0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
756 tayangan137 halaman

Program BK Berbasis Deep Learning SMP

PROGRAM KERJA SMP

Diunggah oleh

srihandayani75
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
756 tayangan137 halaman

Program BK Berbasis Deep Learning SMP

PROGRAM KERJA SMP

Diunggah oleh

srihandayani75
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR PENGESAHAN

Program Layanan Bimbingan dan Konseling ........................................................... Tahun

Pelajaran 2025/2026 ini telah disetujui dan di sahkan pada :

Hari : .................................................

Tanggal : .................................................

Mengetahui ......................................., Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

.............................................. ................................
NIP
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan
Program Bimbingan dan Konseling (BK) Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk
kelas VII SMP ini dapat diselesaikan.

Program ini disusun berdasarkan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan
Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan mengacu pada Kurikulum 2013 yang saat
ini digunakan di satuan pendidikan. Penyusunan program ini bertujuan untuk memfasilitasi
peserta didik dalam mengembangkan potensi diri, membangun kesadaran perilaku positif, serta
menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui pendekatan meaningful, mindful, dan joyful learning.

Melalui program ini, diharapkan layanan BK dapat menjadi bagian integral dari proses pendidikan
yang tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang
berkarakter, berdaya tahan, dan adaptif menghadapi tantangan zaman.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada:

1. Bapak Kepala SMPN … atas dukungan dan arahannya,


2. Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah yang telah memberi fasilitas dan kesempatan,
3. Rekan-rekan Tim BK SMPN … atas kerja sama dalam pengumpulan data dan penyusunan
program,
4. Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan SMPN … yang turut mendukung
keberlangsungan layanan BK di sekolah.

Kami berharap program layanan Bimbingan dan Konseling berbasis Deep Learning ini dapat
menjadi panduan pelaksanaan yang lebih berdampak pada perubahan perilaku, penguatan
karakter, dan peningkatan kesejahteraan psikologis peserta didik.

Kabupaten, Juli 2025


Hormat Saya

Penyusun
RASIONAL

Paradigma bimbingan dan konseling saat ini menempatkan peserta didik sebagai individu yang
memiliki potensi unik yang perlu dikenali, diarahkan, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Fokus layanan BK tidak lagi sebatas menangani permasalahan, melainkan mendukung pencapaian
perkembangan optimal dan mencegah munculnya hambatan perkembangan melalui pendekatan
yang bersifat proaktif dan preventif.

Alih-alih hanya memberikan layanan kepada peserta didik yang mengalami masalah, program
bimbingan dan konseling diarahkan untuk mencegah timbulnya masalah, mendukung
perkembangan optimal, serta membangun kesadaran diri yang berkelanjutan

Dalam konteks ini, pengenalan potensi individu menjadi langkah awal yang krusial pada setiap
layanan bantuan, karena hanya dengan mengenali kekuatan, kelemahan, minat, dan kebutuhan
peserta didik, layanan bimbingan dapat berjalan lebih terarah dan bermakna.

Bimbingan dan konseling di sekolah juga berperan penting dalam mendukung peserta didik
mencapai tugas-tugas perkembangan yang tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian
Peserta Didik (SKKPD). Pelaksanaan program BK memerlukan pendekatan yang kolaboratif dengan
seluruh stakeholder sekolah (guru, orang tua, dan lingkungan sekolah) agar tercapai
perkembangan holistik peserta didik

Melalui penerapan pendekatan deep learning (meaningful, mindful, joyful), peserta didik diajak
untuk tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai,
membangun kebiasaan reflektif, serta mengaplikasikan keterampilan sosial-emosional dalam
kehidupan sehari-hari.
DASAR HUKUM

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


Menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta
menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan
Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah
Menyebutkan bahwa layanan BK mencakup 4 (empat) program utama:
a) Layanan Dasar
b) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
c) Layanan Responsif
d) Layanan Dukungan Sistem

Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling SMP, 2016


Memfasilitasi guru BK/konselor dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan, dan tindak
lanjut layanan BK di satuan pendidikan.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
BK dapat menyesuaikan prinsip penyusunan RPL (Rencana Pelaksanaan Layanan) dengan prinsip:
a) Efisien
b) Efektif
c) Berorientasi pada peserta didik

Komponen inti yang wajib ada: Tujuan Layanan, Langkah Kegiatan Layanan, dan Evaluasi Proses &
Hasil.

Kebijakan Transformasi Kurikulum Nasional 2024–2025 (Pendekatan Deep Learning)


Menekankan pencapaian Profil Lulusan Nasional yang berfokus pada:

a. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
b. Bernalar kritis dan kreatif
c. Bekerja sama dan memiliki kepedulian sosial
d. Tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024
tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
Mengatur penerapan pembelajaran dan layanan yang mengarah pada pendekatan pembelajaran
mendalam (deep learning).
VISI

“Terbentuknya peserta didik kelas VII yang beriman, berakhlak mulia, sehat secara mental-
emosional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu belajar secara mendalam untuk
mencapai perkembangan diri yang berkelanjutan.”

MISI

1. Menyelenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling yang mendukung proses belajar


mendalam (deep learning) melalui pendekatan reflektif, kolaboratif, dan berkesadaran diri.
2. Membantu peserta didik mengenali potensi, minat, dan bakatnya untuk mengarahkan
perencanaan masa depan secara bertahap dan realistis.
3. Mengembangkan kecakapan sosial-emosional agar peserta didik mampu berinteraksi positif,
mengelola emosi, dan mengambil keputusan yang tepat.
4. Mendorong peserta didik berperilaku etis dalam kehidupan nyata maupun digital serta
memiliki kemampuan adaptasi di era perkembangan teknologi dan informasi.
5. Membentuk budaya belajar yang bermakna, menyenangkan, dan berorientasi pada
penguatan karakter sesuai profil lulusan yang berlaku saat ini.
CAPAIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
ASPEK
NO CAPAIAN LAYANAN BK
PERKEMBANGAN
1. Landasan Hidup Peserta didik mampu menunjukkan sikap beriman dan
Religius bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui penumbuhan
kebiasaan perilaku yang sesuai dengan agama dan
kepercayaannya seperti pemahaman tentang tujuan dan arah
hidup serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Landasan Perilaku Etis Peserta didik mampu menampilkan perilaku sosial yang
sesuai dengan norma dan etika pada kehidupan
bermasyarakat seperti memahami dan menunaikan hak dan
kewajibannya sebagai warga negara serta memiliki
komitmen moral terhadap sistem etika dan nilai sebagai
pribadi maupun anggota masyarakat.
3. Kematangan Emosi Peserta didik mampu mengekspresikan perasaan diri sendiri
secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan konflik serta
memiliki sikap postif, inisiatif, tangguh, dan disiplin.
4. Kematangan Intelektual Peserta didik mampu menentukan alternatif pengambilan
keputusan dan pengentasan masalah berdasarkan konsep
ilmu pengetahuan dan perilaku belajar seperti menentukan
sesuatu secara mandiri,
memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.
5. Kesadaran Tanggung Peserta didik mampu menunjukkan kemampuan interaksi
Jawab dengan orang lain sesuai hak dan kewajiban, memiliki empati,
dapat bekerja sama, dan memiliki karakter solidaritas.
6. Kesadaran Gender Peserta didik mampu menampilkan perilaku yang sesuai
dengan fungsi dan peran sebagai laki-laki atau perempuan
dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-
nilai yang berlaku.
7. Pengembangan Pribadi Peserta didik mampu melakukan aktivitas keseharian untuk
mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya,
memiliki sifat positif terhadap diri sendiri, mengenali
kualitas dan minat diri, serta
memiliki karakter kejujuran dan tanggung jawab.
8. Perilaku Peserta didik mampu menampilkan contoh perilaku hemat,
kewirausahaan, gigih, kompetitif dan kolaboratif dalam mengembangkan jiwa
Perilaku Ekonomis kewirausahaan untuk mencapai kemandirian hidup.
9. Wawasan dan Kesiapan Peserta didik mampu menentukan pilihan pendidikan
Karier lanjutan yang sesuai dengan kemampuan diri seperti
memiliki keyakinan tujuan hidup dan cita-cita, merencanakan
strategi pengembangan diri, serta membiasakan gemar
membaca untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
10. Kematangan Hubungan Peserta didik mampu menyelaraskan norma- norma
dengan Teman Sebaya pergaulan teman sebaya dengan latar belakang yang beragam
seperti membangun kepercayaan dalam suatu hubungan,
bekerja sama dengan orang lain, memiliki solidaritas dan
bersahabat dengan teman sebaya.
ALUR CAPAIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

ASPEK TATARAN FASE D (SMP)


No PERKEMBANGAN INTERNALISAS PADA FASE INI PESERTA DIDIK DAPAT:
I TUJUAN
Pengenalan Mengaitkan nilai nilai agama yang telah
1 Landasan Hidup dipelajari dengan aktivitas sehari hari.
Religius Akomodasi Menghargai berbagai bentuk tata cara ibadah
yang dijalankan olehnya maupun orang lain.
Tindakan Memperbaiki kebiasaan perilaku yang kurang
sesuai dengan keyakinannya.
Pengenalan Menampilkan perilaku sosial yang sesuai
Landasan Perilaku norma dan etika perilaku sosial remaja pada
2
Etis kehidupan bermasyarakat.
Akomodasi Meyakini pentingnya norma dan etika perilaku
sosial bagi remaja pada kehidupan
bermasyarakat.
Tindakan Menampilkan perilaku sosial yang sesuai
norma dan etika perilaku sosial remaja pada
kehidupan bermasyarakat.
Pengenalan Mengembangkan ekspresi perasaan diri sendiri
secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan
konflik.
3 Kematangan Emosi Akomodasi Mengelola ekspresi perasaan diri sendiri
secara tepat atas dasar pertimbangan
kontekstual
Tindakan Mengembangkan ekspresi perasaan diri sendiri
secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan
konflik.
4 Kematangan Pengenalan Mengembangkan alternatif pengambilan
Intelektual keputusan dan pengentasan masalah
berdasarkan pengalaman pada saat
menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.
Akomodasi Memadukan keragaman alternatif
pengambilan keputusan dan pengentasan
masalah menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.
Mengembangkan alternatif pengambilan
Tindakan keputusan dan pengentasan masalah
berdasarkan pengalaman pada saat
menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.
Menunjukkan kemampuan interaksi dengan
5. Kesadaran Pengenalan orang lain sesuai hak dan kewajiban.
Tanggungjawab Akomodasi Menyadari hak dan kewajiban serta tanggung
jawab untuk menjalin persahabatan dan
keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
Saling menghormati, memahami, dan memiliki
Tindakan dalam berinteraksi dengan orang lain sesuai hak
dan kewajiban atas dasar rasa kasih sayang.
Menjelaskan fungsi peran sosial antara laki-laki
Pengenalan dan perempuan sesuai dengan budaya dan
6. Kesadaran Gender nilai-nilai yang berlaku.
Akomodasi Menghargai fungsi dan peran sebagai laki-laki
atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari
sesuai dengan budaya dan nilai- nilai yang
berlaku.
Menampilkan perilaku yang sesuai dengan
Tindakan fungsi dan peran sebagai laki-laki atau
perempuan dalam kehidupan sehari-hari
sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang
berlaku.
Mengidentifikasi berbagai aktivitas keseharian
untuk mengembangkan potensi dan hobi yang
7 Pengembangan Pengenalan dimilikinya.
Pribadi Akomodasi Bersikap positif terhadap aktivitas
keseharian untuk mengembangkan
potensi dan hobi yang dimilikinya.
Tindakan Melakukan aktivitas keseharian untuk
mengembangkan potensi dan hobi yang
dimilikinya
Perilaku Pengenalan Mengidentifikasi perilaku hemat, ulet, dan
Kewirausahaan kompetitif dengan karakteristik jiwa
8 / Kemandirian kewirausahaan
Perilaku Ekonomis Akomodasi Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet,
kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif dengan
karakteristik wirausaha.
Tindakan Menampilkan contoh perilaku hemat, ulet,
kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif dalam
karakteristik jiwa kewirausahaan.
Pengenalan Memilih alternatif pendidikan SLTA yang
Wawasan Kesiapan sesuai dengan kemampuan diri dalam rangka
9 Karir merencanakan karier.
Akomodasi Meyakini alternatif pendidikan SLTA yang
sesuai dengan kemampuan diri.
Tindakan Menentukan pilihan pendidikan SLTA dan
pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
diri.
Pengenalan Mengidentifikasi keterkaitan antara norma diri
Kematangan sendiri dengan fenomena pergaulan di
10 Hubungan dengan lingkungan teman sebaya
Teman Sebaya Akomodasi Menghargai perbedaan norma yang dianut
oleh lingkungan teman sebaya
Tindakan Menyelaraskan norma-norma pergaulan
dengan teman sebaya yang lebih beragam
latar belakang
KOMPONEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Layanan Dasar

 Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif kepada seluruh peserta
didik kelas 7.
 Fokus pada pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier.
 Contoh: Pengenalan diri, adaptasi dengan lingkungan SMP, keterampilan belajar efektif, dan
manajemen emosi dasar.

2. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual

 Membantu peserta didik mengenali minat, bakat, potensi, dan cita-citanya.


 Menyusun rencana pengembangan diri yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan masa
depan.
 Contoh: Asesmen minat bakat, konseling karier awal, bimbingan penentuan arah kegiatan
ekstrakurikuler.

3. Layanan Responsif

 Menangani kebutuhan mendesak atau permasalahan yang dihadapi peserta didik.


 Memberikan bantuan secara cepat dan tepat pada kasus-kasus tertentu.
 Contoh: Konseling individual terkait konflik dengan teman sebaya, masalah keluarga, atau
penurunan prestasi.

4. Layanan Dukungan Sistem

 Mendukung efektivitas layanan BK melalui kerja sama dengan guru mata pelajaran, wali
kelas, orang tua, dan pihak sekolah lainnya.
 Contoh: Workshop parenting, kolaborasi dengan wali kelas, koordinasi dengan guru lain
dalam mendukung perkembangan peserta didik.
BIDANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Pribadi

Membantu peserta didik memahami dan mengembangkan potensi diri, mengenali kekuatan serta
kelemahan, mengelola emosi, dan membangun kepribadian yang sehat.

Contoh layanan:

 Konseling pribadi tentang manajemen emosi


 Bimbingan tentang kepercayaan diri
 Layanan pengembangan minat dan bakat

2. Sosial

Membantu peserta didik membangun hubungan sosial yang positif, etika pergaulan, dan
keterampilan komunikasi dengan teman, keluarga, dan masyarakat.

Contoh layanan:

 Bimbingan keterampilan komunikasi


 Layanan mediasi konflik antar teman
 Bimbingan etika bermedia sosial

3. Belajar

Mendukung peserta didik dalam meningkatkan keterampilan belajar, mengatasi kesulitan belajar,
dan mengembangkan strategi belajar efektif.

Contoh layanan:

 Layanan strategi belajar efektif


 Bimbingan manajemen waktu belajar
 Konseling kesulitan belajar

4. Karir

Membantu peserta didik mengenali potensi karir, membuat perencanaan masa depan, dan
mengambil keputusan yang tepat tentang studi lanjutan atau dunia kerja.

Contoh layanan:

 Layanan informasi karir


 Bimbingan memilih jurusan
DATA SISWA ASUH
TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Pas Poto

3x4

1. Nama Siswa : ………………………………………………………………………………..


2. Kelas : ………………………………………………………………………………..
3. Tempat tanggal Lahir : ………………………………………………………………………………..
4. Jenis Kelamin : ………………………………………………………………………………..
5. Agama : ………………………………………………………………………………..
6. Alamat
a. Jalan : ………………………………………………………………………………..
b. Desa/ Kelurahan : ………………………………………………………………………………..
c. Kecamatan : ………………………………………………………………………………..
d. Kabupaten/ Kota : ………………………………………………………………………………..
e. Provinsi : ………………………………………………………………………………..
7. No. HP Siswa : ………………………………………………………………………………..
8. Data Ayah
a. Nama : ………………………………………………………………………………..
b. Pekerjaan : ………………………………………………………………………………..
c. Penghasilan : ………………………………………………………………………………..
d. Nomor HP : ………………………………………………………………………………..
9. Data Ibu
a. Nama : ………………………………………………………………………………..
b. Pekerjaan : ………………………………………………………………………………..
c. Penghasilan : ………………………………………………………………………………..
d. Nomor HP : ………………………………………………………………………………..
10. Jumlah Kendaraan : Mobil ……. Motor ……. Sepedah …….
11. Mendapatkan Bantuan : PIP PKH

12. Nomer PKH/ PIP : ………………………………………………………………………………..


ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK (KELAS 8)

Nama :
Kelas :
Petunjuk :

NO PERNYATAAN YA TIDAK
1 Saya kadang lupa bersyukur atas nikmat dan karunia dari Tuhan YME
2 Saya kurang memahami tentang profil pelajar pancasila
Saya merasa belum paham etika yang baik dan benar dalam pergaulan teman
3
sebaya
4 Saya merasa sulit mematuhi tata tertib di sekolah
5 Kadang-kadang saya masih suka menyontek pada waktu ulangan
Waktu saya banyak dihabiskan untuk bermain game atau games online dan
6
membuka sosial media
7 Saya sulit meminta maaf jika melakukan kesalahan terhadap orang lain
8 Saya masih merasa belum memiliki rasa percaya diri
9 Saya belum tahu cara mengendalikan emosi
10 Saya belum tahu cara melakukan eksplorasi bakat secara mandiri
11 Saya belum memahami tentang disiplin positif
12 Kondisi keluarga saya sedang tidak harmonis
13 Saya sedang mempunyai masalah dengan anggauta keluarga di rumah
14 Saya merasa belum bisa menjadi pribadi yang mandiri
15 Saya merasa belum mampu mengembangkan sikap toleransi
16 Saya merasa sulit mengendalikan ketergantungan dengan handphone
17 Saya merasa tidak betah tinggal di rumah sendiri
18 Saya merasa tidak pernah di perhatikan dari orang tua
19 Kata maaf, tolong dan terimakasih kadang lupa saya ucapkan dalam pergaulan
Saya belum tahu tentang bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara
20
mensikapinya
21 Saya belum tahu mengenai kekerasan seksual dan cara pencegahannya
22 Saya sedang mempunyai masalah dengan teman di sekolah
23 Saya belum tahu cara untuk menjaga persahabatan agar tetap langgeng
24 Saya belum tahu tentang bullying dan cara mensikapinya
25 Saya sukar bergaul dengan teman-teman di sekolah
26 Saya merasa masih sedikit pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja
27 Saya belum banyak tahu tentang dampak dari pacaran
28 Saya malu jika membicarakan masalah seks dan pacar kepada orang tua
29 Saya merasa malu jika bergaul dengan teman yang beda jenis kelamin
30 Saya merasa takut bertanya atau menjawab di kelas
31 Saya belum paham yang harus dilakuan dengan adanya pemanasan global
Saya belum mengetahui banyak tentang jenis obat-obat terlarang serta
32
dampaknya
33 Saya belum tahu cara memilih lembaga bimbingan belajar
34 Saya merasa tidak memiliki semangat belajar
35 Saya belum tahu cara meraih prestasi di sekolah
36 Saya belum paham tentang gaya belajar dan strategi yang sesuai dengannya
37 Saya merasa kesulitan dalam memahami pelajaran
38 Saya belum terbiasa belajar bersama atau kelompok
39 Saya merasa belum menenumkan cara belajar yang efektif
40 Saya selalu malas untuk belajar di rumah
41 Saya belajarnya jika akan ada ulangan atau ujian saja
42 Orang tua kurang peduli dengan kegiatan belajar saya
43 Saya belum bisa membuat peta pikiran (mind mapping)
44 Saya belum mengenal tentang macam-macam kecerdasan
45 Saya belum paham cara kerja otak kiri dan otak kanan
46 Saya sering dimarahi orang tua karena boros
47 Saya tidak terbiasa menabung
48 Saya kurang dapat menyalurkan bakat dan minat di sekolah
49 Saya belum tahu tentang prospek karir untuk setiap mapel
50 Saya belum banyak tahu tentang jenis-jenis profesi di masyarakat dan
Prospeknya
JADWAL PELAYANAN KONSELING

Jenis Layanan Hari Sasaran Jam ke-


Layanan Klasikal Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Layanan Konseling Senin s/d Sabtu Situasional/ sesuai *menyesuaikan
Individu kebutuhan *responsif
Bimbingan dan Senin *menyesuaikan
Konseling Kelompok Jumat *menyesuaikan
Layanan Konsultasi Senin s/d Sabtu Siswa kelas 7 yang Jam istirahat
membutuhkan.
Layanan Mediasi Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai *menyesuaikan
kebutuhan *responsif
Konferensi Kasus Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai *menyesuaikan
kebutuhan *responsif
Home Visit Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai *menyesuaikan
kebutuhan *responsif
Referal/Alih tangan Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai *menyesuaikan
kasus kebutuhan *responsif

Mengetahui, ......................................., Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru BK,

............................................. ................................
NIP.
DESKRIPSI KEBUTUHAN

Kebutuhan peserta didik/ konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik dan hasil
asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru bimbingan dan
konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment), tujuan penyusunan
instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan [Link] hasil
needs assessment menggunakan angket dapat dipaparkan deskripsi kebutuhan sebagai
berikut :

Bidang Layanan Hasil Asesment Kebutuhan Rumusan Kebutuhan


Pribadi Mulai mengalami kebingungan Pendampingan dalam
dalam mengenal jati diri dan memahami identitas diri dan
perubahan emosi mengelola emosi remaja
Cenderung kehilangan motivasi Strategi meningkatkan motivasi
belajar karena bosan dengan dan semangat belajar di kelas
rutinitas sekolah menengah
Sosial Mengalami tekanan kelompok Keterampilan membuat
teman sebaya (peer pressure) keputusan yang tepat di tengah
pengaruh teman sebaya
Menghadapi konflik Pendampingan membangun
pertemanan karena perbedaan komunikasi asertif dan
pendapat penyelesaian konflik secara
sehat
Belajar Mengalami kesulitan dalam Penguatan keterampilan
menyusun jadwal belajar yang manajemen waktu dan disiplin
konsisten belajar mandiri
Mulai terdistraksi oleh game Edukasi strategi fokus belajar
dan media sosial saat dan kontrol diri terhadap
mengerjakan tugas distraksi digital
Karir Bingung menentukan arah cita- Pengembangan eksplorasi
cita setelah mengenal lebih minat, bakat, dan informasi
banyak pilihan lanjutan mengenai jurusan dan
karir
Kurang memahami hubungan Pendampingan menyusun
prestasi dengan peluang karir langkah awal perencanaan karir
di masa depan sesuai potensi diri
MERUMUSKAN TUJUAN

Rumusan tujuan dibuat berdasarkan deskripsi kebutuhan peserta didik/[Link] tujuan


yang akan dicapai disusun dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik/konseli
setelah memperoleh layanan bimbingan dan konseling.

Bidang Layanan Rumusan Kebutuhan Rumusan Tujuan Khusus


Pribadi Pendampingan dalam Peserta didik/konseli mampu
memahami identitas diri dan mengenali perubahan emosi diri dan
mengelola emosi remaja mengelola emosi remaja secara
sehat.
Strategi meningkatkan motivasi Peserta didik/konseli memiliki
dan semangat belajar di kelas motivasi belajar yang meningkat
menengah dan mampu mempertahankan
semangat belajar di kelas
menengah.
Sosial Keterampilan membuat Peserta didik/konseli mampu
membuat keputusan yang tepat dan
keputusan yang tepat di tengah
bijaksana meskipun berada di bawah
pengaruh teman sebaya tekanan teman sebaya.
Pendampingan membangun Peserta didik/konseli mampu
komunikasi asertif dan berkomunikasi asertif dan
penyelesaian konflik secara menyelesaikan konflik dengan
sehat teman sebaya secara sehat.
Belajar Penguatan keterampilan Peserta didik/konseli mampu
manajemen waktu dan disiplin menyusun jadwal belajar mandiri
belajar mandiri yang konsisten dan efektif.
Edukasi strategi fokus belajar Peserta didik/konseli mampu
dan kontrol diri terhadap mengurangi distraksi digital dan
distraksi digital meningkatkan fokus saat belajar
di rumah atau sekolah.
Karir Pengembangan eksplorasi Peserta didik/konseli mampu
minat, bakat, dan informasi mengenali potensi diri dan minat
lanjutan mengenai jurusan dan secara lebih mendalam untuk
karir perencanaan karir awal.
Pendampingan menyusun Peserta didik/konseli mampu
langkah awal perencanaan karir membuat rencana awal langkah
sesuai potensi diri karir yang realistis sesuai dengan
minat, bakat, dan pengalaman
pribadi.
RENCANA KEGIATAN/ ACTION PLAN

Bidang Tema/ Tujuan Komponen Strategi Capaian Berkesadaran Bermakna Menggembirakan Metode Media Evaluasi
Layana Topik Layanan Layanan Layanan Layanan
n
Peserta
didik/konseli
Flashc
mampu
Mengen ard
mengenali Siswa Cerama
ali Sadar Mengerti emosi,
perubahan Layanan mengenali Ice-breaking h, Proses &
Pribadi Perubah Klasikal perubahan dampak lemba
emosi diri Dasar perubahan ekspresi wajah diskusi, Hasil
an emosi emosi r
dan emosi diri roleplay
Emosi reflek
mengelola
si
emosi remaja
secara sehat
Peserta
Audio
didik/konseli
Siswa relaks
mampu Latihan
Strategi memprakti Sadar Mengaplikas asi,
menerapkan Layanan Games “Ekspresi praktik Proses &
Pribadi Mengelo Klasikal kkan pentingnya ikan teknik lemba
strategi sehat Dasar Sehat” & Hasil
la Emosi teknik kontrol diri relaksasi r
untuk roleplay
coping reflek
mengelola
si
emosi
Peserta
Sadar Mengaitkan Lemb
didik/konseli Siswa
pengaruh motivasi Diskusi, ar
Motivas memiliki Layanan memahami Games “Semangat Proses &
Pribadi Klasikal motivasi dengan challen motiv
i Belajar motivasi Dasar pentingny Belajar” Hasil
terhadap pengalaman ge asi,
belajar yang a motivasi
prestasi sendiri PPT
meningkat
Memper Peserta
Siswa
tahanka didik/konseli Mengerti Lemb
membuat Diskusi
n mampu Layanan Sadar dampak pentingnya Challenge “7 Hari ar Proses &
Pribadi Klasikal rencana &
Semang mempertahan Dasar konsistensi disiplin Semangat Belajar” jadwal Hasil
belajar praktik
at kan semangat belajar , timer
harian
Belajar belajar
Sosial Keputus Peserta Layanan Klasikal Siswa Sadar peer Memahami Simulasi situasi Rolepla Kartu Proses &
an Bijak didik/konseli Dasar mengenali pressure konsekuensi teman sebaya y, situasi Hasil
di mampu pengaruh keputusan diskusi , video
Tengah membuat teman
Teman keputusan
tepat meski
Sebaya ada tekanan
teman sebaya
Peserta Siswa Lemb
Membu didik/konseli memprakti ar
Sadar proses Mengerti Diskusi
at mampu Layanan kkan Games “Pilih piliha Proses &
Sosial Klasikal pengambilan dampak &
Pilihan menentukan Dasar pengambil Tindakan Tepat” n, Hasil
keputusan keputusan refleksi
Bijak pilihan yang an kartu
tepat keputusan kasus
Peserta Siswa
Sadar cara Mengaplikas Rolepla Kartu
Komuni didik/konseli belajar
Layanan bicara ikan Roleplay dialog y& dialog, Proses &
Sosial kasi mampu Klasikal teknik
Dasar memengaruhi komunikasi asertif tanya papan Hasil
Asertif berkomunika komunikas
hubungan efektif jawab tulis
si asertif i sehat
Kartu
Peserta
Siswa konfli
Penyele didik/konseli Sadar Mengerti
memprakti k,
saian mampu Layanan pentingnya cara Studi kasus & Diskusi, Proses &
Sosial Klasikal kkan lemba
Konflik menyelesaika Dasar komunikasi menyelesaik simulasi roleplay Hasil
penyelesai r
Sehat n konflik sehat an konflik
an konflik reflek
teman sebaya
si
Peserta
didik/konseli Siswa
Manaje Mengerti Diskusi, Lemb
mampu membuat
men Layanan Sadar akibat pentingnya Challenge “Jadwal 7 praktik ar Proses &
Belajar menyusun Klasikal jadwal
Waktu Dasar menunda tugas disiplin Hari” langsun jadwal Hasil
jadwal belajar belajar
Belajar belajar g , timer
mandiri yang harian
konsisten
Peserta
Siswa
didik/konseli PPT,
memprakti Sadar Mengerti Cerama
Fokus mampu Layanan Games “Detoks HP 5 stiker Proses &
Belajar Klasikal kkan gangguan HP & dampak h&
Belajar mengurangi Dasar Menit” remin Hasil
strategi media sosial distraksi refleksi
distraksi der
fokus
digital
Peserta Siswa Lemb
Cerama
Strategi didik/konseli menemuka Mengaplikas ar
Layanan Sadar tiap Quiz & diskusi gaya h & quiz Proses &
Belajar Belajar mampu Klasikal n gaya ikan strategi gaya
Dasar orang berbeda belajar interakt Hasil
Efektif memilih belajar belajar belaja
if
metode efektif r
Belajar Disiplin belajar sesuai Layanan Klasikal Siswa Sadar prioritas Memahami Challenge “To-Do Diskusi Sticky Proses &
mampu
dampak notes,
Belajar menepati &
Dasar penting menunda List Harian” papan Hasil
Mandiri gaya mereka tenggat & praktik
tugas tulis
Peserta fokus
didik/konseli
mampu
Peserta Kartu
didik/konseli poten
Eksplor Siswa Mengaitkan
mampu Diskusi si,
asi Layanan menilai Sadar potensi potensi Games “Tukar Kartu Proses &
Karir mengenali Klasikal & lemba
Minat & Dasar minat & diri dengan cita- Potensi” Hasil
potensi diri sharing r
Bakat bakat cita
lebih pemet
mendalam aan
Peserta
didik/konseli Lemb
Siswa
mampu ar
Peta menyusun Mengerti Permai
memetakan Layanan Sadar feedback Ice-breaking peta, Proses &
Karir Potensi Klasikal peta refleksi nan &
minat & bakat Dasar teman penting “Potensi Unik” kartu Hasil
Diri potensi teman diskusi
berdasar poten
diri
pengalaman si
& teman
Mengen Peserta Siswa
al didik/konseli mengenal Diskusi, Kartu
Mengaitkan
Profesi memahami Layanan profesi & Sadar banyak quiz profes Proses &
Karir Klasikal dengan cita- Tebak profesi
& Jalur profesi & Dasar jalur pilihan karir interakt i, Hasil
cita pribadi
Pendidi jalur pendidika if video
kan pendidikan n
Lemb
Peserta
ar
didik/konseli Siswa Mengaitkan
Rencana Diskusi renca
mampu Layanan membuat Sadar cita-cita prestasi Challenge “1 Proses &
Karir Karir Klasikal & na,
menyusun Dasar mini action butuh langkah teman Langkah Kecil” Hasil
Awal refleksi stiker
langkah awal plan sebaya
motiv
rencana karir
asi
Pribadi Mengelo Siswa mampu Layanan Bimbinga Siswa Diskusi tentang Roleplay Brainstorming & Diskusi Flashc Proses &
la Emosi mengenali Dasar n mengenali emosi diri menghadapi simulasi emosi kelomp ard Hasil
Remaja emosi diri Kelompo emosi diri situasi sulit ok & emosi,
dan k dan roleplay lemba
menerapkan mampu r
strategi sehat mengelola
dalam emosi reflek
menghadapi secara si
situasi sulit positif
Siswa mampu
Lemb
mempertahan Siswa Diskusi
ar
Mening kan semangat Bimbinga menunjuk &
Refleksi Menyusun motiv
katkan belajar meski Layanan n kan Mini challenge & challen Proses &
Pribadi pengalaman strategi asi,
Motivas menghadapi Dasar Kelompo motivasi diskusi interaktif ge Hasil
belajar motivasi diri poster
i Belajar tantangan k belajar motivas
inspir
atau meningkat i
asi
kebosanan
Siswa mampu
Keputus Siswa
membuat
an Bijak mampu
keputusan Simulas
di Bimbinga mengambil
yang tepat i kasus Kartu
Tengah Layanan n keputusan Diskusi tentang Analisis Proses &
Sosial dan bijaksana Roleplay & simulasi peer situasi
Tekana Dasar Kelompo tepat di peer pressure kasus nyata Hasil
meski berada pressur , video
n k bawah
di bawah e
Teman tekanan
tekanan
Sebaya teman
teman sebaya
Siswa Self-
Siswa mampu
mampu mappin Kartu
mengenali
Eksplor memetaka g& poten
minat, bakat, Bimbinga
asi Karir n potensi brainst si,
dan Layanan n Diskusi tentang Sharing Self-mapping & Proses &
Karir & diri dan orming lemba
menyusun Dasar Kelompo minat & bakat pengalaman brainstorming Hasil
Potensi minat r
langkah awal k
Diri untuk reflek
perencanaan
rencana si
karir
karir awal
Pengembangan Tema/Topik Program BK

TEMA/ TOPIK JUDUL Bidang Fokus SKKPD Indikator Capaian Waktu


MATERI Layanan Kompetensi Pelaksanaan
Siswa mampu Juli
mengenali Siswa mengenali
perubahan emosi emosi diri yang
Mengenali Sadar Kematangan
Pribadi diri dan muncul dan
Perubahan Emosi Emosi Diri Emosi
mengelola emosi menyadari
remaja secara pengaruhnya
sehat
Siswa mampu Agustus
Siswa
menerapkan
Strategi Ekspresi Kematangan mempraktikkan
Pribadi strategi sehat
Mengelola Emosi Sehat Emosi teknik coping dan
untuk mengelola
relaksasi
emosi
Siswa memahami Desember
Siswa memiliki
Semangat Kematangan pentingnya motivasi
Motivasi Belajar Pribadi motivasi belajar
Belajar Emosi dan membuat
yang meningkat
rencana belajar
Siswa dapat Februari
Mempertahanka 7 Hari Siswa mampu
Kematangan mengikuti jadwal
n Semangat Semangat Pribadi mempertahankan
Emosi belajar harian
Belajar Belajar semangat belajar
secara konsisten
Siswa mampu Juli
Siswa mengenali
membuat
Keputusan Bijak pengaruh teman dan
Pilihan keputusan tepat Kematangan
di Tengah Teman Sosial memahami
Bijak meski ada Sosial
Sebaya konsekuensi
tekanan teman
keputusan
sebaya
Siswa mampu Oktober
Pilih Siswa mampu mempraktikkan
Membuat Pilihan Kematangan
Tindakan Sosial menentukan pengambilan
Bijak Sosial
Tepat pilihan yang tepat keputusan yang
bijak
Siswa Juni
Siswa mampu
Komunikasi Bicara Kematangan mengaplikasikan
Sosial berkomunikasi
Asertif Efektif Sosial teknik komunikasi
asertif
sehat
Siswa Januari
Siswa mampu
mempraktikkan
Penyelesaian Konflik menyelesaikan Kematangan
Sosial penyelesaian konflik
Konflik Sehat Sehat konflik teman Sosial
melalui komunikasi
sebaya
sehat
Siswa mampu Siswa membuat April
Manajemen Pintar Atur menyusun jadwal Kematangan jadwal belajar
Belajar
Waktu Belajar Waktu belajar mandiri Intelektual harian dan
yang konsisten mengikutinya
Siswa dapat belajar November
Fokus Siswa mampu
Kematangan 30–45 menit tanpa
Fokus Belajar Tanpa Belajar mengurangi
Intelektual membuka media
Distraksi distraksi digital
sosial
Siswa mampu Siswa menerapkan Mei
Gaya
Strategi Belajar memilih metode Kematangan strategi belajar
Belajar Belajar
Efektif belajar sesuai Intelektual sesuai gaya masing-
Asik
gaya mereka masing
Siswa membuat to- Februari
Siswa mampu
Disiplin Belajar To-Do List Kematangan do list dan
Belajar menepati tenggat
Mandiri Harian Intelektual menyelesaikan tepat
& fokus
waktu
Eksplorasi Minat Tukar Karir Siswa mampu Wawasan Siswa menilai minat September
mengenali potensi & bakat serta
Kartu Kesiapan
& Bakat diri lebih mengaitkan dengan
Potensi Karir
mendalam cita-cita
Siswa mampu September
Siswa menyusun
Potensi memetakan minat Wawasan
peta potensi diri
Peta Potensi Diri Versi Karir & bakat berdasar Kesiapan
dengan feedback
Teman pengalaman & Karir
teman
teman
Siswa menyebutkan Januari
Mengenal Profesi Siswa memahami Wawasan profesi yang
Tebak
& Jalur Karir profesi & jalur Kesiapan diminati dan
Profesi
Pendidikan pendidikan Karir hubungannya
dengan pendidikan
Siswa mampu Maret
Wawasan Siswa membuat
Rencana Karir 1 Langkah menyusun
Karir Kesiapan mini action plan
Awal Kecil langkah awal
Karir langkah karir awal
rencana karir
Siswa berdiskusi Agustus
Siswa mengenali
dan mempraktikkan
Mengelola Emosi Diskusi emosi diri dan Kematangan
Pribadi strategi sehat
Remaja Emosi mengelola emosi Emosi
menghadapi situasi
secara positif
sulit
Siswa menyusun Maret
Mini Siswa
Meningkatkan Kematangan strategi motivasi
Challenge Pribadi mempertahankan
Motivasi Belajar Emosi diri dan mengikuti
Motivasi semangat belajar
mini challenge
Keputusan Bijak Siswa membuat Siswa menganalisis Oktober
Simulasi
di Tengah keputusan tepat Kematangan kasus nyata dan
Peer Sosial
Tekanan Teman di bawah tekanan Sosial mempraktikkan
Pressure
Sebaya teman roleplay
Siswa mengenali November
Siswa memetakan
Self- minat, bakat, dan Wawasan
Eksplorasi Karir potensi diri dan
Mapping & Karir menyusun Kesiapan
& Potensi Diri membagikan
Sharing langkah awal Karir
rencana karir awal
perencanaan karir

Dukungan Sistem

Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi

Administrasi & Asesmen Jurnal, Profil Digital, Asesmen Monitoring perkembangan siswa
Non-tes

Kolaborasi Workshop Wali Kelas dan Pendampingan rencana belajar/karir siswa


Orang Tua

Pengembangan Profesional Pelatihan Guru BK Peningkatan kompetensi guru

Media BK Inovatif Podcast, Video, Papan Digital Media penyampaian layanan kreatif
RENCANA EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi yang diharapkan telah

dimiliki peserta didik. Untuk itu setiap akhir pemberian layanan diperlukan adanya feedback

untuk mengetahui keberhasilan layanan yang diberikan dengan mengetahui apakah kompetensi

yang diharapkan dari materi yang diberikan sudah dimiliki oleh peserta didik. Dengan

demikian maka yang perlu diketahui adalah kondisi nyata keadaaan peserta didik terkait

dengan materi layanan yang diberikan.

Sasaran penilaian bimbingan dan konseling berorientasi pada perubahan tingkah laku

(termasuk di dalamnya pendapat, nilai dan sikap) serta perkembangan siswa. Oleh karena

itu penilaian dilakukan dalam proses dan hasil pencapaian kemajuan perubahan tingkah laku

dan perkembangan siswa tersebut.

Penilaian Proses

Penilaian proses kegiatan layanan BK dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-

unsur sebagaimana tercantum dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas

dan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Penilaian proses bimbingan dan konseling ditujukan

kepada penilaian selama proses yang dapat dilakukan dengan

 Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegistan layanan

 Mengungkapkan pemahaman siswa atas materi yang disajikan atau pemahaman atas

masalah yang dialaminya

 Mengungkapkan kegunaan layanan dan mengamati perkembangan siswa

 Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan

Penilaian hasil

Untuk memperoleh informasi keefektifan layanan peminatan ditinjau dari hasilnya.

Fokus Penilaian
Understanding : diperolehnya informasi dan pemahaman baru

Comfort : dicapaianya keringanan beban perasaan

Action : disusunnya rencana kegiatan pasca konseling dalam rangka perwujudan upaya

pengembangan diri dan/ atau pengentasan masalah klien

Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil evaluasi kemudian dibuatkan laporan keterlaksanaan program layanan

untuk tindak lanjut kegiatan dalam upaya pencapaian tujuan berbentuk rekomendasi
SARANA DAN PRASARANA YANG DIPERLUKAN ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT:

Sarana

a. Alat pengumpul data, contoh :

1) Format-format

2) Pedoman observasi

3) Pedoman wawancara

4) Angket/ data pribadi

5) Catatan harian

6) Daftar nilai prestasi belajar

7) Catatan konseling konseling

8) Instrumen pengembangan bakat dan minat

b. Alat penyimpan data, contoh :

1) Buku perkembangan pribadi

2) Cummulative Record

3) Basis Data Prestasi Akademik

4) Daftar Peserta Didik Asuh

c. Perlengkapan teknis, contoh :

1) Buku pedoman/petunjuk

2) Blanko surat

3) Agenda surat

4) Perangkat komputer

Prasarana

Prasarana penunjang layanan :

a. Ruang bimbingan dan konseling terdiri atas : ruang tamu, ruang kerja, ruang

bimbingan dan konseling kelompok/ diskusi, ruang dokumentasi.

b. Anggaran biaya untuk menunjang kegiatan layanan terdiri atas biaya/ anggaran

biaya yang diperlukan, home visit


ANGGARAN BIAYA

Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang dialokasikan

untuk kegiatan bimbingan dan konseling, perencanaan sarana dan biaya disusun

secara rasional berdasarkan kebutuhan.

Rencana anggaran berisi uraian jenis kegiatan dan rincian besar anggaran yang

dibutuhkan. Jumlah besar anggaran menunjukkan kebutuhan besaran anggaran untuk

mendukung keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Rencana anggaran

disusun untuk mendukung implementasi program secara cermat, rasional dan

realistik.

Adapun rencana anggaran kegiatan bimbingan dan konseling pada pelajaran

2024/2025 tahun ini secara garis besar dapat dilihat pada tabel rincian anggaran

bimbingan dan konseling berikut ini:

Tabel 1.5 Rencana Anggaran Kegiatan Bimbingan dan Konseling Tahun


Pelajaran 2025/2026

NO KEBUTUHAN RASIO VOLUME JUMLAH


DAN DANA
1 Fotokopi Instrumen 919 eksemplar x Rp. 459.500,-
RP.500,-
need assesment

2 Lembar jawab Angket 919 lembar x Rp. Rp. 459.500,-


500,-

3 Kertas 2 rim HVS 70 gram x Rp. 120.000,-

Rp. 60.000,-

4 Tinta printer 2 Botol X Rp. 25.000,- Rp. 50.000,-

5 Spidol Boardmaker 2 X RP. 7.000,- Rp. 14.000,-

6 Kertas cover 8 X RP. 5000,- Rp. 40.000,-

7 Kontribusi Works 3 X Rp.100.000,- Rp. 300.000,-


shotingkat kota dan
provinsi

8 Tranport Home Visit 12 X 31 X 50.000,- Rp. 18.600.000,-

9 Buku Penunjang 3 X 150.000 Rp. 300.000,-

10 Lemari filling kabinet 1 X Rp.1.500.000 Rp. 1.500.000

Total Rp. 21.803.000,-


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai menghadapi emosi remaja yang fluktuatif,
beberapa kesulitan mengenali dan mengekspresikan perasaan.

2. Karakteristik Materi Materi aplikatif, reflektif, kontekstual, fokus pada pengenalan emosi
pelajaran dan strategi pengelolaan emosi.

3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME:


menyadari pentingnya menghargai waktu yang diberikan
sebagai amanah.
 Penalaran Kritis: menganalisis penyebab menunda tugas
dan dampaknya.
 Kreativitas: menyusun jadwal belajar yang menarik dan
realistis.
 Kemandirian: mampu mengatur waktu belajar sendiri
tanpa tergantung orang lain.
 Kolaborasi: berbagi strategi dan tips belajar efektif dengan
teman.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan  Siswa mampu mengenali perubahan emosi diri dan


mengelola emosi remaja secara sehat.

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Agama

3. Tujuan Layanan BK  Mengenali jenis emosi yang muncul dalam berbagai situasi.
 Menyadari dampak emosi terhadap perilaku dan interaksi
sosial.
 Menerapkan strategi pengelolaan emosi yang sehat.

4. Topik Layanan “Sadar Emosi Diri”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking, diskusi, roleplay, refleksi

6. Kemitraan dan  Guru BK, teman sebaya sebagai partner sharing, lingkungan
lingkungan pembelajaran kelas mendukung diskusi.

7. Pemanfaatan digital  Flashcard emosi, lembar refleksi digital/cetak, video pendek


pengelolaan emosi.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa & doa pembuka.


 Ice Breaking: “Ekspresi Wajah Emosi” – siswa
mengekspresikan emosi hari ini dengan wajah/gesture.
 Tanya: “Bagaimana perasaanmu saat menghadapi situasi
sulit?”

Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan jenis emosi remaja dan dampaknya.


 Diskusi: contoh kasus nyata dalam interaksi teman sebaya.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Roleplay situasi emosi: siswa mempraktikkan cara


mengelola marah, sedih, atau cemas.
 Refleksi kelompok: strategi mana yang paling efektif.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menulis: “Satu strategi yang akan kupraktikkan


minggu ini untuk mengelola emosiku”.

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Mengenali emosi adalah langkah


pertama untuk mengelolanya dengan sehat.”
 Siswa ucapkan afirmasi: “Aku mampu mengenali dan
mengelola emosiku dengan bijak.”
 Doa penutup

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab: Tanya jawab pengalaman emosi hari ini.

Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi, roleplay, refleksi.

Asesmen akhir Lembar refleksi & strategi pengelolaan emosi pribadi.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Sadar Emosi Diri”

1. Pengertian Emosi

 Emosi adalah reaksi perasaan yang muncul terhadap situasi tertentu.


 Jenis emosi umum: senang, sedih, marah, cemas, takut, jijik, dan terkejut.

2. Dampak Emosi

 Emosi memengaruhi keputusan, perilaku, dan hubungan dengan teman.


 Contoh: marah tanpa kontrol → konflik teman; cemas berlebihan → susah fokus belajar.

3. Strategi Sehat Mengelola Emosi


a. Tarik napas dalam & rileksasi singkat
b. Menulis jurnal atau catatan perasaan
c. Berbagi perasaan dengan teman/keluarga
d. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan atau olahraga
e. Self-talk positif: “Aku bisa mengatasi emosiku dengan tenang”

4. Aktivitas Pendukung

 Ice Breaking: “Ekspresi Wajah Emosi” – siswa menunjukkan emosi yang dirasakannya hari ini.
 Roleplay Situasi Emosi: guru memberi skenario, siswa mempraktikkan cara menenangkan
diri.
 Video Motivasi: contoh pengelolaan emosi remaja (2–3 menit).
LKPD – “Sadar Emosi Diri”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Emosi apa yang paling sering muncul saat menghadapi masalah?


2. Bagaimana perasaanmu saat emosi itu muncul?

B. Latihan Strategi Emosi

1. Pilih satu strategi sehat dari materi untuk dicoba minggu ini.
2. Tuliskan situasi kapan kamu akan menggunakan strategi itu.
3. Setelah mencoba, tulis apa hasilnya dan bagaimana perasaanmu berubah.

C. Diskusi Kelompok / Sharing

 Saling berbagi strategi yang berhasil diterapkan.


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM : 2
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Siswa mulai menghadapi situasi tekanan teman sebaya dan
kesulitan mengambil keputusan sendiri.

2. Karakteristik Materi Materi aplikatif, reflektif, fokus pada pengambilan keputusan yang
pelajaran tepat dan bijaksana di tengah tekanan teman.

3. Dimensi profil lulusan  Keimanan & Ketakwaan: menyadari pentingnya mengambil


keputusan benar meski ada pengaruh teman.
 Penalaran Kritis: menganalisis konsekuensi keputusan.
 Kreativitas: menemukan alternatif solusi cerdas.
 Kemandirian: mampu menentukan pilihan sendiri.
 Kolaborasi: berbagi pengalaman dan tips membuat
keputusan dengan teman.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan  Peserta didik mampu membuat keputusan tepat meski ada
tekanan teman sebaya.

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Agama
 Pendidikan Kewarganegaraan

3. Tujuan Layanan BK  Mengenali pengaruh teman terhadap pilihan pribadi


 Memahami konsekuensi dari setiap keputusan
 Mampu menentukan pilihan bijak di berbagai situasi sosial

4. Topik Layanan “Pilihan Bijak”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking, simulasi peer pressure, diskusi, roleplay

6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator, teman sebaya sebagai partner


lingkungan pembelajaran roleplay, kelas mendukung simulasi & sharing pengalaman

7. Pemanfaatan digital  Kartu situasi, video skenario peer pressure, lembar refleksi

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)


 Guru menyapa siswa & doa pembuka
 Ice Breaking: “Situasi Teman Sebaya” – siswa menyebutkan
pengalaman tekanan teman
 Tanya: “Pernahkah kamu melakukan sesuatu karena teman
meminta?”

Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan pengaruh teman dan konsekuensi


keputusan buruk
 Diskusi kasus nyata: contoh peer pressure (menyontek, ikut
perbuatan salah)

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Simulasi situasi tekanan teman: siswa berlatih membuat


keputusan bijak
 Roleplay: menolak atau memberi alternatif solusi secara
sopan

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menulis: “Satu keputusan bijak yang akan kuambil saat


menghadapi tekanan teman minggu ini”

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Keputusan bijak dimulai dari


kesadaran diri dan keberanian menolak pengaruh negatif”
 Siswa mengucapkan afirmasi: “Aku mampu membuat
keputusan bijak meski ada tekanan teman”
 Doa penutup

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab: Tanya jawab pengalaman peer pressure

Asesmen proses Observasi partisipasi simulasi, diskusi, roleplay

Asesmen akhir Lembar refleksi & rencana strategi menghadapi tekanan teman

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

Lampiran Materi – “Pilihan Bijak”


1. Apa itu Peer Pressure:

 Tekanan teman sebaya bisa memengaruhi keputusan


 Bisa positif (mengajak belajar) atau negatif (mengajak perbuatan salah)

2. Strategi Membuat Pilihan Bijak:

 Kenali pilihan dan konsekuensi


 Tahan diri dari tekanan teman jika salah
 Cari alternatif solusi yang aman & positif
 Gunakan kalimat sopan menolak: “Maaf, aku pilih yang lain”

3. Aktivitas Pendukung:

 Ice Breaking: pengalaman tekanan teman


 Simulasi situasi peer pressure
 Roleplay menolak atau memberikan alternatif keputusan
 Video skenario tekanan teman

LKPD – “Pilihan Bijak”


Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Pernahkah kamu dipengaruhi teman melakukan hal yang salah? Ceritakan.


2. Bagaimana perasaanmu saat menolak atau mengikuti teman?

B. Latihan Membuat Pilihan Bijak

1. Bacalah situasi berikut (diberi 3–5 kartu situasi)


2. Tentukan pilihan yang akan kamu ambil dan alasannya
3. Tuliskan konsekuensi positif dari keputusanmu

C. Sharing Kelompok

 Diskusikan pilihan bijak yang diambil teman, pelajari strategi menolak peer pressur

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM : 3
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Siswa mulai mengalami perubahan emosi dan stres ringan akibat
tugas, ujian, atau interaksi sosial. Beberapa kesulitan
mengekspresikan emosi secara sehat.
2. Karakteristik Materi Materi aplikatif dan reflektif, fokus pada strategi sehat mengelola
pelajaran emosi melalui ekspresi positif dan coping skills.

3. Dimensi profil lulusan  Keimanan & Ketakwaan: menghargai emosi diri dan
mengelolanya sebagai amanah
 Penalaran Kritis: mengenali pemicu emosi dan dampaknya
 Kreativitas: menemukan cara unik menenangkan diri
 Kemandirian: mampu mengelola emosi sendiri
 Kolaborasi: berbagi strategi sehat dengan teman

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menerapkan strategi sehat untuk mengelola
emosi.
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling

Pendidikan Agama
3. Tujuan Layanan BK  Mengenali emosi diri dan dampaknya terhadap perilaku
 Mempraktikkan strategi sehat dalam menghadapi emosi
 Mampu mengekspresikan emosi dengan cara yang positif

4. Topik Layanan Ekspresi Sehat”

5. Praktik Pedagogik Ice-breaking, games, roleplay, latihan praktik

6. Kemitraan dan Guru BK sebagai fasilitator, teman sebaya sebagai partner praktik,
lingkungan pembelajaran lingkungan kelas mendukung ekspresi positif

7. Pemanfaatan digital Audio relaksasi, lembar refleksi, video teknik coping

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa & doa pembuka


 Ice Breaking: “Ekspresi Wajah Emosi” – siswa menunjukkan
emosi yang dirasakan hari ini
 Tanya: “Bagaimana perasaanmu saat menghadapi situasi
sulit atau mengecewakan?”
Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan pentingnya mengelola emosi secara sehat


 Diskusi kasus nyata: stres saat ujian, konflik teman, marah
pada tugas

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Games “Ekspresi Sehat”: praktik teknik coping (tarik napas,


relaksasi, menulis jurnal)
 Roleplay situasi emosi dan strategi penanganannya

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menulis: “Satu teknik coping yang akan kupraktikkan


minggu ini

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Emosi bisa dikendalikan jika kita


menerapkan strategi sehat”
 Siswa mengucapkan afirmasi: “Aku mampu mengelola
emosiku dengan bijak”
 Doa penutup

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman menghadapi emosi sehari-hari

Asesmen proses Observasi partisipasi games, roleplay, praktik coping

Asesmen akhir Lembar refleksi & strategi pengelolaan emosi individu

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Ekspresi Sehat”

1. Pengertian Ekspresi Sehat:


Ekspresi sehat adalah cara mengekspresikan emosi secara positif tanpa merugikan diri sendiri atau
orang lain.

2. Dampak Emosi Tidak Terkelola:

 Stres meningkat
 Hubungan sosial terganggu
 Fokus belajar menurun

3. Strategi Ekspresi Sehat:


a. Tarik napas dalam 3–5 kali saat marah atau kesal
b. Menulis jurnal perasaan
c. Berbicara dengan teman atau guru BK
d. Aktivitas fisik ringan (jalan, stretching, olahraga ringan)
e. Menggambar atau membuat karya seni

4. Ice Breaking: “Ekspresi Wajah Emosi”


Tujuan: Mengenali dan mengekspresikan emosi secara visual
Cara Main:

1. Setiap siswa mendapat kartu emosi (misal: senang, sedih, marah, cemas).
2. Siswa menirukan ekspresi wajah sesuai kartu.
3. Teman lain menebak ekspresi yang ditunjukkan.
4. Guru memimpin diskusi singkat: “Bagaimana rasanya mengekspresikan emosi itu?”

5. Aktivitas Utama – Games “Ekspresi Sehat”

 Roleplay situasi nyata (misal: teman mengejek, gagal ulangan, dimarahi orang tua)
 Siswa mempraktikkan teknik coping: tarik napas, menulis jurnal, berbicara, atau olahraga
ringan
 Diskusi: apa yang terasa membantu menenangkan emosi
LKPD – “Ekspresi Sehat”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Emosi apa yang paling sering muncul saat menghadapi masalah?


2. Bagaimana perasaanmu saat emosi itu muncul?

B. Latihan Ekspresi Sehat

1. Pilih satu teknik ekspresi sehat yang akan kamu praktikkan minggu ini: ____________
2. Tuliskan situasi kapan kamu akan menggunakan teknik itu: ____________
3. Setelah mencoba, tulis hasilnya dan perubahan perasaanmu: ____________

C. Sharing Kelompok

 Saling berbagi strategi yang berhasil diterapkan


 Catat tips teman yang bisa dicoba minggu depan
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM : 5
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Siswa mulai mengeksplorasi minat & bakat namun belum
mengenali potensi diri secara mendalam serta bingung
mengaitkannya dengan cita-cita.
2. Karakteristik Materi Materi aplikatif, reflektif, dan kontekstual; berfokus pada pemetaan
pelajaran potensi diri melalui interaksi sosial dan permainan

3. Dimensi profil lulusan • Keimanan & Ketakwaan: mensyukuri potensi sebagai amanah.
• Penalaran Kritis: menilai relevansi potensi dengan pilihan masa
depan.
• Kreativitas: menemukan cara mengembangkan potensi unik.
• Kemandirian: menyusun langkah pengembangan potensi secara
mandiri.
• Kolaborasi: memberi/ menerima umpan balik potensi dari teman.
DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali potensi diri lebih mendalam dan
mengaitkannya dengan cita-cita.
2. Lintas Disiplin Ilmu • Bimbingan dan Konseling

• IPS/Kewirausahaan (wawasan karier)

• Bahasa Indonesia (presentasi/refleksi lisan).


3. Tujuan Layanan BK • Mengidentifikasi minat & bakat pribadi.
• Mengaitkan potensi diri dengan cita-cita.
• Menyusun langkah awal pengembangan potensi.
4. Topik Layanan Tukar Kartu Potensi”

5. Praktik Pedagogik Ice-breaking

Games “Tukar Kartu Potensi”

Diskusi & sharing

Refleksi individu.
6. Kemitraan dan Guru BK fasilitator, teman sebaya sebagai sumber umpan balik;
lingkungan pembelajaran lingkungan kelas mendukung eksplorasi potensi secara positif.

7. Pemanfaatan digital Lembar pemetaan potensi (LKPD) versi cetak/digital • QR video


inspirasi minat-bakat (opsional).
PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)


• Guru menyapa & doa pembuka.
• Ice-breaking: “Potensi Kilat” – secara bergiliran siswa
menyebutkan 1 hal yang ia sukai/kuasai dalam 3 detik.
• Pertanyaan pemantik: “Potensi apa yang paling sering orang lain
lihat pada dirimu?”
Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)


• Penjelasan singkat: perbedaan minat, bakat, dan potensi; contoh
nyata mengaitkan potensi–cita-cita.
• Diskusi ringkas: pengalaman ketika potensi pribadi terasa
“kepakai”.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)


• Games “Tukar Kartu Potensi”: setiap siswa memegang 3 kartu
potensi acak (mis. kreatif, komunikatif, teliti, kepemimpinan,
sportivitas, empati, logis, artistik).
• Siswa berkeliling menukar kartu sambil memberi alasan dan
umpan balik positif; target mengumpulkan 2 kartu yang paling
merepresentasikan dirinya.
• Sharing: tiap siswa mempresentasikan 2 potensi terpilih dan
mengaitkannya dengan cita-cita.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Menulis pada LKPD: “Dua potensiku adalah …, mendukung


cita-citaku …, langkah awal pengembangan … (1 minggu ke
depan)”.

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)


• Guru menyimpulkan: “Potensi adalah modal; kenali—latih—pakai
menuju cita-cita.”
• Afirmasi siswa: “Aku mengenali potensiku dan siap
mengembangkannya.”
• Doa penutup.
ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab singkat tentang minat, bakat, dan cita-cita.

Asesmen proses Observasi partisipasi saat games, kualitas umpan balik, dan sharing.

Asesmen akhir LKPD pemetaan potensi (terisi lengkap: 2 potensi, keterkaitan cita-
cita, dan 1 langkah awal).

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Tukar Kartu Potensi”

1. Pengertian Potensi Diri


Kemampuan/bakat/minat/karakter positif yang bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi
pilihan studi/karier.
2. Mengapa Penting?
• Membantu memilih aktivitas & jurusan yang cocok. • Meningkatkan motivasi belajar. •
Menjadi dasar merancang langkah karier.
3. Cara Mengenali Potensi
a) Dari diri: aktivitas yang disukai & membuat “mengalir”; b) Dari orang lain: umpan balik/
pengakuan; c) Dari hasil: prestasi/konsistensi.
4. Aktivitas Pendukung (Ice Breaking & Games)
• Ice-breaking “Potensi Kilat”: Siswa bergiliran (3 detik) menyebut 1 hal yang disukai/kuasai;
yang buntu berdiri, teman bantu menyebutkan kelebihan yang pernah dilihat. Durasi 3–4
menit.
• Games “Tukar Kartu Potensi” (7–10 menit):
o Siapkan 8–10 kategori potensi (kreatif, komunikatif, empatik, teliti, logis, artistik,
kepemimpinan, sportivitas, kolaboratif, problem-solving).
o Bagikan 3 kartu acak per siswa.
o Siswa berkeliling; saat menukar, sebutkan alasan dan beri apresiasi (“Aku lihat kamu
komunikatif waktu presentasi kemarin”).
o Target akhir: setiap siswa menyimpan 2 kartu paling cocok sebagai potensi utamanya.
LKPD – “Tukar Kartu Potensi”
Nama: ____________ Kelas: VIII ___ Tanggal: ____________

A. Hasil Games

1. Dua potensi utamaku:


• Potensi 1: __________________________
• Potensi 2: __________________________
2. Alasan (mengapa cocok denganku):
• Potensi 1: ______________________________________________
• Potensi 2: ______________________________________________

B. Kaitkan dengan Cita-cita


Cita-citaku: __________________________
Potensi 1/2 mendukung cita-citaku karena: __________________________

C. Langkah Awal (1 minggu ke depan)


Satu aksi kecil yang akan kulakukan untuk melatih potensi pilihanku:

D. Refleksi Singkat
Perasaanku setelah kegiatan hari ini: _____________________________
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Siswa mulai mengenali potensi diri melalui umpan balik teman
sebaya namun belum dapat mengaitkannya dengan pengembangan
cita-cita secara mandiri.
2. Karakteristik Materi Materi reflektif, kolaboratif, berbasis interaksi teman sebaya;
pelajaran mendorong saling memberi umpan balik positif dan menyadari
keunikan diri.
3. Dimensi profil lulusan • Keimanan & Ketakwaan: mensyukuri potensi yang dilihat orang
lain.
• Penalaran Kritis: menganalisis kesesuaian persepsi orang lain
dengan dirinya.
• Kreativitas: mengolah masukan teman menjadi rencana
pengembangan diri.
• Kemandirian: memilih umpan balik yang relevan untuk diri
sendiri.
• Kolaborasi: memberi dan menerima apresiasi potensi dengan
positif.
DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali potensi diri melalui persepsi
teman sebaya dan mengaitkannya dengan cita-cita pribadi.
2. Lintas Disiplin Ilmu • Bimbingan dan Konseling
• PPKn (apresiasi & toleransi)
• Bahasa Indonesia (komunikasi lisan & tulisan)
3. Tujuan Layanan BK • Siswa dapat menerima masukan positif dari teman sebaya.
• Siswa mampu merefleksikan potensi diri berdasarkan umpan
balik.
• Siswa mampu menentukan langkah awal pengembangan potensi
diri.
4. Topik Layanan “Potensi Versi Teman”

5. Praktik Pedagogik Ice-breaking


• Games “Potensi Versi Teman”
• Diskusi kelompok
• Refleksi individu
6. Kemitraan dan Guru BK sebagai fasilitator, teman sebaya sebagai mitra berbagi;
lingkungan pembelajaran kelas didesain mendukung suasana saling menghargai.

7. Pemanfaatan digital LKPD digital/cetak; QR code untuk video refleksi teman sebaya
(opsional).
PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)


• Guru menyapa dan memimpin doa pembuka.
• Ice-breaking: “Apresiasi Kilat” – setiap siswa menyebutkan satu
hal positif tentang temannya di sebelahnya.
• Pertanyaan pemantik: “Menurut temanmu, apa potensi
terbaikmu?”
Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)


g uru menjelaskan pentingnya mengenal potensi dari sudut
pandang orang lain.
Siswa mendiskusikan pengalaman menerima apresiasi dari teman.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)


Games “Potensi Versi Teman”: setiap siswa menerima tiga kartu
kosong untuk diisi potensi yang dilihat pada teman.
Siswa berkeliling menuliskan satu potensi positif pada kartu
temannya. Setelah kartu penuh, setiap siswa membaca umpan balik
yang diterimanya.

Merefleksi (Berkesadaran)

Siswa menulis di LKPD: “Potensi yang paling sering disebut: …, aku


setuju/tidak setuju karena …, langkah kecil yang akan kulakukan
adalah …
Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)
“Potensi sering terlihat oleh orang lain sebelum kita sadari sendiri.”

“Aku menerima apresiasi positif dan siap mengembangkannya.”


• Doa penutup.
ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab tentang cara orang lain melihat potensi kita.

Asesmen proses Observasi keaktifan dalam memberi/ menerima apresiasi.

Asesmen akhir LKPD refleksi potensi (isi lengkap: potensi dominan, kesesuaian,
dan rencana tindak lanjut).

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
Lampiran Meteri – Potensi Versi Teman

 Pengertian Potensi Diri Versi Teman


Potensi diri tidak hanya bisa kita kenali sendiri, tetapi juga melalui pandangan orang lain (teman,
sahabat, atau rekan sebaya). Sering kali orang lain dapat melihat kelebihan kita yang tidak kita sadari.

 Mengapa Umpan Balik Teman Penting?

 Memberi sudut pandang berbeda tentang kemampuan kita.


 Menguatkan rasa percaya diri.
 Membantu menemukan potensi yang tersembunyi.

 Contoh Potensi yang Bisa Dinilai Teman:

 Sifat kepemimpinan dalam kelompok belajar.


 Kemampuan mendengar curhat dan memberi solusi.
 Kreativitas saat membuat proyek kelas.
 Kecerdasan emosi dalam menyelesaikan konflik.

 Cara Mengidentifikasi Potensi dari Teman:

 Minta teman menyebutkan 3 kelebihanmu.


 Catat potensi yang sering disebut berulang kali.
 Refleksikan: “Apakah aku sudah memanfaatkannya?”

 Penerapan di Kehidupan Sehari-hari:

 Gunakan masukan teman untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler.


 Asah potensi yang diakui teman dengan mengikuti pelatihan atau lomba.
 Hindari membandingkan potensi diri dengan orang lain.

B. Game: “Tebak Potensi Siapa?”

Tujuan: Mencairkan suasana & memberi kesempatan saling mengenal potensi.

Alat & Bahan:

 Kertas kecil/Sticky notes


 Pulpen

Cara Bermain:

1. Setiap siswa menuliskan satu kelebihan/hal positif tentang salah satu temannya (boleh siapa
saja).
2. Semua kertas dikumpulkan.
3. Guru membacakan satu per satu secara acak.
4. Siswa lain menebak siapa yang dimaksud.
LKPD – “Potensi VS Teman”
Nama: ____________ Kelas: VIII ___ Tanggal: ____________

Petunjuk:

 Kerjakan secara jujur dan positif.


 Tulis dengan rapi.

1. Nama teman yang aku amati: ____________________


2. Potensi atau kelebihan yang aku lihat pada teman tersebut: ____________________
3. Potensi yang aku terima dari teman (yang mereka tulis tentangku): ____________________
4. Bagaimana perasaanku setelah membaca umpan balik ini? ____________________
5. Rencana kecilku untuk mengembangkan potensi tersebut: ____________________
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM : 7
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sudah mulai mengenali potensi dan tantangan
pribadinya, namun masih bingung dalam mengambil keputusan
yang tepat dan menyusun rencana aksi
2. Karakteristik Materi Materi reflektif, aplikatif, dan kontekstual. Fokus pada latihan
pelajaran membuat rencana tindakan yang tepat berdasarkan potensi diri dan
tujuan masa depan.
3. Dimensi profil lulusan • Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari bahwa setiap
keputusan harus membawa kebaikan.
 Penalaran Kritis: Mempertimbangkan konsekuensi setiap
pilihan.
 Kreativitas: Menemukan solusi alternatif untuk mencapai
tujuan.
 Kemandirian: Menyusun langkah konkret secara mandiri.
 Kolaborasi: Berdiskusi dan meminta masukan teman untuk
memperbaiki rencana.
 Komunikasi: Menyampaikan rencana secara jelas kepada
guru/teman

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu memilih tindakan yang tepat berdasarkan
potensi diri dan menyusun rencana aksi
2. Lintas Disiplin Ilmu • Bimbingan dan Konseling
 IPS/Kewirausahaan (perencanaan masa depan)
 Bahasa Indonesia (menyusun dan mempresentasikan
rencana)

3. Tujuan Layanan BK • Mengidentifikasi satu keputusan penting terkait


pengembangan diri.
 Menyusun minimal tiga langkah konkret (action plan) untuk
mencapai tujuannya.
 Mempresentasikan rencana tindakannya dengan jelas dan
logis.

4. Topik Layanan “Pilih Tindakan Tepat”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking


 Latihan membuat action plan
 Diskusi & umpan balik teman
 Presentasi singkat
6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai pemberi masukan
 Lingkungan kelas mendukung refleksi & diskusi

7. Pemanfaatan digital  LKPD digital/cetak


 Contoh template action plan (PPT/QR Code)

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.


 Ice-breaking: “Langkah Cepat” – siswa menyebutkan 3
langkah spontan jika ingin mencapai cita-cita yang
disebutkan guru (misal: jadi atlet → latihan, ikut klub, jaga
stamina).
 Pertanyaan pemantik: “Pernahkah kamu bingung harus
mulai dari mana untuk mencapai tujuanmu?”

Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan pengertian action plan: rencana langkah


demi langkah yang realistis untuk mencapai tujuan.
 Menampilkan contoh sederhana action plan:
Tujuan: Jadi juara lomba pidato → Langkah: 1) Latihan
seminggu 2) Minta bimbingan guru 3) Rekam & evaluasi.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Siswa mengisi LKPD “Pilih Tindakan Tepat” dengan 3 kolom:


Tujuan – Langkah – Waktu.

 Siswa berdiskusi dengan teman sebaya untuk memberi


masukan terhadap rencana masing-masing.
 Siswa memperbaiki rencana berdasarkan saran teman.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu kalimat refleksi: “Langkah pertama


yang akan kulakukan mulai besok adalah ….”
 Guru memberikan afirmasi: “Setiap rencana yang baik
dimulai dari langkah kecil yang konsisten.”

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan inti layanan: “Pilih tindakan yang sesuai


potensi dan buat rencana nyata.”
 Siswa bersama-sama mengucapkan afirmasi: “Aku
melangkah dengan rencana yang jelas!”
 Doa penutup.

ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab pengalaman siswa dalam mengambil keputusan.

Asesmen proses Observasi partisipasi siswa dalam diskusi dan penyusunan rencana.

Asesmen akhir  LKPD action plan individu.


 Refleksi singkat: “Apa langkah pertama yang akan kamu
lakukan?”

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

Lampiran Meteri – Pilih Tindakan Tepat


1. Mengapa perlu memilih tindakan yang tepat?
o Setiap keputusan membawa akibat.
o Pilihan yang bijak membantu mencapai tujuan masa depan.
2. Langkah menentukan pilihan bijak:
o Identifikasi masalah atau tujuan.
o Buat beberapa pilihan tindakan.
o Pertimbangkan dampak baik dan buruknya.
o Pilih tindakan yang paling bermanfaat, tidak merugikan diri/orang lain.
3. Contoh situasi:
o Tujuan: Menjadi ketua kelas.
 Tindakan tepat: Menyusun program kerja sederhana, minta dukungan teman.
 Tindakan tidak tepat: Membuat janji kosong untuk menarik simpati.

Kartu Kasus

Digunakan untuk games “Pilih Tindakan Tepat”.

1. Kasus 1: Kamu diminta teman untuk ikut mencontek saat ujian. Apa pilihanmu?
2. Kasus 2: Kamu mendapat tawaran ikut ekskul yang kamu suka, tapi waktunya bentrok dengan
les tambahan. Bagaimana kamu memilih?
3. Kasus 3: Kamu ingin jadi juara lomba OSN, tapi bingung mulai dari mana. Apa langkah awal
yang tepat?
4. Kasus 4: Kamu sering terlambat latihan futsal. Bagaimana keputusanmu agar tetap dipercaya
jadi kapten

Lembar Pilihan

Contoh format pilihan untuk setiap kasus:

Kasus: Kamu diajak ikut challenge berbahaya di media sosial.


Pilihan:

 A. Ikut saja biar dianggap keren.


 B. Menolak dengan sopan dan mencari aktivitas lain.
 C. Menyebarkan challenge tersebut ke teman-teman.

Lampiran 2 – LKPD “Pilih Tindakan Tepat”


Nama: ……………………
Kelas: ……………………

Petunjuk:
Tuliskan satu keputusan penting yang ingin kamu ambil dalam waktu dekat. Lalu, rencanakan
langkahmu dengan mengisi tabel di bawah.

Tujuan / Keputusan yang Akan Diambil Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Waktu Pelaksanaan
……………………………… ……………….. ……………….. ……………….. ………………..

Refleksi singkat:
Langkah pertama yang akan kulakukan mulai besok adalah: …………………………………………

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM : 9
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sudah mulai menyadari dampak distraksi digital saat
belajar, namun masih kesulitan fokus belajar dalam waktu lama.
2. Karakteristik Materi Materi reflektif, aplikatif, dan kontekstual. Fokus pada strategi
pelajaran mengurangi distraksi HP/media sosial dan meningkatkan
konsentrasi belajar.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari bahwa fokus belajar
membantu memanfaatkan waktu dengan baik.
 Penalaran Kritis: Mengenali gangguan belajar dan memilih
strategi efektif.
 Kreativitas: Menemukan cara unik agar belajar fokus tanpa
distraksi.
 Kemandirian: Menerapkan strategi fokus secara mandiri.
 Kolaborasi: Memberi dan menerima tips belajar fokus
dengan teman.
 Komunikasi: Menyampaikan strategi fokus belajar dengan
jelas.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengurangi distraksi digital dan fokus belajar
30–45 menit.
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 IPS/Kewirausahaan (manajemen waktu & perencanaan
belajar)
  Bahasa Indonesia (menyusun refleksi & komunikasi
strategi)

3. Tujuan Layanan BK  Siswa menyadari dampak distraksi digital saat belajar.


 Siswa mampu mempraktikkan strategi fokus belajar minimal
30 menit.
  Siswa menuliskan refleksi dan komitmen fokus belajar.

4. Topik Layanan “Fokus Tanpa Distraksi”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking


 Games “Detoks HP 5 Menit”
 Diskusi & refleksi strategi fokus

  Penulisan komitmen belajar

6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator


lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai pemberi masukan strategi fokus
  Lingkungan kelas kondusif untuk praktik fokus
7. Pemanfaatan digital  PPT: “Fokus Tanpa Distraksi”
 Timer digital/HP guru
  LKPD digital/cetak (lembar komitmen fokus belajar)

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.


 Ice-breaking: “Langkah Cepat Fokus” – siswa menyebutkan 3
cara spontan agar tetap fokus belajar.

  Pertanyaan pemantik: “Apa yang biasanya mengganggu


konsentrasi belajarmu?”

Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan pengaruh distraksi digital terhadap


kualitas belajar.
 Menampilkan data & contoh kasus: belajar sambil HP →
materi cepat lupa.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Games “Detoks HP 5 Menit”: siswa belajar membaca teks


atau mengerjakan soal tanpa membuka HP selama 5 menit.

 Diskusi kelompok: berbagi strategi fokus belajar masing-


masing.
 Siswa menuliskan strategi pribadi dan rencana fokus belajar.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu kalimat refleksi: “Strategi fokus yang


akan kulakukan mulai besok adalah ….”

  Guru memberikan afirmasi: “Belajar fokus dimulai dari


langkah kecil dan konsisten.”

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan inti layanan: “Fokus belajar tanpa


distraksi digital meningkatkan hasil belajarmu.”

 Siswa bersama-sama mengucapkan afirmasi: “Aku belajar


fokus tanpa gangguan HP!”
  Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman siswa saat terganggu HP/media sosial.

Asesmen proses Observasi partisipasi siswa dalam games & diskusi.


Asesmen akhir LKPD refleksi strategi fokus belajar.

Komitmen tertulis: “Strategi fokus yang akan kulakukan mulai


besok adalah

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI – “Fokus Tanpa Distraksi”

1. Pengertian Distraksi Digital


 Distraksi digital: gangguan yang berasal dari HP, media sosial, notifikasi, atau aplikasi lain saat
belajar.
 Dampak: sulit konsentrasi, cepat lupa, tugas tidak selesai tepat waktu.
 Contoh nyata: Belajar sambil scroll TikTok → materi cepat lupa.

2. Strategi Fokus Belajar

 Detoks HP 5 Menit: belajar tanpa membuka HP selama 5 menit, kemudian meningkat 10–15
menit.
 Matikan notifikasi: untuk sementara nonaktifkan pesan & sosial media.
 Belajar di tempat sepi: minimalkan gangguan visual & suara.
 Timer belajar: tetapkan durasi fokus (misal: 30–45 menit).
 Break terencana: istirahat 5 menit setiap 30 menit belajar fokus.

3. Manfaat Fokus Belajar

 Memori lebih kuat dan efektif.


 Hasil belajar meningkat.
 Mengurangi stres akibat tugas menumpuk.
 Mengembangkan disiplin & kemandirian belajar.

4. Contoh Aplikasi

Aktivitas Durasi Catatan

Membaca modul BK 30 menit HP dimatikan, timer aktif

Mengerjakan soal 45 menit Fokus penuh, tanpa notifikasi

Review materi 15 menit Catat hal penting di buku

GAME – “Detoks HP 5 Menit”

Tujuan Game:
Membiasakan siswa belajar fokus tanpa membuka HP/media sosial selama jangka waktu tertentu.

Alat & Media:

 Timer digital (HP guru atau jam dinding)


 PPT pengingat fokus
 Stiker reminder “Fokus Dulu, Scroll Nanti!”
 LKPD “Fokus Belajar Tanpa Distraksi”

Aturan Permainan:

1. Setiap siswa menaruh HP di depan guru atau di tempat khusus.


2. Guru menyalakan timer 5 menit.
3. Selama 5 menit, siswa membaca materi atau mengerjakan soal di LKPD.
4. Setelah timer berhenti, siswa menulis satu hal yang mereka pelajari saat fokus.
5. Siswa berbagi strategi fokus yang mereka gunakan.
6. Permainan bisa diulang dengan durasi meningkat 10–15 menit.

Variasi:

 Tantangan Kelompok: Siswa dibagi tim, tim yang paling banyak menyelesaikan tugas tanpa
membuka HP menang.
 Refleksi Kreatif: Siswa membuat poster mini tentang strategi fokus yang mereka gunakan.
LAMPIRAN LKPD – “Fokus Belajar Tanpa Distraksi”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Distraksi

1. Gangguan yang sering menghalangi belajarku:


2. Perasaan saat terganggu HP/media sosial:

B. Strategi Fokus

1. Strategi yang akan kucoba (contoh: matikan notifikasi, belajar di tempat sepi):
2. Durasi belajar yang ku targetkan:

C. Komitmen Pribadi

1. Strategi fokus yang akan kulaksanakan mulai besok:


2. Satu teman/keluarga yang bisa membantuku tetap fokus:

D. Refleksi Akhir

 Hal positif yang kurasakan setelah belajar fokus:

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM : 11
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memahami pentingnya motivasi belajar, tetapi
sering merasa malas atau tidak konsisten dalam belajar.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat reflektif, aplikatif, dan kontekstual. Fokus pada cara
pelajaran meningkatkan semangat belajar dengan pengalaman nyata siswa.

3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Meyakini bahwa belajar adalah
bagian dari usaha dan doa.
 Penalaran Kritis: Menyadari dampak motivasi pada prestasi.
 Kreativitas: Mencari cara unik untuk memotivasi diri.
 Kemandirian: Menetapkan target belajar sendiri.
 Kolaborasi: Berbagi tips dengan teman.

  Komunikasi: Menyampaikan alasan dan target belajar


dengan jelas.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik memahami pentingnya motivasi belajar dan membuat
rencana untuk meningkatkan semangatnya.
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 Bahasa Indonesia (menulis refleksi & menyampaikan target)
  Pendidikan Agama (kesungguhan berusaha sebagai bagian
dari iman)

3. Tujuan Layanan BK  Siswa memahami pengaruh motivasi terhadap prestasi.


 Siswa mampu mengaitkan motivasi dengan pengalamannya
sendiri.
  Siswa menyusun rencana kecil untuk meningkatkan
semangat belajar.

4. Topik Layanan "Semangat Belajar"

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking


 Games “Semangat Belajar”
 Diskusi & refleksi

 Penulisan rencana belajar


6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran  Teman sebaya memberi dukungan

  Lingkungan kelas kondusif untuk berbagi pengalaman

7. Pemanfaatan digital  PPT: “Semangat Belajar”


 LKPD cetak/digital
  Stiker motivasi
PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

  Guru menyapa siswa dan memimpin doa.

 Ice-breaking: “Level Semangat” – siswa menunjukkan dengan


tangan (1–5) seberapa semangat mereka belajar minggu ini.

 Pertanyaan pemantik: “Apa yang membuatmu semangat belajar


akhir-akhir ini?”
Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan pengaruh motivasi terhadap prestasi.


 Menampilkan contoh: siswa rajin mencatat → nilai naik →
rasa percaya diri meningkat.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Games “Semangat Belajar” (pilihan reaksi terbaik dari


beberapa situasi).

 Siswa mengisi LKPD motivasi belajar: alasan semangat,


target belajar, dan reward kecil.
 Diskusi kelompok kecil: berbagi tips menjaga semangat
belajar.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menulis satu kalimat: “Cara yang akan kulakukan agar


tetap semangat adalah…”

  Guru memberi afirmasi: “Motivasi adalah bahan bakar


menuju kesuksesan.”

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan inti layanan.


 Afirmasi bersama: “Aku belajar dengan semangat untuk
masa depanku!”
  Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab motivasi belajar siswa.

Asesmen proses Observasi partisipasi siswa dalam game dan diskusi.

Asesmen akhir  LKPD motivasi belajar.

 Rencana belajar singkat untuk seminggu ke depan.


Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025
Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI – “Semangat Belajar”

1. Apa itu Motivasi Belajar?

 Motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu dengan semangat.


 Contoh: belajar karena ingin masuk sekolah favorit.

2. Mengapa Motivasi Penting?


 Meningkatkan konsistensi belajar.
 Membantu mencapai target akademik.
 Membuat belajar terasa lebih ringan dan menyenangkan.

3. Sumber Motivasi

 Diri sendiri (cita-cita, mimpi, keinginan sukses).


 Dukungan orang tua & teman.
 Penghargaan kecil atas usaha belajar.

4. Cara Menjaga Semangat Belajar

 Buat target kecil setiap minggu.


 Rayakan keberhasilan kecil.
 Temukan “teman belajar semangat”.
 Hindari perbandingan berlebihan dengan orang lain.

GAME – “Semangat Belajar”

Tujuan Game:
Mendorong siswa memilih respons yang menunjukkan motivasi tinggi dalam situasi belajar sehari-
hari.

Alat & Media:

 PPT dengan 5 skenario


 Kartu pilihan A/B/C
 Stiker motivasi

Cara Bermain:

1. Guru menampilkan situasi (contoh: nilai ujian turun).


2. Tiga pilihan respons:
o A. Menyerah dan berhenti belajar
o B. Istirahat, lalu belajar lagi
o C. Minta bantuan guru & buat rencana perbaikan
3. Siswa angkat kartu pilihan dan jelaskan alasannya.
4. Diskusi: respons mana yang menunjukkan motivasi tinggi?

Variasi:

 Tantangan kelompok: kelompok dengan jawaban paling tepat terbanyak dapat stiker “Tim
Paling Semangat”.

LAMPIRAN LKPD – “Lembar Motivasi Belajarku”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Hal yang membuatku malas belajar: __________________________


2. Perasaan saat belajar dengan semangat: _____________________
B. Target Belajar

1. Target belajarku minggu ini: ______________________________


2. Cara yang akan kulakukan: ________________________________

C. Komitmen Pribadi

1. Cara menjaga semangat: _________________________________


2. Reward kecil jika berhasil: ______________________________

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM : 12
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sering mengalami konflik dengan teman sebaya
karena perbedaan pendapat, namun belum memiliki keterampilan
menyelesaikannya dengan cara yang sehat.
2. Karakteristik Materi Materi aplikatif, reflektif, dan kontekstual. Berfokus pada
pelajaran komunikasi sehat, empati, dan strategi penyelesaian konflik yang
tidak merugikan pihak mana pun.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Menyelesaikan konflik dengan
cara damai sebagai bentuk sikap baik.
 Penalaran Kritis: Menganalisis konflik dan menemukan
solusi yang adil.
 Kolaborasi: Bekerja sama mencari penyelesaian konflik.
 Komunikasi: Mengungkapkan pendapat tanpa menyakiti
pihak lain.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mempraktikkan penyelesaian konflik dengan


teman sebaya secara sehat menggunakan komunikasi yang baik.
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 PPKn (hak dan kewajiban menghargai orang lain)
 Bahasa Indonesia (menyampaikan pendapat secara asertif)

3. Tujuan Layanan BK  Siswa memahami penyebab dan dampak konflik yang tidak
dikelola dengan baik.
 Siswa mampu mempraktikkan strategi penyelesaian konflik
yang sehat.
 Siswa menuliskan refleksi terkait pengalaman konflik yang
pernah dialami.

4. Topik Layanan “Konflik Sehat”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking


 Studi kasus & roleplay penyelesaian konflik
 Diskusi kelompok & refleksi

6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator


lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai partner diskusi konflik
 Kelas diatur untuk simulasi peran dan diskusi kelompok

7. Pemanfaatan digital  PPT: “Konflik Sehat”


 Kartu konflik (digital/cetak)
 Lembar refleksi

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa dan mengajak doa bersama.


 Ice-breaking: “Siapa Pernah?” – siswa mengangkat tangan
jika pernah berbeda pendapat dengan teman.
 Pertanyaan pemantik: “Apa yang biasanya membuatmu kesal
dalam hubungan pertemanan?”

Inti : Kegiatan Inti


Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan apa itu konflik sehat dan akibat konflik


yang tidak terselesaikan dengan baik.
 Menampilkan contoh kasus konflik ringan antar teman
sebaya.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Games/studi kasus: “Pilih Jalan Damai” – siswa membaca


kartu konflik lalu mendiskusikan penyelesaian terbaik.
 Roleplay: perwakilan kelompok memerankan cara
menyelesaikan konflik secara sehat.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menulis satu kalimat refleksi: “Cara menyelesaikan


konflik dengan teman yang akan saya coba adalah ….”
 Guru memberikan afirmasi: “Konflik bukan untuk dihindari,
tapi untuk diselesaikan dengan baik.”

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan pembelajaran: “Penyelesaian konflik


sehat menjaga persahabatan tetap baik.”
 Siswa bersama-sama membuat komitmen: “Saya akan
belajar menyelesaikan konflik dengan cara damai!”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman siswa saat berkonflik.

Asesmen proses Observasi diskusi & roleplay.

Asesmen akhir Lembar refleksi strategi penyelesaian konflik.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
Lampiran Materi Layanan Klasikal: Konflik Sehat

Judul: “Tebak Emosi”

 Tujuan: Membuka suasana kelas, mengenalkan bahwa konflik sering muncul karena salah
paham emosi.
 Cara main:
1. Guru/BK menyiapkan kartu berisi ekspresi emosi (misal: marah, kesal, senang,
bingung).
2. Satu siswa maju dan menirukan ekspresi tanpa suara, yang lain menebak.
3. Diskusikan: “Kalau kita salah menafsirkan ekspresi orang lain, bisa jadi konflik, kan?”
Topik: Konflik Sehat

 Definisi: Konflik sehat adalah perbedaan pendapat atau masalah yang diselesaikan dengan
komunikasi terbuka, tanpa saling menjatuhkan.
 Mengapa penting?
o Menghindari permusuhan berkepanjangan.
o Membuat hubungan pertemanan lebih kuat.
 Penyebab umum konflik:

Salah paham (misal: chat dibaca tapi tidak dibalas).


1.
Perbedaan pendapat atau hobi.
2.
Persaingan prestasi atau perhatian.
3.
 Langkah penyelesaian konflik sehat (model 4C):

o Calm down (Tenangkan diri)


o Communicate (Sampaikan perasaan dengan baik)
o Compromise (Cari jalan tengah)
o Continue (Lanjutkan hubungan dengan sikap positif)

Ice Breaking

Judul: “Tebak Emosi”

 Tujuan: Membuka suasana kelas, mengenalkan bahwa konflik sering muncul karena salah
paham emosi.
 Cara main:
1. Guru/BK menyiapkan kartu berisi ekspresi emosi (misal: marah, kesal, senang,
bingung).
2. Satu siswa maju dan menirukan ekspresi tanpa suara, yang lain menebak.
3. Diskusikan: “Kalau kita salah menafsirkan ekspresi orang lain, bisa jadi konflik, kan?”

LAMPIRAN LKPD – “Konflik Sehat”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal: ____________

Kasus:
Dua teman sekelas bertengkar karena saling menyalahkan saat kerja kelompok gagal. Salah satu
menganggap temannya malas, sedangkan temannya merasa tidak dihargai.

 Diskusi:
o Apa yang jadi pemicu konflik?
o Apa yang harus dilakukan dulu sebelum menyelesaikan masalah?
o Bagaimana cara mereka menemukan jalan tengah?

Simulasi/Roleplay

Bagi siswa menjadi kelompok kecil (3–4 orang).

 Setiap kelompok memerankan situasi konflik ringan (misal: rebutan kursi, disalahpahami di
grup WA).
 Gunakan langkah 4C untuk menyelesaikan konflik di depan kelas.

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM : 13
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai penasaran mengenai berbagai profesi dan jalur
pendidikan, namun belum memahami hubungan antara keduanya
dengan cita-cita pribadi.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat informatif, aplikatif, dan reflektif. Fokus pada
pelajaran pengenalan profesi, jalur pendidikan, dan keterkaitannya dengan
masa depan siswa.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Meyakini bahwa setiap profesi
dapat menjadi jalan ibadah dan bermanfaat bagi orang lain.
 Penalaran Kritis: Menyadari keterkaitan profesi dan
pendidikan.
 Kreativitas: Mengeksplorasi berbagai pilihan profesi.
 Kemandirian: Merencanakan jalur pendidikan sesuai minat.
 Kolaborasi: Diskusi profesi bersama teman sebaya.
 Komunikasi: Menyampaikan profesi impian dengan alasan
yang jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik memahami berbagai profesi, jalur pendidikan, dan
mampu mengaitkan dengan cita-cita pribadi.
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 IPS (pekerjaan & kebutuhan masyarakat)
 Bahasa Indonesia (menyampaikan pendapat, menulis
refleksi)
3. Tujuan Layanan BK  Siswa mengenal berbagai profesi dan jalur pendidikan.
 Siswa mengaitkan profesi dengan minat dan cita-citanya.
 Siswa menyusun langkah kecil menuju profesi impian.
4. Topik Layanan “Tebak Profesi”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking


 Games “Tebak Profesi”
 Diskusi & quiz interaktif
 Refleksi profesi impian
6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai mitra diskusi
  Lingkungan kelas yang mendukung eksplorasi karir
7. Pemanfaatan digital  PPT: “Kenali Profesi dan Jalurnya”
 Video profesi inspiratif
  LKPD cetak/digital
PENGALAMAN BELAJAR : 
Kegiatan Awal/Pendahuuan  Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)
 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.
 Ice-breaking: “Cita-Cita Kilat” – siswa menyebutkan profesi
impian secara bergantian dalam 5 detik.
  Pertanyaan pemantik: “Profesi apa yang kamu tahu, dan
dari mana kamu mengetahuinya?”
Inti : Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran & Bermakna)
 Guru menjelaskan pentingnya mengenal profesi dan jalur
pendidikan.
 Menampilkan video pendek (2–3 menit) tentang ragam
profesi.
Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)
 Games “Tebak Profesi” menggunakan kartu profesi.
 Diskusi kelompok kecil: menyebutkan profesi yang
diinginkan dan jalurnya.
Merefleksi (Berkesadaran)
 Siswa mengisi LKPD profesi impian: profesi, jalur
pendidikan, dan langkah kecil saat ini.
  Guru memberi afirmasi: “Setiap profesi bisa diraih dengan
usaha dan rencana yang tepat.”
Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)
 Guru menyimpulkan inti layanan.
 Afirmasi bersama: “Aku mengenal profesi untuk meraih
masa depanku!”
 Doa penutup.
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab profesi yang sudah dikenal siswa
Asesmen proses Observasi partisipasi dalam game & diskusi.
Asesmen akhir LKPD profesi impian dan jalur pendidikannya

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI – “Tebak Profesi”

1. Apa itu Profesi?


o Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan tanggung jawab tertentu.
o Contoh: dokter, guru, teknisi, programmer, desainer.
2. Mengapa Perlu Mengenal Profesi?
o Membantu merencanakan masa depan.
o Mengetahui jalur pendidikan yang sesuai.
o Memotivasi belajar sesuai minat.
3. Contoh Jalur Pendidikan
o Dokter → SMA IPA → Kedokteran
o Programmer → SMA/SMK TKJ → Kuliah IT/Diklat Coding
o Guru → SMA/SMK → Pendidikan sesuai bidang
4. Cara Menentukan Profesi yang Tepat
o Kenali minat dan bakat.
o Cari tahu jalur pendidikan.
o Diskusikan dengan guru/orang tua.

GAME – “Tebak Profesi”

Tujuan Game:
Mengenalkan profesi secara menyenangkan dan interaktif.

Alat & Media:

 Kartu profesi (bergambar/berkata kunci)


 PPT petunjuk permainan
 Stiker penghargaan

Cara Bermain:

1. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.


2. Setiap kelompok mendapat kartu profesi.
3. Satu siswa memberi petunjuk tanpa menyebutkan nama profesi, kelompok lain menebak.
4. Kelompok dengan tebakan terbanyak menang dan mendapat stiker penghargaan.

Variasi:

 Gunakan quiz interaktif (Kahoot/Quizizz) untuk mengulang profesi yang sudah dikenalkan.

LAMPIRAN LKPD – “Profesi Impianku”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal: ____________

A. Profesi yang Menarik Perhatianku

1. Profesi: ______________________________
2. Alasan: ______________________________
B. Jalur Pendidikan yang Ditempuh

1. Setelah SMP: __________________________


2. Setelah SMA/SMK: ______________________
3. Studi lanjut: __________________________

C. Langkah Kecil yang Bisa Kulakukan Sekarang

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM : 14
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik menunjukkan semangat belajar yang fluktuatif,
beberapa mengalami penurunan motivasi karena kurang konsisten
menjalankan jadwal belajar.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada konsistensi belajar
pelajaran dan strategi mempertahankan semangat melalui rencana belajar
harian.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari belajar sebagai bentuk
ibadah.
 Kemandirian: Menyusun dan menjalankan rencana belajar
mandiri.
 Penalaran Kritis: Mengevaluasi kebiasaan belajar.
 Kreativitas: Membuat strategi belajar yang sesuai gaya
belajar pribadi.
 Kolaborasi: Sharing jadwal belajar dengan teman sebaya.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menyusun jadwal belajar 7 hari dan
berkomitmen menjalankannya.
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 Pendidikan Agama (kesadaran belajar sebagai ibadah)
 Bahasa Indonesia (menuliskan rencana & refleksi)
3. Tujuan Layanan BK  Siswa memahami pentingnya konsistensi dalam belajar.
 Siswa mampu menyusun jadwal belajar harian selama 7 hari.
 Siswa memiliki semangat belajar yang stabil.
4. Topik Layanan “7 Hari Semangat Belajar”
5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking: “Tebak Mood Belajar”
 Challenge: 7 Hari Semangat Belajar
 Diskusi kelompok & praktik menyusun jadwal belajar
 Refleksi motivasi
6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai pendukung konsistensi
 Lingkungan kelas kondusif untuk diskusi
7. Pemanfaatan digital  PPT: Strategi 7 Hari Semangat Belajar
 Timer digital / aplikasi pengingat belajar
 LKPD cetak/digital jadwal belajar
PENGALAMAN BELAJAR :
Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)
 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.
 Ice-breaking: “Tebak Mood Belajar” – guru memperagakan
beberapa ekspresi (semangat, malas, bingung) dan siswa
menebak.
 Pertanyaan pemantik: “Apa yang biasanya membuat
semangat belajar kamu naik atau turun?”

Inti : Kegiatan Inti


Memahami (Berkesadaran & Bermakna)
 Guru menjelaskan pentingnya konsistensi dalam belajar.
 Menampilkan contoh singkat dampak belajar tidak konsisten
vs konsisten.
Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Challenge: 7 Hari Semangat Belajar


 Siswa membuat jadwal belajar 7 hari dengan lembar jadwal.
 Diskusi kelompok kecil: berbagi tips menjaga semangat
belajar.
Merefleksi (Berkesadaran)
 Siswa menuliskan komitmen pribadi di LKPD.
 Guru memberi afirmasi: “Konsistensi kecil bisa membawa
perubahan besar.”
Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)
 Guru menyimpulkan inti layanan.
 Afirmasi bersama: “Aku bisa mempertahankan semangat
belajar selama 7 hari!”
 Doa penutup.
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab kebiasaan belajar siswa.
Asesmen proses Observasi keterlibatan siswa dalam challenge dan diskusi.
Asesmen akhir Lembar jadwal belajar dan refleksi hasil 7 hari.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI – “7 Hari Semangat Belajar”

1. Mengapa Konsistensi Belajar Itu Penting?


o Membantu otak beradaptasi dengan rutinitas.
o Mengurangi rasa malas karena sudah menjadi kebiasaan.
o Meningkatkan kualitas pemahaman materi.
2. Strategi Mempertahankan Semangat Belajar
o Tentukan waktu belajar tetap setiap hari.
o Gunakan timer 30–45 menit per sesi.
o Beri penghargaan diri setelah konsisten belajar.
3. Challenge 7 Hari
o Buat jadwal belajar harian selama 7 hari.
o Tandai hari ketika berhasil belajar sesuai jadwal.
o Setelah 7 hari, evaluasi: “Apa yang berhasil? Apa yang perlu diperbaiki?”
GAME / ICE BREAKING – “Tebak Mood Belajar”

Tujuan: Mengawali suasana kelas dengan mengenal mood belajar masing-masing.


Media: Ekspresi wajah, papan tulis.
Cara Main:

1. Guru memperagakan ekspresi (semangat, malas, mengantuk, antusias).


2. Siswa menebak ekspresi tersebut.
3. Guru menghubungkan dengan kenyataan bahwa mood belajar sering naik turun.

LAMPIRAN LKPD – “Jadwal Belajar 7 Hari”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal Mulai: ____________

A. Target Belajarku

1. Materi yang ingin aku kuasai: ____________________________


2. Alasan aku ingin konsisten: ____________________________

B. Jadwal Belajarku 7 Hari

Hari Jam Belajar Materi Sudah Dilaksanakan? (✓)

Senin

Selasa

Rabu
Hari Jam Belajar Materi Sudah Dilaksanakan? (✓)

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

Refleksi Akhir

1. Berapa hari aku berhasil konsisten? ____________


2. Apa yang membantu aku tetap semangat? ____________
3. Apa yang akan aku perbaiki minggu depan? ____________

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM : 15
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai menunjukkan kesulitan menepati tenggat dan
fokus belajar karena belum terbiasa menyusun rencana harian.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada pengelolaan
pelajaran waktu, disiplin belajar mandiri, dan strategi menyelesaikan tugas
tepat waktu.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari belajar sebagai
bentuk ibadah.
 Kemandirian: Mampu menyusun dan menepati To-Do List
harian.
 Penalaran Kritis: Memahami konsekuensi menunda tugas.
 Kreativitas: Membuat strategi belajar sesuai gaya belajar
pribadi.
  Kolaborasi: Sharing tips menyelesaikan tugas dengan
teman sebaya.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan  Siswa mampu membuat To-Do List harian dan
menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 Pendidikan Agama (kesadaran belajar sebagai ibadah)
 Bahasa Indonesia (menulis To-Do List dan refleksi)
3. Tujuan Layanan BK  Siswa memahami pentingnya disiplin dan prioritas dalam
belajar.
 Siswa mampu menyusun To-Do List harian.
 Siswa dapat menepati tenggat dan fokus pada tugas.
4. Topik Layanan To-Do List Harian”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking: “Sticky Notes Challenge”


 Challenge: Membuat To-Do List harian dan menepati tenggat
 Diskusi kelompok & praktik
 Refleksi pribadi
6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai pendukung komitmen
 Lingkungan kelas mendukung fokus dan diskusi
7. Pemanfaatan digital  Sticky notes / papan tulis
 Timer / alarm pengingat tugas
 LKPD cetak/digital To-Do List
PENGALAMAN BELAJAR :
Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)
 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.
 Ice-breaking: “Sticky Notes Challenge” – siswa menuliskan
satu tugas yang harus diselesaikan hari itu.
 Pertanyaan pemantik: “Tugas apa yang sering kamu tunda
dan kenapa?”
Inti : Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran & Bermakna)
 Guru menjelaskan dampak menunda tugas dan pentingnya
prioritas.
 Menampilkan contoh visual: menunda tugas → stres → hasil
kurang optimal vs disiplin → hasil maksimal..
Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)
 Challenge: Membuat To-Do List harian menggunakan sticky
notes atau papan tulis.
 Siswa menulis semua tugas yang harus diselesaikan hari itu,
mengurutkan prioritas.
 Diskusi kelompok kecil: berbagi tips agar tetap fokus dan
menepati tenggat.
Merefleksi (Berkesadaran)
 Siswa menuliskan refleksi: “Apa yang akan aku lakukan agar
bisa menepati semua tugas hari ini?”
 Guru memberi afirmasi: “Fokus hari ini, hasil maksimal esok
hari.”
Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)
 Guru menyimpulkan inti layanan.
 Afirmasi bersama: “Aku mampu menepati tenggat dan fokus
belajar setiap hari!”
 Doa penutup
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab tentang kebiasaan menunda tugas
Asesmen proses Observasi keterlibatan siswa dalam challenge To-Do List dan
diskusi.
Asesmen akhir LKPD To-Do List harian dan refleksi hasil hari itu.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI – “To-Do List Harian”

1. Mengapa Disiplin dan Fokus Penting?

 Membantu menyelesaikan tugas tepat waktu.


 Mengurangi stres karena pekerjaan menumpuk.
 Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil belajar.

2. Strategi Menyusun To-Do List

 Tuliskan semua tugas yang harus diselesaikan hari itu.


 Urutkan berdasarkan prioritas.
 Gunakan sticky notes atau papan tulis agar terlihat jelas.
 Gunakan timer untuk fokus pada setiap tugas.

3. Challenge To-Do List Harian


 Siswa membuat To-Do List setiap pagi.
 Tandai tugas yang berhasil diselesaikan dengan centang.
 Evaluasi di akhir hari: “Apa yang sudah tercapai? Apa yang tertunda?

GAME / ICE BREAKING – “Sticky Notes Challenge”

Tujuan: Mengawali suasana kelas dan melatih siswa menuliskan tugas yang harus diselesaikan.
Media: Sticky notes, papan tulis.

Cara Main:

1. Guru meminta siswa menuliskan satu tugas yang harus diselesaikan hari ini pada sticky note.
2. Tempelkan di papan kelas.
3. Guru dan siswa membahas tugas mana yang prioritas tinggi dan strategi menyelesaikannya.

LAMPIRAN LKPD – “To-Do List Harian”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal: ____________

A. Tugas Hari Ini

No Tugas yang Harus Diselesaikan Prioritas (Tinggi/Sedang/Rendah) Sudah Selesai? (✓)

5
B. Refleksi Akhir Hari

1. Tugas yang berhasil aku selesaikan: __________________________


2. Tantangan yang aku hadapi: ________________________________
3. Strategi yang akan aku lakukan besokj: _______________________

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM : 16
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai berpikir tentang cita-cita, namun masih
kesulitan memecah tujuan besar menjadi langkah konkret.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada perencanaan karir
pelajaran awal melalui langkah-langkah kecil yang nyata.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari usaha mencapai
cita-cita adalah bagian dari tanggung jawab pribadi.
 Kemandirian: Mampu membuat rencana langkah awal karir
sendiri.
 Penalaran Kritis: Memahami hubungan antara langkah
kecil dan tujuan jangka panjang.
 Kreativitas: Menentukan strategi untuk mencapai langkah
awal.
 Kolaborasi: Sharing ide langkah karir dengan teman sebaya.
 Komunikasi: Menyampaikan rencana langkah awal dengan
jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menyusun mini action plan langkah awal
rencana karir.
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 IPS / PKn (menghubungkan prestasi dengan cita-cita dan
lingkungan sosial)
 Bahasa Indonesia (menulis rencana & refleksi)
3. Tujuan Layanan BK  Siswa menyadari pentingnya memulai langkah kecil menuju
cita-cita.
 Siswa mampu menyusun mini action plan langkah karir
awal.
 Siswa mengaitkan prestasi teman sebaya sebagai motivasi.
4. Topik Layanan “1 Langkah Kecil”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking: “Langkah Kecilku”


 Challenge: Mini Action Plan
 Diskusi kelompok & refleksi
 Penulisan rencana pribadi
6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai partner refleksi
 Lingkungan kelas mendukung berbagi ide
7. Pemanfaatan digital  Lembar rencana mini action plan
 Stiker motivasi
 PPT visual contoh langkah karir
PENGALAMAN BELAJAR :
Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)
 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.
 Ice-breaking: “Langkah Kecilku” – siswa menyebutkan satu
hal kecil yang ingin dicapai minggu ini.
 Pertanyaan pemantik: “Langkah kecil apa yang bisa kamu
lakukan sekarang untuk mendekatkan cita-cita?”
Inti : Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran & Bermakna)
 Guru menjelaskan pentingnya memulai langkah kecil untuk
mencapai cita-cita besar.
 Contoh visual: siswa menabung waktu belajar →
meningkatkan prestasi → mendekatkan cita-cita.
Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Challenge: Siswa membuat mini action plan langkah karir


awal menggunakan lembar rencana.
 Diskusi kelompok: membandingkan langkah dengan teman
sebaya, memberi masukan, dan menyepakati langkah
realistis.
Merefleksi (Berkesadaran)
 Siswa menuliskan refleksi pribadi: “Langkah kecil yang akan
aku lakukan minggu ini adalah…”
Guru memberi afirmasi: “Langkah kecil hari ini, kesuksesan
besar esok hari.”
Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)
 Guru menyimpulkan inti layanan.
 Afirmasi bersama: “Aku mampu memulai langkah kecil
menuju cita-citaku!”
 Doa penutup.
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab tentang cita-cita dan langkah awal yang sudah
dipikirkan siswa
Asesmen proses Observasi keterlibatan siswa dalam challenge mini action plan dan
diskusi.
Asesmen akhir LKPD mini action plan langkah karir awal dan refleksi pribadi.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI – “1 Langkah Kecil”

1. Mengapa Memulai Langkah Kecil Penting?

 Tujuan besar terasa berat jika langsung dilaksanakan.


 Langkah kecil membuat proses lebih terukur dan realistis.
 Membiasakan disiplin dan konsistensi.

2. Cara Membuat Mini Action Plan

 Tentukan satu langkah konkret yang bisa dilakukan minggu ini.


 Hubungkan langkah itu dengan cita-cita jangka panjang.
 Gunakan lembar rencana dan tandai target yang jelas.

3. Challenge “1 Langkah Kecil”

 Buat mini action plan langkah karir awal.


 Siswa menandai langkah yang sudah dilakukan.
 Evaluasi: “Apa yang berhasil? Apa yang perlu diperbaiki minggu ini?”
GAME / ICE BREAKING – “Langkah Kecilku”

Tujuan: Mengawali suasana kelas dan memicu kesadaran siswa untuk memulai langkah nyata.
Media: Lembar rencana, stiker motivasi.

Cara Main:

1. Guru meminta siswa menuliskan satu langkah kecil yang bisa dilakukan minggu ini untuk
mendekatkan cita-cita.
2. Tempelkan pada papan kelas.
3. Diskusi kelompok: menentukan langkah realistis, memberi motivasi satu sama lain.

LAMPIRAN LKPD – “Mini Action Plan Langkah Karir Awal”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal: ____________

A. Langkah Kecil yang Akan Dilakukan

No Langkah Kecil Hubungan dengan Cita-Cita Sudah Dilaksanakan? (✓)

B. Refleksi Mingguan

1. Langkah yang berhasil aku lakukan: __________________________


2. Tantangan yang aku hadapi: ________________________________
3. Strategi yang akan aku lakukan minggu depan: __________________

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM : 18
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memahami pentingnya manajemen waktu,
tetapi masih sering menunda tugas dan kurang konsisten
menjalankan jadwal belajar.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada manajemen waktu
pelajaran belajar dan disiplin menjalankan jadwal harian.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari belajar sebagai
bentuk ibadah dan tanggung jawab pribadi.
 Kemandirian: Mampu menyusun dan menjalankan jadwal
belajar sendiri.
 Penalaran Kritis: Mengevaluasi kebiasaan menunda tugas.
 Kreativitas: Menyusun strategi belajar sesuai gaya dan
kebutuhan pribadi.
 Kolaborasi: Sharing tips manajemen waktu dengan teman
sebaya.
 Komunikasi: Menyampaikan jadwal belajar dengan jelas
dan realistis
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menyusun jadwal belajar harian selama 7 hari
dan mengikuti jadwal tersebut dengan konsisten.
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 Pendidikan Agama (kesadaran belajar sebagai ibadah)
 Bahasa Indonesia (menulis rencana & refleksi)
3. Tujuan Layanan BK  Siswa memahami akibat menunda tugas.
 Siswa mampu menyusun jadwal belajar mandiri.
 Siswa dapat mengikuti jadwal belajar harian secara
konsisten.
4. Topik Layanan “Pintar Atur Waktu”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking: “Mood Manajemen Waktu”


 Challenge: Jadwal Belajar 7 Hari
 Diskusi kelompok & praktik menyusun jadwal belajar
  Refleksi penggunaan waktu
6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai partner refleksi
 Lingkungan kelas kondusif untuk praktik jadwal belajar
7. Pemanfaatan digital  Lembar jadwal harian
 Timer digital / aplikasi pengingat belajar
 PPT strategi manajemen waktu
PENGALAMAN BELAJAR : 
Kegiatan Awal/Pendahuuan  Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)
 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.
 Ice-breaking: “Mood Manajemen Waktu” – siswa menebak
situasi: semangat, malas, tergesa-gesa.
 Pertanyaan pemantik: “Apa yang biasanya membuat aku
menunda tugas?”
Inti : Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran & Bermakna)
 Guru menjelaskan dampak menunda tugas terhadap prestasi
belajar.
 Menampilkan contoh singkat: belajar sesuai jadwal vs
menunda tugas → hasil berbeda
Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Challenge: Jadwal Belajar 7 Hari


 Siswa membuat jadwal belajar harian di LKPD.
 Diskusi kelompok: berbagi strategi mengikuti jadwal dan
mengatasi gangguan.
Merefleksi (Berkesadaran)
 Siswa menuliskan komitmen pribadi: “Aku akan mengikuti
jadwal belajar harian dengan disiplin…”
  Guru memberi afirmasi: “Disiplin kecil setiap hari membawa
keberhasilan besar.”
Penutup :  Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan inti layanan.


 Afirmasi bersama: “Aku mampu mengatur waktuku dan
belajar dengan konsisten!”
 Doa penutup.
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab mengenai kebiasaan menunda tugas siswa.
Asesmen proses Observasi keterlibatan siswa dalam challenge dan diskusi
Asesmen akhir LKPD jadwal belajar 7 hari dan refleksi hasil praktik.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI – “Pintar Atur Waktu”

1. Mengapa Manajemen Waktu Penting?

 Mengurangi kebiasaan menunda tugas.


 Membantu mencapai target belajar secara efektif.
 Membiasakan disiplin dan tanggung jawab pribadi.

2. Strategi Menyusun Jadwal Belajar

 Tentukan waktu belajar tetap setiap hari.


 Gunakan timer 30–45 menit per sesi.
 Sisipkan waktu istirahat agar tetap fokus.
 Tandai kegiatan yang sudah selesai.

3. Challenge Jadwal Belajar 7 Hari

 Buat jadwal harian selama 7 hari.


 Tandai setiap sesi yang berhasil dilaksanakan.
 Evaluasi akhir: “Apa yang berjalan baik? Apa yang perlu diperbaiki minggu depan?”
GAME / ICE BREAKING – “Mood Manajemen Waktu”

Tujuan: Mengawali suasana kelas dengan kesadaran tentang pengelolaan waktu.


Media: Ekspresi wajah, papan tulis, sticky notes.

Cara Main:

1. Guru memperagakan beberapa situasi belajar (semangat, malas, tergesa-gesa).


2. Siswa menebak dan mendiskusikan dampaknya pada jadwal belajar.
3. Hubungkan dengan praktik jadwal belajar harian.

LAMPIRAN LKPD – “Jadwal Belajar 7 Hari”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal Mulai: ____________

A. Target Belajar

1. Materi yang ingin dikuasai: ____________________________


2. Alasan aku ingin konsisten: ____________________________

B. Jadwal Belajar 7 Hari

Hari Jam Belajar Materi Sudah Dilaksanakan? (✓)

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu
Hari Jam Belajar Materi Sudah Dilaksanakan? (✓)

Minggu

C. Refleksi Akhir

1. Berapa hari aku berhasil konsisten? ____________


2. Apa yang membantuku tetap disiplin? ____________
3. Apa yang akan aku perbaiki minggu depan? ____________

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM : 19
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memahami berbagai metode belajar, namun
masih belum mengetahui gaya belajar yang paling efektif untuk
dirinya dan kesulitan mengatur prioritas tugas sekolah.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada mengenal gaya
pelajaran belajar pribadi, menentukan strategi belajar yang sesuai, dan
mengatur prioritas tugas.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari belajar sebagai
ibadah yang harus dilakukan dengan bijak.
 Kemandirian: Memilih metode belajar yang sesuai dengan
gaya belajar pribadi.
 Penalaran Kritis: Mengevaluasi efektivitas strategi belajar
yang diterapkan.
 Kreativitas: Mengembangkan cara belajar yang
menyenangkan dan efektif.
 Kolaborasi: Diskusi dengan teman tentang pengalaman
belajar efektif.
 Komunikasi: Menyampaikan pilihan gaya belajar dan alasan
secara jelas.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan  Peserta didik mampu memilih metode belajar sesuai gaya
mereka dan mampu mengatur prioritas tugas sekolah.

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Bahasa Indonesia (menulis refleksi belajar)
 Matematika / IPA / IPS (mengaplikasikan strategi belajar
dalam mata pelajaran)

3. Tujuan Layanan BK  Siswa menyadari perbedaan gaya belajar setiap individu.


 Siswa menemukan metode belajar efektif yang sesuai dengan
diri mereka.
 Siswa mampu mengatur prioritas tugas sekolah secara tepat.

4. Topik Layanan “Gaya Belajar Asik”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking: “Tebak Gaya Belajar Teman”


 Quiz & Diskusi Gaya Belajar
 Ceramah singkat & interaktif
 Refleksi dan penerapan strategi belajar

6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator


lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai partner diskusi dan sharing tips
belajar
 Lingkungan kelas kondusif untuk eksplorasi strategi belajar

7. Pemanfaatan digital  LKPD gaya belajar


 PPT gaya belajar efektif
 Timer / sticky notes untuk prioritas tugas

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan  Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)


 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.
 Ice-breaking: “Tebak Gaya Belajar Teman” – siswa menebak
gaya belajar teman berdasarkan contoh situasi belajar yang
diperagakan.
 Pertanyaan pemantik: “Bagaimana cara kamu biasanya
mengingat materi yang sulit?”

Inti : Kegiatan Inti


Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan jenis-jenis gaya belajar: visual, auditori,


kinestetik, dan kombinasi.
 Menunjukkan contoh metode belajar untuk setiap gaya
belajar.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Quiz gaya belajar: siswa menjawab pertanyaan untuk


menemukan gaya belajar mereka.

 Diskusi kelompok kecil: strategi belajar yang cocok untuk


setiap gaya.
 Siswa membuat rencana belajar dengan metode yang sesuai
dengan gaya masing-masing.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan strategi belajar yang akan diterapkan dan


prioritas tugas sekolah.
 Guru memberi afirmasi: “Menemukan gaya belajar sendiri
membuat belajar lebih efektif dan menyenangkan.”

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan inti layanan.


 Afirmasi bersama: “Aku belajar dengan metode yang cocok
untukku dan mengatur tugas dengan bijak!”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab mengenai metode belajar yang biasa digunakan siswa.

Asesmen proses Observasi keterlibatan siswa dalam quiz & diskusi.

Asesmen akhir LKPD gaya belajar dan rencana belajar prioritas tugas sekolah.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
LAMPIRAN MATERI – “Gaya Belajar Asik”

1. Apa itu Gaya Belajar?

 Gaya belajar adalah cara setiap orang menerima, memproses, dan mengingat informasi.
 Contoh: visual (gambar/diagram), auditori (mendengar), kinestetik (praktik/gerakan).

2. Mengapa Mengetahui Gaya Belajar Penting?

 Membantu belajar lebih efektif dan menyenangkan.


 Memudahkan mengatur prioritas tugas.
 Mengurangi stres dan kebingungan saat belajar.

3. Strategi Belajar Efektif Sesuai Gaya Belajar

 Visual: buat diagram, peta konsep, warna-warni catatan.


 Auditori: dengarkan rekaman, berdiskusi, ceramah singkat.
 Kinestetik: praktik langsung, role play, simulasi.

4. Tips Mengatur Prioritas Tugas

 Buat daftar tugas harian / mingguan.


 Tandai tugas penting dan mendesak.
 Gunakan timer untuk fokus belajar.
GAME / ICE BREAKING – “Tebak Gaya Belajar Teman”

Tujuan: Mengenalkan variasi gaya belajar dan meningkatkan kesadaran perbedaan tiap individu.
Media: LKPD, papan tulis, sticky notes.

Cara Main:

1. Guru menyiapkan contoh situasi belajar (misal: menghafal pelajaran, mempersiapkan tugas).
2. Siswa menebak gaya belajar teman berdasarkan situasi.
3. Diskusi: bagaimana tiap gaya belajar dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan tugas sekolah.

LAMPIRAN LKPD – “Gaya Belajar & Prioritas Tugas”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal: ____________

A. Mengenali Gaya Belajar

1. Gaya belajarku: (Visual / Auditori / Kinestetik) ____________


2. Metode belajar yang paling efektif untukku: ____________________________

B. Rencana Belajar & Prioritas Tugas

Hari Materi / Tugas Strategi Belajar Sudah Dilaksanakan? (✓)

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu
C. Refleksi Akhir

1. Strategi belajar mana yang paling efektif?


2. Bagaimana aku mengatur prioritas tugas sekolah?
3. Apa yang akan aku perbaiki minggu depan?

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM : 20
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memahami pentingnya komunikasi, namun
masih sering sulit menyampaikan pendapat secara jelas dan sopan
tanpa menyinggung orang lain.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada pengembangan
pelajaran kemampuan berkomunikasi secara asertif, sopan, dan efektif dalam
interaksi sehari-hari.
3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari bahwa berbicara
dengan sopan dan jujur adalah bagian dari akhlak baik.
 Kemandirian: Mampu menyampaikan pendapat tanpa
bergantung pada orang lain.
 Penalaran Kritis: Mengevaluasi cara berkomunikasi yang
sesuai konteks.
 Kreativitas: Mengembangkan cara menyampaikan pendapat
yang jelas dan menarik.
 Kolaborasi: Berinteraksi positif dengan teman sebaya.
 Komunikasi: Mengaplikasikan teknik komunikasi asertif
secara efektif.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan  Peserta didik mampu mengaplikasikan teknik komunikasi
asertif dalam interaksi sehari-hari..
2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling
 Bahasa Indonesia (menyampaikan pendapat, menulis
refleksi dialog)
 Pendidikan Kewarganegaraan (menghargai perbedaan
pendapat)
3. Tujuan Layanan BK  Siswa memahami prinsip komunikasi asertif.
 Siswa mampu mengaplikasikan komunikasi efektif dalam
dialog.
 Siswa menyadari dampak cara berbicara terhadap
hubungan sosial.
4. Topik Layanan “Bicara Efektif”

5. Praktik Pedagogik  Ice-breaking: “Sapa Asertif”


 Roleplay dialog asertif
 Tanya jawab dan diskusi pengalaman komunikasi
 Refleksi pribadi tentang gaya bicara
6. Kemitraan dan  Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran  Teman sebaya sebagai partner roleplay
 Lingkungan kelas kondusif untuk praktik komunikasi
7. Pemanfaatan digital  Kartu dialog
 Papan tulis
 LKPD refleksi komunikasi
PENGALAMAN BELAJAR :
Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)
 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.
 Ice-breaking: “Sapa Asertif” – siswa saling menyapa dengan
cara yang sopan dan percaya diri.
 Pertanyaan pemantik: “Apa yang membuat seseorang
nyaman atau tidak nyaman saat diajak bicara?”
Inti : Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran & Bermakna)
 Guru menjelaskan prinsip komunikasi asertif: jelas, sopan,
jujur, menghargai lawan bicara.
 Menunjukkan contoh kalimat asertif vs agresif vs pasif.
Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Roleplay dialog asertif: siswa berpasangan mempraktikkan


situasi sehari-hari (meminta izin, menolak permintaan,
memberi saran).
 Diskusi kelompok kecil: siswa saling memberi umpan balik
tentang keefektifan komunikasi teman.
Merefleksi (Berkesadaran)
 Siswa menuliskan pengalaman belajar berkomunikasi asertif
dan strategi yang akan diterapkan.
 Guru memberi afirmasi: “Berbicara dengan asertif
membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai.”
Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan inti layanan.


 Afirmasi bersama: “Aku mampu berkomunikasi dengan sopan,
jelas, dan efektif!”
 Doa penutup.
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab pengalaman siswa saat berbicara di kelas.
Asesmen proses Observasi partisipasi siswa dalam roleplay dan diskusi.
Asesmen akhir LKPD refleksi komunikasi dan evaluasi dialog asertif.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI – “Bicara Efektif – Komunikasi Asertif”

1. Apa itu Komunikasi Asertif?

 Komunikasi yang jelas, sopan, jujur, dan menghargai lawan bicara.


 Tidak pasif (menyembunyikan pendapat) dan tidak agresif (menyakiti orang lain).

2. Mengapa Komunikasi Asertif Penting?

 Membangun hubungan yang sehat dengan teman, guru, dan keluarga.


 Mengurangi konflik dan kesalahpahaman.
 Meningkatkan rasa percaya diri.

3. Prinsip Komunikasi Asertif

 Gunakan kalimat “Saya” (contoh: “Saya merasa…”).


 Tetap sopan dan ramah.
 Dengarkan lawan bicara dengan baik.
 Sampaikan maksud dengan jelas tanpa menyinggung.

GAME / ROLEPLAY – “Dialog Asertif”

Tujuan: Membiasakan siswa mengaplikasikan komunikasi sehat dalam situasi nyata.


Media: Kartu dialog, papan tulis.
Cara Main:

1. Guru menyiapkan situasi singkat (misal: meminta izin, menolak permintaan, memberi saran).
2. Siswa berpasangan memainkan dialog sesuai situasi dengan komunikasi asertif.
3. Pasangan lain memberikan umpan balik: apa yang baik, apa yang bisa diperbaiki.
4. Diskusi kelas: kesimpulan cara komunikasi efektif.

LAMPIRAN LKPD – “Refleksi Komunikasi Asertif”

Nama: ____________ | Kelas: ____________ | Tanggal: ____________

A. Pengalaman Berkomunikasi

1. Situasi komunikasi yang saya alami minggu ini: ______________________


2. Bagaimana saya menanggapinya? ______________________
3. Apakah saya berbicara dengan asertif? (✓ Ya / ✗ Tidak)

B. Rencana Perbaikan

1. Situasi yang akan saya praktikkan komunikasi asertif: ______________________


2. Strategi yang akan saya gunakan: ______________________

C. Refleksi Akhir

1. Apa yang saya pelajari dari roleplay dialog asertif? ______________________


2. Bagaimana perasaan saya setelah belajar komunikasi asertif? ______________________
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK

1. Kelas/Semester :
2. Topik : Diskusi Emosi
3. Aspek Perkembangan : Kematangan Emosi
4. Capaian Layanan : Peserta didik mampu mengenali emosi diri dan menerapkan
strategi sehat dalam menghadapi situasi sulit
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:
o Menjelaskan jenis-jenis emosi yang sering muncul di masa remaja.
o Mengenali emosi diri sendiri dalam berbagai situasi.
o Menerapkan strategi sehat untuk mengelola emosi saat menghadapi masalah atau
konflik.
Langkah Kegiatan
N Kegiatan Guru Pembimbing / Pemimpin Kegiatan Peserta Didik /
Tahapan
o Kelompok Anggota Kelompok
1 Pembentukan (10 Menyambut dan menyapa siswa - Menyapa balik guru
menit) - Menjelaskan tujuan bimbingan kelompok - Mengikuti permainan
- Ice breaking: “Emoji Ekspresiku” (siswa menebak emosi
menebak ekspresi emosi dari flashcard)
2 Peralihan (5 Mengondisikan suasana untuk masuk ke inti - Menyimak aturan
menit) pembahasan - Menyatakan kesiapan
- Menyampaikan aturan diskui mengikuti kegiatan
3 Kegiatan Inti (30 - Menjelaskan pentingnya mengenali emosi - Mendengarkan dan
menit) diri menyampaikan pendapat
- Brainstorming: “Emosi apa yang paling - Mengisi lembar refleksi
sering kamu rasakan?” - Mempraktikkan strategi
- Diskusi kelompok: “Strategi sehat sehat dalam roleplay
menghadapi situasi sulit”
- Roleplay simulasi menghadapi situasi sulit
menggunakan flashcard emosi
4 Pengakhiran (10 - Menyimpulkan hasil diskusi - Membagikan kesan dan hal
menit) - Mengajak menulis kalimat komitmen yang dipelajari
pribadi - Menuliskan kalimat
- Afirmasi bersama: “Aku bisa mengenali komitmen pribadi
dan mengelola emosiku dengan sehat!” - Berdoa dan memberi salam
- Doa penutup

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Komponen Pembelajaran Implementasi dalam Kegiatan
Mendalam
Berkesadaran siswa menyadari emosi diri dan dampaknya
Bermakna siswa mengaitkan strategi sehat dengan pengalaman nyata
Menggembirakan aktivitas diskusi & roleplay dilakukan dengan seru,
menyenangkan, interaktif

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK
………………………… ……………………
NIP. Nip.

LAMPIRAN MATERI – “Diskusi Emosi”

1. Apa itu Emosi?

 Emosi adalah perasaan yang muncul sebagai reaksi terhadap situasi atau pengalaman.
 Contoh: senang, sedih, marah, takut, cemas, kecewa.

2. Mengapa Penting Mengenali Emosi?

 Membantu mengontrol perilaku agar tidak merugikan diri sendiri atau orang lain.
 Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan teman, guru, dan keluarga.
 Membuat kita lebih bijak dalam menghadapi situasi sulit.

3. Strategi Sehat Mengelola Emosi

 Bernapas dalam-dalam: menenangkan diri sebelum mengambil keputusan.


 Berbicara pada diri sendiri (self-talk positif): misal, “Aku bisa menghadapi ini dengan
tenang.”
 Mencatat emosi: menulis perasaan agar lebih jelas dan terkontrol.
 Berbagi dengan orang terpercaya: teman, guru, atau orang tua.
 Aktivitas fisik ringan: berjalan, stretching, atau olahraga untuk mengurangi stres.

4. Roleplay / Simulasi

 Tujuan: mempraktikkan strategi sehat menghadapi situasi sulit.


 Media: flashcard emosi, skenario situasi, lembar refleksi.
 Cara Bermain:
1. Guru membagi siswa dalam kelompok 3–4 orang.
2. Setiap kelompok mendapat flashcard emosi dengan skenario situasi sulit (misal:
ditegur guru, bertengkar dengan teman, gagal ulangan).
3. Siswa bergantian memerankan situasi dan menerapkan strategi sehat.
4. Kelompok lain memberikan feedback positif dan saran strategi tambahan.
5. Diskusi refleksi: apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki.

5. Refleksi

 Siswa menulis di lembar refleksi:


o Emosi apa yang paling sering muncul?
o Strategi sehat apa yang paling mudah diterapkan?
o Situasi apa yang masih sulit diatasi?

LAMPIRAN LKPD – “Diskusi Emosi”

Nama: ____________________ Kelas: ____________ Tanggal: ____________

A. Mengenali Emosi Diri

1. Tuliskan 3 emosi yang sering kamu rasakan saat berada di sekolah:


o

2. Situasi apa yang biasanya memicu emosi tersebut?


o

B. Strategi Sehat Mengelola Emosi

1. Pilih salah satu emosi yang sulit kamu kendalikan dan tuliskan strategi sehat yang akan kamu
coba:
o Emosi: ______________________
o Strategi: ______________________
2. Roleplay: Saat diberi skenario berikut, bagaimana cara kamu mengelola emosi dengan sehat?
Skenario: Kamu mendapat nilai ulangan yang kurang memuaskan.
o Strategi yang akan diterapkan: ______________________________
o Bagaimana perasaanmu sebelum dan sesudah strategi diterapkan?
 Sebelum: ______________________________
 Sesudah: ______________________________

C. Refleksi Pribadi

1. Strategi sehat mana yang paling mudah diterapkan? ______________________________


2. Strategi sehat mana yang masih perlu latihan lebih banyak? ______________________________
3. Apa komitmen pribadimu mulai sekarang untuk mengelola emosi secara positif?
“Mulai hari ini, aku akan ___________________________________________.”

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

BIMBINGAN KELOMPOK

1. Kelas/Semester :
2. Topik : Simulasi Peer Pressure
3. Aspek Perkembangan : Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya
4. Capaian Layanan : Siswa mampu membuat keputusan yang tepat dan bijaksana
meski berada di bawah tekanan teman sebaya
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:
 Menjelaskan apa itu peer pressure dan dampaknya.
 Menganalisis kasus nyata tentang tekanan teman sebaya.
 Mempraktikkan strategi membuat keputusan bijak dalam situasi peer pressure

Langkah Kegiatan

Kegiatan Peserta
N Kegiatan Guru Pembimbing / Pemimpin
Tahapan Didik / Anggota
o Kelompok
Kelompok

1 Pembentukan Menyapa siswa dan menjelaskan tujuan Menyapa balik guru.


(10 menit) bimbingan. - Mengikuti ice-breaking
- Ice-breaking: “Tebak Pilihan Teman” (guru dengan antusias.
memberi pilihan situasi lucu, siswa menebak
pilihan teman)

2 Peralihan (5 - Mengondisikan suasana untuk masuk inti. - Menyimak aturan.


menit) - Menyampaikan aturan diskusi. - Menyatakan kesiapan
mengikuti kegiatan.

3 Kegiatan Inti (30 - Menjelaskan pengertian peer pressure dan - Mendengarkan dan
menit) konsekuensinya. berdiskusi.
- Diskusi kelompok: analisis kasus nyata peer - Menganalisis kasus
pressure. nyata.
- Roleplay: mempraktikkan pengambilan - Mempraktikkan
keputusan bijak dalam skenario tekanan teman. roleplay.
- Memberikan contoh strategi menghadapi peer - Membagikan
pressure. pengalaman pribadi bila
relevan.

4 Pengakhiran (10 - Menyimpulkan hasil diskusi. - Membagikan kesan dan


menit) - Menulis satu kalimat komitmen pribadi: “Mulai hal yang dipelajari.
hari ini, aku akan membuat keputusan bijak - Menulis kalimat
meski ada tekanan teman.” komitmen.
- Afirmasi bersama dan doa penutup. - Memberi salam dan
berdoa.

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Komponen Pembelajaran Implementasi dalam Kegiatan
Mendalam

Berkesadaran Siswa mengenali pengaruh tekanan teman pada keputusan pribadi.

Bermakna Analisis kasus nyata dan roleplay disesuaikan dengan situasi


sehari-hari siswa.

Menggembirakan Ice-breaking dan simulasi peer pressure dilakukan secara


interaktif dan menyenangkan.

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025

Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………

NIP. Nip.

Lampiran Materi: Keputusan Bijak di Tengah Tekanan Teman Sebaya

1. Pengertian Peer Pressure

 Peer pressure adalah tekanan yang muncul dari teman sebaya agar seseorang melakukan
sesuatu yang sesuai keinginan mereka.
 Bisa bersifat positif (mendorong hal baik, misal belajar bersama) atau negatif (mendorong hal
yang salah, misal mencontek, merokok, atau bullying).

2. Dampak Peer Pressure Negatif

 Menurunnya rasa percaya diri jika menolak.


 Terlibat perilaku berisiko.
 Konflik internal antara keinginan diri dan keinginan teman.

3. Cara Mengambil Keputusan Bijak di Tengah Tekanan Teman


 Kenali pilihanmu: Pikirkan baik-baik sebelum memutuskan.
 Tegas tapi sopan: Katakan “tidak” dengan alasan yang jelas tanpa menyinggung teman.
 Alihkan perhatian: Jika situasi membuat tidak nyaman, cari kegiatan lain.
 Cari dukungan: Berbicaralah dengan guru, orang tua, atau teman yang dipercaya.
 Berlatih skenario: Gunakan roleplay untuk mempersiapkan diri menghadapi tekanan teman.

4. Simulasi / Roleplay

 Guru memberikan kartu situasi peer pressure, misal:


1. Teman mengajak menyontek saat ulangan.
2. Teman memaksa untuk ikut perkelahian.
3. Teman menertawakan gaya berpakaianmu yang berbeda.
 Siswa bermain peran: mengambil keputusan bijak di tiap situasi, kemudian diskusi: “Apa
yang membuatmu bisa tetap bijak?”

5. Refleksi

 Tuliskan pengalaman:
o Situasi tekanan teman apa yang pernah kamu alami?
o Bagaimana cara kamu menghadapi atau bisa menghadapi situasi itu?
o Apa yang kamu pelajari dari roleplay hari ini?

6. Media Pendukung

 Video pendek tentang peer pressure positif & negatif.


 Kartu situasi / flashcard untuk roleplay.
 Lembar refleksi siswa.

Lampiran LKPD – “Simulasi Peer Pressure”

Nama: ____________________ Kelas: ____________ Tanggal: ____________

A. Mengenali Peer Pressure

1. Tuliskan pengalamanmu atau teman yang pernah mendapat tekanan teman sebaya:
o

2. Bagaimana perasaanmu saat itu?


o

B. Analisis Kasus
1. Baca skenario berikut:
“Temanmu mengajakmu mencontek saat ujian, dan mengancam akan mengejek jika menolak.”
o Apa pilihan yang bisa kamu ambil? ______________________________
o Apa konsekuensi dari setiap pilihan? ______________________________
2. Diskusikan strategi membuat keputusan bijak dalam kelompok:
o Strategi A: ______________________________
o Strategi B: ______________________________

C. Roleplay / Simulasi

1. Pilih satu situasi dari kasus nyata atau skenario di atas.


2. Perankan bagaimana cara kamu mengambil keputusan bijak meski ada tekanan teman.

D. Refleksi Pribadi

1. Strategi mana yang paling mudah diterapkan? ______________________________


2. Strategi mana yang perlu latihan lebih banyak? ______________________________
3. Komitmen pribadimu mulai hari ini:
“Mulai hari ini, aku akan ___________________________________________.”

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

BIMBINGAN KELOMPOK

1. Kelas/Semester :
2. Topik : Self-Mapping & Sharing
3. Aspek Perkembangan : Wawasan Kesiapan Karir
4. Capaian Layanan : Siswa mampu memetakan potensi diri dan minat untuk rencana
karir awal
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:

 Mengidentifikasi minat dan bakat pribadi.


 Memetakan potensi diri melalui kegiatan self-mapping.
 Menyusun rencana awal langkah karir sesuai potensi diri.

Langkah Kegiatan

N Kegiatan Guru Pembimbing / Pemimpin Kegiatan Peserta Didik /


Tahapan
o Kelompok Anggota Kelompok

1 Pembentukan (10 - Menyapa siswa dengan suasana hangat - Menyapa balik guru
menit) - Menjelaskan tujuan bimbingan kelompok - Berbagi cita-cita masa
- Ice breaking: “Mimpiku, Mimpimu” (siswa kecil
menyebutkan cita-cita masa kecil)

2 Peralihan (5 Menyampaikan aturan diskusi - Menyimak aturan


menit) - Menyiapkan media kartu potensi - Menyatakan kesiapan
mengikuti kegiatan

3 Kegiatan Inti (30 - Menjelaskan pentingnya mengenali minat - Menulis minat, bakat, dan
menit) dan bakat untuk perencanaan karir potensi diri
- Aktivitas self-mapping: siswa menuliskan - Mengikuti brainstorming
minat, bakat, dan potensi di lembar yang - Berbagi hasil pemetaan
disediakan diri
- Brainstorming: “Langkah pertama menuju
karir impianmu apa?”
- Sharing hasil self-mapping di kelompok kecil

4 Pengakhiran (10 - Mengajak siswa membuat satu langkah awal Menuliskan langkah awal
menit) karir yang konkret karir
- Menyimpulkan kegiatan - Mengikuti afirmasi
- Afirmasi bersama: “Aku mengenal potensiku, - Berdoa dan memberi
aku siap merencanakan masa depanku!” salam
- Doa penutup

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Komponen Pembelajaran Implementasi dalam Kegiatan
Mendalam

Berkesadaran Siswa menyadari minat dan bakat yang mereka miliki sebagai
dasar karir

Bermakna Siswa menghubungkan potensi diri dengan langkah awal karir

Menggembirakan Aktivitas self-mapping & sharing dilakukan secara santai dan


menyenangkan

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025

Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………

NIP. Nip.

Lampiran Materi: Self-Mapping & Sharing


 Apa itu Self-Mapping?
Self-mapping adalah proses mengenali diri sendiri melalui pemetaan minat, bakat, dan potensi
yang kita miliki untuk membantu merencanakan masa depan karir.
 Mengapa Self-Mapping itu penting?
o Membantu mengenal kekuatan dan kelebihan diri.
o Menjadi dasar memilih jurusan sekolah/pendidikan.
o Menentukan langkah awal mencapai cita-cita.
Minat, Bakat, dan Potensi
 Minat: Kegiatan yang membuat kita senang dan bersemangat.
 Bakat: Kemampuan khusus yang kita miliki sejak awal atau dapat dilatih.
 Potensi: Gabungan minat, bakat, dan peluang yang bisa dikembangkan untuk masa depan.
Contoh:
 Minat: Mengajar anak-anak.
 Bakat: Pandai berbicara di depan umum.
 Potensi: Menjadi guru atau trainer.
Langkah Self-Mapping
1. Identifikasi minat utama (apa yang kamu sukai).
2. Tuliskan bakat/keterampilan yang kamu kuasai.
3. Hubungkan dengan bidang karir yang sesuai.
4. Tentukan langkah awal yang dapat dilakukan mulai sekarang.
Kartu Potensi Diri
Digunakan untuk membantu siswa mengidentifikasi potensi mereka.
Petunjuk: Lingkari yang sesuai dengan dirimu atau tambahkan jika tidak ada di daftar.
Minat:
 Seni & Kreativitas
 Teknologi & Komputer
 Sains & Penelitian
 Pendidikan & Mengajar
 Bisnis & Kewirausahaan
 Pelayanan Sosial
 Olahraga & Kesehatan
 Lainnya: _____________
Bakat:
 Berbicara di depan umum
 Menulis kreatif
 Memecahkan masalah
 Menggambar/Desain
 Berorganisasi
 Memimpin tim
 Membuat karya digital
 Lainnya: _____________

Lampiran LKPD – Self-Mapping

Petunjuk: Lengkapi tabel di bawah ini berdasarkan minat dan bakatmu.

Kolom Isi
Minat Utamaku ..................................................................
Bakat/Kemampuan Unggul ..................................................................
Bidang Karir yang Tertarik ..................................................................
Langkah Awal yang Akan Dilakukan ..................................................................
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

BIMBINGAN KELOMPOK

1. Kelas/Semester :
2. Topik : Mini Challenge Motivasi
3. Aspek Perkembangan : Kematangan Emosi
4. Capaian Layanan : Siswa menunjukkan motivasi belajar meningkat
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:
 Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar.
 Menyusun strategi sederhana untuk meningkatkan motivasi diri.
 Mengikuti mini challenge motivasi dan mengevaluasi hasilnya.

Langkah Kegiatan

Kegiatan Peserta
N Kegiatan Guru Pembimbing / Pemimpin
Tahapan Didik / Anggota
o Kelompok
Kelompok

1 Pembentukan Menyapa siswa dan membangun suasana hangat - Menyapa balik guru
(10 menit) - Menjelaskan tujuan bimbingan kelompok - Mengikuti
- Ice breaking: “Motivasi Kilat” (siswa menyebutkan permainan
satu kata penyemangat yang mereka suka) penyemangat singkat

2 Peralihan (5 - Menyampaikan aturan diskusi - Menyimak aturan.


menit) - Mengondisikan suasana belajar yang kondusif - Menyatakan
kesiapan mengikuti
kegiatan.

3 Kegiatan Inti - Menjelaskan pentingnya menjaga motivasi belajar - Mendengarkan dan


(30 menit) - Diskusi kelompok: “Apa yang membuat kamu berbagi pendapat
semangat belajar?” - Menuliskan daftar
- Mini challenge: siswa membuat daftar 3 aksi kecil aksi motivasi pribadi
yang akan dilakukan minggu ini untuk menjaga - Mengikuti mini
semangat belajar (misal: belajar 30 menit sebelum challenge yang
tidur, memberi reward diri, dll.) ditentukan

4 Pengakhiran - Mengajak siswa menyampaikan satu kalimat - Membagikan


(10 menit) komitmen motivasi komitmen motivasi
- Menyimpulkan kegiatan - Mengikuti afirmasi
- Afirmasi bersama: “Aku bisa menjaga semangat - Berdoa dan memberi
belajarku!” salam
- Doa penutup

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Komponen Pembelajaran Implementasi dalam Kegiatan


Mendalam

Berkesadaran Siswa menyadari pentingnya motivasi dalam belajar dan dampak


kebiasaan positif

Bermakna Siswa mengaitkan strategi motivasi dengan pengalaman belajar


sehari-hari

Menggembirakan Aktivitas diskusi & mini challenge dilakukan secara interaktif dan
menyenangkan

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025

Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………

NIP. Nip.

Lampiran Materi: Mini Challenge Motivasi

Pengertian Motivasi Belajar

 Apa itu motivasi belajar?


Motivasi belajar adalah dorongan dari dalam diri yang membuat kita mau dan semangat belajar
meskipun ada tantangan atau rasa bosan.
 Mengapa motivasi belajar penting?
o Membantu kita tetap fokus pada tujuan.
o Membuat proses belajar terasa lebih ringan.
o Menjadikan belajar sebagai kebiasaan, bukan beban.

Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

 Internal (dari dalam diri):


o Minat dan rasa ingin tahu.
o Tujuan pribadi (misalnya ingin masuk sekolah favorit).
o Kondisi fisik dan mental.
 Eksternal (dari luar diri):
o Dukungan keluarga dan teman.
o Lingkungan belajar yang nyaman.
o Reward atau penghargaan.

Strategi Menjaga dan Meningkatkan Motivasi Belajar

 Buat tujuan belajar yang realistis dan spesifik.


 Gunakan reward kecil setelah menyelesaikan tugas.
 Belajar dengan cara yang variatif (membaca, menonton video, berdiskusi).
 Ciptakan suasana belajar yang nyaman (tempat terang, minim gangguan).
 Jaga kesehatan fisik dan mood (cukup tidur, olahraga ringan).

Lampiran LKPD – “Mini Challenge Motivasi”

Petunjuk:
Tuliskan tiga aksi kecil yang akan kamu lakukan selama satu minggu ke depan untuk menjaga
semangat belajarmu. Setelah itu, beri tanda ✔ jika kamu berhasil melakukannya.

Aksi Motivasi yang Akan


No Hari/Tanggal Pelaksanaan Sudah Dilaksanakan? (✔/✘)
Dilakukan
1
2
3

Refleksi:

 Dari tiga aksi yang kamu pilih, mana yang paling membantumu tetap semangat?
 Apa yang akan kamu perbaiki minggu depan agar motivasi belajarmu meningkat?

Anda mungkin juga menyukai