0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan70 halaman

Panduan Praktikum Mesin CNC dan Pemrograman

Dokumen ini adalah panduan praktikum untuk proyek manufaktur yang mencakup teori dasar pemesinan dan penggunaan mesin perkakas CNC. Penjelasan meliputi klasifikasi pemesinan, sistem koordinat, pemrograman, serta kode G dan M yang digunakan dalam mesin CNC. Selain itu, terdapat informasi spesifik mengenai mesin bubut TU-2A dan fungsinya dalam proses pemesinan.

Diunggah oleh

Zulhendrik Zul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan70 halaman

Panduan Praktikum Mesin CNC dan Pemrograman

Dokumen ini adalah panduan praktikum untuk proyek manufaktur yang mencakup teori dasar pemesinan dan penggunaan mesin perkakas CNC. Penjelasan meliputi klasifikasi pemesinan, sistem koordinat, pemrograman, serta kode G dan M yang digunakan dalam mesin CNC. Selain itu, terdapat informasi spesifik mengenai mesin bubut TU-2A dan fungsinya dalam proses pemesinan.

Diunggah oleh

Zulhendrik Zul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Teori Dasar

Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 1


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

Klasifikasi Pemesinan:

ATC

OTOMATIS
APC

SEMI TU-2A
KONVENSIONAL
OTOMATIS
TU-3A

MANUAL

PROSES
PEMESINAN

ENERGI MEKANIK

ENERGI KIMIA

NON
KONVENSIONAL
ENERGI LISTRIK

ENERGI TERMAL

Gambar Bagan Klasifikasi Pemesinan

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 2


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

MESIN PERKAKAS CNC

1. Teori Dasar

1.1. Mesin Perkakas CNC (Computerized Numerically Control)

Mesin perkakas CNC sebenarnya serupa dengan mesin perkakas biasa atau non
CNC. Perbedaan yang mendasar antara mesin CNC dengan mesin non CNC adalah
pada proses pengarahan atau pengaturan gerakan relatif antara benda kerja dan
pahat (gerakan pembentukkan profil maupun gerakan pemotongan), sehingga dapat
dikatakan mesin CNC merupakan mesin perkakas yang diatur atau dikontrol
menggunakan program NC atau angka yang diterjemahkan oleh komputer.
Pada mesin CNC, semua gerakkan tersebut diatur dan dikontrol oleh
pemrogram melalui program yang dibuat dan diterjemahkan oleh komputer
pengontrol yang ada pada mesin CNC tersebut, sehingga proses pemesinan
menggunakan mesin CNC mempunyai keterulangan yang tinggi atas proses
pemesinan. Dengan kata lain, mesin perkakas CNC mempunyai ketepatan yang
lebih tinggi jika dibandingkan dengan mesin perkakas biasa.

. Gambar Mesin Perkakas CNC

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 3


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

1.2. Penentuan Referensi Sistem Koordinat Mesin CNC

Gerakan pahat untuk membentuk profil benda kerja diperintahkan oleh


pemrogram berdasarkan sistem koordinat. Sistem koordinat membutuhkan titik
acuan, yaitu suatu titik yang digunakan sebagai titik nol dari sistem koordinat
tersebut. Pada pemograman mesin CNC terdiri dari dua jenis sistem koordinat,
yaitu:
• Sistem koordinat mesin
Suatu sistem koordinat digunakan sebagai titik acuan yang terletak pada mesin,
dimana letak titik tersebut ditetapkan oleh pembuat mesin tersebut. Sehingga
titik tersebut tidak bisa dipindahkan oleh pembuat program NC.
• Sistem koordinat benda kerja
Suatu sistem koordinat dimana letak titik nolnya direncanakan oleh pembuat
program dan hal ini harus dicantumkan serta didefinisikan di awal program,
hal ini harus dikomunikasikan dengan operator mesin. Selain kedua sistem
koordinat bentuk dan posisi pahat harus juga dikomunikasikan pada mesin,
agar profil yang dihasilkan mesin sesuai dengan yang direncanakan.

1.3. Mode Koordinat Mesin CNC

1. Mode Koordinat Absolute


Titik refrensi (0,0) ditentukan oleh perpotongan sumbu X dan sumbu Y.
Dimana koordinat semua titik mengacu pada titik (0,0).
Contoh:

Gambar Mode koordinat absolute

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 4


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

2. Mode Koordinat Incramental


Titik referensi ditentukan oleh koordinat titik sebelumnya. Dimana titik
yang sebelumnya dianggap titik (0,0) dan titik koordinat selanjutnya
dihitung dari titik koordinat sebelumnya.
Contoh :

Gambar Mode koordinat Incramental

1.4. Pemrograman
Pemrograman adalah suatu urutan perintah yang di susun secara rinci tiap blok
per blok untuk memberikan masukan ke mesin CNC tentang apa yang harus
dikerjakan.

Gambar Pemrograman

Pemrograman terdiri dari tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi dan penutup:
• Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan berupa bagian yang berisi hal-hal yang menyangkut
setting mesin pada bagian ini dicantumkan hal-hal sebagai berikut:
 Sistem koordinat (absolute atau incramental)
 Arah putaran spindel (CW dan CCW)
Laborator ium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 5
Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

 Pendinginan dan pelumasan pada saat mesin mulai hidup


 Pemilihan pahat potong dan lain-lain.
• Bagian Isi
Bagian isi berupa perintah untuk pemberitahuan profil benda kerja yang
diinginkan, pada bagian ini berisi pengaturan kecepatan potong, kecepatan
makan, pergantian pahat jika diperlukan.
• Bagian Penutup
Pada bagian penutup semua yang diaktifkan pada bagian pendahuluan
dimatikan pada bagian ini, termasuk sistem referensi dan sebagainya.

1.5. Kode G dan Kode M


Bahasa yang digunakan pada mesin CNC adalah bahasa G
Code(Geomterik) & M Code (Miscellaneous) yang umumnya dikenali oleh
hampir semua mesin CNC. Kode G digunakan untuk mengatur pergerakan pada
mesin CNC sedangkan kode M mengatur sistem pada mesin CNC (fungsi non
geometris mesin) seperti memberhentikan sumbu utama, perhitungan panjang
pahat, dan lain-lain. Dengan demikian pemahaman mengenai bahasa ini
merupakan syarat utama bagi program CNC.
Tata bahasa program CNC umumnya berdasarkan standard ISO R1056-58
(International Organization of Standardization). Dalam kenyataannya aturan ini
telah dikembangkan menjadi aturan yang lebih spesifik yang diterapkan oleh
setiap pabrik pembuat komputer pengontrolmesin CNC.
Adapun kode yang biasa digunakan sebagai standar dalam pembuatanprogram
adalah sebagai berikut :
DAFTAR KODE PROGRAM CNC
G Code

G00 = Gerakan cepat tanpa pemakanan

G01 = Interpolasi linear

G02 = Interpolasi melingkar searah jarum jam

G03 = Interpolasi melingkar berlawanan arah jarum jam

G04 = Waktu tinggal diam


G21 = Blok kosong

Laborator ium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 6


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur
G24 = Penetapan radius pada harga absolute

G25 = Pemanggilan Program subrutin

G27 = Perintah melompat

Laborator ium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 7


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

G33 = Pemotongan ulir dengan kisar tetap sama

G64 = Motor asutan tak berarus

G65 = Pelayanan kaset

G66 = Pelayanan antar aparat RS 232

G73 = Siklus pemboran dengan pemutusan tatal

G78 = Siklus penguliran

G81 = Siklus pemboran

G82 = Siklus pemboran dengan tinggal diam


G83 = Siklus pemboran dengan tinggal diam

G84 = Siklus pembubutan memanjang

G85 = Siklus pereameran

G86 = Siklus pengaluran

G88 = Siklus pembubutan melintang

G89 = Siklus pereameran dengan tinggal diam

G90 = Pemrograman harga absolute

G91 = Pemrograman harga incremental


G92 = Pencatat penetapan

G95 = Penetapan ukuran asutan

M Code

M00 = Berhenti terprogram

M03 = Sumbu utama searah jarum jam

M05 = Sumbu utama berhenti

M06 = Perhitungan panjang pahat, penggantian pahat

M08 = Titik tolak pengatur

Laborator ium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 8


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

M09 = Titik tolak pengatur

M17 = Perintah melompat kembali ke prorgam pokok

M22 = Titik tolak pengatur

M23 = Titik tolak pengatur

M26 = Titik tolak pengatur

M30 = Program berakhir

M98 = Kompensasi kelonggaran/kocak otomatis


M99 = Parameter lingkaran

NB:

Pada praktikum CNC yang digunakan hanya kode:

Proses freis : G00, G01, G02, G03, G64, G90, G91, G92, M03, M05,

M06, M30.

Proses bubut : G00, G01, G02, G03, G64, G84, G90, G91, G92, M03,

M05, M30.

1.6. Bagian Pengatur Gerakan


Meskipun mesin ini adalah mesin CNC yang pengaturannya diatur secara
numerik, namun dalam pengaturan lainnya masih tetap memerlukan pengaturan
secara manual.
1. Pengaturan Gerak Manual
• Saklar utama, untuk menghidupkan mesin dan pengendali utama.
• Saklar pengerak sumbu utama, berguna untuk memutar spindel dapat
dinyalakan atau dimatikan secara manual.
• Saklar pengatur kecepatan putaran sumbu utama.
• Saklar pengatur gerakan pahat, arah sumbu X, Y, Z .
• Saklar emergensi yang berguna saat terjadi keadaan yang tidak
diinginkan atau darurat.

Laborator ium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 9


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

2. Pengaturan Gerak CNC


Pengaturan CNC berarti pengaturan atau pengendalian melaui
program CNC. Tombol pengalihan mode manual ke CNC, tombol ini
sebenarnya digerakkan secara manual tetapi tombol pengalihan ini harus
diaktifkan terlebih dahulu sebelum program CNC diaktifkan (running, edit
atau dry run).

Kegunaan tombol-tombol:

“H/C” ═►Tombol pengalihan fungsi dari manual atau cnc.



“START” ═►Tombol ini harus diaktifkan saat program CNC

akan running.
“0”sampai“9” ═►Untuk memasukkan kombinasi angka dan

address G/X/Z /F/H.
“INP” ═► Input atau return pada Keyboard Komputer

“DEL” ═► Untuk menghapus.


“REV” ═►Untuk kembali kebaris sebelumnya.



“FWD” ═►untuk melompat kebaris berikutnya.

• “-“ ═►Memasukkan harga minus.

• “M” ═►Berfungsi untuk memasukkan harga M dan dapat


juga untuk uji matematik jika “M” diaktifkan
pada blok N 00.
• “INP”+”FWD” ═►Berhenti pada saat program sedang berjalan. Jika
diaktifkan lagi maka program akan dilanjutkan
lagi pada langkah berikutnya.
• “INP”+”REV” ═►Berguna untuk menggagalkan program, bila
distart kembali akan dimulai dari awal program.
Dapat juga untuk menghapus alarm.


“DEL”+”INP ═►Untuk menghapus program.


“~”+”INP” ═►Menyisipkan satu blok.

• “~”+”DEL” ═►Menghapus satu blok.

Laborator ium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 10


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

Untuk lebih jelas perhatikan gambar panel CNC TU

Control Panel Mesin CNC TU

Laborator ium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 11


Teori Dasar
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

Keterangan :

1. Saklar utama dengan kunci dapat ditarik. Dengan mematikannya memori

ikut terhapus.

2. Lampu kontrol (menunjukkan sumber tenaga untuk mesin dan pengendali

on atau off).

3. Tombol darurat dengan pengunci, kunci dapat dilepas dengan memutar

tombol kekiri. Untuk menghidupkan mesin matikan dulu saklar utama

kemudian baru hidupkan kembali.

4. Daerah tombol untuk pemasukkan program CNC.

5. Saklar untuk menghidupkan spindel dengan cara CNC atau manual (1).

6. Saklar untuk memilih satuan inchi atau metrik.

7. Ampermeter untuk menunjukkan beban motor utama (hati-hati beban

lebih).

8. Driver untuk kaset.

9. Tombol pengalihan mode “H/C”.

10. Lampu kontrol tanda mode CNC aktif.

11. Tombol “START”.

12. Tampilan untuk menunjukkan jumlah harga masing-masing kata dan

berbagai alarm.

13. Tanda untuk huruf address input, N/G,M/X,I/Z ,K/F,K,L/H.

Laborator ium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 12


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 1


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

PRM-07
Mesin Bubut TU-2A

1.1. Tujuan
1. Memberikan gambaran pada praktikan tentang penggunaan Mesin Bubut TU-
2A.
2. Pengenalan terhadap tombol yang terdapat pada panel yang ada di Mesin Bubut
TU-2A.
3. Memahami pergerakan tool path pada mesin bubut TU 2A.
4. Memahami serta membuat program yang digunakan pada mesin bubut TU- 2A.

1.2. Teori Dasar


Salah satu mesin CNC adalah Mesin Bubut CNC TU-2A. Mesin ini dibuat
oleh perusahaan EMCO Maier Austria

Gambar Mesin Bubut TU-2A

Mesin bubut TU-2A adalah mesin yang mempunyai dua sumbu gerakan yaitu
X dan Z. Gerakan sumbu tersebut dapat diatur secara manual atau dengan program
komputer. Mesin bubut TU-2A dirancang hanya untuk training, bukan untuk
produksi. Oleh sebab itu, mesin ini mempunyai keterbatasan kemampuan.
Komputer mesin ini tidak mempunyai hardisk yang dapat menyimpan data
(program). Maka penyimpanan program harus disimpan pada kaset (yang telah
dilengkapi dengan diskdrive), sehingga program dapat disimpan didalam disket
yang dapat dipanggil kembali saat diperlukan.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 2


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

1.3. Spesifikasi CNC TU-2A


Motor penggerak sumbu utama atau spindel adalah motor arus searah
dengan kecepatan putar yang dapat bervariasi.
Spesifikasi TU-2A adalah sebagai berikut:

Merk : EMCO TU-2A


Jenis : Bubut CNC
Spindel utama : 600 – 4000 rpm
Jumlah pahat : 3 pahat luar + 3 pahat dalam
: Penampang pahat maks 12X12 mm
Benda kerja : Diameter maksimum 80 mm
: Panjang maksimum 300 mm
Daya spindel utama : Input 500 W
: Output 300 W

1.4. Batasan-batasan kemampuan mesin TU-2A:

• Benda kerja : Alumunium


• Pahat : Karbida
• Kecepatan potong : Pembubutan 150 – 200 m/menit
: Pemotongan 60 – 80 m/menit
• Besar asutan : Pembubutan 0,02 – 0,1 mm/menit
: Pemotongan 0,01 – 0,02 mm/menit
Batasan-batasan diatas yang merupakan kemampuan mesin TU-2A, harus
dipertimbangkan oleh seorang pemrogram jika ia hendak menggunakan mesin
TU-2A ini.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 3


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

1.5. Sistem Persumbuan CNC TU-2A


Koordinat pada mesin CNC secara umum memiliki tiga axis yaitu koordinat
ruang sehingga terdapat tiga sumbu X, Y dan Z . Pada mesin bubut TU-2A
kordinat yang digunakan hanya X dan Z .

Gambar Sistem persumbuan benda kerja untuk TU-2A

Gerakan untuk membuat profil pada benda kerja adalah gerakan pahat pada
mesin CNC dinyatakan dalam sistem koordinat. Dalam bentuk perubahan koordinat
titik yang digerakkan.

1.6. Titik Aman Pahat Pada Mesin Bubut TU-2A

BENDA KERJA

Gambar Titik aman pahat TU-2A

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 4


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

Titik aman pahat digunakan untuk memposisikan pahat agar jarak pahat dengan
benda kerja aman pada saat akan mengerjakan profil pada benda kerja, untuk rumus
dan keterangan titik aman pahat:
Jarak aman pahat (JAP) : 2 mm
Diameter Benda kerja (BK) : 20 mm
Sekala mesin (SM) 100
Titik aman pahat TU-2A mode Manual

Sumbu X & Z = JAP X SM

Titik aman pahat TU-2A mode CNC

Sumbu X =

Sumbu Z = JAP X SM

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 5


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur
1.7. Teori Pahat
Proses pemesinan dengan mesin bubut dimana arah gerak pemakanan pahat
harus diperhatikan. Kesalahan arah gerak pemakanan ini dapat mengakibatkan
pahat tidak memotong benda kerja akan tetapi punggung pahat yang akan
memakan benda kerja
Berdasarkan arah gerak pemakanan pahat dapat dibedakan menjadi pahat
kanan dan pahat kiri. Pahat kanan arah gerak makannya dari kanan ke kiri
sedangkan pahat kiri arah gerak makannya dari kiri ke kanan. Dari letak mata
potongnya dapat ditentukan jenis pahat tersebut yaitu apabila telapak tangan kanan
ditelungkupkan diatas pahat dan ibu jari terletak pada sisi yang ada mata
potongnya maka pahat tersebut dikatakan pahat kanan apabila sebaliknya maka
disebut pahat kiri.
Keterbatasan dari pahat kanan dan pahat kiri yaitu tidak dapat membuat profil
tirus yang bersudut lebih dari 30° pada bidang punggung pahat.
Untuk pembuatan profil tirus dengan sudut yang lebih dari 30° maka dapat
menggunakan pahat netral. Kelebihan pahat netral adalah arah pemakanannya
dapat bergerak ke kanan dan ke kiri. Keterbatasan dari pahat netral yaitu, pahat
netral tidak dapat membuat profil tirus dengan sudut lebih dari 62° pada bidang
punggung pahat.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 6


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

Pahat kanan Pahat kiri

Gambar Pahat Netral

1. Pahat kanan
Berikut contoh penggunaan pahat kanan :
a. Pembubutan memanjang, melintang, menyudut sampai dengan α=900
Catatan: Dalamnya pemotongan “a” pada pembubutan melintang tidak
boleh diprogram melebihi 0,3 mm. Jika tidak jalannya tatal sangat
buruk.

Gambar pembubutan memanjang, melintang, menyudut pahat kanan

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 7


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

b. Membubut bentuk
Pembubutan bentuk tidak boleh melebihi 30° jika tidak, tidak ada sudut
bebas.

c. Radius

Gambar pembuatan radius pahat kanan

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 8


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

2. Pahat kiri
Sudut kelonggaran χ = 93o bila pahat dipasang lurus. Berikut contoh
penggunaan pahat kiri :
a. Pembubutan memanjang, melintang, tirus
Dengan χ = 93o dalamnya pemotongan tidak boleh melebihi 0,3 mm karena
ujung potong tidak lagi memotong.

Gambar pembubutan memanjang, melintang, tirus pahat kiri

b. Membubut bentuk
Pembubutan bentuk tidak boleh melebihi 30° jika tidak, tidak ada sudut
bebas.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 9


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

c. Radius

Selain kedua jenis pahat diatas ada jenis pahat yang lain yaitu pahat netral
yang dapat makan ke arah kiri maupun kanan, pahat uliruntuk membuat ulir
serta pahat alur yang berguna untuk membuat alur atau memotong benda
kerja. Selain penggolongan diatas ada juga pembagian jenis lain yaitu pahat
luar untuk pemotongan luar dan pahat dalam untuk pemotongan dalam.
3. Pahat netral
Berikut contoh penggunaan pahat netral :

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 10


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

a. Pembubutan memanjang menyudut


Sudut maksimal 60o, sudut bebas 2,5o

Dalamnya pemotongan maksimal (a) pada pembubutan keluar sudut 60o


tidak boleh melebihi 0,3 mm.

b. Pembubutan bagian radius

Gambar pembubutan radius pahat netral

1.8. Revolver
Pahat pada mesin TU-2A dipegang oleh revolver pahat sehingga dapat
memegang beberapa pahat sekaligus, setiap pahat diberi nomor sesuai dengan
tempatnya di revolver. Secara program diperintahkan pada mesin untuk
menggunakan pahat nomor yang diinginkan.

Dalam membuat program CNC, program membayangkan gerakan pahat


sebagai lintasan sebuah titik (pahat dianggap sebagai titik). Pada kenyataannya
pahat bukanlah sebuah titik tetapi sebuah benda yang mempunyai ukuran. Oleh
sebab itu agar profil yang diinginkan sesuai dengan profil yang terjadi maka mesin

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 11


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

harus diberitahu mengenai data pahat.


Data pahat ini berupa nomor pahat, panjang pahat, diameter pahat dan
sebagainya. Semuanya ini diinformasikan pada mesin dalam bentuk koordinat X
dan Z .

Gambar Revolver pahat

1.9. Data pahat


Data pahat yang ingin dilihat adalah besarnya sumbu X dan sumbu Z, hal ini
disebabkan tidak samanya panjang setiap pahat terutama jika program
memerlukan beberapa jenis pahat. Pahat yang pertama dipakai dijadikan sebagai
referensi, dengan demikian data pahat tersebut dibuat sumbu X dan sumbu Z
dengan nol. Kemudian data tersebut ditabelkan untuk diberitahukan pada mesin
saat membuat program yang menggunakan pahat bersangkutan.
Prosedur pengambilan data pahat adalah sebagai berikut:
- Pasang perkakas optis pahat didepan revolver pahat.
- Gerakkan pahat referensi (pahat no. 1) ke garis persilangan.
- Jika ujung pahat sudah terletak pada garis persilangan atau penunjukkan Z dan Z ke
nol. Hati-hati penunjukkan pahat terbalik perhatikan contoh penunjukkan pahat
pada gambar.
- Mundurkan revolver pahat secukupnya agar dapat dilakukan pergantian pahat
dengan bebas tanpa tabrakan.
- Ganti pahat dengan yang lain (pahat no. 2).
- Atur agar bayangan ujung pahat tepat pada garis silang.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 12


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

- Lihat dan catat harga X dan Z pada kedudukan. Inilah harga data pahatyang harus
dimasukkan pada program.
- Lakukan pada pahat yang lain dan tabelkan harganya.

Catatan:
Gambar yang terlihat pada optis posisinya terbalik. Contoh-contohnya dapat
dilihat pada Gambar dibawah.

Gambar yang terlihat pada optis

Pahat sisi kanan pada garis persilangan Pahat sisi kiri garis persilangan

1.10. Pelaksanaan Praktikum


a. Penentuan titik nol
Hidupkan mesin aktifkan mode manual perhatikan harga X dan harga Z,
titik pada kedudukan saat mesin mulai dinyalakan atau saat mulai
diaktifkannya mode manual titik tersebutlah yang dianggap oleh mesin
sebagai titik nol.

Letak titik nol benda kerja direncanakan dan dikomunikasi pada mesin
melalui kode G 92, penentuan letak nol benda kerja.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 13


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

• Penentuan sumbu X.
Gerakkan pahat searah sumbu X secara manual diluar benda kerja
jangan sampai terjadi proses pemotongan. Gerakan pahat searah sumbu X
sampai menyentuh benda kerja tanpa terjadi pemakanan, Nolkan harga
sumbu X dengan menekan tombol “DEL”. Matikan mesin, kemudian ukur
diameter benda kerja. Harga diameter adalah harga X yang dianggap sebagai
nol oleh mesin.

Gambar setting nol sumbu X

Jadi apabila kita ingin menentukan titik nol sumbu X terletak pada
sumbu benda kerja maka harga ini harus diberitahukan pada komputer
melalui G 92.
• Penentuan sumbu Z.
Sentuhkan pahat pada benda kerja dengan cara menggerakkan sumbu
Z secara manual. Pada kedudukan tersebut tekan tombol “DEL” lihat apa
yang terjadi dengan angka pada sumbu Z. Titik tersebut dianggap oleh mesin
sebagai titik nol.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 14


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

• Pemrograman
Sebuah program merupakan bahasa yang digunakan untuk
berkomunikasidengan sistem kontrol mesin.
Contoh sebuah program:
N00 G92 X2400 Z 200 : Posisi pahat terhadap titik nol absolut.

N01 M03 : Putar spindel searah jarum jam.

N02 G00 X2000 Z 200 : Gerakan linier tanpa pemotongan.

N03 G01 X2000 Z -5000 F50 : Gerakan pemotongan dengan f50 mm/min

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 15


TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

N04 G00 X2400 Z -5000 : Gerakan linear tanpa pemotong melintang

N05 G00 X2400 Z 200 : Kembali ketitik awal

N06 M30 : Program ditutup


Keterangan:
Satuan dalam program adalah 0,01 mm, jika ditulis 20 maka komputer
mengartikan sebagai 0,20 mm. Titik nol terletak disumbu benda kerja sebelah
luar. Diameter benda kerja 30 mm.
Bagian pendahuluan adalah program dengan N00 dan N01.
Bagian isi, N02 s/d N05.
Bagian penutup, N06.

Pada monitor komputer sudah disediakan format sebagai berikut:


G(M) X Z H

00 92 2400 200

01 M03

02 00 2000 200

03 01 2000 -5000 50

04 00 2400 -5000

05 00 2400 200

06 M30

1.11. Prosedur Praktikum


Sebelum pelaksanaan praktikum mintalah asisten untuk mengawasi
1. Menyalakan Mesin:
• Pastikan seluruh tombol pada panel dalam keadaan mati.
• Nyalakan tombol pada stabilizer.
• Nyalakan tombol power pada mesin dengan cara memutar kunci pada
panel mesin searan jarum jam.
2. Operasi manual:
• Pastikan tombol pada mesin menunjukan mode manual.
Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 16
TU-2A
Panduan Praktikum Proyek Manufaktur

• Periksa tombol X dan Z dapat bekerja dengan baik.


• Pasang pahat revolver.
• Pastikan spindle dapat bekerja dengan baik dengan cara menekan tombol
manual, setelah spindle dapat berputar maka matikan kembali spindle
dengan cara menekan tombol berlawanan arah jarum jam.
• Putar kembali saklar mode pada kondisi netral.
a. Pengalihan Fungsi CNC:
• Tekan tombol H/C.
• Ketik G64 pada layar monitor untuk mematikan motor asutan.
• Masukan listing program.
• Lakukan uji matematik dengan cara menekan tombol M sampai
uji matematik selesai.
b. Pemasangan Benda Kerja:
• Siapkan benda kerja
• Longgarkan ragum dengan kunci ragum, lalu pasangkan
benda pada cekam kemudian kencangkan kembali.
c. Setting Nol Benda Kerja:

• Pengalihan fungsi dari CNC ke manual.


• Lalu setting nol.
d. Posisikan pahat berada pada posisi aman untuk fungsi manual.
e. Pengalihan fungsi dari manual Ke CNC.
f. Tekan tombol “START”
g. Setelah proses pengerjaan benda kerja, putarkan kembali dari fungsi
CNC ke Netral lalu matikan kembali mesin dan matikan
stabilizer.
h. Lalu bersihkan geram dari mesin.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 17


FORMAT JURNAL BUBUT TU-2A

KATA PENGANTAR ........................................................................................


DAFTAR ISI .......................................................................................................
DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................................
1.2 Tujuan Penulisan ...................................................................................
1.3 Sistematika Penulisan ...........................................................................
BAB II TEORI DASAR
2.1 Tujuan Praktikum TU-2A dan Penjelasan .............................................
2.2 CNC (Computerized Numerically Control) ...........................................
2.2.1. Definisi dan Penjelasan ..................................................................
2.2.2. Mesin CNC di Dunia Industri.........................................................
2.2.3. Spesifikasi Mesin CNC TU-2A .....................................................
2.2.3. Batasan Kemampuan mesinTU-2A ……………………............
2.2.4. Pengaplikasian Mesin Bubut CNC .................................................
2.2.5. Perbedaan Mesin TU dan Mesin PU ..............................................
2.3 Klasifikasi Pemesinan ............................................................................
2.3.1 Definisi dan Penjelasan Bagan Klasifikasi Pemesinan ...................
2.3.2 Proses Pemesinan ............................................................................
2.3.3 Gerak Relatif ...................................................................................
2.3.4 Gerak Makan Mesin Bubut CNC TU-2A .......................................
2.3.5 Gerak Potong Mesin Bubut CNC TU-2A .......................................
2.4 Konvensional .........................................................................................
2.4.1 Manual ..............................................................................................
[Link] Definisi Mesin Bubut ..................................................................
[Link] Prinsip Kerja Mesin Bubut ..........................................................
[Link] Jenis-jenis Mesin Bubut ..............................................................
[Link] Elemen Dasar Proses Bubut ........................................................
2.4.2 Semi Otomatis ................................................................................
[Link] Mesin Bubut TU-2A ...................................................................
[Link] Prinsip Kerja Mesin Bubut TU-2A .............................................
2.4.3Otomatis ..........................................................................................
[Link] ATC (Automatic Tools Changer).............................................
[Link] APC (Automatic Pallet Changer) ..............................................
2.5 Mesin Nonkonvensional .......................................................................
2.5.1 Energi Mekanik............................................................................
2.5.2 Energi Listrik ................................................................................
2.5.2 Energi Thermal .............................................................................
2.5.2 Energi Kimia ................................................................................
2.6 Sistem Persumbuan CNC TU-2A ..........................................................
2.7 Sistem Koordinat ...................................................................................
2.7.1 Sistem Koordinat Mesin .............................................................
2.7.2 Sistem Koordinat Benda Kerja ...................................................
2.8 Mode Koordinat
2.8.1 Mode Koordinat Absolute .......................................................
2.8.2 Mode Koordinat Incramental ..................................................
2.9 Jenis Pahat ............................................................................................
2.10 Setting Nol ..........................................................................................
2.11 Titik Aman Pahat ................................................................................
2.12 Pemograman bubut .............................................................................
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Prosedur Praktikum .............................................................................
3.2 Listing Program ...................................................................................
3.3 Proses Pengerjaan ................................................................................
BAB IV ANALISA DAN KESIMPULAN
4.1 Analisa ..................................................................................................
4.2 Kesimpulan .........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................
LAMPIRAN ......................................................................................................
Tugas Pendahuluan TU-2A

1. Sebutkan dan jelaskan tujuan praktikum CNC TU-2A!

2. Sebutkan,jelaskan,dan gambarkan bagan klasifikasi pemesinan!

3. Jelaskan perbedaan dari proses pemesinan dan proses permesinan!

4. Sebutkan dan jelaskan bagian pengatur gerakan pada mesin perkakas


CNC!
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan mesin CNC TU-2A!

6. Jelaskan dan gambarkan pahat yang digunakan pada praktikum CNC TU-
2A!
7. Sebutkan, jelaskan dan gambarkan mode koordinat!

8. Jelaskan dan gambarkan jarak aman pahat pada mesin CNC TU-2A!

9. Jelaskan cara setting nol CNC TU-2A!

10. Jelaskan apa yang dimaksud sistem kordinat!

11. Gambarkan dan jelaskan sistem persumbuan CNC TU-2A!

12. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan suatu pemrograman!

13. Jelaskan bahasa pemrograman pada mesin CNC!

14. Sebutkan dan jelaskan G code dan M code yang digunakan pada praktikum
CNC TU-2A!
15. Sebutkan kegunaan tombol – tombol yang digunakan pada CNC jenis
CNC TU-2A!
16. Sebutkan prosedur praktikum CNC TU-2A!

17. Sebutkan macam – macam pahat yang dapat digunakan pada mesin CNC
TU-2A selain yang ada di modul!
18. Gambarkan serta jelaskan panel yang digunakan pada mesin CNC jenis TU
yang diproduksi oleh EMCO Maier Austria!
19. Sebutkan dan jelaskan contoh sebuah program yang digunakan pada mesin
bubut CNC TU-2A!
20. Cari di internet barang hasil dari mesin CNC Bubut (masing masing orang
0berbeda)!
21. Cari di internet tentang pemrograman mesin cnc TU-2A!
Panduan Praktikum Proses Manufaktur

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 1


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

PRM-08
Mesin Frais CNC TU-3A

1.1. Tujuan Praktikum


1. Mengetahui dan memahami komponen mesin frais CNC pada umumnya,
khususnya mesin CNC TU-3A.
2. Mengetahui dan memahami control panel yang ada pada mesin TU-3A.
3. Mengetahui dan memahami pergerakan tool path pada mesin frais CNC TU-3A.
4. Mengetahui dan memahami listing yang dipergunakan pada mesin TU-3A.

1.2. Teori Dasar

Gambar Mesin Freis CNC EMCO TU 3A


Mesin frais TU – 3A adalah mesin training unit yang mempunyai tiga sumbu
gerak. Sehingga mesin ini sering disebut sebagai mesin tiga sumbu. Gerakkan ketiga
sumbu tersebut dapat diatur secara manual atau dengan program komputer.

Meskipun mempunyai tiga sumbu gerakkan tetapi kontrol komputer mesin


tidak mengizinkan sebuah gerakkan yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan
pada ketiga sumbu sekaligus. Hanya bisa dua sumbu yang berubah satu kali
gerakkan.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 2


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

Spesifikasi TU – 3A

Merk : EMCO TU – 3A

Jenis : Frais CNC

Jumlah Pahat : Satu penggantian secara manual

Bahan benda kerja : Almunium

Spindel : Vertikal dapat diubah Horizontal

Mesin Frais TU – 3A dapat dibuat menjadi frais vertikal maupun


horizontal, dalam praktikum ini digunakan spindel yang vertikal. Komputer
pada mesin ini dilengkapi dengan hardisk penyimpan data, program hanya dapat
disimpan di kaset yang dibuat khusus untuk mesin ini.

1.3 Sistem Persumbuan Benda Kerja Mesin TU-3A

Gambar Sistem Persumbuan Benda Kerja Mesin TU-3A

Mesin CNC TU-3A memiliki 3 Axis atau sumbu. Pada gambar di atas
menunjukkan bahwa sumbu X adalah sumbu yang bergerak secara memanjang,
sumbu Y adalah sumbu yang bergerak secara melintang, dan sumbu z adalah sumbu
yang bergerak secara vertikal.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 3


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

1.4 Pahat
Pemotongan pada proses pemesinan dengan mesin frais terjadi pada permukaan
luar pahat atau pada bagian terluar dari pahat yang bersentuhan dengan benda kerja.
Sedangkan dalam pemrograman pahat dianggap sebagai sebuah titik yang tidak
mempunyai dimensi dalam hal ini diameter. Oleh sebab itu hendaklah
memperhatikan hal ini.
Bentuk pahat frais menunjukkan fungsi pahat tersebut pada saat terjadi proses
pemotongan. Bentuk pahat dapat dilihat pada gambar berikut.
1. Centrofix
Centrofix berfungsi untuk setting nol sumbu x dan y

Gambar Centrofix

2. Pahat Endmill
P Pahat Endmill merupakan pahat solid dengan sisi dan gagang
menjadi satu, pahat endmill digunakan untuk membuat kontur dari
benda kerja.

Gambar Pahat Endmill

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 4


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

3. Pahat Facing
Pahat ini umumnya memiliki diameter yang besar dan berfungsi untuk
melakukan proses facing beda kerja di awal proses pengerjaan sebelum
membuat kontur dari benda kerja.

Gambar Pahat Facing

Dari macam – macam bentuk pahat dapat diketahui bahwa data pahat
yang diambil atau diukur harus dimasukan ke mesin supaya kontur yang
direncanakan sesuai dengan yang terjadi yaitu diameter dan panjang pahat.

1.5 Setting Nol Benda Kerja

1. Sumbu X

Gambar Setting Nol Sumbu X


Pasanglah benda kerja pada ragum. Putar spindel secara manual.
Gerakkan plotter ke arah sumbu X secara manual di luar benda kerja jangan
sampai terjadi proses pemotongan. Turunkan plotter secara manual sehingga
ujung plotter berada di bawah permukaan benda kerja (lihat gambar). Sentuhkan
pinggiran pahat pada sisi benda kerja dengan menggerakkan sumbu
X. Nolkan harga sumbu X dengan menekan tombol “DEL”.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 5


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

2. Sumbu Y

Gambar Setting Nol Sumbu Y

Putar spindel secara manual. Gerakkan plotter ke arah sumbu Y secara


manual di luar benda kerja jangan sampai terjadi proses pemotongan. Turunkan
plotter secara manual sehingga ujung plotter berada di bawah permukaan benda
kerja (Lihat gambar). Sentuhkan pinggiran pahat pada sisi benda kerja dengan
menggerakkan sumbu Y. Nolkan harga sumbu Y dengan menekan tombol
“DEL”

3. Sumbu Z

Gambar Setting Nol Sumbu Z

Gerakkan plotter secara manual sehingga posisi pahat berada di tengah


permukaan di atas benda kerja. Turunkan pahat perlahan-lahan sampai
menyentuh benda kerja (lihat gambar). Nolkan sumbu Z dengan menekan
tombol “DEL”.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 6


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

4. Data Pahat(ΔH)
1. Data pahat yang diukur dalam praktikum ini adalah panjang pahat yang
ditunjukan dengan perbedaan harga Z untuk suatu titik acuan yang sama.
Dalam hal ini titik acuan adalah permukaan benda kerja.
2. Pilihlah sebuah pahat untuk dijadikan sebagai referensi (titik nol pahat).
Pasang pahat tersebut mesin kemudian sentuhkan ujung pahat pada
permukaan benda kerja.
3. Setelah ujung pahat menyentuh permukaan benda kerja nolkan harga Z
dengan menekan tombol DEL.
4. Angkat pahat secukupnya untuk diganti pahat kedua, pasangkan pahat
nomor dua. Sentuhkan ujung pahat pada permukaan benda kerja seperti
pahat pertama.
5. Catat penunjukkan harga Z pada saat ujung pahat dengan pahat nomor
satu, inilah data pahat kedua yang harus dimasukkan ke dalam program
sebagai harga Z. Lakukan pahat yang lainnya dan catat semua data pahat
tersebut. Dari bentuk pahat yang digambarkan di atas dapat diketahui
bahwa data pahat yang harus diambil atau diukur untuk diberitahukan
pada mesin supaya kontur yang direncanakan sesuai dengan yang terjadi
adalah diameter dan panjang pahat. Khusus untuk data diameter tidak
perlu diukur sebab pahat yang dipakai biasanya telah diketahui
diameternya.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 7


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

1.6 Jarak Aman Pahat

Gambar Jarak Aman Pahat TU – 3A

Jarak aman pahat (JAP) :2mm

Sekala mesin (SM) :100

Benda kerja (BK) : 50mm X 50mm

Diameter facing (DF) :40mm

Diameter plotter (DP) :10mm

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 8


Panduan Praktikum Proses Manufaktur
Titik aman pahat mode manual

Sumbu X dan Y =

Sumbu Z = JAP X SM

Titik aman pahat mode CNC

Sumbu X dan Y =

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 9


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

Sumbu Z = JAP X SM

1.7 Pemograman

1. N 00. G92 X-2200 Y-2200 Z +200 = Posisi pahat terhadap titik

nol absolute

2. N 01. M03 = Putar spindel searah jarum jam

3. N 02.G00 X-2200 Y+1700 Z -50 = Gerakkan linier tanpa

pemotongan

4. N 03. G01 X+5000 Y+1700 Z -50 = Gerakkan pemotongan

F50 dengan f 50 mm/menit

5. N 04. G01 X+5000 Y+4500 Z -50 = Gerakkan pemotongan

6. N 05. G01 X0 Y+4500 Z -50 = Gerakkan pemotongan

7. N 06. G00 X0 Y+4500 Z+200 = Gerakkan pemotongan

8. N 07. G00 X-2200 Y-2200 Z = Kembali keposisi awal


+200
9. N 08. M30 = Program ditutup
Keterangan:
Satuan dalam program adalah 0,01 mm, jika ditulis 20 maka komputer
mengartikan sebagai 0,20 mm. Titik nol disebelah kiri bawah benda kerja.
Dimensi benda kerja 50 X 50 X 50 mm. Bagian isi, N02 sampai dengan N07,
bagian penutup N08.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 10


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

Pada monitor komputer sudah disediakan format sebgai berikut:


N G(M) X (I) Y (J) Z (K) F(T) H

00 92 -2200 -2200 200

01 M03

02 00 -2200 1700 -50

03 01 5000 1700 -50 50

04 01 5000 4500 -50 50

05 01 0 4500 -50 50

06 00 0 4500 200

07 00 -2200 -2200 200

08 M30

Bahasa yang digunakan pada mesin TU – 3A adalah bahasa kode G (G Code)


yang umumnya dikenali oleh hampir semua mesin CNC. Dengan demikian
pemahaman mengenai bahasa ini merupakan syarat utama bagi program CNC.

Tata bahasa program CNC umumnya berdasarkan standard ISO R 1056-58.


Dalam kenyataannya aturan ini telah dikembangkan menjadi aturan yang lebih
spesifik yang diterapkan oleh setiap pabrik pembuat komputer pengontrol mesin
CNC.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 11


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

1.8 Pelaksanaan Praktikum


Sebelum pelaksanaan praktikum mintalah asisten untuk mengawasi
1 Menyalakan Mesin:
• Pastikan seluruh tombol pada control panel dalam keadaan mati.
• Nyalakan tombol pada stabilizer.
• Nyalakan tombol power pada mesin dengan cara memutar kunci pada panel
mesin searan jarum jam.

2 Operasi manual:
• Pastikan saklar pada mesin menunjukan mode manual.
• Periksa tombol X, Y dan Z dapat bekerja dengan baik.
• Pasang pahat plotter pada spindel.
Pastikan spindel dapat bekerja dengan baik dengan cara memutar searah jarum
jam, setelah spindle dapat berputar maka matikan kembali spindel dengan cara
memutar tombol berlawanan arah jarum jam.
• Putar kembali saklar mode pada kondisi netral.
3. Pemasangan Benda Kerja:
• Siapkan benda kerja ukuran 50mm x 50mm
• Longarkan cekam dengan kunci cekam, lalu pasangkan benda pada cekam
kemudian kencangkan kembali.

4. Pengalihan Fungsi CNC:


• Tekan tombol H/C.
• Ketik G64 pada layar monitor untuk mematikan motor asutan.
• Masukan listing program.
• Lakukan uji matematik dengan cara menekan tombol “M” sampai uji
matematik selesai.
5. Setting Nol Benda Kerja:
• Pengalihan fungsi dari CNC ke manual.
• Lalu setting nol.
6. Posisikan pahat berada pada posisi aman untuk fungsi manual.
7. Pengalihkan fungsi dari Manual ke CNC.
8. Tekan tombol “START”.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 12


Panduan Praktikum Proses Manufaktur

9. Setelah proses pengerjaan benda kerja, putarkan kembali dari fungsi CNC ke
Netral lalu matikan kembali mesin dan matikan stabilizer.
10. Lalu bersihkan geram dari mesin.

Laboratorium Teknik Produksi & Laboratorium CNC 13


FOTMAT JURNAL FREIS TU-3A

KATA PENGANTAR ........................................................................................


DAFTAR ISI .......................................................................................................
DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................................
1.2 Tujuan penulisan ...................................................................................
1.3 Sistematika Penulisan ...........................................................................
BAB II TEORI DASAR
2.1 Tujuan Praktikum TU-3A dan Penjelasan .............................................
2.2 CNC (Computerized Numerically Control) ...........................................
2.2.1. Definisi dan Penjelasan ..................................................................
2.2.2. Mesin CNC di Dunia Industri.........................................................
2.2.3. Spesifikasi Mesin CNC TU-3A .....................................................
2.2.4. Pengaplikasian Mesin Frais CNC...................................................
2.2.5. Perbedaan Mesin TU dan Mesin PU ..............................................
2.3 Klasifikasi Pemesinan ............................................................................
2.3.1 Definisi dan Penjelasan Bagan Klasifikasi Pemesinan ...................
2.3.2 Proses Pemesinan ............................................................................
2.3.3 Gerak Relatif ...................................................................................
2.3.4 Gerak Makan Mesin frais CNC TU-3A..........................................
2.3.5 Gerak Potong Mesin frais CNC TU-3A..........................................
2.4 Konvensional ........................................................................................
2.4.1 Manual ..............................................................................................
[Link] Definisi Mesin frais ..................................................................
[Link] Prinsip Kerja Mesin frais ..........................................................
[Link] Jenis-jenis Mesin frais ..............................................................
[Link] Elemen Dasar Proses frais ........................................................
2.4.2 Semi Otomatis ................................................................................
[Link] Mesin frais TU-3A ...................................................................
[Link] Prinsip Kerja Mesin frais TU-3A .............................................
2.4.3Otomatis ..........................................................................................
[Link] ATC (Automatic Tools Changer).............................................
[Link] APC (Automatic Pallet Changer) ..............................................
2.5 Mesin Nonkonvensional .......................................................................
2.5.1 Energi Mekanik............................................................................
2.5.2 Energi Listrik ................................................................................
2.5.2 Energi Thermal .............................................................................
2.5.2 Energi Kimia ................................................................................
2.6 Sistem Persumbuan CNC TU-3A...........................................................
2.7 Sistem Koordinat ...................................................................................
2.7.1 Sistem Koordinat Mesin .............................................................
2.7.2 Sistem Koordinat Benda Kerja ...................................................
2.8 Mode Koordinat
2.8.1 Mode Koordinat Absolute ..........................................................
2.8.2 Mode Koordinat Incramental .....................................................
2.9 Jenis Pahat ............................................................................................
2.10 Setting Nol ..........................................................................................
2.11 Titik Aman Pahat ................................................................................
2.12 Pemograman frais ..............................................................................
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Prosedur Praktikum .............................................................................
3.2 Listing Program ...................................................................................
3.3 Proses Pengerjaan ................................................................................
BAB IV ANALISA DAN KESIMPULAN
4.1 Analisa ..................................................................................................
4.2 Kesimpulan .........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................
LAMPIRAN ......................................................................................................
Tugas Pendahuluan TU-3A

1. Sebutkan dan jelaskan tujuan praktikum CNC TU-3A!

2. Sebutkan,jelaskan,dan gambarkan bagan klasifikasi pemesinan!

3. Jelaskan perbedaan dari proses pemesinan dan proses permesinan!

4. Sebutkan dan jelaskan bagian pengatur gerakan pada mesin perkakas


CNC!
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan mesin CNC TU-3A!

6. Jelaskan dan gambarkan pahat yang digunakan pada praktikum CNC TU-
3A!
7. Sebutkan,jelaskan,dan gambarkan mode koordinat!

8. Jelaskan dan gambarkan jarak aman pahat pada mesin CNC TU-3A!

9. Jelaskan cara setting nol CNC TU-3A!

10. Jelaskan apa yang dimaksud sistem kordinat!

11. Gambarkan dan jelaskan sistem persumbuan CNC TU-3A!

12. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan suatu pemrograman!

13. Jelaskan bahasa pemrograman yang digunakan pada mesin CNC!

14. Sebutkan dan jelaskan G code dan M code yang digunakan pada praktikum
CNC TU-3A!
15. Sebutkan kegunaan tombol – tombol yang digunakan pada CNC jenis
CNC TU-3A!
16. Sebutkan prosedur praktikum CNC TU-3A!

17. Sebutkan macam – macam pahat yang dapat digunakan pada mesin CNC
TU-3A selain yang ada di modul!
18. Gambarkan serta jelaskan panel yang digunakan pada mesin CNC jenis TU
yang diproduksi oleh EMCO Maier Austria!
19. Sebutkan dan jelaskan contoh sebuah program yang digunakan pada mesin
freis CNC TU-3A!
20. Cari di internet barang hasil mesin CNC Frais (masing masing orang
berbeda)!
21. Cari di internet tentang pemrograman mesin cnc TU-3A!
PANDUAN PRAKTIKUM CNC
PRM 09 - MCV 300

LABORATORIUM CNC
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
BANDUNG
2021
1.1. TUJUAN PRAKTIKUM

Pada praktikum ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada praktikan tentang


mesin CNC yang biasanya dugunakan pada dunia industri, khususnya mesin CNC dengan
jenis MCV-300. Memperkenalkan bagaimana cara membuat program yang digunakan
pada mesin CNC jenis MCV-300 dengan menggunakan software NX Siemens V6.
memperkenalkan panel-panel yang digunakan pada mesin CNC jenis MCV-300.
Memperkenalkan cara mengoprasikan mesin CNC jenis MCV-300.

1.2. KOMPONEN MESIN MCV 300

Gambar 1. mesin CNC FIRST MCV 300


Gambar 2. kontruksi utama mesin CNC FIRST MCV 300

1.2.1 SPINDLE HEAD

A. THE SPINDLE HEAD IS MOUNTING ON THE SQUARE SLIDE WAYS,


WHICH IN TURN ARE VERTICALLY INSTALLING ON THE COLUMN
FRONT.

B. THE SPINDLE HEAD IS VERTICALLY (IN Z AXIS) MOVES ALONG THE


SLIDE WAYS.

C. A PRACTICALLY MAINTENANCE-FREE AC BRUSHLESS MOTOR IS USED


TO DRIVE THE SPINDLE ASSURING IN ASSOCIATION WITH LARGE
DIAMETER BEARING SYSTEM, EXTREMELY HIGH PERFORMANCE.

D. CARTRIDGE SPINDLE IS SUPPORTING BY ACCURATE AND GREASED


PACKED BEARINGS.

E. TOOL HOLDER RETAINER AND AIR BLOW THAT REMOVES CHIPS FROM
THE SPINDLE AND TOOL TAPER ARE INCORPORATE IN THE SPINDLE.

F. THE SPINDLE HEAD FEATURES SIMPLE STRUCTURE AND RELIABLE


PERFORMANCE.

1.2.2 COLUMN

A. THE COLUMN IS FIRMLY BOLTED TO THE BED, AND DESIGNED TO


HAVE PARTICULAR RIGIDITY. THE SLIDE WAYS ALONG WHICH THE
SPINDLE HEAD MOVES ARE OF SQUARE TYPE, AND ELABORATELY
GROUND AFTER HARDENING. A TURCITE-B SHEET IS APPLIE TO THE
SLIDE SURFACE OF THE SPINDLE HEAD, PROVIDING GOOD
ACCOMMODATION TO THE SLIDE WAYS.

B. THE ATC (AUTOMATIC TOOL CHANGER) IS LOCATED AT THE LEFT OF


THE COLUMN AND THE PNEUMATIC VALVES IS AT THE BACK OF THE
ATC.

C. THE MOTOR THAT DRIVES THE SPINDLE HEAD IN Z AXIS (VERTICAL


MOVEMENT) IS INSTALLE ON THE TOP OF THE COLUMN.

1.2.3 BED

A. THE BED IS PROVIDE WITH LEVELING BOLTS AT ITS FEET, AND HAS
THE SECTION WHERE THE COLUMN IS INSTALLE AS WELL AS THE
SLIDE WAYS OF SQUARE TYPE ON THE TOP OF THE BED.

B. THE Y AXIS (CROSSWISE MOVEMENT) FEED MOTOR ARE INSTALLE ON


THE BACK WALL OF THE BED.

C. SINCE THE BED SUSTAINING THE WEIGHT OF THE COLUMN MUST


ASSURE RELIABLE Y AXIS MOVEMENT, AND LARGELY AFFECTS
CUTTING ACCURACY, IT IS DESIGNE TO HAVE EXTREME RIGIDITY.

D. IT IS ALSO CONSIDER IN DESIGNING THE BED THAT CHIPS AND


CUTTING OIL CAN BE READILY ELIMINATED AND COLLECTED.

1.2.4 TABLE

A. THE TABLE IS THE ONLY PLACE WHERE YOU CAN LOCK YOUR WORK
PIECE ON IT AND MACHINING, IT MOVES ON THE SADDLE IN
LENGTHWISE DIRECTION (X AXIS).
1.2.5 ATC (AUTOMATIC TOOL CHANGER)

A. THE ATC IS INSTALLE ON THE LEFT WALL OF THE COLUMN. THE ATC
PERMITTING DIRECT TOOL CHANGE; ANY TOOL CAN BE IMMEDIATELY
AND RELIABLY CHANGED.

B. THE FEATURES OF THE ATC INCLUDE PNEUMATICALLY DRIVE


SYSTEM, SIMPLE STRUCTURE, FAST MOVEMENT, AND RAPID BI-
DIRECTIONAL RANDOM TOOL SELECTION IS DIRECTLY DESIGNATED
TOOL NO. WITH T CODE. ( 24 / 32 TOOLS CAM TYPE ATC ARE
AVAILABLE AS AN OPTION )

1.2.6 OPERATION PANEL

A. THE OPERATION PANEL IS LOCKED IN THE RIGHT FRONT OF THE


MACHINE, AND BASICALLY CONSISTS OF THE NC OPERATION PANEL,
IN WHICH PROGRAM LOADING FROM TAPE TO THE MEMORY,
PROGRAM EDITION AND MID OPERATION ARE PERFORMED, AND THE
OPERATION PANEL (OPERATOR'S STATION) HAVING CONTROL
SWITCHES AND PUSH BUTTONS ON THE PANEL AND FUNCTIONAL
SWITCHES IN THE PANEL.

B. ALMOST ALL CONTROL SWITCHES AND PUSH BUTTONS NECESSARY


TO OPERATE THE MACHINE ARE INSTALLE ON THE OPERATION
PANEL, THUS THE OPERATOR CAN READILY CONTROL THE MACHINE
OPERATION AT THE FRONT OF THE OPERATION PANEL.

1.2.7 NC SYSTEM

A. THE NC SYSTEM READS SIGNIFICANT INFORMATION FROM THE


PROGRAM, AND PRODUCES COMMAND OR INSTRUCTION TO
SEQUENTIALLY CONTROL THE MACHINE MOVEMENT AND
OPERATION.

B. THE NC SYSTEM IS NORMALLY LOCATED IN THE ELECTRIC CABINET.

1.2.8 ELECTRIC CABINET

A. THE ELECTRIC CABINET RECEIVES THE COMMAND SIGNALS FROM


THE NC SYSTEM, AND DRIVES THE MACHINE. IN THE ELECTRIC
CABINET, RELAY CIRCUIT AND POWER SOURCE CIRCUIT ARE
INCORPORATED.

1.2.9 PNEUMATIC UNIT

A. THE FUNCTIONS OF THE PNEUMATIC UNIT INCLUDE

a. TOOL UNCLAMPING AT THE SPINDLE,

b. AIR BLOWING FOR CLEANING THE SPINDLE AND TOOL TAPER.

c. ATC CROSSWISE MOVEMENT AND ATC MAGAZINE VERTICAL


MOVEMENT.(20 ATC)

d. TOOL POT UP/DOWN (24/32 ATC)

B. ONLY STRICTLY SELECTED PARTS AND DEVICES ARE USED IN


THE PNEUMATIC UNIT, THUS ASSURING STABLE AND RELIABLE
OPERATIO
1.3. MODE KEYBOARD

Gambar 3. Display dan MDI Keyboard

MDI KEYBOARD FUNCTIONS

NO. NAME FUNCTION


1 RESET KEY PRESS THIS KEY TO RESET THE CNC, TO CANCEL AN
ALARM, ETC.
2 START PRESS THIS KEY TO START THE MDI COMMENDS,
OR TO START THE AUTOMATIC OPERATION CYCLE.
3 ADDRESS PRESS THIS KEYS TO INPUT ALPHABETIC, NUMERIC,
AND AND
NUMERICAL OTHER CHARACTER.
KEY
4 INPUT KEY WHEN AN ADDRESS OR A NUMERICAL KEY IS
PRESSED, THE ALPHABET OR THE NUMERAL IS
INPUT ONCE TO THE KEY INPUT BUFFER, AND IT IS
DISPLAYED ON THE CRT SCREEN. TO SET THE DATA
INPUT TO THE KEY INPUT BUFFER IN THE OFFSET
REGISTER, ETC. , PRESS THE INPUT KEY. THIS KEY
IS EQUIVALENT TO THE INPUT KEY OF THE SOFT
KEYS, SO THE SAME RESULTS CAN BE OBTAINED BY
PRESSING EITHER OF
THEM.
5 CANCEL PRESS THIS KEY TO CANCEL CHARACTER OR SIGN.
(CAN) KEY (EXAMPLE) WHEN THE KEY INPUT BUFFER
DISPLAY N0001, N0001 IS CANCELED WITH THIS
KEY.
6 CURSOR THERE ARE TWO KINDS OF CURSOR SHIFT KEY
SHIFT KEYS DESCRIBED BELOW :
↑ : THIS KEY IS USED TO SHIFT THE CURSOR A
SHOUT DISTANCE IN THE FORWARD DIRECTION.
↓ : THIS KEY IS USED TO SHIFT THE CURSOR A
SHOUT
DISTANCE IN THE REVERSE DIRECTION.
7 PAGE TWO KINDS OF PAGE CHANGEOVER KEYS ARE
CHANGEOVE DESCRIBED BELOW :
R KEY ↑ : THIS KEY IS USED TO CHANGEOVER THE PAGE
ON THE CRT SCREEN IN THE FORWARD DIRECTION.
↓ : THIS KEY IS USED TO CHANGEOVER THE PAGE
ON THE CRT
SCREEN IN THE REVERSE DIRECTION.
8 SOFT KEYS THE SOFT KEY HAVE VARIOUS FUNCTIONS,
ACCORDING TO THE APPLICATIONS.
THE SOFT KEY FUNCTIONS ARE DISPLAYED AT THE
BOTTOM OF THE CRT SCREEN.
LEFT-END SOFT KEY ←
THIS KEY IS USED IN ODDER TO EXIT TO THE
INITIAL STATES (CONDITION WHEN THE
FUNCTION BUTTON IS DEPRESSED WHEN EACH
FEATURE HAS BEEN OPERATED VIA SOFT KEYS)
RIGHT-END SOFT KEY →
THIS KEY IS USED WHEN OPERATE FUNCTIONS
WHICH HAVE
NOT YET BEEN DISPLAYED.
1.4. PANEL-PANEL PADA MESIN MCV 300
1.5 TRANSFER DATA
A. Pengiriman Data dengan menggunakan fungsi (MDI) Manual Data Input

Pada mode (MDI) untuk memasukan kode intruksi ke dalam mesin


CNC yaitu dengan cara mengetik data pada tombol-tombol masukan data
melalui keyboard yang terdapat pada pengendali mesin menggunakan
fungsi manual data input (MDI) pada panel CNC secara manual.

MACHINE

Program MDI Machine


Diagram Pengiriman Data dengan Manual Data Input

yang nantinya akan di terjemahkan oleh mesin sehingga menghasilkan


pergerakan tool path

B. Pengiriman Data Menggunakan Fungsi DNS (Domain Name Server)

DNS MACHINE

Program Server Machine

Diagram Pengiriman Data Menggunakan Fungsi DNS


(Domain Name Server)

Pada mode pengiriman data dengan fungsi DNS untuk memasukan


kode intruksi ke dalam mesin CNC yaitu program di transferkan pada
sebuah server induk yang terhubung antara mesin dengan komputer data,
yang selanjutnya di simpan dalam sebuah server yang akan di inputkan ke
dalam mesin CNC dengan cara mencari kode fikasi program tertentu.
C. Pengiriman Data Dengan Memory Card

MEMORY MACHINE
CARD

Program Memory card Machine

Diagram Pengiriman Data Dengan Memory Card

Pada pengiriman data dengan menggunakan memory card, program


yang sudah direncanakan akan disimpan pada katru penyimpanan yang
selanjutnya kartu ini akan dipasangkan pada mesin CNC. Kartu yang
terpasang akan terbaca oleh mesin. Dengan begitu ketika akan memanggil
program tertentu hanya mengetikan kode fikasi program.

D. Pengiriman Data Dengan Fungsi Transfer Menggunakan Port RS-232c atau


RJ-45

RS-232c / RJ-45
MACHINE

Program Machine

Diagram Pengiriman Data Dengan Fungsi Transfer Menggunakan Port


RS-232c atau RJ-45

Pada mode pengiriman menggunakan port RS-232c atau RJ-45


program yang sudah dirancang di transfer langsung pada mesin tanpa
perantara dan computer terhubung langsung
1.6 TITIK KOORDINAT PAHAT

Rumus titik aman pahat pada mesin CNC MCV-300

𝐷𝑝 ∗ 𝐿𝑏𝑘
𝑆𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑋 & 𝑌 =
2

Keterangan;

Dp = Diameter Plotter

Lbk = Panjang Benda Kerja

1.7 SETING NOL BENDA KERJA


1. Sumbu X

Setting Nol Sumbu X

Pasanglah benda kerja pada ragum. Putar spindel. Gerakkan pahat


kearah sumbu X secara menual diluar benda kerja jangan sampai terjadi
proses pemotongan. Turunkan pahat secara manual sehingga ujung pahat
berada dibawah permukaan benda kerja. Sentuhkan pinggiran pahat pada
sisi benda kerja dengan menggerakkan sumbu X. Nolkan harga sumbu X
dengan pada arah sumbu X nol harga sumbu X dengan tahapan “OFFSET
→ WORK → Sumbu X →Input “X0” → MEASURE → POS”.
Selanjutnya, sentuhkan pinggiran pahat pada sisi benda kerja dengan
menggerakkan sumbu X pada sisi sebaliknya. Nolkan harga sumbu X
dengan pada arah sumbu X nol harga sumbu X dengan tahapan “OFFSET
→ WORK → Sumbu X →Input “X0” → MEASURE → POS”.

Setting Nol Sumbu X

2. Sumbu Y

Setting Nol Sumbu Y

Gerakkan kearah sumbu Y secara menual diluar benda kerja jangan


sampai terjadi proses pemotongan. Turunkan pahat secara manual sehingga
ujung pahat berada dibawah permukaan benda kerja. Sentuhkan pinggiran
pahat pada sisi benda kerja dengan menggerakkan sumbu Y. Nolkan harga
sumbu Y dengan pada arah sumbu Y nol harga sumbu Y dengan tahapan
“OFFSET → WORK → Sumbu Y →Input “Y0” → MEASURE → POS”.
Selanjutnya, Sentuhkan pinggiran pahat pada sisi benda kerja
dengan menggerakkan sumbu Y pada sisi sebaliknya. Nolkan harga sumbu
Y dengan pada arah sumbu Y nol harga sumbu Y dengan tahapan “OFFSET
→ WORK → Sumbu Y →Input “Y0” → MEASURE → POS”.

Setting Nol Sumbu Y

3. Sumbu Z

Setting Nol Sumbu Z

Gerakkan pahat secara manual sehingga posisi pahat berada ditengah


permukaan diatas benda kerja. Turunkan pahat perlahan-lahan sampai
menyentuh benda kerja (lihat gambar). Nolkan sumbu Z dengan memutar
engkol manual secara perlahan hingga pahat menyentuh benda kerja. Jika
pahat sudah menyentuh permukaan benda kerja pada arah sumbu Z nol
harga sumbu Z dengan tahapan “OFFSET → WORK → Sumbu Z →Input
“Z0” → MEASURE → POS”.

1.8 PROSEDUR PRAKTIKUM

1.8.1. Persiapan awal


A. Software yang digunakan yaitu :
1. Solid work versi 2016
2. NX Siemens V6
3. CIMCO Edit V7

B. Persiapan pemrograman
1. Pastikan lingkuan kerja bersih, nyaman dan rapih.
2. Pastikan mesin dan komputer dalam keadaan standby.
3. Bukalah aplikasi yang dibutuhkan untuk melakukan proses
pemrograman. (minta bantuan asisten untuk membukanya)
4. Buatlah suatu komponen pada software solid work beserta row
materialnya. (minta bantuan asisten untuk membuatnya)
4.1. Buatlah bentuk profil benda kerja dengan dimensi maksimal
50x50x30 mm.
4.2. Buatlah row material yang menutupi benda kerja yang sudah
dibuat.
4.3. Simpan file benda kerja yang sudah dibuat dengan format
“Parasolid (*x_t)”.
5. Buatlah tahapan pemrograman pada benda kerja yang sudah dibuat
menggunakan software NX Siemens V6.
5.1. Buatlah folder data kelompok dan nama file kelompok.
5.2. Transferkan file yang sudah dibuat ke dalam NX Siemens V6
dengan tahapan “File → Import → Parasolid”.
5.3. Tentukanlah titik koordinat pada benda kerja dengan tahapan “
Format → WCS → Origin”.
5.4. Atur posisi sumbu koordinat software sesuai dengan posisi sumbu
koordinat mesin dengan tahapan “Format → WCS → Rotate”.
5.5. Atur posisi sumbu koordinat sofware pada permukaan tengah atas
benda kerja dengan tahapan “ Format→ WCS → Origin”.

C. Proses pemrograman
1. Ubah tampilan pada software NX Siemens V6 dari “Modeling”
menjadi “Manufacturing” dengan tahapan “Start →
Manfacturing → Mill_Contour”.
2. Pilihlah tampilan “Geometri view”.
3. Mengkonfirmasi titik koordinat software dengan titik koordinat
mesin dengan tahapan “MCS MILL → Specify MCS → CSYS
Dialog → Reference → WCS”.
4. Mengkonfirmasi titik aman pahat dengan tahapan “MCS MILL →
Clearance Plane → Plane →Select Plane → Offset →Input
10mm”.
5. Mengkonfirmasi benda kerja dan row material dengan tahapan
“Insert → Operation → Cavity Mill →Program (program) →
Specify Part → Pilih benda kerja” dan “Specify Blank → Pilih row
material”.
6. Mengkonfirmasi parameter pahat yang digunakan dan arah
pergerakan makan pahat serta kecepatan pahat dengan tahapan
“Insert → Operation → Cavity Mill → Program (program)”.
6.1. Mengkonfirmasi pahat yang digunakan dengan tahapan
“Tools → Create New → Mill →Mill_4→ Input 4”.
6.2. Mengkonfirmasi parameter-parameter pergerakan pahat.
(minta bantuan asisten untuk menentukannya)
7. Proses hasil pemprograman yang sudah dibuat dengan menekan
icon “Generate”.
8. Simulasikan hasil program yang sudah di buat.
9. Ubah program yang sudah di buat menjadi G kode dengan tahapan
“Post Process → Fanuc_16 → Ok”.
D. Proses mentrasfer G kode pada mesin MCV 300
1. Buka file G kode yang sudah dibuat.
2. Salin G kode pada software CIMCO Edit V7.
3. Pilih option pada menu bar menjadi “Transmision”.

1.8.2. Persiapan pengoprasian


A. Mode manual
1. Pasang benda kerja pada ragum, pastikan benda kerja terjepit dengan
kuat.
2. Pasangkan pahat facing.
3. Lakukan proses meratakan permukan benda kerja
3.1. Ubah Switch Mode mejadi MDI, kemudian pilih Progam
kemudian masukan “M03S1200; → insert”. *(;=EOB)
3.2. Pastikan spindel dapat berputar dengan menekan CYCLE
START. Jika sudah dapat berputar, matikan spindel dengan
menekan RESET.
3.3. Ubah Switch Mode dari MDI menjadi JOG.
3.4. Hidupkan kembali spindel dengan menekan SP CW.
3.5. Ubah Switch Feed Rate Over Ride menjadi 50%
3.6. Dekatkan pahat pada benda kerja dengan menekan tombol
+X/-X/+Y/-Y/+Z/-Z.
3.7. Sentuhkan pahat pada permukaan benda kerja searah sumbu Z.
3.8. Jauhkan benda kerja serarah sumbu X.
3.9. Beri kedalaman pada sumbu Z sebesar -0.500 mm.
3.10. Lakukan proses pemakanan dengan menekan tombol +X/-
X/+Y/-Y.
3.11. Jika permukaan sudah rata, jauhkan pahat dengan benda kerja.
3.12. Matikan spindel dengan menekan SP OFF.
3.13. Posisikan Switch Feed Rate Over Ride pada kondisi awal.
4. Lepas pahat facing.
5. Pasang plotter.
6. Setting nol benda kerja.
6.1. Ubah Switch Mode mejadi MDI, kemudian pilih Progam.
Masukan “M03S300; → insert”. *(;=EOB)
6.2. Pastikan spindel dapat berputar dengan menekan CYCLE
START. Jika sudah dapat berputar, matikan spindel dengan
menekan RESET.
6.3. Alihkan Switch Mode dari MDI ke Manual 1X.
6.4. Hidupkan kembali spindel dengan menekan SP CW.
6.5. Dekatkan plotter pada benda kerja searah sumbu X dengan
memutar engkol manual.
6.6. Sentuhkan plotter pada benda kerja serah sumbu X dengan
menurunkan skala engkol manual menjadi 10X.
6.7. Jika plotter sudah menyentuh permukaan benda kerja pada
arah sumbu X nol harga sumbu X dengan tahapan “OFFSET
→ WORK → Sumbu X →Input “X0” → MEASURE → POS”.
6.8. Lakukan proses 6.5 sampai 6.7 terhadap sumbu X pada bagian
sisi sebaliknya.
6.9. Lakukan proses 6.5 sampai 6.8 terhadap sumbu Y.
6.10. Jauhkan plotter dengan benda kerja.
6.11. Matikan spindel dengan menekan SP OFF.
6.12. Lepas plotter.
6.13. Pasang pahat End mill diameter 4 mm.
6.14. Dekatkan pahat dengan permukaan benda kerja searah sumbu
Z dengan memutar engkol manual.
6.15. Putar engkol manual secara perlahan hingga pahat menyentuh
benda kerja.
6.16. Jika pahat sudah menyentuh permukaan benda kerja pada arah
sumbu Z nol harga sumbu Z dengan tahapan “OFFSET →
WORK → Sumbu Z →Input “Z0” → MEASURE → POS”.
6.17. Posisikan pahat pada titik aman.

B. Mode NC
1. Ubah Switch Mode dari Manual 1X menjadi Remote.
2. Tekan Send pada Software CIMCO Edit V7.
3. Tekan CYCLE START pada mesin.
4. Ubah Switch Feed Rate Over Ride menjadi 50%, Switch Rapid
Traverse menjadi 25% dan Switch Spindle Over Ride menjadi
60%.

1.8.3 Proses akhir


1. Jika proses pengoprasian sudah berakhir dan berhenti posisikan
Switch Feed Rate Over Ride, Switch Rapid Traverse dan Switch
Spindle Over Ride pada posisi semula kemudian tekan Reset.
2. Ubah Switch Mode menjaadi Manual 1X.
3. Turunkan dan posisikan sumbu Z hingga tengah-tengah mesin.
4. Lepas benda kerja dari ragum.
5. Posisikan meja kerja dan spindel pada tengah-tengah mesin.
6. Bersihkan benda kerja dan mesin.
7. Bersihkan ruangan pada kondisi awal.
FOTMAT LAPORAN PRM 09

KATA PENGANTAR...................................................................

DAFTAR ISI .............................................................................

DAFTAR GAMBAR ....................................................................

DAFTAR TABEL ........................................................................

BAB I PENDAHULUAN .............................................................


1.1 Latar Belakang ...............................................................
1.2 Tujuan penulisan ............................................................
1.3 Sistematika Penulisan ......................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ....................................................
2.1 Mesin Konvensional.......................................................
2.1.1 Manual ................................................................
2.1.2 Semi Otomatis .....................................................
[Link] Mesin CNC TU .........................................
[Link] Persumbuan Mesin CNC TU .....................
2.1.3 Otomatis .............................................................
[Link]. Mesin CNC PU .......................................
[Link]. Definisi ATC ..........................................
[Link]. Definisi APC ..........................................
[Link]. Mesin CNC 3 Axis ..................................
[Link]. Sistem persumbuan CNC 3 Axis..............
[Link]. Mesin CNC 4 Axis ..................................
[Link]. Sistem persumbuan CNC 4 Axis..............
[Link]. Mesin CNC 5 Axis ..................................
[Link]. Sistem persumbuan CNC 5 Axis..............
[Link]. Jenis-jenis sistem control mesin CNC PU .
2.2 Mesin Non Konvensional ..............................................
2.2.1 Energi Mekanik .................................................
2.2.2 Energi Listrik ....................................................
2.2.3 Energi Kimia .....................................................
2.2.4 Energi Thermal .................................................
2.3 Sistem Koordinat Mesin ...............................................
2.4 Sistem Koordinat Benda Kerja......................................
2.5 Mode Koordinat Absolute.............................................
2.6 Mode Koordinat Incramental........................................
2.7 Komponen Mesin MCV 300 (Indonesia)………………………
2.8 MDI Keyboard Mesin MCV 300 (Indonesia)………………….
2.9 Panel Pada Mesin MCV 300………………………………………..
2.10 Prosedur Praktikum Modul MCV 300………………………….

BAB III PEMBAHASAN ............................................................


3.1 Prosedur Praktikum .....................................................
3.2 Listing Program ..........................................................
3.2.1 Gambar Solid Work ............................................
3.2.2 Gambar toolpaht benda kerja ..............................
3.2.3 Listing Program ..................................................
3.3 Proses Pengerjaan ......................................................
BAB IV ANALISA DAN KESIMPULAN .......................................

4.1 Analisa ...........................................................................

4.2 Kesimpulan .....................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................

LAMPIRAN ..............................................................................

Anda mungkin juga menyukai