PROGRAM KERJA
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
I. Latar Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan bagian dalam sistem pendidikan di sekolah yang
memiliki peran penting dalam membantu peserta didik/siswa tumbuh dan berkembang sesuai
dengan tugas–tugas perkembangannya secara optimal. Dalam [Link]. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan negara. Undang-undang tersebut sejalan dengan tujuan khusus bimbingan dan konseling
dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan [Link] Tahun 2014 tentang Bimbingan dan
Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang menyatakan bahwa layanan
bimbingan dan konseling memiliki tujuan untuk memahami dan menerima diri dan lingkungannya,
merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier dan kehidupannya dimasa yang
akan datang, mengembangkan potensinya seoptimal mungkin, menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi dalam kehidupannya dan
mengaktualisasikan dirinya secara bertanggung jawab.
Pengelolaan pendidikan di sekolah berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.
19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah, dalam pengelolaan ini salah satu poin penting yang dikelola adalah bidang kurikulum
dan kegiatan pembelajaran. Pada bidang kurikulum salah satu kegiatan yang diberikan kepada
peserta didik/siswa adalah layanan bimbingan dan konseling. Layanan bimbingan dan konseling
diberikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik/siswa. Pemberian layanan bimbingan dan
konseling berdasarkan program kegiatan yang telah disusun melalui berbagai rangkaian analisis data
kebutuhan dan permasalahan yang dimiliki oleh siswa. Program kegiatan ini disebut sebagai
program tahunan dan program semester layanan bimbingan dan konseling. Dalam implementasi
kurikulum 2013 menuntut peran serta layanan bimbingan dan konseling agar mencapai tujuan
pendidikan secara utuh.
Implementasi kurikulum 2013 dalam bimbingan dan konseling memiliki peran dalam
peminatan peserta didik. Selain dalam bidang peminatan layanan bimbingan dan konseling juga
memberikan layanan pada komponen lain seperti yang dinyatakan dalam Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan No. 111 Tahun 2014 yaitu: layanan dasar, layanan peminatan dan
perencanaan individual, layanan responsif dan layanan dukungan sistem. Dengan adanya pemberian
layanan bimbingan dan konseling yang diperuntukkan bagi semua dan tidak diskriminatif dapat
membantu peserta didik/siswa tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai tugas-tugas
perkembangannya. Kegiatan layanan yang telah disusun dalam program bimbingan diharapkan
memiliki dampak positif bagi peserta didik dan lingkungan sekolah serta masyarakat dalam
pengembangan diri dan lingkungan sesuai dengan perkembangan IPTEK yang ada. Terlebih pada
abad ke-21, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang pesat.
Sejalan dengan hal tersebut, permendikbud juga menjelaskan bahwa pada Abad ke-21, setiap
peserta didik dihadapkan pada situasi kehidupan yang kompleks, penuh peluang dan tantangan serta
ketidakmenentuan. Berdasarkan hal tersebut setiap peserta didik memerlukan berbagai kompetensi
1
hidup untuk berkembang secara efektif, produktif, dan bermartabat serta bermaslahat bagi diri
sendiri dan lingkungannya. Oleh karenanya, layanan Bimbingan dan Konseling sangat penting
dalam berupaya membantu peserta didik/konseli agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian
dalam kehidupannya serta menjalankan tugas-tugas perkembangannya yang mencakup aspek
pribadi, sosial, belajar, karier secara utuh dan optimal.
II. Fungsi Bimbingan dan Konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan untuk mewujudkan pengembangan diri
secara optimal melalui fungsi-fungsi berikut.
1. Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan pemahaman
oleh pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan penanganan masalah peserta didik;
pemahaman itu meliputi :
a. pemahaman tentang diri dan kondisi peserta didik, terutama oleh peserta didik sendiri,
orang tua, dan guru pembimbing.
b. pemahaman tentang lingkungan peserta didik (termasuk di dalamnya lingkungan
keluarga dan sekolah), terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, dan guru
pembimbing.
c. pemahaman tentang lingkungan “yang lebih luas” (termasuk di dalamnya informasi
pendidikan, informasi jabatan/pekerjaan, informasi sosial dan budaya/nilai-nilai),
terutama oleh peserta didik.
2. Fungsi pencegahan, yaitu proses bimbingan dan konseling yang berfungsi untuk mencegah
atau menghindari peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang
dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian-kerugian
tertentu dalam proses perkembangannya.
3. Fungsi pengentasan, yaitu proses bimbingan dan konseling yang menghasilkan
terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik. Dalam
hal ini termasuk pembelaan hak dan kepentingan pendidikan peserta didik yang
mengalami permasalahan.
4. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan, yaitu bimbingan dan konseling yang berfungsi
untuk memelihara dan mengembangkan berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik
dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
III. Prinsip dan Bimbingan Konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan menerapkan prinsip-prinsip
berikut.
1. Pinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran layanan yang meliputi :
a. Bimbingan dan Konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis
kelamin, suku, agama, dan status sosial ekonomi.
b. Bimbingan dan Konseling memperhatikan sepenuhnya tahap dan berbagai aspek
perkembangan individu.
c. Bimbingan dan Konseling memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual
yang menjadi orientasi pokok pelayanannya.
2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan permasalahan imdividu, yang meliputi :
a. Bimbingan dan Konseling berurusan dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi
mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah, di sekolah, serta dalam
2
kaitannya dengan kontak sosial dan pekerjaan, dan sebaliknya pengaruh lingkungan
terhadap kondisi mental dan fisik individu.
b. Kesenjangan sosial, ekonomi dan budaya merupakan faktor timbulnya masalah pada
individu yang kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan dan konseling.
3. Prinsip-prinsip berkenaan dengan program layanan, yang meliputi :
a. Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dari upaya pendidikan dan
pengembangan individu; oleh karena itu program bimbingan dan konseling harus
diselaraskan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan peserta
didik.
b. Program bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan
individu, masyarakat, dan kondisi lembaga.
c. Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dan jenjang pendidikan
yang terendah sampai tertinggi.
d. Terhadap isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian
yang teratur dan terarah.
4. Prinsip-prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelayanan :
a. Bimbingan dan Konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya
mampu membimbing diri sendiri dalam kehidupannya dan dalam menangani
permasalahannya.
b. Dalam Proses bimbingan dan konseling keputusan yang diambil oleh individu hendaknya
atas kemauan individu itu sendiri, bukan karena kemauan atau desakan dari pembimbing
atau pihak lain.
c. Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan
dengan permasalahan yang dihadapi.
d. Kerja sama antara guru pembimbing, guru lain, orang tua, dan dalam hal tertentu dengan
pihak lain, amat menentukan hasil pelayanan bimbingan dan konseling.
e. Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditempuh melalui
pemanfaatan yang maksimal dan hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang
terlibat dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri.
IV. Asas Bimbingan dan Konseling
Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan
oleh diwujudkannya asas-asas berikut.
1. Asas kerahasiaan, untuk menjaga kerahasian peserta didik (klien) guru pembimbing
berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan sehingga
kerahasiaanya benar-benar terjamin.
2. Asas Kesukarelaan, guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan
kesukarelaan peserta didik dalam mengikuti layanan yang diperlukannya.
3. Asas keterbukaan, guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta
didik (klien).
4. Asas Kegiatan, guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap
layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukkan baginya.
3
5. Asas Kemandirian, guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan
bimbingan dan konseling yang diselenggarakan bagi berkembangnya kemandirian peserta
didik.
6. Asas Kekinian, asas yang mengacu pada obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling
pada permasalahan peserta didik (klien) dalam kondisi sekarang.
7. Asas Kedinamisan, isi layanan terhadap sasaran layanan (klien) hendaknya selalu bergerak
maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan
dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
8. Asas keterpaduan, adanya kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang
berperanan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling.
9. Asas Kenormatifan, segenap layanan bimbingan dan konseling tidak boleh bertentangan
dengan nilai dan norma yang ada.
10. Asas Keahlian, layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar
kaidah-kaidah profesional.
11. Asas Alih tangan kasus, layanan yang dilakukan bila pihak-pihak yang tidak mampu
menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu
permasalahan peserta didik (klien) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak
yang lebih ahli.
12. Asas Tut Wuri Handayani, dapat menciptakan suasana yang mengayomi (memberikan rasa
aman), mengembangkan keteladanan, memberikan rangsangan dan dorongan serta
kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju.
V. Bidang Bimbingan dan Konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terpadu dan tidak
terpisahkan dari keseluruhan kegiatan pendidikan di sekolah dan mencakup seluruh tujuan dan
fungsi bimbingan konseling.
Secara lebih khusus, bidang bimbingan dan konseling mencakup seluruh upaya yang meliputi :
1. Bidang bimbingan pribadi
2. Bidang bimbingan sosial
3. Bidang bimbingan belajar
4. Bidang bimbingan karir
VI. Visi dan Misi
1. Visi
Visi bimbingan dan konseling yang disesuaikan dengan pengembangan diri siswa
adalah terwujudnya perkembangan diri dan kemandirian individu secara optimal sesuai
dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa dan mahluk social
dalam berhubungan dengan manusia dan alam semesta sehingga dapat meraih kehidupan
yang berbahagia.
2. Misi
Misi bimbingan dan konseling di sekolah adalah menunjang pengembangan diri
siswa secara optimal dan memandirikan siswa untuk dapat menjalani kehidupan sehari-hari
secara efektif,kreatif dan dinamis,melalui penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan
konseling agar siswa memiliki kecakapan hidup untuk masa depan karir dalam :
[Link] dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
4
[Link] perkembangan diri dan lingkungan
[Link] keputusan
[Link] diri
[Link] dan pemenuhan tuntutan masa depan
f. Pengaktualisasian diri secara optimal
[Link] diri kearah dimensi spiritual
[Link] keputusan berdasarkan IQ, EQ dan SQ.
VII. Tugas-Tugas Perkembangan Siswa
Tugas perkembangan siswa yaitu :
a. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam
peranannya sebagai pria atau wanita.
c. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat.
d. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum
dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan
masyarakat yang lebih luas.
e. Mencapai kematangan dalam pilihan karir.
f. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional,
sosial, intelektual dan ekonomi.
g. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga,
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
h. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta apresiasi seni.
i. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.
5
PENGELOLAAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
I. Operasional Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Dan Konseling
Secara operasional, pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa
jenis kegiatan, antara lain :
1. Tahap Persiapan, meliputi penyusunan program, konsultasi program dan penyediaan
fasilitas.
2. Pengumpulan Data, bertujuan untuk memperoleh data yang selengkap-lengkapnya tentang
siswa yang meliputi identitas pribadi siswa, keadaan keluarga, lingkungan, data psikis
siswa dan sebagainya.
3. Pemberian Informasi dan Orientasi, bertujuan agar siswa memperoleh gambaran yang jelas
mengenai situasi pendidikan yang akan ditempuhnya, meliputi cara belajar, tata tertib
sekolah, lingkungan sekitar, bimbingan karir dan kelanjutan studi.
4. Bantuan dan Penyaluran, bertujuan agar siswa memperoleh dan menempati posisi yang
cocok atau sesuai dengan potensi dirinya.
5. Bantuan Penyuluhan, baik individual maupun kelompok. Bertujuan membantu siswa
dalam memecahkan masalah pribadinya dengan kemampuannya sendiri seoptimal
mungkin sesuai dengan bakat dan kapasitasnya.
6. Bantuan dalam Kesulitan Belajar, bertujuan agar siswa memperoleh sukses dalam hasil
belajarnya.
7. Hubungan dengan masyarakat, bertujuan membina kerja sama dan pemahaman yang
objektif dengan orang tua siswa dalam menangani masalah yang dihadapi putra-putrinya.
8. Penilaian dan Tindak lanjut, bertujuan untuk menilai efisiensi program bimbingan
khususnya dan program pada umumnya.
Penilaian dan tindak lanjut ini terdiri dari :
a. Penilaian terhadap perkembangan yang dicapai siswa.
b. Diskusi dengan staf untuk meninjau program yang lalu dan yang akan datang.
c. Perbaikan program dan penyusunan laporan
Adapun pada pelaksanaan program bimbingan konseling yang sekarang ditam
bah dengan langkah-langkah kegiatan pengembangan diri melalui :
- Layanan orientasi
- Layanan informasi
- Layanan penempatan dan penyaluran
- Layanan pembelajaran
- Layanan konseling perorangan
- Layanan bimbingan kelompok
- Layanan konseling kelompok
- Layanan konsultasi
- Layanan mediasi
6
II. Organisasi Layanan Bimbingan
Organisasi layanan bimbingan meliputi segenap unsur dengan susunan sebagai berikut :
DEWAN KEPALA SEKOLAH TENAGA AHLI
SEKOLAH WK. KEPALA SEKOLAH INSTANSI LAIN
TATA USAHA
GURU MATA GURU PEMBIMBING WALI KELAS/
PELAJARAN GURU PEMBINA
S I S W A
Tugas Dan Fungsi
1. Kepala Sekolah : Penanggung jawab pelaksanaan teknis bimbingan dan konseling
di sekolah.
2. Koordinator/ : Pelaksana utama yang mengkoordinir semua kegiatan yang
Pembimbing terkait dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling.
3. Guru Mata : Pelaksana pengajaran dan pelatihan serta bertanggung jawab
Pelajaran memberikan informasi tentang siswa untuk kepentingan
bimbingan dan konseling.
4. Wali Kelas dan : Bertanggung jawab membantu kegiatan bimbingan konseling di
Guru Pembina kelasnya masing-masing.
5. Siswa : Peserta didik yang berhak menerima pengajaran, latihan dan
pelayanan bimbingan dan konseling.
6. Tata Usaha : Pembantu Kepala Sekolah dalam penyelenggaraan administrasi,
ketatausahaan dan pelaksanaan administrasi bimbingan dan
konseling.
7. Dewan Sekolah : Wakil dari orang tua siswa yang berkewajiban membantu
penyelenggaraan pendidikan termasuk pelaksanaan bimbingan
dan konseling.
[Link] Tugas Pelaksana Pelayanan Bimbingan
7
Personil pelaksana pelayanan bimbingan adalah segenap unsur yang terkait didalam
organigram pelayanan bimbingan dengan koordinator dan guru pembimbing/konselor sebagai
pelaksana utamanya.
Adapun tugas masing-masing personil tersebut sebagai berikut :
1. Kepala Sekolah :
a. mengkoordinasikan setiap kegiatan yang diprogramkan di sekolah
b. menyediakan sarana, prasarana, tenaga dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya
pelayanan bimbingan yang efektif dan efisien
c. melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan program, penilaian dan
upaya tindak lanjut pelayanan bimbingan
d. mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan di sekolah kepada Kanwil,
atau Kepala Dinas yang menjadi atasannya.
2. Wakil Kepala Sekolah :
Bertugas membantu kepala sekolah dalam melaksanakan tugas-tugas kepala sekolah
termasuk pelayanan bimbingan dan konseling.
3. Guru Pembimbing/Konselor :
a. memasyarakatkan pelayanan bimbingan
b. merencanakan program bimbingan
c. melaksanakan segenap layanan bimbingan
d. melaksanakan kegiatan pendukung bimbingan
e. menilai proses dan hasil layanan bimbingan dan kegiatan pendukungnya
f. melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian
g. mengadministrasikan layanan dan mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan kepada
koordinator bimbingan
4. Guru Mata Pelajaran
a. membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan kepada para siswa
b. membantu guru pembimbing mengidentifikasi siswa yang membutuhkan pelayanan
c. mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan kepada guru pembimbing
d. berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus
e. membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan
bimbingan dan upaya tindak lanjutnya
5. Wali Kelas :
a. membantu guru pembimbing melaksanakan tugas-tugas, khususnya di kelas yang
menjadi tanggung jawabnya
b. membantu guru mata pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelaksanaan bimbingan
c. memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya di kelas yang menjadi
tanggung jawabnya untuk mengikuti layanan kegiatan bimbingaN.
8
a. Program Kerja Tahunan Bimbingan dan Konseling
9
IV. Personil Pelaksana Pelayanan Bimbingan
Pada tahun pelajaran 2024/2025, personil pelaksana kegiatan pelayanan bimbingan di
SMA Negeri 21 Garut berjumlah 2 orang, dengan rincian kelas bimbingannya sebagai berikut :
No. NAMA KELAS BIMBINGAN
1. X 1, X 2, X 3, X 4, X IPS 3, XIMIPA 1, XI MIPA 2 dan
Eno Warini, [Link].I XIPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, XII MIPA 1, XII MIPA 2, XII
IPS 1 dan XII IPS 2
2. XI IPS 2, XI IPS 3, XII MIPA 1, XII MIPA 2, XII IPS 1,XII
Asep Suryana, [Link]
IPS 2 dan XII IPS 3
Mengetahui Garut, Juli 2024
Kepala SMAN 21 Garut Guru Bimbingan Konseling
Nana Sutisna, [Link] Eno Warini, [Link].I
NIP. 196903241995031004
10
V. Pola Penanganan Siswa Yang Bermasalah
Pembinaan siswa dilaksanakan oleh seluruh unsur pendidikan di sekolah, orang tua,
masyarakat dan pemerintah.
Pola tindakan terhadap siswa yang bermasalah adalah sebagai berikut :
DEWAN KEPALA SEKOLAH TENAGA AHLI
SEKOLAH WK. KEPALA SEKOLAH INSTANSI LAIN
Guru Pembina
Guru
Guru Mata Pel. WALI KELAS
Pembimbing
Guru Piket
S I S W A
VI. Kebutuhan Biaya Bimbingan Dan Konseling
Kebutuhan biaya yang diperlukan untuk melengkapi dan melaksanakan pelayanan
bimbingan dan konseling di SMA Negeri 21 Garut tidak mendapat kesulitan, dan anggaran
biaya tidak diberikan pertahun melainkan dapat diambil sewaktu-waktu berdasarkan
kebutuhan, termasuk biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan Home Visit (kunjungan
rumah).
VII. Penutup
11
Pelayanan bimbingan yang efektif tidak mungkin terlaksana dengan baik tanpa
adanya kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait, baik di dalam maupun di luar
sekolah.
Untuk menjamin terlaksananya bimbingan secara tepat diperlukan pengawasan baik
secara teknis maupun administratif. Pengawasan dilakukan oleh pengawas khusus yang
profesional, artinya mengerti dan memahami profesi bimbingan secara keseluruhan (sesuai
SK Menpan No. 26/89).
Demikian program ini kami susun dan kami menyadari bahwa program ini masih belum
lengkap, namun tahap demi tahap kami bertekad untuk mengadakan evaluasi demi
tercapainya tujuan yang diharapkan.
Tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah dan
Pengawas Guru Pembimbing yang telah memberikan pengarahan demi perbaikan dan
keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 21 Garut ini.
Semoga program bimbingan dan konseling ini bermanfaat bagi semua yang
berkepentingan.
12