0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan25 halaman

Media Sosial dan Perkembangannya

Bab 2

Diunggah oleh

ibrahimalakbar0124
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan25 halaman

Media Sosial dan Perkembangannya

Bab 2

Diunggah oleh

ibrahimalakbar0124
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. Media Sosial Sebagai Media Baru (New Media)

Akibat dari digitalisasi dan penggunaannya yang meluas sebagai alat

komunikasi, media baru mencakup berbagai teknologi komunikasi

(McQuil, 2011: 148). Mengingat pesatnya perkembangan teknologi saat ini,

inovasi media lama yang dianggap kurang relevan tergantikan oleh media

baru. Media lama yang menjadi perhatian antara lain buku, majalah, film,

dan televisi. Media lama tersebut bukan lagi tidak terpakai namun,

berproses dan diadaptasi dalam bentuk media baru. Media baru atau new

media dapat didefinisikan sebagai sebuah media yang menekankan format

isi, dimana didalamnya dikombinasi dengan teks, gambar, suara dan lainnya

dalam format digital dengan sistem penyebarannya menggunakan jaringan

internet.

Buku luar biasa Mark Porter "The Second Media Age" dirilis pada

tahun 1990. Buku tersebut menjelaskan munculnya periode baru dalam

masyarakat serta media baru, teknologi interaktif, dan koneksi jaringan,

khususnya di dunia maya (Littlejohn, Stephen W, 2014). Jaringan internet

saat ini sangat memudahkan konsumen untuk mengakses berbagai format

komunikasi baru. Ada banyak aspek media baru. pertama, aspek seperti

kesenangan, hiburan, dan kebiasaan konsumsi media. Kedua, sebagai

pendekatan baru untuk menggambarkan dunia sebagai komunitas online.

Ketiga, ini adalah jenis kemitraan baru antara pengguna atau individu

10
dengan tekonologi media. Keempat, perspektif baru mengenai individu,

identitas, dan komunitas. Kelima, sebagai cara individu menyesuaikan diri

dengan teknologi media. Terakhir, membahas akses, kepemilikan, kontrol,

legislasi, industri, dan budaya media.

Menurut Mondry (2008), media baru adalah segala bentuk media

yang menggunakan jaringan internet untuk melakukan tugasnya. Media

online mengacu pada media yang berteknologi maju, interaktif, mudah

beradaptasi, dan dapat diakses publik yang dapat diakses oleh khalayak luas

atau secara pribadi. Adapun pemaparan komprehensif McQuail (2011)

tentang atribut media baru, yang mencakup interaktivitas dan akses jaringan

dari beragam khalayak yang bertindak sebagai pengirim dan penerima

informasi, serta banyak aplikasi. Melalui sifat-sifat teknologi baru ini,

media baru hadir tidak hanya sebagai teknologi baru atau media

penghubung yang mengkomunikasikan pesan tetapi juga sebagai sarana

hubungan sosial. Menurut Flew (dalam Hastjarjo, 2012), media baru

merupakan gabungan dari tiga hal yaitu, komputasi dan teknologi informasi,

jaringan komunikasi, media digital, dan konten informasi.

Menurut McQuail (2011), ada sejumlah ciri yang membedakan

media baru dengan media tradisional, antara lain:

a. Interactivity (Interaktivitas)

Berdasarkan reaksi dan tindakan pengguna dalam

kaitannya dengan materi yang dihasilkan oleh pengirim atau

sumber pesan.

11
b. Social Presence (sociability)

Sentuhan atau interaksi pribadi yang dapat terjalin

melalui penggunaan suatu media dan dialami oleh pengguna.

c. Autonomy

Pengguna yakin bahwa mereka tidak bergantung

terhadap sumbernya dan memiliki kendali atas konten dan

cara penggunaannya.

d. Playfulness

Digunakan untuk mencari kesenangan dan hiburan.

e. Privacy

Mengenai pemilihan dan pemanfaatan media atau

konten tertentu.

f. Personalization

Karena setiap orang berbeda, mereka semua berhak

memilih sendiri konten apa yang mereka perlukan dan ingin

gunakan.

Dengan segala manfaatnya, media telah merambah ke setiap aspek

kehidupan manusia. Media sosial merupakan salah satu media baru yang

muncul akibat kemajuan zaman dan bentuk media yang berinteraksi dengan

pengguna melalui internet dan memungkinkan mereka mengekspresikan

siapa diri mereka. Bekerja sama, bertukar pikiran, berkomunikasi dengan

pengguna lain, dan menciptakan ikatan sosial virtual atau non-tatap muka.

Selain berfungsi sebagai ruang waktu untuk interaksi pengguna, media

sosial merupakan platform digital tempat terjadinya realitas sosial. Pada


12
dasarnya, beberapa ahli yang mempelajari internet meyakini bahwa media

sosial mewakili peristiwa yang terjadi di dunia nyata, misalnya plagiarisme

(Nasrullah, 2017).

Van Dijk (2013), dikutip dalam Nasrullah (2017), menyatakan

bahwa media sosial adalah bentuk media baru yang menekankan pada

keberadaan pengguna yang memanfaatkan media untuk mendukung

aktivitas dan kerja tim mereka. Dengan demikian, media sosial dapat

diartikan sebagai media online (fasilitator) yang membantu pengguna

memperkuat ikatan sosialnya. Dengan kata lain, media sosial mengacu pada

platform online yang memfasilitasi pengenalan diri, kerja tim, komunikasi,

berbagi, dan pengembangan koneksi virtual antar pengguna. Sedangkan

komunikasi individu yang bersifat “to be shared one to one” dalam arti

saling berbagi antar individu atau dengan siapapun tanpa adanya motivasi

pribadi inilah definisi media sosial menurut Meike dan Young 2012 (dalam

Nasrullah, 2017). Salah satu jenis kemajuan teknologi adalah media sosial.

Dengan perangkatnya yang berkualitas tinggi dan kaya fitur, media sosial

memungkinkan banyak orang terlibat dalam aktivitas baru dan

memudahkan mereka mengambil dan berbagi gambar.

Ciri-ciri media sosial menurut Nasrullah (2017):

1. Network (jaringan), jaringan sosial menjadi salah satu karakteristik

dari media sosial karena terbangun dari jaringan atau internet.

Karakter dari media sosial adalah untuk membentuk Jaringan antar

13
penggunanya (user) yang dibantu oleh perangkat teknologi seperti

komputer, telepon genggam atau tablet.

2. information (informasi), merupakan salah satu karakteristik yang

paling penting dari media sosial dimana pengguna media sosial

dapat mengkreasikan, mengekspresikan, representasi identitasnya,

memproduksi konten dan melakukan interaksi dengan khalayak luas

berdasarkan sebuah informasi. Pada media sosial, informasi menjadi

konsumsi oleh pengguna atau khalayak luas.

3. Archive (arsip), arsip menjadi karakteristik dari media sosial yang

menjelaskan bahwa informasi telah tersimpan dan dapat diakses

kapanpun melalui perangkat apapun. ketika mengakses media sosial

dengan memiliki akun di media sosial terlebih dahuu, pengguna

secara otomatis membuat penyimpanan data yang dapat diakses oleh

siapa saja.

4. Interactivity (interaksi), merupakan suatu konsep tentang

komunikasi yang terjalin antar pengguna dengan menggunakan

media baru. Contoh dari interaksi tersebut yakni, saling

mengomentari, memberikan like, atau menggunakan fitur yang ada

sudah termasuk dalam bentuk sederhana interaksi yang terjalin di

media sosial. Interaksi juga bisa diartikan sebagai suatu konsep yang

menghapuskan batas ruang serta waktu sehingga dapat digunakan

kapan saja tanpa memikirkan jarak dan waktu.

5. Simulation social (Simulasi sosial), Fitur ini memberikan kesan

bahwa pengguna media sosial tidak bisa lagi membedakan mana

14
yang asli dan yang hanya ada di layar. Sebab media telah

berkembang menjadi realitas terbitannya sendiri dan tidak lagi

menampilkan dunia nyata. Realitas sendiri tidak senyata apa yang

disajikan di media.

6. User generated content (Konten oleh pengguna), menunjukkan

bahwa informasi pada platform media sosial adalah milik individu

pengguna atau pemegang akun. Pengguna hanya berfungsi sebagai

konsumen dan produsen sekaligus.

7. Penyebaran, Saat konten dibuat, pengguna atau khalayak secara

aktif menyebarkannya.

Kemampuan media konvensional untuk menjangkau sejumlah

pengguna terbatas membedakannya dari media baru. Media sosial, di sisi

lain, memiliki basis pengguna yang tidak terbatas. Berdasarkan cakupan

demografis, yang mencakup hal-hal seperti jenis kelamin, usia, geografi,

dan sebagainya, media sosial dapat menawarkan tujuan bagi pengguna

dengan jangkauan yang luas. Media online hadir dalam berbagai bentuk. Ini

termasuk ruang obrolan, podcast, jejaring sosial seperti Facebook dan Line,

situs mikroblog seperti Twitter, situs berbagi foto dan video seperti

YouTube, TikTok, Instagram, dan Snapchat, serta podcast.

2. Media Sosial Instagram

Media Sosial Instagram adalah salah satu jenis konsekuensi atau

bentuk dari adanya kemajuan dan perkembangan internet. Instagram

dianggap sebagai salah satu hiburan virtual yang saat ini sangat populer di

15
kalangan. Hal ini dapat dibuktikan dengan pertumbuhan pengguna

Instagram secara konsisten. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya,

Instagram melaporkan peningkatan pengguna aktif bulanan pada bulan

April 2017, mencapai sekitar 800 juta akun (Yusuf, 2017). Instagram pada

dasarnya adalah aplikasi berbagi foto dan video, bukan platform hiburan

virtual atau media sosial lainnya. Yang membedakan Instagram dari bentuk

hiburan internet lainnya adalah keunikannya. Selain itu, sistem, fondasi, dan

fitur Instagram sering diperbarui. Instagram telah memperbarui fitur-

fiturnya sejak diluncurkan pada tahun 2010 untuk menjadikannya lebih

komprehensif dan benar-benar menarik. Fitur-fitur yang kini tersedia di

Instagram adalah sebagai berikut:

1. Follower (Pengikut) dan Following (Mengikuti)

Salah satu cara untuk berpartisipasi dalam sistem kerja sosial

Instagram adalah dengan mengikuti pengguna lain atau

mendapatkan pengikut di platform tersebut. Hasilnya, preferensi

postingan dan komentar tambahan pada gambar atau video yang

diposting pengguna lain mungkin membantu mengatur percakapan

atau komunikasi di antara pengguna Instagram. Pengguna juga dapat

menggunakan tautan ke akun hiburan online lainnya, seperti

Facebook dan Twitter, untuk mencari teman di Instagram.

2. Posting (Mengunggah Foto/Video dengan Caption)

Instagram digunakan sebagai platform bagi pengguna untuk

mengirimkan dan bertukar video atau gambar dengan pengguna lain.

Ada batasan unggahan 10 gambar atau 10 video bagi pengguna di


16
Instagram saat berbagi dokumen. Untuk rekamannya sendiri dapat

diunggah namun tidak bisa lebih dari satu menit. Pengguna dapat

menambahkan judul, deskripsi, dan penjelasan pribadi pada foto

sebelum mengunggahnya sesuai keinginan mereka. Untuk

mengkategorikan gambar pada unggahan, pengguna memiliki opsi

untuk memberi nama pada judul foto.

3. Kamera

Gambar yang diambil dengan aplikasi Instagram dapat

disimpan. Dengan menggunakan kamera Instagram, pengguna juga

bisa langsung memanfaatkan efek yang sudah ada untuk mengubah

warna foto sesuai keinginannya.

4. Efek (Filter)

Saat mengedit foto, pengguna dapat menggunakan efek versi

dasar Instagram. Pengguna dapat mengubah gambar dengan

menerapkan efek, seperti mengatur saturasi, kecerahan, kegelapan,

kontras, warna, dan lain sebagainya.

5. Arroba

Pengguna Instagram dapat menandai pengguna lain dengan

menambahkan arroba (@) dan nama akun Instagram pengguna lain.

Fitur ini serupa dengan yang terdapat di Twitter dan Facebook. Tak

hanya di komentar foto, di deskripsi foto pun pengguna bisa

menandai pengguna lain. Intinya, menandai pengguna lain

dimaksudkan untuk memfasilitasi percakapan dan interaksi dengan

mereka yang telah ditandai.

17
6. Tagar atau Label foto

Label Instagram memungkinkan pengguna untuk lebih

mudah mencari foto dengan menggunakan kata kunci tertentu.

Akibatnya, orang memberi label pada foto agar lebih mudah

ditemukan. Label berguna untuk berbagai jenis penelitian yang

melibatkan gambar nyata. Pengguna memiliki pilihan untuk

mencantumkan nama, lokasi foto, informasi acara dan lain

sebagainya. Ada opsi untuk menambahkan label ke foto yang

diunggah yang sesuai dengan data yang ditautkan ke foto tersebut.

7. Geotagging

Bagian Geotag merupakan bagian berikutnya setelah

memberikan judul foto. Saat pengguna mengaktifkan GPS mereka,

bagian ini akan muncul. Sejalan dengan itu, Instagram dapat

mengidentifikasi di mana pengguna Instagram ditemukan. Dengan

memberi tag geografis, pengguna dapat diidentifikasi di mana

mereka mengambil gambar atau di mana foto tersebut dipindahkan.

8. Jejaring sosial

Pengguna memiliki opsi untuk mengunggah foto-foto ini di

Instagram, namun foto-foto tersebut juga dapat dibagikan melalui

platform lainnya seperti Facebook dan Twitter dengan mengaitkan

akun Instagram tersebut ke media sosial atau akun hiburan virtual

lainnya.

9. Tanda suka

18
Seperti halnya Facebook, Instagram juga menyertakan opsi

"suka" yang menandakan bahwa pengguna lain telah menyukai foto

yang dikirimkan pengguna lain.

10. Instastory

Instagram Stories disingkat menjadi Instastory. Pengguna

Instagram dapat berbagi video atau gambar melalui Instastory, fitur

dengan sistem hapus otomatis yang masa berlakunya akan habis

setelah 24 jam. Pengguna dapat menerapkan efek di fitur Instastory.

11. Arsip Foto

Fitur ini dapat digunakan sebagai koleksi rahasia atau

sebagai media pribadi. Oleh karena itu, pengguna dapat bertukar

gambar atau rekaman penting yang dapat mereka lihat.

12. Closefriend

Dengan fungsi ini, pengguna dapat mengirimkan rekaman

atau gambar yang hanya dapat dilihat oleh pengguna yang telah

mereka tunjuk sebagai "Teman Dekat".

13. Siaran langsung

Dengan bantuan fitur ini, pengguna dapat berkomunikasi

dengan pengikutnya secara real time melalui rekaman tanpa batasan

durasi.

14. IG TV

Pengguna dapat mengunggah rekaman berdurasi lebih dari

satu menit dengan fitur ini dan saat ini rekaman tersebut sudah bisa

disimpan dalam umpan profil unggahan.

19
15. IG Reels

Fitur ini baru saja tersedia di Instagram yang menyediakan

pengguna instagram untuk dapat mengunggah dan melihat hanya

video pada satu beranda dengan durasi tertentu dan dapat

menambahkan audio, efek, maupun berbagai filter.

Dalam buku berjudul Instagram Handbook, Atmoko (2012)

mengungkapkan bahwa aplikasi Instagram memuat lima menu dasar, antara

lain:

1. Home page

Layar beranda menampilkan gambar terbaru yang diunggah

oleh pengguna yang Anda ikuti.

2. Comment

Pengguna dapat meninggalkan komentar di bagian komentar

pada foto yang di unggah dengan saran, kritik, atau pujian.

3. Explore

Explore merupakan tampilan gambar atau video yang

banyak disukai dan digemari oleh pengguna Instagram saat ini.

4. Profile

Halaman profil adalah halaman yang memberikan gambaran

singkat namun lengkap tentang pemilik akun.

5. News Feed

Sebuah fitur yang memfasilitasi penyajian notifikasi untuk

berbagai aktivitas yang telah diselesaikan pengguna.

20
3. Interaktivitas Media Sosial

Saluran interaktif yang memungkinkan pengguna untuk aktif dalam

berkomunikasi dan terlibat dalam komunikasi dua arah merupakan

pengertian dari Computer Mediated Communication (CMC). Menurut

Greenberg, dengan adanya teknologi membuat komunikasi yang terjalin

lebih mudah dimana CMC dapat menyambungkan jarak geografis yang jauh

dan menciptakan komunitas baru yang terdiri dari individu- individu dimana

sebelumnya individu tersebut terhalang oleh jarak yang jauh dari jangkauan.

CMC dalam pengoperasiannya mencakup beberapa konferensi yakni

computer, e-mail, online chat. Keperluan berbasis data, pesan instan dan

lingkungan yang berbasis web.

Empat unsur penting yang dimiliki oleh CMC yaitu: (1) Pengguna

(User) dengan fungsi sebagai pengirim pesan (komunikator) dan penerima

pesan (komunikan). (2) Media (Medium) merupakan jenis saluran yang

menyediakan fasilitas untuk proses komunikasi dan interaksi sesama

pengguna. (3) Pesan (Message) yakni pesan yang ingin disampaikan dan

didapatkan oleh pengguna menggunakan bantuan media yang digunakan.

(4) Pengaturan Komunikasi (Communication Setting) adalah waktu dan

lingkungan komunikasi yang dapat menyesuaikan dengan waktu yang

dimiliki partisipan (Mahmoud & Auter, 2009). Internet hadir untuk

mengubah komunikasi dengan beberapa cara dan model model baru untuk

menawarkan berbagai potensi komunikasi yang lebih berkembang

dibandingkan oleh media massa sebelumnya. Salah satu fitur media baru

adalah Interaktivitas.
21
“interaksi” merupakan asal kata dari interaktif dalam kamu bahasa

Indonesia yang berarti berinteraksi, memberi pengaruh, berinteraksi dan

dinamis bersama. Korespondensi adalah komunikasi, dan dalam

komunikasi ada interaksi. Interaksi dalam arti terbatas adalah pergerakan

untuk saling mempengaruhi. Proses komunikasi untuk menyampaikan

pesan yang informatif dari komunikator kepada komunikan dengan disertai

Tindakan, pergerakan tanggapan baik secara langsung maupun tidak

langsung melalui media sosial disebut dengan komunikasi interaktif.

Umpan balik merupakan penilaian komunikan terhadap pesan komunikator,

atau sebaliknya. Reaksi terhadap pesan atau kritik merupakan bagian

penting dari paradigma komunikasi interaktif (West et al., 2013).

Komunikasi interaktif adalah jenis komunikasi media massa dua arah yang

menarik minat khalayak yang cukup besar (tinggi).

Interaktivitas sebuah ide dalam studi komunikasi media baru. Salah

satu kompenen lingkungan digital dapat dikatakan sebagai interaksi.

Sederhananya, interaktivitas adalah segala sesuatu yang harus dilakukan

melalui komunikasi tatap muka dan komunikasi yang dimediasi secara

teknologi (Downes & McMillan, 2000). Kapasitas pengguna untuk

berkomunikasi secara langsung dengan teknologi dan membentuk setiap

pesan yang dibuat dikenal sebagai interaksi. Interaktivitas didefinisikan

oleh William, Rice, dan Rogers sebagai siklus komunikasi antar peserta

yang bertanggung jawab atas pekerjaan mereka dan mempunyai pilihan

untuk menukarnya dengan insentif.

22
Interaktivitas merupakan ciri komunikasi media, tidak sekedar

menerima secara pasif. Hal ini menunjukkan adanya dukungan, kontrol, dan

aktivitas dalam interaksi. (Klein, 2009). Tingkat interaktivitas yang ada

dalam suatu media bergantung pada seberapa besar elemen-elemennya

memberikan koneksi kepada penerima manfaat, namun juga sejauh mana ia

menjamin komunikasi bagi beberapa individu (Roehm & Haugtvedt, 1999).

Menurut persepektif fungsional, tingkat interaktivitas diartikan sebagai

kapasitas kerangka kerja untuk melengkapi wacana atau pertukaran data

antara pengguna dan kerangka kerja (system). Kehadiran unsur-unsur dalam

kerangka tersebut merupakan bukti kecerdasan yang memadai. Semakin

banyak fitur atau sistem yang dikandungnya, semakin besar pula

interaktivitasnya (Sundari, 2003).

Menurut McMillan, ada tiga jenis interaktivitas (Lievrouw &

Livingstone, 2006):

1. User to User

Bentuk interaktivitas user tu user merupakan jenis

komunikasi antar pengguna media. Interaktivitas yang terjadi

dengan adanya format kirim yang kemudian mendapatkan respon

yang kirim melalui pesan singkat atau forum diskusi dengan

pembicaraan terarah.

2. User to System
23
Interaktivitas mengacu pada komunikasi melalui teknologi

situs web, termasuk mengunduh dan mengklik tautan ke fitur

jaringan tertentu, lalu pilih. Khusus bagi pengguna yang berinteraksi

dengan fungsi website, komunikasi ini bersifat satu arah.

3. User to Document

Jenis komunikasi ini terjadi ketika pengguna berbagi pesan di

situs web dan menggabungkannya ke dalam pesan baru dengan tetap

mempertahankan konten inti dari pesan aslinya. Menurut McMillan,

pertukaran ini memerlukan "penciptaan ulang" konten, atau

menyebarkan kembali informasi. Dan dapat menawarkan informasi

yang dapat mengubah pesan yang disampaikan oleh situs web

(Lievrouw & Livingstone, 2006). Pengguna dapat menyesuaikan

dengan mengubah pesan sesuai kebutuhannya sendiri.

Komunikasi dinamis antara komunikator dan komunikan yang

terhubung dikenal sebagai komunikasi interaktif. Interaktivitas komunikasi

dihasilkan oleh pertukaran data yang konstan antara komunikator dan

komunikan. Media atau saluran digunakan dalam komunikasi interaktif

sebagai wadah berdiskusi untuk menyampaikan pesan. Bentuk media baru

yang benar-benar mendukung komunikasi interaktif adalah media sosial.

Berfungsi sebagai pertemuan untuk tujuan transmisi data antara

komunikator dan komunikan, memungkinkan berbagi data secara

kolaboratif. Interaksi media sosial sangatlah mudah mereka pada dasarnya

berbentuk suka (like) dan komentar yang dikirim antar pengguna.

24
Interaksi juga dapat diartikan sebagai gagasan yang menghilangkan

batas-batas keberadaan (jarak dan waktu). Pada media sosial penggunanya

dapat mengetahui kecenderungan masing-masing individu dan terus

bekerja sama serta menciptakan interaktivitas keterkaitan lebih lanjut.

Instagram merupakan platform hiburan online yang dapat dimanfaatkan

sebagai alat atau media komunikasi interaktif. Instagram tetap dapat

dimanfaatkan untuk komunikasi interaktif antara komunikator dan

komunikan, meskipun interaksi tatap muka keduanya tidak dapat dilakukan

jika menggunakan platform tersebut.

4. Komunikasi Kesehatan Mental

Karena manusia adalah makhluk sosial, maka mereka menbutuhkan

interaksi publik yang nyaman dengan orang terdekatnya. Gordon

menyatakan dalam Simanjuntak (2013) bahwa kaitan ini sangat penting bagi

kelangsungan hidup manusia karena membantu orang mengelola stres dan

kecemasan. Akibatnya manusia memerlukan dukungan sosial satu sama lain

berupa perhatian, penerimaan, atau bantuan orang lain.

Menurut Notoatmodjo dalam Harahap 2019, komunikasi kesehatan

adalah upaya terorganisir untuk memberikan pengaruh baik dan positif pada

perilaku kesehatan mental dengan memanfaatkan berbagai teori dan teknik

komunikasi (seperti komunikasi massa atau interpersonal). Informasi

mengenai pendekatan pengobatan klinis, pencegahan penyakit, Ruang

lingkup komunikasi kesehatan meliputi peraturan bisnis kesehatan dan

promosi kesehatan.

25
Penelitian mengenai kesehatan mental telah dilakukan dalam

disiplin psikologi sejak abad ke-19. Dalam bentuknya yang paling dasar,

psikologi adalah studi tentang kesehatan mental. Penelitian tentang

kesehatan mental berkembang pesat pada pertengahan abad ke-20,

bertepatan dengan terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi (Fakhriyani,

2019; Ramyulis).

Studi tentang kesehatan mental membangun hubungan antara

pencapaian kesejahteraan emosional dan norma, peraturan, dan kerangka

prosedur. Seseorang yang biasanya merasa nyaman, aman, dan damai

dianggap memiliki mental yang sehat dan kuat secara intelektual

(Jalaluddin, 2015). Secara umum, kesehatan mental mengacu pada

kemampuan individu untuk tumbuh di segala bidang fisik, intelektual,

emosional, dan sosial—serta selaras dengan orang lain, sehingga

memungkinkan mereka untuk terlibat dengan lingkungan sekitarnya. Gejala

kesehatan mental dapat berasal dari gagasan, perasaan, keinginan, sikap,

persepsi, pendapat, dan keyakinan seseorang tentang kehidupan. Hal-hal

tersebut perlu diselaraskan satu sama lain untuk mencegah kekhawatiran,

keraguan, dan konflik yang saling bertentangan, terutama jika menyangkut

diri sendiri.

Mental yang kuat menunjukkan ciri-ciri kesehatan mental. Yusuf

(2011) menyatakan bahwa ciri-ciri pola pikir dan mental yang sehat adalah

sebagai berikut:

26
1. Terhindar dari gangguan jiwa (neurose) dan penyakit jiwa

(psychose). Untuk situasi ini, individu yang memiliki intelektualitas

yang kuat dapat hidup dalam kenyataan dan mampu mengalahkan

permasalahan yang dihadapinya.

2. Kemampuan beradaptasi yang kuat adalah salah satu proses untuk

memperoleh kebutuhan diri, dengan cara ini seseorang dapat untuk

mengatasi stress, frustrasi, dan masalah tertentu dengan cara-cara

yang nyaman dan diciptakan oleh masing-masing individu.

3. Kapasitas untuk meningkatkan potensi secara maksimal. Strategi ini

adalah cara untuk meningkatkan kualitas masing-masing individu

melalui kerja sama dinamis melalui berbagai latihan dan bermanfaat

Misalnya melalui bekerja, belajar, berorganisasi, olahraga,

melakukan hobi dan kegiatan aktif lainnya.

4. Mempunyai diri yang siap untuk membuat dan mencapai

kebahagiaan diri sendiri maupun orang lain walaupun dengan sudut

pandang yang bebeda. Orang-orang dengan kondisi mental yang

sehat akan memperlihatkan sikap dan perilaku yang mengatasi

masalah atau tanggapan mereka terhadap keadaan yang sedang

dihadapi, dan memiliki reaksi perilaku yang positif.

5. Dapat mempunyai pola pikir yang sehat dan menunjukkan perilaku

positif untuk mencapai kebahagiaan pribadi dan orang lain. Selalu

berusaha untuk tidak menjadikan orang lain korban demi

kebahagiaan diri sendiri dan tidak mencari keuntungan dari

kesengsaraan orang lain.

27
5. Tipe Kepribadian Manusia

Kepribadian manusia merupakan salah satu aspek yang paling

menarik dan kompleks dalam studi psikologi. Kepribadian manusia juga

salah satu karakteristik yang mencermiakan perilaku, pola pikir dan emosi

seseorang. Setiap individu pasti mempunyai bagian diri yang paling

mencerminkan dan mewakili pribadi mereka. Secara umum, telah terbagi

menjadi tiga tipe kepribadian yang sering diidentifikasi. Ketiga tipe tersebut

adalah tipe kepribadian ekstrovert, introvert dan ambivert.

Klasifikasi kepribadian menjadi tiga tipe kepribadian ekstrovert,

introvert dan ambivert dapat mencerminkan adanya pola komunikasi serta

interaksi sosial pada masing-masing individu. Tipe kepribadian ekstrovert

cenderung menikmati interaksi sosial dan memiliki energi pada dirinya yang

tinggi. Individu dengan tipe kepribadian ekstrovert lebih mudah untuk

bergaul, suka berbicara dan membuka diri untuk mencari pengalaman baru.

Mereka cenderung mendapatkan energi untuk diri mereka dari berinteraksi

dengan orang lain. Kepribadian ekstrovert sering kali dihubungkan dengan

sifat-sifat seperti percaya diri dan mudah bergaul.

Tipe kepribadian introvert lebih cenderung bersikap tenang, berhati-

hati dan mendapatkan energi dengan menikmati waktu sendiri. Dalam

berpikir individu yang memiliki tipe kepribadian ini lebih suka berpikir

secara mendalam. Selain itu, memiliki sedikit kelompok dalam berteman

dan tidak suka dengan keramaian. Meskipun, introvert dianggap sebagai

sikap yang tenang, tapi bukan berarti tidak memiliki keterampilan sosial

28
atau tidak mudah dalam beradaptasi. Dan untuk tipe kepribadian ambivert

adalah kombinasi dari ekstrovert dan introvert, dimana tipe kepribadian ini

menunjukkan sifat-sifat ekstrovert dan introvert secara bersamaan. Mereka

dapat menikmati interaksi sosial, tetapi juga suka menikmati waktu sendiri.

Secara keseluruhan, tipe kepribadian ekstrovert, introvert, dan

ambivert memberikan kerangka dasar untuk memahami bagaimana individu

berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Meskipun tiap kepribadian tidak

ada yang lebih baik dari kepribadian yang lain, pemahaman akan perbedaan

yang terjadi ini dapat membantu membangun komunikasi lebih efekti dan

memperkaya hubungan antar individu.

6. Layanan Interaktif Kesehatan Mental di Media Sosial

Media sosial adalah salah satu media atau platform yang memiliki

manfaat bagi penggunanya. Munculnya layanan interaktif kesehatan mental

di media sosial merupakan inisiatif yang dirancang dengan tujuan untuk

menyampaikan informasi, memberikan konseling dan dukungan terkait

kesehatan mental seseorang. Bentuk dari layanan tersebut dapat berupa grup

diskusi, sebuah forum, saluran komunikasi langsung (konseling) antar

penyedia layanan dan pengguna atau bisa juga berupa webinar. Berikut

adalah beberapa layanan interaktif kesehatan mental yang ada di media

sosial:

1) Support Group atau Grup Dukungan Kesehatan Mental

Grup ini bertujuan agar anggota dapat berbagi pengalaman,

memberikan saran atau masukan dan juga memberikan

29
dukungan satu sama lain. Grup ini dapat dibuat si sebuah

platform media sosial. platform tersebut seperti Facebook dan

Whatsapp.

2) Layanan Konseling Online

Layanan ini dilakukan antar penyedia layanan dengan pengguna

lewat sebuah platform seperti halodoc, Instagram, Facebook

atau Youtube untuk berbagi keluh kesah, cerita, pengetahuan,

diskusi ataupun tanya jawab seputar kesehatan mental.

3) Mental Health Campaign atau Kampanye Kesehatan

Mental

Menggunakan media sosial sebagai sarana untuk

mengkampanyekan tentang isu-isu kesehatan mental.

4) Webinar atau Siaran Langsung.

Layanan ini dilakukan dengan menggunakan sebuah fitur siaran

langsung pada platform Instagram, Facebook ataupun media

sosial lainnya. Dan webinar dapat menggunakan Aplikasi Zoom

ataupun Google Meet untuk menyelenggarakan acara berbagi

pengetahuan seputar topik kesehatan mental.

Layanan yang diberikan harus berjalan dengan adanya pengawasan

dari profesional dibidang kesehatan mental dan sudah terlatih serta

berkompeten. Selain itu, perlu memahami dan mematuhi kebijakan etika

dan privasi dalam memberikan layanan kesehatan mental.


30
Pentingnya kesadaran masyarakat akan gangguan kesehatan mental

perlu di tingkatkan karena kesehatan mental merupakan aspek integral dari

kesejahteraan suatu individu dan komunitas. Dengan meningkatkan

pemahaman tentang gangguan kesehatan mental, masyarakat nantinya dapat

lebih memahami tentang apa saja tantangan yang akan dihdapai oleh

individu yang mengalami gangguan kesehatan mental dan membuka jalan

untuk memberi dukungan dan empati.

Kesadaran masyarakat mengenai gangguan kesehatan mental ini

akan menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan, identifikasi

dini dan gangguan kesehatan mental. Namun, saat ini kenyataannya

pengguna layanan kesehatan mental ada yang terhalang dengan adanya

stigma kepada seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental dan

datangnya dari lingkungan atau pun diri sendiri. Stigma tersebut yang akan

membuat penderita gangguan kesehatan mental akan menolak pengobatan

karena malu untuk dengan lingkungan sekitarnya. Seiring dengan itu,

meningkatkan kesadaran tentang sumber daya kesehatan mental yang sudah

tersedia di masyarakat dan dapat membantu masyarakat adalah salah satu

langkah penting untuk membantu individu mengelola kesehatan mental

mereka.

7. Fokus Penelitian

Interaktivitas yang terjadi pada akun media sosial Instagram

@[Link] yang menjadi salah satu media informasi dan wadah

konsultasi mengenai kesehatan mental. Berdasarkan ciri-ciri media baru,

31
khususnya media sosial, yang bersifat interaktif dan memungkinkan

komunikasi dua arah, hal ini dijadikan penekanan penelitian. Sehingga

dapat diketahui interaktivitas akun media sosial Instagram sebagai media

layanan konsultasi.

8. Penelitian Terdahulu

Peneliti membandingkan penelitian yang telah dilakukan di masa

lalu atau penelitian terdahulu dengan yang akan dilakukan untuk lebih

memahami interaktivitas di media sosial. Informasi yang diberikan

diharapkan menunjukkan bahwa belum ada peneliti sebelumnya.

Tabel II.1 Penelitian Terdahulu

No Nama Judul Metode Hasil


1. Wowor, H. A. F., Kualitatif Untuk membantu kesehatan mental
& Putri, K. Y. S. seseorang, komunikasi sangatlah
(2022). penting, terutama bagi mahasiswa
Komunikasi perantauan yang kini harus belajar di
Interpersonal masa pandemi. Bersikap terbuka dan
Keluarga sebagai mau mendengarkan adalah tanda
Penunjang komunikasi yang mendorong hal ini.
Kesehatan Ada mahasiswa yang memutuskan
Mental untuk mudik ke kampung halaman di
Mahasiswa masa pandemi ini, namun ada juga
Rantau Asal yang terpaksa tetap tinggal di
Papua-Papua perantauan karena keadaan tertentu.
Bara Meskipun setiap mahasiswa memiliki
cerita pengalaman yang unik dan
berbeda, mereka semua pada
padasarnya merasa tertekan dengan
perkuliahan yang mengakibatkan
stress. Mahasiswa biasanya percaya
bahwa beban mereka lebih ringan
ketika ada komunikasi. Mahasiswa
memperoleh kekuatan dan antusiasme
dari jawaban orang tuanya, sehingga
menurunkan stres dan meningkatkan
32
kesehatan mental. Mahasiswa merasa
lega dan terhibur dengan kesediaan
para orang tua untuk mendengarkan
narasi dan memberikan komentar-
komentar yang membesarkan hati
2. Tulandi, E. V., Kualitatif UbahStigma adalah strategi
Rifai, M., & komunikasi yang melibatkan
Lubis, F. O. identifikasi target audiens,
(2021). Strategi pengumpulan pesan, penetapan
Komunikasi protokol, dan pemilihan media yang
Akun Instagram akan digunakan untuk meningkatkan
UbahStigma kesadaran masyarakat mengenai
Dalam kesehatan mental. Dukungan dari
Meningkatkan kelompok lain, pengikut Instagram,
Kesadaran ahli kesehatan mental, psikolog, dan
Masyarakat influencer semuanya membantu dalam
Mengenai mencapai tujuan komunikasi
Kesehatan UbahStigma. Sebaliknya, kendalanya
Mental adalah karena salah menafsirkan pesan
UbahStigma agar dapat memahami
pokok bahasan dan menjadikan
substansi pesan menjadi penting dan
mendalam.
3. Afrinda, R. A. Kualitatif Temuan penelitian ini menggambarkan
A., Irawan, B., & konsep user to system, yang
Boer, K. M. memungkinkan pengguna untuk
(2020). terlibat dengan situs web melalui fitur-
Interaktivitas fiturnya. Konsep user to user mengacu
Website pada komunikasi yang terjadi antara
Belimbing. Id pengguna atau antara pengguna dan
Sebagai Media pengelola situs. kolom untuk
Komunikasi berdiskusi bagi Ketua RT pada Sistem
Dalam Pelayanan e-RT, dan masyarakat pada
Meningkatkan kolom kontak. Terakhir user to
Sistem document kali ini terjadi dalam
Pelayanan konstruksi, yang terbagi dalam pesan
Masyarakat Di situs web. Misalnya, pengguna
Kelurahan berinteraksi dengan situs web dengan
Belimbing memposting komentar. interaktivitas
Kecamatan ini tidak terjadi karena pada informasi
Bontang Barat atau berita yang diposting oleh pihak
Kota Bontang

33
Kelurahan hanya dapat di baca saja
tanpa ada fitur pendukung lainnya.

34

Anda mungkin juga menyukai