0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Analisis Potensial dalam Fisika Kuantum

Dokumen ini adalah soal-soal dalam mata kuliah Fisika Kuantum yang mencakup berbagai topik seperti potensial tangga, penghalang, berhingga, dan osilator harmonik. Setiap soal meminta untuk menunjukkan fungsi gelombang, koefisien refleksi dan transmisi, serta probabilitas dalam konteks fisika kuantum. Terdapat juga petunjuk dan integral yang dapat membantu dalam menyelesaikan soal-soal tersebut.

Diunggah oleh

kevin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Analisis Potensial dalam Fisika Kuantum

Dokumen ini adalah soal-soal dalam mata kuliah Fisika Kuantum yang mencakup berbagai topik seperti potensial tangga, penghalang, berhingga, dan osilator harmonik. Setiap soal meminta untuk menunjukkan fungsi gelombang, koefisien refleksi dan transmisi, serta probabilitas dalam konteks fisika kuantum. Terdapat juga petunjuk dan integral yang dapat membantu dalam menyelesaikan soal-soal tersebut.

Diunggah oleh

kevin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Problem Set 4

FI3201 Fisika Kuantum K-02

Soal Nomor 1. Potensial Tangga.


Tinjau berkas partikel bermassa 𝑚 dengan energi 𝐸 yang berada dalam potensial sebagai berikut.
0, 𝑥<0
𝑉(𝑥) = { (1.1)
𝑉0 , 𝑥≥0
a. Tunjukkan bahwa fungsi gelombang dari partikel untuk kasus 𝐸 > 𝑉0 adalah
𝑘1 − 𝑘2 −𝑖𝑘 𝑥
𝐴 (𝑒 𝑖𝑘1 𝑥 + 𝑒 1 ), 𝑥<0
𝑘1 + 𝑘2
𝜓(𝑥) = (1.2)
2𝑘1
𝐴( ) 𝑒 𝑖𝑘2 𝑥 , 𝑥≥0
{ 𝑘1 + 𝑘2
dengan 𝑘1 = √2𝑚𝐸/ℏ2 , 𝑘2 = √2𝑚(𝐸 − 𝑉0 )/ℏ2 , dan 𝐴 adalah konstanta normalisasi.
b. Tunjukkan bahwa fungsi gelombang dari partikel untuk kasus 𝐸 < 𝑉0 adalah
𝑘1 − 𝑖𝑘2 −𝑖𝑘 𝑥
𝐴 (𝑒 𝑖𝑘1 𝑥 + 𝑒 1 ), 𝑥<0
𝑘1 + 𝑖𝑘2
𝜓(𝑥) = (1.3)
2𝑘1
𝐴( ) 𝑒 −𝑘2 𝑥 , 𝑥≥0
{ 𝑘1 + 𝑖𝑘2
dengan 𝑘1 = √2𝑚𝐸/ℏ2 , 𝑘2 = √2𝑚(𝑉0 − 𝐸)/ℏ2 , dan 𝐴 adalah konstanta normalisasi.
c. Dari fungsi gelombang pada kasus 𝐸 > 𝑉0, tampak bahwa gelombang awal dengan arus probabilitas
𝑗incident mengalami refleksi dengan arus probabilitas 𝑗reflected dan transmisi dengan arus probabilitas
𝑗transmitted di perbatasan 𝑥 = 0. Koefisien refleksi 𝑅 dan koefisien transmisi 𝑇 didefinisikan sebagai
𝑗reflected 𝑗transmitted
𝑅=| |, 𝑇=| | (1.4)
𝑗incident 𝑗incident
Tentukan 𝑅 dan 𝑇 untuk kasus (i) 𝐸 > 𝑉0 , (ii) 𝐸 = 𝑉0 , dan (iii) 𝐸 < 𝑉0 dinyatakan dalam 𝑘1 dan 𝑘2
menggunakan definisi (1.4). Tunjukkan pula bahwa untuk setiap kasus selalu terpenuhi hubungan
𝑅+𝑇 =1 (1.5)

Soal Nomor 2. Potensial Penghalang.


Tinjau berkas partikel bermassa 𝑚 dengan energi 𝜀 yang berada dalam potensial sebagai berikut.
0, 𝑥<0
𝑉(𝑥) = {𝑉0 , 0≤𝑥≤𝑎 (2.1)
0, 𝑥>𝑎
Fungsi gelombang partikel untuk setiap daerah untuk kasus 𝜀 < 𝑉0 adalah
𝜓1 (𝑥) = 𝐴𝑒 𝑖𝑘1 𝑥 + 𝐵𝑒 −𝑖𝑘1 𝑥 , 𝑥≤0
𝑘 𝑥
𝜓(𝑥) = {𝜓2 (𝑥) = 𝐶𝑒 2 + 𝐷𝑒 2 , −𝑘 𝑥 (2.2)
0<𝑥<𝑎
𝑖𝑘 𝑥
𝜓3 (𝑥) = 𝐸𝑒 1 , 𝑥≥𝑎
dengan 𝑘1 = √2𝑚𝜀/ℏ2 dan 𝑘2 = √2𝑚(𝑉0 − 𝜀)/ℏ2 serta 𝐴, 𝐵, 𝐶, 𝐷, dan 𝐸 adalah konstanta.
a. Tunjukkan bahwa koefisien transmisi 𝑇 dan refleksi 𝑅 untuk kasus 𝜀 < 𝑉0 adalah
−1
sinh2 (𝜆√1 − 𝛼) sinh2(𝜆√1 − 𝛼)
𝑇 = (1 + ) , 𝑅= 𝑇 (2.3)
4𝛼(1 − 𝛼) 4𝛼(1 − 𝛼)
dengan 𝛼 = 𝜀/𝑉0 dan 𝜆 = 𝑎√2𝑚𝑉0 /ℏ2 .
b. Untuk energi yang jauh lebih kecil dari 𝑉0 , tunjukkan bahwa 𝑇 di persamaan (3.3) menjadi
16𝜀 𝜀 −(2𝑎)√2𝑚(𝑉0 −𝜀)
𝑇= (1 − ) 𝑒 ℏ (2.4)
𝑉0 𝑉0
c. Tunjukkan bahwa dalam limit klasik, efek tunneling tidak akan terjadi.

1
Soal Nomor 3. Potensial Berhingga.
Tinjau suatu partikel bermassa 𝑚 dengan energi 𝜀 yang berada dalam potensial simetrik berikut.
𝑎
𝑉0 , 𝑥<−
2
𝑎 𝑎
𝑉(𝑥) = 0, − ≤𝑥≤ (3.1)
2 2
𝑎
{ 𝑉0 , 𝑥>
2
a. Untuk keadaan terhambur (scattering state), tentukan (i) fungsi gelombang di setiap daerah, (ii)
koefisien transmisi, dan (iii) koefisien refleksi.
b. Untuk keadaan terikat (bound state), tentukan fungsi gelombang simetrik dan antisimetrik di setiap
daerah.
c. Untuk keadaan terikat, tunjukkan bahwa saat 𝑉0 → ∞, energi partikel sama seperti energi untuk sumur
potensial tak-berhingga, yaitu
𝜋 2 ℏ2 2
𝐸𝑛 = 𝑛 , 𝑛 = 1, 2, 3, …
2𝑚𝑎2
d. Definisikan 𝑅 = √𝑚𝑎2 𝑉0 /2ℏ2. Tentukan jumlah keadaan terikat dan masing-masing energinya saat (i)
𝑅 = 1 dan (ii) 𝑅 = 2.

Soal Nomor 4. Osilator Harmonik.


1
Tinjau suatu partikel bermassa 𝑚 yang berada dalam potensial 𝑉(𝑥) = 2 𝑚𝜔2 𝑥 2 . Fungsi eigen
ternormalisasi dari partikel adalah
1
𝑚𝜔 4 1 −
𝑚𝜔 2
𝑥 𝑚𝜔
𝜓𝑛 (𝑥) = ( ) 𝑒 2ℏ 𝐻𝑛 (√ 𝑥) , 𝑛 = 0, 1, 2, … (4.1)
𝜋ℏ √2 𝑛!
𝑛 ℏ
dengan 𝐻𝑛 merupakan polinom Hermit. Energi yang bersesuaian dengan fungsi gelombang tersebut
adalah
1
𝐸𝑛 = (𝑛 + ) ℏ𝜔 (4.2)
2
a. Hitung probabilitas maksimum menemukan partikel pada (i) keadaan dasar dan (ii) keadaan tereksitasi
pertama.
b. Gambar berikut menunjukkan lima fungsi gelombang pertama dari partikel.

Hitung probabilitas menemukan partikel di daerah terlarang menurut teori klasik untuk kelima keadaan
tersebut.
2
c. Misalkan fungsi gelombang partikel awal adalah
2
𝑚𝜔 2
𝑚𝜔 − 𝑥
𝜓(𝑥, 0) = 4𝐴 (√ 𝑥 + 1) 𝑒 2ℏ2 (4.3)

Tentukan (i) konstanta normalisasi 𝐴 serta (ii) probabilitas menemukan partikel dengan energi sebesar
1 3 5
ℏ𝜔, ℏ𝜔, dan ℏ𝜔.
2 2 2

Petunjuk 1: Beberapa polinom Hermit berikut akan membantu.


𝐻0 (𝑥) = 1, 𝐻1 (𝑥) = 2𝑥, 𝐻2 (𝑥) = 4𝑥 2 − 2, 𝐻3 = 8𝑥 3 − 12𝑥, 𝐻4 (𝑥) = 16𝑥 4 − 48𝑥 2 + 12

Petunjuk 2: Beberapa integral berikut akan membantu.


∞ ∞ ∞
2 2 2
∫ 𝑒 −𝑥 𝑑𝑥 = 0.1394, ∫ 𝑥 2 𝑒 −𝑥 𝑑𝑥 = 0.0495, ∫ (4𝑥 2 − 2)2 𝑒 −𝑥 𝑑𝑥 = 0.674,
1 √3 √5
∞ ∞
−𝑥 2 2
∫ (8𝑥 3 − 12𝑥)2 𝑒 𝑑𝑥 = 3.6363, ∫ (16𝑥 4 − 48𝑥 2 + 12)2 𝑒 −𝑥 𝑑𝑥 = 26.86
√7 √9

Anda mungkin juga menyukai