Komponen Kurikulum SMA Resmi 2025
Komponen Kurikulum SMA Resmi 2025
Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Telaah dan Desain
Pembelajaran Matematika
Kelompok 2
Disusun Oleh:
2025
A. Filosofi (Tujuan Kurikulum & Prinsip-prinsip dasar Kurikulum)
Kurikulum memiliki tujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada
Tuhan yang Maha Esa, Kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi,
kemandirian, Kesehatan, dan komunikasi serta menunbuh kembangkan cipta,
rasa, dan karsa Peserta Didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter
Pancasila melalui pembelajaran mendalam.
Kurikulum dirancang dengan prinsip:
(1) Pengembangan karakter, yaitu pengembangan spiritual, moral, sosial, dan
emosional Peserta Didik yang terintegrasi dalam intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta melalui pembiasaan dalam budaya
sekolah.
(2) Fleksibel, yaitu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan
kompetensi Peserta Didik, karakterisrik, satuan Pendidikan, dan konteks,
lingkungan sosial budaya setempat.
(3) Berfokus pada muatan essensial, yaitu pada muatan yang paling
diperlukan untuk mengembangkan kompetensi dan karakter Peserta Didik
agar proses pembelajaran dapat dikelola secara optimal untuk
pembelajaran mendalam.
1
(1) Kerangka dasar kurikulum sebagaiman dimaksud dalam pasal 2 huruf a
merupakan rancangan landasan utama dalam pengembangan struktur
kurikulum.
(2) Kerangka dasar kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
memuat:
a Tujuan
b Prinsip
c Karakteristik pembelajaran
d Landasan filosofis
e Landasan sosiologis
f Landasan psikopedagogis
Pasal 5 (bagian struktur kurikulum)
(1) Struktur kurikulum sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf b
merupakan pengorganisasian atas kompetensi, muatan pembelajaran,
dan beban belajar.
(2) Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kesatuan
sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukan kemampuan
peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran.
(3) Muatan pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
susunan materi atau isi yang disampaikan pada proses pembelajaran,
mencakup sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang diharapkan
dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan belajar.
(4) Beban belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan alokasi
waktu pembelajaran untuk mencapai kompetensi peserta didik.
Pasal 7 (bagian struktur kurikulum)
(1) Struktur kurikulum sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 memuat:
a Intrakurikuler
b Kokurikuler
(2) Selain intrakurikuler dan kokurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), struktur kurikulum dapat memuat ekstrakurikuler sesuai dengan
karakteristik satuan Pendidikan.
2
Tabel 1. Alokasi waktu mata pelajaran sekolah menengah atas / sederajat kelas X
(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 45 menit)
Alokasi Alokasi
Total JP
Mata Pelajaran Intrakurikuler Kokurikuler
per Tahun
Per Tahun Per Tahun
Mata Pelajaran Wajib
Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti
Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti
Pendidikan Agama Katolik dan Budi
72 36 108
Pekerti
Pendidikan Agama Budha dan Budi
Pekerti
Pendidikan Agama Hindu dan Budi
Pekerti
Alokasi Alokasi
Total JP
Mata Pelajaran Intrakurikuler Kokurikuler
per Tahun
Per Tahun Per Tahun
Pendidikan Agama Khonghucu dan
Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila 72 - 72
Bahasa Indonesia 108 36 144
Matematika 108 36 144
Ilmu Pengetahuan Alam: Fisika, Kima,
216 108 324
Biologi
Ilmu Pengetahuan Sosial: Sosiologi,
288 144 432
Ekonomi, Sejarah, Geografi
Bahasa Inggris 108 - 108
Pendidikan Jasmani Olahraga dan
72 36 108
Rohani
Informatika 72 - 72
3
Seni, Budaya, dan Prakarya
1. Seni Musik
2. Seni Rupa
3. Seni Teater
4. Seni Tari 72 - 72
5. Prakarya Budi Daya
6. Prakarya Kerajinan
7. Prakarya Rekayasa
8. Prakarya Pengolahan
Total JP Mata Pelajaran Wajib 1.188 396 1.584
Mata Pelajaran Pilihan
Koding dan Kecerdasan Artifisial 72 - 72
Muatan Lokal 72 - 72
Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata
1.260 396 1.656
Pelajaran Pilihan / Muatan Lokal
Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata
1.332 396 1.728
Pelajaran Pilihan + Muatan Lokal
Tabel 2. Alokasi waktu mata peljaran sekolah menengah atas / sederajat kelas XI
(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 45 menit)
Alokasi Alokasi
Total JP
Mata Pelajaran Intrakurikuler Kokurikuler
per Tahun
Per Tahun Per Tahun
Mata Pelajaran Wajib
Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti
Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti
72 36 108
Pendidikan Agama Katolik dan Budi
Pekerti
Pendidikan Agama Budha dan Budi
Pekerti
4
Pendidikan Agama Hindu dan Budi
Pekerti
Pendidikan Agama Khonghucu dan
Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila 72 - 72
Bahasa Indonesia 108 36 144
Matematika 108 36 144
Bahasa Inggris 108 - 108
Pendidikan Jasmani Olahraga dan
72 36 108
Rohani
Sejarah 72 - 72
Seni dan Budaya
1. Seni Musik
2. Seni Rupa 72 - 72
3. Seni Teater
4. Seni Tari
Total JP Mata Pelajaran Wajib 684 144 828
Alokasi Alokasi
Total JP
Mata Pelajaran Intrakurikuler Kokurikuler
per Tahun
Per Tahun Per Tahun
Mata Pelajaran Pilihan
Matematika Tingkat Lanjut
Fisika
Kimia
Biologi
Geografi
Sejarah Tingkat Lanjut
720-900 - 720-900
Sosiologi
Ekonomi
Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
Bahasa Inggris Tingkat Lanjut
Bahasa Arab
Bahasa Jepang
5
Bahasa Jerman
Bahasa Korea
Bahasa Mandarin
Bahasa Prancis
Antropologi
Informatika
Koding dan Kecerdasan Artifisial
Prakarya dan Kewirausahaan (budi
daya, kerajinan, rekayasa, atau
pengolahan)
Mata pelajaran lainnua yang
dikembangkan sesuai dengan sumber
yang tersedia
Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata 1.548-
1.404-1.584 144
Pelajaran Pilihan 1.728
Muatan Lokal 72 - 72
Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata 1.620-
1.476-1.656 144
Pelajaran Pilihan + Muatan Lokal 1.800
Tabel 3. Alokasi waktu mata peljaran sekolah menengah atas / sederajat kelas XII
6
Pekerti
Pendidikan Agama Hindu dan Budi
Pekerti
Pendidikan Agama Khonghucu dan
Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila 64 - 64
Bahasa Indonesia 96 32 128
Matematika 96 33 128
Bahasa Inggris 96 - 96
Seni dan Budaya
5. Seni Musik
6. Seni Rupa 64 - 64
7. Seni Teater
8. Seni Tari
Pendidikan Jasmani Olahraga dan
64 - 64
Rohani
Sejarah 64 32 96
Total JP Mata Pelajaran Wajib 608 128 736
Alokasi Alokasi
Total JP
Mata Pelajaran Intrakurikuler Kokurikuler
per Tahun
Per Tahun Per Tahun
Mata Pelajaran Pilihan
Matematika Tingkat Lanjut
Fisika
Kimia
Biologi
Geografi
Sejarah Tingkat Lanjut 640-800 - 640-800
Sosiologi
Ekonomi
Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
Bahasa Inggris Tingkat Lanjut
Bahasa Arab
7
Bahasa Jepang
Bahasa Jerman
Bahasa Korea
Bahasa Mandarin
Bahasa Prancis
Antropologi
Informatika
Koding dan Kecerdasan Artifisial
Prakarya dan Kewirausahaan (budi
daya, kerajinan, rekayasa, atau
pengolahan)
Mata pelajaran lainnua yang
dikembangkan sesuai dengan sumber
yang tersedia
Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata 1.376-
1.248-1.408 128
Pelajaran Pilihan 1.536
Muatan Lokal 72 - 64
Total JP Mata Pelajaran Wajib + Mata 1.440-
1.312-1.472 128
Pelajaran Pilihan + Muatan Lokal 1.600
8
(2) Kokurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling
sedikit dalam bentuk projek penguatan profil pelajar Pancasila.
(3) Kokurikuler sebagaimna dimaksud pada ayat (2) dikecualikan pada
Pendidikan kesetaraan.
(4) Kokurikuler pada pendidikan kesetaraan sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) dilaksanakan paling sedikit melalui pemberdayaan dan
keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila.
(5) Projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) merupakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu dalam
mengamati, mengeksplorasi, dan/atau merumuskan solusi terhadap isu
atau permasalahan nyata yang relevan bagi Peserta Didik.
(6) Projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) dilaksanakan dengan memperhatikan ketersediaan sumber
daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik.
(7) Projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) dikembangkan oleh Satuan Pendidikan mengacu pada panduan
yang ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang
melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.
Pasal 17
(1) Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a
pada projek penguatan profil pelajar Pancasila dirumuskan dalam
bentuk ciri Peserta Didik yang:
a beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia
b bergotong royong
c bernalar kritis
d berkebinekaan global
e mandiri
f kreatif.
(2) Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh
pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang
Kurikulum.
Pasal 18
9
(1) Muatan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1)
huruf b pada projek penguatan profil pelajar Pancasila memuat tema
projek penguatan profil pelajar Pancasila.
(2) Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) menjadi rujukan bagi Satuan Pendidikan untuk
merumuskan topik projek penguatan profil pelajar Pancasila yang
relevan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik Peserta Didik.
(3) Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang
melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.
3. Intakurikuler (Akademik)
Intrakurikuler adalah Kegiatan pembelajaran rutin untuk mencapai capaian
pembelajaran (CP) di setiap mata pelajaran. Kegiatan ini mencakup mayoritas
jam pelajaran (sekitar 70%-80% dari total alokasi waktu per tahun).
Berdasarkan pasal, yaitu:
Pasal 8 (bagian intrakurikuler)
(1) Intrakurikuler sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 ayat (1) huruf a
memuat:
a Kompetensi
b Muatan pembelajaran
c Beban belajar
Pasal 9 (bagian intrakurikuler)
(1) Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf a dirumuskan
dalam bentuk capaian pembelajaran.
(2) Capaian pemelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas :
(karena ini fokus pada jenjang SMA, jadi yang diambil hanya jenjang
SMA)
a Capaian pembelajaran pada fase E untuk kelas X pada sekolah
menengah atas/sederajat.
11
b Capaian pembelajaran pada fase F untuk kelas XI dan XII pada
sekolah menengah atas.
12
bidang kajian, lintas bidang ilmu, dan dengan kehidupan (koneksi
matematis).
(6) Memiliki sikap menghargsi kegunaan matematika dalam kehidupan,
yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari
matemtika, serta sikap kreatif, sabar, mandiri, tekun, terbuka, Tangguh,
ulet, dan percaya diri dalam pemecahan masalah (disposisi matemtis).
13
e Siswa mengembangkan sikap manghargai kegunaan matematika
dalam kehiduoan sehari-hari, termasuk sikap ingin tahu, minat
belajar, ketekunan, dan percaya diri.
14
menyelidiki (secara dan deret, seperti
numerik atau grafis) pertumbuhan
pengaruh masing-masing tabungan, cicilan,
parameter, seperti suku dan pinjaman.
bunga dan periode Menghitung bunga
pembayaran, terhadap hasil tunggal dan bunga
model keuangan tersebut. majemuk dengan
menggunakan rumus
yang tepat.
Memodelkan
pinjaman, tabungan,
dan investasi
menggunakan
konsep bunga
majemuk dan
anuitas.
Menyelidiki secara
numerik atau grafis
bagaimana
perubahan suku
bunga atau periode
pembayaran
memengaruhi jumlah
akhir investasi atau
cicilan.
Menafsirkan hasil
perhitungan dan
grafik dalam konteks
keuangan sehari-
hari.
15
5. Silabus
16
4.1 Menyajikan masalah operasi aljabar latihan soal-soal
nyata menggunakan eksponen dan mengenai
operasi aljabar logaritma. penggunaan
berupa eksponen dan aturan/ sifat
logaritma serta Mengeksplorasi eksponen dan
menyelesaikannya Menentukan unsur- logaritma.
menggunakan sifat- unsur yang terdapat
sifat dan aturan yang pada pengertian dan Portofolio
telah terbukti hasil operasi aljabar Menyusun dan
kebenarannya. eksponen dan membuat
logaritma. rangkuman dari
tugastugas yang
Mengasosiasi sudah diselesaikan,
Menganalisis dan kemudian membuat
membuat kategori dari refleksi
unsur-unsur yang diri.
terdapat pada
pengertian dan hasil Tes
operasi aljabar Tes tertulis bentuk
eksponen dan uraian mengenai
logaritma, kemudian penyelesaian
menghubungkan masalah sederhana
unsur-unsur yang yang terkait dengan
sudah dikategorikan penggunaan aturan/
sehingga dapat dibuat sifat eksponen dan
kesimpulan mengenai logaritma
pengertian dan aturan
dari eksponen dan
logaritma.
Mengomunikasikan
Menyampaikan
pengertian, aturan
eksponen dan
logaritma dan
penerapannya dalam
penyelesaian masalah
sederhana yang terkait
dengan eksponen dan
logaritma dengan
lisan, dan tulisan.
3.2 Mendeskripsikan dan Mengamati Tugas a Buku Teks
menganalisis konsep Membaca mengenai Membaca Pelajaran
2 JP
nilai mutlak dalam pengertian nilai mengenai Matematika
(2 x 45
persamaan dan mutlak, ekspresi- pengertian nilai kelas X.
menit)
pertidaksamaan serta ekspresi, mutlak, b Buku
menerapkannya Persamaan dan penyelesaian, dan referensi dan
17
dalam pemecahan Pertidaksamaan masalah nyata yang ekspresi- artikel.
masalah nyata. Nilai Mutlak terkait dengan ekspresi, c Internet.
persamaan dan penyelesaian,
4.2 Menerapkan konsep pertidaksamaan linier dan masalah
nilai mutlak dalam dalam tanda mutlak. nyata yang
persamaan dan terkait dengan
pertidaksamaan linier Menanya persamaan dan
dalam memecahkan Membuat pertanyaan pertidaksamaan
masalah nyata. mengenai pengertian linier dalam
nilai mutlak, ekspresi- tanda mutlak.
4.3 Membuat model ekspresi, Mengerjakan
matematika berupa penyelesaian, dan latihan soal-soal
persamaan dan masalah nyata yang mengenai
pertidaksamaan terkait dengan penyelesaian
linear dua variabel persamaan dan persamaan dan
yang melibatkan pertidaksamaan linier pertidaksamaan
nilai mutlak dari dalam tanda mutlak. linier dalam
situasi nyata dan tanda mutlak,
matematika, serta Mengeksplorasi dan
menentukan jawab Menentukan unsu- penerapannya
dan menganalisis unsur yang terdapat dalam
model sekaligus pada pengertian nilai penyelesaian
jawabnya. mutlak, ekspresi- masalah nyata
ekspresi, yang sederhana.
penyelesaian, dan
masalah nyata yang Portofolio
terkait dengan Menyusun dan
persamaan dan membuat rangkuman
pertidaksamaan linier dari tugastugas yang
dalam tanda mutlak. sudah diselesaikan,
kemudian membuat
Mengasosiasi refleksi diri.
Menganalisis dan
membuat kategori dari Tes
unsur-unsur yang Tes tertulis bentuk
terdapat pada uraian mengenai
pengertian nilai penyelesaian
mutlak, ekspresi- persamaan dan
ekspresi, pertidaksamaan
penyelesaian, dan linier dalam tanda
masalah nyata yang mutlak, dan
terkait dengan penerapannya dalam
persamaan dan penyelesaian
pertidaksamaan linier masalah nyata yang
dalam tanda mutlak, sederhana.
kemudian
menghubungkan
18
unsur-unsur yang
sudah dikategorikan
sehingga dapat dibuat
kesimpulan mengenai
pengertian nilai
mutlak, ekspresi-
ekspresi,
penyelesaian, dan
masalah nyata yang
terkait dengan
persamaan dan
pertidaksamaan linier
dalam tanda mutlak.
Mengomunikasikan
Menyampaikan
pengertian nilai
mutlak, ekspresi-
ekspresi, dan
penyelesaian
persamaan dan
pertidaksamaan linier
dalam tanda mutlak
dan penerapannya
dalam penyelesaian
masalah nyata yang
terkait persamaan dan
pertidaksamaan linier
dalam tanda mutlak
dengan lisan, tulisan,
dan bagan.
3.3 Mendeskripsikan Mengamati Membaca Tugas a. Buku Teks
konsep system mengenai ekspresi Membaca Pelajaran
persamaan linier dua sistem persamaan mengenai Matematika kelas
dan tiga variabel linier dua, tiga ekspresi sistem X. b. Buku
serta pertidaksamaan variabel, dan persamaan linier referensi dan
linier dua variabel pertidaksamaan linier dua, tiga artikel. c.
Sistem
dan mampu dua variabel, cara variabel, dan Internet.
Persamaan dan 2 JP
menerapkan berbagai menentukan pertidaksamaan
Pertidaksamaan (2 x 45
strategi yang efektif himpunan linier dua
Linear Dua menit)
dalam menentukan penyelesaiannya, dan variabel, cara
Variabel
himpunan masalah nyata yang menentukan
penyelesaiannya disajikan dalam model himpunan
serta memeriksa matematika, serta penyelesaiannya,
kebenaran penyelesaiannya. dan masalah
jawabannya dalam nyata yang
pemecahan masalah Menanya
19
matematika. Membuat pertanyaan disajikan dalam
4.4 Meng gunakan mengenai ekspresi model
SPLDV, SPLTV dan sistem persamaan matematika,
sistem linier dua, tiga serta
pertidaksamaan variabel, dan penyelesaiannya.
linear dua variabel pertidaksamaan linier Mengerjakan
(SPtLDV) untuk dua variabel, cara latihan soal -soal
meny ajikan masalah menentukan mengenai
kontekstual dan himpunan menentukan
menjelaskan makna penyelesaiannya, dan himpunan
tiap besaran secara masalah nyata yang penyelesaiannya
lisan maupun tulisan disajikan dalam model sistem
4.5 Membuat model matematika, serta persamaan linier
matematika berupa penyelesaiannya. dua, tiga
SPLDV, SPLTV, variabel, dan
dan SPtLDV dari Mengeksplorasi pertidaksamaan
situasi nyata dan Menentukan unsur - linier dua
matematika, serta unsur yang terdapat variabel, dan
menentukan jawab pada ekspresi sistem masalah nyata
dan menganalisis persamaan linier dua, yang disajikan
model sekaligus tiga variabel, dan dalam model
jawab nya pertidaksamaan linier matematika,
dua variabel, cara serta
menentukan penyelesaiannya.
himpunan
penyelesaiannya, dan Portofolio
masalah nyata yang Menyusun dan
disajikan dalam model membuat rangkuman
matematika, serta dari tugas - tugas
penyelesaiannya. yang sudah
diselesaikan,
Mengasosiasi kemudian membuat
Menganalisis dan refleksi diri .
membuat kategori dari
unsur -unsur yang Tes
terdapat pada ekspresi Tes tertulis bentuk
sistem persamaan uraian mengenai
linier dua, tiga menentukan
variabel, dan himpunan
pertidaksamaan linier penyelesaiannya
dua variabel, cara sistem persamaan
menentukan linier dua, tiga
himpunan variabel, dan
penyelesaiannya, dan pertidaksamaan
masalah nyata yang linier dua variabel,
disajikan dalam model dan masalah nyata
matematika, serta yang disajikan dalam
20
penyelesaiannya, model matematika,
kemudian serta
menghubungkan penyelesaiannya.
unsur -unsur yang
sudah dikategorikan
sehingga dapat dibuat
kesimpulan mengenai
pengertian
3.4 Menyusun sistem Menyusun konsep Instrumen 1 a Kementrian
persamaan linear tiga sistem persamaan (Penilaian Pendidikan
variabel dari masalah linear tiga variabel Proyek Sebelum dan
kontekstual Menemukan syarat Pembelajaran) Kebudayaan.
Sistem
sistem persamaan Bahan Ajar/ 2016.
Persamaan
linear tiga variabel LKS Matematika
Linear Tiga
4.1 Menyelesaikan
Variabel - Menyelesaikan Instrumen 3 Kelas X
masalah kontekstual masalah (Penilaian Unjuk Kurikulum
Pengenalan
yang berkaitan kontekstual sistem Kerja) 2013 Edisi
Konsep SPLTV
dengan sistem
- Penyelesaian persamaan linear Instrumen 4 Revisi 2016.
persamaan linear tiga tiga variabel (Penilaian Jakarta:
SPLTV dengan
variabel dengan metode Proyek Kementrian
eliminasi Pertemuan Pendidikan
berikutnya) dan
kebudayaan.
3.4 Mendeskripsikan Menyimpulkan Instrumen 1 a Sharma, S.N.
konsep matriks dan (Penilaian 2014. Jelajah
sebagai bentuk mendefenisikan Unjuk Kerja Matematika
representasi numerik kembali Sebelum SMA Kelas X
dalam kaitannya pengertian, Pembelajaran) Program
dengan konsep nyata notasi dan ordo Bahan Ajar/ Wajib.
4.6 Menyajikan suatu suatu Matriks LKS (aktivitas 1 Jakarta:
model matematika Menentukan dan aktivitas 2) Yudhistira
dari suatu masalah ordo suatu Instrumen 3 (Uji b Sembirang,
Matriks
nyata yang berkaitan matriks Pemantapan) Suwah. 2008.
Pengertian,
dengan matriks Menemukan dan Instrumen 4 Matematika
Notasi, dan 2 JP
menyebutkan (Penilaian Bilingual
Ordo suatu (2 x 45
kembali jenis- Unjuk Kerja untuk
Matriks menit)
jenis suatu Pertemuan SMA/MA
Jenis-jenis Kelas XII IPA
matriks Berikutnya)
Matriks
Menyajikan Semester I &
masalah nyata 2. Bandung :
dalam bentuk Yrama Widya
Matriks pada c Matematika
proses SMA/MA,
pemecahan SMK/MAK
masalah dalam Kelas XI
kegiatan Semester I
kelompok Kurikulum
21
2013
Kementrian
Pendidikan
dan
Kebudayaan
d Astuti, Arina
Yuni dan
Ngapiningsih.
2013.
Matematika
untuk
SMA/MA
Kelas XII
Program IPA.
Klaten: Intan
Pariwara
3.4 Menjelaskan dan Komposisi Fungsi Komposisi Fungsi b Sulistiyono,
menentukan operasi Mendefenisikan Instrumen 1 Sri
komposisi pada pengertinan (Penilaian Kurnianingsih
fungsi komposisi fungsi Unjuk Kerja , dan Kuntarti.
3.5 Menjelaskan tentang Menentukan Sebelum 2007.
fungsi invers dan penyelesaian Pembelajaran) Matematika
sifat-sifatnya serta komposisi dari Bahan Ajar/ SMA dan MA
menentukan dua fungsi LKS (aktivitas 1 untuk Kelas
eksistensinya Menyebutkan dan aktivitas 2) XI Semester 2
4.4 Menyelesaikan sifat-sifat Instrumen 3 Program IPA.
masalah yang komposisi fungsi (Penilaian Jakarta:
melibatkan operasi Menyelesaikan Proyek) Erlangga.
komposisi fungsi masalah yang Instrumen 4 c Marthen
4.5 Menyelesaikan Fungsi melibatkan (Penilaian Kanginan,
masalah yang Komposisi operasi komposisi Unjuk Kerja Yuza Terzalgi.
berkaitan dengan Fungsi fungsi Pertemuan 2014.
fungsi invers suatu Fungsi Berikutnya) Matematika
fungsi Invers Fungsi Invers untuk
Mendefinisikan Fungsi Invers SMA/MA
fungsi suatu Instrumen 1 Kelas X
invers dan (Penilaian (Wajib).
membedakan Unjuk Kerja Bandung:
suatu fungsi Sebelum Srikandi
yang mempunyai Pembelajaran) Empat Widya
fungsi invers Bahan Ajar/ Utama
Menentukan LKS (aktivitas 1 d Kementrian
invers suatu dan aktivitas 2) Pendidikan
fungsi dan Instrumen 3 dan
menyelesaikan (Penilaian Kebudayaan.
masalah sehari- Proyek) 2016.
Matematika
hari yang Instrumen 4
22
berkaitan dengan (Penilaian Kelas X
fungsi invers Proyek Kurikulum
Memilih Pertemuan 2013 Edisi
masalah sehari- Berikutnya) Revisi 2016.
hari yang dapat Jakarta:
diselesaikan Barisan Aritmatika Kementrian
menggunakan Instrumen 1 Pendidikan
konsep fungsi (Penilaian dan
invers Unjuk Kerja Kebudayaan
Sebelum
Barisan Aritmatika Pembelajaran)
Menjelaskan Bahan Ajar/
pengertian LKS
barisan Instrumen 3 (Uji
aritmatika Pemantapan)
Menentukan Instrumen 4
rumus suku ke-n (Penilaian
dari barisan Unjuk kerja
aritmatika pertemuan
berikutnya)
3.8 Memprediksi pola Deret Aritmatika Deret Aritmatika a Sinaga,
barisan dan deret Menemukan Instrumen 1 Borno, dkk.
aritmatika dan rumus jumlah n (Penilaian 2013.
geometri dan atau suku pertama Unjuk Kerja Matematika
Barisan dan
barisan lainnya deret aritmatika Sebelum Kurikulum
Deret
melalui pengamatan
Pola, Menentukan Pembelajaran) 2013. Jakarta:
dan memberikan
Pengertian, jumlah n suku Bahan Ajar/ Kementrian
alasannya pertama deret LKS Pendidikan
Rumus
Suku ken aritmatika Instrumen 3 dan
Barisan Menggunakan (Penilaian Kebudayaan
konsep deret Unjuk Kerja) Republik
Aritmatika
Rumus aritmatika untuk Instrumen 4 Indonesi.
menyelesaikan (Penilaian 2 JP Lembar Kerja
Jumlah n
masalah Unjuk Kerja (2 x 45 Peserta Didik.
Suku
kontekstual yang Pertemuan menit) b Astuti, Anna.
Pertama
berkaitan dengan Berikutnya) Y,
Deret
deret aritmatika Ngapiningsih.
Aritmatika
4.1 Menyajikan hasil Barisan Geometri Barisan Geometri 2013.
Pola,
Matematika
menemukan pola barisan Pengertian, Mendefinisikan Instrumen 1
untuk
dan deret dan rumus barisan geometri (Penilaian SMA/MA
sukuk e-n
penerapannya dalam dari pola barisan Unjuk Kerja Kelas XII
barisan
Program IPA.
penyelesaian masalah geometri dalam suatu Sebelum
Klaten: Intan
sederhana percobaan Pembelajaran) Pariwara.
Menentukan suku- Bahan Ajar/ c S.N. Sharma.
2013. Jelajah
23
suku dan rasio dari LKS Matematika
barisan geometr Instrumen 3 SMA Kelas X.
Jakarta:Yudhi
Menentukan rumus (Uji stira
suku ke-n barisan pemantapan d Sukino. 2013.
geometr Instrument 4 Matematika
untuk
Menerapkan (penilaian unjuk SMA/MA
prinsip-prinsip kerja pertemuan Kelas X
barisan berikutnya Kelompok
Wajib
Semester I.
Jakarta:
Erlangga.
24
b. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator
1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama 1.1.1 Menghayati ajaran agama
yang dianutnya. yang dianutnya.
1.1.2 Mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan 2.1.1 Menunjukkan kemampuan
bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya bekerjasama dalam memilih dan
diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi menerapkan strategi
berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
menyelesaikan masalah. 2.1.2 Menunjukkan perilaku
disiplin dalam memilih dan
menerapkan strateg
menyelesaikan masalah.
2.1.3 Menunjukkan sikap
toleransi dalan perbedaan strategi
berpikir dalam memilit dan
menerapkan trategi
menyelesaikan masalah.
3.1 Memprediksi pola barisan dan deret aritmetika 3.l.1 Menentukan pola suatu
dan geometri atau barisan lainnya melalui barisan.
pengamatan dan memberikan alasannya. 3.1.2 Medeskripsikan dan
4.9 Menyajikan hasil, menemukan pola barisan dan menentukan suku kes n dari suatu
deret dan penerapannya permasalahan barisan
3.1.3 Mendeskripsikan dan
menentukan bede dari barisan
aritmetika
3.1.4 Mendeskripsikan pengertian
deret aritmetika
3.1.5 Menentukan jumlah n suku
pertama dari suatu permasalan
tentang derct aritmetika
25
4.9 Menyajikan hasil, menemukan pola barisan dan 4.9.1 Menyajikan hasil diskusi
deret dan penerapannya dalam penyelesaian permasalahan tentang pola suatu
masalah sederhana. barisan
4.9.2 Menemukan pola barisan
dan deret
4.9.3 Terampil menerapkan
konsep dan strategi pemecahan
masalah barisan dan deret
c. Materi Pembelajaran
Baris Aritmetika
Definisi
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang beda setiap dua suku yang
berurutan adalah sama. Beda, dinotasikan "b" memenuhi pola berikur.
( )
Setiap dua suku yang berurutan pada barisan bilangan aritmetika memiliki
beda yang sama, maka diperoleh:
Sifat -1
26
Deret Aritmatika
( ) ( ) ( ( – ) ) ............... (1)
( ( ) )
Sifat -2
Barisan Geometri
Sebuah barisan bilangan disebut barisan geometri jika
berlaku :
27
d. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Kegiatan Pendahuluan. 15 menit
1) Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti
pembelajaran.
2) Peserta didik diberi motivasi dengan slide The Beauty of Mathematics
berkaitan dengan pola bilangan.
3) Guru menyampaikan cakupan materi dan tujuan pembelajaran yang harus
dicapai peserta didik yaitu mengenai bagaimana menentukan pola-pola
suatu bilangan dan barisan/deret aritmatika.
Mengamati
28
5. Peserta didik mengamati penyelesaian masalah 6.1, 6.2, 6.3, 6.4, dan 6.5
di buku matematika peserta didik halaman 191 – 201.
6. Guru melakukan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik.
7. Peserta didik mengerjakan tugas guru untuk setiap kelompok dengan
mencari pola bilangan.
Menanya
8. Guru meminta peserta didik untuk mencatat hal-hal yang belum dipahami
sebagai bahan pertanyaan dalam diskusi/untuk guru.
9. Dengan bimbingan guru, peserta didik secara berkelompok membuat
daftar pertanyaan dari bahan bacaan dan penyelesaian masalah dari buku
peserta didikhalaman 191 – 205.
10. Guru dapat membimbing peserta didik menyusun pertanyaan dan
membantu peserta didik menyusun pertanyaan yang mengarah pada
tercapainya indikator pencapaian kompetensi.
11. Dalam kelompok, peserta didik membuat pertanyaan yang ingin diketahui
dan guru terus mendorong peserta didik untuk terus menggali rasa ingin
tahu dengan pertanyaan secara mendalam tentang sesuatu. Hasil
pertanyaan yang sudah dibuat ditulis dalam kartu pertanyaan. Siswa diberi
motivasi dan penghargaan yang telah berhasil menyusun pertanyaan
terbanyak dan sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi
pembelajaran.
12. Guru melakukan pengamatan sikap kepada peserta didik
Mengumpulkan Informasi
13. Peserta didik dibimbing secara kelompok untuk mencari jawaban atas
pertanyaan yang telah disusun kelompok, dengan membaca materi di buku
matematika bab 6 halaman 191 - 205 dan mendorong peserta didik untuk
mencari sumber belajar lain seperti buku dan internet.
14. Guru mengarahkan agar hasil jawaban peserta didik ditulis dalam lembar
tugas.
15. Guru memfasilitasi sumber belajar yaitu math wonders to inspire teachers
and students untuk penemuan pola-pola, sekaligus menjadi sumber belajar
29
dengan memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik. Guru dapat
pula menjawab pertanyaan kelompok yang kesulitan mencari jawaban.
Upayakan guru tidak langsung menjawab pertanyaan peserta didik, namun
menunjukkan sumber jawaban yang memuat informasi yang diperlukan.
16. Guru melakukan pengamatan sikap kepada peserta didik.
Mengasosiasi
17. Guru membimbing peserta didik untuk menghubungkan berbagai
informasi yang diperoleh berkaitan dengan bagaimana pola-pola yang
diperoleh.
Mengomunikasikan
18. Peserta didik menyajikan hasil pemecahan masalah dengan salah satu
kelompok mempresentasikan di depan kelas.
19. Peserta didik diberikan motivasi untuk terus aktif bertanya dan
menanggapi pemaparan kelompok lain.
20. Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam
diskusi, dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan
penghargaan bila jawaban benar dengan pujian atau tepuk tangan
bersama.
30
Pertemuan Ke-2
Kegiatan Pendahuluan. 15 menit
1. Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti
pembelajaran.
2. Peserta didik diberi motivasi sukses: banyak diantara kita yang memiliki
potensi untuk berkarya dalam berbagai bidang, namun karena kita salah
paham terhadap potensi yang kita miliki sendiri, kita juga salah memilih
lingkungan bergaul atau bekerja – kita tidak bisa secara optimal
mengaktualisasikan potensi tersebut.
3. Guru menyampaikan cakupan materi dan tujuan pembelajaran yang harus
dicapai peserta didik yaitu mengenai barisan dan deret geometri.
Menanya
8. Guru meminta peserta didik untuk mencatat hal-hal yang belum dipahami
sebagai bahan pertanyaan dalam diskusi/untuk guru.
31
9. Dengan bimbingan guru, peserta didik secara berkelompok membuat
daftar pertanyaan dari bahan bacaan dan penyelesaian masalah dari buku
peserta didik halaman 210 – 217.
10. Guru dapat membimbing peserta didik menyusun pertanyaan dan
membantu peserta didik menyusun pertanyaan yang mengarah pada
tercapainya indikator pencapaian kompetensi.
11. Dalam kelompok, peserta didik membuat pertanyaan yang ingin diketahui
dan guru terus mendorong peserta didik untuk terus menggali rasa ingin
tahu dengan pertanyaan secara mendalam tentang sesuatu. Hasil
pertanyaan yang sudah dibuat ditulis dalam kartu pertanyaan.
12. Siswa diberi motivasi dan penghargaan yang telah berhasil menyusun
pertanyaan terbanyak dan sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi
pembelajaran.
13. Guru melakukan pengamatan sikap kepada peserta didik.
Mengumpulkan Informasi
14. Peserta didik dibimbing secara kelompok untuk mencari jawaban atas
pertanyaan yang telah disusun kelompok, dengan membaca materi di buku
matematika bab 6 halaman 210 - 217 dan mendorong peserta didik untuk
mencari sumber belajar lain seperti buku dan internet.
15. Guru mengarahkan agar hasil jawaban peserta didik ditulis dalam lembar
tugas.
16. Guru memfasilitasi sumber belajar yaitu math wonders to inspire teachers
and students untuk penemuan pola-pola, sekaligus menjadi sumber belajar
dengan memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik. Guru dapat
pula menjawab pertanyaan kelompok yang kesulitan mencari jawaban.
Upayakan guru tidak langsung menjawab pertanyaan peserta didik, namun
menunjukkan sumber jawaban yang memuat informasi yang diperlukan.
17. Guru melakukan pengamatan sikap kepada peserta didik.
Mengasosiasi
18. Guru membimbing peserta didik untuk menghubungkan berbagai
informasi yang diperoleh berkaitan dengan bagaimana pola-pola yang
diperoleh.
32
Mengomunikasikan
19. Peserta didik menyajikan hasil pemecahan masalah dengan salah satu
kelompok mempresentasikan di depan kelas.
20. Peserta didik diberikan motivasi untuk terus aktif bertanya dan
menanggapi pemaparan kelompok lain.
21. Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam
diskusi, dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan
penghargaan bila jawaban benar dengan pujian atau tepuk tangan
bersama.
33
Menyusun dan membuat rangkuman dari tugas-tugas yang ada.
Tes:
Tes tertulis bentuk uraian mengenai berbagai penyajian data dalam bentuk
atau diagram/plot.
Sikap dan keterampilan :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penelitian Waktu Penelitian
1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran
a. Dapat bekerjasama dan saat diskusi
dengan
teman/antar sesama
kelompok
dan guru dalam
pembelajaran
statistik.
b. Disiplin dalam kegiatan
pembelajaran.
c. Mau menghargai
pendapat/
gagasan orang lain
(toleran)
2. Pengetahuan Tes otentik Penyelesaian tugas
a. Mendiskripsikan data individu dan
dalam kelompok
bentuk tabel atau diagram
tertentu yang sesuai dengan
informasi yang ingin
dikomunikasikan.
3. Keterampilan Portofolio Penyelesaian tugas
a. Menyajikan data nyata (baik individu
dalam maupun kelompok)
bentuk tabel atau diagram dan saat diskusi
tertentu yang sesuai dengan
informasi yang ingin
dikomunikasikan.
Lampiran 1
Tes tertulis
1. Suku ke - 4 dan suku ke- 9 suatu barisan aritmetika berturut-turut adalah 16
dan adalah 1. Tentukan nilai suku ke – 12 barisan tersebut !
2. Tentukan banyaknya suku dan jumlah dari deret aritmetika berikut:−3+1+5+
... +73 !
3. Jika jumlah lima suku pertama suatu barisan aritmetika adalah 5 dan jumlah 9
suku pertamanya adalah −15, tentukan suku pertama dan bedanya!
34
4. Suatu tiang akan dipancangkan ke dalam tanah. Biaya pemancangan untuk
kedalaman 1 meter pertama Rp 800.000,00, satu meter ke dua Rp
1.000.000,00 demikian seterusnya menurut barisan aritmatika, Berapakah
biaya yang harus dikeluarkan untuk memancangkan tiang sedalam 7 meter ?
5. Hitung jumlah semua bilangan asli yang terdiri dari dua angka yang habis
dibagi 3 tetapi tidak habis dibagi 4!
Kunci Jawaban dan pedoman penskoran
No Kunci Jawaban Skor
1. U4=16 maka a + 3b = 16 0-20
U9=1 maka a + 8b = 1
a + 3b = 16
a + 8b = 1 −
− 5b = 15 jadi b = −3
a = 25
U12 = a + 11b
U12 = 25 + 11(− 3) = −8
2. U1 = -3, b= 4 0-20
Un = a + (n-1)b
73 = -3 + (n-1)4
73 = -3 + 4n-4
73 = 4n-7
4n = 80
n = 20
Sn = ( )
= ( )
= 10 (70) = 70
3. S5 = 5, maka 5 = 2a + ( 5-1) b] 0-20
5= 2a + 4 b
10 = 10 a + 20 b .........i)
S9 = -15, maka -15 = (2a + ( 9-1) b]
-15 = [ 2a + 8 b]
- 30 = 18a + 72 b ......ii)Dari i) dan ii)
didapatkan a = b= -
11
dan b = -
3
4
4. 800.000 + 1000.000 + ....... 0-20
U1 = 800.000, b = 200.000
S7 = [ 2a + ( 7-1) b]
[ 2. 800.000 + 6. 200.000]
35
= [ 1.600.000+ 1.200.000]
= [ 2.800.000]
= 9.800.000
Jadi biaya yang harus dikeluarkan untuk
memancangkan tiang sedalam 7 meter
adalah
Rp9.800.000,00
5. A = jumlah semua bilangan asli yang 0-20
terdiri dari dua
angka yang habis dibagi 3
= 12 + 15 + ........+ 99
Un = a + (n-1)b
99 = 12 + (n-1)3
99 = 12 + 3n -3
3n = 90
n = 30
Sn = [ a + Un]
S30 = (12 + 99)
= 15 ( 111 )
= 1.665
B = jumlah semua bilangan asli yang
terdiri dari dua
angka yang habis dibagi 4
= 12 + 24 + .........+ 96
Un = a + (n-1)b
96 = 12 + (n-1)12
96 = 12 + 12n – 12
96 = 12n
n=8
S8 = (12 + 96)
= 4 (108) = 432
Jadi jumlah semua bilangan asli yang
terdiri dari dua
angka yang habis dibagi 3 tetapi tidak
habis dibagi 4
adalah 1.665 – 432 = 1233
Total Skor 0-100
36