0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Analisis dan Perbaikan EFI Sepeda Motor

Modul ini membahas sistem bahan bakar injeksi (EFI) pada sepeda motor, termasuk perkembangan, prinsip kerja, dan komponen utama seperti sistem bahan bakar, kontrol elektronik, dan induksi udara. Materi ini bertujuan untuk menganalisis dan memperbaiki gangguan pada sistem EFI. Terdapat juga soal pilihan ganda dan essay untuk menguji pemahaman siswa tentang topik ini.

Diunggah oleh

karmelianalalu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Analisis dan Perbaikan EFI Sepeda Motor

Modul ini membahas sistem bahan bakar injeksi (EFI) pada sepeda motor, termasuk perkembangan, prinsip kerja, dan komponen utama seperti sistem bahan bakar, kontrol elektronik, dan induksi udara. Materi ini bertujuan untuk menganalisis dan memperbaiki gangguan pada sistem EFI. Terdapat juga soal pilihan ganda dan essay untuk menguji pemahaman siswa tentang topik ini.

Diunggah oleh

karmelianalalu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 6

KELAS : X11
MATA PELAJARAN : PEMELIHARAAN MESIN SEPEDA MOTOR
TOPIK : SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI (EFI)
KOMPETENSI DASAR : 3.6. Menganalisis ganguan pada sistem bahan bakar injeksi (EFI)
4.6. Merperbaiki sistem bahan bakar injeksi (EFI)
MATERI : SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI (EFI)
LKS : A . Mendekteksi letak kerukan pada sistem bahan bakar injeksi
(EFI)
B. Memperbaiki kerusakan pada sistem bahan bakar injeksi (EFI)

SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI (EFI)


[Link] Sistem Bahan Bakar Injeksi
Sistem bahan bakar tipe injeksi merupakan langkah inovasi yang sedang dikembangkan
untuk diterapkan pada sepeda motor. Tipe injeksi sebenarnya sudah mulai diterapkan pada
sepeda motor dalam jumlah terbatas pada tahun 1980-an, dimulai dari sistem injeksi
mekanis kemudian berkembang menjadi sistem injeksi elektronis. Sistem injeksi mekanis
disebut juga sistem injeksi kontinyu (K-Jetronic) karena injektor menyemprotkan secara
terus menerus ke setiap saluran masuk (intake manifold). Sedangkan sistem injeksi
elektronis atau yang lebih dikenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI), volume dan waktu
penyemprotannya dilakukan secara elektronik. Sistem EFI kadang disebut juga dengan EGI
(Electronic Gasoline Injection), EPI (Electronic Petrol Injection), PGM-FI (Programmed Fuel
Injenction) dan Engine Management.
[Link] Kerja Sistem EFI
Istilah sistem injeksi bahan bakar (EFI) dapat digambarkan sebagai suatu sistem yang
menyalurkan bahan bakarnya dengan menggunakan pompa pada tekanan tertentu untuk
mencampurnya dengan udara yang masuk ke ruang bakar. Pada sistem EFI dengan mesin
berbahan bakar bensin, pada umumnya proses penginjeksian bahan bakar terjadi di bagian
ujung intake manifold/manifold masuk sebelum inlet valve (katup/klep masuk). Pada saat
inlet valve terbuka, yaitu pada langkah hisap, udara yang masuk ke ruang bakar sudah
bercampur dengan bahan bakar.

3. Konstruksi Dasar Sistem EFI


Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem utama,
yaitu; a) sistem bahan bakar (fuel system), b) sistem kontrol elektronik (electronic control
system), dan c) sistem induksi/pemasukan udara (air induction system). Ketiga sistem
utama ini akan dibahas satu persatu di bawah ini.
Dengan semakin lengkapnya komponen-komponen sistem EFI (misalnya sensor-sensor),
maka pengaturan koreksi yang diperlukan untuk mengatur perbandingan bahan bakar dan
udara yang sesuai dengan kondisi kerja mesin akan semakin sempurna. Gambar di bawah
ini memperlihatkan contoh skema rangkaian sistem EFI pada Yamaha GTS1000 dan
penempatan komponen sistem EFI pada Honda Supra X 125.
Gambar Skema Rangkaian Sistem EFI Pada Yamaha GTS1000
Keterangan gambar :
1. Fuel rail/delivery pipe (pipa pembagi)
2. Pressure regulator (pengatur tekanan)
3. Injector (nozel penyemprot bahan bakar)
4. Air box (saringan udara)
5. Air temperature sensor (sensor suhu udara)
6. Throttle body butterfly (katup throttle)
7. Fast idle system
8. Throttle position sensor (sensor posisi throttle)
9. Engine/coolant temperature sensor (sensor suhu air pendingin)
10. Crankshaft position sensor (sensor posisi poros engkol)
11. Camshaft position sensor (sensor posisi poros nok)
12. Oxygen (lambda) sensor
13. Catalytic converter
14. Intake air pressure sensor (sensor tekanan udara masuk)
15. ECU (Electronic control unit)
16. Ignition coil (koil pengapian)
17. Atmospheric pressure sensor (sensor tekanan udara atmosfir)
Gambar Penempatan Komponen Sistem EFI Honda Supra X 125

a. Sistem Bahan Bakar


Komponen-komponen yang digunakan untuk menyalurkan bahan bakar ke mesin terdiri
dari tangki bahan bakar (fuel pump), pompa bahan bakar (fuel pump), saringan bahan
bakar (fuel filter), pipa/slang penyalur (pembagi), pengatur tekanan bahan bakar (fuel
pressure regulator), dan injektor/penyemprot bahan bakar. Sistem bahan bakar ini
berfungsi untuk menyimpan, membersihkan, menyalurkan dan menyemprotkan
/menginjeksikan bahan bakar.

Gambar Komponen EFI Honda Supra X 125


Adapun fungsi masing-masing komponen pada sistem bahan bakar tersebut adala sebagai
berikut:
1) Fuel suction filter; menyaring kotoran agar tidak terisap pompa bahan bakar.
2) Fuel pump module; memompa dan mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke
injektor. Penyaluran bahan bakarnya harus lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan
mesin supaya tekanan dalam sistem bahan bakar bisa dipertahankan setiap waktu
walaupun kondisi mesin berubahubah.

3) Fuel pressure regulator; mengatur tekanan bahan bakar di dalam sistem aliran bahan
bakar agar tetap/konstan. Contohnya pada Honda Supra X 125 PGM-FI tekanan
2
dipertahankan pada 294 kPa (3,0 kgf/cm , 43 psi). Bila bahan bakar yang dipompa menuju
2
injektor terlalu besar (tekanan bahan bakar melebihi 294 kPa (3,0 kgf/cm , 43 psi))
pressure regulator mengembalikan bahan bakar ke dalam tangki.
4) Fuel feed hose; slang untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju injektor. Slang
dirancang harus tahan tekanan bahan bakar akibat dipompa dengan tekanan minimal
sebesar tekanan yang dihasilkan oleh pompa.

5) Fuel Injector; menyemprotkan bahan bakar ke saluran masuk (intake manifold) sebelum,
biasanya sebelum katup masuk, namun ada juga yang ke throttle body. Volume
penyemprotan disesuaikan oleh waktu pembukaan nozel/injektor. Lama dan banyaknya
penyemprotan diatur oleh ECM (Electronic/Engine Control Module) atau ECU (Electronic
Control Unit).

b. Sistem Kontrol Elektronik


Komponen sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa sensor (pengindera), seperti
MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor, TP (Throttle Position) sensor, IAT (Intake Air
Temperature) sensor, bank angle sensor, EOT (Engine Oil Temperature) sensor, dan sensor-
sensor lainnya. Pada sistem ini juga terdapat ECU (Electronic Control Unit) atau ECM dan
komponenkomponen tambahan seperti alternator (magnet) dan regulator/rectifier yang
mensuplai dan mengatur tegangan listrik ke ECU, baterai dan komponen lain. Pada sistem
ini juga terdapat DLC (Data Link Connector) yaitu semacam soket dihubungkan dengan
engine analyzer untuk mecari sumber kerusakan komponen
Gambar Rangkaian Sistem Kontrol Elektronik Supra
Secara garis besar fungsi dari masing-masing komponen sistem kontrol elektronik antara
lain sebagai berikut;

1) ECU/ECM; menerima dan menghitung seluruh informasi/data yang diterima dari masing-
masing sinyal sensor yang ada dalam mesin. Informasi yang diperoleh dari sensor antara
lain berupa informasi tentang suhu udara, suhu oli mesin, suhu air pendingin, tekanan atau
jumlah udara masuk, posisi katup throttle/katup gas, putaran mesin, posisi poros engkol,
dan informasi yang lainnya. Pada umumnya sensor bekerja pada tegangan antara 0 volt
sampai 5 volt. Selanjutnya ECU/ECM menggunakan informasi-informasi yang telah diolah
tadi untuk menghitung dan menentukan saat (timing) dan lamanya injektor
bekerja/menyemprotkan bahan bakar dengan mengirimkan tegangan listrik ke solenoid
injektor. Pada beberapa mesin yang sudah lebih sempurna, disamping mengontrol injektor,
ECU/ECM juga bisa mengontrol sistem pengapian.

2) MAP (Manifold absolute pressure) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi
(deteksi) tekanan udara yang masuk ke intake manifold. Selain tipe MAP sensor,
pendeteksian udara yang masuk ke intake manifold bisa dalam bentuk jumlah maupun
berat udara.
Jika jumlah udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air flow meter, sedangkan jika berat
udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air mass sensor.
3) IAT (Engine air temperature) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi
(deteksi) tentang suhu udara yang masuk ke intake manifold. Tegangan referensi/suplai 5
Volt dari ECU selanjutnya akan berubah menjadi tegangan sinyal yang nilainya dipengaruhi
oleh suhu udara masuk.
4) TP (Throttle Position) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi)
tentang posisi katup throttle/katup gas. Generasi yang lebih baru dari sensor ini tidak
hanya terdiri dari kontak-kontak yang mendeteksi posisi idel/langsam dan posisi beban
penuh, akan tetapi sudah merupakan potensiometer (variable resistor) dan dapat
memberikan sinyal ke ECU pada setiap keadaan beban mesin.

5) Engine oil temperature sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi)
tentang suhu oli mesin.
6) Bank angle sensor; merupakan sensor sudut kemiringan. Pada sepeda motor yang
menggunakan sistem EFI biasanya dilengkapi dengan bank angle sensor yang bertujuan
0
untuk pengaman saat kendaraan terjatuh dengan sudut kemiringan 55

Sinyal atau informasi yang dikirim bank angle sensor ke ECU saat sepeda motor terjatuh
dengan sudut kemiringan yang telah ditentukan akan membuat ECU memberikan perintah
untuk mematikan (meng-OFF-kan) injektor, koil pengapian, dan pompa bahan bakar.
Dengan demikian peluang terbakarnya sepeda motor jika ada bahan bakar yang tercecer
atau tumpah akan kecil karena sistem pengapian dan sistem bahan bakar langsung
dihentikan walaupun kunci kontak masih dalam posisi ON.
Gambar Sinyal atau informasi bank angle sensor ke ECU

c. Sistem Induksi Udara


Komponen yang termasuk ke dalam sistem ini antara lain; air cleaner/air box (saringan
udara), intake manifold, dan throttle body (tempat katup gas). Sistem ini berfungsi untuk
menyalurkan sejumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran.

4. Cara Kerja Sistem EFI


Sistem EFI atau PGM-FI (istilah pada Honda) dirancang agar bisa melakukan penyemprotan
bahan bakar yang jumlah dan waktunya ditentukan berdasarkan informasi dari sensor-
sensor. Pengaturan koreksi perbandingan bahan bakar dan udara sangat penting dilakukan
agar mesin bisa tetap beroperasi/bekerja dengan sempurna pada berbagai kondisi
kerjanya. Oleh karena itu, keberadaan sensor-sensor yang memberikan informasi akurat
tentang kondisi mesin saat itu sangat menentukan unjuk kerja (performance) suatu mesin.

Mengetahui Bajawa, 15 Januari 2022


Kepala Sekolah Guru mata pelajaran

Hendrikus Paseli, [Link]


NIP. 19650717 199403 1 012 Gabriel Wege Tena, ST
SOAL PILIHAN GANDA

[Link] fungsi dari injektor pada sistem injeksi sepeda motor?


[Link] bahan bakar di ruang bakar
[Link] bahan bakar di intake manifoul
[Link] bahan bakar di dalam mesin
[Link] udara pada mesin melalui intake manifoul
[Link] aliran bahan bakar
[Link] kode kedipan pada motor injeksi honda jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian sensor
MAP?
A.12 kedipan B.5 kedipan C.1 kedipan D.7 kedipan E.33 kedipan
[Link] yang berfungsi memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tekanan udara yang
masuk ke intake manifold adalah ….
[Link] (Manifold absolute pressure) [Link] (Engine air temperature)
[Link] (Throttle Position) [Link] oil temperature sensor
[Link] angle sensor
[Link] yang berfungsi memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tentang suhu udara
yang masuk ke intake manifold adalah...
[Link] (Manifold absolute pressure) [Link] (Engine air temperature)
[Link] (Throttle Position) [Link] oil temperature sensor
[Link] angle sensor
[Link] yang berfungsi memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tentang posisi katup
throttle/katup gas adalah...
[Link] (Manifold absolute pressure) B. IAT (Engine air temperature)
[Link] (Throttle Position) D. Engine oil temperature sensor
[Link] angle sensor
[Link] yang berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tentang suhu oli
mesin adalah...
[Link] (Manifold absolute pressure) [Link] (Engine air temperature)
[Link] (Throttle Position) [Link] (Engine oil temperature sensor)
[Link] angle sensor
[Link] yang berfungsi mengukur sudut kemiringan kendaraan adalah...
[Link] (Manifold absolute pressure) [Link] (Engine air temperature)
[Link] (Throttle Position) [Link] oil temperature sensor
[Link] angle sensor
[Link] tekanan bahan bakar pada fuel pump sepeda motor injeksi honda?
A.100 kpa B.194 kpa C.180 kpa D.294 kpa E.154 kpa
[Link] nama alat yang digunakan untuk mengukur tekanan bahan bakar?
[Link] prestis [Link] BBM
[Link] presure gauge [Link] presure pump
[Link] presure
[Link] regulator yang terdapat pada fuel pump berfungsi sebagai?
[Link] tekanan bahan bakar
[Link] bensin
[Link] tekanan bensin pada standarnya
[Link] tekanan bansin supaya tidak keluar
[Link] bensin tetap mengalir
SOAL ESSAY
[Link] sistem bahan bakar tipe injeksi?
[Link] prinsip kerja sistem EFI?
[Link] nama-nama komponen sensor EFI?
[Link] fungsi fuel injektor?
[Link] cara kerja sistem EFI?

Mengetahui Bajawa, 15 Januari 2022


Kepala Sekolah Guru mata pelajaran

Hendrikus Paseli, [Link]


NIP. 19650717 199403 1 012 Gabriel Wege Tena, ST

Anda mungkin juga menyukai