Modul Ajar Pancasila Kelas 4 SD
Modul Ajar Pancasila Kelas 4 SD
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Enik Wiwidyawati, [Link].
Satuan Pendidikan: SDN Gunungpring 2
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Fase: B
Kelas/Semester: 4/1
Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan makna sila-sila Pancasila dengan bahasanya sendiri.
2. Mengidentifikasi contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah.
3. Menganalisis relevansi nilai Pancasila dengan situasi atau
masalah sederhana yang diberikan.
4. Mengidentifikasi tokoh-tokoh perumus Pancasila dan meneladani
karakter positif mereka.
5. Menunjukkan sikap bangga sebagai anak Indonesia melalui
penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
6. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok untuk mendiskusikan
penerapan Pancasila.
7. Mempresentasikan hasil diskusi mengenai contoh penerapan
Pancasila dengan percaya diri.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan
Indonesia. Apa yang terlintas di pikiran kalian? Bagaimana
perasaanmu menjadi bagian dari bangsa ini?"
Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi
kita untuk belajar tentang Pancasila? Apa hubungannya dengan
kehidupan kalian sehari-hari?"
Joyful Learning: "Jika Pancasila adalah sebuah pahlawan super,
kekuatan super apa yang dimilikinya untuk menjaga Indonesia?
Bagaimana dia menggunakan kekuatannya itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mempromosikan aktivitas,
kreativitas, kolaborasi, dan pembelajaran bermakna yang menyenangkan
melalui pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Salam: Guru membuka pelajaran dengan
salam dan menanyakan kabar peserta didik.
2. Doa: Guru mengajak peserta didik berdoa bersama.
3. Apersepsi dan Ice Breaking: Guru memulai dengan pertanyaan
pemantik (mindful, meaningful, joyful learning) untuk menggugah rasa
ingin tahu dan kesadaran diri peserta didik. Misalnya, guru bisa
menampilkan atau gambar simbol-simbol negara, lalu meminta
siswa untuk bercerita apa yang mereka rasakan saat melihat
gambar tersebut.
4. Menanyakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat: Guru secara interaktif
menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
dengan contoh pertanyaan seperti di bagian C. Ini mendorong
refleksi diri dan menghubungkan pelajaran dengan kebiasaan
sehari-hari.
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik memahami
arah dan manfaat belajar.
Inti (± 15 JP)
Model Problem-Based Learning (PBL) diterapkan dengan fokus pada
pemahaman mendalam.
1. Orientasi Peserta Didik pada Masalah (Mengaktifkan Pengetahuan Awal):
o Guru memaparkan sebuah kasus atau cerita pendek
(misalnya, tentang konflik kecil di sekolah atau lingkungan
sekitar) yang membutuhkan penerapan nilai Pancasila untuk
solusinya. Guru bisa memulai dengan "Bayangkan ada
temanmu yang sedang bertengkar karena perbedaan
pendapat tentang permainan. Bagaimana Pancasila bisa
membantu mereka?"
o Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi masalah dan nilai-
nilai yang relevan.
2. Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar (Kolaborasi dan Diskusi):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5
orang).
o Setiap kelompok diberikan lembar kasus (LKPD) yang berisi
masalah dan beberapa pertanyaan panduan untuk diskusi
terkait sila-sila Pancasila dan penerapannya.
o Guru berkeliling, memfasilitasi diskusi, dan memastikan
setiap anggota aktif berpartisipasi (melatih kolaborasi).
3. Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (Penalaran Kritis
dan Kreativitas):
o Peserta didik melakukan penyelidikan mandiri (membaca
buku, mencari informasi sederhana dari poster di kelas jika
ada) dan berdiskusi dalam kelompok untuk mencari solusi
dari masalah yang diberikan, menghubungkan dengan
makna dan nilai Pancasila.
o Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kritis:
"Mengapa sila ini yang paling cocok untuk menyelesaikan
masalah ini? Apa akibatnya jika nilai ini tidak diterapkan?"
o Peserta didik diminta untuk membuat mind map atau
visualisasi sederhana tentang hubungan antara masalah dan
sila Pancasila yang relevan (melatih kreativitas).
4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (Komunikasi dan
Kemandirian):
o Setiap kelompok merumuskan solusi atau kesimpulan dari
masalah yang diberikan.
o Peserta didik membuat presentasi singkat (bisa berupa
poster sederhana, sketsa, atau narasi) untuk
mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas.
o Guru membimbing agar presentasi dilakukan secara jelas dan
percaya diri (melatih komunikasi dan kemandirian).
5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
(Pemahaman Bermakna):
o Setelah presentasi, guru dan kelompok lain memberikan
umpan balik dan pertanyaan.
o Guru menguatkan pemahaman dengan mengaitkan
solusi yang ditemukan peserta didik dengan nilai-nilai
luhur Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari yang lebih luas.
o Diskusi kelas mengenai karakter para perumus Pancasila dan
relevansinya dengan nilai-nilai yang mereka perjuangkan.
Guru dapat menampilkan dan mengajak siswa mendiskusikan
sikap positif mereka.
o Kegiatan ditutup dengan refleksi tentang kebanggaan
menjadi anak Indonesia dan pentingnya menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Penutup (± 30 menit)
1. Refleksi Diri: Guru membimbing peserta didik untuk
merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung,
menanyakan hal-hal yang paling berkesan, atau pemahaman
baru yang didapat.
2. Kesimpulan: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting pembelajaran hari itu.
3. Apresiasi: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta
didik atas partisipasi dan kerja keras mereka.
4. Informasi Pertemuan Selanjutnya: Guru memberikan informasi
singkat mengenai materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya.
5. Doa dan Salam Penutup: Guru memimpin doa penutup dan
mengucapkan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa Pancasila bukan hanya sekadar
hafalan, melainkan pedoman hidup yang relevan dalam setiap aspek
kehidupan mereka. Mereka akan menginternalisasi bahwa nilai-nilai
Pancasila membentuk karakter mereka sebagai warga negara Indonesia
yang bangga dan bertanggung jawab, mampu menyelesaikan masalah, dan
berkontribusi positif di lingkungan sekitar.
L. Materi Bahan Ajar
Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia, terdiri dari lima sila
yang merupakan satu kesatuan utuh. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha
Esa, mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan sesuai agama masing-
masing dan saling menghormati. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab, mengajak kita untuk bersikap adil, menghargai sesama, dan
memiliki perilaku yang baik. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menekankan
pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, meskipun kita
berbeda suku, agama, dan budaya.
Selanjutnya, sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan
pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat dalam setiap
pengambilan keputusan, serta menghargai pendapat orang lain. Terakhir,
sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menekankan
pentingnya keadilan dalam segala aspek kehidupan, memastikan setiap
orang mendapatkan haknya dan berkewajiban untuk saling membantu
tanpa memandang perbedaan. Nilai-nilai ini juga tercermin dalam
karakter para perumus Pancasila yang gigih, berjiwa besar, dan
mengutamakan kepentingan bersama.
Menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari berarti kita selalu
berusaha menjadi anak Indonesia yang baik. Ini termasuk menghargai
teman, membantu sesama, menjaga kebersihan, belajar dengan tekun,
dan selalu bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan. Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila, kita turut
serta membangun Indonesia yang lebih baik, di mana setiap warga
negara hidup rukun, adil, dan sejahtera.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Hal baru apa yang saya pelajari tentang Pancasila hari ini?
2. Bagaimana perasaan saya ketika belajar tentang
Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-
hari?
3. Sikap Pancasila mana yang paling mudah saya terapkan, dan
mana yang perlu saya tingkatkan lagi?
Refleksi Pendidik
1. Bagian pembelajaran mana yang paling menarik perhatian peserta
didik dan mengapa?
2. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran? Jika tidak, apa yang bisa saya lakukan agar mereka
lebih terlibat?
3. Strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam membantu
peserta didik memahami konsep Pancasila secara mendalam?
Petunjuk:
1. Bacalah cerita pendek berikut ini dengan seksama.
2. Diskusikanlah dalam kelompokmu, masalah apa yang muncul dalam
cerita.
3. Diskusikanlah, sila Pancasila mana yang paling relevan untuk
menyelesaikan masalah tersebut.
4. Berikan contoh penerapan sila tersebut dalam solusi yang kalian
tawarkan.
5. Siapkan presentasi singkat untuk membagikan hasil diskusi
kelompokmu. Cerita Pendek:
Di kelas 4, ada dua sahabat karib, Doni dan Rio. Mereka berdua sangat
pandai menggambar. Suatu hari, sekolah mengadakan lomba
menggambar tema "Lingkungan Bersih". Doni merasa gambarnya lebih
bagus dari Rio, dan ia mulai meremehkan gambar Rio di depan teman-
teman. Rio menjadi sedih dan tidak mau lagi berdiskusi tentang lomba
dengan Doni. Suasana di antara mereka jadi tidak nyaman.
Pertanyaan Diskusi:
1. Apa masalah yang terjadi antara Doni dan Rio?
2. Menurut kelompokmu, sila Pancasila mana yang paling
sesuai untuk menyelesaikan masalah ini? Jelaskan
mengapa!
3. Bagaimana cara Doni dan Rio seharusnya bersikap menurut nilai
Pancasila tersebut?
4. Apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini untuk diterapkan di
kehidupan sehari-hari?
Anggota
Anggota aktif
sesekali Anggota
Anggota jarang berpartisip
1. berkontrib selalu
berkontribusi, a si dan
Keterlibata n u si, aktif,
pasif, atau memberik
namun inisiatif,
tidak fokus. an ide
sering dan
sesekali.
menungg mendoron
u arahan. g diskusi.
Skala
Kriteria Skala 1 Skala Skala 3
4
Penilaian (Kurang 2 (Baik)
(Sanga
) (Cukup
t Baik)
)
Argumen
Argumen
sangat
Argumen sesekali Argumen
relevan,
tidak relevan relevan relevan
2. Kualitas didukung
atau tidak namun dan
Argumen penalaran
didukung kurang didukung
yang kuat
alasan yang kuat alasan
dan
jelas. dalam yang
mendalam
penalaran. cukup
.
logis.
Bekerja
sama
Bekerja secara luar
Sulit bekerja sama Bekerja biasa,
sama, sering namun sama menunjukk
ada konflik, koordinas dengan a n sinergi
3. atau ada i kurang, baik, tinggi,
Kolaborasi anggota yang masih saling saling
mendominasi ada mendukun melengkap
/ti dak anggota g, dan i, dan
berkontribusi. yang berbagi memecahk
kurang tugas an
terlibat. secara masalah
adil. bersama
dengan
efektif.
B.
Presentasi
Siswa
Isi
presentasi
Isi Isi sangat
presentas presentasi relevan,
Isi presentasi i sesuai sesuai mendalam
tidak sesuai topik topik dan , dan
1. topik atau namun cukup menunjukk
Isi/Substa tidak kurang jelas an
nsi menunjukkan mendala dalam pemaham
pemahaman m dalam menjelask an
yang menjelask an komprehe
mendalam. an konsep ns if
konsep Pancasila tentang
Pancasila. dan Pancasila
penerapan dan
n ya. penerapan
n ya.
Skala
Kriteria Skala 1 Skala Skala 3
4
Penilaian (Kurang 2 (Baik)
(Sanga
) (Cukup
t Baik)
)
Berbicara
sangat
jelas,
Berbicara Berbicara percaya
cukup jelas, diri,
2. Berbicara
jelas, kontak kontak
Keterampil tidak jelas,
sesekali mata baik, mata
an kurang
kontak dan bagus,
Komunika kontak mata,
mata, mampu mampu
si atau terlihat
dan menjawab menjawab
gugup.
kurang pertanyaan pertanyaa
interaktif. dengan n dengan
cukup baik. tepat, dan
berinterak
si aktif
dengan
audiens.
Penyajian
Penyajian sangat
cukup kreatif,
Penyajian
Penyajian menarik inovatif,
menarik,
monoton, namun melibatkan
mengguna
tidak kurang audiens,
3. k an alat
menarik, variatif dan
Kreativitas bantu
atau tidak dalam mengguna
Penyajian visual
menggunaka pengguna k an alat
yang
n alat bantu a n alat bantu
relevan,
visual yang bantu visual
dan cukup
efektif. atau cara secara
kreatif.
penyampa efektif
i an. untuk
memperku
at pesan.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk
membantu peserta didik memahami konsep secara mendalam,
bukan hanya menghafal, sehingga mereka dapat mengaitkan
pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah ada dan
menerapkannya dalam berbagai konteks.
2. Pancasila: Dasar negara Republik Indonesia, terdiri dari lima
sila yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
3. Mindful Learning: Proses belajar yang melibatkan kesadaran penuh
dan perhatian terhadap pengalaman belajar saat ini, sehingga
peserta didik lebih fokus dan mampu memproses informasi secara
lebih efektif.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 4 Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
3. Tim Penulis. (2020). Panduan Pembelajaran Kurikulum Merdeka.
Jakarta: Pusat Asesmen dan Pembelajaran.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Enik Wiwidyawati, [Link].
Satuan Pendidikan: SDN Gunungpring 2
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Fase: B
Kelas/Semester: 4/1
Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi contoh aturan yang berlaku di sekolah dan
lingkungan tempat tinggal.
2. Menjelaskan pentingnya mematuhi aturan demi kenyamanan dan
keamanan bersama.
3. Memberikan contoh pelaksanaan aturan di sekolah dan
lingkungan tempat tinggal.
4. Mengidentifikasi hak dan kewajiban mereka sebagai anggota
keluarga.
5. Mengidentifikasi hak dan kewajiban mereka sebagai warga sekolah.
6. Melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga
dan warga sekolah dengan penuh tanggung jawab.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai hak dan
kewajiban.
8. Mempresentasikan pemahaman tentang aturan, hak, dan
kewajiban dengan percaya diri.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri) dengan pendekatan Deep Learning.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba rasakan, bagaimana perasaanmu saat
berada di sekolah ini? Apa yang membuatmu merasa aman dan
nyaman di sini?"
Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa ada banyak
aturan di sekolah dan di rumah? Apa gunanya aturan-aturan
itu bagi kita?"
Joyful Learning: "Kalau kita bisa membuat aturan baru di sekolah,
aturan apa yang paling menyenangkan dan bisa membuat semua
orang bahagia? Kenapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mempromosikan aktivitas,
kreativitas, kolaborasi, dan pembelajaran bermakna yang menyenangkan
melalui pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Salam: Guru membuka pelajaran dengan
salam dan menanyakan kabar peserta didik.
2. Doa: Guru mengajak peserta didik berdoa bersama.
3. Apersepsi dan Ice Breaking: Guru memulai dengan pertanyaan
pemantik (mindful, meaningful, joyful learning) untuk menggugah
rasa ingin tahu dan kesadaran diri peserta didik. Misalnya, guru
bisa menampilkan
Gambar
atau gambar anak-anak sedang berinteraksi di sekolah, lalu meminta
siswa untuk bercerita tentang aturan yang mereka ketahui.
4. Menanyakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat: Guru secara interaktif
menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
dengan contoh pertanyaan seperti di bagian C. Ini mendorong
refleksi diri dan menghubungkan pelajaran dengan kebiasaan
sehari-hari.
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik memahami
arah dan manfaat belajar.
Inti (± 15 JP)
Model Inquiry-Based Learning diterapkan dengan fokus pada pemahaman
mendalam.
1. Orientasi dan Merumuskan Pertanyaan (Mengaktifkan Pengetahuan
Awal):
o Guru memaparkan sebuah skenario atau masalah sederhana
terkait aturan di sekolah atau di rumah (misalnya, "Apa yang
akan terjadi jika tidak ada aturan tentang membuang
sampah di sekolah?").
o Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi masalah dan
merumuskan pertanyaan-pertanyaan awal (misalnya,
"Mengapa kita perlu aturan?", "Apa itu hak dan kewajiban?").
o Guru mencatat pertanyaan-pertanyaan ini di papan tulis.
2. Merencanakan dan Melakukan Investigasi (Kolaborasi dan
Penalaran Kritis):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5
orang).
o Setiap kelompok diberikan LKPD yang berisi studi kasus
atau daftar situasi (misalnya, "Sita selalu datang terlambat
ke sekolah", "Ayah meminta Toni membersihkan
kamarnya").
o Kelompok ditugaskan untuk mengidentifikasi aturan,
hak, dan kewajiban yang relevan dalam setiap situasi
tersebut.
o Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dari buku teks, poster di kelas, atau pengalaman pribadi.
Guru mendorong diskusi: "Mengapa aturan ini penting?",
"Apa hak yang harus didapatkan Toni jika dia sudah
membersihkan kamarnya?"
o Peserta didik bisa melakukan observasi singkat di lingkungan
sekolah untuk mengidentifikasi aturan yang berlaku
(misalnya, aturan di perpustakaan, di kantin).
3. Menyajikan Data dan Bukti (Kreativitas dan Komunikasi):
o Setiap kelompok menyusun temuan mereka dalam bentuk
tabel, bagan sederhana, atau mind map tentang aturan, hak,
dan kewajiban.
o Peserta didik diminta untuk menyiapkan presentasi singkat
atau simulasi peran (role play) sederhana yang
menggambarkan pelaksanaan hak dan kewajiban, atau
konsekuensi jika aturan tidak ditaati. Misalnya, satu kelompok
bisa menampilkan adegan "anak yang melaksanakan
kewajiban piket" atau "teman yang membantu menjaga
kebersihan".
o Guru membimbing presentasi agar dilakukan secara
jelas dan interaktif.
4. Menarik Kesimpulan (Pemahaman Bermakna):
o Setelah presentasi, guru memfasilitasi diskusi
kelas untuk membandingkan temuan antar
kelompok.
o Guru menguatkan pemahaman dengan menjelaskan konsep
hak dan kewajiban secara mendalam, serta hubungan
antara aturan, hak, dan kewajiban dalam menciptakan
lingkungan yang harmonis dan teratur.
o Diskusi tentang bagaimana hak dan kewajiban diatur dalam
UUD NRI Tahun 1945 secara sederhana, misalnya, hak untuk
belajar dan kewajiban untuk patuh pada tata tertib sekolah.
o Guru mengaitkan materi dengan pentingnya menjadi
warga negara yang patuh aturan dan bertanggung jawab.
Penutup (± 30 menit)
1. Refleksi Diri: Guru membimbing peserta didik untuk
merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung,
menanyakan hal-hal yang paling berkesan, atau pemahaman
baru yang didapat tentang aturan, hak, dan kewajiban.
2. Kesimpulan: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting pembelajaran hari itu, menekankan bahwa aturan
dibuat untuk kebaikan bersama, dan hak serta kewajiban harus
dilaksanakan secara seimbang.
3. Apresiasi: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta
didik atas partisipasi dan kerja keras mereka.
4. Informasi Pertemuan Selanjutnya: Guru memberikan informasi
singkat mengenai materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya.
5. Doa dan Salam Penutup: Guru memimpin doa penutup dan
mengucapkan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa aturan, hak, dan kewajiban adalah pilar
penting dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Mereka akan
menginternalisasi bahwa setiap individu memiliki peran dan tanggung
jawab untuk menciptakan lingkungan yang tertib, adil, dan aman, baik di
keluarga maupun di sekolah, sebagai wujud nyata dari ketaatan terhadap
dasar negara.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang saya rasakan ketika memahami pentingnya aturan
dalam hidup saya?
2. Apakah saya sudah melaksanakan hak dan kewajiban saya dengan
baik hari ini? Apa yang bisa saya tingkatkan?
3. Bagaimana saya bisa membantu teman atau keluarga untuk lebih
memahami dan melaksanakan aturan, hak, dan kewajiban?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman
mendalam tentang hubungan antara aturan, hak, dan
kewajiban?
2. Strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam membuat
peserta didik aktif dan terlibat dalam materi ini?
3. Bagaimana saya dapat mengaitkan pembelajaran ini lebih
erat dengan kehidupan nyata peserta didik di luar lingkungan
sekolah?
Anggota Kelompok:
Petunjuk:
1. Diskusikan dalam kelompokmu skenario di bawah ini.
2. Identifikasi aturan, hak, atau kewajiban yang relevan dalam setiap
skenario.
3. Berikan pendapat kelompokmu tentang apa yang seharusnya
dilakukan dalam setiap situasi.
4. Siapkan presentasi singkat atau simulasi peran untuk
membagikan hasil diskusi kelompokmu.
Skenario 1: Jam Istirahat yang Berantakan
Masalah:
Aturan yang dilanggar:
Kewajiban yang tidak dilaksanakan:
Apa yang seharusnya
dilakukan: Skenario 2: Hak untuk
Belajar
Di kelas, ada seorang temanmu yang sering mengganggu saat guru sedang
menjelaskan pelajaran. Dia bercanda terlalu keras atau berbicara sendiri.
Akibatnya, kamu dan teman-teman lain kesulitan mendengar penjelasan
guru.
Masalah:
Hak yang terganggu:
Kewajiban yang seharusnya dilaksanakan oleh temanmu:
Apa yang seharusnya
dilakukan: Skenario 3: Membantu di
Rumah
Masalah:
Kewajibanmu sebagai anggota keluarga:
Bagaimana perasaanmu jika tidak membantu:
Apa yang seharusnya kamu lakukan:
P. Glosarium
1. Aturan: Tata tertib atau ketentuan yang dibuat untuk mengatur
tingkah laku atau tindakan manusia agar teratur dan terarah.
2. Hak: Sesuatu yang mutlak menjadi milik seseorang atau
kelompok, yang penggunaannya tergantung kepada orang
yang bersangkutan.
3. Kewajiban: Sesuatu yang harus dilakukan oleh seseorang atau
kelompok dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan aturan
yang berlaku.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 4 Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
3. As'ari, A. dkk. (2017). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Erlangga.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Enik Wiwidyawati, [Link].
Satuan Pendidikan: SDN Gunungpring 2
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Fase: B
Kelas/Semester: 4/2
Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai identitas diri (nama, hobi, makanan
kesukaan).
2. Mengidentifikasi keberagaman identitas keluarga (asal daerah,
bahasa yang digunakan di rumah, tradisi).
3. Membedakan keberagaman identitas teman-teman berdasarkan
suku, budaya, bahasa, agama, dan kepercayaan.
4. Menjelaskan pentingnya menghargai perbedaan identitas di
lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
5. Menunjukkan sikap toleransi dan empati terhadap perbedaan
budaya, suku bangsa, bahasa, agama, dan kepercayaan.
6. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang mendorong
kolaborasi antarindividu dengan latar belakang berbeda.
7. Mempresentasikan contoh-contoh sikap menghargai keberagaman
dengan
percaya diri dan kreatif.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak dan bayangkan
teman- temanmu di kelas ini. Apa saja yang membuat kalian
semua berbeda? Dan apa yang membuat kalian semua sama?"
Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita
untuk mengenal dan menghargai teman-teman yang berbeda
suku, agama, atau kebiasaannya? Apa manfaatnya?"
Joyful Learning: "Kalau kita mengadakan 'Festival Keberagaman
Sekolah', kalian ingin memperkenalkan budaya atau keunikan apa
dari diri atau keluarga kalian? Kenapa itu seru?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mempromosikan aktivitas,
kreativitas, kolaborasi, dan pembelajaran bermakna yang menyenangkan
melalui pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Salam: Guru membuka pelajaran dengan
salam dan menanyakan kabar peserta didik.
2. Doa: Guru mengajak peserta didik berdoa bersama.
3. Apersepsi dan Ice Breaking: Guru memulai dengan pertanyaan
pemantik (mindful, meaningful, joyful learning) untuk menggugah rasa
ingin tahu dan kesadaran diri peserta didik. Guru bisa menampilkan
atau memutar lagu daerah yang berbeda-beda. Lalu, bertanya:
"Apa yang kalian lihat dan dengar dari gambar/lagu ini? Mengapa
kita punya banyak hal berbeda di Indonesia?"
4. Menanyakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat: Guru secara interaktif
menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
dengan contoh pertanyaan seperti di bagian C. Ini mendorong
refleksi diri dan menghubungkan pelajaran dengan kebiasaan
sehari-hari.
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik memahami
arah dan manfaat belajar.
Inti (± 15 JP)
Model Project-Based Learning (PBL) diterapkan dengan fokus pada pemahaman
mendalam tentang keberagaman.
1. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Mengaktifkan Pengetahuan Awal):
o Guru memicu pertanyaan inti: "Bagaimana cara kita
memahami dan menghargai teman-teman yang berbeda
dari kita, agar kita bisa hidup rukun?"
o Peserta didik diajak untuk berbagi pengalaman pribadi
tentang melihat perbedaan di sekitar mereka (di rumah,
sekolah, atau lingkungan).
2. Mendesain Perencanaan Proyek (Kolaborasi dan Kreativitas):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5
orang).
o Setiap kelompok diberikan tantangan proyek: Membuat
"Poster Keberagaman Budaya Teman-Temanku" atau "Buku Mini
Toleransi". Proyek ini bertujuan untuk menampilkan identitas
unik dari anggota kelompok (misalnya, suku, bahasa daerah
yang dikenal, makanan kesukaan, atau tradisi keluarga) dan
bagaimana mereka menghargainya.
o Kelompok merencanakan desain proyek mereka, membagi
tugas, dan menentukan bahan yang dibutuhkan. Guru
menyediakan contoh- contoh visual sebagai inspirasi.
3. Menyusun Jadwal (Kemandirian dan Manajemen Diri):
o Guru dan peserta didik bersama-sama menyusun jadwal
pengerjaan proyek, termasuk kapan waktu diskusi, kapan
waktu pembuatan, dan kapan waktu presentasi.
o Peserta didik belajar mengatur waktu dan tanggung jawab
masing- masing dalam kelompok.
4. Memonitor Kemajuan Proyek (Pembimbingan dan Penalaran Kritis):
o Guru berkeliling memonitor setiap kelompok, memberikan
bimbingan, dan menjawab pertanyaan.
o Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kritis:
"Mengapa penting untuk menuliskan makanan kesukaan
yang berbeda? Apa makna di balik tradisi ini?"
o Peserta didik mengumpulkan data atau informasi sederhana
tentang keberagaman di antara mereka atau dari sumber
yang disediakan guru (misalnya, gambar-gambar pakaian
adat, rumah adat, alat musik).
5. Menguji Hasil dan Evaluasi (Komunikasi dan Pemahaman Bermakna):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka
(poster/buku mini) dalam sebuah gallery walk atau presentasi
di depan kelas.
o Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik
konstruktif.
o Guru menguatkan konsep Bhinneka Tunggal Ika, bahwa
meskipun kita berbeda-beda (identitas diri, keluarga, teman),
kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.
o Diskusi tentang bagaimana perbedaan itu justru
memperkaya bangsa dan bagaimana kita harus
menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari (di
rumah, sekolah, masyarakat).
6. Mengevaluasi Pengalaman (Refleksi dan Pemantapan):
o Guru memandu peserta didik untuk merefleksikan proses
belajar dan hasil proyek mereka.
o Peserta didik berbagi pengalaman tentang bagaimana
mereka bekerja sama dengan teman yang berbeda, dan
bagaimana mereka bisa lebih menghargai perbedaan.
Penutup (± 30 menit)
1. Refleksi Diri: Guru membimbing peserta didik untuk
merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung,
menanyakan hal-hal yang paling berkesan tentang
keberagaman, atau pemahaman baru yang didapat.
2. Kesimpulan: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting pembelajaran hari itu, menekankan bahwa perbedaan itu
indah dan kita harus menjaganya dengan sikap saling menghargai.
3. Apresiasi: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta
didik atas partisipasi dan kerja keras mereka dalam memahami
dan merayakan keberagaman.
4. Informasi Pertemuan Selanjutnya: Guru memberikan informasi
singkat mengenai materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya.
5. Doa dan Salam Penutup: Guru memimpin doa penutup dan
mengucapkan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa keberagaman identitas (budaya,
suku, bahasa, agama) bukanlah penghalang, melainkan kekayaan bangsa
Indonesia yang harus dihargai dan dijaga. Mereka akan menginternalisasi
nilai Bhinneka Tunggal Ika, menyadari bahwa di balik perbedaan ada
persatuan, dan mampu menunjukkan sikap toleransi serta empati dalam
kehidupan sehari-hari di berbagai lingkungan.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Hal baru apa yang saya pelajari tentang keberagaman di
Indonesia dan teman-teman saya hari ini?
2. Bagaimana perasaan saya ketika bekerja sama dengan teman
yang memiliki identitas berbeda dari saya?
3. Sikap menghargai perbedaan apa yang akan saya terapkan mulai
hari ini di rumah atau di sekolah?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang konsep Bhinneka Tunggal Ika dan pentingnya
menghargai keberagaman?
2. Apakah proyek yang diberikan mampu memicu kreativitas dan
kolaborasi antar peserta didik?
3. Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan pengalaman
keberagaman di lingkungan sekitar sekolah ke dalam
pembelajaran?
Anggota Kelompok:
Petunjuk:
1. Diskusikan dalam kelompokmu, apa saja identitas unik yang
dimiliki setiap anggota kelompok (asal daerah orang tua, bahasa
yang sering dipakai di rumah, makanan kesukaan khas daerah,
hobi unik, dll.).
2. Buatlah daftar minimal 5 perbedaan dan 3 persamaan yang kalian
temukan di antara anggota kelompok.
3. Diskusikan: Mengapa perbedaan itu penting? Bagaimana
cara kalian menunjukkan sikap menghargai perbedaan di
kelas ini?
4. Gunakan ruang di bawah ini untuk membuat sketsa atau
merencanakan "Poster Keberagaman Budaya Teman-Temanku"
atau "Buku Mini Toleransi" milik kelompokmu. Sertakan gambar
dan tulisan yang menunjukkan keberagaman dan sikap saling
menghargai.
(Ruang untuk sketsa/rencana proyek)
Anggota
Anggota jarang Anggota aktif Anggota
sesekali
1. berkontribu berpartisipa selalu
berkontribu
Keterlib si, pasif, si dan aktif,
si, namun
atan atau tidak memberika inisiatif,
sering
fokus. n ide dan
menunggu
sesekali. mendoron
arahan.
g diskusi.
Mampu
Sulit Mampu mengidentif
Mampu
2. mengidentif mengidentif ik asi
mengidentifi
Kualitas ik asi ik asi berbagai
k asi
Identifik perbedaan/ perbedaan/ perbedaan/
beberapa
asi p ersamaan pe rsamaan p ersamaan
perbedaan/
Kebera atau dengan secara rinci
pe rsamaan,
gaman identifikasi cukup detail dan
namun
kurang dan relevan,
kurang
tepat. relevan. menunjukk
detail.
an
pemahama
n
mendalam.
Belum Menunjukkan Mampu Mampu
3. Sikap
menunjukka sedikit menjelaskan menjelaska
Pengha
n pemahama pentingnya n dengan
rgaan
pemahama n, namun penghargaan sangat baik
n belum
pentingnya
Kriteri
Skala 1 Skala Skala 4
a Skala 3 (Baik)
(Kurang 2 (Sangat
Penilai
) (Cukup Baik)
an
)
(Diskusi penghargaa sepenuhnya dan pentingnya
) n atau dapat memberika penghargaa
masih ada mengemuk n beberapa n dan
sikap tidak ak an cara contoh memberika
toleran menghargai sikap n contoh
dalam . mengharg konkret
diskusi. ai. serta
beragam
sikap
toleransi.
B.
Present
asi
Proyek
(Poster/
Buku
Mini)
Proyek
Proyek
Proyek Proyek sangat
sesuai tema
tidak sesuai tema sesuai
namun
1. sesuai dan tema,
informasi
Isi/Subs tema atau memuat informatif,
tentang
tansi informasi informasi dan
identitas/ke
Proyek tentang yang cukup menggamb
be ragaman
identitas/ke tentang ar kan
kurang
b identitas/ke keberagam
lengkap.
eragaman be a n dengan
minim. ragaman. sangat
baik.
Berbicara
sangat
jelas,
Berbicara
Berbicara Berbicara percaya
jelas,
2. tidak jelas, cukup jelas, diri, kontak
kontak
Ketera kurang sesekali mata
mata baik,
mpilan kontak kontak bagus,
dan
Komuni mata, atau mata, dan mampu
mampu
kasi terlihat kurang menjawab
menjawab
gugup saat interaktif pertanyaan
pertanyaa
presentasi. saat dengan
n dengan
presentasi. tepat, dan
cukup
berinteraks
baik.
i aktif
dengan
audiens.
Kriteri
Skala 1 Skala Skala 4
a Skala 3 (Baik)
(Kurang 2 (Sangat
Penilai
) (Cukup Baik)
an
)
Proyek
Proyek sangat
monoton, Proyek Proyek kreatif,
tidak cukup menarik, inovatif,
3.
menarik, menarik menggunak visual yang
Kreativi
atau tidak namun a n elemen menarik,
tas &
menggunak kurang visual yang dan
Estetika
a n elemen variatif relevan, dan menunjukk
Proyek
visual dalam cukup an usaha
dengan penggunaa kreatif maksimal
efektif. n elemen dalam dalam
visual atau desain. penyajiann
desain. ya
.
P. Glosarium
1. Identitas Diri: Ciri-ciri atau karakteristik unik yang melekat pada
seseorang, membedakannya dari orang lain.
2. Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan negara Indonesia yang berarti
"Berbeda- beda tetapi tetap satu jua," melambangkan persatuan
dalam keberagaman.
3. Toleransi: Sikap menghargai, menghormati, dan menerima
perbedaan tanpa prasangka, baik perbedaan agama, suku, ras,
budaya, maupun pendapat.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 4 Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
2. Sulasi, E., & Handayani, T. (2018). Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta:
Erlangga.
3. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Enik Wiwidyawati, [Link].
Satuan Pendidikan: SDN Gunungpring 2
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Fase: B
Kelas/Semester: 4/2
Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
Ketakwaan Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi dan menyebutkan secara lisan lingkungan
tempat tinggalnya (RT, RW, desa/kelurahan, kecamatan).
2. Menjelaskan bahwa lingkungan tempat tinggal merupakan
bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
3. Mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman (suku bangsa,
sosial, budaya) yang ada di lingkungan tempat tinggal dan
sekolah.
4. Memberikan contoh sikap kerja sama dalam keberagaman di
lingkungan tempat tinggal dan sekolah.
5. Menunjukkan sikap persatuan dan kesatuan dalam interaksi sehari-
hari di tengah keberagaman.
6. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok yang mendorong
kerukunan dan kolaborasi.
7. Mempresentasikan hasil diskusi mengenai pentingnya kerja
sama dalam keberagaman demi persatuan NKRI.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan
pendekatan Deep Learning.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan
rumahmu, jalan di depan rumahmu, sampai sekolah ini. Apa saja
yang membuat tempat ini menjadi 'rumah' dan 'sekolah' bagimu?"
Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita
untuk tahu di mana letak rumah dan sekolah kita dalam sebuah
peta besar Indonesia? Apa hubungannya dengan kita sebagai
bangsa Indonesia?"
Joyful Learning: "Jika lingkungan tempat tinggalmu bisa
berbicara, cerita seru apa yang akan ia ceritakan tentang
keberagaman orang-orang yang tinggal di sana?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mempromosikan aktivitas,
kreativitas, kolaborasi, dan pembelajaran bermakna yang menyenangkan
melalui pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Salam: Guru membuka pelajaran dengan
salam dan menanyakan kabar peserta didik.
2. Doa: Guru mengajak peserta didik berdoa bersama.
3. Apersepsi dan Ice Breaking: Guru memulai dengan pertanyaan
pemantik (mindful, meaningful, joyful learning) untuk menggugah rasa
ingin tahu dan kesadaran diri peserta didik. Guru bisa menampilkan
atau gambar lingkungan desa/kota. Lalu, bertanya: "Siapa yang
tahu ini gambar apa? Di bagian mana kalian tinggal di peta ini?"
4. Menanyakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat: Guru secara interaktif
menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
dengan contoh pertanyaan seperti di bagian C. Ini mendorong
refleksi diri dan menghubungkan pelajaran dengan kebiasaan
sehari-hari.
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik memahami
arah dan manfaat belajar.
Inti (± 15 JP)
Model Discovery Learning diterapkan dengan fokus pada pemahaman
mendalam tentang NKRI dan keberagaman.
1. Stimulasi (Mengaktifkan Pengetahuan Awal):
o Guru menunjukkan peta sederhana lingkungan sekolah dan
sekitarnya (RT, RW, desa/kelurahan).
o Guru bertanya: "Apa nama RT kalian? RW kalian?
Desa/Kelurahan kita ini? Lalu kecamatan kita?"
o Peserta didik diajak untuk menyadari bahwa mereka
adalah bagian dari suatu wilayah yang lebih besar.
2. Identifikasi Masalah (Penalaran Kritis):
o Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka: "Menurut
kalian, mengapa penting bagi kita untuk mengetahui nama
RT, RW, desa, dan kecamatan kita? Apa hubungannya dengan
Indonesia?"
o "Apa saja keberagaman yang bisa kalian temukan di
lingkungan sekolah atau tempat tinggal kalian?
(misalnya, teman dari suku berbeda, teman dengan
hobi berbeda)."
3. Pengumpulan Data (Observasi dan Kolaborasi):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5
orang).
o Setiap kelompok diberikan tugas untuk mengidentifikasi
keberagaman di lingkungan sekitar (melalui diskusi,
wawancara sederhana dengan teman, atau mengingat
pengalaman di lingkungan rumah).
o Guru menyediakan kartu-kartu berisi gambar-gambar
keberagaman budaya (pakaian adat, rumah adat,
makanan, atau profesi). Peserta didik mengumpulkan
informasi dari kartu-kartu tersebut.
o Guru membimbing peserta didik untuk menghubungkan
keberagaman ini dengan konsep NKRI.
4. Pengolahan Data (Kreativitas dan Penyusunan Informasi):
o Peserta didik mengolah data yang mereka kumpulkan. Setiap
kelompok membuat sebuah "Peta Pikiran (Mind Map)
Lingkunganku dan Keberagamannya" di kertas plano. Peta
pikiran ini akan memuat:
Nama RT, RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan.
Contoh keberagaman yang mereka temukan (suku,
budaya, hobi, makanan kesukaan).
Contoh-contoh kerja sama yang bisa dilakukan
dalam keberagaman tersebut.
o Guru berkeliling dan memberikan umpan balik, mendorong
kreativitas dalam menyusun peta pikiran.
5. Pembuktian (Presentasi dan Komunikasi):
o Setiap kelompok mempresentasikan "Peta Pikiran
Lingkunganku dan Keberagamannya" di depan kelas.
o Saat presentasi, guru mendorong peserta didik untuk juga
memberikan contoh konkret sikap kerja sama yang sudah
mereka lakukan atau akan mereka lakukan di tengah
keberagaman.
o Kelompok lain dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan.
6. Menarik Kesimpulan/Generalisasi (Pemahaman Bermakna):
o Guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan
bahwa lingkungan tempat tinggal kita, sekecil apapun itu,
adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI yang luas.
o Guru menekankan bahwa keberagaman di Indonesia adalah
kekayaan, dan untuk menjaganya, kita harus selalu
menunjukkan sikap kerja sama, persatuan, dan kesatuan, baik di
sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.
o Diskusi tentang pentingnya cinta tanah air dan bangga
menjadi bagian dari NKRI.
Penutup (± 30 menit)
1. Refleksi Diri: Guru membimbing peserta didik untuk merefleksikan
pembelajaran yang telah berlangsung, menanyakan hal-hal baru
yang dipelajari tentang lingkungan mereka dan NKRI, atau
pengalaman kerja sama yang berkesan.
2. Kesimpulan: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin
penting pembelajaran hari itu, menekankan pentingnya peran
setiap individu dalam menjaga persatuan NKRI di tengah
keberagaman.
3. Apresiasi: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta
didik atas partisipasi dan kerja keras mereka dalam memahami
NKRI.
4. Informasi Pertemuan Selanjutnya: Guru memberikan informasi
singkat mengenai materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya.
5. Doa dan Salam Penutup: Guru memimpin doa penutup dan
mengucapkan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa lingkungan tempat tinggal mereka, sekecil
apapun itu, adalah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mereka akan menginternalisasi pentingnya kerja sama dalam keberagaman
sebagai kunci menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pemahaman ini
akan membentuk sikap cinta tanah air dan tanggung jawab untuk
berkontribusi positif di lingkungan sekitar.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling membuat saya bangga menjadi bagian dari
lingkungan tempat tinggal saya dan NKRI?
2. Pengalaman kerja sama apa yang paling berkesan bagi saya hari ini?
3. Bagaimana saya bisa lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga
persatuan di lingkungan sekolah dan rumah saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu mengidentifikasi dan mengaitkan
lingkungan terdekatnya dengan konsep NKRI?
2. Apakah kegiatan pembelajaran berhasil menumbuhkan sikap kerja
sama dan persatuan dalam keberagaman?
3. Bagaimana saya dapat memperdalam pemahaman peserta
didik tentang peran mereka sebagai warga negara yang baik di
masa depan?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta
Didik) LKPD: "Jejak NKRI di
Lingkunganku" Nama Kelompok:
Anggota Kelompok:
Petunjuk:
1. Diskusikan dalam kelompokmu:
o Apa nama RT, RW, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan
tempat kalian tinggal? Tuliskan di kolom yang tersedia.
o Apa saja keberagaman yang kalian temukan di lingkungan
sekolah atau tempat tinggal kalian? (Contoh: teman dari
suku lain, teman dengan hobi/makanan kesukaan
berbeda, perbedaan agama, dll.) Tuliskan minimal 3
contoh.
2. Diskusikan: Bagaimana cara kalian bekerja sama atau menjaga
persatuan di tengah keberagaman tersebut? Berikan contoh
konkret.
3. Di kertas plano yang disediakan, buatlah "Peta Pikiran
Lingkunganku dan Keberagamannya". Gambarlah peta sederhana
lingkunganmu (bisa rumah, sekolah, jalan utama), lalu
tambahkan cabang-cabang yang menunjukkan identitas wilayah
(RT, RW, dll.) dan keberagaman yang ada, serta contoh sikap
kerja sama. Hias semenarik mungkin!
Informasi Lingkunganku:
Nama RT:
Nama RW:
Nama Desa/Kelurahan:
Nama Kecamatan:
Keberagaman di Lingkunganku:
1.
2.
3.
... (lanjutkan jika ada lagi)
Anggota Anggota
Anggota
sesekali aktif
Anggota jarang selalu
1. berkontri berpartisi
berkontribusi, aktif,
Keterlibat bu si, p asi dan
pasif, atau tidak inisiatif,
an namun memberik
fokus. dan
sering a n ide
mendoron
menungg sesekali.
g diskusi.
u arahan.
Mampu
Mampu
2. Mampu mengiden
mengiden
Kualitas Tidak mampu mengiden ti fikasi
ti fikasi
Identifika mengidentifikasi ti fikasi wilayah
wilayah
si wilayah secara wilayah secara
dengan
Wilayah benar atau namun akurat
benar dan
& keberagaman keberaga dan
keberaga
Keberaga minim. m an keberaga
man m an
kurang m an
cukup
detail. sangat
detail.
rinci serta
relevan.
Contoh
kerja
Contoh sama
kerja sangat
Contoh
sama konkret,
Contoh kerja sama kerja
3. Contoh cukup beragam,
tidak relevan atau sama
Kerja konkret dan
tidak kurang
Sama dan menunjuk
menunjukkan konkret
relevan k an
pemahaman. atau
dengan pemaham
masih
keberaga an
terbatas.
m an. mendala
m
tentang
persatuan
.
B.
Presenta
si Peta
Pikiran
Skala
Kriteria Skala Skala
Skala 1 (Kurang) 4
Penilaian 2 3
(Sanga
(Cukup (Baik)
t Baik)
)
Peta
pikiran
Peta sangat
Peta
pikiran sesuai
pikiran
sesuai tema,
Peta pikiran tidak sesuai
tema dan informatif
1. sesuai tema atau tema
memuat ,
Isi/Subst informasi minim namun
informasi lengkap,
ansi Peta tentang informasi
yang terstrukt
Pikiran wilayah/keberaga kurang
cukup ur
m an/kerja sama. lengkap
lengkap dengan
atau
serta baik, dan
terstrukt
terstrukt menunju
ur.
ur. kk an
hubunga
n antar
konsep.
Berbicara
sangat
jelas,
Berbicara Berbicara percaya
cukup jelas, diri,
jelas, kontak kontak
2. Berbicara tidak
sesekali mata mata
Keteramp jelas, kurang
kontak baik, dan bagus,
ilan kontak mata,
mata, mampu mampu
Komunik atau terlihat
dan menjawab menjawa
asi gugup saat
kurang pertanyaa b
presentasi.
interaktif n dengan pertanya
saat cukup an
presentas baik. dengan
i. tepat,
dan
berintera
ks i aktif
dengan
audiens.
Peta Peta Peta
pikiran pikiran pikiran
cukup menarik, sangat
3. menarik menggun kreatif,
Peta pikiran
Kreativita namun a kan inovatif,
monoton, tidak
s& kurang elemen visual
menarik, atau
Estetika variatif visual yang
tidak
Peta dalam yang menarik,
menggunakan
Pikiran pengguna relevan, dan
elemen visual.
an dan menunjuk
elemen cukup k an
visual kreatif usaha
atau dalam maksimal
desain. desain. dalam
Skala
Kriteria Skala Skala
Skala 1 (Kurang) 4
Penilaian 2 3
(Sanga
(Cukup (Baik)
t Baik)
)
penyajian
n ya.
P. Glosarium
1. NKRI: Singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,
nama resmi negara kita.
2. Keberagaman: Keadaan bermacam-macam; perbedaan
dalam suku, budaya, agama, bahasa, dan karakteristik
lainnya.
3. Kerja Sama: Kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang atau
kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 4 Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
2. Supriyadi, D., & Mulyati, S. (2019). Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas IV.
Jakarta: Erlangga.
3. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.