100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
8 tayangan17 halaman

Analisis Struktur Gedung Sekolah Sampit

Dokumen ini adalah laporan analisis dan desain struktur untuk pembangunan gedung sekolah di Kota Sampit, Kalimantan Tengah, yang disusun sesuai dengan peraturan konstruksi yang berlaku. Proyek ini bertujuan untuk membangun gedung baru sebagai ruang belajar dengan menggunakan konstruksi beton bertulang, dan melibatkan analisis beban serta pemodelan struktur menggunakan program SAP 2000. Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Diunggah oleh

Ridho Saleh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
8 tayangan17 halaman

Analisis Struktur Gedung Sekolah Sampit

Dokumen ini adalah laporan analisis dan desain struktur untuk pembangunan gedung sekolah di Kota Sampit, Kalimantan Tengah, yang disusun sesuai dengan peraturan konstruksi yang berlaku. Proyek ini bertujuan untuk membangun gedung baru sebagai ruang belajar dengan menggunakan konstruksi beton bertulang, dan melibatkan analisis beban serta pemodelan struktur menggunakan program SAP 2000. Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Diunggah oleh

Ridho Saleh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

ANALYSIS & DESIGN


STRUCTURE
PEKERJAN :
PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH

LOKASI :
KOTA SAMPIT

TAHUN
2020
PRAKATA

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, dengan
ini kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat-
Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Penyusunan Analisis dan Desain
Struktur Pembangunan Gedung Sekolah di kota Sampit Kalimantan Tengah.

Penyusunan Analisis dan Desain Struktur ini dilakukan mengikuti peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku sebagai dasar penyusunan, diantaranya adalah
Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung, 1983. Peraturan Perencanaan Bangunan
Baja Indanesia, 1984. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung,
SNI, 1991. Buku Pedoman Perencanaan untuk Struktur Beton Bertulang Biasa dan
Struktur Tembok Bertulang untuk Gedung, 1983. Pedoman Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk Rumah dan Gedung, 1987. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja
Indonesia (PPBBI). SK SNI untuk baja tahun 2002 ACI Codes, 1989, Katalog Bahan
Bangunan Indanesia, 1993 dan peraturan lainnya yang relevan.

Proses penyusunan laporan ini dapat terselesaikan dengan lancar dan baik tentunya tidak
lepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh sebab itu kami juga ingin menyampaikan rasa
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam penyusunan laporan ini

Selanjutnya kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi stakeholder yang
berkecimpung dalam proyek pekerjaan Pembangunan Gedung Sekolah ini sebagai bahan
penunjang dalam kelancaran pekerjaan pelaksanaan proyek nantinya. untuk itu apabila
masih terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam tulisan ini pintu koreksi selalu terbuka.
Wassalam
Palangkaraya, April 2020
Penyusun,

Ridho Saleh Silaban, S.T., M.T.


HP. 0813 49 277 081
ANALYSIS & DESIGN STRUCTURE

PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH


DI SAMPIT KALIMANTAN TENGAH

1. GENERAL
1.1. Scope
Tujuan dari proyek ini adalah membangun gedung baru yang diperuntukkan sebagai
ruang belajar dan keterampilan sekolah di Kota Sampit Propinsi Kalimantan Tengah.
Adapun lokasi bangunan terletak Kota Sampit yang relatif termasuk zona aman terhadap
gempa atau bebas pengaruh gempa. Bangunan ini direncanakan dominan menggunakan
konstruksi beton bertulang.

1.2 Codes, Standards, and Specs


Perhitungan berdasarkan peraturan-peraturan konstruksi yang berlaku, antara lain :
1. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung, 1983.
2. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indanesia, 1984.
4. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung, SNI, 1991.
5. Buku Pedoman Perencanaan untuk Struktur Beton Bertulang Biasa dan Struktur
Tembok Bertulang untuk Gedung, 1983.
6. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung, 1987.
7. ACI Codes, 1989.
8. Katalog Bahan Bangunan Indanesia, 1993.

2. MAJOR MATERIAL PROPERTY


2.1. Concrete
2.1. Elasticity Modulus.
1. Untuk Perencanaan Struktur Beton menggunakan mutu beton K-250 atau
setara dengan mutu beton fc’=20,7 Mpa dengan dengan Spesifikasi sebagai
berikut :
Tegangan Leleh Baja, fy = 290 Mpa / 29.400 ton/m2
Tegangan Tekan beton, fc = 20,7 MPa / 2.070 ton /m2
Tegangan Leleh tulangan geser, fsy = 290 MPa / 29.400 ton/m2
Kuat Geser Beton, fcs = 20,7 MPa / 2.070 ton /m2
Modulus Elastisita (EC), Satuan MPa digunakan Ec = 4700 √ fc
Ec = 4700 √ 20,7 = 213.830 MPa (SKSNI T-15-1991 )
2.2. Reinforcing Bar
Main Reinforcement (Axial/Flextural/Torsional) U-40, fy = 2.400
Clear concrete cover (tebal selimut Beton) :
- Untuk plat lantai = 2,0 cm
- Untuk balok = 3,0 cm
- Untuk kolom = 3,0 cm
- Untuk pondasi plat = 3,0 cm
2.3. Dimensi Rencana
Dimensi dan penulangan penampang dibuat dalam lampiran pada Laporan ini
secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :

3. DESIGN LOADS, COMBINATION AND EXTERNAL FORCES


Beban design dihitung dari Berat sendiri konstruksi dan beban mati (DL), Beban
hidup (LL) akibat fungsi penggunaan Bangunan. Untuk Struktur rangka Atap terdapat
Beban Angin (W) dan beban Air hujan (H) dan Beban hidup dari pekerja pada saat
melakukan pelaksanaan konstruksi (La) sedangkan untuk beban gempa diabakan
mengingat kota Palangkara tidak termasuk zona rawan terhadap gempa
Untuk kombinasi pembebanan Analisis struktur portal beton digunakan kombinasi
menurut SNI Beton 2002 pasal 11.2 yaitu:
1,4 (DL) (Untuk tahap pelaksanaan pekerjaan Bangunan)
1,2 (DL) + 1,6 (LL)
Sedangkan kombinasi untuk pembebanan Analisis struktur rangka atap baja profil
digunakan beberapa kombinasi menurut SNI 03-1729-2002 yaitu:
1,4 DL (Untuk tahap pelaksanaan pekerjaan Bangunan)
1,2 (DL) + 1,6 (LL) + 0,5 H
1,2 (DL) + 1,6 (LL) + 0,8 W
1,2 (DL) + 1,3 (W) + γ (La) + 0,8 (H)
Untuk perhitungan pebebanan sesuai dengan penggunaan fungsi dari bangunan
menurut peraturan pembebanan indonesia (tahun 1984) digunakan beban sebagai
berikut:
l. Beban hidup diambil sebesar 250 kg/m2 untuk seluruh lantai bangunan dan 300
kg/m2 untuk lantai bordes dan tangga. (Beban untuk bangunan Kantor, PPI)
2. Beban merata dinding ½ bata 250 Kg/m.
3. Beban mati lantai diambil dari berat sendiri plat dengan tebal 12 cm.
4. Untuk beban angin diambil 50 kg/m2 (daerah jauh dari tepi pantai)
5. Untuk berat sendiri konstruksi portal dan berat sendiri konstruksi rangka atap
dihitung langsung oleh aplikasi sap 2000
Adapun denah serta struktur portal akan dimuat pada lengkap dimuat dalam
gambar bestek dengan ukuran dan dimensi masing-masing konstruksi, Untuk
perhitungan beban yang bekerja lengkapnya dimuat pada lampiran.

4. STRUCTURAL MODELLING AND ANALYSIS


4.1. General
Pemodelan dan analisis struktur dikerjakan dengan bantuan program komputer
yaitu Sap 2000
4.2. Assumptions Permodelan struktur :
1. Balok clan kolom bertemu pada garis sumbu utamanya masing-masing.
2. Plat lantai dianggap sebagai diafragma lantai kaku tak terhingga pada
bidangnya.
3. Permodelan struktur secara 3 Dimensi. Dan di desain seperti bangunan yang
akan direncanakan

5. STRUCTURAL MODEL SELECTION


Untuk proyek ini akan digunakan model gedung 3 dimensi dengan model lantai
kaku dan analisis statik.

6. METHODE ANALYSIS STRUKTUR


Untuk perhitungan struktur portal dan analisi beton bertulang menggunakan aplikasi
Program komputer yang digunakan adalah program SAP2000 Non Liniear.
Sedangkan untuk analisa struktur pondasi menggunakan perhitungan manual sesuai
dengan standart kaidah-kadah perencanaan pondasi yang telah ditetapkan dalam
peraturan yang berlaku
SAP (Structural Analysis Program) adalah program aplikasi komputer yang
digunakan untuk menganalisis dan merancang status struktur terutama pada bidang
teknik sipil. Dari analisis program SAP 2000 ini dapat diketahui gaya geser, momen
lentur, momen torsi dan simpangan (manual SAP 2000). Pemodelan struktur
diusahakan mendekati kondisi struktur yang dianalisis atau mewakili perilaku
struktur yang sebenarnya, agar didapat hasil analisis yang valid. Pemodelan statu
struktur meliputi :
1. Penentuan koordinat joint sebagai batas eleven
2. Penentuan orientasi elemen dalam koordinat struktur
3. Penentuan sifat penampang elemen dan elastisitas
4. Penentuan pembebanan struktur (gaya yang bekerja pada struktur)
5. Penentuan jenis analisis yang digunakan.
Prosedur input data pada program SAP 2000 adalah sebagai berikut :
1. Pengidentifikasian joint, frame, restraint dan constraint.
2. Pendefinisian karakteristik material dan frame section.
3. Pendefenisian beban (load), yaitu beban mati (WD), beban hidup (WL), beban
gempa (E) dan kombinasi (combo).
4. Pendefenisian masses, yaitu massa translasi (mt), massa rotasi (mr) dan pusat
massa nya tiap lantai.
5. Analisis struktur dengan cara di RUN.

Proses pengoperasian input data pada program SAP 2000 adalah sebagai berikut :
1. Blok data TITLE LINE atau baris judul. Ini adalah langkah pertama yang harus kita
tuliskan pada input, baris judul ini akan digunakan sebagai label output dari hasil
program. Baris judul akan selalu dicetak pada setiap halaman dari yang dihasilkan
program.
2. Langkah selanjutnya penulisan blok data SYSTEM.
3. Selanjutnya di tulis JOINT, blok data JOINT ini berfungsi untuk mendefenisikan
kedudukan dari join – join struktur yang sesuai dengan koordinatnya.
4. Blok data RESTRAINTS.
Data RESTRAINTS dari suatu joint terdiri dari enam konstanta.
Untuk : - Sendi R = 1,1,1,1,1,0
- Jepit R = 1,1,1,1,1,1
- Rol R = 0,1,1,1,1,0
- Bebas R = 0,0,1,1,1,0
5. Blok data FRAME
Blok data FRAME mendefenisikan sifat – sifat elemen struktur dan pembebanannya.
Pada langkah ini disebutkan jumlah jenis elemen dan jumlah jenis beban yang bekerja,
kemudian mendefenisikan jenis material pada masing – masing elemen.
6. Blok data LOAD
Beban merata atau beban titik dapat diberlakukan pada setiap join dalam portal. Blok
data LOAD mendefenisikan beban join sesuai dengan jumlah kondisi pembebanan.
7. Blok data COMBO digunakan untuk mendefenisikan kombinasi pembebanan yang
bekerja pada struktur. Jika blok data COMBO ini tidak didefenisikan, maka hasil
keluaran program yang berhubungan dengan kondisi beban – beban yang ada akan
diperoleh tanpa ada kombinasi. Dari hasil output SAP 2000 didapatkan gaya – gaya
dalam akibat kombinasi beban (kombinasi 3) yaitu gaya normal (P), gaya geser (H)
dan momen (M) yang bekerja pada tiap – tiap kolom dasar yang akan dipakai sebagai
beban rencana pada analisis kapasitas dukung fondasi tiang pancang.

7. ANALISIS APLIKASI SAP 2000


Untuk berat sendiri konstruksi dihitung langsung oleh aplikasi komputer
Adapun denah struktur portal konstruksi sesuai dengan gambar dan dimensi secara
lengkap dimuat dalam gambar bestek, untuk sketsa portal adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Denah Titik Penempatan Pondasi pada Lantai – I (SAP 2000)


Gambar 2. Denah Rencana Sloof pada Lantai – I (SAP 2000)

Gambar 3. Denah Balok dan Lantai – II (Elevasi 4.00 m, SAP 2000)


Gambar 4. Denah Balok Dak Atap Teras dan ring balok
(Elevasi 8.00 m, SAP 2000)

Gambar 5. Denah Balok Dak Atap Tangga


(Elevasi 10 m, SAP 2000)
Gambar 6. Struktur Portal - 3 D (SAP 2000)

7.1 Perhitungan Pembebanan


Untuk distribusi pembebanan lantai, dinding dan beban hidup dan beban
lainnya yang bekerja pada struktur portal seluruhnya didistribusikan pada balok
kemudian didistribusikan ke kolom hingga sampai pada konstruksi pondasi.
Analisa besarnya distribusi pembebanan untuk beban mati lantai dan beban
hidup lantai disistibusikan pada balok dengan sketsa distribusi adalah sebagai
berikut:

Gambar 7. Sketsa Pembebanan lantai

Hasil Analisa perhitungan pembebanan yang bekerja pada struktur selanjutnya di


plot ke aplikasi komputer program SAP 2000. Sehingga perhitungan selanjutnya
di analisa menggunakan Program komputer tersebut
7.2 Sketsa Pembebanan pada struktur portal

Gambar 8. Pembebanan Arah - x

Gambar 9. Pembebanan Arah - y


Gambar 10. Pembebanan keseluruhan (3-D)

8. Hasil Perhitungan dan desain


8.1 Desain Struktur Bawah ( Pondasi )
Untuk desain pondasi bangunan direncanakan mengunakan pondasi
telapak/pondasi setempat dengan penambahan pondasi terucuk galam pada bidang
bawahnya, model pondasi ini digunakan dengan mempertimbangkan kondisi daya
dukung tanah yang relatif rendah.
Dari hasil perhitungan dan analisa aplikasi SAP 2000 diperoleh beban yang
terbesar yang bekerja pada pondasi adalah sebesar 370,292 kN atau 37,02 Ton.
Direncanana dimensi pondasi telapak adalah sebesar 1,80 x 1,80 meter selanjutnya
pondasi tersebut dianalisis mampu mendukung beban yang bekerja pada struktur gedung
tersebut. Sedangkan untuk pondasi terucuknya menggunakan ukuran diameter antara 8
s/d 10 cm dengan panjang 4 m, di pancang dari dasar pondasi setempat pada kedalam 2
meter sampai pada kedalaman 6 meter dari permukaan tanah.
Adapun beban pondasi hasil perhitunga aplikasi SAP2000 pada tiap titik disajikan
dalam tabel sebagai berikut:
DAFTAR BEBAN TIAP TITIK PONDASI HASIL APLIKASI SAP2000

Titik Reaksi Perletakan (kN) Moment (kN)


Kombinasi
Pondasi F1 F2 F3 M1 M2 M3

26 COMB1 0,0353 0,4969 128,752 -0,3124 0,0261 -2.05E-01

28 COMB1 -0,0385 0,6133 106,091 -0,3862 -0,0203 3.38E+00

30 COMB1 0,4309 0,0653 221,508 -0,0359 0,2811 2.07E-01

32 COMB1 -0,4274 0,0767 219,440 -0,0342 -0,2710 8.56E-01

34 COMB1 0,5342 0,4772 210,645 -0,2998 0,3407 3.30E+00

36 COMB1 -0,0147 0,4884 329,695 -0,3052 -0,0110 -4.59E-01

38 COMB1 -0,2983 -0,0519 350,144 0,0399 -0,1917 7.92E+00

40 COMB1 0,2836 -0,4215 306,055 0,2767 0,1867 -9.07E+00

42 COMB1 0,0238 0,4204 326,960 -0,2734 0,0212 3.74E+00

44 COMB1 -0,4742 0,1600 187,307 -0,1133 -0,2978 -2.94E+00

46 COMB1 -0,1380 0,0558 184,845 -0,0536 -0,0794 1.01E+00

48 COMB1 0,0701 -0,0334 222,745 0,0112 0,0614 9.95E-01

50 COMB1 -0,5884 0,2941 205,091 -0,2002 -0,3738 2.28E+00

52 COMB1 0,6535 -0,0371 184,536 0,0298 0,3969 -2.51E-01

54 COMB1 -0,0415 0,2836 182,893 -0,2006 -0,0164 -5.07E-01

58 COMB1 -0,1810 0,0253 214,526 -0,0107 -0,1307 -2.69E-01

60 COMB1 0,2227 0,0939 73,440 0,0588 -0,1683 0,0110

62 COMB1 0,4970 -0,2890 260,566 0,1906 0,3169 -2.79E+00

64 COMB1 -0,0275 -0,4429 370,292 0,2930 -0,0193 -7.56E-01

66 COMB1 -0,2999 -0,3445 286,704 0,2269 -0,1930 -3.87E+00

68 COMB1 0,4246 -0,0565 289,324 0,0632 0,2746 -8.95E+00


72 COMB1 -0,4238 -0,0232 288,976 0,0496 -0,2697 9.64E+00

74 COMB1 0,3009 -0,0730 272,122 0,0550 0,1980 4.69E+00

76 COMB1 0,0188 -0,3912 367,103 0,2488 0,0183 9.54E-01

78 COMB1 -0,0902 -0,3602 368,018 0,2205 -0,0495 1.69E+00

80 COMB1 -0,4618 -0,2500 253,189 0,1426 -0,2878 2.45E+00

82 COMB1 0,1363 -0,1565 101,334 0,1049 0,0896 -9.22E-01

84 COMB1 1.42E+00 -0,1151 128,011 0,0818 2.35E+00 -7.75E-01

86 COMB1 -0,0342 -0,0568 137,286 0,0416 -0,0206 1.48E+00

92 COMB1 0,0341 -0,1348 130,631 0,0947 0,0217 -2.44E-01

94 COMB1 6.84E+00 -0,1006 125,366 0,0616 4.15E+00 2.45E+00

96 COMB1 -0,0491 -0,0702 160,458 0,0336 -0,0320 2.18E+00

98 COMB1 -0,0683 -0,0941 115,030 0,0419 -0,0453 3.15E+00

- -
101 COMB1 9.86E-01 6.24E+00 105,603 1.52E+00 1.21E+00 -3.98E-01

108 COMB1 0,4076 5.35E+00 339,015 -0,0388 0,2638 0,0170

110 COMB1 -0,4258 -0,0478 333,916 -0,0179 -0,2711 -0,0192

Gambar 11. Denah Rencana penempatan Pondasi


Untuk desain dan analisis pondasi maka diperlukan analisis daya dukung tanah
dengan menggunakan data penunjang dari hasil test sondir yang dilampirkan pada laporan
ini. Dari hasil test sondir tersebut maka direncanakan pondasi bangunan menggunakan
Pondasi telapak dan ditambah dengan pemancangan terucuk galam pada dasar pondasi
telapak panjang 4 meter yaitu dari kedalaman 2 meter sampai dengan 6 meter dari
permukaan tanah.

8.2 Analisa Kapasitas Daya Dukung terucuk galam Tunggal


Kapasitas dukung terucuk galam terdiri dari kapasitas dukung ujung tiang (Qp) dan
kapasitas dukung selimut tiang (Qs), yang dapat dilihat pada Gambar beriku:

Gambar 12. Sketsa Kapasitas Daya Dukung Terucuk galam


Perhitungan menggunkan Metode Meyerhof
Adapun hasil analisis daya dukung terucuk galam dengan diameter antara 8 s/d
10 cm dengan panjang 4 meter ditambah daya dukung pondasi telapak/poer diperoleh
hasil daya dukung pondasi yang direncanakan mampu memikul beban maksimum
yang bekerja pada struktur bangunan sehingga desain pondasi tersebut dapat
digunakan. adapun perhitungan analisis stabilitas dan daya dukung pondasi sebagai
berikut:
A. ANALISIS DAYA DUKUNG TERUCUK GALAM TUNGGAL
- Ukuran Diameter Galam 10 cm D= 10.00 cm
- Luas Penampang Galam A= 78.57 cm2
- Keliling Pondasi Galam K= 31.43 cm

Dept qc JHP Ap K Q ult Q izin


2 2 2
(m) ( kg/cm ) ( kg/cm ) ( cm ) ( cm ) ( Ton ) ( Ton )

2.00 2.00 10.00 78.57 31.43 0.47 0.18


2.20 2.00 12.00 78.57 31.43 0.53 0.20
2.40 2.00 14.00 78.57 31.43 0.60 0.23
2.60 2.00 16.00 78.57 31.43 0.66 0.25
2.80 2.00 18.00 78.57 31.43 0.72 0.27
3.00 2.00 20.00 78.57 31.43 0.79 0.29
3.20 2.00 22.00 78.57 31.43 0.85 0.31
3.40 2.00 24.00 78.57 31.43 0.91 0.33
3.60 2.00 26.00 78.57 31.43 0.97 0.35
3.80 2.00 28.00 78.57 31.43 1.04 0.37
4.00 2.00 30.00 78.57 31.43 1.10 0.39
4.20 2.00 32.00 78.57 31.43 1.16 0.41
4.40 2.00 34.00 78.57 31.43 1.23 0.43
4.60 3.00 36.00 78.57 31.43 1.37 0.50
4.80 4.00 38.00 78.57 31.43 1.51 0.56
5.00 4.00 40.00 78.57 31.43 1.57 0.58
5.20 4.00 42.00 78.57 31.43 1.63 0.60
5.40 5.00 44.00 78.57 31.43 1.78 0.66
5.60 7.00 46.00 78.57 31.43 2.00 0.76
5.80 11.00 48.00 78.57 31.43 2.37 0.94
6.00 13.00 50.00 78.57 31.43 2.59 1.03
6.20 15.00 52.00 78.57 31.43 2.81 1.13
6.40 21.00 54.00 78.57 31.43 3.35 1.39
6.60 19.00 56.00 78.57 31.43 3.25 1.33
6.80 22.00 58.00 78.57 31.43 3.55 1.47
7.00 22.00 60.00 78.57 31.43 3.61 1.49
7.20 58.00 62.00 78.57 31.43 6.51 2.93
7.40 85.00 72.00 78.57 31.43 8.94 4.09
7.60 80.00 82.00 78.57 31.43 8.86 4.00
7.80 60.00 92.00 78.57 31.43 7.61 3.32
8.00 80.00 102.00 78.57 31.43 9.49 4.21
8.20
8.40

B. ANALISIS DAYA DUKUNG POER/PONDASI TELAPAK

TABEL DATA SONDIR


qc (kg/cm2)
No Dept (m) Rata-rata
Titik 1 Titik 2

1 0.00 2.00
2 0.20 2.00
3 0.40 2.00
4 0.60 2.00
5 0.80 2.00
6 1.00 2.00
7 1.20 2.00
8 1.40 2.00
9 1.60 2.00
10 1.80 2.00
11 2.00 2.00

TABEL DAYA DUKUNG TANAH

daya dukung tanah (kg/cm2)


No Rumus Titik 1 Titik 2
2.00

1 Owkati (1970) 5.68


2 Meyerhoff (1956, 1965) 1.50
3 Schmertmann (1978) 1.70

Digunakan daya dukung pondasi


telapak diambil nilai yang terkecil = 1.50 Kg/cm2

Anda mungkin juga menyukai