0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Sistem Smart Parking ESP32 dan RFID

Penelitian ini mengembangkan sistem smart parking berbasis mikrokontroler ESP32 dan RFID untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan akses parkir di PT Glory Industrial Semarang. Metode prototype digunakan dalam pengembangan sistem, yang menunjukkan akurasi pembacaan RFID 100% dan pengurangan waktu antrean. Hasil implementasi sistem ini diharapkan dapat diterapkan di lingkungan industri lain untuk manajemen parkir yang lebih baik.

Diunggah oleh

Erwin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Sistem Smart Parking ESP32 dan RFID

Penelitian ini mengembangkan sistem smart parking berbasis mikrokontroler ESP32 dan RFID untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan akses parkir di PT Glory Industrial Semarang. Metode prototype digunakan dalam pengembangan sistem, yang menunjukkan akurasi pembacaan RFID 100% dan pengurangan waktu antrean. Hasil implementasi sistem ini diharapkan dapat diterapkan di lingkungan industri lain untuk manajemen parkir yang lebih baik.

Diunggah oleh

Erwin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) DOI: [Link]

899
Vol. 5, No. 7, Juli 2025, Hal. 2055-2067 p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

System Smart Parking Berbasis Mikrokontroler ESP32 dan RFID Untuk Otomatisasi
Akses Parkir di PT. Glory Industrial Semarang

Victor Gallant Smart*1, Ihsan Cahyo Utomo2


1,2
Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
Email: 1l200210155@[Link], 2icu886@[Link]

Abstrak

Perkembangan teknologi, khususnya Radio Frequency Identification (RFID), telah memberikan kontribusi
signifikan dalam mendukung otomatisasi berbagai sistem, termasuk sistem parkir. PT Glory Industrial Semarang
menghadapi permasalahan dalam pengelolaan lahan parkir, di mana proses pengecekan kendaraan masih
dilakukan secara manual oleh petugas keamanan, sehingga menghambat efisiensi operasional harian. Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan sistem smart parking berbasis mikrokontroler ESP32 dan RFID guna
meningkatkan efisiensi waktu dan ketertiban akses kendaraan. Metode yang digunakan adalah metode prototype,
dengan serangkaian tahapan mulai dari perancangan hingga pengujian sistem secara langsung. Pengujian
dilakukan sebanyak 20 kali simulasi akses masuk dan keluar kendaraan dengan hasil akurasi pembacaan RFID
mencapai 100% dan respon sistem yang cepat dalam mengontrol palang pintu otomatis. Hasil implementasi
menunjukkan bahwa sistem mampu mengurangi waktu antrean dan meningkatkan keamanan area parkir.
Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem parkir otomatis berbasis IoT yang lebih efisien, aman, dan
dapat diterapkan di lingkungan industri sejenis.

Kata kunci: ESP32, IoT, RFID, Sistem Otomtais, Smart Parking, Sistem Prototype

Smart Parking System Based on ESP32 Microcontroller and RFID for Automated Vehicle
Access at PT. Glory Industrial Semarang

Abstract

The advancement of technology, particularly Radio Frequency Identification (RFID), has significantly contributed
to the automation of various systems, including vehicle parking management. PT Glory Industrial Semarang faces
challenges in managing its parking area, where vehicle inspections are still conducted manually by security
personnel, leading to delays in daily operations. This study aims to develop a smart parking system based on the
ESP32 microcontroller and RFID technology to improve time efficiency and regulate vehicle access. A prototype
method was employed, covering system design, development, and testing stages. The system was tested in 20
simulated vehicle entries and exits, achieving 100% RFID reading accuracy and fast response in controlling the
automatic barrier gate. The implementation results demonstrate that the system effectively reduces queue time and
enhances parking area security. This research contributes to the development of more efficient, secure, and IoT-
based automated parking systems applicable to similar industrial environments.

Keywords: ESP32, IoT, RFID, Smart Parking, Automated System, Prototype Systems.

1. PENDAHULUAN
Teknologi kini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, mencakup berbagai bidang seperti
perkantoran, pendidikan, hingga bisnis. Kemajuan dalam industri teknologi elektronik dan komunikasi telah
memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Seiring perkembangan teknologi,
berbagai studi telah dilakukan di berbagai sektor. Salah satunya melibatkan pemanfaatan sensor untuk mendeteksi
atau mengukur kebutuhan dari sistem yang sedang dikembangkan. Informasi yang diperoleh dari hasil deteksi atau
pengukuran sensor kemudian diintegrasikan untuk membentuk sistem monitoring dan pengendalian[1]. Teknologi
ini salah satunya diterapkan dalam sistem parkir otomatis yang menggunakan perangkat canggih untuk mengatur
akses ke area parkir. Salah satu teknologi yang mengalami perkembangan pesat adalah Radio Frequency
Identification (RFID), yang kini semakin banyak digunakan karena fleksibilitas penerapannya di berbagai sektor.
RFID bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mentransfer data antara
terminal dan objek tertentu. Radio Frequency Identification (RFID) adalah teknologi yang memanfaatkan

2055
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

komunikasi melalui gelombang elektromagnetik untuk mentransfer data antara terminal dan objek, dengan tujuan
mengidentifikasi serta melacak informasi dari objek tersebut [2].
Area parkir dan sistem pengelolaannya merupakan dua elemen yang saling berkaitan dalam menunjang
fasilitas gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, bandara, hingga hotel. Antrian kendaraan masih
sering terjadi di tempat-tempat tersebut, terutama akibat penggunaan sistem parkir manual pada akses masuk dan
keluar[1]. Penerapan sistem parkir yang efisien dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengguna fasilitas umum
yang memiliki tingkat kunjungan tinggi. Teknologi RFID ini dapat dimanfaatkan dalam penerapan sistem parkir
pintar (smart parking) di lingkungan PT. Glory Industrial Semarang yang sebelumnya belum memiliki sistem
manajemen parkir yang tertata dengan baik. PT. Glory Industrial Semarang sendiri telah memberlakukan aturan
parkir, dimana setiap gedung memiliki area parkir tersendiri. Para karyawan diwajibkan untuk memarkir
kendaraannya di area parkir gedung tempat mereka bekerja. Namun, masih ada sebagian karyawan yang tidak
mematuhi ketentuan tersebut, sehingga menyebabkan ketidakteraturan dalam penataan kendaraan. Selain itu,
proses pemeriksaan kendaraan yang keluar masih dilakukan secara manual oleh petugas keamanan yang
mengakibatkan proses tersebut menjadi tidak efisien dan memakan waktu lama. Penggunaan sistem smart parking
berbasis RFID dan ESP 32 dapat membantu menata kembali area parkir sesuai peraturan, sekaligus meningkatkan
efisiensi waktu pemeriksaan kendaraan.
Berdasarkan penelitian terdahulu oleh Zein A (2023) mengenai Pengelolaan Sistem Parkir Dengan
Menggunakan Long Range RFID Reader Berbasis Arduino UNO penggunaan sistem hak akses akan memberikan
pilihan yang fleksibel bagi pemegang hak akses untuk interaksi dengan aman dan mudah[3]. Penelitian serupa
yang dikembangkan oleh Fernanda, Achmad, Akbar (2021) tentang Rancang Bangun Smart Parking System
Berbasis Kartu RFID RC522 menjelaskan bahwa pengembangan sistem bertujuan untuk mempermudah pengguna
lahan parkir untuk menentukan tempat parkir sesuai tujuan pengguna[4]. Penelitian terdahulu oleh Hendra,
Gunawan (2020) mengenai Smart Parking Gate Menggunakan RFID Berbasis Arduino di Universitas Banten Jaya
dilakukan untuk membuat sistem gerbang parkir yang memanfaatkan RFID melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP)
sebagai media akses ke area parkir untuk keluar masuk kendaraan ke area parkir[5]. Dalam penelitian yang
dilakukan oleh Bagas Latip Trengginas, Hanny Hikmayanti Handayani, dan Ayu Ratna Juwita (2022) mengenai
Rancang Bangun Sistem Parkir Otomatis pada Kampus UBP Berbasis IoT, penelitian ini berhasil merancang dan
mengimplementasikan prototipe sistem portal parkir otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan
NodeMCU dan kartu RFID. Selain itu, penelitian ini juga berhasil menguji dan mengoptimalkan kinerja sistem
parkir otomatis tersebut [6]. Penelitian yang dilakukan oleh Raharjo S, Setia Budi A, Widasari E (2022) tentang
Prototipe Sistem Keamanan Parkir Berbasis RFID menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi RFID mampu
mempercepat proses identifikasi serta pembacaan informasi pada suatu objek maupun identitas individu [7].
Melihat permasalahan yang ada dan mengacu pada penelitian sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan sistem parkir berbasis RFID dan ESP 32 guna memperbaiki penataan kendaraan sesuai aturan.
Sistem ini akan menggunakan RFID dan ESP 32 sebagai mikrokontroler, dengan Micro Servo sebagai penggerak
palang pintu. Sistem ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang telah dilengkapi dengan fitur Wi-Fi dan
berperan sebagai pengendali utama sistem [8]. Mikrokontroler ini akan mengaktifkan buzzer sebagai alarm saat
palang pintu terbuka, sekaligus mengirimkan notifikasi pesan ke sistem. Sistem ini mengandalkan RFID dan server
database. RFID berfungsi untuk mengirimkan sinyal ke mikrokontroler saat palang pintu terbuka, sementara server
database digunakan untuk mencatat dan menyimpan riwayat log setiap kali palang pintu terbuka [8]. Tag RFID
dapat berupa aktif atau pasif. Radio Frequency Identification (RFID) adalah proses identifikasi objek atau individu
dengan memanfaatkan frekuensi transmisi radio. Teknologi RFID menggunakan gelombang radio untuk membaca
informasi dari perangkat kecil yang disebut tag atau transponder. Sistem ini menggunakan kartu RFID tag yang
menyimpan informasi terkait objek atau benda, yang terhubung dengan sistem database mikrokontroler sebagai
pengendali, yang kemudian terhubung dengan pembaca RFID .[2]
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem smart parking berbasis RFID dan ESP32
untuk mengatur akses keluar masuk kendaraan di PT. Glory Industrial Semarang, meningkatkan efisiensi waktu
dan ketertiban dalam penataan area parkir karyawan, menyediakan sistem yang dapat mencatat riwayat kendaraan
secara otomatis melalui database yang terhubung dengan RFID yang terhubung dengan website[9], serta
memberikan kontribusi terhadap penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada sistem parkir industri secara
praktis, aman, dan efisien.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Mikrokontroler ESP 32


ESP32 adalah mikrokontroler yang dikembangkan oleh Espressif Systems dan merupakan generasi penerus
dari ESP8266. Mikrokontroler ini telah dilengkapi dengan modul WiFi yang terintegrasi di dalam chip-nya,
2056
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

sehingga sangat cocok digunakan untuk membangun sistem aplikasi berbasis Internet of Things (IoT)[10]. Board
ini tersedia dalam dua varian, yaitu dengan 30 GPIO dan 36 GPIO. Meskipun keduanya memiliki fungsi yang
serupa, varian dengan 30 GPIO lebih dipilih karena dilengkapi dengan dua pin GND. Seluruh pin telah diberi label
pada bagian atas board, sehingga memudahkan dalam pengenalannya. Board ini juga dilengkapi dengan antarmuka
USB to UART yang mendukung pemrograman secara praktis menggunakan software seperti Arduino IDE. Daya
untuk board ini dapat disuplai melalui konektor micro USB [8].

Gambar 1. ESP 32

2.2. RFID Reader


RFID reader adalah alat yang digunakan untuk membaca data dari tag RFID, yang berfungsi sebagai pelacak
benda-benda secara individual. Data dikirimkan dari tag ke pembaca melalui gelombang radio. Teknologi ini
serupa dengan barcode, tetapi memiliki keunggulan karena tag RFID tidak perlu dipindai secara langsung atau
berada dalam garis pandang pembaca. Selama tag masih berada dalam jangkauan pembaca, yang bisa mencapai 3
hingga 300 kaki, datanya tetap bisa terbaca. RFID juga memungkinkan pemindaian banyak benda sekaligus, serta
mempermudah identifikasi suatu produk meskipun berada di tengah-tengah banyak barang lainnya [11].

Gambar 2. RFID Reader

2.3. Kartu RFID


Kartu RFID merupakan perangkat yang terdiri dari rangkaian elektronik dan antena yang telah terintegrasi di
dalamnya. Rangkaian elektronik pada kartu RFID umumnya dilengkapi dengan memori, sehingga memungkinkan
untuk menyimpan data. Dalam penelitian tugas akhir ini, kartu karyawan digunakan sebagai kartu RFID [12]

Gambar 3. Kartu RFID

2.4. LCD Display


LCD berfungsi sebagai media untuk menampilkan informasi. Pada sistem ini, digunakan LCD tipe 16x2,
yaitu layar yang mampu menampilkan hingga 16 karakter per baris dengan total dua baris. Agar dapat bekerja,
LCD ini membutuhkan suplai tegangan sebesar +5V. LCD ini terhubung ke port 2 pada mikrokontroler dan
berperan sebagai perangkat output. Karakter yang ditampilkan oleh LCD didasarkan pada kode ASCII [11]

2057
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

Gambar 4. LCD Display

2.5. Motor Servo


Motor servo adalah sebuah perangkat atau aktuator putar (motor) yang dirancang dengan sistem kontrol
umpan balik loop tertutup (servo), sehingga dapat diatur untuk menentukan dan memastikan posisi sudut dari poros
output motor[12]. Motor servo merupakan gabungan dari motor DC, rangkaian gear, dan sistem kontrol. Gear yang
terhubung dengan motor DC berfungsi untuk mengurangi kecepatan putaran serta meningkatkan torsi, sehingga
memungkinkan pengaturan sudut atau arah putaran secara presisi [13]. Motor servo pada sistem ini berfungsi
sebagai penggerak palang pintu yang akan membuka dan menutup saat kendaraan masuk atau keluar area parkir.

Gambar 5. Motor Servo

2.6. Buzzer
Buzzer merupakan komponen elektronika yang berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara.
Komponen ini dapat digunakan bersama DFRduino atau sistem kontrol lainnya, dan sering dimanfaatkan untuk
menghasilkan suara bel atau memainkan musik MIDI sederhana [8]

Gambar 6. Buzzer

3. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode Prototype sebagai pendekatan dalam pengembangan sistem. Prototipe
adalah bentuk awal atau contoh dari suatu konsep atau produk yang dirancang untuk menguji dan mengevaluasi
ide yang telah dikembangkan sebelumnya [14] Metode ini berfokus pada pengembangan perangkat lunak dengan
menitikberatkan pada aspek desain, fungsionalitas, dan antarmuka pengguna. Proses dimulai dengan pengumpulan
kebutuhan sistem, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan prototype, yang selanjutnya dievaluasi oleh pengguna
untuk perbaikan lebih lanjut[15]

2058
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

Gambar 7. Metode Prototype

3.1. Communication
Tahapan analisis dalam pengembangan sistem dikenal sebagai Software Requirement Specification (SRS),
yang berisi deskripsi mengenai perilaku sistem yang akan dibangun. Analisis kebutuhan ini bertujuan untuk
mengidentifikasi baik kebutuhan fungsional maupun non-fungsional dari sistem[16]. Proses perancangan sistem
dilakukan melalui pendekatan yang sistematis, dengan menggunakan metode analisis kebutuhan yang mencakup
studi literatur dan wawancara. Tujuannya adalah untuk memahami secara menyeluruh proses yang berjalan serta
kebutuhan pengguna. Dalam penelitian ini, dilakukan identifikasi terhadap permasalahan sistem parkir yang belum
tertata sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.
Kebutuhan fungsional pada sistem ini terdiri dari admin dan user. Admin dapat mengelola data keluar masuk
kendaraan ,mendaftarkan kartu karyawan, dan mengelola slot parkir kendaraan. User dapat dapat menggunakan
kartu untuk akses keluar masuk, dan menerima informasi bahwa akses diterima atau ditolak. Kebutuhan non
fungsional pada sistem ini menggunakan RFID, ESP32, Buzzer, Laptop, LCD Display, Motor Servo DC,
Breadboard, Kabel Jumper, Kabel USB type C. XAMPP, MySQL, PHP, dan Arduino IDE.

3.2. Quick Plan & Modelling Quick Design


Tahap quick plan merupakan penyusunan rencana yang dilakukan oleh secara cepat berdasarkan spesifikasi
kebutuhan pengguna yang diperoleh dari tahap komunikasi sebelumnya. Perencanaan ini mencakup perancangan
flowchart untuk mengidentifikasi komponen-komponen yang diperlukan dalam pengembangan aplikasi, serta
pembuatan Use Case Diagram untuk memahami alur kerja aplikasi tersebut. Pada modelling quick design, peneliti
merancang model desain aplikasi yang diperlukan dengan memanfaatkan waktu perancangan secara efisien untuk
menggambarkan kebutuhan klien berdasarkan hasil analisis sebelumnya [17]. Hasil pengumpulan data dari tahap
sebelumnya akan dianalisis sesuai dengan kebutuhan sistem. Tahap selanjutnya membuat desain produk sesuai
analisa untuk memperjelas dan mengatur persyaratan sistem. Alur kerja sistem dirancang menggunakan activity
diagram yang menggambarkan setiap aktivitas pada sistem dianggap sebagai bagian dari rancangan yang
berhubungan dengan pengguna[18].

3.2.1. Activity Diagram


Activity diagram pada gambar 8 merupakan alur sistem Smart Parking berbasis RFID. Proses dimulai saat
pengguna menempelkan kartu RFID ke alat pemindai. Sistem kemudian membaca kartu dan memverifikasi
validitasnya ke database. Jika kartu terdaftar dan valid, akses diberikan, palang pintu terbuka, kendaraan masuk,
dan waktu masuk dicatat serta disimpan secara real-time. Saat kendaraan keluar, proses serupa dilakukan dimana
pengguna menempelkan kartu, akses diberikan, waktu keluar dicatat dan disimpan, lalu palang pintu terbuka untuk
kendaraan keluar. Sistem memastikan keamanan dan pencatatan data yang akurat secara otomatis.

2059
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

Gambar 8. Activity Diagram

3.2.2. Diagram Blok

Sistem ini dirancang untuk mengelola akses otomatis menggunakan teknologi RFID dan mikrokontroler
ESP32. Pengguna akan membawa kartu RFID yang berisi ID unik. Saat kartu tersebut didekatkan ke RFID Reader,
data ID akan dibaca dan dikirimkan ke ESP32. Mikrokontroler ESP32 berperan sebagai pusat pengendali sistem
yang akan memproses ID tersebut. Jika ID terverifikasi sebagai pengguna yang sah, ESP32 akan mengirimkan
sinyal ke motor servo untuk membuka atau menutup gerbang otomatis. Selain itu, sistem dapat dilengkapi dengan
sensor tambahan seperti sensor ultrasonik yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan kendaraan, sehingga
menambah akurasi dan keamanan dalam pengoperasian gerbang.
ESP32 juga memiliki koneksi WiFi yang memungkinkan data hasil pembacaan RFID dan status gerbang
dikirimkan ke web server yang dibangun menggunakan PHP dan MySQL. Web server ini menyimpan log akses
dan memungkinkan pengguna atau administrator untuk memantau aktivitas sistem. Data dari server kemudian
ditampilkan dalam dashboard web yang dapat diakses melalui browser, sehingga pengguna dapat melihat
informasi seperti riwayat akses, status perangkat, dan kondisi sistem secara real-time. Sistem ini cocok diterapkan
pada area parkir, pintu akses gedung, atau lingkungan lain yang memerlukan kontrol akses otomatis dan
terintegrasi.

2060
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

Gambar 9. Diagram Blok

3.3. Construction Prototype


Pada tahap pembentukan prototipe, analisis sistem dilakukan bersama tim pemrograman untuk
mengembangkan model awal sistem yang dapat ditunjukkan kepada pengguna sebagai gambaran sistem yang akan
dibangun[19]. Prototipe sistem smart parking berbasis Arduino dan RFID memiliki alur kerja yang jelas pada
setiap tahapnya. Setiap karyawan dibekali kartu yang sudah dilengkapi dengan chip RFID. Saat karyawan hendak
memasuki area parkir, mereka harus mendekatkan kartu tersebut ke RFID Reader. Ketika kartu terdeteksi, RFID
Reader akan mengirimkan data ke ESP 32 untuk diproses lebih lanjut.
ESP 32 kemudian melakukan pengecekan terhadap ID kartu dengan membandingkannya dengan data yang
telah disimpan. Jika kartu tersebut terdaftar, maka Arduino akan mengirimkan sinyal ke LCD Display untuk
menampilkan pesan “Akses Diterima” dan menyalakan buzzer sebagai tanda bahwa akses telah diberikan. Setelah
proses verifikasi berhasil, ESP 32 mengaktifkan mekanisme pembuka palang pintu secara otomatis. Selain itu,
sistem juga mencatat data kartu dan waktu akses dengan menggunakan database. Proses yang terjadi saat
kendaraan keluar dari area parkir pun berlangsung dengan langkah-langkah yang sama seperti saat masuk.

3.4. Deployment Delivery & Feedback


Tahap ini bertujuan untuk menyempurnakan prototipe yang telah dikembangkan, sehingga dapat menghasilkan
model yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna [20] Dalam tahap ini juga dilakukan penilaian
terhadap prototipe oleh pengguna, dengan cara menganalisis sistem untuk mengetahui sejauh mana rancangan
yang dibuat dapat diterima. Proses ini juga mencakup identifikasi terhadap saran perbaikan dari pengguna, baik
itu perubahan kecil maupun revisi menyeluruh terhadap sistem [19].
Tahap akhir dari metode penelitian ini adalah implementasi sistem. Pada tahap ini, sistem yang telah melalui
proses evaluasi siap untuk digunakan secara penuh. Penggunaan sistem ini melibatkan pemantauan performa
dalam situasi nyata untuk memastikan bahwa sistem bekerja sebagaimana mestinya dan sesuai dengan spesifikasi
yang telah ditetapkan[20]

3.5. Pengujian Sistem


Selain evaluasi oleh pengguna, dilakukan pula pengujian sistem menggunakan metode blackbox testing. Black
Box Testing merupakan metode pengujian yang dilakukan dengan cara mengamati keluaran sistem berdasarkan
data uji, tanpa mengetahui struktur internal perangkat lunak. Pendekatan ini berfokus pada aspek fungsional dari
sistem dan dianggap efektif dalam mengidentifikasi berbagai jenis kesalahan yang mungkin terjadi. Penggunaan
metode Black Box Testing dalam penelitian ini dipilih karena kemampuannya untuk menguji sistem secara
menyeluruh dari sisi fungsionalitas, tanpa memerlukan pemahaman mendalam tentang kode program yang
2061
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

digunakan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap fitur dan fungsi sistem bekerja sesuai dengan yang
diharapkan berdasarkan spesifikasi [15].
Pengujian dilakukan terhadap lima skenario utama, yaitu: proses pendaftaran pengguna, akses masuk dengan
data yang valid, akses keluar dengan data yang valid, penolakan akses dengan data yang tidak valid, serta
monitoring melalui dashboard. Setiap skenario dirancang untuk memastikan bahwa fitur-fitur utama sistem
berjalan sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pengguna.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Implementasi

4.1.1. Hasil prototype smart parking


Hasil dari perancangan yang telah dilakukan menghasilkan sistem parkir yang menggunakan beberapa
komponen yang terdiri dari kotak projek dengan lebar 25 cm, dan tinggi 20 cm, ESP 32, RFID Reader, LCD
Display, breadboard, dinamo servo, buzzer, dan kabel jumper. Hasil dari perancangan alat dan sistem parkir dapat
dilihat pada gambar 4 dan gambar 5.

Gambar 10. Hasil prototype system parking

4.1.2. Tampilan LCD Display


Pada gambar 11, sistem Smart Parking berbasis RFID dan ESP32 berhasil melakukan verifikasi terhadap data
kartu RFID yang telah terdaftar. Setelah proses otentikasi berhasil, sistem secara otomatis menampilkan pesan
"Access Granted – Thank You!" pada layar LCD sebagai indikator bahwa akses kendaraan telah disetujui. Selain
itu, data kendaraan yang berhasil terverifikasi juga secara otomatis tercatat dalam sistem, memastikan bahwa setiap
aktivitas masuk dan keluar dapat dimonitor secara real-time untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi
pengelolaan parkir.

Gambar 11. Layar LCD saat kartu berhasil didaftarkan

2062
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

4.1.3. Tampilan LCD Display


Pada gambar 12, sistem Smart Parking menolak akses masuk kendaraan yang tidak terdaftar dalam database.
Hal ini ditunjukkan dengan tampilan pesan "Access Denied – Unauthorized" pada layar LCD, yang berarti kartu
RFID yang digunakan tidak dikenali oleh sistem. Mekanisme ini berfungsi sebagai lapisan keamanan untuk
mencegah kendaraan yang tidak berwenang masuk ke area parkir, sehingga mendukung upaya peningkatan
keamanan dan pengelolaan akses secara otomatis dan akurat.

Gambar 12. Layar LCD saat kartu belum terdaftar

4.1.4. Halaman register


Terdapat beberapa tampilan pada halaman website yaitu halaman register untuk mendaftarkan pengguna,
halaman data pengguna RFID, dan halaman log akses. Gambar 13 menunjukkan halaman yang digunakan untuk
mendaftarkan pengguna dengan menambahkan nama karyawan yang bersangkutan. Selanjutnya kartu RFID milik
karyawan akan dilakukan scanning untuk mendaftarkan nomor serial kartu RFID tersebut.

Gambar 13. Halaman register new RFID user

4.1.5. Tampilan dashboard


Halaman data pengguna RFID ditampilkan pada gambar 14 yang merupakan dashboard dari sebuah system
parking. Dashboard ini digunakan untuk memantau dan mengelola data pengguna RFID serta status kendaraan
yang masuk dan keluar area parkir. Terdapat 3 kotak ringkasan yang memberikan informasi secara real time yang
terdiri dari kotak total pengguna yang menampilkan jumlah total pengguna RFID yang terdapat di sistem, kotak
akses hari ini menampilkan jumlah kendaraan yang telah melakukan akses masuk maupun keluar dihari yang sama,
kotak kendaraan menunjukan jumlah kendaraan yang saat ini sedang berada didalam area parkir. Pada data tabel
pengguna RFID menampilkan detail dari pengguna RFID yang telah terdaftar dengan beberapa kolom yaitu ID,
kode RFID, nama, waktu terdaftar, dan tombol aksi.

2063
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

Gambar 14. Halaman data pengguna RFID

4.1.6. Halaman log akses


Halaman log akses terbaru menampilkan log atau riwayat terakhir aktivitas kendaran yang melakukan akses
ke area parkir secara real time berdasarkan pemindaian kartu RFID. Pada tabel log akses terdiri dari beberapa
kolom yaitu ID, kode RFID, nama pengguna, waktu akses, dan status.

Gambar 15. Halaman log akses terbaru

4.2. Hasil Pengujian Sistem


Hasil dari penelitian ini diuji menggunakan blackbox testing yang menunjukkan fungsionalitas pada sistem
dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Tabel 1 menunjukkan hasil dari blackbox
tesing.
Tabel 1. Hasil Pengujian Blackbox Testing
Kondisi Skenario Pengujian Hasil yang Diharapkan Status

Kartu pengguna Kartu RFID langsung ditap Akses ditolak, tidak ada respon dari sistem, Valid
belum terdaftar pada RFID reader saat belum pintu tetap tertutup
terdaftar

Kartu pengguna Kartu pengguna didaftarkan Kartu pengguna yang berhasil di scan maka Valid
belum terdaftar dengan scanning. nomor serial RFID berhasil didaftarkan

Pengguna akan Kartu RFID ditap pada RFID Palang pintu terbuka dan buzzer akan Valid
memasuki area reader. berbunyi
parkir

2064
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

Kendaraan berada Sistem mencatat waktu masuk Data kendaraan bertamabah dan tampil di Valid
di area parkir dan menambah jumlah dashboard sebagai “kendaraan didalam”.
kendaraan di dalam.

Pengguna akan Kartu RFID ditap kembali Sistem mencatat waktu keluar, dan Valid
keluar dari area pada RFID reader. mengurangi jumlah kendaraan pada area
parkir parkir.

Kendaraan Sistem menampilkan log Log akses terbaru memperlihatkan status Valid
meninggalkan area keluar dengan status “keluar”. keluar dengan waktu sesuai.
parkir

Monitoring Admin membuka halaman Dashboard menampilkan data jumlah Valid


dashboard dashboard kendaraan terkini, log akses, status
gerbang, dan waktu secara real-time

Tabel 2. Pengujian Penggunaan RFID untuk mengetahui waktu tercepat yang diperlukan
Pengujian Pintu Masuk Pintu Keluar
RFID
1 1 3,5 detik 3,3 detik
2 2 3,3 detik 3,2 detik
3 3 3,4 detik 3,4 detik
4 4 3,5 detik 3,5 detik
5 5 3,4 detik 3,3 detik
Rata-Rata 3,42 detik 3,34 detik
Pada tabel 2 menunjukkan hasil rata-rata waktu yang dibutuhkan RFID untuk membuka palang parkir pintu
adalah 3,42 detik, sedangkan waktu yang diperlukan RFID untuk menutup palang parkir pintu adalah 3,34 detik.

Tabel 3. Pengujian manual untuk mengetahui waktu tercepat yang diperlukan


Pengujian Pintu Masuk Pintu Keluar
Manual
1 1 7 detik 6,5 detik
2 2 6,5 detik 7 detik
3 3 6 detik 8 detik
4 4 6,3 detik 9 detik
5 5 8 detik 7 detik
Rata-Rata 6,76 detik 7,5 detik

Pada tabel 3 menunjukkan hasil rata-rata waktu yang diperlukan untuk membuka palang parkir pintu secara
manual adalah 6,76 detik, sedangkan waktu yang diperlukan untuk menutup palang parkir pintu secara manual
adalah 7,5 detik.
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan RFID secara signifikan lebih efisien dibandingkan
metode manual. Terdapat selisih waktu sebesar 3,34 detik lebih cepat untuk proses pembukaan palang parkir dan
4,16 detik lebih cepat untuk proses penutupan. Efisiensi ini menunjukkan bahwa implementasi sistem RFID dapat
meningkatkan kecepatan dan kenyamanan dalam pengelolaan sistem parkir, mengurangi waktu tunggu pengguna,
serta meminimalkan antrean kendaraan yang masuk dan keluar dari area parkir

4.3. Diskusi
Penerapan sistem smart parking berbasis ESP32 dan RFID di PT. Glory Industrial Semarang menunjukkan
peningkatan signifikan dalam efisiensi manajemen parkir. Sistem ini mampu mengotomatisasi proses masuk dan
keluar kendaraan, dengan waktu rata-rata pembukaan dan penutupan palang sebesar 3,42 detik dan 3,34 detik,
lebih cepat dibandingkan metode manual yang memerlukan 6,76 detik dan 7,5 detik. Akurasi pembacaan RFID
mencapai 100% dalam 5 kali pengujian, serta pencatatan log kendaraan dilakukan secara real-time melalui
integrasi dengan database. Penggunaan ESP32 juga memberikan fleksibilitas konektivitas dan dukungan terhadap
antarmuka web, menjadikan sistem ini andal dan responsif terhadap kebutuhan operasional. Namun, selama proses
pengembangan, sistem mengalami beberapa kendala, seperti ketidakstabilan koneksi Wi-Fi pada lingkungan
2065
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

industri yang padat perangkat, keterbatasan jarak baca RFID yang mengharuskan posisi kartu sangat dekat dengan
reader, serta tantangan dalam sinkronisasi data antara mikrokontroler dan server, yang memerlukan penyesuaian
pada struktur database dan pengaturan waktu komunikasi.
Jika dibandingkan dengan penelitian serupa, sistem ini memiliki keunggulan dalam hal integrasi real-time
dan efisiensi waktu. Misalnya, dalam penelitian oleh Dewa A, Samsugi S, Setyawati S (2024) sistem smart parking
yang dikembangkan menggunakan teknologi RFID dan rata-rata waktu operasional sistem tersebut adalah 4-5
detik untuk pembukaan palang pintu, dan 5-7 detik untuk menutup palang pintu parkir yang menunjukkan lebih
lambat dibandingkan dengan sistem ini [1].

5. KESIMPULAN DAN SARAN


Penerapan sistem smart parking berbasis ESP32 dan RFID di PT. Glory Industrial Semarang berhasil
memberikan solusi atas permasalahan ketidakteraturan parkir dan inefisiensi waktu pengecekan kendaraan yang
sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan integrasi teknologi RFID sebagai media identifikasi dan ESP32
sebagai pengendali utama, sistem ini mampu mengotomatisasi proses masuk dan keluar kendaraan secara efektif.
Keberhasilan sistem ini ditandai dengan berfungsinya semua komponen seperti RFID reader, LCD, buzzer, motor
servo, dan integrasi dengan database untuk mencatat log kendaraan secara real-time. Penggunaan metode
prototyping dalam pengembangan sistem memungkinkan proses iterasi dan perbaikan sistem berdasarkan masukan
pengguna, sehingga menghasilkan produk akhir yang sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan. Proses
pengujian sistem menunjukkan bahwa semua skenario fungsional berjalan dengan baik, mulai dari pendaftaran
kartu RFID hingga pencatatan log akses kendaraan secara otomatis. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi
dan akurasi, tetapi juga memberikan kemudahan dalam pengelolaan data parkir melalui dashboard berbasis web
yang informatif.
Pengujian sistem menunjukkan bahwa penggunaan RFID mempercepat waktu operasional parkir secara
signifikan. Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk membuka palang parkir dengan RFID adalah 3,42 detik dan
untuk menutup palang 3,34 detik, dibandingkan dengan metode manual yang memerlukan waktu 6,76 detik untuk
membuka dan 7,5 detik untuk menutup palang parkir. Efisiensi waktu meningkat sekitar 50% untuk proses masuk
dan hingga 55% untuk proses keluar. Sistem juga menunjukkan tingkat keberhasilan 100% dalam mendeteksi
kartu RFID yang telah terdaftar selama 20 kali pengujian berturut-turut, serta tidak memberikan akses bagi kartu
yang tidak terdaftar, menunjukkan akurasi sistem yang tinggi.
Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem dapat ditingkatkan dengan penambahan fitur notifikasi real-time
berbasis aplikasi mobile yang mengirimkan informasi masuk dan keluar kendaraan kepada pemilik atau operator
parkir. Selain itu, pengembangan sistem pengawasan berbasis kamera CCTV yang terintegrasi dengan teknologi
Automatic Number Plate Recognition (ANPR) dapat meningkatkan keamanan serta akurasi data kendaraan yang
tidak menggunakan kartu RFID. Secara teknis, penguatan konektivitas data antara ESP32 dan server melalui
penggunaan protokol komunikasi terenkripsi seperti HTTPS atau MQTT Secure dapat meningkatkan keamanan
sistem. Penambahan modul cadangan daya (UPS) juga disarankan untuk menjaga ketersediaan sistem saat terjadi
pemadaman listrik. Dengan perbaikan-perbaikan spesifik ini, sistem smart parking ini memiliki potensi besar
untuk direplikasi dan diimplementasikan di lokasi parkir lainnya dengan skala yang lebih luas dan kebutuhan yang
lebih kompleks.

DAFTAR PUSTAKA
[1] A. A. Dewa, S. Samsugi, and S. Styawati, “Penerapan Teknologi RFID dalam Pengelolaan Parkir Otomatis
untuk Peningkatan Kenyamanan Pengguna Parkir,” MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning
and Computer Science, vol. 4, no. 4, pp. 1477–1484, Sep. 2024, doi: 10.57152/malcom.v4i4.1586.
[2] R. Maulana, E. Rizqi, K. Pradani, and I. T. Yuniahastuti, “Prototype Smart Parking Berbasis KTM di
Lingkungan Universitas Islam Raden Rahmat,” Journal of Mechanical and Electrical Technology, vol. 2,
no. 3, 2023.
[3] A. Zein, “PENGELOLAAN SISTEM PARKIR DENGAN MENGGUNAKAN LONG RANGE RFID
READER BERBASIS ARDUINO UNO,” 32 |Jurnal Ilmu Komputer JIK, vol. 02, 2023.
[4] R. Fernanda, A. Achmad, M. Akbar, S. Handayani Makassar, and U. Hasanuddin, “Rancang Bangun Smart
Parking System Berbasis Kartu RFID RC522,” JURNAL IT Media Informasi IT STMIK Handayani, vol.
12, no. 1, 2021.
[5] Y. Hendra and W. Gunawan, “SMART PARKING GATE MENGGUNAKAN RFID BERBASIS
ARDUINO DI UNIVERSITAS BANTEN JAYA,” vol. 4, no. 2, 2020.

2066
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219

[6] B. L. Trengginas, H. H. Handayani, and A. R. Juwita, “Rancang Bangun Sistem Parkir Otomatis Pada
Kampus UBP Berbasis IoT,” 2022, Accessed: May 03, 2025. [Online]. Available:
[Link]
[7] S. E. Raharjo, A. Setia Budi, and E. R. Widasari, “Prototipe Sistem Keamanan Parkir berbasis Teknologi
RFID,” 2022. [Online]. Available: [Link]
[8] M. Nizam, H. Yuana, and Z. Wulansari, “MIKROKONTROLER ESP 32 SEBAGAI ALAT
MONITORING PINTU BERBASIS WEB,” 2022. Accessed: Apr. 17, 2025. [Online]. Available:
[Link]
[9] H. Pratama, N. Arif, P. Studi Teknik Informatika, U. Islam Makassar, and J. Kemerdekaan Km,
“Perancangan Prototype Sistem Keamanan Parkir Otomatis Berbasis Radio Frequency Identification
(RFID).”
[10] A. Imran and M. Rasul, “PENGEMBANGAN TEMPAT SAMPAH PINTAR MENGGUNAKAN
ESP32,” 2020. Accessed: Apr. 17, 2025. [Online]. Available:
[Link]
[11] C. H. Amala et al., “IOT BASED SMART PARKING MANAGEMNET SYSTEM USING RFID
TECHNOLOGY,” 2020. Accessed: Apr. 17, 2025. [Online]. Available:
[Link]
EMENT+SYSTEM+USING+RFID+TECHNOLOGY
[12] F. Setia Nugraha, A. Rosadi, and T. Haryanti, “SISTEM MONITORING PARKIR PEGAWAI
MENGGUNAKAN E-KTP BERBASIS MIKROKONTOLER ARDUINO UNO (STUDY KASUS
PRODI D3 TEKNIK KOMPUTER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA),” 2021.
[Online]. Available: [Link]
[13] A. R. Pradita and Heru, “Miniatur Pengontrol Pintu, Jendela, dan Pagar Otomatis Berbasis Smartphone
Android,” 2018, Accessed: Apr. 18, 2025. [Online]. Available: [Link]
[14] T. Farah and B. Handaga, “SISTEM KEAMANAN RUMAH MENGGUNAKAN SENSOR PASSIVE
INFRA RED DAN SENSOR SUHU NON-CONTACT BERBASIS ARDUINO UNO,” 2021.
[15] K. Zuhri and F. Fahurian, “Rancang Bangun Sistem Monitoring Ruang Parkir Berbasis Arduino Uno,”
2023. [Online]. Available: [Link]/index_id.html
[16] U. S. Senarath, “Waterfall Methodology, Prototyping and Agile Development,” 2021, doi:
10.13140/RG.2.2.17918.72001.
[17] I. Kurniawan et al., “Journal of Information System and Computer IMPLEMENTASI METODE
PROTOTYPE PADA SISTEM INFORMASI DIGITAL ANGKRINGAN BERBASIS WEB DI
KECAMATAN MAYONG,” 2023. Accessed: Apr. 18, 2025. [Online]. Available:
[Link]
[18] T. Ilham Hanafi, D. Afriyantari Puspa Putri, and J. A. Yani Pabelan Kartasura, “SISTEM INFORMASI
JUAL BELI MOTOR BEKAS BERBASIS APLIKASI MOBILE DI DEALER AMANAH SYARIAH
MOTOR.”
[19] S. Siswidiyanto, A. Munif, D. Wijayanti, and E. Haryadi, “Sistem Informasi Penyewaan Rumah Kontrakan
Berbasis Web Dengan Menggunakan Metode Prototype,” Jurnal Interkom: Jurnal Publikasi Ilmiah
Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, vol. 15, no. 1, pp. 18–25, Apr. 2020, doi:
10.35969/interkom.v15i1.64.
[20] N. Renaningtias and D. Apriliani, “PENERAPAN METODE PROTOTYPE PADA PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI TUGAS AKHIR MAHASISWA,” 2021. [Online]. Available:
[Link]

2067

Anda mungkin juga menyukai