0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Rencana Pembelajaran IPA Reproduksi Manusia

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 9 Kota Kediri, dengan fokus pada sistem reproduksi manusia dan pembelahan sel. Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemahaman prosedural melalui metode Problem Based Learning dan Project Based Learning. Rencana ini mencakup kegiatan pembelajaran yang interaktif dan reflektif, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar.

Diunggah oleh

rizal376
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Rencana Pembelajaran IPA Reproduksi Manusia

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 9 Kota Kediri, dengan fokus pada sistem reproduksi manusia dan pembelahan sel. Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemahaman prosedural melalui metode Problem Based Learning dan Project Based Learning. Rencana ini mencakup kegiatan pembelajaran yang interaktif dan reflektif, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar.

Diunggah oleh

rizal376
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(Terintegrasi SSK &ADIWIYATA)

INFORMASI UMUM
Sekolah SMP NEGERI 9 KOTA KEDIRI
Kelas /Semester IX/ GANJIL
Mata Pelajaran ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
Topik /Pokok Bahasan Sistem Reproduksi Manusia
Sub Topik Pembelahan Sel
Alokasi Waktu 20 JP x 40 menit (5 x pertemuan)
IDENTIFIKASI
1. Peserta Didik Dalam tahap perkembangannya, peserta
didik SMP berada pada tahap periode
perkembangan Operasional formal (umur
11/12-18 tahun). Ciri pokok perkembangan
pada tahap ini adalah anak sudah mampu
berpikir abstrak dan logis.
Sebagian besar peserta didik memiliki
rasa ingin tahu tinggi terhadap lingkungan
sekitar dan fenomena sains, namun belum
terbiasa mengaitkan pengetahuan dengan
praktik nyata. Kebutuhan belajar mencakup:
pemahaman prosedural, berpikir kritis, dan
sikap ilmiah. Peserta didik memerlukan
pendekatan kontekstual dan reflektif untuk
menguatkan makna belajar.

2. Karakteristik Mata Pelajaran Materi ini mencakup pengetahuan


faktual (struktur alat reproduksi serta
fungsinya). Materi relevan langsung dengan
kegiatan obeservasi dan investigasi ilmiah.
Struktur materi mendukung pembelajaran
mendalam karena menuntut pengamatan,
pemaknaan, dan keterampilan proses sains.
Nilai yang dikembangkan: rasa ingin tahu,
tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.
1.
3. Dimensi Profil Lulusan  Keimanan
 Penalaran Kritis
 Kreativitas
 Komunikasi
 Kolaborasi
 Kemandirian

DESAIN PEMBELAJARAN
1. Capaian Pembelajaran Pada akhir SMP 9, Peserta didik dapat
melakukan analisis untuk menemukan
keterkaitan sistem organ dengan fungsinya
serta kelainan atau gangguan yang muncul
pada sistem organ tertentu (sistem
reproduksi).
2. Lintas Disiplin Ilmu  PPKn (nilai tanggung jawab dan kerja
sama)
 Bahasa Indonesia (teks prosedur)
 Pendidikan Agama (Keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan YME)

3. Tujuan Pembelajaran 1. Membandingkan antara Pembelahan


Mitosis dan Meiosis
2. Mengidentifikasi struktur dan fungsi
Sistem Reproduksi pada Manusia
3. Mengidentifikasi tahapan-tahapan
menstruasi.
4. Mengidentifikasi gangguan pada Sistem
Reproduksi Manusia dan upaya
pencegahannya
4. Topik pembelajaran yang 1. Pembelahan Mitosis dan Meiosis
kontekstual dan relevan 2. Struktur Organ Reproduksi Perempuan da
Laki-laki.
3. Gangguan Sistem Reproduksi dan Upaya
pencegahannya
5. Praktek Pedagogik  Model : Problem Based Learning dan
Project Based Learning
 Metode : Diskusi, pengamatan,
 Strategi : Aktivasi pengetahuan awal →
eksplorasi bermakna → refleksi
6. Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan teman sejawat
dalam demonstrasi alat peraga. Diskusi
kelompok dalam MGMP untuk
membandingkan dalam penggunaan alat
peraga.
7. Lingkungan Pembelajaran Ruang laboratorium dan kelas yang
kondusif untuk kerja kelompok dan diskusi
reflektif. Suasana belajar yang memberi ruang
bagi rasa ingin tahu, kesalahan sebagai
pembelajaran, dan umpan balik dari teman
sejawat maupun guru.
8. Pemanfaatan Digital  Laptop dan proyektor (Video
pembelajaran dan gambar)
 HP (Quiziz, Canva)
PENGALAMAN BELAJAR
PERTEMUAN 1
Pendahuluan (Awal)
1. Sebelum pembelajaran dimulai, murid menempelkan namanya sesuai emosi yang
dirasakannya pada roda emosi. ( Kesadaran diri )
2. Guru membuka pelajaran dengan melakukan kegiatan awal rutin dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran. ( Kesadaran diri,
Manajemen diri ) ( Mindful Learning : Menciptakan suasana tenang dan fokus )
3. Memulai pembelajaran dengan salam dan salah seorang murid memimpin do’a.
(Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran dengan menetralkan emosi
murid). ( Manajemen diri )
4. Guru menanyakan kabar murid dengan sapaan humanis dan merespon perasaan
murid sesuai dengan roda emosi yang sudah diisi murid, mempersilahkan murid
menceritakan kejadian dan mengungkapkan apa yang dia rasakan hari ini,
( Kesadaran diri, Manajemen diri )
5. Guru mengecek kehadiran murid mengajak peserta didik bersiap diri untuk belajar.
( Kesadaran diri, Manajemen diri )
6. Guru membuat kesepakatan kelas bersama murid. Diantara poin kesepakatan itu
menghargai pendapat temannya ketika berdiskusi dan berempati dengan lingkungan
sekitar. ( Keterampilan Berelasi )
7. Guru membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dengan memberikan
pertanyaan pemantik. ( Kesadaran Diri, Kesadaran Sosial )
“Pernahkah kalian mendengar cerita bagaimana kalian dilahirkan?”
(Meaningful Learning:Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan relevansi)
8. Peserta didik membacakan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari hari ini.
9. Guru membacakan penilaian yang akan diberikan selama pembelajaran
berlangsung. ( Motivasi)
10. Peserta didik dibagikan kelompoknya secara heterogen supaya mereka bisa
bersosialisasi dengan baik antar anggota kelompok lainnya.
Kegiatan Inti
 Fase 1. Orientasi Murid pada Masalah (Keterampilan Berelasi)
Guru menyajikan sebuah gambar pembelahan mitosis dan meiosis melalui
proyektor depan kelas. Dari objek tersebut, guru meminta peserta didik untuk
mengajukan pertanyaan dari gambar tersebut.
 Apakah perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis?
 Di manakah terjadinya pembelahan mitosis dan meiosis?
(Meaningful Learning :Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan
relevansi)
 Fase 2. Mengorganisasikan Murid untuk Belajar
Guru memetakan kebutuhan belajar murid sesuai dengan kesiapan belajar
(readiness) berdasarkan pengetahuan yang dimiliki masing-masing murid.
 Guru membagi kelompok secara heterogen supaya dapat melatih anak-anak
untuk bisa bertanggung jawab dan berinteraksi dengan teman-teman
lainnya.
 Fase 3. Membimbing Penyelidikan Secara Individu dan Kelompok
 Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kepada masing-
masing kelompok.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati
gambar dan literatur fase-fase pembelahan mitosis dan meiosis serta
memahami apa isi LKPD tesebut secara berkelompok.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan
hal-hal yang belum dipahami ketika mempelajari LKPD tersebut.
( Mindful Learning : Kehadiran guru sebagai fasilitator yang mendukung proses
belajar )
 Fase 4. Mengembangkan Dan Menyajikan Hasil Karya
 Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang sudah mereka
kerjakan di depan kelas.
( Joyful Learning : memberikan kesempatan untuk merumuskan pertanyaan sendiri )
 Fase 5. Menganalisis Dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
 Peserta didik dari kelompok lain mengevaluasi dan memberi tanggapan
terhadap hasil presentasi kelompok penyaji.
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya terhadap hal-hal yang
belum dipahami.
( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan komunikasi
Penutup
1. Peserta didik dibantu oleh guru menarik kesimpulan dari seluruh diskusi yang
sudah dilakukan.
2. Guru mengajak peserta didik merenungkan anugerah Tuhan tentang penciptaan
manusia dari sel menjadi individu yang begitu menakjubkan.
3. Guru mengapresiasi hasil belajar seluruh peserta didik karena semua peserta
didik memiliki kemampuan yang luar biasa.
4. Guru memberikan penegasan materi yang telah dibahas hari ini dengan
menyajikannya di canva. ( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan
komunikasi dan kolaborasi )
5. Peserta didik diminta untuk menuliskan refleksi di dalam buku tulisnya masing-
masing. (kesadaran diri)
6. Peserta didik diminta untuk mempelajari bab berikutnya terlebih dahulu sebelum
pembelajaran di kelas.(gemar membaca, literasi)
7. Peserta didik berdo’a (mengucapkan Alhamdulillah) sebagai uacapan syukur telah
menyelesaikan pembelajaran dengan baik dan penuh semangat. (Kesadaran social,
religious).
8. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan memotivasi murid
untuk selalu semangat belajar, tetap bahagia dan senantiasa menjaga kesehatan.
(tanggung jawab, pengelolaan diri)
PERTEMUAN 2
Pendahuluan (Awal)
1. Sebelum pembelajaran dimulai, murid menempelkan namanya sesuai emosi yang
dirasakannya pada roda emosi. ( Kesadaran diri )
2. Guru membuka pelajaran dengan melakukan kegiatan awal rutin dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran. ( Kesadaran diri,
Manajemen diri ) ( Mindful Learning : Menciptakan suasana tenang dan fokus )
3. Memulai pembelajaran dengan salam dan salah seorang murid memimpin do’a.
(Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran dengan menetralkan emosi
murid). ( Manajemen diri )
4. Guru menanyakan kabar murid dengan sapaan humanis dan merespon perasaan
murid sesuai dengan roda emosi yang sudah diisi murid, mempersilahkan murid
menceritakan kejadian dan mengungkapkan apa yang dia rasakan hari ini,
( Kesadaran diri, Manajemen diri )
5. Guru mengecek kehadiran murid mengajak peserta didik bersiap diri untuk belajar.
( Kesadaran diri, Manajemen diri )
6. Guru membuat kesepakatan kelas bersama murid. Diantara poin kesepakatan itu
menghargai pendapat temannya ketika berdiskusi dan berempati dengan lingkungan
sekitar. ( Keterampilan Berelasi )
7. Guru membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dengan memberikan
pertanyaan pemantik. ( Kesadaran Diri, Kesadaran Sosial )
Guru bertanya pada peserta didik: “Bagaimana kalian dapat lahir ke dunia?”
“Bagaimana ibu dapat mengandung? Apakah ibu dapat mengandung tanpa
kehadiran ayah kita?”
(Meaningful Learning:Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan relevansi)
8. Guru mengingatkan kembali tentang pembelahan sel bahwa manusia berasal dari 1
sel hingga sd ± 200 Trilyun sel pada orang dewasa, tentang hierarki kehidupan dari
mulai sel hingga terbentuk individu?
9. Peserta didik membacakan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari hari ini.
10. Guru membacakan penilaian yang akan diberikan selama pembelajaran
berlangsung. ( Motivasi)
11. Peserta didik dibagikan kelompoknya secara heterogen supaya mereka bisa
bersosialisasi dengan baik antar anggota kelompok lainnya.
Kegiatan Inti
 Fase 1. Orientasi Murid pada Masalah (Keterampilan Berelasi)
Guru menyajikan sebuah video tentang organ-organ penyusun reproduksi pada laki-laki dan
perempuan. melalui proyektor depan kelas. Dari objek tersebut, guru meminta
peserta didik untuk mengajukan pertanyaan dari video tersebut.
 apa fungsi organ-organ penyusun sistem reproduksi pada laki-laki dan
perempuan?”
 “mengapa seorang laki-laki dianjurkan utuk berkhitan? Apa manfaatnya?”
 “apa fungsi bagian ekor dari sperma?”
(Meaningful Learning :Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan relevansi)
 Fase 2. Mengorganisasikan Murid untuk Belajar
Guru memetakan kebutuhan belajar murid sesuai dengan kesiapan belajar
(readiness) berdasarkan pengetahuan yang dimiliki masing-masing murid.
 Guru membagi kelompok secara heterogen supaya dapat melatih anak-anak
untuk bisa bertanggung jawab dan berinteraksi dengan teman-teman
lainnya.
 Fase 3. Membimbing Penyelidikan Secara Individu dan Kelompok
 Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kepada masing-
masing kelompok.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik memahami apa isi
LKPD (gambar struktur organ reproduksi perempuan dan laki-laki serta
fungsinya) dan mengisikannya pada tabel yang telah disediakan, secara
berkelompok.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan
hal-hal yang belum dipahami ketika mempelajari LKPD tersebut.
( Mindful Learning : Kehadiran guru sebagai fasilitator yang mendukung proses
belajar )
 Fase 4. Mengembangkan Dan Menyajikan Hasil Karya
 Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang sudah mereka
kerjakan di depan kelas.
( Joyful Learning : memberikan kesempatan untuk merumuskan pertanyaan sendiri )
 Fase 5. Menganalisis Dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
 Peserta didik dari kelompok lain mengevaluasi dan memberi tanggapan
terhadap hasil presentasi kelompok penyaji.
 Peserta didik bersama guru berdiskusi membuktikan benar atau tidaknya
hipotesis yang telah dirumuskan tentang “struktur dan fungsi sistem
reproduksi pada manusia” dari informasi yang telah ditemukan dengan
bertanya kepada ahlinya atau melakukan studi literatur lain
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya terhadap hal-hal yang
belum dipahami.
( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan komunikasi
Penutup
1. Peserta didik dibantu oleh guru menarik kesimpulan dari seluruh diskusi yang
sudah dilakukan.
2. Guru mengajak peserta didik merenungkan anugerah Tuhan tentang penciptaan
manusia dari sel menjadi individu yang begitu menakjubkan.
3. Guru mengapresiasi hasil belajar seluruh peserta didik karena semua peserta
didik memiliki kemampuan yang luar biasa.
4. Guru memberikan penegasan materi yang telah dibahas hari ini dengan
menyajikannya di canva. ( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan
komunikasi dan kolaborasi )
5. Peserta didik diminta untuk menuliskan refleksi di dalam buku tulisnya masing-
masing. (kesadaran diri)
6. Guru menyampaikan materi selanjutnya yaitu tentang siklus menstruasi,
fertilisasi, dan kehamilan. Peserta didik diminta untuk mempelajari terlebih
dahulu materi tersebut.(gemar membaca, literasi)
7. Peserta didik berdo’a (mengucapkan Alhamdulillah) sebagai uacapan syukur telah
menyelesaikan pembelajaran dengan baik dan penuh semangat. (Kesadaran social,
religious).
8. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan memotivasi murid
untuk selalu semangat belajar, tetap bahagia dan senantiasa menjaga kesehatan.
(tanggung jawab, pengelolaan diri)
PERTEMUAN 3
Pendahuluan (Awal)
1. Sebelum pembelajaran dimulai, murid menempelkan namanya sesuai emosi
yang dirasakannya pada roda emosi. ( Kesadaran diri )
2. Guru membuka pelajaran dengan melakukan kegiatan awal rutin dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran. ( Kesadaran
diri, Manajemen diri ) ( Mindful Learning: enciptakan suasana tenang dan fokus )
3. Memulai pembelajaran dengan salam dan salah seorang murid memimpin do’a.
(Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran dengan menetralkan emosi
murid). ( Manajemen diri )
4. Guru menanyakan kabar murid dengan sapaan humanis dan merespon
perasaan murid sesuai dengan roda emosi yang sudah diisi murid,
mempersilahkan murid menceritakan kejadian dan mengungkapkan apa
yang dia rasakan hari ini, ( Kesadaran diri, Manajemen diri )
5. Guru mengecek kehadiran murid mengajak peserta didik bersiap diri untuk
belajar. ( Kesadaran diri, Manajemen diri )
6. Guru membuat kesepakatan kelas bersama murid. Diantara poin kesepakatan
itu menghargai pendapat temannya ketika berdiskusi dan berempati dengan
lingkungan sekitar. ( Keterampilan Berelasi )
7. Guru membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dengan memberikan
pertanyaan pemantik. ( Kesadaran Diri, Kesadaran Sosial )
“mengapa perempuan mengalami menstruasi? Berapa hari kalian mengalami menstruasi?”
(Meaningful Learning:Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan relevansi)
8. Guru memperlihatkan gambar gejala-gejala seseorang yang dalam masa
premenstruasi
9. Peserta didik membacakan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari hari ini.
10. Guru membacakan penilaian yang akan diberikan selama pembelajaran
berlangsung. ( Motivasi)
11. Peserta didik dibagikan kelompoknya secara heterogen supaya mereka bisa
bersosialisasi dengan baik antar anggota kelompok lainnya.
Kegiatan Inti
 Fase 1. Orientasi Murid pada Masalah (Keterampilan Berelasi)
Guru menyajikan sebuah grafik siklus menstruasi, perkembangan janin selama
dalam [Link] proyektor depan kelas. Dari objek tersebut, guru
meminta peserta didik untuk mengajukan pertanyaan dari video tersebut.
 “bagaimanakah cara membaca grafik tersebut?”
 “apakah fungsi cairan ketuban bagi janin?”
(Meaningful Learning :Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan relevansi)
 Fase 2. Mengorganisasikan Murid untuk Belajar
Guru memetakan kebutuhan belajar murid sesuai dengan kesiapan belajar
(readiness) berdasarkan pengetahuan yang dimiliki masing-masing murid.
 Guru membagi kelompok secara heterogen supaya dapat melatih anak-anak
untuk bisa bertanggung jawab dan berinteraksi dengan teman-teman
lainnya.
 Fase 3. Membimbing Penyelidikan Secara Individu dan Kelompok
 Peserta didik dibimbing guru melakukan kajian literasi handout dan
mencatat hal-hal penting tentang siklus menstruasi, fertilisasi, fungsi
amnion.
 Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kepada masing-
masing kelompok.
 Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengolah informasi yang
diperoleh dari hasil pengamatan gambar dan bahan bacaan/literatur
tentang “menstruasi dan perkembangan janin.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan
hal-hal yang belum dipahami ketika mempelajari LKPD tersebut.
( Mindful Learning : Kehadiran guru sebagai fasilitator yang mendukung proses
belajar )
 Fase 4. Mengembangkan Dan Menyajikan Hasil Karya
 Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang sudah mereka
kerjakan di depan kelas.
( Joyful Learning : memberikan kesempatan untuk merumuskan pertanyaan sendiri )
 Fase 5. Menganalisis Dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
 Peserta didik dari kelompok lain mengevaluasi dan memberi tanggapan
terhadap hasil presentasi kelompok penyaji.
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya terhadap hal-hal yang
belum dipahami.
( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan komunikasi
Penutup
1. Peserta didik dibantu oleh guru menarik kesimpulan dari seluruh diskusi yang
sudah dilakukan.
2. Guru mengajak peserta didik merenungkan anugerah Tuhan tentang penciptaan
manusia dari sel menjadi individu yang begitu menakjubkan.
3. Guru mengapresiasi hasil belajar seluruh peserta didik karena semua peserta
didik memiliki kemampuan yang luar biasa.
4. Guru memberikan penegasan materi yang telah dibahas hari ini dengan
menyajikannya di canva. ( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan
komunikasi dan kolaborasi )
5. Peserta didik diminta untuk menuliskan refleksi di dalam buku tulisnya masing-
masing. (kesadaran diri)
6. Guru memberikan tugas masing-masing kelompok untuk membuat poster tentang
penyakit atau kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi manusia.(gemar
membaca, literasi)
7. Peserta didik berdo’a (mengucapkan Alhamdulillah) sebagai uacapan syukur telah
menyelesaikan pembelajaran dengan baik dan penuh semangat. (Kesadaran social,
religious).
8. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan memotivasi murid
untuk selalu semangat belajar, tetap bahagia dan senantiasa menjaga kesehatan.
(tanggung jawab, pengelolaan diri)
PERTEMUAN 4
Pendahuluan (Awal)
1. Sebelum pembelajaran dimulai, murid menempelkan namanya sesuai emosi
yang dirasakannya pada roda emosi. ( Kesadaran diri )
2. Guru membuka pelajaran dengan melakukan kegiatan awal rutin dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran. ( Kesadaran
diri, Manajemen diri ) ( Mindful Learning: Menciptakan suasana tenang dan fokus)
3. Memulai pembelajaran dengan salam dan salah seorang murid memimpin do’a.
(Berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran dengan menetralkan emosi
murid). ( Manajemen diri )
4. Guru menanyakan kabar murid dengan sapaan humanis dan merespon
perasaan murid sesuai dengan roda emosi yang sudah diisi murid,
mempersilahkan murid menceritakan kejadian dan mengungkapkan apa
yang dia rasakan hari ini, ( Kesadaran diri, Manajemen diri )
5. Guru mengecek kehadiran murid mengajak peserta didik bersiap diri untuk
belajar. ( Kesadaran diri, Manajemen diri )
6. Guru membuat kesepakatan kelas bersama murid. Diantara poin kesepakatan
itu menghargai pendapat temannya ketika berdiskusi dan berempati dengan
lingkungan sekitar. ( Keterampilan Berelasi )
7. Guru membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dengan memberikan
pertanyaan pemantik. ( Kesadaran Diri, Kesadaran Sosial )
“Bagaimana seseorang dapat menderita HIV AIDS?”
(Meaningful Learning:Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan
relevansi)
8. Guru memperlihatkan gambar orang penderita HIV/AIDS.
9. Peserta didik membacakan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari hari ini.
10. Guru membacakan penilaian yang akan diberikan selama pembelajaran
berlangsung. ( Motivasi)
11. Peserta didik dibagikan kelompoknya secara heterogen supaya mereka bisa
bersosialisasi dengan baik antar anggota kelompok lainnya.
Kegiatan Inti
 Fase 1. Pengenalan Masalah(pertanyaan) (Keterampilan Berelasi)
Guru menyajikan sebuah gambar macam-macam penyakit dan kelainan pada sistem
reproduksi melalui proyektor depan kelas. Dari objek tersebut, guru meminta peserta
didik untuk mengajukan pertanyaan dari video tersebut.
 “mengapa manusia bisa mengalami kelainan reproduksi seperti tayangan gambar
tadi?”
 “apa yang harus dilakukan agar tidak terkena penyakit reproduksi?”
 “apakah fungsi cairan ketuban bagi janin?”
(Meaningful Learning :Mengaitkan dengan pengalaman dan memunculkan relevansi)
 Fase 2. Mendesain Perencanaan Project
Guru memetakan kebutuhan belajar murid sesuai dengan kesiapan belajar
(readiness) berdasarkan pengetahuan yang dimiliki masing-masing murid.
 Guru membagi kelompok secara heterogen supaya dapat melatih anak-anak
untuk bisa bertanggung jawab dan berinteraksi dengan teman-teman
lainnya.
 Peserta didik dibantu oleh guru mendesain project yang akan dibuat (poster
tentang kesehatan reproduksi).
 Fase 3. Penyusunan Jadwal Project
 Peserta didik dibimbing guru melakukan kajian literasi handout dan
mencatat hal-hal penting tentang kelainan pada organ reproduksi.
 Guru membagikan 1 kelas menjadi 2 kelompok besar untuk pembuatan
poster yaitu 3 kelompok ( membuat poster secara manual dengan
menggunakan buku gambar) dan 3 kelompok (membuat poster melalui
canva)------ DEFERENSIASI PRODUK
 Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengolah informasi yang
diperoleh dari hasil pengamatan gambar dan bahan bacaan/literatur
tentang kelainan pada organ reproduksi.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan
hal-hal yang belum dipahami.
( Mindful Learning : Kehadiran guru sebagai fasilitator yang mendukung proses
belajar )
 Fase 4. Pelaksanaan Project
 Masing-masing kelompok membuat produk poster sesuai dengan desain yang
telah mereka buat atau rencanakan. ( Joyful Learning : memberikan kesempatan
untuk merumuskan pertanyaan sendiri )
 Fase 5. Presentasi Project
 Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang sudah mereka
kerjakan di depan kelas.
 Canva dipresentasikan melalui proyektor dan yang dibuat di kertas gambar di
tempel di papan tulis.
( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan komunikasi)
 Fase 6. Evaluasi dan Refleksi
 Peserta didik dari kelompok lain mengevaluasi dan memberi tanggapan
terhadap hasil presentasi kelompok penyaji.
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya terhadap hal-hal yang
belum dipahami.
( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan komunikasi)
Penutup
1. Peserta didik dibantu oleh guru menarik kesimpulan dari seluruh diskusi yang
sudah dilakukan.
2. Guru mengapresiasi hasil belajar seluruh peserta didik karena semua peserta
didik memiliki kemampuan yang luar biasa.
3. Guru memberikan penegasan materi yang telah dibahas hari ini dengan
menyajikannya di canva. Guru menyampaikan materi Kebersihan lingkungan dan
Sanitasi yang dimulai dengan kebersihan diri sendiri.
( Meaningful Learning : Mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi )
4. Peserta didik diminta untuk menuliskan refleksi di dalam buku tulisnya masing-
masing. (kesadaran diri)
5. Guru menyampaikan untuk pertemuan selanjutnya adalah pengumpulan tugas
membuat mading dan ulangan harian, diharapkan peserta didik
mempersiapkannya dengan belajar.(gemar membaca, literasi)
6. Peserta didik berdo’a (mengucapkan Alhamdulillah) sebagai uacapan syukur telah
menyelesaikan pembelajaran dengan baik dan penuh semangat. (Kesadaran social,
religious).
7. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan memotivasi murid
untuk selalu semangat belajar, tetap bahagia dan senantiasa menjaga kesehatan.
(tanggung jawab, pengelolaan diri)
ASESMEN
1. Asesmen awal pembelajaran  Teknik : kuis singkat
 Instrumen : Pertanyaan tentang
pembelahan sel
2. Asesmen proses pembelajaran  Teknik : observasi dan portofolio
kelompok
 Instrumen : LKPD
3. Asesmen akhir pembelajaran  Teknik : Refleksi tertulis dan tes uraian
 Instrumen :
Soal Uraian
Deskripsikan pengalaman belajar dan
kesadaran diri setelah praktik

Kediri, 14 Juli 2025

Mengetahui :
SMPN 9 Kota Kediri Guru Mata Pelajaran

TRI WAHYUDIANTO, [Link]. HERTIN KUSUMAWATI, [Link].


NIP. 196801191991111002

Anda mungkin juga menyukai