0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Praktikum Pulse Code Modulation PCM

Laporan praktikum ini membahas tentang Pulse Code Modulation (PCM) yang mencakup prinsip transmisi, rangkaian, dan penggunaan PCM. Praktikum ini melibatkan pengujian dengan alat-alat tertentu untuk memahami proses modulator dan demodulator PCM, serta analisis sinyal yang dihasilkan. Kesimpulan dari percobaan menunjukkan pentingnya sampling dan kuantisasi dalam PCM serta penggunaan sinyal SYN dan CK untuk sinkronisasi.

Diunggah oleh

hijlal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Praktikum Pulse Code Modulation PCM

Laporan praktikum ini membahas tentang Pulse Code Modulation (PCM) yang mencakup prinsip transmisi, rangkaian, dan penggunaan PCM. Praktikum ini melibatkan pengujian dengan alat-alat tertentu untuk memahami proses modulator dan demodulator PCM, serta analisis sinyal yang dihasilkan. Kesimpulan dari percobaan menunjukkan pentingnya sampling dan kuantisasi dalam PCM serta penggunaan sinyal SYN dan CK untuk sinkronisasi.

Diunggah oleh

hijlal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI

Praktik 4
Judul
PULSE CODE MODULATION (PCM)

Kelompok 4 :
1. Fikri Ahmad Maulana (1316030068)
2. Hijlal Frastadiaji (1316030007)
3. Jihan Novita (1316030014)
4. Utami Yogantari (1316030094)

Teknik Telekomunikasi
Teknik Elektro
Politeknik Negeri Jakarta
2017
PULSE CODE MODULATION

1. TUJUAN
1.1. Menjelaskan prinsip dari transmisi PCM.
1.2. Menggambarkan bentuk rangkaian PCM.
1.3. Mengerti bagaimana metode konversi dari analog / digital dan paralel / serial.
1.4. Menyebutkan beberapa penggunaan dari PCM.

2. DIAGRAM RANGKAIAN

3. ALAT DAN KOMPONEN


1 PAM modulator SO 3537-7G
1 pulse amplitudo demodulator SO 3537-7H
1 pulse code modulator SO 3537-7N
1 pulse code demodulator SO 3537-7P
1 DC power supply ± 15 SO 3538-8D
1 function generator SO 5127-2R
1 dual trasce osciloscope
3 BNC to banana cable
4. PENDAHULUAN
4.1. PCM adalah merupakan metode transmisi [Link] pulse code
modulator terdiri atas :
- sebuah bandwith limiter filter
- rangkaian sample dan hold
- quantizer
- coder
- pararel/serial converter

PULSE CODE MODULATOR

Bandwith sinyal yang di transmisikan s(t) dibatasi oleh LPF dan


menurut sampling, selanjutnya diberikan pada rangkaian sample dan hold.
Sinyal sampling selanjutnya dikuantisasi dan dikodekan kedalam bentuk
binari. Dat dalam bentuk pararel tersebut dikonversikan ke serial hingga
didapat bentuk sinyal PCM. Sinyal inilah yang selanjutnya ditransmisikan.

4.2. Pulse code demodulator terdiri atas :

 Pararel / serial converter


 Digital / analog converter
 LPF

PULSE CODE DEMODULATOR


Informasi yang diterima dikonversikan ke bentuk pararel, oleh digital/ analog
converter. Selanjutnya dikonversikan lagi untuk memperoleh kembali sinyal analog
dengan menekan atau menghilangka frekuensi click.

4.3. Pada jaringan telepon digital menurut standar CCITT, PCM 30/32
mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
- Bandwith 3.1 Khz
- Batas frekuensi atas 3.4 Khz
- Resolusi 8 bit
- Frekuensi clock 8 Khz
- Data rate per kanal 64 Kbit/sec
- 30 Speech, 1 Sync, 1 kanal dialing tone

Kuantisasi dan Coding

Pada proses kuantisasi merupakan proses pemberian niilai terhadap trap


Sample. Cara termudah untuk mengkuantisasi sebuah sinyal PAM yaitu dengan
membagi dinamik ( kira-kira 60 dB untuk sebuah kanal pembicara ) menjadi
sejumlah interval kuantisasi yang sama.

Batas-batas dari interval kuantisasi ini disebut nilai - nilai seleksi, di mana
sebuah pulsa akan ditentukan, termasuk interval kuantisasi yang mana
mendapatkan nilai berapa.

Setiap pulsa yang terdapat di dalam sebuah interval kuantisasi akan di encode
sebagai memiliki nila yang sama dengan nilai pada tengah - tengah interval.

5. Langkah Kerja
5.1. Hubungkan rangkaian seperti pada diagram rangkaian, set function generator
pada Sinusoida, 1KHz, !Vpp. Hubungkan ke input Pulse Amplitudo Modulator
(1), set frequensi Sampling pada maksimum.
5.2. Gambarkan sinyal pada output Sample (2)
Jelaskan fungsi dari Pulse Amplitude Modulator
5.3. Gambar sinyal output Pulse Code Demodulator (5) dan Sinyal output Pulse
Amplitudo Demodulator (8). Bandingkan kedua Sinyal dengan input Pulse Code
Modulator (3) !
Dan jelaskan setiap langkah pemrosesan sinyal
5.4. Tunjukkan :
a. Sinyal CK (7)
b. Sinyal SYN (6)
5.5. Gambar hasilnya pada lembar kerja 3.
Jelaskan maksud dari sinyal-sinyal tersebut dan delay antara kedua sinyal itu.
5.6. Lepas function generator, hubungkan ssumber DC dengan output 10 volt Ke
input PAM modulator (1)
Gambar sinyal CK dan sinyal output dan Pulse Code Modulator (4)
5.7. Pasang kembali function generator
Tunjukan. Sinyal CK dan sinyal output dari Pulse Code Modulator.
Switch off tiap-tiap bit dari A/D Converter.
Dan berikan keterangan mengenai kualitas transmisinya.
Gambar hasilnya pada lembar kerja 4 dan jelaskan prinsip dari transmisi
5.8. Bandingkan sinyal - sinyal input (1) dan output (8).
Switch off bit bit, berturut - turut dari switch paling atas (Significant bit yang paling
rendah ) ke bawah.
5.9. Amati pengaruhnya dalam transmisi dan terangkan bagaimana kualitas sinyal
yang di hasilkan.

6. Data percobaan
Lembar kerja I
Amplitudo = 1 Vpp
Frekuensi = 1.1 KHz

Fungsi dari Pulse Amplitude Modulator adalah mengubah sinyal amplitudo carrier yang
berupa pulsa-pulsa atau deretan pulsa sesuai mengikuti perubahan amplitudo mengikuti
sinyal informasi ke tempat tujuan.

Amplitudo = 2.92 Vpp


Frekuensi = 0,9 KHz
Ԏ = 520 us (pos width )

Lembar kerja 2
Amplitudo = 2.92 Vpp
Frekuensi = 0,9 KHz
Ԏ = 520 us (pos width )

Amplitudo = 4,2 Vpp


Periode = 11,36 KHz
Ԏ = 4,2 us
Pada gambar sinyal output ke 3 berbentuk seperti anak tangga mengikuti dari sinyal
amplitudo, sedangkan pada gambar output ke 5 berbentuk seperti sinyal mengikuti barisan
dari clock yang diinginkan oleh kita.

Lembar kerja 3
Output 1
Amplitudo = 4,4 Vpp
Frekuensi = 1,389 KHz
Ԏ = 44,49 us

Output 2
Amplitudo = 4 Vpp
Frekuensi = 2,778 KHz
Ԏ = 48,89 us

Pada sinyal output pertama berbentuk seperti garis lurus sesuai dengan kode dari clock yang
diberikan sehingga keluar sinyal mengikuti barisan dari clock. Pada gambar output ke 2
merupakan hasil dari output pertama mengikuti sinyal masukan yang diberikan pada output
pertama sehingga nampak seperti pada gambar.
Output 1
Amplitudo = 6,6 Vpp
Frekuensi = 11,11 KHz
Ԏ = 48,02 us

Output 2
Amplitudo = 3,8 Vpp
Frekuensi = 11,11 KHz
Ԏ = 8,085 us

Sinyal SYN digunakan untuk proses ADC sedangkan sinyal CK digunakan untuk proses
konversi dari parallel ke serial. Sinyal SYN berasal dari clock generator pada modulator
PAM. Sinyal CK merupakan sinyal SYN yang diubah menjadi deretan pulsa 8 bit. Kedua sinyal ini
digunakan untuk sinkronisasi sinyal pada proses modulasi dan [Link] untuk
menghindari kesalahan pada proses modulasi dan demodulasi sinyal, selain itu menghindari kesalahan
sewaktu pengkodean sinyal menjadi 8 bit. Sinyal SYNdan CK memiliki perbedaan, seperti yang
ditunjukkan oleh oscilloscope. Sinyal CK memiliki lebar pulsa yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan
lebar pulsa sinyal SYN. Selain itu antara sinyal SYN dan sinyal CK terdapat jeda waktu (delay).

Output
Amplitudo = 4,2 Vpp
Frekuensi = 2,778 KHz
Ԏ = 42,11 us

Output 2
Amplitudo = 4 Vpp
Frekuensi = 2,778 KHz
Ԏ = 48,89 us

Pada output pertama merupakan sinyal input dari generator tetapi tidak diberikan nilai
inputnya pada TP1, ketika dilepas function generatornya sinyal dari output kedua nya
mengikuti dari sinyal kode masukan pada sinyal output pertama sehingga seperti ada delay
nya.

Pada gambar ini semakin banyak yang dinyalakan maka bit akan semakin banyak, lebih rapat
pada hasil outputnya. Sehingga membentuk sinyal masukan clock.
7. analisa data
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat dianalisa bahwa percobaan ini merupakan
perkembangan dari percobaan sebelumnya yaitu Pulse Amplitude Modulation yang
merupakan suatu transmisi data dengan menggunakan sinyal analog yang dicuplik-cuplik
atau disampling.
Pertama sinyal masukan di proses menggunakan modulator PAM (Pulse Amplitude Modulation).
Output dari modulator PAM ini kemudian diproses menggunakan modulator PCM. Pada modulator
PAM, frekuensi clock generator (frekuensi sampling) diatur sampai maksimum. Sinyal informasi
disampling dengan menggunakan frekuensi clock tersebut. Output dari proses sampling ini
seperti yang ditunjukkan pada oscilloscope. Bentuk gelombang output berupa step-step yang membentuk
tangga naik dan turun.
Jika diperhatikan, bentuk tangga ini menyerupai gelombang sinus. Hal ini berarti pada
gelombang informasi, level tegangan padarentang waktu kontinyu tertentu diubah
menjadi suatu nilai step dengan waktu [Link] nilai step-step ini mewakili rentang
nilai / level tegangan pada gelombang informasi, pada rentang waktu tertentu. Proses ini
disebut dengan Kuantisasi.
Dengan kata lain, pada modulator PAM dilakukan proses sampling dan kuantisasi
pada gelombang informasi. Sinyal hasil kuantisasi dimasukkan ke rangkaian Hold. Rankaian
ini berfungsi untuk menahan sementara gelombang input dengan waktu tertentu kemudian
diteruskankembali. Proses ini dilakukan bergantian secara terus-menerus. Hasilnya seperti
yangterlihat pada oscilloscope.
Pada modulator PCM digunakan dua sinyal khusus dalam proses modulasi. Kedua sinyal tersebut
adalah sinyal SYN (Synchronous) dan sinyal CK. Sinyal SYN digunakan untuk proses
ADC sedangkan sinyal CK digunakan untuk proses konversidari parallel ke serial. Sinyal
SYN berasal dari clock generator pada modulator [Link] CK merupakan sinyal SYN
yang diubah menjadi deretan pulsa 8 bit. Keduasinyal ini digunakan untuk sinkronisasi sinyal
pada proses modulasi dan [Link] untuk menghindari kesalahan pada proses
modulasi dan demodulasi sinyal, selain itu menghindari kesalahan sewaktu pengkodean sinyal
menjadi 8 bit.
Sinyal SYNdan CK memiliki perbedaan, seperti yang ditunjukkan oleh oscilloscope. Sinyal
CK memiliki lebar pulsa yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan lebar pulsa sinyalSYN. Selain itu
antara sinyal SYN dan sinyal CK terdapat jeda waktu (delay).
Sinyal ini kemudian diproses menggunakan demodulator PAM untuk mengembalikan sinyal ke
bentuk semula (gelombang sinus). Pada demodulator PAM,digunakan sinyal SYN untuk
mengatur clock. Output dari proses ini seperti yangditunjukkan pada oscilloscope.
Gelombang output berbentuk sinusoida sempurnaseperti gelombang input. Selanjutnya,
dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruhdari switch pada modulator PCM
terhadap gelombang output demodulator.

8. kesimpulan
 Proses PCM dilakukan dengan melakukan sampling dan kuantisasi terlebih dahulu pada sinyal
informasi, kemudian diubah menjadi deretan pulsa 8 bit.
 Pada PCM digunakan dua sinyal untuk sinkronisasi yaitu SYN dan CK.
Tujuannyauntuk menghindari kesalahan pada proses modulasi, demodulasi, dan pengkodean.

Anda mungkin juga menyukai