1.
Pengertian
Model Fragmented (Model Penggalan)
Pengertian Model Penggalan (Fragmented) adalah model pembelajaran konvensional
(umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan
kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata
pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata
pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap
mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda
dari setiap guru.
Contoh: dalam satu pelajaran, terdapat materi perambatan cahaya (content), prediksi (thinking
skill), dan peta konsep (organizing skill). Yang merupakan pemaduan berbagai bentuk
penguasaan konsep ketrampilan berpikir, dan ketramplan mengorganisir.
2. Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan dan Kelemahan Model Fragemented
1. Kelebihan Model Pembelajaran Terpadu Fragmented
Keuntungan yang diperoleh dalam pelaksanaan kurikulum model ini adalah esensi dari masing-
masing ilmu dapat disampaikan secara murni. Selain itu, guru dapat menyiapkan bahan ajar
sesuai dengan bidang keahliannya (Fogarty, 1991:5 dalam Ahmad Dahlan 2016:3). Oleh
karenanya, guru mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam
setiap pengajaran.
Selain kelebihan diatas, model fragmented mempunyai kelebihan-kelebihan yang lainnya,
diantaranya sebagai berikut:
a. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sistematis. Tiap mata pelajaran
mengandung sistematik tertentu. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan yang kecil
kemudian meningkat pada bilangan-bilangan yang besar. Ilmu pasti mulai dengan
pengertian-pengertian dasar, kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks.
b. Adanya kejelasan dan pandangan yang terpisah dalam suatu mata pelajaran.
c. Sederhana, mudah direncanakan dan dilaksanakan. Kurikulum model pembelajaran terpadu
fragmented inilah yang paling mudah disusun, direorganisasi, ditambah, atau dikurangi.
Hal ini dikarenakan perubahan satu mata pelajaran tidak berpengaruh pada mata
pelajaran lainnya.
d. Guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan mudah
menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap pembelajaran.
e. Materi pelajaran merupakan bentuk yang murni dari setiap ilmu.
f. Menciptakan guru yang ahli dalam bidangnya serta dapat mengembangkan ilmunya secara
luas.
g. Menggali pengetahuan lebih dalam dari setiap mata pelajaran.
h. Siswa akan terfokus dan terbimbing dalam belajar.
i. Mudah dinilai dengan ujian atau tes. Kurikulum ini bertujuan untuk menyampaikan
sejumlah pengetahuan, pengertian, dan kecakapan kecakapan tertentu yang mudah
dinilai dengan ujian atau tes. Adakalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan
buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah, bahkan untuk seluruh
negara, sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara.
2. Kelemahan Model Pembelajaran Terpadu Fragmented
Kekurangan yang sangat menonjol dalam model ini tidak adanya penjelasan dalam
keterkaitan konsep antar mata pelajaran karena masing-masing mata pelajaran seolah-olah
terpisah satu sama lain. Selain itu, menyisakan beban kepada peserta didik untuk mengerahkan
sumber daya mereka sendiri dalam hal membuat koneksi dan mengintegrasikan konsep serupa
(Fogarty, 1991: 6 dalam Ahmad Dahlan, 2016:5). Oleh karena itu, seakan terjadi konsep
ganda dalam pembahasan konsep yang sama dilihat dari dua matapelajaran.
Hal itu selaras dengan pendapat Nasution 2003: 185 (dalam Ahmad Dahlan, 2016:6), bahwa
kurikulum model fragmented atau separate-subject memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan
tersebut adalah sebagai berikut.
a. Kurikulum ini memberikan mata pelajaran yang lepas-lepas, yang tidak berhubungan
satu sama lain. Hal ini bertentangan dengan situasi kehidupan nyata yang saling berhubungan
satu sama lain.
b. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak
dalam kehidupannya sehari-hari. Dalam praktiknya, kurikulum ini bertujuan menyampaikan
sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. Seringkali
bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak
dalam kehidupannya.
c. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang
memperhatikan pertumbuhan jasmaniah, perkembangan sosial, dan emosional karena
memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual dengan kurang memperhatikan
situasi-situasi nyata yang dihadapi anak didik dalam kehidupan.
d. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. Kurikulum ini
mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan, serta kurang
mengajak anak untuk berpikir sendiri.
e. Kurikulum ini cenderung menjadi statis dan ketinggalan zaman. Bahan pelajaran
dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang tercantum dalam buku.
Adakalanya buku yang digunakan dari tahun ketahun tidak ada perubahan.
f. Siswa tidak mampu membuat hubungan yang berkesinambungan antara macam bidang
ilmu yang berbeda sehingga mereka tidak mampu membuat hubungan secara konsep dua mata
pelajaran yang berbeda.
g. Model ini akan menyebabkan semacam proses tumpang tindih dalam hal konsep dan
prilaku yang dikuasai siswa.
h. Tidak efisien waktu karena mata pelajaran disajikan secara terpenggal-penggal.
i. Kurang konkret karena berpusat pada mata pelajaran.
3. Fungsi atau kegunaan
Model fragmented ini akan berguna apabila diterapkan pada sekolah dasar yang siswanya
memiliki berbagai macam karakter yang berbeda dengan berbagai macam bidang ilmu yang ada
yang nantinya siswa akan didorong untuk memilih jurusan yang paling mereka sukai. Dan model
ini sangat bermanfaat pada tingkat menengah atas dan universitas di mana masing-masing siswa
akan kita dorong untuk menentukan dan mengkhususkan bidang keahlian yeng meraka miliki
melalui serangkaian aktivitas seperti monitoring, pelatihan, serta kerja sama belajar. Selain itu
model ini juga sangat bermanfaat untuk guru yang ingin lebih spesifik dalam keahliannya di
bidang ilmu tertentu dan menggembangkan kurikulum yang ada dalam proses pembelajaran di
kelas. Manfaat model fragmented ini diantaranya:
1. Menjaga agar suatu mata pelajaran terjaga keaslian dan kemurniannya, tidak tercampuri oleh
mata pelajaran yang lainnya.
2. Menyiapkan seorang guru yang betul-betul ahli dalam di bidang mata pelajaran yang ia
ajarkan dan mampu mengajarkan, menggali, dan memahami materi secara luas dan
mendalam.
3. Memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta didik. Artinya guru akan ditempatkan sebagai
seorang sumber belajar, sebagai siswa sebagai pencari ilmu yang berbeda.
4. Dengan bantuan guru siswa akan banyak mendapatkan manfaat dari model Fragmented ini.
Contoh
Contoh Aplikasi Model Penggalan dan Model Keterhubungan dalam Pembelajaran di SD
1. Model Penggalan (Model Fragmented)
Adapun aplikasi yang diterapkan seorang guru pada model pembelajaran fragmented antara
lain, sebagai berikut:
a. Seorang guru Bahasa akan menugaskan muridnya untuk menonoton berita sebagai
pekerjaan rumah. Lalu murid akan lebih mengenal alur dari berita tersebut dan
berkonsentrasi dengan baik pada saat mendengarkan berita tersebut.
b. Guru Matematika akan melakukan permulaan pembelajaran dengan teorema-teorema
agar murid dapat menguasai suatu bab dengan baik.
c. Guru IPS akan mendaftarkan topik-topik terkini yang terjadi pada masyarakat yang akan
membantu siswa dalam penelitiannya.
d. Seorang guru IPA akan menugaskan siswa untuk membaca sistem periodik unsur pada
satu minggu agar siswa dapat menggali lebih dalam pada bab ini.
5. Langkah Langkah
Langkah-Langkah Pembelajaran Terpadu Model Keterhubungan (Connected) dan model Penggalan
(fragmeted)
Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu model keterhubungan mengikuti tahap-tahap
pembelajaran yang sudah biasa, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Oleh
karena itu, sintaks model pembelajaran ini bisa direduksi dari berbagai model pembelajaran. Dengan
demikian, sintaks pembelajaran terpadu bersifat fleksibel dan luwes.
Karena dalam pembelajaran terpadu, sintaksnya dapat diakomodasi dari berbagai model pembelajaran.
1. Tahap Perencanaan
a. Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang akan
dipadukan
b. Merumuskan Indikator Hasil Belajar
c. Menentukan langkah-langkah pembelajaran
2. Tahap Pelaksanaan
3. Tahap Evaluasi
Sementara itu, menurut Prabowo dalam Trianto, langkah-langkah pembelajaran terpadu model
Keterhubungan (connected) dan model penggalan (Fragmented) adalah sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan
a. Menentukan Kompetensi Dasar
b. Menentukan Indikator Menentukan Tujuan Pembelajaran
2. Langkah-Langkah yang ditempuh guru
a. Menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai peserta didik. (materi prasyarat)
b. Menyampaikan konsep-konsep yang hendak dikuasai peserta didik
c. Menyampaikan keterampilan proses yang dapat dikembangkan.
d. Menyampaikan alat dan bahan yang akan digunakan / dibutuhkan.
e. Menyampaikan pertanyaan kunci.
3. Tahap Pelaksanaan, meliputi
a. Pengelolaan kelas dengan membangi kelas kedalam beberapa kelompok.
b. Kegiatan proses.
c. Kegiatan pencatatan data.
d. Diskusi secara klasikal
4. Tahap Evaluasi, meliputi :
a. Evaluasi Proses, berupa :
• Ketepatan hasil pengamatan
• Ketepatan dalam menyusun alat dan bahan
• Ketepatan peserta didik saat menganalisis data.
b. Evaluasi Produk
• Penguasaan peserta didik terhadap konsep-konsep / materi sesuai dengan tujuan pembelajaran
khusus yang telah ditetapkan.
c. Evaluasi Psikomotor
• Kemampuan penguasaan peserta didik terhadap penggunaan alat ukur.
6. kesimpulan
Pembelajaran terpadu dapat dipandang sebagai suatu pendekatan dalam merancang bentuk
aktivitas belajar-mengajar. Secara struktur sama dengan program satuan pembelajaran untuk satu
pokok bahasan/ materi pokok dalam silabus, hanya muatan materinya dan konteksnya berbeda, yaitu
berasal dari beberapa pokok bahasan untuk satu mata pelajaran atau bahkan antar pokok bahasan
dari dua atau lebih mata pelajaran. Sesuai dengan Fogarty yang menyatakan kesepuluh model dalam
pembelajaran terpadu, tentunya masing-masing model memiliki kelebihan dan kekurang dalam
implementasi dilapangan.
Model fragmented merupakan pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata
pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu
pelajaran dengan pelajaran lainnya.
Seperti model fragmented dengan semua kelebihan dan kelemahannya, semua dapat dimaksimalkan
dengan kreatifitas dan inovasi guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang dapat memotivasi
siswa dalam belajar sehingga meminimalkan semua kelemahan yang ada pada masing-masing model
terutama pada model fragmented.
[Link]
[Link]
[Link]