BAB II
LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Teori
1. Definisi Eksistensi Olahraga dan Permainan Tradisional
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Eksistensi adalah
keberadaan, kehadiran yang mengandung unsur bertahan. Eksistensi
bisa juga dikenal dengan satu kata yaitu keberadaan. Eksistensi dapat
diartikan sasuatu yang menganggap keberadaan manusia tidaklah statis,
artinya manusia senantiasa bergerak dari kemungkinan dan kenyataan.
Proses ini berubah bila kini menjadi sesuatu yang mungkin maka bosok
akan berubah menjadi karena manusia itu mempunyai kebebasan untuk
bergerak. Bereksistensi berarti berani mengambil keputusan yang
menentukan bagi hidupnya. Konsekuensinya jika tidak bisa mengambil
keputusan dan tidak berani berbuat maka kita tidak bereksitensi dalam
arti yang sebenarnya.
Olahraga adalah aktivitas yang memiliki akar eksistensi ontologis
sangat alami, yang dapat diamati sejak bayi dalam kandungan sampai
dengan bentuk-bentuk gerakan terlatih. Olahraga juga adalah permainan
senada dengan eksistensi manusiawi sebagai makluk bermain (homo
ludens-nya huizinga). Olahraga adalah tontonan yang memiliki akar
sejarah yang panjang, sejak Jaman Yunani Kuno dengan arete,
argon,pentathlon sampai dengan Olympic Games di masa modern. di
mana dalam sejarahnya, perang dan damai selalu mengawal peristiwa
keolahragaan itu. Olahraga adalah fenomena multidimensi, seperti
halnya manusia itu sendiri. Olahraga memberikan ruang yang luas bagi
manusia untuk membuktikan keberadaan dirinya. Hampir semua
aktivitas olahraga merupakan suatu cara pembuktian akan kemampuan
yang kita miliki.
Secara bahasa permainan berasal dari kata “main” yang mendapat
imbuhan pe- dan akhiran -an. Kata permainan merupakan bentuk kata
benda dari “main”. Folosofi permainan didefinisikan sebagai hasil dari
sejarah manusia yang turun temurun tentunya tanpa membedakan ras,
kultur, sosial dan agama. Bercirikan aktifitas jasmani yang mengandung
nilai-nilai filosofis dalam setiap geraknya. Batasan mengenai permainan
sangat luas dan sulit untuk menentukan pengertian permainan secara
nyata dan tepat dalam arti satu batasan dapat mencakup seluruh
pengertian permainan.
Olahraga dan Permainan Tradisional adalah permainan rakyat
sebagai aset budaya bangsa yang memiliki unsur olah fisik tradisional.
Permainan rakyat berkembang cukup lama ini perlu dilestarikan karena
selain sebagai olahraga huburan, kesenangan, dan kebutuhan interaksi
sosial, olahraga ini juga mempunyai potensi untuk meningkatkan
kulalitas jasmani bagi pelakunya. Menurut Mahendra, ( dalam
Suprayitno, 2014; 9) olahraga tradisional adalah bentuk kegiatan
olahraga yang berkembang di masyarakat, pada perkembangan
selanjutnya olahraga tradisional sering dijadikan sebagai jenis
permainan yang memakai ciri kedaerahan asli serta disesuaikan dengan
tradisi budaya setempat.
Olahraga dan permainan tradisional merupakan satu contoh dari
ribuan permainan tradisional yang ada di Indonesia. Namun permainan-
permainan tradisional tersebut kini semakin terkikis keberadaannya
sedikit demi sedikit khususnya dikota-kota mungkin untuk anak-anak
sekarang ini banyak banyak yang tidak mengenal permainan tradisional
yang ada padahal permainan tradisional adalah permainan warisan
nenek moyang rakyat Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki
olahraga dan permainan tradisionalnya, namun tiap daerah biasanya
tadak sama tidak seperti permainan jaman modern sekarang ini, seperti
permainan teknologi yang rata-rata memiliki kesamaan seperti
permainan Game yang ada di Computer maupun Hanphone.
Olahraga tradisinal adalah permainan- permainan rakyat yang
hidup dalam suatu masyarakat yang telah mengakar, tumbuh dan
berkembang secara turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi.
Sulit diingkari bahwa permainan anak-anak tradisional Indonesia
tampaknya menghadapi masa depan yang tidak begitu cerah.
Kecendrungan yang tampak adalah bahwa berbagai bentuk permainan
kini tidak dikenal oleh banyak anak-anak, karena sudah sangat jarang
dimainkan. Hanya beberapa permainan tertentu yang masih banyak
dimainkan ( Sukirman Dharmamulya, dkk 2008: 206).
2. Eksistensi Olahraga dan permianan tradisional dalam Pendidikan
Olahraga tradisional yang berakar pada budaya bangsa harus
menjadi kebanggaan sekaligus menjadi keaslian identitas bangsa. Oleh
karena itu, pengembangan olahraga tradisional harus bersifat sistematis.
Proses pendidikan merupakan salah satu cara yang efetif dalam
membentuk kepribadian. Oleh karena itu, memasukan olahraga
tradisional ke dalam kurikulum merupakan cara sistematis dalam
trasformasi sejak usia dini akan tumbuh dan berkembang menjadi
pribadi yang tidak asing dengan hal tersebut. Setelah beranjak dewasa,
mereka akan mentransfer informasi berkaitan dengan olahraga
tradsional ke anak-anaknya. Artinya, sosialisasi olahraga tradisional
dalam jangka panjang akan menjadi lebih mudah.
Akan tetapi, proses ini dirasakan sulit diterapkan pada sistem
pendidikan di Indonesia yang belum stabil dan jauh dari ideal. Apalagi,
olahraga tradisional tidak menjadi prioritas dalam pendidikan di
Indonesia. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengubah
presepsi tentang olahraga tradisonalagar menjadi pentingbagi
pendidikan, kemudian memasukan olahraga tradisional menjadi mata
ajaran tambahan atau menyisipkan dalam pelajaran pendidikan jasmani.
3. Eksistensi Olahraga dan Permainan Tradisional di Era Modern
Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan permainan tradisional
modern yang ada di pasar indonesia lebih menarik dari pada permainan
tradisional. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar anak lebih suka
bermain berbagai jenis permainan modern. Selain itu, sebagian besar
orang tua juga lebih suka membelikan permainan modern bagi anaknya
dari pada mengajarkan permainan tradisional. Padahal, permainan
tradisional juga pernah dilakukan atau dimainkan oleh pada orang tua
ketika berusia anak-anak ada bearagam alasan yang menyebabkan
orang tua enggan untuk mengajarkan permainan tradisional. Tidak ada
waktu karena sibuk bekerja atau menganggap permainan tradisional
tidak sesuai perkembangan zaman merupakan alasan yang sering
dikemukakan.
Manfaat olahraga dan permainan tradisional di era modern yaitu
dibuat untuk menghilangkan rasa bosan. Namun, untuk permainan
tradisional memiliki nilai lebih dri yang lainnya, seperti membangun
rasa percaya diri, melatih konsentrasi dan ketangkasan anggota badan,
menyamabung persahabatan, mengajari cara berkerja sama dengan
orang lain, dan mengubh hal-hal sederhana menjadi hal yang
menyenangkan, sangat tepat sebagai aktivitas permainan untuk anak-
anak.
Tujuan olahraga dan permainan tradisional di era modern untuk
membantu memperkenalkan nilai-nilai bangsa indonesia sedari dini,
sehingga keunikan dan ciri khas yang dimiliki bangsa indonesia agar
tidak hilang oleh arus globalisasi di era modern dan permainan
tradisional perlu di tekankan karen sebagai media pembelajaran nilai
budaya sosial suatu daerah. Cara mempertahankan olahraga dan
permainan tradisonal di era modern adalah dengan selalu memainkan
permainan-permainan tradisonal yang ada di daerah tersebut. Dan tidak
lari lagi dari partisipasi pemerintah dalam mempertahankan olahraga
dan permainan tradisional. Oleh karena itu, pemerintah dapat
memasukan olahraga dan permainan tradisonal dalam mata pelajaran
dalam dunia pendidikan.
Kelebihan permainan tradisional di era modern lebih mendorong
anak untuk membaur dengan alam sekitar, sehingga menajamkan sikap
dan sifat kerja sama serta sinergi dengan teman-temannya. Sedangkan
kekurang permainan tradisional di era modern lebih cenderung dengan
permainan yang berkaitan dengan media elektronic baik handpone atau
komputer, sehingga permainan tradisional yang berkaitan dengan
kebugaran kurang di minati oleh masyarakat.
B. Olahraga dan Permainan Tradisional
1. Pengertian Olahraga dan Permainan Tradisional
Secara hafiah kata tradisional diartikan sebagai aksi atau tingkah
laku alami akibat kebutuhan dari nenek moyang. Tradisional identik
dengan kehidupan masyarakat suatu kaum atau suku bangsa tertentu.
Oleh karena itu, ada rumah tradisional, dan olahraga tradisonal.
Membicarakan olahraga tradisional mungkin tidak banyak orang yang
mengetahuinya. Olahraga tradisonal merupakan aktivitas fisik yang
dilakukan oleh sekelompok masyarakat tertentu. Akan tetapi, ada
sebagian pihak yang tidak sependapat dengan sebutan olahraga
tradisional. Pihak tersebut lebih memilih dengan istilah permainan
tradisional. Salah satu jenis olahraga tradisional adalah atletik. Menurut
Nevi Hardika (2022:64) Permainan Tradisional atau Olahraga
masyarakat adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarkat dengan
kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai
dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan,
kebugaran dan kegembiraan. Para ahli beranggapan bahwa sejak
manusia ada, gerakan lari, lompat, dan lempar telah dilakukan.
Olahraga tradisional yang berkembang ditengah kehidupan
masyarakat berasal dari permainan rakyat. Permainan ini merupakan
warisan nenen moyang yang harus dilestarikan oleh generasi
berikutnya. Olahraga tradisional sering disebut dengan permainan
tradisional. Peralatan yang digunakan untuk melakukan aktivitas ini
masih bersifat sederhana. Misalnya bambu, kayu, kulit pohon maupun
barang-barang bekas. Selain itu, cara dan aturan yang berlaku tidak
rumit dan sederhana. Artinya, untuk mempelajari dan melakukan
aktivitas ini sangat mudah. Olahraga tradisional seharusnya terus digali,
dikembangkan dan dilestarikan oleh generasi muda. Dengan begitu,
olahraga tradisional dapat disejajarkan dengan olahraga medern di
tengah kehidupan masyarakat.
2. Melestarikan Olahraga dan Permainan Tradisional
Melestarikan berasal dari kata “ lestari” yang berarti tetap seperti
kead aan semula. Dan mendapatkan imbuhan “ me dan an” yang berarti
proses, cara, perbuatan melestarikan, perlindungan dari kemusnahan
atau kerusakan, pengawetan, konservasi. Konsep melestarikan bisa
mengandung beberapa arti yaitu, dengan upayanya untuk
mempertahankan, menjaga, seperti apa adanya, atau menampilkan
dengan disesuaikan dengan kondisi dan situasi kehidupan masa kini,
sehingga diperoleh bentuk tidak persis sama seperti aslinya tetapi tetap
menjaga dan mempertahankan nilai-nilai yang ada, (Sukirman
Dharmamulya, 2008).
Faktor eksternal yang menjadi penghambat dalam upaya
pelestarian budaya tradisi tersebut adalah kurangnya sosialisasi dan
mediasi baik itu dari pihak yang bertanggung jawab menggapai masalah
tersebut maupun media dan masa sosial sebagai sarana public relations
yang menjembatani info rmasi kepada masyarakat. Selain itu, peran
masyarakat juga cukup penting untuk mengajarkan pada generasi muda
agar memiliki keahlian untuk melestarikan budaya yang dimilikinya.
Olahraga dan permainan tradisional memiliki manfaat
keterampilan untuk anak, yang diwujudkan dalam proses menentukan
jenis permainan. Manfaat sosial, yaitu bergaul dengan banyak orang
tampa membeda-bedakan latar belakang, manfaat disiplin, yakni selalu
mentaatiaturan yang telah disepakati dan manfaat budi pekerti yang
saling menghormati yang lain memiliki kedudukan yang lebih tinggi,
misalnya pemimpin permainan.
3. Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Olahraga dan Permainan
Tradisional
Olahraga dan permainan tradisional mulai terancam dengan
hadirnya permainan modern. Padahal permainan tersebut merupakan
warisan nenek moyang yang telah ada sejak dahulu. Semakin
tenggelamnya permainan tradisional disebabkan munculnya permainan
modern yang lebih menarik dan atraktif. Permainan tersebut merupakan
produk asing yang berkembang di dalam negeri. Permainan rakyat
sebenarnya mengandung nilai filosofis. Nilai filosofis tersebut
diwujudkan dalam fungsinya sebagai media untuk menyampaikan
pesan budaya kepada generasi berikutnya. Bahkan, seorang ahli cerita
cerita menyatakan bahwa hakikat permainan rakyat meliputi unsur
hiburan, menumbuhkan kreativitas, dan membentuk kepribadian.
Sementara itu, ada tujuh nilai budaya yang berkembang dalam
permainan tradisional antara lain:
a. Nilai Demokrasi
Olahraga tradisional mendorong para pelakunya untuk
mengembangkan nilai demokrasi. Para pelaku harus mengikuti
aturan yang telah disepakati sebelum permainan dimulai. Selain itu,
meraka juga harus memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan
permainan yang akan dilakukan.
b. Nilai Pendidikan
Permainan tradisional dapat dijadikan sebagai media umtuk
memberikan pendidikan, baik jasmani dan rohani. Misalnya,
membutuhkan sifat sosial, disiplin, etika moral, kejujuran,
kemandirian, ketangkasan, dan percaya diri. Permainan yang
dilakukan secara beregu dapat menumpuk kerja sama sehingga
menghindari dari sifat egois. Adanya aturan permainan, anak-anak
dapat menentukan pihak yang menang dan kalah. Kondisi ini
menuntut anak untuk bersikap disiplin guna mencapai sebuah
kemenangan. Pada permainan juga terkandung unsur sopan-santun
sehingga sifat liat dapat dihindari. Artinya, permainan rakyat juga
dapat menumbuhkan sportivitas yang tinggi ketika lawan menderita
kekalahan. Akhirnya, permainan rakyat dapat mengembangkan sifat
kejujuran dan menjauhkan sikap curang.
c. Nilai Kepribadian
Permainan tradisional menghendaki para pelaku untuk
saling berkomunikasi dan bertemu. Para pelaku akan termotivasi
untuk mempelajari banyak hal sehingga dapat menimbulkan rasa
percaya diri. Ketika dilihat secara seksama, setiap anak memiliki
perilaku yang berbeda sesuai tingkat usian dan jenis kelamin. Setia
tahap perkembangan anak akan diikuti dengan kegiatan bermain
yang berlainan. Kegiatan bermain merupakan alat untuk
mengembangkan dan mengungkapkan jadi diri anak. Pembentukan
karakter dapat terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat
melalui permainan.
d. Nilai Keberanian
Pada permainan tradisional, setiap peserta dituntut memiliki
sikap keberanian. Sikap ini dimaksudkan dalam keberanian
mengambil keputusan dan memperhitungkan strategi tertentu
sihingga dapat memenangkan perrmainan.
e. Nilai Kesehatan
Kegiatan bermain yang dilakukan anak-anak merupakan
suatu kegiatan yang mengandung unsur berlari dan melompat
sehingga menggerakan otot tubuh. Tampa disadari bahwa kegiatan
tersebut membantu dalam menjaga kesehatan anak. Seorang anak
yang sehat dapat dilihat dari kelincahan dalam gerakanya. Selain
itu, emosi yang terpendam dalam jiwa dapat disalurkan melalui
kegiatan bermain.
f. Nilai Persatuan
Masyarakat indonesia pada dasarnya memiliki prinsip hidup
selaras dengan sesama atau hidup selaras dengan sesama atau hidup
bermasyarakat yang dilandasi saling pengertian. Prinsip ini,
sebenarnya juga tercermin dalam beberapa jenis permainan rakyat.
Oleh karena itu, masyarakat selalu mengutamakan kepentingan
bersama dalam kepentingan pribadi dan golongan. Masyarakat
beranggapan bahwa manusia ada bukan untuk dirinya, melainkan
ada dalam rasa solidaritas bersama akan sulit tercapai. Hal inilah
yang menunjukan hakikat manusia dalam kehidupan.
Pada hakikatnya, manusia merupakan makhluk sosial yang
membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Oleh karena itu, manusia
berusaha untuk mementingkan kebersamaan dalam hidup.
Permainan rakyat kobak sodor misalnya, dapat dikatakan sebagai
permainan yang memerlukan kerja sama dalam mencapai
kemenangan.
g. Nilai Moral
Nilai moral dalam permainan tradisional berkaitan dengan
nilai filosofis dari permainan tersebut. Nilai filosofis permainan
rakyat adalah membentuk kepribadian anak. Melalui kegiatan
bermain, anak dapat memahami dan mengenal kultur atau budaya
bangsanya. Selain itu, anak juga memahami pesan moral yang
terkandung di dalam permainan tersebut. Adanya pesan moral
diharapkan permainan rakyat dapat dikembangkan dan dilestarikan
oleh generasi sekarang.
4. Jenis-jenis Olahraga dan Permainan Tradisional
Olahraga Tradisonal atau sering disebut permainan tradisinal
telah berkembang sejak zaman nenek moyang. Olahraga ini berasal dari
permainan rakyat yang dilestarikan secara turun-temurun. Setiap
wilayah di Indonesia memiliki beragam olahraga tradisional. Akan
tetapi, seiring perkembangan era global beragam olahraga terancam
punah. Apabila dihitung, ada banyak jenis olahraga tradisonal yang
terdapat di Indonesia yang berkembang ditengah kehidupan masyarakat.
Beragam olahraga tradisional tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Bola Bekel
Gambar 2.1 Permainan Bekel
Sumber : Ajun Khamdani 2010:14
1) Sejarah Permainan Bola Bekel
Bola bekel adalah permainan tradisional yang berasal dari
jawa barat permainan bola bekel dikenal dengan nama “beklen”
yang berarti “bekal”. Beklen atau bekel berasal dari bahasa
belanda yaitu “bikkelen”. Permainan ini biasanya dimainkan oleh
anak perempuan. Namun tidak sedikit pula anak laki-laki yang
memainkannya.
Bekel termasuk salah satu jenis olahraga atau permainan
yang membutuhkan ketangkasan dan strategi. Perminan ini juga
membutuhkan kejujuran pada diri pesertanya. Bekel dapat
dimainkan oleh dua orang atau lebih. Perlengkapan yang
dibutuhkan berupa bola bola bekel dan kuwuk. Kuwuk yang
digunakan adalah sekitar empat buah. Permainan ini sebaiknya
dimainkan dialas lantai terutama yang permukaannya keras dan
rata.
2) Tujuan Permainan Bola Bekel
Permainan bekel membutuhkan konsentrasi dan
ketangkasan tangan. peserta melakukan suit untuk menentukan
siapa yang memulai permainan paling awal. Peserta yang
memperoleh giliran pertama akan melempar bola ke atas,
kemudian kuwuk disebarkan [Link] kuwuk tersebar, bola
yang telah memantul sekali ditangkap. Bola bekel dilemparkan
kembali ke atas kemudian peserta mengambil kuwuk satu per satu
hingga habis.
3) Manfaat Permainan Bola Bekel
Permainan bola bekel memang identik dengan anak
perempuan, walaupun tak jsrsng anak laki-laki pun
memainkannya. Permainan ini melatih kemampuan motorik halus
anak. Anak memantulkan bola bekel kemudian ia harus
mengambil biji bekel sesuai dengan tahapannya. Hal ini tentunya
membutuhkan koordinasi yang baik antara mata dengan tangan.
untuk anak pemula, biasanya sulit untuk memainkan bola bekel.
Namun, ketika ia terus berlatih bersama-sama temannya setelah
pulang sekolah atau hari libur, sedikit demi sedikit anak tersebut
tersebut mulai menguasainya.
4) Sasaran Permainan Bola Bekel
Sasaran permainan bola bekel adalah anak-anak perempuan
dan tidak jarang anak laki-laki ikut memainakan permainan ini.
5) Peraturan dan permainan Bola Bekel
Permainan bola bekel adalah tipe permainan kompetisi.
Permainan secara bergiliran memainkannya. Jumlah pemain satu
orang atau lebih dan bersifat perorangan. Jika jumlah pemain
lebih dari dua orang, maka untuk menentukan orang pertama yang
memainkan dengan cara hompipa. Jika jumlah anak hanya dua,
maka dilakukan dengan suten.
Dibutuhkan teknik dan strategi yang jitu salam memainkan
permainan ini. Jika biji bekel tidak terambil, bola tidak
tertangkap, atau menyentuh biji bekel yang belum waktunya
diambil, maka dinyatakan “selesai” dan permainan dilanjutkan
oleh pemainberikutnya. Peraturan yang berlaku pada tahap kedua
dan ketiga sama seperti aturan tahap sebelumnya, mulai dari
pengambilan satu biji sampai dengan seluruh biji.
6) Lapangan dan Peralatan
Tidak perlu lapangan dalam permainan bola bekel,
permainan ini dapat dilakukan didalam rumah atau diteras rumah.
Peralatan yang digunakan bola karet dan beberapa biji bekel. Bola
bekel berbentuk bulat dengan diameter 2-6 cm dengan jumlah biji
bekel biasanya 10-12 biji.
7) Pemain Permainan Bola Bekel
Permainan ini bisa dilakukan seorang anak. Namun, supaya
lebih menarik biasanya diikuti oleh 2-5 orang anak atau lebih
sesuai dengan kesepakatan.
8) Jalannya permainan
Untuk memainkan bola bekel sangat mudah. Bola karet
dilambungkan kemudian diikuti dengan menaburkan biji bekel.
Sewaktu bola melambung ke atas, anak mengambil biji bekel
yang terdesak. Ia akan meraup jumlah biji sesuai dengan
tingkatannya. Permainan bola bekel dilakukan secara bertingkat.
Dimulai dengan pengambilan biji bekel satu-satu yang disebut
mihiji kemudian midua (mengambil bola bekel dua-dua dan
seterusnya hingga pengambilan semua biji bekel sekaligus).
b. Congklak
Gambar 2.2 Permainan Congklak
Sumber : Ajun Khamdani 2010 :17
1) Sejarah Permainan Congklak
Congklak adalah suatu permainan tradisional yang sudah
ada sejak zaman nenek moyang. Congklak berkembang hampir
diseluruh Indonesia. Tidak mengherankan jika permainan ini
lebih dikenal dengan nama congklak, dalkon, dhakon, atau
dhakonan. Congklak diamainkan oleh dua orang. Para pemain
menggunakan papan congklak di sertai biji congklak sejumlah 98
(14x7) buah. Papan congklak terbuat dari kayu atau plastik,
sementara bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-
batuan, kelereng, atau plastik. Pada papan terbuat dari 16 lubang
yang meliputi 14 lubang kecil yang berhadapan dan dua lubang
besar di kedua ujung papan.
2) Tujuan Permainan Congklak
Bermain congklak dapat melatih anak-anak pandai dalam
berhitung. Selain itu, anak yang bermain congklak harus pandai
membuat strategi agar bisa memenangkan permainan.
3) Manfaat Permainan congklak
Perminan congklak bisa melatih kemampuan motorik halus
anak. Saat memegang dan memainkan biji congklak, yang paling
berperanan adalah motorik halus anak yaitu jari jemari. Bagi anak
yang kemampuan motorik halusnya tidak terlalu baik, maka ia
tidak dapat menjalankan permainan tersebut denga cepat dan
mungkin saja biji-biji congklak tersebut akan tersebar dan terlepas
dari genggamannya. Berbeda dengan anak-anak yang sudah bisa
mengkoordinasikan jari-jarinya dengan baik, maka ia akan bisa
memainkan permainan ini dengan cepat.
4) Sasaran Permainan Congklak
Sasaran permainan congklak adalah anak-anak baik laki-
laki atapun perempuan.
5) Peraturan dan Permainan Congklak
Permainan congklak di awali dengan mengisi setiap lubang
kecil dengan tujuh buah biji. Kedua pemain saling berhadapan,
salah seorang pemain memilih lubang yang akan diambil bijinya.
Kemudian, meletakan satu biji congklak dilubang sebelahnya.
Begitu seterunya hingga biji congklak dalam genggaman habis.
Apabila biji di dalam genggaman habis dilubang besar miliknya,
ia dapat melanjutkan dengan memilih lubang kecil disisinya.
Apabila biji di dalam genggamannya habis di lubang kecil
disisinya, ia harus berhenti dan mengambil seluruh biji congklak
disisi yang berhadapan. Akan tetapi, jika berhenti dilubang kosng
di sisi lawan, pemain berhenti dan tidak memperoleh apa-apa.
6) Lapangan dan Peralatan Permainan Congklak
Permainan congklak tidak membutuhkan tempat bermain
yang luas, karena memang tidak membutuhkan aktivitas fisik.
Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak di dalam rumah
atau teras rumah. Alat yang digunakan dalam permainan ini
adalah papan congklak dan biji congklak, seperti kerang-
kerangan, batu, kelereng dan sebagainya.
7) Pemain Permainan Congklak
Jumlah pemain congklak adalah dua orang.
8) Lama Permainan Congklak
Permainan congklak di anggap selesai jika sudah tidak ada
lagi biji di lubang kecil yang di ambil. Artinya, seluruh biji
congklak berada di kedua lubang besar.
9) Pemenang Permainan congklak
Penentuan pemenang di lakukan dengan menghitung biji
congklak terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Permainan ini
merupakan sarana untuk mengatur strategi dan kecermatan.
c. Egrang
Gambar 2.3 Permainan egrang
Sumber : Ajun Khamdani 2010:24
1) Sejarah Permainan Egrang
Egrang adalah permainan tradisional asli Indonesia yang
belum di ketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat di
jumpai diberbagai daerah dengan nama berbeda-beda. Di Sumatra
Barat, permainan ini dikenal dengan nama tengak-tengak dari kata
tengak (pincang). Dalam bahasa Bengkulu permainan ini disebut
ingkau yang berarti sepatu bambu. Di Jawa Tengah, permainan ini
dikenal dengan nama jangkauan yang berasal dari nama burung
berkaki panjang. Sementara itu, dalam bahasa Banjar di
Kalimantan Selatan permainan ini disebut batungkau. Egrang
sendiri bersal dari bahasa Lampung yang berarti terompah
pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang.
Egrang merupakan sebuah permainan yang memanfaatkan
galah atau tongkat untuk berdiri dan berjalan di atas permukaan
alas. Egrang telah berkembang selama ratuan tahun yang lampau.
Permainan ini mengandalkan pemain lebih tinggi dari tinggi
manusia ketika berdiri. Bahan yang biasa dipakai sebagai egrang
adalah bambu dan kayu. Tongkat egrang biasanya dilengkapi
dengan tangga sebagai tempat berdiri atau tali pengikat. Tempat
ini bertujuan untuk meletakan kaki selama berjalan dengan
egrang.
2) Tujuan Permainan Egrang
Permainan ini menuntut unsur ketangkasan, kreativitas, dan
keseimbangan.
3) Manfaat Permainan Egrang
Permainan ini mengajarkan anak untuk anak belajar ulet
dan pantang menyerah. Menaiki egrang dan menjalankannya
tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi anak harus belajar
menyeimbangkan tubuh yang bertumpu pada kayu, jelas adalah
hal yang sulit. Anak belajar sesuatu yang sulit, jika terus belajar,
berlatih, ulet, dan pantang menyerah, maka pada akhirnya ia bisa.
4) Peraturan dan Permainan Egrang
Apabila bermain egrang bertujuan untuk mengadu
kecepatan, maka diawali dengan tiga anak atau lebih dari garis
start. Jika sudah ada aba-aba mulai maka para pemain akan berlari
dengan mengunakan egrang tersebut.
5) Lapangan dan Peralatan Permainan Egrang
Bermain egrang harus ditempat yang luas, seperti lapangan
dan halaman rumah. Untuk keamanan dalam bermain, usahakan
halaman atau lapangan tersebut tidak ada berbatuan. Alat yang
digunakan dalam permainan ini adalah egrang yang terbuat dari
bambu atau kayu.
6) Pemain Permainan Egrang
Ketika bermain egrang, tidak ada aturan baku dalam hal
jumlah pemain. Namun, apabila diadakan lomba kecepatan,
diusahakan jangan terlalu banyak, sekitar 5-7 orang.
7) Jalannya Permainan
Menyiapkan egrang, kemudian menegakkan egrang dan
sedikit condong ke depan. Posisikan egrang tidak sejajar, salah
satu kaki egrang harus didepan dan satunya dibelakang. Mulai
menginjakkan kaki salah satu kaki pada pijakan egrang diikuti
kaki satunya dan mulailah berjalan di tempat dan jangan berhenti
jika tidak yakin pada posisi seimbang. Jika merasa akan terjatuh,
tajuhkan kaki di antara egrang.
8) Pemenang permainan egrang
Pemain yang lebih dulu sampai ka garis finish maka itulah
yang dijadikan sebagai pemenangnya.
d. Galasin ( Gobak Sodor)
Gambar 2.4 Permainan Galasin
Sumber : Ajun Khamdani 2010:29
1) Sejarah Permainan Galasin (Gobak Sodor)
Galasin atau gobak sodor juga di sebut dengan galah asin.
Galasin merupakan salah satu jenis permainan daerah Indonesia.
Permainan ini dilakukan oleh dua regu yang tiap-tiap regu terdiri
atas enam orang atau lebih. Satu regu berperan sebagai penjaga,
sementara regu lainnya berberan sebagai regu lawan. Bagaimana
cara melakukan permainan galasin? Sebenarnya, imti permainan
galasin adalah menghadang atau melakukan penjagaan terhadap
lawan. Hal ini dilakukan agar lawan tidak dapat melewati garis
hingga baris terakhir secara bolak-balik.
2) Manfaat Permainan Galasin
Manfaat yang dapat diambil dalam permainan galasin atau
gobak sodor, selain mengajarkan kebersamaan, juga dapat belajar
bekerja sama yang kompak antara satu penjaga dan penjaga yang
lain agar lawan tidak lepas kenadali untuk keluar dari
kungkungan. Permainan ini sangat menarik, seru, dan juga
menyenangkan. Namun untuk bisa memenangkan permainan ini
tentu tidaklah mudah, karena setiap orang harus selalu berjaga
dan berlari secepat mungkin. Untuk itu diperlukan ketangkasan,
strategi, kecepatan, serta kecerdikan.
Dipihak lain sebagai penerobos yang piawai, di sana masih
banyak pintu-pintu yang terbuka apalagi satu celah dirasa telah
tertutup. Jangan putus asa apabila dirasa ada pintu satu yang
dijaga, karena masih ada pintu lain yang siap menerima
kedatangan, yang penting adalah mau mau berusaha dan bertindak
segera.
3) Sasaran Permainan Galasin
Gobak sodor biasanya dimainkan oleh anak laki-laki,
karena permainan ini menguras tenaga. Namun, kadang-kadang
anak perempuan juga memainkannya asalkan kedua tim harus
mempunyai komposisi pemain yang seimbang. Permainan gobak
sodor juga biasanya banyak dimainkan orang dewasa kalau ada
pertandingan tertentu.
4) Peraturan dan Permainan Galasin
Permainan ini biasa dimainkan dilapangan dengan garis
batas menggunakan kapur. Lapangan berbentuk segi empat
dengan ukuran 9x4 m dan dibagi menjadi enam bagian. Anggota
regu yang berperan sebagai penjaga melakukan penjagaan secara
horizontal dan vertikal. Selama berlangsungnya permainan, salah
satu kaki penjaga harus menginjak garis batas jaga. Dengan
demikian, penjaga tidak dapat bergerak bebas dalam menghalangi
lawan.
Anggota regu yang bertugas menjaga garis batas horizontal
akan melakukan penghadangan terhadap lawan yang berusaha
melewati garis batas tersebut. Sementara itu, anggota regu yang
bertugas menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu
orang) memiliki akses untuk menjaga garis batas vertikal di
tengah lapangan. Bagaimana jika seorang pemain regu yang
menyerang tersentuh oleh penjaga? Pemain tersebut dinyatakan
gugur dan keluar dari arena permainan.
5) Lapangan dan Peralatan Permainan Galasin
Permainan ini cocok dimainkan ditempat yang luas, seperti
lapangan dan halaman rumah. Gobak sodor biasanya dimainkan
dilapangan bulu tangkis adengan acuan gatis-garis yang ada, atau
bisa juga dengan menggunakan lapangan setempat dengan ukuran
9x4 m yang dibagi menjadi enam bagian. Garis batas dari setiap
bagian diberi tanda dengan kapur tulis. Dalam permainan gobak
sodor, tidak menggunakan alat khusus yang digunakan, anak-anak
hanya menggambarkan garis dengan kapur atau yang lainnya,
untuk membuat acuan garis dalam permainan.
6) Pemain Permainan Galasin
Jumlah pemain harus genap, antara 6-10 orang anak.
Kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok jaga dan
kelompok serang. Jadi, setiap kelompok beranggotakan 3-5 orang
anak.
7) Pemenang Permainan Galasin
Regu yang dinyatakan sebagai pemenang adalah regu yang
anggotanya secara lengkap dapat melakukan proses bolak-balik
dalam area lapangan yang talah ditentukan. Kemenangan akan
diperoleh regu yang dapat menangkap semua anggota regu yang
menyebrang. Sementara itu, regu yang seluruh anggotanya
mampu melewati garis batas penjagaaan juga memperoleh nilai
kemenangan.
e. Gasing
Gambar 2.5 Permainan Gasing
Sumber : Ajun Khamdani 2010:31
1) Sejarah Permainan Gasing
Gasing merupakan salah satu cikal bakal olahraga
tradisional Nusantara, walaupun penyebaran tidak diketahui
secara pasti. Permainan gasing telah berkembang di wilayah
Pulau Tujuh (Natuna), Kepulauan Riau, sebelum penjajahan
Belanda. Sementara itu, di Sulawesi Utara gasingmulai
berkembang sejak tahun 1930-an. Hingga saat ini, permainan
gasing masih berkembang dan secara rutin diselenggarai
kompetisigasing. Pada beberapa daerah, gasing memiliki istilah
penyebutan yang berbeda-beda. Masyarakat jawa barat dan DKI
Jakarta menyebutnya gangsing atau pangal.
Masyarakat Lampung menyebutnya pukang, masyarakat
Kaliamantan Timur menyebutnya bergasing, masyarakat Meluku
menyebutnya apiong, dan masyarakat Nusa Tenggara Barat di
namai mangasing. Hanya masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatra
Barat, Tanjungpinang, dan Kepulauan Riauyang menyebutnya
gasing. Nama mangasing atau anggasing juga dikenalmasyarakat
Bugis di Sulawesi Selatan. Masyarakat Bolaang Mangondow,
Sulawesi Utara mengenal gasing dengan Paki. Orang Jawa Timur
menyebut gasing dengan nama berbeda. Jika terbuat dari bambu
disebut gangsingan, sementara jika terbuat dari kayu dinamai
pathon.
2) Manfaat Permainan Gasing
Gasing melatih kemampuan motorik halus anak, yakni
dengan aktivitas mengaitkan tali kekaki gasing, memutar gasing
dengan otot tangan yang kuat, dan sebagainya. Anak juga berlatih
konsentrasi. Untuk membeturkan gasingnya dengan gasing teman,
anak belajar konsentrasi dan ketepatan. Anak juga berkomunikasi
dan berinteraksi dengan teman-temannya melalui permainan ini.
Secara filosofis, permainan ini memberikan pelajaran
kepada kita untuk menyadari adanya “perputaran nasib”. Pemain
diajari harus siap dengan resiko permainan yang bisa saja turun
atau naik tingkatan. Bagi mereka yang berada pada posisi
tebawah jangan putus asa karena ada kesempatan untuk naik
tingkat. Tentunya, dengan upaya dan kerja keras. Bagi mereka
yang berada diurutan tengah harus siap untuk kemungkinan naik
atau turun posisi. Dan bagi yang berada dipuncak urutan tertinggi
harus siap apabila sewaktu-waktu harus turun dan menyerahkan
jabatan kepada orang lain.
3) Lapangan dan Peralatan Permainan Gasing
Untuk melakukan permainan gasing, membutuhkan arena
yang cukup luas. Usahakan jangan dekat dengan rumah, karena
gasing diluar kendali anak, bisa jadi akan membentur cermin,
kursi, atau apapun. Alat yang digunakan dalam permainan ini
adalah gasing dan tali. Tali digunakan sebagai alat untuk
memutarkan gasing.
4) Pemain Permainan Gasing
Tidak ada aturan baku dalam menentukan jumlah
permainan. Biasanya terdiri atas 3-6 orang, atau lebih sesuai
dengan kesepakatan bersama.
5) Pemenang Permainan Gasing
Gasing yang dilempar akan berputar untuk beberapa saat
hingga interaksi kakinya dengan tanah membuatnya tegak baru
berputar untuk beberapa waktu. Lama-lama putaran semakin
memelan dan momentum sudut dan efek giroskopik berkurang,
hingga akhirnya badan gasing jatuh kepermukaan tanah.
Pemenangnya adalah anak gasing yang berputarnya paling lama
bertahan dan paling terakhir jatuh kepermukan tanah.
f. Kasti
Gambar 2.6 Permainan Kasti
Sumber : Ajun Khamdani 2010:44
1) Sejarah Permainan Kasti
Kasti merupakan olahraga masyarakat yang dilakukan pada
waktu senggang atau luang, terutama oleh murid sekolah.
Olahraga ini termasuk cabang olahraga tradisional yang digemari
kalangan remaja. Pada permainan ini, pelakudapat meningkatkan
ketangkasan dan kekompakan. Melalui permainan kasti dapat
terjalin hubungan persahabatan dan kerja sama yang baik.
2) Tujuan Permainan Kasti
Permainan kasti bertujuan untuk melatih ketangkasan dalam
menfokuskan pandangan terhadap bola yang dilempar oleh lawan
bermain dan memukul dengan tepat mengenai sasaran dan
memukul bola sekuat tegaga hinggau bola melambung jauh.
3) Manfaat Permainan Kasti
Permainan kasti melatih kemampuan kemampuan fisik
motorik anak. Berlari, melompat, melempar bola, menangkap
bola, memukul bola, menghindar dari lemparan bola lawan, dan
sebagainya. Anak juga dilatih untuk berkerja sama dalam tim.
Mereka harus berkerja sama dalam menyusun strategi untuk
tujuan masing-masing kelompok. Anak-anak juga berlatih untuk
berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Mereka dituntut untuk mematuhi aturan dan bersikap sportif
dengan hasil akhir permainan.
4) Peraturan dan Permainan Kasti
Kasti merupakan sejenis olahraga bola seperti halnya
olahraga softball atau baseball. Permainan yang dilakukan 2
kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk
menembak lawan. Kedua kelompok bersuten terlebih dahulu
untuk menjadi tim pemukul atau tim penjaga. Dalam permainan
ini ada dua titik yang dituju. Titik dekat dan jauh.
Pemukul pertama akan memukul bola dengan tongkat yang
terbuat dari kau. Jika bola terlemar jauh, bisa langsung menuju
titik kedua. Pemukul selanjutunya juga melakukan hal yang sama.
Ketika pemukul kedua berlari ke titik satu atau dua, pemukul
pertama berlari kembali ke kandang sehingga mengecoh tim
penjaga. Kesempatan memukul bola sebanyak tiga kali, atau
sesuai kesepakatan. Jika pukulan pertama tidak dapat dilakukan,
maka lanjut kedua dan seterusnya. Kedua tim akan bergantian
menjadi pemukul dan penjaga jika pelari terkena bola.
5) Lapangan dan Peralatan Permainan Kasti
Permainan ini membutuhkan tempat yang luas dan lapang,
seperti lapangan bola. Alat yang digunakan dalam permainan ini
adalah bola, biasanya bola tenis dan pemukul yang terbuat dari
kayu.
6) Pemain Permainan Kasti
Pemain ini terbagi kedalam 2 kelompok, masing-masing
kelompok berjumlah 5 orang atau lebih, berdasarkan keputusan
bersama.
7) Jalannya Permainan Kasti
Permainan kasti mengunakan alat berupa bola kecil dan
kayu pemukul dengan panjang kurang lebih 60 cm. Permainan ini
terdiri atas dua regu, satu regu sebagai pemukul dan satu regu
sebagai penjaga. Permainan diawali ketika bola dilempar oleh
salah seorang regu penjaga agar dipukul oleh regu yang satunya.
Setiap regu terdiri atas dua belas orang dan saling memukul
secara bergantian. Lapangan permainan diberi garis batas
pemukul dan garis masuk bagi pemain. Pemain dan pemukul
setelah melakukan pukulan bola berlari melewati pos 1 dan pos 2.
8) Pemenang Permainan Kasti
Pemain ini harus kembali ke tempat semula dengan
melewati pemain lawan yang siap menghadang. Apabila pemain
lolos dari hadangan lawan, regunya akan memperoleh poin 1 dan
dinyatakan sebagai pemenang.
g. Kelereng
Gambar 2.7 Bermain Kelereng
Sumber : Ajun Khamdani 2010:45
1) Sejarah Permainan Kelereng
kelereng merupakan mainan yang berbentuk bulat bening
berukuran besar, sedang dan kecil. Kelereng dapat berwarna putih
susu atau bening dangan warna-warni di dalamnya. Bentuk
kelereng yang sering digunakan sebagai aduan adalah yang
berukuran sedang. Kelereng juga biasa disebut dengan gandu.
2) Manfaat Permainan Kelereng
Bermain kelereng dapat melatih kemampuan motorik halus
anak. Kemampuan jari dalam permainan kelereng sangatah
penting, terutama untuk mengatur kekuatan dan kecepatan
kelereng. Selain itu, permainan ini juga melatih anak untuk
belajar fokus. Jika tidak fokus, maka ia tidak akan menggerakan
kelereng sesuai dengan yang diinginkan. Kemampuan bahasa juga
sangat penting dalam permainan ini. Masalah antar anak dapat
terjadi, misalnya apakah kelereng itu sudah keluar lingkaran atau
belum, ada anak yang tidak mengetahui aturan, meminjamkan
kelereng kepada teman yang kehabisan kelereng, dan lainnya.
Oleh karena itu, dalam bermain kelereng, anak akan belajar
mengkomunikasikan apa yang ia rasakan, belajar memahami
maksud dan tujuan teman sebayanya, belajar menyelesaikan
permasalahan untuk melanjutkan permainan dan sebagainya.
Interaksi sesuai dengan teman-teman yang lain pun sangat baik.
Biasanya, tidak hanya anak-anak yang bermain saja yang
berkumpul di halaman atau lapangan, tetapi ada juga anak yang
hanya sebatas nonton aksi teman-temannya.
3) Peraturan dan Permainan Kelereng
Kelereng di tembakan dengan cara disentil. Aturan mainnya
adalah pemain membuat kotak atau lingkarang dengan kapur. Jika
area bertanah dapat menggreskan dengan lidi. Semua pemain
meletakan kelereng taruhannya didalam kotak atau lingkaran
tersebut. Para pemain berada digaris start yang berjarak sekitar
lima langkah dari kotak tersebut. Pemain yang kelerengnya paling
dekat dengan kotak akan membidik lebih awal. jangan sampai
kelereng jagoannya masuk kekotak karena di anggap mati.
Akibatnya, pemain tidak boleh melanjutkan permainan.
4) Lapangan dan Peralatan Kelereng
Permainan kelereng sangat cocok dimainkan dihalaman
rumah yang mempunyai tekstur tanah rata. Kelereng atau alat
pendukung dalam permainan. Permainan kelereng mempunyai
jenis atau gaya bermain yang variatif.
5) Pemain Permainan Kelereng
Tidak ada aturan yang baku dalam menentukan pemain
dalam permainan kelereng.
6) Pemenang Permianan Kelereng
Kelereng yang berhasil dikeluarkan dapat di ambil dan
menjadi hak pembidik. Pemain dapat membidik kelereng jagoan
lawan, lawan di anggap mati. Selain itu, kelereng hasil bidikan
lawan juga menjadi milikya. Pemain yang memperoleh hasil
bidikan terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Permainan
kelereng cukup umum diseluruh wilayah Indonesia.
h. Kucing dan Tikus
Gambar 2.8 Permainan Kucing dan Tikus
Sumber : Ajun Khamdani 2010:47
1) Sejarah Permainan Kucing dan Tikus
Permainan kucing dan tikus menumbuhkan kemahiran
dalam berkomunikasi dan bekerja sama. Permainan ini bertujuan
menjalin komunikasi dan kepercayaan antar teman. Permainan ini
biasa dilakukan oleh enam orang atau lebih. Permainan berawal
dengan membagi peserta menjadi dua kelompok. Setiap
kelompok terdiri atas 6-10 anak. Setiap kelompok membuat
kingkaran besar dengan berpegang tangan. Dua orang anak dalam
kelompok berbeda menjadi kucung dan tikus. Setiap kelompok
menjaga tikus agar tidak tertangap oleh kucing. Apabila tikus
tertangkap kucing, permainan dilanjutkan dengan anak yang
berbeda.
2) Tujuan Permainan Kucing dan tikus
Untuk mengatur strategi untuk memenangkan permainan.
Permainan ini juga mengajrkan anak untuk berprilaku sportif,
menerima kekalahan dengan lapang dada.
3) Manfaat Permainan Kucing dan tikus
Permainan ini melatih keterampilan fisik motorik anak.
Anak berlari, bermain kejar-kejaran, terkadang melompat dan
sebagainya. Anak-anak juga dilatih untuk memecahkan masalah.
Misalnya saat kucing masuk kedalam lingkaran dan menyentuh
tikus, begitu juga sebaliknya. Tikus senantiasa berpikir cara untuk
melarikan diri dari kejaran kucing, sementara kucing berpikir cara
menangkap tikus.
4) Peraturan dan Permainan Kucing dan Tikus
Permainan kucing dan tikus mempunyai aturan yang
sederhana. Permainan ini biasa dimainkan anak-anak ketika
waktu luang, waktu istirahat, atau setelah pulang sekolah di
halaman atau lapangan. Kelompok atau beberapa anak membuat
sebuah lingkaran besar dan saling bergandengan tangan
membentuk lingkaran ke dalam. Dua anak bertindak sebagai
pemain, satu anak sebagai kucing dan satu lainnya bertindak
sebagai tikus.
5) Lapangan dan Peralatan Permainan Kucing dan Tikus
Permainan kucing dan tikus membutuhkan tempat yang
lumayan luas, sangat cocok dimainkan di halaman atau lapangan.
Tidak ada alat yang digunakan dalam permainan kucing dan tikus.
6) Pemain permainan Kucing dan tikus
Jumlah pemain dalam permainan kucing dan tikus relatif
banyak. Dua orang menjadi aktor, satu orang bertindak sebagai
kucing, dan satu orang lagi bertindak sebagai tikus. Sedangkan
teman-temannya yang lain membentuk sebuah lingkaran, yang
berfungsi sebagai penghalang kucing untuk menangkap tikus.
7) Jalannya Permainan Kucing dan tikus
Cara bermain adalah kucing berusaha mengejar tikus dan
tikus berusaha menghindar dari kejaran kucing. Lingkaran
membantu tikus dengan cara menghalangi kejaran kucing dengan
cara tidak boleh masuk ke lingkaran, baik saat mau ke dalam atau
mau keluar.
i. Lari Karung
Gambar 2.9 Lari Karung
Sumber : Ajun Khamdani 2010:46
1) Sejarah Permainan Lari Karung
Permainan lari karung biasa dimainkan ketika perayaan hari
kemerdekaan Indonesia. Permainan ini bermanfaat untuk
mengembangkan keseimbangan dan menguatkan otot. Lari
karung merupakan permainan menggunakan karung untuk
melompat dan berlari secara cepat. Permainan dapar diilakukan
secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas 2-4 orang.
Untuk memudahkan dalam melakukan permainan lari karung,
sebaiknya dibuatkan lintasan.
2) Tujuan Permainan Lari Karung
Tujuan dari permainan lari karung adalah untuk melatih ke
seimbangan karena kita tidak berjalan mengunakan dua kaki
melainkan dengan cara melompat dengan posisi kaki berada
didalam karung. Kita juga harus menjaga ke seimbangan badan
sampai menuju garis finish.
3) Manfaat Permainan Lari Karung
Kerja keras yang diperlukan setiap peserta untuk berjuang
dari garis start hingga garis finish. Nilai sportivitas juga dibentuk
anak dan kelompok harus dengan lapang dada menerima apapun
hasil pertandingan. Selain itu, kerja sama antaranak sangat terlihat
pada permainan balap karung yang dilakukan secara estafet.
Setiap anggota tim harus kompak dan berusaha setiap tenaga agar
menang. Mereka akan belajar berkomunikasi dan berinteraksi
dengan teman sebayanya.
4) Peraturan dan Permainan Lari Karung
Setiap kelompok diberi karung. Kelompok dapat
menentukan sendiri urutan pemain yang aka beradu lari karung.
Ketika aba-aba permainan dimulai, pelari pertama segera
menggunakan karung dan berlari melompat munuju ujung
lintasan. Setelah samapai di ujung lintasan, pelari kembali ke
garis awal. pelari kedua mengambil alih tugas pelari pertama.
Kemudian, berlari menuju ujung lintasan dan kembali ke garis
awal. kelompok yang pertama kali menyelesaikan tugasnya
dinyatakan sebagai pemenang.
5) Lapangan dan Peralatan Permainan Lari Karung
Permainan lari karung dimainkan di alam terbuka, seperti
halaman rumah atau lapangan bola. Alat yang digunakan dalam
permainan lari karung adalah karung atau kandi.
6) Pemain Permainan Lari Karung
Pemain lari karung bisa dimainkan secara individu ataupun
berkelompok.
7) Pemenang Permainan Lari Karung
Pemenang dalam permainan lari karung adalah orang yang
duluan sampai di garis finish permainan.
j. Panjat Pinang
Gambar 2.10 Panjat Pinang
Sumber : Ajun Khamdani 2010:61
1) Sejarah Panjat Pinang
Permainan panjat pinang adalah salah satu lomba tradisional
yang sangat populer pada saat perayaan hari kemerdekaan
indonesia. Di Indonesia permainan panjat pinang sudah menjadi
permainan tradisional yang sangat legendaris dan masih sangat
populer sampai saat ini. Permainan panjat pinang menjadi
permainan yang ditunggu peserta saat perayaan kemerdekaan
Indonesia.
2) Tujuan Permainan Panjat Pinang
Permainan panjat pinang tidak mngandalkan individu
melainkan kerja sama tim saling bergantian dan saling
menyokong teman satu kelompok agar bersama-sama dapat
mencapai puncak dan mendapatkan hadiah.
3) Manfaat Permainan Panjat Pinang
Panjat pinang melatih tubuh para peserta. Otot bahu, kaki,
dan tangan mereka akan terlatih. Para peserta juga dipaksa
menyusun strategi jitu agar bisa mencapai puncak. Selain itu,
panjat pinang juga memiliki makna sangat dalam. Kesusahan
mencapai titik tertinggi pada panjat pinang merupakan bukti
bahwa tidak ada jalan mudah untuk mendapatkan keinginan.
4) Peraturan dan Permainan Panjat Pinang
Pada permainan panjat pinang bisanya melakukannya
secara bergantian untuk menaiki pohon pinang permasing-
masing kelompok. Permainan panjat pinang juga permainan yang
sangat sulit karena harus menaiki pohon yang telah dikasi
pelumas sebagai pelicin tiang pinang.
5) Lapangan dan Peralatan Permainan Panjat Pianang
Lapangan permainan panjat pinang biasanya di lapangan
yang luas karena banyak orang yang menyaksikan perlombaan
ini. Alat yang digunakan dalam permainan panjat pinang adalah
pelumas, pohon pinang bambu dan rotan.
6) Pemain
Pemain panjat pinang biasanya terdiri dari 4 orang atau
lebih setiap kelompoknya. Dan bergantian untuk menaiki pohon
pinang per masing-masing kelompok.
7) Lama Permainan Panjat Pinang
Lama permainan panjat pinang permasing-masing
kelompok adalah 5 menit.
8) Pemenang Permainan Panjat Pinang
Pemenang dalam permainan ini adalah kelompok yang bisa
mencapai ujung tiang dan menaiki puncak atas dan mengambil
bendera itu yang dianggap sebagai pemenang permainan ini.
k. Tarik Tambang
Gambar 2.11 Tarik Tambang
Sumber : Ajun Khamdani 2010:82
1) Sejarah Tarik Tambang
Tarik tambang pada zaman dahulu digunakan untuk
melawan Belanda. Saat itu masyarakat pribumi indonesia dipaksa
kerja berat, salah satunya mengunakan tali tambang kerika
menarik suatu benda seperti batu, pasir, dan benda-benda berat
lainnya. Para pekerja yang sedang menarik tali tambang sebagai
bahan bercanda, akhirnya menjadikan hal tersebut sebagai salah
satu perlombaan.
2) Tujuan Tarik Tambang
Sebagai pengingat bagi kita untuk bekerja keras karena
permainan ini sangat mengutamakan kekompakan dan kekuatan
diri untuk dapat menarik sekuat-kuatnya agar bisa menang dalam
sebuah perlombaan.
3) Manfaat Tarik Tambang
Permainan ini melatih kita untuk kompak dan percaya
dengan teman satu kelompok dan melatih kesabaran karena
permainan ini sangat membutuhkan tenaga yang kuat untuk
menarik lawan kelompok dan kekuatan bertahan ketika kelompok
lawan menarik.
4) Peraturan dan Permainan Tarik Tambang
Tarik tambang merupakan salah satu permainan yang
membutuhkan keseimbangan, kekuatan, dan kelenturan tubuh
permainan ini berupa kegiatan tarik-menarik antar kelompok
dengan seutas tali. Setiap kelompok terdiriatas tujuh orang atau
lebih. Untuk memulai permainan ini, ada satu orang yang
bertindak sebagai wasit atau juru. Wasit berada di tengah-tengah
arena dengan memegang tali. Setiap kelompok berada di area
masing-masing denga memegang tali tersebut. Ketika kelompok
telah siap melakukan tarik-menarik, wasit akan memberikan tanda
permainan dimulai. Kelompok berusaha untuk memegangkan
permainan dengan menarik sekuat tenaga. Kelompok yang ikut
tertarik oleh kelompok lawan dinyatakan kalah. Permainan ini
membutuhkan kekompakan antar peserta dalam satu kelompok.
5) Lapangan dan Peralatan Tarik Tambang
Lapangan yang digunakan dalam perlombaan tarik tambang
adalah lapangan yang lumayan luas. Dan alat yang digunakan
adalah tali tambang dan pita sebagai penanda area tim.
6) Pemain Tarik Tambang
Pemain perlombaan tari tambang adalah anak-anak dari
masing-masing tingkatan sekolah baik SD, SMP, SMA dan orang
dewasa.
7) Lama Permainan Tarik Tambang
Lama perlombaan tarik tambang adalah tergantung dari tim
yang memenangkan sebuah perlombaan.
8) Pemenang Tarik Tambang
Pemenang perlombaan tarik tambang adalah kelompok
yang memenangkan permainan dan berhasil menarik kelompok
lawan menuju area kelompok kita.
l. Ular Naga
Gambar 2.12 Ular Naga
Sumber : Ajun Khamdani 2010:86
1) Sejarah Permainan Ular Naga
Permainan ular naga merupakan salah satu permainan
tradisional Indonesia. Permainan ular naga dapat mengembangkan
kepemimpinan dan kerja sama antar teman. Permainan ini
berguna untuk melatih gerakan dasar berjalan, kemampuan
bahasa dan bernyanyi, serta melatih kesabaran untuk antri dan
bekerja sama antar teman. Permainan ini tidak membutuhkan
perlengkapan apa pun.
2) Tujuan Permainan Ular Naga
Permainan panjat pinang mempunyai tujuan sebagai media
bermain yang mengembangkan sifat pribadi anak karena melatih
kesabaran saat melewati benteng dan ketika dia tertangkap maka
dia harus menjawab doalog-dialog dari dari kedua gerbang
tersebut.
3) Manfaat Permainan Ular Naga
Permainan ular naga melatih kemampuan emosi dan sosial
anak. Cara anak bisa menepatkan dari dalam kelompok,
membangun sebuah persahabatan, berkomunikasi dan berinteraksi
dengan teman sebaya, serta lainnya. Sementara itu, keterampilan
berbahasa juga dapat dirangsang melalui permainan ini. Misalnya
kosakata atau pendengaran anak bertambah ketika mendengarkan
si induk dan gerbang saling berbantahan.
4) Lapangan dan Peralatan Permainan Ular Naga
Permainan ini sangat pas dilakukan di tempat yang luas,
seperti halaman rumah dan lapangan. Dan tidak ada alat yang
digunakan dalam permainan ular naga.
5) Pemain Permainan Ular Naga
Tidak ada aturan yang baku tentang jumlah pemain, tetapi
biasanya diikuti 5-10 anak atau sesuai dengan kesepakatan anak-
anak.
6) Jalannya Permainan Ular Naga
Pada permainan ini anak-anak berbaris berpegangan pada
“buntut”, yaitu ujung baju atau pinggang anak didepannya.
Seorang anak yang paling bermain sebagai “induk” dan berada
paling depan dibarisan. Selain itu, terdapat dua anak yang
berperan sebagai gerbang dengan berdiri saling berhadapan dan
saling berpegangan tangan diatas kepala. Induk dan gerbang
biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara, karena
salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog mereka.
Perminan dimulai dengan meminta dua orang teman yang
paling tinggi untuk menjadi gapura. Caranya denga saling
berpegangan tangan diantara keduanya. Anak-anak yang lain
berbaris ke belakang sambil bernyanyi. Anak yang paling depan
berjalan memasuki gapura kemudian memutr diikuti anak-anak
lainnya. Ketika lagu yang dinyanyikan berhenti, anak yang
tertagkap di gapura akan diberi pilihan rahasia untuk menjadi
anggota dari salah satu penjaga gapura.
7) Pemenang Permainan Ular Naga
Siapa yang pengikutnya paling banyak akan menjadi
pemenang. Sementara itu, yang kalah harus menangkap orang
yang paling belakang dari lawannya.
5. Manfaat Olahraga dan permainan Tradisional
Adapun manfaat yang diperoleh dari olahraga dan permainan
tradisional adalah untuk meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru
dan pembuluh darah, meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan
tulang, meningkatkan kelenturan (fleksibalitas) pada tubuh sehingga
dapat mengurangi cedera, meningkatkan metabolisme tubuh untuk
mencegah kegemukan dan mempertahankan berat badan ideal,
mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit, meningkatkan sistem
hormonal melalui peningkatan sensitifitas hormon terhadap jaringan
tibuh, meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit
melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh.
Permianan tradisional dapat mengembangkan kreativitas, anak
dapat mewujudkan diri, bermanfaat, memberikan kepuasan sertayang
memungkinkan adalah anak dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
Ada pun manfaat permainan tradisional secara umum menurut (Eka
rahmawati, 2010:11) adalah sebagai berikut :
a. Dapat mengembangkan kreativitas anak dalam ide atau pelajaran.
b. Meningkatkan kemampuan sosial
c. Meningkatkan rasa berempati kepada kawan dan sesama
d. Dapat mengasah kecerdasan kinetik
e. Dapat mengembangkan kecerdasan antar personal ketika mereka
menyepakati aturan main, berkinflik dan berdamai.
f. Melatih keakraban dengan alam
g. Melatih seorang anak untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai
sportivitas
h. Seorang anak dapat belajar hidup lewat mainan karena melalui
permainan tradisional seorang anak dapat mengatasi kesepian,
mengatur keseimbangan otak, bekerja sama dan mengenal
lingkungan.
i. Membantu anak mengembangkan kemampuan interaksi dan
berkomunikasi dengan baik, karena anak harus menyampaikan
idenya, bernogosiasi, mengungkapkan emosinya secara tepat.
j. Mengembangkan kepandaian sosial dan menanamkan nilai-nilai
yang berlaku dimasyarakat setempat.
k. Belajar untuk mematuhi peraturan yang ada karena termotivasi oleh
pengakuan bersikap sportif oleh anak lain.
C. Kerangka Berpikir
Tujuan dari peneliti mengamabil judul penelitian Eksistensi
Olahraga dan Permainan Tradisional di Desa Harapan Makmur Kecamatan
Meliau Kabupaten Sanggau adalah untuk mengetahui Eksistensi olahraga
dan permainan didaerah tersebut, untuk mengetahui apa saja dan
bagaimana partisipasi msyarakat tentang olahraga dan permainan
tradisional di daerah tersebut dan permainan tradisional apa saja yang
sering dimainkan oleh masyarakat di Desa Harapan Makmur Kecamatan
Meliau Kabupaten Sanggau.
Eksistensi adalah keberadaan, kehadiran yang mengandung unsur
bertahan. Eksistensi bisa juga dikenal dengan satu kata yaitu keberadaan.
Eksistensi dapat diartikan sasuatu yang menganggap keberadaan manusia
tidaklah statis, artinya manusia senantiasa bergerak dari kemungkinan dan
kenyataan.
Dugaan sementara tentang penelitian ini adalah olahraga dan
permainan tradisional sudah tidak berkembang dan kurang dimainkan di
daerah tersebut karena sudah banyak anak-anak yang bermain game online
dibandingkan olahraga dan permainan tradisional karena majunya
teknologi di zaman sekarang. Namun olahraga dan permainan biasanya
dimainkan atau di adakan pertandingannya pada saat hari Kemerdekaan
Republik Indonesia, permianan yang biasanya dimainkan atau
ditandingkan adalah seperti Panjat Pinang, Tarik tambang, lari kelereng
anak-anak, dan lomba makan kerupuk.
Dengan ini, peneliti mengambil judul penelitian Eksistensi Olahraga
dan Permainan Tradisional di Desa Harapan Makmur Kecamatan Meliau
Kabupaten Sanggau adalah untuk melestarikan keberadaan olahraga dan
permainan tradisional yang ada di desa harapan makmur. Dan dapat
memberikan pemahaman tentang pentingnya permainan tradisional di
masa ini. Karena permainan tradsional adalah budaya leluhur dari daerah
tersebut dan amat penting bagi kita untuk mengembangkannya terutama
bagi anak-anak.