0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan4 halaman

Transplantasi Sel Testikular Ikan Gurame

Tentang Osmoregulasi

Diunggah oleh

otasakayuu999
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan4 halaman

Transplantasi Sel Testikular Ikan Gurame

Tentang Osmoregulasi

Diunggah oleh

otasakayuu999
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Volume 2, Nomor 2, November 2016 E-ISSN 2461 – 0976

Nomor Akreditasi: 668/AU3/P2MI-LIPI/07/2015

Widyariset
Abstrak dan Kata kunci bersumber dari artikel. Lembar abstrak ini boleh difotokopi
tanpa izin dan biaya

Jasmadi,1 Odang Carman,2 dan Alimuddin3 (1UPT Loka Konservasi Biota Laut Tual, LIPI dan
2-3
Budidaya Perairan, Institut Pertanian Bogor)
Transplantasi Sel Testikular Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) pada Larva Ikan
Nila (Oreochromis niloticus) Awal Menetas
Widyariset Vol. 2, No.2, November 2016, hlm: 77–85
Abstrak
Teknologi transplantasi sel sudah banyak dikembangkan pada mamalia tetapi belum banyak diterapkan pada ikan
air tawar. Ikan gurame (Osphronemus gouramy) adalah salah satu komoditas akuakultur ekonomis penting tetapi
relatif lama matang gonad pertama kali dibandingkan dengan ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan nila memiliki
kemampuan matang gonad yang lebih cepat dan berpotensi sebagai induk semang ikan gurame. Penelitian ini
bertujuan untuk mengaplikasikan transplantasi sel testikular ikan gurame ke larva ikan nila dan mengetahui tingkat
keberhasilannya melalui kolonisasi sel donor. Larva ikan nila umur 1-2 dan 3-4 hari setelah menetas (hsm) diin-
jeksi ±20.000 sel donor hasil disosiasi pada rongga peritonial, kemudian dipelihara selama dua bulan. Kolonisasi
sel donor ditentukan dengan Polymerase Chain Reaction(PCR) dengan primer F1GH dan R1GH gurame. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ikan gurame dengan bobot tubuh yang lebih besar (827 g) memiliki komposisi
spermatogonia lebih kecil (4,45%) dibanding donor 608 g (14,98%). Tingkat kolonisasi sel pada resipien 1-2
hsm lebih besar (100%) dibandingkan resipien 3-4 hsm (75%). Sedangkan tingkat kelangsungan hidup resipien
setelah injeksi adalah 89,34% pada resipien umur 1-2 hsm, dan 98,96% pada resipien umur 3-4 hsm. Penelitian
ini menunjukkan bahwa teknologi transplantasi sel dapat diaplikasikan pada ikan gurame ke ikan nila (Xenotrans-
plantasi) dan transplantasi sel menunjukkan hasil yang lebih baik pada resipien 1-2 hsm daripada resipien 3-4 hsm.
Dengan keberhasilan tersebut produktivitas usaha pengembangan budidaya ikan gurame berpotensi untuk dapat
ditingkatkan melalui teknik transplantasi.

Kata kunci: Transplantasi, Ikan gurame, Sel testikular, Ikan nila, Kolonisasi

Idha Yulia Ikhsani,1 Malik S. Abdul,1 dan Johanis D. Lekalete3 (1-3Pusat Penelitian Laut Dalam, LIPI)
Distribusi Fosfat dan Nitrat di Teluk Ambon Bagian Dalam pada Monsun Barat dan
Timur
Widyariset Vol. 2, No.2, November 2016, hlm: 86–95
Abstrak
Penelitian ini telah membandingkan distribusi konsentrasi zat hara fosfat dan nitrat di Teluk Ambon bagian dalam
pada dua musim yang berbeda, yaitu Monsun Barat dan Timur. Hasil menunjukkan konsentrasi fosfat lebih tinggi
di beberapa lokasi pengamatan pada Monsun Timur, begitu juga dengan nitrat. Kisaran konsentrasi fosfat di
permukaan dan dekat dasar pada Monsun Barat adalah 0,047–0,0549 dan 0,0549–0,1176 mg/L, sedangkan untuk
nitrat adalah dari tidak terdeteksi hingga 0,0976 mg/L di permukaan dan 0,0956–0,5870 mg/L di dekat dasar.
Kisaran konsentrasi fosfat dan nitrat pada Monsun Timur di permukaan 0,0495–0,0676 mg/L dan 0,0247–0,4019
mg/L, sedangkan di daerah dasar adalah 0,0495–0,1802 mg/L dan 0,0247–0,7944 mg/L. Hasil mengindikasikan
kandungan nitrat dan fosfat sudah tinggi dan dalam kategori tercemar. Kandungan fosfat dan nitrat yang tinggi

Lembar Abstrak | | ix
pada Monsun Barat diduga disebabkan oleh limpahan nutrien dari daratan yang masuk ke teluk melalui sungai.
Di sisi lain, kandungan nutrisi yang tinggi pada Teluk Ambon bagian dalam pada Monsun Timur disebabkan oleh
masuknya massa air dari Laut Banda yang kaya akan nutrien ke dalam teluk.

Kata kunci: Nitrat, Fosfat, Monsun barat, Monsun timur.

Lincah Andadari,1 Rosita Dewi,2 dan Sugeng Pudjiono3 (1-2Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan
dan 3Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta)
Uji Adaptasi Lima Tanaman Murbei Hibrid Baru untuk Meningkatkan Produktivi-
tas Persutraan Alam
Widyariset Vol. 2, No.2, November 2016, hlm: 96–105
Abstrak
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh produksi sutra di Indonesia adalah masih rendahnya produktivitas
tanaman murbei yang saat ini ditanam oleh petani. Oleh karena itu perlu dikembangkan tanaman murbei unggulan
yang memiliki produksi daun yang tinggi. Sebelum tanaman murbei ungguladapat dibudidayakan oleh petani,
tanaman murbei hibrid baru harus diuji adaptasi terlebih dahulu. Uji adaptasi diperlukan untuk melihat respon
genetik tanaman terhadap lingkungan tempat tumbuhnya. Tujuan penelitian uji adaptasi ini adalah melakukan
pengujian di lapangan terhadap lima jenis tanaman hibrid murbei baru untuk mengetahui pertumbuhan dan
produktivitas tanamannya. Pada penelitian ini, dilakukan uji adaptasi terhadap lima jenis tanaman murbei hibrid
baru dari tahun 2012 sampai tahun 2014. Penelitian ini berlokasi di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan,
Kabupaten Sukabumi. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam
perlakuan dan masing-masing perlakuan mempunyai tiga ulangan. Hasil pengamatan pertumbuhan menunjukkan
dua jenis murbei hibrid menunjukkan persentase tumbuh yang tinggi, yaitu rata-rata 99%. Pemanfaatan tanaman
hibrid Morus cathayanax Morus amakusaguwa IV.12 dapat meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 59,60%
dan Morus cathayana x Morus amakusaguwa IV.10 dapat meningkatkan produktivitas sebesar 47,83%. Kedua
jenis murbei hibrid, Morus cathayanax Morus amakusaguwaIV.12 dan Morus cathayana x Morus amakusaguwa
IV.10 memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan produktivitas pakan ulat sutra.

Kata kunci: Uji adaptasi, Murbei hibrid, Produksi daun, Produktivitas

Tri Ratna Sulistiyani1 dan Puspita Lisdiyanti2 (1Pusat Penelitian Biologi dan 2Pusat Penelitian
Bioteknologi, LIPI)
Keragaman Bakteri Endovit pada Tanaman Curcuma heyneana dan Potensinya dalam
Menambat Nitrogen
Widyariset Vol. 2, No.2, November 2016, hlm: 106–117

Abstrak
Bakteri endofit memiliki keragaman tinggi dan beberapa jenisnya memainkan peran biologi penting dalam
bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman bakteri endofit di tanaman temu giring
(Curcuma heyneana) dan mengetahui aktivitasnya dalam memfiksasi nitrogen. Tanaman temu giring dikoleksi
dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor. Isolasi bakteri endofit menggunakan dua metode
(metode cawan sebar dan potongan tanaman) dan empat macam media, yaitu Nutrient Agar (NA), NA dengan
ekstrak temu giring (NAH), Water Yeast Extract Agar (WYEA), WYEA dengan ekstrak temu giring (WYEAH).
Identifikasi isolat terseleksi dilakukan berdasarkan 16S rDNA. Isolat terseleksi selanjutnya diuji kemampuannya
dalam memfiksasi nitrogen pada media Jensen’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dan media
isolasi bakteri endofit yang paling sesuai digunakan adalah metode cawan sebar dan media NA. Berdasarkan
perbedaan karakteristik morfologi diperoleh 30 isolat bakteri endofit dari bagian rimpang (27%), batang (50%),
dan daun (23%). Hasil sekuensing 16S rDNA menunjukkan bahwa komunitas bakteri endofit pada tanaman temu
giring terdiri dari enam kelompok kluster, yaitu Alphaproteobacteria, Betaproteobacteria, Gammaproteobacte-
ria, Flavobacteria, Actinobacteria, danFirmicutes yang merepresentasikan 17 genus, di antaranya Microbacterium,
Leclercia, Brevundimonas, Chromobacterium, Enterobacter, Acinetobacter, Novosphingobium, Chryseobacte-

x | Widyariset, Vol. 2, No.2, November 2016


rium, Curtobacterium, Agrobacterium, Sphingomonas, Herbaspirillium, Bacillus, Variovorax, Mycobacterium,
Starkeya, dan Rhizobium. Sebanyak sebelas isolat mampu tumbuh pada media bebas. Dengan adanya bakteri
endofit yang mampu menambat nitrogen, diharapkan bakteri tersebut dapat diaplikasikan dalam bidang pertanian
sebagai pupuk hayati.

Kata kunci: Curcuma heyneana, Bakteri endofit, Keragaman populasi, Fiksasi nitrogen.

Muhammad Arifuddin Fitriady,1 Dieni Mansur,2 and Sabar Pangihutan Simanungkalit3 (1-3Research
Center for Chemistry, Indonesian Institute of Science)
Utilization of Natural Iron Ore for Catalytic Reaction of Pyroligneous Acid
Derived from Palm Kernel Shells
Widyariset Vol. 2, No.2, November 2016, hlm: 118–130
Abstrak
Kebutuhan energi dan penurunan bahan bakar fosil bersamaan dengan munculnya kesadaran tentang kerusakan-
lingkungan menyiratkan bahwa pasokan energi masa depan harus berasal dari sumber energi terbarukan. Salah
satu sumber energi terbarukan yang utama adalah biomasa. Pirolisa adalah dekomposisi yang cepat dari material
organik tanpa adanya gas oksigen yang menghasilkan produk pyrolysis oil, gas, dan arang. Kandungan air yang
tinggi dan ketidakstabilannya; seperti perubahan viscositasdan pemisahan fasa adalah masalah utama dari pyroly-
sis oilsebagai sumber dari bahan kimia yang berguna. Pyrolysis oilterpisah menjadi fasa minyak dan pyroligneous
acid. Pyroligneous acidtersebut mengandung banyak bahan kimia, oleh karenanya pyroligneous acidtidak dapat
dibuang secara langsung ke lingkungan karena akan mencemari lingkungan. Selanjutnya, pyroligneous acidperlu
diolah untuk mendapatkan bahan kimia yang berguna. Reaksi katalitik dari pyroligneous acidyang didapat dari
proses pirolisa dari cangkang kelapa sawit, telah dilakukan dengan menggunakan katalis bijih besi pada suhu 350
°C dengan W/F [W: massa tumpukan katalis (gram) dan F : laju alir umpan (g.h-1)] sebesar 0,5 h. Hasil analisis
menunjukkan bahwa bijih besi yang diberi pelakuan dengan kalsinasi pada suhu 285 °C memiliki kemampuan
yang lebih tinggi untuk reaksi ketonisasi dari asam karboksilat dibandingkan dengan katalis lain. Walaupun begitu,
baik kalsinasi hingga suhu 500 °C maupun perlakuan steam pada biji besi tidak dapat meningkatkan aktivitas dari
katalis untuk reaksi ketonisasi secara signifikan meskipun luas permukaan BET dari katalis meningkat.

Kata kunci: Bijih besi, Reaksi katalitik, Pyroligneous acid, Pirolisa, Cangkang kelapa sawit.

Yuri Hermawan Prasetyo (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
Analisis Kinerja Termal dan Aerodinamis pada Rumah Tradisional Batak Toba
Menggunakan Simulasi Digital dan Pengukuran Lapangan
Widyariset Vol. 2, No.2, November 2016, hlm: 131–142
Abstrak
Rumah tradisional diyakini mempunyai kinerja termal yang lebih baik jika dibandingkan dengan rumah modern.
Pemanfaatan desain pasif dapat mengacu pada rancangan sistem pasif yang terdapat pada rumah tradisional melalui
sistem ventilasi alami dan pemanfaatan material lokal. Simulasi digital digunakan untuk menilai kinerja termal
dengan membandingkan hasil pengukuran lapangan dan sekaligus sebagai alat validasi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan kinerja termal dan aerodinamis Rumah Tradisional Batak Toba (RTBT) dengan menggunakan
simulasi digital dan hasil pengukuran lapangan. Metode yang digunakan adalah membandingkan hasil analisis
simulasi digital dengan data pengukuran temperatur langsung di dalam dan di luar bangunan RTBT. Perangkat
lunak yang digunakan untuk simulasi digital adalah Meteonorm, Ecotect, dan CFD-ACE+. Pengukuran dilakukan
selama 24 jam pada tanggal 4-5 Mei dan 26-27 April tahun 2013 dengan interval waktu satu jam. Hasil analisis
simulasi digital menunjukkan terdapat persamaan fenomena dengan hasil pengukuran lapangan, yaitu 80% waktu
berada di dalam rentang kenyamanan termal dalam satu tahun. Hasil pengukuran lapangan memperlihatkan bahwa
kondisi termal hasil pengukuran lapangan sepanjang hari berada di bawah referensi temperatur batas atas kenya-
manan termal dengan ventilasi alami, yaitu 29 °C.

Kata kunci: Kinerja termal, Simulasi digital, Pengukuran lapangan, Rumah Tradisional Toba.

Lembar Abstrak | | xi
Frilla R. T. Saputra1 dan Johanis D. Lekalette2 (1-2Pusat Penelitian Laut Dalam, LIPI)
Dinamika Massa Air di Teluk Ambon
Widyariset Vol. 2, No.2, November 2016, hlm: 143–152

Abstrak
Teluk Ambon merupakan teluk yang memiliki karakteristik unik dengan teluk bagian dalam bersifat semi tertutup.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dinamika massa air Teluk Ambon melalui pengamatan distribusi ver-
tikal dan horizontal temperatur dan salinitas di setiap musimnya. Pengamatan dilakukan di 18 titik stasiun penga-
matan sepanjang tahun 2015 pada Monsun Barat (Februari), Musim Peralihan I (April), Monsun Timur (Agustus),
dan Musim Peralihan II (November). Hasilnya menunjukkan bahwa dinamika massa air di Teluk Ambon sangat
dipengaruhi oleh musim. Pada saat Monsun Barat temperatur di perairan Teluk Ambon lebih tinggi dibandingkan
musim lainnya dan terjadi fenomena mixingakibat adanya difusi bahang dari bagian permukaan. Pada Musim
Peralihan I terjadi pola stratifikasi pada kolom air yang disebabkan oleh adanya percampuran dengan air tawar.
Pada saat Monsun Timur temperatur di Teluk Ambon lebih rendah dibandingkan dengan musim lainnya dan terjadi
fenomena flushingkarena masuknya massa air dari Laut Banda dengan densitas yang tinggi ke Teluk Ambon
bagian dalam. Memasuki Musim Peralihan II temperatur kembali menghangatdan membentuk pola stratifikasi
akibat adanya difusi bahang dari lapisan permukaan. Profil salinitas di Teluk Ambon menunjukkan karakteristik
yang hampir sama dengan temperatur di setiap musimnya. Salinitas di Teluk Dalam lebih rendah dibandingkan
dengan Teluk Luar akibat adanya percampuran dengan massa air tawar.

Kata Kunci: Dinamika massa air, Temperatur, Salinitas, Teluk Ambon

Satrio Herbirowo1 dan Bintang Adjiantoro2 (1-2Pusat Penelitian Metalurgi dan Material, LIPI)
Pengaruh Perlakuan Panas terhadap Struktur Mikro dan Kekuatan Mekanik Baja
Nikel Laterit
Widyariset Vol. 2, No.2, November 2016, hlm: 153–160
Abstrak
Indonesia memiliki sumber bijih nikel laterit dan batubara yang melimpah. Walaupun begitu, sumber daya ini
belum dipertimbangkan sebagai bahan baku utama dalam industri baja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui beberapa aspek yang dimiliki oleh baja laterit melalui proses perlakuan panas serta potensinya. Baja
nikel laterit bisa digunakan untuk aplikasi pada baja konstruksi jembatan dan bangunan. Perilaku baja nikel lat-
erit ini dapat diperbaiki dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara perlakuan panas temper. Penelitian ini
mengungkapkan pengaruh perlakuan panas terhadap perubahan struktur mikro dan kekuatan mekanik yang terjadi
pada baja nikel laterit. Perlakuan panas yang dilakukan meliputi austenitisasi pada suhu 900 ºC kemudian pada
suhu temper 100 ºC, 200 ºC, 300 ºC, 400 ºC, 500 ºC, dan 600 ºC. Pengujian metalografi dilakukan dengan mik-
roskop optik sedangkan pengujian kekuatan mekanik dilakukan dengan kekuatan tarik dan kekerasan permukaan.
Hasil yang didapat menunjukkan perubahan struktur mikro pada baja nikel laterit setelah dilakukan perlakuan
panas. Struktur mikro yang terbentuk terdiri dari martensit temper. Adanya inklusi dapat memengaruhi kekuatan
mekanik, dimana baja menjadi keras dan getas. Perlakuan panas temperoptimal terjadi pada temperatur 200 ºC.
Hasil fraktografi Scanning Electron Microscope (SEM) yang menunjukkan dimple (ekspresi permukaan patahan
ulet) dan patahan intergranular membuat sifat nikel laterit menjadi lebih ulet dan memiliki sifat mekanis yang
sesuai standar baja konstruksi.

Kata kunci: Perlakuan panas, Kekuatan mekanik, Inklusi, Nikel laterit

xii | Widyariset, Vol. 2, No.2, November 2016

Anda mungkin juga menyukai