Pengenalan Mikrotik dan QoS Jaringan
Pengenalan Mikrotik dan QoS Jaringan
DASAR TEORI
2.1 Mikrotik
2.1.1 Pengertian Mikrotik
Mikrotik adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
produksi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Mikrotik
dibuat oleh MikroTikls, sebuah perusahaan yang berhubungan dengan sistem
jaringan komputer yang berkantor pusat di Kota Riga, Latvia, bersebelahan
dengan Rusia. MikroTikls (dengan trade name Mikrotik®) didirikan pada tahun
1995 bertujuan mengembangkan router dan sistem ISP (Internet Service
Provider) nirkabel untuk jalur data internet di banyak negara, antara lain Iraq,
Sri Lanka, Ghana dan banyak negara lainnya. Mikrotik saat ini menyediakan
hardware dan software untuk konektivitas internet di sebagian besar negara di
seluruh dunia termasuk Indonesia.
15101098 7
Gambar 2. 2 MikrotikOS
Mikrotik didesain untuk mudah digunakan dan sangat baik
digunakan untuk keperluan administrasi jaringan komputer seperti merancang
dan membangun sebuah sistem jaringan komputer skala kecil hingga yang
kompleks sekalipun.
2.1.3 Mikrotik RouterBoard
Mikrotik RouterBoard adalah suatu hardware yang digunakan untuk
menghubungkan beberapa jaringan (network) tanpa perlu di install ke sebuah
Personal Computer (PC). RouterBoard seperti sebuah PC mini yang terintegrasi
karena dalam satu board tertanam processor, ram, rom, dan memory flash.
RouterBoard menggunakan sistem operasi RouterOS yang berfungsi sebagai
router jaringan, Bandwidth management, Proxy server, Dynamic Host
Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS) server dan bisa
juga berfungsi sebagai Hotspot server. Ada beberapa seri RouterBoard yang juga
bisa berfungsi sebagai Wifi Access Point (AP), Bridge, Wireless Distribution
System (WDS) ataupun sebagai Wifi client. Sebagian besar ISP wireless
menggunakan RouterBoard untuk menjalankan fungsi wirelessnya baik sebagai
AP ataupun Client. Dengan RouterBoard bisa dijalankan fungsi sebuah router
tanpa tergantung pada PC lagi, karena semua fungsi pada router sudah ada dalam
RouterBoard.
Gambar 2. 3 MikroTik-RouterBoard-RB2011UAS-2HnD-IN.[6]
8 15101098
Jika dibandingkan dengan PC yang diinstal RouterOS, RouterBoard
ukurannya lebih kecil, lebih kompak dan hemat listrik karena hanya
menggunakan adaptor sebagai sumber tenaga inputan. Contoh aplikasi yang
dapat diterapkan dengan adanya Mikrotik RouterBoard selain routing adalah
aplikasi manajemen bandwidth, firewall, wireless access point, backhaul link,
system hotspot, Virtual Private Network (VPN) server dan masih banyak lagi.[6]
2.2 Quality Of Service (QoS)
Quality Of Service adalah kemampuan untuk menyediakan jaminan dan
performa layanan pada suatu jaringan. QoS digunakan untuk mengukur tingkat
kualitas koneksi jaringan Transmission Control Protocol/Internet Protocol
(TCP/IP) internet atau intranet. Terdapat banyak hal yang bisa terjadi pada paket
ketika mereka melakukan perjalanan dari asal ke tujuan, masalah-masalah
tersebut sering disebut sebagai paramater-parameter QoS, yang meliputi :
2.2.1 Throughput
Throughput adalah jumlah total kedatangan paket yang sukses yang
diamati selama interval waktu tertentu. Hal ini menentukan besarnya trafik yang
dapat diperoleh aplikasi saat melewati suatu jaringan.[7]
2.2.2 Delay
Delay merupakan waktu yang dibutuhkan oleh data untuk
menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dari pengirim ke penerima pada
dasarnya tersusun atas hardware latency, delay akses, dan delay transmisi. Delay
yang paling sering dialami oleh trafik yang lewat adalah delay transmisi.
Tabel 2. 1 Standarisasi Delay[8]
Jelek >450 ms 1
2.2.3 Jitter
Jitter merupakan variasi – variasi dalam panjang antrian, dalam
waktu pengolahan data dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket – paket
perjalanan akhir. Besarnya nilai jitter akan sangat dipengaruhi oleh variasi beban
trafik dan besarnya tumbukan antar paket (congestion) yang ada dalam jaringan
IP. Semakin besar beban trafik di dalam jaringan akan menyebabkan semakin
15101098 9
besar pula peluang terjadinya congestion dengan demikian nilai jitter-nya akan
semakin besar. Semakin besar nilai jitter akan mengakibatkan nilai QoS akan
semakin turun. Untuk mendapatkan nilai QoS jaringan yang baik, nilai jitter
harus dijaga seminimum mungkin. Terdapat empat kategori penurunan
performansi jaringan berdasarkan nilai peak jitter sesuai dengan versi TIPHON
(Joesman, 2008 dalam Fatoni, 2011), yaitu :
Tabel 2. 2 Standarisasi Jitter[8]
Sangat Bagus 0 ms 4
Bagus 0 - 75 ms 3
Sedang 75 - 125 ms 2
Bagus 3% 3
Sedang 15% 2
Jelek 25% 1
10 15101098
2.3 Internet Protocol Version 4 (IPv4)
IP adalah merupakan protokol yang digunakan untuk melakukan
mekanisme pengalamatan. Salah satu jenis pengalamatan IP adalah IPv4. IPv4
merupakan salah satu jenis pengalamatan jaringan yang digunakan didalam
protokol jaringan TCP/IP dan menggunakan protokol IP versi 4. Jumlah bit yang
digunakan pada pengalamat versi 4 ini adalah sebanyak 32 bit.
Gambar 2. 4 IP Header[9]
Keterangan :
1. Version
Bagian ini berisi keterangan versi IP Protocol, versi IP yang digunakan
adalah IP version 4.
2. Internet Header Length (IHL)
IHL digunakan untuk mengetahui ukuran header IP.
3. Type of Services (TOS)
Type of Services digunakan untuk mengidentifikasi parameter kualitas
layanan yang akan digunakan dalam transmisi paket IP.
4. Total Length
Total datagram IP, yaitu berisi header IP dan muatannya.
5. Identification
Identification digunakan untuk mengidentifikasi sebuah paket IP tertentu
yang akan difragmentasi
6. Flag
Bagian ini berisi dua buah flag yang digunakan untuk mengetahui bahwa
sebuah datagram IP mengalami fragmentasi atau tidak.
a. Bit 0 = reserved, diisi 0.
b. Bit 1 = apabila bernilai 0 akan difragmentasi, namun apabila bernilai 1
tidak dapat difragmentasi.
c. Bit 1 = apabila bernilai 0 maka fragmentasi akan berakhir, namun
apabila bernilai 1 maka akan ada fragmentasi.
15101098 11
7. Fragment Offset
Fragment Offset digunakan untuk mengidentifikasi offset, dimulai saat
fragment bersangkutan, dan dihitung dari permulaan muatan IP yang belum
dipecah.
8. Time to Live
Time to Live digunakan untuk mengetahui waktu maksimal paket harus tiba
pada tujuan.
9. Protocol
Protocol digunakan untuk mengetahui jenis protokol lapisan yang lebih
tinggi yang dikandung oleh muatan IP.
10. Header Checksums
Header Checksums digunakan untuk pengecekan integritas terhadap IP
header.
11. Source and Destination IP Address
Berisi mengenai sumber dan tujuan datagram IP.
12. Options
Option digunakan untuk mengkodekan permintaan pengirim seperti record
routing, time stamping, security label, dan source routing.
13. Padding
Digunakan untuk memastikan bahwa header paket berhenti pada bit ke -32.
[9]
2.4 Manajemen Bandwidth
Bandwidth merupakan lebar pita frekuensi yang digunakan untuk
transmisi data dalam medium transmisi elektronik pada suatu komunikasi data.
Bandwidth juga bisa berarti jumlah konsumsi paket data per satuan waktu
dinyatakan dengan satuan bit per second (bps). Bandwidth merupakan besaran
yang paling banyak digunakan sebagai ukuran kecepatan aliran data. Bandwidth
internet disediakan oleh provider internet dengan jumlah tertentu tergantung
sewa pelanggan. Bit atau binary digit merupakan basis data yang terdiri dari
angka 0 dan 1. Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (0 dan 1) yang
dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain dalam satu detiknya melalui
perantara suatu media. Di dunia komunikasi data terutama dalam jaringan
TCP/IP, bandwidth adalah sumber daya utama yang harus digunakan secara
efisien. Dalam rangka pemanfaatan bandwidth secara optimal dan efisien maka
diperlukan teknik khusus untuk memanajemen sumber daya tersebut. Sehingga
12 15101098
dengan manajemen bandwidth, sumber daya jaringan bisa dikendalikan dan
dapat memenuhi kriteria Quality of Service (QoS).
Manajemen bandwidth adalah pengaturan dalam pembagian alokasi
bandwidth secara efektif sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Penggunaan
internet secara bersamaan dapat mempengaruhi bandwidth dan transfer data
antar komputer, oleh karena itu dibutuhkan manajemen bandwidth. Setiap user
mempunyai kebutuhan masing-masing dalam mengakses internet, ada yang
menghabiskan bandwidth dengan men-download MP3, video atau streaming,
ada yang chatting atau yang sekedar mengecek email. Hal inilah yang
menyebabkan pentingnya pengalokasian bandwidth agar pengunaannya bisa
terasa adil, atau bisa disebut juga fair usage.
Manajemen bandwidth bisa dianalogikan dengan penggunaan pipa yang
mengalirkan air ke seluruh penggunanya. Setiap pengguna tentu tidak dapat
sepuasnya mendapatkan air yang dialirkan dari sumbernya (internet), hal ini
tergantung dengan jumlah bandwidth yang tersedia, pembatasan tersebut adalah
nilai maksimal yang didapatkan oleh setiap pengguna, dan sewaktu-waktu dapat
menurun sesuai dengan keadaan serta kondisi kesibukan pertukaran data. Ketika
banyak orang yang mengirim dan menerima email, berkomunikasi dengan video
streaming, men-download data dengan ukuran yang besar sehingga dapat
mempengaruhi throughput, yaitu jumlah paket yang terkirim dalam satuan
waktu.[1]
Istilah bandwidth management sering dipertukarkan dengan istilah traffic
control, yang dapat didefinisikan sebagai pengalokasian yang tepat dari suatu
bandwidth untuk mendukung kebutuhan atau keperluan aplikasi atau suatu
layanan jaringan. Dalam mengendalikan trafik, administrator jaringan bisa
memilih beberapa metode tergantung dari situasi pada jaringan LAN atau
backbone. Tiap trafik akan dikendalikan dengan metode tertentu yang akan
berdampak pada kecepatan akses. Berikut yang termasuk dalam teknik
pengendalian trafik disiplin antrian adalah :
1. Scheduler : Menggunakan algoritma reschedule dan men-drop paket yang
tidak muat dalam interface. Contohnya adalah First-In First-Out (FIFO),
Stochastic Fairness Queuing (SFQ), Random Early Detect (RED).
2. Shaper : Berguna untuk membatasi kecepatan akses paket. Contohnya adalah
metode Per Connection Queue (PCQ) dan Hierarchical Token Bucket (HTB).
2.4.1 First-In First-Out (FIFO)
Metode ini merupakan metode default yang aktif pada interface
perangkat jaringan. FIFO dijalankan dengan membuat buffer yang sederhana
15101098 13
untuk menampung paket-paket yang masuk untuk sementara waktu. Berikut
karakteristik dari metode FIFO ini :
1. Cepat dan sederhana karna tidak melakukan classification.
2. Merupakan solusi umum yang banyak digunakan.
3. Menggunakan satu buffer untuk berbagai jenis paket.
4. Congestion sulit diperkirakan.
5. Memungkinkan terjadinya delay yang lebih lama.
6. Sering terjadi kondisi packet dibuang (drop packet).
14 15101098
Gambar 2. 6 Stochastic Fairness Queuing[5]
Dari gambar di atas, terlihat adanya sekumpulan paket yang masuk
ke dalam router yang menjalankan SFQ. Sekumpulan paket tersebut akan di
kelompokkan (classification) ke dalam beberapa sub queue dengan
menggunakan hashing algorithm. Sub queue atau sub stream yang dibentuk oleh
SFQ tadi menggunakan metode FIFO untuk memproses flow yang sudah masuk
tadi. Setelah paket-paket tadi masuk ke dalam sub queue, tibalah saatnya trafik
tersebut akan dikeluarkan melalui output interface. Untuk mengelurakan paket-
paket yang ada dalam sub queue tadi, SFQ menggunakan algoritma round robin
lagi untuk menentukan paket mana yang keluar dan mana yang masih harus di
dalam sub queue. SFQ hanya menyediakan 1024 sub queue untuk ditempati oleh
paket yang diterimanya.[5]
2.4.4 Per Connection Queue (PCQ)
PCQ merupakan metode pembagian bandwidth yang mempunyai
prinsip menggunakan metode antrian untuk menyamakan bandwidth yang
dipakai pada beberapa penggunaan. PCQ menciptakan subqueues, masing-
masing subqueue memiliki batas kecepatan data pcq-rate dan pcq-limit packet.
Ukuran total antrian PCQ tidak boleh lebih besar dari pcq-total-limit packets.
PCQ digunakan sebagai metode queue pada jaringan dengan jumlah client yang
banyak, atau jaringan dengan client yang tidak dapat diperkirakan
jumlahnya.[10]
15101098 15
Membagi bandwidth dengan PCQ prinsipnya menggunakan metode
antrian untuk menyamakan bandwidth yang dipakai pada multiple client,
sehingga tiap client akan mendapatkan jatah bandwidth yang sama. Dengan
menggunakan PCQ, meskipun jumlah client mencapai ratusan, hanya
dibutuhkan satu atau beberapa baris konfigurasi queue baik pada simple maupun
queue tree. Di dalam mikrotik, fitur PCQ sudah terinstall default dan merupakan
program untuk mengatur traffic jaringan [Link] adalah penjelasan
berkenaan dengan PCQ rate :
1. Jika PCQ rate ditentukan maka bandwidth yang dihasilkan akan sesuai
dengan penentuannya tersebut walaupun user yang aktif hanya satu. Gambar
2.6 adalah ilustrasinya.
16 15101098
2.4.5 Hierarchical Token Bucket (HTB)
HTB adalah suatu disiplin antrian yang berguna untuk menerapkan
penanganan yang berbeda untuk berbagai jenis aliran data. Secara umum, satu
antrian hanya untuk mengatur satu interface, kemudian mengatur max-limit
untuk workgroup pada parent dan kemudian mendistribusikan jumlah aliran data
antara anggota workgroup tersebut. HTB memungkinkan agar pembuatan queue
menjadi lebih terstruktur dengan melakukan pengelompokan-pengelompokan
bertingkat, keuntungan HTB adalah jika semua client memiliki prioritas yang
sama, maka client akan berbagi bandwidth sisa. Sebelum melihat bagaimana
HTB menangani paket, maka di ilustrasikan prinsip leaky bucket adalah seperti
gambar berikut ini.
15101098 17
Gambar 2. 11 Token bucket [5]
Pada gambar diatas terlihat adanya token generator yang bertugas
menghasilkan token dengan durasi atau interval waktu yang tetap. Token-token
tersebut dikumpulkanoleh ember yang disebut Token Bucket. Disaat yang
bersamaan, paket-paket yang diterima router akan dikumpulkan oleh FIFO
queue, dimana FIFO queue ini dapat disamakan dengan leaky bucket pada
penjelasan sebelumnya. Namun sedikit berbeda dengan leaky bucket, FIFO
queue ini memiliki katup (pintu) pada bagian output-nya. Katup ini akan terbuka
jika ada token yang dikeluarkan pada token bucket tadi. Sehingga semakin sering
token diambil dari bucket, maka semakin sering katup tersebut terbuka, dan
semakin sering pula paket akan dikirimkan. Dengan cara ini batasan-batasan atau
limitasi dari trafik dapat dikendalikan secara lebih detail, seperti batas minimum
dan maksimum dari sebuah queue, begitu pula dengan kemungkinan
diizinkannya terjadi burst selama periode tertentu. Dengan membuat banyak
token bucket, dan menghubungkannya satu sama lain, maka dihasilkanlah queue
yang berhirarki yang merupakan konsep dasar dari hierarchical token bucket.[5]
Pada konsep HTB disini yang merupakan bucket adalah paket data,
selanjutnya akan dapat ditentukan berapa token bucket yang akan dijalankan.
HTB dapat digambarkan sebagai berikut :
18 15101098
Gambar 2. 12 Hierarchical token bucket (HTB)
Dengan menjalankan HTB didapat sebuah sistem kontrol bandwidth
yang akan digunakan oleh sebuah komposisi jaringan. HTB berperan dalam
mengontrol penggunaan bandwidth terhadap link yang diberikan kepada client.
Dengan demikian client tidak dapat seenaknya menggunakan semua kapasitas
bandwidth. Teknik antrian HTB memberikan fasilitas pembatasan trafik pada
setiap level maupun klasifikasi, bandwidth yang tidak terpakai bisa digunakan
oleh klasifikasi yang lebih rendah. HTB merupakan suatu struktur organisasi
dimana pada setiap bagian memiliki wewenang dan mampu membantu bagian
lain yang memerlukan, teknik antrian HTB sangat cocok diterapkan pada
perusahaan dengan banyak struktur organisasi. Secara konseptual, HTB adalah
suatu jumlah yang berubah-ubah dari token bucket yang diatur di dalam suatu
hirarki. Berikut adalah ketentuan dalam metode HTB :
1. HTB hanya bisa berjalan, apabila rule queue client berada di bawah
setidaknya 1 level parent, setiap queue client memiliki parameter limit-at dan
max-limit, dan parent queue harus memiliki besaran max-limit.
2. Jumlah seluruh limit-at tidak boleh melebihi max-limit parent.
3. Max-limit setiap client harus lebih kecil atau sama dengan max-limit parent.
Terdapat dua cara yang bisa digunakan dalam penerapan manajemen bandwidth,
antara lain :
2.4.6 Simple queue
Simple queue adalah cara termudah untuk melakukan limit
bandwidth yang dapat digunakan untuk membatasi bandwidth berdasarkan
15101098 19
alamat IP tertentu. Queue simple dapat digunakan untuk membangun aplikasi
QoS yang lebih rumit. Fitur yang dimiliki simple queue antara lain:
1. Mengizinkan pembuatan aturan queue dengan pemilihan interval waktu.
2. Penggunaan prioritas.
3. Menggunakan multiple packet.
4. Limit trafik dari dua arah (satu limit untuk total upload + download).
2.4.7 Mangle dan Queue Tree
Metode mangle dan queue tree merupakan aturan yang diterapkan
dalam pembagian bandwidth pada mikrotik. Mangle merupakan konfigurasi
yang berguna untuk menandai aliran paket kemudian menggunakan tanda ini
sebagai pengidentifikasian arus pada paket queue tree. Queue tree merupakan
limit bandwidth yang cukup kompleks karena pembatasan dapat dikelompakan
berdasarkan protokol, port atau kelompok IP Address. Sebelum melakukan
pembatas harus ditandai aliran paket menggunakan suatu mangle (istilah pada
mikrotik) agar paket tersebut dapat dikenal oleh queue tree hal ini bertujuan
untuk membedakan paket yang downlink only atau uplink only sehingga limit
pada bandwidth dapat bekerja optimal.[11]
2.5 Model Referensi Open System Interconnection (OSI)
Open System Interconnection merupakan sebuah protokol interkoneksi
sistem terbuka yang dibuat oleh International Organization for Standarzation
untuk menyediakan model dasar sehingga dapat memodelkan semua protokol.
Model OSI telah dipergunakan dalam praktik. Namun, model ini umumnya
berfungsi sebagai prototipe teoritis berupa grafik dan blok-blok diagram untuk
membuat sistem protokol jaringan yang baik. Protokol-protokol jaringan yang
ada saat ini mengambil sebagian atau keseluruhan fungsi dasar pada model OSI.
2.5.1 Karakteristik OSI Layer
Model OSI terbagi menjadi tujuh lapisan dan setiap lapisan memiliki
fungsi masing-masing. Lapisan-lapisan ini merepresentasikan tipe-tipe fungsi
yang seharusnya didukung oleh protokol. Lapisan osi disusun berdasarkan blok
fungsi model logik, dari atas ke bawah. Bagian atas lapisan merupakan lapisan
yang dekat dengan pengguna atau aplikasi, sedangkan lapisan bagian bawah
memiliki fungsi yang lebih dekat dengan fisik atau antarmuka jaringan.
2.5.2 Lapisan - lapisan Model OSI Layer
Model OSI memiliki tujuh lapisan, diantaranya :
1. Lapisan Fisik (Physical Layer)
Lapisan fisik merupakan lapisan pertama, atau lapisan terbawah pada
model OSI. Lapisan ini berfungsi untuk mengirim dan menerima data dari
20 15101098
atau ke media fisik seperti konektor, kabel, perangkat keras dan media radio
maupun satelit.
2. Lapisan Hubungan Data (Data Link Layer)
Lapisan hubungan data merupakan lapisan kedua. Awalnya lapisan ini
dibuat sebagai lapisan fungsional tunggal (single function layer). Namun
karena kebutuhan yang semakin banyak, sehingga lapisan ini terbagi menjadi
dua sub lapisan yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control
(MAC). Kedua lapisan ini memiliki fungsi untuk memindahkan paket menuju
dan keluar dari jaringan, Pada lapisan ini bit dan byte bergabung menjadi
frame, atau sebaliknya. Sub lapisan LLC memaketkan byte yang diterima dari
sublapisan MAC yang ada dibawah sehingga menjadi format yang mudah
dibaca oleh lapisan jaringan diatasnya.
3. Lapisan Jaringan (Network Layer)
Lapisan jaringan adalah lapisan ketiga pada model OSI yang memiliki
fungsi untuk melakukan rutinitas paket melalui multiple network. Lapisan ini
bekerja tanpa memperhatikan protokol pokok yang digunakan. Hal ini
menyebabkan alat seperti router dapat beroperasi pada level ini dapat
digunakan untuk menghubungkan jaringan – jaringan pada lapisan datalink
dan lapisan fisik. Contoh : Manajemen bandwidth dengan disiplin antrian Per
connection queue (PCQ) dan Hierarchical token bucket (HTB).
4. Lapisan Transport (Transport Layer)
Lapisan transport merupakan lapisan keempat pada model OSI.
Lapisan ini berfungsi untuk mentransmisikan pesan dari host pengirim ke
penerima. Lapisan transport bertugas membuat sirkuit virtual diantara dua
titik didalam jaringan dan memastikan integritas data (jika level atau protokol
dibawahnya tidak menyediakan service ini). Contoh : Transmission Control
Protocol (TCP), Name Binding Protocol (NBP) dan User Datagram Protocol
(UDP).
5. Lapisan Sesi (Session Layer)
Lapisan kelima ini memiliki fungsi untuk mengadakan,
mempertahankan dan memutuskan komunikasi diantara aplikasi-aplikasi
atau proses-proses yang berjalan di jaringan. Contoh : SQL, Apple Tak
Session Protocol (ASP), dan Digital Network Architecture Session Control
Program (DNASCP).
6. Lapisan Presentasi (Presentation Layer)
Lapisan presentasi merupakan lapisan keenam pada model OSI.
Lapisan ini sangat erat kaitannya dengan lapisan aplikasi. Tugas utamanya
adalah untuk memastikan bahwa data yang sedang dilewatkan menuju
15101098 21
lapisan aplikasi sudah dikonversi menjadi format yang dimengerti lapisan
aplikasi. Contoh : American Standard Code for Information Interchange
(ASCII), Joint Photographic Experts Group (JPEG), dan Musical Instrument
Digital Interface (MIDI).
7. Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Lapisan ini merupakan lapisan teratas pada model OSI. Lapisan aplikasi
digunakan untuk menyediakan akses jaringan untuk program aplikasi.
Program aplikasi pengguna dan service sistem biasanya memperoleh akses
jaringan melalui interaksi dengan proses yang sedang berjalan pada lapisan
OSI ini. Contoh : Email (pop3 dan SMTP), File Transfer Protocol (FTP), dan
Hypertext Transfer Protocol (HTTP).
2.6 Model Referensi Transmission Control Protocol/Internet Protocol
(TCP/IP)
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah
satu set aturan standar komunikasi data yang digunakan dalam proses transfer
data dari satu komputer ke komputer lain di jaringan komputer tanpa melihat
perbedaan jenis hardware. Protokol TCP/IP dikembangkan dalam riset pertama
kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Amerika
Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam
bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi.
2.6.1 Karakteristik Lapisan TCP/IP
TCP/IP mengatur komunikasi data komputer di internet dan
memastikan pengiriman data ke alamat yang dituju. Lapisan-lapisan protokol
TCP/IP melayani permintaan pengguna untuk mengirim dan menerima data,
mengatur komunikasi antar-host, melakukan pengecekan kesalahan,
menyampaikan paket ke alamat yang benar, dan mengirim/menerima data dari
media [Link] TCP/IP mempunyai empat lapisan yang merupakan
penyederhanaan dari lapisan-lapisan yang ada di OSI.
2.6.2 Lapisan-lapisan Model TCP/IP
Protokol TCP/IP terdiri atas protokol-protokol yang melakukan
fungsi masing-masing secara spesifik. Protokol-protokol ini dikategorikan
berdasarkan fungsi dalam lapisan-lapisan tertentu. TCP/IP memiliki empat
lapisan kategori untuk protokol-protokol yang ada. Lapisan-lapisan tersebut
adalah :
1. Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Lapisan Aplikasi pada model protokol TCP/Ip adalah lapisan yang
melayani permintaan pengguna untuk mengirim dan menerima data. Lapisan
22 15101098
ini merupakan tempat di mana aplikasi dan servis-servis lain memperoleh
akses ke jaringan. Lapisan ini merupakan “jendela” protokol terhadap dunia.
Dua API (Application Programming Interface/Antarmuka Program Aplikasi)
yang berbeda menyediakan akses ke protokol transportasi TCP/IP, yaitu
Socket Window dan Net Bios.
2. Lapisan Transportasi (Transport Layer)
Lapisan Transportasi pada model protokol TCP/IP berfungsi mengatur
komunikasi antar host dan melakukan pengecekan kesalahan. Lapisan ini
melakukan dan mempertahankan komunikasi point-to-point di antara dua
host. Fungsi utamanya adalah memberi balasan terhadap informasi yang
diterima, mengontrol aliran, mengurutkan dan mentransmisikan paket-paket
data. Jenis service yang diperlukan tergantung kepada aplikasi, dapat
menggunakan Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram
Protocol (UDP). TCP biasanya digunakan ketika aplikasi yang dijalankan
memerlukan transmisi data dalam jumlah besar dan memastikan data yang
diperoleh penerima merupakan data yang benar dan dalam waktu pengiriman
yang tepat. Adapun UDP digunakan apabila aplikasi mentransmisikan data
dalam jumlah kecil dan tidak memerlukan balasan dari penerima. Pengiriman
data melalui UDP bersifat unreliable (tidak ada pengecekan kesalahan paket)
dan tidak ada laporan tentang penerimaan data dari penerima.
3. Lapisan Internet (Internet Layer)
Lapisan internet bertugas untuk menjalankan data di dalam dan di
antara jaringan yang berbeda. Router sangat berfungsi pada lapisan
protokol ini dan bertugas meneruskan paket data dari suatu jaringan atau
segmen kepada jaringan lainnya.
4. Lapisan Antarmuka Jaringan/Fisik (Network/Physical Interface)
Lapisan antarmuka jaringan merupakan lapisan paling bawah. Lapisan
ini bertugas mengirimkan paket data yang berisi IP. Lapisan ini bekerja
dekat dengan Address Resolution Protocol (ARP) untuk menentukan
header informasi yang tepat yang perlu ditambahkan pada masing-masing
frame. Lapisan ini membuat frame yang cocok dengan tipe jaringan yang
digunakan, seperti Ethernet, Token Ring, atau Automated Teller Machine
(ATM), kemudian meletakkan paket data IP ke daerah muatan pada sebuah
frame dan mengirimkan data.[12]
2.7 Protokol Jaringan
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau
mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua
atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras,
15101098 23
perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah,
protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
2.7.1 Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP)
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas
internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain
di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena
memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini
juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut
diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi.
Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Pada
TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi
antar komputer. TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri
atas empat lapis, diantaranya adalah :
1. Protokol lapisan aplikasi.
2. Protokol lapisan antar-host.
3. Protokol lapisan internetwork.
4. Protokol lapisan antarmuka jaringan.
2.7.2 User Datagram Protocol (UDP)
UDP adalah transport layer yang tidak handal (unreliable),
connectionles. Dengan menggunakan UDP, setiap aplikasi socket dapat
mengirimkan paket – paket yang berupa datagram. Istilah datagram
diperuntukkan terhadap paket dengan koneksi yang tidak handal (unreliable
service). Koneksi yang handal selalu memberikan keterangan apabila pengiriman
data gagal, sedangkan koneksi yang tidak handal tidak akan mengirimkan
keterangan meski pengiriman data gagal. Berikut adalah karakterisitik dari UDP.
1. Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa
harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak
berukar informasi.
2. Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai
datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol
lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan
terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi.
3. UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah
protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam
jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source
Process Identification dan Destination Process Identification.
4. UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap
keseluruhan pesan UDP.
24 15101098
2.7.3 Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system
yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan
yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web
browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah
komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di
implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki
keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk
mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak
berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di
Internet maupun di Intranet.
2.7.4 Internet Control Message Protocol (ICMP)
adalah salah satu protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan
dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh
aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping
yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk
menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket
yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan. protokol internet. ICMP
utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim
pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak
bisa dijangkau.
2.7.5 Internet Message Access Protocol (IMAP)
IMAP adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail
dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia
ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan
menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP
(Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download
semua pesan yang ada tanpa kecuali.
2.7.6 Hyper Text Transfer Protocol (HTTP)
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan
oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan
bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-
aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai
respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini. Contohnya bila
15101098 25
kita mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser maka web
browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian
akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang
diminta oleh web browser. Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web
browser untuk ditampilkan kepada kita.
2.7.7 Hyper Text Transfer Protocol Secure (HTTPS)
HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari
World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk
menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam
komersi elektris. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS
menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau
protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan
perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle
attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443. Tingkat keamanan tergantung
pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat
lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual. Oleh karena
itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai
dengan ‘[Link] bukan dengan ‘[Link]
2.7.8 Secure Shell (SSH)
SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data
secara aman antara dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan
komputer dari jarak jauh mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan
lain-lain. Protokol ini mempunyai kelebihan dibanding protokol yang sejenis
seperti Telnet dan FTP karena SSH memiliki sistem Otentikasi, Otorisasi, dan
enkripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui
bantuan SSH ini menjadi lebih terjamin.
2.7.9 Telecommunication Network (Telnet)
Adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet
atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi
sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki
beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.
2.7.10 File Transfer Protocol (FTP)
File Transfer Protocol (FTP) adalah sebuah protocol internet yang
berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan
berkas (file) computer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP atau
protocol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara
client dan server, sehingga diantara kedua komponen tersebut akan dibuatlah
sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. FTP hanya menggunakan
26 15101098
metode autentikasi standar, yakni menggunakan User name dan paswordnya
yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguna terdaftar dapat
menggunakan username dan password-nya untuk mengakses ,men-download
,dan meng-upload berkas-berkas yang ia kehendaki. Umumnya, para pengguna
daftar memiliki akses penuh terdapat beberapa direkotri, sehingga mereka dapat
memuat direktori dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar
dapat juga menggunakan metode anonymous login, yakni dengan menggunakan
nama pengguna anonymous & password yang diisi dengan menggunakan alamat
e-mail. Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource
Identifier (URI) dengan menggunakan format [Link] Klien FTP dapat
menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut. Tujuan FTP server
adalah sebagai beikut :
1. Untuk men-sharing data.
2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi User.
4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
2.7.11 Secure Socket Layer (SSL)
SSL (Secure Socket Layer) adalah arguably internet yang paling
banyak digunakan untuk enkripsi. Ditambah lagi, SSL digunakan tidak hanya
keamanan koneksi web, tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi
jaringan end-to-end. Secure Sockets Layer (SSL) merupakan sistem yang
digunakan untuk mengenkripsi pengiriman informasi pada internet, sehingga
data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan
integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan.[13]
2.8 Video Streaming
Streaming video adalah transmisi data video melalui jaringan komputer
yang diputar langsung secara online. Video dapat diputar tanpa perlu
mendownload file sepenuhnya & disimpan secara offline. Koneksi internet yang
cukup cepat diperlukan untuk menonton video langsung secara online. Dengan
terus berkembangnya internet, sekarang streaming video dapat dilakukan dengan
mudah. File video untuk streaming biasanya dikompresi menjadi berukuran
kecil. Meski kompresi video akan menyebabkan penurunan kualitas video, ini
perlu dilakukan agar tidak diperlukan bandwidth internet yang sangat besar.
Jika ada gangguan pada koneksi internet, video akan berhenti berjalan.
Untuk memperkecil masalah ini, PC menyimpan 'buffer' data yang sudah
diterima. Jika ada gangguan internet, pemutaran video tidak akan terganggu jika
masih ada data di dalam buffer. Akan tetapi, jika tidak ada data lagi di dalam
buffer, maka video akan berhenti dan kemudian ditampilkan pesan "buffering",
15101098 27
kemudian video akan dilanjutkan lagi ketika sudah diterima sejumlah data yang
cukup.
Streaming video sudah menjadi hal yang biasa dengan terkenalnya
website-website seperti YouTube dan Vimeo. Keduanya menyediakan berbagai
macam video yang dapat di tonton secara gratis. Kualitas streaming dapat
berbeda-beda untuk tiap orang, karena streaming bergantung pada kualitas
koneksi internet kita. Contohnya YouTube dapat stream video dengan kualitas
resolusi 144p, 240p, 360p, 480p, 720p, 1080p, 1440p, atau bahkan 2160p.
Semakin tinggi resolusi, semakin besar pula bandwidth internet yang
dibutuhkan. Akan tetapi, jika bandwidth tidak cukup besar, maka streaming
video tidak dapat berjalan dengan lancar, pemutaran video akan sering berhenti
karena kurangnya data yang diterima.
2.9 VLC Media Player
VLC Media Player merupakan perangkat lunak (software) pemutar
beragam berkas (file) multimedia, baik video maupun audio dalam berbagai
format, seperti MPEG, DivX, Ogg, dan lain-lain.
28 15101098
Salah satu kelebihan yang paling menonjol dari VLC Media Player
adalah kelengkapan codec yang dimiliki. Dengan kata lain, VLC dapat memutar
hampir seluruh jenis berkas audio maupun video yang ada. Di balik tampilan
programnya yang sederhana, pemutar berkas multimedia ini dilengkapi dengan
beragam fitur tambahan, seperti kemampuan subtitle, tag format, konversi, filter,
skin, dapat dioperasikan melalui berbagai interface, tersedia dalam bahasa
Indonesia, dan masih banyak lagi. Bahkan, program ini juga bisa dijadikan
sebagai server untuk kebutuhan streaming di jaringan lokal dan internet.[14]
2.10 Winbox
Winbox adalah sebuah utility yang digunakan untuk melakukan remote
ke server mikrotik dalam mode Graphical User Interface (GUI). Sehingga
dengan cara ini tidak perlu bersusah payah mengetikkan perintah Command Line
(CLI) mikrotik. Mengkonfigurasi mikrotik melalui winbox ini lebih banyak
digunakan karena selain penggunaannya yang mudah, juga tidak harus
menghafalkan perintah-perintah pada mikrotik. Semua perintah itu sudah
tersedia dalam bentuk Graphical Menu pada Winbox, sehingga user hanya perlu
memilih menu yang diinginkan yang terdapat di winbox tanpa perlu mengetikan
perintah pada mikrotik.[15]
15101098 29
pengawasan paket secara waktu nyata (real time) yang kemudian menangkap
data dan menampilkannya selengkap mungkin.
30 15101098