BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Media Sosial Sebagai Media Baru (New Media)
Akibat dari digitalisasi dan penggunaannya yang meluas sebagai alat
komunikasi, media baru mencakup berbagai teknologi komunikasi
(McQuil, 2011: 148). Mengingat pesatnya perkembangan teknologi saat ini,
inovasi media lama yang dianggap kurang relevan tergantikan oleh media
baru. Media lama yang menjadi perhatian antara lain buku, majalah, film,
dan televisi. Media lama tersebut bukan lagi tidak terpakai namun,
berproses dan diadaptasi dalam bentuk media baru. Media baru atau new
media dapat didefinisikan sebagai sebuah media yang menekankan format
isi, dimana didalamnya dikombinasi dengan teks, gambar, suara dan lainnya
dalam format digital dengan sistem penyebarannya menggunakan jaringan
internet.
Buku luar biasa Mark Porter "The Second Media Age" dirilis pada
tahun 1990. Buku tersebut menjelaskan munculnya periode baru dalam
masyarakat serta media baru, teknologi interaktif, dan koneksi jaringan,
khususnya di dunia maya (Littlejohn, Stephen W, 2014). Jaringan internet
saat ini sangat memudahkan konsumen untuk mengakses berbagai format
komunikasi baru. Ada banyak aspek media baru. pertama, aspek seperti
kesenangan, hiburan, dan kebiasaan konsumsi media. Kedua, sebagai
pendekatan baru untuk menggambarkan dunia sebagai komunitas online.
Ketiga, ini adalah jenis kemitraan baru antara pengguna atau individu
10
dengan tekonologi media. Keempat, perspektif baru mengenai individu,
identitas, dan komunitas. Kelima, sebagai cara individu menyesuaikan diri
dengan teknologi media. Terakhir, membahas akses, kepemilikan, kontrol,
legislasi, industri, dan budaya media.
Menurut Mondry (2008), media baru adalah segala bentuk media
yang menggunakan jaringan internet untuk melakukan tugasnya. Media
online mengacu pada media yang berteknologi maju, interaktif, mudah
beradaptasi, dan dapat diakses publik yang dapat diakses oleh khalayak luas
atau secara pribadi. Adapun pemaparan komprehensif McQuail (2011)
tentang atribut media baru, yang mencakup interaktivitas dan akses jaringan
dari beragam khalayak yang bertindak sebagai pengirim dan penerima
informasi, serta banyak aplikasi. Melalui sifat-sifat teknologi baru ini,
media baru hadir tidak hanya sebagai teknologi baru atau media
penghubung yang mengkomunikasikan pesan tetapi juga sebagai sarana
hubungan sosial. Menurut Flew (dalam Hastjarjo, 2012), media baru
merupakan gabungan dari tiga hal yaitu, komputasi dan teknologi informasi,
jaringan komunikasi, media digital, dan konten informasi.
Menurut McQuail (2011), ada sejumlah ciri yang membedakan
media baru dengan media tradisional, antara lain:
a. Interactivity (Interaktivitas)
Berdasarkan reaksi dan tindakan pengguna dalam
kaitannya dengan materi yang dihasilkan oleh pengirim atau
sumber pesan.
11
b. Social Presence (sociability)
Sentuhan atau interaksi pribadi yang dapat terjalin
melalui penggunaan suatu media dan dialami oleh pengguna.
c. Autonomy
Pengguna yakin bahwa mereka tidak bergantung
terhadap sumbernya dan memiliki kendali atas konten dan
cara penggunaannya.
d. Playfulness
Digunakan untuk mencari kesenangan dan hiburan.
e. Privacy
Mengenai pemilihan dan pemanfaatan media atau
konten tertentu.
f. Personalization
Karena setiap orang berbeda, mereka semua berhak
memilih sendiri konten apa yang mereka perlukan dan ingin
gunakan.
Dengan segala manfaatnya, media telah merambah ke setiap aspek
kehidupan manusia. Media sosial merupakan salah satu media baru yang
muncul akibat kemajuan zaman dan bentuk media yang berinteraksi dengan
pengguna melalui internet dan memungkinkan mereka mengekspresikan
siapa diri mereka. Bekerja sama, bertukar pikiran, berkomunikasi dengan
pengguna lain, dan menciptakan ikatan sosial virtual atau non-tatap muka.
Selain berfungsi sebagai ruang waktu untuk interaksi pengguna, media
sosial merupakan platform digital tempat terjadinya realitas sosial. Pada
12
dasarnya, beberapa ahli yang mempelajari internet meyakini bahwa media
sosial mewakili peristiwa yang terjadi di dunia nyata, misalnya plagiarisme
(Nasrullah, 2017).
Van Dijk (2013), dikutip dalam Nasrullah (2017), menyatakan
bahwa media sosial adalah bentuk media baru yang menekankan pada
keberadaan pengguna yang memanfaatkan media untuk mendukung
aktivitas dan kerja tim mereka. Dengan demikian, media sosial dapat
diartikan sebagai media online (fasilitator) yang membantu pengguna
memperkuat ikatan sosialnya. Dengan kata lain, media sosial mengacu pada
platform online yang memfasilitasi pengenalan diri, kerja tim, komunikasi,
berbagi, dan pengembangan koneksi virtual antar pengguna. Sedangkan
komunikasi individu yang bersifat “to be shared one to one” dalam arti
saling berbagi antar individu atau dengan siapapun tanpa adanya motivasi
pribadi inilah definisi media sosial menurut Meike dan Young 2012 (dalam
Nasrullah, 2017). Salah satu jenis kemajuan teknologi adalah media sosial.
Dengan perangkatnya yang berkualitas tinggi dan kaya fitur, media sosial
memungkinkan banyak orang terlibat dalam aktivitas baru dan
memudahkan mereka mengambil dan berbagi gambar.
Ciri-ciri media sosial menurut Nasrullah (2017):
1. Network (jaringan), jaringan sosial menjadi salah satu karakteristik
dari media sosial karena terbangun dari jaringan atau internet.
Karakter dari media sosial adalah untuk membentuk Jaringan antar
13
penggunanya (user) yang dibantu oleh perangkat teknologi seperti
komputer, telepon genggam atau tablet.
2. information (informasi), merupakan salah satu karakteristik yang
paling penting dari media sosial dimana pengguna media sosial
dapat mengkreasikan, mengekspresikan, representasi identitasnya,
memproduksi konten dan melakukan interaksi dengan khalayak luas
berdasarkan sebuah informasi. Pada media sosial, informasi menjadi
konsumsi oleh pengguna atau khalayak luas.
3. Archive (arsip), arsip menjadi karakteristik dari media sosial yang
menjelaskan bahwa informasi telah tersimpan dan dapat diakses
kapanpun melalui perangkat apapun. ketika mengakses media sosial
dengan memiliki akun di media sosial terlebih dahuu, pengguna
secara otomatis membuat penyimpanan data yang dapat diakses oleh
siapa saja.
4. Interactivity (interaksi), merupakan suatu konsep tentang
komunikasi yang terjalin antar pengguna dengan menggunakan
media baru. Contoh dari interaksi tersebut yakni, saling
mengomentari, memberikan like, atau menggunakan fitur yang ada
sudah termasuk dalam bentuk sederhana interaksi yang terjalin di
media sosial. Interaksi juga bisa diartikan sebagai suatu konsep yang
menghapuskan batas ruang serta waktu sehingga dapat digunakan
kapan saja tanpa memikirkan jarak dan waktu.
5. Simulation social (Simulasi sosial), Fitur ini memberikan kesan
bahwa pengguna media sosial tidak bisa lagi membedakan mana
14
yang asli dan yang hanya ada di layar. Sebab media telah
berkembang menjadi realitas terbitannya sendiri dan tidak lagi
menampilkan dunia nyata. Realitas sendiri tidak senyata apa yang
disajikan di media.
6. User generated content (Konten oleh pengguna), menunjukkan
bahwa informasi pada platform media sosial adalah milik individu
pengguna atau pemegang akun. Pengguna hanya berfungsi sebagai
konsumen dan produsen sekaligus.
7. Penyebaran, Saat konten dibuat, pengguna atau khalayak secara
aktif menyebarkannya.
Kemampuan media konvensional untuk menjangkau sejumlah
pengguna terbatas membedakannya dari media baru. Media sosial, di sisi
lain, memiliki basis pengguna yang tidak terbatas. Berdasarkan cakupan
demografis, yang mencakup hal-hal seperti jenis kelamin, usia, geografi,
dan sebagainya, media sosial dapat menawarkan tujuan bagi pengguna
dengan jangkauan yang luas. Media online hadir dalam berbagai bentuk. Ini
termasuk ruang obrolan, podcast, jejaring sosial seperti Facebook dan Line,
situs mikroblog seperti Twitter, situs berbagi foto dan video seperti
YouTube, TikTok, Instagram, dan Snapchat, serta podcast.
2. Media Sosial Instagram
Media Sosial Instagram adalah salah satu jenis konsekuensi atau
bentuk dari adanya kemajuan dan perkembangan internet. Instagram
dianggap sebagai salah satu hiburan virtual yang saat ini sangat populer di
15
kalangan. Hal ini dapat dibuktikan dengan pertumbuhan pengguna
Instagram secara konsisten. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya,
Instagram melaporkan peningkatan pengguna aktif bulanan pada bulan
April 2017, mencapai sekitar 800 juta akun (Yusuf, 2017). Instagram pada
dasarnya adalah aplikasi berbagi foto dan video, bukan platform hiburan
virtual atau media sosial lainnya. Yang membedakan Instagram dari bentuk
hiburan internet lainnya adalah keunikannya. Selain itu, sistem, fondasi, dan
fitur Instagram sering diperbarui. Instagram telah memperbarui fitur-
fiturnya sejak diluncurkan pada tahun 2010 untuk menjadikannya lebih
komprehensif dan benar-benar menarik. Fitur-fitur yang kini tersedia di
Instagram adalah sebagai berikut:
1. Follower (Pengikut) dan Following (Mengikuti)
Salah satu cara untuk berpartisipasi dalam sistem kerja sosial
Instagram adalah dengan mengikuti pengguna lain atau
mendapatkan pengikut di platform tersebut. Hasilnya, preferensi
postingan dan komentar tambahan pada gambar atau video yang
diposting pengguna lain mungkin membantu mengatur percakapan
atau komunikasi di antara pengguna Instagram. Pengguna juga dapat
menggunakan tautan ke akun hiburan online lainnya, seperti
Facebook dan Twitter, untuk mencari teman di Instagram.
2. Posting (Mengunggah Foto/Video dengan Caption)
Instagram digunakan sebagai platform bagi pengguna untuk
mengirimkan dan bertukar video atau gambar dengan pengguna lain.
Ada batasan unggahan 10 gambar atau 10 video bagi pengguna di
16
Instagram saat berbagi dokumen. Untuk rekamannya sendiri dapat
diunggah namun tidak bisa lebih dari satu menit. Pengguna dapat
menambahkan judul, deskripsi, dan penjelasan pribadi pada foto
sebelum mengunggahnya sesuai keinginan mereka. Untuk
mengkategorikan gambar pada unggahan, pengguna memiliki opsi
untuk memberi nama pada judul foto.
3. Kamera
Gambar yang diambil dengan aplikasi Instagram dapat
disimpan. Dengan menggunakan kamera Instagram, pengguna juga
bisa langsung memanfaatkan efek yang sudah ada untuk mengubah
warna foto sesuai keinginannya.
4. Efek (Filter)
Saat mengedit foto, pengguna dapat menggunakan efek versi
dasar Instagram. Pengguna dapat mengubah gambar dengan
menerapkan efek, seperti mengatur saturasi, kecerahan, kegelapan,
kontras, warna, dan lain sebagainya.
5. Arroba
Pengguna Instagram dapat menandai pengguna lain dengan
menambahkan arroba (@) dan nama akun Instagram pengguna lain.
Fitur ini serupa dengan yang terdapat di Twitter dan Facebook. Tak
hanya di komentar foto, di deskripsi foto pun pengguna bisa
menandai pengguna lain. Intinya, menandai pengguna lain
dimaksudkan untuk memfasilitasi percakapan dan interaksi dengan
mereka yang telah ditandai.
17
6. Tagar atau Label foto
Label Instagram memungkinkan pengguna untuk lebih
mudah mencari foto dengan menggunakan kata kunci tertentu.
Akibatnya, orang memberi label pada foto agar lebih mudah
ditemukan. Label berguna untuk berbagai jenis penelitian yang
melibatkan gambar nyata. Pengguna memiliki pilihan untuk
mencantumkan nama, lokasi foto, informasi acara dan lain
sebagainya. Ada opsi untuk menambahkan label ke foto yang
diunggah yang sesuai dengan data yang ditautkan ke foto tersebut.
7. Geotagging
Bagian Geotag merupakan bagian berikutnya setelah
memberikan judul foto. Saat pengguna mengaktifkan GPS mereka,
bagian ini akan muncul. Sejalan dengan itu, Instagram dapat
mengidentifikasi di mana pengguna Instagram ditemukan. Dengan
memberi tag geografis, pengguna dapat diidentifikasi di mana
mereka mengambil gambar atau di mana foto tersebut dipindahkan.
8. Jejaring sosial
Pengguna memiliki opsi untuk mengunggah foto-foto ini di
Instagram, namun foto-foto tersebut juga dapat dibagikan melalui
platform lainnya seperti Facebook dan Twitter dengan mengaitkan
akun Instagram tersebut ke media sosial atau akun hiburan virtual
lainnya.
9. Tanda suka
18
Seperti halnya Facebook, Instagram juga menyertakan opsi
"suka" yang menandakan bahwa pengguna lain telah menyukai foto
yang dikirimkan pengguna lain.
10. Instastory
Instagram Stories disingkat menjadi Instastory. Pengguna
Instagram dapat berbagi video atau gambar melalui Instastory, fitur
dengan sistem hapus otomatis yang masa berlakunya akan habis
setelah 24 jam. Pengguna dapat menerapkan efek di fitur Instastory.
11. Arsip Foto
Fitur ini dapat digunakan sebagai koleksi rahasia atau
sebagai media pribadi. Oleh karena itu, pengguna dapat bertukar
gambar atau rekaman penting yang dapat mereka lihat.
12. Closefriend
Dengan fungsi ini, pengguna dapat mengirimkan rekaman
atau gambar yang hanya dapat dilihat oleh pengguna yang telah
mereka tunjuk sebagai "Teman Dekat".
13. Siaran langsung
Dengan bantuan fitur ini, pengguna dapat berkomunikasi
dengan pengikutnya secara real time melalui rekaman tanpa batasan
durasi.
14. IG TV
Pengguna dapat mengunggah rekaman berdurasi lebih dari
satu menit dengan fitur ini dan saat ini rekaman tersebut sudah bisa
disimpan dalam umpan profil unggahan.
19
15. IG Reels
Fitur ini baru saja tersedia di Instagram yang menyediakan
pengguna instagram untuk dapat mengunggah dan melihat hanya
video pada satu beranda dengan durasi tertentu dan dapat
menambahkan audio, efek, maupun berbagai filter.
Dalam buku berjudul Instagram Handbook, Atmoko (2012)
mengungkapkan bahwa aplikasi Instagram memuat lima menu dasar, antara
lain:
1. Home page
Layar beranda menampilkan gambar terbaru yang diunggah
oleh pengguna yang Anda ikuti.
2. Comment
Pengguna dapat meninggalkan komentar di bagian komentar
pada foto yang di unggah dengan saran, kritik, atau pujian.
3. Explore
Explore merupakan tampilan gambar atau video yang
banyak disukai dan digemari oleh pengguna Instagram saat ini.
4. Profile
Halaman profil adalah halaman yang memberikan gambaran
singkat namun lengkap tentang pemilik akun.
5. News Feed
Sebuah fitur yang memfasilitasi penyajian notifikasi untuk
berbagai aktivitas yang telah diselesaikan pengguna.
20
3. Interaktivitas Media Sosial
Saluran interaktif yang memungkinkan pengguna untuk aktif dalam
berkomunikasi dan terlibat dalam komunikasi dua arah merupakan
pengertian dari Computer Mediated Communication (CMC). Menurut
Greenberg, dengan adanya teknologi membuat komunikasi yang terjalin
lebih mudah dimana CMC dapat menyambungkan jarak geografis yang jauh
dan menciptakan komunitas baru yang terdiri dari individu- individu dimana
sebelumnya individu tersebut terhalang oleh jarak yang jauh dari jangkauan.
CMC dalam pengoperasiannya mencakup beberapa konferensi yakni
computer, e-mail, online chat. Keperluan berbasis data, pesan instan dan
lingkungan yang berbasis web.
Empat unsur penting yang dimiliki oleh CMC yaitu: (1) Pengguna
(User) dengan fungsi sebagai pengirim pesan (komunikator) dan penerima
pesan (komunikan). (2) Media (Medium) merupakan jenis saluran yang
menyediakan fasilitas untuk proses komunikasi dan interaksi sesama
pengguna. (3) Pesan (Message) yakni pesan yang ingin disampaikan dan
didapatkan oleh pengguna menggunakan bantuan media yang digunakan.
(4) Pengaturan Komunikasi (Communication Setting) adalah waktu dan
lingkungan komunikasi yang dapat menyesuaikan dengan waktu yang
dimiliki partisipan (Mahmoud & Auter, 2009). Internet hadir untuk
mengubah komunikasi dengan beberapa cara dan model model baru untuk
menawarkan berbagai potensi komunikasi yang lebih berkembang
dibandingkan oleh media massa sebelumnya. Salah satu fitur media baru
adalah Interaktivitas.
21
“interaksi” merupakan asal kata dari interaktif dalam kamu bahasa
Indonesia yang berarti berinteraksi, memberi pengaruh, berinteraksi dan
dinamis bersama. Korespondensi adalah komunikasi, dan dalam
komunikasi ada interaksi. Interaksi dalam arti terbatas adalah pergerakan
untuk saling mempengaruhi. Proses komunikasi untuk menyampaikan
pesan yang informatif dari komunikator kepada komunikan dengan disertai
Tindakan, pergerakan tanggapan baik secara langsung maupun tidak
langsung melalui media sosial disebut dengan komunikasi interaktif.
Umpan balik merupakan penilaian komunikan terhadap pesan komunikator,
atau sebaliknya. Reaksi terhadap pesan atau kritik merupakan bagian
penting dari paradigma komunikasi interaktif (West et al., 2013).
Komunikasi interaktif adalah jenis komunikasi media massa dua arah yang
menarik minat khalayak yang cukup besar (tinggi).
Interaktivitas sebuah ide dalam studi komunikasi media baru. Salah
satu kompenen lingkungan digital dapat dikatakan sebagai interaksi.
Sederhananya, interaktivitas adalah segala sesuatu yang harus dilakukan
melalui komunikasi tatap muka dan komunikasi yang dimediasi secara
teknologi (Downes & McMillan, 2000). Kapasitas pengguna untuk
berkomunikasi secara langsung dengan teknologi dan membentuk setiap
pesan yang dibuat dikenal sebagai interaksi. Interaktivitas didefinisikan
oleh William, Rice, dan Rogers sebagai siklus komunikasi antar peserta
yang bertanggung jawab atas pekerjaan mereka dan mempunyai pilihan
untuk menukarnya dengan insentif.
22
Interaktivitas merupakan ciri komunikasi media, tidak sekedar
menerima secara pasif. Hal ini menunjukkan adanya dukungan, kontrol, dan
aktivitas dalam interaksi. (Klein, 2009). Tingkat interaktivitas yang ada
dalam suatu media bergantung pada seberapa besar elemen-elemennya
memberikan koneksi kepada penerima manfaat, namun juga sejauh mana ia
menjamin komunikasi bagi beberapa individu (Roehm & Haugtvedt, 1999).
Menurut persepektif fungsional, tingkat interaktivitas diartikan sebagai
kapasitas kerangka kerja untuk melengkapi wacana atau pertukaran data
antara pengguna dan kerangka kerja (system). Kehadiran unsur-unsur dalam
kerangka tersebut merupakan bukti kecerdasan yang memadai. Semakin
banyak fitur atau sistem yang dikandungnya, semakin besar pula
interaktivitasnya (Sundari, 2003).
Menurut McMillan, ada tiga jenis interaktivitas (Lievrouw &
Livingstone, 2006):
1. User to User
Bentuk interaktivitas user tu user merupakan jenis
komunikasi antar pengguna media. Interaktivitas yang terjadi
dengan adanya format kirim yang kemudian mendapatkan respon
yang kirim melalui pesan singkat atau forum diskusi dengan
pembicaraan terarah.
2. User to System
23
Interaktivitas mengacu pada komunikasi melalui teknologi
situs web, termasuk mengunduh dan mengklik tautan ke fitur
jaringan tertentu, lalu pilih. Khusus bagi pengguna yang berinteraksi
dengan fungsi website, komunikasi ini bersifat satu arah.
3. User to Document
Jenis komunikasi ini terjadi ketika pengguna berbagi pesan di
situs web dan menggabungkannya ke dalam pesan baru dengan tetap
mempertahankan konten inti dari pesan aslinya. Menurut McMillan,
pertukaran ini memerlukan "penciptaan ulang" konten, atau
menyebarkan kembali informasi. Dan dapat menawarkan informasi
yang dapat mengubah pesan yang disampaikan oleh situs web
(Lievrouw & Livingstone, 2006). Pengguna dapat menyesuaikan
dengan mengubah pesan sesuai kebutuhannya sendiri.
Komunikasi dinamis antara komunikator dan komunikan yang
terhubung dikenal sebagai komunikasi interaktif. Interaktivitas komunikasi
dihasilkan oleh pertukaran data yang konstan antara komunikator dan
komunikan. Media atau saluran digunakan dalam komunikasi interaktif
sebagai wadah berdiskusi untuk menyampaikan pesan. Bentuk media baru
yang benar-benar mendukung komunikasi interaktif adalah media sosial.
Berfungsi sebagai pertemuan untuk tujuan transmisi data antara
komunikator dan komunikan, memungkinkan berbagi data secara
kolaboratif. Interaksi media sosial sangatlah mudah mereka pada dasarnya
berbentuk suka (like) dan komentar yang dikirim antar pengguna.
24
Interaksi juga dapat diartikan sebagai gagasan yang menghilangkan
batas-batas keberadaan (jarak dan waktu). Pada media sosial penggunanya
dapat mengetahui kecenderungan masing-masing individu dan terus
bekerja sama serta menciptakan interaktivitas keterkaitan lebih lanjut.
Instagram merupakan platform hiburan online yang dapat dimanfaatkan
sebagai alat atau media komunikasi interaktif. Instagram tetap dapat
dimanfaatkan untuk komunikasi interaktif antara komunikator dan
komunikan, meskipun interaksi tatap muka keduanya tidak dapat dilakukan
jika menggunakan platform tersebut.
4. Komunikasi Kesehatan Mental
Karena manusia adalah makhluk sosial, maka mereka menbutuhkan
interaksi publik yang nyaman dengan orang terdekatnya. Gordon
menyatakan dalam Simanjuntak (2013) bahwa kaitan ini sangat penting bagi
kelangsungan hidup manusia karena membantu orang mengelola stres dan
kecemasan. Akibatnya manusia memerlukan dukungan sosial satu sama lain
berupa perhatian, penerimaan, atau bantuan orang lain.
Menurut Notoatmodjo dalam Harahap 2019, komunikasi kesehatan
adalah upaya terorganisir untuk memberikan pengaruh baik dan positif pada
perilaku kesehatan mental dengan memanfaatkan berbagai teori dan teknik
komunikasi (seperti komunikasi massa atau interpersonal). Informasi
mengenai pendekatan pengobatan klinis, pencegahan penyakit, Ruang
lingkup komunikasi kesehatan meliputi peraturan bisnis kesehatan dan
promosi kesehatan.
25
Penelitian mengenai kesehatan mental telah dilakukan dalam
disiplin psikologi sejak abad ke-19. Dalam bentuknya yang paling dasar,
psikologi adalah studi tentang kesehatan mental. Penelitian tentang
kesehatan mental berkembang pesat pada pertengahan abad ke-20,
bertepatan dengan terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi (Fakhriyani,
2019; Ramyulis).
Studi tentang kesehatan mental membangun hubungan antara
pencapaian kesejahteraan emosional dan norma, peraturan, dan kerangka
prosedur. Seseorang yang biasanya merasa nyaman, aman, dan damai
dianggap memiliki mental yang sehat dan kuat secara intelektual
(Jalaluddin, 2015). Secara umum, kesehatan mental mengacu pada
kemampuan individu untuk tumbuh di segala bidang fisik, intelektual,
emosional, dan sosial—serta selaras dengan orang lain, sehingga
memungkinkan mereka untuk terlibat dengan lingkungan sekitarnya. Gejala
kesehatan mental dapat berasal dari gagasan, perasaan, keinginan, sikap,
persepsi, pendapat, dan keyakinan seseorang tentang kehidupan. Hal-hal
tersebut perlu diselaraskan satu sama lain untuk mencegah kekhawatiran,
keraguan, dan konflik yang saling bertentangan, terutama jika menyangkut
diri sendiri.
Mental yang kuat menunjukkan ciri-ciri kesehatan mental. Yusuf
(2011) menyatakan bahwa ciri-ciri pola pikir dan mental yang sehat adalah
sebagai berikut:
26
1. Terhindar dari gangguan jiwa (neurose) dan penyakit jiwa
(psychose). Untuk situasi ini, individu yang memiliki intelektualitas
yang kuat dapat hidup dalam kenyataan dan mampu mengalahkan
permasalahan yang dihadapinya.
2. Kemampuan beradaptasi yang kuat adalah salah satu proses untuk
memperoleh kebutuhan diri, dengan cara ini seseorang dapat untuk
mengatasi stress, frustrasi, dan masalah tertentu dengan cara-cara
yang nyaman dan diciptakan oleh masing-masing individu.
3. Kapasitas untuk meningkatkan potensi secara maksimal. Strategi ini
adalah cara untuk meningkatkan kualitas masing-masing individu
melalui kerja sama dinamis melalui berbagai latihan dan bermanfaat
Misalnya melalui bekerja, belajar, berorganisasi, olahraga,
melakukan hobi dan kegiatan aktif lainnya.
4. Mempunyai diri yang siap untuk membuat dan mencapai
kebahagiaan diri sendiri maupun orang lain walaupun dengan sudut
pandang yang bebeda. Orang-orang dengan kondisi mental yang
sehat akan memperlihatkan sikap dan perilaku yang mengatasi
masalah atau tanggapan mereka terhadap keadaan yang sedang
dihadapi, dan memiliki reaksi perilaku yang positif.
5. Dapat mempunyai pola pikir yang sehat dan menunjukkan perilaku
positif untuk mencapai kebahagiaan pribadi dan orang lain. Selalu
berusaha untuk tidak menjadikan orang lain korban demi
kebahagiaan diri sendiri dan tidak mencari keuntungan dari
kesengsaraan orang lain.
27
5. Tipe Kepribadian Manusia
Kepribadian manusia merupakan salah satu aspek yang paling
menarik dan kompleks dalam studi psikologi. Kepribadian manusia juga
salah satu karakteristik yang mencermiakan perilaku, pola pikir dan emosi
seseorang. Setiap individu pasti mempunyai bagian diri yang paling
mencerminkan dan mewakili pribadi mereka. Secara umum, telah terbagi
menjadi tiga tipe kepribadian yang sering diidentifikasi. Ketiga tipe tersebut
adalah tipe kepribadian ekstrovert, introvert dan ambivert.
Klasifikasi kepribadian menjadi tiga tipe kepribadian ekstrovert,
introvert dan ambivert dapat mencerminkan adanya pola komunikasi serta
interaksi sosial pada masing-masing individu. Tipe kepribadian ekstrovert
cenderung menikmati interaksi sosial dan memiliki energi pada dirinya yang
tinggi. Individu dengan tipe kepribadian ekstrovert lebih mudah untuk
bergaul, suka berbicara dan membuka diri untuk mencari pengalaman baru.
Mereka cenderung mendapatkan energi untuk diri mereka dari berinteraksi
dengan orang lain. Kepribadian ekstrovert sering kali dihubungkan dengan
sifat-sifat seperti percaya diri dan mudah bergaul.
Tipe kepribadian introvert lebih cenderung bersikap tenang, berhati-
hati dan mendapatkan energi dengan menikmati waktu sendiri. Dalam
berpikir individu yang memiliki tipe kepribadian ini lebih suka berpikir
secara mendalam. Selain itu, memiliki sedikit kelompok dalam berteman
dan tidak suka dengan keramaian. Meskipun, introvert dianggap sebagai
sikap yang tenang, tapi bukan berarti tidak memiliki keterampilan sosial
28
atau tidak mudah dalam beradaptasi. Dan untuk tipe kepribadian ambivert
adalah kombinasi dari ekstrovert dan introvert, dimana tipe kepribadian ini
menunjukkan sifat-sifat ekstrovert dan introvert secara bersamaan. Mereka
dapat menikmati interaksi sosial, tetapi juga suka menikmati waktu sendiri.
Secara keseluruhan, tipe kepribadian ekstrovert, introvert, dan
ambivert memberikan kerangka dasar untuk memahami bagaimana individu
berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Meskipun tiap kepribadian tidak
ada yang lebih baik dari kepribadian yang lain, pemahaman akan perbedaan
yang terjadi ini dapat membantu membangun komunikasi lebih efekti dan
memperkaya hubungan antar individu.
6. Layanan Interaktif Kesehatan Mental di Media Sosial
Media sosial adalah salah satu media atau platform yang memiliki
manfaat bagi penggunanya. Munculnya layanan interaktif kesehatan mental
di media sosial merupakan inisiatif yang dirancang dengan tujuan untuk
menyampaikan informasi, memberikan konseling dan dukungan terkait
kesehatan mental seseorang. Bentuk dari layanan tersebut dapat berupa grup
diskusi, sebuah forum, saluran komunikasi langsung (konseling) antar
penyedia layanan dan pengguna atau bisa juga berupa webinar. Berikut
adalah beberapa layanan interaktif kesehatan mental yang ada di media
sosial:
1) Support Group atau Grup Dukungan Kesehatan Mental
Grup ini bertujuan agar anggota dapat berbagi pengalaman,
memberikan saran atau masukan dan juga memberikan
29
dukungan satu sama lain. Grup ini dapat dibuat si sebuah
platform media sosial. platform tersebut seperti Facebook dan
Whatsapp.
2) Layanan Konseling Online
Layanan ini dilakukan antar penyedia layanan dengan pengguna
lewat sebuah platform seperti halodoc, Instagram, Facebook
atau Youtube untuk berbagi keluh kesah, cerita, pengetahuan,
diskusi ataupun tanya jawab seputar kesehatan mental.
3) Mental Health Campaign atau Kampanye Kesehatan
Mental
Menggunakan media sosial sebagai sarana untuk
mengkampanyekan tentang isu-isu kesehatan mental.
4) Webinar atau Siaran Langsung.
Layanan ini dilakukan dengan menggunakan sebuah fitur siaran
langsung pada platform Instagram, Facebook ataupun media
sosial lainnya. Dan webinar dapat menggunakan Aplikasi Zoom
ataupun Google Meet untuk menyelenggarakan acara berbagi
pengetahuan seputar topik kesehatan mental.
Layanan yang diberikan harus berjalan dengan adanya pengawasan
dari profesional dibidang kesehatan mental dan sudah terlatih serta
berkompeten. Selain itu, perlu memahami dan mematuhi kebijakan etika
dan privasi dalam memberikan layanan kesehatan mental.
30
Pentingnya kesadaran masyarakat akan gangguan kesehatan mental
perlu di tingkatkan karena kesehatan mental merupakan aspek integral dari
kesejahteraan suatu individu dan komunitas. Dengan meningkatkan
pemahaman tentang gangguan kesehatan mental, masyarakat nantinya dapat
lebih memahami tentang apa saja tantangan yang akan dihdapai oleh
individu yang mengalami gangguan kesehatan mental dan membuka jalan
untuk memberi dukungan dan empati.
Kesadaran masyarakat mengenai gangguan kesehatan mental ini
akan menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan, identifikasi
dini dan gangguan kesehatan mental. Namun, saat ini kenyataannya
pengguna layanan kesehatan mental ada yang terhalang dengan adanya
stigma kepada seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental dan
datangnya dari lingkungan atau pun diri sendiri. Stigma tersebut yang akan
membuat penderita gangguan kesehatan mental akan menolak pengobatan
karena malu untuk dengan lingkungan sekitarnya. Seiring dengan itu,
meningkatkan kesadaran tentang sumber daya kesehatan mental yang sudah
tersedia di masyarakat dan dapat membantu masyarakat adalah salah satu
langkah penting untuk membantu individu mengelola kesehatan mental
mereka.
7. Fokus Penelitian
Interaktivitas yang terjadi pada akun media sosial Instagram
@[Link] yang menjadi salah satu media informasi dan wadah
konsultasi mengenai kesehatan mental. Berdasarkan ciri-ciri media baru,
31
khususnya media sosial, yang bersifat interaktif dan memungkinkan
komunikasi dua arah, hal ini dijadikan penekanan penelitian. Sehingga
dapat diketahui interaktivitas akun media sosial Instagram sebagai media
layanan konsultasi.
8. Penelitian Terdahulu
Peneliti membandingkan penelitian yang telah dilakukan di masa
lalu atau penelitian terdahulu dengan yang akan dilakukan untuk lebih
memahami interaktivitas di media sosial. Informasi yang diberikan
diharapkan menunjukkan bahwa belum ada peneliti sebelumnya.
Tabel II.1 Penelitian Terdahulu
No Nama Judul Metode Hasil
1. Wowor, H. A. F., Kualitatif Untuk membantu kesehatan mental
& Putri, K. Y. S. seseorang, komunikasi sangatlah
(2022). penting, terutama bagi mahasiswa
Komunikasi perantauan yang kini harus belajar di
Interpersonal masa pandemi. Bersikap terbuka dan
Keluarga sebagai mau mendengarkan adalah tanda
Penunjang komunikasi yang mendorong hal ini.
Kesehatan Ada mahasiswa yang memutuskan
Mental untuk mudik ke kampung halaman di
Mahasiswa masa pandemi ini, namun ada juga
Rantau Asal yang terpaksa tetap tinggal di
Papua-Papua perantauan karena keadaan tertentu.
Bara Meskipun setiap mahasiswa memiliki
cerita pengalaman yang unik dan
berbeda, mereka semua pada
padasarnya merasa tertekan dengan
perkuliahan yang mengakibatkan
stress. Mahasiswa biasanya percaya
bahwa beban mereka lebih ringan
ketika ada komunikasi. Mahasiswa
memperoleh kekuatan dan antusiasme
dari jawaban orang tuanya, sehingga
menurunkan stres dan meningkatkan
32
kesehatan mental. Mahasiswa merasa
lega dan terhibur dengan kesediaan
para orang tua untuk mendengarkan
narasi dan memberikan komentar-
komentar yang membesarkan hati
2. Tulandi, E. V., Kualitatif UbahStigma adalah strategi
Rifai, M., & komunikasi yang melibatkan
Lubis, F. O. identifikasi target audiens,
(2021). Strategi pengumpulan pesan, penetapan
Komunikasi protokol, dan pemilihan media yang
Akun Instagram akan digunakan untuk meningkatkan
UbahStigma kesadaran masyarakat mengenai
Dalam kesehatan mental. Dukungan dari
Meningkatkan kelompok lain, pengikut Instagram,
Kesadaran ahli kesehatan mental, psikolog, dan
Masyarakat influencer semuanya membantu dalam
Mengenai mencapai tujuan komunikasi
Kesehatan UbahStigma. Sebaliknya, kendalanya
Mental adalah karena salah menafsirkan pesan
UbahStigma agar dapat memahami
pokok bahasan dan menjadikan
substansi pesan menjadi penting dan
mendalam.
3. Afrinda, R. A. Kualitatif Temuan penelitian ini menggambarkan
A., Irawan, B., & konsep user to system, yang
Boer, K. M. memungkinkan pengguna untuk
(2020). terlibat dengan situs web melalui fitur-
Interaktivitas fiturnya. Konsep user to user mengacu
Website pada komunikasi yang terjadi antara
Belimbing. Id pengguna atau antara pengguna dan
Sebagai Media pengelola situs. kolom untuk
Komunikasi berdiskusi bagi Ketua RT pada Sistem
Dalam Pelayanan e-RT, dan masyarakat pada
Meningkatkan kolom kontak. Terakhir user to
Sistem document kali ini terjadi dalam
Pelayanan konstruksi, yang terbagi dalam pesan
Masyarakat Di situs web. Misalnya, pengguna
Kelurahan berinteraksi dengan situs web dengan
Belimbing memposting komentar. interaktivitas
Kecamatan ini tidak terjadi karena pada informasi
Bontang Barat atau berita yang diposting oleh pihak
Kota Bontang
33
Kelurahan hanya dapat di baca saja
tanpa ada fitur pendukung lainnya.
34