Program BK Berbasis Deep Learning SMP
Program BK Berbasis Deep Learning SMP
Hari : .................................................
Tanggal : .................................................
.............................................. ................................
NIP
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan
Program Bimbingan dan Konseling (BK) Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk
kelas VII SMP ini dapat diselesaikan.
Program ini disusun berdasarkan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan
Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan mengacu pada Kurikulum 2013 yang saat
ini digunakan di satuan pendidikan. Penyusunan program ini bertujuan untuk memfasilitasi
peserta didik dalam mengembangkan potensi diri, membangun kesadaran perilaku positif, serta
menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui pendekatan meaningful, mindful, dan joyful learning.
Melalui program ini, diharapkan layanan BK dapat menjadi bagian integral dari proses pendidikan
yang tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang
berkarakter, berdaya tahan, dan adaptif menghadapi tantangan zaman.
Kami berharap program layanan Bimbingan dan Konseling berbasis Deep Learning ini dapat
menjadi panduan pelaksanaan yang lebih berdampak pada perubahan perilaku, penguatan
karakter, dan peningkatan kesejahteraan psikologis peserta didik.
Penyusun
RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling saat ini menempatkan peserta didik sebagai individu yang
memiliki potensi unik yang perlu dikenali, diarahkan, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Fokus layanan BK tidak lagi sebatas menangani permasalahan, melainkan mendukung pencapaian
perkembangan optimal dan mencegah munculnya hambatan perkembangan melalui pendekatan
yang bersifat proaktif dan preventif.
Alih-alih hanya memberikan layanan kepada peserta didik yang mengalami masalah, program
bimbingan dan konseling diarahkan untuk mencegah timbulnya masalah, mendukung
perkembangan optimal, serta membangun kesadaran diri yang berkelanjutan
Dalam konteks ini, pengenalan potensi individu menjadi langkah awal yang krusial pada setiap
layanan bantuan, karena hanya dengan mengenali kekuatan, kelemahan, minat, dan kebutuhan
peserta didik, layanan bimbingan dapat berjalan lebih terarah dan bermakna.
Bimbingan dan konseling di sekolah juga berperan penting dalam mendukung peserta didik
mencapai tugas-tugas perkembangan yang tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian
Peserta Didik (SKKPD). Pelaksanaan program BK memerlukan pendekatan yang kolaboratif dengan
seluruh stakeholder sekolah (guru, orang tua, dan lingkungan sekolah) agar tercapai
perkembangan holistik peserta didik
Melalui penerapan pendekatan deep learning (meaningful, mindful, joyful), peserta didik diajak
untuk tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai,
membangun kebiasaan reflektif, serta mengaplikasikan keterampilan sosial-emosional dalam
kehidupan sehari-hari.
DASAR HUKUM
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan
Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah
Menyebutkan bahwa layanan BK mencakup 4 (empat) program utama:
a) Layanan Dasar
b) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
c) Layanan Responsif
d) Layanan Dukungan Sistem
Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
BK dapat menyesuaikan prinsip penyusunan RPL (Rencana Pelaksanaan Layanan) dengan prinsip:
a) Efisien
b) Efektif
c) Berorientasi pada peserta didik
Komponen inti yang wajib ada: Tujuan Layanan, Langkah Kegiatan Layanan, dan Evaluasi Proses &
Hasil.
a. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
b. Bernalar kritis dan kreatif
c. Bekerja sama dan memiliki kepedulian sosial
d. Tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024
tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
Mengatur penerapan pembelajaran dan layanan yang mengarah pada pendekatan pembelajaran
mendalam (deep learning).
VISI
“Terbentuknya peserta didik kelas VII yang beriman, berakhlak mulia, sehat secara mental-
emosional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu belajar secara mendalam untuk
mencapai perkembangan diri yang berkelanjutan.”
MISI
1. Layanan Dasar
Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif kepada seluruh peserta
didik kelas 7.
Fokus pada pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier.
Contoh: Pengenalan diri, adaptasi dengan lingkungan SMP, keterampilan belajar efektif, dan
manajemen emosi dasar.
3. Layanan Responsif
Mendukung efektivitas layanan BK melalui kerja sama dengan guru mata pelajaran, wali
kelas, orang tua, dan pihak sekolah lainnya.
Contoh: Workshop parenting, kolaborasi dengan wali kelas, koordinasi dengan guru lain
dalam mendukung perkembangan peserta didik.
BIDANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Pribadi
Membantu peserta didik memahami dan mengembangkan potensi diri, mengenali kekuatan serta
kelemahan, mengelola emosi, dan membangun kepribadian yang sehat.
Contoh layanan:
2. Sosial
Membantu peserta didik membangun hubungan sosial yang positif, etika pergaulan, dan
keterampilan komunikasi dengan teman, keluarga, dan masyarakat.
Contoh layanan:
3. Belajar
Mendukung peserta didik dalam meningkatkan keterampilan belajar, mengatasi kesulitan belajar,
dan mengembangkan strategi belajar efektif.
Contoh layanan:
4. Karir
Membantu peserta didik mengenali potensi karir, membuat perencanaan masa depan, dan
mengambil keputusan yang tepat tentang studi lanjutan atau dunia kerja.
Contoh layanan:
3x4
Nama :
Kelas :
Petunjuk :
NO PERNYATAAN YA TIDAK
1 Saya kadang lupa bersyukur atas nikmat dan karunia dari Tuhan YME
2 Saya kurang memahami tentang profil pelajar pancasila
Saya merasa belum paham etika yang baik dan benar dalam pergaulan teman
3
sebaya
4 Saya merasa sulit mematuhi tata tertib di sekolah
5 Kadang-kadang saya masih suka menyontek pada waktu ulangan
Waktu saya banyak dihabiskan untuk bermain game atau games online dan
6
membuka sosial media
7 Saya sulit meminta maaf jika melakukan kesalahan terhadap orang lain
8 Saya masih merasa belum memiliki rasa percaya diri
9 Saya belum tahu cara mengendalikan emosi
10 Saya belum tahu cara melakukan eksplorasi bakat secara mandiri
11 Saya belum memahami tentang disiplin positif
12 Kondisi keluarga saya sedang tidak harmonis
13 Saya sedang mempunyai masalah dengan anggauta keluarga di rumah
14 Saya merasa belum bisa menjadi pribadi yang mandiri
15 Saya merasa belum mampu mengembangkan sikap toleransi
16 Saya merasa sulit mengendalikan ketergantungan dengan handphone
17 Saya merasa tidak betah tinggal di rumah sendiri
18 Saya merasa tidak pernah di perhatikan dari orang tua
19 Kata maaf, tolong dan terimakasih kadang lupa saya ucapkan dalam pergaulan
Saya belum tahu tentang bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara
20
mensikapinya
21 Saya belum tahu mengenai kekerasan seksual dan cara pencegahannya
22 Saya sedang mempunyai masalah dengan teman di sekolah
23 Saya belum tahu cara untuk menjaga persahabatan agar tetap langgeng
24 Saya belum tahu tentang bullying dan cara mensikapinya
25 Saya sukar bergaul dengan teman-teman di sekolah
26 Saya merasa masih sedikit pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja
27 Saya belum banyak tahu tentang dampak dari pacaran
28 Saya malu jika membicarakan masalah seks dan pacar kepada orang tua
29 Saya merasa malu jika bergaul dengan teman yang beda jenis kelamin
30 Saya merasa takut bertanya atau menjawab di kelas
31 Saya belum paham yang harus dilakuan dengan adanya pemanasan global
Saya belum mengetahui banyak tentang jenis obat-obat terlarang serta
32
dampaknya
33 Saya belum tahu cara memilih lembaga bimbingan belajar
34 Saya merasa tidak memiliki semangat belajar
35 Saya belum tahu cara meraih prestasi di sekolah
36 Saya belum paham tentang gaya belajar dan strategi yang sesuai dengannya
37 Saya merasa kesulitan dalam memahami pelajaran
38 Saya belum terbiasa belajar bersama atau kelompok
39 Saya merasa belum menenumkan cara belajar yang efektif
40 Saya selalu malas untuk belajar di rumah
41 Saya belajarnya jika akan ada ulangan atau ujian saja
42 Orang tua kurang peduli dengan kegiatan belajar saya
43 Saya belum bisa membuat peta pikiran (mind mapping)
44 Saya belum mengenal tentang macam-macam kecerdasan
45 Saya belum paham cara kerja otak kiri dan otak kanan
46 Saya sering dimarahi orang tua karena boros
47 Saya tidak terbiasa menabung
48 Saya kurang dapat menyalurkan bakat dan minat di sekolah
49 Saya belum tahu tentang prospek karir untuk setiap mapel
50 Saya belum banyak tahu tentang jenis-jenis profesi di masyarakat dan
Prospeknya
JADWAL PELAYANAN KONSELING
............................................. ................................
NIP.
DESKRIPSI KEBUTUHAN
Kebutuhan peserta didik/ konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik dan hasil
asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru bimbingan dan
konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment), tujuan penyusunan
instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan [Link] hasil
needs assessment menggunakan angket dapat dipaparkan deskripsi kebutuhan sebagai
berikut :
Bidang Tema/ Tujuan Komponen Strategi Capaian Berkesadaran Bermakna Menggembirakan Metode Media Evaluasi
Layana Topik Layanan Layanan Layanan Layanan
n
Peserta
didik/konseli
Flashc
mampu
Mengen ard
mengenali Siswa Cerama
ali Sadar Mengerti emosi,
perubahan Layanan mengenali Ice-breaking h, Proses &
Pribadi Perubah Klasikal perubahan dampak lemba
emosi diri Dasar perubahan ekspresi wajah diskusi, Hasil
an emosi emosi r
dan emosi diri roleplay
Emosi reflek
mengelola
si
emosi remaja
secara sehat
Peserta
Audio
didik/konseli
Siswa relaks
mampu Latihan
Strategi memprakti Sadar Mengaplikas asi,
menerapkan Layanan Games “Ekspresi praktik Proses &
Pribadi Mengelo Klasikal kkan pentingnya ikan teknik lemba
strategi sehat Dasar Sehat” & Hasil
la Emosi teknik kontrol diri relaksasi r
untuk roleplay
coping reflek
mengelola
si
emosi
Peserta
Sadar Mengaitkan Lemb
didik/konseli Siswa
pengaruh motivasi Diskusi, ar
Motivas memiliki Layanan memahami Games “Semangat Proses &
Pribadi Klasikal motivasi dengan challen motiv
i Belajar motivasi Dasar pentingny Belajar” Hasil
terhadap pengalaman ge asi,
belajar yang a motivasi
prestasi sendiri PPT
meningkat
Memper Peserta
Siswa
tahanka didik/konseli Mengerti Lemb
membuat Diskusi
n mampu Layanan Sadar dampak pentingnya Challenge “7 Hari ar Proses &
Pribadi Klasikal rencana &
Semang mempertahan Dasar konsistensi disiplin Semangat Belajar” jadwal Hasil
belajar praktik
at kan semangat belajar , timer
harian
Belajar belajar
Sosial Keputus Peserta Layanan Klasikal Siswa Sadar peer Memahami Simulasi situasi Rolepla Kartu Proses &
an Bijak didik/konseli Dasar mengenali pressure konsekuensi teman sebaya y, situasi Hasil
di mampu pengaruh keputusan diskusi , video
Tengah membuat teman
Teman keputusan
tepat meski
Sebaya ada tekanan
teman sebaya
Peserta Siswa Lemb
Membu didik/konseli memprakti ar
Sadar proses Mengerti Diskusi
at mampu Layanan kkan Games “Pilih piliha Proses &
Sosial Klasikal pengambilan dampak &
Pilihan menentukan Dasar pengambil Tindakan Tepat” n, Hasil
keputusan keputusan refleksi
Bijak pilihan yang an kartu
tepat keputusan kasus
Peserta Siswa
Sadar cara Mengaplikas Rolepla Kartu
Komuni didik/konseli belajar
Layanan bicara ikan Roleplay dialog y& dialog, Proses &
Sosial kasi mampu Klasikal teknik
Dasar memengaruhi komunikasi asertif tanya papan Hasil
Asertif berkomunika komunikas
hubungan efektif jawab tulis
si asertif i sehat
Kartu
Peserta
Siswa konfli
Penyele didik/konseli Sadar Mengerti
memprakti k,
saian mampu Layanan pentingnya cara Studi kasus & Diskusi, Proses &
Sosial Klasikal kkan lemba
Konflik menyelesaika Dasar komunikasi menyelesaik simulasi roleplay Hasil
penyelesai r
Sehat n konflik sehat an konflik
an konflik reflek
teman sebaya
si
Peserta
didik/konseli Siswa
Manaje Mengerti Diskusi, Lemb
mampu membuat
men Layanan Sadar akibat pentingnya Challenge “Jadwal 7 praktik ar Proses &
Belajar menyusun Klasikal jadwal
Waktu Dasar menunda tugas disiplin Hari” langsun jadwal Hasil
jadwal belajar belajar
Belajar belajar g , timer
mandiri yang harian
konsisten
Peserta
Siswa
didik/konseli PPT,
memprakti Sadar Mengerti Cerama
Fokus mampu Layanan Games “Detoks HP 5 stiker Proses &
Belajar Klasikal kkan gangguan HP & dampak h&
Belajar mengurangi Dasar Menit” remin Hasil
strategi media sosial distraksi refleksi
distraksi der
fokus
digital
Peserta Siswa Lemb
Cerama
Strategi didik/konseli menemuka Mengaplikas ar
Layanan Sadar tiap Quiz & diskusi gaya h & quiz Proses &
Belajar Belajar mampu Klasikal n gaya ikan strategi gaya
Dasar orang berbeda belajar interakt Hasil
Efektif memilih belajar belajar belaja
if
metode efektif r
Belajar Disiplin belajar sesuai Layanan Klasikal Siswa Sadar prioritas Memahami Challenge “To-Do Diskusi Sticky Proses &
mampu
dampak notes,
Belajar menepati &
Dasar penting menunda List Harian” papan Hasil
Mandiri gaya mereka tenggat & praktik
tugas tulis
Peserta fokus
didik/konseli
mampu
Peserta Kartu
didik/konseli poten
Eksplor Siswa Mengaitkan
mampu Diskusi si,
asi Layanan menilai Sadar potensi potensi Games “Tukar Kartu Proses &
Karir mengenali Klasikal & lemba
Minat & Dasar minat & diri dengan cita- Potensi” Hasil
potensi diri sharing r
Bakat bakat cita
lebih pemet
mendalam aan
Peserta
didik/konseli Lemb
Siswa
mampu ar
Peta menyusun Mengerti Permai
memetakan Layanan Sadar feedback Ice-breaking peta, Proses &
Karir Potensi Klasikal peta refleksi nan &
minat & bakat Dasar teman penting “Potensi Unik” kartu Hasil
Diri potensi teman diskusi
berdasar poten
diri
pengalaman si
& teman
Mengen Peserta Siswa
al didik/konseli mengenal Diskusi, Kartu
Mengaitkan
Profesi memahami Layanan profesi & Sadar banyak quiz profes Proses &
Karir Klasikal dengan cita- Tebak profesi
& Jalur profesi & Dasar jalur pilihan karir interakt i, Hasil
cita pribadi
Pendidi jalur pendidika if video
kan pendidikan n
Lemb
Peserta
ar
didik/konseli Siswa Mengaitkan
Rencana Diskusi renca
mampu Layanan membuat Sadar cita-cita prestasi Challenge “1 Proses &
Karir Karir Klasikal & na,
menyusun Dasar mini action butuh langkah teman Langkah Kecil” Hasil
Awal refleksi stiker
langkah awal plan sebaya
motiv
rencana karir
asi
Pribadi Mengelo Siswa mampu Layanan Bimbinga Siswa Diskusi tentang Roleplay Brainstorming & Diskusi Flashc Proses &
la Emosi mengenali Dasar n mengenali emosi diri menghadapi simulasi emosi kelomp ard Hasil
Remaja emosi diri Kelompo emosi diri situasi sulit ok & emosi,
dan k dan roleplay lemba
menerapkan mampu r
strategi sehat mengelola
dalam emosi reflek
menghadapi secara si
situasi sulit positif
Siswa mampu
Lemb
mempertahan Siswa Diskusi
ar
Mening kan semangat Bimbinga menunjuk &
Refleksi Menyusun motiv
katkan belajar meski Layanan n kan Mini challenge & challen Proses &
Pribadi pengalaman strategi asi,
Motivas menghadapi Dasar Kelompo motivasi diskusi interaktif ge Hasil
belajar motivasi diri poster
i Belajar tantangan k belajar motivas
inspir
atau meningkat i
asi
kebosanan
Siswa mampu
Keputus Siswa
membuat
an Bijak mampu
keputusan Simulas
di Bimbinga mengambil
yang tepat i kasus Kartu
Tengah Layanan n keputusan Diskusi tentang Analisis Proses &
Sosial dan bijaksana Roleplay & simulasi peer situasi
Tekana Dasar Kelompo tepat di peer pressure kasus nyata Hasil
meski berada pressur , video
n k bawah
di bawah e
Teman tekanan
tekanan
Sebaya teman
teman sebaya
Siswa Self-
Siswa mampu
mampu mappin Kartu
mengenali
Eksplor memetaka g& poten
minat, bakat, Bimbinga
asi Karir n potensi brainst si,
dan Layanan n Diskusi tentang Sharing Self-mapping & Proses &
Karir & diri dan orming lemba
menyusun Dasar Kelompo minat & bakat pengalaman brainstorming Hasil
Potensi minat r
langkah awal k
Diri untuk reflek
perencanaan
rencana si
karir
karir awal
Pengembangan Tema/Topik Program BK
Dukungan Sistem
Administrasi & Asesmen Jurnal, Profil Digital, Asesmen Monitoring perkembangan siswa
Non-tes
Media BK Inovatif Podcast, Video, Papan Digital Media penyampaian layanan kreatif
RENCANA EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi yang diharapkan telah
dimiliki peserta didik. Untuk itu setiap akhir pemberian layanan diperlukan adanya feedback
untuk mengetahui keberhasilan layanan yang diberikan dengan mengetahui apakah kompetensi
yang diharapkan dari materi yang diberikan sudah dimiliki oleh peserta didik. Dengan
demikian maka yang perlu diketahui adalah kondisi nyata keadaaan peserta didik terkait
Sasaran penilaian bimbingan dan konseling berorientasi pada perubahan tingkah laku
(termasuk di dalamnya pendapat, nilai dan sikap) serta perkembangan siswa. Oleh karena
itu penilaian dilakukan dalam proses dan hasil pencapaian kemajuan perubahan tingkah laku
Penilaian Proses
Penilaian proses kegiatan layanan BK dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-
unsur sebagaimana tercantum dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas
dan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Penilaian proses bimbingan dan konseling ditujukan
Mengungkapkan pemahaman siswa atas materi yang disajikan atau pemahaman atas
Penilaian hasil
Fokus Penilaian
Understanding : diperolehnya informasi dan pemahaman baru
Action : disusunnya rencana kegiatan pasca konseling dalam rangka perwujudan upaya
Tindak Lanjut
untuk tindak lanjut kegiatan dalam upaya pencapaian tujuan berbentuk rekomendasi
SARANA DAN PRASARANA YANG DIPERLUKAN ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT:
Sarana
1) Format-format
2) Pedoman observasi
3) Pedoman wawancara
5) Catatan harian
2) Cummulative Record
1) Buku pedoman/petunjuk
2) Blanko surat
3) Agenda surat
4) Perangkat komputer
Prasarana
a. Ruang bimbingan dan konseling terdiri atas : ruang tamu, ruang kerja, ruang
b. Anggaran biaya untuk menunjang kegiatan layanan terdiri atas biaya/ anggaran
untuk kegiatan bimbingan dan konseling, perencanaan sarana dan biaya disusun
Rencana anggaran berisi uraian jenis kegiatan dan rincian besar anggaran yang
realistik.
2024/2025 tahun ini secara garis besar dapat dilihat pada tabel rincian anggaran
Rp. 60.000,-
IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai menghadapi emosi remaja yang fluktuatif,
beberapa kesulitan mengenali dan mengekspresikan perasaan.
2. Karakteristik Materi Materi aplikatif, reflektif, kontekstual, fokus pada pengenalan emosi
pelajaran dan strategi pengelolaan emosi.
DESAIN PEMBELAJARAN :
3. Tujuan Layanan BK Mengenali jenis emosi yang muncul dalam berbagai situasi.
Menyadari dampak emosi terhadap perilaku dan interaksi
sosial.
Menerapkan strategi pengelolaan emosi yang sehat.
6. Kemitraan dan Guru BK, teman sebaya sebagai partner sharing, lingkungan
lingkungan pembelajaran kelas mendukung diskusi.
PENGALAMAN BELAJAR :
Merefleksi (Berkesadaran)
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab: Tanya jawab pengalaman emosi hari ini.
………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Sadar Emosi Diri”
1. Pengertian Emosi
2. Dampak Emosi
4. Aktivitas Pendukung
Ice Breaking: “Ekspresi Wajah Emosi” – siswa menunjukkan emosi yang dirasakannya hari ini.
Roleplay Situasi Emosi: guru memberi skenario, siswa mempraktikkan cara menenangkan
diri.
Video Motivasi: contoh pengelolaan emosi remaja (2–3 menit).
LKPD – “Sadar Emosi Diri”
Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________
A. Refleksi Diri
1. Pilih satu strategi sehat dari materi untuk dicoba minggu ini.
2. Tuliskan situasi kapan kamu akan menggunakan strategi itu.
3. Setelah mencoba, tulis apa hasilnya dan bagaimana perasaanmu berubah.
IDENTITAS UMUM : 2
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Siswa mulai menghadapi situasi tekanan teman sebaya dan
kesulitan mengambil keputusan sendiri.
2. Karakteristik Materi Materi aplikatif, reflektif, fokus pada pengambilan keputusan yang
pelajaran tepat dan bijaksana di tengah tekanan teman.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu membuat keputusan tepat meski ada
tekanan teman sebaya.
7. Pemanfaatan digital Kartu situasi, video skenario peer pressure, lembar refleksi
PENGALAMAN BELAJAR :
Merefleksi (Berkesadaran)
ASESMEN :
Asesmen akhir Lembar refleksi & rencana strategi menghadapi tekanan teman
………………………. ………………………
3. Aktivitas Pendukung:
A. Refleksi Diri
C. Sharing Kelompok
Diskusikan pilihan bijak yang diambil teman, pelajari strategi menolak peer pressur
IDENTITAS UMUM : 3
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Siswa mulai mengalami perubahan emosi dan stres ringan akibat
tugas, ujian, atau interaksi sosial. Beberapa kesulitan
mengekspresikan emosi secara sehat.
2. Karakteristik Materi Materi aplikatif dan reflektif, fokus pada strategi sehat mengelola
pelajaran emosi melalui ekspresi positif dan coping skills.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan & Ketakwaan: menghargai emosi diri dan
mengelolanya sebagai amanah
Penalaran Kritis: mengenali pemicu emosi dan dampaknya
Kreativitas: menemukan cara unik menenangkan diri
Kemandirian: mampu mengelola emosi sendiri
Kolaborasi: berbagi strategi sehat dengan teman
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menerapkan strategi sehat untuk mengelola
emosi.
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
Pendidikan Agama
3. Tujuan Layanan BK Mengenali emosi diri dan dampaknya terhadap perilaku
Mempraktikkan strategi sehat dalam menghadapi emosi
Mampu mengekspresikan emosi dengan cara yang positif
6. Kemitraan dan Guru BK sebagai fasilitator, teman sebaya sebagai partner praktik,
lingkungan pembelajaran lingkungan kelas mendukung ekspresi positif
PENGALAMAN BELAJAR :
Merefleksi (Berkesadaran)
ASESMEN :
………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Ekspresi Sehat”
Stres meningkat
Hubungan sosial terganggu
Fokus belajar menurun
1. Setiap siswa mendapat kartu emosi (misal: senang, sedih, marah, cemas).
2. Siswa menirukan ekspresi wajah sesuai kartu.
3. Teman lain menebak ekspresi yang ditunjukkan.
4. Guru memimpin diskusi singkat: “Bagaimana rasanya mengekspresikan emosi itu?”
Roleplay situasi nyata (misal: teman mengejek, gagal ulangan, dimarahi orang tua)
Siswa mempraktikkan teknik coping: tarik napas, menulis jurnal, berbicara, atau olahraga
ringan
Diskusi: apa yang terasa membantu menenangkan emosi
LKPD – “Ekspresi Sehat”
Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________
A. Refleksi Diri
1. Pilih satu teknik ekspresi sehat yang akan kamu praktikkan minggu ini: ____________
2. Tuliskan situasi kapan kamu akan menggunakan teknik itu: ____________
3. Setelah mencoba, tulis hasilnya dan perubahan perasaanmu: ____________
C. Sharing Kelompok
IDENTITAS UMUM : 5
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Siswa mulai mengeksplorasi minat & bakat namun belum
mengenali potensi diri secara mendalam serta bingung
mengaitkannya dengan cita-cita.
2. Karakteristik Materi Materi aplikatif, reflektif, dan kontekstual; berfokus pada pemetaan
pelajaran potensi diri melalui interaksi sosial dan permainan
3. Dimensi profil lulusan • Keimanan & Ketakwaan: mensyukuri potensi sebagai amanah.
• Penalaran Kritis: menilai relevansi potensi dengan pilihan masa
depan.
• Kreativitas: menemukan cara mengembangkan potensi unik.
• Kemandirian: menyusun langkah pengembangan potensi secara
mandiri.
• Kolaborasi: memberi/ menerima umpan balik potensi dari teman.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali potensi diri lebih mendalam dan
mengaitkannya dengan cita-cita.
2. Lintas Disiplin Ilmu • Bimbingan dan Konseling
Refleksi individu.
6. Kemitraan dan Guru BK fasilitator, teman sebaya sebagai sumber umpan balik;
lingkungan pembelajaran lingkungan kelas mendukung eksplorasi potensi secara positif.
Merefleksi (Berkesadaran)
Asesmen awal Tanya jawab singkat tentang minat, bakat, dan cita-cita.
Asesmen proses Observasi partisipasi saat games, kualitas umpan balik, dan sharing.
Asesmen akhir LKPD pemetaan potensi (terisi lengkap: 2 potensi, keterkaitan cita-
cita, dan 1 langkah awal).
………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Tukar Kartu Potensi”
A. Hasil Games
D. Refleksi Singkat
Perasaanku setelah kegiatan hari ini: _____________________________
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Siswa mulai mengenali potensi diri melalui umpan balik teman
sebaya namun belum dapat mengaitkannya dengan pengembangan
cita-cita secara mandiri.
2. Karakteristik Materi Materi reflektif, kolaboratif, berbasis interaksi teman sebaya;
pelajaran mendorong saling memberi umpan balik positif dan menyadari
keunikan diri.
3. Dimensi profil lulusan • Keimanan & Ketakwaan: mensyukuri potensi yang dilihat orang
lain.
• Penalaran Kritis: menganalisis kesesuaian persepsi orang lain
dengan dirinya.
• Kreativitas: mengolah masukan teman menjadi rencana
pengembangan diri.
• Kemandirian: memilih umpan balik yang relevan untuk diri
sendiri.
• Kolaborasi: memberi dan menerima apresiasi potensi dengan
positif.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali potensi diri melalui persepsi
teman sebaya dan mengaitkannya dengan cita-cita pribadi.
2. Lintas Disiplin Ilmu • Bimbingan dan Konseling
• PPKn (apresiasi & toleransi)
• Bahasa Indonesia (komunikasi lisan & tulisan)
3. Tujuan Layanan BK • Siswa dapat menerima masukan positif dari teman sebaya.
• Siswa mampu merefleksikan potensi diri berdasarkan umpan
balik.
• Siswa mampu menentukan langkah awal pengembangan potensi
diri.
4. Topik Layanan “Potensi Versi Teman”
7. Pemanfaatan digital LKPD digital/cetak; QR code untuk video refleksi teman sebaya
(opsional).
PENGALAMAN BELAJAR :
Merefleksi (Berkesadaran)
Asesmen awal Tanya jawab tentang cara orang lain melihat potensi kita.
Asesmen akhir LKPD refleksi potensi (isi lengkap: potensi dominan, kesesuaian,
dan rencana tindak lanjut).
………………………. ………………………
Lampiran Meteri – Potensi Versi Teman
Cara Bermain:
1. Setiap siswa menuliskan satu kelebihan/hal positif tentang salah satu temannya (boleh siapa
saja).
2. Semua kertas dikumpulkan.
3. Guru membacakan satu per satu secara acak.
4. Siswa lain menebak siapa yang dimaksud.
LKPD – “Potensi VS Teman”
Nama: ____________ Kelas: VIII ___ Tanggal: ____________
Petunjuk:
IDENTITAS UMUM : 7
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sudah mulai mengenali potensi dan tantangan
pribadinya, namun masih bingung dalam mengambil keputusan
yang tepat dan menyusun rencana aksi
2. Karakteristik Materi Materi reflektif, aplikatif, dan kontekstual. Fokus pada latihan
pelajaran membuat rencana tindakan yang tepat berdasarkan potensi diri dan
tujuan masa depan.
3. Dimensi profil lulusan • Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari bahwa setiap
keputusan harus membawa kebaikan.
Penalaran Kritis: Mempertimbangkan konsekuensi setiap
pilihan.
Kreativitas: Menemukan solusi alternatif untuk mencapai
tujuan.
Kemandirian: Menyusun langkah konkret secara mandiri.
Kolaborasi: Berdiskusi dan meminta masukan teman untuk
memperbaiki rencana.
Komunikasi: Menyampaikan rencana secara jelas kepada
guru/teman
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu memilih tindakan yang tepat berdasarkan
potensi diri dan menyusun rencana aksi
2. Lintas Disiplin Ilmu • Bimbingan dan Konseling
IPS/Kewirausahaan (perencanaan masa depan)
Bahasa Indonesia (menyusun dan mempresentasikan
rencana)
PENGALAMAN BELAJAR :
Merefleksi (Berkesadaran)
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab pengalaman siswa dalam mengambil keputusan.
Asesmen proses Observasi partisipasi siswa dalam diskusi dan penyusunan rencana.
………………………. ………………………
Kartu Kasus
1. Kasus 1: Kamu diminta teman untuk ikut mencontek saat ujian. Apa pilihanmu?
2. Kasus 2: Kamu mendapat tawaran ikut ekskul yang kamu suka, tapi waktunya bentrok dengan
les tambahan. Bagaimana kamu memilih?
3. Kasus 3: Kamu ingin jadi juara lomba OSN, tapi bingung mulai dari mana. Apa langkah awal
yang tepat?
4. Kasus 4: Kamu sering terlambat latihan futsal. Bagaimana keputusanmu agar tetap dipercaya
jadi kapten
Lembar Pilihan
Petunjuk:
Tuliskan satu keputusan penting yang ingin kamu ambil dalam waktu dekat. Lalu, rencanakan
langkahmu dengan mengisi tabel di bawah.
Tujuan / Keputusan yang Akan Diambil Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Waktu Pelaksanaan
……………………………… ……………….. ……………….. ……………….. ………………..
Refleksi singkat:
Langkah pertama yang akan kulakukan mulai besok adalah: …………………………………………
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sudah mulai menyadari dampak distraksi digital saat
belajar, namun masih kesulitan fokus belajar dalam waktu lama.
2. Karakteristik Materi Materi reflektif, aplikatif, dan kontekstual. Fokus pada strategi
pelajaran mengurangi distraksi HP/media sosial dan meningkatkan
konsentrasi belajar.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari bahwa fokus belajar
membantu memanfaatkan waktu dengan baik.
Penalaran Kritis: Mengenali gangguan belajar dan memilih
strategi efektif.
Kreativitas: Menemukan cara unik agar belajar fokus tanpa
distraksi.
Kemandirian: Menerapkan strategi fokus secara mandiri.
Kolaborasi: Memberi dan menerima tips belajar fokus
dengan teman.
Komunikasi: Menyampaikan strategi fokus belajar dengan
jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengurangi distraksi digital dan fokus belajar
30–45 menit.
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
IPS/Kewirausahaan (manajemen waktu & perencanaan
belajar)
Bahasa Indonesia (menyusun refleksi & komunikasi
strategi)
PENGALAMAN BELAJAR :
Merefleksi (Berkesadaran)
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab pengalaman siswa saat terganggu HP/media sosial.
………………………. ………………………
Detoks HP 5 Menit: belajar tanpa membuka HP selama 5 menit, kemudian meningkat 10–15
menit.
Matikan notifikasi: untuk sementara nonaktifkan pesan & sosial media.
Belajar di tempat sepi: minimalkan gangguan visual & suara.
Timer belajar: tetapkan durasi fokus (misal: 30–45 menit).
Break terencana: istirahat 5 menit setiap 30 menit belajar fokus.
4. Contoh Aplikasi
Tujuan Game:
Membiasakan siswa belajar fokus tanpa membuka HP/media sosial selama jangka waktu tertentu.
Aturan Permainan:
Variasi:
Tantangan Kelompok: Siswa dibagi tim, tim yang paling banyak menyelesaikan tugas tanpa
membuka HP menang.
Refleksi Kreatif: Siswa membuat poster mini tentang strategi fokus yang mereka gunakan.
LAMPIRAN LKPD – “Fokus Belajar Tanpa Distraksi”
Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________
A. Refleksi Distraksi
B. Strategi Fokus
1. Strategi yang akan kucoba (contoh: matikan notifikasi, belajar di tempat sepi):
2. Durasi belajar yang ku targetkan:
C. Komitmen Pribadi
D. Refleksi Akhir
IDENTITAS UMUM : 11
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memahami pentingnya motivasi belajar, tetapi
sering merasa malas atau tidak konsisten dalam belajar.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat reflektif, aplikatif, dan kontekstual. Fokus pada cara
pelajaran meningkatkan semangat belajar dengan pengalaman nyata siswa.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Meyakini bahwa belajar adalah
bagian dari usaha dan doa.
Penalaran Kritis: Menyadari dampak motivasi pada prestasi.
Kreativitas: Mencari cara unik untuk memotivasi diri.
Kemandirian: Menetapkan target belajar sendiri.
Kolaborasi: Berbagi tips dengan teman.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik memahami pentingnya motivasi belajar dan membuat
rencana untuk meningkatkan semangatnya.
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
Bahasa Indonesia (menulis refleksi & menyampaikan target)
Pendidikan Agama (kesungguhan berusaha sebagai bagian
dari iman)
Merefleksi (Berkesadaran)
ASESMEN :
………………………. ………………………
3. Sumber Motivasi
Tujuan Game:
Mendorong siswa memilih respons yang menunjukkan motivasi tinggi dalam situasi belajar sehari-
hari.
Cara Bermain:
Variasi:
Tantangan kelompok: kelompok dengan jawaban paling tepat terbanyak dapat stiker “Tim
Paling Semangat”.
A. Refleksi Diri
C. Komitmen Pribadi
IDENTITAS UMUM : 12
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sering mengalami konflik dengan teman sebaya
karena perbedaan pendapat, namun belum memiliki keterampilan
menyelesaikannya dengan cara yang sehat.
2. Karakteristik Materi Materi aplikatif, reflektif, dan kontekstual. Berfokus pada
pelajaran komunikasi sehat, empati, dan strategi penyelesaian konflik yang
tidak merugikan pihak mana pun.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Menyelesaikan konflik dengan
cara damai sebagai bentuk sikap baik.
Penalaran Kritis: Menganalisis konflik dan menemukan
solusi yang adil.
Kolaborasi: Bekerja sama mencari penyelesaian konflik.
Komunikasi: Mengungkapkan pendapat tanpa menyakiti
pihak lain.
DESAIN PEMBELAJARAN :
3. Tujuan Layanan BK Siswa memahami penyebab dan dampak konflik yang tidak
dikelola dengan baik.
Siswa mampu mempraktikkan strategi penyelesaian konflik
yang sehat.
Siswa menuliskan refleksi terkait pengalaman konflik yang
pernah dialami.
PENGALAMAN BELAJAR :
Merefleksi (Berkesadaran)
ASESMEN :
………………………. ………………………
Lampiran Materi Layanan Klasikal: Konflik Sehat
Tujuan: Membuka suasana kelas, mengenalkan bahwa konflik sering muncul karena salah
paham emosi.
Cara main:
1. Guru/BK menyiapkan kartu berisi ekspresi emosi (misal: marah, kesal, senang,
bingung).
2. Satu siswa maju dan menirukan ekspresi tanpa suara, yang lain menebak.
3. Diskusikan: “Kalau kita salah menafsirkan ekspresi orang lain, bisa jadi konflik, kan?”
Topik: Konflik Sehat
Definisi: Konflik sehat adalah perbedaan pendapat atau masalah yang diselesaikan dengan
komunikasi terbuka, tanpa saling menjatuhkan.
Mengapa penting?
o Menghindari permusuhan berkepanjangan.
o Membuat hubungan pertemanan lebih kuat.
Penyebab umum konflik:
Ice Breaking
Tujuan: Membuka suasana kelas, mengenalkan bahwa konflik sering muncul karena salah
paham emosi.
Cara main:
1. Guru/BK menyiapkan kartu berisi ekspresi emosi (misal: marah, kesal, senang,
bingung).
2. Satu siswa maju dan menirukan ekspresi tanpa suara, yang lain menebak.
3. Diskusikan: “Kalau kita salah menafsirkan ekspresi orang lain, bisa jadi konflik, kan?”
Kasus:
Dua teman sekelas bertengkar karena saling menyalahkan saat kerja kelompok gagal. Salah satu
menganggap temannya malas, sedangkan temannya merasa tidak dihargai.
Diskusi:
o Apa yang jadi pemicu konflik?
o Apa yang harus dilakukan dulu sebelum menyelesaikan masalah?
o Bagaimana cara mereka menemukan jalan tengah?
Simulasi/Roleplay
Setiap kelompok memerankan situasi konflik ringan (misal: rebutan kursi, disalahpahami di
grup WA).
Gunakan langkah 4C untuk menyelesaikan konflik di depan kelas.
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai penasaran mengenai berbagai profesi dan jalur
pendidikan, namun belum memahami hubungan antara keduanya
dengan cita-cita pribadi.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat informatif, aplikatif, dan reflektif. Fokus pada
pelajaran pengenalan profesi, jalur pendidikan, dan keterkaitannya dengan
masa depan siswa.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Meyakini bahwa setiap profesi
dapat menjadi jalan ibadah dan bermanfaat bagi orang lain.
Penalaran Kritis: Menyadari keterkaitan profesi dan
pendidikan.
Kreativitas: Mengeksplorasi berbagai pilihan profesi.
Kemandirian: Merencanakan jalur pendidikan sesuai minat.
Kolaborasi: Diskusi profesi bersama teman sebaya.
Komunikasi: Menyampaikan profesi impian dengan alasan
yang jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik memahami berbagai profesi, jalur pendidikan, dan
mampu mengaitkan dengan cita-cita pribadi.
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
IPS (pekerjaan & kebutuhan masyarakat)
Bahasa Indonesia (menyampaikan pendapat, menulis
refleksi)
3. Tujuan Layanan BK Siswa mengenal berbagai profesi dan jalur pendidikan.
Siswa mengaitkan profesi dengan minat dan cita-citanya.
Siswa menyusun langkah kecil menuju profesi impian.
4. Topik Layanan “Tebak Profesi”
………………………. ………………………
Tujuan Game:
Mengenalkan profesi secara menyenangkan dan interaktif.
Cara Bermain:
Variasi:
Gunakan quiz interaktif (Kahoot/Quizizz) untuk mengulang profesi yang sudah dikenalkan.
1. Profesi: ______________________________
2. Alasan: ______________________________
B. Jalur Pendidikan yang Ditempuh
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik menunjukkan semangat belajar yang fluktuatif,
beberapa mengalami penurunan motivasi karena kurang konsisten
menjalankan jadwal belajar.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada konsistensi belajar
pelajaran dan strategi mempertahankan semangat melalui rencana belajar
harian.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari belajar sebagai bentuk
ibadah.
Kemandirian: Menyusun dan menjalankan rencana belajar
mandiri.
Penalaran Kritis: Mengevaluasi kebiasaan belajar.
Kreativitas: Membuat strategi belajar yang sesuai gaya
belajar pribadi.
Kolaborasi: Sharing jadwal belajar dengan teman sebaya.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menyusun jadwal belajar 7 hari dan
berkomitmen menjalankannya.
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
Pendidikan Agama (kesadaran belajar sebagai ibadah)
Bahasa Indonesia (menuliskan rencana & refleksi)
3. Tujuan Layanan BK Siswa memahami pentingnya konsistensi dalam belajar.
Siswa mampu menyusun jadwal belajar harian selama 7 hari.
Siswa memiliki semangat belajar yang stabil.
4. Topik Layanan “7 Hari Semangat Belajar”
5. Praktik Pedagogik Ice-breaking: “Tebak Mood Belajar”
Challenge: 7 Hari Semangat Belajar
Diskusi kelompok & praktik menyusun jadwal belajar
Refleksi motivasi
6. Kemitraan dan Guru BK sebagai fasilitator
lingkungan pembelajaran Teman sebaya sebagai pendukung konsistensi
Lingkungan kelas kondusif untuk diskusi
7. Pemanfaatan digital PPT: Strategi 7 Hari Semangat Belajar
Timer digital / aplikasi pengingat belajar
LKPD cetak/digital jadwal belajar
PENGALAMAN BELAJAR :
Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)
Guru menyapa siswa dan memimpin doa.
Ice-breaking: “Tebak Mood Belajar” – guru memperagakan
beberapa ekspresi (semangat, malas, bingung) dan siswa
menebak.
Pertanyaan pemantik: “Apa yang biasanya membuat
semangat belajar kamu naik atau turun?”
………………………. ………………………
A. Target Belajarku
Senin
Selasa
Rabu
Hari Jam Belajar Materi Sudah Dilaksanakan? (✓)
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu
Refleksi Akhir
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai menunjukkan kesulitan menepati tenggat dan
fokus belajar karena belum terbiasa menyusun rencana harian.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada pengelolaan
pelajaran waktu, disiplin belajar mandiri, dan strategi menyelesaikan tugas
tepat waktu.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari belajar sebagai
bentuk ibadah.
Kemandirian: Mampu menyusun dan menepati To-Do List
harian.
Penalaran Kritis: Memahami konsekuensi menunda tugas.
Kreativitas: Membuat strategi belajar sesuai gaya belajar
pribadi.
Kolaborasi: Sharing tips menyelesaikan tugas dengan
teman sebaya.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Siswa mampu membuat To-Do List harian dan
menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
Pendidikan Agama (kesadaran belajar sebagai ibadah)
Bahasa Indonesia (menulis To-Do List dan refleksi)
3. Tujuan Layanan BK Siswa memahami pentingnya disiplin dan prioritas dalam
belajar.
Siswa mampu menyusun To-Do List harian.
Siswa dapat menepati tenggat dan fokus pada tugas.
4. Topik Layanan To-Do List Harian”
………………………. ………………………
Tujuan: Mengawali suasana kelas dan melatih siswa menuliskan tugas yang harus diselesaikan.
Media: Sticky notes, papan tulis.
Cara Main:
1. Guru meminta siswa menuliskan satu tugas yang harus diselesaikan hari ini pada sticky note.
2. Tempelkan di papan kelas.
3. Guru dan siswa membahas tugas mana yang prioritas tinggi dan strategi menyelesaikannya.
5
B. Refleksi Akhir Hari
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai berpikir tentang cita-cita, namun masih
kesulitan memecah tujuan besar menjadi langkah konkret.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada perencanaan karir
pelajaran awal melalui langkah-langkah kecil yang nyata.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari usaha mencapai
cita-cita adalah bagian dari tanggung jawab pribadi.
Kemandirian: Mampu membuat rencana langkah awal karir
sendiri.
Penalaran Kritis: Memahami hubungan antara langkah
kecil dan tujuan jangka panjang.
Kreativitas: Menentukan strategi untuk mencapai langkah
awal.
Kolaborasi: Sharing ide langkah karir dengan teman sebaya.
Komunikasi: Menyampaikan rencana langkah awal dengan
jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menyusun mini action plan langkah awal
rencana karir.
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
IPS / PKn (menghubungkan prestasi dengan cita-cita dan
lingkungan sosial)
Bahasa Indonesia (menulis rencana & refleksi)
3. Tujuan Layanan BK Siswa menyadari pentingnya memulai langkah kecil menuju
cita-cita.
Siswa mampu menyusun mini action plan langkah karir
awal.
Siswa mengaitkan prestasi teman sebaya sebagai motivasi.
4. Topik Layanan “1 Langkah Kecil”
………………………. ………………………
Tujuan: Mengawali suasana kelas dan memicu kesadaran siswa untuk memulai langkah nyata.
Media: Lembar rencana, stiker motivasi.
Cara Main:
1. Guru meminta siswa menuliskan satu langkah kecil yang bisa dilakukan minggu ini untuk
mendekatkan cita-cita.
2. Tempelkan pada papan kelas.
3. Diskusi kelompok: menentukan langkah realistis, memberi motivasi satu sama lain.
B. Refleksi Mingguan
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memahami pentingnya manajemen waktu,
tetapi masih sering menunda tugas dan kurang konsisten
menjalankan jadwal belajar.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada manajemen waktu
pelajaran belajar dan disiplin menjalankan jadwal harian.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari belajar sebagai
bentuk ibadah dan tanggung jawab pribadi.
Kemandirian: Mampu menyusun dan menjalankan jadwal
belajar sendiri.
Penalaran Kritis: Mengevaluasi kebiasaan menunda tugas.
Kreativitas: Menyusun strategi belajar sesuai gaya dan
kebutuhan pribadi.
Kolaborasi: Sharing tips manajemen waktu dengan teman
sebaya.
Komunikasi: Menyampaikan jadwal belajar dengan jelas
dan realistis
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menyusun jadwal belajar harian selama 7 hari
dan mengikuti jadwal tersebut dengan konsisten.
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
Pendidikan Agama (kesadaran belajar sebagai ibadah)
Bahasa Indonesia (menulis rencana & refleksi)
3. Tujuan Layanan BK Siswa memahami akibat menunda tugas.
Siswa mampu menyusun jadwal belajar mandiri.
Siswa dapat mengikuti jadwal belajar harian secara
konsisten.
4. Topik Layanan “Pintar Atur Waktu”
………………………. ………………………
Cara Main:
A. Target Belajar
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Hari Jam Belajar Materi Sudah Dilaksanakan? (✓)
Minggu
C. Refleksi Akhir
IDENTITAS UMUM : 19
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memahami berbagai metode belajar, namun
masih belum mengetahui gaya belajar yang paling efektif untuk
dirinya dan kesulitan mengatur prioritas tugas sekolah.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada mengenal gaya
pelajaran belajar pribadi, menentukan strategi belajar yang sesuai, dan
mengatur prioritas tugas.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari belajar sebagai
ibadah yang harus dilakukan dengan bijak.
Kemandirian: Memilih metode belajar yang sesuai dengan
gaya belajar pribadi.
Penalaran Kritis: Mengevaluasi efektivitas strategi belajar
yang diterapkan.
Kreativitas: Mengembangkan cara belajar yang
menyenangkan dan efektif.
Kolaborasi: Diskusi dengan teman tentang pengalaman
belajar efektif.
Komunikasi: Menyampaikan pilihan gaya belajar dan alasan
secara jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu memilih metode belajar sesuai gaya
mereka dan mampu mengatur prioritas tugas sekolah.
PENGALAMAN BELAJAR :
Merefleksi (Berkesadaran)
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab mengenai metode belajar yang biasa digunakan siswa.
Asesmen akhir LKPD gaya belajar dan rencana belajar prioritas tugas sekolah.
………………………. ………………………
LAMPIRAN MATERI – “Gaya Belajar Asik”
Gaya belajar adalah cara setiap orang menerima, memproses, dan mengingat informasi.
Contoh: visual (gambar/diagram), auditori (mendengar), kinestetik (praktik/gerakan).
Tujuan: Mengenalkan variasi gaya belajar dan meningkatkan kesadaran perbedaan tiap individu.
Media: LKPD, papan tulis, sticky notes.
Cara Main:
1. Guru menyiapkan contoh situasi belajar (misal: menghafal pelajaran, mempersiapkan tugas).
2. Siswa menebak gaya belajar teman berdasarkan situasi.
3. Diskusi: bagaimana tiap gaya belajar dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan tugas sekolah.
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu
C. Refleksi Akhir
IDENTIFIKASI :
1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memahami pentingnya komunikasi, namun
masih sering sulit menyampaikan pendapat secara jelas dan sopan
tanpa menyinggung orang lain.
2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif, fokus pada pengembangan
pelajaran kemampuan berkomunikasi secara asertif, sopan, dan efektif dalam
interaksi sehari-hari.
3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan: Menyadari bahwa berbicara
dengan sopan dan jujur adalah bagian dari akhlak baik.
Kemandirian: Mampu menyampaikan pendapat tanpa
bergantung pada orang lain.
Penalaran Kritis: Mengevaluasi cara berkomunikasi yang
sesuai konteks.
Kreativitas: Mengembangkan cara menyampaikan pendapat
yang jelas dan menarik.
Kolaborasi: Berinteraksi positif dengan teman sebaya.
Komunikasi: Mengaplikasikan teknik komunikasi asertif
secara efektif.
DESAIN PEMBELAJARAN :
1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengaplikasikan teknik komunikasi
asertif dalam interaksi sehari-hari..
2. Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling
Bahasa Indonesia (menyampaikan pendapat, menulis
refleksi dialog)
Pendidikan Kewarganegaraan (menghargai perbedaan
pendapat)
3. Tujuan Layanan BK Siswa memahami prinsip komunikasi asertif.
Siswa mampu mengaplikasikan komunikasi efektif dalam
dialog.
Siswa menyadari dampak cara berbicara terhadap
hubungan sosial.
4. Topik Layanan “Bicara Efektif”
………………………. ………………………
1. Guru menyiapkan situasi singkat (misal: meminta izin, menolak permintaan, memberi saran).
2. Siswa berpasangan memainkan dialog sesuai situasi dengan komunikasi asertif.
3. Pasangan lain memberikan umpan balik: apa yang baik, apa yang bisa diperbaiki.
4. Diskusi kelas: kesimpulan cara komunikasi efektif.
A. Pengalaman Berkomunikasi
B. Rencana Perbaikan
C. Refleksi Akhir
1. Kelas/Semester :
2. Topik : Diskusi Emosi
3. Aspek Perkembangan : Kematangan Emosi
4. Capaian Layanan : Peserta didik mampu mengenali emosi diri dan menerapkan
strategi sehat dalam menghadapi situasi sulit
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:
o Menjelaskan jenis-jenis emosi yang sering muncul di masa remaja.
o Mengenali emosi diri sendiri dalam berbagai situasi.
o Menerapkan strategi sehat untuk mengelola emosi saat menghadapi masalah atau
konflik.
Langkah Kegiatan
N Kegiatan Guru Pembimbing / Pemimpin Kegiatan Peserta Didik /
Tahapan
o Kelompok Anggota Kelompok
1 Pembentukan (10 Menyambut dan menyapa siswa - Menyapa balik guru
menit) - Menjelaskan tujuan bimbingan kelompok - Mengikuti permainan
- Ice breaking: “Emoji Ekspresiku” (siswa menebak emosi
menebak ekspresi emosi dari flashcard)
2 Peralihan (5 Mengondisikan suasana untuk masuk ke inti - Menyimak aturan
menit) pembahasan - Menyatakan kesiapan
- Menyampaikan aturan diskui mengikuti kegiatan
3 Kegiatan Inti (30 - Menjelaskan pentingnya mengenali emosi - Mendengarkan dan
menit) diri menyampaikan pendapat
- Brainstorming: “Emosi apa yang paling - Mengisi lembar refleksi
sering kamu rasakan?” - Mempraktikkan strategi
- Diskusi kelompok: “Strategi sehat sehat dalam roleplay
menghadapi situasi sulit”
- Roleplay simulasi menghadapi situasi sulit
menggunakan flashcard emosi
4 Pengakhiran (10 - Menyimpulkan hasil diskusi - Membagikan kesan dan hal
menit) - Mengajak menulis kalimat komitmen yang dipelajari
pribadi - Menuliskan kalimat
- Afirmasi bersama: “Aku bisa mengenali komitmen pribadi
dan mengelola emosiku dengan sehat!” - Berdoa dan memberi salam
- Doa penutup
Emosi adalah perasaan yang muncul sebagai reaksi terhadap situasi atau pengalaman.
Contoh: senang, sedih, marah, takut, cemas, kecewa.
Membantu mengontrol perilaku agar tidak merugikan diri sendiri atau orang lain.
Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan teman, guru, dan keluarga.
Membuat kita lebih bijak dalam menghadapi situasi sulit.
4. Roleplay / Simulasi
5. Refleksi
1. Pilih salah satu emosi yang sulit kamu kendalikan dan tuliskan strategi sehat yang akan kamu
coba:
o Emosi: ______________________
o Strategi: ______________________
2. Roleplay: Saat diberi skenario berikut, bagaimana cara kamu mengelola emosi dengan sehat?
Skenario: Kamu mendapat nilai ulangan yang kurang memuaskan.
o Strategi yang akan diterapkan: ______________________________
o Bagaimana perasaanmu sebelum dan sesudah strategi diterapkan?
Sebelum: ______________________________
Sesudah: ______________________________
C. Refleksi Pribadi
BIMBINGAN KELOMPOK
1. Kelas/Semester :
2. Topik : Simulasi Peer Pressure
3. Aspek Perkembangan : Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya
4. Capaian Layanan : Siswa mampu membuat keputusan yang tepat dan bijaksana
meski berada di bawah tekanan teman sebaya
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:
Menjelaskan apa itu peer pressure dan dampaknya.
Menganalisis kasus nyata tentang tekanan teman sebaya.
Mempraktikkan strategi membuat keputusan bijak dalam situasi peer pressure
Langkah Kegiatan
Kegiatan Peserta
N Kegiatan Guru Pembimbing / Pemimpin
Tahapan Didik / Anggota
o Kelompok
Kelompok
3 Kegiatan Inti (30 - Menjelaskan pengertian peer pressure dan - Mendengarkan dan
menit) konsekuensinya. berdiskusi.
- Diskusi kelompok: analisis kasus nyata peer - Menganalisis kasus
pressure. nyata.
- Roleplay: mempraktikkan pengambilan - Mempraktikkan
keputusan bijak dalam skenario tekanan teman. roleplay.
- Memberikan contoh strategi menghadapi peer - Membagikan
pressure. pengalaman pribadi bila
relevan.
………………………… ……………………
NIP. Nip.
Peer pressure adalah tekanan yang muncul dari teman sebaya agar seseorang melakukan
sesuatu yang sesuai keinginan mereka.
Bisa bersifat positif (mendorong hal baik, misal belajar bersama) atau negatif (mendorong hal
yang salah, misal mencontek, merokok, atau bullying).
4. Simulasi / Roleplay
5. Refleksi
Tuliskan pengalaman:
o Situasi tekanan teman apa yang pernah kamu alami?
o Bagaimana cara kamu menghadapi atau bisa menghadapi situasi itu?
o Apa yang kamu pelajari dari roleplay hari ini?
6. Media Pendukung
1. Tuliskan pengalamanmu atau teman yang pernah mendapat tekanan teman sebaya:
o
B. Analisis Kasus
1. Baca skenario berikut:
“Temanmu mengajakmu mencontek saat ujian, dan mengancam akan mengejek jika menolak.”
o Apa pilihan yang bisa kamu ambil? ______________________________
o Apa konsekuensi dari setiap pilihan? ______________________________
2. Diskusikan strategi membuat keputusan bijak dalam kelompok:
o Strategi A: ______________________________
o Strategi B: ______________________________
C. Roleplay / Simulasi
D. Refleksi Pribadi
BIMBINGAN KELOMPOK
1. Kelas/Semester :
2. Topik : Self-Mapping & Sharing
3. Aspek Perkembangan : Wawasan Kesiapan Karir
4. Capaian Layanan : Siswa mampu memetakan potensi diri dan minat untuk rencana
karir awal
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:
Langkah Kegiatan
1 Pembentukan (10 - Menyapa siswa dengan suasana hangat - Menyapa balik guru
menit) - Menjelaskan tujuan bimbingan kelompok - Berbagi cita-cita masa
- Ice breaking: “Mimpiku, Mimpimu” (siswa kecil
menyebutkan cita-cita masa kecil)
3 Kegiatan Inti (30 - Menjelaskan pentingnya mengenali minat - Menulis minat, bakat, dan
menit) dan bakat untuk perencanaan karir potensi diri
- Aktivitas self-mapping: siswa menuliskan - Mengikuti brainstorming
minat, bakat, dan potensi di lembar yang - Berbagi hasil pemetaan
disediakan diri
- Brainstorming: “Langkah pertama menuju
karir impianmu apa?”
- Sharing hasil self-mapping di kelompok kecil
4 Pengakhiran (10 - Mengajak siswa membuat satu langkah awal Menuliskan langkah awal
menit) karir yang konkret karir
- Menyimpulkan kegiatan - Mengikuti afirmasi
- Afirmasi bersama: “Aku mengenal potensiku, - Berdoa dan memberi
aku siap merencanakan masa depanku!” salam
- Doa penutup
Berkesadaran Siswa menyadari minat dan bakat yang mereka miliki sebagai
dasar karir
………………………… ……………………
NIP. Nip.
Kolom Isi
Minat Utamaku ..................................................................
Bakat/Kemampuan Unggul ..................................................................
Bidang Karir yang Tertarik ..................................................................
Langkah Awal yang Akan Dilakukan ..................................................................
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK
1. Kelas/Semester :
2. Topik : Mini Challenge Motivasi
3. Aspek Perkembangan : Kematangan Emosi
4. Capaian Layanan : Siswa menunjukkan motivasi belajar meningkat
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:
Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar.
Menyusun strategi sederhana untuk meningkatkan motivasi diri.
Mengikuti mini challenge motivasi dan mengevaluasi hasilnya.
Langkah Kegiatan
Kegiatan Peserta
N Kegiatan Guru Pembimbing / Pemimpin
Tahapan Didik / Anggota
o Kelompok
Kelompok
1 Pembentukan Menyapa siswa dan membangun suasana hangat - Menyapa balik guru
(10 menit) - Menjelaskan tujuan bimbingan kelompok - Mengikuti
- Ice breaking: “Motivasi Kilat” (siswa menyebutkan permainan
satu kata penyemangat yang mereka suka) penyemangat singkat
Menggembirakan Aktivitas diskusi & mini challenge dilakukan secara interaktif dan
menyenangkan
………………………… ……………………
NIP. Nip.
Petunjuk:
Tuliskan tiga aksi kecil yang akan kamu lakukan selama satu minggu ke depan untuk menjaga
semangat belajarmu. Setelah itu, beri tanda ✔ jika kamu berhasil melakukannya.
Refleksi:
Dari tiga aksi yang kamu pilih, mana yang paling membantumu tetap semangat?
Apa yang akan kamu perbaiki minggu depan agar motivasi belajarmu meningkat?