0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Kebutuhan Nutrisi dan Gangguannya

Dokumen ini membahas tentang kebutuhan dasar manusia dalam pola nutrisi, termasuk definisi, fisiologi sistem pencernaan, faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi, serta gangguan yang mungkin terjadi akibat ketidakseimbangan nutrisi. Selain itu, terdapat rencana asuhan keperawatan untuk klien dengan gangguan kebutuhan nutrisi, yang mencakup pengkajian, diagnosis, dan intervensi yang diperlukan. Fokus utama adalah pada pentingnya asupan nutrisi yang adekuat untuk kesehatan dan kesejahteraan individu.

Diunggah oleh

nuril kamelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Kebutuhan Nutrisi dan Gangguannya

Dokumen ini membahas tentang kebutuhan dasar manusia dalam pola nutrisi, termasuk definisi, fisiologi sistem pencernaan, faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi, serta gangguan yang mungkin terjadi akibat ketidakseimbangan nutrisi. Selain itu, terdapat rencana asuhan keperawatan untuk klien dengan gangguan kebutuhan nutrisi, yang mencakup pengkajian, diagnosis, dan intervensi yang diperlukan. Fokus utama adalah pada pentingnya asupan nutrisi yang adekuat untuk kesehatan dan kesejahteraan individu.

Diunggah oleh

nuril kamelia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA POLA NUTRISI

(MAKAN DAN MINUM CUKUP)

I. Konsep Kebutuhan Pola Nutrisi


I.1 Definisi kebutuhan nutrisi
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima
makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan
tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan zat sisa.
Nutrisi berfungsi untuk membentuk dan memelihara jaringan tubuh, mengatur
proses-proses dalam tubuh, sebagai sumber tenaga, serta untuk melindungi tubuh dari
serangan penyakit. Dengan demikian, fungsi utama nutrisi (suitor & hunter, 1980)
adalah untuk memberikan energy bagi aktivitas tubuh, membentuk struktur
kerangkadan jaringan tubuh, serta mengatur berbagai proses kimia dalam tubuh.
Masalah nutrisi erat kaitannya dengan intake makanan dan metabolisme tubuh
serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Secara umum faktor yang mempengaruhi
kebutuhan nutrisi adalah faktor fisiologis untuk kebutuhan metabolisme basal, faktor
patofisiologi seperti adanya enyakit tertentu yang mengganggu pencernaan atau
meningkatkan kebutuhan nutrisi, faktor sosio-ekonomi seperti adanya kemampuan
individu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaaan dimana individu yang
mengalamikekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolic.
( Wilkinso Judith M. 2007) Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah intake nutrisi
tidak mencukupi untuk memenuhikebutuhan metabolic. (Nanda. 2005-2006)

I.2 Fisiologi system


Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrien (zat yang sudah
dicerna), air,dan garam yang berasal dari zat makanan untuk didistribusikan ke sel-sel
melalaui sistemsirkulasi. Zat makanan merupakan sumber energi bagi tubuh seperti
ATP yang dibutuhkan sel-sel untuk melaksanakn [Link] makanan dapat
dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan, maka saluran pencernaan harus
mempunyai persediaan air, elektrolit dan zat makanan yang terus [Link] ini
dibutuhkan:
[Link] makan melaui saluran pencernaan.
[Link] getah pencernaan.
[Link] hasil pencernaan, air, dan elektrolit.
[Link] darah melalui organ gastrointestinal yang membawa zat yang diabsorbpsi.
[Link] semua fungsi oleh sistem saraf dan hormone.
Dalam lumen saluran gastroinrestinal (GI) harus diciptakan suatu lingkunugan
khusus supaya pencernaan dan absorbsi dapat berlangsung. Sekresi kelenjar dan
kontraksi otot harus dikendalikan sedemikian rupa supaya tersedia lingkungan yang
optimal. Mekanisme pengendalian lebih banyak dipengaruhi oleh volume dan
komposisi kandungan dan lumen gastrointestinal. Sistem pengendalian harus dapat
mendeteksi keadaan lumen, sistem ini terdapat didalam dinding saluran
gastrointestinal. Kebanyakan refleks GI dimulai oleh sejumlah rangsangan dilumen
yaituregangan dinding oleh isi lumen ,osmolaritas kimus atau konsenttrasi zat yang
terlarut, keasamankimus atau konsentrsi ion H, dan hasil pencernaan karbohidrat,
lemak, protein (monosakarida,asam lemak dan peptide dari asam amino).

I.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi system


a. Keseimbangan Metabolisme dan energi tubuh
1) Metabolisme berarti perubahan yang menyangkut segala transportasi kimiawi
serta energi yang terjadi dalam tubuh.
2) Jumlah energi yang dibebaskan oleh katabolisme zat makanan dalam tubuh
sama dengan energi yang dibebaskan bila zat makanan dibakar di luar tubuh.
3) Energi output = kerja luar + Simpanan energi + Panas
Faktor yang mempengaruhi laju metabolisme adalah :
1. Kerja otot
2. Konsumsi oksigen
3. Pemberian makanan
4. Lingkungan
b. Dampak gangguan pemasukan nutrisi
Dampak gangguan pemasukan nutrisi tergantung pada macam dan tipe nutrisi
yang meliputi lamanya pemasukan yang inadekuat atau konsumsi yang berlebihan
dan juga umur seseorang.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola diet :


1) Kebudayaan
2) Agama
3) Kesukaan seseorang terhadap makanan
4) Sikap dan emosi
5) Letak geografi
6) Faktor ekonomi

I.4 Macam-macam gangguan yang mungkin terjadi


1. Protein Calorie Malnutrition (PCM/PEM)
Suatu kondisi status nutrisi buruk akibat kurangnya kualitas dan kuantitas
konsumsi nutrisi, dengan kategori sebagai berikut :
a. PCM/ PEM ringan : BB < 80 % BB Normal sesuai umur.
b. PCM/ PEM sedang : BB 60 % BB Normal sesuai umur s/d 80 % BB Normal.
c. PCM/ PEM berat : BB < 60 % BB Normal sesuai umur.
2. Kwashiorkor
Malnutrisi yang terjadi akibat diet protein yang tidak adekuat pada bayi ketika
sudah tidak mendapatkan asi. Defisiensi dapat berakibat antara lain yaitu : retardasi
mental, kemunduran pertumbuhan, apatis, edema, otot-otot tidak tumbuh,
depigmentasi kulit, dermatitis.
3. Marasmus
Sindrom akibat defisiensi kalori dan protein. Defisiensi kalori berkibat :
kelaparan, hilangnya jaringan-jaringn tubuh, BB kurang dari normal, diare. PCM
juga dapat terjadi akibat kurang baiknya penanganan klien selama menjalani proses
perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.
II. Rencana Asuhan Klien dengan Gangguan Kebutuhan Nutrisi
II.1Pengkaian
II.1.1Riwayat keperawatan
a) Riwayat Penyakit
1. Adanya riwayat Berat Badan berlebih atau kurang
2. Penurunan Berat Badan dan Tinggi Badan
3. Mengalami penyakit tertentu
4. Riwayat pembedahan pada system gastrointestinal
5. Anorexia
6. Mual dan muntah
7. Diare
8. Alkoholisme
9. Disabilitas mental
[Link] radiasi

b) Riwayat pemakaian obat-obatan


Aspirin, antibiotic, antasida, antidepresa, agen antiimflasi, agen
antineoblastik, digitalis, laksatif, diuretic, natrium klorida, dan vitamin/
preparatnutrien lain.
II.1.2 Pemeriksaan Fisik : data fokus
Area pengkajian Tanda-tanda normal Tanda-tanda abnormal
Penampilan umum Gesit, energik, mampu Apatis, lesu, tampak lelah
dan vitalitas beristirahat dengan baik
Berat badan Dalam rentang normal sesuai Obesitas, underweight
dengan usia dan tinggi badan
Rambut Bercahaya, berminyak dan tidak Kusam, kering, pudar,
kering kemerahan, tipis, pecah/
patah-patah
Kulit Lembut, sedikit lembab, turgor Kering, pucat, iritasi,
kulit baik petichie, lemak di subkutan
tidak ada
Kuku Merah muda, keras Mudah patah, berbentuk
seperti sendok
Mata Berbinar, jernih, lembab, Konjungtiva pucat, kering,
konjungtiva merah muda exoptalmus, tand-tanda
infeksi
Bibir Lembab merah muda Kering, pecah-pecah,
bengkak, lesi, stomatitis,
membrane mukosa pucat
Gusi Merah muda, lembab Perdarahan, peradangan,
berbentuk seperti spon
Otot Kenyal ,berkembang dengan Fleksia/ lemah, tonus kurang,
baik tenderness, tidak mampu
bekerja
System Nadi dan tekanan darah normal, Denyut nadi lebih dari 100X/
kardiovaskuler irama jantung normal menit, irama abnormal,
tekanan darah rendah atau
tingi
System pencernaan Nafsu makan baik, eliminasi Anorexia, konstipasi, diare,
normal dan teratur flatulensi, pembesaran liver
System persarafan Reflek normal, waspada, Bingung, rasa terbakar,
perhatian baik, emosi stabil paresthesia, reflek menurun
II.1.3 Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium / test laboratorium :
a. Albumin
b. Transferin
c. Hb (Hemoglobin)
d. BUN
e. Eksresi kreatinin

II.2Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul


1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrient/intake nutrisi yang tidak adekuat.

II.2.1 Batasan karakteristik


Penggunaan diagnosis ini hanya jika terdapat satu diantara tanda nanda
berikut:
1. Berat badan kurang dari 20% atau lebih dibawah berat badan ideal untuk
tinggi badan dan rangka tubuh
2. Asupan makanan kurang dari kebutuhan metabolic, baik kalori total
maupun zat gizi tertentu
3. Kehilangan berat baan dengan asupan makanan yang adekuat
4. Melaporkan asupan makanan yang tidak adekuat kurang dari RDA

II.2.2 Faktor yang berhubungan


1. Ketidak mampuan untuk menelan atau mencerna makanan atau menyerap
nutrient akibat factor biologis, psikologis atau ekonomi termasuk beberapa
contoh non nanda berikut:
2. Ketergantungan zat kimia
3. Penyakit kronis
4. Kesulitan mengunyah atau menelan
5. Factor ekonomi
6. Intoleransi makanan
7. Kebutuhan metabolic tinggi
8. Reflek mengisap pada bayi tidak efektif
9. Kurang pengetahuan dasar tentang nutrisi
10. Akses terhadap makanan terbatas
11. Hilang nafsu makan
12. Mual dan muntah
13. Pengabaian oleh orang tua
14. Gangguan psikologis

2. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelebihan


intake/gaya hidup/konsumsi terlalu tinggi kalori.

II.2.3 Definisi
Sensasi seperti gelombang di belakang tenggorok, epigastrium, atau abdomen
yang bersifat subjektif dan tidak menyenangkan yang dapat menyebabkan
dorongan atau keinginan untuk muntah.
II.2.4 Batasan Karakteristik
1. Keengganan terhadap makanan
2. Sensasi muntah
3. Peningkatan salivasi
4. Peningkatan menelan
5. Melaporkan mual
6. Rasa asam di dalam mulut

II.2.5 Faktor Yang Berhubungan

Biofisik Situasional

 Gangguan biokimia (mis., uremia,  Ansietas


ketoasidosis diabetik)
 Takut
 Penyakit esofagus
 Bau yang tidak menyenangkan
 Distensi lambung
 Rasa makanan / minuman ysng
 Iritasi lambung tidak enak di lidah

 Penignkatan tekanan intrakranial  Nyeri

 Tumor intra abdomen  Faktor psikologis

 Labirinitis  Stimulasi penglihatan yang


tidak menyenangkan
 Peregangan kapsul hati
Terapi
 Tumor terlokalisasi (mis., neuroma
akustik, tumor otak primer atau
sekunder, metastasis tulang di dasar  Distensi lambung
tengkorak)
 Iritasi lingkungan
 Pemyakit meniere
 Farmaseutikal (ramuan obat)
 Meningitis

 Mabuk perjalanan

 Nyeri
 Penyakit pankreas

 Kehamilan

 Peregangan kapsul limpa

 Toksin (mis., peptida yang


diproduksi tumor, metabolit
abnormal akibat kanker)

2.3 Perencanaan

Diagnosa I : Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari dari kebutuhan tubuh berhubungan


dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrient/intake nutrisi yang tidak adekuat.

2.3.1 Tujuan, kriteria hasil dan itervensi keperawatan

Diagnosa Keperawatan/ Rencana keperawatan


Masalah Kolaborasi

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Ketidakseimbangan nutrisi NOC : NIC :


lebih dari kebutuhan tubuh  Nutritional Status : food and Weight Management
Berhubungan dengan : Fluid Intake  Diskusikan bersama
Intake yang berlebihan terhadap  Nutritional Status : nutrient pasien mengenai
kebutuhan metabolisme tubuh Intake hubungan antara intake
 Weight control makanan, latihan,
DS : Setelah dilakukan tindakan peningkatan BB dan
 Laporan adanya sedikit keperawatan selama …. Ketidak penurunan BB
aktivitas atau tidak ada seimbangan nutrisi lebih teratasi  Diskusikan bersama
aktivitas dengan kriteria hasil: pasien mengani kondisi
DO:  Mengerti factor yang medis yang dapat
 Lipatan kulit tricep > 25 mm meningkatkan berat badan mempengaruhi BB
untuk wanita dan > 15 mm  Mengidentfifikasi tingkah laku  Diskusikan bersama
untuk pria dibawah kontrol klien pasien mengenai
 BB 20 % di atas ideal untuk  Memodifikasi diet dalam kebiasaan, gaya hidup
tinggi dan kerangka tubuh waktu yang lama untuk dan factor herediter
ideal mengontrol berat badan yang dapat
 Makan dengan respon  Penurunan berat badan 1-2 mempengaruhi BB
eksternal (misalnya : situasi pounds/mgg  Diskusikan bersama
sosial, sepanjang hari)  Menggunakan energy untuk pasien mengenai risiko
 Dilaporkan atau diobservasi aktivitas sehari hari yang berhubungan
adanya disfungsi pola makan dengan BB berlebih dan
(misal : memasangkan penurunan BB
makanan dengan aktivitas  Dorong pasien untuk
yang lain) merubah kebiasaan
 Konsentrasi intake makanan makan
pada menjelang malam  Perkirakan BB badan
ideal pasien

Nutrition Management
 Kaji adanya alergi
makanan
 Kolaborasi dengan ahli
gizi untuk menentukan
jumlah kalori dan nutrisi
yang dibutuhkan pasien.
 Anjurkan pasien untuk
meningkatkan intake Fe
 Anjurkan pasien untuk
meningkatkan protein
dan vitamin C
 Berikan substansi gula
 Yakinkan diet yang
dimakan mengandung
tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
 Berikan makanan yang
terpilih ( sudah
dikonsultasikan dengan
ahli gizi)
 Ajarkan pasien
bagaimana membuat
catatan makanan harian.
 Monitor jumlah nutrisi
dan kandungan kalori
 Berikan informasi
tentang kebutuhan
nutrisi
 Kaji kemampuan pasien
untuk mendapatkan
nutrisi yang dibutuhkan

Weight reduction
Assistance
 Fasilitasi keinginan
pasien untuk
menurunkan BB
 Perkirakan bersama
pasien mengenai
penurunan BB
 Tentukan tujuan
penurunan BB
 Beri pujian/reward saat
pasien berhasil
mencapai tujuan
 Ajarkan pemilihan
makanan

Diagnosa II : Mual
2.3.2 Tujuan, kriteria hasil dan intervensi keperawatan
Diagnosa Keperawatan/ Rencana keperawatan
Masalah Kolaborasi

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Mual berhubungan dengan: NOC: NIC :


 Pengobatan: iritasi gaster,  Comfort level Fluid Management
distensi gaster, obat  Hidrasil  Pencatatan intake
kemoterapi, toksin  Nutritional Status output secara akurat
 Biofisika: gangguan Setelah dilakukan tindakan  Monitor status nutrisi
biokimia (KAD, Uremia), keperawatan selama …. mual pasien  Monitor status hidrasi
nyeri jantung, tumor intra teratasi dengan kriteria hasil: (Kelembaban
abdominal, penyakit  Melaporkan bebas dari mual membran mukosa,
oesofagus / pankreas.  Mengidentifikasi hal-hal yang vital sign adekuat)
 Situasional: faktor mengurangi mual  Anjurkan untuk
psikologis seperti nyeri,  Nutrisi adekuat makan pelan-pelan
takut, cemas.  Status hidrasi: hidrasi kulit  Jelaskan untuk
membran mukosa baik, tidak ada menggunakan napas
DS: rasa haus yang abnormal, panas, dalam untuk menekan
 Hipersalivasi urin output normal, TD, HCT reflek mual
 Penigkatan reflek menelan normal  Batasi minum 1 jam
 Menyatakan mual / sakit sebelum, 1 jam
perut sesudah dan selama
makan
 Instruksikan untuk
menghindari bau
makanan yang
menyengat
 Berikan terapi IV
kalau perlu
 Kelola pemberian anti
emetik.......

DAFTAR PUSTAKA

Dewi Christyawati,[Link] KDM II Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan

[Link]: Politeknik Kesehatan Surakarta

Mubarak, dkk. 2008. Buku Ajar KDM. Jakarta: EKG

Panduan Penulisan Dx Kep,NOC,NIC –UAP-2011,


Banjarmasin, November 2016

Preseptor akademik, Preseptor klinik

( ) ( )

Anda mungkin juga menyukai