RABIES
No. Dokumen : 290/PKM-LB/I/2024
S
No. Revisi : 01
O
Tanggal Terbit : 14/01/2024
P
Halaman : 1/3
UPT PUSKESMAS Hj. A. Nurjannah, [Link]
LIBURENG NIP. 19730817199032012
1. Pengertian Penyakit Infeksi akut system saraf pusat yang disebabkan
oleh virus rabies, dan di tularkan melalui gigitan hewan
menular rabies terutama anjing, kucing, kera dan kelelawar.
Penyakit rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit
yang bersifat fatal atau selalu di akhiri dengan kematian bila
tidak di tangani dan diobati dengan baik.
2. Tujuan Untuk mencegah terjadinya infeksi rabies
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Libureng Tentang Jenis-
jenis Pelayanan No. 003 Tahun 2024
Permenkes RI No 5 Tahun 2014
4. Referensi
Bahan dan alat :
5. Prosedur/
Langkah- 1. Cairan desinfektan
Langkah 2. Serum anti rabies (SAR)
3. Vaksin anti rabies (VAR)
4. Kapas
Langkah-Langkah :
1. Cuci Luka dengan menggunakan air sabun dan cairan
desinfektan
2. Bila binatang pengigit ditemukan
a. Laporkan ke dinas kesehatan untuk dilakukan karantina
b. Binatang tetap hidup
Daerah endemic dilakukan imunisasi aktif
Daerah non endemik tak perlu tindakan
c. Binatang mati : kirim preparat otaknya untuk diperiksa
Daerah endemic lakukan imunisasi pasif sambil
menunggu hasil pemeriksaan
Bila hasil preparat rabies positif dilanjutkan dengan
imunisasi aktif
Bila preparat negative tidak perlu imunisasi lanjutan
Daerah non endemic lakukan imunisasi aktif
Bila hasil preparat positif diberikan imunisasi pasif
Bila negative tak perlu imunisasi tambahan
3. Bila binatang tak ditemukan
Daerah endemis berikan imunisasi pasif
Daerah non endemis berikan imunisasi aktif
4. Bila binatang terbunuh : kiriman otaknya untuk diperiksa
Daerah endemis berikan imunisasi pasif
Daerah non endemis berikan imunisasi aktif
6. Bagan Alir
Petugas Petugas Petugas mencuci luka
menerima pasien mencuci dengan menggunakan air
tangan sabun dan cairan desifekstan
Bila binatang Laporkan ke dinas kesehatan untuk
pengigit dilakukan karantina
ditemukan
Daerah endemic
Binatang dilakukan imunisasi
tetap hidup aktif
Daerah Non
endemic tidak perlu
dilakukan tindakan
Binatang mati : kirim preparat
otaknya untuk diperiksa
Daerah endemic lakukan Daerah non endemic lakukan
imunisasi pasif sambil imunisasi pasif
menunggu hasil pemeriksaan
Bila hasil Bila hasil
preparat rabies Bila hasil preparat Bila
positif preparat rabies positif negative
dilanjutkan negative tidak diberikan tidak perlu
dengan perlu imunisasi imunisasi imunisasi
imunisasi aktif lanjutan pasif tambahan
Daerah endemis berikan imunisasi
pasif
Bila binatang tidak
ditemukan
Daerah non endemis berikan
imunisasi aktif
Binatang mati : kirim Daerah endemis berikan
preparat otaknya imunisasi pasif
untuk diperiksa
Daerah non endemis berikan
imunisasi aktif
7. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
8. Unit Terkait 1. Puskesmas
9. Dokumen 1. Rekam medis
terkait
2. Buku register UGD
10. Rekaman No Yang diubah Isi perubahan Tgl mulai diberlakukan
historis
perubahan
PENANGANAN PASIEN GAWAT
DARURAT
No.
:
Dokumen
DAFTAR
No. Revisi :
TILIK
Tanggal
:
Terbit
Halaman : 1/1
UPTD Hj.A. Nurjannah, [Link]
PUSKESMAS Nip 19730817 19903 2
LIBURENG 012
Tidak
No Langkah Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
Petugas mencuci tangan, memakai APD dan
1 Apakah
menerima pasien
Petugas melakukan anamnesis singkat terhadap
2 Apakah
pasien
Petugas melakukan seleksi pasien menurut derajat
3 Apakah
kegawatannya (triage)
4 Apakah Petugas menegakkan diagnosis
Jika Pasien dapat ditangani di puskesmas, petugas
5 Apakah melakukan tindakan medis sesuai dengan
diagnosis pasien dan prosedur yang berlaku
Jika pasien tidak dapat ditangani di puskesmas,
6 Apakah petugas memberikan pertolongan pertama dan
kemudian pasien dirujuk
7 Apakah Petugas mencatat di rekam medis
CR: ……………%.
Camming,.......................
Pelaksana / Auditor
(.....................................)