PLANOGRAM
Planogram adalah diagram visual yang menunjukkan bagaimana dan
dimana produk ritel ditempatkan di rak atau pajangan toko untuk
memaksimalkan penjualan dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Pernahkah kamu
mendengar kata
“Planogram” ?
Planogram biasanya berisi panduan tata letak dan susunan produk di rak
(display) termasuk ukuran dan jumlah produk yang ditempatkan.
Tujuan penggunaan
PLANOGRAM
1. Meningkatkan penjualan
2. Optimasi penggunaan ruang
3. Meningkatkan pengalaman konsumen
4. Mengurangi kebingungan konsumen
5. Merencanakan promosi
6. Analisis kinerja produk
7. Pengelolaan persediaan
8. Meningkatkan visual merchandising
Keuntungan dari Planogram
Membantu meningkatkan
penjualan
Memaksimalkan Planogram dapat Meningkatkan
ruang di toko membantu kita tampilan visual
Planogram akan memahami posisi rak Penggunaan
membantu display dan planogram membuat
mengidentifikasi penempatan produk produk tertata sesuai
seberapa besar area guna memengaruhi segmen yang
tersedia di toko untuk pembeli saat berdampak pada daya
pengaturan produk berbelanja tarik visual toko
dan penempatan rak
display
Faktor Tata Letak Produk Berdasarkan
Planogram
Tingkat Kebutuhan
Sifat Barang Perilaku pelanggan
Ukuran Toko Pencahayaan
1. Sifat Barang
Barang kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan minuman sebaiknya
diletakkan di area yang mudah dijangkau. Sedangkan barang-barang impuls
sebaiknya ditempatkan di area strategis seperti di dekat kasir.
2. Tingkat Kebutuhan
Produk utama (high-demand items) sebaiknya ditempatkan di area yang
mudah dijangkau dan terlihat jelas. Sedangkan produk pendukung (complime
ntary items) dapat ditempatkan berdekatan dengan produk utama.
3. Perilaku Pelanggan
Makanan adalah produk pertama yang akan dicari seseorang ketika memasu
ki pasar swalayan. Letakkan produk makanan di dekat pintu keluar agar pela
nggan sengaja diajak berkeliling melewati etalase produk-produk yang lain.
Tipe-Tipe Perilaku Konsumen
Perilaku membeli yang kompleks (complex buying behaviour)
Konsumen cenderung merenungkan keputuan mereka secara
mendalam sebelum melakukan pembelian.
Perilaku membeli yang mengurangi perbedaan (dissonance-
reducing buying behaviour)
Konsumen yang terlibat dalam proses pembelian, namun
mengalami kesulitan dalam membedakan antar merek.
Perilaku mencari keragaman produk (variety seeking behaviour)
Konsumen dengan sengaja membeli produk yang berbeda karena
termotivasi untuk mencari variasi produk dari yang telah dimiliki.
Perilaku membeli yang telah terbiasa (habital buying behaviour)
Konsumen membeli produk yang sudah biasa mereka beli
sebelumnya tanpa mempertimbangkan merek lain.
Proses Pengambilan Keputusan Pembelian
Pengenalan masalah (problem recognition)
Pencarian informasi (information resource)
Mengevaluasi alternatif (alternative
evaluation)
Keputusan pembelian (purchase decision)
Evaluasi pasca pembelian (post-purchase
evaluation)
Tipe-Tipe Planogram Display
4. Pencahayaan
Pencahayaan yang baik dapat membuat produk terlihat lebih menarik dan
mudah dilihat pelanggan.
5. Ukuran Toko
Untuk toko berukuran kecil, penataan produk lebih efisien memaksimalkan
ruang yang ada.
Untuk toko berukuran sedang, penataan produk dapat lebih fleksibel untuk
memudahkan pergerakan pelanggan.
Untuk toko berukuran besar, penataan produk dapat lebih beragam dengan
pengelompokkan yang jelas berdasarkan kategori.
Tahapan pembuatan
PLANOGRAM
1. Analisis data dan tujuan
2. Pemetaan ruangan
3. Pilih produk dan kategori
4. Penentuan rak dan penempatan produk
5. Desain visual
6. Implementasi dan pengaturan
7. Pemantauan dan penyesuaian
8. Perbaikan terus menerus