0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan22 halaman

Perawatan Baterai Kendaraan Ringan

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 1 Candipuro untuk tahun ajaran 2025/2026. Fokus pembelajaran adalah perawatan baterai kendaraan ringan otomotif dengan pendekatan Problem-Based Learning dan Discovery Learning, serta melibatkan praktik langsung dan kolaborasi. Tujuan akhir adalah agar siswa mampu melakukan perawatan dan analisis sistem kelistrikan kendaraan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Diunggah oleh

qykijunaidi 993
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan22 halaman

Perawatan Baterai Kendaraan Ringan

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 1 Candipuro untuk tahun ajaran 2025/2026. Fokus pembelajaran adalah perawatan baterai kendaraan ringan otomotif dengan pendekatan Problem-Based Learning dan Discovery Learning, serta melibatkan praktik langsung dan kolaborasi. Tujuan akhir adalah agar siswa mampu melakukan perawatan dan analisis sistem kelistrikan kendaraan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Diunggah oleh

qykijunaidi 993
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

: QYKI JUNAIDI, S.

Pd

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 CANDIPURO

Mata Pelajaran : KONSENTRASI KEAHLIAN

Fase/Kelas : F/XI TKRO

Tahun Pelajaran : 2025/2026

Semester : III

Alokasi Waktu : 12 JP

Pengembang : QYKI JUNAIDI, [Link]

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 CANDIPURO
Mata Pelajaran : KONSENTRASI KEAHLIAN
Fase/Kelas : F/XI TKRO
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : III
Alokasi Waktu : 12 JP
Pengembang : QYKI JUNAIDI, [Link]
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

A. Identifikasi
1. Peserta Didik
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi mengenai perawatan baterai
kendaraan ringan otomotif

2. Materi Pembelajaran
Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk
energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke sistem
starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan
[Link] / accu / baterai mobil, digunakan sebagai sumber arus untuk seluruh
sistem kelistrikan pada mobil, dan juga diguanakan sebagai penyimpan energi listrik
saat terjadi proses pengisian

3. Profil Lulusan

DPL1 DPL2
√ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
√ Kewargaan

√ DPL3
Penalaran Kritis

DPL4
Kreativitas

√ DPL5
Kolaborasi
√ DPL6
Kemandirian

√ DPL7
Kesehatan

DPL8
Komunikasi

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


B. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai serta perawatan
dan overhaul (pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan dan pemasangan) pada:
jaringan kelistrikan, sistem penerangan dan sistem lampu tanda, sistem wiper dan
washer, sistem power window dan central lock, elektrical mirror, sistem starter,
sistem pengisian, sistem pengapian, sistem AC, sistem audio-video. Setiap pekerjaan
dilakukan sesuai Prosedur Operasional Standar (POS).Penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD) atau peraturan keselamatan kerja yang berlaku.
2. Topik Pembelajaran
Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning atau PBL)
pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa dalam situasi nyata atau simulasi
yang menantang, untuk memecahkan masalah kompleks yang tidak memiliki jawaban
tunggal. Metode ini menekankan pada keterlibatan siswa secara aktif dalam proses
belajar, dengan tujuan menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik
di dunia nyata. Dalam konteks pendidikan modern, PBL menjadi semakin relevan
karena mampu membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi,
komunikasi, dan pemecahan masalah yang diperlukan di abad ke-21.

3. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
a) Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini di harapkan peserta didik mampu
memahami tentang baterai pada kendaraan ringan
b) Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini di harapkan peserta didik mampu
memahami tentang perawatan baterai pada kendaraan ringan

4. Praktik Pedagogis
a) Model Pembelajaran: Discovery Learning
b) Pendekatan: Deep Learning
c) Metode dan Strategi Pembelajaran: Ceramah, Diskusi, Observasi, Presentasi
d) Lembar Asesmen: observasi aktivitas, interview hasil investigasi; Laporan
Produk Pengetahuan; Laporan observasi
e) Lembar Kerja Peserta Didik: Lembar observasi; template laporan produk
pengetahuan

5. Mitra Pembelajaran
a) Bengkel mitra, bengkel umum lingkungan sekolah/rumah
b) Bengkel Teknik kendaraan ringan otomotif

6. Lingkungan Pembelajaran
a) Ruang Fisik: Ruang belajar
b) Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan teman
c) Laboratorium Teknik kendaraan ringan
d) Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


7. Pemanfaatan Digital
a) Perencanaan: berbasis komputer
b) Pelaksanaan: penggunaan PPT, LCD, dan audio visual.
c) Asesmen : Teks diambil dari informasi digital

C. Pengalaman Belajar
Langkah-Langkah Pembelajaran

PERTEMUAN 1
Awal (Berkesan, 1) Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan
Bermakna) sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif
2) Guru menerapkan teknik pemusatan konsentrasi dengan
melakukan interaksi kepada siswa.
3) Guru memulai dengan video singkat pentingnya perawatan
baterai kendaraan ringan otomotif
4) Guru memberikan pertanyaan pemantik “seberapa
pentingkah baterai pada kendaraan ringan ?ˮ untuk
menstimulasi empati peserta didik
5) Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada
websites tentang system elektrikal kendaraan ringan
otomotof
6) Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan
bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya
melakukan perawatan pada perawatan baterai kendaraan
ringan. “jelaskan apa yang di maksud dengan baterai?ˮ
7) Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik "bagaimana
memahami sumber tenaga Listrik kendaraan ringan

Inti (bermakna, 1) Memahami


menggembirakan a. Berdiskusi, membaca artikel yang di tayangkan guru,
) eksplorasi sumber informasi pada buku, e-book, artikel,
dan websites melalui internet tentang perawatan baterai
kendaraan ringan otomotif
b. Guru membuat kelompok kecil.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari
informasi sebanyak mungkin tentang penyelidikan
permasalahan pada baterai kendaraan ringan dan cara
perawatan baterai kendaraan ringan, informasi dapat di

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


cari di lingkungan lab engine dalam bentuk tulisan.
2) Mengaplikasi
a. Masing-masing peserta didik kelompok berlomba
mengumpulkan data dengan diskusi kelompok dan
mencatat informasi penting di LKPD yang disiapkan
Peserta didik
b. Peserta didik Menyusun rangkuman analisis dari materi
yang sudah dipelajari
c. Peserta didik menyimak penjelasan informasi secara
spesifik sesuai topik dan mensimulasikan dengan benda
kerja asli.
d. Guru menumbuhkan kesadaran kepada Peserta didik
tentang perawatan pada baterai kendaraan ringan yang
kurang baik
3) Merefleksi (berkesadaran, bermakna)
a. Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan
hasil informasi yang di dapat di depan
b. setiap kelompok peserta didik di minta untuk membuat
refleksi dalam bentuk laporan praktikum
c. Guru m1enyimpulkan hasil diskusi dan memberika
refleksi
Penutup 1) Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
(berkesadaran 2) Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh:
topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang,
eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran
yang digunakan)
3) Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai
pencapaian proyeknya

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


PERTEMUAN 2
Awal (Berkesan, 1) Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan
Bermakna) sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif
2) Review pertemuan sebelumnya dan tujuan praktik perawatan
baterai
3) Pemanasan dengan kuis ringan atau permainan identifikasi alat
yang di gunakan untuk melakukan perawatan baterai
Guru memberikan pertanyaan pemantik “seberapa pentingkah
perawatan baterai pada kendaraan ringan ?ˮ untuk
menstimulasi empati peserta didik
Inti (bermakna, 1. Memahami
menggembirakan a. Guru melanjutkan kegiatan kelompok yang telah di
) tentukan pada pertemuan sebelumnya
b. Guru memberikan intruksi agar peserta didik dapat
membuat analisis masalah tentang informasi yang telah di
peroleh pada pertemuan sebelumnya. tulisan
2. Mengaplikasi
a. Masing-masing peserta didik kelompok berlomba
mengumpulkan data melalui didkusi kelompok dan
mencatat informasi penting di LKPD yang disiapkan
Peserta didik
b. Peserta didik Menyusun rangkuman analisis dari materi
yang sudah dipelajari
c. siswa melakukan Praktik pengukuran tegangan,
pemeriksaan terminal, pengecekan cairan elektrolit
d. peserta mendiskusi hasil pemeriksaan yang telah di lakukan
e. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik
mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran
pentingnya melakukan perawatan pada perawatan baterai
kendaraan ringan.
f. Peserta didik menyusun laporan dan pemecahan masalah
nyata
3. Merefleksi (berkesadaran, bermakna)
a) Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan
hasil laporan praktikum di depan

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


b) setiap kelompok peserta didik di minta untuk membuat
refleksi dalam bentuk laporan praktikum
c) Guru menyimpulkan hasil diskusi dan memberika refleksi

Penutup 1) Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran


(berkesadaran 2) Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh:
topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang,
eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media
pembelajaran yang digunakan)
3) Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai
pencapaian hasil pemecahan masalah.

a) Asesmen Pembelajaran
a) Asesmen pada Awal Pembelajaran
Kuis singkat tentang materi perawatan baterai
 Pernahkah kamu merawat atau mengganti baterai motor atau mobil?
 Apa kesulitan yang kamu tahu terkait merawat aki kendaraan?
 Apakah kamu lebih senang belajar praktik atau teori dalam topik ini?

b) Asesmen pada Proses Pembelajaran


Assesmen Formatif
Assesmen penilaian diri (self Assesmen)
No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan perawatan
baterai
2 Saya dapat menjelaskan jenis-jenis baterai
3 Saya dapat melakukan perawatan
baterai
4 Saya dapat menggunakan alat ukur hidrometer
dan multitester untuk melakukan pengecekan
pada baterai
5 Saya dapat menyelesaikan masalah
kontekstual terkait mengatasi kerusakan
pada baterai
Assesmen Sumatif
Nama Kelompok: ......................
Nama Anggota:
1. ...................
2. ...................
3. ...................
4. ...................

Tugas:
1. Identifikasi jenis dan kondisi baterai

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


2. Ukur tegangan dan catat hasilnya
3. Bersihkan terminal dan cek cairan elektrolit
4. Buat laporan hasil kerja kelompok dan solusi jika ditemukan kerusakan

c) Asesmen pada Akhir Pembelajaran


1. Jelaskan Fungsi baterai pada kendaraan (dari mesin mati sampai mesin berjalan!
2. Terangkanlah bagaimana cara melakukan pengukuran berat jenis baterai dengan
menggunakan Hidrometer!
3. Jika pengukuran berat jenis elektrolit pada temperatur 20°C menunjukkan hasil
BJ 1,27, berapakah nilai berat jenis elektrolit tersebut pada temperatur 20°C?
4. Berapa lama kah pengisian (Charging) normal untuk Baterai dengan kapasitas
50AH jika hasil pengukuran berat jenis elektrolitnya 1,14 pada temperatur 20°C?
5. Sebutkan Pemeriksaan-pemeriksaan yang bisa dilakukan pada baterai untuk
mengetahui kondisi sebuah baterai!

Mengetahui Candipuro, Agustus 2025


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

SAHRIYANTO, [Link]., [Link].I QYKI JUNAIDI, [Link]


NIP. 19731006 200003 1 003 NIP. 19930609 202221 1 003

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


lampiran
LKPD (JOBSHEET)

SMK NEGERI 1 CANDIPURO


JOBSHEET KELISTRIKAN
TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF
Semester Waktu
Merawat Baterai
III 90 menit

A. TUJUAN
Peserta didik akan dapat melaksanakan perawatan baterai sesuai dengan SOP dan
penggunaan
1. Project
Merawat Baterai
2. Kegiatan yang di lakukan
Melakukan perwatan baterai seuai SOP dan penggunaan APD
3. Materi
Cara merawat baterai seuai SOP dan penggunaan APD
4. Kegiatan pencapaian belajar
Di sediakan peralatan dan kelengkapan peraktik, agar siswa dapat melakukan
perawatan baterai basah sesuai SOP dan pengunaan APD
5. Bentuk soal
Penilaian unjuk kerja
6. Butir soal
Langkah – langkah perawatan baterai basah sesuai SOP dan pengunaan APD
B. SOAL PRAKTIK
1. Sebutkan jenis-jenis baterai pada kendaraan
2. Sebutkan komponen baterai beserta fungsinnya
3. Sebutkan Langkah-langkah pemeriksaan baterai pada kendaraan
4. Kenapa baterai kendaraa perlu dirawat?
5. Sebutkan penyebab kerusakan pada baterai
C. ALAT DAN BAHAN
1. Accu Basah
2. Tool Box set
3. Multitester
4. Obeng (+) dan Obeng (-)
5. Buku Servis Manual
D. KESELAMATAN KERJA :
1. Meletakkan alat dan bahan di tempat yang aman, gunakan alat yang sesuai
2. Bekerja dengan teliti dan hati-hati

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


E. LANGKAH KERJA :
1. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif dan se-efisien
mungkin.
2. Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh instruktur.
3. Lakukan diskusi tentang perawatan baterai.
4. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas.
5. Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan
seperti keadaan semula.
6. Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas.
7. Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah
mempelajarimateri pembelajaran.
F. PROSEDUR MELEPAS BATERAI
1. Matikan mesin atau putar kunci kontak pada posisi “OFF”.
2. Buka tutup tempat baterai atau body pada sepeda motor.
3. Kendorkan terminal baterai negatif terlebih dahulu dengan kunci yang tepat. Hati-
hati jangan meletakkan kunci di atas baterai karena hal ini dapat menyebabkan
hubungan singkat.
4. Angkat baterai dari kendaraan tempatkan baterai di dalam kotak plastik / wadah
selama melaksanakan pekerjaan dengan baterai, agalah agar elektrolit baterai
tidak tumpah atau mengenai anggota badan maupun pakaian karena kandungan
asam sulfat pada elektrolit sangat berbahaya.
5. Bersihkan permukaan baterai dengan air soda / air panas dan menggunakan
kuas, kemudian keringkan dengan lap sampai kering
6. Bersihkan terminal menggunakan sikat kawat atau kertas gosok halus.
G. MENGIDENTIFIKASI BATERAI
Tabel. Identifikasi Baterai
No. Nama Komponen Fungsi

1.
2.

Merk: …………………………………….………….
Type baterai: ……………………………………...... (basah/kering)
Teknologi baterai: …………………………........….. (konvensional/AGM/MF/Sealed
MF/VRLA) Code baterai: ………………………… (beri keterangan)
Kapasitas: …………………………………......…… AH
Tegangan baterai: …………………………........….. Volt

H. PEMERIKSAAN SECARA VISUAL

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


Cek bagian-bagian yang tertera pada tabel, isikan kesimpulan kondisi hasil
pengamatan dan tindakan yang harus dilakukan.
No Bagian yang di periksa Kondisi tindakan
1 Kotak Baterai
(retak/bocor/mengambang)
2 Sel baterai
(mengambang/mengkristal/rontok
3 Terminal Baterai dan konektor
kabel
(korosi/kendor/kotor)
4 Jumlah elektrolit
(kurang/berlebih/cukup)
5 Kabel Baterai (elastisitas menurun/
isolator pecah/isolator terkrlupas)
6 Pemegang baterai
(kendor/berkarat/lepas)
7 Ventilator Baterai (tersumbat/rusak)

Gambar : Pemeriksaan Visual Pada Baterai


Prosedur yang dilaksanakan pada pemeriksaan baterai secara visual:
1. Membersihkan kotak baterai.
2. Membersihkan terminal baterai.
3. Periksa ketinggian elektrolit baterai, jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara
Upper Level dengan
4. Lower Level, pada baterai tanpa tanda permukaan pelat sel harus tertutup ± 8 mm.
5. Bila kurang jangan diisi dengan air biasa, isilah dengan air suling atau air accu.
6. Pasang kembali baterai pada tempatnya, perhatikan posisi pengikatan baterai
harus kuat agar baterai tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja,
sehingga dapat retak atau elektrolit tumpah.

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


7. Pasang terminal baterai dengan kuat, pemasangan yang kuat akan mengurangi
kerugian tegangan pada terminal, panas yang timbul pada terminal ataupun
korosi.
8. Berikan grease atau vet pada terminal baterai sebelum memasang terminal,
beri Vet pada kutup dan terminal untuk mencegah karatan. Pasang terminal
positif sebelum terminal negatif.
9. Lindungi terminal baterai positip dengan penutup karet atau isolator guna
menghindari hubungan pendek.
10. Baterai yang selalu mendapat servis akan mempunyai umur yang panjang
dibandingkan yang tidak mendapat perawatan dengan baik.

I. PEMERIKSAAN ELEKTROLIT
Langkah melakukan pengukuran elektrolit baterai adalah:
1. Lepas terminal baterai negatif.
2. Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer.
3. Masukkan thermometer pada lubang baterai.
4. Masukkan ujung hidrometer ke dalam lubang baterai.
5. Pompa hidrometer sampai elektrolit masuk ke dalam hidrometer dan pemberat
terangkat.
6. Tanpa mengangkat hidrometer baca berat jenis elektrolit baterai dan baca
temperatur elektrolit baterai.
7. Catat hasil pembacaan, lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain.

Tabel. Hasil Pengukuran Berat Jenis Baterai


Sel Berat Jenis Tindakan
ke- (kg/liter)
Sel 1
Sel 2
Sel 3
Sel 4
Perbedaan berat jenis antar sel: ……………….......… kg/liter
Tindakan: ……………………………………………………………….

Tabel. Tindakan Yang Dilakukan Terhadap Hasil Pengukuran Berat Jenis Baterai

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


Hasil Pengukuran Tindakan
Berat Jenis Baterai
1,280 atau lebih Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang.
1,220 - 1,270 Tidak perlu tindakan.
1,210 atau kurang Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila masih
dibawah 1,210 ganti baterai.
Perbedaan antar sel kurang Tidak perlu tindakan.
dari 0,040
Perbedaan berat jenis antar Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila berat jenis
sel 0,040 atau lebih antar sel melebihi
0.030, setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan, ganti
baterai.

J. PEMERIKSAAN TEGANGAN BATERAI

Pada setiap sel baterai menghasilkan tegangan 2,1 volt. Apabila baterai
mempunyai 6 buah sel maka baterai akan menghasilkan tegangan 12,6 volt.
Untuk pemeriksaan tegangan baterai dapat dilakukan dengan menggunakan volt
meter. Prosedur pengukurannya adalah dengan memasang colok ukur pada terminal
baterai dan avometer akan menunjukkan tegangan baterai. Disamping itu dapat juga
dilakukan pengukuran tegangan pada masing-masing sel dengan menggunkaan sel
tester. Pada sel tester akan terbaca tegangan pada masing-masing sel sehingga dapat
diketahui sel mana yang rusak apabila terjadi kerusakan pada sel baterai.

Tegangan bater
ai: ……..………………………………… volt
Bermuatan penuh: tegangan 13,0-13,2 volt
Bermuatan kurang: tegangan < 12 volt
Tindakan: ……………………………………………………………..
*Gunakan referensi dari manual book pabrikan
kesimpulan

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


Telah di periksa

Nilai Guru Mapel

……………………………………….

Rubrik Penilaian Praktik


Aspek Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1
Baik) (Kurang)
Pemahaman Memahami Memahami Memahami Tidak
konsep baterai secara sebagian besar sebagian memahami
menyeluruh
Kerjasama Sangat aktif Cukup aktif Kurang aktif Tidak bekerja
kelompok dan kompak sama
Kualitas Sesuai Cukup tepat Beberapa Tidak sesuai
praktik prosedur dan kesalahan
teliti
Pemecahan Solusi tepat Solusi cukup Solusi kurang Tidak memberi
masalah dan kreatif tepat tepat solusi

Lembar Refleksi Guru & Jurnal Siswa


Refleksi Guru:
- Apa yang berhasil hari ini?
- Apa yang bisa diperbaiki?
- Bagaimana keterlibatan siswa?
- Apakah metode PBL efektif?
Jurnal Siswa:
1. Apa yang saya pelajari?
2. Apa bagian yang paling menarik?
3. Apa tantangan yang saya hadapi?
4. Apa yang akan saya lakukan agar lebih baik ke depan?

Penilaian akhir pemebajaran

Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d, di depan jawaban yang paling
tepat !

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


1. Merupakan sumber energi listrik pada 6. Saat sistem starter berfungsi maka
kendaraan. Pernyataan ini adalah energi listrik yang tersimpan di baterai
fungsi dari..... akan mengalir ke beban, proses ini
a. Baterai disebut proses ..........
b. Starter a. Pengosongan
c. Alternator b. Pengaliran arus listrik
d. Distributor c. Penyimpanan arus listrik
e. Voltage Regulator d. Pengisian
e. Pengeluaran arus listrik
2. Komponen baterai yang seringkali
mudah terkena karat, bila tidak di 7. Elektrolit baterai memiliki berat jenis
rawat secara teratur adalah yang disarankan yaitu dari
a. Vent plug a. 1.230 sampai 1.240
b. Battery Case b. 1.240 sampai 1.250
c. Positif dan negatif terninal c. 1.260 sampai 1.280
d. Cells d. 1.260 sampai 1.270
e. Electrolyte e. 1.250 sampai 1.280

3. Tutup lubang pengisian elektrolit atau 8. Kebocoran arus listrik biasanya bisa
vent plug berfungsi memisahkan diperiksa pada komponen utama
antara uap asam sulfat yang akan kelengkapan baterai, yaitu...
mengembun pada tepian ventilasi dan a. Separator
...... yang keluar lewat lubang b. Kotak baterai
ventilasi. c. Tutup Baterai
a. Gas karbondioksida d. Kabel baterai
b. Gas monoksida e. Ribs
c. Gas hidrogen
d. Uap Sulingan 9. Saat melakukan pelepasan kabel
e. Cairan elektrolit baterai dari terminal baterai, yang
harus didahulukan adalah.......
4. Elemen baterai terdiri dari tiga a. Melepas hubungan terminal
sehingga menjadi satu kesatuan yaitu baterai ke massa
pelat, separator dan b. Melepas hubungan terminal
a. Kotak baterai baterai ke beban
b. Fiberglass c. Melepas hubungan kedua
c. Terminal positif terminal secara bersamaan
d. Terminal Negatif d. Memeriksa kondisi kabel baterai
e. Elektrolit e. Memeriksa kondisi terminal
baterai
5. Saat baterai dihubungkan dengan
sumber listrik arus searah maka 10. Kegiatan berikut ini tidak perbolehkan
terjadi proses .......... selama proses pengisian, kecuali.......
a. Pengosongan a. Menyalakan korek
b. Pengaliran arus listrik b. Mengelas sesuatu didekat baterai
c. Penyimpanan arus listrik c. Merokok
d. Pengisian d. Mengecek kondisi busi
e. Pengeluaran arus listrik e. Menyetel celah katup

Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda :


NO SKOR
KUNCI JAWABAN
SOAL Benar Salah
1 Jawaban : A 1 0
2 Jawaban : C 1 0

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


3 Jawaban : C 1 0
4 Jawaban : A 1 0
5 Jawaban : D 1 0
6 Jawaban : A 1 0
7 Jawaban : D 1 0
8 Jawaban : B 1 0
9 Jawaban : A 1 0
10 Jawaban : E 1 0
TOTAL SKOR MAKSIMUM 10 0

MATERI BATERAI

BAB 1
BATERAI

A. FUNGSI BATERAI

Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam
bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke
sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan
[Link] / accu / baterai mobil, digunakan sebagai sumber arus untuk seluruh sistem
kelistrikan pada mobil, dan juga diguanakan sebagai penyimpan energi listrik saat terjadi
proses pengisian. Peran baterai pada mobil sangatlah penting, baterai berfungsi untuk
mensuplai arus listrik pada sistem starter agar mesin dapat dihidupkan, bayangkan
apabila baterai / aki rusak atau tidak punya daya yang cukup untuk pengoperasian sistem
starter.

1. Jenis- jenis Baterai ( Accu )


a. Accu Basah
Hingga saat ini Accu yang populer digunakan adalah Accu model basah yang
berisi cairan asam sulfat (H2SO4). Ciri utamanya memiliki lubang dengan
penutup yang berfungsi untuk menambah air Accu saat ia kekurangan Accubat
penguapan saat terjadi reaksi kimia antara sel dan air Accu. Sel-selnya
menggunakan bahan timbal (Pb). Kelemahan Accu jenis ini adalah pemilik
harus rajin memeriksa ketinggian level air Accu secara rutin. Cairannya bersifat
sangat korosif. Uap air Accu mengandung hydrogen yang cukup rentan terbakar
dan meledak jika terkena percikan api. Memiliki sifat self-discharge paling
besar dibanding Accu lain sehingga harus dilakukan penyetruman ulang saat ia
didiamkan terlalu lama.

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


b. AccuBebasPerawatan / Maintenance Free(MF)

Accu jenis ini dikemas dalam desain khusus yang mampu menekan tingkat
penguapan air Accu. Uap Accu yang terbentuk akan mengalami kondensasi
sehingga kembali menjadi air murni yang menjaga level air Accu selalu pada
kondisi ideal sehingga tak lagi diperlukan pengisian air Accu. Accu jenis
inibiasanya terbuat dari basis jenis Accu hybrid maupun Accu kalsium.

c. Accu Calcium

Kedua selnya, baik (+) maupun (-) mengunakan material kalsium. Accu jenis
ini memiliki kemampuan lebih baik dibanding Accu hybrid. Tingkat
penguapannya pun lebih kecil dibanding Accu basah konvensional.

d. Accu hybrid
Pada dasarnya Accuhybrid tak jauh berbeda dengan Accu basah. Bedanya
terdapat pada material komponen sel Accu. Pada Accu hybrid selnya
menggunakan low-antimonial pada sel (+) dan kalsium pada sel(-). Accu jenis

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


ini memiliki performa dan sifat self-discharge yang lebih baik dari Accu
basah konvensional

2. Komponen Aki
Memahami komponen-komponen utama aki dapat mempermudah dalam perawatan
dan pemeliharaan aki, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang
cara kerja aki dalam menyuplai energi listrik. Berikut adalah penjelasan detail
tentang komponen-komponen utama aki:

a. Kotak Aki
Casing atau wadah yang menampung semua komponen internal aki. Biasanya
terbuat dari bahan plastik tahan lama, seperti polipropilen yang dirancang untuk
melindungi komponen-komponen dari kerusakan fisik dan kebocoran. Kotak ini
juga memberikan struktur dan stabilitas pada aki, serta menjaga agar komponen
internal tetap aman dan teratur.

b. Terminal Aki
Terminal aki adalah bagian dari baterai mobil (atau aki) yang berfungsi sebagai
titik sambungan listrik utama antara baterai dan sistem kelistrikan kendaraan.
Terminal aki biasanya terdiri dari dua kutub, yaitu:
 Kutub positif (+): Biasanya ditandai dengan simbol "+" dan sering kali
berwarna merah. Terminal ini terhubung ke kabel positif yang mengalirkan
arus listrik dari baterai ke berbagai komponen listrik dalam kendaraan.
 Kutub negatif (-): Biasanya ditandai dengan simbol "-" dan sering kali
berwarna hitam. Terminal ini terhubung ke kabel negatif yang biasanya
dihubungkan ke rangka atau bodi kendaraan sebagai ground (tanah).

Koneksi yang baik pada terminal aki sangat penting untuk memastikan aliran
listrik yang stabil dan efektif ke seluruh sistem kelistrikan kendaraan. Terminal
yang kotor, longgar, atau korosif dapat menyebabkan masalah listrik seperti
sulitnya menyalakan kendaraan atau kegagalan sistem kelistrikan.

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


c. Tutup Aki
Bagian penutup pada bagian atas aki yang berfungsi untuk menutupi dan
melindungi komponen internal dari kontaminasi dan kebocoran. Pada aki basah,
tutup ini sering dilengkapi dengan lubang kecil untuk menambah elektrolit dan
mengukur level cairan. Pada aki kering, tutup ini dirancang untuk mencegah
kebocoran dan menjaga agar elektrolit tetap di tempatnya.

d. Lubang Ventilasi
Lubang kecil pada tutup aki berfungsi untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan
dari reaksi kimia di dalam aki. Pada aki basah, lubang ventilasi sangat penting
karena proses pengisian dan pengosongan gas terjadi selama penggunaan.
Lubang ini membantu mengurangi tekanan internal dan mencegah kerusakan
akibat penumpukan gas. Pada aki kering, meskipun ada lubang ventilasi,
desainnya dirancang untuk meminimalkan kemungkinan kebocoran gas atau
cairan.

e. Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang mengandung zat-zat dalam air atau
pelarut lainnya, membentuk ion yang dapat menghantarkan listrik. Dalam
konteks aki kendaraan, larutan elektrolit biasanya mengacu pada campuran
asam sulfat dan air yang terdapat di dalam akil. Pada aki basah, larutan ini harus
dipantau dan diisi ulang jika diperlukan, sedangkan pada aki kering, elektrolit
biasanya tidak memerlukan pemeliharaan tambahan.

f. Plat Elektoda
Pada aki (akumulator atau baterai), plat elektoda berperan sebagai komponen
kunci dalam proses penyimpanan dan pelepasan energi listrik. Selama proses
pengisian, aliran listrik menyebabkan reaksi kimia pada kedua plat ini,
mengubah timbal dan asam sulfurik menjadi timbal dioksida dan timbal sulfat.
Ketika aki digunakan, proses kimia ini berbalik dan energi listrik dihasilkan.
Aki umumnya memiliki dua jenis plat elektoda:
 Plat Positif (Anoda): Terbuat dari bahan seperti timbal dioksida (PbO2).
Plat ini berfungsi untuk menyerap ion positif selama proses pengisian dan
melepaskan ion positif saat proses pelepasan energi.
 Plat Negatif (Katoda): Terbuat dari timbal spons (Pb). Plat ini berfungsi
untuk mengeluarkan ion negatif selama proses pengisian dan menyerap ion
negatif saat proses pelepasan energi.

g. Separator
Bahan non-konduktif yang memisahkan plat elektoda positif dan negatif dalam
aki. Fungsinya adalah untuk mencegah kontak langsung antara plat-plat tersebut
yang dapat menyebabkan korsleting atau hubung singkat. Separator juga
memastikan bahwa elektrolit dapat mengalir dengan baik di antara plat-plat,
sehingga reaksi kimia dapat terjadi dengan efisien.

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


h. Sel
Unit dasar dalam aki yang terdiri dari satu set plat elektoda dan elektrolit. Setiap
sel dalam aki menghasilkan tegangan listrik tertentu (biasanya 2 volt). Aki
kendaraan biasanya terdiri dari beberapa sel yang dirangkai secara seri untuk
mencapai tegangan total yang diperlukan (biasanya 12 volt). Setiap sel memiliki
komponen internal yang sama, termasuk plat elektoda, separator, dan elektrolit

B. PERAWATAN BATERAI
1. Pemeriksaan baterai
Aki mobil adalah salah satu komponen terpenting yang ada di dalam mobil. Fungsi
utama dari aki adalah untuk menyuplai daya listrik bagi komponen-komponen mobil
lainnya. Saat aki mobil tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka kenyamanan
pengendara dan penumpang mobil pun menjadi terganggu. Adapun Prosedur yang
dilaksanakan pada pemeriksaan baterai secara visual:
11. Membersihkan kotak baterai.
12. Membersihkan terminal baterai.
13. Periksa ketinggian elektrolit baterai, jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara
Upper Level dengan
14. Lower Level, pada baterai tanpa tanda permukaan pelat sel harus tertutup ± 8
mm.
15. Bila kurang jangan diisi dengan air biasa, isilah dengan air suling atau air accu.
16. Pasang kembali baterai pada tempatnya, perhatikan posisi pengikatan baterai
harus kuat agar baterai tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja,
sehingga dapat retak atau elektrolit tumpah.
17. Pasang terminal baterai dengan kuat, pemasangan yang kuat akan mengurangi
kerugian tegangan pada terminal, panas yang timbul pada terminal ataupun
korosi.
18. Berikan grease atau vet pada terminal baterai sebelum memasang terminal, beri
Vet pada kutup dan terminal untuk mencegah karatan. Pasang terminal positif
sebelum terminal negatif.
19. Lindungi terminal baterai positip dengan penutup karet atau isolator guna
menghindari hubungan pendek.
20. Baterai yang selalu mendapat servis akan mempunyai umur yang panjang
dibandingkan yang tidak mendapat perawatan dengan baik.

2. Pemeriksaan Elektrolit
Langkah melakukan pengukuran elektrolit baterai adalah:
8. Lepas terminal baterai negatif.
9. Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer.
10. Masukkan thermometer pada lubang baterai.
11. Masukkan ujung hidrometer ke dalam lubang baterai.
12. Pompa hidrometer sampai elektrolit masuk ke dalam hidrometer dan pemberat
terangkat.

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


13. Tanpa mengangkat hidrometer baca berat jenis elektrolit baterai dan baca
temperatur elektrolit baterai.
14. Catat hasil pembacaan, lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain.

Hasil Pengukuran Tindakan

Berat Jenis Baterai

1,280 atau lebih Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang.
1,220 - 1,270 Tidak perlu tindakan.
1,210 atau kurang Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila masih
dibawah 1,210 ganti baterai.

Perbedaan antar sel kurang Tidak perlu tindakan.


dari 0,040
Perbedaan berat jenis antar sel Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila berat jenis antar
0,040 atau lebih sel melebihi

0.030, setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan, ganti baterai.

K. PEMERIKSAAN TEGANGAN BATERAI


Pada setiap sel baterai menghasilkan tegangan 2,1 volt. Apabila baterai mempunyai 6
buah sel maka baterai akan menghasilkan tegangan 12,6 volt. Untuk pemeriksaan
tegangan baterai dapat dilakukan dengan menggunakan volt meter. Prosedur
pengukurannya adalah dengan memasang colok ukur pada terminal baterai dan avometer
akan menunjukkan tegangan baterai. Disamping itu dapat juga dilakukan pengukuran
tegangan pada masing-masing sel dengan menggunkaan sel tester. Pada sel tester akan
terbaca tegangan pada masing-masing sel sehingga dapat diketahui sel mana yang rusak
apabila terjadi kerusakan pada sel baterai.

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan


Teknik Kendaraan Ringan Otomotif_Elektrikal kendaraan

Anda mungkin juga menyukai