0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan14 halaman

Strategi HRD Tingkatkan Kinerja Karyawan

Penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi Human Resource Development (HRD) dalam meningkatkan kinerja karyawan outsourcing di PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda. Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh HRD cukup baik, mencakup perencanaan, penyampaian pesan, pelatihan, dan evaluasi yang teratur. Komunikasi yang terbuka dan efektif diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kualitas kinerja karyawan.

Diunggah oleh

demenribet
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan14 halaman

Strategi HRD Tingkatkan Kinerja Karyawan

Penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi Human Resource Development (HRD) dalam meningkatkan kinerja karyawan outsourcing di PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda. Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh HRD cukup baik, mencakup perencanaan, penyampaian pesan, pelatihan, dan evaluasi yang teratur. Komunikasi yang terbuka dan efektif diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kualitas kinerja karyawan.

Diunggah oleh

demenribet
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

eJournal Ilmu Komunikasi, 8 (2): 2020: 108-121

ISSN 2502-5961 (cetak) 2502-5961 (Online) [Link]


© Copyright2020

STRATEGI KOMUNIKASI HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT (HRD)


DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA KARYAWAN
OUTSOURCING PT. TEKINDO MITRA MANDIRI SAMARINDA

Shara Asma Kinanthi1, Nur Fitriyah2, Kadek Dristiana Dwivayani3

Abstrak
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
strategi komunikasi HRD dalam meningkatkan kualitas kinerja karyawan
outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda. pengambilan data, dalam
penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari
objek yang diteliti melalui prosedur dan teknik pengambilan data yang berupa
observasi, wawancara maupun penggunaan instrumen pengukuran lainnya yang
khusus dirancang sesuai dengan tujuan peneliti. Sumber data diperoleh dari key
informan yaitu Bapak Edi S, [Link] sebagai HRD SITE PT. Tekindo Mitra Mandiri
sedangkan yang menjadi Informan adalah karyawan outsourcing PT. Tekindo
Mitra Mandiri yang berada dilapangan. Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Fokus penelitian dalam penelitian, yaitu
perencanaan, pesan, kegiatan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Strategi Komunikasi Human Resource Development (HRD) terhadap Peningkatan
Kualitas Kinerja Karyawan Ourshourching PT. Tekindo Mitra Mandiri dinilai
telah cukup baik. Hal tersebut terbukti dari indikator-indikator strategi komunikasi
yang dilakukan dengan baik. Perencanaan yang disusun HRD telah mencakup
seluruh kegiatan perusahaan, pesan yang disampaikan dapat diterima oleh
karyawan dengan secara langsung maupun tidak langsung, kegiatan yang
diagendakan berupa pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan
pemahaman karyawan dan evaluasi dilakukan secara berkala.

Kata kunci : Strategi, Human Resource Development, Kinerja

Pendahuluan
Komunikasi tidak dapat di pungkiri bagi manusia begitupun di dalam suatu
lembaga atau organisasi, dengan adanya komunikasi yang baik organisasi akan
berjalan lebih lancar sesuai yang di inginkan serta akan mendapatkan keberhasilan
yang luar biasa dan begitu juga sebalikanya, jika komunikasi tidak baik maka akan
terdapat keburukan dalam kerja, terlebih lagi akan terjadi tidak teraturnya dalam
struktur organisasi (Liliweri, 1997: 2).

1
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman.
Email: sharaasma@[Link]
2
Dosen Dosen Pembimbing I dan Staff Pengajar Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
3
Dosen Dosen Pembimbing II dan Staff Pengajar Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)

Untuk mencapai komunikasi yang efektif pada sebuah perusahaan,


tentunya harus dilandasi dengan memiliki sumber daya manusia yang juga
berkualitas. Proses yang dilakukan oleh para sumber daya manusia dalam
organisasi adalah salah satu faktor penentu dalam mencapai organisasi yang efektif.
Proses komunikasi merupakan salah satu proses yang akan selalu terjadi dalam
organisasi apapun. Komunikasi dalam suatu perusahaan merupakan hal utama yang
sangat penting. Karena dalam dunia kerja, setiap harinya selalu ada interaksi di
lingkup internal dan eksternal. Salah satu lingkup komunikasi yang sering dan pasti
terjadi dalam organisasi yaitu komunikasi di lingkup internal antara atasan dan juga
karyawan dengan keanekaragaman sifat dan tingkah laku.
Strategi adalah perencanaan yang menetapkan program jangka panjang,
jangka menengah dan jangka pendek. Oleh karena itu, konsep strategi komunikasi
disini ditelakkan sebagai bagian dari perencanaan komunikasi dalam pencapai
tujuan yang ingin dicapai. Strategi adalah keseluruhan keputusan kondisional
tentang tindakan yang akan dijalankan, guna mencapai tujuan. Jadi merumuskan
strategi komunikasi, berarti memperhitungkan kondisi dan situasi (ruang dan
waktu) yang dihadapi dan yang akan mungkin dihadapi di masa depan, guna
mencapai efektivitas. Dengan strategi komuniaksi ini, berarti dapat ditempuh
beberapa cara memakai komunikasi secara sadar untuk menciptakan perubahan
pada diri khalayak dengan mudah dan cepat. Keberhasilan kegiatan komunikasi
secara efektif banyak ditentukan oleh penentuan strategi komunikasi. Dilain pihak
jika tidak ada strategi komunikasi yang baik efek dari proses komunikasi (terutama
komunikasi media massa) bukan tidak mungkin akan menimbulkan pengaruh
negatif. Strategi komunikasi akan dijadikan suatu pijakan dalam mengelola proses
interaksi yang terjadi dalam suatu organisasi agar benar dan tepat dalam mencapai
tujuan didirikannya.
Seorang Human Resource Development (HRD) harus mampu untuk
menempatkan posisi komunikasi yang diterapkan dengan sifat yang terbuka dan
tidak ada yang disembunyikan atau ditutupi terkait perihal kerja dan perihal
perusahaan, guna kepentingan dan kemajuan bersama, meskipun komunikasi
terbuka belum tentu memberikan jaminan yang terbaik untuk perusahaan. Human
Resource Development (HRD) juga harus bisa melihat, memahami, dan
menindaklanjuti situasi kondisi yang dihadapi karyawan dilingkungan kerja.
Dengan demikian, apabila seorang Human Resource Development (HRD)
melakukan hal di atas, komunikasi yang terbuka pada semua pihak, maka dapat
meningkatkan kualitas kinerja karyawan. Hal ini terjadi karena adanya komunikasi
yang terbuka, karyawan akan mendapatkan informasi yang lengkap dalam
melaksanakan pekerjaan sehingga akan berpengaruh pada peningkatan motivasi
karyawan dan tingkat kualitas kinerja karyawan menjadi lebih baik.
PT. Tekindo Mitra Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
penyaluran tenaga kerja (Outsourcing), yang khusus menyalurkan tenaga kerja
untuk perusahaan-perusahaan tambang. PT. Tekindo Mitra Mandiri berlokasi di

109
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121

Jalan pengeran Antasari RT. 5 No. 02 Samarinda. Alasan dipilihnya PT. Tekindo
Mitra Mandiri sebagai tempat penelitian karena PT. Tekindo Mitra Mandiri sebagai
perusahaan penyedia penyaluran tenaga kerja (Outsourcing) untuk
perusahaan-perusahaan pertambangan mau menerima penulis untuk melakukan
penelitian, sangat kooperatif dalam memberikan informasi kepada penulis, dan
penulis mengalami keterbatasan dalam mencari informasi terkait perusahaan-
perusahaan penyedia penyaluran tenaga kerja (Outsourcing) diwilayah samarinda
yang khusus untuk karyawan bidang pertambangan. Sebagaimana yang diketahui
secara umum bahwa potensi pertambangan diwilayah Kalimantan Timur sangat
tinggi karena banyaknya wilayah menjadi pusat pertambangan, khususnya disekitar
wilayah samarinda, Samboja, Handil, Palaran, Tenggarong, Kota Bangun dan
wilayah sekitar. Hal ini menjadi potensi bagi PT. Tekindo Mitra Mandiri untuk
menjadi perusahaan penyedia penyaluran tenaga kerja (Outsourcing).
Perusahaan jasa pada umumnya mempunyai harapan memiliki kualitas
kinerja karyawan yang tinggi, dengan begitu perusahaan dapat berjalan efektif dan
efisien. Apabila perusahaan berjalan efektif dan efisien, maka akan lebih mudah
meningkatkan produktifitas perusahaan sehingga dapat bersaing dengan
perusahaan jasa lainnya. Unsur penting dalam perkembangan dan keberhasilan
sebuah perusahaan penyedia jasa adalah kualitas kinerja karyawan outsourcingnya.
Namun masih banyak perusahaan yang memiliki kualitas kinerja karyawan
outsourcing yang tergolong rendah. Tentu saja hal ini sangat mengganggu
keberlangsungan hidup perusahaan.
Ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat pencapaian kualitas kinerja
karyawan outsourcing perusahaan rendah, diantaranya adalah masalah di tempat
kerja yakni buruknya komunikasi yang terjadi antara HRD dan karyawan. Seperti
diketahui bahwa hubungan antara diri sendiri dan orang lain tidak bisa di pisahkan
dengan yang namanya komunikasi. Apabila komunikasi yang terjadi tidak
maksimal atau bahkan cenderung buruk, maka bisa menjadi penyebab terjadinya
kesalahpahaman yang berujung pada masalah di tempat kerja. Salah satu masalah
yang terjadi yaitu, seorang atasan (HRD) harus menginstruksikan pekerjaan yang
akan di berikan kepada karyawan di dalam lapangan. Akan tetapi, orang yang akan
di beri instruksi tersebut sedang berhalangan hadir. Karena atasan tersebut akhirnya
memutuskan untuk memberitahukan detail pekerjaan pada rekan yang lain. Meski
terlihat sepele, dengan gaya komunikasi yang seperti ini dapat di katakan
komunikasi yang buruk. Hal ini dikarenakan karyawan yang seharusnya
mengerjakan pekerjaan tersebut tidak mendapatkan instruksi langsung, mungkin
saja terdapat detail yang terlupakan yang bisa memicu konflik.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian yang
bermaksud mengkaji strategi komunikasi Human Resource Development terhadap
kualitas kinerja karyawan Outsourcing, dalam penelitian berjudul :
“Strategi Komunikasi Human Resource Development Dalam Meningkatkan
Kualitas Kinerja Karyawan Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri
Samarinda.”

110
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)

Kerangka Dasar Teori

Teori Sibernetika
Teori sibernetika (teori penggabungan informasi) pertama kali digunakan
pada tahun 1945 oleh Nobert Wiener dalam bukunya yang berjudul Cybernetics.
Sibernetika adalah teori system pengontrol yang didasarkan pada komunikasi
(penyampai informasi) antara system dan lingkungan dan antar sistem, pengontrol
(feedback) dari sistem berfungsi dengan memperhatikan lingkungan. Seiring
perkembangan teknologi informasi yang diluncurkn oleh para ilmuwan dari
Amerika sejak tahun 1966, penggunaan komputer sebagai media untuk
menyampaikan informasi berkembang pesat.
Teori sibernetika menekankan hubungan timbal balik diantara semua
bagian dari sebuah sistem. Teori Penggabungan Informasi (information-
integration) bagi pelaku komunikasi berpusat pada cara kita mengakumulasi dan
mengatur informasi tentang semua orang, objek, situasi, dan gagasan yang
membentuk sikap atau kecenderungan untuk bertindak dengan cara yang positif
atau negatif terhadap beberapa objek. Pendekatan penggabungan informasi adalah
salah satu model paling populer yang menawarkan untuk menjelaskan
pembentukan informasi dan perubahan sikap. Informasi adalah salah satu dari
kekuatan tersebut dan berpotensi untuk memengaruhi sebuah sistem kepercayaan
atau sikap individu. Sebuah sikap dianggap sebagai sebuah akumulasi dari
informasi tentang sebuah objek, seseorang, situasi, atau pengalaman.
Teori Sibernetika merupakan ilmu teknik yang menjelaskan tentang
transfer dan keseimbangan informasi antara mesin dan manusia,manusia dengan
manusia, mesin dengan mesin. Teori sibernetika menekankan bahwa penerima
pesan bisa menerima informasi dari pengirim pesan dengan tepat secara otomatis.
Sibernetika memandang komunikasi sebagai suatu sistem dimana berbagai elemen
yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.

Definisi Strategi
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani “strategos” yang berasal dari
“stratos” yang berarti tentara dan ‘agein’ yang berarti memimpin. Dengan
demikian strategi dimaksudkan adalah memimpin tentara. Lalu muncul kata
strategos yang artinya memimpin tentara pada tingkat atas. Jadi strategi adalah
konsep militer yang bias diartikan sebagai seni perang para jenderal (The art of
General), atau suatu rancangan terbaik untuk memenangkan peperangan. Dalam
strategi ada prinsip yang harus dicamkan, yakni “tidak ada sesuatu yang berarti dari
segalanya kecuali mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh musuh, sebelum
mereka mengerjakannya.” (Hafied Cangara, 2014: 64)
Karl Von Clausewitz dalam Hafied Cangara (2014: 64) seorang pensiunan
tentara dalam bukunya On War merumuskan strategi ialah suatu seni menggunakan
sarana pertempuran untuk mencapai tujuan perang. Sedangkan Martin – Anderson
juga merumuskan bahwa strategi adalah seni dimana melibatkan kemampuan

111
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121

intelegent/pikiran untuk membawa semua sumber daya yang tersedia dalam


mencapai tujuan degan memperoleh keuntungan yang maksimal dan efisien.
Berdasarkan beberapa definisi tentang strategi yang telah dijabarkan di
atas, dapat disimpulkan bahwa strategi adalah hal-hal yang perusahaan ingin
lakukan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah adanya pesan yang disampaikan, media apa yang
digunakan, dan bagaimana pesan diterima oleh penerima pesan. (Nurani
Soyomukti, 2010:11)
Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk
atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada
gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (Hafied Cangara,
2014:20).
Tanpa adanya komunikasi, sejarah peradaban manusia tak akan dapat maju
sebagaimana tak ada hubungan yang memungkinkan informasi/pesan dapat dibagi
kepada orang lain yang membuat informasi/wawasan/pesan dapat tersampaikan.
Sejak manusia hadir dalam kehidupan, sejak itu pula terjadi proses pertukaran ide,
informasi, gagasan, keterangan, imbauan, permohonan, saran, usul, bahkan
perintah. Dengan itu pula, informasi atau pengetahuan yang ditemukan oleh
seseorang atau kelompok manusia dapat diterima banyak orang dan pada akhirnya
persepsi terhadap suatu hal mampu membuat masyarakat memahaminya secara
bersama-sama. (Nurani Soyomukti, 2010:11).

Definisi Strategi Komunikasi


Menurut Onong Uchjana Effendy (2007: 35) sebuah strategi komunikasi
hendaknya mencakup segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengetahui
bagaimana berkomunikasi dengan khalayak sasaran. Strategi komunikasi
mendefinisikan khalayak sasaran, berbagai tindakan yang akan dilakukan,
mengatakan bagaimana khalayak sasaran akan memperoleh manfaat berdasarkan
sudut pandangnya, dan bagaimana khalayak sasaran yang lebih besar dapat
dijangkau secara lebih efektif.
Menurut Izmi (2017: 9) dalam penelitiannya sub fokus yang digunakan
untuk mengukur permasalahan yang akan diteliti tentang strategi komunikasi
adalah memperkuat tentang perencanaan, kegiatan, pesan dan evaluasi. Adapun
penjelasan atau pengertian dari ke 4 subfokus tersebut adalah :
1) Perencanaan : perencanaan tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai
dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan
perusahaan melalui program kepegawaian yang baik.
2) Pesan : proses penyusunan pesan informasi melalui penggunaan media
maupun bentuk komunikasi yang disampaikan pada kegiatan dalam upaya
meningkatkan prestasi karyawan.
3) Kegiatan : kegiatan yang dilakukan adalah serangkaian aktivitas yang
dilakukan untuk mencapai tujuan dalam meningkatkan prestasi karyawan.

112
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)

4) Evaluasi : mengevaluasi sejauh mana keberhasilan yang diperoleh keseluruhan


pelaksanaan kegiatan, apakah karyawan sudah menerima dan mengerti isi
pesan yang disampaikan, dan melihat adanya perubahan perilaku dan sikap
yang ada pada peserta sesuai dengan tujuan perusahaan.

Human Resource Development (HRD)


Human resource development (HRD) atau departemen sumber daya
manusia adalah suatu bagian atau unit yang biasanya menangani berbagai masalah
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manager dan tenaga kerja lainnya
untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan
yang telah ditentukan.
Menurut Bangun (2012:6) Manajemen sumber daya manusia dapat
didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, penyusunan
staf, penggerakan dan pengawasan, terhadap pengadaan, pengembangan,
pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga
kerja untuk mencapai tujuan suatu organisasi.
Dalam kasus ini, HRD berperan untuk mengatur dan menjembatani
hubungan kerja karyawan outsourcing kepada perusahaan PT. Tekindo Mitra
Mandiri dengan perusahaan dimana mereka ditempatkan. HRD disini juga
memiliki peran yang sangat penting dalam penerimaan, penyeleksian secara
langsung serta jabatan yang memiliki salah satu job desc yaitu mengontrol
keberlangsungan kerja para karyawan outsourcing.
Manajemen sumber daya manusia memiliki peran dan tugas, yaitu sebagai
berikut:
a. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja atau preparation and selection
Tugas HRD diawali dengan membuat perencanaan tentang persiapan
dan seleksi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dalam tahap ini
terdiri dari tahap:
1. Persiapan
2. Rekrutmen tenaga kerja
3. Seleksi tenaga kerja atau selection
b. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus
menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu
diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih
menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja
yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan
menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang
tinggi.
c. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai Compensation and
protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara
teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting

113
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121

dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan
eksternal. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat
melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi
perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
d. Employee Relations Management (Hubungan antara Management dengan
Kayawan)
Pengelolaan hubungan antara management dengan karyawan untuk
mendorong terciptanya iklim kerja yang kondusif bagi kedua belah pihak.
Sehingga terjaga keseimbangan pelaksanaan hak dan kewajiban perusahaan
maupun pekerja/buruh, serta terlaksananya kebijakan pemerintah yang terkait
dengan baik.
e. Pelatihan / Training
Pelatihan adalah suatu kegiatan proses belajar mengajar dalam waktu
yang relatif singkat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan dari peserta yang dilatihnya. Pelatihan bidang
teknis/operasional bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis
karyawan yang berkaitan langsung dengan pekerjaannya, dengan sasaran
latihnya adalah karyawan dari mulai jabatan worker, staff sampai dengan
group leader yang berada pada masing-masing departemen. Pelatihan bidang
manajerial bertujuan untuk meningkatkan pengembangan kepribadian dan
kepemimpinan serta meningkatkan motivasi dengan sasaran latihnya adalah
semua karyawan yang berada di seluruh departemen mulai dari jabatan worker,
staff dan group leader hingga ke tingkat jabatan supervisor.
f. Manajemen Pengembangan Diri
Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan dengan memiliki derajat
tertinggi di antara makhluk-makhluk hidup lainnya, ternyata manusia memiliki
potensi yang luar biasa untuk mengembangkan dirinya. Tapi seringkali
manusia tidak menyadari akan kemampuan yang luar biasa yang dimilikinya
yang telah diletakkan oleh Sang Pencipta sejak dari mulanya.
g. Penilaian Kerja
Bagi pihak manajemen, kinerja (karyawan) sangat membantu dalam
mengambil keputusan seperti promosi dan pengembangan karier, mutasi,
PHK, penyesuaian kompensasi, kebutuhan pelatihan dan mempertahankan
ISO yang dimiliki perusahaan. Bagi perusahaan,hasil penilaian kinerja yang
tidak tepat akan mempengaruhi pengambilan keputusan kepegawaian yang
tidak tepat, misalnya promosi. Mempromosikan karyawan yang tidak tepat
untuk menduduki level manajemen, akan menurunkan kualitas perusahaan
tersebut.

Kualitas Kinerja Karyawan


Menurut Sedarmayanti (2009:252) mengemukakan 7 (tujuh) definisi
kualitas yaitu kesesuaian dengan persyaratan atau tuntutan, kecocokan untuk
pemakaian, perbaikan atau penyempurnaan berkelanjutan, bebas dari kerusakan

114
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)

atau cacat, pemenuhan kebutuhan pelanggan awal dan setiap saat, melakukan
sesuatu secara benar, dan sesuatu yang bisa membahagiakan pelanggan.
Pasolong (2010:176) kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan fungsinya sesuai
dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya.
Nawawi (2004) menyatakan bahwa, “Kinerja adalah hasil pelaksanaan
suatu pekerjaan, baik bersifat fisik/ material maupun non fisik/ non material.
Menurut Simanjutak (2005), ”Kinerja adalah tingkatan pencapaian hasil atas
pelaksanaan tugas tertentu. Simanjuntak juga mengartikan kinerja individu sebagai
tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau
tugas yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu”.
Kumorotomo dalam Agus Dwiyanto (2006 : 52) mengemukakan bahwa
indikator untuk menilai kinerja organisasi yaitu efisiensi, efektivitas, keadilan dan
daya tangkap. Adapaun penjelasan dari indikator tesebut adalah :
a. Efisiensi, dapat diartikan sebagai ketepatan cara dalam melakukan sesuatu, dan
kemampuan melaksanakan tugas dengan baik dan tepat tanpa membuang
biaya, waktu, dan tenaga.
b. Efektivitas, merupakan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, baik itu
dalam bentuk target, sasaran jangka panjang maupun misi organisasi.
c. Keadilan, kaitannya dengan konsep ketercukupan atau kepantasan. Keduanya
mempersoalkan apakah kebutuhan dan nilai-nilai dalam bekerja dapat
terpenuhi. Isu-isu yang menyangkut pembagian tugas yang rata, penyampaian
instruksi yang menyeluruh dan sebagainya.
d. Daya Tangkap, merupakan kemampuan menerima situasi/kondisi tertentu
dengan pancaindra dan memberikan reaksi terhadapnya.

Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian-penelitian yang dilakukan terlebih dahulu dengan judul
yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan penulis, yaitu :
a. Penelitian yang dilakukan oleh Izmi Denisa Jasmine dengan judul Strategi
Komunikasi HRD PT. Sucofindo (PERSERO) Bandung melalui program
diklat Change Management dalam meningkatkan prestasi karyawan (20170.
Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriftis sebagai
desainnya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Strategi Komunikasi yang
dilakukan Human Resources Development (HRD) PT. SUCOFINDO
(Persero) Bandung melalui program Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)
Change Management Dalam Meningkatkan Prestasi Karyawan dinilai cukup
baik dengan melakukan perencanaan, tujuan, pesan dan kegiatan yang akan
dievaluasi lagi. Itu semua berkat peran serta dari tim HRD dan peserta yang
bekerja sama dengan baik dalam melaksanakan DIKLAT.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Aida Irmawanti (2015) yang berjudul peran
HRD dalam meningkatkan produktivitas di PT. Yanasurya Bhaktipersada
dengan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi.

115
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121

Definisi Konsepsional
Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk
atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada
gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (Hafied Cangara,
2014:20). Dalam menjalankan perusahaan, komunikasi menjadi hal terpenting
dalam mencapai tujuan perusahaan, karena pesan-pesan yang disampaikan didalam
komunikasi disampaikan kepada para karyawan untuk menjelaskan instruksi kerja
yang dilakukan guna mencapai kinerja yang baik. Sehingga agar komunikasi dalam
sebuah perusahaan dapat berjalan baik, maka diperlukan strategi komunikasi yang
tepat.
Peneliti mengutip pendapat Hafied Cangara (2014:64), yang mengatakan
bahwa “Strategi komunikasi adalah kombinasi yang terbaik dari semua elemen
komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran (media), penerima sampai pada
pengaruh (efek) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.
Pemilihan strategi merupakan langkah krusial yang memerlukan penanganan
secara hati-hati dalam perencanaan strategi, sebab jika pemilihan strategi salah atau
keliru maka hasil yang diperoleh bias fatal, terutama dari segi waktu, materi dan
tenaga. Oleh karena itu, strategi juga merupakan rahasia yang harus disembunyikan
oleh para perencana. Untuk menentukan strategi komunikasi yang tepat agar dalam
kegiatan dilapangan sesuai dengan yang diharapkan, maka memerlukan kebijakan
dan perencanaan komunikasi yang baik.”
Strategi komunikasi didukung oleh teori sibernetika, dimana teori tersebut
menekankan bahwa penerima pesan bisa menerima informasi dari pengirim pesan
dengan tepat secara otomatis. Sibernetika memandang komunikasi sebagai suatu
sistem dimana berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan
saling mempengaruhi. Sehingga perencanaan yang dilakukan diharapkan dapat
mempengaruhi kualitas kinerja karyawan.

Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah motode analisis
kualitatif yang akan dijabarkan secara deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu
bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan
fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun rekayasa manusia
(Lexy. J. Moleong, 2007:3).

Fokus Penelitian
Fokus penelitian dalam sebuah penelitian dimaksudkan untuk membatasi
sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan. Dalam fokus penelitian ini peneliti
menggunakan indikator strategi komunikasi (Izmi, 2017:9), yaitu :
a. Perencanaan
b. Pesan
c. Kegiatan
d. Evaluasi

116
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)

Sumber Data
Menentukan sumber data menggunakan teknik purposive sampling,
menurut Sugiyono (2009:85) purposive sampling adalah teknik pengambilan
sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Alasan menggunakan teknik
Purposive Sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang
sesuai dengan fenomena yang diteliti. Oleh karena itu, penulis memilih teknik
Purposive Sampling yang menetapkan pertimbangan-pertimbangan atau kriteria-
kriteria tertentu.

Lokasi Penelitian
Lokasi yang diambil dalam penelitian ini ditentukan dengan sengaja
(purposive), yang dilakukan di PT. Tekindo Mitra Mandiri yang beralamat di Jalan
Pangeran Antasari RT. 5 No. 02, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu,
Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75124.

Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti
adalah dengan melalui tiga metode, yaitu:
1. Observasi
2. Wawancara
3. Dokumentasi

Teknik Analisis Data


Analisis data versi Miles dan Huberman, bahwa ada tiga alur kegiatan, yaitu
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Hasil Penelitian
1. Perencanaan sebagai Strategi Komunikasi HRD dalam Meningkatkan
Kualitas Kinerja Karyawan Outsourching
Perencanaan dalam strategi komunikasi yang dilakukan oleh HRD PT.
Tekindo Mitra Mandiri Samarinda kepada karyawan outsourching untuk
meningkatkan kinerja tidak hanya meliputi hal-hal dasar seperti jam kerja,
jadwal libur, lembur dan hal dasar lainnya. Tetapi juga menjelaaskan mengenai
tanggung jawab terhadap tugas karyawan kepada perusahaan untuk mengikuti
instruksi dalam menyelesaikan pekerjaan, baik pekerjaan dasar ataupun
pekerjaan jangka pendek dan jangka panjang, mengatur tentang pengembangan
diri dan pelatihan serta melakukan evaluasi kerja.
Berdasarkan wawancara diatas mengenai perencanaan strategi
komunikasi HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda dalam meningkatkan
kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dikatakan telah melakukan
perencanaan secara hampir menyeluruh kepada karyawan outsourching
mencakup tentang hal administrasi,operasional dan perlindungan.

117
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121

2. Pesan sebagai Strategi Komunikasi HRD dalam Meningkatkan Kualitas


Kinerja Karyawan Outsourching
Pesan atau Informasi dalam strategi komunikasi yang dilakukan oleh
HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda kepada karyawan outsourching
dilakukan dalam beberapa cara, seperti yang dijelaskan di atas. Menyampaian
informasi dapat dilakukan langsung dalam pelatihan, sehingga informasi tentang
perubahan atau pengetahuan baru dapat langsung dijelaskan dengan rinci.
Penyampaian informasi juga dapat melalui pembaritahuan tertulis yang
ditempel di papan pengumuman/kantor/pos satpam atau dapat juga melalui
grup-grup yang ada dihandphone.
Berdasarkan wawancara diatas mengenai penyampaian informasi yang
dilakukan oleh HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda kepada karyawan
outsourching dalam upaya untuk meningkatkan kualitas kinerja dapat dikatakan
telah dilakukan dengan cukup baik, walaupun dalam prakteknya terdapat
beberapa kendala dalam cepat atau tidaknya karyawan menerima informasi.
Misalnya jika pemberitahuan hanya secara tertulis dengan ditempel
dikantor/papan pengumuman, maka karyawan yang sedang libur akan terlambat
menerima informasi tersebut. Dalam kondisi lain, jika karyawan sedang bekerja
dan menerima pesan informasi menggunakan media elektronik berupa
handphone, maka karyawan tersebut akan terlambat menerima karena SOP yang
membatasi penggunaan hanphone.
3. Kegiatan sebagai Strategi Komunikasi HRD dalam Meningkatkan
Kualitas Kinerja Karyawan Outsourching
Kegitan-kegiatan yang dilakukan sebagai strategi komunikasi oleh HRD
PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda kepada karyawan outsourching untuk
meningkatkan kinerja yaitu pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan,
kemampuan dan pemahaman karyawan, pengembangan diri untuk memberikan
pembekalan agar menguasai dan ahli dalam bidangnya dan bertanggung jawab,
penilaian kerja yang dijadikan sebagai pengukur pencapaian kinerja karyawan
dan kegiatan lainnya,
Berdasarkan wawancara diatas mengenai kegiatan yang dilakukan
sebagai strategi komunikasi HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda dalam
meningkatkan kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dikatakan cukup
banyak dan kegiatan tersebut dilakukan demi meningkatan kemampuan, sikap,
pemahaman dan potensi pada diri karyawan sehingga dapat meningkatkan
produktivitas, prestasi dan kontribusi karyawan dalam mencapai tujuan
perusahaan.
4. Evaluasi sebagai Strategi Komunikasi HRD dalam Meningkatkan Kualitas
Kinerja Karyawan Outsourching
Evaluasi atau penilaian kinerja sebagai strategi komunikasi yang
dilakukan oleh HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda kepada karyawan
outsourching untuk meningkatkan kinerja dilakukan secara berkala, penilaian
kinerja karyawan dilihat dari bagaimana karyawan menyelesaikan pekerjaan

118
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)

secara tepat dan cepat serta mempertimbangkan peningkatan kinerja karyawan


sejak pertama kali kerja hingga sekarang.
Berdasarkan wawancara diatas mengenai evaluasi atau penilaian kinerja
sebagai strategi komunikasi HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda dalam
meningkatkan kualitas kinerja karyawan outsourching telah dilakukan dengan
sesuai. Karyawan dengan penilaian kinerja yang baik akan dipertimbangkan
untuk memperoleh promosi jabatan, peningkatan tunjangan dan pengembangan
diri. Evaluasi ini juga kepada sebagian karyawan dapat dijadikan sebagai
motivasi untuk bekerja lebih baik, dan sebagian lagi merasa khawatir karena
akan berdampak terhadap kontrak kerjanya.

Pembahasan
Hasil penelitian yang diperoleh di lapangan yang telah di uraikan
sebelumnya merupakan rangkaian dari penelitian ilmiah untuk mengetahui
strategi komunikasi HRD dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja karyawan
outsourching PT. Tekindo Mitra Mandiri samarinda. Pada setiap penulisan
ilmiah sosial tidak dapat dilakukan pengukuran yang pasti. Dengan analisa dan
pengetahuan dari masing-masing fokus penulisan diharapkan akan memperoleh
hasil yang mendekati realita.
Pada penelitian ini, fokus penelitian yang dijadikan indikator utama
untuk menjabarkan strategi komunikasi adalah perencanaan, pesan, kegiatan
dan evaluasi. Fokus penelitian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas
kinerja karyawan outsourching, kualitas kinerja diukur menggunakan beberapa
indikator yaitu efisiensi, efektivitas, keadilan dan daya tangkap.
Ketepatan suatu strategi komunikasi sangat mempengaruhi
peningkatan kualitas kerja, sehingga komunikasi dapat mengontrol dan
memberikan pengaruhnya terhadap karyawan karena adanya hubungan yang
timbal balik antara HRD dan karyawan. Seperti yang disampaikan oleh Nobert
Wiener (Anggit dkk, 2017:7), ia mengatakan hubungan timbal balik pada
proses-proses kontrol atau yang disebut dengan teori sibernetika. Sibernetika
menantang pendekatan linier yang menyatakan bahwa satu hal dapat
menyebabkan hal lainnya. Konsep ini mengarahkan pada bagaimana sesuatu
saling memengaruhi satu sama lainnya.
Perencanaan, pesan, kegiatan dan evaluasi yang telah diatur oleh
pihak HRD disampaikan dengan komunikasi secara langsung dan tidak
langsung. Perencanaan yang mengenai hal-hal administrasi seperti jadwal kerja,
surat undangan pelatihan, pembayaran iuran asuransi, daftar hadir lain lainnya
dapat dilakukan dengan komunukasi tidak langsung, yaitu secara tertulis.
Sedangkan perencanaan yang bersifat operasional yang menyangkut instruksi
kerja dan arahan-arahan kepada helper mekanik dilakukan dengan komunikasi
secara langsung, yaitu kepala mekanik memberikan arahan perawatan mesin
yang efektif kepada bawahannya.

119
eJournal Ilmu Komunikasi, Volume8, Nomor2, 2020: 108-121

Sedangkan untuk fokus penelitian lain juga melibatkan hubungan


timbal balik antara HRD dan Karyawan outsourching. Pesan, kegiatan dan
evaluasi disampaikan dengan komunikasi langsung dan tidak langsung. Pesan
haruslah berisi informasi yang mudah dipahami maksud dan tujuannya agar
dapat dilaksanakan oleh karyawan dengan tepat dan cepat. Kemudian kegiatan-
kegiatan yang dilakukan HRD seperti pelatihan/ diklat/ family gathering
diberitahukan/diundang melaui undangan tertulis, namun dalam
pelaksanaannya kegitan tersebut banyak menggunakan komunikasi langsung.
Adapun evaluasi yang dilakukan secara berkala, diputuskan melalui beberapa
cara, yaitu dengan wawancara, psikotest, ataupun dari laporan atasan. Evaluasi
dilakukan sebagai bentuk kontrol HRD dalam menjaga kualitas kerja karyawan
dan dapat mendorong para karyawan utuk bekerja dengan efektif dan efisien
sesuai dengan beban kerjanya.
Didalam pelaksanaannya, komunikasi langsung adalah yang paling efektif
dalam menyampaikan perencanaan, pesan, kegiatan dan evaluasi karena
komunikasi langsung melibatkan manusia dengan manusia, manusia dengan
kelompok, kelompok dengan manusia dan kelompok dengan kelompok. HRD
dapat mengundang karyawan dalam suatu pertemuan atau rapat untuk
menjelaskan atau menginformasikan secara langsung tentang strategi
komunikasi dan dengan pertemuan tatap muka, HRD dapat menerima masukan
dan saran secara langsung dari para karyawan

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahaan yang telah diuraikan di atas,
dilihat dari fokus penelitian strategi komunikai, yaitu: perencanaan, pesan, kegiatan
dan evaluaai, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Strategi komunikasi HRD kepada karyawan outsourching dalam meningkatakan
kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dilihat daei perencanaan, yaitu :
perencanaan yang disusun oleh HRD PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda
meliputi hal-hal dasar, tanggung jawab terhadap tugas karyawan kepada,
mengatur tentang pengembangan diri dan pelatihan serta melakukan evaluasi
kerja.
2. Strategi komunikasi HRD kepada karyawan outsourching dalam meningkatakan
kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dilihat daei pesan, yakni : HRD
menyampaikan pesan dengan beberapa cara, yaitu menyampaikan informasi
dilakukan langsung atau melalui pembaritahuan tertulis yang ditempel di papan
pengumuman/kantor/pos satpam atau dapat juga melalui grup-grup yang ada
dihandphone.
3. Strategi komunikasi HRD kepada karyawan outsourching dalam meningkatakan
kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dilihat daei kegiatan, yaitu :
kegiatan berupa pelatihan yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan,
kemampuan dan pemahaman karyawan, pengembangan diri dan bertanggung
jawab.

120
Strategi Komunikasi HRD Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Karyawan
Outsourcing PT. Tekindo Mitra Mandiri Samarinda (Shara)

4. Strategi komunikasi HRD kepada karyawan outsourching dalam meningkatakan


kualitas kinerja karyawan outsourching dapat dilihat daei evaluasi, yaitu : HRD
melakukan penilaian secara berkala, penilaian kinerja karyawan dilihat dari
bagaimana karyawan menyelesaikan pekerjaan secara tepat dan cepat serta
mempertimbangkan peningkatan kinerja karyawan sejak pertama kali kerja
hingga sekarang.

Daftar Pustaka
Buku
Bangun, Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Erlangga : Jakarta.
Berger, Charles R.; Roloff, Michael E, and Roskos-Ewoldsen, David R. editors.
2008. Handbook of Communication Science, Second edition, California: Sage
Publication
Cangara, Hafied. 2014. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Effendy, Onong Uchjana. 2007. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit PT Remaja
Rosdakarya Offset, Bandung
Nawawi, Hadaeri. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis yang
Kompetitif. Yogyakarta : Gajah Mada University Press
Pasolong, Harbani. 2010. Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta
Robbins, Stephen P. 1999. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi Edisi ke 5. Jakarta :
Erlangga
Sedarmayanti, [Link],. APU. 2009, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja.
Bandung : Penerbit Mandar Maju.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Wursanto. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta : Andi.
Santoso, Edi & Setiansah, Mite. 2010. Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu
Jurnal
Jasmine, Azmi denisa.2017. Strategi Komunikasi Human Resource Development
(HRD) PT. Sucofindo (PERSERO) Bandung Melalui Program DIKLAT
CHANGE Management Dalam meningkatkan Prestasi Karyawan.
Universitas Indonesia
Internet
Hao, Laoshi, 2013, Skripsi, Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Dalam
Meningkatkan Kualitas Kerja Pegawai Di Kantor Pertanahan Kota Banjar,
Hal. 3,([Link] 34065/BAB_I_SKRIPSI_82,

121

Anda mungkin juga menyukai