Judul: Imut Lupa Ulang Tahun Emak
Durasi: Maksimal 60 detik
Format: Deskripsi Adegan + Dialog Anak-anak
ADEGAN 1 – PAGI DI RUMAH KAYU
(Visual: Matahari pagi, rumah kayu sederhana. Emak duduk di dapur dengan wajah harap-
harap cemas. Di belakangnya, terlihat kalender yang menunjukkan tanggal ulang tahunnya.)
Emak (lembut, berharap):
"Ah… hari ini hari spesial…"
(Cut ke Imut berlari keluar rumah dengan semangat.)
Imut (ceria):
"Emak, Imut main dulu yaa!"
Emak (tersenyum kecil):
"Iya, hati-hati ya, Nak…"
ADEGAN 2 – HARI BERJALAN
(Montase: Imut bermain layangan, makan jajan bareng teman, lalu duduk di bawah pohon
sambil tertawa. Langit berubah dari siang ke sore.)
(Cut ke Emak duduk sendiri di dapur, meniup lilin kecil di atas potongan singkong rebus.)
Emak (berbisik sedih):
"Selamat ulang tahun, Bu Tua…"
ADEGAN 3 – MALAM HARI, IMUT PULANG
(Visual: Imut masuk rumah, wajahnya lelah tapi bahagia. Melihat Emak duduk sendiri, Imut
merasa ada yang aneh.)
Imut (bingung):
"Emak kenapa sendirian?"
Emak (tersenyum pelan):
"Nggak apa-apa, sayang…"
(Imut melihat potongan singkong dan lilin kecil di meja. Matanya membelalak.)
Imut (kaget):
"Aaah! Hari ini ulang tahun Emak?!"
ADEGAN 4 – MOMEN MENYENTUH
(Visual: Imut panik, lalu buru-buru ambil daun dan bunga di halaman. Ia membuat kartu
ucapan sederhana dan menyerahkannya sambil menangis kecil.)
Imut (menangis pelan):
"Maaf ya, Emak… Imut lupa…"
(Emak memeluk Imut erat.)
Emak (lembut):
"Kado terbaik itu pelukanmu, Nak…"
ADEGAN PENUTUP – PELUKAN HANGAT
(Visual: Emak dan Imut duduk di beranda, saling berpelukan. Kamera menjauh pelan. Lampu
rumah temaram.)
Voice Over Imut (lembut):
"Imut janji, nggak akan lupa lagi…"
Catatan Visual & Suara:
Warna hangat di rumah, nuansa hijau dan jingga untuk suasana lembut.
Musik latar: Piano lembut dan suara burung di pagi hari, berganti menjadi musik sendu
di sore, lalu hangat kembali di akhir.
Ekspresi: Wajah Emak harus terlihat tulus dan sabar, sedangkan Imut harus ceria tapi
polos.