0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan5 halaman

Capaian Pembelajaran Agama Katolik

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk tiga fase, yaitu Fase A, B, dan C. Setiap fase memiliki tujuan yang berfokus pada pengenalan diri, iman, dan keterlibatan dalam masyarakat sesuai dengan ajaran Gereja dan teladan Yesus. Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan sikap positif, memahami peran mereka dalam keluarga dan masyarakat, serta melaksanakan ajaran iman dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

gina.klara06
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan5 halaman

Capaian Pembelajaran Agama Katolik

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk tiga fase, yaitu Fase A, B, dan C. Setiap fase memiliki tujuan yang berfokus pada pengenalan diri, iman, dan keterlibatan dalam masyarakat sesuai dengan ajaran Gereja dan teladan Yesus. Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan sikap positif, memahami peran mereka dalam keluarga dan masyarakat, serta melaksanakan ajaran iman dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

gina.klara06
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

1. FASE A
Pada akhir Fase A, Peserta didik mengenal dirinya sebagai bagian dari keluarga, sekolah,
dan lingkungan sekitarnya, yang mampu mensyukuri dirinya sebagai ciptaan Tuhan,
melalui kebiasaan doa sebagai anggota Gereja, mewujudkan imannya dengan cara
melakukan perbuatan baik, sesuai dengan Teladan Yesus dan tokoh-tokoh Kitab Suci,
baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
Fase A Berdasarkan Elemen

NO ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dirinya sebagai pribadi yang dicintai


Tuhan, yang memiliki anggota tubuh yang sangat berguna serta memahami
cara merawatnya, mengenal temannya, lingkungan rumah dan sekolah
tempat dirinya berkembang.

1 Pribadi Peserta didik mampu mengenal diri, lingkungan keluarga, serta teman-
Peserta Didik temannya, agar memiliki kebiasaan bekerjasama dengan anggota keluarga
dan teman.

Peserta didik menyadari bahwa bumi langit dan seluruh isinya adalah
ciptaan Tuhan, serta menyadari bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang
istimewa.
2 Yesus Kristus Peserta didik mengenal tokoh-tokoh iman di dalam Perjanjian Lama (Nuh,
Abraham, Ishak, dan Yakub). Mengenal kisah kelahiran Tuhan Yesus dan
Tiga Orang majus, serta mengenal masa kanak-kanak Yesus yang menetap
di Nazaret, dipersembahkan di Bait Allah dan diketemukan di Bait Allah.

Peserta didik mampu mengungkapkan iman dalam hidup sehari-hari,


dengan cara membuat tanda salib, berdoa Bapa Kami, berdoa Salam Maria,
3 Gereja dan doa Kemuliaan.

Peserta didik mampu mewujudkan imannya dengan melaksanakan Perintah


Allah, berjuang melawan godaan serta membiasakan diri berdoa pujian,
syukur dan permohonan.
4 Masyarakat Peserta didik mewujudkan imannya ditengah-tengah masyarakat melalui
kebiasaan hidup rukun dengan tetangga serta mengembangkan kebiasaan
bergotong royong merawat lingkungan.

2. FASE B
Pada akhir Fase B, Peserta didik mengenal dirinya sebagai bagian dari kelurga, sekolah,
dan lingkungan disekitarnya (baik fisik maupun non fisik), mampu mensyukuri dirinya
sebagai ciptaan Tuhan, melalui kebiasaan doa, sebagai anggota Gereja, serta terpanggil
untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki (seperti menyampaikan pendapat,
bermusyawarah, dll.) dan mewujudkan imannya dengan cara melakukan perbuatan baik,
membangun semangan persatuan, sesuai dengan teladan Yesus dan tokoh-tokoh Kitab
Suci, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Fase B Berdasarkan Elemen

NO ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal diri sebagai pribadi yang tumbuh dan
berkembang dan mampu melakukan kebaikan.
1 Pribadi Peserta
Didik Peserta didik mampu mengenal diri sebagai pribadi yang unik, sehingga
memunculkan rasa syukur dan mau mengembangkan keunikan dirinya
bersama orang lain atau lingkungannya.

Peserta didik mengenal Allah yang menyelamatkan manusia sebagaimana


tercermin pada tokoh-tokoh Perjanjian Lama (Kisah Yusuf, Kisah Musa
dan Kisah Yosua) dan di dalam diri Yesus yang dibaptis, Yesus yang
memberi makan Lima Ribu Orang dan Yesus yang mengampuni.

2 Yesus Kristus Peserta didik memahami kisah-kisah suci dalam Perjanjian Lama
(Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup, Bangsa Israel memasuki
tanah terjanji, Allah memberkati para pemimpin Israel: Samuel, Saul dan
Daud), dan Perjanjian Baru (kisah Yesus mewartakan Kerajaan Allah
melalui perumpamaan dan mukjizat-Nya).

Peserta didik mengenal sakramen-sakramen dalam Gereja (Sakramen


baptis, sakramen ekaristi, dan sakramen tobat).
3 Gereja

Peserta didik mampu mengungkapkan doa syukur, doa pribadi, doa


bersama, serta mewujudkan semuanya itu melalui sikap dan tindakan
dalam hidup sehari-hari.

Peserta didik mewujudkan imannya ditengah masyarakat melalui


kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat, menghargai tradisi
4 Masyarakat masyarakat, serta melestarikan lingkungan alam.

Peserta didik memiliki rasa hormat kepada orang tua, menghormati hidup,
dan menghormati milik orang lain.

3. FASE C
Pada akhir Fase C, peserta didik memahami dirinya sebagai citra Allah, sebagai laki-laki atau
perempuan, dan mampu mensyukurinya dengan melibatkan diri dalam kehidupan menggereja
(melalui kebiasaan doa dan perayaan sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat, sebagai tanda
keselamatan Allah), dan mewujudkan imannya dalam kehidupan bermasyarakat dengan
menunjukan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia dengan menjunjung tinggi hati
nurani, serta membangun semangat dialog antar agama dan kepercayaan, sesuai dengan ajaran
Gereja dan Teladan Yesus Kristus.

Fase C Berdasarkan Elemen

NO ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami diri sebagai perempuan atau laki-


laki sebagai citra Allah, yang sederajat dan saling melengkapi.

Peserta didik mampu memahami hak dan kewajiban sebagai warga


1 Pribadi Peserta negara dan bangga sebagai sebagai bangsa Indonesia, menyadari diri
Didik sebagai warga dunia, sehingga terdorong melakukan kegiatan dialog
antar umat beragama dan berkepercayaan.

Peserta didik mengenal tokoh-tokoh Perjanjian Lama (Daud sebagai


pemimpin, Salomo yang bijaksana dan Ester perempuan pemberani)
dan tokoh Perjanjian Baru (Maria dan Elisabeth); meneladan Yesus
2 Yesus Kristus yang taat kepada Allah, Yesus yang mengajarkan pengampunan dan
memanggil orang berdosa; memahami Yesus yang menderita, wafat
dan bangkit, serta mengutus roh kudus untuk menguatkan para rasul,
dan semua orang yang percaya.

Peserta didik mengenal kisah jatuh bangun Israel di bawah bimbingan


nabi Elia, nabi Amos pejuang keadilan, nabi Yesaya yang
menubuatkan kedatangan juru selamat, mengenal kisah Yesus yang
mewartakan kerajaan Allah dengan kata-kata, tindakan, dan seluruh
pribadi-Nya.

Peserta didik mewujudkan imannya dalam hidup sehari-hari, dengan


cara terlibat dalam hidup menggereja, hidup bersama yang dijiwai
3 Gereja Roh Kudus.

Peserta didik memahami Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan


Apostolik, serta persekutuan para kudus.

Peserta didik terlibat dalam pelestarian lingkungan, dan


mengembangkan sikap jujur.
4 Masyarakat
Peserta didik dapat bertindak menurut hati nurani, menegakan
keadilan, dan mewujudkan semuanya ini dalam hidupnya sehari-hari
sebagai orang beriman kristiani.

Sorong,………………….2025

Mengetahui

Kepala Sekolah Guru Agama Katolik

FREDRIK SELANNO, [Link],. M.P.d GINA KLARA KARUBUN, [Link]


NIP. 196907151993051002 NIP. 199309062021032001

Anda mungkin juga menyukai