Perawatan Baterai Kendaraan Ringan
Perawatan Baterai Kendaraan Ringan
Pd
Semester : III
Alokasi Waktu : 12 JP
A. Identifikasi
1. Peserta Didik
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi mengenai perawatan baterai
kendaraan ringan otomotif
2. Materi Pembelajaran
Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk
energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke sistem
starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan
[Link] / accu / baterai mobil, digunakan sebagai sumber arus untuk seluruh
sistem kelistrikan pada mobil, dan juga diguanakan sebagai penyimpan energi listrik
saat terjadi proses pengisian
3. Profil Lulusan
DPL1 DPL2
√ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
√ Kewargaan
√ DPL3
Penalaran Kritis
√
DPL4
Kreativitas
√ DPL5
Kolaborasi
√ DPL6
Kemandirian
√ DPL7
Kesehatan
√
DPL8
Komunikasi
3. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
a) Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini di harapkan peserta didik mampu
memahami tentang baterai pada kendaraan ringan
b) Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini di harapkan peserta didik mampu
memahami tentang perawatan baterai pada kendaraan ringan
4. Praktik Pedagogis
a) Model Pembelajaran: Discovery Learning
b) Pendekatan: Deep Learning
c) Metode dan Strategi Pembelajaran: Ceramah, Diskusi, Observasi, Presentasi
d) Lembar Asesmen: observasi aktivitas, interview hasil investigasi; Laporan
Produk Pengetahuan; Laporan observasi
e) Lembar Kerja Peserta Didik: Lembar observasi; template laporan produk
pengetahuan
5. Mitra Pembelajaran
a) Bengkel mitra, bengkel umum lingkungan sekolah/rumah
b) Bengkel Teknik kendaraan ringan otomotif
6. Lingkungan Pembelajaran
a) Ruang Fisik: Ruang belajar
b) Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan teman
c) Laboratorium Teknik kendaraan ringan
d) Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu
C. Pengalaman Belajar
Langkah-Langkah Pembelajaran
PERTEMUAN 1
Awal (Berkesan, 1) Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan
Bermakna) sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif
2) Guru menerapkan teknik pemusatan konsentrasi dengan
melakukan interaksi kepada siswa.
3) Guru memulai dengan video singkat pentingnya perawatan
baterai kendaraan ringan otomotif
4) Guru memberikan pertanyaan pemantik “seberapa
pentingkah baterai pada kendaraan ringan ?ˮ untuk
menstimulasi empati peserta didik
5) Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada
websites tentang system elektrikal kendaraan ringan
otomotof
6) Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan
bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya
melakukan perawatan pada perawatan baterai kendaraan
ringan. “jelaskan apa yang di maksud dengan baterai?ˮ
7) Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik "bagaimana
memahami sumber tenaga Listrik kendaraan ringan
a) Asesmen Pembelajaran
a) Asesmen pada Awal Pembelajaran
Kuis singkat tentang materi perawatan baterai
Pernahkah kamu merawat atau mengganti baterai motor atau mobil?
Apa kesulitan yang kamu tahu terkait merawat aki kendaraan?
Apakah kamu lebih senang belajar praktik atau teori dalam topik ini?
Tugas:
1. Identifikasi jenis dan kondisi baterai
A. TUJUAN
Peserta didik akan dapat melaksanakan perawatan baterai sesuai dengan SOP dan
penggunaan
1. Project
Merawat Baterai
2. Kegiatan yang di lakukan
Melakukan perwatan baterai seuai SOP dan penggunaan APD
3. Materi
Cara merawat baterai seuai SOP dan penggunaan APD
4. Kegiatan pencapaian belajar
Di sediakan peralatan dan kelengkapan peraktik, agar siswa dapat melakukan
perawatan baterai basah sesuai SOP dan pengunaan APD
5. Bentuk soal
Penilaian unjuk kerja
6. Butir soal
Langkah – langkah perawatan baterai basah sesuai SOP dan pengunaan APD
B. SOAL PRAKTIK
1. Sebutkan jenis-jenis baterai pada kendaraan
2. Sebutkan komponen baterai beserta fungsinnya
3. Sebutkan Langkah-langkah pemeriksaan baterai pada kendaraan
4. Kenapa baterai kendaraa perlu dirawat?
5. Sebutkan penyebab kerusakan pada baterai
C. ALAT DAN BAHAN
1. Accu Basah
2. Tool Box set
3. Multitester
4. Obeng (+) dan Obeng (-)
5. Buku Servis Manual
D. KESELAMATAN KERJA :
1. Meletakkan alat dan bahan di tempat yang aman, gunakan alat yang sesuai
2. Bekerja dengan teliti dan hati-hati
1.
2.
Merk: …………………………………….………….
Type baterai: ……………………………………...... (basah/kering)
Teknologi baterai: …………………………........….. (konvensional/AGM/MF/Sealed
MF/VRLA) Code baterai: ………………………… (beri keterangan)
Kapasitas: …………………………………......…… AH
Tegangan baterai: …………………………........….. Volt
I. PEMERIKSAAN ELEKTROLIT
Langkah melakukan pengukuran elektrolit baterai adalah:
1. Lepas terminal baterai negatif.
2. Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer.
3. Masukkan thermometer pada lubang baterai.
4. Masukkan ujung hidrometer ke dalam lubang baterai.
5. Pompa hidrometer sampai elektrolit masuk ke dalam hidrometer dan pemberat
terangkat.
6. Tanpa mengangkat hidrometer baca berat jenis elektrolit baterai dan baca
temperatur elektrolit baterai.
7. Catat hasil pembacaan, lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain.
Tabel. Tindakan Yang Dilakukan Terhadap Hasil Pengukuran Berat Jenis Baterai
Pada setiap sel baterai menghasilkan tegangan 2,1 volt. Apabila baterai
mempunyai 6 buah sel maka baterai akan menghasilkan tegangan 12,6 volt.
Untuk pemeriksaan tegangan baterai dapat dilakukan dengan menggunakan volt
meter. Prosedur pengukurannya adalah dengan memasang colok ukur pada terminal
baterai dan avometer akan menunjukkan tegangan baterai. Disamping itu dapat juga
dilakukan pengukuran tegangan pada masing-masing sel dengan menggunkaan sel
tester. Pada sel tester akan terbaca tegangan pada masing-masing sel sehingga dapat
diketahui sel mana yang rusak apabila terjadi kerusakan pada sel baterai.
Tegangan bater
ai: ……..………………………………… volt
Bermuatan penuh: tegangan 13,0-13,2 volt
Bermuatan kurang: tegangan < 12 volt
Tindakan: ……………………………………………………………..
*Gunakan referensi dari manual book pabrikan
kesimpulan
……………………………………….
Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d, di depan jawaban yang paling
tepat !
3. Tutup lubang pengisian elektrolit atau 8. Kebocoran arus listrik biasanya bisa
vent plug berfungsi memisahkan diperiksa pada komponen utama
antara uap asam sulfat yang akan kelengkapan baterai, yaitu...
mengembun pada tepian ventilasi dan a. Separator
...... yang keluar lewat lubang b. Kotak baterai
ventilasi. c. Tutup Baterai
a. Gas karbondioksida d. Kabel baterai
b. Gas monoksida e. Ribs
c. Gas hidrogen
d. Uap Sulingan 9. Saat melakukan pelepasan kabel
e. Cairan elektrolit baterai dari terminal baterai, yang
harus didahulukan adalah.......
4. Elemen baterai terdiri dari tiga a. Melepas hubungan terminal
sehingga menjadi satu kesatuan yaitu baterai ke massa
pelat, separator dan b. Melepas hubungan terminal
a. Kotak baterai baterai ke beban
b. Fiberglass c. Melepas hubungan kedua
c. Terminal positif terminal secara bersamaan
d. Terminal Negatif d. Memeriksa kondisi kabel baterai
e. Elektrolit e. Memeriksa kondisi terminal
baterai
5. Saat baterai dihubungkan dengan
sumber listrik arus searah maka 10. Kegiatan berikut ini tidak perbolehkan
terjadi proses .......... selama proses pengisian, kecuali.......
a. Pengosongan a. Menyalakan korek
b. Pengaliran arus listrik b. Mengelas sesuatu didekat baterai
c. Penyimpanan arus listrik c. Merokok
d. Pengisian d. Mengecek kondisi busi
e. Pengeluaran arus listrik e. Menyetel celah katup
MATERI BATERAI
BAB 1
BATERAI
A. FUNGSI BATERAI
Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam
bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke
sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan
[Link] / accu / baterai mobil, digunakan sebagai sumber arus untuk seluruh sistem
kelistrikan pada mobil, dan juga diguanakan sebagai penyimpan energi listrik saat terjadi
proses pengisian. Peran baterai pada mobil sangatlah penting, baterai berfungsi untuk
mensuplai arus listrik pada sistem starter agar mesin dapat dihidupkan, bayangkan
apabila baterai / aki rusak atau tidak punya daya yang cukup untuk pengoperasian sistem
starter.
Accu jenis ini dikemas dalam desain khusus yang mampu menekan tingkat
penguapan air Accu. Uap Accu yang terbentuk akan mengalami kondensasi
sehingga kembali menjadi air murni yang menjaga level air Accu selalu pada
kondisi ideal sehingga tak lagi diperlukan pengisian air Accu. Accu jenis
inibiasanya terbuat dari basis jenis Accu hybrid maupun Accu kalsium.
c. Accu Calcium
Kedua selnya, baik (+) maupun (-) mengunakan material kalsium. Accu jenis
ini memiliki kemampuan lebih baik dibanding Accu hybrid. Tingkat
penguapannya pun lebih kecil dibanding Accu basah konvensional.
d. Accu hybrid
Pada dasarnya Accuhybrid tak jauh berbeda dengan Accu basah. Bedanya
terdapat pada material komponen sel Accu. Pada Accu hybrid selnya
menggunakan low-antimonial pada sel (+) dan kalsium pada sel(-). Accu jenis
2. Komponen Aki
Memahami komponen-komponen utama aki dapat mempermudah dalam perawatan
dan pemeliharaan aki, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang
cara kerja aki dalam menyuplai energi listrik. Berikut adalah penjelasan detail
tentang komponen-komponen utama aki:
a. Kotak Aki
Casing atau wadah yang menampung semua komponen internal aki. Biasanya
terbuat dari bahan plastik tahan lama, seperti polipropilen yang dirancang untuk
melindungi komponen-komponen dari kerusakan fisik dan kebocoran. Kotak ini
juga memberikan struktur dan stabilitas pada aki, serta menjaga agar komponen
internal tetap aman dan teratur.
b. Terminal Aki
Terminal aki adalah bagian dari baterai mobil (atau aki) yang berfungsi sebagai
titik sambungan listrik utama antara baterai dan sistem kelistrikan kendaraan.
Terminal aki biasanya terdiri dari dua kutub, yaitu:
Kutub positif (+): Biasanya ditandai dengan simbol "+" dan sering kali
berwarna merah. Terminal ini terhubung ke kabel positif yang mengalirkan
arus listrik dari baterai ke berbagai komponen listrik dalam kendaraan.
Kutub negatif (-): Biasanya ditandai dengan simbol "-" dan sering kali
berwarna hitam. Terminal ini terhubung ke kabel negatif yang biasanya
dihubungkan ke rangka atau bodi kendaraan sebagai ground (tanah).
Koneksi yang baik pada terminal aki sangat penting untuk memastikan aliran
listrik yang stabil dan efektif ke seluruh sistem kelistrikan kendaraan. Terminal
yang kotor, longgar, atau korosif dapat menyebabkan masalah listrik seperti
sulitnya menyalakan kendaraan atau kegagalan sistem kelistrikan.
d. Lubang Ventilasi
Lubang kecil pada tutup aki berfungsi untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan
dari reaksi kimia di dalam aki. Pada aki basah, lubang ventilasi sangat penting
karena proses pengisian dan pengosongan gas terjadi selama penggunaan.
Lubang ini membantu mengurangi tekanan internal dan mencegah kerusakan
akibat penumpukan gas. Pada aki kering, meskipun ada lubang ventilasi,
desainnya dirancang untuk meminimalkan kemungkinan kebocoran gas atau
cairan.
e. Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang mengandung zat-zat dalam air atau
pelarut lainnya, membentuk ion yang dapat menghantarkan listrik. Dalam
konteks aki kendaraan, larutan elektrolit biasanya mengacu pada campuran
asam sulfat dan air yang terdapat di dalam akil. Pada aki basah, larutan ini harus
dipantau dan diisi ulang jika diperlukan, sedangkan pada aki kering, elektrolit
biasanya tidak memerlukan pemeliharaan tambahan.
f. Plat Elektoda
Pada aki (akumulator atau baterai), plat elektoda berperan sebagai komponen
kunci dalam proses penyimpanan dan pelepasan energi listrik. Selama proses
pengisian, aliran listrik menyebabkan reaksi kimia pada kedua plat ini,
mengubah timbal dan asam sulfurik menjadi timbal dioksida dan timbal sulfat.
Ketika aki digunakan, proses kimia ini berbalik dan energi listrik dihasilkan.
Aki umumnya memiliki dua jenis plat elektoda:
Plat Positif (Anoda): Terbuat dari bahan seperti timbal dioksida (PbO2).
Plat ini berfungsi untuk menyerap ion positif selama proses pengisian dan
melepaskan ion positif saat proses pelepasan energi.
Plat Negatif (Katoda): Terbuat dari timbal spons (Pb). Plat ini berfungsi
untuk mengeluarkan ion negatif selama proses pengisian dan menyerap ion
negatif saat proses pelepasan energi.
g. Separator
Bahan non-konduktif yang memisahkan plat elektoda positif dan negatif dalam
aki. Fungsinya adalah untuk mencegah kontak langsung antara plat-plat tersebut
yang dapat menyebabkan korsleting atau hubung singkat. Separator juga
memastikan bahwa elektrolit dapat mengalir dengan baik di antara plat-plat,
sehingga reaksi kimia dapat terjadi dengan efisien.
B. PERAWATAN BATERAI
1. Pemeriksaan baterai
Aki mobil adalah salah satu komponen terpenting yang ada di dalam mobil. Fungsi
utama dari aki adalah untuk menyuplai daya listrik bagi komponen-komponen mobil
lainnya. Saat aki mobil tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka kenyamanan
pengendara dan penumpang mobil pun menjadi terganggu. Adapun Prosedur yang
dilaksanakan pada pemeriksaan baterai secara visual:
11. Membersihkan kotak baterai.
12. Membersihkan terminal baterai.
13. Periksa ketinggian elektrolit baterai, jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara
Upper Level dengan
14. Lower Level, pada baterai tanpa tanda permukaan pelat sel harus tertutup ± 8
mm.
15. Bila kurang jangan diisi dengan air biasa, isilah dengan air suling atau air accu.
16. Pasang kembali baterai pada tempatnya, perhatikan posisi pengikatan baterai
harus kuat agar baterai tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja,
sehingga dapat retak atau elektrolit tumpah.
17. Pasang terminal baterai dengan kuat, pemasangan yang kuat akan mengurangi
kerugian tegangan pada terminal, panas yang timbul pada terminal ataupun
korosi.
18. Berikan grease atau vet pada terminal baterai sebelum memasang terminal, beri
Vet pada kutup dan terminal untuk mencegah karatan. Pasang terminal positif
sebelum terminal negatif.
19. Lindungi terminal baterai positip dengan penutup karet atau isolator guna
menghindari hubungan pendek.
20. Baterai yang selalu mendapat servis akan mempunyai umur yang panjang
dibandingkan yang tidak mendapat perawatan dengan baik.
2. Pemeriksaan Elektrolit
Langkah melakukan pengukuran elektrolit baterai adalah:
8. Lepas terminal baterai negatif.
9. Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer.
10. Masukkan thermometer pada lubang baterai.
11. Masukkan ujung hidrometer ke dalam lubang baterai.
12. Pompa hidrometer sampai elektrolit masuk ke dalam hidrometer dan pemberat
terangkat.
1,280 atau lebih Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang.
1,220 - 1,270 Tidak perlu tindakan.
1,210 atau kurang Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila masih
dibawah 1,210 ganti baterai.
0.030, setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan, ganti baterai.