0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Pemrograman Input IoT: Pushbutton & Potensiometer

Dokumen ini membahas pemrograman input pada Internet of Things (IoT), menjelaskan tentang komponen input seperti pushbutton dan potensiometer. Pushbutton digunakan untuk memulai atau menghentikan proses, sedangkan potensiometer berfungsi untuk mengubah resistansi dan mengontrol tingkat tegangan. Selain itu, terdapat langkah kerja untuk menguji kedua komponen dengan menggunakan ESP32 dan simulasi rangkaian.

Diunggah oleh

RIco Adn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Pemrograman Input IoT: Pushbutton & Potensiometer

Dokumen ini membahas pemrograman input pada Internet of Things (IoT), menjelaskan tentang komponen input seperti pushbutton dan potensiometer. Pushbutton digunakan untuk memulai atau menghentikan proses, sedangkan potensiometer berfungsi untuk mengubah resistansi dan mengontrol tingkat tegangan. Selain itu, terdapat langkah kerja untuk menguji kedua komponen dengan menggunakan ESP32 dan simulasi rangkaian.

Diunggah oleh

RIco Adn
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PEMROGRAMAN INPUT

CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mampu mengaplikasikan pemrograman Inputan
MATERI
A. Pengertian
Pemrograman Inputan pada Internet of Things (IoT) melibatkan penggunaan
perangkat keras dan perangkat lunak untuk membaca data dari dunia fisik. Berikut ini
merupakan contoh inputan yaitu inputan Digital dan Analog. Pada inputan digital berisi
nilai 1(HIGH) dan 0(LOW), dalam hal ini digunakan komponen pushbutton, sedangkan
pada inputan analog berisi nilai antara 0 – 255, menggunakan potensiometer.
B. Pushbutton (Digital)
Push button atau tombol tekan adalah suatu perangkat input sederhana yang
digunakan untuk memulai atau menghentikan suatu proses atau fungsi dengan menekan
fisik tombol. Tombol tekan biasanya terdiri dari dua bagian utama: tombol dan
mekanisme switch di dalamnya. Berikut ini merupakan karakteristik dari pushbutton :
1. Tombol: Bagian fisik yang dapat ditekan oleh pengguna. Biasanya terbuat dari
bahan plastik atau logam dan dapat berbentuk bundar atau persegi panjang.
2. Switch (Sakelar): Di dalam tombol terdapat mekanisme switch yang berfungsi
sebagai penghubung atau pemutus aliran listrik. Ketika tombol ditekan, kontak
switch tertutup, mengizinkan aliran listrik; ketika tombol dilepas, kontak switch
terbuka, memutus aliran listrik.
3. Konfigurasi Kontak: Push button dapat memiliki kontak tunggal (single-pole) atau
kontak ganda (double-pole). Kontak ganda memungkinkan untuk mengontrol dua
sirkuit atau fungsi secara terpisah.
Secara umum pushbutton digunakan untuk :
1. Start/Stop: Digunakan untuk memulai atau menghentikan suatu perangkat atau
mesin.
2. Reset: Untuk mengembalikan suatu sistem atau perangkat ke keadaan awal atau
default.
3. Mode Pilihan: Digunakan untuk memilih mode operasi atau fungsi tertentu pada
perangkat elektronik atau sistem.
4. Interaksi Pengguna: Sebagai elemen input pada berbagai perangkat elektronik
untuk merespons tindakan pengguna.

Modul Proyek Pengembangan IoT | 20


Push button umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi elektronika dan sistem
kontrol. Mereka dapat ditemukan di sekitar kita dalam berbagai perangkat, mulai dari
perangkat rumah tangga seperti microwave hingga perangkat industri yang lebih
kompleks. Saat ditekan, push button menghasilkan sinyal elektrikal yang dapat
diinterpretasikan oleh sistem untuk memulai suatu tindakan atau respons tertentu.
Bentuk fisik dari pushbutton dapat dilihat pada gambar 2.1 :

Gambar 2. 1 Pushbutton
C. Penjelasan Pin Pada Pushbutton
Empat pin pada push button umumnya terdiri dari dua pasangan pin yang
terhubung secara internal. Berikut adalah penjelasan umum tentang empat pin pada
push button:
1. Pasangan NO (Normally Open):
a. Deskripsi: Pasangan NO terdiri dari dua pin yang biasanya terbuka, dan ketika
tombol ditekan, keduanya menjadi terhubung atau tertutup.
b. Koneksi: Dua pin ini dihubungkan ke bagian dari sirkuit yang akan diaktifkan
saat tombol ditekan.
2. Pasangan NC (Normally Closed):
a. Deskripsi: Pasangan NC terdiri dari dua pin yang biasanya tertutup, dan ketika
tombol ditekan, keduanya menjadi terputus.
b. Koneksi: Dua pin ini dihubungkan ke bagian dari sirkuit yang akan dimatikan
saat tombol ditekan.
D. Potensiometer (Analog)
Potensiometer adalah suatu komponen elektronika yang dapat mengubah
resistansi listrik dalam suatu sirkuit. Potensiometer sering disebut juga sebagai pot atau
trimpot (trimmer potentiometer). Komponen ini biasanya digunakan untuk mengontrol
tingkat tegangan atau arus dalam suatu rangkaian elektronika. Berikut adalah beberapa
poin utama mengenai potensiometer:

Modul Proyek Pengembangan IoT | 21


1. Resistansi Variabel:
Potensiometer memiliki resistansi yang dapat diubah-ubah. Dengan
mengubah posisi fisik atau pengaturan pada potensiometer, resistansinya
dapat meningkat atau menurun.
2. Tiga Terminal:
Potensiometer umumnya memiliki tiga terminal atau kaki. Dua terminal di
antaranya terhubung ke resistansi variabel, sementara terminal ketiga
terhubung ke titik tengah atau sliding contact yang dapat bergerak.
3. Penggunaan untuk Kontrol:
Potensiometer sering digunakan sebagai pengatur atau kontrol dalam
berbagai aplikasi elektronika. Contohnya, penggunaan potensiometer
sebagai pengatur volume pada perangkat audio.
4. Dua Jenis Utama:
Terdapat dua jenis potensiometer utama: potensiometer linier dan
potensiometer logaritmik. Potensiometer linier mengubah resistansinya
secara linear sepanjang putaran, sementara potensiometer logaritmik
mengubah resistansinya secara logaritmik. Potensiometer logaritmik
biasanya digunakan dalam aplikasi pengaturan audio karena responsnya
lebih sesuai dengan persepsi pendengaran manusia.
5. Pengukuran Nilai Resistansi:
Nilai resistansi pada potensiometer dapat diukur dalam ohm (Ω). Nilai ini
dapat bervariasi tergantung pada jenis dan model potensiometer yang
digunakan.
6. Penggunaan sebagai Pembagi Tegangan:
Potensiometer juga dapat digunakan sebagai pembagi tegangan. Dalam hal
ini, potensiometer digunakan bersama dengan resistor lain untuk
menghasilkan tegangan yang dapat diatur.
Adapun bentuk fisik dari Potensiometer dapat dilihat pada gambar 2.2. berikut :

Modul Proyek Pengembangan IoT | 22


Gambar 2. 2 Potensiometer

E. Penjelasan Pin Pada Potensiometer


Berikut adalah penjelasan umum tentang pin VCC, GND, dan OUT pada
potensiometer digital:
1. VCC (Power):
a. Deskripsi: Pin VCC adalah pin daya atau catu daya. Ini adalah pin yang
digunakan untuk memberikan tegangan suplai ke potensiometer digital.
b. Koneksi: Terhubung ke sumber daya positif (VCC) pada mikrokontroler atau
papan pengembangan (biasanya 5V atau 3.3V).
2. GND (Ground):
a. Deskripsi: Pin GND adalah pin tanah atau ground. Ini adalah titik referensi
ground untuk potensiometer digital.
b. Koneksi: Terhubung ke sumber daya negatif atau ground pada mikrokontroler
atau papan pengembangan.
3. SIG(Signal):
a. Deskripsi: Pin SIG adalah pin output yang memberikan sinyal analog yang
merepresentasikan posisi atau nilai potensiometer yang diatur.
b. Koneksi: Terhubung ke pin input pada mikrokontroler atau papan
pengembangan. Nilai output dapat digunakan untuk membaca posisi
potensiometer atau sebagai sinyal kontrol dalam sistem tertentu.

Modul Proyek Pengembangan IoT | 23


LANGKAH KERJA
A. Test Pushbutton (Digital)
1. Buat rangkaian seperti pada gambar 2.3 berikut :

Gambar 2. 3 Rangkaian pushbutton


Komponen yang digunakan :
a. 1 buah ESP 32
b. 1 buah pushbutton

Tabel 2. 1 Deskripsi Rangkaian PIN ESP32 dengan Pushbutton

PIN Pushbutton PIN ESP 32


1L 4
2R 5V

2. Isikan kode program berikut pada [Link], kemudian jalankan simulasi.


#define button_pin 4 //pin yang digunkan pada Button

int baca_button;// deklarasi variabel pembacaan inputan button dalam


bilangan integer
void setup() {
// put your setup code here, to run once:
[Link](115200);
pinMode(button_pin, INPUT); //Button digunakan sebagai inputan
}

void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
baca_button=digitalRead(button_pin);//membaca inputan dari button
[Link](baca_button);//menampilkan hasil inputan button pada
serial monitor
}

Modul Proyek Pengembangan IoT | 24


3. Amati hasilnya saat button ditekan atau tidak ditekan pada tampilan serial monitor.
4. Kemudian tambahkan 1 buah LED, sehingga rangkaian menjadi seperti pada
gambar 2.4 berikut.

Gambar 2. 4 Rangkaian ESP32 dengan pushbutton dan LED

Tabel 2. 2 Deskripsi Rangkaian PIN ESP32 dengan Pushbutton dan LED

PIN LED PIN Pushbutton PIN ESP 32


- 1L 4
- 2R 5V
Anoda (A) - 13
Katoda (C) - GND

5. Isikan kode program berikut pada [Link], kemudian jalankan simulasi.


#define led_pin 13 // pin yang digunakan pada LED
#define button_pin 4 //pin yang digunkan pada Button

int baca_button;// deklarasi variabel pembacaan inputan


button dalam bilangan integer

void setup() {

Modul Proyek Pengembangan IoT | 25


// put your setup code here, to run once:
pinMode(led_pin, OUTPUT); //LED digunakan sebagai outputan
pinMode(button_pin, INPUT); //Button digunakan sebagai
inputan
}

void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
baca_button=digitalRead(button_pin);//membaca inputan dari
button
if (baca_button==1){
digitalWrite(led_pin,HIGH);
}
else{
digitalWrite(led_pin,LOW); // logika HIGH untuk
menyalakan, LOW untuk mematikan
}
}
6. Amati perubahan LED saat button ditekan atau tidak ditekan

B. Test Potensiometer (Analog)


1. Buat rangkaian seperti pada gambar 2.5 berikut :

Gambar 2. 5 Rangkaian ESP32 dengan Potensiometer


Tabel 2. 3 Deskripsi Rangkaian PIN ESP32 dengan Potensiometer

PIN Potensiometer PIN ESP 32


GND GND
VCC 5V
SIG 2

Modul Proyek Pengembangan IoT | 26


2. Isikan kode program berikut pada [Link], kemudian jalankan simulasi.
// Definisikan pin untuk LED dan potensiometer
#define led 21
#define pot 2

// Variable untuk menyimpan nilai pembacaan potensiometer


int baca_pot;

void setup() {
// Setup awal, dijalankan sekali saat mikrokontroler pertama
kali dinyalakan
[Link](115200); // Inisialisasi komunikasi serial dengan
baud rate 115200
[Link]("Hello, ESP32!"); // Tampilkan pesan di Serial
Monitor
pinMode(led, OUTPUT); // Set pin LED sebagai output
pinMode(pot, INPUT); // Set pin potensiometer sebagai input
}

void loop() {
// Kode utama, dijalankan berulang-ulang selama mikrokontroler
menyala

// Baca nilai potensiometer


baca_pot = analogRead(pot);

// Konversi nilai pembacaan potensiometer ke rentang 0-255


(nilai analogWrite)
int nilai_konversi = (float)baca_pot / 4095 * 255;

// Atur intensitas cahaya LED menggunakan nilai hasil konversi


analogWrite(led, nilai_konversi);

// Tampilkan nilai hasil konversi di Serial Monitor


[Link](nilai_konversi);
}

3. Silahkan putar tuas potensiometer dengan meng-klik pada potensiometer kemudian


geser ke kiri atau ke kanan seperti pada gambar 2.6 berikut :

Modul Proyek Pengembangan IoT | 27


Gambar 2. 6 merubah nilai potensiometer
4. Amati perubahan kecerahan dari LED dan nilai yang ditampilkan pada jendela
Serial Monitor pada kolom jendela sebelah kanan bawah seperti pada gambar 2.7

Gambar 2. 7 Serial Monitor luaran potensiometer analog


PENUGASAN

1. Buatlah rangkaian dengan 1 buah pushbutton, 1 buah potensiometer, dan 8 buah


LED(Merah), kemudian susun LED berjajar secara horisontal
2. Dari rangkaian tersebut buatlah simulasi dengan skenario sebagai berikut :
a. Saat pertama kali dijalankan kondisi semua LED hidup semua
b. Ketika pushbutton ditekan kondisi LED mati semua
c. Ketika potensiometer diputar dari kiri ke kanan, maka LED akan menyala sesuai
dengan arah putarannya, semakin ke kanan maka LED akan semakin menyala
semua.
d. Tambahkan penjelasan koding anda dalam komentar (//), kemudian simpan
project anda.

Modul Proyek Pengembangan IoT | 28

Anda mungkin juga menyukai