KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III
PENYUSUNAN E-BOOK PEDOMAN MANAJEMEN RISIKO
PERANGKAT DAERAH SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI
PERENCANAAN PENGAWASAN BERBASIS RISIKO DI
INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN
Disusun oleh :
Nama : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
NIP : 20010804 202409 1 001
Jabatan : PPUPD Ahli Pertama
Instansi : Inspektorat Daerah Kab. Konawe Kepulauan
Kelas/ Kelompok : II/ 4
No. Presensi :
Gelombang :I
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
REGIONAL MAKASSAR
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2025
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI
JUDUL : PENYUSUNAN E-BOOK PEDOMAN MANAJEMEN
RISIKO PERANGKAT DAERAH SEBAGAI UPAYA
OPTIMALISASI PERENCANAAN PENGAWASAN
BERBASIS RISIKO DI INSPEKTORAT DAERAH
KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN
NAMA : RESKI WAHYUDI, [Link].I.P.
NIP : 20010804 202409 1 001
PANGKAT/ GOLONGAN : PENATA MUDA/ IIIA
JABATAN : PENGAWAS PENYELENGGARAAN URUSAN
PEMERINTAHAN DAERAH AHLI PERTAMA
INSTANSI : INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN KONAWE
KEPULAUAN
KELAS/ KELOMPOK : 4
No. PRESENSI : 3
Makassar, 12 Juni 2025
Coach Penguji
Afdal Fahmi, [Link] Ira Mardiana Mangkona, [Link]., MM
NIP. 19970329 201908 1 001 NIP. 19780425 200912 2 001
Mengetahui
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri
Regional Makassar
Sugiarto, S.E., [Link]., CACP.
NIP. 19680406 199503 1 001
BERITA ACARA
SEMINAR LAPORAN AKTUALISASI
Pada Hari : Kamis
Tanggal : 12 Juni 2025
Pukul : 09.00-09.45 WITA
Tempat : Via Zoom Meating
Telah Diseminarkan Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) Angkatan II Tahun 2025
JUDUL : PENYUSUNAN E-BOOK PEDOMAN MANAJEMEN
RISIKO PERANGKAT DAERAH SEBAGAI UPAYA
OPTIMALISASI PERENCANAAN PENGAWASAN
BERBASIS RISIKO DI INSPEKTORAT DAERAH
KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN
DISUSUN OLEH : RESKI WAHYUDI, [Link].I.P.
KELAS/ KELOMPOK : 4
No. PRESENSI : 3
INSTANSI : INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN KONAWE
KEPULAUAN
Dan telah mendapat pengujian/komentar/masukan/saran dari Penguji, Mentor dan
Coach/Moderator.
Coach Peserta
Afdal Fahmi, [Link] Reski Wahyudi, [Link].I.P
NIP. 19970329 201908 1 001 NIP. 20010804 202409 1 001
Penguji Mentor
Ira Mardiana Mangkona, [Link]., MM Muh. Budiatno Silao, [Link]., MAP.
NIP. 19780425 200912 2 001 NIP. 19750520 200701 1 024
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis haturkan kepada hadirat Tuhan Yang Maha
Esa, karena oleh karena berkat dan karunia-Nya, penulis dapat
menyelesaikan Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS yang berjudul
“Penyusunan E-Book Pedoman Manajemen Risiko Perangkat Daerah
Sebagai Upaya Optimalisasi Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko
Di Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan” ini dengan baik
dan sesuai dengan prosedur yang ada. Laporan aktualisasi ini sendiri
disusun untuk memenuhi syarat dalam penyelesaian Pelatihan Dasar
CPNS Golongan III di PPSDM Regional Makassar. Dalam prosesnya,
penulis mengalami serangkaian proses yang tidak akan bisa penulis lewati
tanpa bantuan dari pihak-pihak lain. Pada kesempatan ini, penulis ingin
berterimakasih kepada pihak-pihak yang membantu penyelesaian skripsi
ini sebagai berikut:
1. Bapak Sugiarto, S.E., [Link]., selaku kepala PPSDM Regional
Makassar
2. H. Muhtaruddin P. [Link]., [Link]., sebagai Inspektur Daerah
Kabupaten Konawe Kepulauan.
3. Muh. Budiatno Silao, [Link]., M.A.P., sebagai mentor yang telah
memberikan bimbingan dan arahan di unit kerja.
4. Bapak Afdal Fahmi, [Link]. selaku coach pelatihan dasar yang telah
membimbing, memberikan saran serta kritik yang membangun demi
perbaikan laporan ini.
5. Bapak dan Ibu Widyaiswara dan seluruh pegawai PPSDM Regional
Makassar yang telah banyak memberikan pembelajaran selama
mengikuti Diklat Dasar Golongan III Tahun 2025.
6. Kedua orang tua dan keluarga penulis, yang selalu memberikan
dukungan, nasihat, dan semangat.
7. Rekan-rekan peserta Latsar CPNS Golongan III Angkatan I danII
yang senantiasa mendampingi, memberikan semangat,
pengetahuan, pengalaman, dan dukungan kepada penulis.
ii
8. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu atas segala
sumbangsih ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah
membantu proses penyusunan laporan ini.
Penulis sangat mengharapkan adanya masukan untuk
penyempurnaan laporan aktualisasi ini. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang bersifat konstruktif sangat ditunggu oleh penulis demi
pengembangan diri maupun pengembangan keilmuan dari laporan ini.
Penulis mengharapkan laporan ini dapat berguna dan mampu menjadi
referensi menjalankan proses bisnis di Pusat Pengebangan Sumber daya
Manusia Regional Makassar.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................................iv
DAFTAR TABEL............................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................................1
B. Tujuan..................................................................................................................2
C. Ruang Lingkup.....................................................................................................3
BAB II PROFIL INSTANSI DAN PESERTA..................................................................4
A. Profil Instansi.......................................................................................................4
B. Profil Peserta.......................................................................................................5
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI...........................................................................6
A. Deskripsi Isu........................................................................................................6
B. Analisis Core Isu................................................................................................10
C. Gagasan Kreatif Pemecahan Isu.......................................................................11
BAB IV CAPAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI....................................................13
A. Matriks Jadwal Kegiatan Aktualisasi..................................................................13
B. Matrik Pelaksanaan Aktualisasi.........................................................................14
C. Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi NND PNS (BerAKHLAK)...................25
D. Capaian Penyelesaian Core Isu........................................................................26
E. Manfaat Terselesaikan Core Isu........................................................................27
F. Rencana Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi...........................................................29
BAB V PENUTUP........................................................................................................30
A. Kesimpulan........................................................................................................30
B. Rekomendasi.....................................................................................................35
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Susunan Organisasi Inspektorat Daerah Konawe Kepulauan.........5
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Analisis Penetapan Core Isu.............................................................10
Tabel 4. 1 Matriks Jadwal Kegiatan Aktualisasi 13
Tabel 4. 2 Matrik Pelaksanaan Aktualisasi........................................................14
Tabel 4. 3 Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi NND PNS (BerAKHLAK). .25
Tabel 4. 4 Capaian Penyelesaian Core Isu.......................................................26
Tabel 4. 5 Rencana Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi..........................................29
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengawasan berbasis risiko sangat dibutuhkan dalam upaya
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Pendekatan ini berfokus dalam mengevaluasi risiko-risiko baik strategis,
finansial, operasional, regulasi dan lainnya yang dihadapi oleh organisasi.
Dalam Audit berbasis risiko, risiko-risiko yang tinggi diaudit, sehingga
kemudian manajemen bisa mengetahui area baru mana yang berisiko dan
area mana yang kontrolnya harus diperbaiki. Di tingkat pemerintah
daerah, pendekatan ini menjadi kunci dalam penyusunan Program Kerja
Pengawasan Tahunan (PKPT) oleh Inspektorat sebagai Aparat
Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Namun demikian, dalam implementasinya, masih ditemukan
berbagai kendala yang menyebabkan belum optimalnya perencanaan
pengawasan berbasis risiko. Salah satu kendala utama adalah belum
tersusunnya manajemen risiko di masing-masing Organisasi Perangkat
Daerah (OPD). Padahal, penyusunan manajemen risiko oleh OPD
merupakan prasyarat penting agar Inspektorat dapat merumuskan PKPT
yang akurat, terfokus, dan berbasis data risiko yang valid.
Permasalahan tersebut masih menjadi hambatan dalam
penyusunan pengawasan yang efektif dan efisien di Inspektorat Daerah
Kabupaten Konawe Kepulauan. Sebagian besar Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) belum menyusun dokumen manajemen risiko yang
seharusnya menjadi dasar dalam perencanaan pengawasan. Kondisi ini
umumnya disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan keterampilan
aparatur OPD dalam menyusun manajemen risiko sesuai pedoman yang
berlaku. Ketiadaan dokumen risiko tersebut berdampak pada terbatasnya
data yang dapat digunakan oleh Inspektorat untuk memetakan area rawan
2
risiko secara akurat. Akibatnya, Program Kerja Pengawasan Tahunan
(PKPT) yang disusun belum sepenuhnya berbasis risiko dan berpotensi
tidak tepat sasaran.
Menjawab permasalahan tersebut, diperlukan sebuah solusi yang
mampu meningkatkan pemahaman dan kapasitas OPD dalam menyusun
manajemen risiko secara mandiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
adalah dengan menyediakan pedoman praktis dan mudah dipahami
dalam bentuk E-Book Pedoman Manajemen Risiko Perangkat Daerah. E-
book ini diharapkan dapat menjadi media edukatif dan referensi bagi OPD
dalam memahami konsep manajemen risiko serta langkah-langkah
penyusunannya. Dengan tersusunnya manajemen risiko di masing-
masing OPD, maka Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan
dapat menyusun PKPT yang lebih terarah, berbasis risiko, dan
mendukung peningkatan efektivitas pengawasan internal.
Oleh karena itu, laporan aktualisasi ini mengambil judul
“Penyusunan E-Book Pedoman Manajemen Risiko Perangkat Daerah
sebagai Upaya Optimalisasi Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko di
Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan”.
B. Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka tujuan yang
ingin diperoleh dari laporan aktualisasi ini yaitu :
1. Menyusun e-book pedoman manajemen risiko bagi perangkat
daerah Kabupaten Konawe Kepulauan.
2. Memberikan pemahaman Perangkat Daerah Kabupaten Konawe
Kepulauan terkait manajemen risiko khususnya penyusunan risk
register dan rencana tindak pengendalian.
3. Meningkatkan kualitas penyusunan program pengawasan berbasis
risiko di Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan.
3
C. Ruang Lingkup
Aktualisasi dengan judul "Penyusunan E-Book Pedoman
Manajemen Risiko Perangkat Daerah Sebagai Upaya Optimalisasi
Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko Di Inspektorat Daerah
Kabupaten Konawe Kepulauan" dilaksanakan di Inspektorat Daerah
Kabupaten Konawe Kepulauan. Waktu pelaksanaan aktualisasi ini akan
berlangsung selama satu bulan, dengan fokus utama pada penyusunan e-
book pedoman manajemen risiko. Implementasi aktualisasi ini akan
diterapkan dengan memperhatikan dan menginternalisasi nilai-nilai dasar
ASN yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK).
BAB II
PROFIL INSTANSI DAN PESERTA
A. Profil Instansi
Inspektorat Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai Organisasi
Perangkat Daerah yang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten
Konawe Kepulauan Nomor 2 tahun 2016 Tentang Organisasi Perangkat
Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan sebagaimana telah di ubah
dengan Peraturan Daerah nomor 11 Tahun 2010 Tentang perubahan atas
Peraturan Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan Nomor 2 tahun 2016
Tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan
serta Peraturan Bupati Nomor 21 tahun 2016 tentang Kedudukan,
Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Inspektorat
daerah Kabupaten Konawe Kepulauan sebagaimana Telah di Ubah
dengan Peraturan Bupati Nomor 10 tahun 2020 Perubahan Atas
Peraturan Bupati Nomor 21 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Inspektorat Daerah
Kabupaten Konawe Kepulauan.
Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan merupakan
unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang dipimpin
oleh seorang Inspektur yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Inspektorat
Daerah mempunyai tugas membantu Bupati membina dan mengawasi
pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah
dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah.
Untuk dapat melaksanakan tugas seperti tersebut diatas,
Inspektorat Kabupaten Konawe Kepulauan menyelenggarakan fungsi:
1. Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi
pengawasan;
5
2. Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan
melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
lainnya;
3. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan dari
Bupati dan/atau Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat;
4. Penyusunan laporan hasil pengawasan;
5. Pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi;
6. Pengawasan pelaksanaan program reformasi birokrasi;
7. Pelaksanaan administrasi inspektorat; dan
8. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati terkait dengan
tugas dan fungsinya.
Adapun Susunan organisasi Inspektorat Daerah Konawe
Kepulauan terdiri atas:
Gambar 2.1
Susunan Organisasi Inspektorat Daerah Konawe Kepulauan
B. Profil Peserta
Nama : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
NIP : 20010804 202409 1 001
Pendidikan : D4- Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan
Jabatan : Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan
Daerah Ahli Pertama
Instansi : Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan
Tugas Pokok dan : Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan
6
Fungsi Jabatan urusan pemerintahan konkuren pada APIP di
lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe
Kepulauan
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Isu
1) Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) belum berbasis Risiko
Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) di Inspektorat Daerah
Kabupaten Konawe Kepulauan saat ini masih belum berbasis risiko
secara optimal. Penyusunan PKPT cenderung dilakukan secara
konvensional tanpa mempertimbangkan tingkat risiko yang ada pada
masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini
menyebabkan pemeriksaan masih bersifat rutin dan tidak berfokus pada
area yang memiliki potensi risiko tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi
internal, ditemukan bahwa beberapa OPD mendapatkan pengawasan
berulang, sementara OPD lain dengan risiko tinggi justru kurang
mendapatkan perhatian. Selain itu, belum adanya pemanfaatan teknologi
dalam analisis risiko semakin memperlambat upaya optimalisasi
perencanaan PKPT yang berbasis data.
Jika isu ini tidak segera diselesaikan, maka efektivitas dan efisiensi
pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah akan semakin
menurun. Tanpa pendekatan berbasis risiko, sumber daya pengawasan
tidak dapat dialokasikan secara tepat, sehingga meningkatkan potensi
terjadinya penyimpangan yang tidak terdeteksi. OPD yang memiliki risiko
tinggi bisa saja luput dari pemeriksaan yang mendalam, menyebabkan
terjadinya kebocoran anggaran atau ketidakefektifan program kerja. Selain
itu, masyarakat sebagai penerima manfaat layanan publik juga akan
terdampak, karena kualitas pengawasan terhadap OPD yang bertanggung
jawab atas layanan publik menjadi kurang optimal.
Isu ini berkaitan erat dengan aspek manajemen ASN, khususnya
dalam perencanaan dan pengembangan kompetensi pegawai.
Perencanaan kerja yang tidak mempertimbangkan tingkat risiko
8
berpotensi menyebabkan ketidakefisienan dalam pelaksanaan tugas
pengawasan, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas ASN, khususnya
auditor, melalui pelatihan tentang manajemen risiko dan perencanaan
pengawasan berbasis data. Dari perspektif Smart ASN, kemampuan
menyusun PKPT yang berbasis risiko menuntut profesionalisme serta
penguasaan teknologi informasi agar ASN mampu mengolah data,
mengidentifikasi area berisiko tinggi, dan menyusun strategi pengawasan
yang tepat sasaran. ASN yang berwawasan global dan melek digital
menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pengawasan yang modern dan
efektif.
2) Banyaknya Arsip dokumen Hasil Pemeriksaan yang tidak rapi di
Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan
Saat ini, pengelolaan arsip dokumen hasil pemeriksaan di
Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan masih menghadapi
berbagai kendala. Sebagian besar dokumen masih dikelola secara
manual tanpa sistem klasifikasi yang jelas, sehingga seringkali
menyulitkan pencarian saat dibutuhkan. Hal ini mengakibatkan
keterlambatan dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan karena pegawai
harus mencari dokumen secara manual dalam tumpukan arsip yang tidak
tertata dengan baik. Selain itu, ditemukan beberapa dokumen yang
mengalami kerusakan akibat penyimpanan yang tidak sesuai standar,
seperti kertas yang rusak, hilang, atau terselip. Berdasarkan observasi
internal, banyak laporan hasil audit yang sulit ditemukan, yang pada
akhirnya memperlambat proses penyelesaian tindak lanjut pemeriksaan.
Jika permasalahan ini tidak segera ditangani, maka dampak negatif
akan dirasakan oleh berbagai pihak. Bagi Inspektorat Daerah,
ketidakteraturan dalam penyimpanan dokumen akan menghambat
efektivitas pengawasan dan audit, terutama saat membutuhkan referensi
dari pemeriksaan sebelumnya. OPD yang diperiksa juga akan terdampak,
karena kesulitan mendapatkan salinan dokumen hasil pemeriksaan untuk
9
ditindaklanjuti. Selain itu, masyarakat sebagai pemangku kepentingan
utama juga bisa mengalami dampak tidak langsung, karena lambatnya
tindak lanjut terhadap hasil pengawasan dapat mempengaruhi
transparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah.
Dalam konteks manajemen ASN, hal ini mencerminkan kurangnya
kedisiplinan kerja serta belum optimalnya sistem penilaian dan
pengawasan internal terhadap pelaksanaan tugas. Tata kelola arsip yang
rapi merupakan bagian penting dari akuntabilitas ASN sebagai pelaksana
fungsi pemeriksaan. Sementara itu, dari sudut pandang Smart ASN,
kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan kompetensi dalam bidang
teknologi informasi, khususnya dalam pengelolaan arsip secara digital.
ASN dituntut untuk mampu memanfaatkan sistem elektronik, seperti e-
arsip, agar pengelolaan dokumen menjadi lebih efisien, aman, dan mudah
diakses. Dengan begitu, pelayanan publik dapat dilakukan secara lebih
profesional, cepat, dan transparan.
3) Belum optimalnya kanal pengaduan masyarakat berbasis digital
Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan hingga saat ini
belum memiliki sistem pengaduan masyarakat berbasis digital.
Pengaduan masih dilakukan secara konvensional, baik melalui surat fisik
maupun laporan langsung ke kantor Inspektorat. Cara ini memiliki banyak
kendala, seperti keterbatasan akses bagi masyarakat yang tinggal jauh
dari kantor Inspektorat serta sulitnya mendokumentasikan dan
menindaklanjuti laporan dengan cepat. Selain itu, belum adanya
mekanisme pengaduan anonim yang aman membuat masyarakat enggan
melaporkan dugaan penyimpangan, karena takut akan adanya
konsekuensi negatif bagi diri mereka. Berdasarkan wawancara dengan
pegawai Inspektorat, banyak laporan masyarakat yang tidak
terdokumentasi dengan baik, sehingga sulit ditindaklanjuti dan dipantau
progres penyelesaiannya.
10
Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat merugikan
berbagai pihak. Masyarakat sebagai pengguna layanan publik akan
mengalami kesulitan dalam menyampaikan keluhan atau dugaan
penyimpangan yang terjadi di instansi pemerintahan. Kepercayaan publik
terhadap Inspektorat Daerah sebagai pengawas internal juga bisa
menurun karena dianggap kurang responsif terhadap laporan masyarakat.
Bagi Inspektorat sendiri, kurangnya pengaduan dari masyarakat berarti
berkurangnya informasi tentang potensi pelanggaran yang bisa dicegah
sejak dini. Selain itu, OPD yang diawasi juga tidak mendapatkan umpan
balik langsung dari masyarakat terkait kinerja mereka, sehingga
pengawasan menjadi kurang efektif.
Dalam kerangka manajemen ASN, hal ini mencerminkan perlunya
perencanaan program yang lebih inovatif dan evaluasi terhadap efektivitas
saluran komunikasi antara masyarakat dan instansi pengawasan. ASN
perlu diarahkan dan dibina agar mampu mengembangkan mekanisme
pengaduan yang mudah diakses oleh masyarakat. Di sisi lain, Smart ASN
menuntut aparatur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta
mampu membangun sistem digital sebagai sarana komunikasi publik.
Penguasaan teknologi, keterampilan dalam membangun jejaring, dan
kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat merupakan
karakteristik utama Smart ASN yang harus diwujudkan agar kepercayaan
publik terhadap lembaga pengawasan semakin meningkat.
11
B. Analisis Core Isu
Berikut ini uraian penetapan core isu dengan menggunakan Teknik
Analisis Urgency, Seriousness, Growth (USG).
Tabel 3. 1
Analisis Penetapan Core Isu
Kriteria
No. Isu Jumlah Peringkat
U S G
Program Kerja Pengawasan
1 Tahunan (PKPT) belum 5 5 4 14 1
berbasis Risiko
Banyaknya Arsip dokumen
Hasil Pemeriksaan yang
2 tidak rapi di Inspektorat 4 3 5 12 2
Daerah Kabupaten Konawe
Kepulauan
Belum optimalnya kanal
3 pengaduan masyarakat 3 4 3 10 3
berbasis digital
Berdasarkan Analisis USG di atas, maka isu yang dipilih adalah
“pemahaman pengalaman praktis mahasiswa pada Mata kuliah pengantar
pemrograman”, dengan kalimat rumusan isu “Program Kerja
Pengawasan Tahunan (PKPT) belum berbasis Risiko”.
12
Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) berbasis risiko
seharusnya disusun dengan mempertimbangkan area-area yang memiliki
potensi risiko tinggi agar pengawasan yang dilakukan lebih efektif dan
efisien. Namun, dalam praktiknya, penyusunan PKPT Inspektorat Daerah
Kabupaten Konawe Kepulauan belum sepenuhnya berbasis risiko karena
tidak tersedianya dokumen manajemen risiko dari OPD (Organisasi
Perangkat Daerah) terkait.
Hal ini disebabkan oleh belum adanya pemahaman yang cukup dari
OPD terhadap konsep dan teknis penyusunan dokumen manajemen
risiko. Padahal, dokumen ini merupakan dasar penting dalam menyusun
PKPT yang lebih terarah dan sesuai dengan potensi permasalahan yang
dihadapi oleh masing-masing OPD.
Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa akar penyebab dari isu
“Belum Optimalnya Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT)
Berbasis Risiko“ tersebut adalah “Manajemen Risiko OPD belum
disusun karena kurangnya pemahaman pegawai terhadap
mekanisme penyusunan Manajemen Risiko”.
C. Gagasan Kreatif Pemecahan Isu
Berkaitan pada akar penyebabnya yaitu “Manajemen Risiko OPD
belum disusun karena kurangnya pemahaman pegawai terhadap
mekanisme penyusunan Manajemen Risiko”, maka gagasan kreatif yang
akan dilakukan untuk menyelesaikan Core Isu tersebut di atas adalah
“Penyusunan E-Book Pedoman Manajemen Risiko Perangkat Daerah
Sebagai Upaya Optimalisasi Program Pengawasan Berbasis Risiko
Di Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan”.
Gagasan tersebut terkait dengan Manajemen ASN, khususnya
dalam prinsip pengembangan kompetensi dan inovasi dalam pengelolaan
kinerja ASN. Dengan menerapkan pendekatan berbasis risiko dalam
penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT), Inspektorat
13
Daerah dapat lebih efektif dalam merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi proses pengawasan yang berbasis data dan analisis risiko.
Hal ini mencerminkan pendekatan manajemen ASN dalam meningkatkan
kapasitas dan kinerja melalui inovasi dalam sistem pengawasan. Serta
Smart ASN
Untuk mewujudkan gagasan kreatif tersebut, kegiatan-kegiatan
yang akan dilakukan selama masa habituasi adalah sebagai berikut :
1. Perencanaan penyusunan e-book;
2. Penyusunan e-book;
3. Peninjauan ulang e-book;
4. Pendistribusian e-book.
BAB IV
CAPAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. Matriks Jadwal Kegiatan Aktualisasi
Tabel 4. 1
Matriks Jadwal Kegiatan Aktualisasi
April Mei Juni
No Kegiatan
III IV I II III IV I II
1. Merencanakan penyusunan e-
book manajemen risiko (17 April
s/d 27 April 2025)
2. Menyusun e-book manajemen
risiko (28 April s/d 13 Mei 2025)
3. Melakukan peninjauan ulang e-
book (14 Mei s/d 25 Mei 2025)
4. Mendistribusikan e-book (26 Juni
s/d 5 Juni 2025)
15
B. Matrik Pelaksanaan Aktualisasi
Tabel 4. 2
Matrik Pelaksanaan Aktualisasi
Unit Kerja : Inspektorat Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan
Identifikasi Isu : 1. Belum Optimalnya Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Berbasis Risiko;
2. Banyaknya Arsip dokumen Hasil Pemeriksaan yang tidak rapi di Inspektorat Daerah
Kabupaten Konawe Kepulauan
3. Belum terlaksananya kanal pengaduan masyarakat berbasis digital di Inspektorat
Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan
Isu yang Diangkat : Belum Optimalnya Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Berbasis Risiko
disebabkan Manajemen Risiko dari OPD tidak sesuai atau OPD tidak menyusun
Manajemen Risikonya.
Gagasan Pemecahan Isu : Penyusunan E-Book Pedoman Manajemen Risiko Perangkat Daerah Sebagai Upaya
Optimalisasi Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko Di Inspektorat Daerah Kabupaten
Konawe Kepulauan
No Kegiatan Tahapan Output/ Hasil Keterkaitan Substansi Keterkaitan Penguatan
16
Terhadap
Tugas dan Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Fungsi Organisasi
Organisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Merencanakan Dalam manajemen ASN, Kegiatan ini Kegiatan
penyusunan e- perencanaan ini berkontribusi perencanaan
book manajemen mencerminkan dalam menunjukkan
risiko kemampuan ASN dalam memperkuat komitmen
merancang kegiatan kerja peran terhadap nilai
yang efektif dan berbasis Inspektorat akuntabilitas
kebutuhan. Dari sisi Daerah dan tanggung
Smart ASN, kegiatan ini sebagai jawab, karena
menunjukkan sikap pembina dan dilakukan
proaktif, inovatif, dan pengarah dengan
adaptif terhadap pengawasan pertimbangan
kebutuhan pembelajaran internal. kebutuhan
digital. Dengan organisasi dan
Mengumpulkan Terkumpulnya Kompeten – perencanaan dampaknya
referensi terkait Peraturan Meningkatkan yang matang, terhadap
standar dan tentang pengetahuan dan Inspektorat penguatan
peraturan Pedoman pemahaman sebagai mendorong pengawasan.
penyusunan Manajemen bentuk pengembangan terciptanya Dalam tahap
manajemen Risiko kapasitas diri. bahan penyusunan,
risiko Akuntabel – Mengacu pembelajaran nilai
17
pada regulasi untuk yang sistematis profesionalisme
memastikan penyusunan dan sesuai dan kolaborasi
risk register sesuai kebutuhan, ditunjukkan
standar dan dapat sejalan dengan melalui
dipertanggungjawabkan. fungsinya kemampuan
Adaptif – Menyesuaikan dalam menyusun
diri dengan membina materi berbasis
perkembangan regulasi sistem regulasi dan
dan praktik terkini. pengendalian praktik
Konsultasi Notulensi hasil Kolaboratif – Melibatkan intern pemerintahan
dengan atasan konsultasi pihak lain (atasan dan pemerintah yang baik.
dan mentor mentor) untuk (SPIP). Proses
terkait menghasilkan karya yang peninjauan
penyusunan lebih baik. ulang
ebook Kompeten – Mencari mencerminkan
masukan sebagai bagian nilai integritas
dari proses belajar dan dan kualitas,
pengembangan diri. karena
Harmonis – Menjalin menekankan
komunikasi yang baik dan pentingnya
saling menghargai dalam ketelitian dan
diskusi. komitmen
Penentuan Outline konten Akuntabel – Menyusun terhadap mutu
outline materi ebook outline sebagai bentuk produk
yang akan ditulis perencanaan yang pengetahuan
18
dalam ebook sistematis dan dapat sebelum
dipertanggungjawabkan. disebarluaskan.
Kompeten – Merancang Sementara itu,
struktur konten yang tepat kegiatan
sebagai bagian dari distribusi e-book
penerapan pengetahuan memperkuat
dan keterampilan. nilai pelayanan
Berorientasi Pelayanan dan berbagi
– Merancang konten agar pengetahuan, di
mudah dipahami dan mana
sesuai kebutuhan Inspektorat
pembaca. mengambil
2. Menyusun e- Kegiatan ini menunjukkan Penyusunan e- peran aktif
book manajemen pelaksanaan tugas book dalam membina
risiko berbasis kompetensi, membantu dan
sejalan dengan Inspektorat memberdayakan
manajemen ASN yang dalam ASN melalui
mendorong peningkatan menyediakan pendekatan
kapasitas SDM. Dalam pedoman edukatif dan
konteks Smart ASN, ini praktis bagi digital.
mencerminkan ASN untuk
penguasaan teknologi memahami dan
dan kemampuan menerapkan
menyajikan informasi manajemen
secara sistematis dan risiko. Ini
19
modern. mendukung
Penentuan Tersusunnya Akuntabel – Memastikan fungsi edukatif
materi terkait materi ebook konten sesuai dengan Inspektorat
prosedur Pedoman regulasi dan prosedur serta tujuan
penyusunan Manajemen yang berlaku. peningkatan
manajemen Risiko Kompeten – kapasitas dan
risiko Menggunakan efektivitas
pengetahuan teknis untuk pengawasan
menyusun konten yang internal di
relevan dan berkualitas. perangkat
Berorientasi Pelayanan daerah.
– Menyajikan informasi
yang bermanfaat dan
aplikatif bagi pembaca.
Penulisan materi Tersusunnya Kompeten – Menerapkan
ebook Draft ebook pengetahuan dan
keterampilan dalam
penulisan materi secara
sistematis dan informatif.
Akuntabel – Menyusun
konten yang dapat
dipertanggungjawabkan
sesuai dengan standar
dan referensi yang valid.
20
Mendesain Draft ebook Kompeten –
tampilan ebook yang sudah Menggunakan
didesain keterampilan desain
untuk menyajikan
informasi secara menarik
dan mudah dipahami.
Adaptif – Menyesuaikan
desain dengan kebutuhan
dan tren digital yang terus
berkembang.
3. Melakukan Peninjauan ulang adalah Peninjauan
peninjauan ulang bagian dari evaluasi hasil ulang berperan
e-book kerja dalam manajemen dalam
ASN. Dari sisi Smart memastikan
ASN, ini menunjukkan kualitas,
sikap profesional, teliti, akurasi, dan
dan berorientasi pada relevansi isi e-
perbaikan berkelanjutan book sebelum
(continuous digunakan. Hal
improvement). ini sejalan
Melakukan Notulensi hasil Kolaboratif – Melibatkan dengan fungsi
konsultasi terkait konsultasi pihak lain untuk pengawasan,
draft ebook mendapatkan masukan evaluasi, dan
dan penyempurnaan pengendalian
konten. yang diemban
21
Kompeten – Terbuka Inspektorat
terhadap umpan balik untuk
sebagai bagian dari memastikan
proses belajar dan seluruh
peningkatan kualitas. kegiatan
Harmonis – Menjalin pengawasan
komunikasi yang baik berbasis pada
dalam proses evaluasi prinsip kehati-
bersama. hatian dan
Merevisi ebook Tersusunnya Akuntabel – mutu.
sesuai hasil Ebook Menindaklanjuti masukan
konsultasi Pedoman untuk memastikan isi
Manajemen ebook sesuai standar dan
Risiko hasil dapat
revisi dipertanggungjawabkan.
Kompeten – Melakukan
perbaikan sebagai bentuk
peningkatan kualitas dan
profesionalisme kerja.
Adaptif – Bersikap
terbuka terhadap
perubahan dan saran
konstruktif.
Pengarsipan Adanya Link Akuntabel – Menyimpan
digital dalam dokumen secara rapi dan
22
bentuk link ebook mudah diakses sebagai
bentuk
pertanggungjawaban
kerja.
Adaptif – Memanfaatkan
teknologi digital untuk
efisiensi dan kemudahan
dalam pengelolaan
dokumen.
Kompeten – Menguasai
cara pengarsipan digital
sebagai bagian dari
keterampilan kerja
modern.
4. Mendistribusikan Distribusi e-book Distribusi e-
e-book mendukung manajemen book
ASN dalam penyebaran memperluas
pengetahuan dan jangkauan
penguatan kompetensi pemahaman
pegawai. Bagi Smart manajemen
ASN, ini mencerminkan risiko ke
kemampuan membangun seluruh
jejaring, memanfaatkan perangkat
teknologi informasi, dan daerah.
berbagi inovasi secara Kegiatan ini
23
digital. mendukung
Mendistribusikan Dokumentasi Berorientasi Pelayanan tujuan
ebook ke unit – Menyediakan informasi Inspektorat
kerja lain via yang bermanfaat secara dalam
Online mudah dan cepat bagi mendorong
pengguna. tata kelola
Adaptif – Memanfaatkan pemerintahan
media digital untuk yang baik
distribusi yang efisien dan (good
sesuai perkembangan governance)
teknologi. serta
Loyal – Mendukung memperkuat
implementasi kebijakan peran
organisasi melalui pengawasan
penyebaran informasi yang bersifat
penting. edukatif dan
Melakukan Dokumentasi Berorientasi Pelayanan preventif,
sosialisasi – Memberikan bukan hanya
penggunaan pemahaman langsung represif.
ebook kepada pengguna.
Kompeten –
Menjelaskan isi materi
secara tepat dan
informatif.
Kolaboratif – Menjalin
24
komunikasi efektif untuk
mendorong penggunaan
bersama.
Harmonis – Membangun
hubungan yang baik dan
suasana kondusif saat
sosialisasi.
Meminta Terisinya Berorientasi Pelayanan
feedback dari Kuesioner – Mengutamakan
unit kerja lain kebutuhan pengguna
melalui dengan meminta
kuesioner masukan untuk
perbaikan.
Kompeten –
Menggunakan data dan
umpan balik sebagai
dasar evaluasi dan
peningkatan kualitas.
Kolaboratif – Melibatkan
unit kerja lain dalam
proses penyempurnaan
melalui partisipasi aktif.
25
C. Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi NND PNS (BerAKHLAK)
Tabel 4. 3
Matriks Rekapitulasi Rencana Habituasi NND PNS (BerAKHLAK)
Kegiatan Jumlah Aktualisasi per
No Mata Pelatihan Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 MP
Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi
1 Berorientasi Pelayanan 1 1 2 1 0 0 1 3 4
2 Akuntabel 2 2 2 2 2 2 1 1 7 9
3 Kompeten 3 3 3 3 3 3 1 2 10 11
4 Harmonis 1 1 0 0 1 1 1 1 3 3
5 Loyal 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1
6 Adaptif 1 1 0 1 2 2 1 1 4 5
7 Kolaboratif 1 1 0 0 1 1 1 2 3 4
Jumlah MP yang Diaktualisasikan
9 9 7 7 9 9 7 10
per Kegiatan
D. Capaian Penyelesaian Core Isu
Tabel 4. 4
Capaian Penyelesaian Core Isu
Kondisi Core Isu
Sebelum Aktualisasi Sesudah Aktualisasi
Belum tersedia bahan pembelajaran Telah tersedia e-book manajemen risiko
manajemen risiko yang terdokumentasi sebagai media pembelajaran digital
dan mudah diakses. Informasi terkait yang praktis dan sistematis. E-book
manajemen risiko hanya tersebar dalam yang disusun memuat penjelasan
bentuk regulasi formal atau disampaikan ringkas tentang konsep manajemen
secara lisan saat pelatihan tertentu. risiko, langkah-langkah penerapannya,
Tidak ada media internal yang secara serta manfaatnya dalam pengawasan.
khusus merangkum materi tersebut E-book ini dapat diakses oleh seluruh
dalam format yang praktis dan ringkas. ASN kapan saja, mendukung budaya
Hal ini menyulitkan pegawai yang ingin pembelajaran mandiri, dan memperkuat
memahami atau mengaplikasikan dokumentasi pengetahuan organisasi.
manajemen risiko dalam pekerjaannya.
Pemahaman ASN terhadap manajemen Pemahaman ASN meningkat melalui
risiko masih terbatas dan belum merata. akses terhadap e-book, yang
Sebagian besar ASN belum memiliki mendukung penguatan kapasitas dan
pemahaman yang utuh tentang keseragaman pemahaman. Dengan
manajemen risiko, terutama dalam adanya e-book, ASN memiliki referensi
konteks pengawasan berbasis risiko. yang seragam dan mudah dipahami
Hal ini berdampak pada penyusunan dalam mempelajari manajemen risiko.
PKPT dan pelaksanaan pengawasan Hal ini mendorong peningkatan kualitas
yang belum sepenuhnya perencanaan pengawasan dan
mempertimbangkan prinsip risiko. membantu ASN dalam menerapkan
prinsip risiko secara lebih konsisten
dalam tugas-tugas pengawasan.
27
E. Manfaat Terselesaikan Core Isu
1. Individu Peserta
Terselesaikannya isu ini memberikan manfaat besar bagi
individu peserta, khususnya dalam peningkatan kompetensi dan
pemahaman teknis terkait manajemen risiko dan pengawasan
berbasis risiko. Dengan memahami cara menyusun dokumen
manajemen risiko secara baik, peserta dapat mengasah kemampuan
analisis dan pengambilan keputusan yang lebih terarah. Hal ini juga
meningkatkan profesionalisme ASN dalam menjalankan tugasnya,
karena mereka tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga
memahami latar belakang risiko yang ada di tiap unit kerja.
Selain itu, pengalaman langsung dalam membantu OPD
menyusun manajemen risiko dan PKPT berbasis risiko membentuk
karakter peserta menjadi ASN yang lebih adaptif dan solutif terhadap
tantangan di lingkungan kerja. Kontribusi nyata tersebut juga dapat
menjadi modal positif dalam penilaian kinerja individu dan
memperkuat peluang pengembangan karier di masa depan. Peserta
juga akan merasakan rasa kepuasan pribadi karena dapat berperan
aktif dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.
2. Instansi
Bagi Inspektorat Daerah, penyelesaian isu ini akan
memperkuat kualitas Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT)
yang disusun berbasis risiko. Dokumen manajemen risiko yang
lengkap dan terstruktur dari OPD menjadi landasan utama dalam
menetapkan prioritas pengawasan. Dengan demikian, Inspektorat
dapat menjalankan pengawasan secara lebih efektif dan efisien,
fokus pada area yang benar-benar berpotensi menimbulkan risiko
tinggi. Hal ini mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
28
pengawasan yang ada, sehingga hasil pengawasan lebih berdampak
dan bernilai strategis.
Selain itu, peran Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern
Pemerintah (APIP) juga semakin menguat, tidak hanya sebagai
pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis yang membantu OPD
dalam meningkatkan pengendalian internal. Inspektorat dapat
berkontribusi pada penguatan budaya manajemen risiko di
lingkungan pemerintah daerah, yang sejalan dengan upaya
reformasi birokrasi. Keberhasilan ini sekaligus meningkatkan reputasi
dan kredibilitas Inspektorat sebagai lembaga pengawas yang adaptif
dan inovatif.
3. Stakeholders
Terselesaikannya isu ini berarti peningkatan kapasitas dalam
mengelola risiko yang ada di unit kerja masing-masing OPD. OPD
yang mampu menyusun dokumen manajemen risiko secara baik
akan memiliki landasan yang kuat untuk merencanakan dan
melaksanakan program serta kegiatan yang lebih terukur dan
akuntabel. Ini juga membantu OPD mengantisipasi potensi kendala
dan risiko yang mungkin muncul, sehingga dapat meningkatkan
kinerja dan pelayanan publik secara keseluruhan.
Sementara itu, pimpinan daerah mendapatkan manfaat berupa
data dan informasi risiko yang lebih valid sebagai dasar pengambilan
keputusan strategis. Pengawasan yang fokus pada area risiko tinggi
membuat proses evaluasi dan perbaikan kebijakan menjadi lebih
tepat sasaran. Pada akhirnya, masyarakat sebagai pengguna
layanan publik juga merasakan dampak positif dari pengawasan
berbasis risiko ini, yakni pelayanan yang lebih transparan,
berkualitas, dan terhindar dari potensi penyimpangan. Hal ini
29
memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah
dan mendukung terciptanya good governance.
F. Rencana Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi
Tabel 4. 5
Rencana Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi
Durasi
Parapihak Sumber
No Kegiatan Output dan Keterangan
Terlibat Biaya
Waktu
1 Penyusunan Dokumen 30 Perangkat APBD
Risk Register Risk November Daerah
Perangkat Register 2025
daerah Perangkat
Daerah
2 Penyusunan Dokumen 31 Inspektora APBD
PKPT berbasis PKPT Desember t Daerah
risiko 2025
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Aktualisasi/ Habituasi Mata Pelatihan
a. Merencanakan penyusunan e-book manajemen risiko
Pada tahap perencanaan penyusunan e-book manajemen
risiko, fokus utama diberikan pada berorientasi pelayanan,
dimana perencanaan dilakukan dengan mengutamakan
kebutuhan pengguna agar konten yang disusun dapat
memberikan manfaat yang maksimal dan mudah dipahami oleh
unit kerja lain. Seluruh proses perencanaan dilakukan dengan
penuh akuntabilitas, memperhatikan regulasi yang berlaku serta
arahan dari atasan dan mentor sehingga semua langkah dapat
dipertanggungjawabkan secara profesional. Kemampuan dan
pengetahuan yang mendalam tentang materi manajemen risiko
menjadi modal utama dalam menjalankan tugas ini, menunjukkan
sikap kompeten dalam mengolah dan merancang kerangka isi e-
book. Selain itu, komunikasi yang berjalan lancar dan hubungan
kerja yang harmonis dengan atasan dan mentor menciptakan
suasana yang kondusif untuk konsultasi, menandakan adanya
sikap harmonis dalam pelaksanaan aktualisasi. Komitmen dan
kesetiaan terhadap tugas serta kebijakan organisasi juga menjadi
perhatian penting sebagai bentuk loyalitas. Dalam menghadapi
perkembangan regulasi dan teknologi, pelaksana juga
menunjukkan sikap adaptif dengan menyesuaikan perencanaan
agar tetap relevan dan efektif. Proses ini juga berjalan secara
kolaboratif, dengan melibatkan berbagai pihak untuk
mendapatkan masukan dan menyempurnakan rencana kerja.
31
b. Menyusun e-book manajemen risiko
Saat menyusun e-book, perhatian besar diberikan pada
aspek berorientasi pelayanan dengan mengupayakan penyajian
materi yang jelas, sistematis, dan desain yang menarik agar
pengguna merasa nyaman dan mudah memahami isi e-book.
Pembuatan konten dan desain dilakukan secara akuntabel,
memastikan semua informasi yang dimasukkan valid dan sesuai
standar yang berlaku. Proses ini membutuhkan keahlian teknis
dan pengetahuan yang baik, sehingga menunjukan sikap
kompeten dalam penulisan dan desain. Kerja sama yang
harmonis antar tim yang terlibat dalam proses penyusunan
mendukung kelancaran dan kualitas hasil kerja, memperlihatkan
nilai harmonis. Pelaksanaan tugas dilakukan dengan penuh
loyalitas, sebagai wujud komitmen terhadap arahan organisasi.
Selain itu, penggunaan teknologi terbaru dan metode desain yang
relevan mencerminkan sikap adaptif dalam mengikuti
perkembangan zaman. Semua tahapan ini juga melibatkan
komunikasi dan kerja sama yang baik, menunjukkan semangat
kolaboratif antar pihak terkait.
c. Melakukan peninjauan ulang e-book
Peninjauan ulang e-book dilakukan dengan tujuan agar hasil
akhir benar-benar memenuhi kebutuhan pengguna, menunjukkan
sikap berorientasi pelayanan yang tinggi. Proses revisi dan
pengarsipan dilakukan secara akuntabel, berdasarkan evaluasi
dan masukan yang dapat dipertanggungjawabkan demi menjaga
kualitas produk. Pelaksana menunjukkan kemampuan kompeten
dalam menganalisis dan mengimplementasikan masukan secara
tepat guna meningkatkan kualitas konten. Selama proses ini,
komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghargai antar tim
menjaga hubungan yang harmonis dan memudahkan diskusi
32
konstruktif. Kesetiaan terhadap tugas dan kebijakan organisasi
menjadi landasan dalam pelaksanaan revisi, menandakan
loyalitas yang kuat. Sikap adaptif juga tampak dari keterbukaan
terhadap perubahan dan pemanfaatan teknologi digital dalam
pengarsipan. Keterlibatan berbagai pihak dalam proses ini
mencerminkan nilai kolaboratif untuk mencapai hasil yang
terbaik secara bersama-sama.
d. Mendistribusikan e-book
Pada tahap pendistribusian e-book, pelaksana mengutamakan
berorientasi pelayanan dengan memastikan materi
tersampaikan dengan jelas dan mudah diakses oleh seluruh unit
kerja, didukung oleh komunikasi yang efektif selama sosialisasi
agar pesan tersampaikan secara optimal. Tanggung jawab atas
pelaksanaan distribusi dan sosialisasi serta penyusunan laporan
dilakukan dengan sikap akuntabel, menjaga transparansi dan
pertanggungjawaban. Profesionalisme dan penguasaan materi
yang baik menunjukan kompetensi pelaksana dalam
menyampaikan sosialisasi, menegaskan nilai kompeten. Selama
proses distribusi dan sosialisasi, hubungan kerja yang baik dan
suasana yang kondusif tetap dijaga untuk mendukung kelancaran
tugas, menggambarkan sikap harmonis. Pelaksanaan tugas ini
juga menunjukkan loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan
melalui kesungguhan dalam menjalankan arahan dan kebijakan.
Penggunaan media digital dan platform online terbaru
mencerminkan sikap adaptif terhadap perkembangan teknologi
informasi guna memperluas jangkauan dan efektivitas
penyebaran informasi. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai unit
kerja untuk mensukseskan sosialisasi menunjukkan semangat
kolaboratif yang tinggi dalam bekerja sama demi pencapaian
tujuan bersama.
33
2. Gagasan Kreatif Penyelesaian Core Isu
Gagasan kreatif yang diusulkan untuk menjawab permasalahan
belum tersusunnya manajemen risiko di OPD akibat kurangnya
pemahaman pegawai adalah penyusunan E-Book Pedoman
Manajemen Risiko Perangkat Daerah. E-book ini dirancang sebagai
media panduan digital yang praktis, interaktif, dan mudah diakses
oleh seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe
Kepulauan, khususnya pada level pengelola risiko di setiap OPD.
Penyusunan e-book ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan
media pembelajaran yang ringkas namun komprehensif, yang dapat
membantu pegawai memahami konsep dasar manajemen risiko,
metode identifikasi dan analisis risiko, serta langkah-langkah
penyusunan dokumen manajemen risiko sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
3. Capaian Hasil Penyelesaian Core Isu
Setelah melalui proses penyusunan dan pengembangan, E-
Book Pedoman Manajemen Risiko Perangkat Daerah telah berhasil
diselesaikan dan secara resmi disosialisasikan kepada seluruh OPD
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan.
Penyelesaian e-book ini menjadi langkah konkret dalam menjawab
permasalahan isu aktualisasi, yaitu belum tersusunnya manajemen
risiko di OPD akibat kurangnya pemahaman pegawai terhadap
mekanisme penyusunan manajemen risiko.
Beberapa capaian utama yang berhasil diraih antara lain:
a. Tersusunnya E-Book Pedoman Manajemen Risiko
E-book ini telah memuat panduan teknis yang sistematis dan
mudah dipahami, dilengkapi dengan langkah-langkah
34
penyusunan, studi kasus, dan template dokumen. Dengan format
digital, e-book ini mudah disebarluaskan dan diakses oleh seluruh
pegawai di perangkat daerah.
b. Terlaksananya Sosialisasi dan Pengenalan E-Book
Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan langsung dengan
perwakilan OPD, dengan pemaparan materi dan demonstrasi
penggunaan e-book. Hal ini membantu menumbuhkan
pemahaman awal pegawai terkait pentingnya pengelolaan risiko
dalam tata kelola pemerintahan.
c. Peningkatan Pemahaman Pegawai terhadap Manajemen Risiko
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi selama sosialisasi,
pegawai mulai memahami istilah-istilah dasar manajemen risiko,
pentingnya dokumen register risiko, serta peran manajemen risiko
dalam mendukung pelaksanaan pengawasan berbasis risiko.
d. Komitmen Awal Penyusunan Dokumen Risiko oleh OPD
Beberapa OPD menyatakan kesiapan untuk mulai menyusun
dokumen manajemen risiko dengan menjadikan e-book sebagai
acuan utama. Ini menunjukkan bahwa e-book telah menjadi media
yang efektif dalam membangun kesadaran dan motivasi awal.
e. Dukungan terhadap Optimalisasi Program Pengawasan Berbasis
Risiko
Dengan tersedianya pedoman yang seragam dan mudah diakses,
Inspektorat kini memiliki dasar yang lebih kuat untuk mendorong
pelaksanaan manajemen risiko di OPD. Hal ini menjadi pijakan
penting dalam mewujudkan pengawasan yang lebih fokus,
terarah, dan berbasis risiko nyata.
Secara keseluruhan, penyusunan dan sosialisasi e-book ini
telah memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi hambatan
utama dalam implementasi manajemen risiko di perangkat daerah,
35
sekaligus memperkuat peran Inspektorat dalam membina dan
mengawasi penyelenggaraan pemerintahan yang lebih akuntabel
dan transparan.
B. Rekomendasi
1. Untuk Penyelenggara Pelatihan
Penyelenggaraan Latsar CPNS Tahun 2025 telah dilaksanakan
dengan baik. Harapannya untuk masa yang akan datang,
penyelenggara dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas
penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS.
2. Untuk Instansi Asal Peserta
Penyusunan e-book dilakukan untuk meningkatkan
pemahaman setiap OPD untuk menyusun dokumen manajemen
risikonya masing-masing, sehingga Inspektorat Daerah Kabupaten
Konawe Kepulauan dapat melaksanakan pengawasan berbasis
risiko dan menjadikan pengawasan lebih efektif dan efisien. Oleh
karena itu, Inspektorat Daerah harus memastikan bahwa semua
OPD telah menyusun manajemen risiko dan kemudian ditindak
lanjuti dalam bentuk penyusunan PKPT berbasis risiko.
Lampiran 1. Lampiran Laporan Minggu Ke-1
a. Tabel Pelaksanaan Aktualisasi
Judul Kegiatan Perencanaan penyusunan e-book
manajemen risiko
Tanggal Pelaksanaan 17 April 2025 s/d 27 April 2025
Kegiatan
Daftar Lampiran 1. Pengumpulan referensi terkait standar
Bukti Kegiatan/ dan peraturan manajemen risiko.
Evidence
2. Konsultasi terkait penyusunan ebook
3. Penentuan outline materi ebook
37
Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan
1. Nilai Dasar yang Melandasi
a) Berorientasi Pelayanan: Merancang isi e-book sesuai
kebutuhan pengguna agar bermanfaat secara praktis.
b) Akuntabel: Mengacu pada regulasi dan dapat
dipertanggungjawabkan secara profesional.
c) Kompeten: Menggunakan pengetahuan yang relevan dan
kemampuan teknis dalam menyusun outline.
d) Kolaboratif: Melibatkan atasan dan mentor untuk
menyusun rencana yang tepat.
2. Teknik Aktualisasi
Studi Literatur, Diskusi dan Dokumentasi
3. Deskripsi Proses dan Kualitas Produk Kegiatan
Proses diawali dengan penelusuran peraturan terkait
manajemen risiko, dilanjutkan dengan konsultasi bersama
mentor untuk menyusun outline e-book. Hasil akhirnya berupa
kerangka konten sistematis yang menjadi fondasi penulisan e-
book. Kualitas produk dinilai dari relevansi referensi, logika alur
konten, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pembaca.
4. Manfaat Terhadap Visi, Misi dan Tugas Organisasi
Perencanaan ini mendukung misi organisasi dalam
meningkatkan kualitas pengawasan berbasis risiko.
Penyusunan e-book yang matang menjadi sarana literasi dan
edukasi internal, memperkuat peran organisasi sebagai
pembina sistem pengendalian intern pemerintah.
5. Analisis Dampak Jika Tidak Berdasarkan NDS
Tanpa nilai-nilai dasar seperti akuntabilitas dan kompetensi,
perencanaan bisa menjadi asal-asalan, tidak berbasis regulasi,
dan berisiko menghasilkan produk yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan. Akibatnya, e-book yang disusun
menjadi tidak relevan dan gagal mendukung kinerja organisasi.
38
b. Catatan Pengendalian Aktualisasi oleh Mentor
Nama Peserta : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
Satuan Kerja : Inspektorat Daerah
Tempat Aktualisasi : Kabupaten Konawe Kepulauan
N Tanggal Catatan Bimbingan Hasil Capaian Paraf
o
1 17/04/2025 Susun ebook tentang Kesepakatan
manajemen risiko judul ebook
2
3
c. Catatan Pengendalian Aktualisasi oleh Coach
Nama Peserta : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
Satuan Kerja : Inspektorat Daerah
Tempat Aktualisasi : Kabupaten Konawe Kepulauan
N Tanggal Catatan Bimbingan Hasil Capaian Media
o
1
2
3
Lampiran 2. Lampiran Laporan Minggu Ke-2
a. Tabel Pelaksanaan Aktualisasi
Judul Kegiatan Penyusunan ebook manajemen risiko
Tanggal Pelaksanaan 28 April 2025 s/d 13 Mei 2025
Kegiatan
Daftar Lampiran 1. Penentuan isi materi ebook
Bukti Kegiatan/
Evidence
2. Penulisan materi ebook
3. Pengeditan tampilan ebook
40
Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan
1. Nilai Dasar yang Melandasi
a) Kompeten: Menyusun konten dengan pengetahuan dan
keterampilan yang memadai.
b) Akuntabel: Mengisi e-book dengan data dan prosedur yang
valid dan sesuai aturan.
c) Berorientasi Pelayanan: Menyusun isi agar mudah
dipahami oleh pembaca.
d) Adaptif: Mendesain e-book agar sesuai dengan tren dan
kebutuhan digital saat ini.
2. Teknik Aktualisasi
Studi Literatur dan Dokumentasi
3. Deskripsi Proses dan Kualitas Produk Kegiatan
Proses terdiri dari penulisan konten utama, penyusunan
prosedur penyusunan risk register, dan desain visual e-book.
Kualitas produk ditunjukkan dari akurasi isi, estetika desain dan
kemudahan pembaca memahami isi.
4. Manfaat Terhadap Visi, Misi dan Tugas Organisasi
E-book ini menjadi sumber literatur internal yang dapat
digunakan oleh unit kerja untuk memahami penerapan
manajemen risiko, sehingga mendorong terciptanya sistem
pengendalian yang efektif.
5. Analisis Dampak Jika Tidak Berdasarkan NDS
Tanpa kompetensi dan orientasi pelayanan, konten berpotensi
membingungkan atau salah. Jika tidak akuntabel, isi bisa tidak
valid. Ketidakhadiran sikap adaptif menyebabkan desain usang
dan tidak menarik, sehingga tidak efektif sebagai media
edukasi.
41
b. Catatan Pengendalian Aktualisasi oleh Mentor
Nama Peserta : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
Satuan Kerja : Inspektorat Daerah
Tempat Aktualisasi : Kabupaten Konawe Kepulauan
No Tanggal Catatan Bimbingan Hasil Capaian Paraf
1 28/04/2025 Susun Ebook sesuai Tersusunnya
peraturan dan standar outline ebook
yang ada
2
3
c. Catatan Pengendalian Aktualisasi oleh Coach
Nama Peserta : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
Satuan Kerja : Inspektorat Daerah
Tempat Aktualisasi : Kabupaten Konawe Kepulauan
N Tanggal Catatan Bimbingan Hasil Capaian Media
o
1
2
3
Lampiran 3. Lampiran Laporan Minggu Ke-3
a. Tabel Pelaksanaan Aktualisasi
Judul Peninjauan ulang ebook manajemen risiko
Kegiatan
Tanggal 14 Mei 2025 s/d 25 Mei 2025
Pelaksana
an
Kegiatan
Uraian 1. Konsultasi terkait draft ebook
Kegiatan
yang
Dilaksanak
an
2. Melakukan revisi
3. Pengarsipan digital
[Link]
1hEC6_gOoVTfTw02RDKDe_D7g-QhDX8P1/view?
usp=sharing
43
Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan
1. Nilai Dasar yang Melandasi
a. Berorientasi Pelayanan: Memastikan e-book tersampaikan
dan mudah diakses.
b. Akuntabel: Membuat laporan distribusi dan sosialisasi
sebagai bentuk tanggung jawab.
c. Harmonis: Menjalin komunikasi yang baik saat penyebaran
ke unit kerja lain.
d. Kolaboratif: Melibatkan pimpinan dan unit lain untuk
mendukung penyebarluasan.
2. Teknik Aktualisasi
Studi Literatur, Diskusi dan Dokumentasi
3. Deskripsi Proses dan Kualitas Produk Kegiatan
Setelah mendapatkan masukan dari mentor dan atasan, e-book
direvisi untuk memperbaiki alur, memperjelas isi, dan
memperbaiki tampilan visual. Produk akhir adalah e-book siap
pakai dengan konten akurat, sistematis, dan tampilan menarik.
4. Manfaat Terhadap Visi, Misi dan Tugas Organisasi
Kegiatan ini memastikan e-book menjadi dokumen berkualitas
yang dapat dijadikan acuan, selaras dengan misi organisasi
dalam meningkatkan kompetensi pegawai dan efektivitas
pengawasan berbasis risiko.
44
5. Analisis Dampak Jika Tidak Berdasarkan NDS
Tanpa akuntabilitas dan kompetensi, revisi bisa dilakukan asal-
asalan dan tanpa nilai tambah. Jika tidak adaptif, hasil revisi
tidak sesuai perkembangan. Tanpa kolaborasi, masukan tidak
diolah optimal, sehingga mutu dokumen menurun.
b. Catatan Pengendalian Aktualisasi oleh Mentor
Nama Peserta : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
Satuan Kerja : Inspektorat Daerah
Tempat Aktualisasi : Kabupaten Konawe Kepulauan
N Tanggal Catatan Bimbingan Hasil Capaian Paraf
o
1 19/05/2025 Tambahkan contoh Revisi ebook
pengisian tabel
2
3
c. Catatan Pengendalian Aktualisasi oleh Coach
Nama Peserta : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
Satuan Kerja : Inspektorat Daerah
Tempat Aktualisasi : Kabupaten Konawe Kepulauan
N Tanggal Catatan Bimbingan Hasil Capaian Media
o
1
2
3
Lampiran 4. Lampiran Laporan Minggu Ke-4
a. Tabel Pelaksanaan Aktualisasi
Judul Kegiatan Pendistribusian ebook manajemen risiko
Tanggal Pelaksanaan 26 Mei 2025 s/d 5 Juni 2025
Kegiatan
Daftar Lampiran 1. Pendistribusian ebook via WhatsApp
Bukti Kegiatan/
Evidence
2. Sosialisasi penggunaan ebook
3. Pengisian Kuesioner oleh Unit Kerja
lain sebagai feedback Kegiatan
[Link]
Uraian Kegiatan yang Dilaksanakan
46
1. Nilai Dasar yang Melandasi
a) Akuntabel: Menyesuaikan isi e-book berdasarkan masukan
dan data yang sahih.
b) Kompeten: Melakukan revisi dengan pemahaman teknis
yang baik.
c) Adaptif: Terbuka terhadap perubahan dan perbaikan isi
serta tampilan.
d) Kolaboratif: Berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk
penyempurnaan.
2. Teknik Aktualisasi
Dokumentasi dan Kuesioner
3. Deskripsi Proses dan Kualitas Produk Kegiatan
E-book didistribusikan kepada unit kerja lainnya secara daring,
disertai sosialisasi penggunaan e-book. Pelaksana juga
meminta feedback dalam bentuk pengisian kuesioner sebagai
bahan evaluasi. Kualitas ditunjukkan oleh keterjangkauan
distribusi, tanggapan positif dari penerima, dan penyampaian
informasi yang jelas.
4. Manfaat Terhadap Visi, Misi dan Tugas Organisasi
Kegiatan ini mendukung diseminasi pengetahuan dan
pembinaan kepada seluruh unit kerja dalam menerapkan
manajemen risiko. Hal ini memperkuat peran organisasi sebagai
pembina pengawasan intern.
5. Analisis Dampak Jika Tidak Berdasarkan NDS
Distribusi bisa tidak merata, tidak terdokumentasi, dan tidak
diterima baik oleh unit kerja lain. Akibatnya, dokumen tidak
dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan tujuan edukatif
organisasi tidak tercapai.
b. Catatan Pengendalian Aktualisasi oleh Mentor
47
Nama Peserta : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
Satuan Kerja : Inspektorat Daerah
Tempat Aktualisasi : Kabupaten Konawe Kepulauan
No Tanggal Catatan Bimbingan Hasil Capaian Paraf
1 27/05/2025 Laksanakan Pelaksanaan
sosialisasi untuk sosialisasi
meningkatkan
pemahaman terkait
ebook
2
3
c. Catatan Pengendalian Aktualisasi oleh Coach
Nama Peserta : Reski Wahyudi, [Link].I.P.
Satuan Kerja : Inspektorat Daerah
Tempat Aktualisasi : Kabupaten Konawe Kepulauan
N Tanggal Catatan Bimbingan Hasil Capaian Media
o
1
2
3