MODUL AJAR
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama : YOSEPHINA BATMOMOLIN, S. Pd. K
NIP : 198402162023212023
Instansi : SMP Negeri 2 Nirunmas
Tahun : 2025/2026
Pelajaran : Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Jenjang : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Sekolah
: D/VIII
Mata
: Ganjil
Pelajaran
: Hidup Dalam Nilai-nilai Kristiani
Fase / Kelas
: 1 pertemuan (2 x 40 menit)= 80 menit
Semester
Materi
Alokasi
Waktu
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Kristiani serta Menunjukkan Sikap Hidup Orang Yang Telah diselamatkan
mewujud dalam aran, kemurahan, kebaikan, kesetian, kelembutan, penguasaan
diri. (Gal 5:22-23)
C. ELEMEN/SUB ELEMEN
Manusia dan Nilai-Nilai Kristiani/Hakikat Manusia
D. KOMPETENSI AWAL
Peserta Didik Memahami Arti Nilai
E. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia, Peserta didik hidup dalam nilai-nilai Kristiani, seperti Kasih,
Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kebaikan, Kesetiaan,
Kelemahlembutan Dan Penguasaan Diri.
Mandiri, Menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni
menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan
dipikirkan
Bergotong Royong, Peserta didik berkolaborasi melalui diskusi kelompok
dan saling bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok.
Berkebinekaan Global, peserta didik mencintai budaya luhur bangsa
dan berpikir terbuka, sehingga akan tumbuh dalam dirinya rasa saling
menghargai
Bernalar Kristis, Menganalisis Buah Roh Sebagai wujud Nilai-nilai
Kristiani.
Kreatif, peserta didik mengembangkan potensi diri secara positif dengan
mengekpresikan ide-ide baru yang selaras dengan ajaran Kristen yaitu
kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kebaikan, Kesetiaan,
Kelemahlembutan Dan Penguasaan Diri.
f. SARANA DAN PRASARANA
Sumber Belajar : Ruang Kelas, Alat Tulis Menulis, Laptop, (Kementerian
Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021. Pendidikan
Agama Kristen dan Budi Pekerti, SMP Kelas VIII.
G. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan
memahami materi ajar.
H. MODEL PEMBELAJARAN
Pembelajaran Tatap Muka
Strategi pembelajaran kontekstual kelompok belajar
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tujuan :
Memahami Arti Nilai
Mengidentifikasi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan Remaja Kristen.
Menerapkan Nail-nilai Krsitiani dalam hidup sehari-hari
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Nilai-nilai kristiani tidak terlepas dari sifat-sifat Allah, manusia diciptakan
menurut rupa dan gambar Allah, namun ketika manusia jatuh dalam dosa,
gambar itu rusak. Tetapi didalam Kristus kita adalah ciptaan yang baru.
Sebagai ciptaan yang baru manusia dimampukan untuk mencerminkan
Kristus melalui kehidupan kita. Iman didalam memuliakan Allah
merupakan iman yang hidup, yang diwujudkan melalui sikap dan tindakan
tersebut dapat disebut sebagai nilai-nilai yang ditetapkan Allah.
Dalam Firman-Nya.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa yang kamu ketahui tentang Nilai?
Apakah dalam setiap tantangan memiliki nilai-nilai kehidupan?
Menampilkan hasil prakarya peserta didik didepan kelas dan teman-
teman lainnya memberikan tanggapan atas tugas yang telah di
presentasikan.
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Ke-1
Kegiatan Pendahuluan
Melakukan pembukaan dengan memberikan salam dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
Guru memastikan kehadiran siswa
Menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh
dengan mempelajari materi :
- Pengertian Nilai
- Nilai-nilai Kristiani
- Buah Roh sebagai Wujud Nilai-nilai Kristiani
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, capaian
pembelajaran, tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran
sampai dengan penilaian.
Kegiatan Inti
Kegiatan 1 Kontruktivisme
Dalam kegiatan pembelajaran ini langkah CTL yang digunakan
adalah mengkontruksi pengetahuan dan pengalaman untuk
menunjukkan bahwa
siswa mampu mengkontruksikan. Maka peneliti menyusun
pertanyaan yang merujuk pada nilai-nilai Kristiani.
Guru memulai pembelajaran dengan menceritakan kisah atau
contoh nyata tentang seseorang yang menunjukkan nilai-nilai
Kristiani seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,
kemurahan, kebaikan kesetiaan, kelemahlembutan dan
penguasaan diri dalam situasi kehidupan sehari-hari, seperti
cerita tentang seseorang yang memaafkan temannya setelah
perselisihan.
Siswa diajak untuk berbagi pengalaman pribadi mengenai
bagaimana mereka mempraktikkan nilai Kristiani (seperti kasih
sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan
kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri) di rumah atau
di sekolah.
Kegiatan 2 Questioning
Guru mengajukan pertanyaan reflektif yang mendorong siswa
untuk berpikir mendalam, seperti:
- Bagaimana cara kita menunjukkan kasih baik itu luar
sekolah mapun di dalam lingkungan sekolah?
- Mengapa kita perlu memaafkan orang yang bersalah
kepada kita, bahkan jika mereka tidak meminta maaf?
- Bagaimana cara kita menjadi pribadi yang berakhlak mulia
dalam
kehidupan sehari-hari?
Kemudian Peserta didik difasilitasi untuk mengajukan
pertanyaan
sekaitan dengan materi “Hidup Dalam Nilai-Nilai Kristiani”
Apabila peserta didik tidak bertanya, maka guru memberikan
sedikit informasi tambahan atau memberikan pertanyaan yang
memotivasi peserta didik untuk bertanya sehingga menemukan
hal baru yang ingin diketahuinya
Kegiatan 3 Learning Community
Peserta didik dibagi dalam 3 kelompok
Setiap kelompok mencari berbagai macam nilai yang ada
dalam kehidupannya serta mencari arti atau makna dari nilai
tersebut.
Setiap kelompok menyiapkan hasil diskusi kerja kelompoknya
Kegiatan 4 Inquiry
Siswa bekerja dalam kelompok untuk menganalisis situasi
nyata yang berhubungan dengan nilai Kristiani, seperti kisah
seseorang yang menunjukkan nilai kasih, atau bagaimana
seseorang bertindak jujur meskipun itu sulit.
Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan dan
menyimpulkan apa yang bisa dipelajari dari situasi tersebut,
serta bagaimana mereka dapat
mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh pertanyaan ialah apa yang kita pelajari dari orang yang
mengampuni temannya, bahkan ketika temannya tidak meminta
maaf?
Kegiatan 5 Modelling
Guru memberikan penjelasan tentang nilai-nilai Kristiani yang
relevan dengan tema. Dalam tahp ini modelling digunakan
untuk menunjukkan bagaimana nilai-nilai Kristiani diterapkan
dalam kehidupan nyata. Contoh, guru memberikan contoh
konkrit tentang bagaimana Yesus mengajarkan kasih dan
pengampunan, serta bagaimana kitab isa menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
merenungkan dan mencoba menerapkan nilai-nilai Kristiani
dalam konteks pribadi atau situasional dengan bimbingan guru.
Guru mengajukan pertanyaan yang menuntun siswa untuk
berpikir lebih dalam tentang bagaimana mereka bisa
mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehiduoan mereka
Kegiatan 6 Reflection
Setelah proyek atau kegiatan selesai, guru memfasilitasi sesi
refleksi di mana siswa membahas apa yang telah mereka
pelajari dan bagaimana
mereka merasakan penerapan nilai-nilai Kristiani.
Siswa juga diminta untuk menulis refleksi pribadi tentang
bagaimana kegiatan tersebut mempengaruhi cara mereka
melihat nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan Refleksi:
- Bagaimana perasaan anda setelah melaksanakan kegiatan
yang penuh kasih dan kepedulian?
- Apa yang anda pelajari tentang pentingnya kejujuran
dan pengampunan setelah melakukan kegiatan ini?
- bagaimana saran anda tentang proses pembelajaran
berikutnya?
Kegiatan 7 Authentic Assessment
Mendorong siswa untuk melihat relevansi pembelajaran
dengan kehidupan mereka.
Guru memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan siswa
memiliki nilai otentik dan relevan dengan dunia nyata mereka.
Misalnya, siswa tidak hanya belajar tentang kasih dalam
konteks teoretis, tetapi juga menerapkannya dalam hubungan
mereka dengan teman-teman, keluarga, dan orang lain di
masyarakat.
Siswa diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang
bertujuan membantu orang lain, misalnya, membantu teman
yang membutuhkan.
Kegiatan Penutup
Peserta didik mendeskrisikan pengalaman belajar hari ini baik
tentang metode, maupun materi yang dipelajari
Guru beserta didik menyimpulkan pembelajaran
Siswa mengkomunikasikan kendala yang dihadapi dalam
mengikuti pembelajaran hari ini
Siswa menerima apresiasi dan motivasi dari Guru.
Doa Penutup dipimpin oleh Guru.
E. REFLEKSI
TABEL REFLEKSI UNTUK PESERTA DIDIK
NO PERTANYAAN JAWABAN
1 Bagian mana dari materi
yang
kalian rasa paling sulit?
2 Apa yang kalian lakukan
untuk
dapat lebih memahami materi
ini?
3 Apakah kalian memiliki cara
sendiri untuk memahami
materi ini?
4 Kepada siapa kalian akan
meminta bantuan untuk
memahami materi
ini?
5 Jika kalian diminta
memberikan bintang dari 1
sampai 5, berapa bintang
yang akan kalian berikan
pada usaha yang kalian
lakukan
untuk memahami materi ini?
TABEL REFLEKSI UNTUK
GURU JAWABAN
NO PERTANYAAN
1 Apakah 100 % peserta didik
mencapai tujuan
pembelajaran? Jika tidak,
berapa persen kira-kira
peserta didik yang
mencapai
pembelajaran?
2 Apa kesulitan yang dialami
peserta didik sehingga tidak
mencapai tujuan
pembelajaran? Apa yang
akan anda lakukan
untuk membantu peserta
didik?
3 Apakah terdapat peserta
didik yang tidak fokus?
Bagaimana cara guru agar
mereka bisa fokus pada
kegiatan berikutnya?
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen sebelum Pembelajaran (Diangnostik):
Menurut Kalian apa itu nilai
Apa yang Kalian Ketahui tentang Nilai-nilai Kristiani?
2. Asesmen Selama Proses Pembelajaran (Formatif)
Penilaian saat Presentase hasil kerja kelompok, hasil kerja
individu, dan kemampuan menanggapi pertanyaan.
Pedoman Penilaian Penyajian hasil kerja Kelompok
No Aspek yang dinilai Indikator Skor Paraf Guru
Kemampuan maksimal
1. Penguasaan Menyajikan
materi saat dengan lancer dan
mempresentasekan sistematis
hasil kerja
kelompok
2. Sikap saat Sikap sopan
presentase dan disiblin
kelompok saat
mempresentasekan
hasil kerjanya
dan
menyimak
3. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif)
3. Kemampuan Menjawab
Jelaskan pengertian tentang :
merespon
Nilai
Nilai-nilai Kristiani
Sebutkan 9 buah-buah roh sebagai wujud nilai-nilai Kristiani
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, siswa yang sudah mencapai
ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan perluasan dan
atau pendalaman materi, antara lain dalam bentuk tugas , pengerjaan soal-
soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi dan juga mewawancarai
narasumber.
Materi/Tugas Pengayaan :Guru memberikan tugas kepada peserta didik
untuk membuat ringkasan tentang tokoh-tokoh Alkitab seperti Nuh,
Abraham, dan Yususf yang melaksanakan tindakan nilai-nilai positif.
Remedial
Pembelajaran Remedial dilaksanakan bagi siswa yang belum mencapai
ketuntasan belajar sesui hasil analisis penilaian.
Materi/Tugas Remedial :Membaca Materi dan membuat ringkasan
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
1. Penilaian Sikap
a. Siswa membuat gambar perjalanan hidup dari lahir sampai mati. Dan
menungjukkan dimana posisi mereka sekarang, kemudian menuliskan hal-
hal positif dan negatif yang telah dilakukan serta sampai mati nilai-nilai
apa yang akan dikembangkan.
2. Penilaian Pengetahuan
Nama Klpk : .............................................................................
Kelas : .............................................................................
Petunjuk!
Cari dan temukan nilai-nilai tindakan positif dari tokoh Alkitab :
1. Nuh
2. Abraham
3. Yusuf
3. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan saat siswa melakukan presentasi hasil
pekerjaan.
Nilai Paraf Guru
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik
Indonesia, 2021, Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan
Budi Pekerti Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII– Vol 1, Penulis :
Christina Metallica Samosir, ISBN : 978-602-244-458-9
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik
Indonesia, 2021, Belajar Bersama Temanmu Pendidikan Agama Kristen
dan Budi Pekerti Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII - Volume 1,
Penulis : Christina Metallica Samosir, ISBN : 978-602-244-456-5
C. GLOSARIUM
Nilai = Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), nilai adalah harga (dalam taksiran
harga); harga sesuatu; angka kepandaian;
banyak sedikitnya isi; kadar; mutu. Nilai
merupakan sesuatu yang sifatnya abstrak, tak
dapat disentuh namun dapat dirasakan dalam
diri.
Nilai-nilai Kristiani = Nilai-nilai Kristiani tidak terlepas dari sifat-
sifat Allah,
Manusia diciptakan menurut rupa dan gambar
Allah, namun ketika manusia jatuh dalam
dosa, gambar itu rusak. Tetapi di dalam
Kristus kita adalah ciptaan yang baru. Sebagai
ciptaan baru manusia dimampukan untuk
mencerminkan Kristus melalui kehidupan kita.
Implementasi = Implementasi memiliki makna pelaksanaan
atau
[Link] ini berkaitan deangan satu
perencanaan, kesepakatan, maupun
penerapan kewajiban.
wujud = Kata wujud berarti rupa dan bentuk yang
dapat diraba; benda yang nyata (bukan roh
dan sebagainya). Kata wujud juga bisa berarti
maksud atau tujuan; adanya suatu; ada (sifat
yang wajib bagi ALLAH).
Kasih = kasih dapat dipahami sebagai suatu perbuatan
yang tidak mengharapkan imbalan atau
balasan. Melalui kasih, berarti kita juga peduli
dengan sesama manusia bahkan dengan
seluruh isi dunia
Sukacita = Sukacita ialah suka hati atau girang hati
Damai Sejahtera = Kata Damai berarti aman, tidak ada
kebencian, tidak
ada perselisihan, sedangkan kata sejahtera
dalam bahasa Ibrani ialah “syalom” yang
digunakan untuk menyapa, menanyakan kabar
dan salam perpisahan.
Kesabaran = Dalam KBBI Sabar berarti tahan menghadapi
cobaan. Tidak lekas marah dan tidak lekas
putus asa merupakan bagian dari tindakan
sabar.
Kemurahan dan Kebaikan = Kemurahan dan kebaikan hampir
memiliki arti yang
sama, dalam bahasa aslinya kemurahan dapat
juga diartikan sebagai kebaikan. Kemurahan
dan kebaikan adalah suatu sikap hidup yang
dengan rela hati memberikan pertolongan
kepada orang lain tanpa mengharapkan
imbalan.
Kesetiaan = “Kesetiaan” berasal dari kata “Pistis” (bahasa
Yunani) yang berarti dapat dipercaya atau
menunjuk pada ciri khas seseorang yang
dapat diandalkan. Begitu juga dengan istilah
“setia” dapat berarti melakukan segala
sesuatu dengan tekun.
Kelemah lembutan = Kelemah lembutan adalah bentuk sikap
kerendahan
hati.
Penguasan Diri = Penguasan Diri adalah Mampu mengontrol
diri secara
baik dan benar merupakan suatu sikap dari
penguasaan diri. Tidak dapat dipungkiri
seringkali keinginan manusia dikuasai oleh
emosi yang tidak terjaga, sehingga manusia
menjadi korban dari keinginannnya sendiri.
D. DAFTAR PUSTAKA
Christina Metallica Samosir, ISBN : 978-602-244-458-9, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021, Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII– Vol 1.
Christina Metallica Samosir, ISBN : 978-602-244-456-5, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021, Belajar Bersama Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Sekolah Menengah Pertama Kelas
VIII - Volume 1
Browning, W.R.F. 2013. Kamus Alkitab. (Judul Asli: A Dictionary of the
Bible). Penerjemah: Liem Khiem Yang dan Bambanag Subandrijo).
Cetakan ke -5. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Yamuger, Kidung Ceria
LAI, 2012. Alkitab Edisi Studi
LAI, 2008. Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini.
LAI, 2015. Alkitab, Kidung Jemaat, dan Pelengkap Kidung Jemaat
Schoolland Mariam, 2011. Alkitab Bercerita kepada Anak -anak
(terjemahan). Jakarta: BPK Gunung Mulia.
E. LAMPIRAN MATERI
Pengertian Nilai
Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nilai adalah harga
(dalam taksiran harga); harga sesuatu; angka kepandaian; banyak sedikitnya
isi; kadar; mutu. Nilai merupakan sesuatu yang sifatnya abstrak, tak dapat
disentuh namun dapat dirasakan dalam diri. Secara praktis, nilai menjadi
pedoman hidup yang mempengaruhi perilaku seseorang.
Nilai-nilai Kristiani
Nilai-nilai Kristiani tidak terlepas dari sifat-sifat Allah, Manusia diciptakan
menurut rupa dan gambar Allah, namun ketika manusia jatuh dalam dosa,
gambar itu rusak. Tetapi di dalam Kristus kita adalah ciptaan yang baru.
Sebagai ciptaan baru manusia dimampukan untuk mencerminkan Kristus
melalui kehidupan kita. Iman di dalam memuliakan Allah merupakan iman yang
hidup, yang diwujukan melalui sikap dan tindakan yang nyata dalam kehidupan
sehari-hari. Sikap dan tindakan tersebut dapat disebut sebagai nilai-nilai yang
ditetapkan Allah dalam firman-Nya.
Berikut beberapa nilai Kristiani menurut Petrus, diantaranya ialah
1. Kebenaran – Mengajar dan memegang kebenaran berdasarkan Alkitab
seperti integritas dan kejujuran (Matius 5:37).
[Link] – Hidup yang berfokus pada Allah dan memiliki relasi antara
manusia dengan Allah serta memiliki kesederhanaan hidup (Ayub 29: 4).
3. Kekudusan – Kehidupan yang telah dipisahkan dari kegelapan menuju
terang tujuan yaitu sebagai garam dan terang yang mencakup pikiran,
perkataan, maupun perbuatan.
4. Kesetiaan – Memiliki kesetiaan yang didasarkan kepada kesetiaan Allah
sendiri dengan senantiasa menyertai kita. Wahyu 2:10b).
[Link] – Menyadari bahwa Allah telah memberikan yang terbaik kepada
kita, maka kita perlu meresponi pemberian Allah dengan memberikan yang
terbaik kepada Tuhan dan sesama (Yakobus 1:17).
[Link] – Mengasihi sesama dengan menerima orang lain, mengampuni yang
bersalah, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan (Matius 22: 37-39).
Buah Roh sebagai Wujud Nilai-nilai Kristiani
Implementasi nilai-nilai Kristiani dapat dilihat dari buah-buah kehidupan
seseorang. Galatia 5:22-23 merupakan sebuah fondasi yang penting
mencerminkan beberapa aspek dari sifat Allah. Ada sembilan sifat yang
diharapkan dapat bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah yang nyata
dalam kehidupan bersama. Adapun kesembilan buah roh tersebut, adalah:
1. Kasih
Dalam kehidupan sehari-hari kasih dapat dipahami sebagai suatu perbuatan
yang tidak mengharapkan imbalan atau balasan. Melalui kasih, berarti kita
juga peduli dengan sesama manusia bahkan dengan seluruh isi dunia
2. Sukacita
Pada saat kapankah kalian bersukacita? Apakah saat mendapatkan nilai yang
bagus? Atau saat mendapatkan hadiah? Jika hal-hal yang disebutkan
sebelumnya tidak memihak kepada kalian, apakah kalian tetap bersukacita?
Dalam kitab Filipi lebih kurang 16 kali kata sukacita
ditulis, hal ini menekankan
bahwa sukacita itu sangat penting dalam kehidupan manusia.
3. Damai sejahtera
Kata Damai berarti aman, tidak ada kebencian, tidak ada perselisihan,
sedangkan kata sejahtera dalam bahasa Ibrani ialah “syalom” yang digunakan
untuk menyapa, menanyakan kabar dan salam perpisahan. Tuhan Yesus
menginginkan agar manusia tetap hidup damai dengan semua orang, tanpa ada
perselisihan, pertengkaran yang memicu perkelahian.
4. Kesabaran
Dalam KBBI Sabar berarti tahan menghadapi cobaan. Tidak lekas marah dan
tidak lekas putus asa merupakan bagian dari tindakan sabar. Dalam arti lain,
sabar juga dapat diartikan sebagai tenang, tidak tergesa-gesa dan tidak
terburu-buru. Salah satu bentuk wujud nilai kesabaran ialah bersyukur dan
tidak bersungut-sungut serta tidak pesimis dan putus asa atas kehidupan yang
sedang dijalaninya.
5. Kemurahan dan Kebaikan
Kemurahan dan kebaikan hampir memiliki arti yang sama, dalam bahasa
aslinya kemurahan dapat juga diartikan sebagai kebaikan. Kemurahan dan
kebaikan adalah suatu sikap hidup yang dengan rela hati memberikan
pertolongan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Berdasarkan
Yohanes 3:16, kemurahan dan kebaikan merupakan respon manusia terhadap
kemurahan dan kebaikan Allah, sebab Allah telah terlebih dulu mengasihi
manusia.
6. Kesetiaan
“Kesetiaan” berasal dari kata “Pistis” (bahasa Yunani) yang berarti dapat
dipercaya atau menunjuk pada ciri khas seseorang yang dapat diandalkan.
Begitu juga dengan istilah “setia” dapat berarti melakukan segala sesuatu
dengan tekun. Tuhan Yesus mengatakan setiap orang yang setia dalam perkara
yang kecil akan Ia percayakan perkara-perkara yang besar (Matius 25:14-30).
7. Kelemahlembutan
Matius 5:5 mengatakan bahwa “berbahagialah orang yang lemah lembut karena
mereka akan
memiliki bumi”. Ditengah kehidupan manusia yang penuh dengan kekerasan,
kekasaran, dan penuh emosional, nilai kelemahlembutan begitu sulit untuk
ditemukan saat ini. Oleh
sebab itu, kita sebagai anak Tuhan dituntut untuk memiliki sikap lemah lembut
yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari- hari baik terhadap teman,
keluarga, dan lingkungan.
8. Penguasan Diri
Mampu mengontrol diri secara baik dan benar merupakan suatu sikap dari
penguasaan diri. Tidak dapat dipungkiri seringkali keinginan manusia dikuasai
oleh emosi yang tidak terjaga, sehingga manusia menjadi korban dari
keinginannnya sendiri.