1.
Apa Yang Memotifasi Anda Menjadi Guru Penggerak
Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Motivasi saya menjadi guru penggerak adalah saya ingin meningkatkan kualitas mengajar pada diri saya pada
khususnya dan membantu rekan – rekan guru pada umumnya agar kualitas pendidikan semakin baik lagi. Seiring
dengan perkembangan zaman dan teknologi guru di tuntut terhadap peran guru juga semakin meningkat. Guru tidak
hanya dituntut untuk mengajar tetapi juga dituntut untuk mengembangkan potensi peserta didik. Dengan mengikuti
program guru penggerak saya yakin akan menambah keterampilan dan menambah wawasan dalam pembelajarann.
Saya ingin terus mengembangkan keterampilan pada diri saya dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan.
Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai Guru Penggerak adalah saya mampu berinteraksi dengan baik ,
mampu menggunakan tekhnologi digital dan bisa menerima masukan dari berbagai pihak baik saran yang mendukung
atau yang tidak mendukung . Pada era kurikulum merdeka ini pembelajaran dituntut untuk menggunakan teknologi
digital agar pembelajaran lebih menyenangkan dan pembelajaran berfokus pada siswa atau sering di sebut sebagai
merdeka belajar . Saya yakin dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik siswa akan lebih fokus belajar
dan apa yang di sampaikan guru akan mudah terserap oleh peserta didik.
sebagai seorang pendidik kita harus berpedoman pada semboyan bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu: ing
ngarso sung tuladha ( menjadi seorang pemimpun harus mampu memberikan suri tauladan yang baik ) , Ing Madyo
Mangun karso ( di tengah kesibukan seseorang harus dapat membangkitkan semangat ) , Tut Wuri Handayani
( seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang ) . Contoh sederhananya adalah
cara berpakaian guru, tutur kata dan tingkah laku guru akan menjadi perhatian bagi peserta didik. Jika guru berbuasana
sopan dan rapi ketika mengajar maka guru itu telah memberikan dampak positif bagi peserta didik . Karena sejatinya
guru itu adalah sosok yang selalu di lihat oleh peserta didik . Di tengah proses pembelajaran kita harus mengupayakan
proses pembelajaran kita harus membangun suasana agar peserta didik semaksimal mungkin mampu mendapatkan
ilmu yang di transfer oleh guru .
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata
berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus
mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana,
peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan yang menurut saya berdampak nyata yakni penggunaan teknologi. Dalam
proses pembelajaran di era digital seperti saat ini penggunaan teknologi sangatlah di perlukan. Teknologi yang semakin canggih
membuat para guru mau tidak mau harus mempelajarinya. Di sini lah peran saya sebagai guru muda dan guru lain yang mampu
membrikan ilmu kepada para guru senior yang kurang memahami teknologi . Sebagai pendidik, guru di tuntut untuk
memiliki peran untuk mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia yang semkakin terhubung
secara digital . dalam era digital gur juga harus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka
dalam hal teknologi dan pendidikan digital. Kita harus terbuka untuk pembelajaran baru dan berpartisipasi
dalam pengembangan profesional yang berkaitan dengan teknologi. Guru berperan sebagai pemimpin
dalam memperkenalkan , menerapkan , dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran .
saya telah melakukan beberapa inisiatif untuk memberikan dampak nyata pada guru dan lingkungan
belajar. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai guru , guru harus mampu memanfaatkan teknologi digital
untuk mendesain pembelajaran yang kreatif dan memampukan siswa untuk berfikir kritis. saya telah melakukan beberapa upaya
untuk meningkatkan kemampuan guru terutama dalam hal membuat laporan hasil penilaian peserta didik berbasis aplikasi excel .
sebagai contoh di sekolah tempat saya mengajar ada beberapa guru senior yang belum dapat mengoperasikan komputer atau
laptop . Saya melakukan pendampingan kepada guru yang belum bisa menggunakan aplikasi nilai . Terkadang saya juga
berkolaborasi dengan teman sejawat untuk melakukan pendampingan kepada guru senior. Hal ini disambut baik oleh guru senior
yang sangat membutuhkan bimbingan atau pendampingan dalam membuat hasil penilaian dan kegiatan ini berdampak positif
bagi guru – guru yang ada di sekolah saya , guru senior yang awalnya tidak bisa mengoperasikan laptop dan menggunakan
aplikasi penilaian lambat laun sudah terbiasa menggunakannya .
2. Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan
kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat,
pimpinan di sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh
masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan
kesediaan agar mereka berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.
Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta
untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!
Akreditasi adalah pengakuan terhadap suatu lembaga pendidikan oleh badan yang
berwewenang. Pengakuan ini diberikan setelah lembaga pendidikan tersebut dinilai memenuhi
syarat dan kriteria [Link] dari laman resmi BAN-SM, akreditasi bertujuan untuk menilai
kelayakan suatu lembaga pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan. Standar
nasional pendidikan merupakan acuan bagi setiap sekolah untuk mengembangkan pendidikan
secara optimal.
Tahun 2022 sekolah tempat saya bertugas akan melaksanakan kareditasi sekolah. Dimana kepala sekolah
mengadakan rapat pembentukan tim akreditasi sekolah untuk persiapan menyambut akreditasi sekolah.
Dari tim – tim yang sudah di bentuk, tiap tim terdiri dari guru senior dan guru – guru muda yang bisa
mengoperasikan komputer, nah di tiap tim inilah tugas dan tanggung jawab mereka ntuk mengumpulkan
berkas atau file yang dip[erlukan saat akreditasi berlangsung.
Untuk mengumpulkan apa saja yang perlu di persiapakan untuk hari H akreditasi kami selalu lembur di
sekolah. Masing – masing tim sudah mendapat tugasnya, di sini setiap tim harus bertanggung jawab
dengan tugasnya. Guru yang senior atau yang tidak bisa mengoperasikan komputer mereka
mengumpulkan file yang sudah ada sedangkan guru yang muda bertugas untuk membuat atau mencari ile
– file yang belum ada. Tapi ternyata tugas – tugas itu hanya teori saja, pada kenyataanya tetap saja yang
mengerjakan tugas itu bukanlah masing – masing tim tetapi hanya beberapa tim saja. Pada saat itu tim
saya mendapat tugas “Komponen Mutu Guru”dengan saya sebagai koordinator atau penanggung jawab.
Singkt cerita tugas tim saya selesai. Tapi tugas di tim lain tidak berjalan, yang pada akhirnya pekerjaan
mereka di limpahkan kepada saya. Di sini saya merasa keberatan karena, dan saya mengutarakan
keberatan itu kepada kepala sekolah, tapi kepala sekolah tidak meneima keberatan saya.
Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda
hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda
lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Dalam pengumpulan dokumen setiap sekolah perlu menjunjung tinggi kekompakan dan tanggung jawab.
Kekompakan di sekolah saya mengajar sangat kurang, jadi yang rajin tetap rajin yang acuh tetap saja
acuh. Sikap ini lah yang sering terlihat di sekolah tempat saya bertugas, jadi hanya yang rajin dan mau
ekerja saja yang dapat di andalkan dalam penerjaan persiapan akreditasi sekolah. Contoh pada saat
pengumpulan dokumen - dokumen akreditasi ada beberapa orang guru yang saat saya minta arsip data
masing – masing guru tidak kunjung mengumpulkan. Saya merasa jengkel dengan situasi ini, tapi saya
harus mengesampingkan rasa jengkel saya agar tugas dan tanggung jawab saya terselesaikan. Saya dan
rekan lainnya di tunjuk kepala sekolah untuk menyelesaikan tugas – tugas lainnya di luar tugas kami yang
sebenarnya. Upaya apa yang saya lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan
adalah Saya selalu mengingatkan bapak ibu guru yang belum juga mengumpulkan dokumen - dokumen
tersebut. Saya tagih tiap hari sampai mereka mengumpulkan yang di butuhkan untuk melengkapi dokumen
– dokumen akreditasi. Meskipun saya harus mengingatkan setiap hari tapi saya dan yang lain selalu
melakukannya.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja
sama?
Untuk mencapai tujuan bersama upaya yang saya lakukan dalam bekerja sama adalah membangun
komunikasi yang baik. Membangun komunikasi dibutuhkan pendekatan dan kesepahaman terkait tujuan
yang akan dicapai. Memberikan pemahaman yang jelas dan dengan cara yang sederhana terkait sistem
kerja dan tujuan akhir akan lebih mudah diterima oleh berbagai pihak manapun, termasuk dari latar
belakang status sosial yang lebih tinggi dalam struktur organisasi. Dalam pengu pulan dokumen setiap
sekolah perlu menjunjung tinggi kekompakan dan tanggung jawab. Kekompakan di sekolah saya
mengajar sangat kurang, jadi yang rajin tetap rajin yang acuh tetap saja acuh. Contoh pada saat
pengumpulan dokumen - dokumen akreditasi ada beberapa orang guru yang saat saya minta arsip data
masing – masing guru tidak kunjung mengumpulkan. Saya merasa jengkel dengan situasi ini, tapi saya
harus mengesampingkan rasa jengkel saya agar tugas dan tanggung jawab saya terselesaikan. Upaya apa
yang saya lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan adalah Saya selalu
mengingatkan bapak ibu guru yang belum juga mengumpulkan dokumen - dokumen tersebut. Saya tagih
tiap hari sampai mereka mengumpulkan yang di butuhkan untuk melengkapi dokumen – dokumen
akreditasi. Meskipun saya harus mengingatkan setiap hari tapi saya dan yang lain selalu melakukannya.
Kemudian saya selalu melakukan meningkatkan intensitas komunikasi satu arah untuk membangun
kesepakatan bersama, mengakomodir berbagai kepentingan anggota, memberikan motivasi, perlakuan
yang adil bagi seluruh pihak, dan menghindari sara dalam kerja tim ternyata berhasil membangun
kolaborasi yang efektif dan mempercepat proses kerja sama.
Bagaimana hasilnya?
Setelah menerapkan langkah persuasif, meningkatkan intensitas komunikasi satu arah untuk membangun
kesepakatan bersama, mengakomodir berbagai kepentingan anggota, memberikan motivasi, perlakuan
yang adil bagi seluruh pihak, dan menghindari sara dalam kerja tim ternyata berhasil membangun
kolaborasi yang efektif dan mempercepat proses kerja sama. Akan tetapi hasil yang kami dapat sudah
cukup bagus, meskipun tidak sesuai dengan yang diharapan tapi pekerjaan yang sudah kami lakukan
tidak terlalu mengecewakan.
3. Permasalahan, tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam
menjalankan pekerjaan. Berikan contoh pengalaman Anda dalam menghadapi situasi yang paling
menantang, kompleks atau sulit saat menjalankan tugas Anda.
Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu?
Gambarkan secara jelas!
Permasalahan, tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam
menjalankan pekerjaan. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang secara langsung
atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan sehari-hari manusia. Selain itu, karakter siswa di
era digital seperti sekarang, dimana internet memegang peranan penting di kehidupan sehari-
hari juga berbeda dengan karakter siswa pada lima atau sepuluh tahun yang lalu. Karena
pengaru perkembangan zaman ini juga menyebabkan kurangnya pendidikan siswa tentang akhlak
mulia , sopan santun dan siswa juga kurang bertanggung jawab atas tugas dan tanggung jawab mereka.
Maka, hal - hal seperti ini sudah menjadi tantangan bagi seorang pengajar.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan
kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda
menghadapinya?
Upaya yang saya lakukan untuk memahami situasi tersebut adalah melakukan pendekatan kepada siswa,
memperhatikan kebiasaan – kebiasaan siswa, melakukan koordinasi dengan kepala sekolah atau dengan
teman sejawat atau bahkan melakukan komunikasi dengan orang tua terkait kebiasaan – kebiasaan siswa
di sekekolah. Kebiasaan – kebiasaan siswa yang dimaksud adalah kebiasaan yang tidak menghargai guru,
membully teman, berkata kasar atau bahkan mengejek nama orang tua temannya. Peluang dan kesempatan
yang saya identifikasi dalam situasi ini untuk membantu saya menghadapinya adalah saya selalu
menasehati dan memberikan arahan kepada siswa bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah perbuatan
yang tidak baik dilakukan. Apabila mereka masih juga melakukan hal serupa maka hal yang saya lakukan
adalah memusyawarahkan kepada kepala sekolah dan guru lain untuk memberi solusi. Bahkan ketika
siswa masih terus melakukan hal tersebut saya melakukan koordinasi kepada orang tua siswa. Hal ini saya
lakukan karena pendidikan yang di dapat siswa bukan hanya pendidikan di sekolah saja melakinkan juga
pendidikan di rumah dan lingkungan.
Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan?
Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?
alternatif yang saya hadirkan dalam membuat keputusan dan Informasi yang saya gunakan untuk
memperkuat keputusan saya adalah dengan melakukan pengamatan dan pencarian inormasi melalui teman
– teman satu kelas atau teman bermain mereka, kemudian saya juga melakukan pencarian informasi
melalui orangtua , keluarga atau bahkan di lingkungan tempat tinggal siswa terkait bagaimana kebiasaan
siswa ini dalam keseharian di sekolah, di rumah , dan di lingkungan bermainnya. Dalam mengambil
keputusan saya juga melakukan beberapa pertimbangan yang saya hadirkan dalam
membuat keputusan yakni :
1. Tidak tergesa gesa dalam membuat keputusan sehingga bisa maksimal
2. Bersikap tenang dan tidak emosi, hilangkan egoisme yang akan membuat
keputusan itu salah
3. Fokus pada permasalahan
4. Data yang diperoleh harus akurat dan memperhatikan data pendukung lainnya
5. Mengabaikan jika ada interfensi dari pihak luar
Dalam menyelesikan suatu permaslahan saya selalu mendahulukan kepentingan
bersama tanpa merugikan orang lain . Dalam diskusi secara terbuka tidak boleh ada
pihak yang merasa dirugikan. Kalau pun dalam diskusi tidak memperoleh
kesepakatan yang dianggap relevan dan anggota merasa belum puas terhadap hasil
diskusi yang akan diputusan maka seorang leader harus membuat pilihan minimal
mendekati kepuasan bersama. Dalam diri seorang pemimpin dibutuhkan ketegasan
dan kebijaksanaan namun tetap harus bisa mewakili kepentingan para anggota.
Setiap permasalahan yang dihadapi harus ada hasil akhir atau penyelesaian
sepanjang tidak memberikan dampak negatif pada timnya.
Ada keputusan yang buruk, tetapi terkadang keputusan yang diambil seseorang salah
sehingga dalam membuat keputusan tidaklah mudah dan harus memperhatikan
beberapa pertimbangan atau alternatif untuk memperoleh keputusan yang tepat.
Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?
Pada dasarnya keputusan dalam setiap menyelesaikan permasalahan harus diambil dan keputusan yang di
ambil harus bijaksana dengan tetap mempertimbangkan saran dan masukan dari guru atau kepala sekolah.
Langkah awal yang saya lakukan adalah selalu memberikan nasehat atau membina siswa – siswa yang
memiliki tingkat keaktifan yang berbeda dengan temannya . Bahkan ada kalanya melaporkan kejadian
yang dilakukan siswa tersebut kepada orang tua atau wali murid. Hal ini dilakukan agar siswa dapat
diawasi atau lebih diperhatikan lagi di lingkungan keluarganya atau di lingkungan tempat bermain di luar
jam sekolah.
Tindakan yang saya ambil dalam menghadapi siswa yang bermasalah atau membutuhkan perhatian ekstra
adalah dengan melakukan pendekatan kepada siswa tersebut,
4. Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman Anda saat
mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang
Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?
Perkembangan era digital dan informasi saat ini sangat pesat dan turut mempengaruhi sistem
pendidikan di Indonesia. Untuk itu guru dituntut untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan
diri dengan perkembangan tersebut. Masukan yang selalu saya dapatkan untuk meningkatkan
kapasitas diri saya adalah saya selau di beri arahan kepada kepala sekolah dan teman – teman
agar mengikuti seleksi guru penggerak seperti sekarang. Selain itu saya juga selalu di ajak
untuk mengikuti pelatihan – pelatihan online untuk menambah ilmu dan hal itu sudah beberapa
kali saya lakukan.
Dalam proses pembelajaran teman – teman selalu memberikan masukan agar saya mengajar
menggunakan teknologi yang ada, akan tetapi karena keterbatasan fasilitas sekolah maka saya
tidak bisa melakukannya. Saya hanya membuat media pembelajaran menggunakan fasilitas
yang ada yaitu dengan cara membat media pebelajaran semenarik mungkin. Yang saya
rasakan saat menerima masukan adalah saya merasa senang karena dalam masukan itu ada
rasa ingin tahu mereka terhadap teknoologi.
Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?
Saya adalah orang yang siap menerima kritik dan masukan karna dengan kritik dan masukan dapat
meningkatkan kualitas pada diri saya. Kritik dan saran sangat di perlukan dalam pekerjaan agar pekerjaan
dapat menjadi lebih baik. Ketika ada pencalonan guru pengerak sebetulnya saya tidak tertarik sama sekali
untuk mendaftarkan diri. Karena saya belum mengetahui kemudahan apa yang saya dapat ketika menjadi
calon guru penggerak. Disini teman saya yang sudah lulus guru penggerak selalu mengajak dan terus
mengajak saya untuk mendaftar. Untuk menyikapi hal tersebut saya melakukan pencarian informasi
terkait guru penggerak. Ternyata banyak sekali manfaat menjadi guru penggerak, salah satunya adalah
memanfaatkan perkembangan teknologi. Untuk mempermudah kita dalam melaksanakan proses
pembelajaran. Karena keterbatasan fasilitas dalam pembelajaran saya menggunakan metode membuat
materi degan cara di print agar menarik bagi siswa. Ketika saya dipuji oleh teman sekolah saya,
saya merasa senang dan bangga karena usaha saya dalam mengajar siswa dianggap
cukup berhasil untuk menginspirasi siswa lebih banyak lagi. Di sisi lain, saya juga dikritik
karena metode pengajaran saya yang dianggap malas membaca.
Menanggapi masukan ini, saya terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan
profesional saya sebagai seorang guru dan menciptakan inovasi-inovasi baru agar siswa
selalu bersemangat dalam belajar.
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa
yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar
kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung
proses pembelajaran Anda?
Selain memanfaatkan masukan serta umpan balik dalam proses pengembangan diri saya, hal berbeda
yang saya lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri saya adalah:
1. Mengikuti seminar-seminar mengenai pengembangan diri.
2. Menyalurkan atau mendalami bakat yang saya sukai
3. Melakukan pelatihan mandiri menggunakan aplikasi – aplikasi yang mendukung proses
pembelajaran
4. Berkolaborasi dengan teman sejawat guna meningkatkan proses pembelajaran yang
berpusat pada anak
5. Bertanya kepada anak – anak terkait pembelajaran yang sudah saya lakukan
Cara-cara di luar kebiasaan yang saya lakukan dimana hal tersebut membuat saya kurang
nyaman namun mendukung proses pembelajaran saya adalah:
Menepati jadwal pembelajaran dengan disiplin tinggi.
Melakukan pembelajaran dengan membaca sebanyak mungkin buku literasi.
Memberikan latihan soal dengan menargetkan berapa soal yang harus dikerjakan
Melakukan komunikasi dengan orangtua atau wali murid terkait kejadian yang dilakukan
siswa di sekolah
Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?
Hasil dari proses pembelajaran yang saya lakukan sebenarnya membuahkan hasil siswa lebih senang
belajar menggunakan media pembelajaran yang menarik, ketimbang metode ceramah. Namun terkait
keterbatasan fasilitas sekolah ini yang membuat terhambatnya pembuatan media pembelajarann
menggunakan audio visual. Jadi saya memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah untuk membuat media
pembelajaran yang menarik guna meningkatkan aktifitas belajar anak. Anak – anak akan lebih antusias
dan bersemangat belajar ketika mereka dihadapkan oleh media pembelajaran yang menarik. Ketika
pembelajaran menarik anak tidak akan merasa bosan daan jenuh dengan pembelajaran yang mereka
hadapi. Misalnya, yang saya lakukan dikelas adalah ketika anak di hadapkan dengan media gambar, anak
akan lebih cepat memahami apa yang ada di gambar tersebut ketimbang kita bercerita dan anak hanya
mendengarkan. Bahkan anak akan berlomba – lomba menjawab pertanyaan yang saya ajukan saat
pembelajaran berlangsung dan hasil belajar anak pun menjadi bagus.
5. Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan
guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam
kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru,
atau lainnya.
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan
pengembangan tersebut?
Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna
mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.
Belum ada jawaban
Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan
bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan
motivasi orang tersebut?
Belum ada jawaban
Bagaimana hasilnya?
Belum ada jawaban