0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan105 halaman

Deteksi Hama Kangkung dengan CBR

Skripsi ini membahas penerapan metode Case Based Reasoning (CBR) dalam sistem pakar untuk mendeteksi hama dan penyakit pada tanaman kangkung cabut. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan aplikasi yang dapat membantu petani dalam identifikasi masalah tanaman berdasarkan gejala yang ditunjukkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CBR efektif dalam memberikan solusi identifikasi penyakit, dengan tingkat kecocokan mencapai 55,17% untuk penyakit bulai.

Diunggah oleh

peletmalam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan105 halaman

Deteksi Hama Kangkung dengan CBR

Skripsi ini membahas penerapan metode Case Based Reasoning (CBR) dalam sistem pakar untuk mendeteksi hama dan penyakit pada tanaman kangkung cabut. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan aplikasi yang dapat membantu petani dalam identifikasi masalah tanaman berdasarkan gejala yang ditunjukkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CBR efektif dalam memberikan solusi identifikasi penyakit, dengan tingkat kecocokan mencapai 55,17% untuk penyakit bulai.

Diunggah oleh

peletmalam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN CASE BASED REASONING DALAM SISTEM PAKAR

UNTUK MENDETEKSI HAMA DAN PENYAKIT PADA


TANAMAN KANGKUNG CABUT

SKRIPSI

Di Ajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Menyelesaikan Program


Pendidikan Sarjana Stara (S-1) Pada Program Studi Sistem Komputer
Sekolah Tinggi manajemen Inforatika Dan Komputer
(STMIK) Bina Bangsa Kendari

Oleh :

MUHAMMAD ARUL

FEBRIANTO
202152083

PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STMIK BINA BANGSA
2025
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING

PENERAPAN CASE BASED REASONING DALAM SISTEM PAKAR


UNTUK MENDETEKSI HAMA DAN PENYAKIT PADA
TANAMAN KANGKUNG CABUT

MUHAMMAD ARUL FEBRIANTO


202152083

Kendari, September 2025

Pembimbing I Pembimbing II

La Ode Bakrim, [Link].,[Link] Rosaria Indah Tarmon, S. Ti., M.M


NIDN: 0910058708 NIDN : 0921097904

Ketua Program Studi


Sistem Komputer

La Ode Bakrim, [Link].,[Link]


NIDN: 0910058708

ii
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI

PENERAPAN CASE BASED REASONING DALAM SISTEM PAKAR


UNTUK MENDETEKSI HAMA DAN PENYAKIT PADA
TANAMAN KANGKUNG CABUT

SKRIPSI

MUHAMMAD ARUL FEBRIANTO


202152083

Telah dipertahankan didepan sidang penguji sebagai salah satu


syarat untuk memperoleh gelar sarjana Sistem Komputer di
STMIK Bina Bangsa Kendari

Kendari, September
2025 Tim Penguji

: ………………………………….
Ketua

: ………………………………….
Sekertaris

: ………………………………….
Anggota I

: ………………………………….
Anggota II

: ………………………………….
Anggota III
Mengetahui.
Ketua STMIK Bina Bangsa Kendari,

Omar Wahid, [Link]


NIDN : 0923048303

iii
ABSRTAK

Kangkung merupakan salah satu tanaman yang paling digandrungi


masyarakat karena rasanya yang lezat. Tanaman ini termasuk dalam kelompok
tanaman tahunan, berumur pendek dan tidak membutuhkan lahan yang luas untuk
taman. Memelihara tanaman kangkung yang terserang hama atau penyakit
menjadi kendala karena banyak petani yang tidak mengetahui cara perawatannya
sehingga hasil panen pun menurun. Penelitian ini bertujuan Untuk membuat
aplikasi sistem pakar guna mengidentifikasi hama dan penyakit pada tanaman
kangkung cabut. Metode yang digunakan yaitu Case Based Reasoning (CBR)
dalam pembuatan aplikasi penelitian ini, teknologi informasi akan digunakan
untuk mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman kangkung cabut sesuai
dengan gejala yang di pilih user berdasarkan yang telah ada sebelumnya, Dari
proses perhitungan sistem berdasarkan gejala yang di pilih oleh user, hasil
identifikasi didapatkan penyakit mencapai tingkat kecocokan, diperoleh 2 jenis
penyakit yang memiliki nilai pada kasus 1 hasilnya adalah 55,17%. Sedangkan
kasus 2 hasilnya adalah 44,82% Setelah diliat dari nilai terbesar maka dapat
disimpulkan dari system CBR yang dibangun akan menghasilkan solusi dari kasus
01 yaitu penyakit bulai. Ini menujukkan bahwa penerapan metode CBR baik
digunakan untuk sistem pakar identifikasi hama dan penyakit tanaman kangkung
cabut.
Kata kunci : Sistem Pakar, aplikasi, Case Based Reasoning (CBR)

iv
ABSTRACT

Water spinach (kangkung cabut) is one of the most popular vegetables in


Indonesia due to its savory taste. This plant belongs to the group of annual plants
with a short lifespan and does not require a large area for cultivation. However,
handling water spinach plants that are attacked by pests or diseases is often
hindered because many farmers do not know how to manage them, leading to
reduced harvests. This research aims to develop an expert system application to
identify pests and diseases in water spinach plants. The method used is Case-
Based Reasoning (CBR). In this research, information technology will be utilized
to identify pests and diseases of water spinach based on symptoms selected by the
user according to previous cases. From the system's calculation process based on
the symptoms chosen by the user, the identification results indicate that the
disease reaches a certain level of similarity. Two types of diseases were identified,
with the first case resulting in 55.17% and the second case resulting in 44.82%.
Based on the highest value, it can be concluded that the CBR system developed
provides a solution for case 01, which is the bulai disease. This demonstrates that
the application of the CBR method is effective for expert systems in identifying
pests and diseases in water spinach plants.
Keywords: Expert System, application, Case-Based Reasoning (CBR).

v
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini merupakan tulisan asli dari

penulis, dan tidak berisi material yang telah diterbitkan sebelumnya atau tulisan

dari penulis lain terkecuali referensi atas material tersebut telah disebutkan dalam

skripsi ini. Apabila ada kontribusi dari penulis lain dalam skripsi ini, maka penulis

lain tersebut secara eskplisit telah disebutkan dalam skripsi ini.

Dengan ini saya juga menyatakan bahwa segala kontribusi dari pihak lain

terhadap skripsi ini, termasuk bantuan analisis statistik, desain survei, analisis

data, prosedur teknis yang bersifat signifikan, dan segala bentuk aktivitas

penelitian yang dipergunakan atau dilaporkan dalam skripsi ini telah secara

eksplisit disebutkan dalam skripsi ini.

Segala bentuk hak cipta yang terdapat dalam material dokumen skripsi ini

berada dalam kepemilikan pemilik hak cipta masing-masing. Apabila dibutuhkan,

penulis juga telah mendapatkan izin dari pemilik hak cipta untuk menggunakan

ulang materialnya dalam skripsi ini.

Kendari, September 2025

Materai

10.000

MUHAMMAD ARUL FEBRIANTO

vi
HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati, kepada Allah SWT yang

telah memberikan rahmat dan hidayahnya, serta kekuatan dan kesabaran dalam

menyelesaikan skripsi ini. saya mempersembahkan skripsi ini kepada :

1. Allah SWT, karena hanya atas izin dan karunianyalah maka skripsi ini

dapat dibuat dan selesai pada waktunya.

2. Kepada orang tua tercinta yang selalu memberikan doa, dukungan, dan

kasih sayang yang tiada henti. Terimakasih atas segala support, nasihat,

perhatian, pengorbanan, yang telah diberikan, serta selalu menjadi tempat

berbagi cerita dan keluh kesah. Kehadiran kalian membuat penulis merasa

memiliki keluarga yang luar biasa.

3. Kepada dosen pembimbing Ibu Rosaria Indah Tarmon, [Link].M.M, Bapak

Bapak La Ode Bakrim, [Link]. [Link], yang telah membimbing dengan

sabar, memberikan arahan, dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini.

4. Kepada teman-teman yang telah menemani dalam suka dan duka penulis,

selalu memberikan dukungan dan inspirasi sepanjang proses penyusunan,

setia menemani kegundahan maupun keceriaan hari-hari penulis serta

memberikan warna dalam proses selama ini.

5. Kepada diri sendiri yang telah mampu bersabar dalam menjalani proses,

mengeyampingkan segala pikiran negatif, mengendalikan diri dari masalah

yang datang silih berganti dari ekternal maupun internal, hingga mampu

bertahan sejauh ini. Terima kasih atas usaha dan pengorbanan yang telah

dilakukan, serta upaya untuk menguatkan dan meyakinkan diri bahwa

vii
semuanya akan selesai pada waktunya. Semoga perjalanan ini menjadi

pengingat untuk terus berusaha mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinggi

di masa depan.

viii
KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsinya yang berjudul “ Penerapan Case Based Reasoning

Dalam Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman

Kangkung Cabut". Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam

menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) pada Program Studi Sistem Komputer,

STMIK Bina Bangsa Kendari.

Penulis menyadari bahwa bantuan, arahan, dan dukungan dari berbagai pihak

sangat diperlukan demi terselesaikannya skripsi ini. Oleh karena itu, dengan

kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya

kepada :

1. Bapak La Ode Bakrim, [Link]. [Link], selaku pembimbing I, yang telah

memberikan bimbingan, saran, dan dukungan dengan penuh kesabaran dan

ketulusan.

2. Ibu Rosaria Indah Tarmon, [Link]. M.M, selaku pembimbing II, yang telah

memberikan arahan, motivasi, dan masukan berharga dalam penyusunan

skripsi ini.

3. Bapak Drs. Laode Asis selaku Dewan Pendiri STMIK Bina Bangsa

Kendari.

4. Ibu Muliati Saiman, [Link] selaku Ketua Yayasan STMIK Bina Bangsa

Kendari.

5. Bapak Omar Wahid, [Link] selaku Ketua STMIK Bina Bangsa Kendari.

ix
6. Bapak La Ode Bakrim, [Link]. [Link], selaku Ketua Program Studi

Sistem Komputer.

7. Seluruh Dosen Dan Staf STMIK Bina Bangsa Kendari, yang telah

memberikan ilmu, bantuan, dan dukungan selama masa studi.

8. Teman-Teman Dan Rekan-Rekan peneliti, yang telah memberikan

bantuan, dukungan, dan semangat selama penyusunan skripsi ini.

Kendari, September 2025

MUHAMMAD ARUL FEBRIANTO

x
DAFTAR ISI

COVER
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING...................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI............................................................................iii
ABSRTAK.........................................................................................................................iv
ABSTRACT..........................................................................................................................v
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN........................................................................vi
HALAMAN PERSEMBAHAN.......................................................................................vii
KATA PENGANTAR.......................................................................................................ix
DAFTAR ISI......................................................................................................................xi
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................................xiv
DAFTAR TABEL.............................................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1 Latar Belakang...................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................5
1.3 Batasan Masalah.................................................................................................5
1.4 Tujuan Penelitian...............................................................................................5
1.5 Manfaat Penelitian.............................................................................................5
1.5.1 Manfaat bagi penulis....................................................................................5
1.5.2 Manfaat bagi pihak terkait............................................................................5
1.5.3 Manfaat bagi pembaca..................................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................7
2.1 Perancangan........................................................................................................7
2.1.1 Pengertian perancangan................................................................................7
2.2 Sistem Pakar.......................................................................................................7
2.2.1 Pengertian sistem pakar................................................................................7
2.2.2 Konsep dasar sistem pakar...........................................................................9
2.2.3 Ciri-ciri sistem pakar..................................................................................10
2.2.4 Tujuan sistem pakar....................................................................................10
2.2.5 Kelebihan sistem pakar..............................................................................11
2.2.6 Struktur sistem pakar..................................................................................12

xi
2.3 Identifikasi.........................................................................................................13
2.3.1 Pengertian identifikasi................................................................................13
2.4 Tanaman Kangkung Cabut.............................................................................13
2.4.1 Pengertian kangkung cabut........................................................................13
2.4.2 Hama dan penyakit tanaman kangkung cabut............................................14
2.5 Android..............................................................................................................18
2.6 Android Studio.................................................................................................18
2.7 Android Software Development Kit (SDK)......................................................19
2.8 Pemrograman PHP..........................................................................................19
2.9 Case Based Reasoning.......................................................................................19
2.10 Daftar Simbol....................................................................................................21
2.10.1 Flowmap diagram.......................................................................................21
2.10.2 Blok diagram..............................................................................................22
2.10.3 Flowchart....................................................................................................24
2.11 Kerangka Konseptual......................................................................................26
2.12 Review Penelitian Terdahulu..........................................................................27
BAB III METODE PENELITIAN..................................................................................31
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian.........................................................................31
3.2 Jenis Penelitian dan Sumber Data..................................................................31
3.2.1 Jenis penelitian...........................................................................................31
3.2.2 Sumber data................................................................................................31
3.3 Metode Pengumpulan Data.............................................................................32
3.3.1 Wawancara.................................................................................................32
3.3.2 Observasi....................................................................................................32
3.3.3 Kepustakaan...............................................................................................32
3.4 Metode Pengolahan Data.................................................................................33
3.5 Metode Pengembangan....................................................................................33
3.6 Metode Pengujian.............................................................................................35
3.7 Tahap Penelitian...............................................................................................36
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM................................................39
4.1 Analisis Sistem..................................................................................................39
4.1.1 Analisis sistem yang berjalan.....................................................................39

xii
4.1.2 Analisis sistem yang di usulkan.................................................................40
4.1.3 Analisis kebutuhan.....................................................................................42
4.2 Perancangan sistem..........................................................................................43
4.2.1 Flowchart....................................................................................................44
4.2.2 Rancangan sistem antar muka....................................................................45
4.2.3 Desain data base.........................................................................................56
4.2.4 Basis pengetahuan......................................................................................58
4.3 Skema kasus......................................................................................................63
BAB V IMPLEMENTASI SISTEM...............................................................................68
5.1 Implementasi antar muka................................................................................68
5.2 Hasil pengujian black box................................................................................80
5.2.1 Hasil pengujian black box pengguna..........................................................80
5.2.2 Hasil pengujian black box admin...............................................................81
5.2.3 Hasil Pengujian Sistem...............................................................................82
5.2.4 Hasil Pengujian Responden........................................................................83
BAB VI PENUTUP..........................................................................................................85
6.1 Kesimpulan.......................................................................................................85
6.2 Saran..................................................................................................................86
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................87
LAMPIRAN..........................................................................Error! Bookmark not defined.

xiii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Hama Ulat Grayak.............................................................................14


Gambar 2.2 Hama Kutu Daun...............................................................................15
Gambar 2.3 Hama Ulat Keket...............................................................................15
Gambar 2.4 Penyakit Karat Putih..........................................................................16
Gambar 2.5 Penyakit Bercak Daun.......................................................................16
Gambar 2.6 Penyakit Bulai....................................................................................17
Gambar 2.7 Penyakit Layu....................................................................................17
Gambar 2.8 Kerangka Konseptual.........................................................................28
Gambar 3.1 Metode Waterfall...............................................................................34
Gambar 3.2 Tahap Penelitian.................................................................................37
Gambar 4.1 Gambaran Sistem Yang Sedang Berjalan..........................................39
Gambar 4.2 Analisis Sistem Yang Diusulkan.......................................................41
Gambar 4.3 Rancangan Sistem Identifikasi Hama Dan Penyakit Tanaman
Kangkung Cabut....................................................................................................44
Gambar 4.4 Rancangan Menu Home.....................................................................45
Gambar 4.5 Rancangan Menu Identifikasi............................................................46
Gambar 4.6 Rancangan Menu Pilihan Gejala........................................................47
Gambar 4.7 Rancangan Menu Informasi Hama....................................................48
Gambar 4.8 Rancangan Menu Informasi Hama Dan Penykit...............................49
Gambar 4.9 Rancangan Menu Login Admin.........................................................50
Gambar 4.10 Rancangan Menu Home...................................................................51
Gambar 4.11 Rancangan Menu Input Data Hama Penyakit & Solusi...................52
Gambar 4.12 Rancangan Menu Input Data Gejala................................................53
Gambar 4.13 Rancangan Menu Relasi Data Gejala..............................................54
Gambar 4.14 Rancangan Riwayat Diagnosa/Identifikasi......................................55
Gambar 5.1 Tampilan Menu Home.......................................................................68
Gambar 5.2 Tampilan Menu Identifikasi...............................................................69
Gambar 5.3 Tampilan Menu Pilihan Gejala.........................................................70
Gambar 5.4 Tampilan Hasil Menu Identifikasi.....................................................71
Gambar 5.5 Tampilan Menu Informasi Hama.......................................................72
Gambar 5.6 Tampilan Menu Informasi Hama Dan Penyakit................................73
Gambar 5.7 Tampilan Menu Login Admin...........................................................74
Gambar 5.8 Tampilan Menu Home.......................................................................75
Gambar 5.9 Tampilan Input Data Hama Penyakit Dan Solusi..............................76
Gambar 5.10 Tampilan Input Data Gejala.............................................................77
Gambar 5.11 Tampilan Input Relasi Data Gejala..................................................78
Gambar 5.12 Tampilan Riwayat Diagnosa/Identifikasi.........................................79

xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Flowmap Diagram.................................................................................21
Tabel 2.2 Daftar Simbol Diagram.........................................................................23
Tabel 2.3 Daftar Simbol Flowchart.......................................................................24
Tabel 2.4 Review Penelitian..................................................................................27
Tabel 4.1 Kebutuhan Perangkat Keras..................................................................42
Tabel 4.2 Kebutuhan Perangkat Lunak.................................................................43
Tabel 4.3 Kebutuhan Sumber Daya Manusia.......................................................43
Tabel 4.4 Tabel Data Petani..................................................................................56
Tabel 4.5 Tabel Gejala..........................................................................................56
Tabel 4.6 Tabel Solusi Hama Dan Penyakit.........................................................57
Tabel 4.7 Tabel Relasi...........................................................................................57
Tabel 4.8 Tabel Hasil Identifikasi.........................................................................58
Tabel 4.9 Tabel Gejala Dan Hama Tanaman Kangkung......................................58
Tabel 4.10 Tabel Jenis Hama Dan Penyakit.........................................................59
Tabel 4.11 Tabel Solusi Hama Dan Penyakit Tanaman Kangkung Cabut...........60
Tabel 4.12 Tabel Relasi Gejala Dengan Hama Dan Penyakit..............................62
Tabel 4.13 Skema Kasus Bulai.............................................................................63
Tabel 4.14 Skema Kasus Bercak Daun.................................................................64
Tabel 4.15 Skema Kasus Layu..............................................................................65
Tabel 4.16 Skema Kasus Kutu Daun....................................................................66
Tabel 4.17 Hasil Identifikasi.................................................................................67
Tabel 5.1 Hasil Pengujian Black Box Pengguna..................................................80
Tabel 5.2 Hasil Pengujian Black Box Admin.......................................................81
Tabel 5.3 Hasil Pengujian Sistem.........................................................................82
Tabel 5.4 Hasil Pengujian Responden...................................................................83

xv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kecepatan perkembangan teknologi komputer semakin berkembang dewasa

ini. Kemajuan teknologi ini dapat memudahkan berbagai macam usaha

manusia. Teknologi komputer dapat diterapkan di sektor apa pun karena

kemampuan pemrosesan data dan pembangkitan informasinya yang cepat.

(Aldo et al., 2022).

Karena rasanya yang lezat, tanaman kangkung menjadi salah satu yang

disukai masyarakat Indonesia. Tanaman ini termasuk dalam famili tumbuhan

tahunan, mempunyai masa hidup yang singkat, dan dapat ditanam di tempat

yang sedikit. Selain rasanya yang enak, sayuran kangkung kaya akan nutrisi,

termasuk zat besi dan mineral lainnya, termasuk vitamin A, B, dan C yang baik

untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. (Safitri & Murtiwiyati, 2023).

Tanaman kangkung di Desa Puuroda Kecamatan Baula Kabupaten Kolaka

menjadi salah satu mata pencarian utama untuk memenuhi kebutuhan pokok

karena memiliki permintaan yang tinggi dipasaran. Dari data yang di peroleh

luas lahan pertanian kangkung cabut di Desa Puuroda adalah 190 are atau 19

hektar dari jumlah petani yaitu secara umum 16 orang. Sumber : (Jayus Kepala

Desa Puuroda , 2025)

1
2

Melalui observasi yang diperoleh salah satu kendala utama yang di hadapi

adalah selain jamur yang dikenal sebagai penyakit, hama juga mengganggu

tanaman. Berbeda dengan hama, penyakit tidak memakan tanaman, sebaliknya,

mereka merugikan tanaman dengan menyebabkan kematian melalui proses

internal tanaman. Banyak petani yang masih minim pengetahuan dalam

mengelola tanaman yang terserang hama atau penyakit dengan baik sehingga

menyulitkan penanganannya, sehingga membuat hasil panen berkurang.

Sedangkan penyuluh hanya memberikan penyuluhan kepada kelompok-

kelompok petani yang sudah terdaftar pada dinas pertanian saja. Selain itu,

untuk bertanya pada penyuluh langsung dalam hal ini penyuluh pertanian

sangat sulit, karena proses pemanggilan penyuluh memerlukan waktu yang

lama karena jarak yang cukup jauh maupun karena jam kerjanya yang padat.

Dalam sebulan, petani mengeluh masalah hama dan penyakit tanaman rata-rata

sebanyak 1-2 kali. Namun, untuk mendapatkan bimbingan langsung dari

penyuluh, petani harus menunggu selama sekitar 1 minggu. Ini berarti bahwa

seringkali penyuluh baru datang ketika panen sudah selesai atau masalah sudah

berlangsung terlalu lama. Pada proses wawancara beberapa petani secara

langsung dilapangan, tingkat produktivitas pada tahun 2022 sebesar 79.200 ikat

dan di tahun 2023 turun menjadi 59.400 ikat kangkung cabut yang dihasilkan.

Salah satu metode tersebut adalah pengembangan sistem pakar untuk

identifikasi hama dan penyakit tanaman kangkung secara terkomputerisasi,

sehingga komputer dapat membantu dalam pemecahan masalah layaknya


3

seorang ahli. Sistem pakar mencatat pengetahuan dan proses keputusan dari

pakar di bidang tertentu.. (Tampiasih et al., 2023).

Penelitian sistem pakar ini mengambil beberapa referensi penelitin

sebelumya yang dilakukan oleh : (Suryadi, 2019) dengan judul penelitian yang

berjudul “ sistem yang sangat baik untuk memanfaatkan teknik untuk

mengidentifikasi penyakit dan hama pada tanaman teh menggunakan metode

case based reasoning berbasis android” penelitian ini bertujuan untuk

menggunakan suatu metode dalam membuat suatu aplikasi dengan metode

yang digunakan adalah cause-based thought untuk menyelidiki penyakit

tanaman teh berdasarkan gejala yang ditunjukkan oleh tanaman tersebut untuk

membantu masyarakat dalam mengidentifikasi penyakit berdasarkan pada

gejalanya.

(Safitri & Murtiwiyati, 2023). dengan judul penelitian yang berjudul “sistem

pakar berbasis web untuk mendiagnosa penyakit dan hama tanaman kangkung

mengunakan metode certainty factor”tujuan dari penelitian ini adalah

Menentukan penyakit dan hama pada tanaman kangkung yanag diberikan

dengana pedoman, gejala, dan nilai cetainty factor untuk setiap gejala..

(Muzakkir & Botutihe, 2020) dengan judul penelitian yang berjudul “case

based reasoning method untuk sistem pakar diagnose penyakit sapi” penelitian

ini bertujun untuk menghasilkan data diagnostik yang akan membantu

masyarakat umum, khususnya produsen ternak, dalam mengidentifikasi tanda-

tanda penyakit yang menyerang sapi dan perlu segera diobati.


4

(Maulana et al., 2021) dengan judul penelitian “sistem pakar diagnose

penyakit paru-paru metode case based reasoning” penelitian inti bertujuan

untuk mengembangkan sistem pakar yang dapat menyelesaikan permasalahan

terkait penyakit paru-paru dan cara pengobatannya dengan menggunakan

teknik case based reasoning, serta mengetahui akurasi pada metode tersebut.

(Minarni et al., 2021) dengan judul penelitian “penerapan case based

reasoning (CBR) pada sistem pakar diagnosis penyakit tanaman pengan”

penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sistem pakar yang dapat

mengidentifikasi penyakit tanaman pangan dengan menggunakan CBR dan

NNS.

Berdasarkan uraian diatas dan penelitian sebelumnya, peneliti melakukan

penelitian untuk mempermudah pengguna mengidentifikasi hama dan penyakit

serta tindakan pencegahan terhadap tanaman kangkung cabut. Untuk

mengembangkan aplikasi sistem pakar untuk mengidentifikasi penyakit dan

hama tanaman kangkung, seseorang harus memiliki kapasitas tersebut.

kangkung cabut sehinga dapat menghasilkan kesimpulan solusi pengendalian

yang tepat. Demikian itu disimpulkan untuk membuat “Perancangan aplikasi

sistem pakar identifikasi hama dan penyakit tanaman kangkung cabut

menggunkana metode case based reasoning”.


5

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana merancang aplikasi sistem pakar untuk mengidentifikasi hama dan

penyakit pada tanaman kangkung cabut menggunakan metode case based

reasoning.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini antara lain :

1. Penelitian ini berfokus pada hama dan penyakit tanamn kangkung cabut.

2. Penelitian ini hanya menggunakan metode case based reasoning.

1.4 Tujuan Penelitian

Untuk membuat aplikasi sistem pakar guna mengidentifikasi hama dan

penyakit pada tanaman kangkung cabut menggunakan metode CBR.

1.5 Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat beberapa manfaat yang diharapkan dari hasil

penelitian yang dilakukan yaitu sebgai berikut:

1.5.1 Manfaat bagi penulis

1. Sebagai kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dibidang

sistem computer yang telah diproleh selama perkuliahan.

2. Dapat mengetahui cara merancang suatu sistem pakar

3. Dapat menambah wawasan akademis dan memperluas ilmu

pengetahuan.

1.5.2 Manfaat bagi pihak terkait


6

1. Dapat menjadi pemecah masalah yang memungkinkan untuk

memudahkan para petani dalam mengidentifikasi hama dan penyakit

tanaman kangkung cabut.

2. Diharapkan dapat meningkatkan kuaitas dari tanaman kangkung yang

dibudidayakan oleh para petani.

1.5.3 Manfaat bagi pembaca

1. Sebagai bahan acuan yang dapat dijadikan tambahan referensi untuk

penelitian selanjutnya khususnya bagi yang berminat untuk

mengangkat tema serupa.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perancangan

2.1.1 Pengertian perancangan

Menurut Deddy Acbar Rianto, menyatakan bahwa Merencanakan

pembangunan suatu sistem dengan beberapa komponen sehingga tercipta

suatu sistem yang sesuai dengan temuan-temuan tahap analisis sistem yang

disebut dengan perancangan.

Menurut Rusdi Nur, bahwa merancang sistem baru adalah proses

perancangan.

Menurut Berto Nadeak, perancangan adalah proses menerapkan metode

dan ide ke dalam praktik dengan tujuan menentukan alat, prosedur, atau

sistem yang memungkinkan realisasi fisik.

Berdasarkan pendapat ahli, dapat disimpulkan bahwa perancagan

merupakan langkah pertama dalam merencanakan suatu proses untuk

memebuat dan mendeain sistem yang baru (Sitorus & Sakban, 2021).

2.2 Sistem Pakar

2.2.1 Pengertian sistem pakar

Satu atau lebih pakar dalam bidang keahlian tertentu dapat

menyumbangkan pengetahuan dan teknik pengambilan keputusan, yang

dapat ditangkap dan dimanfaatkan oleh sistem pakar. Sebuah sistem

dengan keahlian berfungsi sebagai ahli suatu materi, memberikan

pengetahuan untuk mengatasi masalah tertentu. Pemahaman sistem

7
8

berfungsi sebagai landasan bagi sistem pakar, yang memungkinkan

komputer untuk berpikir dan menarik kesimpulan dari kumpulan fakta.

(Tampiasih et al., 2023).

Sistem pakar adalah platform kecerdasan buatan yang mengintegrasikan

mesin inferensi dan basis data untuk memungkinkan komputer menyerap

informasi pakar dan mengatasi masalah yang dapat dilakukan layaknya

seorang pakar. (Asmira & Syamsul Alam, 2020).

Sistem pakar memiliki beberapa definisi yaitu :

1. Menurut Durkin : Sebuah program komputer yang dibuat untuk

mensimulasikan keterampilan pemecahan masalah seorang pakar

disebut sistem pakar.

2. Menurut Ignizoi : Sistem pakar terdiri dari model dan proses terkait

dalam bidang tertentu.

3. Menurut Giarratano dan Riley : Sebuah program komputer yang

dirancang untuk meniru atau menyamai keterampilan seorang pakar

dikenal sebagai sistem pakar.

4. Menurut Martin dan Oxman : Sistem berbasis komputer yang dikenal

sebagai sistem pakar memanfaatkan fakta, pengetahuan, dan proses

penalaran untuk memecahkan masalah yang seringkali terbatas untuk

ditangani oleh para ahli di bidangnya..

5. Menurut Prof. Edward Feigenbaum : Sistem pakar adalah program

inferensi komputer yang memecahkan masalah kompleks yang


9

memerlukan keahlian seorang spesialis dengan menggunakan

pengetahuan dan teknik inferensi.

2.2.2 Konsep dasar sistem pakar

Penguasaan tambahan informasi dalam suatu topik tertentu yang

dihasilkan dari instruksi atau pengalaman membaca disebut keahlian. (Adi

Iswara et al., 2021) berikut beberapa contoh system pakar

1) Fakta mengenai area

2) Teori mengenai area

3) aturan yang berlaku mengenai suatu permasalahan

4) Cara/strategi dalam pemecahan masalah

Para ahli dapat membuat penilaian lebih cepat dan efektif dibandingkan

non-ahli karena keempat macam tersebut. Seorang ahli adalah seseorang

yang dapat menginterpretasikan suatu respons, mengambil informasi baru

tentang topik isu (domain), menyusun ulang pengetahuan jika diperlukan,

memecahkan aturan bila diperlukan, dan menilai apakah keahliannya dapat

diterapkan atau tidak. Tujuan mendasar ialah mentransmisikan

pengetahuan dari spesialis komputer ke non-ahli dan kembali lagi. Empat

tindakan diperlukan untuk prosedur ini, yaitu :

1) Tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber

lainnya)

2) Representasi pengetahuan (ke komputer)

3) Inferensi pengetahuan
10

4) Penalihan pengetahuan ke user. Pegetahuan yang disimpan di

computer disebut dengan nama basis pengetahuan

Fakta dan prosedur (yang seringkali berbentuk aturan) merupakan dua

kategori pengetahuan. Penalaran adalah salah satu karakteristik penting

dari sistem pakar. Komputer harus dapat diprogram untuk menghasilkan

keterampilan jika telah disimpan inferensi.

2.2.3 Ciri-ciri sistem pakar

(Swi-prolog, 2023) beberapa ciri-ciri sistem pakar sebagai berikut:

1) Memiliki fasilitas informasi yang handal

2) Mudah dimodifikasi

3) Dapat digunakan dalam berbagai jenis computer

4) Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi

2.2.4 Tujuan sistem pakar

System pakar memiliki tujuan dalam mengirimkan pengetahuan

seorang pakar ke dalam komputer sehingga orang lain dapat memperoleh

manfaat darinya. atau bukan pakar yang sebanding dengan yang di buat

oleh pakar (Maulida et al., 2021).

Aktivitas pemindahan kepakaran adalah :

1) Knowledge Acquisition, proses meminta informasi kepada para ahli

atau sumber keahlian lainnya dan memperolehnya

2) Knowledge Representation, yaitu proses pengorganisasian dan

pencatatan pengetahuan yang disimpan di komputer.


11

3) Knowledge Inferensing, proses pengambilan keputusan dengan

menggunakan informasi yang telah disimpan dalam komputer.

4) Knowledge Transfering, proses mengajar orang yang bukan ahli cara

menggunakan komputer.

2.2.5 Kelebihan sistem pakar

Beberapa kelebihan serta kekurangan dalam sistem pakar menurut

(Widyasworo & Syafrullah, 2023) yang diantaranya adalah :

Kelebihan dari sistem pakar :

1) Bisa digunakan oleh orang awam.

2) Dapat beroperasi dengan iterative secara otomatis.

3) Dapat menyimpan keahlian pakar.

4) Dapat mengakses pengetahuan.

5) Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.

6) Meningkatkan kualitas dan produktivitas.

7) Sebagai asisten para ahli sehinga meringankan pekerjaan para ahli.

Adapun kekurangan dari sistem pakar adalah :

1) Biaya untuk membangun dan memelihara sangat mahal

2) Tidak ada jaminan bahwa sistem pakar mempunyai semua

pengetahuan yang diperlukan.

3) Keberadaan pakar dalam bidangnya merupakan salah satu faktor

penentu berkembangnya sistem pakar, karena dapat menghambat

kemajuan.
12

4) Harga desain mungkin sangat bervariasi berdasarkan tingkat fungsi

dan kelengkapan..

2.2.6 Struktur sistem pakar

(Wayan Andre Pratama, Dr. I Made Gede Sunarya, 2022) komponn utama

pada struktur sistem pakar meliputi:

1. Akuisisi pengetahuan

Dengan menyusun pengetahuan sedemikian rupa sehingga

memungkinkan untuk Sistem kecil ini, diproses oleh komputer,

memasuki basis pengetahuan dengan cara tertentu dan

mengintegrasikan pengetahuan pakar.

2. Antarmuka pengguna (user interface)

User interface adalah metode komunikasi antara pengguna dan

sistem pakar. Informasi yang dimasukkan oleh pengguna diubah oleh

antarmuka menjadi format yang dapat dipahami sistem.

3. Basis pengetahuan (knowledge base)

Pengetahuan pakar yang mencakup informasi pemecahan masalah

disimpan dalam basis pengetahuan, yang merupakan basis komponen..

4. Mesin inferensi (inferensi engine)

Perangkat lunak yang dikenal sebagai mesin inferensi dirancang

untuk menggerakkan proses penalaran mengenai suatu situasi

menggunakan basis pengetahuan yang sudah ada. Hal ini dilakukan

dengan memandu aturan, model, dan fakta yang disertakan dalam basis

pengetahuan untuk sampai pada suatu keputusan atau resolusi.


13

5. Workplace

Workplace adalah memori kerja sistem pakar adalah tempat

informasi yang dikumpulkan selama konsultasi disimpan. Mesin

inferensi kemudian akan mengevaluasi data tersebut dan membuat

kesimpulan tentang bagaimana menyelesaikan masalah dengan

menggunakan informasi yang terkandung dalam basis pengetahuan.

Hasil yang diperoleh dapat berupa diagnosis, rangkaian tindakan, atau

konsekuensi.

2.3 Identifikasi

2.3.1 Pengertian identifikasi

Identifikasi adalah proses mencari, menemukan, menyelidiki, dan

mendokumentasikan fakta dan informasi tentang seseorang atau objek.

Secara umum, identifikasi mengacu pada proses mencari tahu siapa, apa,

atau apa (Hidayat et al., 2022).

Sistem kecil ini, diproses oleh komputer, memasuki basis pengetahuan

dengan cara tertentu dan mengintegrasikan pengetahuan pakar.. (Ayu

renita 2019).

2.4 Tanaman Kangkung Cabut

2.4.1 Pengertian kangkung cabut

Karena rasanya yang lezat, tanaman kangkung bayam menjadi salah

satu yang disukai masyarakat Indonesia. Tanaman yang berumur pendek

dan membutuhkan sedikit ruang untuk tumbuh ini membuatnya layak

untuk dibudidayakan di kota-kota yang biasanya memiliki lahan terbatas.


14

Ini adalah anggota keluarga tumbuhan tahunan. Sayuran ini tumbuh baik

di sawah dan pekarangan rumah. Selain rasanya yang enak, sayuran

kangkung kaya akan nutrisi, termasuk zat besi dan mineral lainnya. (Safitri

& Murtiwiyati, 2023).

2.4.2 Hama dan penyakit tanaman kangkung cabut

Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dari jenis hama tersebut

mampu merugikan bahkan membunuh tanaman akibat aktivitasnya. Hama

dapat merusak tanaman mulai dari benih hingga panen. Hama secara luas

didefinisikan sebagai gangguan apa pun yang berpotensi membahayakan

atau bahkan membunuh manusia, hewan, atau tanaman. Semua hewan

yang memiliki kapasitas untuk mengganggu operasi budidaya tanaman

dengan cara merusak tanaman dan menurunkan hasil tanaman komersial

dianggap sebagai hama dalam arti sebenarnya. (Cheppy wita, 2021)..

1. Hama ulat grayak (spodortera litura f)

Hama ini sering kali menjadi hama penting pada tanaman

kangkung, ulat grayak biasanya menyerang daun tanaman dan dapat

merusak tanaman secara besar. Menyerang dengan cara mengigit dan

menguyah daun muda dan tua. (Saputri et al., 2023).

Gambar 2.1 Hama ulat grayak


15

2. Hama kutu daun (myzus persicae sulz)

3. Biasanya, kutu daun memangsa tanaman kangkung dengan

bersembunyi di bawah daunnya yang melengkung dan mengambil

sarinya. Salah satu indikasi munculnya kutu daun adalah munculnya

tanaman kerdil. (Ode et al., 2021)

Gambar 2.2 Hama kutu daun

4. Hama ulat keket

Hama yang disebut ulat ini menyerang daun tanaman kangkung

sehingga menimbulkan kerusakan dan menimbulkan gejala seperti

daun berlubang (Ode et al., 2021)

Gambar 2.3 Hama ulat keket


16

5. Penyakit karat putih

Penyakit karat putih adalah jamur yang uumnya menyerang

tanaman sayuran terutama kangkung. Gejala penyakit pada permukaan

daun terdapat bercak putih (Ode et al., 2021)

Gambar 2.4 Penyakit karat putih

6. Penyakit bercak daun

Penyakit umbi daun pada tanaman non sayuran dapat disebabkan

oleh serangan jamur (fusarium sp) atau kondisi lingkungan tertentu.

Gejalanya berwarna coklat sampai hitam pada permukaan daun. (Ode

et al., 2021).

Gambar 2.5 Penyakit bercak daun


17

7. Penyakit bulai

Penyakit bulai disebabkan oleh jamur belang (peronosclerosnopora

maydis), ini mempunya gejala adanya daun menguning yang berubah

menjadi coklat dan teksturnya tipis (Damicon 2020).

Gambar 2.6 Penyakit bulai

8. Penyakit layu

Ini mempunyai gejala daun menjadi warna kuning dan pada bagian

akar berbentuk blendungan (bengkak pada pangkal batang)

(Didyantoro 2020).

Gambar 2.7 Penyakit layu


18

2.5 Android

Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang awalnya

dikembangkan oleh Android, Inc. dan didanai oleh Google; kemudian

diakuisisi oleh Google pada tahun 2015. Pada tahun 2007, sistem operasi

ini secara resmi dirilis. Android memberikan platform terbuka bagi

pengembang untuk membuat aplikasi untuk berbagai perangkat seluler.

Android memiliki keuntungan karena mudah dikembangkan dan bersifat

open source. (Gerry & Raya, 2021). Menurut Safat, Android adalah

kumpulan perangkat lunak seluler yang mencakup sistem operasi

menengah dan aplikasi seluler inti.. (Nursyahbani et al., 2023).

2.6 Android Studio

Android studio adalah lingkungan pengembangan terpadu (Integrated

Development Environment /IDE) resmi untuk mengembangkan aplikasi

Android menggunakan Intellijj IDEA sebagai basisnya. Pengembang

Intellij tidak hanya memiliki fitur editor kode yang dapat diandalkan. Ada

banyak sekali pilihan di Android Studio yang dapat membantu Anda

membuat aplikasi Android dengan lebih cepat. (Android 2020).

Google merilis Android Studio, sebuah IDE (Integrated Development

Environment) untuk membuat aplikasi Android, pada 16 Mei 2013. Ini

dapat diunduh secara gratis di bawah lisensi Apache 2.0. Perangkat lunak

pengembangan Android sebelumnya digantikan dengan Android Studio.

yaitu Eclipse (Medikano et al., 2020).


19

2.7 Android Software Development Kit (SDK)

Pengembang dapat menggunakan Android SDK sebagai kit

pengembangan untuk membuat aplikasi berdasarkan platform Android. Ini

berisi sejumlah alat misalnya debugger, software libraries, emulator,

dokumentasi, sample code dan tutorial. Java SE development kit adalah

contoh Android SDK dan bahasa pemrograman paling populer untuk

membuat aplikasi Android. (Gerry & Raya, 2021).

2.8 Pemrograman PHP

Pembuatan website dapat dilakukan dengan bahasa pemrograman PHP

server-side scripting. PHP bersifat dinamis dan kompatibel dengan

sejumlah sistem operasi, termasuk Windows, Linux, Dan Mac Os. Selain

Apache, PHP juga mendukung beberapa web server lain, seperti Microsoft

ISS, Caudium, dan PWS juga. PHP mampu membuat halaman web

dinamis dengan menggunakan database. MYSQL adalah sistem

manajemen basis data populer yang digunakan dengan PHP. Namun

sistem manajemen basis data juga didukung oleh PHP Oracle, Microsoft

Accsess, Interbase, D-Base, dan PostgreSQL (Novendri, 2019)

2.9 Case Based Reasoning

. Di CBR, pemecahan masalah baru melibatkan identifikasi kejadian

sebelumnya dari masalah yang sama dan menawarkan perbaikan untuk

masalah yang akan datang. Melalui permasalahan yang terjadi pada masa

yang lalu atau sebanding dan menerapkan pengetahuan/informasi tersebut


20

untuk mengatasi masalah-masalah saat ini, CBR membantu memecahkan

kesulitan-kesulitan yang ada.. (Rahman., 2020).

Dalam sistem penalaran komputer berbasis kasus, terdapat empat

tahapan proses yang terlibat dalam melakukan komputasi dengan

menggunakan pendekatan CBR (Rahman., 2020). Yaitu:

1. Retrieve, Dapatkan kasus yang sebanding. Proses pengambilan terdiri dari

tiga tahap: identifikasi kasus, inisiasi pencocokan, dan seleksi.

2. Reuse, unakan kembali contoh sebelumnya dan coba selesaikan

masalahnya segera.

3. Revise, memeriksa dan, jika diperlukan, menerapkan perbaikan yang

disarankan.

4. Retain, Jika pendekatan baru terbukti lebih efektif dibandingkan

pendekatan sebelumnya, solusi yang diperbarui akan diarsipkan dan

diberi indeks untuk penerapan di masa mendatang dalam skenario yang

sebanding.

Perhitungan kerja pendekatan ini adalah sebagai berikut, berdasarkan

penjelasan prosedur yang dilakukan dalam metode penalaran berbasis

kasus ini :

Similitary = S1 * W1 + S2 * W2 + …. + Sn * Wn

W1 + W2 +…. + Wn

Keterangan :

S = Similiraty (Nilai Kemiripan) yaitu 1 (sama) dan 0 (beda)


W = Weight (bobot yang diberikan pada atribut)
n = Jumlah atribut dalam setiap kasus
21

2.10 Daftar Simbol

2.10.1 Flowmap diagram

Grafik yang secara logis menggambarkan bagaimana suatu program

atau proses sistem mengalir disebut peta aliran atau diagram alir. Dengan

menggunakan simbol tertentu, masukan, keluaran, proses, dan transaksi

dimodelkan dalam diagram alur ini. Pembuatan diagram alur ini

diharapkan dapat memudahkan pemahaman pengguna tentang

pengoperasian atau transaksi sistem.

Tabel 2.1 Flowmap Diagram

Simbol Nama Keterangan

Terminator Awal
Ikon digunakan dalam
/ Program
permulaian memulai

Menandai file yang

mencakup masukan dan


Dokumen
keluaran dari proses

manual dan komputer

Ini menjelaskan tindakan

Proses Manual melalui proses secara

manual

Proses dalam kegaitan saat


Proses Komputer
menggunakan
22

Artinya adalah rute

dokumentasi antara
Arah Aliran Data
komponen sistem yang

[Link] pada suatu

Menunjukkan cara manual


Penyimpanan
untuk menyimpan data atau
Manual
informasi.
Data input/output diwakili

Data dengan simbol

input/output.

2.10.2 Blok diagram

Blok diagram adalah representasi grafis dari sistem, proses, atau

konsep, yang menggambarkan hubungan antara komponen-komponen

utama dalam bentuk blok-blok persegi panjang. Setiap blok biasanya

mewakili komponen tertentu, dan garis penghubung antara blok

menunjukkan aliran informasi, material, atau energi antara blok-blok

tersebut.
23

Tabel 2.2 Daftar Simbol Diagram

Simbol Nama Keterangan


Diagram blok sering kali

merupakan diagram sistem di

mana garis-garis yang

menghubungkan komponen-

komponen utama atau fungsi-


Blok/kotak
fungsi yang diwakili oleh blok-

blok menunjukkan hubungan

antar blok-blok tersebut.

Berikan nama, definisi, dan

simbol untuk setiap operasi

matematika yang harus

dilakukan pada masukan untuk

menghasilkan keluaran yang

diinginkan.

Tanda anak InputOutput unilateral

Input panah Menyatakan arah Informasi

isyarat
24

2.10.3 Flowchart

Flowchart atau bagian proses adalah diagram (bagan) yang secara logis

menampilkan proses dalam program atau sistem proses. Diagram alir

terutama digunakan untuk bantuan komunikasi dan dokumentasi.

Tabel 2.3 Daftar Simbol Flowchart

Simbol Nama Keterangan

Awalan atau akhiran dari


Terminator
program

Arah jalur sistemprogram


Flow Line
Proses penentuan

Preparation harga awal/inisialisasi

Proses proses pengolahan

Proses data/perhitungan

Memproses input/output data,


Input/Ou tput
informasi, parameter
Data

Memulai subrutin atau

Predefined fungsi kontrol

Process Subtugas
25

Bandingkan informasi, pilih

Decision opsi transmisi data

untuk langkah-langkah

selanjutnya

Gabungkan bagian diagram


On Page
alur
Connector
dalam satu halaman.
Gabungkan bagian diagram
Off Page
alur pada halaman berbeda.
26

2.11 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual yang diigunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

Permasalahan

Kekurangan hasil panen yang di sebabkan oleh hama dan penyakit


pada tanaman kangkung cabut

Solusi

Perancangan aplikasi sistem pakar mengidentifikasi hama dan


penyakit tanaman kangkung cabut berbasis android

Metode

Menggunakan metode case based reasoning

Hasil

Aplikasi sistem pakar diharapkan dapat digunakan dalam


mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman kangkng cabut

Gambar 2.8 Kerangka Konseptual

Pada kerangka konseptual telah diuraikan masalah yang terjadi Kekurangan

hasil panen yang di sebabkan oleh hama dan penyakit pada tanaman kangkung

cabut. Sehingga menghadirkan solusi yaitu perancangan aplikasi sistem pakar

mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman kangkung cabut berbasis android

dengan menggunakan metode Case Based Reasoning, diharapkan dapat

digunakan dalam mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman kangkung cabut.


27

2.12 Review Penelitian Terdahulu

Penelitian ini menggunakan beberapa referensi penelitian terdahulu

diantaranya :

Tabel 2.4 Review Penelitian

No Peneliti Judul Penelitian Persamaan Perbedaan Hasil Penelitian


1 Agus Sistem pakar Sistem Dalam Melihat beberapa analisis maka
suryadi. pendiagnosaan pakar ini penelitin kesimpulan yang dapat diatrik
, 2019 hama dan mengguna ini objek adalah :
penyakit pada kan yang di 1. Dengan membandingkan
tanaman teh metode teliti yaitu gejala yang dialami dengan
menggunakan yang sama hama dan diagnosis suatu hama /penyakit
metode case yaitu case penyakit tanaman teh berdasarkan
based reasoning based tanaman kejadian di masa lalu, maka
reasoning the dirancanglah suatu sistem
pakar yang bisa memudahkan
dalam diagnosis hama/penyakit
tanaman teh.
2. Sistem pakar yang menerapkan
pendekatan CBR dapat
menawarkan cara untuk
mengelola hama atau penyakit
yang menyerang tanaman teh,
dimana waktu bisa berkurang
serta biaya pengguna dalam
mengatasi hama atau penyakit
yang muncul.
3. Berdasarkan perkiraan
kemiripan, tanaman akan
bertemu dengan 37,5%
kepik
penghisap daun teh.
28

2. Murtiw Sistem pakar Dalam Sistem Sistem pakar diagnosis hama dan
iyati berbasis web penelitin pakar ini penyakit kangkung dengan
dan untuk ini objek mengguna menggunakan teknik faktor
safitri mendiagnosis yang kan kepastian telah dikembangkan
leni., penyakit dan diteliti metode secara efektif dan diperkirakan
2023 hama tanaman adalah certainty dapat berfungsi sebagaimana
kangkung hama dan factor mestinya, berdasarkan temuan dan
menggunakan penyakit pembahasan. Nilai ketidakpastian
metode certainty tanaman gejala penyakit. Petani dapat
factor kangkung dengan cepat mendeteksi hama dan
penyakit yang menyerang tanaman
kangkung dengan bantuan metode
profesional ini.
Nilai faktor kepastian gangguan
kekurangan gizi berdasarkan
perhitungan adalah 0,984.
3 Muzaki Case based Sistem Dalam Data menunjukkan bahwa hasil SC
r dan reasoning pakar ini penelitian memiliki bobot terendah—0,19—
marniy method untuk menggunk ini objek dan kasus PE memiliki bobot
ati., sistem pakar an metode yang di tertinggi—1. Berdasarkan hasil
2020 diagnose yang sama gunakan tersebut dapat dikatakan bahwa
penyakit sapi yaitu case yaitu sistem PKAR dapat mendiagnosis
based penyakit penyakit sapi secara efektif dengan
reasoning sapi memanfaatkan pendekatan CBR.
Teknologi ini merupakan aset yang
luar biasa bagi peternak untuk
diagnosis penyakit sapi. Peternak
sapi khususnya lebih menghemat
waktu dalam mendeteksi
29

permasalahan yang dialami sapinya


sehingga dapat segera memberikan
terapi dini pada ternaknya. Peternak
dapat memperoleh informasi
mengenai penyakit yang diderita
sapi dengan lebih cepat tanpa harus
bertemu langsung dengan dokter
spesialis.
4 Septian Sistem pakar Sistem Objek Dapat diambil kesimpulan bahwa
da reza diagnose pakar ini yang sistem yang dikembangkan dengan
Maulan penyakit paru- mengunak diteliti metode case based Reasoning dapat
a paru menunakan an metode yaitu memudahkan pasien atau pengguna
dkk.,20 metode case yang sama penyakit dalam menggunakan aplikasi yang
23 based reasoning yaitu case paru-pau dirancang untuk melakukan
based konsultasi dan menentukan
reasoning tindakan terbaik berdasarkan
temuan penelitian dan pengujian
yang telah dilakukan. diadakan.
Rata-rata 86,8% survei
diselesaikan. dan skor persentase
sebesar 90% menunjukkan bahwa
sistem yang dikembangkan dengan
teknik case based Reasoning dapat
mendiagnosis penyakit paru dengan
akurasi yang sangat baik.
5 Minarw Penerapan case Penelitian Objek Dengan menggunakan faktor-a-case
i dkk., based reasoning ini yang di (CBR) untuk mengevaluasi
2021 (CBR) pada mempuny teliti yaitu kemiripan antara kasus baru dan
sistem pakar ai penyakit kasus yang tercatat di database,
diagnosis persamaan tanaman penelitian ini menghasilkan sistem
30

penyakit yaitu pangan pakar untuk mengidentifikasi


tanaman pangan menggunk berupa penyakit tanaman pangan. Hasil
an metode padi, pengujian menunjukkan bahwa
case based singkong, sistem dapat mendeteksi penyakit
reasoning jagung dan pada tanaman pangan seperti padi,
kacang singkong, jagung, dan kacang tanah
tanah secara akurat, dengan rata-rata
akurasi sebesar 76,74% dan nilai
sensitivitas sebesar 100%.
6. Ahmad Sistem pakar Persamaan Perbedaan Uji akurasi terhadap 50 aturan
iffan diagnosis hama pada pada hama dan penyakit tanaman
dkk., dan penyakit penelitian penelitian kangkung menghasilkan nilai
2022 pada tanaman ini adalah ini adalah akurasi sebesar 90% karena 45
kangkung objek metode aturan dianggap benar dan 5 aturan
menggunakan yang sama yang dianggap kurang tepat..
metode forward digunakan
chaining yaitu
forward
chaining
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan selama 3 bulan, yakni

sejak April-Juni 2025. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Puuroda,

Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

3.2 Jenis Penelitian dan Sumber Data

3.2.1 Jenis penelitian

Sebuah metode penelitian yang dikenal sebagai penelitian kualitatif

memanfaatkan cerita atau bahasa untuk menafsirkan dan memperjelas

pentingnya kejadian, tanda, dan konteks sosial tertentu (Waruwu, 2023).

Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif

dengan metode studi kasus.. Penulis menggunakan penelitian kualitatif

karena sesuai dengan penelitian yang dilakukan untuk merancang sebuah

sistem pakar serta melakukan penelitian berupa mengkaji objek yang

diteliti.

3.2.2 Sumber data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset

kepustakaan (library research) sebagai teknik pengumpulan data untuk

dijadikan acuan dalam menyelesaikan penelitian yang data-datanya

diperoleh dari beberapa sumber berup buku, jurnal, ensiklopedia, kamus,

skripsi maupun literature lainnya.

31
32

3.3 Metode Pengumpulan Data

metode yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data penelitian

adalah pengumpulan data (Nurjanah, 2021). Berdasarkan pengertian ini,

dapat disimpulkan bahwa metode pengumpulan data yang digunakan

dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.:

3.3.1 Wawancara

Untuk mendapatkan informasi dan data, peneliti dapat langsung

mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban dari orang-orang yang

terlibat dalam wawancara. Peneliti mewawancarai petani untuk

mendapatkan informasi.

3.3.2 Observasi

Dibandingkan dengan metode pengumpulan data lainnya, visualisasi

menawarkan beberapa fitur unik.. Proses observasi rumit dan melibatkan

sejumlah proses biologis, psikologis, dan/atau memori.

3.3.3 Kepustakaan

Untuk mendukung data-data yang diperoleh, informasi lain di ambil

dari berbagai bahan referensi berupa buku, artikel dan sumber lain maupun

internet yang berhubungan dengan sistem pakar untuk identifikasi hama

dan penyakit tanaman kangkung cabut menggunakan metode CBR.


33

3.4 Metode Pengolahan Data

Pengolahan data merupakan rangkaian yang mengolah data lapangan

untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Berdasarkan penjelasan yang dikembangkan pengolah data secara ringkas

(Agus Salim., 2006) adalah sebagai berikut :

1. Reduksi data (data reduction)

Proses memilih dan memuatkan perhatian untuk menyederhanakan,

abstraksi dan transformasi data kasar yang diperoleh.

2. Penyajian data

Tahap pengembangan deskripsi informasi yang tersusun untuk

memperoleh kesimpulan dan mengambil tindakan.

3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and

verification)

Menemukan makna setiap kejadian yang terlihat di lapangan,

mencatat keteraturan dan konfigurasinya serta kualitas alur fenomena

dan dalilnya, merupakan proses menarik kesimpulan dan melakukan

verifikasi..

3.5 Metode Pengembangan

Metode sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

terstruktur atau waterfall. Ada 5 tahapan dalam metode waterfall yaitu

Requiremnts, Design, Implementation, Verification, Dan Maintenance (Abdul

Wahid, 2020).
34

Requirement

Design

Implementation

Verification

Maintenance

Gambar 3.1 Metode Waterfall


Keterangan :

1. Requirement

Pengembang sistem kini perlu berkomunikasi untuk memahami

perangkat lunak yang diminta konsumen dan batasan perangkatnya.

Survei langsung, percakapan, dan wawancara adalah beberapa metode

untuk mengumpulkan informasi. Data diperoleh dengan menganalisis

informasi sehingga masyarakat dapat menggunakannya

2. Design

Pada fase ini, pengembang membuat diagram sistem untuk membantu

mereka menentukan arsitektur sistem serta kebutuhan sistem dan

perangkat keras.

3. Implementation

Saat ini, sistem dibuat dalam unit, atau program terpisah, yang

kemudian digabungkan secara bertahap. Pengujian unit melibatkan

pengembangan dan pengujian setiap unit untuk memastikannya berfungsi

sebagaimana mestinya..
35

4. Verification

Saat ini, sistem sedang diuji dan divalidasi untuk melihat apakah

memenuhi semua atau beberapa kriteria sistem. Pengujian unit, pengujian

sistem, pengujian penerimaan, dan pengujian penerimaan (dilakukan

dengan atau bersama pelanggan untuk melihat apakah semua persyaratan

pelanggan terpenuhi) adalah bagian berbeda yang dapat dipisahkan

menjadi pengujian berdasarkan kode spesifik modul. Pengujian sistem

memeriksa bagaimana sistem bekerja ketika semua komponen dipasang.

5. Maintenance

Teknik air terjun diakhiri dengan langkah ini. Perangkat lunak yang

telah selesai digunakan dan selalu diperbarui. Melakukan koreksi atas

kesalahan yang terlewat pada tahap awal merupakan bagian dari

pemeliharaan.

3.6 Metode Pengujian

Dalam merancang sebuah sistem pakar tentunya dibutuhkan teknik

pengujian untuk mengetahui cara kerja dan kinerja dari sistem pakar dalam

beroperasi. Dengan melakukan pengujian terhadap sistem dapat diketahui

apakah sistem telah mencapai target atau masih terdapat kekurangan dari

sistem yang dibangun. Pada penelitian ini akan digunakan pengujian internal

sebagai metode pengujian. Untuk pengujin internal akan digunakan metode

balck box testing. Dalam metode pengujian ini, input dan output sistem

perangkat lunak merupkan hal yang akan ditinjau oleh penguji. Black box

testing berfokus pada spsifikasi fungsional dari software, kumpulan kondisi


36

input dan melakukan pengujian terhadap fungsional program (Abdillah et al.,

2023).

1. Functional testing

Merupakan proes yang dilakukan untuk menguji fungsi atau fitur

spesifikasi yang terdapat pada sebuah software. Pada umumnya, tipe

pengujian ini befokus pada aspek penting dan kombinasi antara beberapa

komponen utama dari software.

3.7 Tahap Penelitian

Tahap penelitian adalah langkah-langkah dimana peneliti melakukan

penelitian, pengembangan dan perancangan alat. Kegiatan yang dilakukan

dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan, pengumpulan data,

perancangan sistem, analisis hasil pengujian dan penarikan kesimpulan..

Desain tahapan penelitian ada pada gambar 3.2.


37

Mulai

Analisis kebutuhan

Pengumpulan data

Perancangan sistem

Pengujian sistem

tidak

Sistem
Sesuai

ya

Implementasi sistem

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.2 Tahapan Penelitian

1. Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan adalah tahap dimana peneliti melakukan pengujian

untuk membuktikan data/informasi yang ada.


38

2. Pengumpulan data

Dilakukannya tahap untuk mengumpulkan informasi, fakta, atau data di

lapangan yang akan menggunakan teknik observasi dan wawancara untuk

menyaksikan para ahli dalam bekerja..

3. Perancangan sistem

Perancangan sistem adalah tahap dimana peneliti menggambarkan atau

merancang tentang aplikasi yang ingin dibuat sehingga ketika data sudah

terkumpul dapat diolah menjadi rancangan file.

4. Pengujian sistem

Program diuji dengan menggunakan pendekatan black box pada sistem

ini; jika aplikasi berhasil, maka segera diimplementasikan; jika tidak,

penyesuaian akan dilakukan sebelum melanjutkan implementasi dan

menarik kesimpulan.

5. Implementasi

Setelah dilakukan pengujian sistem, kemudian sistem atau aplikasi yang

telah dibuat diterapkan atau di implenetasikan sehingga sistem tersebut

dapat menjadi solusi.

6. Kesimpulan

Tahap ini adalah tahap akhir yang dilakukan peneliti untuk membuat

laporan berupa hasil kesimpulan dari perancangan aplikasi identifikasi.


BAB IV

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1 Analisis Sistem

Analisis ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menilai informasi tentang

komponen-komponen sistem, hubungan di antara mereka, serta cara sistem

berfungsi secara keseluruhan. Analisis sistem adalah proses mempelajari dan

memahami sistem yang ada dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah,

kebutuhan, dan peluang perbaikan. Hasil dari analisis sistem digunakan

sebagai dasar untuk merancang, mengembangkan, atau memperbarui sistem

agar lebih efisien dan efektif.

4.1.1 Analisis sistem yang berjalan

Menunggu Pakar

Petani melakukan konsultasi


terhadap gejala-gejala yang Melakukan
muncul pada tanaman identifikasi
kangkung

Hasil identifikasi
hama dan
penyakit
kangkung dan
pengendaliannya

Gambar 4.1 Gambaran sistem yang sedang berjalan

39
40

Pada gambar diatas dapat dijelaskan bahwa saat ini sistem yang sedang

berjalan masih manual dikarenakan para petani masih ke pakar terlebih

dahulu untuk melakukan identifikasi, jika pakar tidak berada ditempat,

terlebih dahulu menunggu pakar sampai berada ditempat dan petani

melakukan konsultasi dengan menjelaskan gejala-gejala yang dialami, lalu

pakar memberikan hasil identifikasi serta cara pengendaliannya.

4.1.2 Analisis sistem yang di usulkan

Analisis sistem yang di usulkan ini bertujuan untuk mempermudah para

petani yang ingin mengetahui hama dan penyakit apa yang menyerang

tanaman kangkung cabut tersebut sehingga dapat cepat ditangani tanpa harus

menunggu seorang pakar terlebih dahulu. Berdasarkan hasil analisis yang

berjalan berikut adalah hasil dari sistem yang di usulkan:


41

Pengguna Aplikasi

Mulai

Membuka Aplikasi Menampilkan tampilan


awal

Memilih menu
identifikasi

Memasukan nama

Memilih gejala-gejala Menampilkan hasil


yang terjadi pada tanaman identifikasi beserta solusi

Selesai

Gambar 4.2 Analisis sistem yang diusulkan

Dari gambar di atas dijelaskan bahwa proses yang dilakukan petani untuk

melakukan identifikasi terhadap tanaman kangkung cabut, petani pertama kali

yaitu membuka aplikasi kemudian aplikasi akan menampilkan tampilan awal

atau halaman awal, setelah itu memilih menu identifikasi didalam menu

identifikasi petani terlebih dahulu memasukkan nama, kemudian masuk pada

menu yang terdapat beberapa gejala, petani memilih gejala kemudian tab

hasil pemeriksaan maka aplikasi akan menampilkan hasil identifikasi dan

memberikan solusi atas hama atau penyakit apa yang dialami oleh tanaman

kangkung tersebut.
42

4.1.3 Analisis kebutuhan

1. Kebutuhnan perangkat keras

Perangkat keras bertujuan untuk mengetahui semua yang di

butuhkan dalam pembuatan sistem ini, perangkat yng dibutuhkan

minimal.

Tabel 4.1 Kebutuhan perangkat keras

Spesifikasi Kebutuhan

Processor Intel Celeron, sistem dengan prosesor Intel Celeron akan

memberikan performa yang cukup memadai untuk

pengguna.

Hard Disk 500 GB, hard disk 500GB adalah pilihan yang memadai

dengan kapasitas penyimpanan yang cukup untuk sistem

operasi, aplikasi, dan data pribadi.

RAM 4 GB, RAM 4GB termasuk dalam kategori memori yang

cukup untuk kebutuhan komputasi dasar hingga menengah.

Handphone Vivo y30, Android 12, adalah smartphone yang memadai

untuk berbagai kebutuhan komputasi mobile, termasuk

komunikasi, produktivitas, dan hiburan. Dengan spesifikasi

yang solid dan efisiensi biaya yang baik

2. Kebutuhan perangkat lunak

Dalam pembuatan sistem, anlaisi perangkat lunak akan dilakukan

untuk mengetahui apa yang akan dibutuhkan .


43

Tabel 4.2 Kebutuhan perangkat lunak

Spesifikasi Kebutuhan

Sistem Operasi Windows 7 64 bit, Dengan spesifikasi perangkat keras yang

sesuai, sistem ini dapat memberikan kinerja yang stabil dan

responsive.

Aplikasi Android Studio, Android Studio adalah IDE yang

dikembangkan oleh Google untuk pengembangan aplikasi

Android seperti penulisan kode program.

3. Kebutuhan sumber daya manusia (brainware)

Sebagai pelaksanaan dari suatu sistem yang diusulkan yaitu

Tabel 4.3 Kebutuhan sumber daya manusia

Pengguna Katerangan

Admin Individu yang bertanggung jawab untuk mengelolah sistem

agar berjalan dengan baik.

User (Petani) Individu yang menggunakan atau berinteraksi dengan sistem

komputer atau perangkat lunak untuk mencapai tujuan.

4.2 Perancangan sistem

Desain sistem adalah fondasi untuk membangun sebuah aplikasi, dan

biasanya hal ini didahulukan. Sedangkan proses perancangan sistem, yang

meliputi proses-proses untuk mendukung operasional sistem serta tahapan

operasional dalam proses pengelolaan data.


44

4.2.1 Flowchart

Flowchart sistem merupakan alur yang dirancang dalam bentuk desain

dengan menggunakan simbol-simbol tertentu. dalam sistem pakar identifikasi

hama dan penyakit pada tanaman kangkung cabut berbasis android

menggunakan diagram flowchart seperti yang di tampilkan sebagai berikut:


Mulai

Input nama user

Masukkan gejala

YA
Proses Hitung
similarity menggunakan CBR

Jenis hama atau penyakit Identifikasi


serta solusi pada kasus Lagi
termirip dengan nilai persen
tertinggi hingga rendah
yang akan ditampilkan

TIDAK

Selesai
Gambar 4.3 Rancangan sistem identifikasi hama dan
penyakit tanaman kangkung cabut
Di awali dengan mulai setelah itu massukan nama user kemudian

memasukkan gejala, setelah itu akan dilakukan proses hitung similarity

menggunakan CBR kemudian akan mengeluarkan informasi berupa jenis hama

atau penyakit serta solusi pada kasus termirip dengan nilai persen tertinggi hingga
45

terendah. Dan apaliba ingin melakukan identifikasi lagi maka kembali ke

massukan nama user sedangkan apabila tidak maka selesai.

4.2.2 Rancangan sistem antar muka

Adalah proses merancang bagaimana pengguna akan berinteraksi

dengan suatu sistem, seperti perangkat lunak atau aplikasi.

1. Rancangan antar muka pengguna

1.) Rancangan menu home

Rancangan menu home mengacu pada desain halaman utama atau

beranda suatu aplikasi. Ini adalah tata letak visual yang dirancang untuk

menjadi titik awal bagi pengguna. Dan terdapat tombol informasi hama.

Sistem Pakar
Identifikasi Hama & Penyakit
Tanaman Kangkung

Identifikasi

Kangkung cabut
Kangkung cabut termasuk jenis
Sayuran daun yang mudah
ditanam. Sayuran ini bisa ditanam
dimana saja, tak terkecuali dilahan
sempit

Informasi hama

Gambar 4.4 Rancangan menu home


46

2.) Rancangan menu identifikasi

merujuk pada pengidentifikasian berbagai jenis penyakit dan hama

tanaman kangkung cabut, rancangan identifikasi mencakup strategi untuk

mengenali gejala penyakit dan hama. Yang terdapat kolom nama, tombol

daftar dan tombol reset.

Input Data Petani


Nama Petani

Daftar Reset

Gambar 4.5 Rancangan menu identifikasi


47

3.) Rancangan menu pilihan gejala

Rancangan ini berisikan data gejala dari penyakit dan hama kangkung

yang akan digunakan dalam penelitian ini, yang terdapat tombol proses

dan tombol reset.

Pada daun terdapat noda hitam


brupa butiran kecil

Tanaman mati secara tiba-tiba

Terdapat karat putih pada


bagian daun

Terdapat karat kuning pada


bagian daun

Terdapat benjolan-benjolan
pada daun

Proses Reset

Gambar 4.6 Rancangan menu pilihn gejala


48

4.) Rancangan menu informasi hama

Informasi hama merujuk pada data atau pengetahuan tentang hama

tanaman kangkung cabut yang dapat merugikan pertanian.

Informasi Hama Kangkung

Hama Tanaman Kangkung –


hama tanaman biasanya
menyerang tanaman kangkung
pada bagian daun dan batang.

Gambar 4.7 Rancangan menu informasi hama


49

5.) Rancangan menu informasi hama dan penyakit

Informasi hama dan penyakit merujuk pada data atau pengetahuan

tentang hama dan penyakit tanaman kangkung cabut.

Daftar hama &


penyakit tanaman
kangkung
No Deskripsi Penyakit
1 Hama ulat grayak
Hama ulat grayak adalah
hama yang sering menjadi
hama penting pada
tanaman kngkung, ulat
grayak biasanya
menyerang daun tanaman
dan dapat merusak
tanaman secara besar.

Gambar 4.8 Rancangan menu informasi hama dan penykit


50

2. Rancangan antar muka admin

1.) Rancangan menu login admin

Rancangan menu login admin adalah rancangan yang dibuat sebagai

tempat admin untuk mengolah data penyakit dan hama tanaman kangkung

cabut dimana berisikan kolom untuk mengisi usernme dan password serta

tombol untuk login.

Gambar

Log in Admin Sistem Pakar

Username

Password

Log in

Gambar 4.9 Rancangan menu login admin


51

2.) Rancangan menu home

Rancangan menu home mengacu pada desain halaman utama atau

beranda suatu aplikasi. Ini adalah tata letak visual yang dirancang untuk

menjadi titik awal bagi admin.

Sistem Pakar

Diagnose Hama & Penyakit


Tanaman Kangkung

Gambar

Gambar 4.10 Rancangan menu home


52

3.) Rancangan menu input data hama penyakit dan solusi

Rancangan ini adalah tempat admin akan mengolah data inputan dari

data hama penyakit dan solusi tanaman kangkung cabut dimana terdapat

tombol simpan dan reset.

Data Hama Penyakit & Solusi

Kode Penyakit :

Nama Penyakit :

Definisi:

Solusi:

Simpan Reset

Gambar 4.11 Rancangan menu input data nama penyait dan solusi
53

4.) Rancangan menu input data gejala

Rancangan ini adalah tempat admin dalam mengolah inputan data

gejala dimana terdapat tombol simpan dan reset.

Data gejala

Kode Gejala :

Gejala :

Simpan Reset

Gambar 4.12 Rancangan menu input data gejala


54

5.) Rancangan relasi data gejala

Rancangan ini berisikan data inputan yaitu relasi dari data gejala yang

akan di olah oleh admin dimana terdapat tombol simpan.

Data gejala

Kode
Daftar Penyakit v
Gejala
Daftar Gejala v
Bobot
Bobot Penyakit v

Simpan

Gambar 4.13 Rancangan menu relasi data gejala


55

6.) Rancangan riwayat diagnosa/identifikasi

Rancangan ini barisikan daftar riwayat identifikasi yang telah di

lakukan oleh pengguna/user.

Riwayat diagnosa

No Nama Hasil Tangga


Petani Diagnosa l

Gambar 4.14 Rancangan riwayat diagnosa/identifikasi


56

4.2.3 Desain data base

Desain database adalah proses merancang struktur dan organisasi

dari sebuah database. Pada perancangan sistem ini menggunakan

database dengan nama db dalam sistem digunakan untuk menyimpan

data. Adapun tabel yang ada pada database tersebut :

1. Tabel data petani

Dalam menyimpan hasil data, yang akan digunakan adalah tabel

dat petani dengan melihat nama petani yang akan melakukan

identifikasi, dan dapat di lihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4 Tabel data petani

Field Data type Size


Id Int 11
nama_petani Varchar 60

2. Tabel gejala

Adalah tabel yang digunakan dalam menyimpan suatu gejala

dimana kd_gejala sebagai primary key, dan dapat dilihat pada table

dibawah ini :

Tabel 4.5 Tabel gejala

Field Data type Size


kd_gejala Char 4
Gejala Varchar 100
57

3. Tabel solusi hama penyakit

Adalah tabel unruk menyimpan solusi dari penyakit tanaman

kangkung cabut, dimana kd_penyakit sebagai primary key yang dilihat

pada table dibawah ini :

Tabel 4.6 Tabel solusi hama penyakit

Field Data type Size


kd_penyakit Char 4
nama_penyakit Varchar 30
Definisi Text -
Solusi Text -

4. Tabel relasi

Tabel relasi adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data

relasi dari penyakit tanaman kangkung cabut, yang dilihat pada table

dibawah ini :

Tabel 4.7 Tabel relasi

Field Data type Size


id_relasi Int 4
kd_gejala Char 4
kd_penyakit Char 4
Bobot Int 1
58

5. Tabel hasil identifikasi

Tabel identifikasi adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan

hasil identifikasi tanaman kangkung cabut, yang dilihat pada table

dibawah ini :

Tabel 4.8 Tabel hasil identifikasi

Field Data type Size


Id Int 11
Nama Int 11
kd_penyakit Int 11

4.2.4 Basis pengetahuan

Basis pengetahuan, yang terdiri dari representasi informasi pakar dan non-

formal yang diperoleh dari publikasi atau jurnal, merupakan komponen

sentral dari sistem pakar. Basis pengetahuan terdiri dari kaidah-kaidah, yaitu

rincian tentang cara menciptakan fakta-fakta baru dari fakta-fakta yang sudah

ada sebelumnya, dan fakta-fakta, yaitu rincian tentang suatu hal, peristiwa,

atau keadaan. Berikut ini bentuk-bentuk penyakit tanaman kangkung dan

gejalanya.

Tabel 4.9 Gejala hama dan penyakit tanaman kangkung

Kode
No Nama Gejala
Gejala
1 G01 Ujung daun bergerigi
2 G02 Pada bekas gigitan terlihat seperti jaring laba-laba
3 G03 Terdapat daun yang berlubang
4 G04 Tanaman tampak kerdil
5 G05 Terdapat daun yang melengkung kebawah
6 G06 Pada bagian bawah daun terdapat serangga ukuran kecil
59

7 G07 Pada bagian bawah daun terdapat serangga ukuran kecil


8 G08 Daun yang dimakan sisa tulang daun saja
9 G09 Pada daun terdapat noda hitam berupa butiran kecil
10 G10 Adanya beberapa tanaman yang mati secara tiba-tiba
11 G11 Terdapat karat putih pada permukaan daun
12 G12 Terdapat karat kuning pada permukaan daun
13 G13 Terdapat benjolan-benjolan pada daun
14 G14 Pada benjolan daun berwarna hijau muda hingga kuning
15 G15 Terdapat bercak coklat hingga kehitaman pada permukaan daun
16 G16 Beberapa daun menjadi layu
17 G17 Daun menguning di sekitar bercak
18 G18 Bercak berkembang jadi ukuran yang lebih besar seiring waktu
19 G19 Daun menjadi kuning keputih-putihan
20 G20 Daun berwarna coklat dan menjadi sangat tipis
21 G21 Terdapat daun yg mulai mengering hingga rontok
22 G22 Bengkak pada pangkal batang
23 G23 Beberapa tanaman tampak layu
24 G24 Daun menguning hingga menjadi coklat
25 G25 Adanya batang yang menguning menjadi kecoklatan

Data gejala pada tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa skripsi ini
menggunakan 25 data gejala penyakit tanaman kangkung cabut. Sumber:
(Ahmad iffan et al., 2022) & (Safitri & Murtiwiyati, 2023)
Tabel 4.10 Jenis hama dan penyakit tanaman kangkung cabut

No Kode Nama hama dan penyakit


1 H01 Hama ulat grayak
2 H02 Hama kutu daun
3 H03 Hama ulat keket
4 P01 Penyakit karat putih
5 P02 Penyakit bercak daun
6 P03 Penyakit bulai
7 P04 Penyakit layu

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa pada skripsi ini menggunakan 7


data yang terdiri dari hama dan penyakit. Sumber: (Ahmad iffan et al., 2022) &
(Safitri & Murtiwiyati, 2023).
60

Tabel 4.11 Solusi hama dan penyakit tanaman kangkung cabut


No Nama hama
Solusi
dan penyakit
1 Hama ulat 1. Lakukan Pembersihan Kebun Yaitu Dengan Membuang
grayak Bagian Tanaman Yang Terinfeksi Ulat Grayak
2. Buang Ulat Grayak Secara Manual dan
3. Lakukan Penemprotan Dengan Insektisida Diazinon,
Sekitar 2-4 Ml Insektisida Per Liter Air.
2 Hama kutu 1. Untuk menggunakan cuka, campurkan 1 sendok makan
daun cuka, 1 sendok makan sabun cair, 1 sendok makan
minyak, 1,5 sendok makan soda kue, dan 1 galon air.
Haluskan komponen dengan air, lalu pindahkan campuran
tersebut ke dalam botol semprot. Fokuskan penyemprotan
Anda pada bagian bawah dan daun tanaman..
2. Lakukan Pembersihan Kebun Secara Maksimal
3 Hama ulat 1. Melakukan Pebersihan Lahan Dengan Baik
keket 2. Lakukan Pengendalian Dengan Pestisida Nabati Seperti
Campur 1kg Sereh, 1kg Bawang Putih, 1,5 Liter Air, 15
Gr Bubuk Kunyit Dan Sabun Cair.
3. Penyemrotan Larvasida : Gunakan Larvasida Yang
Mengandung Bacilius Thurigiensis (Bt) Yang Aman
Untuk Manusia Dan Hewan Peliharaan. Dengan Takaran
1-2 Sendok Makan Larvasida Dan Larut Dalam air Per
Liter Air.
4 Penyakit karat 1. Lakukan Penemrotan Dithane M-45 2-3 gram per liter air.
putih 2. Lakukan Pembersihan Lahan, Seperti Bersihkn Area
Tanam Dari Sisa-Sisa Tanaman Yang Terinfeksi Untuk
Mengrani Resiko Infeksi Yang Brulang
3. Lakukan Penyiraman Yang Cukup, Pemupukan, Dan
Penyiagaan Yang Teratur Untuk mengurangi Kelembapan
Dan Pertumbuhan Jamur.
5 Penyakit 1. Melakukan Pencabutan Tanaman Yang Terserang Dan
bercak daun Buang Jauh, Hal Ini Untuk Menghindari Penyebaran
61

Penyakit Terhadap Tanaman Kangkung Lainnya


2. Lakukan Penyemrotan Menggunakan Larutan Water
Treatment Bakterisida 2-4 gram per liter air
3. Penggunaan Fungisida Seperti Mancozed, Fungisida Ini
Efektif Untuk Mengendalikan Berbagai Jenis Penyakit
Jamur Termasuk Yang Menyebabkan Bercak Daun
Dengan Dosis 2-3 Gram Per Liter Air.
6. Penyakit bulai 1. Potong Dan Buang Bagian Tanaman Yang Terinfeksi
Bulai
2. Pastikan Drainase Tanah Berfungsi Dengan Baik Untuk
Menghindari Genangan Air Yang Dapat Memperburuk
Kondisi Penyakit Bulai
3. Menggunakan Fungisida, Pilih Yang Mengandung Bahan
Aktif Seperti Propamocarb Hydrochloride Atau Fosetly-
Aluminium. Takaran Fungisida Propamocarb
Hydrochlorid Atau Fosetly-Aluminium Untuk
Pngendalian Penyakit Bulai Pada Tanaman Kangkung
Darat Umumnya Antara 1 Hingga 3 Gram Per Liter Air.
Tergantung Tingkat Keparahan Infeksi.
7. Penyakit layu 1. Pengaturan Drainase, Pastikan Drainase Tanah Berfungsi
Dengan Baik Untuk Mencegah Genangan Air Yang
Dapat Memicu Penyakit Layu
2. Berikan Pupuk Untuk Meningkatkan Kekebalan
Tanaman, Seperti Pupuk kandang Dapat Meningkatkan
Kesehatan Tanah Dan Tanaman, Pupuk Organis Kompos
Juga Dapat Membantu Meningkatkan Kesehatan Tanah
Dan Tanaman
3. Menjaga Lahan Agar Tetap Bersih.

Pada tabel di atas menunjukkan solusi atau pengendalian dari hama dan
penyakit yang digunakan pada skripsi ini. Sumber: (Ode et al., 2021), (Fikri et al.,
2015), (Rahayu et al., 2024)
62

Tabel 4.12 Relasi gejala dengan hama dan penyakit


Hama dan Penyakit
Gejala
H01 H02 H03 P01 P02 P03 P04
G01 
G02 
G03 
G04 
G05 
G06 
G07 
G08 
G09 
G10 
G11 
G12 
G13 
G14 
G15 
G16 
G17 
G18 
G19 
G20 
G21 
G22 
G23 
G24 
G25 

Pada tabel relasi gejala dengan hama dan penyakit diketahui bahwa gejala

mana yang tergolong pada jenis-jenis penyakit seperti yang terlihat di atas.
63

4.3 Skema kasus

1. Kasus 01 bulai

Pada kasus 01 gejala yang di input oleh user akan di hitung similarity nya

dengan penyakit yang gejalanya sama pada basis data dan bobot yang telah

ada pada sistem.

Tabel 4.13 Skema kasus bulai

Gejala penyakit Gejala user


Kode Kode
Gejala Bobot Gejala Bobot
gejala Gejala
G19 G18 Bercak berkembang
Daun menjadi
jadi ukuran yang
kuning keputih- 3 5
lebih besar seiring
putihan bergaris
waktu
G20 Daun berwarna G19 Daun menjadi
coklat dan 3 kuning keputih- 3
menjadi putihan bergaris
sangat tipis
G21 G20 Daun berwarna
Daun mengering
5 coklat dan menjadi 3
hingga rontok
sangat tipis
Berikut proses similarity untuk kasus baru dengan kasus yang ada dalam

basis data sesuai dengan tabel.

Similarity (x.x) = s1*w1+s2*w2+…sn*wn


w1+w2+…wn
= (1*3)+(1*3)+(0*5)
3+3+5
= 6
11
= 54,54%
Dari hasil perhitungan di atas terdapat 2 gejala yang dipilih user memiliki

kemiripan sama dengan yang ada dibasis data gejala penyakit bulai. Sehingga

dari proses similarity, tingkat penyakit bulai yang di alami oleh tanaman

kankung cabut adalah 54,54%.


64

2. Kasus 02 bercak daun

Pada kasus 02 gejala yang di input oleh user akan di hitung similarity nya

dengan penyakit yang gejalanya sama pada basis data dan bobot yang telah

ada pada sistem.

Tabel 4.14 Skema kasus bercak daun

Gejala penyakit Gejala user


Kode Kode
Gejala Bobot Gejala Bobot
gejala Gejala
G15 Terdapat bercak G18 Bercak berkembang
coklat hingga jadi ukuran yang
5 5
kehitaman pada lebih besar seiring
permukaan daun waktu
G16 G19 Daun menjadi
Daun menjadi layu 3 kuning keputih- 3
putihan bergaris
G17 G20 Daun berwarna
Daun menguning di
3 coklat dan 3
sekitar bercak
menjadi
sangat tipis
G18 Bercak berkembang
jadi ukuran yang
5
lebih besar seiring
waktu
Berikut proses similarity untuk kasus baru dengan kasus yang ada dalam
basis data sesuai dengan tabel.
Similarity (x.x) = s1*w1+s2*w2+…sn*wn
w1+w2+…wn
= (1*5) + (0*3) + (0*3)
5+3+3
= 5
11
= 45,45%
65

Dari hasil perhitungan di atas terdapat 1 gejala yang dipilih user memiliki

kemiripan sama dengan kasus yang ada dibasis data. Sehingga dari proses

similarity, tingkat penyakit bercak daun yang di alami oleh tanaman kankung

cabut adalah 45,45%

3. Kasus 03 penyakit layu

Pada kasus 03 gejala yang di input oleh user akan di hitung similarity nya

dengan penyakit yang gejalanya sama pada basis data dan bobot yang telah

ada pada sistem.

Tabel 4.15 Skema kasus layu

Gejala penyakit Gejala user


Kode Kode
Gejala Bobot Gejala Bobot
gejala Gejala
G22 G18 Bercak berkembang
Bengkak pada jadi ukuran yang
5 5
pangkal batang lebih besar seiring
waktu
G23 G19 Daun menjadi
Beberapa tanaman
5 kuning keputih- 3
tampak layu
putihan bergaris
G24 G20 Daun berwarna
Daun menguning
3 coklat dan 3
hingga mejadi coklat
menjadi
sangat tipis
G25 Adanya batang
menguning hingga 3
menjadi kecoklatan
Berikut proses similarity untuk kasus baru dengan kasus yang ada dalam

basis data sesuai dengan tabel.


66

Similarity (x.x) = s1*w1+s2*w2+…sn*wn


w1+w2+…wn
= (0*5) + (0*3) + (0*3)
5+3+3
= 0
11
= 0%

Dari hasil perhitungan di atas tidak terdapat gejala yang dipilih user

memiliki kemiripan sama dengan kasus yang ada dibasis data. Sehingga dari

proses similarity, tingkat penyakit layu yang di alami oleh tanaman kankung

cabut adalah 0%

4. Kasus 04 hama kutu daun

Pada kasus 04 gejala yang di input oleh user akan di hitung similarity nya

dengan penyakit yang gejalanya sama pada basis data dan bobot yang telah

ada pada sistem.

Tabel 4.16 Skema kasus kutu daun


Gejala penyakit Gejala user
Kode Kode
Gejala Bobot Gejala Bobot
gejala Gejala
G04 G18 Bercak berkembang
Tanaman tampak jadi ukuran yang
5 5
kerdil lebih besar seiring
waktu
G05 Terdapat daun yang G19 Daun menjadi
melengkung 1 kuning keputih- 3
kebawah putihan bergaris
G06 Terdapat daun G20 Daun berwarna
menguning di 3 coklat dan menjadi 3
beberapa helai sangat tipis
G07 Pada bagian bawah
daun terdapat 5
srangga ukurak
kecil
67

Berikut proses similarity untuk kasus baru dengan kasus yang ada dalam

basis data sesuai dengan tabel.

Similarity (x.x) = s1*w1+s2*w2+…sn*wn


w1+w2+…wn
= (0*5) + (0*3) + (0*3)
5+3+3
= 0
11
= 0%

Dari hasil perhitungan di atas tidak terdapat gejala yang dipilih user

memiliki kemiripan sama dengan kasus yang ada dibasis data. Sehingga dari

proses similarity, tingkat hama kutu daun yang di alami oleh tanaman kankung

cabut adalah 0%

Setelah dilakukan proses similarity terhadap gejala yang dipilih user pada

form konsultasi dengan gejala penyakit bulai, penyakit bercak daun, penyakit

layu dan hama kutu daun maka diperoleh hasil seperti berikut:

Tabel 4.17 Hasil identifikasi

Kasus Penyakit Nilai Identifikasi


01 Bulai 54,54%
02 Bercak daun 45,45%
03 Layu 0%
04 Kutu daun 0%
Berdasarkan tabel di atas diperoleh 4 jenis penyakit yang memiliki nilai

yaitu penyakit bulai dengan nilai 54,54% dan penyakit bercak daun 45,45%,

penyakit layu dengan nilai 0%, hama kutu daun dengan nilai 0%. Setelah

diliat dari nilai terbesar maka dapat disimpulkan bahwa dari system CBR

yang dibangun akan menghasilkan solusi dari kasus 01 yaitu penyakit bulai.
BAB V

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Implementasi antar muka

Implementasi antar muka merupakan langkah penting dalam perangkat

lunak untuk memastikan bahwa antar muka yang di rancang dapat berfungsi

sebagaimana mestinya. Adapun implementasi aplikasi sistem pakar ini

digunakan pada perangkat handphone dengan minimal RAM (Random Acess

Memory) 1 GB.

1. Tampilan pengguna

1.) Tampiln menu home

Gambar 5.1 Tampilan menu home

Pada menu home merupakan bentuk yang menampilkan menu awal yang

berisikan informasi tentang tanaman kangkung cabut. Dan terdapat tombol

informasi hama untuk menuju langsung ke halaman menu informasi hama.

68
69

2.) Tampilan menu identifikasi

Gambar 5.2 Tampilan menu identifikasi

Tampilan menu identifikasi adalah tampilan untuk melakukan identifikasi

dimana berisikan kolom untuk memasukkan nama petani terlebih dahulu

sebelum memilih gejala. Tombol daftar berfungsi sebagai identitas yang akan

melakukan identifikasi agar setelah memasukkan nama, pengguna dapat

menuju ke langkah berikutnya yaitu pemilihan gejala, dan reset berfungsi

sebagai tombol hapus jika salah memasukkn nama.


70

3.) Tampilan menu pilihan gejala

Gambar 5.3 Tampilan menu pilihan gejala

Pada tampilan ini pengguna akan memilih gejala yang di alami tanaman

untuk diketahui terkena penyakit apa, tombol ini dapat berfungsi menuju ke

proses identifikasi penyakit, dan tombol reset untuk menghilangkan centang

apabila salah memilih gejala.


71

4.) Tampilan hasil menu identifikasi

Gambar 5.4 Tampilan hasil identifikasi

Pada tampilan ini merupakan tampilan halaman identifikasi yang bersikan

hasil konsultasi user terhadap masalah yang sedang di hadapi. Isi dalam hasil

identifikasi berupa nama penyakit, presentasi keyakinan, solusi, serta gejala

yang sudah di pilih, yang dapat dilihat pada gambar diatas.


72

5.) Tampilan menu informasi hama

Gambar 5.5 Tampilan menu informasi hama

Tampilan ini berisikan informasi tentang hama tanaman kangkung cabut.


73

6.) Tampilan menu informasi hama dan penyakit

Gambar 5.6 Tampilan menu infrmasi hama dan penyakit

Tampilan ini berisikan definisi dari hama dan penyakit tanaman

kangkung cabut.
74

2. Tampilan admin

1.) Tampilan menu login admin

Gambar 5.7 Tampilan menu login admin

Berupa tempat admin login dan mengolah data penyakit tanaman

kangkung cabut dimana terdapat kolom dalam melakukan pengisian

username dan password serta tombol login yang berfungsi sebagai tombol

menuju ke sistem tempat admin mengolah data.


75

2.) Tampilan menu home

Gambar 5.8 Tampilan menu home

Tampilan ini merupakan bentuk yang menampilkan menu awal bagi

admin yang berisikan informasi tentang CBR.


76

3.) Tampilan input data hama penyakit & solusi

Gambar 5.9 Tampilan input data hama penyakit dan solusi

Tampilan ini merupakan tempat admin untuk mengimput data hama

penyakit dan solusi tanaman kangkung cabut dimana terdapat kolom

isian kode penyakit, nama penyakit definisi, solusi dan tombol simpan

berfungsi untuk menghaspus dan menyimpan jika ada kesalahan

penulisan
77

4.) Tampilan input data gejala

Gambar 5.10 Tampilan input data gejala

Tampilan ini berisikan data gejala yang terdiri dari kode gejala dan

keterangan gejala dimana tombol simpan berfungsi untuk menyimpan

data yang telah kita tulis dan reset sebagai tombol hapus jika salah tulis.
78

5.) Tampilan input relasi data gejala

Gambar 5.11 Tampilan input relari data gejala

Tampilan ini berisikan inputan relasi dari data gejala dimana terdapat

kolom input kode penyakit, kolom gejala, dan bobot serta pada tombol

simpan berfungsi jika ingin menyimpan suatu yang telah dipilih oleh

admin.
79

6.) Tampilan riwayat diagnosa/identifikasi

Gambar 5.12 Tampilan riwayat diagnosa/identifikasi

Tampilan ini berisikan riwayat identifikasi yang telah di lakukan oleh

user/pengguna sebelumnya.
80

5.2 Hasil pengujian black box

metode pengujian perangkat lunak yaitu Black box testing dilakukan

terhadap sebuah aplikasi dengan hanya menilai spesifikasi fungsional

perangkat atau software. Dalam metode pengujian ini, input dan output sistem

perangkat lunak merupkan hal yang akan ditinjau oleh penguji. Black box

testing berfokus pada spsifikasi fungsional dari software, kumpulan kondisi

input dan melakukan pengujian terhadap fungsional program (Abdillah et al.,

2023).

5.2.1 Hasil pengujian black box pengguna

Berikut adalah hasil pengujian black box pada pengguna dari aplikasi

sistem pakar yang telah dibuat

Tabel 5.1 Hasil pengujian black box pengguna

No Input pengujian Fungsi Hasil yang di harapkan Ket


1 Klik menu home Menuju pilihan Menampilkan halaman Valid
yang berisi menu identifikasi sesuai menu yang
beberapa menu dipilih
2 Klik menu Menuju untuk Menampilkan kolom Valid
identifikasi mengisi nama petani isian yang sesuai
yang akan
melakukan
identifikasi
3 Pengisian nama Untuk memberikan Tampilan yang sesuai Valid
petani yang akan identitas kepada
melakukan yang melakukan
identifikasi konsultasi
4 Klik tombol Menuju halaman Berfungsi sesuai Valid
daftar untuk pemilihan harapan
gejala
5 Pemilihan gejala Memilih gejala yang Berfungsi sesuai Valid
di alami tanaman harapan
81

6 Klik tombol Menuju ke proes Menampilkan hasil Valid


proses similarity CBR identifikasi serta solusi
yang sesuai
7 Klik menu Menuju halaman Menampilkan halaman Valid
informasi hama informasi hama informasi yang sesuai
tanaman kangkung.
8 Klik informai Menuju halaman Menampilkan halaman Valid
hama dan informasi hama dan informasi hamadan
penyakit penyakit penyakit dengan sesuai

5.2.2 Hasil pengujian black box admin

Berikut adalah hasil pengujian black box pada admin dari aplikasi

sistem pakar yang telah dibuat.

Tabel 5.2 Hasil pengujian black box admin

No Input pengujian Fungsi Hasil yang di harapkan Ket

1 Klik menu login Menuju pada Menampilkan halaman Valid


tampilan antar sesuai menu yang
muka admin dipilih
2 Klik menu home Untuk Menampilkan tampilan Valid
menampilkan yang sesuai
tampilan awal
3 Klik menu input Untuk mengisi data Berfungsi sesuai Valid
data hama hama penyakit & harapan
penyakit & solusi
solusi
4 Klik menu input Untuk mengisi data Berfungsi sesuai Valid
data gejala gejala harapan

5 Klik menu input Untuk mengisi data Berfungsi sesuai Valid


data relasi relasi harapan
6 Klik tombol Menampilkan Menampilkan halaman Valid
riwayat diagnosa halaman informasi informasi yang sesuai
yang sesuai
82

5.2.3 Hasil Pengujian Sistem

Tabel 5.3 Hasil Pengujian Sistem

No Kode Gejala Nama Penyakit Hasil Identifikasi Sistem


1 G01,G02,G03 Hama Ulat Grayak Sesuai
2 G04,G05,G06,G07 Hama Kutu Daun Sesuai
3 G08,G09,G10 Hama Ulat Keket Sesuai
4 G11,G12,G13,G14 Penyakit Karat Putih Tidak Sesuai
5 G15,G16,G17,G18 Penyakit Bercak Daun Sesuai
6 G19,G20,G21 Penyakit Bulai Sesuai
7 G22,G23,G24,G25 Penyakit Layu Sesuai

Terdapat 1 penyakit yang tidak sesuai yaitu penyakit karat putih sebab

tidak sesuai karena tidak menghasilkan kriteria yang diinginkan. Algoritma

kemiripan kurang tepat untuk kasus karat putih yang dimana perhitungan untuk 6

penyakit lainnya bekerja baik, tetapi tidak mampu menangkap pola gejala pada

penyakit karat putih dengan baik. Yang di sebabkan kesalahan dalam proses

penarikan kasus. Selanjutnya berikut adalah perhitungan tingkat akurasi sistem.

Nilai akurasi = Hasil sesuai * 100%


Banyak kasus
= 6 * 100%
7
= 85 %
Dari perhitungan di atas, didapatkan hasil akurasi sistem yang telah dibuat untuk

mengidentifikasi penyakit adalah 85%


83

5.2.4 Hasil Pengujian Responden

Berikut adalah tabel pengujian responden, pengujian ini dilakukan

dengan membuat google form dan di berikan kepada petani untuk di isi.

Dimana terdiri dari 10 orang, hal ini menunjukkan bahwa sistem telah

bekerja dengan baik melakukan identifikasi pada tanaman kangkung

cabut dan di dapatkan hasil pengujian sebagai berikut:

Tabel 5.4 Hasil Pengujian Responden

Timestamp Nama Jenis Kelamin Usia

Column1 Column2 Column3 Column4


11/23/2024 Kasman Laki-laki 31-40 tahun
23:49:45
11/24/2024 8:17:05 Indah Susanti Perempuan Di atas 40
tahun
11/24/2024 Nurhayati Perempuan Di atas 40
10:25:51 tahun
11/24/2024 Najamuddin Laki-laki Di atas 40
10:31:27 tahun
11/24/2024 Maryoto Laki-laki 31-40 tahun
10:47:01
11/24/2024 Yusman Laki-laki 31-40 tahun
10:47:51
11/24/2024 Purwanto Laki-laki 20-30 tahun
11:36:04
11/24/2024 Amirudin Laki-laki 20-30 tahun
11:42:09
11/24/2024 DADANG DERMAWAN ,SP Laki-laki 31-40 tahun
11:53:12
11/24/2024 Sarmin susila Perempuan 31-40 tahun
12:08:02

Apakah anda Seberapa mudah anda Apakah informasi yang


seorang petani menggunakan diberikan oleh
atau penyuluh aplikasi ini? aplikasi ini mudah
pertanian? dipahami?
Column5 Column6 Column7
Petani Mudah mudah dipahami
Petani Sangat mudah Sangat mudah dipahami
Petani Mudah mudah dipahami
Petani Mudah mudah dipahami
Petani Sangat mudah Sangat mudah dipahami
Petani Mudah Sangat mudah dipahami
Petani Mudah mudah dipahami
Petani Mudah mudah dipahami
Penyuluh Pertanian Mudah Sangat mudah dipahami
Petani Sangat mudah mudah dipahami

Apakah aplikasi ini membantu Bagaimana penilaian anda


anda mengidentifikasi hama terhadap keakuratan hasil
atau penyakit identifikasi aplikasi?
pada tanaman kangkung?
Column8 Column9
Cukup membantu Akurat
Sangat membantu Sangat akurat
Membantu Sangat akurat
Sangat membantu Akurat
Sangat membantu Akurat
Sangat membantu Sangat akurat
Cukup membantu Cukup akurat
Cukup membantu Cukup akurat
Cukup membantu Sangat akurat
Cukup membantu Akurat
84

Apakah anda merasa aplikasi


ini dapat memenuhi
kebutuhan anda dalam
mengatasi masalah
hama dan penyakit tanaman kangkung?
Column10
Sangat sesuai
Sangat sesuai
Cukup sesuai
Sesuai
Sesuai
Sangat sesuai
Cukup sesuai
Cukup sesuai
Sangat sesuai
Cukup sesuai

Apa hasil dari identifikasi


anda dan berapa persen
yang didapatkan?
Column11
Hama ulat keket 100%
Penyakit layu 85,58%
Penyakit bercak daun 58,60%
Hama kutu daun 70,50%
Hama ulat grayak 80,60%
Penyakit bulai 83,40%
Penyakit layu 56,60%
Hama ulat keket 62,50%
Penyakit bercak daun 91,20%
Hama kutu daun 60,62%
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

1. Penerapan metode CBR baik digunakan untuk sistem pakar identifikasi

hama dan penyakit tanaman kangkung cabut.

2. Pembuatan sistem pakar dapat memudahkan identifikasi hama dan

penyakit yang menyerang tanaman kangkung cabut dengan memantau

gejala dan mengidentifikasi hama atau penyakit berdasarkan data historis.

3. Hasil pengujian tingkat akurasi dilakukan untuk melihat output yang di

hasilkan sistem pakar. Pengujian ini menggunakan 7 data penyakit yang

di dapatkan dari beberapa referensi jurnal terdahulu serta hasil penelitian

yang dilakukan, selanjutnya data tersebut di masukkan ke sistem untuk

memperoleh hasil analisa sistem. Dari perhitungan didapatkan hasil

akurasi sistem yang telah dibuat untuk mengidentifikasi penyakit adalah

85%

85
86

6.2 Saran

1. Bagi peneliti selanjutnya dapat membuat sistem pakar tanaman kangkung

cabut dengan metode yang berbeda.

2. Bagi peneliti selanjutnya dapat membuat aplikasi sistem pakar tanaman

kangkung cabut yang berbasis web.

3. Diharapkan pada penelitian selanjutnya agar dapat lebih

menyempurnahkan aplikasi dan sistem, dalam pengujian aplikasi ini yang

mana setiap pengujian kedua harus dilakukan reset pada sistem aplikasi,

agar hasil pengujian berjalan dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Safitri, L., & Murtiwiyati, M. (2023). Sistem Pakar Berbasis Web Untuk
Mendiagnosis Penyakit Dan Hama Tanaman Kangkung Menggunakan
Metode Certainty Factor. Jurnal Ilmiah Flash, 9(1), 42.
Https://[Link]/10.32511/Flash.V9i1.1072
Tampiasih, J., Khulaimi, M., & Taqiudin, M. (2023). Rancangan Sistem Pakar
Service Komputer Menggunakan Metode Forward Chaining. Jurnal
Tampiasih, 1(2), 15–21.
Aldo, D., Nur, Y. S. R., Lanyak, A. C. F., Hulqi, F. Y. A., & Hikmah, R. N.
(2022). Penerapan Metode Case Base Reasoning Dalam Diagnosa
Penyakit Dan Hama Pada Tanaman Hortikultura Yohani. Building Of
Informatics, Technology And Science (Bits), 4(2), 1111–1122.
Https://[Link]/10.47065/Bits.V4i2.1888
Swi-Prolog, M. (2023). Sistem Diagnosis Penyakit Pernapasan (Ispa)
Menggunakan Swi-Prolog. 2.
Widyasworo, C. A., & Syafrullah, M. (2023). Sistem Pakar Untuk Diagnosa
Penyakit Pada Perokok Dengan Metode Forward Chaining Dan Certainty
Factor. Seminar Nasional Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi
(SENAFTI), 2(1), 287–295.
Adi Iswara, D., Faisol, A., & Primaswara Prasetya, R. (2021). Penerapan Metode
Certainty Factor Untuk Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Pada Mobil
Daihatsu. Jati (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 5(2), 418–426.
Https://[Link]/10.36040/Jati.V5i2.3771
Ode, W., Zarliani, A., Agribisnis, P., Pertanian, F., Muhammadiyah, U., &
Pendahuluan, A. (2021). Penyuluhan Pengembangan Dan Pengendalian
Organisme Penganggu Tanaman Hortikultura Di Desa Lawela Kabupaten
Buton Selatan. 5(1), 288–300.
Nursyahbani, D. F., Ismawan, F., & Wilson, A. (2023). Perancangan Aplikasi
Pembelajaran Tiga Bahasa Indonesia–Sunda Inggris Dilengkapi Kamus
Berbasis Android. Jurnal Riset Dan Aplikasi Mahasiswa Informatika
(Jrami), 4(01), 1–8. Https://[Link]/10.30998/Jrami.V4i01.3895
Medikano, S., Data, P., Rawat, P., Klinik, J., Anugrah, P., Berbasis, D., &
Dengan, W. E. B. (2020). Jurnal Sistem Informasi Dan Tenologi. 1(2), 3–
10.
Rahman, H. A. (2020). Sistem Pakar Dalam Mendeteksi Kerusakan Laptop
Dengan Metode Case. Jurnal Sistim Informasi Dan Teknologi, 2, 71–76.
Https://[Link]/10.37034/Jsisfotek.V2i3.25
Cheppy (2021). Hama Dan Penyakit Tanaman. Https://[Link]/
Publication/ 350456632_Hama_Dan_Penyakit_Tanaman
Hidayat, M., Aufa, C. T., Habibuddin, T., Taib, E. N., & Magfirah, U. (2022).
Identifikasi Jenis Tumbuhan Bawah Di Kebun Kopi Desa Toeren Antara
Kabupaten Aceh Tengah. Prosiding Seminar Nasional Biotik 2022, 10(1),
77–82. Https://[Link]/[Link]/Pbiotik/Index

85
86

Ramadhan, P. W. (2019). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Umum Menggunakan.


1–14.
Sitorus, J. H. P., & Sakban, M. (2021). Perancangan Sistem Informasi Penjualan
Berbasis Web. Pada Toko Mandiri 88 Pematang Siantar. Jurnal Bisantara
Informatika(Jbi),5(2),1-13.
Http://[Link]/[Link]/Bisantara/Article/
Download.54/4.
Asmira, & Syamsul Alam. (2020). Aplikasi Sistem Pakar Pengidentifikasi
Penyakit Dan Hama Pada Tanaman Padi Berbasis Android. Simkom, 5(2),
19–27. Https://[Link]/10.51717/Simkom.V5i2.44
Ayu Renita. (2019). Identifikasi Tumbuhan Paku Di Air Terjun Pagerwojo
Tulungagung Sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati.
Https://[Link]/,13–32.
Https://[Link]/@Arifwicaksanaa/Pengertian-Use-Case-
A7e576e1b6bf
Didyantoro (2020). B., Sayuran, T., Penelitian, P., Pengembangan, D. A. N.,
Penelitian, B., & Pengembangan, D. A. N.
Https://[Link]/Items/85a3f421-8175-4496-8341-
Cce2f7cd5c42
Novendri. (2019). Pengertian Web. Lentera Dumai, 10(2), 46–57.
Wayan Andre Pratama, Dr. I Made Gede Sunarya, I. N. E. M. (2022). Sistem
Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Nyeri Akut Menggunakan Metode
Certainty Factor Dan Forward Chaining Berbasis Web. Karmapati, 11(2),
200–212.
Maulida, A., Rahmatulloh, A., Ahussalim, I., Alvian Jaya Mulia, R., & Rosyani,
P. (2021). Analisis Metode Forward Chaining pada Sistem Pakar:
Systematic Literature Review. 1(04), 144–151.
[Link]
Saputri, A., Damayanti, F., & Yulistiana, Y. (2023). Potensi Ekstrak Daun Pepaya
Sebagai Biopestisida Hama Ulat Grayak Pada Tanaman Kangkung Darat.
Edubiologia: Biological Science And Education Journal, 3(1), 25.
Https://[Link]/10.30998/Edubiologia.V3i1.15796
Abdul Wahid, A. (2020). Analisis Metode Waterfall Untuk Pengembangan Sistem
Informasi. Jurnal Ilmu-Ilmu Informatika Dan Manajemen Stmik,
November, 1–5.
Abdillah, M. T., Kurniastuti, I., Susanto, F. A., & Yudianto, F. (2023).
Implementasi Black Box Testing Dan Usability Testing Pada Website
Sekolah Mi Miftahul Ulum Warugunung Surabaya. Journal Of Computer
Science And Visual Communication Design, 8(1), 234–242.
Https://[Link]/10.55732/Jikdiskomvis.V8i1.897
Gerry, A., & Raya, U. P. (2021). Rancang Bangun Aplikasi Informasi Sederhana.
July.
Suryadi, A. (2019). Sistem Pakar Pendiaknosaan Hama Dan Penyakit Pada
Tanaman Teh Menggunakan Metode Case-Based Reasoning Berbasis
Android. Jursima, 7(2), 107. Https://[Link]/10.47024/Js.V7i2.168
Muzakkir, I., & Botutihe, M. H. (2020). Case Based Reasoning Method Untuk
90

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi. Ilkom Jurnal Ilmiah, 12(1), 25–31.
Https://[Link]/10.33096/Ilkom.V12i1.506.25-31
Maulana, S. R., Affandi, L., Haniah, M., Studi, P., Informatika, T., Informasi, J.
T., Malang, P. N., Paru-Paru, P., & Reasoning, C. B. (2021). Sistem Pakar
Diagnosa Penyakit Paru-Paru. 193–200.
Minarni, M., Handayani, W., & Nurhayati, N. (2021). Penerapan Case-Based
Reasoning (Cbr) Pada Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Tanaman Pangan.
Expert: Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi, 11(1), 27.
Https://[Link]/10.36448/Expert.V11i1.1993
Safitri, L., & Murtiwiyati, M. (2023). Sistem Pakar Berbasis Web Untuk
Mendiagnosis Penyakit Dan Hama Tanaman Kangkung Menggunakan
Metode Certainty Factor. Jurnal Ilmiah Flash, 9(1), 42.
Https://[Link]/10.32511/Flash.V9i1.1072
Pakar, S., Hama, D., Penyakit, D. A. N., Nasrulloh, I. A., Raharja, P. A., Arifa, A.
B., Informatika, T., Teknologi, I., Purwokerto, T., Di, J., No, P., Kidul, P.,
Sel, K. P., Banyumas, K., & Tengah, J. (N.D.). S A I N T E K O M. 1770,
146–157.
Waruwu, M. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian
Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian
Kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai , 7(1), 2896–
2910.
Nurjanah. (2021). Analisis Kepuasan Konsumen dalam Meningkatkan Pelayanan
Pada Usaha Laundry Bunda Nurjanah. Jurnal Mahasiswa, 1, 117–128.
Darmicon (2020). Penyakit Pada Sayuran Berdaun (Sawi, Kangkung, Lobak)
Https://[Link]/ Fact-Sheets/ Diseases-Of-Leafy-Crucifer-
[Link] Diakses 20 Mei 2024.
Pakar, S., Hama, D., Penyakit, D. A. N., Nasrulloh, I. A., Raharja, P. A., Arifa, A.
B., Informatika, T., Teknologi, I., Purwokerto, T., Di, J., No, P., Kidul, P.,
Sel, K. P., Banyumas, K., & Tengah, J. (n.d.). S a i n t e k o m. 1770, 146–
157.
Illahi, S. N., Meilani, E. H., & Rini, N. K. (2023). ANALISIS PERAN
PENYULUH PERTANIAN SEBAGAI FASILITATOR DI
KABUPATEN SUKABUMI Analysis Of The Role Of Agricultural
Instructors As Facilitator In Sukabumi District. Mahatani, 6(1), 153–161.
90

Anda mungkin juga menyukai