Strategi HRD Tingkatkan Kinerja Karyawan
Strategi HRD Tingkatkan Kinerja Karyawan
Abstrak
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
strategi komunikasi HRD dalam meningkatkan kualitas kinerja karyawan
outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda. pengambilan data, dalam
penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari
objek yang diteliti melalui prosedur dan teknik pengambilan data yang berupa
observasi, wawancara maupun penggunaan instrumen pengukuran lainnya yang
khusus dirancang sesuai dengan tujuan peneliti. Sumber data diperoleh dari key
informan yaitu Bapak Edi S, [Link] sebagai HRD SITE PT. Tekindo Mitra Mandiri
sedangkan yang menjadi Informan adalah karyawan outsourcing PT. Tekindo
Mitra Mandiri yang berada dilapangan. Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Fokus penelitian dalam penelitian, yaitu
perencanaan, pesan, kegiatan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Strategi Komunikasi Human Resource Development (HRD) terhadap Peningkatan
Kualitas Kinerja Karyawan Ourshourching PT. Tekindo Mitra Mandiri dinilai
telah cukup baik. Hal tersebut terbukti dari indikator-indikator strategi komunikasi
yang dilakukan dengan baik. Perencanaan yang disusun HRD telah mencakup
seluruh kegiatan perusahaan, pesan yang disampaikan dapat diterima oleh
karyawan dengan secara langsung maupun tidak langsung, kegiatan yang
diagendakan berupa pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan
pemahaman karyawan dan evaluasi dilakukan secara berkala.
Pendahuluan
Komunikasi tidak dapat di pungkiri bagi manusia begitupun di dalam suatu
lembaga atau organisasi, dengan adanya komunikasi yang baik organisasi akan
berjalan lebih lancar sesuai yang di inginkan serta akan mendapatkan keberhasilan
yang luar biasa dan begitu juga sebalikanya, jika komunikasi tidak baik maka akan
terdapat keburukan dalam kerja, terlebih lagi akan terjadi tidak teraturnya dalam
struktur organisasi (Liliweri, 1997: 2).
1
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman.
Email: sharaasma@[Link]
2
Dosen Dosen Pembimbing I dan Staff Pengajar Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
3
Dosen Dosen Pembimbing II dan Staff Pengajar Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)
109
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121
Jalan pengeran Antasari RT. 5 No. 02 Samarinda. Alasan dipilihnya PT. Tekindo
Mitra Mandiri sebagai tempat penelitian karena PT. Tekindo Mitra Mandiri sebagai
perusahaan penyedia penyaluran tenaga kerja (Outsourcing) untuk
perusahaan-perusahaan pertambangan mau menerima penulis untuk melakukan
penelitian, sangat kooperatif dalam memberikan informasi kepada penulis, dan
penulis mengalami keterbatasan dalam mencari informasi terkait perusahaan-
perusahaan penyedia penyaluran tenaga kerja (Outsourcing) diwilayah samarinda
yang khusus untuk karyawan bidang pertambangan. Sebagaimana yang diketahui
secara umum bahwa potensi pertambangan diwilayah Kalimantan Timur sangat
tinggi karena banyaknya wilayah menjadi pusat pertambangan, khususnya disekitar
wilayah samarinda, Samboja, Handil, Palaran, Tenggarong, Kota Bangun dan
wilayah sekitar. Hal ini menjadi potensi bagi PT. Tekindo Mitra Mandiri untuk
menjadi perusahaan penyedia penyaluran tenaga kerja (Outsourcing).
Perusahaan jasa pada umumnya mempunyai harapan memiliki kualitas
kinerja karyawan yang tinggi, dengan begitu perusahaan dapat berjalan efektif dan
efisien. Apabila perusahaan berjalan efektif dan efisien, maka akan lebih mudah
meningkatkan produktifitas perusahaan sehingga dapat bersaing dengan
perusahaan jasa lainnya. Unsur penting dalam perkembangan dan keberhasilan
sebuah perusahaan penyedia jasa adalah kualitas kinerja karyawan outsourcingnya.
Namun masih banyak perusahaan yang memiliki kualitas kinerja karyawan
outsourcing yang tergolong rendah. Tentu saja hal ini sangat mengganggu
keberlangsungan hidup perusahaan.
Ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat pencapaian kualitas kinerja
karyawan outsourcing perusahaan rendah, diantaranya adalah masalah di tempat
kerja yakni buruknya komunikasi yang terjadi antara HRD dan karyawan. Seperti
diketahui bahwa hubungan antara diri sendiri dan orang lain tidak bisa di pisahkan
dengan yang namanya komunikasi. Apabila komunikasi yang terjadi tidak
maksimal atau bahkan cenderung buruk, maka bisa menjadi penyebab terjadinya
kesalahpahaman yang berujung pada masalah di tempat kerja. Salah satu masalah
yang terjadi yaitu, seorang atasan (HRD) harus menginstruksikan pekerjaan yang
akan di berikan kepada karyawan di dalam lapangan. Akan tetapi, orang yang akan
di beri instruksi tersebut sedang berhalangan hadir. Karena atasan tersebut akhirnya
memutuskan untuk memberitahukan detail pekerjaan pada rekan yang lain. Meski
terlihat sepele, dengan gaya komunikasi yang seperti ini dapat di katakan
komunikasi yang buruk. Hal ini dikarenakan karyawan yang seharusnya
mengerjakan pekerjaan tersebut tidak mendapatkan instruksi langsung, mungkin
saja terdapat detail yang terlupakan yang bisa memicu konflik.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian yang
bermaksud mengkaji strategi komunikasi Human Resource Development terhadap
kualitas kinerja karyawan Outsourcing, dalam penelitian berjudul :
“Strategi Komunikasi Human Resource Development Dalam Meningkatkan
Kualitas Kinerja Karyawan Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri
Samarinda.”
110
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)
Teori Sibernetika
Teori sibernetika (teori penggabungan informasi) pertama kali digunakan
pada tahun 1945 oleh Nobert Wiener dalam bukunya yang berjudul Cybernetics.
Sibernetika adalah teori system pengontrol yang didasarkan pada komunikasi
(penyampai informasi) antara system dan lingkungan dan antar sistem, pengontrol
(feedback) dari sistem berfungsi dengan memperhatikan lingkungan. Seiring
perkembangan teknologi informasi yang diluncurkn oleh para ilmuwan dari
Amerika sejak tahun 1966, penggunaan komputer sebagai media untuk
menyampaikan informasi berkembang pesat.
Teori sibernetika menekankan hubungan timbal balik diantara semua
bagian dari sebuah sistem. Teori Penggabungan Informasi (information-
integration) bagi pelaku komunikasi berpusat pada cara kita mengakumulasi dan
mengatur informasi tentang semua orang, objek, situasi, dan gagasan yang
membentuk sikap atau kecenderungan untuk bertindak dengan cara yang positif
atau negatif terhadap beberapa objek. Pendekatan penggabungan informasi adalah
salah satu model paling populer yang menawarkan untuk menjelaskan
pembentukan informasi dan perubahan sikap. Informasi adalah salah satu dari
kekuatan tersebut dan berpotensi untuk memengaruhi sebuah sistem kepercayaan
atau sikap individu. Sebuah sikap dianggap sebagai sebuah akumulasi dari
informasi tentang sebuah objek, seseorang, situasi, atau pengalaman.
Teori Sibernetika merupakan ilmu teknik yang menjelaskan tentang
transfer dan keseimbangan informasi antara mesin dan manusia,manusia dengan
manusia, mesin dengan mesin. Teori sibernetika menekankan bahwa penerima
pesan bisa menerima informasi dari pengirim pesan dengan tepat secara otomatis.
Sibernetika memandang komunikasi sebagai suatu sistem dimana berbagai elemen
yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.
Definisi Strategi
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani “strategos” yang berasal dari
“stratos” yang berarti tentara dan ‘agein’ yang berarti memimpin. Dengan
demikian strategi dimaksudkan adalah memimpin tentara. Lalu muncul kata
strategos yang artinya memimpin tentara pada tingkat atas. Jadi strategi adalah
konsep militer yang bias diartikan sebagai seni perang para jenderal (The art of
General), atau suatu rancangan terbaik untuk memenangkan peperangan. Dalam
strategi ada prinsip yang harus dicamkan, yakni “tidak ada sesuatu yang berarti dari
segalanya kecuali mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh musuh, sebelum
mereka mengerjakannya.” (Hafied Cangara, 2014: 64)
Karl Von Clausewitz dalam Hafied Cangara (2014: 64) seorang pensiunan
tentara dalam bukunya On War merumuskan strategi ialah suatu seni menggunakan
sarana pertempuran untuk mencapai tujuan perang. Sedangkan Martin – Anderson
juga merumuskan bahwa strategi adalah seni dimana melibatkan kemampuan
111
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121
Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah adanya pesan yang disampaikan, media apa yang
digunakan, dan bagaimana pesan diterima oleh penerima pesan. (Nurani
Soyomukti, 2010:11)
Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk
atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada
gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (Hafied Cangara,
2014:20).
Tanpa adanya komunikasi, sejarah peradaban manusia tak akan dapat maju
sebagaimana tak ada hubungan yang memungkinkan informasi/pesan dapat dibagi
kepada orang lain yang membuat informasi/wawasan/pesan dapat tersampaikan.
Sejak manusia hadir dalam kehidupan, sejak itu pula terjadi proses pertukaran ide,
informasi, gagasan, keterangan, imbauan, permohonan, saran, usul, bahkan
perintah. Dengan itu pula, informasi atau pengetahuan yang ditemukan oleh
seseorang atau kelompok manusia dapat diterima banyak orang dan pada akhirnya
persepsi terhadap suatu hal mampu membuat masyarakat memahaminya secara
bersama-sama. (Nurani Soyomukti, 2010:11).
112
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)
113
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121
dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan
eksternal. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat
melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi
perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
d. Employee Relations Management (Hubungan antara Management dengan
Kayawan)
Pengelolaan hubungan antara management dengan karyawan untuk
mendorong terciptanya iklim kerja yang kondusif bagi kedua belah pihak.
Sehingga terjaga keseimbangan pelaksanaan hak dan kewajiban perusahaan
maupun pekerja/buruh, serta terlaksananya kebijakan pemerintah yang terkait
dengan baik.
e. Pelatihan / Training
Pelatihan adalah suatu kegiatan proses belajar mengajar dalam waktu
yang relatif singkat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan dari peserta yang dilatihnya. Pelatihan bidang
teknis/operasional bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis
karyawan yang berkaitan langsung dengan pekerjaannya, dengan sasaran
latihnya adalah karyawan dari mulai jabatan worker, staff sampai dengan
group leader yang berada pada masing-masing departemen. Pelatihan bidang
manajerial bertujuan untuk meningkatkan pengembangan kepribadian dan
kepemimpinan serta meningkatkan motivasi dengan sasaran latihnya adalah
semua karyawan yang berada di seluruh departemen mulai dari jabatan worker,
staff dan group leader hingga ke tingkat jabatan supervisor.
f. Manajemen Pengembangan Diri
Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan dengan memiliki derajat
tertinggi di antara makhluk-makhluk hidup lainnya, ternyata manusia memiliki
potensi yang luar biasa untuk mengembangkan dirinya. Tapi seringkali
manusia tidak menyadari akan kemampuan yang luar biasa yang dimilikinya
yang telah diletakkan oleh Sang Pencipta sejak dari mulanya.
g. Penilaian Kerja
Bagi pihak manajemen, kinerja (karyawan) sangat membantu dalam
mengambil keputusan seperti promosi dan pengembangan karier, mutasi,
PHK, penyesuaian kompensasi, kebutuhan pelatihan dan mempertahankan
ISO yang dimiliki perusahaan. Bagi perusahaan,hasil penilaian kinerja yang
tidak tepat akan mempengaruhi pengambilan keputusan kepegawaian yang
tidak tepat, misalnya promosi. Mempromosikan karyawan yang tidak tepat
untuk menduduki level manajemen, akan menurunkan kualitas perusahaan
tersebut.
114
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)
atau cacat, pemenuhan kebutuhan pelanggan awal dan setiap saat, melakukan
sesuatu secara benar, dan sesuatu yang bisa membahagiakan pelanggan.
Pasolong (2010:176) kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan fungsinya sesuai
dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya.
Nawawi (2004) menyatakan bahwa, “Kinerja adalah hasil pelaksanaan
suatu pekerjaan, baik bersifat fisik/ material maupun non fisik/ non material.
Menurut Simanjutak (2005), ”Kinerja adalah tingkatan pencapaian hasil atas
pelaksanaan tugas tertentu. Simanjuntak juga mengartikan kinerja individu sebagai
tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau
tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu”.
Kumorotomo dalam Agus Dwiyanto (2006 : 52) mengemukakan bahwa
indikator untuk menilai kinerja organisasi yaitu efisiensi, efektivitas, keadilan dan
daya tangkap. Adapaun penjelasan dari indikator tesebut adalah :
a. Efisiensi, dapat diartikan sebagai ketepatan cara dalam melakukan sesuatu, dan
kemampuan melaksanakan tugas dengan baik dan tepat tanpa membuang
biaya, waktu, dan tenaga.
b. Efektivitas, merupakan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, baik itu
dalam bentuk target, sasaran jangka panjang maupun misi organisasi.
c. Keadilan, kaitannya dengan konsep ketercukupan atau kepantasan. Keduanya
mempersoalkan apakah kebutuhan dan nilai-nilai dalam bekerja dapat
terpenuhi. Isu-isu yang menyangkut pembagian tugas yang rata, penyampaian
instruksi yang menyeluruh dan sebagainya.
d. Daya Tangkap, merupakan kemampuan menerima situasi/kondisi tertentu
dengan pancaindra dan memberikan reaksi terhadapnya.
Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian-penelitian yang dilakukan terlebih dahulu dengan judul
yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan penulis, yaitu :
a. Penelitian yang dilakukan oleh Izmi Denisa Jasmine dengan judul Strategi
Komunikasi HRD PT. Sucofindo (PERSERO) Bandung melalui program
diklat Change Management dalam meningkatkan prestasi karyawan (20170.
Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriftis sebagai
desainnya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Strategi Komunikasi yang
dilakukan Human Resources Development (HRD) PT. SUCOFINDO
(Persero) Bandung melalui program Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)
Change Management Dalam Meningkatkan Prestasi Karyawan dinilai cukup
baik dengan melakukan perencanaan, tujuan, pesan dan kegiatan yang akan
dievaluasi lagi. Itu semua berkat peran serta dari tim HRD dan peserta yang
bekerja sama dengan baik dalam melaksanakan DIKLAT.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Aida Irmawanti (2015) yang berjudul peran
HRD dalam meningkatkan produktivitas di PT. Yanasurya Bhaktipersada
dengan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi.
115
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121
Definisi Konsepsional
Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk
atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada
gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (Hafied Cangara,
2014:20). Dalam menjalankan perusahaan, komunikasi menjadi hal terpenting
dalam mencapai tujuan perusahaan, karena pesan-pesan yang disampaikan didalam
komunikasi disampaikan kepada para karyawan untuk menjelaskan instruksi kerja
yang dilakukan guna mencapai kinerja yang baik. Sehingga agar komunikasi dalam
sebuah perusahaan dapat berjalan baik, maka diperlukan strategi komunikasi yang
tepat.
Peneliti mengutip pendapat Hafied Cangara (2014:64), yang mengatakan
bahwa “Strategi komunikasi adalah kombinasi yang terbaik dari semua elemen
komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran (media), penerima sampai pada
pengaruh (efek) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.
Pemilihan strategi merupakan langkah krusial yang memerlukan penanganan
secara hati-hati dalam perencanaan strategi, sebab jika pemilihan strategi salah atau
keliru maka hasil yang diperoleh bias fatal, terutama dari segi waktu, materi dan
tenaga. Oleh karena itu, strategi juga merupakan rahasia yang harus disembunyikan
oleh para perencana. Untuk menentukan strategi komunikasi yang tepat agar dalam
kegiatan dilapangan sesuai dengan yang diharapkan, maka memerlukan kebijakan
dan perencanaan komunikasi yang baik.”
Strategi komunikasi didukung oleh teori sibernetika, dimana teori tersebut
menekankan bahwa penerima pesan bisa menerima informasi dari pengirim pesan
dengan tepat secara otomatis. Sibernetika memandang komunikasi sebagai suatu
sistem dimana berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan
saling mempengaruhi. Sehingga perencanaan yang dilakukan diharapkan dapat
mempengaruhi kualitas kinerja karyawan.
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah motode analisis
kualitatif yang akan dijabarkan secara deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu
bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan
fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun rekayasa manusia
(Lexy. J. Moleong, 2007:3).
Fokus Penelitian
Fokus penelitian dalam sebuah penelitian dimaksudkan untuk membatasi
sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan. Dalam fokus penelitian ini peneliti
menggunakan indikator strategi komunikasi (Izmi, 2017:9), yaitu :
a. Perencanaan
b. Pesan
c. Kegiatan
d. Evaluasi
116
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)
Sumber Data
Menentukan sumber data menggunakan teknik purposive sampling,
menurut Sugiyono (2009:85) purposive sampling adalah teknik pengambilan
sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Alasan menggunakan teknik
Purposive Sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang
sesuai dengan fenomena yang diteliti. Oleh karena itu, penulis memilih teknik
Purposive Sampling yang menetapkan pertimbangan-pertimbangan atau kriteria-
kriteria tertentu.
Lokasi Penelitian
Lokasi yang diambil dalam penelitian ini ditentukan dengan sengaja
(purposive), yang dilakukan di PT. Tekindo Mitra Mandiri yang beralamat di Jalan
Pangeran Antasari RT. 5 No. 02, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu,
Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75124.
Hasil Penelitian
1. Perencanaan sebagai Strategi Komunikasi HRD dalam Meningkatkan
Kualitas Kinerja Karyawan Outsourching
Perencanaan dalam strategi komunikasi yang dilakukan oleh HRD PT.
Tekindo Mitra Mandiri Samarinda kepada karyawan outsourching untuk
meningkatkan kinerja tidak hanya meliputi hal-hal dasar seperti jam kerja,
jadwal libur, lembur dan hal dasar lainnya. Tetapi juga menjelaaskan mengenai
tanggung jawab terhadap tugas karyawan kepada perusahaan untuk mengikuti
instruksi dalam menyelesaikan pekerjaan, baik pekerjaan dasar ataupun
pekerjaan jangka pendek dan jangka panjang, mengatur tentang pengembangan
diri dan pelatihan serta melakukan evaluasi kerja.
Berdasarkan wawancara diatas mengenai perencanaan strategi
komunikasi HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda dalam meningkatkan
kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dikatakan telah melakukan
perencanaan secara hampir menyeluruh kepada karyawan outsourching
mencakup tentang hal administrasi,operasional dan perlindungan.
117
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121
118
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)
Pembahasan
Hasil penelitian yang diperoleh di lapangan yang telah di uraikan
sebelumnya merupakan rangkaian dari penelitian ilmiah untuk mengetahui
strategi komunikasi HRD dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja karyawan
outsourching PT. Tekindo Mitra Mandiri samarinda. Pada setiap penulisan
ilmiah sosial tidak dapat dilakukan pengukuran yang pasti. Dengan analisa dan
pengetahuan dari masing-masing fokus penulisan diharapkan akan memperoleh
hasil yang mendekati realita.
Pada penelitian ini, fokus penelitian yang dijadikan indikator utama
untuk menjabarkan strategi komunikasi adalah perencanaan, pesan, kegiatan
dan evaluasi. Fokus penelitian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas
kinerja karyawan outsourching, kualitas kinerja diukur menggunakan beberapa
indikator yaitu efisiensi, efektivitas, keadilan dan daya tangkap.
Ketepatan suatu strategi komunikasi sangat mempengaruhi
peningkatan kualitas kerja, sehingga komunikasi dapat mengontrol dan
memberikan pengaruhnya terhadap karyawan karena adanya hubungan yang
timbal balik antara HRD dan karyawan. Seperti yang disampaikan oleh Nobert
Wiener (Anggit dkk, 2017:7), ia mengatakan hubungan timbal balik pada
proses-proses kontrol atau yang disebut dengan teori sibernetika. Sibernetika
menantang pendekatan linier yang menyatakan bahwa satu hal dapat
menyebabkan hal lainnya. Konsep ini mengarahkan pada bagaimana sesuatu
saling memengaruhi satu sama lainnya.
Perencanaan, pesan, kegiatan dan evaluasi yang telah diatur oleh
pihak HRD disampaikan dengan komunikasi secara langsung dan tidak
langsung. Perencanaan yang mengenai hal-hal administrasi seperti jadwal kerja,
surat undangan pelatihan, pembayaran iuran asuransi, daftar hadir lain lainnya
dapat dilakukan dengan komunukasi tidak langsung, yaitu secara tertulis.
Sedangkan perencanaan yang bersifat operasional yang menyangkut instruksi
kerja dan arahan-arahan kepada helper mekanik dilakukan dengan komunikasi
secara langsung, yaitu kepala mekanik memberikan arahan perawatan mesin
yang efektif kepada bawahannya.
119
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahaan yang telah diuraikan di atas,
dilihat dari fokus penelitian strategi komunikai, yaitu: perencanaan, pesan, kegiatan
dan evaluaai, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Strategi komunikasi HRD kepada karyawan outsourching dalam meningkatakan
kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dilihat daei perencanaan, yaitu :
perencanaan yang disusun oleh HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda
meliputi hal-hal dasar, tanggung jawab terhadap tugas karyawan kepada,
mengatur tentang pengembangan diri dan pelatihan serta melakukan evaluasi
kerja.
2. Strategi komunikasi HRD kepada karyawan outsourching dalam meningkatakan
kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dilihat daei pesan, yakni : HRD
menyampaikan pesan dengan beberapa cara, yaitu menyampaikan informasi
dilakukan langsung atau melalui pembaritahuan tertulis yang ditempel di papan
pengumuman/kantor/pos satpam atau dapat juga melalui grup-grup yang ada
dihandphone.
3. Strategi komunikasi HRD kepada karyawan outsourching dalam meningkatakan
kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dilihat daei kegiatan, yaitu :
kegiatan berupa pelatihan yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan,
kemampuan dan pemahaman karyawan, pengembangan diri dan bertanggung
jawab.
120
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)
Daftar Pustaka
Buku
Bangun, Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Erlangga : Jakarta.
Berger, Charles R.; Roloff, Michael E, and Roskos-Ewoldsen, David R. editors.
2008. Handbook of Communication Science, Second edition, California: Sage
Publication
Cangara, Hafied. 2014. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Effendy, Onong Uchjana. 2007. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit PT Remaja
Rosdakarya Offset, Bandung
Nawawi, Hadaeri. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis yang
Kompetitif. Yogyakarta : Gajah Mada University Press
Pasolong, Harbani. 2010. Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta
Robbins, Stephen P. 1999. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi Edisi ke 5. Jakarta :
Erlangga
Sedarmayanti, [Link],. APU. 2009, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja.
Bandung : Penerbit Mandar Maju.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Wursanto. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta : Andi.
Santoso, Edi & Setiansah, Mite. 2010. Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu
Jurnal
Jasmine, Azmi denisa.2017. Strategi Komunikasi Human Resource Development
(HRD) PT. Sucofindo (PERSERO) Bandung Melalui Program DIKLAT
CHANGE Management Dalam meningkatkan Prestasi Karyawan.
Universitas Indonesia
Internet
Hao, Laoshi, 2013, Skripsi, Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Dalam
Meningkatkan Kualitas Kerja Pegawai Di Kantor Pertanahan Kota Banjar,
Hal. 3,([Link] 34065/BAB_I_SKRIPSI_82,
121