0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan20 halaman

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen SMP

Modul ajar ini ditujukan untuk pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SMP, dengan fokus pada nilai-nilai Kristiani dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman arti nilai dan identifikasi nilai-nilai Kristiani, serta penerapannya di kalangan remaja. Metode pembelajaran meliputi diskusi kelompok, refleksi, dan penilaian otentik untuk memastikan relevansi pembelajaran dengan kehidupan siswa.

Diunggah oleh

Foxs M. Suma Jr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan20 halaman

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen SMP

Modul ajar ini ditujukan untuk pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SMP, dengan fokus pada nilai-nilai Kristiani dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman arti nilai dan identifikasi nilai-nilai Kristiani, serta penerapannya di kalangan remaja. Metode pembelajaran meliputi diskusi kelompok, refleksi, dan penilaian otentik untuk memastikan relevansi pembelajaran dengan kehidupan siswa.

Diunggah oleh

Foxs M. Suma Jr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Nama : YOSEPHINA BATMOMOLIN, S. Pd. K


NIP : 198402162023212023
Instansi : SMP Negeri 2 Nirunmas
Tahun : 2025/2026
Pelajaran : Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Jenjang : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Sekolah
: D/VIII
Mata
: Ganjil
Pelajaran
: Hidup Dalam Nilai-nilai Kristiani
Fase / Kelas
: 1 pertemuan (2 x 40 menit)= 80 menit
Semester
Materi
Alokasi
Waktu
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Kristiani serta Menunjukkan Sikap Hidup Orang Yang Telah diselamatkan


mewujud dalam aran, kemurahan, kebaikan, kesetian, kelembutan, penguasaan
diri. (Gal 5:22-23)

C. ELEMEN/SUB ELEMEN

 Manusia dan Nilai-Nilai Kristiani/Hakikat Manusia

D. KOMPETENSI AWAL

 Peserta Didik Memahami Arti Nilai

E. PROFIL PELAJAR PANCASILA

 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak


mulia, Peserta didik hidup dalam nilai-nilai Kristiani, seperti Kasih,
Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kebaikan, Kesetiaan,
Kelemahlembutan Dan Penguasaan Diri.
 Mandiri, Menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni
menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan
dipikirkan
 Bergotong Royong, Peserta didik berkolaborasi melalui diskusi kelompok
dan saling bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok.
 Berkebinekaan Global, peserta didik mencintai budaya luhur bangsa
dan berpikir terbuka, sehingga akan tumbuh dalam dirinya rasa saling
menghargai
 Bernalar Kristis, Menganalisis Buah Roh Sebagai wujud Nilai-nilai
Kristiani.
 Kreatif, peserta didik mengembangkan potensi diri secara positif dengan
mengekpresikan ide-ide baru yang selaras dengan ajaran Kristen yaitu
kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kebaikan, Kesetiaan,
Kelemahlembutan Dan Penguasaan Diri.

f. SARANA DAN PRASARANA


 Sumber Belajar : Ruang Kelas, Alat Tulis Menulis, Laptop, (Kementerian
Pendidikan,

Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021. Pendidikan

Agama Kristen dan Budi Pekerti, SMP Kelas VIII.


G. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam


mencerna dan
memahami materi ajar.
H. MODEL PEMBELAJARAN

 Pembelajaran Tatap Muka


 Strategi pembelajaran kontekstual kelompok belajar

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

 Tujuan :

 Memahami Arti Nilai


 Mengidentifikasi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan Remaja Kristen.
 Menerapkan Nail-nilai Krsitiani dalam hidup sehari-hari

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

 Nilai-nilai kristiani tidak terlepas dari sifat-sifat Allah, manusia diciptakan


menurut rupa dan gambar Allah, namun ketika manusia jatuh dalam dosa,
gambar itu rusak. Tetapi didalam Kristus kita adalah ciptaan yang baru.
Sebagai ciptaan yang baru manusia dimampukan untuk mencerminkan
Kristus melalui kehidupan kita. Iman didalam memuliakan Allah
merupakan iman yang hidup, yang diwujudkan melalui sikap dan tindakan
tersebut dapat disebut sebagai nilai-nilai yang ditetapkan Allah.
Dalam Firman-Nya.

C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apa yang kamu ketahui tentang Nilai?
 Apakah dalam setiap tantangan memiliki nilai-nilai kehidupan?
 Menampilkan hasil prakarya peserta didik didepan kelas dan teman-
teman lainnya memberikan tanggapan atas tugas yang telah di
presentasikan.

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke-1

Kegiatan Pendahuluan

 Melakukan pembukaan dengan memberikan salam dan berdoa


untuk memulai pembelajaran
 Guru memastikan kehadiran siswa
 Menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa
 Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh
dengan mempelajari materi :
- Pengertian Nilai
- Nilai-nilai Kristiani
- Buah Roh sebagai Wujud Nilai-nilai Kristiani
 Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, capaian
pembelajaran, tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran
sampai dengan penilaian.

Kegiatan Inti

Kegiatan 1 Kontruktivisme

Dalam kegiatan pembelajaran ini langkah CTL yang digunakan

adalah mengkontruksi pengetahuan dan pengalaman untuk

menunjukkan bahwa
siswa mampu mengkontruksikan. Maka peneliti menyusun

pertanyaan yang merujuk pada nilai-nilai Kristiani.

 Guru memulai pembelajaran dengan menceritakan kisah atau

contoh nyata tentang seseorang yang menunjukkan nilai-nilai

Kristiani seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,

kemurahan, kebaikan kesetiaan, kelemahlembutan dan

penguasaan diri dalam situasi kehidupan sehari-hari, seperti

cerita tentang seseorang yang memaafkan temannya setelah

perselisihan.

 Siswa diajak untuk berbagi pengalaman pribadi mengenai

bagaimana mereka mempraktikkan nilai Kristiani (seperti kasih

sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan

kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri) di rumah atau

di sekolah.

Kegiatan 2 Questioning

 Guru mengajukan pertanyaan reflektif yang mendorong siswa

untuk berpikir mendalam, seperti:

- Bagaimana cara kita menunjukkan kasih baik itu luar

sekolah mapun di dalam lingkungan sekolah?

- Mengapa kita perlu memaafkan orang yang bersalah

kepada kita, bahkan jika mereka tidak meminta maaf?

- Bagaimana cara kita menjadi pribadi yang berakhlak mulia


dalam

kehidupan sehari-hari?
 Kemudian Peserta didik difasilitasi untuk mengajukan
pertanyaan

sekaitan dengan materi “Hidup Dalam Nilai-Nilai Kristiani”

 Apabila peserta didik tidak bertanya, maka guru memberikan

sedikit informasi tambahan atau memberikan pertanyaan yang

memotivasi peserta didik untuk bertanya sehingga menemukan

hal baru yang ingin diketahuinya

Kegiatan 3 Learning Community

 Peserta didik dibagi dalam 3 kelompok

 Setiap kelompok mencari berbagai macam nilai yang ada

dalam kehidupannya serta mencari arti atau makna dari nilai

tersebut.

 Setiap kelompok menyiapkan hasil diskusi kerja kelompoknya

Kegiatan 4 Inquiry

 Siswa bekerja dalam kelompok untuk menganalisis situasi

nyata yang berhubungan dengan nilai Kristiani, seperti kisah

seseorang yang menunjukkan nilai kasih, atau bagaimana

seseorang bertindak jujur meskipun itu sulit.

 Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan dan

menyimpulkan apa yang bisa dipelajari dari situasi tersebut,

serta bagaimana mereka dapat

mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


 Contoh pertanyaan ialah apa yang kita pelajari dari orang yang

mengampuni temannya, bahkan ketika temannya tidak meminta

maaf?

Kegiatan 5 Modelling

 Guru memberikan penjelasan tentang nilai-nilai Kristiani yang

relevan dengan tema. Dalam tahp ini modelling digunakan

untuk menunjukkan bagaimana nilai-nilai Kristiani diterapkan

dalam kehidupan nyata. Contoh, guru memberikan contoh

konkrit tentang bagaimana Yesus mengajarkan kasih dan

pengampunan, serta bagaimana kitab isa menerapkannya

dalam kehidupan sehari-hari.

 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

merenungkan dan mencoba menerapkan nilai-nilai Kristiani

dalam konteks pribadi atau situasional dengan bimbingan guru.

 Guru mengajukan pertanyaan yang menuntun siswa untuk

berpikir lebih dalam tentang bagaimana mereka bisa

mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehiduoan mereka

Kegiatan 6 Reflection

 Setelah proyek atau kegiatan selesai, guru memfasilitasi sesi

refleksi di mana siswa membahas apa yang telah mereka

pelajari dan bagaimana

mereka merasakan penerapan nilai-nilai Kristiani.


 Siswa juga diminta untuk menulis refleksi pribadi tentang

bagaimana kegiatan tersebut mempengaruhi cara mereka

melihat nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

 Pertanyaan Refleksi:

- Bagaimana perasaan anda setelah melaksanakan kegiatan

yang penuh kasih dan kepedulian?

- Apa yang anda pelajari tentang pentingnya kejujuran

dan pengampunan setelah melakukan kegiatan ini?

- bagaimana saran anda tentang proses pembelajaran


berikutnya?

Kegiatan 7 Authentic Assessment

 Mendorong siswa untuk melihat relevansi pembelajaran

dengan kehidupan mereka.

 Guru memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan siswa

memiliki nilai otentik dan relevan dengan dunia nyata mereka.

Misalnya, siswa tidak hanya belajar tentang kasih dalam

konteks teoretis, tetapi juga menerapkannya dalam hubungan

mereka dengan teman-teman, keluarga, dan orang lain di

masyarakat.

 Siswa diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang

bertujuan membantu orang lain, misalnya, membantu teman

yang membutuhkan.
Kegiatan Penutup

 Peserta didik mendeskrisikan pengalaman belajar hari ini baik


tentang metode, maupun materi yang dipelajari
 Guru beserta didik menyimpulkan pembelajaran
 Siswa mengkomunikasikan kendala yang dihadapi dalam
mengikuti pembelajaran hari ini
 Siswa menerima apresiasi dan motivasi dari Guru.
 Doa Penutup dipimpin oleh Guru.

E. REFLEKSI

TABEL REFLEKSI UNTUK PESERTA DIDIK

NO PERTANYAAN JAWABAN

1 Bagian mana dari materi


yang
kalian rasa paling sulit?
2 Apa yang kalian lakukan
untuk
dapat lebih memahami materi
ini?
3 Apakah kalian memiliki cara

sendiri untuk memahami


materi ini?

4 Kepada siapa kalian akan


meminta bantuan untuk
memahami materi
ini?
5 Jika kalian diminta
memberikan bintang dari 1
sampai 5, berapa bintang
yang akan kalian berikan
pada usaha yang kalian
lakukan
untuk memahami materi ini?
TABEL REFLEKSI UNTUK
GURU JAWABAN
NO PERTANYAAN

1 Apakah 100 % peserta didik


mencapai tujuan
pembelajaran? Jika tidak,
berapa persen kira-kira
peserta didik yang
mencapai
pembelajaran?
2 Apa kesulitan yang dialami
peserta didik sehingga tidak
mencapai tujuan
pembelajaran? Apa yang
akan anda lakukan
untuk membantu peserta
didik?
3 Apakah terdapat peserta
didik yang tidak fokus?
Bagaimana cara guru agar
mereka bisa fokus pada
kegiatan berikutnya?

F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen sebelum Pembelajaran (Diangnostik):
 Menurut Kalian apa itu nilai
 Apa yang Kalian Ketahui tentang Nilai-nilai Kristiani?
2. Asesmen Selama Proses Pembelajaran (Formatif)
 Penilaian saat Presentase hasil kerja kelompok, hasil kerja
individu, dan kemampuan menanggapi pertanyaan.

Pedoman Penilaian Penyajian hasil kerja Kelompok

No Aspek yang dinilai Indikator Skor Paraf Guru


Kemampuan maksimal
1. Penguasaan Menyajikan

materi saat dengan lancer dan


mempresentasekan sistematis
hasil kerja
kelompok

2. Sikap saat Sikap sopan


presentase dan disiblin
kelompok saat
mempresentasekan
hasil kerjanya
dan
menyimak
3. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif)
3. Kemampuan Menjawab
Jelaskan pengertian tentang :
merespon
 Nilai
 Nilai-nilai Kristiani
 Sebutkan 9 buah-buah roh sebagai wujud nilai-nilai Kristiani
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan

 Berdasarkan hasil analisis penilaian, siswa yang sudah mencapai


ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan perluasan dan
atau pendalaman materi, antara lain dalam bentuk tugas , pengerjaan soal-
soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi dan juga mewawancarai
narasumber.
 Materi/Tugas Pengayaan :Guru memberikan tugas kepada peserta didik
untuk membuat ringkasan tentang tokoh-tokoh Alkitab seperti Nuh,
Abraham, dan Yususf yang melaksanakan tindakan nilai-nilai positif.

Remedial

 Pembelajaran Remedial dilaksanakan bagi siswa yang belum mencapai


ketuntasan belajar sesui hasil analisis penilaian.
 Materi/Tugas Remedial :Membaca Materi dan membuat ringkasan

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

1. Penilaian Sikap
a. Siswa membuat gambar perjalanan hidup dari lahir sampai mati. Dan
menungjukkan dimana posisi mereka sekarang, kemudian menuliskan hal-
hal positif dan negatif yang telah dilakukan serta sampai mati nilai-nilai
apa yang akan dikembangkan.
2. Penilaian Pengetahuan

Nama Klpk : .............................................................................

Kelas : .............................................................................

Petunjuk!

Cari dan temukan nilai-nilai tindakan positif dari tokoh Alkitab :

1. Nuh
2. Abraham
3. Yusuf
3. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan saat siswa melakukan presentasi hasil
pekerjaan.

Nilai Paraf Guru

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK


 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik
Indonesia, 2021, Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan
Budi Pekerti Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII– Vol 1, Penulis :
Christina Metallica Samosir, ISBN : 978-602-244-458-9
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik
Indonesia, 2021, Belajar Bersama Temanmu Pendidikan Agama Kristen
dan Budi Pekerti Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII - Volume 1,
Penulis : Christina Metallica Samosir, ISBN : 978-602-244-456-5

C. GLOSARIUM

Nilai = Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia


(KBBI), nilai adalah harga (dalam taksiran
harga); harga sesuatu; angka kepandaian;
banyak sedikitnya isi; kadar; mutu. Nilai
merupakan sesuatu yang sifatnya abstrak, tak
dapat disentuh namun dapat dirasakan dalam
diri.

Nilai-nilai Kristiani = Nilai-nilai Kristiani tidak terlepas dari sifat-


sifat Allah,
Manusia diciptakan menurut rupa dan gambar
Allah, namun ketika manusia jatuh dalam
dosa, gambar itu rusak. Tetapi di dalam
Kristus kita adalah ciptaan yang baru. Sebagai
ciptaan baru manusia dimampukan untuk
mencerminkan Kristus melalui kehidupan kita.

Implementasi = Implementasi memiliki makna pelaksanaan


atau
[Link] ini berkaitan deangan satu
perencanaan, kesepakatan, maupun
penerapan kewajiban.

wujud = Kata wujud berarti rupa dan bentuk yang


dapat diraba; benda yang nyata (bukan roh
dan sebagainya). Kata wujud juga bisa berarti
maksud atau tujuan; adanya suatu; ada (sifat
yang wajib bagi ALLAH).

Kasih = kasih dapat dipahami sebagai suatu perbuatan


yang tidak mengharapkan imbalan atau
balasan. Melalui kasih, berarti kita juga peduli
dengan sesama manusia bahkan dengan
seluruh isi dunia

Sukacita = Sukacita ialah suka hati atau girang hati

Damai Sejahtera = Kata Damai berarti aman, tidak ada


kebencian, tidak
ada perselisihan, sedangkan kata sejahtera
dalam bahasa Ibrani ialah “syalom” yang
digunakan untuk menyapa, menanyakan kabar
dan salam perpisahan.

Kesabaran = Dalam KBBI Sabar berarti tahan menghadapi


cobaan. Tidak lekas marah dan tidak lekas
putus asa merupakan bagian dari tindakan
sabar.

Kemurahan dan Kebaikan = Kemurahan dan kebaikan hampir


memiliki arti yang
sama, dalam bahasa aslinya kemurahan dapat
juga diartikan sebagai kebaikan. Kemurahan
dan kebaikan adalah suatu sikap hidup yang
dengan rela hati memberikan pertolongan
kepada orang lain tanpa mengharapkan
imbalan.
Kesetiaan = “Kesetiaan” berasal dari kata “Pistis” (bahasa
Yunani) yang berarti dapat dipercaya atau
menunjuk pada ciri khas seseorang yang
dapat diandalkan. Begitu juga dengan istilah
“setia” dapat berarti melakukan segala
sesuatu dengan tekun.

Kelemah lembutan = Kelemah lembutan adalah bentuk sikap


kerendahan
hati.

Penguasan Diri = Penguasan Diri adalah Mampu mengontrol


diri secara
baik dan benar merupakan suatu sikap dari
penguasaan diri. Tidak dapat dipungkiri
seringkali keinginan manusia dikuasai oleh
emosi yang tidak terjaga, sehingga manusia
menjadi korban dari keinginannnya sendiri.

D. DAFTAR PUSTAKA

 Christina Metallica Samosir, ISBN : 978-602-244-458-9, Kementerian


Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021, Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII– Vol 1.
 Christina Metallica Samosir, ISBN : 978-602-244-456-5, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021, Belajar Bersama Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Sekolah Menengah Pertama Kelas
VIII - Volume 1
 Browning, W.R.F. 2013. Kamus Alkitab. (Judul Asli: A Dictionary of the
Bible). Penerjemah: Liem Khiem Yang dan Bambanag Subandrijo).
Cetakan ke -5. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
 Yamuger, Kidung Ceria
 LAI, 2012. Alkitab Edisi Studi
 LAI, 2008. Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini.
 LAI, 2015. Alkitab, Kidung Jemaat, dan Pelengkap Kidung Jemaat
 Schoolland Mariam, 2011. Alkitab Bercerita kepada Anak -anak
(terjemahan). Jakarta: BPK Gunung Mulia.

E. LAMPIRAN MATERI

Pengertian Nilai
Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nilai adalah harga
(dalam taksiran harga); harga sesuatu; angka kepandaian; banyak sedikitnya
isi; kadar; mutu. Nilai merupakan sesuatu yang sifatnya abstrak, tak dapat
disentuh namun dapat dirasakan dalam diri. Secara praktis, nilai menjadi
pedoman hidup yang mempengaruhi perilaku seseorang.

Nilai-nilai Kristiani
Nilai-nilai Kristiani tidak terlepas dari sifat-sifat Allah, Manusia diciptakan
menurut rupa dan gambar Allah, namun ketika manusia jatuh dalam dosa,
gambar itu rusak. Tetapi di dalam Kristus kita adalah ciptaan yang baru.
Sebagai ciptaan baru manusia dimampukan untuk mencerminkan Kristus
melalui kehidupan kita. Iman di dalam memuliakan Allah merupakan iman yang
hidup, yang diwujukan melalui sikap dan tindakan yang nyata dalam kehidupan
sehari-hari. Sikap dan tindakan tersebut dapat disebut sebagai nilai-nilai yang
ditetapkan Allah dalam firman-Nya.
Berikut beberapa nilai Kristiani menurut Petrus, diantaranya ialah
1. Kebenaran – Mengajar dan memegang kebenaran berdasarkan Alkitab
seperti integritas dan kejujuran (Matius 5:37).
[Link] – Hidup yang berfokus pada Allah dan memiliki relasi antara
manusia dengan Allah serta memiliki kesederhanaan hidup (Ayub 29: 4).
3. Kekudusan – Kehidupan yang telah dipisahkan dari kegelapan menuju
terang tujuan yaitu sebagai garam dan terang yang mencakup pikiran,
perkataan, maupun perbuatan.
4. Kesetiaan – Memiliki kesetiaan yang didasarkan kepada kesetiaan Allah
sendiri dengan senantiasa menyertai kita. Wahyu 2:10b).
[Link] – Menyadari bahwa Allah telah memberikan yang terbaik kepada
kita, maka kita perlu meresponi pemberian Allah dengan memberikan yang
terbaik kepada Tuhan dan sesama (Yakobus 1:17).
[Link] – Mengasihi sesama dengan menerima orang lain, mengampuni yang
bersalah, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan (Matius 22: 37-39).

Buah Roh sebagai Wujud Nilai-nilai Kristiani


Implementasi nilai-nilai Kristiani dapat dilihat dari buah-buah kehidupan
seseorang. Galatia 5:22-23 merupakan sebuah fondasi yang penting
mencerminkan beberapa aspek dari sifat Allah. Ada sembilan sifat yang
diharapkan dapat bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah yang nyata
dalam kehidupan bersama. Adapun kesembilan buah roh tersebut, adalah:
1. Kasih
Dalam kehidupan sehari-hari kasih dapat dipahami sebagai suatu perbuatan
yang tidak mengharapkan imbalan atau balasan. Melalui kasih, berarti kita
juga peduli dengan sesama manusia bahkan dengan seluruh isi dunia
2. Sukacita
Pada saat kapankah kalian bersukacita? Apakah saat mendapatkan nilai yang
bagus? Atau saat mendapatkan hadiah? Jika hal-hal yang disebutkan
sebelumnya tidak memihak kepada kalian, apakah kalian tetap bersukacita?
Dalam kitab Filipi lebih kurang 16 kali kata sukacita
ditulis, hal ini menekankan

bahwa sukacita itu sangat penting dalam kehidupan manusia.


3. Damai sejahtera
Kata Damai berarti aman, tidak ada kebencian, tidak ada perselisihan,
sedangkan kata sejahtera dalam bahasa Ibrani ialah “syalom” yang digunakan
untuk menyapa, menanyakan kabar dan salam perpisahan. Tuhan Yesus
menginginkan agar manusia tetap hidup damai dengan semua orang, tanpa ada
perselisihan, pertengkaran yang memicu perkelahian.
4. Kesabaran
Dalam KBBI Sabar berarti tahan menghadapi cobaan. Tidak lekas marah dan
tidak lekas putus asa merupakan bagian dari tindakan sabar. Dalam arti lain,
sabar juga dapat diartikan sebagai tenang, tidak tergesa-gesa dan tidak
terburu-buru. Salah satu bentuk wujud nilai kesabaran ialah bersyukur dan
tidak bersungut-sungut serta tidak pesimis dan putus asa atas kehidupan yang
sedang dijalaninya.
5. Kemurahan dan Kebaikan
Kemurahan dan kebaikan hampir memiliki arti yang sama, dalam bahasa
aslinya kemurahan dapat juga diartikan sebagai kebaikan. Kemurahan dan
kebaikan adalah suatu sikap hidup yang dengan rela hati memberikan
pertolongan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Berdasarkan
Yohanes 3:16, kemurahan dan kebaikan merupakan respon manusia terhadap
kemurahan dan kebaikan Allah, sebab Allah telah terlebih dulu mengasihi
manusia.
6. Kesetiaan
“Kesetiaan” berasal dari kata “Pistis” (bahasa Yunani) yang berarti dapat
dipercaya atau menunjuk pada ciri khas seseorang yang dapat diandalkan.
Begitu juga dengan istilah “setia” dapat berarti melakukan segala sesuatu
dengan tekun. Tuhan Yesus mengatakan setiap orang yang setia dalam perkara
yang kecil akan Ia percayakan perkara-perkara yang besar (Matius 25:14-30).
7. Kelemahlembutan
Matius 5:5 mengatakan bahwa “berbahagialah orang yang lemah lembut karena
mereka akan

memiliki bumi”. Ditengah kehidupan manusia yang penuh dengan kekerasan,

kekasaran, dan penuh emosional, nilai kelemahlembutan begitu sulit untuk

ditemukan saat ini. Oleh


sebab itu, kita sebagai anak Tuhan dituntut untuk memiliki sikap lemah lembut
yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari- hari baik terhadap teman,
keluarga, dan lingkungan.
8. Penguasan Diri
Mampu mengontrol diri secara baik dan benar merupakan suatu sikap dari
penguasaan diri. Tidak dapat dipungkiri seringkali keinginan manusia dikuasai
oleh emosi yang tidak terjaga, sehingga manusia menjadi korban dari
keinginannnya sendiri.

Anda mungkin juga menyukai