempat setelah melahirkan. Kurang lebih
40% wanita nifas mengalami proteinuria yang nonpatologis sejak pasca
melahirkan sampai dua hari postpartum agar dapat dikendalikan. Deurisis
yang normal dimulai segera setelah bersalin sampai hari kelima setelah
persalinan. Jumlah urine keluar dapat melebihi 3.000 ml per harinya. Hal ini
diperkirakan merupakan salah satu cara untuk menghilangkan peningkatan
cairan ekstraseluler yang merupakan bagian normal dari kehamilan. Selain itu
juga di dapati keringat yang banyak pada beberapa hari pertama setelah
persalinan. ( Saleha, 2009 :59)
9) Sistem muskuloskeletal
Ligamen-ligamen, fasia, dan diagfragma pelvis yang meregang sewaktu
kehamilan dan persalinan berangsur-angsur kembali seperti sediakala. Tidak
jarang ligamen rotundum mengendur, sehingga uterus jatuh ke belakang. Fasia
jaringan penunjang alat genitalia yang mengendur dapat dilatasi dengan
latihan-latihan tertentu. Mobilitas sendi berkurang dan posisi lordosis kembali
secara perlahan-lahan. (Saleha, 2009 : 59)

10) Sistem endokrin


a) Oksitosin
Oksitosin disekresikan dari kelenjar otak bagian belakang . selama tahap ketiga
persalinan, hormon, oksitosin berperan dalam pelepasan plasenta dan
mempertahankan kontraksi, sehingga mencegah perdarahan. Isapan bayi dapat
merangsang produksi ASI dan sekresi oksitosin. Hal tersebut membantu uterus
kembali ke bentuk normal.
b) Prolaktin
Menurunnya kadar estrogen menimbulkan terangsangnya kelenjar pituitari
bagian belakang untuk mengeluarkan prolaktin, hormon ini berperan dalam
pembesaran payudara untuk merangsang produksi susu. Pada wanita yang
menyusui bayinya, kadar prolaktin tetap tinggi dan pada permulaan ada
rangsangan folikel dalam ovarium yang ditekan. Pada wanita yang tidak
menyusui bayinya tingkat sirkulasi prolaktin menurun dalam 14-21 hari setelah

13
persalinan, sehingga merangsang kelenjar bawah depan otak yang mengontrol
ovarium ke arah permulaan pola produksi estrogen dan progesteron yang
normal, pertumbuhan folikel, ovulasi, dan menstruasi.
c) Estrogen dan Progresteron
Selama hamil volume darah normal meningkat walaupun mekanismenya secara
penuh belum dimengerti. Diperkirakan bahwa tingkat estrogen yang tinggi
memperbesar hormon antideuritik yang meningkatkan volume darah. Di
samping itu, progesteron mempengaruhi otot halus yang mengurangi
perangsangan dan peningkatan pembuluh darah. Hal ini sangat mempengaruhi
saluran kemih, ginjal, usus, dinding vena, dasar panggul, perineum, dan vulva
serta vagiana.

Sistem hematologi
Selama minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma, serta
faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama post partum, kadar
fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun, tetapi darah lebih mengental dan
terjadi peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah.
Leukositosis yang meningkat dimana jumlah sel darah putih dapat mencapai
15.000 selama persalinan akan tetap tinggi dalam beberapa hari pertama dari masa
postpartum. (Wulanda, 2011 : 70)
[Link] adaptasi psikologis masa nifas
Reva rubin membagi periode ini menjadi 3 bagian, antara lain :
a. Periode “Taking In”
Periode ini terjadi 1-2 hari sesudah melahirkan. Ibu baru pada umumnya pasif
dan tergantung, perhatiannya tertuju pada kekhawatiran aka tubuhnya.
b. Periode “Taking Hold”
Periode ini berlangsung pada hari ke 2-4 post partum. Ibu menjadi perhatian
pada kemampuannya menjadi orang tua yang sukses dan meningkatkan
tanggung jawab terhadap bayi.
c. Periode “Letting Go”
Periode ini biasanya terjadi setelah ibu pulang ke rumah. Periode ini pun sangat
berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang di berikan oleh keluarga.
(Sulistyawati, 2009:87-89).

14
[Link] kesehatan yang diberikan pada ibu nifas
a. Kebersihan diri
1) Anjurkan kebersihan seluruh tubuh.
2) Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun
dan air.
3) Sarankan ibu untuk mengganti pembalut setidaknya dua kali sehari.
(Saleha,2009:73-74)
b. Istirahat
Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan yang
berlebihan, dan anjurkan ibu untuk kembali ke kegiatan – kegiatan yang tidak
berat.(Dewi,2011 : 76).
c. Gizi

Ibu menyusui harus :


1) Mengkonsumsi tambahan 500 kalori setiap hari
2) Makan dengan diet seimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin
yang cukup.
3) Minum sedikitnya 8 liter air setiap hari (anjurkan ibu uintuk minum setiap kali
menyusui)
4) Pil zat besi untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca
persalinan
5) Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A
kepada bayinya melalui ASInya (Saleha, 2009:71-72)
d. Ambulasi
Ambulasi dini (early ambulation) adalah kebijakan agar secepat mungkin bidan
membimbing ibu post partum untuk bangun dari tempat tidur nya dan
membimbing ibu untuk berjalan. Ibu sudah diperbolehkan bangun dari tempat
tidur dalam 24-48 jam postpartum. Keuntungan dari early ambulation adalah:
1) Ibu merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation.
2) Faal usus dan kandung kemih lebih baik.
3) Memungkinkan kita untuk mengajarkan ibu cara merawat anaknya selama
ibu masih di rumah sakit / klinik. Misalnya memandikan bayi, mengganti
pakaian, dll.

15
4) Early ambulation juga tidak menyebabkan perdarahan yang abnormal, tidak
mempengaruhi penyembuhan luka episiotomi. Tetapi early ambulation tidak
dibenarkan pada ibu post partum dengan penyulit, misalnya anemia,
penyakit jantung, penyakit paru-paru, demam, dsb. (Saleha, 2009: 172)
e. Menyusui
Posisi ibu untuk menyusui bayinya adalah kunci utama, dan posisi yang benar
adalah bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi menyanggah seluruh
tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja. Kepala dan tubuh bayi lurus,
hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan putting
susu. Dekatkan tubuh bayi dengan tubuh ibu, menyentuh bibir bayi ke putting
susunya dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar. Segera dekatkan bayi
ke payudara sedemikian rupa, sehingga bibir bawah bayi tertetak di bawah
putting susu. Cara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel
pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar, dan bibir bawah bayi membuka
lebar. Saat posisi bayi anda sudah tepat putting susu dan sebagian besar dari
areola akan masuk di dalam mulut bayi anda.
Perawatan payudara juga sangat menujang proses menyusui bayi,
misalnya menggunakan BH yang menyokong payudara, memelihara
kebersihan payudara sehari-hari, melakukan perawatan payudara secara teratur,
payudara diberi dan dipijat dengan baby oil atau minyak kelapa dan bersihkan
payudara menggunakan air [Link] gizi ibu harus lebih baik dan
lebih banyak untuk mencukupi produksi ASI, anjurkan ibu untuk minum setiap
kali menyusui. Hindari rasa cemas dan stress dan ibu harus merasa nyaman dan
aman. (Saleha, 2009)
f. Senggama
Secara fisik aman utuk memulai hubungan seksual begitu darah merah berhenti
dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jari ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.
Banyak budaya dan agama yang melarang untuk melakukan hubungan seksual
sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah
kelahirn. Keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan.
(Sulistyawati,2009: 103)
g. Metode Kontrasepsi

16
Idealnya pasangan harus menunggu minimal 2 tahun sebelum ibu hamil
kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana
mereka ingin merencanakan keluarganya. (Wulanda, 2011: 70).

[Link]-tanda bahaya masa Nifas


1. Perdarahan per vagina akibat atonia uteri, robekan jalan lahir, retensio plasenta,
tertinggalnya sisa plasenta, dan inversio uteri.
2. Infeksi masa nifasinfeksi nifas mencakup semua peradangan yang disebabkan
oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat genital pada waktu persalinan dan
nifas. Menurut john committee on maternal welfare (Amerika Serikat), definisi
morbiditas puerperalis adalah kenaikan suhu sampai 38ºC atau lebih selama 2
hari dalam 10 hari pertama post partum, dengan mengecualikan hari pertama.
Suhu harus di ukur dari mulut setidaknya 4 kali sehari.
3. Sakit kepala, nyeri epigastrik, dan penglihatan kabur.
4. Pembengkakan di wajah dan ekstremitas.
5. Demam, muntah, rasa sakit waktu berkemih.
6. Payudara berubah menjadi merah, panas, dan sakit. seperti contohnya:
1) Pembendungan air susu
Pada permulaan nifas, apabila bayi belum menyusus dengan baik,atau
kemudian apabila kelenjar-kelenjar tidak di kosongkan dengan sempurna,
terjadi pembendungan ASI. Payudara panas, keras, dan nyeri pada perabaan,
serta suhu badan tidak naik.
2) Mastitis
Tanda-tandanya adalah rasa panaa dingin disertai kenaikan suhu, penderita
merasa lesu, tidak ada nafsu makan. Infeksi yang biasanya terjadi adalah
Staphilococcus Aureus dengan tanda tanda payudara membesar, nyeri, kulit
merah pada suatu tempat, membengkak sedikit, dan nyeri pada perabaan.
7. Kehilangan nafsu makan untuk jangka waktu yang lama.
8. Rasa sakit, merah, dan pembengkakan kaki.
9. Merasa sedih atau tidak mampu untuk merawat bayi dan diri sendiri.
(Sulistyawati,2009; 173-196)

Program dan kebijakan teknis masa nifas

17
Kunjungan masa nifas dilakukan paling sedikit empat kali. Kunjungan ini
bertujuan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir juga untuk mencegah,
mendeteksi, serta menangani masala-masalah yang terjadi.
a. Kunjungan pertama (6 - 8 Jam setelah persalinan)

Tujuan:
1) Mencegah terjadinya perdarahan pada masa nifas.
2) Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan memberi rujukan
bila perdarahan berlanjut.
3) Memberikan konseling kepada ibu atau salah satu keluarga mengenai
bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
4) Pemberian Asi pada masa awal menjadi ibu.
5) Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.
6) Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia. jika bidan
menolong persalinan, maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam
pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi dalam
keadaan stabil.
b. Kunjungan Kedua (6 Hari Persalinan)

Tujuan:
1) Memastikan involusi uterus berjalan normal : Uterus berkontraksi, fundus
dibawah umbilikus tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau.
2) Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau kelainan pasca
melahirkan.
3) Memastikan ibu mendapat cukup makanan, cairan dan istirahat.
4) Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak ada tanda-tanda penyulit.
5) Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, cara merawat
tali pusat, dan bagaimana menjaga bayi tetap hangat.

c. Kunjungan Ketiga (2 minggu setelah persalinan)

Tujuan : Sama seperti kunjungan kedua (6 hari setelah persalinan)


d. Kunjungan Keempat (6 minggu setelah persalinan)

18
Tujuan:
1) Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang di alami atau bayinya.
2) Memberikan konseling untuk KB secara dini. (Saleha, 2009: 6-7).

BAB III
ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS
TERHADAP Ny.S DI PMB EKA SANTI PRABEKTI
PUJO ASRI TAHUN 2021

I. PENGKAJIAN DATA
Identitas

Istri Suami

Nama : Ny. S Nama : Tn. S

Umur : 30 Tahun Umur : 42 Tahun

Suku/Bangsa : Jawa Suku/Bangsa : Jawa

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan : SD Pendidikan : SD

Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Petani

Alamat : Bumi rahayu

A. Data Subyektif
Status perkawinan : sah
Umur perkawinan pertama : 19 Tahun
Berapa kali kawin : 1 kali
Lama perkawinan ini : 1 Tahun
Riwayat kesehatan

19
1. Keluhan utama : Tidak ada
2. Keluhan tambahan : Tidak ada
3. Penyakit yang pernah diderita : Tidak ada
4. Penyakit yang sedang diderita : Tidak ada
5. Penyakit keturunan : Tidak ada
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
1. P : A: 0 Hidup : 3
Masa gestasi : 39 minggu 5 hari
Kelainan selama hamil : Tidak ada
2. Tanggal persalinan : 17 juni 2021 Jam : 20.55 WIB
Jenis persalinan : spontan
Lama persalinan : 60 menit
3. Jumlah perdarahan
a. Kala I : ± 20 cc
b. Kala II : ±100 cc
c. Kala III : ±100 cc
d. Kala IV : ±50 cc
Penyakit dalam persalinan : tidak ada
Anak : Hidup, BB: 3100 kg, PB : 50 cm
4. Inisiasi menyusu dini : Ya
Data nutrisi
a. Makan dalam sehari : 3x/hari
b. Jumlah sekali makan : 1 porsi/piring
c. Jenis makanan : 1 piring nasi, sayu, ikan/daging, tahu/tempe,
d. Makanan pantangan : Tidak ada
e. Nafsu makan : Meningkat
f. Makanan/ minuman tambahan lain : Susu, buah.
Data Eliminasi
a. BAK : Sudah
b. Keluhan : Tidak ada
c. BAB : Belum
d. Keluhan : Tidak ada

20
Data Aktivitas
a. Mobilisasi : miring ke kiri/kanan, duduk, jalan.
b. Tidur dalam sehari : 4-5 jam
c. Keluhan : Tidak ada
Data Psikososial
1) Tanggapan ibu atas kelahiran bayinya : Senang
2) Rencana ibu menyusukan bayinya : ya Kapan : usia 0 bulan sampai 6
bulan
3) Pengetahuan ibu tentang menyusui/ makanan bayi

a. Manfaat ASI : ya
b. Perawatan Payudara : ya
c. Makanan bayi : ya
1) Pengetahuan ibu tentang perawatan bayi : Merawat tali pusat
2) Pengetahuan ibu tentang nifas : Mengkonsumsi makanan
bergizi
3) Rencana mengasuh/merawat bayi oleh : Ibu dan suami
4) Rencana ibu menggunakan alat KB : Ya

Kapan : setelah 42 hari post partum Alat : KB suntik 3 bulan


5) Tanggapan keluarga atas kelahiran bayi : Senang
6) Kebiasaan atau adat yang berkaitan dengan masa nifas dan bayi: Tidak ada

B. Data Objektif
Keadaan umum baik
1. Kesadaran : compos mentis Emosional : stabil
2. T/D : 110/70 mmHg
N : 80 x/menit
S : 36,6 ºC
RR : 20 x/menit
3. Conjungtiva : Tidak anemis
sclera : Tidak ikterik
4. Lain-lain : Tidak ada
Keadaan payudara

21
1. Bentuk : Simetris
2. Papilla mamma : Menonjol
3. Pengeluaran : ada
4. Pembengkakan : Tidak
Proses persalinan
1. ketuban pecah sampai bayi lahir : Spontan
2. Kala I : 4 jam. Tindakan : Tidak ada
3. Kala II : 10 menit. Tindakan : Tidak ada
4. Kala III : 7 menit. Tindakan : Tidak ada
5. Kala IV Keadaan perineum : baik Jahitan : tidak ada
Involusi uteri
1. Posisi uterus : Antefleksi
2. Vesika urinaria : Kosong
3. TFU : 2 jari bawah pusat
4. Kontraksi uterus : Baik
5. Intensitas : Sedang
Pengeluaran pervaginam
1. Lochea : Rubra , baunya : khas
Jumlah : ± 50 cc
Perineum dan anus
1. Luka episiotomi/jahitan : Tidak ada
2. Keadaan luka :-
3. Tanda Radang :-
4. Keadaan vulva : Bersih
5. Anus : Tidak ada hemoroid
6. Obat-obatan yang diperoleh : Paracetamol 3x 500 mg sebanyak 10 tablet
Fe 1x60 mg sebanyak 10 tablet, Vit A 200.000IU 1 x dijam pertama, 1 x
24 jam.

II. INTERPRETASI DATA


P2 A0, Post Partum 6 jam
III. IDENTIFIKASI MASALAH
Tidak ada

22
IV. KEBUTUHAN SEGERA
Tidak ada
V. PERENCANAAN
a. Beritahu ibu hasil pemeriksaan.
b. Ajarkan ibu untuk masase fundus uterinya.
c. Beritahu ibu untuk melihat perdarahan yang.
d. Anjurkan ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik dan tidak ada
pantangan
e. Anjurkan ibu istirahat yang cukup.
f. Beritahu ibu manfaat ASI dan Anjurkan ibu memberikan ASI esklusif.
g. Beritahu ibu untuk merawat tali pusat.
h. Beritahu ibu tanda-tanda bahaya pada masa.
i. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan.
j. Berikan ibu terapi obat.
k. Beritahu ibu untuk kunjungan ulang.
l. Dokumentasi.

VI. PELAKSANAAN
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik, TD :
110/70 mmHg, nadi 80x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,6 ºC, TFU 2 jari
bawah pusat.
2. Mengajarkan ibu untuk masase fundus uterinya sendiri yaitu dengan cara
memijat dengan lembut fundusnya searah jarum jam.
3. Memberitahu ibu untuk melihat perdarahan yang keluar yaitu jumlah darah
yang keluar, bau, warna dan konsistensi.
4. Menganjurkan ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yaitu tidak ada pantangan
makan nasi, sayur, ikan, daging, telur, tahu, tempe, buah, banyak minum air
putih ± 8 gelas air putih dan.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup tidur malam 8 jam dan siang 1 jam
dan istirahat setiap bayinya tertidur.
6. Memberitahu ibu manfaat ASI dan menganjurkan ibu memberikan ASI
esklusif, manfaat ASI yaitu menambah sistem kekebalan tubuh yang tinggi
sehingga bayi tidak mudah sakit, melindungi bayi dari penyakit infeksi,

23
diare, kembung, batuk pilek, dan alergi dan memberikan ASI esklusif yaitu
hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping tambahan apapun
sampai usia bayi 6 bulan.
7. Memberitahu ibu untuk merawat tali pusat yaitu menjaga tali pusat agar
tetap bersih dan kering.
8. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada masa nifas yaitu perdarahan yang
banyak dan berbau, kontraksi uterus jelek, peningkatan suhu tubuh, sakit
kepala hebat, demam, dan nyeri pada payudara ibu.
9. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat genetalia dan mengganti
pakaian dalam dan pembalut setelah BAK dan BAB serta mandi minimal 2
kali sehari.
10. Memberikan ibu Vitamin A 200.000 IU, paracetamol 3x 500 mg sebanyak
10 tablet, dan Fe 1x60 mg sebanyak 10 tablet, minum obat sesuai dengan
dosis yang ditentukan menggunakan air putih atau air jeruk.
11. Memberitahu ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi yaitu pada tanggal
25 juni 2021.
12. Melakukan dokumentasi

VII. EVALUASI
1. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan dan ibu terlihat tenang.
2. Ibu sudah mengerti cara massase uterinya dan dapat mempraktekan.
3. Ibu bersedia melihat jumlah darah yang keluar, bau, warna dan
konsistensi.
4. Ibu sudah mengerti kebutuhan nutrisi yang baik dan akan memenuhi
kebutuhan nutrisi.
5. Ibu sudah mengerti pola istirahat yang cukup dan akan melaksanakannya
dirumah.
6. Ibu sudah mengerti manfaat ASI dan akan memberikan ASI esklusif
sampai usia bayi 6 bulan.
7. Memberitahu sudah mengetahui cara menjaga tali pusat dan akan menjaga
tetap bersih dan kering.

24
8. Ibu sudah mengerti dan dapat menyebutkan kembali tanda-tanda bahaya
pada masa nifas.
9. Ibu bersedia untuk menjaga kebersihan alat genetalia dan mengganti
pakaian dalam dan pembalut setelah BAK dan BAB serta mandi minimal 2
kali sehari.
10. Ibu bersedia meminum terapi obat yang diberikan.
11. Ibu bersedia untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi yaitu pada tanggal 25
juni 2021.
12. Dokumentasi telah dilakukan.

2. Kunjungan Kedua (Post Partum 6 Hari)


Pada Tanggal 25 juni 2021 pada Pukul 17.00 WIB
a. Data Subjektif
Ibu mengatakan ASI nya banyak keluar, bayi nya hanya diberikan ASI saja,
ibu mengatakan makan sehari 3 kali dengan menu 1 porsi nasi, 1 potong
daging, 2 potong tempe, 1 butir telur, 1 mangkuk sayur, dan buah. Minum
sehari 7-8 gelas air putih dan 1 gelas susu pada pagi hari. BAK 45 kali
sehari, konsistensi cair, warna putih jernih, bau khas. Dan BAB 1 kali sehari,
konsistensi lunak, warna kecoklatan, bau khas, ibu mengeluh tidur malam
sering terganggu, tidak ada nyeri payudara, mandi sehari 2 kali, mengganti
pembalut sehari 2-3 kali atau setiap setelah BAK/BAB, perdarahan
pervaginam masih keluar sedikit.
b. Data Objektif
Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis, keadaan emosional
stabil. TD : 110/70 mmHg, nadi 78x/menit, RR 20x/m, suhu 36,6ºC, Pada
pemeriksaan fisik didapatkan muka tidak oedema, kelopak mata tidak
oedema, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, mulut dan gigi bersih,
lengkap dan tidak ada caries, tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid
dan vena yugularis, payudara membesar, areola bersih, putting susu
menonjol, simetris tidak ada benjolan dan tidak ada rasanyeri, ASI keluar
banyak. Tinggi fundus uteri 2 jari diatas sympisis, vulva bersih, lokhea
sangulienta, BAK dan BAB normal dan tidak ada tanda-tanda infeksi.

25
c. Assesment
P3 A0, Post Partum 6 hari.
d. Planning
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik,

TD : 110/70 mmHg, nadi 78x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,6 ºC,


TFU 2 jari atas sympisis, ibu terlihat senang dengan hasilnya.
2. Menganjurkan ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yaitu tidak ada pantangan
makan nasi, sayur, ikan, daging, telur, tahu, tempe, buah, banyak minum air
putih ± 8 gelas air putih dan susu ibu mengerti dan akan memenuhi kebutuhan
nutrisi,
3. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup tidur malam 8 jam dan siang 1 jam
dan istirahat setiap bayinya tertidur, ibu sudah mengerti tentang pola istirahat.
4. Memberitahu ibu cara merawat payudara, yaitu membersihkan putting susu
ibu dengan kapas yang direndam air hangat dan memakai pakaian dalam yang
menopang payudara ibu.
5. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada masa nifas yaitu perdarahan yang
banyak dan berbau, kontraksi uterus jelek, peningkatan suhu tubuh, sakit
kepala hebat, demam, dan nyeri pada payudara ibu sudah mengerti dan dapat
menyebutkan kembali tandatanda bahaya pada masa nifas.
6. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat genetalia dan mengganti
pakaian dalam dan pembalut setelah BAK dan BAB serta mandi minimal 2
kali sehari, ibu sudah mengerti.
7. Menganjurkan ibu untuk meminum terapi oral yang diberikan jika masih ada
yaitu tablet, Vitanol 1x60 mg sebanyak 10 tablet, minum obat sesuai dengan
dosis yang ditentukan menggunakan air putih.
8. Memberitahu ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi.

26
BAB IV
PEMBAHASAN KASUS

Pada asuhan masa nifas Ny.s di PMB eka santi prabekti,[Link]


Masa nifas (puerperium) adalah dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir
ketika alat-lat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas
berlangsung selama kira-kira 6 minggu. (Saifuddin,2010 : 23). Masa nifas
(puerperium) adalah masa pemulihan kembali, mulai dari persalinan selesai
sampai alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. (Mochtar,2012:87) Kala
puerperium (nifas) yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari merupakan
waktu yang diperlukan untuk pulihnya organ kandungan pada keadaan yang

27
normal. Dijumpai dua kejadian penting pada puerperium, yitu involusi uterus dan
proses laktasa.(Manuaba,2010: 200).
Tahapan masa Nifas
Dibagi dalam 3 periode:
4) Puerperium dini yaitu kepulihan saat ibu telah diperbolehkan berdiri dan
berjalan-jalan. Dalam agama islam, dianggap telah bersih dan boleh bekerja
setelah 40hari.
5) Puerperium intermediet, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang
lamanya 6-8 minggu.
6) Puerperium lanjut yaitu, waktu yang diperlukan untuk pulih dan kembali
sehat sempurna, terutama jika masa hamil atau sewaktu persalinan timbul
komplikasi. Waktu untuk mencapai kondisi sehat sempurna dapat berminggu-
minggu, bulanan, atau tahunan. (Mochtar,2012:87)

BAB V
PENUTUP

[Link]

Masa nifas pada Ny S berjalan dengan normal. Kunjungan masa nifas


dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan yaitu kunjungan pertama 3 hari post
partum, kunjungan kedua 9 hari post partum, kunjungan ketiga 29 hari post
partum. Kunjungan ini sesuai menurut teori (Kepmenkes RI, buku KIA 2015:26)
dimana kunjungan 1 (6 jam-3 hari), kunjungan 2 (4-28 hari) dan kunjungan 3
(29-42 hari). Kunjungan yang dilakukan 3 kali selama nifas ini bertujuan untuk
mencegah dan mendeteksi serta menangani masalah-masalah yang terjadi selama
masa nifas.

28
[Link]
Dalam hal ini penulis menyadari mungkin Studi kasus Asuhan Kebidanan
ini jauh dari kesempurnaan baik isi maupun cara penulisannya. Untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dan
penambahan pengetahuan di masa [Link] studi kasus ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati dkk. 2010. Asuhan Kebidanan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Abdul Bari Saifuddin. 2010. Ilmu Kebidanan, edisi4. Jakarta: Bina Pustaka.
Sarwono

Prawirohardjo. Ambarwati, E,R,Diah, W. 2010. Asuhan Kebidanan Nifas

Dewi, Vivian Nanny Lia; Sunarsih, Tri. 2011. Asuhan Kebidanan Ibu Nifas.
Jakarta : Salemba Medika. Eny, Dyah. 2010. Asuhan Kebidanan

Fakultas Kedokteran UNPAD. 2011. Obstetri Fisiologis. Bandung : Nuha Medika


Manuaba, Ida Bagus Gede. 2013. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB
Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.

29
Prawirohardjo, Sarwono. 2013. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal,
Yayasan Bina Pusraka.

Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.


( hal 6,7,8). Dewi,Vivian Nanny Lia dan Trisunarsih. 2010

30

Anda mungkin juga menyukai